Anda di halaman 1dari 12

Mata Kuliah : Hukum Bisnis

Dosen Pengampu : Drs. SANTOSO, SH., MH

KELOMPOK 3
Kelas AKT/B/1/MALAM

 INDAH OKTAVIA NINGRUM 2017.62.000929


 MARIA 2017.62.000934
 MARINI NABILLA 2017.62.000935
 MUHAMMAD BUDI 2017.62.000938
 MURWATI TAKDIR 2017.62.000940
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan anugerah
dari-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Perjanjian Pinjam Uang” ini.
Makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Hukum Bisnis.
Dalam makalah ini mengulas tentang banyak hal mulai dari proses pinjam-meminjam uang,
adanya pasal-pasal kesepakatan antara kedua belah pihak dan adanya saksi-saksi.
Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bpk . Drs, Santoso,
SH., MH selaku dosen mata kuliah Hukum Bisnis yang sudah memberikan kepercayaan
kepada kami untuk menyelesaikan tugas ini.
Kami sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat dalam rangka menambah
pengetahuan pembaca mengenai tata cara perjanjian pinjam uang. Kami pun menyadari
bahwa di dalam makalah ini kami masih terdapat banyak kekurangan . oleh sebab itu, kami
mengharapkan adanya kritik dan saran dmi perbaikkan makalah yang kami buat kedepannya.
Mudah-mudahan makalah kami yang sederhana ini dapat dipahami oleh para
pembaca. Dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat kata-kata yang kurang
berkenan.

Balikpapan, 24 Oktober 2017

Kelompok 3

1
1. PENGERTIAN PERJANJIAN

Bahwa perjanjian peminjaman bersifat riil, tersimpul dari kalimat “pihak kesatu
menyerahkan uang itu kepada pihak lain” dan bukan “mengikatkan diri” untuk
menyerahkan pinjaman.

Perjanjian pinjam-meminjam adalah suatu perjanjian riil, perjanjian baru terjadi


setelah ada penyerahan, selama benda (uang) yang dipinjamkan belum diserahkan
maka Bab XIII KUH Perdata belum dapat diterapkan.

Apabila dua pihak telah sepakat mengenai semua unsur-unsur dalam perjanjian
pinjam mengganti, maka tidak serta merta bahwa perjanjian tentang pinjam
mengganti itu telah terjadi, yang terjadi baru hanya perjanjian untuk mengadakan
perjanjian pinjam mengganti.

2. JENIS PERJANJIAN PINJAM UANG

a) Perjanjian Pinjaman Kepada Perusahaan

Pada hari ini, Selasa tanggal dua puluh delapan bulan november tahun dua
ribu tujuh belas, bertempat di Balikpapan, kami yang bertandatangan di bawah
ini :

Nama : Budi Hermawan


Umur : 38 Tahun
Alamat : Jl. Jendral Sudirman Perum. Indah Permai Blok D No. 104
Jabatan : Kepala IT (Maintanance Sistem Software)

Bertindak untuk dan atas nama sendiri selanjutnya disebut PIHAK


PERTAMA

Nama : Indah Kusuma


Umur : 32 Tahun
Alamat : Jl. Ahmad Yani Perum. Balikpapan Kota Blok K No. 143
Jabatan : Direksi PT BAHAGIA SEJAHTERAH

Bertindak untuk dan atas nama PT BAHAGIA SEJAHTERAH selanjutnya


disebut PIHAK KEDUA
2
Berdasarkan SK Pengangkatan No. 20/145/2016, Pihak Pertama pada saat ini
adalah sebagai karyawan pada Pihak Kedua yang telah bekerja selama kurang
lebih 6 tahun sejak tanggal lima bulan januari tahun dua ribu dua belas (05-01-
2012), dengan jabatan terakhir sebagai Kepala IT pada penanganan
Maintanance Sistem Software PT BAHAGIA SEJAHTERAH dengan gaji
sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) setiap bulan.
Kedua Belah Pihak bersepakat dan meningkatkan diri dalam perjanjian
pinjam-meminjam uang dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut :

Pasal 1 : Maksud dan Jumlah Pinjaman

Dalam rangka membeli tanah dan rumah yang terletak di Jl. Jendral
Sudirman Perumahan Pondok Indah, Bailkpapan, maka Pihak Pertama
bermaksud meminjam uang sebesar Rp 100.000.000,00 (seratus juta
rupiah) kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua menyatakan bersedia untuk
meminjamkan uang tersebut kepada Pihak Pertama.

Pasal 2 : Penyerahan Uang

Pada saat perjanjian ini ditandatangani, Pihak Kedua akan menyerahkan


uang sebesar Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) kepada Pihak Pertama
dan Pihak Pertama mengakui telah menerimanya dan perjanjian ini menjadi
bukti sah penerimaan (kuitansi) atas uang tersebut.

