Anda di halaman 1dari 3

KB 1

1. Di abad 21 ini, Semua kegiatan manusia tidak luput Dari ICT. Informasi dan komunikasi dapat
lebih cepat dikarenakan majunya ICT. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun sebagian besar
sudah melek IT. Pendidikan yang merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa, harus dapat
memanfaatkan ICT untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru sebagai tenaga pengajar
professional berkewajiban memberikan ilmu pengetahuan Dan pengalaman yang sesuai dengan
perkembangan zaman. Oleh karena itu guru harus menjadi fasilitator yang dapat mendesain
pembelajan yang efektif dengan mengkolaborasikan pengetahuan dan teknologi. Beberapa
caranya adalah:
- Melaksanakan proses pembelajaran yang berbasis ICT, seperti presentasi dengan
menggunakan komputer/laptop yang diproyeksikan dengan infokus, siswa menari referensi
materi tambahan dari internet, mengamati dan mengumpulkan masalah sosial dari berita
yang di TV, radio, maupun internet.
- Menggunakan strategi/metode pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa berfikir
kritis.contohnnya penggunaan metode problem based learning dimana siswa disuguhkan
suatu masalah sosial, kemudian mereka bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah,
mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari berbagai referensi supaya dapat
memecahkan masalah tersebut sekreatif mungkin.
2. Dalam abad 21 ini, guru harus memiliki karakterstik sebagai berikut.
A. Guru perlu mentransformasikan diri sebagai fasilitator, motivator, dan inspirator dalam
memanfaatkan ICT untuk mendesain pembelajaran yang kreatif supaya siswa aktif Dan
berfikir kritis.
B. Meningkakan minat baca untuk menambah pengetahuan yang dapat menjadi Sumber
diskusi dengan siswa.
C. Gemar menulis. Di abad 21 inin, guru dituntut dapat menuangkan gagasan inovatifnya
dalam bentuk karya berupa tulisan seperti: karya tulis, karya ilmiah, PTK, dll., sebagai
upaya peningkatan kredibilitas dan kualitas guru.
D. Mempunyai jiwa kreatif dan inovatif dalam mengembangkan metode pembelajaran
yang lebih student centered.
E. Transformasi kultural, dimana guru harus bisa mengubah sikap, nilai, kebiasaan
kebudayaan yang awalnya teacher centered menjadi student centered, atau minimal
menyesuaikannya dengan sikap, nilai, kebiasan yanglebih baik.

Dengan fasilitas ICT yang mumpuni, keterampilan siswa menggunakan teknologi dapat
dijadikan sarana supaya siswa yang kreatif , mau berinovasi, dan berfikir kritis dalam
membangun kognitif, afektif, dan psikomotoriknya.
KB 2

Personal Response System (PRS) adalah seperangkat alat wireless yang berbentuk seperti
remote TV yang dapat digunakan untuk mengetahui feedback/respon siswa terhadap suatu
kegiatan dalam pembelajaran. Feedback disini dapat berupa penilaian kognitif (soal/tes sumatif)
atau penilaian afektif (kuosioner/angket) terhadap proses pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
Contoh konkritnya adalah
a. untuk penilaian kognitif, PRS dapat digunakan sebagai alat “mencongak digital”, yaitu guru
menampilkan soal/masalah di depan kelas kemudian siswa menjawab dengan memencet
tombol yang ada di PRS. Nanti hasil dan data jawaban siswa terpampang di depan berupa
diagram.
b. Untuk penilian sikap, PRS dapat digunakan untuk respon siswa terhadap kegiatan yang telah
dilaksanakan (Kuesioner berbasis digital)

Mobile assessment tools (MAT) adalah alat perekam data assessment yang dapat dioperasikan
di perangkat seluler siswa dan hasilnya ditransfer ke komputer sebagai output / laporan MAT.
Nanti guru tinggal melihat hasil akhirnya. MAT yang sudah banyak digunakan di Indonesia salah
satunya adalah siswa mengerjakan soal/tes least “google form”. Caranya: siswa mengakses soal
dengan mengklik link google form yang telah ditentukan dan ikuti prosedur pengerjaan soal
sampai selesai. Selesah selesai, data siswa diolah oleh spreadsheet Dan nanti hasilnya langsung
dapat dilihat di komputer guru. Dengan menggunakan google form ini, kita dapat menampilkan
langsung nilai perolehan siswa (dengan catatan semual soal berbentuk Pilihan Ganda), ataupun
tidal menampilkan nilai perolehan siswa. Setelah selesai,.
KB 3

3 instruksional yang saya pilih DaLAM pembelajaran adalah

1. Pembelajaran kooperatif dimana strategi lebih menekankan siswa membangun


pengetahuan,nilai,Dan sikap dar hasil kerja sama antar siswa, sehingga selain prestasi belajar,
dampak yang diharapkan tertanam di diri siswa adalah relasi positif siswa dengan teman,
penerimaan terhadap yang lain, Dan lebih menghargai pendapat orang lain. Kognitif
terbangun, afektif tertanam.
2. Problem based learning. penggunaan problem based learning dimulai dengan memberikan
permasalahan nyata yang ada sekitar siswa, mengumpulkan nformasi sebanyak-banyak dan
memecahkan maslah sekretaif mungkin. Sehingga dengan strategi ini siswa belajar belajar
berfikir kritis dan memiliki keterampilan memecahkan masalah.
3. Strategi permainan dapat digunakan supaya siswa bisa dengan nyaman dan mudah menerima
pelajaran serta tidak terbebani dengan hal-hal yang membuatnya tidak menyukai mata
pelajaran tertentu.