Anda di halaman 1dari 20

MENGELOLA KARTU PIUTANG

A. Mempersiapkan Pengelolaan Kartu Piutang

Piutang (receivable) adalah Klaim atau hak atas uang, barang atau jasa
kepada pelanggan atau pihak-pihak lainnya.

Dalam laporan keuangan piutang diklasifikasikan atas dua jenis:


1. Piutang lancar (current receivable)
Piutang yang diharapkan akan tertagih dalam satu tahun atau selama dalam satu siklus
kegiatan usaha berjalan.
2. Piutang jangka panjang
Piutang yang penagihannya lebih dari satu tahun.

Pada dasarnya piutang dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu:


1. Piutang dagang (account receivable)
Tagihan perusahaan kepada pelanggan sebagai akibat adanya penjualan barang atau jasa
secara kredit. Umurnya kurang dari satu tahun, jadi dikategorikan sebagai utang lancar.
2. Piutang wesel/wesel tagih (notes receivable)
Perjanjian tertulis debitur kepada kreditur untuk membayar sejumlah uang yang
tercantum dalam surat janji tersebut pada waktu tertentu di masa yang akan datang.
Umumnya piutang wesel memiliki jangka waktu lebih dari 60 hari, dan dalam neraca
dilaporkan sebagai piutang lancar.
3. piutang lain-lain (other receivable)
Merupakan macam-macam tagihan yang tidak termasuk ke dalam piutang dagang
maupun piutang wesel, Contoh:
- Uang muka pembelian (purchase pre payment)
- Uang muka kepada pegawai (advance to employees)
- Uang muka pembelian saham (advance stock holder)
- Uang muka menjamin kontrak (deposits on contract guarantee)
- Piutang deviden (dividend receivable)
- Dll

Piutang mempunyai tanggal jatuh tempo, nilai jatuh tempo, dan bila ada perjanjian mempunyai
bunga.

Persiapan penanganan piutang:

Resiko piutang yang lewat jatuh temponya perlu penangananyang sungguh-sungguh dari pihak
manajemen sehingga dapat mengurangi kerugian buat perusahaan, dimaksudkan bahwa

Meita P Muis.Doc 1
diperlukan langkah-langkah yang tepat dalam penanganannya. Adapun langkah-langkahnya
adalah sbb:

1. Diperlukan daftar piutang yang mencantumkan nama debitur, nilai piutang, alamat
debitur dan tanggal jatuh temponya.
2. Dipersiapkan surat-surat tagihan yang akan dikirimkan kepada debitur atau pelanggan.
3. Menyiapkan salinan atau copy faktur dari debitur yang sudah jatuh tempo dan akan
dilampirkan bersama-sama surat tagihan.
4. mengirimkan surat tagihan yang sudah jatuh tempo kepada debitur.

B. Prosedur Pencatatan Piutang


Persiapan yang diperlukan dalam prosedur pencatatan piutang adalah sbb:
1. Kartu Piutang
Merupakan catatan akuntansi berupa buku pembantu yang berisi rincian mutasi piutang
perusahaan kepada tiap-tiap pelanggannya.
Contoh kartu piutang:

KARTU PIUTANG
No rekening : Lembar ke :
Nama : Syarat :
Alamat : Batas kredit :

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo


Debit Kredit Debit Kredit

2. Buku jurnal yang diperlukan antara lain adalah sbb:


- Jurnal penjualan,
digunakan untuk mencatat timbulnya piutang karena adanya penjualan kredit.
- Jurnal retur penjualan,
digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya retur penjualan.
- Jurnal umum,
digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya piutang yang
dihapus.
- Jurnal penerimaan kas,
Digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya pelunasan piutang.

Meita P Muis.Doc 2
Prosedur pencatatan piutang dilakukan dengan cara memposting ke dalam kartu piutang
berdasarkan masing-masing jurnal dengan ketentuan sbb:
 Penjualan kredit, dicatat dalam jurnal penjualan atas dasar faktur penjualan disertai
dengan order pengiriman barang.
 Retur penjualan, dicatat dalam jurnal retur penjualan berdasarkan memo kredit yang
disertai dengan laporan penerimaan barang.
 Penghapusan piutang dicatat dalam jurnal umum yang dibuat oleh bagian kredit.
 Penerimaan kas sebagai pelunasan piutang dicatat dalam jurnal penerimaan kas yang
disertai dengan bukti kas masuk.

