Anda di halaman 1dari 11

MENELISIK DANAU AYAMARU

Oleh Juan Frank Hamah Sagrim © PUSAT STUDY KEBUDAYAAN MAYBRAT


Sejarah Terjadinya Danau Ayamaru
Danau adalah suatu mata air tawar yang terbentuk oleh satuan beberapa sungai yang
mengalir dari bagian-bagian wilayah tertentu dan terpusat di suatu daerah dan tergabung di suatu
pada tempat rendah sehingga menjadi sungai besar dan luas dengan ukuran jarak kilometer.
Asal usul danau ayamaru sebagaimana petuah orang Maybrat mengisahkan bahwa asal mula
terjadinya danau ayamaru tidak berada secara alami tetapi memiliki suatu kisah pembentukkan.
Yang mana pada waktu itu (± pada zaman purba) hiduplah Hlumbles di daerah Mrumana, dan
suatu ketika Hlumbles berburu bersama anjingnya. Ketika itu, anjingnya mengejar seekor
musang lalu musang itu lari, dan masuk kedalam lubang tanah. Mendengar suara anjing
menggonggong, datanglah Hlumbles ke tempat dimana anjingnya menggonggong musang, lalu
ia menggali lubang yang dimasuki musang tersebut. Sedikit-demi sedikit digalinya, kemudia ia
menemukan kulit kerang/siput dan pasir. Hlumbles tetap menggalinya hingga musang tersebut
keluar dari dalam lubang tersebut. Ketika musang tersebut keluar, anjing dan Hlumbles
mengejarnya, dan air pun keluar dari lubang tersebut dan mengejar Hlumbles beserta anjingnya
dan mengikuti musang. Hlumbles dan Anjingnya mengejar musang dan air juga mengikuti
mereka di setiap tempat yang mereka berlari, mulai dari Framu sampai hingga Uter, dimana air
Membunuh Anjing milik Hlumbles lalu air berhenti.
Dalam mitologi orang maybrat tentang Danau Ayamaru ini, mengikhtiarkan bahwa,
kehidupan zaman itu, alam menunjukkan kekuatannya dan mampu menaklukkan manusia secara
nyata ketika manusia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tata aturan dan etika alam
yang telah disepakati. Misalnya ada tempat-tempat sakral (Pamali) yang tidak boleh dilewati,
jikalau dilewati akan terjadi hal-hal mistik yang menimpa mereka bahkan mengancam nyawa
mereka.
Danau Ayamaru sendiri memiliki dua Makna yang berbeda, yaitu : Aya yang berarti Air, dan
Maru yang berarti Danau. Kedua makna tersebut merupakan artificial dari bahasa Maybrat.
1

1
Sejarah Terjadinya Danau Ayamaru dimaknai sebagai sejarah dimana campur tangan kekuatan alam ghaib.
Dalam ceritera kejadian danau ayamaru, orang Maybrat mengatakan bahwa Musang tersebut adalah induk
daripada mata air danau Ayamaru.
Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup di Danau Ayamaru adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Lingkungan
hidup yang baik adalah lingkungan yang dapat melestarikan fungsi-fungsinya yaitu menjaga
daya dukung dan daya tampung bagi faktor biotik dan abiotiknya. Lingkungan yang dikelola
dengan baik akan memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada manusia serta bagi generasi
mendatang.
Lingkungan hidup di sekitar Danau Ayamaru sebagai suatu ekosistem terdiri atas berbagai
subsistem, yang mempunyai aspek sosial, budaya, ekonomi, dan geografi dengan corak ragam
yang berbeda yang mengakibatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup yang
berlainan. Keadaan yang demikian memerlukan pembinaan dan pengembangan lingkungan
hidup yang didasarkan pada keadaan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup yang
diharapkan akan meningkatkan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan subsistem, yang
berarti juga meningkatkan ketahanan subsistem itu sendiri. Pembinaan dan pengembangan
subsistem yang satu akan mempengaruhi subsistem yang lain, sehingga pada akhirnya akan
mempengaruhi ketahanan ekosistem secara keseluruhan.
