Anda di halaman 1dari 59

Asuhan Keperawatan pada An.

A dengan Prioritas
Masalah Termoregulasi pada Kasus Kejang Demam
di Lingkungan Wilayah Kerja Puskesmas Puring
Kencana Kecamatan Puring Kecana
Kabupaten Kapuas Hulu
Oleh

Melisa Butarbutar

142500027

Program Studi DIII Keperawatan


Fakultas Keperawatan Universitas
Sumatera Utara
2017
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………..……….….ii
Daftar Isi…………………………………………………………….….iv
Bab I Pendahuluan
A. LatarBelakang……………...………………………………..…1
B. Tujuan……………………………………………...…..…..…..2

C. Manfaat…………………………………………………..….....3

Bab II PengelolaanKasus

A. KonsepDasarAsuhanKeperawatandengn

MasalahKebutuhanDasarTermoregulasi

1. Pengkajian………………………………..…………………....8

2. Analisa Data…………………………..……………………....9

3. RumusanMasalah...………………..………………………....10

4. Perencanaan………………………..…….…………………...10

B. AsuhanKeperawatanKasus

1. Pengkajian…………………...…...…………………………..13

2. Analisa Data……………………...…….………………….…21

3. RumusanMasalah……………...………………………….…22

4. Perencanaan…………………...………………….………….22

5. ImplementasidanEvaluasi…………………...……..………..24

6. Bab III Kesimpulandan Saran

A. Kesimpulan……………………...…………………………...29
B. Saran…………`………………………………...………..…..30

DaftarPustaka…….…………………..…………………...……...….31
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang di butuhkan oleh


manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun
psikologis,yang tentunya bertujuan umtuk mempertahankan kehidupan dan
kesehatan.
Hierarki kebutuhan manusia mengatur kebutuhan dasar dalam lima
tingkatan prioritas.Tingkatan yang pertama yaitu kebutuhan fisiologis,seperti
udara,air,dan makanan.Tingkatan yang ke dua yaitu kebutuhan keselamatan dan
keamanan.Tingkat yang ketiga yaitu kebutuhan cinta dan rasa memiliki.Tingkat
yang ke empat meliputi kebutuhan rasa berharga dan harga diri.Tingkat yang
terahir adalah kebutuhan aktualitas diri.(Potter & Perry,2006)
Kebutuhan fisiologis memiliki prioritas tertinggidalamHierarkMaslow. Kebutuhan
fisiologis merupakan hal yang mutlak dipenuhi manusia untuk bertahan hidup.
Manusia memiliki delapan macam kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan
kesehatan temperatur tubuh (Mubarak, 2008: 1).
Salah satu efek dari terganggunya termoregulasi adalahdemam atau
hipertermi.Demam merupakan pengeluaran panas yang tidak mampu untuk
mempertahankan pengeluaran kelebihan produksi panas yang mengakibatkan
peningkatan suhu tubuh abnormal.
Demam yang berhubungan dengan infeksi kurang lebih hanya 29-52%, sedangkan

11-20% dengan keganasan, 4%dengan penyakit metabolik, 11-12% dengan


penyakit lain (Avin,2007).
Di Indonesia ada sekitar dua pertiga anak yang mendapatkan bantuan
penyediaan perawatan kesehatan atas alasankondisi febris akut dalam dua tahun
pertama kehidupannya. Sebagian besar kondisi febris yang terjadi pada bayi serta
anak disebabkan oleh virus, dan anak sembuh tanpa terapi spesifik (Rudolph,
2006: 584)rincian diagnosis yang ditemukan pada anak dengan suhu tubuh
tinggimeliputi febris typoid (23,1%), observasi febris (30%), GE (17%), DHF
(20%), diare sedang (6,6%) dan kejang demam serta asma (3,3%).
Normalnya suhu tubuh berkisar 36º-37ºC, suhu tubuh dapat diartikan sebagai
keseimbangan antara panas yang diproduksi dengan panas yang hilang dari tubuh.
Kulit merupakan organ tubuh yang bertanggung jawab untuk memelihara suhu
tubuh agar tetap normal dengan mekanisme tertentu. Produksi panas dapat
meningkat atau menurun dapat dipengaruhi oleh berbagai sebab, misalnya
penyakitatau setres. Suhu tubuh yang terlalu ekstrim baik panas maupun dingin
dapat memicu kematian (Hidayat, 2008: 155)
Demam dapat diderita oleh siapasaja, dari bayi hingga orang berusia
paling lanjut sekalipun.Demam sesungguhnya merupakan reaksi alamiah dari
tubuh manusia dalam usaha melakukan perlawanan terhadap beragam penyakit
yang masuk atau berada di dalam tubuh (Widjaja, 2001: 1).
Panas atau demam kondisi dimana otak mematok suhu diatas setting normal yaitu
diatas 38ºC. Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu lebih
dari 38.5ºC. Akibat tuntutan peningkatan tersebut tubuh akan memproduksi panas
(Purwanti, 2008: 81).
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas maka penulis mengangkat
masalah gangguan termoregulasi pada kasus Kejang Demam di Jalan Karya Bakti
Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Agar dapat melakukan asuhan keperawatan pada An.A dengan prioritas