Berikut alur dari mutasi piutang berdasarkan ke-empat transaksi tersebut:

Jurnal
Faktur
Penjualan
Penjualan

Jurnal
Memo kredit
Umum
KARTU
PIUTANG

Jurnal
Bukti
Memorial Umum

Jurnal
Bukti Kas Penerimaan
Masuk Kas

C. Mengidentifikasi Data Mutasi Piutang

Menghitung Data Mutasi Piutang


Piutang pelanggan akan didebit di kolom mutasi pada kartu piutang apabia terjadi transaksi-
transaksi yang menyebabkan timbulnya atau bertambahnya piutang. Piutang pelanggan akan

Meita P Muis.Doc 3
dikredit di kolom mutasi pada kartu piutang apabila terjadi terjadi transaksi-transaksi yang
menyebabkan berkurangnya saldo piutang.

Perhatikan table berikut yang menyebabkan bertambah atau berkurangnya piutang:

No Transaksi Dokumen Mutasi


Piutang
1. Transaksi penjualan kredit Faktur penjualan (+)
2. Transaksi retur penjualan Memo kredit (-)
3. Transaksi penghapusan piutang Bukti memorial (-)
4. Transaksi penerimaan kas dari piutang Bukti Kas Masuk (-)

Contoh soal:
Berikut transaksi penjualan barang yang terjadi pada PT Harpindo selama Agustus 2012:
2 Agustus 2012 Dijual barang A kepada Toko Mataram Sakti senilai Rp5.000.000 dengan
nomor faktur F213, syarat 2/10, n/30.
5 Agustus 2012 Penjualan kredit ke Toko Bedagan sebesar Rp6.000.000 dengan nomor
faktur F214, syarat 2/10, n/30.
6 Agustus 2012 Penjualan kredit ke Toko Asia sebesar Rp8.000.000 dengan nomor Faktur
F215, syarat 2/10, n/30.
7 Agustus 2012 Retur penjualan barang dari Toko Asia Rp200.000.
9 Agustus 2012 Diterima pelunasan atas faktur F214 dari Toko Bedagan Rp6.000.000,
BKM no B127.
12 Agustus 2012 Diterima pembayaran pertama dari Toko Mataram Sakti sebesar
Rp4.000.000, BKM no B128 atas faktur no F213.
19 Agustus 2012 Diterima pembayaran pertama dari Toko Asia sebesar Rp3.500.000, BKM
noB129 atas faktur no F215.
28 Agustus 2012 Memo dari bagian akuntansi bahwa sisa piutang atas Toko Mataram Sakti
dihapuskan karena terjadi kebakaran.
Atas data tersebut susunlah transaksi ke dalam jurnal yang diperlukan kemudian buatkan kartu
piutang untung masing-masing debitur.

a. Jurnal Penjualan

PT HARPINDO
JURNAL PENJUALAN
Per Agustus 2012
Tanggal No Debitur Syarat Ref Piutang dagang (D)
Faktur Pembayaran Penjualan (K)
Agustus 2 F213 Mataram Sakti 2/10,n/30 5.000.000
2012 5 F214 Toko Bedagan 2/10,n/30 6.000.000
6 F215 Toko Asia 2/10,n/30 8.000.000

b. Jurnal Penerimaan Kas

Meita P Muis.Doc 4
PT HARPINDO
JURNAL PENERIMAAN KAS
Per Agustus 2012
Debit Kredit

Tanggal Keterangan Ref Potongan Piutang Serba-


Kas Penjualan
Penjualan Dagang serbi
Agustus 9 Toko Bedagan 5.880.000 120.000 6.000.000
2012 12 Mataram Sakti 4.000.000 4.000.000
19 Toko Asia 3.500.000 3.500.000

c. Jurnal Umum

PT HARPINDO
JURNAL UMUM
Per Agustus 2012
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Agustus 7 Retur penjualan 200.000 -
2012 Piutang dagang - 200.000
28 Beban kerugian piutang 1.000.000
Piutang dagang 1.000.000

Dari jurnal yang dibuat tersebut, maka kartu piutang untuk setiap pelanggan dapat disusun sbb:

KARTU PIUTANG
No rekening : Lembar ke :
Nama :Toko Mataram Sakti Syarat : 2/10, n/30
Alamat : Batas kredit :

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo


Debit Kredit Debit Kredit
Agus 2 F213 5.000.000 5.000.000
2012 12 BKM B128 4.000.000 1.000.000
28 Penghapusan 1.000.000 0