Pembangunan wilayah Kabupaten diharapkan mampu memanfaatkan secara terus-menerus
sumber daya alam guna meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup rakyat. Sementara itu,
ketersediaan sumber daya alam terbatas dan tidak merata, baik dalam jumlah maupun dalam
kualitas, sedangkan permintaan akan sumber daya alam tersebut makin meningkat sebagai akibat
meningkatnya kegiatan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin
meningkat dan beragam. Di pihak lain, daya dukung lingkungan hidup di sekitar danau Ayamaru
dapat terganggu dan daya tampung lingkungan hidup dapat menurun. Kegiatan pembangunan
yang makin meningkat mengandung risiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup
disekitar Danau, sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi penunjang
kehidupan dapat rusak. Pencemaran dan perusakan lingkungan hidup di sekitar Danau itu akan
merupakan beban sosial, yang pada akhirnya masyarakat dan pemerintah harus menanggung
biaya pemulihannya. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan hidup Di sekitar Danau Ayamaru
menuntut dikembangkannya suatu kebijaksanaan nasional pengelolaan lingkungan hidup yang
harus dilaksanakan secara taat asas dan konsekuen dari pusat sampai ke daerah. Oleh karena itu
diterbitkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
(selanjutnya disebut dengan UU PLH).
Salah satu unsur ekosistem yang menjadi lingkup pengaturan UU PLH ini adalah lingkungan
perairan, yaitu Danau termasuk didalamnya Danau Ayamaru. Umumnya danau di Indonesia
dikelola oleh pemerintah dan masyarakat untuk keperluan perikanan. Pengelolaan perikanan di
danau sangat berhubungan dengan aspek lingkungan hidup serta memiliki kebijakan yaitu
Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan (selanjutnya disebut dengan UU
Perikanan).
Perikanan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan
perekonomian nasional, terutama dalam meningkatkan perluasan kesempatan kerja, pemerataan
pendapatan, dan peningkatan taraf hidup bangsa pada umumnya, nelayan kecil, pembudidayaan
ikan kecil, dan pihak-pihak pelaku usaha di bidang perikanan dengan tetap memelihara
lingkungan, kelestarian, dan ketersediaan sumberdaya ikan. Untuk menjamin terselenggaranya
pengelolaan sumberdaya ikan secara optimal dan berkelanjutan perlu ditingkatkan peranan
pengawas perikanan dan peran serta masyarakat dalam upaya pengawasan di bidang perikanan
secara berdaya guna dan berhasil guna.
Pelaksanaan penegakan hukum di bidang perikanan menjadi sangat penting dan strategis
dalam rangka menunjang pembangunan perikanan secara terkendali dan sesuai dengan asas
pengelolaan perikanan, sehingga pembangunan perikanan dapat berjalan secara berkelanjutan
serta sesuai dengan prinsip pengelolaan lingkungan hidup. Kemudian berdasarkan Undang-
Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) bahwa
sasaran yang ingin dicapai dalam pengelolaan lingkungan adalah terwujudnya pengelolaan
sumber daya alam yang berkelanjutan dan berwawasan keadilan seiring dengan meningkatnya
kesejahteraan masyarakat lokal serta meningkatnya kualitas lingkungan hidup sesuai dengan
baku mutu yang ditetapkan, serta terwujudnya keadilan antargenerasi, antardunia usaha dan
masyarakat, dan antarnegara maju dengan negara berkembang dalam pemanfaatan sumberdaya
alam dan lingkungan hidup yang optimal.
Pembangunan nasional di bidang lingkungan hidup pada dasarnya merupakan upaya untuk
mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan
memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang
berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal, serta penataan ruang. Tetapi
beberapa kenyataan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan hidup di Indonesia memiliki
banyak permasalahan, seperti kebijakan pengelolaan lingkungan, pertambahan penduduk dan
kerusakan sumberdaya alam. Permasalahan ini dapat disebabkan oleh kebijakan dan
pelaksanaannya, yang dibuat oleh pemerintah tidak dapat diterapkan secara efektif dan efisien,
serta masyarakat yang tidak mengerti tentang pentingnya pelestarian lingkungan atau karena
tekanan ekonomi.
