Anda di halaman 1dari 54

SPESIFIKASI TEKNIS

1. LINGKUP PEKERJAAN
1. Pekerjaan yang dimaksudkan dalam Spesifikasi Teknis ini adalah Rehabilitasi Gudang
Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala Di Kelurahan Gunung Bale Kecamatan
banawa.
2. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah mendatangkan segala bahan bangunan,
peralatan dan tenaga kerja serta pekerjaan -pekerjaan lain yang meliputi :
a. Pekerjaan Persiapan (Termasuk Pembongkaran dan pembersihan bongkaran
Bangunan lama/sesuai BOQ Dan Petunjuk Konsultan Perencana serta
Konsultan Konsultan Penga was)
b. Pekerjaan Tanah
c. Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran
d. Pekerjaan Beton
e. Pekerjaan Kuda-Kuda, Atap Dan Plafond
f. Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela dan Ventilasi
g. Pekerjaan Alat Penggantung
h. Pekerjaan Instalasi Listrik
i. Pekerjaan Pengecatan
j. Pekerjaan Saluran Air Dan Halaman
k. Pekerjaan Pengadaan Elektrikal
l. Pekerjaan Akhir (termasuk pembersihan akhir sisa pekerjaan)

2. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Segera setelah Kontrak ditandatangani oleh Pengguna Jasa , Penyedia Jasa harus segera
melakukan :
a. Mobilisasi tenaga dan bahan .
b. Menyiapkan tempat/ruang di lokasi pekerjaan untuk pusat komunikasi dan
informasi perkembangan pekerjaan.
c. Menyampaikan kepada Pihak Pengguna Jasa, Konsultan Perencana, Konsultan
Konsultan Pengawas dan Pengguna Bangunan ( Pihak Puskesmas ) akan segera
memulai pelaksan aan pekerjaan minimal 5 (lima) hari kalender sebelum
pemasangan bouwplank.
2. Penyedia Jasa wajib menyediakan tempat :
a. Untuk tenaga kerja (Bedeng Kerja) minimal 15 M2 yang layak huni dan memenuhi
standar sehat dan nyaman untuk dihuni oleh para pekerja.
b. Untuk penyimpanan bahan bangunan dan peralatan minimal 19,5 M2 yang akan
digunakan selama pekerjaan berlangsung. Penyimpanan dilakukan dengan rapi dan
setiap hari harus dibersihkan dari sisa bahan atau material yang terbuang sehingga
memudahkan mengontrol kual itas dan jumlah bahan yang tersedia.
c. Direksi Keet yang memadai berserta kelengkapannya meliputi Buku Direksi,
Gambar Kerja, Jadwal Pelaksanaan, Dokumentasi Pelaksanaan Pekerjaan dan
kelengkapan lainnya yang diminta oleh Pengguna Jasa, Konsultan Perencana
maupun Konsultan Pengawas. Buku Direksi dibuat sedemikian rupa sehingga dapat
memuat minimal petunjuk yang harus diikuti terhadap hal -hal yang menyangkut
teguran-teguran, perbaikan dan rekomendasi teknis baik dari pihak Pengguna Jasa
maupun Konsultan Perenc ana dan Konsultan Pengawas .
3. Penyedia Jasa harus membuat papan informasi pekerjaan berukuran 1,20 x 1,20 meter
menggunakan bahan spanduk anti air digital printing yang mencantumkan antara lain :
a. SKPD : Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala
b. Kegiatan : Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan (DAK)
b. Pekerjaan : Rehabilitasi Gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten
Donggala
d. Tahun Anggaran : 2016
e. Sumber Dana : DAK
f. Penyedia Jasa : CV / PT ……………………
f. Konsultan Pengawas : CV / PT ………………… …

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 1


4. Sebelum Pekerjaan Dimulai Penyedia Jasa harus melaksanakan pembersihan lapangan
sebelum memulai pekerjaan sehingga semua kotoran, puing -puing, sampah, rumput,
batang kayu dan lain -lain tidak ada lagi di Job Site, dengan demikian seluas Job Site
dapat terlihat dengan jelas.
5. Selama Pekerjaan Berlangsung Penyedia Jasa bertanggung jawab atas kebersihan Job
Site selama pekerjaan berlangsung. Kebersihan yang dimaksud disini meliputi :
a. Kebersihan terhadap kotoran -kotoran yang ditimbulkan oleh sisa -sisa pembuanga n
berbagai jenis sampah.
b. Kebersihan terhadap kotoran-kotoran yang disebabkan oleh sampah sisa -sisa bahan
bangunan, pecahan -pecahan batu bata dan atau serpihan kayu dan lain-lain.
c. Kebersihan dalam arti kata kerapihan pegaturan material dan peralatan sehingg a
menunjang mobilisasi pelaksanaan di Job Site.
d. Kebersihan jalan raya didepan lokasi proyek yang menjadi tanggung jawab Penyedia
Jasa.
6. Setelah pekerjaan selesai sebelum diadakan penyerahan pekerjaan kepada Pengguna
Jasa, Penyedia Jasa harus membersihkan s eluruh site dari segalam macam kotoran,
puingpuing dan semua peralatan yang digunakan selama masa konstruksi. Kotoran-
kotoran tersebut harus dikeluarkan dari job site atas biaya Penyedia Jasa. Pekerjaan
pembersihan merupakan bagian dari progress pekerjaan sehingga bila hal ini belum
diselesaikan secara tuntas, maka pekerjaan tidak akan dianggap selesai 100%.
7. Bagian ke-1 sampai dengan ke -6 pada pekerjaan persiapan ini merupakan tanggung
jawab dan kewajiban Penyedia Jasa .

