Anda di halaman 1dari 12

PENERAPAN ILMU FISIKA DALAM DUNIA SIPIL

PENERAPAN ILMU FISIKA DI TEKNIKSIPIL


DALAM MEKANIKA TANAH

DISUSUN OLEH :

KELOMPO V

 Maharani Febriana Sari / C.131.18.0088


 Mafa Abdillah Naufal / C.131.18.0089
 Muhammad Teguh Pambudi / C.131.18.0090
 Ray Krisna Bayu Al Farid / C.131.18.0091
 Andi Heriyanto / C.131.18.0092
 Nurul Fadillah / C.131.18.0093

UNIVERSITAS SEMARANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, atas rahmat yang diberikan-
nya sehingga tugas makalah yang berjudul “ Penerapan Ilmu Fisika di Teknik
Sipil Dalam Mekanika Tanah” ini dapat selesai dengan tepat waktu.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Fisika. Dalam
kesempatan ini, kami menghaturkan ucapan terima kasih kepada pihak yang
membantu menyumbangkan ide dan pikiran mereka demi terwujudnya makalah
ini. Jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun metode yang telah disajikan,
maka kami selaku penulis meminta maaf sebersar – besarnya. Akhir kata penulis
berharap agar makalah ini dapat berguna bagi teman-teman maupun pembaca
lainnya.
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Teknik sipil merupakan salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari
tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan
infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup
manusia. Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya
pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga
komputer mempunyai peranannya masing-masing. Seperti telah dijelaskan
sebelumnya, salah satu ruang lingkup teknik sipil adalah pengetahuan tentang
fisika (dibatasi pada konteks teknik sipil). Dengan demikian,dunia teknik sipi tak
dapat dilepaspisahkan dari beberapa konsep fisika, yang pada dasarnya dapat
dijadikan sebagai acuan analisis.

Mekanika tanah pada dasarnya merupakan studi tentang tanah dan


propertinya sehubungan dengan tujuan konstruksi. Mekanika tanah adalah disiplin
teknik sipil yang memprediksi karakteristik kinerja tanah, dengan menggunakan
teknik statika. teknik dinamika, mekanika fluida, dan teknologi lainnya. Mekanika
tanah meliputi studi komposisi tanah, kekuatan, konsolidasi, dan penggunaan
prinsip hidrolik, untuk menangani masalah yang menyangkut sedimendan
endapan lainnya.

Oleh karena itu Studi mekanika tanah sangat penting bagi insinyur sipil
karena berdasarkan temuan studi mekanika tanah, struktur rekayasa dapat
dirancang-bangun. Jenis konstruksi, jenis peralatan yang akan digunakan, jenis
pondasi, bahan pendukung, dan banyak aspek pekerjaan konstruksi lainnya sangat
dipengaruhi oleh hasil dari studi mekanika tanah. Pada dasarnya mekanika tanah
mempelajari tentang proses pembentukan tanah, sifat fisik dan kimia tanah,
kompresibilitas tanah, permeabilitas, konsolidasi, dan lain sebagainya.
B. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang akan dibahas dari makalah ini adalah :

1. Bagaimana pengertian dari ilmu fisika dan cabang ilmu teknik sipil ?
2. Apa saja kegunaan mekanika tanah didalam teknik sipil?
3. Bagaimana penjelasan mekanika dalam ilmu fisika?

C. TUJUAN PENULISAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

1. Mengetahui relevansi atau analogi ilmu fisika dan ilmu teknik sipil.
2. Mengetahui dan memahami cabang ilmu fisika yang digunakan dalam
perencanaan dan pembangunan bendungan.
BAB I. PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN ILMU FISIKA DAN TEKNIK SIPIL.


1. Ilmu Fisika.
Fisika adalah cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang mempelajari
gejala alam yang tidak hiddup atau materi dalam lingkungan hidup ruang dan
waktu, serta semua interaksi yang menyertainya. Fisika sering disebut sebagai
ilmu paling mendasar karena setiap ilmu alam lainnya yaitu biologi, kimia,
geologi, dan lain-lain mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi
hukum fisika. Fisiks jugs berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak
dinyatakan dalam notasi matematis. Fisika juga berkaitan erat dengan matematika.
Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis. Matematika yang
digunakan dalam ilmu fisika biasanya lebih rumit daripada matematika yang
digunakan dalam bidang sains lainnya. ada wilayah luas penelitian yang beririsan
antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis yang mengembangkan
struktur matematis bagi teori-teori fisika.
Tujuan dari mempelajari gejala tersebut untuk memperoleh produk fisika
yang bersifat khas dan dapat menjelaskan gejala alam tersebut. Produk fisika
terdiri dari konsep, hukum, dan teori. Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika
merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada. Seperti hukum
kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Contoh
:konsep fisika, misalnya gaya, suhu, kecepatan, momentum, massa jenis, dan
energi. Suatu hukum selalu melibatkan konsep-konsep yang saling berhubungan,
contohnya hukum archimedes yang menyatakan perilaku benda jika berada dalam
fluida selalu melibatkan konsep gaya , percepatan gravitasi, volume, dan massa
jenis.