A. Lingkungan Danau Ayamaru
Pengelolaan lingkungan khusus perikanan yang dilakukan dengan tidak berdasarkan pada
prinsip kelestarian telah menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Kerusakan ini dapat
dilihat pada beberapa pengelolaan sumberdaya alam seperti laut, hutan, danau dan wilayah
pemukiman atau perkotaan. Salah satu sumber daya alam yang telah mengalami kerusakan
akibat pengelolaannya yang kurang memperhatikan aspek-aspek lingkungan adalah Danau
Ayamaru yang berada di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Danau Ayamaru telah mengalami
kerusakan lingkungan sehingga fungsi ekonomi sebagai sumber perikanan air tawar dan fungsi
ekologis juga mengalami gangguan, bahkan terancam kering.
Dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan disekitar danau dan pemanfaatan danau untuk
perikanan air tawar, masyarakat menggunakan metode yang tidak ramah lingkungan serta
kebijakan yang kurang memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Kebijakan pengelolaan
perikanan air tawar yang diatur dalam UU Perikanan sama sekali belum diterapkan di Danau
Ayamaru bahkan masyarakat setempat mungkin belum pernah mendengar tentang UU PLH.
Penerapan kebijakan lain juga terdapat indikasi pada beberapa sektor tidak sinergis.
Kebijakan Pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Maybrat sekarang ini
diharapkan bisa memungkinkan untuk mempertimbangkan kondisi danau. Bahkan diharapkan
dilakukan suatu kebijakan lain seperti pembuatan pintu karet/bendung bergerak, pengerukan dan
reboisasi DAS danau serta program, diharapkan kebijakan Pemerintah setempat dapat
melaksanakan suatu kebijakan yang dapat sinergis dan adanya suatu kerjasama dengan
Masyarakat, Pemerintah, dan pihak-pihak terkait/stakeholders, serta diharapkan supaya adanya
suatu wadah yang kredibel untuk melakukan program rehabilitasi Danau Ayamaru secara
terintegrasi.
Eksploitasi yang merusak dan mengancam wilayah sekitar Danau Ayamaru juga cenderung
meningkat. Eksploitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan penebangan hutan disepanjang hulu
Inlet atau sungai yang masuk ke danau sangat mengancam degradasi ekologis. Hal ini juga
sudah terlihat di sepanjang pinggiran danau dan disepanjang sungai-sungai yang dekat dengan
Danau Ayamaru. Kemudian aktivitas pertanian dan perkebunan yang menggunakan sistem tebas
bakar dan berpindah tempat mencari lokasi baru, merupakan suatu ancaman pengerusakan hutan
sekitar Danau. Selain itu, aktivitas masyarakat sekarang ini mulai menggunakan bahan pestisida
untuk perkebunan mereka menjadi sumber pencemar dan meningkatkan gulma air. Hal ini
mengakibatkan terjadi sedimentasi di Danau Ayamaru. Sepertinya bahwa setiap tahunnya terjadi
pendangkalan berkisar 10 – 15 cm dan cenderung meningkat setiap tahun. Dengan demikian
bahwa apabila laju sedimentasi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan 100 – 200 tahun
kemudian Danau Ayamaru akan menjadi suatu daerah dataran kering.
B. Kondisi Umum Danau Ayamaru
Umumnya Danau Ayamaru lebih dikenal terletak di Kabupaten Maybrat. Karena Danau
Ayamaru berada di wilayah ini, utamanya Danau Ayamaru berada di sekitar wilayah Distrik
Ayamaru, Ayamaru Utara, Aitinyo. Hal ini dapat dilihat pada data Fakta Tata Ruang Bappedal
Kabupaten Sorong Selatan (2007) bahwa Danau Ayamaru menempati tiga wilayah distrik yaitu
Ayamaru, Ayamaru Selatan dan Aitinyo. Bagian danau terluas terletak diantara Distrik Ayamaru
dan Distrik Ayamaru.
Karaktersitik Danau Ayamaru dengan kondisi banjir yang selalu terjadi setiap tahun pada
musim hujan dapat dilihat pada keadaan danau dengan elevasi yang landai sehingga volume air
yang bertambah melalui sungai akan meluap dan menyebabkan banjir. Iklim tropis serta curah
hujan tinggi di sepanjang sungai yang bermuara di danau merupakan kondisi yang menyebabkan
besarnya volume air yang tertampung dalam danau. Berdasarkan data Penelitian, bahwa daerah
Danau Ayamaru dan sekitarnya termasuk dalam wilayah iklim tropik basah, yang dicirikan
dengan adanya dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kondisi Volume tampungan
Danau Ayamaru pada saat musim hujan sebesar 250 juta meter kubik dan Luas Genangan rata –
rata 0,8 Kilo meter persegi. Dan sebaliknya selang dua ( 2 ) minggu setelah hujan, volumenya
sangat menurun drastis dan hilang terbuang ke laut.
