Anda di halaman 1dari 10

PERGAULAN SEHAT

Guru Mapel : Agus Supriyadi S.pd

Kelas : XI AK 5

Nama Kelompok :

1. NUR EKA WAHYUNING TYAS

SMK NEGERI 1 KOTA JAMBI

TAHUN AJARAN 2018-2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas Rahmat dan Hidayah nyalah
penulis dapat menyusun dan makalah ini dengan tepat waktu yang berjudul “Pergaulan
Sehat”. Dalam penyusunan makalah ini penulis telah mendapat bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada :

1. Guru mata pelajaran Penjaskes


2. Semua pihak yang membantu dalam pembuatan mini riset ini.
Dalam penyusun makalah ini kami telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan penuh
ketelitian tetapi tentunya masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran
sangat diharapkan demi kesempurnaan mini riset ini. Akhir kata penulis berharap, kiranya
tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.

Jambi, 14 Mei 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

Kata pengantar………………………………………………………………….....1

Daftar isi…………………………………………………………………………..2

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………………...3

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….3

1.3 Manfaat Dan Tujuan…………………………………………………..3

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Pengertian……………………………………………………...………...4
2.2 Hakikat pergaulan sehat.................................................................4
2.3 Sifat-sifat pergaulan yang sehat.......................................................5
2.4 Dampak negatif dari pergaulan tidak sehat........................................6
2.5 Cara mengatasi pergaulan bebas......................................................6

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………8

3.2 Saran…………………………………………………………………..8

DAFTAR PUSAKA………………………………………………………………9

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kita semua sudah mengetahui saat ini banyak sekali pergaulan yang tidak sehat di
lingkungan sekitar kita ini terutama pergaulan anak remaja ataupun anak-anak yang baru
masuk masa pubertas. Dalam hal ini Peran orang-orang disekitarnya juga akan
mempengaruhi pergaulan remaja, dirumah peran dari orang tua membantu membentuk
karakter anak supaya menjadi lebih baik, di sekolah guru juga membantu pembentukan
karakter siswa.Lingkungan adalah salah satu penyebab pergaulan remaja itu baik atau
menyimpang,karena remaja itu banyak menghabiskan waktu mereka bermain setelah pulang
sekolah jadi otomatis mereka lebih banyak berinterkasi sosial dengan lingkungan umum.

Dalam kehidupan sosial ada berbagai bentuk pergaulan, ada yang sehat ada pula yang
dikategorikan pergaulan yang tidak sehat. Pergaulan sehat adalah pergaulan yang membawa
pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian seseorang. Sebaliknya pergaulan tidak sehat
mengarah kepada pola perilaku yang merugikan bagi perkembangan dirinya sendiri maupun
dampaknya bagi orang lain.

1.2 Rumusan Masalah

3. Apa pengertian pergaulan sehat?


4. Bagaimana hakikat pergaulan sehat?
5. Bagaimana sifat-sifat pergaulan yang sehat?
6. Dampak negatif dari pergaulan tidak sehat?
7. Cara mengatasi pergaulan bebas?

1.3 Manfaat dan Tujuan

Makalah ini kami buat dengan bertujuan agar remaja-remaja masa kini terarah
pergaulanny yaitu dengan melakukan kegiatan yang positif yang berguna untuk dirinya
sendiri,keluarga,dan masyarakat sekitar. Dan supaya agar remaja tidak terjebak di dalam
pergaulan bebas. Maka dari itu perlu kiranya remaja membentengi diri dengan iman yang
kuat.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pergaulan Sehat

Pergaulan merupakan jalinan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain
yang berlangsung dalam jangka relatif lama sehingga terjadi saling mempengaruhi satu
dengan lainnya. Pergaulan merupakan kelanjutan dari proses interaksi sosial yang terjalin
antara individu dalam lingkungan sosialnya. Kuat lemahnya suatu interaksi sosial
mempengaruhi erat tidaknya pergaulan yang terjalin. Seorang anak yang selalu bertemu dan
berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu relatif lama akan membentuk pergaulan
yang lebih. Beda dengan orang yang hanya sesekali bertemu atau hanya melakukan interaksi
sosial secara tidak langsung.

Menurut Abdul Halim (dalam Mulyaningtyas dan hadiyanto, 2007) pergaulan yang sehat
adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem, yaitu terlalu sensitive
(menutup diri) atau terlalu bebas. Konsep pergaulan semestinya lebih di tekankan kepada hal-
hal positif, seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta
menambah wawasan.

Dalam kehidupan sosial ada berbagai bentuk pergaulan, ada yang sehat ada pula yang
dikategorikan pergaulan yang tidak sehat. Pergaulan sehat adalah pergaulan yang membawa
pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian seseorang. Sebaliknya pergaulan tidak sehat
mengarah kepada pola perilaku yang merugikan bagi perkembangan dirinya sendiri maupun
dampaknya bagi orang lain.

2.2 Hakikat Pergaulan sehat

1. Adanya kesadaran beragama bagi remaja Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya
pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan
sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar
kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran
beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.

4
2. Memiliki rasa setia kawan agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik,
peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat
kehidupan remaja masyarakat menjadi tentram.

3. Memilih teman maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita
tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang
pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi
harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia.

4. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif bagi mereka yang mengisi waktu
senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu akan
berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu
senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen,
menggambar, atau lainnya.

5. Antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu agar tidak terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya.
Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan.

6. Menstabilkan emosi Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan
cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan
amarah/emosi.

2.3. Sifat-sifat pergaulan yang sehat:

· Adanya bimbingan agama sedini mungkin sehingga anak mempunyai kontrol perilaku
yang kuat dalam pergaulan apabila melakukan kesalahan agar merasa takutnya kepada
Tuhan.

· Memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup baik dari keluarga maupun
lingkungan sekitarnya.

· Memberikan suatu pengawasan, teman temannya siapa tempat bermainnya dimana.


Termasuk pengawasan dalam penggunaan media yang saat ini berkembang sangat pesat.

5
· Cobalah untuk mengenali bakat dan minat sehingga bisa menyalurkannya dengan
positif dalam pergaulan yang baik.

2.4 Dampak pergaulan tidak sehat

Terdiri pergaulan tidak sehat memberikan pengaruh besar terhadap diri sendiri, orang
tua, dan lingkungan. Pengaruh tersebut antara lain seperti berikut.

1. Pergaulan bebas adalah perilaku menyimpang yang melewati batas-batas norma


ketimuran yang ada.
2. Ketergantungan obat, konsumsi obat-obat terlarang sampai akhirnya mengalami
ketergantungan obat.
3. Menurunnya derajat kesehatan
4. Meningkatkan kriminalitas
5. Merenggangkan hubungan keluarga
6. Menyebabkan penyakit
7. Menurunnya prestasi

2.5 Cara mencegah pergaulan tidak sehat

Untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya pergaulan tidak sehat, remaja perlu
diberi pendidikan mengenai dampak pergaulan tidak sehat dan memberi pendidikan
kerokhanian agar mereka sadar tentang apa akibat yang akan ditimbulkan dari pergaulan
tidak sehat, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan. Pembentuk jati diri yang
utama adalah lingkungan. Lingkungan yang sehat akan melahirkan remaja yang sehat pula,
tetapi sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan membentuk pribadi remaja yang kurang
sehat. Lingkungan yang kurang baik juga bisa menjerumuskan remaja kepada pergaulan tidak
sehat.

Hal-hal yang perlu dilakukan agar remaja mempunyai pergaulan yang sehat dan baik

1. Membekali diri dengan bimbingan agama sedini mungkin agar mempunyai kontrol
perilaku yang kuat dalam pergaulan.

6
2. Di saat akan keluar rumah, biasakan untuk meminta izin dan jelaskan tujuan
kepergian dan dengan siapa perginya serta pulang jam berapa agar orang tua tahu.
3. Salurkan bakat dan minat dalam hal-hal positif.
4. Yakinlah bahwa aturan yang diberikan orang tua/guru bukan bermaksud mengekang
tetapi untuk kebaikan masa depan.
5. Biasakan bicara dengan orang tua, ceritakan tentang kejadian yang sudah dialami,
jadikan orang tua atau guru sebagai tempat mencurahkan isi hati.
6. Mari menjadi pelopor remaja penganut pergaulan sehat.

7
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam menciptakan pergaulan yang sehat serta baik pada remaja itu di awali dari
remaja itu sendiri. Tetapi remaja juga memerlukan dukungan dari orang-orang sekitarnya
mulai dari orang tua dan teman-teman.Pergaulan yang baik adalah pergaulan yang dapat
membimbing remaja untuk menjadi pribadi yang sopan,berguna bagi orang tua ,lingkungan
dan bangsa.Pergaulan yang baik dapat membedakan mana hal-hal yang baik dan buru dalam
bergaul dan adanya batasan-batasan tertentu dalam bergaul sehingga remaja sudah sesuai
aturan.pergaulan yang baik senantiasa memberi motivasi untuk remaja untuk meraih cita-
citanya sehingga tidak ada waktu untuk hal-hal yang tidak berguna bagi mereka,walaupun
begitu mereka pun tetap bermain demi merefresing otak dan pikiran mereka tetapi dengan
hal-hal yang wajar saja seperti menghabiskan waktu dimall atau menonton bioskop.Karena
Remaja yang sudah bergaul dengan baik akan selalu mengingat tanggung jawab mereka
seperti tanggung jawab sebagai anak dan murid disekolah.

3.2 Saran

Pergaulan yang sehat terdapat pada lingkungan dimana kita berteman dengan orang-
orang yang baik, yang mengarah kepada positif. Untuk pendapatkan pergaulan yang sehat
hendaklah memilih dalam berteman. Berteman boleh dengan siapa saja, namun ada batas-
batasan tertentu, sehingga kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

8
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Pergaulan

https://windasirumapea.wordpress.com/2013/11/24/artikel-pergaulan-remaja-yang-baik/

https://sharingkali.com/contoh-kata-
pengantar/#Contoh_Kata_Pengantar_Makalah_yang_Baik

http://wwwheriyanti-heriyanti.blogspot.co.id/2009/11/pergaulan-remaja-yang-sehat.html

http://makalahyong.blogspot.co.id/2017/04/makalah-pergaulan-sehat-penjas.html

www.satujam.com

Anda mungkin juga menyukai