Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Portal merupakan struktur rangka utama dari gedung yang terdiri atas komponen-komponen
balok dan kolom yang saling bertemu pada titik-titik simpul (buhul), dan berfungsi sebagai
penahan beban dari gedung. Untuk merencanakan portal yang berkualitas serta bermutu
tinggi maka diperlukan ketelitian dalam penghitungan. Merencanakan portal perlu
memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku yang tercantum dalam peraturan
gempa maupun peraturan beton baik menggunakan peraturan yang berstandar nasional
maupun internasional.
Dalam merencankan portal perlu adanya hitungan analisis struktur untuk mengetahui
besarnya gaya dan momen yang terjadi pada portal akibat beban-beban yang bekerja. Dari
hitungan analisis struktur tersebut dapat ditentukan besarnya dimensi balok, kolom, sloof,
plat lantai, plat atap dan pondasi yang diperlukan akibat beban yang bekerja. Untuk
mempermudah hitungan analisis tersebut dapat dihitung menggunakan alat bantu program
komputer berupa SAP 2000 Non Linier, Etabs, San pro, dan sebagainya.
Material penyusun beton bertulang yang umum digunakan yaitu pasir, krikil/split, portland
cemen dan air. Material baja sebagai tulangan yang mendukung beton bertulang akibat beban
yang bekerja.
Sistem perencanaan struktur gedung portal beton bertulang menurut peraturan gempa
maupun peraturan beton 2002, dapat dilaksanakan dengan 3 (tiga) cara, yaitu:
1). Sistem perencanaan gedung dengan prinsip elastik penuh.
2). Sistem perencanaan gedung dengan prinsip daktail parsial.
3). Sistem perencanaan gedung dengan prinsip daktail penuh.
Dari uraian di atas maka kebutuhan material pada perencanaan portal beton bertulang dengan
beda sistem daktilitas dan beda wilayah gempa, maka hasil akhir perencanaan akan berbeda
juga.

1.2 RUMUSAN MASALAH


 Apa Pengertian Portal dan Portal Sederhana ?
 Bagaimana Reaksi Perletakan Berbagai Portal Sederhana Dengan Berbagai
Kombinasi Beban?
 Bagaimana Reaksi perletakan dan gaya dalam akibat beban terpusat ?

Page 1
1.3 TUJUAN PENULISAN
 Untuk mengetahui apa pengertian dari portal sederhana maupun portal
 Untuk mengetahui dan memahami reaksi perletakan berbagai portal sederhana
dengan berbagai kombinasi beban
 Untuk mengetahui dan memahami reaksi perletakan dan gaya dalam akibat beban
terpusat

1.4 MANFAAT PENULISAN


Manfaat dari kepenulisan ini adalah dapat dijadikan sebagai landasan dasar dalam
meningkatkan kapasitas dan kualitas maupun referensi untuk Mahasiswa maupun Mahasiswi
Universitas Merdeka Madiun mengenai portal sederhana dan lain - lain.

Page 2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN PORTAL DAN PORTAL SEDERHANA


Portal adalah bagian struktur dengan elemen yang berupa balok dan kolom baikmiring
ataupun tegak. Portal merupakan suatu struktur yang tersusun dari batang-batangyang
dihubungkan dengan sambungan yang kaku (rigid joint).Struktur potal pada gambar a
adalah struktur statis tertentu dimana diselesaikandengan tiga persamaan keseimbangan.
Bila tumpuan rol pada gambar a diganti jepit, seperti pada gambar b maka struktur
menjadi statis tak tentu.

2.2 REAKSI PERLETAKAN BERBAGAI PORTAL SEDERHANA DENGAN


BERBAGAI KOMBINASI BEBAN
Portal sederhana adalah struktur/bangunan sipil yang jumlah komponen perletakannya
maksimum 3 buah dan terdiri atas satu buah portal, sehingga dengan menggunakan
persyaratan persamaan keseimbangan, semua komponen yang ada dapat dihitung. Pada
portal sederhana ada 2 macam jenis portal yaitu : Portal simetris dan Portal tidak simetris/
asimetris. Struktur portal asimetris tidak mempunyai cerminan yang sama jika diberikan
sumbu tengah yang membagi portal tersebut. Untuk menganalisis sebuah portal asimetris
menggunakan ukuran model yang utuh sehingga membutuhkan ketelitian dan waktu yang
agak lama penggunaan data yang lengkap pada tiap segmen portal dan proses analisis
yang lebih panjang.

Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
2.3 REAKSI PERLETAKAN DAN GAYA DALAM AKIBAT BEBAN TERPUSAT
Balok diletakkan di atas dua tumpuan A dan B dibebani muatan titik P seperti pada
Gambar 1. Pada struktur demikian reaksi-reaksi terdapat pada perletakan A berupa
reaksi vertikal VA dan horizontal HA, dan reaksi pada perletakan B berupa reaksi
vertikal VB.

Balok AB akan seimbang, bila:

Page 7
Setelah memperhatikan penyelesaian reaksi perletakan balok di atas, maka dapat
disimpulkan:
1. Semua gaya horizontal akan ditahan hanya oleh perletakan sendi saja.
2. Reaksi-reaksi vertikl didapat dengan menggunakan persamaan momen
terhadap salah satu titik perletakan.
Balok AB dibebani muatan terpusat yang miring seperti pada Gambar 2. Untuk
menentukan reaksi-reaksi perletakan, terlebih dahulu gaya-gaya diuraikan di dalam
sumbu salib xy, sehingga P menjadi Py dan Px.

Selanjutnya dengan menggunakan persamaan keseimbangan gaya horizontal dan


momen pada salah satu tumpuan, maka dapat ditentukan reaksi-reaksi perletakan di
tumpuan A dan B. Keseimbangan gaya luar:

Keseimbangan gaya dalam:

Page 8
Diagram gaya lintang dan bidang momen dari persamaan di atas dapat dilukiskan
sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 3.

Page 9
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

3.2 SARAN

Page 10
DAFTAR PUSTAKA

 Thamrin Nasution, 2012, Modul Kuliah Statika I, Departemen Teknik Sipil, FTSP, ITMI,
Medan
 Wesli, 2010, Mekanika Rekayasa, Graha Ilmu, Yogyakarta.
 Agustinus Purna Irawan, 2007, Diktat Kuliah Statika Struktur, Universitas
Tarumanagara, Jakarta.
 Timoshenko, Young, D.H., 1992, Mekanika Teknik Edisi ke-4, Erlangga, Jakarta.
 http://ilmutekniksipilcivilengineering.blogspot.com/2015/10/struktur-balok-
sederhana.html

Page 11