masalah gangguan termoregulasi
2. Tujuan Khusus

a. Melakukan pengkajian pada pasien dengan pemenuhan kebutuhan


keamanan; termoregulasi pada An. A
b. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasiendengan pemenuhan
kebutuhan keamanan; termoregulasi pada An. A
c. Menyusun rencana asuhan keperawatan pada pasiendengan
pemenuhan kebutuhan keamanan; termoregulasi pada An. A
d. Melakukan implementasi pada pasien denganpemenuhan kebutuhan
keamanan; termoregulasi pada An. A
e. Melakukan evaluasi pada pasien dengan pemenuhan kebutuhan
keamanan; termoregulasi pada An. A
f. Menganalisa kondisi kebutuhan keamanan yang terjadipada pasien
dengan pemenuhan kebutuhan keamanan; termoregulasipada An. A.

C. Manfaat Penulisan

1.Manfaat Bagi Penulis

Mendapatkan pengalaman dan dapat menerapkan Asuhan

Keperawatan yang tepat pada pasien febris atau demam.

2.Manfaat Bagi Institusi

Dapat dijadikan sebagai acuan ataupun referensi dalam


pembelajaran dikampus.
3.Manfaat Bagi Pelayanan Kesehatan

Semoga dapat menambah ilmu dan dapat diterapkan oleh


pelayanankesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien
febrisataudemam.
BAB II PENGELOLAAN
KASUS

A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar


Kebutuhan dasar manusia merupakan hal yang paling penting dalam
mempertahankan kehidupan dan kesehatan.Hierarki kebutuhan manusia mengatur
kebutuhan dasar dalam lima tingkatan prioritas.Salah satunya yaitu kebutuhan
fisiologis yang harus di pertahankan oleh individu adalah kebutuhan
termoregulasi.Tubuh manusia dapat berfungsi secara normal hanya dalan rentang

temperatur yang terbatas atau sempit yaitu 370C (98,60F).Temperatur tubuh yang
melebihi batas normal dapat menimbulkan kerusakan dan efek yang
permanenseperti kerusakan otak atau bahkan kematian.Secara sementara tubuh
dapat mengatur temperatur melalui mekanisme tertentu.

Demam adalah kenaikan suhu tubuh di atas normlal.Kenaikan suhu tubuh


merupakan bagian dari reaksi biologis kompleks,yang di atur dan di control oleh
susunan safaf pusat.Demam sendiri merupakan gambaran karakteristik dari
kenaikan suhu tubuh eleh karena berbagai penakit infeksi dan non infeksi.Selama
episode febris,produksi sel darah putih distimulasi,suhu yang meningkat
menurunkan konsentrasi zat besi dalam plasma darah,menekan pertumbuhan
bakteri.Demam juga bertarung dengan infeksi karena virus menstimulasi
interferon,substansi ini yang bersifat mealawan virus.Demam juga berfungsi
sebagai tujuan diagnostic.Selama demam,metabolisme meningkat dan konsumsi
oksigen bertambah.Metabolisme tubuh meningkat 7% untuk setiap derajat
kenaikan suhu.Frekuensi jantung dan pernafasan meningkat untuk memenuhi
kebutuhan metabolic tubuh terhadap nutrient.Metabolisme yang meningkat
menggunakan energiyang memproduksi panas tambahan.

Menurut tamsuri(2007),suhu tubuh di bagi: a.Hipotermi,bila

suhu tubuh kurang dari 360C b.Normal,bila suhu

tubuh berkisar antara 360C-37,50C


c.Febris/pireksia, bila suhu tubuh antara 37,50C-400C
d.Hipertermi,bila suhu tubuh lebih dari 400C

Konsep dasar kejang demam

Kejang demam adalah suatu kondisi saat tubuh anak tidak dapat menahan
serangan demam pada suhu tertentu (Hardiono,2004).

Kejang demam dapat di simpulkan yaitu bangkitan kejang yang terjadi

pada kenaikan suhu lebih dari 38oC yang di sebabkan oleh proses ekstrakranium
atau akibat dari pembesaran listrik yang tidak terkontrol dari sel saraf korteks
serebral.

I.Pola Demam

Demam merupakan mekanisme pertahanan yang penting.peningkatan

ringan suhu sampai 390C meningkatkan system imun tubuh.Selama episode


febris, produksi sel darah putih di stimulasi.suhu yang meningkat menurunkan
konsentrasi zat besi dalam plasma darah,menekan pertumbuhan bakteri.Demam
juga bertarung dengan infeksi karena virus menstimulasi interferon,substansi ini
yang bersifat melawan virus.Demam juga berfungsi sebagai tujuan
diagnostic.Pola demam berbeda bergantung pada pirogen.Peningkatan dan
penurunan jumlah berakhir puncak demam dan turun dalam waktu yang
bebeda.Durasi dan derajat demam bergantung pada kekuatan pirogen dan
kemampuan indivudu untk berespon.

Pola demam antara lain:

1.Terus menerus

Tingginya menetap lebih dari 24 jam bervarisai 10C sampai 20C.


2.Intermiten

Demam memuncak secara berseling dengan suhu normal.Suhu kembali


normal paling sedikit sekali dalam 24 jam.
3. Remiten

Demam memuncak dan turun tanpa kembali ke tingkat suhu normal.