Kesenjangan kondisi akibat perubahan Volume tampungan tersebut perlu di lakukan
pengkajian, supaya degradasi Volume yang terjadi dapat dikendalikan. Salah satu alternatif
pemecahan masalah ini adalah perlunya di bangun bangunan Penahan Laju aliran volume air
danau keluar dari wadah tampungan alam danau tersebut, seperti bendungan dan waduk.
Hal ini penting sebagai Konserfasi bagi kelangsungan hidup Ekosistem dikawasan danau
Ayamaru tetapi juga di manfaatkan untuk Irigasi, PLTA tambak Ikan dan Pariwisata dan tujuan
lainnya.
Danau Ayamaru juga dikenal sebagai sebuah cekungan yang menjadi tempat tertampungnya
air sungai dan air hujan. Sebagaimana pada Sejarah Terjadinya Danau Ayamaru,
Ayamaru bahwa
terbentuknya Danau Ayamaru berasal
dari proses Ghaib. Belum adanya
penelitian lanjut mengenai proses
Geologis
eologis tentang pembentukkan Danau
Ayamaru. Sedangkan menurut analisa
kami secara kasat mata bahwa, Danau
Ayamaru terbentuk dari pengangkatan
batuan sehingga mengakibatkan
Foto: 1
terjadinya patahan-patahan
patahan berarah Bentuk Pengangkatan Batuan dan Patahan yang
y
membentuk poros alira Danau
kurang lebih Utara-Selatan
Selatan dan
memunculkan terban besar dan luas
luas/terban Walennae untuk aliran sungai.
sungai Terban ini memiliki
relief lebih rendah dibanding daerah sekitarnya sehingga
hingga merupakan suatu cekungan
sedimentasi. Kemungkinan Danau Ayamaru merupakan Proses pengumpulan air sungai dari
sekitarnya sehingga
ga terbentuklah danau Ayamaru karena kondisi lokasi danau yang relatif rendah
dari lingkungan sekitarnya. Sedikit terjadi pengangkatan (orogenesa) pada daerah daratan Danau
Ayamaru Purba,, sehingga terjadi pendangkalan yang menyebabkan bergesernya garis pantai dan
daerah sekitarnya menjadi dataran yang datar dan luas be
berawa-rawa,
rawa, serta berair disekitarnya.
Danau Ayamaru Purba inilah yang ada sampai sekarang dengan semua proses alam yang terjadi
selama ratusan ribu tahun sehingga kondisi Danau Ayamaru seperti
rti sekarang.
C. Potensi Perikanan Danau
Potensi sumberdaya Danau Ayamaru yang sudah dikelola dan dimanfaatkan sejak dahulu
oleh masyarakat Maybrat adalah potensi perikanan. Danau Ayamaru dikenal dengan produksi
perikanan air tawar dan hasil ikan tersebut padaa waktu dahulu hanya berkisar disekitar wilayah
Maybrat antara kampung di sekitar danau Ayamaru dengan Kampung
Kampung-kampung
kampung tetangganya.
Hingga sekarang ini hasil perikanan Danau Ayamaru belum dipasarkan sampai
samp keluar wilayah
Kabupaten Maybrat.. Potensi perikana
perikanann ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat
Maybrat semenjak dahulu, bahkan bila kita menarik kembali pada kehidupan dahulu, masyarakat
di sekitar Danau Ayamaru mempunyai fokus mata pencaharian utama adalah sebagai nelayan.
nelayan
Hasil perikanan yang diperoleh
leh memiliki Gizi protein yang berbobot tinggi. Akan tetapi
t produksi
perikanan telah menurun karena kondisi lingkungan danau yang semakin menurun. Potensi
perikanan Danau Ayamaru sebenarnya masih cukup besar, bila ada suatu kebijakan yang sesuai
khususnya untuk pengelolaan dan budidaya serta penangkapan ikan di sekitar Danau Ayamaru.
