Anda di halaman 1dari 75

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan
tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki integritas, profesional, netral
dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara Bab I Pasal 1 Ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa
Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja
yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai Aparatur Sipil Negara
yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan
Pendidik sebagai seorang ASN harus memegang teguh nilai-nilai
dasar ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Nilai-nilai dasar
tersebut yaitu: akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu,
dan anti korupsi (ANEKA). Nilai-nilai dasar inilah yang menjadi pedoman
seorang pendidik guna menciptakan pendididkan yang berkualitas.
Dalam Undang-undang ASN pasal 63 ayat (3) dijelaskan bahwa
calon PNS wajib menjalani masa percobaan. Masa percobaan yang
dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan melalui proses pendidikan dan
pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran,
semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat
profesionalisme serta kompetensi bidang. Masa percobaan sebagaimana

1
dimaksud dalam pasal 63 ayat (3) bagi calon PNS dilaksanakan selama 1
tahun.
Untuk merealisasikan hal tersebut, diperlukan sebuah
penyelenggaraan pelatihan yang inovatif dan terintegrasi. Dalam hal
ini, Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018
tentang Pedoman Penyelenggaraan Latsar Gol. III mengatur tentang
penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal
dan non-klasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja. Sehingga,
memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan
mengaktulisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi),
dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai
karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugas.
Setelah pembentukan nilai-nilai dasar ASN yang mencakup
ANEKA, agenda penting yang harus dilakukan oleh peserta
pendidikan dan pelatihan adalah habituasi. Agenda habituasi
memfasilitasi peserta untuk melakukan proses aktualisasi melalui
pembiasaan diri terhadap kompetensi yang telah diperoleh melalui
mata diklat yang telah dipelajari. Selain itu, dalam proses habituasi
peserta dibekali dengan konsepsi dan tahap aktualisasi, penyusunan
dan penyajian rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi di
tempat kerja, dan penyajian hasil aktualisasi di tempat kerja dengan
menyajikan bukti belajar yang relevan. Aktualisasi tersebut
disesuaikan dengan nilai dasar ANEKA dan mata diklat lain, tugas
pokok dan fungsi serta visi dan misi unit kerja, kegiatan yang sehari-
hari dilakukan di unit kerja, modifikasi agar terjadi peningkatan kualitas
pelayanan dan dapat juga berupa inovasi yang sebelumnya belum
pernah dilakukan.

Berdasarkan pertimbangan diatas, maka diselenggarakan


Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XII Tahun 2019 dari
Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah yang bertempat di Balai
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Migas
Cepu Provinsi Jawa Tengah. Peserta pelatihan dasar CPNS

2
ditugaskan untuk merancang aktualisasi nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti
Korupsi) yang akan dilaksanakan di tempat kerja yang dalam hal ini
penulis akan melaksanakan di SD Negeri 1 Balepanjang Kecamatan
Jatipurno Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang sebagai bentuk
penerapan ilmu yang telah didapat selama mengukuti pelatihan dasar
CPNS selama 18 hari belajar klasikal.
SD Negeri 1 Balepanjang Kecamatan Jatipurno memiliki visi
terwujudnya masyarakat belajar yang berprestasi, beriman, terampil
dan berbudaya.. Pewujudan visi tersebut memerlukan kualitas sumber
daya manusia yang mumpuni, khususnya Aparatur Sipil Negara di
lingkungan SD Negeri 1 Balepanjang Kecamatan Jatipurno Lasem.
Dalam hal ini penulis selaku ASN di lingkungan SD Negeri 1
Balepanjang Kecamatan Jatipurno Kecamatan Lasem Kabupaten
Rembang khususnya sebagai guru kelas, menginginkan peningkatan
kegiatan-kegiatan yang menunjang terpenuhinya visi sekolah.
Beberapa isu yang perlu mendapat perhatian di lingkungan
sekolah adalah
1. Belum Optimalnya Gerakan Literasi Sekolah di SDN I Balepanjang
Kecamatan Jatipurno.
2. Belum maksimalnya pemanfaatan alat peraga di SDN I
Balepanjang Kecamatan Jatipurno.
3. Kurangnya layanan terhadap anak berkebutuhan khusus di SDN 1
Balepanajang Kecamatan Jatipurno.
4. Kurangnya sarana prasarana cuci tangan siswa di SDN 1
Balepanjang Kecamatan Jatipurno.
5. Belum optimalnya fungsi UKS dalam membentuk pola perilaku
hidup sehat di SDN 1 Balepanjang.
Berdasarkan isu-isu yang ada, penulis menyeleksi dengan dua
metode yaitu Metode APKL (Aktual, Problematik, Kelayakan, dan
Layak) dan Metode USG (Urgency, Seriousness, dan Growth).
Dengan menggunkan metode tersebut penulis mendapatkan satu isu

3
yang akan menjadi isu utama. Isu tersebut memenuhi jumlah total nilai
paling tinggi sehingga penulis mengangkatnya sebagai bahan
aktualisasi dan habituasi di SD Negeri 1 Balepanjang Kecamatan
Jatipurno.
Melalui kegiatan aktualisasi dan habituasi tersebut diharapkan
dapat membentuk pendidik berkarakter yang dilandasi dengan nilai
dasar ANEKA dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya
secara professional sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang
berprestasi dan berkarakter.

B. Identifikasi Isu
Rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di SDN I
Balepanjang Kecamatan Jatipurno sesuai dengan nilai-nilai dasar
Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) dan sesuai dengan
peran dan kedudukan ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rancangan kegiatan aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarakan
identifikasi isu dengan mempertimbangkan keaktualan, problematik,
kekhalayakan dan kelayakan isu tersebut (metode APKL). Aktual artinya
Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat.
Problematik artinya Isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks,
sehingga perlu dicarikan segera solusinya. Kekhalayakan artinya Isu yang
menyangkut hajat hidup orang banyak, dan Kelayakan artinya Isu yang
masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya. Kemudian prioritas isu ditentukan dengan
analisis USG dengan menetapkan rentang penilaian (1-5). Urgency
artinya seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti. Seriousness artinya seberapa serius suatu isu harus
dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan. Growth artinya

4
seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani segera.
Prioritas isu yang telah ditentukan kemudian diidentifikasi
berdasarkan sumber isu, aktor yang terlibat, peran masing-masing aktor
yang terlibat dan keterkaitan dengan mata pelatihan yang relevan, dan
kegiatan-kegiatan yang digagas untuk menyelesaikan permasalahan yang
ada di SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno.
Daftar isu yang diperoleh dalam lingkungan kerja penulis yang
dikaitkan dengan agenda ketiga Pelatihan Dasar CPNS (Manajemen ASN,
Whole of Government (WoG), dan Pelayanan Publik) dapat ditampilkan
pada tabel berikut:

Tabel 1.1 Identifikasi Isu

No Identifikasi Kondisi yang


Sumber Isu Kondisi Saat Ini
. Isu Diharapkan
1 Belum Manajemen Belum Sekolah dapat
. Optimalnya ASN terciptanya mengoptimalkan
Gerakan lingkungan gerakan literasi
Literasi ramah literasi sekolah dengan
Sekolah di sekolah menciptakan
SDN I Lingkungan
Balepanjang ramah literasi,
Kecamatan Menciptakan
Jatipurno Pojok Baca,
Jadwal Kunjung
Perpustakaan
Untuk
Meningkatkan
minat baca Siswa
.
2 Belum Manajemen Penggunaan Meningkatnya
. maksimalnya ASN alat peraga kualitas
pemanfaatan belum maksimal pembelajaran
alat peraga di dengan
5
No Identifikasi Kondisi yang
Sumber Isu Kondisi Saat Ini
. Isu Diharapkan
SDN I memanfaatkan
Balepanjang alat peraga
Kecamatan dalam proses
Jatipurno pembelajaran.
3 Kurangnya Pelayanan Masih
. layanan Publik Kurangnya
terhadap Kemampuan Sekolah dapat
anak SDM terkait menigkatkan
berkebutuhan penanganan pelayanan
khusus di Anak terhadap anak
SDN 1 berkebutuhan berkebutuhan
Balepanajang Khusus. khusus
Kecamatan
Jatipurno
4 Kurangnya Pelayanan Tidak adanya Terpenuhinya
. sarana Publik sarana prasana sarana prasarana
prasarana cuci tangan cuci tangan siswa
cuci tangan untuk siswa di setiap kelas di
siswa di SDN SDN I
I Balepanjang Balepanjang
Kecamatan Kecamatan
Jatipurno Jatipurno
5 Belum Manajemen UKS hanya di Terbentuknya
. optimalnya ASN fungsikan pola perilaku
fungsi UKS sebagai tempat hidup sehat di
dalam merawat wrga SDN I
membentuk sekolah yang Balepanjang
pola perilaku sedang sakit Kecamatan
hidup sehat Jatipurno
di SDN I
Balepanjang