KARTU PIUTANG
No rekening : Lembar ke :
Nama :Toko Bedagan Syarat :2/10, n/30
Alamat : Batas kredit :

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo


Debit Kredit Debit Kredit
Agus 5 F124 6.000.000 6.000.000
2012 9 BKM B127 6.000.000 0

Meita P Muis.Doc 5
KARTU PIUTANG
No rekening : Lembar ke :
Nama :Toko Asia Syarat :2/10, n/30
Alamat : Batas kredit :

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo


Debit Kredit Debit Kredit
Agus 6 F125 8.000.000 8.000.000
2012 7 Memo kredit 200.000 7.800.000
1 BKM B129 3.500.000 4.300.000
9

D. Laporan Rekapitulasi Piutang

Laporan rekapitulasi piutang adalah Sebuah laporan yang


menggambarkan keadaan saldo piutang secara keseluruhan pada
saat dilaporkan.

Formatnya adalah sbb:

PT HARPINDO
LAPORAN REKAPITULASI
SALDO PIUTANG
Sampai Dengan tanggal 31 Agustus 2012
No Nama Debitur Jumlah
1. Toko Mataram Sakti 0
2. Toko Bedagan 0
3. Toko Asia Rp4.300.000
Jumlah total Rp4.300.000

E. Melakukan Konfirmasi Saldo Piutang

Setelah pihak perusahaan mengidentifikasi dan melakukan verifikasi data-data dalam kartu
piutang, maka langkah yang harus dilakukan adalah menghubungi pelanggan untuk
mengkonfirmasikan piutang pelanggan. Caranya adalah dengan mengirim surat konfirmasi
piutang.
Jenis-jenis surat konfirmasi piutang di antaranya:
1. Konfirmasi piutang akhir bulan. Dalam konfirmasi ini, yang diinformasikan kepada
pelanggan hanya saldo akhir bulan tertentu saja.

Meita P Muis.Doc 6
2. Konfirmasi satuan piutang. Dalam konfirmasi ini yang diinformasikan kepada pelanggan
saldo awal satu bulan yang dikutip dari kartu piutang pelanggan.
3. Konfirmasi elemen terbuka (konfirmasi faktur yang belum dibayar), Dalam konfirmasi ini,
yang diinformasikan kepada pelanggan hanya faktur yang belum dibayar.

Berikut adalah salah satu contoh surat konfirmasi piutang:

PT HARPINDO
Padang, 31 Agustus 2012
SURAT KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth
Toko Asia
Jl. Sudirman no 15
Bukittinggi

Berikut ini kami sampaikan catatan mengenai kewajiban anda kepada kami per 31 Agustus
2012. Apabila terdapat ketidaksesuaian, mohon menghubungi staf kami, sdr. Amanda, bag
Akuntansi, telp (0751) 51536

Tanggal Keterangan Saldo


Agustus 6 Faktur no F125 Rp4.300.000
2012

Demikianlah pemberitahuan dari kami. Terima Kasih.

Hormat kami,

Hamdan

F. Pencatatan Penghapusan Piutang

Pencatatan piutang dalam standar akuntansi keuangan di Indonesia adalah sebesar jumlah
piutang yang jatuh tempo dikurangi dengan perkiraan jumlah yang tidak dapat ditagih. Untuk
itu perusahaan perlu membuat cadangan penghapusan piutang yang tidak dapat ditagih.

Ada dua metode pencatatan penghapusan piutang, yaitu:


1. Metode langsung (direct write off method)
2. Metode tidak langsung (indirect write off method)

1. Metode Langsung (direct write off method)

Jurnal yang dibuat dengan metode ini dapat dilihat melalui bagan berikut ini:

No Keterangan Jurnal
1. Piutang dagang yang diputuskan Beban penghapusan piutang xxx
untuk dihapuskan. Piutang dagang xxx

Meita P Muis.Doc 7
2. Apabila piutang yang sudah Piutang dagang xxx
dihapuskan ada kemungkinan Beban penghapusan piutang xxx
untuk dilunasi oleh debitur.