4. Relaps

Periode episode demam di selingi dengan tingkat suhu normal.Episode


demam dan normotermia dapat memanjang lebih dari 24 jam

II.Tipe dan Jenis Demam

Menurut Nelwan (2007) ada bebrapa tipe demam yang mungkin di jumpai
atara lain:
1. Demam septik

Pada tipe demem septik, suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi
sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat di atas normal pada pagi
hari.Sering di sertai keluhan menggigil dan keringat.Bila demam yang tinggi
teebut turun ke tingkat yang normal di namakan juga demam hektik.
2. Demam remiten

Pada tipe demam remiten,suhu badan dapat turun setiap hari tapi tidkak
pernah mencapai suhu badan normal.Perbedaan suhu yang mungkin tercatat
dapat mencapai dua derajat dan tidak sebesar perbedaan suhu yang di catat
pada demam septik.
3.Demam intermiten

Pada tipe demam intermiten,suhu badan turun ke tingkat yang normal


selama beberapa jam dalam satu hari.Bila demam seperti ini tejadi setiap dua
hari sekali disebut tersiana dan bila terjadi dua hari bebas demam di antara
dua serangan demam di sebut kuartana.
4. Demam kontinyu

Pada tipe demam kontinyu variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih
dari satu derajat.Pada tingkat demam yang terus menerus tinggi sekali disebut
hiperpireksia.
5. Demam siklik
Pada tipe demam siklik terjadi kenaikan suhu badan selama beberapa hari
yang di ikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian
di ikuti oleh kenaikan suhu seperti semula.
Menurut samuelson (2007),jenis demam terdiri dari:
1. Demam fisiologi

Demam ini cenderung normal dan sebagai penyesuaian terhadap fisiologis


tubuh,misalnya pada orag yang mengenai dehidrasi dan tingginya aktivitas
tubuh(olahraga)
2. Demam patologis

Demam ini tidak lagi dilakukan sebagai demam yang normal.Demam


patologis terbagi lagi menjadi dua sebagai berikut:
1. Demam infeksi yang suhunys bias mencapai lebih dari

380C.Penyebabnya beragam,yakni infeksi virus (flu,cacar,campak,SARS,flu


burung,dll),jamur dan bakteri(tifus,radang tenggorokan,dll).
2. Demam non infeksi,seprti kanker,tumor,atau adanya penyakit autoimun
seseorang(rematik,lupus,dan lain-lain.

III.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suhu Tubuh

Perubahan pada suhu tubuh dalam tentang normal terjadi ketika hubungan
antara produksi panas dan kehilangan panas di ganggu oleh variable fisiologis
ataau perilaku.
1. usia

Pada saat lahir,bayi mekanisme control suhu masih imatur.Menurut


Whaley and Wong (2005),suhu tubuh bayi dapat berespon secara drastic
terhadap perubahan suhu lingkungan.Oleh karena itu pakaian yang di
gunakan juga harus cukup dan paparan terhadap suhu lingkungan yang
ekstrim perlu di hindari.Bayi yang baru lhir pengeluaran lebih dari 30%
suhu tubuhnya melalui kepala dan oleh sebab itu bayi perlu
menggunakan penutup kepala untuk mencegah pengeluaran panas.
2. Irama sirkadian
Suhu tubuh berubah secara normal 0,50C sampai 10C selama
periode 24 jam.Bagai mana pun,suhu merupakan Irma paling stabil pada
manusian.Suhu tubuh biasanya paling rendah antara pukul 01.00 dan 04.00
dini hari.Sepanjang hari suhu tubuh akan naik sampai sekitar pukul 18.00
dan kemudin turun seperti pada dini hari,
3. Stres

Sres fisik dan emosi meningkatkan suhu tubuh melalui

stimulasi hormonal dan persarafan.Perubahan fisiologis tersebut


meningkatkan panas.Klien yang cemas saat masuk rumah sakit atau
tempat praktik dokter suhu tubuhnya akan lebuh tinggi dari normal.
4. Lingkungan

Lingkungan juga dapat mempengaruhi suhu tubuh.jika suhu


di kaji dalam ruang yang sangat hangat,klien mungkin tidak mampu
meregulasi suhu tubuh melalui mekanisme-mekanisme pengeluaran
panas dan suhu tubuh akan naik.

A.Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar

1.Pengkajian

Pengkajian merupakan tahap awal proses keperawatan dan merupakan


suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dar berbagai sumber data
untuk mengevaluasi dan mengidentivikasi status kesehatan klien.Tahap pngkajian
merupakan pemikiran dasara dalam pemberian asuhan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan individu.Pengkajian yang lengkap ,akurat,sesuai kenyataan,kebenaran
data sangat penting untuk merumuskan suatu diagnose keperawatan dan dalam
pemberian asuhan keperawatan sesuai dengan respon individu.(Muttaqin 2008)
Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentng klien yang di
lakukan secara sistematis untuk menentukan masalah-masalah,serta kebutuhan-
kebutuhan perawatan dan kesehatan klien.Pengumpilan informasi merupakan
tahap awal dalam proses keperawatan. Dari informasi yang terkumpul, didapatkan
data dasar tentang masalah masalah yang di hadapi klien.Selanjutnya data dasar
tersebut di gunakan untuk menentukan diagnosis keperawatan,merencanakan
asuhan keperawatan,serta tindakan untuk mengatasi masalah-masalah klien.
Adapun pengkajian pada kebutuhan dasar termoregulasi meliputi:
a. Riwayat keperawatan sekarang meliputi alasan klien yang menyebabkan
terjadinya
keluhan/gangguan dalam termoregulasi,seperti adanya lemas dan mual
muntah.
b. Pengkajian penyakit yang pernah diderita,berhubungan dengan
pemenuhan kebutuhan termoregulasi.