6
No Identifikasi Kondisi yang
Sumber Isu Kondisi Saat Ini
. Isu Diharapkan
Kecamatan
Jatipurno

Penetapan Isu dilakukan melalui analisis isu dengan menggunakan


alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis isu ini bertujuan untuk
menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat
untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan. Analisis isu dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL
(Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan) dan USG (Urgency,
Seriousness, dan Growth). Identifikasi penentuan kelayakan isu dilihat dari
nilai APKL, sedangkan penentuan prioritas isu yang akan dipecahkan
dapat dilihat dari nilai USG yang dapat dilihat pada tabel 1.2 berikut:

7
Tabel 1.2 Analisis Isu dengan Metode APKL dan USG

KETERANGAN : SKALA LINKERT :


1. A = Aktual 5. U = Urgency 8. MS = Memenuhi Syarat 1 = Tidak U/S/G
2. P = Problematik 6. S = Seriousness 9. TMS = Tidak Memenuhi Syarat 2 = Kurang U/S/G
3. K = Khalayak 7. G = Growth 3 = Cukup U/S/G
4. L = Layak 4 = U/S/G
5 = Sangat U/S/G

8
Dari hasil analisis APKL didapatkan isu yang dinyatakan
memenuhi kriteria, yang kemudian isu-isu tersebut dianalisis lebih
lanjut dengan menggunakan analisis USG. Analisis USG
merupakan alat analisis yang dilakukan untuk menentukan
prioritas isu melalui tingkat kegawatan, keseriusan, dan tingkat
pertumbuhan suatu isu atau masalah. Analisis USG dilakukan
dengan memberikan nilai dengan rentang antara 1 sampai 5
dengan ketentuan nilai 1 berarti sangat kecil, nilai 2 berarti kecil,
nilai 3 berarti sedang, nilai 4 berarti besar, dan nilai 5 berarti
sangat besar. Isu dengan total skor tertinggi merupakan isu
prioritas yang akan ditetapkan untuk diselesaikan dengan
kegiatan-kegiatan yang diusulkan.
Dari hasil analisis APKL dan USG, ditetapkan isu yang dipilih
dan ditindaklanjuti dengan gagasan rencana kegiatan yang akan
dilakukan untuk mengatasi isu tersebut. Hasil perumusan isu yang
terpilih adalah “Belum Optimalnya Gerakan Literasi Sekolah di
SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno”.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada


rancangan aktualisasi ini adalah:
1. Bagaimana cara mengoptimalkan Gerakan Literasi Sekolah di
SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno?
2. Bagaimana mengetahui keterkaitan antara kegiatan yang
diusulkan dengan substansi mata pelatihan Manajemen ASN,
Pelayanan Publik, WoG dan nilai-nilai dasar ASN (Nilai ANEKA)
yang mendasari kegiatan baik secara langsung maupun tidak
langsung?
3. Bagaimana keterkaitan antara visi, misi, dan nilai organisasi
dengan hasil kegiatan dari isu yang diangkat?

8
3. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan
Dampak Isu Belum Optimalnya Gerakan Literasi Sekolah di
SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno jika tidak dilakukan upaya
optimalisasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
1. Rendahnya minat baca siswa di SDN I Balepanjang
Kecamatan Jatipurno.
2. Tidak berkembangnya kreatifitas siswa dalam
mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
3. Tidak adanya sumber belajar lain selain buku pelajaran
4. Lemahnya Kemampuan membaca dan menulis,

C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada rancangan aktulisasi ini adalah :
1. Untuk mengoptimalkan Gerakan Literasi Sekolah di SDN I
Balepanjang Kecamatan Jatipurno.
2. Mengetahui keterkaitan antara kegiatan yang diusulkan dengan
substansi mata pelatihan Manajemen ASN, Pelayanan Publik,
WoG dan Nilai ANEKA yang mendasari kegiatan baik secara
langsung maupun tidak langsung.
3. Mengetahui keterkaitan antara visi, misi, dan nilai organisasi
dengan hasil kegiatan dari isu yang diangkat
4. Mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN (ANEKA) dalam
pelaksanakan tugas jabatannya.

D. Manfaat
Manfaat dari rancangan aktualisasi ini yaitu :
1. Peserta Pelatihan Dasar CPNS
a. Meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai dasar ANEKA
sebagai landasan dalam menjalankan profesi di tempat kerja.

9
b. Menjadi penuntun dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi
nilai dasar di unit kerja serta dasar pelaporan aktualisasi nilai-
nilai dasar ANEKA di SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno.
2. SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno
a. Membantu mewujudkan visi dan misi SDN I Balepanjang
Kecamatan Jatipurno.
b. Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di SDN I
Balepanjang Kecamatan Jatipurno.
3. Masyarakat

a. Mendapatkan pelayanan pendidikan yang prima sebagai wujud


aktualisasi nilai dasar ANEKA.
b. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas
pendidikan.

10
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sikap dan Perilaku Bela Negara

1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara


Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia
berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 mengenai
diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa
Indonesia di tengah lingkungan nusantara itu. Pemaknaan,
pemahaman dan penghayatan wawasan kebangsaan dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur
negara, hakikatnya berkaitan dengan pembangunan kesadaran
berbangsa dan bernegara. Berarti sikap dan tingkah laku ASN harus
sesuai dengan jati diri, kepribadian bangsa. ASN harus selalu
mengaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa
Indonesia.
Kesadaran bela negara merupakan upaya tiap warga negara
untuk mempertahankan negara, bangsanya dari ancaman yang
mungkin dihadapi dan mengganggu kelangsungan hidup
bermasyarakat yang berdasarkan atas rasa cinta tanah air. Upaya
bela negara selain sebagai kewajiban dari tiap warga negara juga
merupakan kehormatan yang dilakukan dengan penuh kesadaran,
tanggung jawab, rela berkorban dalam mengabdikan diri untuk bangsa
dan negara. Selain itu hal ini dapat menumbuhkan rasa patriotisme
dan nasionalisme kepada para ASN sebagai aparatur milik Negara.
2. Analisa Perubahan Lingkungan Strategis

Lingkungan strategis ialah situasi internal-eksternal baik yang


bersifat statis (trigatra) maupun dinamis (pancagatra) mampu
memberikan dampak, pengaruh pada tercapainya tujuan nasional.
Analisa perubahan lingkungan strategis bertujuan memberikan bekal
kepada peserta dengan kemampuan memahami konsepi perubahan
lingkungan strategis sebagai wawasan strategis ASN. Harapannya
11
ASN dapat memahami modal insani untuk menghadapi perubahan
lingkungan strategis, mampu mengidentifikasi isu-isu kritikal dan dapat
melakukan analisis isu-isu kritikal lewat berpikir kritis. Dengan begitu
ASN mampu mengambil keputusan, solusi terbaik dalam tindakan
profesionalnya.

3. Kesiapsiagaan Bela Negara


Pada Pasal 27 dan Pasal 30 UUD 1945, mengisyaratkan
peran seluruh komponen bangsa memiliki hak dan kewajiban ikut
serta dalam upaya membela negara dan syarat-syarat dalam
pembelaan negara. Tidak terkecuali ASN sebagai warga negara
Indonesia memilik hak dan kewajiban yang sama dalam upaya bela
dan mempertahankan negara.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan bentuk aktualisasi
nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara sesuai kedudukan, peran dan profesi warga negara
demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan seluruh komponen bangsa dari bentuk ancaman,
intimidasi. Kesiapsiagaan bela negara ialah kondisi warga negara
yang secara fisik memiliki kesehatan, keterampilan dan jasmani
prima. Hal ini juga ditunjang dengan kondisi psikis yang memiliki
kecerdasan intelektual dan spiritual. Selalu berusaha menjaga
kesehatan jiwa dan raganya, mempunyai sifat disiplin, ulet, kerja
keras dan tahan uji adalah sikap mental yang merupakan penjiwaan
dari rasa cinta terhadap NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
dalam menjaga kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Oleh
sebab itu dalam pelaksanaan latihan dasar bagi CPNS dibekali
dengan latihan-latihan seperti :
1. Kegiatan olah raga dan kesehatan fisik;
2. Kesiapsiagaan dan kecerdasan mental;
3. Kegiatan baris-berbaris, apel, dan tata upacara;
4. Keprotokolan;

12
5. Fungsi-fungsi Intelijen dan Badan Pengumpul Keterangan;
6. Kegiatan ketangkasan dan permainan.

