Anda di halaman 1dari 4

CUSHING DISEASE

Penyakit Cushing adalah kondisi yang serius dari kelebihan hormon steroid kortisol di tingkat
darah yang disebabkan oleh tumor pituitari yang mensekresikan hormon adrenokortikotropik
(ACTH). ACTH adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari normal. ACTH
menstimulasi kelenjar adrenal (terletak di atas ginjal) untuk menghasilkan kortisol, yang
biasa disebut hormon stres.

EPIDEMIOLOGI

Penyakit Cushing ini jarang terjadi, biasanya mempengaruhi 10-15 orang per juta setiap
tahun, umumnya pada orang dewasa berusia antara 20-50 tahun. Wanita memiliki lebih dari
70 persen kasus.

Sebagian besar pasien dengan penyakit Cushing memiliki tumor kecil (microenioma
pituitary). Namun, sulit untuk mendiagnosis penyakit Cushing, dan diagnosisnya sering
tertunda. Seorang ahli endokrin harus selalu mengawasi evaluasi penyakit Cushing.

FISIOLOGI

Kortisol mempengaruhi tubuh dengan berbagai cara, termasuk:

 Mempertahankan tekanan darah normal. Produksi kortisol yang tidak adekuat


biasanya berhubungan dengan tekanan darah rendah.
 Respon terhadap situasi stres. Kortisol adalah salah satu hormon "fight or flight".
. Peningkatan tingkat kortisol dalam darah sangat penting.
. Pelepasan kortisol yang tidak adekuat bisa berakibat fatal.
 Kelenjar adrenal menghasilkan kortisol dalam jumlah yang bervariasi sepanjang hari:
. Tingkat kortisol darah dan saliva sangat rendah pada tengah malam.
. Kadar kortisol darah biasanya paling tinggi di pagi hari.

Penyakit Cushing tidak sama dengan sindrom Cushing. Sindrom Cushing mengacu pada
keadaan umum yang ditandai dengan kadar kortisol yang berlebihan dalam darah.
Peningkatan kadar kortisol dapat terjadi karena selain tumor pituitari, termasuk:

 Tumor kelenjar adrenal yang menghasilkan kortisol


 Beberapa jenis kanker di dalam tubuh yang dapat membuat ACTH merangsang
kelenjar adrenal normal untuk membuat kortisol berlebihan. Proses ini disebut
produksi ektopik ACTH.

Sindrom Cushing jauh lebih umum daripada penyakit Cushing. Penyebab paling umum
peningkatan kadar kortisol adalah mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung kortisol,
seperti: hidrokortison, prednison, salep kulit, inhaler asma dan suntikan steroid.

Umumnya penyebab peningkatan kadar kortisol:

 Tumor adrenal
 "Pseudo-Cushing's," kadar kortisol yang meningkat secara kronis karena: depresi,
penyalahgunaan alkohol, anoreksia nervosa atau tingkat estrogen yang tinggi.

Penyakit Cushing digunakan untuk menggambarkan kondisi kortisol berlebihan yang timbul
dari tumor pituitari yang mengeluarkan hormon ACTH.

TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala penyakit Cushing dan sindrom Cushing adalah sama, karena keduanya
terkait dengan kelebihan kortisol. Tanda dan gejalanya meliputi:

 Perubahan fisik tubuh


o Wajah tampak bulat ("moon face")
o Penumpukan lemak diantara leher dan bahu ("buffalo hump")

o Mudah memar pada kulit


o Stretch mark di perut (striae abdomen)
o Berat badan berlebih, biasanya paling banyak ditandai di daerah perut,
sementara kaki dan lengan tetap kurus (“obesitas sentral”)
o Pipi merah ("plethora")
o Kelebihan pertumbuhan rambut pada wajah, leher, dada, perut dan paha
(“hirsutisme”)
 Badan terasa lemah dan sering kelelahan
 Gangguan menstruasi
 Penurunan gairah seksual
 Tekanan darah tinggi
 Diabetes melitus
 Gangguan mood dan perilaku

DIAGNOSIS

Tahap awal penyakit Cushing mungkin sulit dikenali, terutama karena perubahan tubuh
berkembang perlahan. Diagnosisnya mungkin sulit dilakukan karena kadang-kadang terjadi
kenaikan dan penurunan hormon yang disebut "siklik" atau "periodik" penyakit Cushing.
Pada wanita hamil, kehamilan bisa memperburuk gejala penyakit Cushing.

Pada penyakit Cushing, biasanya tumor berukuran sangat kecil (mikroadenoma) ditemukan.

Langkah pertama pemeriksaan laboratorium ditujukan untuk menguji apakah diagnosis sindrom
Cushing sudah benar. Ada 3 macam pemeriksaan yang dapat digunakan.
1. Pemeriksaan kadar kortisol plasma
2. Pemeriksaan kadar kortisol bebas atau 17-hidroksikortikosteroid dalam urin 24 jam
3. Tes supresi adrenal (tes supresi deksametason dosis tunggal)

Langkah kedua dalam pemeriksaan ini adalah menelusuri kemungkinan penyebabnya.


Banyak macam pemeriksaan yang dapat digunakan, dan di bawah ini merupakan salah satu
rangkaian pemeriksaan yang bisa dipakai:
1. Pemeriksaan supresi deksametason dosis tinggi
2. Pemeriksaan kadar ACTH plasma
PENGOBATAN

Tujuan tata laksana penyakit Cushing adalah mengendalikan hipersekresi hormon


adrenokortikotropik (ACTH) yang bisa ditempuh dengan tindakan bedah, radiasi, dan obat-
obatan.
Pengobatan meliputi:

 Bedah
Tindakan bedah yang dinilai cukup berhasil sekarang ini adalah bedah mikro
transfenoid (transphenoidal microsurgery).
 Radiasi
Ada beberapa cara radiasi yang bisa digunakan seperti radiasi konvensional, gamma
knife radiosurgery, dan implantasi radioaktif dalam sela tursika. Kerugian pemakaian
radiasi ini adalah kerusakan sel-sel yang mensekresi hormon pertumbuhan.
 Obat-obatan
Obat yang digunakan untuk mengendalikan sekresi ACTH misalnya siproheptadin.
Obat ini bisa dipakai sebelum tindakan bedah atau bersama-sama dengan radiasi. Obat
yang digunakan untuk menghambat sekresi glukokortikoid adrenal adalah
ketokonazol, metirapon, dan aminoglutetimid.
Sumber:

http://pituitary.ucla.edu/cushings-disease

http://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/04/EN07_Sindrom-Cushing