3. BESTEK DAN GAMBAR


1. Penyedia Jasa diwajibkan meneliti semua gambar -gambar dan Bestek mengenai
pekerjaan ini.
2. Bila ternyata ada perbedaan antara gambar dan Spesifikasi Teknis , antara gambar satu
dengan gambar lainnya maka yang berlaku adalah ;
a. Daftar Kuantitas dan Harga kontrak /penawaran
b. Spesifikasi Teknis
c. Gambar dengan skala yang lebih besar (detail)
3. Bila perbedaan itu menimbulkan keragu -raguan yang mungkin menimbulkan kekeliruan
atau bahaya dikemudian hari, Penyedia Jasa wajib menanyakan terlebih dahulu kepada
Konsultan Perencana, Konsultan P engawas Dan Pengguna Jasa untuk mendapatkan
ketegasan.
4. Jika dalam penawaran penyedia jasa dikemudian hari diketahui bahwa Metode
Pelaksanaan baik dalam hal mutu bahan yang disyaratkan (digunakan), metode kerja
yang dilaksanakan maupun ketentuan lain yang b erlaku dibawah standar yang
disyaratkan dalam spesifikasi teknis ini maka Metode Pelaksanaan yang digunakan
wajib mengacu kembali pada ketentuan Spesifikasi Teknis ini.

4. RENCANA KERJA
1. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa harus menyusun suatu renc ana kerja
(jadwal waktu pelaksanaan) sebanyak empat rangkap yang diajukan paling lambat 5
(Lima) hari kalender setelah diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), untuk
diketahui dan disetujui oleh Pengguna Jasa .
2. Setelah rencana kerja disetujui Pengguna Jasa, Pihak Penyedia Jasa harus menyerahkan
rencana kerja tersebut sebanyak 3 (tiga) salinan untuk Pengguna Jasa dan 1 (satu)
salinan ditempel pada tempat/ruang pusat informasi pekerjaan di lokasi pekerjaan .
3. Penyedia Jasa harus mengikuti rencana kerja ter sebut yang menjadi dasar bagi
Pengguna Jasa untuk menilai prestasi pekerjaan dan segala sesuatu yang berhubungan
dengan kelambatan pekerjaan.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 2


5. PEKERJAAN PEMBONGKARAN
1. Penyedia Jasa segera m embongkar Bangunan lama termasuk pondasi lama sebelum
mendirikan bangunan baru diatasnya atau berdasarkan petunjuk konsultan perencana
dan Konsultan Pengawas sesuai urutan kerja pembongkaran dengan memperhatikan
semua aspek keselamatan dan keseha tan kerja.
2. Jika pada bangunan terdapat jaringan atau instalasi listrik, ma ka pihak Penyedia Jasa
harus mengajukan permohonan pembongkaran jaringan listrik pada instansi terkait.
Tidak dibenarkan membongkar sendiri jaringan listrik (milik PLN) terkecuali dikerjakan
oleh tenaga yang trampil di bidangnya dan mendapat persetujuan te rtulis dari pihak
PLN.
3. Pembongkaran dilakukan dengan hati -hati karena kondisi pondasi dan tembok bagian
bawah sudah sangat menghawatirkan .
4. Semua Bahan Bongkaran adalah milik Pemerintah Daerah dalam hal ini diwakili oleh
Kepala Puskesmas setempat .
5. Bahan bongkaran yang masih dapat digunakan disimpan rapi oleh Penyedia Jasa pada
tempat yang tidak menggangu pelaksanaan pekerjaan dan wajib diserahkan kepada
Pemerintah Daerah atau atas petunjuk Kepala Puskesmas dengan jumlah yang sesuai
dengan bongkaran.
6. Untuk bahan yang tidak dapat digunakan lagi, Penyedia Jasa harus memindahkan dari
tempat / lokasi kerja.
7. Apabila untuk pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan kendaraan atau peralatan -
peralatan lain yang dipandang perlu untuk menunjang pelaksanaan, maka hal ini
menjadi kewajiban Penyedia Jasa untuk menyediakannya dan seluruh biaya yang
timbul menjadi beban dan kewajiban Penyedia Jasa.

6. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK


1. Pengukuran dan pemasangan bouwplank dilakukan sekaligus untuk seluruh site, agar
pengaturan perlet akan bangunan tidak meleset serta menjaga kemungkinan
perubahan-perubahan atau pergeseran -pergeseran sesuai keadaan.
2. Untuk mendapatkan u kuran yang tepat sesuai rencana pengukuran wajib dilaksanakan
dengan menggunakan waterpass dan atau theodolite. S ebelum pengukuran Penyedia
Jasa wajib menyampaikan kepada Pihak Pengguna Jasa, Konsultan Perencana,
Konsultan Pengawas dan Pengguna Bangunan (Kepala Puskesmas) selambat-lambatnya
5 (lima) hari kalender sebelum pengukuran dimulai .
3. Sebelum dipasang papan untuk bouw plank harus diserut rata dan lurus .
4. Patok-patok utama hendaknya ditanam/ditancapkan sedalam/sekuat mungkin agar
tidak terjadi pergeseran. Dan pada saat semua patok sudah terpasang titik yang telak
ditentukan, dianggap perlu untuk dicek kembali terhadap orientasi sudut rencana .

7. TINGGI TITIK DUGA (PEIL)


1. Ukuran tinggi titik duga (peil) 0,00 yang dinyatakan dalam gambar disesuaikan
dengan keadaan site.
2. Ukuran tinggi titik duga (peil) dinyatakan dengan suatu tanda tetap dan dipasang
pada tempat yang tidak m udah terganggu.
3. Pembuatan/ pemasangan tanda tetap ini dikerjakan ole h Penyedia Jasa sesuai dengan
petunjuk dan persetujuan Pengguna Jasa/Konsultan Perencana/ Konsultan Pengawas .