Pasal 3 : Pengakuan Hutang

Dengan telah diterimanya uang sebagaimana disebut pada pasal 2 maka


Pihak Pertama dengan ini mengakui bahwa pinjaman tersebut menjadi
hutang Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Pasal 4 : Pasal Pinjaman

Jenis Pinjaman yang diberikan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama
sebesar Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) adalah pinjaman tanpa
dipungut bunga apa pun.

Pasal 5 : Sistem Pengembalian Uang

1) Dalam rangka mengembalikan seluruh pinjaman tersebut Pihak


Pertama menyatakan bersedia gajinya setiap bulan dipotong oleh
Pihak Kedua sebesar Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dimulai sejak
penerimaan gaji bulan desember tahun 2016 sampai tanggal sepuluh
bulan januari tahun dua ribu delapan belas.

2) Pihak Pertama dengan ini memberikan kuasa kepada Pihak Kedua


untuk memotong gaji Pihak Pertama sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) pasal ini; surat kuasa mana tidak dapat ditarik kembali oleh 3
Pihak Pertama sampai seluruh hutang kepada Pihak Kedua lunas.
3) Dalam hal gaji Pihak Pertama atas satu dan lain alasan sehingga
tidak cukup untuk membayar cicilan hutangnya kepada Pihak Kedua,
sehingga diperlukan upaya penagihan maka seluruh biaya yang
timbul termasuk fee pengacara dalam rangka pembayaran cicilan
hutang tersebut seluruhnya menjadi tanggungan dan wajib di bayar
oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Pasal 6 : Hubungan Kerja Berakhir

1) Pengembalian cicilan secara berangsur sebagaimana diatur dalam


pasal 5 ayat (1) hanya berlaku apabila Pihak Pertama masih terikat
hubungan kerja dengan Pihak Kedua.

2) Dalam hal Pihak Pertama karena sebab apapun juga sehingga


hubungan kerja antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua berakhir,
sedangkan Pihak Pertama belum melunasi seluruh cicilan
pembayaran hutangnya, maka selambat-lambatnya dalam waktu 1
(satu) bulan sebelum Pihak Pertama berhenti bekerja pada Pihak
Kedua, Pihak Pertama wajib membayar lunas semua sisa hutangnya
secara tunai sekaligus.

Pasal 7 : Kelalaian

Apabila Pihak Pertama lalai menjalankan kewajibannya, dan atau


rumah dan tanah yang dimaksudkan dalam perjanjian ini disita atau
dieksekusi untuk kepentingan pihak ketiga, dan atau Pihak Pertama
diletakkan di bawah pengampuan (curatele) atau dinyatakan pailit dan atau
karena sebab apapun juga Pihak Pertama kehilangan haknya untuk secara
bebas mengurus harta kekayaannya, maka tanpa memerlukan suatu
keputusan dari Pengadilan atau teguran Jurusita, Pihak Kedua berhak
menuntut dari Pihak Pertama dengan segera dan sekaligus melunasi
hutangnya.
Pasal 8 : Kewajiban Ahli Waris

Dalam hal Pihak Pertama meninggal dunia, maka ahli warisnya yang sah
yang akan mendapatkan warisan dari tanah dan rumah yang diperjanjikan
dalam perjanjian ini berkewajiban untuk terlebih dahulu melunasi sisa
hutang Pihak Pertama kepada Pihak Kedua. 4
Pasal 9 : Jaminan Hutang

1) Pihak Pertama dengan ini menyerahkan sebagai jaminan hutang


berupa sertifikat hak milik tanah dan rumah milik Pihak Pertama
yang terletak di Jl. Banjar RT 20 No. 11 Balikpapan Tengah.

2) Terhadap Jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pihak


Kedua diberikan kuasa oleh Pihak Pertama untuk memakai,
menempati, dan mendirikan bangunan di atas bidang tanah tersebut,
dan Pihak Pertama menyatakan tidak akan menghalang-halangi
Pihak Kedua untuk menguasai tanah dan rumah tersebut apabila
Pihak Pertama tidak atau lalai melaksanakan kewajibannya yang
diatur dalam perjanjian ini.

Pasal 10 : Surat Kuasa

Surat-surat Kuasa yang diberikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua
sehubungan dengan perjanjian ini, merupakan bagian tidak terpisahkan dari
perjanjian ini dan tidak dapat ditarik kembali dan juga tidak akan berakhir
karena meninggal dunianya Pihak Pertama atau karena sebab apapun
juga.