2.Analisa Data

Data dasar adalah kumpulan data yang berisikan mengenai status


kesehatan klien,kemampuan klien untuk mengelola kesehatan terhadap dirinya
sendiri,dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnnya.Data fokus
adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan
dan masalah dan masalah kesehatannya serta hal-hal yang mencakup tindakan
yang di laksanakan terhadap klien.Pengumpulan data adalah pengumpulan
informasi tentang klien yang di lakukan secara sistematis untuk mentukan
masalah-masalah,serta-serta kebutuhan keperwatan dan kesehatan
klien.Pengumpulan data adalah pengumpulan informs tentang klien yang
dilakukan secara sistematis untuk menentukan masalah-masalah,serta kebutuhan-
kebutuhan keperawatan serta kesehatan klien.
Tujuan pengumpulan data:

1.Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien

2.Untuk menentukan masalah keperawatan dan keehatan klien

3.Untuk menilai keadaan kesehatan klien

4.Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langkah-


langkah.
1.Data subjektif

Data yang di dapatkan dari klien sebagai suatu pendapat terhadap suatu
situasi dan kejadian.Informasi tersebut tidak bisa di tentukan oleh
perawat,mencakup persepsi,perasaan,ide klien tentang status
kesehatannya.Misalnya tentang nyeri,perasaan
lemah,ketakutan,kecemasan,frustasi,mual,dan perasaan malu.(Potter &
Perry,2005).
2.Data objektif

Data yang dapat di observasi dan di ukur,dapat di peroleh menggunakan


panca indra (lihat,dengar,cium,dan raba) selama pemeriksaan fisik. Misalnya
frekuensi fisik,pernafasan,tekanan darah,edema,berat badan,tingkat
kesadaran.(Potter & Perry,2005).

3.Rumusan Masalah

Sebelum merumuskan diagnosa keperawatan,perawat mengidentifikasi


masalah keperawatan kesehatan umum klien.namun,sebelum memberikan
perawatan masalah harus di tetapkan secara lebih spesifik.Untuk mengidentifikasi
kebutuhan klien,perawat harus lebih dulu menentukan apa masalah tersebut
potensial atau actual(Potter & Perry,2005).
Adapun masalah yang sering muncul pada gangguan termoregulasi ialah:

1. Hipertermi berhubungan dengan paparan lingkungan yang panasdi


tandai dengan demam.
2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh.

4.Perencanaan

Rencana asuhan keperawatan merupakan mata rantai antara penetapan


kebutuhan klien dan pelaksana keperawatan. Dengan demikian rencana asuhan
keperawatan adalah petunjuk tertulis yang menggambarkan secara tepat
mengenai rencana tindakan yang di lakukan terhadap klien sesuai dengan
kebutuhannya berdasarkan diagnose keperawatan.
Rencana asuhan keperawatan di susun dengan melibatkan klien secara
obtimal agar dalam proses pencapaian tujuan keperawatan dalam memenuhi
kebutuhan klien
a. Hipertermi

Defenisi : Suatu kondisi dimana suhu tubuh meningkat melebihi set poin yang
biasanya di sebabkan kondisi tubuh eksternal yang menimbulkan panas
berlebihan jika di bandingkn kemampuan tubuh untuk menghilangkan panas
seperti pada heat stroke,toksisitas aspirin,kejang atau hipertiroid.
NO.DX Perencanaan keperawatan

1. Tujuan :

Setelah di lakukan asuhan keperawatan di harapkan suhu tubuh dalam


rentang normal dan stabil
Kriteria hasil :

1.peningkatan
Rencana suhu kulit
tindakan Rasional
1.Observasi tanda-tanda vital 1.Taanda-tanda vital merupakan acuan
2.suhu kulit dalam rentang normal
untuk mengetahui keadaan umum
pasien
2.Agarkeluarga mengetahui
peningkatansuhu tubuh yang terjadi
2.Berikan penjelasan kepada dan untuk mengurangi kecemasan.
keluarga pasien pada
peningkatan suhu tubuh
yang terjadi

3.Untuk menjaga agar pasien merasa


3.Anjurkan kepada keluarga nyaman,dan pakaian tipis yang di
Pasien memberikan kenakan untuk membantu
pakaian tipis dan menyerap penguapan tubuh.
keringat 4.Peningkatan suhu tubuh
4.Anjurkan kepada keluarga mengakibatkan penguapan tubuh
asien memberikan air meningkatsehingga perlu di imbangi
minum kurang lebih dengan asupan cairan yangbanyak
700milliliter untuk mencegah terjadinya
dehidrasi.
5.Kompres hangat membantu untuk
menurunkan suhu tubuh.