13
B. Nilai Dasar PNS
Didalam menjalankan tugasnya, seorang ASN dituntut untuk
mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani
masyarakat. Sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-
Undang Nomor 5 Tahun 2014, yaitu mencetak PNS dengan
mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan karakter.
Oleh karena itu, seorang PNS harus mampu menginternalisasikan
nilai-nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). Harapannya karakter PNS
akan kuat, sehingga berkompeten dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat. Adapun nilai-nilai dasar PNS adalah sebagai
berikut:

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah suatu kewajiban pertanggungjawaban
yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap
individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab
yang menjadi amanahnya. Akuntabilitas seorang ASN dapat
dikatakan terwujud apabila dapat memenuhi indikator-indikator:
kepemimpinan, transparansi, integritas, tanggung jawab, keadilan,
kejelasan, keseimbangan, konsistensi, dan kepercayaan.
Penjelasan lebih lengkapnya sebagai berikut:
a. Kepemimpinan : Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas
ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting
dalam menciptakan lingkungannya.
b. Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan
kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun
kelompok/instansi.
c. Integritas : Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan
dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
d. Tanggung Jawab : Kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.

14
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban.
e. Keadilan : Kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
f. Kepercayaan : Rasa keadilan akan membawa pada sebuah
kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan
akuntabilitas.
g. Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalam
lingkungan kerja, maka diperlukan keseimbangan antara
akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.
h. Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab
harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi
tujuan dan hasil yang diharapkan.
i. Konsistensi : Sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan
sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta
yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati
bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau
paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah
airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Ada lima nilai
dasar dari nasionalisme yang harus diperhatikan, yaitu:

a. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa


1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab.
3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut

15
kepercayaan yang berbedabeda terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat
beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi
manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain
b. Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradap
1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang
Maha Esa.
2) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan
kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-
bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa
selira.
5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap
orang lain.
6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari
seluruh umat manusia.
10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.
c. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara

16
sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi
dan golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara
dan bangsa apabila diperlukan.
3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar
Bhinneka Tunggal Ika.
7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa.
d. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap
manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan
kewajiban yang sama.
2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh
semangat kekeluargaan.
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan
yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
6) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima
dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama
di atas kepentingan pribadi dan golongan.
8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai
dengan hati nurani yang luhur.
9) Keputusan yang diambil harus dapat
dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang
Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat
manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan
mengutamakan persatuan dan kesatuan demi
kepentingan bersama.

17
10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang
dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
e. Sila Kelima : Keadilan sosial bagi seluruh Indonesia
1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat
pemborosan dan gaya hidup mewah.
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan
atau merugikan kepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat
bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

3. Etika Publik
Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku
dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan
pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan tertulis. Kode etik
profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu
kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan
tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok
profesional tertentu.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
Undang-Undang ASN, melalui indikator sebagai berikut:

a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.


b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.

18
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Mmelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepa, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektifitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada
orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu
kinerja pegawai. Komitmen mutu merupakan tindakan untuk
menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi, dan kinerja yang
berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik.
Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang
harus diperhatikan, yaitu:
a. Profesionalisme: bertindak secara profesional sesuai dengan
profesi yang dijabat dalam menjaga kualitas pelayanan.
b. Efektivitas: dapat diartikan dengan berhasil guna, dapat
mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan efektivitas
menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil
19
kerja. Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari
performans untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas,
ketepatan waktu, dan alokasi sumber daya, melainkan juga
diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
c. Efisiensi: dapat dihitung sebagai jumlah sumberdaya yang
digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Tingkat
efisiensi diukur dari penghematan biaya, waktu, tenaga, dan
pikiran dalam melaksanakan kegiatan. Efisiensi organisasi
ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, uang dan
manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah
keluaran tertentu.
d. Inovasi: dapat muncul karena ada dorongan dari dalam
(internal) untuk melakukan perubahan, atau bisa juga karena
ada desakan kebutuhan dari pihak eksternal misalnya
permintaan pasar. Inovasi dalam layanan publik harus
mencerminkan hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga
akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter
dan mindset baru sebagai aparatur penyelenggara
pemerintahan, yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme
layanan publik yang berbeda dengan sebelumnya, bukan
sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
e. Orientasi mutu: mutu merupakan salah satu standar yang
menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu
menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan
keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.
Orientasi mutu berkomitmen untuk senantiasa melakukan
pekerjaan dengan arah dan tujuan untuk kualitas pelayanan
sehingga pelanggan menjadi puas dalam pelayanan.

5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang
artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi dikatakan
sebagai kejahatan yang luar biasa karena dampaknya yang luar

20
biasa yaitu mampu merusak tatanan kehidupan dalam ranah
pribadi, keluarga, masyarakat maupun ranah kehidupan yang
lebih luas lagi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan
pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar anti korupsi.
Ada 9 (sembilan) nilai-nilai anti korupsi yang harus diperhatikan,
yaitu :

a. Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan
utama bagi penegakan integritas diri. Seseorang yang dapat
berkata jujur dan transparan serta tidak berdusta baik
terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat
membentengi diri dari perbuatan curang.

21
b. Peduli
Adanya kepedulian terhadap orang lain menjadikan seseorang
memiliki rasa kasih sayang antar sesama. Pribadi dengan jiwa
sosial yang tinggi tidak akan tergoda untuk mmeperkaya diri
sendiri dengan cara yang tidak benar.
c. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter pada diri seseorang untuk
tidak mudah bergantung kepada pihak lain. Pribadi yang
mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab demi mencapai keuntungan
sesaat.

d. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Seseorang
yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan
tidak akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan
kekayaan dengan cara yang mudah.

e. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan
menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah
untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama
manusia. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak
akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.

f. Kerja Keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan
kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik
yang sebesar-besarnya.

g. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang
menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi
kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan.

22
h. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki
keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak
kebathilan.

i. Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa
yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Adil
merupakan kemampuan seseorang untuk memperlakukan
orang lain sesuai dengan hak dan kewajibannya.

2. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


Untuk menciptakan Pegawai Negeri Sipil yang baik, maka
diundangkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-
Pokok Kepegawaian yang telah diubah menjadi Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. PNS memegang
peranan besar dalam kelaancaran pemerintahan dan pembangunan,
maka PNS memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting dalam
berjalannya sistem pemerintahan serta pelayanan lembaga negara
kepada masyarakat.
Kedudukan ASN dalam NKRI yaitu
1. Pegawai ASN berkedudukan sebagai Aparatur Negara.
2. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan yg ditetapkan oleh
Pimpinan Instansi Pemerintah serta harus bebas dari pengaruh
dan Intervensi semua Golongan dan Parpol.
3. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus
partai politik.
4. Kedudukan ASN berada di Pusat, Daerah dan Luar Negeri,
namun demikian Pegawai ASN merupakan satu kesatuan.
Bagian Ketiga Peran Pasal 12 Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara,
pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas
pemerintahan dan penyelenggaraan pembangunan tugas umum
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang
profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik
23
korupsi, kolusi, dan nepotisme. Setiap kegiatan yang dilakukan PNS
pasti terdapat konsekuensi baik berupa penghargaan maupun sanksi,
semestinya sebagai PNS kita tidak boleh melalaikan kewajiban kita di
kantor. Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010
tentang Disiplin PNS dalam pasal 3 dijelaskan tentang kewajiban
selaku PNS sebagai berikut:
1. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia, dan Pemerintah;
2. Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan;
3. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS
dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
4. Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat
PNS;

5. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri,


seseorang, dan/atau golongan;
6. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut
perintah harus dirahasiakan;
7. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk
kepentingan negara;
8. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila
mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan
negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan,
dan materiil;
9. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja;
10. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
11. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara
dengan sebaik-baiknya;
12. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;
13. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;
14. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
mengembangkan karier; dan

24
15. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang.
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan
kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu ASN
harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut. Harus mengutamakan
pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik.
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek
korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN meliputi
Manajemen PNS dan Manajemen PPPK. PNS diangkat oleh
pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki suatu jabatan
pemerintahan dan memilili nomor induk pegawai nasional.
Sementara itu, PPPK diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian
berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan kebutuhan instansi
pemerintah untuk jangka waktu tertentu.
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem
Merit. Manajemen ASN meliputi penyusunan dan penetapan
kebutuhan; pengadaan; pangkat dan jabatan; pengembangan
karier; pola karier; promosi; mutasi; penilaian kinerja; penggajian
dan tunjangan; penghargaan; disiplin; pemberhentian; jaminan
pensiun dan jaminan hari tua; dan perlindungan (LAN, Manajemen
Aparatur Sipil Negara, 2014).
2. Whole of Goverment
Whole of Goverment (WoG) merupakan suatu pendekatan
penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang
lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan
publik. Oleh karena itu, WoG dikenal sebagai pendekatan
interagency, yaitu pendekatan dengan menunjuk sejumlah

25
kelembagaan yang terkait urusan-urusan yang relevan (Suwarno
& Sejati, 2016).