Ayamaru
Diharapkan adanya suatu formulasi yang relatif tetap terjaga supaya tidak terjadinya suatu
restocking yang dilakukan oleh pemerintah setiap tahun..
Produksi dan nilai perikanan yang berasal dari Danau Ayamaru memberikan kontribusi
ekonomi yang cukup tinggi kepada masyarakat di Daerah Kabupaten Maybrat. Kemudian
potensi luas areal penangkapan menunjukkan bahwa luas areal penangkapan ikan di danau pada
tiga Distrik sangat luas.
D. Degradasi Lingkungan Danau Ayamaru
Proses terbentuknya Danau Ayamaru yang diasumsikan berasal dari proses pergeseran dan
pengangkatan batuan atau daratan, memberikan karakter terhadap sifat fisik lingkungan danau
seperti landai dari wilayah daratan sekitar
sekitarnya serta
ta elevasi yang rendah.
rendah Hal ini sering
menimbulkan banjir
jir jika datang musim hujan. Karakter fisik ini diperparah lagi oleh kondisi
alam disekitarnya serta tindakan manusia yang tidak menjaga kelestarian ekosistem lingkungan
danau secara keseluruhan, mulai dari hulu sungai sampai ke dalam danau. Beberapa degradasi
lingkungan yang sedang terjadi di Danau Ayamaru dapat dijelaskan seperti di bawah ini.
1. Sedimentasi
Pendangkalan merupakan permasalahan
ekologis, setidaknya ada dua penyebab dari
permasalahan besar tersebut yang sangat
kompleks dan terkait dengan masalah-
masalah lain di Danau Ayamaru, yaitu
sedimentasi dan pencemaran. Berdasarkan
pengamatan kami bahwa, proses hidrologi

langsungg atau tidak langsung akan Foto: 2


mempengaruhi erosi dan sedimen serta aspek Lempengan Sedimentasi di sekitar Danau Ayamaru

kualitas air danau. Ada beberapa sungai yang bermuara dan menjadi sumber sedimen Danau
Ayamaru yaitu 1) Sungai Ela, 2) Sungai Framu, 3) Sungai Mosway, 4) Sungai Bawi 5) Sungai
Sungai Ismayi,
ayi, 6) Sungai Tetsayoh, dan sungai-sungai
sungai kecil lainnya.
Total sedimen yang masuk ke Danau Ayamaru diperoleh dari besaran sedimen yang terbawa
oleh 6 sungai besar tersebut dan ditambah dengan sungai-sungai
sungai kecil disekitarnya. Jika setiap
tahunnya sedimen tidak keluar dan terus mengendap maka akan terjadi proses pendangkalan
danau Ayamaru, sehingga menimbulkan
dampak negatif bagi sumberdaya
perikanan Danau Ayamaru
Ayamaru. Danau
Ayamaru menjadi lebih dangkal
ngkal dan
volume air berkurang sehingga ruang
perairan untuk habitat ikan juga
berkurang. Sedimen yang masuk ke
DAS merupakan akumulasi erosi dan
penghancuran hutan sepanjang
epanjang DAS.
Erosi disebabkan oleh penebangan
hutan di sekitar hulu dan sepanjang Foto: 3
Tumbuhan Air yang menjadi Perangkap Sedimen
DAS sehingga aliran air pada saat hujan
mengikis lapisan tanah dan terbawa ke sungai. Kemudian pada badan air danau terdapat banyak
tanaman air baik yang tumbuh dari dasar. Tumbuhan
T air ini menjadi perangkap sedimen dan
mengendapkan sedimen ke dasar danau.
Menurut
nurut penelitian Nippon Koei (2003), bahwa sepanjang musim hujan 80 – 90 persen
permukaan danau ditutupi oleh tanaman air. Suara Publik (2003) menulis bahwa akibat
kerusakan lingkungan, telah terjadi pendangkalan dan penyempitan danau. Di musim kemarau,
danau
nau hampir kering dengan rata
rata-rata kedalaman air hanya 0,5 – 1,0 meter.