8. GAMBAR DAN UKURAN


1. Denah, tampak -tampak dan potongan -potongan dinyatakan dalam gambar-gambar
rencana arsitektur dan struktur, dan dijelaskan pula dalam gambar detail lengkap
dengan ukuran-ukurannya.
2. Apabila terdapat ketidak jelasan dalam ukuran pada gambar, maka Penyedia Jasa
wajib meminta penjelasan dan petunjuk kepada Pengguna Jasa /Konsultan Perencana/
Konsultan Pengawas sebelum pekerjaan dilaksanakan.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 3


9. PENGADAAN BAHAN BANGUNAN
1. Bahan-bahan yang boleh ditempatkan didalam kompleks pekerjaan hanyalah bahan -
bahan yang disyaratkan dalam Spesifikasi Teknis maupun gambar .
2. Cara dan tempat penimbunan/penyimpanan bahan harus memenuhi syarat atau
menurut petunjuk Pengguna Jasa/Konsultan Perencana/ Konsultan Pengawas .
3. Bahan bangunan yang dipakai adalah yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas serta
dimensi yang disyaratkan dalam Spesifikasi Te knis maupun gambar.
4. Apabila suatu bahan yang disyaratkan tidak terdapat dipasaran, sebelum diganti,
Penyedia Jasa harus berkoordinasi dengan dengan Pengguna Jasa/Konsultan
Perencana/Konsultan Konsultan Pengawas terlebih dahulu dan penggantian hanya
bisa dilakukan setelah ada persetujuan secara tertulis.
5. Penggantian bahan bangunan yang tidak terdapat dipasaran dengan bahan bangunan
lain harus setara/setingkat kualitasnya.
6. Bahan bangunan yang dinyatakan afke ur oleh Pengguna Jasa /Konsultan Perencana/
Konsultan Pengawas karena cacat atau tidak sesuai dengan persyaratan yang
ditentukan harus segera dipindahkan dan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan selambat -
lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam.

10. PERATURAN DAN KETENTUAN TEKNIS


Dalam melaksanakan pekerjaan bila tidak d itentukan lain dalam Spesifikasi Teknis ini,
berlaku dan mengikat ketentuan -ketentuan dibawah ini, termasuk segala perubahan dan
tambahannya.
1. Undang -undang republik indonesia Nomor 28 tahun 2002 Tentang Bangunan
gedung;
2. Undang -undang Nomor 1 tahun 1970 te ntang Keselamatan Kerja;
3. Peraturan presiden republik indonesia Nomor 73 tahun 2011 Tentang Pembangunan
bangunan gedung negara
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 201 5 tentang perubahan ke-
4 atas Perpres Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengada an barang/jasa pemerintah
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 45/Prt/M/2007 Tentang Pedoman
Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara .
6. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 441/ KPTS/1998 tentang Persyaratan
Teknis Bangunan Gedung;
7. Peraturan Mente ri Tenaga Kerja RI No. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan;
8. Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum No.
174/MEN/1986, dan No. 104/KPTS/1986 tentang K3 Pada Tempat Kegiatan
Konstruksi;
9. Peraturan Menteri Peker jaan Umum No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman
SMK3 Konstruksi Bidang Peker jaan Umum ;
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 20 15 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat ;
11. SNI 1728 -1989; SKBI 1.3.53.1989, tentan g Tata Cara Pelaksanaan
mendirikan Bangunan Gedung;
12. SNI 03 -1734-1989; SNI 03 -1734-189-F, tentang Tata Cara Perencanaan Beton
Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang untuk Rumah dan Gedung;
13. SK SNI T-15-1991 (Tata Cara Penghitungan Stru ktur Beton Bangunan Indo nesia);
14. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI 1991), SK SNI T -15.1919.03 ;
15. Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton SNI 03 -3976-1995
16. PUBI-1982 (Peraturan Umum untuk Bangunan Indonesia);
17. PKKI-1971/NI-5 (Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia);
18. Mutu Kayu Bangunan SNI 03 -3527-1 984;
19. Ubin Lantai Keramik, Mutu dan Cara Uji SNI 03 -3976-1995
20. Ubin Semen Polos SNI 03 -0028-1987
21. Peraturan Bata Merah Sebagai Bahan Bangunan NI 10
22. Peraturan Semen Portland Indonesia NI -08
23. Peraturan Umum Instalas i Listrik (PU IL) SNI 04 -0225-1987

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 4


24. PUBI-1970/NI-3 ( Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia);
25. Tata Cara Pengecatan Kayu Untuk Rumah dan Gedung SNI 03 -2407-1991
26. Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat Emulsi SNI 03 -2410-1991

11. PENGGUNAAN PERSYARATAN TEKNIS


1. Persyaratan teknis ini merupakan pedoman dalam pelaksanaan -pelaksanaan
pekerjaan termasuk seluruh bangunan -bangunan dan pekerjaan -pekerjaan lainnya
satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
2. Kecuali disebutkan lain, maka setiap bagian dalam persyaratan teknis ini berlaku
untuk seluruh bangunan yang termasuk dalam pekerjaan ini, disesuaikan dengan
gambar-gambar, keterangan -keterangan tambahan tertulis dan perintah -perintah
Pengguna Jasa /Konsultan Perencana/ Konsultan Pengawas .
3. Standar-standar utama yang di pakai adalah standar -standar yang dibuat dan
berlaku resmi di Negara RI, apabila tidak terdapat standar yang dapat diberlakukan
terhadap pekerjaan tersebut, maka harus digunakan standar internasional yang
berlaku atas pekerjaan -pekerjaan tersebut atau seti dak-tidaknya standar dari
negara produsen bahan yang menyangkut pekerjaan tersebut yang diberlakukan

12. PEKERJAAN GALIAN TANAH


1. Pekerjaan ini meliputi tetapi tidak terbatas pada hal -hal berikut ini :
- Menyediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai, bah an-bahan, tenaga
kerja yang cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan.
- Penggalian untuk ruang pondasi Foot Plat, Pondasi Batu kali, dan galian lainnya
yang dianggap perlu, pengurugan kembali dan pemadatan semua pekerjaan yang
membutuhkan galian dan/atau urugan kembali seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.
- Membuang semua bahan -bahan galian yang tidak memenuhi
persyaratan ke suatu tempat pembuangan yang telah ditentukan.
- Penggalian dan pengangkutan bahan timbunan dari suatu tempat g alian.
- Melengkapi pekerjaan seperti ditentukan dalam spesifikasi ini.

2. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Penggalian :
- Penggalian harus dikerjakan sesuai garis dan kedalaman seperti yang
ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
Areal galian harus dibuat cukup untuk memberikan ruang gerak dalam
melaksanakan pekerjaan.
- Elevasi yang tercantum dalam Gambar Kerja merupakan perkiraan saja
dan Konsultan Pengawas dapat menginstruksikan perubahan -perubahan bila
dianggap perlu.
- Setiap kali pekerjaan galian selesai, Kontraktor wajib
melaporkannya kepada Konsultan Pengawas untuk diperiksa pekerjaan
selanjutnya.
- Semua lapisan keras atau permukaan keras lainnya yang digali harus dipotong
mendatar atau miring s esuai Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
- Bila bahan yang tidak sesuai terlihat pada elevasi penggalian rencana,
Kontraktor harus melakukan penggalian tambahan sesuai petunjuk
Konsultan Pengawas, sampai kedalaman dimana daya duk ung yang sesuai
tercapai.
- Untuk lapisan lunak, permukaan akhir galian tidak boleh diselesaikan sebelum
pekerjaan berikutnya siap dilaksanakan, sehingga air hujan atau air
permukaan lainnya tidak merusak permukaan galian.
- Untuk menggali tanah lunak, Kontraktor harus memasang Dinding
penahan tanah sementara untuk mencegah longsornya tanah ke dalam lubang
galian.
- Kontraktor harus melindungi galian dari genangan air atau air hujan dengan
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 5
menyediakan saluran pengeringan sementara atau pompa.
- Untuk menjaga keamanan pekerjaan, tanah galian dibuang atau ditempatkan
sementara minimal 1 meter dari tepi galian.
- Galian di bawah elevasi rencana karena kesalahan dan kelalaian Kontraktor
harus diperbaiki sesuai petunjuk Konsultan Pengawas tanpa tambahan bi aya
dari Pemilik Proyek.
- Diasumsikan bahwa penggalian pada lokasi kerja dapat dilakukan dengan
peralatan standar sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
- Bila ditemukan batu -batuan, Kontraktor harus memberitahukan kepada
Konsultan Pengawas yang akan mengambil k eputusan, sebelum penggalian
dilanjutkan.
- Sesudah setiap pekerjaan penggalian selesai, Kontraktor harus memberi
tahu Konsultan Pengawas, dan pekerjaan dapat dilanjutkan kembali setelah
Konsultan Pengawas menyetujui kedalaman penggalian dan sifat lapi san tanah
pada dasar penggalian tersebut.
b. Urugan Dan Timbunan :
- Pekerjaan urugan atau timbunan hanya dapat dimulai bila bahan urugan dan
lokasi pengerjaan urugan / timbunan telah disetujui Konsultan Pengawas.
- Kontraktor tidak diijinkan melanjutkan pekerjaa n pengurugan sebelum
pekerjaan terdahulu disetujui Konsultan Pengawas.
- Bahan galian yang sesuai untuk bahan urugan dan timbunan dapat
disimpan oleh Kontraktor di tempat penumpukan pada lokasi yang
memudahkan pengangkutan selama pekerjaan pe ngurugan dan
penimbunan berlangsung. Lokasi penumpukan harus disetujui Konsultan
Pengawas.
- Pengurugan pekerjaan beton hanya dapat dilakukan ketika umur beton
minimal 14 hari, dan ketika pekerjaan pasangan berumur minimal 7 hari,
atau setelah mend apat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
c. Pemadatan :
Pemadatan dengan menyiram dan menyemprot tidak diijinkan. Kontraktor harus
menyediakan peralatan pemadatan yang memadai (Ex. Stamper kuda 17 KN)
untuk memadatkan ukuran maupun daerah galian. Bila t ingkat pemadatan tidak
memenuhi, perbaikan harus dilakukan sampai tercapai nilai pemadatan yang
disyaratkan. Bahan yang ditempatkan di atas lapisan yang tidak dipadatkan
dengan baik harus disingkirkan dan harus dipadatkan kembali sesuai Konsultan
Pengawas.

13. PASANGAN BATU KALI


1. Lingkup Pekerjaan dan lokasi pengambilan material.
Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan pasangan batu kali untuk pondasi batu kali
dan item lainnya seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
Pekerjaan ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada pengadaan bahan, tenaga kerja
dan semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan pasangan
batu kali, sesuai batas, tingkat, bagian dan dimensi seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.
2. Standar Rujukan :
a. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI -1982).
b. Spesifikasi Teknis :
- Galian, Urugan Kembali dan Pemadatan
- Adukan Dan Plesteran
3. Prosedur Umum
a. Contoh bahan
Contoh bahan batu seberat minimal 20 kg dengan ukuran terpanjang maksimal
150mm, harus diserahkan terlebih dahulu kepada Konsu ltan Pengawas untuk
disetujui sebelum dikiriPengawasan ke lokasi proyek.
b. Gambar Detail Pelaksanaan

