Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

HIPOGLIKEMIA

Oleh:

TIO HADY SUDJATMIKO

1801032062

PROGRAM STUDI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

2019

1
LAPORAN PENDAHULUAN

A. Konsep Dasar Penyakit


1. Definisi Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah suatu penurunan kadar gula darah yang abnormal
atau kondisi kadar glukosa serum di bawah 40 mg/dL setelah kelahiran
berlaku untuk seluruh bayi baru lahir (Perdanii, 2012).
Menurut Cranmer 2013 dalam Nastiti 2019 hipoglikemia pada
neonatus didefinisikan sebagai kondisi dimana glukosa plasma di bawah
30 mg/dL (1.65 mmol/L) dalam 24 jam pertama kehidupan dan kurang
dari 45 mg/dL (2.5 mmol/L) setelahnya.

2. Etiologi Hipoglikemia
Hipoglikemia dapat disebabkan oleh kondisi:
a. Menurunnya kadar glukosa dalam aliran darah.
b. Tubuh mencegah atau mengurangi penyimpanan glukosa.
c. Tubuh menggunakan glikogen (glukosa yang tersimpan dihati).
d. Penggunaan glukosa oleh tubuh terhambat.
e. Kekurangan asupan nutrisi pada ibu hamil.
f. Cacat lahir dan penyakit metabolisme bawaan.
g. Asfiksia lahir, penyakit hati, kondisi yang terlalu dingin (Winarno, dkk.
2011).

3. Patofisiologi Hipoglikemia
Hipoglikemia sering terjadi pada berat lahir rendah (BBLR), karena
cadangan glukosa rendah. Pada ibu diabetes mellitus (DM) terjadi transfer
glukosa yang berlebihan pada janin sehingga respons insulin juga
meningkat pada janin. Saat lahir dimana jalur plasenta terputus maka
transfer glukosa berhenti sedangkan respon insulin masih tinggi (transient
hiperinsulinism) sehingga terjadi hipoglikemia. Hipoglikemia adalah
masalah serius pada bayi baru lahir, karena dapat menimbulkan kejang
yang berakibat terjadinya hipoksi otak. Bila tidak dikelola dengan baik

2
akan menimbulkan kerusakan pada susunan syaraf pusat bahkan sampai
kematian. Kejadian hipoglikemia lebih sering didapat pada bayi dari ibu
dengan diabetes mellitus. Glukosa merupakan sumber kalori yang penting
untuk ketahanan hidup selama proses persalinan dan hari-hari pertama
pasca lahir. Setiap stress yang terjadi mengurangi cadangan glukosa yang
ada karena meningkatkan penggunaan cadangan glukosa, misalnya pada
asfiksia, hipotermi, gangguan pernafasan (Winarno, dkk. 2011).

3
4. Pathway Hipoglikemia
Penuaan, keturunan, infeksi, gaya hidup, kehamilan, obesitas

Sel Beta Pankreas rusak / terganggu

Produksi insulin

Glukosa

DIABETES MELITUS

Dosis insulin terlalu tinggi Puasa / intake kurang

Hipoglikemia
Glukagon Epinerin
Glikogenolisis

Deficit glikogen pada hepar

Gula darah menurun < 60 mg/dl

Penurunan nutrisi jaringan otak Pengaktifan saraf simpatis

Respon SSP Pelepasan adrenalin

Glukosa darah dlm otak Respon Otak Respon Vegetatif


 
Penurunan kesadaran Kortek serebri Adrenalin
kurang suplai energi ( < 50mg/dl) 

Timbul sekret dijln napas Kekaburan yang dirasa dikepala Takikardia, pucat, gemetar,
Sulit konsentrasi / berfikir
Reflek batuk menurun Gemetar Banyak keringat 
Tidak sadar, stupor, kejang, koma. Penurunan
Resiko Ggn
Bersihan jalan Keseimbangan cardiak output
Gg.perfusi jaringan
napas tidak efektif cairan dan elektrolit
serebral
4
5. Manifestasi Klinis Hipoglikemia
Bayi dengan kadar gula darah rendah mungkin tidak menunjukkan
gejala. Namun, jika bayi memiliki salah satu faktor risiko hipoglikemia,
perawat di rumah sakit akan memeriksa tingkat gula darahnya. Bahkan
jika tidak ada gejala sekalipun.
Adapun beberapa gejala yang terkadang ditunjukkan pada bayi dengan
hipoglikemia antara lain:
a. Kulit bayi berwarna kebiruan atau pucat.
b. Mengalami masalah pernapasan, seperti berhenti bernapas (apnea),
napas cepat, atau napas terdengar seperti dengusan.
c. Iritabilitas atau lesu.
d. Muntah atau gumoh parah.
e. Tubuh dingin.
f. Tremor, gemetar, berkeringat, atau kejang (Intan. 2019).