3. Apabila debitur yang Kas xxx


bersangkutan melakukan Piutang dagang xxx
pelunasan piutang

Agar lebih jelasnya, perhatikanlah contoh di bawah ini:


Transaksi PT Laris selama September 2011 adalah sbb:

1 September Penjualan kredit ke toko Anugerah Rp12.000.000


4 September Penjualan kredit ke toko Wibawa Rp6.000.000
5 September Retur penjualan barang dari toko Anugerah Rp250.000
10 September Penerimaan pelunasan dari toko Anugerah Rp11.750.000
15 September Diterima pembayaran pertama dari Toko Wibawa Rp3.000.000
20 September Diterima pembayaran ke-dua dari toko Wibawa Rp2.500.000
25 September Diterima laporan bahwa terjadi kebakaran di Toko Wibawa sehingga
perusahaan memutuskan untuk menghapuskan sisa piutangnya sebesar
Rp500.000.
28 September Diterima surat dari Toko Wibawa, bahwa perusahaannya mendapat ganti
rugi dari perusahaan asuransi dan berjanji akan melunasi utangnya tanggal
30 September 2011.
29 September Penerimaan kembali piutang yang telah dihapus dari toko Wibawa
Rp500.000.

Jurnal yang dibuat atas transaksi tsb adalah:

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit


Sept 1 Piutang dagang 12.000.000
2011 Penjualan 12.000.000

4 Piutang dagang 6.000.000


Penjualan 6.000.000

5 Retur penjualan 250.000


Piutang dagang 250.000

10 Kas 11.750.000
Piutang dagang 11.750.000

15 Kas 3.000.000
Piutang dagang 3.000.000

20 Kas 2.500.000
Piutang dagang 2.500.000

Meita P Muis.Doc 8
25 Beban penghapusan piutang 500.000
Piutang dagang 500.000

28 Piutang dagang 500.000


Beban penghapusan piutang 500.000

29 Kas 500.000
Piutang dagang 500.000

2. Metode Tidak Langsung (indirect write off method)

Dalam metode ini, setiap tahun dilakukan penaksiran dari jumlah piutang dagang yang
kemungkinan tidak dapat ditagih.

Jurnal yang dibuat dengan metode ini dapat dilihat melalui bagan berikut ini:

No Keterangan Jurnal

1. Cadangan kerugian piutang Beban kerugian piutang xxx


yang kemungkinan tidak dapat Cadangan kerugian piutang xxx
ditagih.

2. Apabila debitur menyatakan


tidak dapat membayar dan Cadangan kerugian Piutang xxx
oleh perusahaan diadakan Piutang dagang xxx
penghapusan

3. Apabila debitur yang sudah


dihapuskan menyatakan Piutang dagang xxx
kesediaannya untuk Cadangan kerugian piutang xxx
melakukan pelunasan piutang

4. Jika debitur tsb datang dan Kas xxx


melunasi piutangnya. Piutang dagang xxx

Untuk memahaminya, perhatikan contoh soal berikut:

PT Laris menerapkan metode cadangan piutang. Dari jumlah piutang yang ada sebesar
Rp24.000.000,- yang belum ditagih sampai dengan 30 September 2011, diperkirakan tidak
dapat ditagih sebesar Rp2.500.000, jadi PT Laris memutuskan untuk membentuk cadangan
kerugian piutang sebesar Rp2.500.000,- Adapun transaksi yang terjadi selama September 2011
adalah sbb:

Meita P Muis.Doc 9
1 September Penjualan kredit ke toko Anugerah Rp12.000.000
4 September Penjualan kredit ke toko Wibawa Rp6.000.000
5 September Retur penjualan barang dari toko Anugerah Rp250.000
10 September Penerimaan pelunasan dari toko Anugerah Rp11.750.000
15 September Diterima pembayaran pertama dari Toko Wibawa Rp3.000.000
20 September Diterima pembayaran ke-dua dari toko Wibawa Rp2.500.000
25 September Diterima laporan bahwa terjadi kebakaran di Toko Wibawa sehingga
perusahaan memutuskan untuk menghapuskan sisa piutangnya sebesar
Rp500.000.
28 September Diterima surat dari Toko Wibawa, bahwa perusahaannya mendapat ganti
rugi dari perusahaan asuransi dan berjanji akan melunasi utangnya tanggal
30 September 2011.
29 September Penerimaan kembali piutang yang telah dihapus dari toko Wibawa
Rp500.000.