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 6


Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus membuat Gambar Detail
Pelaksanaan (Shop drawing) yang mencakup dimensi, elevasi, kemiringan dan
detail-detail lain yang diperlukan, untuk disetujui Konsultan Pengawas.
c. Pemeriksaan dan Pengujian
Pemeriksaan dan pengujian harus dikerjakan pada setiap bagian
pekerjaan seperti di bawah ini :
- Tata Letak
- Penggalian
- Bahan di Lokasi termasuk alat dan pera latan
- Penempatan Pasir
- Setiap tinggi pemasangan batu kali 1200 mm
Selama pengujian, Kontraktor harus menyediakan tenaga pengawas mutu dan
fasilitas untuk Konsultan Pengawas tanpa biaya tambahan kepada Pemilik
proyek.
4. Bahan-Bahan
a. Batu Kali
Batu kali harus memiliki sisi terpanjang maksimal 150 mm, dan memiliki minimal
3 bidang kontak.
Batu kali harus keras, berasifat kekal dan tidak boleh mengundang bahan yang
dapat merusak.
b. Adukan
Adukan dan plesteran harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis seperti
pada Pasal berikutnya (Spesifikasi Teknis Adukan dan Plesteran).
5. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pekerjaan pasangan batu kali, baru di ijinkan untuk dimulai bila semua pekerjaan
galian dan urugannya telah diperiksa serta disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Pekerjaan galian dan urugan kembali dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi
Teknis seperti pada pasal 2 (Spesifikasi Teknis Galian, Urugan Kembali dan
Pemadatan).
b. Sebelum memulai pekerjaan perletakan pasangan batu kali, air/air hujan
ataupun air tana h yang berada dalam galian harus dipompa dan dikeluarkan.
c. Pemasangan
- Adukan 1 semen dengan 2 pasir untuk pasangan batu kali yang terendam air
dan adukan 1 semen dengan 5 pasir untuk pasangan batu kali yang
tidak terendam air.
- Adukan harus membungkus batu kali pada bagian tengah pasangan
sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian dari pasangan yang
berongga/tidak padat.
- Tidak diperbolehkan sama sekali memukul batu kali ditempat pekerjaan (pada
bagian konstruksi) den gan martil besar, kecuali diluar pagar,patok
ukur/bowplank.
- Pasangan batu kali di atas tanah keras harus mempunyai lantai kerja beton
tipis 50 mm dan pasir setebal 50 mm, atau sesuai petunjuk dalam Gambar
Kerja
- Bagian yang akan diberi pasangan batu kali ha rus sudah dibentuk sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja, dan/atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
d. Komponen Pondasi
Semua pondasi yang dilewati oleh komponen -komponen bangunan seperti kabel
listrik, kabel penangkal petir, saluran air hujan/ kotor harus dil engkapi dengan
lubang drainase. Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja, lubang
drainase, dibuat dari pipa PVC.
e. Pembersihan Permukaan
Segera setelah adukan ditempatkan, semua permukaan pasangan batu kali yang
terlihat harus dibersihkan secara m enyeluruh dari cipratan adukan dan harus
dijaga sedemikian rupa sampai pekerjaan selesai.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 7


f. Perawatan
Pasangan batu kali harus dilindungi dari cahaya matahari dan secara terus
menerus harus dibasahi dengan cara yang disetujui selama 3 (tiga) hari setela h
pekerjaan selesai.

14. PEKERJAAN BAJA TULANGAN


1. Lingkup pekerjaan :
Pekerjaan ini mencakup pengadaan bahan baja tulangan yang sesuai Gambar Kerja.
Pekerjaan ini termasuk semua mesin, peralatan, tenaga kerja dan pemasangan baja
tulangan. Spesifikasi ini akan lebih kuat dari Gambar Kerja bila ada perbedaan detail
yang mungkin terjadi.
2. Standar Rujukan :
a. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (SNI -2, 1971 )
b. British Standar (BS)
c. American Society for Testing and Materials (ASTM)
d. American Concrete Institute (ACI)
e. Standar Industri Indonesia (SII)/ Standar Nasional Indonesia (SOI)
f. Spesifikasi Teknis - Beton Cor di Tempat
3. Prosedur Umum
a. Contoh Bahan Dan Sertifikat Pabrik
- Kontraktor harus menyerahkan kepada Konsultan pengawas, contoh bahan
beserta sertifikat pabrik bahan baja tulangan untuk disetujui.
- Sebelum pengadaan bahan, semua daftar bahan dan daftar pemotongan
harus disiapkan oleh Kontraktor dan diserahkan kepada Konsultan pengawas
untuk disetujui. Persetujuan yang diberikan tidak berarti
membebaskan Kont raktor dari tanggung jawabnya untuk memastikan
kebenaran daftar pemesanan dan daftar pemotongan. Setiap penyimpangan
dari daftar bahan dan daftar penulangan yang telah disetujui telah m enjadi
tanggung jawab Kontraktor untuk menggantinya atas biayanya.
b. Pengiriman Dan Penyimpanan
Baja tulangan setiap waktu harus dilindungi terhadap kerusakan dan harus
ditempatkan di atas batok -batok untuk mencegah menempelnya kotoran atau
benda asing lainnya pada besi tulangan. Tempat penyimpanan harus dinaikka n
agar aman dari air permukaan.
4. Bahan-Bahan
a. Umum
Semua baja tulangan lunak harus dalam keadaan baru, tidak berkarat atau
memiliki cacat lainnya serta harus memenuhi ketentuan dalam Spesifikasi Teknis
ini.
b. Baja Tulangan
Kecuali ditentukan lain, baja tulang an polos harus dari baja Mutu BjTP -2 4 dengan
tegangan leleh minimal 2400 kg/cml, dan baja tulangan ulir dari baja mutu BjTP -
32 dengan tegangan leleh minimal 3200 kg/cm2 serta memenuhi ketentuan SIFO
136- 84/SNI.07 -2052-1990. Diameter yang digunakan harus s esuai ketentuan
dalam Gambar Kerja.
c. Jenis-Jenis Diameter Besi
Baja yang digunakan adalah baja tulangan polos dengan diameter tulangan pokok
14 mm, 12 mm dan 10 mm . Sedngkan tulangan sengkang menggunakan dimater 8
mm. Spesifikasi ukuran tulangan disesuaikan dengan gambar kerja rencana.
Apabila terdapat kekurang jelasan mengenai spesifikasi ukuran pada gambar
rencana, maka kontraktor wajib untuk menindaklanjuti dengan cara konfirmasi
konfirmasi kepada konsultan perencana dan diketahui oleh konsultan pengawas.
5. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Kait dan Pembengkokan :
Penulangan harus dilengkapi dengan kait/bengkokan minimal sesuai ketentuan
PBI (NI-2, 1971) atau sesuai petunjuk Konsultan pengawas dan/atau Gambar
Kerja.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 8