WoG dipandang sebagai metode suatu instansi pelayanan


publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan
bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu
tertentu (Shergold & lain-lain, 2004).

Alasan penerapan WoG dalam sistem aparatur sipil


Indonesia adalah:
a. Adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam
mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan
pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan lebih
baik, selain itu perkembangan teknologi informasi, situasi dan
dinamika kebijakan yang lebih kompleks juga mendorong
pentingnya WoG.
b. Faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan
kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa
kompetisi antar sektor dalam pembangunan.
c. Keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta
bentuk latar belakang lainnya mendorong adanya potensi
disintegrtasi bangsa.

3. Pelayanan Publik
LAN (1998), mengartikan pelayanan publik sebagai segala
bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi
Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dalam UU No. 25 tahun 2009
tentang Pelayanan Publik, Pelayanan Publik adalah kegiatan atau
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan bagi
setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau
pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara
Pelayanan Publik.

26
Barang/jasa publik adalah barang/jasa yang memiliki rivalry
(rivalitas) dan excludability (ekskludabilitas) yang rendah.
Barang/jasa publik yang murni yang memiliki ciri-ciri: tidak dapat
diproduksi oleh sektor swasta karena adanya free rider problem,
non-rivalry, dan non-excludable, serta cara mengkonsumsinya
dapat dilakukan secara kolektif. Perkembangan paradigma
pelayanan: Old Public Administration (OPA), New Public
Management (NPM) dan seterusnya menjadi New Public Service
(NPS).
Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk
mewujudkan pelayanan prima adalah: partisipatif, transparan,
responsif, non diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien,
aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan. Fundamen Pelayanan
Publik yaitu:
a. Pelayanan publik merupakan hak warga negara sebagai
amanat konstitusi.
b. Pelayanan publik diselenggarakan dengan pajak warga
negara.
c. Pelayanan publik diselenggarakan dengan tujuan untuk
mencapai hal-hal strategis untuk memajukan bangsa di masa
yang akan datang.
d. Pelayanan publik tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan warga negara tetapi juga untuk proteksi.

27
BAB III
PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Nama sekolah : SDN I Balepanjang Kecamatan
Jatipurno
NPSN /NSS : 20311606 / 101031223007
Status : Negeri
Bentuk Pendidikan : SD
SK Pendirian Sekolah : 6/2/15
Tanggal SK Pendirian : 1 Agustus 1962
Alamat : Balepanjang RT 01 RW 03
Kecamatan : Jatipurno
Kabupaten : Wonogiri
Kode POS : 57693
e-mail : sdn1balepanjang@yahoo.co.id

2. Visi, Misi, Nilai, dan Tujuan Sekolah


a. Visi SD Negeri I Balepanjang
“Terwujudnya Sekolah bermutu dengan peserta didik yang
Taqwa, cerdas, trampil, bertanggungjawab dan mampu bersaing
dalam prestasi”
b. Misi SD Negeri I Balepanjang
a) Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana sekolah
untuk mendukung layanan, melalui kegiatan pengadaan,
perawatan dan perbaikan.
b) Meningkatkan ketertiban administrasi sekolah dan
pembelajaran .
c) Memberikan layanan prima terhadap peserta didik dan
masyarakat, melalui peningkatan kinerja tenaga
kependidikan.
d) Meningkatkan derajat kesehatan peserta didik dan tenaga
kependidikan melalui penyelenggaraan kegiatan
keolahragaan, baik intra maupun ekstrakurikuler.

28
e) Meningkatkan kecerdasan dan prestasi anak didik melalui
penyelenggaraan pembelajaran secara tertib, intensif dan
profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
f) Mengikuti berbagai kegiatan lomba, baik akademis maupun
non akademis.
g) Membina karakter anak didik melalui pendidikan keagamaan
dan kepramukaan.
h) Memelihara, membina dan mengembangkan nilai-nilai dan
budaya daerah maupun nasional sebagai upaya
membangun peserta didik yang berbudaya.
i) Membina relasi dan komunikasi positif dengan masyarakat
sekitar sekolah melalui penyelenggaraan kegiatan sosial dan
kegiatan lain yang selaras.
j) Meningkatkan kepedulian anak didik terhadap lingkungan
hidup melalui berbagai kegiatan yang sesuai.
i. Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, sekolah berusaha
menerapkan peraturan yang sesuai dengan kedudukan
masing-masing dan menjalin komunikasi yang baik untuk
menjamin hubungan kerja yang harmonis.

c. Tujuan SD Negeri I Balepanjang


a) Tercukupi dan terawatnya sarana dan prasarana sekolah,
sehingga dapat mendukung terwujudnya layanan pendidikan
yang layak.
b) Tertibnya administrasi sekolah dan administrasi
pembelajaran
c) Meningkatnya layanan prima terhadap peserta didik dan
masyarakat melalui peningkatan kinerja tenaga
kependidikan.
d) Meningkatnya derajat kesehatan peserta didik dan tenaga
kependidikan melalui penyelenggaraan kegiatan
keolahragaan, baik intra maupun ekstra kurikuler

29
e) Meningkatnya kecerdasan dan prestasi anak didik melalui
penyelenggaraan pembelajaran secara tertib, intensif dan
profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
f) Dapat diikutinya berbagai kegiatan lomba, minimal di tingkat
kecamatan.
g) Terbinanya karakter anak didik melalui penyelenggaraan
pendidikan keagamaan dan kepramukaan.
h) Terpeliharanya, terbinanya dan berkembangnya nilai-nilai dan
budaya daerah maupun nasional sebagai upaya nyata
membangun peserta didik yang berbudaya.
i) Terbentuk dan terbinanya relasi dan komunikasi positif
dengan masyarakat sekitar sekolah melalui
penyelenggaraan kegiatan sosial dan kegiatan lain yang
selaras
j). Meningkatnya kepedulian anak didik terhadap lingkungan hidup
melalui berbagai kegiatan yang sesuai

d. Nilai SD Negeri I Balepanjang


Berdasarkan visi, misi, dan tujuan SDN I Balepanjang
Kecamatan Jatipurno, mengandung nilai-nilai yang
dikembangkan yaitu profesional, akuntabel, inovatif, kerjasama,
orientasi mutu, dan transparan.
1. Profesional
SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno adalah lembaga
pendidikan yang bekerja keras untuk mencapai tujuan
organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya, menjunjung
tinggi etika dan integritas profesi.
2. Akuntabel
Setiap Kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pendidikan
dapa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai
dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
3. Inovatif

30
SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno mendukung
kreativitas dan mengembangkan inisiatif untuk selalu
melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan
fungsinya.
4. Kerjasama
Sebagai lembaga pendidikan SDN I Balepanjang Kecamatan
Jatipurno menjalin kerjasama yang baik antara personil yang
ada dalam sekolah maupun luar sekolah dalam
meningkatkan mutu pendidikan.
5. Orientasi Mutu
SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno berkomitmen untuk
senantiasa melakukan pekerjaan dengan arah dan tujuan
untuk kualitas pelayanan.
6. Transparan
SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno terbuka dalam
informasi tentang penyelenggaraan pendidikan, yakni
informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan
pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai.