2. Teknik Sipil.
Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari
tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung
dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup
manusia.
Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya
pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komp
uter mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan
dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu
ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar.

Cabang – cabang dari ilmu sipil antara lain :

 Struktural: Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang


digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat
dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau
bahan lainnya. Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-
masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu
sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk
jenis bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal
yang berkaitan dengan perencanaan
struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari
pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.
 Geoteknik: Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai
macam tanah dan batuan dalam menopang suatu bangunan yang akan
berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang
merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah,
penyelidikan laboratorium serta perencanaan konstruksi tanah dan batuan,
seperti: timbunan (embankment), galian (excavation), terowongan tanah
lunak (soft soil tunnel), terowongan batuan (rock/mountain tunnel),
bendungan tanah/batuan (earth dam, rock fill dam), dan lain-lain.
 Manajemen Konstruksi: Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek
konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan,
pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan
hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di
lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.
 Hidrologi: Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan
permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi
air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb),
hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air dsb) dan
bangunan air seperti pelabuhan, irigasi, waduk/bendungan(dam), kanal.
 Teknik Lingkungan: Cabang yang mempelajari permasalahan-
permasalahan dan isu lingkungan. Mencakup bidang ini antara lain
penyediaan sarana dan prasarana air besih, pengelolaan limbah dan air
kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik
penyehatan.
 Transportasi: Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi
dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain
konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar
udara, terminal, stasiun dan manajemennya.
 Informatika Teknik Sipil: Cabang baru yang mempelajari penerapan
Komputer untuk perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek
Pembangunan atau Penelitian. Mencakup bidang ini antara lain
dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan (Struktural dari Materi
atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan
lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).

Keluasan cabang dari teknik sipil ini membuatnya sangat fleksibel di


dalam dunia kerja. Profesi yang didapat dari seorang ahli bidang ini antara lain:
perancangan/pelaksana pembangunan/pemeliharaan prasarana jalan, jembatan,
terowongan, gedung, bandar udara, lalu lintas (darat, laut, udara), sistem jaringan
kanal, drainase, irigasi, perumahan, gedung, minimalisasi kerugian gempa,
perlindungan lingkungan, penyediaan air bersih, survey lahan, konsep finansial
dari proyek, manajemen projek dsb. Semua aspek kehidupan tercangkup dalam
muatan ilmu teknik sipil.

Perbedaan dari arsitek, terletak pada posisi ahli teknik sipil dalam sebuah
proyek. Arsitek menyumbangkan rancangan, ide, kemungkinan pelaksanaan
pembangunan di atas kertas. Hasil rancangan tersebut diserahkan selanjutnya
kepada staf ahli bidang teknik sipil untuk pelaksanaan pembangunan. Tahapan ini,
ahli teknik sipil melakukan perbaikan/saran dari pelaksanaan perencanaan,
koordinasi dalam proyek, mengamati jalannya proyek agar sesuai dengan
perencanaan. Selain itu, ahli teknik sipil juga membangun konsep finansial dan
manajemen proyek atas hal-hal yang memengaruhi jalannya proyek.

Ahli teknik sipil tidak hanya berurusan dengan pembangunan sebuah


proyek bangunan, tetapi di bidang lain seperti yang berkaitan dengan informatika,
memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan program
CAD, pemodelan kerusakan akibat gempa, banjir. Hal ini sangat penting di negara
maju sebagai tolak ukur kelayakan pembangunan sebuah bangunan vital yang
mempunyai risiko dapat menelan korban banyak manusia seperti reaktor nuklir
atau bendungan, jika terjadi kegagalan perencanaan teknis. Rancangan bangunan
tersebut biasanya dimodelkan dalam komputer dengan diberikan faktor-faktor
ancaman bangunan tersebut seperti gempa dan keruntuhan struktur material. Peran
ahli teknik sipil juga masih berlaku walaupun fase pembangunan sebuah gedung
telah selesai, seperti terletak pada pemeliharaan fasilitas gedung tersebut.