b. Pemotongan :
Panjang baja tulangan yang melebihi Gamb ar Kerja (kecuali tewatan) harus
dipotong dengan alat pemotong besi atau alat pemotong yang disetujui
Konsultan pengawas. Pada bagian yang membutuhkan bukaan untuk dudukan
mesin, peralatan dan alat utilitas lainnya, baja tulangan harus dipotong sesuai
dengan besar atau ukuran bukaan.
c. Penempatan Dan Pengencangan
1. Sebelum pemasangan, baja tulangan harus bebas dari debu, karat, kerak
lepas, oli, cat dan bahan asing lainnya.
2. Semua baja tulangan harus terpasang dengan baik, sesuai dengan mutu,
dimensi da n lokasi seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Pada
penulangan plat lantai Penahan jarak dengan bentuk balok persegi (beton
tahu) atau gelang -gelang harus dipasang pada setiap m2 atau sesuai petunjuk
Konsultan pengawas. Batu, bata atau kayu tidak di ijinkan untuk digunakan.
Sebagai penahan jarak atau sisipan harus diikat dengan kawat no. AWG 16 ( 0
1,62 mm) atau yang setara. Las tipis juga dapat dilakukan pada baja lunak
pada tempat -tempat yang disetujui Konsultan pengawas.
d. Pengecoran Beton :
Pengecoran beton harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis
pada Pasal mengenai Spesifikasi Teknis Beton Cor Di Tempat.

15. PEKERJAAN BETON BERTULANG


1. Lingkup pekerjaan :
Lingkup pekerjaan ini meliputi struktur beton bertulang, yang dilaksanaka n pada
bagian kolom, balok, ring balok, plat lantai, plat sunscreen dan item lainnya sesuai
dengan garis mutu dan dimensi sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Semua
pekerjaan, bahan dan untuk kerja yang berkaitan dengan beton cor di tempat harus
sesuai dengan Spesifikasi Teknis ini dan standar terkait.
2. Standar Rujukan :
Kecuali ditentukan lain, maka semua pekerjaan beton harus mengikuti ketentuan –
ketentuan seperti tertera dalam :
a. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (NI -2, 1971)
b. SNI. 15 -2049-1992 Semen Po rtland, Mutu dan Cara Uji Semen
c. SNI. 03 -2847-1992 Tata Cara Perhitungan struktur Beton untuk Bangunan dan
Gedung
d. ACI 318 -95 Building Requirements for Reinforced Concrete
e. ACI 347 -94 Formwork for Concrete
f. ASTM C33 -93 Specifications for Concrete Aggreg ate
g. ASTM C94 -90 Specifications for Ready -Mixed Concrete
h. ASTM C150 -94 Specifications for Portland Cement
i. ASTM, C260 -94 Standard Specification for Air -Entraining
j. Admixtures for Concrete.
k. ASTM C294 -92 Standard Specification for Chemical Admixtures for Concrete.
ASTM C685 -94 Specification for Concrete Made by HALolumetric Batching and
Continuous Mixing.
l. ASTM C920 -87 Specification for Elastomeric -Joint Sealants.
3. Prosedur Umum :
a. Pemeriksaan Lapangn
- Sebelum memulai pekerjaan beton, peng ujian pendahuluan
tersebut di bawah akan dilakukan oleh Konsultan pengawas dengan biaya
Kontraktor. Kontraktor harus mengacu kepada hasil campuran percobaan
dan estimasi yang akan digunakan dalam pekerjaan ini.
- Kontraktor harus membant u Konsultan pengawas dalam pelaksanaan
pengambilan contoh dan pengujian. Pengujian pendahuluan akan meliputi
penentuan hal -hal berikut :
1) Karakteristik batu pecah
2) Tipe dan kualitas semen