31
KOMITE
KEPALA SEKOLAH
SEKOLAH

3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi


SAFRUDIN SONAH,S.Pd

OPERATOR UNIT
SEKOLAH PERPUSTAKAAN
RICHY GUNAWAN, S.Pd HERY FATMIYANTO

GURU KELAS 1 GURU KELAS 2 GURU KELAS 3 GURU KELAS 4 GURU KELAS 5 GURU KELAS 6 GURU AGAMA GURU PJOK
RINEKSO PRASETYO HADI,
SITI,S.Pd DIMAS PRADITIYA W.I, RICHY GUNAWAN, S.Pd TUKINI, S.Pd Margie Sri Lestari,S.Pd WIDAYATI, S.Pd SUKINI,S.Pd.I(I-III) A.Ma.Pd
S.Pd.
AGUS S ,S.Pd.I,M.Pd. (IV-VI)I

PENJAGA
SEKOLAH

SUGENG
29
Tabel 3.1 Pembagian Tugas Mengajar dan Tugas Tambahan Guru SDN
I Balepanjang Kecamatan Jatipurno

KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH


DASAR NEGERI 1 BALEPANJANG
Nomor : 421.2/08/2019
Tanggal : 1 Maret 2019

Gol. Jabatan Jenis Mengajar Jml Jml


No Nama / NIP Ket.
Ruang Guru Guru Kelas Jam Siswa

1 2 3 4 5 6 7 8 9
1. Sonah, S.Pd.
Guru
NIP. 19650519 IV/ b - - -
Guru
198405 2 001 Madya
Kls
2.
Siti, S.Pd Guru Guru
NIP.19641101 IV/ b I 24 13
Madya Kls
198903 2 008
3. Widayati,
S.Pd.SD. Guru Guru
III/b VI 30 27
NIP 19880320 Muda Kls
201001 2 014
4. Guru
Rinekso Guru
PH,A.Ma.Pd IV/ a PJOK I-VI 23 125
NIP.19661224 Madya
198608 1 001
5
Dimas
Praditiya
Wahyu Guru Guru
Irawan,S.Pd III/a II 26 16
Pertama Kelas
NIP
1992032120190
21002
Guru
6 Tukini, S.Pd - - IV 30 23 WB
Kls

Richy Guru
7 - - III 28 19 WB
Gunawan, S.Pd Kls
8. - - Guru V 30 27 Gr
Margie Sri Kls
Lestari,S.Pd Lat
Kerj

30
a
9 Gr
Susi Guru
Daryanti,S.Pd Ekstra Lat.
- - IV-VI 26 77
Pramu Kerj
ka
a
10
Agus
Supriyanto,S.P Guru Guru
dI III/b IV-VI 12 77
Muda PAI
NIP.198206232
010011024
11 Guru
Sukini, S.PdI - - I - III 12 48 WB
PAI

Sumber: SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno

Tabel 3.2 Pembagian Tugas Tenaga Kependidikan SDN I Balepanjang


Kecamatan Jatipurno

Gol.
No. Nama / NIP Jabatan / Tugas JJM
Ruang
1. SUGENG - Penjaga Sekolah

2. Heri Fatmiyanto - Perpustakaan

Sumber: SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno

31
4. Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lain
a. Lingkungan Sekolah :
Luas Tanah : 2.528 m2
b. Rombongan Belajar
Kelas I : 1 Rombongan Belajar
Kelas II : 1 Rombongan Belajar
Kelas III : 1 Rombongan Belajar
Kelas IV : 1 Rombongan Belajar
Kelas V : 1 Rombongan Belajar
Kelas VI : 1 Rombongan Belajar
c. Data dan Kondisi Ruang Kelas
Kelas I : 1 Ruang Dengan Kondisi Baik
Kelas II : 1 Ruang Dengan Kondisi Baik
Kelas III : 1 Ruang Dengan Kondisi Baik
Kelas IV : 1 Ruang Dengan Kondisi Baik
Kelas V : 1 Ruang Dengan Kondisi Baik
Kelas VI : 1 Ruang Dengan Kondisi Baik
d. Data Bangunan dan Ruang Lainnya
1. Ruang Guru : 1 Ruang dengan kondisi baik
2. Km/ WC : 5 Ruang dengan kondisi baik
3. Gudang : 1 Ruang dengan kondisi baik
4. Perpustakaan : 1 Ruang dengan kondisi baik
e. Data Siswa
1) Data siswa dan rombongan belajar SDN I Balepanjang
Kecamatan Jatipurno

Tabel 3.3 Data Siswa SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno


Kelas
Kelamin
Jumlah Ket.
Jumlah I II III IV V VI

32
L 16 7 10 8 14 15
P 8 9 9 15 14 12
Jumlah 14 16 19 23 28 27 125
Jumlah a 1 1 1 1 1 1 6
Rombongan
b - - - - - - -
Belajar
Jumlah kelas 1 1 1 1 1 6
Sumber: SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno

2) Data Guru dan Karyawan SDN I Balepanjang Kecamatan


Jatipurno
Tabel 3.4 Keadaan Guru dan Karyawan SDN Balapulang Kulon 03
Kabupaten Tegal
PENDIDIKAN
No. STATUS GURU
SLTA D1 D2 D3 D4 S1 S2
1 Kepala Sekolah - - - - - 1 -
2 Guru Kelas PNS - - - - - 3 -
3 Guru Kelas non PNS - - - - - 3 -
4 Guru Mapel PNS - - - - - 2 -
5 Guru Mapel Non - - - - - 1 -
PNS
6 TenagaAdministrasi 1 - - - - - -
6 Penjaga 1 - - - - - -
JUMLAH 2 0 0 0 0 9 0
Sumber: SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


1. Tugas Aparatur Sipil Negara
Berdasarkan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 11, tugas
Aparatur Sipil Negara adalah sebagai berikut:

a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat


Negara;

33
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas;
dan
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Kewajiban ASN adalah sebagai berikut:
a. Setia dan taat kepada Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan
pemerintah yang sah;

b. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;

c. Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah


yang berwenang;

d. Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;

e. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian,


kejujuran, kesadaran, dan tanggungjawab;

f. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku,


ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam
maupun di luar kedinasan;

g. Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan


rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
dan

h. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.


2. Jabatan Fungsional Guru
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No. 16 tahun 2009
menjelaskan bahwa jabatan fungsional guru adalah jabatan
fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggungjawab,
dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
34
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri
Sipil
Guru adalah pendidik profesional yang menduduki jabatan
pelaksana teknis fungsional di bidang pembelajaran/bimbingan
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan
dasar, dan pendidikan menengah.
Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan
dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

3. Tugas Pokok dan Tugas Fungsional Guru Kelas


Tugas guru dijelaskan dalam BAB XI Pasal 39 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 20 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2008 tentang Guru yaitu :
a. Merencanakan pembelajaran

b. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu

c. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran

d. Membimbing dan melatih peserta didik

e. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

f. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan


pokok yang sesuai dengan beban kerja guru

g. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan


kompetensi secara berkelanjutan.

35
Tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam
Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang petunjuk Teknis
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya :
a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan

b. Menyusun silabus pembelajaran

c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

e. Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran

f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata


pelajaran di kelasnya

g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran

h. Melaksanakan pembelajaran, perbaikan dan pengayaan


dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi

i. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi


tanggung jawabnya (khusus guru kelas)

j. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan


hasil belajar tingkat sekolah/madrasah dan nasional

k. Membimbing guru pemula dalam program induksi

l. Membimbing siswadalam kegiatan ekstra kurikuler proses


pembelajaran

m. Melaksanakan pengembangan diri

n. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif

o. Melakukan presentasi ilmiah

Lebih lanjut Sesuai dengan Sasaran Kinerja Pegawai, tugas


guru di sebutkan :

a. Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran

36
b. Mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran

c. Menganalisis hasil pembelajaran

d. Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian.

Fungsi guru yang dimaksudkan di sini juga termasuk dalam


tugas guru yang sudah dijabarkan di atas, namun terdapat
beberapa fungsi lain yang terkandung dalam poin D dan E Pasal 20
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
serta poin a, b, dan c Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni :
a. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa

b. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan


kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika

c. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna,


menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis

d. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan


mutu pendidikan dan

e. Memberi teladan dan menjaga nama baik, lembaga, profesi,


dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan
kepadanya.