Jurnal yang dibuat atas transaksi tsb adalah:

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit


Sept 1 Piutang dagang 12.000.000
2011 Penjualan 12.000.000

4 Piutang dagang 6.000.000


Penjualan 6.000.000

5 Retur penjualan 250.000


Piutang dagang 250.000

10 Kas 11.750.000
Piutang dagang 11.750.000

15 Kas 3.000.000
Piutang dagang 3.000.000

20 Kas 2.500.000
Piutang dagang 2.500.000

25 Cadangan kerugian piutang 500.000


Piutang dagang 500.000

28 Piutang dagang 500.000


Cadangan kerugian piutang 500.000

29 Kas 500.000
Piutang dagang 500.000

30 Beban kerugian piutang 2.500.000


Cadangan kerugian piutang 2.500.000

Meita P Muis.Doc 10
Penentuan Jumlah Taksiran Kerugian Piutang

Ada 3 metode yang digunakan dalam penghitungannya:


1. Penentuan taksiran kerugian piutang berdasarkan jumlah penjualan
Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah penjualan dikalikan
dengan persentase tertentu.
Contoh:
Pada buku besar PD Nusantara tanggal 31 Desember 2011, terdapat akun sbb:
112 Piutang dagang Rp250.000.000,-
112.1 Cadangan kerugian piutang, saldo kredit Rp2.000.000,-
411 Penjualan Rp1.500.000.000,-

Taksiran kerugian ditetapkan 0,5% dari total penjualan. Berdasarkan data tersebut maka
besarnya kerugian piutang dapat dihitung sbb:
0,5% x Rp1.500.000.000 = Rp7.500.000.
Maka jurnal yang dibuat tanggal 31 Desember 2011 adalah sbb:
Beban kerugian piutang Rp7.500.000
Cadangan kerugian piutang Rp7.500.000

Pada akun buku besar Cadangan kerugian piutang, akan tampak seperti di bawah ini:

Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Debit Kredit

Des 31 Saldo 2.000.000


2011 Penyesuaian JU 7.500.000 9.500.000

2. Penentuan taksiran kerugian piutang berdasarkan saldo piutang


Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah saldo piutang dagang
akhir periode dikalikan persentase tertentu tanpa memperhatikan periode terjadinya
piutang.
Contoh 1: Jika cadangan kerugian piutang bersaldo debit.
Pada buku besar PD Nusantara tanggal 31 Desember 2011, terdapat akun antara lain sbb:

112 Piutang dagang Rp250.000.000


112.1 Cadangan kerugian piutang, saldo debit Rp2.000.000
Cadangan kerugian piutang ditetapkan sebesar 2% dari saldo piutang. Berdasarkan data
tsb, maka besarnya cadangan kerugian piutang dapat dihitung:

Taksiran kerugian piutang 2% x Rp250.000.000 = Rp5.000.000


Saldo debit akun cadangan kerugian piutang =(Rp2.000.000)
Kerugian piutang yang menjadi beban th 2011 = Rp3.000.000

Jurnal yang dibuat adalah:

Meita P Muis.Doc 11
31 Desember
Beban kerugian piutang Rp5.000.000
Cadangan kerugian piutang Rp5.000.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutang adalah sbb:

Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Debit Kredit

Des 31 Saldo 2.000.000


2011 Penyesuaian JU 5.000.000 3.000.000

Contoh 2: Jika cadangan kerugian piutang bersaldo kredit.


Pada buku besar PD Nusantara tanggal 31 Desember 2011, terdapat akun antara lain sbb:
112 Piutang dagang Rp250.000.000
112.1 Cadangan kerugian piutang, saldo kredit Rp2.000.000

Cadangan kerugian piutang ditetapkan sebesar 2% dari saldo piutang. Berdasarkan data
tsb, maka besarnya cadangan kerugian piutang dapat dihitung:

Taksiran kerugian piutang 2% x Rp250.000.000 = Rp5.000.000


Saldo kredit akun cadangan kerugian piutang = Rp2.000.000
Kerugian piutang yang menjadi beban th 2011 = Rp7.000.000

Jurnal yang dibuat adalah:


31 Desember
Beban kerugian piutang Rp5.000.000
Cadangan kerugian piutang Rp5.000.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutang adalah sbb:

Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Debit Kredit

Des 31 Saldo 2.000.000


2011 Penyesuaian JU 5.000.000 7.000.000

2. Penentuan taksiran kerugian piutang berdasarkan analisis saldo piutang

Piutang dagang dikelompokkan menjadi piutang yang jatuh tempo dan yang belum jatuh tempo.
Piutang yang telah jatuh tempo dikelompokkan lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan

Meita P Muis.Doc 12
lamanya menunggak. Besarnya persentase taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan
usia tiap kelompok.
Contoh:
Pada akun buku besar PD Nusantara tanggal 31 Desember 2011 terdapat akun antara lain sbb:

112 Piutang dagang Rp250.000.000


112.1 Cadangan kerugian piutang, saldo debit Rp2.000.000

Adapun rincian nama debitur adalah sbb:

No Nama Debitur Jumlah Tanggal


jatuh Tempo
1. Toko Anugerah Rp15.000.000 15 November 2011
2. Toko Laku Rp22.000.000 10 Oktober 2011
3. Toko Ayu Rp18.000.000 25 Desember 2011
4. Toko Mantap Rp23.000.000 4 Januari 2012
Total Rp78.000.000

Persentase kerugian piutang ditetapkan sbb:

Kelompok Piutang Persentase Kerugian


Belum jatuh tempo 2%
Lewat jatuh tempo 1-30 hari 10%
Lewat jatuh tempo 31-60 hari 15%
Lewat jatuh tempo 61-90 hari 20%

Berdasarkan data tersebut, analisis umur piutang adalah sbb:

PD Nusantara
Analisis Umur Piutang
Tanggal 31 Desember 2011
Saldo Belum Lewat Jatuh Tempo
No Nama Debitur Piutang Jatuh Tempo
1-30 hari 31-60 hari 61-90 hari
1. T. Anugerah 15.000.000 15.000.000
2. T. Laku 22.000.000 22.000.000
3. T. Ayu 18.000.000 18.000.000
4. T. Mantap 23.000.000 23.000.000

Berdasarkan analisis umur piutang tersebut, kemudian dihitung beban kerugian piutang tahun
2011 sbb:
Kelompok Piutang Jumlah Persentase Beban
(dalam hari) Piutang Kerugian Kerugian Piutang
Belum jatuh tempo 23.000.000 2% 460.000
1-30 hari 18.000.000 10% 1.800.000
31-60 hari 15.000.000 15% 2.250.000
61-90 hari 22.000.000 20% 4.400.000
78.000.000 8.910.000

Meita P Muis.Doc 13
Berdasarkan data tsb, maka besarnya cadangan kerugian piutang dapat dihitung sbb:
Taksiran kerugian piutang = Rp8.910.000
Saldo debit akun cadangan kerugian piutang = (Rp2.000.000)
Kerugian piutang yg menjadi beban th 2011 = Rp6.910.000

Jurnal yang dibuat adalah:


31 Desember
Beban kerugian piutang Rp8.910.000
Cadangan kerugian piutang Rp8.910.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutang adalah sbb:

Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Debit Kredit

Des 31 Saldo 2.000.000 -


2011 Penyesuaian JU 8.910.000 6.910.000

Jika cadangan kerugian piutang bersaldo debit, maka perhitungannya adalah:

Taksiran kerugian piutang = Rp8.910.000


Saldo kredit akun cadangan kerugian piutang = Rp2.000.000
Kerugian piutang yg menjadi beban th 2011 Rp10.910.000

Jurnal yang dibuat:


31 Desember 2011
Beban kerugian piutang Rp8.910.000
Cadangan kerugian piutang Rp8.910.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutang adalah sbb:

Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Debit Kredit

Des 31 Saldo 2.000.000


2011 Penyesuaian JU 8.910.000 10.910.000

Meita P Muis.Doc 14
Test Formatif

A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk soal-soal berikut:
1. Tagihan perusahaan kepada pihak ketiga yang timbul karena adanya suatu transaksi
penjualan barang atau jasa secara kredit disebut…….
a. Utang dagang c. Piutang dagang
b. Piutang wesel d. Promes

2. Tanggal di mana utang/piutang harus dibayarkan kepada kreditur disebut……


a. Tanggal jatuh tempo c. Tanggal pembayaran bunga
b. Tanggal jangka waktu d. Tanggal penangguhan piutang

3. Perjanjian tertulis dari debitur kepada kreditur untuk membayar sejumlah uang yang
tercantum dalam surat promes pada waktu tertentu di masa yang akan datang,
merupakan pengertian dari………
a. Piutang dagang c. Utang dagang
b. Wesel tagih d. Bilyet giro

4. Jurnal untuk mencatat timbulnya piutang karena adanya penjualan secara kredit
adalah……….
a. Jurnal penjualan c. Jurnal umum
b. Jurnal penerimaan kas d. Jurnal pengeluaran kas