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 9


3) Pemilihan dan dosis bahan tambahan
4) Perbandingan kelas batu peca h dan campuran
5) Faktor air semen
6) Pengujian slump
7) Karakteristik campuran beton segar
Pengujian-pengujian ini harus dilakukan sampai diperoleh campuran yang
sesuai dengan ketentuan Spesifikasi Teknis ini dan mengacu pada spesifikasi
rencana.
b. Pengambilan Conto h Dan Pengujian :
Semua pengambilan contoh dan pengujian harus dilakukan oleh Kontraktor tanpa
tambahan biaya. Pekerjaan ini akan berlangsung terus menerus selama
pelaksanaan pekerjaan beton. Pengambilan contoh dan pengujian harus
ditentukan oleh Konsultan pengawas, seperti tersebut di bawah :
- Semen
Semen harus memiliki sertifikat dari pabrik pembuat, yang menunjukkan berat
per zak, bahan alkali yang sesuai.
- Aggregat
Aggregate harus sesuai dan tahan uji menurut ASTM C33, pengujian dimulai
30 hari sebelum pe laksanaan pekerjaan beton.
- Mont
Minimal 30 hari sebelum pekerjaan beton dimulai, Kontraktor harus membuat
percobaan campuran untuk pengujian (Mix design), bahan -bahan yang akan
digunakan, dan metoda yang akan digunakan untuk pekerjaan ini.
- Bahan Tambahan
Semua bahan tambahan untuk beton harus diuji sesuai standar ASTM C 260
dan ASTM C 494 minimal 30 hari sebelum pekerjaan beton dimulai. Bahan
tambahan tidak diijinkan digunakan tanpa persetujuan Konsultan
pengawas.
c. Pengujian Campuran Percobaan / Tr ial Mix Design
1. Kontraktor harus melakukan pengujian campuran beton, setiap tipe dan
kuat tekan yang diaplikasikan, sebelum pelaksanaan pengecoran beton.
2. Desain campuran harus mengindikasikan rasio air -semen, kadar air, kadar
bahan tambahan, kadar semen, kadar agregat, gradasi agregat, slump,
kadar udara dan kuat tekan.
3. Pengujian campuran dilakukan ketika contoh benda uji yang dirawat dan diuji
dalam kondisi lab, kuat tekannya akan melebihi kuat tekan yang diperlukan.
Kuat tekan umur 7 hari harus memiliki nilai minimal 65% dari kuat tekan umur
28 hari. Pengujian beton harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi
Teknis.
4. Laporan hasil pengujian harus diserahkan kepada Konsultan pengawas untuk
disetujui.
d. Bahan-Bahan
1. Beton
Komposisi beton, baik berat atau hal volume, harus ditentukan oleh
Konsultan pengawas dan harus memenuhi kondisi berikut :
- Slump harus ditentukan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis.
- Campuran alternatif tidak boleh digunakan sebelum disetujui Konsultan
pengawas.
2. Mutu Beton Pada pekerjaan ini menggunakan m utu beton K-250 dengan nilai
Slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,56 , beton K-275 dengan nilai Slump (12 ± 2) cm,
w/c = 0,5 3 dan beton K -175 dengan nilai Slump (12 ± 2) cm, w/c = 0, 66.
3. Semen
Semen harus dari tipe I dan meme nuhi persyaratan SII -0013-81/SNI.15 -204-
1992 atau ASTM C 150 -89. Semen harus berasal dari salah satu merk
dagang, seperti Semen Tonasa, Semen Tiga Roda, Semen Gresik, Semen
Bosowa.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 10


4. Air
Air untuk campuran, perawatan atau aplikasi lainnya harus bersi h dan bebas
dari unsur-unsur yang merusak seperti alkali, asam, garam dan bahan
organik. Air dari kualitas yang dikenal dan untuk konsumsi manusia tidak
perlu diuji. Jenis air kecuali yang telah disebutkan di atas, harus diuji dan
memenuhi ketentuan ASTM dan/atau disetujui Konsultan pengawas.
4. Agregat Halus :
1. Agregat harus untuk beton harus terdiri dari pasir keras dan harus disetujui
Konsultan pengawas. Agregat hatus harus memenuhi ketentuan berikut :
METODA UJI MAX.
NO. BAHAN YANG MERUSAK
ASSHTO BERAT%
1. Gumpalan Tanah Liat T112 0,5
2. Batu Bara Dan Bahan Bakar T113 0,5
3. Bahan Lolos Saringan No. 200 T11 3
2. Agregat harus tidak boleh mengundang bahan -bahan organik, asam, alkali dan
bahan lainnya yang merusak. Agregat hatus m erata didegradasi dan harus
memenuhi ketentuan gradasi berikut :
SARINGAN %berat yang lolos (ASSHTO T 27)
3/8” (9,5 mm) 100
No. 4 (4,75 mm) 95 - 100
No. 18 (1,18 mm) 45 - 80
No. 50 (0,300 mm) 10 - 30
No. 100 (0,150 mm) 1 - 100
5. Agregat Kasar :
1. Agregat kasar untuk konstruksi harus terdiri dari batu butiran, batu pecah,
kerak dapur tinggi dan bahan lainnya yang disetujui dan memiliki
karakteristik serupa yang keras, tahan lama dan bebas dari bahan -bahan yang
tidak diinginkan.
Agregat kasar harus bebas dari bahan -bahan yang merusak dan harus
memenuhi ketentuan berikut :
METODA UJI MAX.
NO. BAHAN YANG MERUSAK
ASSHTO BERAT%
1. Gumpalan Tanah Liat T112 0,25
2. Bahan Lolos Saringan No. 200 T11 1
3. Bahan Tipis panjang lebih dari 5 X - 10
ketebalan maksimal

2. Ketentuan gradasi batuan kasar harus memenuhi ketentuan ASTM A 33

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 11


3. Agregat kasar dari ukuran yang berbeda harus digabung dengan ukuran lain
dengan perbandingan berat atau volume untuk menghasi lkan batuan y ang
memenuhi persyaratan gradasi yang ditentukan.
6. Bahan Perawatan
Bahan untuk perawatan harus memenuhi ketentuan berikut :
NO. DESKRIPSI METODA UJI
1. Lembaran Kain dari serat/goni AASHTO N 182
2. Lapisan Cairan untuk perawatan beton AASHTO M 148
3. Lembaran polyethylene p utih untuk perawatan AASHTO M 171
beton
7. Bahan Tambahan
1. Bahan tambahan untuk mengurangi air dan memperlambat pengerasan
beton, bila dibutuhkan, harus memenuhi ketentuan ASTM C 494 tipe B dan D.
2. Bahan tambahan untuk mempercep at pengerasan beton bila diperlukan, harus
memenuhi ketentuan ASTM C 494 tipe C.
8. Pengisi Sambungan (Join Filler) dan (Joint Sealant)
1. Joint Filler harus memenuhi persyaratan AASHTO M 153 dan US Federal
Specification HH -F 341 a type 1 dass B, seperd Pahalatex atau setara.
2. Joint sealant harus memenuhi persyaratan ASTM C 920 seperti Elastoseal 227
atau setara.
9. Baja Tulangan
Baja tulangan harus sesuai ketentuan dan Spesifikasi Teknis seperti pada Pasal
mengenai Spesifikasi Teknis Baja Tulangan.