C. Role Model
Peranan adalah suatu perilaku yang diharapkan oleh orang lain
dari seseorang yang menduduki status tertentu. Peranan atau role
juga memiliki beberapa bagian, salah satunya yaitu model peranan
(Role Model) adalah seseorang yang tingkah lakunya kita contoh, tiru,
diikuti. Dalam kegiatan aktualisasi ini, yang menjadi role model adalah
Kepala SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno yaitu Ibu Sonah,
S.Pd. . Alasan beliau dijadikan role model pada pelaksanaan rencana
aktualisasi ini yaitu karena beliau adalah sosok pemimpin yang
Akuntabel.

37
Seperti yang diketahui penulis, bahwa di dalam melaksanakan
tugas keseharian, beliau layak dijadikan teladan. Sebagai sosok
pemimpin, sifat yang ramah berhasil membawa suasana ceria di
dalam maupun di luar kantor. Sebagai manajemen di sekolah, beliau
telah berhasil mengkoordinasikan tugas dan fungsi guru sebagai
mana mestinya. Sebagai fasilitator beliau selalu menjembatani baik
guru, siswa maupun stakeholder untuk melaksanakan kegiatan
dengan penuh tanggung jawab. Sebagai motivator, beliau tidak
pernah lelah untuk menyemangati guru, untuk tidak mudah menyerah
dalam menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia pendidikan .

38
BAB IV

RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan


Nilai ANEKA

Unit Kerja : SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno


Isu yang diangkat : Belum Optimalnya Gerakan Literasi Sekolah di

SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno”.

Judul : Optimalisasi Gerakan Literasi Sekolah di SDN I


Balepanjang Kecamatan Jatipurno”.
Gagasan Penyelesaian Isu :
1. POJOK BACA yaitu memanfaatkan pojok kelas untuk
menyediakan buku-buku bacaan.
2. POHON LITERASI pohon yang daunnya berisi nama siswa yang
akan digantungkan pada pohon literasi
3. CALULIS (membaca lalu menuliskan) setelah anak membaca
selama 15 menit kemudian menuliskan apa yang telah ia baca.
4. JADWAL WAJIB KUNJUNG yaitu dengan cara menyusun jadwal
sedemikian rupa sehingga setiap kelas bisa mengunjungi
perpustakaan. Bukan hanya berkunjung saja, tetapi wajibkan pula
siswa untuk meminjam buku, menyusun resume dari beberapa
lembar buku yang telah dibacanya kemudian wajibkan pula siswa
untuk mengembalikan buku..
5. POSTERISASI Membuat poster-poster yang berisi ajakan,
motivasi maupun kata mutiara yang ditempel atau digantung di
beberapa spot di kelas atau di sekolah.

6. PEMBERDAYAAN MADING di setiap kelas ini bisa dilakukan


dengan cara mewajibkan siswa untuk membaca bebas ataupun
mencari referensi apapun di sekitar sekolah setidaknya selama 15

39
menit. Setelah itu, wajibkan siswa untuk membuat laporan,
karangan ataupun resum dari apa yang dibacanya ataupun
diamatinya, dan hasilnya tempelkan pada mading kelas. Sebagai
langkah awal, program ini bisa dilakukan setiap seminggu sekali.

7. BANGKU (Sumbang Buku) , yaitu menyumbangkan buku


sebagai wujud kemanusiaan
8. BEST LITERATOR memberikan penghargaan kepada siswa
yang karyanya paling sering dipasang di mading kelas.

40
Tabel 4.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Pojok Baca 1. Berkonsultasi 1. Disetujuinya kegiatan  Etika Pubik Kegiatan pojok Kegiatan ini
dengan kepala kegiatan pembuatan (Menghargai baca kelas mencerminkan
sekolah tentang pojok baca kelas komunikasi, dalam upaya nilai organisasi
kegiatan oleh kepala sekolah konsultasi, dan mencapai misi akuntabel,
pembuatan pojok yang kemudian akan kerjasama dengan sekolah yaitu inovatif, dan
baca kelas. saya lakukan dengan atasan ketika akan Meningkatkan orientasi mutu.
penuh tanggung mengadakan suatu ketersediaan

jawab sarana dan


kegiatan,
prasarana
mengutamakan
sekolah untuk
kepemimpinan,
mendukung
selain itu
layanan, melalui
berkomitmen untuk
kegiatan
memberikan pengadaan,
2. Tersedianya alat-alat pelayanan publik
41
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
2. Menyiapkan alat- yang Efektif dan yang berkualitas perawatan dan
alat untuk membuat Efisien kepada stakeholder) perbaikan

pojok baca kelas  Akuntabilitas


(Tanggung
Jawab, yaitu
3. Terlaksananya
membuat pojok
kegiatan pembuatan
3. Membuat pojok baca kelas
pojok baca kelas
Baca Kelas dengan penuh
kerja keras, inovasi
tanggung jawab)
dan tanggung
 Komitmen Mutu
jawab untuk
(Orientasi mutu,
mewujudkan pojok
yaitu dalam
baca kelas yang
membuat pojok
nyaman dan menarik
baca kelas
minat baca siswa.
ditujukan untuk
memberikan

42
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
pelayanan yang
berkualitas/orient
asi mutu
sehingga siswa
merasa nyaman)
 Nasionalisme
(Sila keempat
yaitu melakukan
musyawarah
dengan atasan
untuk mencapai
mufakat)
 Anti Korupsi
(Bekerja Keras,
yaitu bekerja
keras untuk

43
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
membuat pojok
baca kelas yang
nyaman dan
menarik)
2. Pohon Literasi 1. Membuat desain 1. Adanya  Etika pubik Adanya pohon Kegiatan ini
Pohon yang /rancangan pohon desain/rancangan (Menghargai literasi mencerminkan
daunnya berisi literasi daun baca yang komunikasi, mewujudka nilai organisasi
nama siswa baik dan konsultasi, dan Terwujudnya inovatif dan
yang akan berkualitas. kerjasama generasi orientasi mutu.
digantungkan 2. Konsultasi berprestasi,
dengan atasan
2. Disetujuinya salah berpotensi, dan
pada pohon rancangan/desain ketika akan
satu berakhlak mulia
sesuai urutan pohon literasi mengadakan
rancangan/desain
kedatangan dengan kepala suatu kegiatan,
pohon literasi dari
siswa sekolah selain itu
hasil musyawarah.
berkomitmen
untuk
memberikan
44
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
3. Pembuatan pohon pelayanan publik
literasi 3. Terbentuknya pohon yang berkualitas
literasi berkualitas. kepada
stakeholder)

 Komitmen Mutu
(Efektif dan
efisien, yaitu
pembuatan poster
inspiratif edukatif
sangat efektif dan
efisien dalam
mempromosikan
perpustakaan dan
meningkatkan
minat baca siswa)
45
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
 Anti Korupsi
(Peduli dan
tanggung jawab,
yaitu pembuatan
pohon literasi
merupakan
kepedulian
penulis dalam
meningkatkan
minat baca siswa
serta melakukan
tugasnya dengan
penuh tanggung
jawab)
 Nasionalisme
(Sila keempat

46
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
yaitu melakukan
musyawarah
dengan atasan
untuk
menentukan
desain pohon
literasi yang
tepat)

3. CALULIS 1. Konsultasi dengan 1. Disetujuinya  Etika Publik Kegiatan Kegiatan ini


(Membaca lalu kepala sekolah kegiatan membaca (Menghargai CALULIS mencerminkan
menulis), yaitu mengenai kegitan lalu menulis yang menguatkan nilai organisasi
47
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
kegiatan yang Membaca lalu akan penulis komunikasi, visi dan misi profesional dan
diterapkan pada menulis lakukan dengan konsultasi, dan sekolah yaitu, akuntabel.
siswa untuk penuh tanggung kerjasama Visi sekolah :
membaca lalu jawab dengan atasan Terwujudnya
menulis ketika akan generasi
2. Menentukan 2. Terbentuknya jadwal mengadakan berprestasi,
jadwal membaca membaca lalu suatu kegiatan berpotensi, dan
lalu menulis menulis secara serta berakhlak mulia
jelas berkomitmen
memberikan Misi Sekolah :
3. Menyiapkan 3. Tersusunnya materi pelayanan publik Membentuk
materi membaca membaca lalu yang berkualitas) kecerdasan:
lalu menulis menulis  Akuntabilitas Intelegensi,
(Tanggung Jawab Sosial
4. Melaksanankan 4. Terlaksananya dan Kejelasan, Emosional dan
kegiatan kegiatan membaca yaitu dalam Spiritual melalui