5. Dokumen yang berisi nama debitur dan segala informasi mengenai piutangnya
disebut……
a. Kartu utang c. Kartu piutang
b. Daftar saldo piutang d. Analisis umur piutang

6. Jika terjadi retur penjualan, maka akan dicatat pada……………..


a. Jurnal pembelian c. Jurnal penjualan
b. Jurnal umum d. Jurnal pengeluaran kas

7. Transaksi penghapusan piutang didukung oleh dokumen………… sebagai bukti pencatatan


akuntansi dan mencatat adanya mutasi piutang.
a. Faktur penjualan c. Bukti kas keluar
b. Memo kredit d. Bukti memorial

8. Setiap piutang dagang yang diputuskan untuk dihapuskan secara langsung dengan
mendebit Beban penghapusan piutang. Hal ini merupakan penerapan penghapusan
piutang dengan metode…..
a. Langsung c. Rata-rata
b. Tidak langsung d. Berdasarkan rata-rata

Meita P Muis.Doc 15
9. Transaksi retur penjualan, dalam mutasi piutang pengaruhnya adalah……
a. Menambah piutang c. Mengurangi piutang
b. Menambah pengeluaran kas d. Mengurangi pengeluaran kas

10. Bukti transaksi berikut yang tidak mempengaruhi jumlah saldo piutang debitur
adalah…….
a. Bukti memorial c. Faktur penjualan
b. Bukti pengeluaran kas d. Memo kredit

B. Essay
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Sebutkan jenis-jenis piutang dagang!


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------

2. Apakah yang anda ketahui tentang kartu piutang?


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

3. Jelaskan tentang metode penghapusan piutang!


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------

4. Sebutkan jenis-jenis surat konfirmasi piutang!


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------

5. Sebutkan buku jurnal apa saja yang diperlukan dalam pencatatan piutang!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------

Meita P Muis.Doc 16
C. Aktivitas Individu
1. Berikut ini transaksi yang terjadi pada PT Triguna selama bulan Mei 2011:
1/5 Penjualan secara kredit Rp4.500.000 dengan nomor faktur 117,
kepada CV Karya Utama.
4/5 Penjualan kredit Rp8.000.000 dengan nomor faktur 118 kepada UD
Santiang.
9/5 Penjualan kredit Rp6.000.000 dengan nomor fatur 119 kepada PD
Manise.
13/5 Penjualan kredit Rp5.000.000 dengan nomor faktur 120 kepada CV
Karya Utama
14/5 Retur penjualan dari CV Karya Utama dengan nomor memo kredit 35
sebesar Rp300.000
19/5 Diterima sebagian pembayaran dari UD Santiang Rp4.000.000
dengan nomor BKM 322
25/5 Penjualan kredit Rp4.000.000 dengan nomor faktur 121 kepada PD
Manise.
27/5 Diterima sebagian pembayaran dari PD Manise Rp3.500.000 dengan
nomor BKM 323
Masukkan transaksi tersebut ke dalam jurnal yang diperlukan, kemudian susunlah kartu
piutang untuk masing-masing debitur!

2. Berikut ini adalah transaksi PT Prima kepada salah satu debiturnya yaitu UD Narsis
selama Oktober 2011:
1/10 Saldo piutang atas faktur no 14 Rp2.500.000 tertanggal 15
September 2011.
3/10 penjualan kredit Rp8.000.000 faktur no 18, syarat 2/10,n/30
6/10 Penjualan kredit Rp3.000.000 faktur no 20, syarat 2/10,n/30
7/10 Retur penjualan atas faktur no 20, Rp100.000,- memo kredit no41
10/10 Pelunasan sebagian faktur no 14 Rp1.500.000, BKM 01
12/10 Pelunasan faktur no 18 Rp8.000.000, BKM 02
20/10 pelunasan sisa faktur no 14 Rp1.000.000
26/10 penjualan kredit Rp5.000.000 faktur no 26, syarat 2/10,n/30
27/10 Retur penjualan atas faktur no 26 Rp150.000, memo kredit no 43
Diminta:
a. Jurnal yang diperlukan
b. Kartu piutang atas UD Narsis
c. Laporan rekapitulasi piutang
d. Surat konfirmasi piutang.

Meita P Muis.Doc 17
3. Perhatikan bukti-bukti transaksi berikut ini dengan baik!