Pasal 11 : Penyelesaian Perselisihan

1) Hal-hal yang tidak atau belum diatur dan atau karena ter- jadi
perbedaan penafsiran terhadap ketentuan-kententuan dalam
perjanjian ini yang menimbulkan perselisihan antara Pihak Pertama
dan Pihak Kedua, maka kedua belah pihak sepakat untuk
menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.

2) Apabila penyelesaian secara musyawarah dan mufakat tidak tercapai,


Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk menyelesaikan
secara hukum dan oleh karena itu Pihak Pertama dan Pihak Kedua
sepakat memilih domisili yang umum dan tetap di kantor Panitera
Pengadilan Negeri Balikpapan

Pasal 12 : Penutup 5

1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua menyatakan bahwa perjanjian ini


dibuat dan ditandatangani dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
dan tidak ada tekanan serta paksaan dari pihak mana pun juga.
2) Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) di atas kertas bermeterai
cukup untuk masing-masing pihak, yang keduanya mempunyai
kekuatan hukum yang sama.

Pihak Pertama Pihak Kedua


Budi Hermawan Indah Kusuma

6
b) Perjanjian Pinjaman Secara Individu

Pada hari ini, Selasa tanggal duapuluh delapan bulan november tahun dua ribu
tujuh belas (28-11-2016), telah ditandatangani perjanjian pinjam-meminjam
uang oleh dan antara:

Nama : Budi Hermawan


Umur : 38 Tahun
Alamat : Jl. Jendral Sudirman Perum. Indah Permai Blok D No. 104
Pekerjaan : Karyawan Swasta

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri selanjutnya dalam
perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

Nama : Indah Kusuma


Umur : 32 Tahun
Alamat : Jl. Ahmad Yani Perum. Balikpapan Kota Blok K No. 143
Devisi : Pengusaha

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam
perjanjian ini disebut Pihak Kedua.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua telebih dahulu menerangkan bahwa :


 Pihak Pertama akan meminjam dari Pihak Kedua sejumlah uang
sebesar Rp 100.0000.000 (seratus juta rupiah).
 Bahwa dengan uang pinjaman dari Pihak Kedua tersebut diatas, Pihak
Pertama telah membelidari pihak ketiga sebidang tanah yang terletak
di wilayah Balikpapan Utara, setempat dikenal dengan Kilo 15, berikut
dengan segala hak-hak dan kepeningan diatas dimana akan mendirikan
sebuah rumah.
 Bahwa mengenai pinjaman uang tersebut dan sekalian mengenai
pemberian jaminan atas sebidang tanah, kedua belah pihak bermaksud
hendak menetakannya dalam suat perjanjian.
 Maka berhubung dengan apa yang diuraikan diatas, para pihak
menerangkan bahwa yang sau dengan yang lain telah saling
bermufakat dan bersetuju untuk dan denga inimenetapkan perjanjian
dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut :

7
Pasal 1 : Jumlah Pinjaman

Pihak Pertama dengan ini telah meminjam dari Pihak Kedua uang
sejumlah Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) untuk dapat membeli dalam
keadaan kosong sebidang tanah tersebut di Kilo 15.

Pasal 2 : Penyerahan Uang


Pihak Kedua telah menyerahkan uang sebagai pinjaman sebesar Rp
100.000.000,00 (seratus juta rupiah) tersebut secara tunai dan sekaligus
kepada Pihak Pertama pada saat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani
dan Pihak Pertama menyatakan telah merimanya dengan perjanjian ini
sebagai bukti penerimaan (kuitansi) yang sah.

Pasal 3 : Bunga

1) Atas hutang sejumlah Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)


tersebut, Pihak Pertama dikenakan bunga setiap bulannya sebesar 1%
(satu persen) oleh Pihak Kedua.

2) Yang dikenakan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini


adalah sisa hutang yang belum dibayar oleh Pihak Pertama.

Pasal 4 : Sistem Pengembalian

Pihak Pertama wajib membayar kembali hutangnya tersebut kepada Pihak


Kedua dengan cara pembayaran angsuran sebesar Rp 5.000.000 (lima juta
rupiah) dibayarkan paling lambat tanggal sepuluh (10) di tiap-tiap bulannya.

Pasal 5 : Biaya Penagihan

1) Bilamana untuk pembayaran kembali atas segala sesuatu yang


berdasarkan perjanjian ini diperlukan tindakan-tindakan penagihan
oleh Pihak Kedua maka segala biaya-biaya penagihan itu baik di
hadapan maupun di luar pengadilan semuanya menjadi tanggungan 8
dan wajib dibayar oleh Pihak Pertama.

