Anda di halaman 1dari 2

ANALISA JURNAL

No P I C O
1 Laporan Insiden Keselamatan Pasien Instrumen yang digunakan - Hasil penelitian Mulyana Berdasarkan distribusi
di Indonesia berdasarkan propinsi dalam pengumpulan data memunjukan bahwa dari 50 frekuensi identifikasi pasien
menemukan bahwa dari 145 insiden yang berupa kuesioner untuk responden mayoritas merasa puas secara benar responden,
dilaporkan 55 kasus (37,9%) terjadi di identifikasi pasien secara dengan budaya keselamatan hasil penelitian
wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan benar yang terdiri dari 5 pasien. Menurut Soejadi (1996) menunjukkan bahwa dari 93
jenisnya dari 145 insiden yang dilaporkan pertanyaan dengan 2 bahwa setiap perawat selalu responden didapati jumlah
didapatkan Kejadian Nyaris Cidera pilihan jawaban “ya” dan menyadari pentingnya identifikasi pasien secara
(KNC) sebanyak 69 kasus (47,6%), Kejadian “tidak”. Ya diberi skor = memberikan pelayanan benar sebanyak 60
Tidak Diharapkan (KTD) 1, tidak diberi skor = 0. keperawatan yang terbaik responden (64.5%), dan
sebanyak 67 kasus (46,2%), dan lain-lain Jadi terutama dalam mengidentifikasi jumlah identifikasi pasien
sebanyak 9 kasus (6,2%). Walaupun data variabel dinilai dengan 2 pasien secara benar selain secara tidak benar sebanyak
ini telah ada secara umum di Indonesia, kategori yaitu berfokus pada kondisi kesehatan, 33 responden (35.5%). Dari
kejadian atau catatan yang berhubungan “identifikasi dilakukan semua tindakan harus memiliki data di atas menunjukkan
dengan keselamatan pasien di rumah secara benar” jika dampak kepuasan bagi pasien. identifikasi pasien secara
sakit belum dikembangkan secara skor = 5 dan “identifikasi Kepuasan pasien adalah tingkatan benar lebih banyak dari
menyeluruh oleh semua rumah sakit dilakukan secara tidak kepuasan pelayanan dan persepsi identifikasi pasien secara
sehingga perhitungan kejadian yang benar jika skor . Untuk pasien atau keluarga terdekat. tidak benar. Pengetahuan
berhubungan dengan keselamatan pasien kepuasan pasien berupa Dengan demikian dapat dikatakan merupakan faktor penting
masih sangat terbatas (Lumenta, 2008). kuesioner yang bahwa kepuasan pasien dalam seseorang mengambil
terdiri dari 10 pertanyaan mempunyai hubungan erat keputusan namun tidak
dengan 5 dengan benar atau tidaknya selamanya pengetahuan
pilihan jawaban, yaitu perawat dalam mengindentifikasi seseorang bisa
sangat setuju pasien. Hal ini menunjukkan menghindarkan dirinya dari
diberi skor = 5, setuju bahwa sangat penting perawat kejadian yang tidak
diberi skor = 4, memperhatikan pelayanan diinginkannya, misalnya
biasa diberi skor = 3, tidak keperawatan kepada pasien perawat yang tingkat
setuju diberi terutama dalam menerapkan pengetahuannya baik tidak
skor = 2, dan sangat tidak patient selamanya melaksanakan
setuju diberi safety, karena berdasarkan keselamatan pasien dengan
skor = 1. penelitian di atas menunjukkan baik karena segala tindakan
bahwa pelayanan keperawatan yang akan dilakukan
kepada pasien terutama beresiko untuk terjadi
mengidentifikasi pasien secara kesalahan dalam hal ini
benar memiliki hubungan dengan idenifikasi pasien sangat
kepuasan pasien. penting untuk membedakan
pasien yang satu dengan
yang lain