UD LANGGENG
PADANG
Dijual kepada: Tanggal :4 Juli 2012
Toko Indah No Faktur : 15A
Jl.Muaro 12 Pdg Syarat : 2/10,n/30

No keterangan Unit Harga satuan Jumlah


1. Lemari 2 pintu 3 1.500.000 4.500.000
2. Spring bed 4 2.000.000 8.000.000
Total 12.500.000

Dengan huruf : Dua belas juta limaratus ribu rupiah


UD LANGGENG

-----------------

UD LANGGENG
PADANG
Dijual kepada: Tanggal :8 Juli 2012
Toko Adil No Faktur : 18A
Jl.Belanti 30 Pdg Syarat : 2/10,n/30

No keterangan Unit Harga satuan Jumlah


1. Lemari 3 pintu 2 2.500.000 5.000.000
2. Spring bed 3 2.000.000 6.000.000
Total 11.000.000

Dengan huruf : Sebelas juta ribu rupiah


UD LANGGENG

-----------------

UD LANGGENG Nota debit no : N15


Padang Tanggal : 9 Juli 2012

Kepada yth
Toko Adil
Jl Belanti 30 Pdg

Dengan ini kami telah mendebit utang saudara untuk barang berikut ini:
No Keterangan Unit Harga Jumlah
1. Spring bed 1 2.000.000 2.000.000
Total 2.000.000

UD LANGGENG

-----------------

Meita P Muis.Doc 18
UD LANGGENG
PADANG
Dijual kepada: Tanggal :10 Juli 2012
Toko Indah No Faktur : 19A
Jl.Muaro 12 Pdg Syarat : 2/10,n/30

No Keterangan Unit Harga satuan Jumlah


1. Kursi tamu 1 7.500.000 7.500.000
2. Meja makan 3 3.000.000 9.000.000
Total 16.500.000

Dengan huruf : Enam belas juta limaratus ribu rupiah


UD LANGGENG

-----------------

UD LANGGENG
PADANG
Dijual kepada: Tanggal :18 Juli 2012
Toko Adil No Faktur : 21A
Jl. Belanti 30 Pdg Syarat : 2/10,n/30

No keterangan Unit Harga satuan Jumlah


1. Lemari 2 pintu 3 1.500.000 4.500.000
2. Kursi tamu 3 3.000.000 9.000.000
Total 13.500.000

Dengan huruf : Tiga belas juta limaratus ribu rupiah


UD LANGGENG

-----------------

UD LANGGENG Nomor : 20B


Padang Tanggal : 20 Juli 2012

BUKTI PENERIMAAN KAS

Diterima dari : Toko Indah


Uang sejumlah : Rp6.000.000
Dengan huruf : Enam juta rupiah
Keterangan : Angsuran sebagian faktur 15A

Disetujui oleh Dibukukan oleh Diterima oleh

---------------- ----------------- ----------------

Meita P Muis.Doc 19
UD LANGGENG Nomor : 20B
Padang Tanggal : 25 Juli 2012

BUKTI PENERIMAAN KAS

Diterima dari : Toko Adil


Uang sejumlah : Rp5.000.000
Dengan huruf : Lima juta rupiah
Keterangan : Angsuran sebagian faktur 18A

Disetujui oleh Dibukukan oleh Diterima oleh

---------------- ----------------- ----------------

UD LANGGENG
PADANG
Dijual kepada: Tanggal :26 Juli 2012
Toko Indah No Faktur : 22A
Jl.Muaro 12 Pdg Syarat : 2/10,n/30

No keterangan Unit Harga satuan Jumlah


1. Lemari 2 pintu 3 1.500.000 4.500.000
2. Meja makan 5 2.000.000 10.000.000
Total 14.500.000

Dengan huruf : Empat belas juta limaratus ribu rupiah


UD LANGGENG

-----------------

UD LANGGENG
PADANG
Dijual kepada: Tanggal : 28 Juli 2012
Toko Adil No Faktur : 25A
Jl. Belanti 30 Pdg Syarat : 2/10,n/30

No keterangan Unit Harga satuan Jumlah


1. Lemari 2 pintu 3 1.500.000 4.500.000
2. Spring bed 4 2.000.000 8.000.000
Total 12.500.000

Dengan huruf : Dua belas juta limaratus ribu rupiah


UD LANGGENG

-----------------

Atas data tersebut, diminta:


a. Jurnal yang dibutuhkan
b. Kartu piutang untuk masing-masing debitur
c. Laporan rekapitulasi Piutang
d. Surat konfirmasi piutang per tanggal 31 Juli 2012

Meita P Muis.Doc 20