2) Apabila Pihak Pertama lalai dalam membayar biaya-biaya penagihan


yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, maka terhadap seluruh biaya-
biaya tersebut juga dikenakan bunga sebesar 0.5% (nol koma lima
persen) per hari sampai seluruh penagihan tersebut lunas terbayar.

Pasal 6 : Pengembalian

1) Apabila Pihak Pertama karena sebab apapun juga lalai atau ingkar dari
perjanjian ini sedangkan masih ada hutang yang belum lunas dibayar
oleh Pihak Pertama, maka selamba-lambatnya dalam waktu dua
bulan terhitung semenjak tanggal jatuh tempo, Pihak Pertama wajib
membayar lunas seluruh tunggakan yang belum dilunasi oleh Pihak
Pertama kepada Pihak Kedua.

2) Yang digolongkan sebagai kelalaian atau ingkar janji Pihak Pertama


sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, bilamana :

a. Pihak Pertama tidak atau lalai memenuhi salah satu


kewajibannya yang ditetapkan dalam perjanjian ini.

b. Terhadap Pihak Pertama diajukan permohonan kepada


instansi yang berwenang untuk diletakkan di bawah
pengampuan atau untuk dinyatakan pailit.

c. Bilamana harta kekayaan dari Pihak Pertama terutama


bangunan rumah tinggal berikut dengan bidang tanahnya
disita atau bilamana terhadap Pihak Pertama dilakukan
tindakan eksekusi untuk pembayaran kepada Pihak Kedua.

d. Bilamana Pihak Pertama meninggal dunia maka pembayaran


dilakukan oleh ahli waris.

Pasal 7 : Jaminan

Untuk menjamin pembayaran kembali yang tertib dan sebagaimana mestinya


atas segala sesuatu yang berdasarkan perjanjian ini masih terutang oleh
Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, berikut dengan ongkos-ongkos
lainnya serta biaya-biaya penagihan, maka akan dibuat sebuah perjanjian
tersendiri dimana Pihak Pertama akan menyerahkan sebagai jaminan
kepada Pihak Kedua sebuah bangunan rumah tinggal milik Pihak
Pertama terbuat dari dinding tembok lanti, ubin dan atap genteng terletak
di Jl. Seokarno No. 1 Balikpapan Selatan, sebidang tanah seluas kurang lebih
200 m2, Blok A jenis klaster tertanggal 20 Mei 2007 demikian berikut 9
dengan segala hak dan kepentingan yang sekarang atau di kemudian hari..
Pasal 8 : Kuasa

1) Pihak Pertama dengan ini memberikan kuasa kepada Pihak Kedua


untuk mengambil dan menguasai rumah dan tanah serta turutannya
sebagaimana disebut pada pasal 7 untuk menjual atau melakukan
lelang atau memiliki sendiri atas benda jaminan tersebut dalam
rangka melunasi hutang Pihak Pertama.

2) Kuasa yang diberikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua di


dalam atau berdasarkan perjanjian ini, merupakan bagian yang
terpenting dan tidak terpisahkan dari perjanjian ini, kuasa mana tidak
dapat ditarik kembali dan juga tidak akan berakhir karena meninggal
dunianya Pihak Pertama atau karena sebab apapun juga.

Pasal 9 : Force Majeure

1) Terhadap pembatalan akibat Force Majure, Pihak Pertama dan Pihak


Kedua sepakat untuk merundingkan kembali perjanjian ini.

2) Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu


keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang
dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian
ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan,
sabotase, pemberontakkan masyarakat, blokade, kebijaksanaan
pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau
keterlambatan yang disebabkan oleh keadaan di luar kemampuan
manusia

Pasal 10 : Penyelesaian Perselisihan

1) Apabila ada hal-hal yang tidak atau belum diatur dalam perjanjian
ini dan juga jika terjadi perbedaan penafsiran atas seluruh atau
sebagian dari perjanjian ini maka keduabelah pihak sepakat untuk
menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.

2) Jika penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat juga ternyata


tidak menyelesaikan perselisihan tersebut maka akan diselesaikan
secara hukum yang berlaku di Indonesia dan oleh karena itu kedua
belah pihak memilih tempat tinggal yang tetap dan seumumnya di
kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balikpapan

10
Pasal :11 : Lain-lain

Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan
diatur lebih lanjut dalam bentuk surat menyurat dan atau addendum
perjanjian yang ditanda tangani oleh para pihak yang merupakan satu
kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Pasal 12 : Penutup

Perjanjian pinjam-meminjam ini dibuat rangkap 2 (dua) di atas kertas


bermeterai cukup untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan
hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam
keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tanpa unsur paksaan dari pihak
manapun.

Pihak Pertama Pihak Kedua


Budi Hermawan Indah Kusuma
Saksi-Saksi :
Nabilla
Murniati
Maria

11