48
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
membaca lalu lalu menulis secara melakukan peningkatan
menulis akuntabel sehingga kegiatan proses
dapat meningkatkan membaca lalu pembelajaran
kesadaran dan menulis dan bimbingan
minat siswa untuk memotivasi siswa
membaca buku untuk rajin
membaca
dilakukan dengan
penuh tanggung
jawab dan
disampaikan
secara jelas,
sehingga apa
yang mereka
terima dapat
dimengerti)

49
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
 Anti Korupsi
(Peduli, yaitu
kegiatan CALULIS
menunjukkan
kepedulian penulis
terhadap minat
baca dan
kemampuan
menulis supaya
minat dan
kemampuan
menulis siswa
meningkat)
4. Jadwal Wajib 1. Melakukan 1. Tercapainya  Nasionalisme Kegiatan Kegiatan ini
Kunjung koordinasi jadwal kesepakatan hari (Sila ke empat Jadwal wajib mencerminkan
yaitu dengan setiap guru Jadwal wajib kunjung yaitu kunjung nilai organisasi
melakukan kelas setiap kelas menguatkan profesional,
50
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
kunjungan ke musyawarah visi dan misi orientasi mutu.
perpustakaan 2. Membuat jadwal 2. Tersusunnya jadwal untuk mencapai sekolah yaitu,
wajib kunjung kegiatan wajib mufakat dalam Visi sekolah :
setiap kelas kunjung secara jelas menentukan Terwujudnya
jadwal Jadwal generasi
3. Siswa mengetahui wajib kunjung) berprestasi,

3. Membuat jadwal wajib kunjung berpotensi, dan

pengumuman perustakaan secara  Etika Publik berakhlak mulia

jadwal Jadwal wajib jelas dan transparan (Menghargai


kunjung komunikasi, Misi Sekolah :

perpustakaan konsultasi, dan Mengembangk


kerjasama an ilmu
4. Terlaksananya dengan rekan pengetahuan
Jadwal wajib kunjung kerja dalam suatu dan teknologi,
4. Mengadakan Jadwal
secara disiplin kegiatan) bahasa, olah
wajib kunjung ke
perpustakaan  Anti Korupsi raga, dan seni

51
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
(mandiri, disiplin, budaya sesuai
dan tanggung dengan bakat,
jawab, yaitu minat dan
Jadwal wajib potensi siswa.
kunjung
perpustakaan
melatih jiwa
mandiri disiplin,
dan tanggung
jawab pada diri
siswa)

5. POSTERISASI 1. Membuat desain 1. Adanya  Etika pubik


poster-poster /rancangan poster desain/rancangan (Menghargai
yang berisi inspiratif poster inspiratif yang komunikasi,
ajakan, motivasi baik dan konsultasi, dan
maupun kata berkualitas kerjasama dengan
52
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
mutiara yang ii. atasan ketika akan
ditempel atau 5. mengadakan suatu
digantung di 6. kegiatan, selain itu
beberapa spot 3. Disetujuinya berkomitmen untuk
2. Konsultasi
di kelas atau di rancangan/desain memberikan
rancangan/desain
sekolah poster inspiratif dari pelayanan publik
poster inspiratif
hasil musyawarah. yang berkualitas
dengan kepala
kepada
sekolah
stakeholder)

 Komitmen Mutu
3. Pembuatan/ 4. Terwujudnya poster
inspiratif yang (Efektif dan
pencetakan poster Berkualitas
efisien, yaitu
4. Pemasangan pembuatan poster
poster di bebrapa inspiratif sangat
5. Terpasangnya poster
spot kelas inspiratif di beberapa efektif dan
spot kelas secara
efisien dalam
53
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
Jelas mempromosikan
Gerakan Literasi
Sekolah dan
meningkatkan
minat baca siswa)
 Anti Korupsi
(Peduli dan
tanggung jawab,
yaitu pembuatan
poster inspiratif
merupakan
kepedulian
penulis dalam
meningkatkan
minat baca siswa
serta melakukan

54
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
tugasnya dengan
penuh tanggung
jawab)
 Nasionalisme
(Sila keempat yaitu
melakukan
musyawarah
dengan atasan
untuk memilih
desain poster
inspiratif yang tepat)
6. PEMBERDAYA 1. Konsultasi dengan 1.Disetujuinya kegiatan
AN MADING kepala sekolah Pemberdayaan
Laporan, mengenai kegiatan Mading oleh kepala

karangan Pemberdayaan sekolah yang


Mading kemudian akan saya
ataupun

55
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
resum dari lakukan dengan penuh

apa yang tanggung jawab

dibaca
2. Menyiapkan papan 2.Tersedianya Papan
ataupun
mading untuk mading kelas yang
diamati , dan
pemberdayaan Efektif dan Efisien
hasilnya
mading kelas
tempelkan 3. Mengumpulkan 3.Terlaksananya
pada mading hasil karya siswa pengumpulan dan

kelas kemduian penyeleksian hasil

menyeleksi karya- karya siswa dengan

karya yang akan di Transparan dan

tempelkan di Tanggung jawab

mading kelas

56
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi

7. BANGKU 1. Konsultasi dengan 1. Disetujuinya kegiatan  Nasionalisme Kegiatan Kegiatan ini


(SUMBANG kepala sekolah sumbang buku yang (Sila ke dua yaitu, BANGKU mencerminkan
BUKU) mengenai kegitan akan penulis lakukan gemar melakukan menguatkan nilai organisasi
sumbang buku dengan penuh kegiatan visi dan misi kerjasama dan
tanggung jawab kemanusiaan, sekolah yaitu, akuntabel.
dengan adanya Visi sekolah :
kegiatan Terwujudnya

2. Melakukan 2. Tercapainya sumbang buku generasi

koordinasi dengan kesepakatan menumbuhkan berprestasi,

setiap guru kelas bersama setiap guru jika kemanusiaan berpotensi, dan

untuk melakukan kelas. dalam diri siswa) berakhlak mulia

kegiatan sumbang
buku  Anti Korupsi Misi Sekolah :
3. Terjadwalnya (Peduli, yaitu Menciptakan

3. Menentukan jadwal kegiatan sumbang kegiatan sumbang situasi yang


buku dengan jelas. kondusif dan
57
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
kegiatan buku menjalin
4. Siswa mengetahui menumbuhkan kerjasama yang
adanya kegiatan rasa kepedulian harmonis antar
4. Pemberitahuan sumbang buku yang dalam diri siswa) warga sekolah
kepada siswa dapat menumbuhkan dan lingkungan
mengenai kegiatan rasa kepedulian  Etika Publik untuk
sumbang buku. siswa. (Menghargai mengefektifkan
5. Terkumpulnya buku- komunikasi, kegiatan
buku dari siswa dan konsultasi, dan sekolah
5. Melaksanakan
guru secara kerjasama
acara sumbang
transparan. dengan atasan
buku
6. dan rekan kerja
dalam suatu
kegiatan)
8. Top Literator 1. Merekap data karya 1. Rekapitulasi siswa  Nasionalisme Misi Sekolah Kegiatan ini
Memberikan siswa yang paling (pengunjung) yang (Sila ke lima, yaitu Mengembangk mencerminkan
penghargaan baik melalui paling sering datang an budaya nilai organisasi
58
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
kepada siswa kumpuan karya ke perpustakaan mengembangkan kompetitif bagi profesional,
dengan karya setiap kegiatan yang dilakukan sikap adil siswa dalam inovatif dan
literasi terbaik literasi secara transparan terhadap sesama, upaya tanggung jawab.
dan akuntabel. artinya dalam peningkatan
menentukan prestasi
5. Daftar peringkat pengunjung

2. Menentukan hasil literasi terbaik, dan terbaik

literasi terbaik terpilihnya 3 orang perpustkaan tidak


siswa sebagai top berpihak kepada
literator yang salah satu siswa)
ditentukan secara
adil dan tidak  Komitmen mutu
berpihak (Inovasi, kegiatan
Top Literator
merupakan

3. Mengumumkan 6. Pemberian hadiah inovasi dalam

59
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
hasil dan kepada siswa meningkatkan
pemberian reward dengan transparan minat baca siswa
kepada siswa )
dengan karya
literasi terbaik  Anti Korupsi
(Jujur, tanggung
jawab, dan adil,
artinya dalam
menentukan
Literator terbaik
dilakukan dengan
penuh tanggung
jawab, jujur (tidak
dimanipulasi) dan
adil)