2. Terjadi peningkatan gulma air
Tingginya produktifitas dan kesuburan Danau Ayamaru terlihat dari semakin meningkatnya
pertumbuhan gulma air pada perairan danau dimana luas penutupannya agak besar.
besar Hal ini dapat
menjadi ancaman karena membantu mempercepat proses pendangkalan Danau Ayamaru.
Tanaman air yang menjadi gulma di danau adalah didominasi oleh Nymphae lotus,
lotus akar tanaman
ini dapat mencapai dasar danau dan menjadi perangkap sedimen
sedimen kemudian mengendapkan di
dasar danau.
Menurut wawancara dengan nelayan dijelaskan bahwa pada akhir musim hujan, dimana
banyak nelayan yang memasang Perangkap dari tanaman air khususnya Eleocharis sp, Ludwigia
sp dan kangkung, sehingga akan menutupi sebagian besar permukaan danau dan menyulitkan
jalur nelayan yang menggunakan perahu. Pada saat memasuki musim kering dimana danau
semakin sempit karena air sudah turun, hal ini menyebabkan permukaan danau akan tertutupi
oleh tanaman air.
3. Terancamnya satwa liar dan biota air di areal Danau Ayamaru
Menurunnya kualitas lingkungan perairan Danau Ayamaru mempengaruhi daya dukung
organisme di dalamnya sehingga keberadan satwa liar dan biota air semakin terancam. Dan
terdapat indikasi menurunnya populasi beberapa satwa liar dan biota air, khususnya yang jenis
endemik. Berdasarkan survei dan wawancara dengan masyarakat sekitar danau dijelaskan bahwa
biota seperti burung (Bangau) dan ikan endemik (Gabus, Ikan Mas, Ikan rain bow) sudah jarang
dijumpai di danau.
E. Sosial Budaya Masyarakat di sekitar Danau Ayamaru
Dari hasil survey dan data yang ada menunjukkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di
sekitar Danau Ayamaru masih rendah, indikator yang dapat kami lihat adalah rendahnya
pengatahuan dan tingkat pendidikan tentang pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis lokal
wisdom masyarakat, kegiatan-kegiatan ekonomi masih bersifat subsistem, sarana penunjang
kegiatan ekonomi yang masih tradisional dan kurangnya alternatif yang dapat lebih diberdayakan
dan dikembangkan, kelembagaan masayarakat di sekitar Danau Ayamaru yang tidak berfungsi
dengan baik khususnya kelembagaan adat dan yang lebih utama adalah tidak adanya partisipasi
masyarakat lokal dalam upaya mewujudkan pengelolaan Danau Ayamaru secara terpadu.
a. Adat Istiadat
Danau Ayamaru berada di lingkungan masyarakat suku Maybrat, yang memiliki norma dan
nilai-nilai budaya adat istiadat serta kepercayaan beragam secara tradisi semenjak dulu yaitu
mber wiyon (Pendidikan Inisiasi). Salah satu nilai budaya yang terkait dengan lingkungan adalah
memelihara dan melestarikan alam. Sekarang ini nilai-nilai dan kebiasaan adat yang dahulu
dilakukan masyarakat disekitar Danau Ayamaru telah menghilang, ketika pemerintah Hindia
Belanda melarangnya pada Tahun 1959 dibawa perintah Bustir Achmat Auturai. Salah satu
sistem pengelolaan lahan yang menjadi kebiasaan adat di wilayah Danau Ayamaru sejak dahulu
adalah melakukan sistem upacara adat sofsof Ó. Sofsof Ó adalah sistem upacara perbaikan alam
agar supaya ada harmoni kehidupan antara manusia dan alam sehingga alam memberikan hasil
yang banyak kepada manusia. Sistem ini dilakukan dengan cara upacara adat, yang dipimpin
oleh ahli-ahli adat atau kaum wiyon/ra wiyon yang telah tamat dari pendidikan tradisional wiyon
yang mana mereka adalah ahli-ahli nujum dan ahli alam yang mempunyai kemampuan
mengkomunikasikan segala sesuatu dari manusia dengan sang realitas tertinggi.
Budaya ini merupakan upacara adat yang dilaksanakan untuk mengucap syukur kepada Yang
Maha Kuasa atas limpahan rahmatnya dengan melimpahnya Hasil ikan dan udang di Danau
Ayamaru. …………………………………..??dan seterusnya