5.Berikan kompres hangat


pada dahi,ketiak
Universitas Sumatera Utara
b. Gangguan pola tidur berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh.
Defenisi: Merupakan suatu kondisi istirahat alami yang dialami manusia

No.Dx Perencanaan keperawatan


2. Tujuan:

Setelah pasien dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam


klien menunjukkan temperature dalam batas normal.
Kriteria hasil:

1. Melaporkan istirahat tidur malam yang optimal


Rencana tindakan Rasional
2. Tidak
1.Monitor menunjukkan
suhu tubuh pasienperilaku gelisah suhu tubuh pasien
1.Mengetahui

2.Monitor
3. SuhuTTV 0C)
tubuh normal (37,52.Mengetahui tanda tanda vitalsign

3.Sarankan untuk 3.untuk memenuhi istirahat dan tidur


meningkatkan istirahat pasien
4.kolaborasi pemberian obat 4.Pemberian obat menurunkan panas

(Paracetamol)`

Universitas Sumatera Utara


B.Asuhan Keperawatan Kasus

1.Pengkajian Keperawatan

I.BIODATA\IDENTITAS PASIEN

Nama : Anak A

Tempat tanggal lahir :Medan/02 Oktober 2016

Jenis kelamin :Laki-laki Nama


ayah/Nama ibu :Tn.S/ Ny.H Pekerjaan
ayah :Wiraswasta Pekerjaan ibu
:Ibu rumah tangga Agama
:Islam
Suku :Jawa

Pendidikan :Belum sekolah

Alamat :JL.Karya Bakti 1 Gg Amal Kelurahan Sari Rejo

Kecamatan Medan Polonia

Tanggal pengkajian :10 Juni 2017

II.KELUHAN UTAMA

Universitas Sumatera Utara


Keluhan utama yang dirasakan An. A adalah panas tinggi sejak hari Jumat
tanggal 9 juni 2017. Keluarga mengatakan pada hari Kamis siang An. A tubuhnya
panas.

III.RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG


A. Provokative/palliative
1. Apa penyebabnya

Keluarga juga menceritakan bahwa saatkecil ayah danibupasienmemiliki


riwayat kejang namun kejang biasa.
2. Hal yang memperbaiki keadaan

Kompres buli-buli air hangat yang di berikan pada pasien yaitu di dahi
ataupun ketiak

Universitas Sumatera Utara


B.Quantity/quality

1. Bagaimana dirasakan

Anak selalu menangis dan selalu gelisah`

2.Bagaimana dilihat

Anak terlihat rewel,mata sendu,malas beraktivitas

3. Suhu tubuh

Suhu tubuh pasien 39 oC

C.Region

1. Dimana lokasinya

Seluruh tubuh.

2.Apakah menyebar

Keluarga pasien mengatakan tidak menyebar

D.severity

Akibat penyakit nya pasien tampak lemas dan sering meringis

E.Time

Universitas Sumatera Utara


Demam di hari kamis siang dan panas tinggi sejak hari jumat yang di
sertai kejang dengan durasi 30 detik

IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU


A. Penyakit yang pernah di alami
Keluarga pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit sebelumnya

B. Pengobatan/ tindakan yang di lakukan

Pasien di berikan paracetamol sirup oleh orang tua yang dibeli dari apotik

C. Alergi

Keluarga klien mengatakan tidak ada alergi seperti makanan,obat-


obatan,udara,atau pun zat lainnaya.

Universitas Sumatera Utara


D. Imunisasi

Klien sudah diberikan imunisasi

No. Jenis Imunisasi Waktu pemberian

1. BCG

2. DPT ( I, II, III )


Polio ( I, II, III, IV )
3. Hepatitits Belum lengkap
Campak
Ibu 4.
klien mengatakan anaknya telah diimunisasi hanya lupa tanggal
pemberiannya.Jenis imunisasi Campak belum diberikan karena pemberian
5.
imunisasi campak pada umur bayi 9 – 11- bulan,sedangkan umur klien 8 bulan.

V.RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


A.Orang tua
Keluarga juga menceritakan bahwa saatkecil ayah danibu pasien
memiliki riwayat kejang namun kejang biasa, sekarang sudah tidakpernah
terjadi.
B.Saudara kandung

Klien memiliki satu orang saudara kandung.Saudaranya tidak


memiliki penyaki seperti yang di deritanya.Yang pernah dialami cuma
demam biasa.
C.Penyakit keturunan yang ada

Klien memiliki penyakit keturunan yaitu kejang demam

Universitas Sumatera Utara


VI. GENOGRAM

Universitas Sumatera Utara


Keterangan:

: Laki-laki

: Perempuan

: Pasien

VII.TUMBUH KEMBANG ANAK

1. Bahasa

Anak mampu menoleh kearah suara atau sumber bunyi,tertawa,menirukan


bunyi yang terdiri dari 1-2 bunyi vocal seperti A atau BA.
2. Sosial

Anak takut saat kehadiran orang asing dan menangis ketika bersama
orang lain,dan mulai memukul-mukul lengan atau kaki.
3. Kognitif

Anak mulai mampu mengasimilasi dan mengakomodasi informasi dengan


cara melihat,mendengar,dan menyentuh.Sebagian besar gerakan di
arahkan ke mulut dan mulai menyadari keberadaan suatu objek.
4. Moral

Universitas Sumatera Utara


Pada tahap ini anak belum mengenal konsep moral yang belum mendasari
konsekuensi.