6. Pemeriksaan Penunjang Hipoglikemia


Pemeriksaan yang dilakukan yaitu:
a. Pemeriksaan darah (laboratorium).
b. Konsentrasi insulin darah.
Jika tidak terdapat hiperinsulinisme, maka periksa:
a. Hormon hipofisis.
h. Kelainan metabolisme bawaan (Winarno, dkk. 2011).

7. Komplikasi Hipoglikemia
Komplikasi yang terjadi akibat hipoglikemia adalah:
a. Hipoksia otak/kerusakan otak.
b. Kerusakan sistem saraf pusat/koma.
i. Kematian (Winarno, dkk. 2011).

8. Penatalaksanaan Hipoglikemia
Adapun penalataksanaan dengan hipoglikemia adalah sebagai berikut:
a. Bayi dengan kadar gula darah rendah harus menerima asupan makanan
tambahan dengan ASI ataupun susu formula.

5
b. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif mungkin perlu mendapatkan
susu formula tambahan jika ibunya tidak mampu memproduksi ASI
yang cukup.
c. Memompa dan memijat payudara dapat membantu mengekspresikan
lebih banyak susu untuk diberikan pada bayi. Terkadang gel gula dapat
diberikan melalui mulut bayi jika tidak ada cukup susu.
d. Bayi mungkin memerlukan larutan gula yang diberikan melalui
intravena (IV) jika tidak dapat makan melalui mulut, atau jika kadar
gula darahnya sangat rendah.
e. Perawatan akan dilanjutkan sampai bayi dapat mempertahankan kadar
gula darahnya sendiri. Ini mungkin membutuhkan waktu beberapa jam
atau hari (Nastiti. 2019).

B. Konsep Asuhan Keperawatan


1. Pengkajian
a. Keluhan utama: keluhan seperti asfiksia, kejang dan sepsis.
b. Riwayat: ANC, perinatal, postnatal, diabetes mellitus pada orang
tua/keluarga.
c. Data fokus:
1) Data obyektif: keluarga mengeluh dengan bayinya keluar banyak
keringat dingin, rasa lapar (bayi sering menangis), sering menguap.
2) Data subyektif: bayi gelisah, tremor, kejang, lemas, plasma glukosa
< 50gr/dL.
2. Diagnosis Keperawatan
a. Risiko komplikasi berhubungan dengan kadar glukosa plasma yang
rendah.
b. Risiko gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan
dengan peningkatan pengeluaran keringat.
c. Keterbatasan gerak dan aktivitas berhubungan dengan hipoglikemia
pada otot.
3. Perencanaan
a. Diagnosis 1 (Risiko komplikasi berhubungan dengan kadar glukosa
plasma yang rendah)

6
Rencana tindakan:
1) Monitor vital sign.
2) Monitor tanda-tanda kulit kering, pucat dan keringat dingin.
3) Pantau kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan
hipoglikemia.
4) Lakukan pemberian susu manis peroral 20cc.
b. Diagnosis 3 (Risiko gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
berhubungan dengan peningkatan pengeluaran keringat)
Rencana tindakan:
1) Berikan cairan sesuai kebutuhan bayi.
2) Cek turgor kulit bayi.
3) Kaji intoleransi minum bayi.
4) Jika menghisap sudah baik anjurkan pemberian ASI.
c. Diagnosis 4 (Keterbatasan gerak dan aktivitas berhubungan dengan
hipoglikemia pada otot)
Rencana tindakan:
1) Bantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
2) Ganti pakaian bayi secara teratur jika kotor dan basah

7
DAFTAR PUSTAKA

Nastiti, Putri. 2019. Hipoglikemia Neonatus. From : https://www.academia.edu,


Diakses pada tanggal 11 Mei 2019
Perdanii. 2012. Makalah Asuhan Neonatus Hypoglikemia. From :
https://www.academia.edu. Diakses pada tanggal 11 Mei 2019
Intan. 2019. Penyebab dan Gejala Hipoglikemia Pada Bayi Baru Lahir.
https://parenting.orami.co.id. Diakses pada tanggal 11 Mei 2019.
Winarno, dkk. 2011. Askep dengan Bayi Hipoglikemia. From :
https://www.scribd.com. Diakses pada tanggal 11 Mei 2019.