B. MEKANIKA DALAM ILMU FISIKA

C. FUNGSI MEKANIKA TANAH

Di kalangan Insinyur Sipil, materi kerak bumi dibedakan atas dua jenis, yakni
“tanah” dan “batuan”. Tanah adalah kumpulan butiran mineral alami (ageregat) yang bisa
dipisahkan oleh suatu cara mekanis bila agregat tersebut diaduk dalam air. Sedangkan
batuan adalah agregat yang mineralnya satu sama lain diikat oleh gaya-gaya kohesif yang
permanen dan kuat, dan tidak bisa dipisah kan dengan cara mekanis sederhana. Akan
tetapi di kalangan Insinyur Geologi istilah “batuan” dimaksudkan untuk semua materi
penyusun kerak bumi tanpa mempersoalkan derajat keterikatan partikel-partikel
mineralnya (batu, tanah, air dan gas). Dan yang dimaksudkan oleh para ahli geologi
sebagai “tanah” hanyalah bagian kerak bumi yang menopang tumbuhan. Sedangkan
menurut ahli pertanian bahwa yang dimaksud dengan tanah adalah medium alam tempat
tumbuhnya tanaman yang tersusun dari bahan-bahan padat, gas, dancair.

Mekanika tanah pada dasarnya merupakan studi tentang tanah dan


propertinya sehubungan dengan tujuan konstruksi. Mekanika tanah adalah disiplin
teknik sipil yang memprediksi karakteristik kinerja tanah, dengan menggunakan
teknik statika, teknik dinamika, mekanika fluida, dan teknologi lainnya. Mekanika
tanah meliputi studi komposisi tanah, kekuatan, konsolidasi, dan penggunaan
prinsip hidrolik, untuk menangani masalah yang menyangkut sedimendan
endapan lainnya. Mekanika tanah adalah salah satu ilmu utama untuk
menyelesaikan masalah yang juga berkaitan dengan geologiteknik. Studi
mekanika tanah sangat penting bagi insinyur sipil karena berdasarkan temuan
studi mekanika tanah, struktur rekayasa dapat dirancang-bangun. Jenis konstruksi,
jenis peralatan yang akan digunakan, jenis pondasi, bahan pendukung, dan banyak
aspek pekerjaan konstruksi lainnya sangat dipengaruhi oleh hasil dari studi
mekanika tanah. Pada dasarnya mekanika tanah mempelajari tentang proses
pembentukan tanah, sifat fisik dan kimia tanah, kompresibilitas tanah,
permeabilitas, konsolidasi, dan lain sebagainya. Adapun contoh kegunaan
mekanika tanah di dunia sipil antara lain :

 Pada pembuatan rumah dan gedung, untuk memperkirakan jenis dan


ukuran pondasi yang harus digunakan ; Memeriksa keamanan dan
stabilitas dari gedung terutama pondasinya
 Pada pertambangan : misalnya pada pertambangan tipe open pit, maka
keamanan dari lereng pada tambang tersebut harus diperhitungkan dengan
baik agar tidak sampai terjadi longsoran, untuk melakukan ini perlu
diketahui sifat (properties) tanah agar dapat diperkirakan kemanan dari
galian tersebut
 Berkaitan dengan Bendungan : dengan mengetahui sifat dari tanah di
sekitar bendungan, dapat diperkirakan aliran air yang terjadi melalui
bawah bendungan (apabila tanah di bawah bendungan terbawa oleh aliran
rembesan, tentu akan berbahaya bagi kestabilan bendungan), sifat tanah
juga dapat digunakan untuk membantu menghitung factor keamanan dari
bendungan tersebut
 Berkaitan dengan galian (basement) : Mirip dengan tambang, dapat
digunakan untuk memperkirakan kestabilan galian dan cara yang harus
digunakan untuk menstabilkan nya.
 Berkaitan dengan gempa : Gempa, seperti kita tahu, berasal dari kedalman
tanah tertentu, tentunya getaran awal dari gempa dirambatkan melalui
lapisan-lapisan tanah terlebih dahulu sebelum mencapai bangunan, dengan
mengetahu sifat tanah, dapat diperkirakan besar rambatan gelombang yang
mencapai permukaan tanah (tempat bangunan berada)

D. ILMU FISIKA DALAM MEKANIKA TANAH


https://www.artikelbelajar.com/hakikat-fisika-dan-prosedur-ilmiah-
pengertiankeselamatan-kerja-di-laboratorium-peran-fisika-dalam-kehidupan/