VIII.RIWATYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL

A. Persepsi orangtua pasien tentang penyakitanak nya

Orangtua klien cemas dan takut terhadap penyakit yang di alami


anaknya,orangtua berharap agar masalah yang di hadapi tidak
berlangsung lama.
B. Spritual

Nlai dan keyakinan :Pasien menganut agama islam

Kegiatan ibadah :Pasien belum bisa beribadah

Universitas Sumatera Utara


IX.STATUS MENTAL

a. Tingkat kesadaran

Kompos mentis
b. Penampilan
Tidak rapi
c. Pembicaraan

Menangis/ Tertawa

X.PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan umum
Klien lemah,sadar dan pasien terbaring di tempat tidur

B. Tanda-tanda vital

Suhu tubuh :390C


Tekanan darah :-
Nadi :130x/menit
Pernafasan :25x/menit
Skala nyeri :-
TB :75 cm

BB :9 kg

C.Pemeriksaan head to toe

Kepala

a. Bentuk

Universitas Sumatera Utara


Simetris,tidak di temukan benjolan atau kelainan
b. Ubun-ubun
Sudah menutup
c. Kulit kepala
Kulit kepala tampak bersih

Rambut

a. Penyebaran rambut

Rambut menyebar secaramerata dan tumbuh hitam


b. Bau
Rambut berbau minyak telon bayi

Universitas Sumatera Utara


Wajah

a. Wajah

Simetris antara kiri dan kanan


b. Struktur wajah
Simetris,tidak ada benjolan.

a. Kelengkapan dan kesimetrisan


Mata
Mata lengkap dan simetris

b. Pelpebra Merah muda


c.Konjungtiva dan sclera
Konjungtiva merahmuda dan sclera putih
d.Pupil
Isokor (besar dan bentuk kedua pupil sama)

e.Cornea dan iris

Cornea dan iris putih

Hidung

a. Tulang hidung

Normal,tidakada kelainan
b.Lubang hidung
Normal,bersih tidak ada secret
c. Cuping hidung
Normal tidak ada pernafasan cuping hidung

Telinga
Universitas Sumatera Utara
a. Bentuk telinga

Daun telinga normal dan simetris


b. Ukuran telinga
Simetris antara kiri dan kanan
c. Lubang telinga
Tidak ditemukan kelainan padadaun telinga dan tidak terdapat serumen
pada lubang telinga.

Universitas Sumatera Utara


d.Ketajaman pendengaran

Dapat mendengar dengan baik Mulut


dan faring a.Keadaan
bibir Keringdan
pucat,simetris
b. Keadaan gusi dan gigi

Gigi belum lengkap,tumbuh dua gigi di bagian bawah


c. Keadaan lidah
Lidah bersih

XI.POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI

1.Pola makan dan minum

a. Frekuensi makan

3x/hari,(setelah sakit 2x/hari).


b. Nafsu/selera makan
Selera makan berkurang setelah sakit
c.Nyeri ulu hati
Tidak ditemukan adanya nyeri ulu hati
d. Alergi
Pasien tidak memiliki riwayat alergimakanan
e. Waktu pemberian makan
Pagi hari pukul 07.30 WIB,siang hari pukul12.15 WIB,dan malam
hari pukul 18.00WIB
f. Jumlah dan jenis makanan

Sedikit,dan orangtua pasien memberikan bubur.Waktu pemberian minumTidak di


tentukan,sesuai dengan kebutuhan pasien
2.Perawatan diri/personal hygine

Universitas Sumatera Utara


a. Kebersihan tubuh

Kebersihan tubuh pasienbaik

b. Kebersihan gigi dan mulut

Mulut bersih,gigi sudah tumbuh dua biji


c. Kebersihan kuku
Kuku tangan dan kaki pasien tampak bersih

Universitas Sumatera Utara


3.Pola kegiatan dan aktivitas

Mandi,makan,BAB,BAK,ganti pakaian di bantu orang tua klien.

4.Pola eliminasi

BAB

a. Pola BAB

Pasien BAB 2x/hari


b. Karakter feses
Urin pasien lembek

BAK

a. Pola BAK

Pasien BAK 4-7x/hari

b. Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK


Tidak ada nyeri/kesulitan BAK
c. Riwayat penyakit kandung kemih

Tidak ada penyakit ginjal

Universitas Sumatera Utara


2.Analisa data

NO Data Etiologi Masalah

1. DS: Paparan keperewatan


Hipertermi

Ibu pasien mengtakan anaknya lingkungan yang


demam terus menerus panas
DO:

Pasien tampak lemas dan pucat

Suhu: 390C. Tubuh tidak dapat

RR:25x/i menetralkan panas

Nadi:130x/i

Panas di
2. DS: distribusikan
Peningkatan suhu Gangguan pola
keseluruh tubuh
1. Ibu pasien tubuh tidur
mengatakan,anaknya
tidak bisa tidur
2. Ibu klien mengatakan
jumlah tidur malam 4 Hipertermi
jam siang 1 jam.
Klien gelisah, dan
menangis
DO:

Klien susah tidur

Suhu tubuh pasien 39oC


Universitas Sumatera Utara
3.Rumusan masalah

1. Hipertermi berhubungan dengan paparan lingkungan yang panas di tandai


dengan demam
2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan peningkatan suhu tubuhdi tandai
dengan gelisah dan rewel.