60
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
 Akuntabilitas
(Transparansi,
tanggung jawab,
dan keadilan,
artinya artinya
dalam
menentukan
literator terbaik
harus tranparan,
tanngung jawab,
dan adil)

 Etika Publik
(dalam
penyeleksian
literator terbaik

61
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan
No Kegiatan dengan terhadap Visi
Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-Nilai
. Nilai-Nilai Dasar Misi
Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
dilakukan seleksi
secara
profesional dan
tidak berpihak)

62
A. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Tabel 4.2. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi di SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno

Bukti
No. Kegiatan April Mei Kegiatan
11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
Foto dan

LIBUR WAFAT YESUS KRISTUS


1. REFRESH
Vidio
2. SLOTIF Foto

LIBUR HARI BURUH


Foto dn
3. BINA BACA
Vidio
MINGGU

MINGGU

MINGGU

MINGGU

MINGGU
PEMILU
Foto dan
4. KARPUS
UASBN Dokumen
Foto dan
5. KURTILAS
Vidio
SUMBANG Foto dan
6.
BUKU Buku
BEST Foto dan
7.
VISITOR Dokumen

Keterangan :
: Hari Libur
: Pelaksanaan Kegiatan

63
B. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN akan dilaksanakan
pada minggu kedua bulan April 2019 sampai dengan minggu ketiga
bulan Mei 2019 pada institusi tempat kerja. Dalam pelaksanaannya
dimungkinkan terjadinya kendala-kendala yang berisiko menghambat
kegiatan yang telah direncanakan menjadi kurang optimal. Oleh
karena itu diperlukan antisipasi untuk menghadapi kendala-kendala
tersebut, sehingga dampak yang menghambat kegiatan tersebut
dapat diminimalisir. Antisipasi dalam menghadapi kendala-kendala
selama aktualisasi dapat dijelaskan lebih lanjut pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.3 Antisipasi Menghadapi Kendala-kendala Aktualisasi


Antisipasi Strategi
No. Kegiatan Kendala menghadapi menghadapi
kendala kendala
1. REFRESH Terbatasnya Berkoordinasi Mendesain
(Penyegaran) dana dengan perpustakaan
yaitu melakukan bendahara dengan
penataan ulang sekolah memaksimalka
perpustakaan n sarana yang
ada
2. SLOTIF Belum adanya Bekerjasama Pembuatan
(Poster inspiratif desain yang dan diskusi desain
Edukatif), yaitu sesuai dengan rekan dilakukan
membuat poster kerja yang lebih dengan
inspiratif edukatif berpengalaman ahlinya
yang dipasang di dalam
perpustakaan merumuskan
dan mendesain

3. BINA BACA Siswa tidak Melakukan Guru


(Bimbingan Minat antusias koordinasi memberikan
Baca), yaitu mengikuti dengan semua motivasi
melakukan arahan/bimbin
64
bimbingan atau gan guru kelas kepada siswa
arahan kepada
siswa untuk rajin
membaca.
4. KARPUS Belum adanya Bekerjasama Pembuatan
(Kartu desain yang dan diskusi desain
Perpustakaan), sesuai dengan rekan dilakukan
yaitu membuat kerja yang lebih dengan
kartu berpengalaman ahlinya
perpustakaan dalam
untuk siswa. merumuskan
dan mendesain

5. KURTILAS Minat kunjung Melakukan Membuat


(Kunjungan Rutin siswa ke koordinasi peraturan
Kelas), yaitu perpustakaan dengan semua wajib
melakukan rendah guru kelas berkunjung ke
kunjungan rutin perpustakaan
setiap kelas ke
perpustakaan
6. SUMBANG Hanya sedikit Melakukan Memberikan
BUKU siswa yang koordinasi motivasi dan
mau dengan semua arahan serta
mesumbangka guru kelas pengertian
n bukunya ke kepada siswa
perpustakaan bahwa berbagi
adalah suatu
hal yang baik
7. BEST VISITORS Banyaknya Melakukan Menghimbau
(Pengunjung siswa yang koordinasi dan
Terbaik), berkunjung ke dengan semua mengingatkan
memberikan perpustakaan guru kelas siswa untuk
penghargaan tetapi lupa selalu mengisi
65
kepada siswa mengisi daftar daftar hadir
(pegunjung) yang hadir pengunjung
paling rajin ke pengunjung
perpustakaan

BAB V
PENUTUP

66
A. Simpulan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan bagian dari Aparatur
Sipil Negara (ASN) yang memiliki peranan penting dalam menentukan
keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di
Indonesia saat ini. Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang ASN, terdapat 3 fungsi ASN yaitu sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa. Terdapat
beberapa nilai-nilai dasar yang harus dikuasai oleh ASN. Nilai-nilai
dasar tersebut diantaranya akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi. Kelima nilai-nilai dasar tersebut
harus dimiliki oleh ASN agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik
sebagai ASN yang profesional.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah
pendidikan. Dalam upaya optimalisasi pelayanan publik di sekolah
khususnya optimalisasi fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar
siswa di SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno, guru menerapkan
nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang
diimplementasikan pada 7 rancangan kegiatan aktualisasi, yang dalam
penerapannya diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi perpustakaan
sebagai sumber belajar siswa di SDN I Balepanjang Kecamatan
Jatipurno.
Rancangan aktualisasi ini dibuat sebagai salah satu perwujudan
nyata nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas, yang diperoleh
oleh penulis selama mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar CPNS
Golongan III Angkatan V. Begitu juga dalam menjalankan aktualisasi
dan habituasi, selain mendasari pelaksanaan tugas pokok nilai-nilai
dasar ini juga senantiasa diaktualisasikan oleh penulis dalam rangka
mewujudkan visi dan misi SDN I Balepanjang Kecamatan Jatipurno.
DAFTAR PUSTAKA

67
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas. Modul pendidikan dan
pelatihan prajabatan golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul pendidikan dan


pelatihan prajabatan golongan I/II dan III. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik. Modul pendidikan dan


pelatihan prajabatan golongan I dan II. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu. Modul pendidikan


dan pelatihan prajabatan golongan I dan II. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Modul pendidikandan


pelatihan prajabatan golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang


petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Tersedia di file:///D:/AKTUALISASI/juknik%20jabatan
%20fungsional%20guru.pdf (diunduh 06 April 2019).

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tersedia di


https://unnes.ac.id/wp-content/uploads/PP_74_Tahun_2008.pdf
(diunduh 06 April 2019).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang


Aparatur Sipil Negara. Tersedia di
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU5-2014AparaturSipilNegara.pdf.
(diunduh 05 April 2019)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru


dan Dosen. Tersedia di luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU14-
2005GuruDosen.pdf. (diunduh 06 April 2018).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional. Tersedia di
https://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wp-
content/uploads/2016/08/UU_no_20_th_2003.pdf. (diunduh 06
April 2019).
68
Wikipedia. Bela Negara. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Bela_
negara (diunduh 03 April 2019).

69
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

Nama Lengkap (dengan gelar) Dimas Praditiya Wahyu Irawan,


S.Pd.
Formasi Jabatan Guru Kelas
NIP 199203212019021002
Tempat dan Tanggal lahir Wonogiri, 21 Maret 1992
a. Jalan
b. Kelurahan/Desa Randusari
Alamat c. Kecamatan Slogohimo
d. Kabupaten/Kota Wonogiri
e. Provinsi Jawa Tengah
Nomor Telepon/Faks/HP 085725128959
e-mail dimasboglez1@gmail.com
Instasi Kantor SDN I Balepanjang Kecamatan
Jatipurno
Alamat Kantor Balepanjang RT 01 RW 01 ,
Kecamatan Jatipurno,
Kabupaten Wonogiri. Kode Pos:
57693
Nomor Telepon Kantor -
Alamat email Kantor sdn1balepanjang@yahoo.co.id

B. Riwayat Pendidikan

70
Nama Sekolah /
No Tingkat Tempat Jurusan Lulus
Perguruan Tinggi

1 SD SD N I BALEPANJANG JATIPURNO - 2004

2 SMP SMP N 1 JATISRONO JATISRONO - 2007

3 SMA SMA N 1 WONOGIRI WONOGIRI IPS 2010

4 S-1 IKIP PGRI MADIUN MADIUN PGSD 2014

71