4. Perencanaan keperawatan dan rasional

Perencanaan keperawatan

NO.DX Tujuan :
1.

Setelah di lakukan asuhan keperawatan di harapkan suhu tubuh dalam


rentang normal dan stabil
Kriteria hasil :

1.peningkatan
Rencana suhu kulit
tindakan Rasional

2.suhu kulit dalam rentang normal

Universitas Sumatera Utara


1.Observasi tanda-tanda vital 1.Taanda-tanda vital

2.Berikan penjelasan kepada merupakan acuan untuk


keluarga pasien pada mengetahui keadaan umum
peningkatan suhu tubuh yang pasien
terjadi 2.Agar keluarga mengetahui
3.Anjurkan kepada keluarga peningkatan suhu tubuh yang
pasien memberikan pakaian terjadi dan untuk mengurangi
tipis dan menyerap keringat kecemasan
4.Anjurkan kepada keluarga asien 3.Untuk menjaga agar pasien
memberikan air minum kurang merasa nyaman,dan pakaian
lebih 0,8liter tipis yang di kenakan untuk
membantu penguapan tubuh.
4.Peningkatan suhu tubuh
5.Berikan kompres hangat pada mengakibatkanpenguapan
dahi,ketiak

Universitas Sumatera Utara


tubuh meningkat sehingga
perlu di imbangi dengan
asupan cairan yang banyak
untuk mencegah terjadinya
dehidrasi.
5.Kompres hangat membantu
untuk menurunkan suhu tubuh.

NO DX Perencanaan keperawatan
2. Tujuan:

Setelah pasien dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam


klien menunjukkan temperature dalam batas normal.
Kriteria hasil:

1. Melaporkan istirahat tidur malam yang optimal


Rencana tindakan Rasional
2. Tidak
1.Monitor menunjukkan
suhu tubuh pasienperilaku gelisah 1.Mengetahui suhu

2.Monitor
3. Suhu tubuh normal (37,5 0C)
TTV tubuh pasien

3.Sarankan untuk meningkatkan istirahat 2.Mengetahui tanda


tanda vitalsign
3.untuk memenuhi
istirahat dan tidur
4.kolaborasi pemberian obat pasien
4.Pemberian obat
menurunkan panas
(Paracetamol)`

Universitas Sumatera Utara


5.Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

Tan No. Pukul Implementasi Pukul SOAP

ggal
10- 1DX 10.30 Tindakan mandiri: 10.15 S:

06- 1. Membina • Ibu An.A


hubungan mengatakan
2017 saling percaya badan An.A
dengan An.A terasa panas
dan keluarga • Ibu An.A
2. Melakukan mengatakan
pengkajian An.A lemas
identitas dan rewel
hinggapemerik O:
saanhead to
toe pada An.A • Tampak lemah
3. Mengobservasi dan terlihat
tanda-tanda agak pucat
Vital • An.A tampak
4. Memberikan rewel
penjelasan • Wajah pasien
kepada 10.25 terlihat
keluarga kemerah-
pasien tentang merahan
peningkatan • An.A dalam
suhu tubuh keadaan
yang terjadi berkeringat
5. Menganjurkan • An.A Demam,
keluargapasien Temp:390C
agar A:
memberikanpa
kaian tipisdan • Masalah
hipertermi
belum teratasi,
Universitas Sumatera Utara
menyerap • wajah An.A
masih terlihat
keringat pucat dan
kemerah-
6. Menganjurkan merahan,
keluargapasien • mukosa bibir
agar kering dan
memberikan pucat,
pasien untuk • Temp:390C,TT
minum banyak
kurang lebih V belum
0,8liliter/hari

Stabil,
7. Memberikan
kompreshangat masih terlihat
(buli-buli air lemas
hangat) P.
Tindakan
kolaboratif: • Intervensi
Memberikan keperawatan
parasetamol 3x1 dilanjutkan
10- 2 11.25 Tindakan mandiri: 11.45 S:

06- 1. Membinahubu • Orang tua klien


ngansaling mengatakan
2017 percaya panas nya sudah
denganAn.A menurun
dankeluarga O:
2. Mengobservasi
tanda-tanda • Bibir masih
Vital terlihat kering,

suhu 38,5oC
• Kulit terlihat
3. Memberikan kering

11.55
Universitas Sumatera Utara
lingkungan

yang nyaman. A:

4. Menganjurkan • Masalah teratasi


untuk istirahat sebagian
5. Memonitor P:
suhu klien
Tindakan • Intervensi di
kolaboratif: lanjutkan
Memberikan • Monitor
parasetamol Sirup suhuMonitorTT
V

Tan No. Pukul Implementasi Pukul Evaluasi (SOAP)

ggal
11- 1DX 09.00 1. Mengobservasi 09.20 S:

06- tanda-tanda • Ibu An.A


vital setiap jam mengatakan
2017 sekali demam pasien
2. Melakukan sudah
pengkajian berkurang
identitas • Ibu An.A
hingga mengatakan
pemeriksaan pasien masih
head to toe lemas
pada An.A • Ibu An.A
mengatakan
bahwa An.A
sudah mau
minum
3. Mengobservasi sebanyak
tanda-tanda 800 milliliter
Vital
4. Memberikan
Universitas Sumatera Utara
penjelasan

kepada
keluarga
pasien tentang O:
peningkatan
suhu tubuh 09.35 • An.A tampak
yang terjadi lemas dan
5. Menganjurkan pucat
keluargapasie • An.A masih
agar terlihat rewel
memberikanpa • An.A masih
kaian tipisdan terlihat dalam
menyerap keadaan
keringat berkeringat
6. Menganjurkan • An.A
keluargapasien
agar demam,380C
memberikan
pasien untuk • Bibir masih
minum banyak terlihat sedikit
kurang lebih pecah-pecah
0,8liter/hari • Pemeriksaan
tanda-tanda
7. Memberikan vital
kompreshangat RR:22x/i
(buli-buli air HR:94x/i
hangat)
T:38,50C

A:
Tindakan
• Masalah
kolaboratif:
hipertermi
Memberikan
teratasi
parasetamol3x1
Universitas Sumatera Utara
• Mukosa bibir
tidak kering
lagi tapi masih
terlihat
pecah-pecah

P:

11- 2 11.00 Tindakan mandiri: 11.20 S: • Intrvensi di

06- 1. Membina • Lanjutkan tua


Orang
hubungansalin klien
2017 g percaya mengatakan
dengan An.A panas klien
dankeluarga sudah
2. Mengobservasi menurun
tanda-tanda
Vital O:
3. Memberikan
lingkungan • Suhu 37,5oC
yang nyaman.
4. Menganjurkan • Mukosa bibir
untuk istirahat 11.40 tampak lembab
5. Memonitor • Kulit tidak
suhu klien kering
A:

Tindakan • Masalah
kolaboratif: teratasi
Memberikan P:
parasetamol Sirup

• Hentikan
intervensi
Universitas Sumatera Utara
BAB III KESIMPULAN DAN
SARAN

A.Kesimpulan

Setelah di lakukan asuhan keperawatan pada An.A yang di mulai dari


pengkajian,diagnosa,perencanaan,implementasi,dan evaluasi di simpulkan
diagnosa yang di perolehdari An.A adalah:

1. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit di tandai dengan demam.

2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan


dengan kurang asupan makanan di tandai dengan mual,muntah.
Dan yang menjadi prioritas masalah keperawatan pada An.A adalah

Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit.

Intervensi yang di lakukan adalah Atur suhu sesering mungkin.Monitor warna


kulit dan suhu kulit pasien.Monitor tanda dan gejala hipertermi. Berikan selimut
hangat,dan kompres hangat.Kolaborasi dengan keluarga cara mengompres
pasien.Gunakan buli-buli air hangat
Implementasi yang di lakukan adalah Mengobservasi tanda-tanda vital(untuk
mengetahui keadaan umum pasien) Memberikan penjelasan kepada keluarga
pasien tentang peningkatan suhu tubuh(agar keluarga tidak cemas dengan
peningkatan suhu tubu) Menganjurkan menggunakan pakaian yg menyerap
keringat(misalnya kaos/pakaian tipis untuk membantu penguapan tubuh)
Menganjurkan banyak minum,Memberikan kompres seperti buli-bulu air hangat.
Evaluasi dengan pemenuhan kebutuhan dasar termoregulasi pada An.A yaitu klien
belum mengalami penurunan suhu tubuh total.

Universitas Sumatera Utara


Saran

1.Bagi Pendidikan Keperawatan

Karya tulus ilmiah ini di harapkan dapat menambah wawasan bagi penambah
tenagapengajar dalam proses belajar mengajar tentang termoregulasi yang di
butuhkan oleh klien.

2.Bagi Praktek Keperawatan

Karya tulis ini di harapkan dapat memberikan informasi dan masukan bagi
tenaga kesehatan di rumah sakit khususnya perawat supaya mengetahui
termoregulasi yang di butuhkan oleh pasien.

3.Periode penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini hanya di lakukan dalam kurun
waktu tiga minggu,sehingga penulis KTI ini jauh dari kata sempurna.Oleh
karena itu penulis menyarankan agar penulisan KTI selanjutnya di berikan
periode waktu yang optimal sehingga di peroleh hasil penulisan yang sempurna
untuk di pergunakan sebagai referensi yang baik bagi mahasiswa keperawatan.

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR PUSTAKA

Arvin, Ann M. Demam: A. Samik Wawab. Ilmu Kesehatan Anak N

Elson. Edisi bahasa Indonesia. Edisi 15 Vol 2 J akarta: EGC, 2000

Hidayat, A.A.A, Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep dan

Proses Keperawatan buku 2, Jakarta: Selemba Medika

Widjaja, (2001). Mencegah dan Mengatasi Demem pada Anak Balita, Kawan

Pustaka: Jakarta

Potter, P. A, Perry, A. 6, (2000), Fundamental Of Nursing, Edisi 2, Mosby St Luis

Missionari, USA

Nanda (2011).Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta: EGC

Universitas Sumatera Utara