10. Pelaksanaan Pekerjaan


1. Perancah Dan Acuan
- Perancah harus dibuat di atas pondasi dengan kekuatan yang memadai untuk
menerima beban tanpa penurunan.
- Perancah yang berdiri di atas tanah lembek harus didukung dan
diperkuat dengan perancah tambahan yang sesuai . Sebelum menempatkan
perancah, gambar -gam bar rancangan pemasangan/penempatan perancah
harus diserahkan kepada Konsultan pengawas untuk disetujui.
- Acuan harus memenuhi ketentuan berikut :
a. Semua acuan harus dilengkapi dengan lubang pembersihan yang memad ai
untuk pemeriksaan dan pembersihan setelah pemasangan baja
tulangan.
b. Bahan acuan harus berasal dari pagan kayu tebal minimal 20 mm, kayu
lapis tebal minimal 9 mm, baja pelat lembaran tebal minimal 0,6 mm jika
dibutuhkan, atau bahan lain yang disetuju i.
c. Permukaan beton yang menghendaki penyelesaian halus dan diekspos
harus menggunakan acuan kayu lapis.
d. Acuan harus rapat dan kaku agar tidak terjadi distorai yang diakibatkan
oleh tekanan alat penggetar dan beban beton atau lainnya.
e. Acuan harus dibuat dengan teliti dan diperiksa kemampuan konstruksinya
sebelum pengecoran.
f. Semua sudut Sambungan , pertemuan harus kaku untuk mencegah
terbukanya acuan selam a pekerjaan pengecoran berlangsung. Kontraktor
bertanggung jaw ab untuk acuan dan penop angnya yang memadai .
2. Penempatan Pipa Mekanikal, Elektrikal Dan Local Area Network
Pipa-pipa mekanikal dan elektrikal harus dipasang sebelum pengecoran,
dengan tanpa mengurangi kekuatan beton. Pipa -pipa tersebut harus dilindungi
dengan pipa bahan PVC sehingga tidak akan terisi adukan beton sewaktu
pengecoran.
3. Sambungan Konstruksi
Sambungan konstruksi harus ditempatkan pada tempat -tempat sesuai Gambar
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 12
Kerja atau sesuai petunjuk Konsultan pengawas. Sambungan konstruksi harus
tegak lurus terhadap garis ut ama tekanan dan umumnya ditempatkan pada titik -
titik minimal gaya geser pada Sambungan konstruksi horizontal. Batang pasak,
alat penyalur beban dan alat pengikat yang diperlukan harus ditempatkan pada
tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
4. Sambungan Terbuka
Sambungan terbuka harus dibuat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja
dengan menyisipkan dan kemudian mencabut kepingan kayu, pelat metal atau
bahan lain yang disetujui. Penyisipan dan pencabutan cetakan harus dilakukan
tanpa merusak pingg iran atau sudut beton.
Penulangan tidak boleh melewati sambungan terbuka kecuali bila ditentukan
lain.
5. Perbandingan dan Campuran Beton
- Perbandingan bahan ditentukan sesuai spesifikasi perencanaan dengan
penimbangan atau dengan metode yang disetujui Konsult an pengawas.
Perbandingan volume tidak diijinkan tanpa persetujuan Konsultan pengawas.
- Semua beton harus dicampur dengan mesin. Waktu pencampuran harus
sesuai dengan petunjuk kapasitas alat pencampur.
- Slump yang diijinkan minimal 75 mm dan maksimal 150 mm untuk balok,
kolom dan pelat sedangkan untuk pondasi sumuran minimal 50 mm dan
maksimal 125 mm. Pencampuran beton tidak bo leh dimulai tanpa memastikan
persediaan bahan yang memadai, dalam batas yang aman, agar pengecoran
beton dapat dilaksanakan.
- Bila pengecoran tidak dapat dihentikan. Kontraktor harus menyediakan
peralatan tambahan dan memadai yang disetujui Konsultan pengawas.
- Dalam hal ini kontraktor dapat menggunakan Beton ready -mixed yang harus
dicampur dan didatangkan sesuai ketentuan AS TM C 94 dan ASTM C 685.
Selisih biaya menggunakan jasa pengadaan beton dengan mencampur
menggunakan mesin (Ex.Molen) sepenuhnya menjadi tanggungan kontraktor.
6. Pembesian Beton Bertulang
- Spesifikasi dan dimensi tulangan yang digunakan mengacu pad a gambar
kerja dan mengacu pada spesifikasi baja tulangan pada bab sebelumnya.
- Sebelum melakukan pengecoran pembesian harus dicek kembali oleh
konsultan pengawas dari segi spek, dimensi, maupun jarak tulangan yang
mengacu gambar kerja, kecuali ditentukan l ain atau ada kesepakatan lain
bersama direksi mengenai pembesian.
- Sebelum melakukan pengecoran posisi pembesian harus sesuai dengan
spasi terhadap tepi dimensi rencana (spasi minimal 2 cm) sesuai dengan
aturan spesifikasi pembesian yang be rlaku.
- Khusus pembesian pada bagian struktur yang berbentuk plat, posisi tulangan
harus melayang dengan cara diganjal dengan menggunakan beton tahu atau
batu pecah atau menggunakan penganjal besi. Tidak di izinkan menggunakan
penganjal berbahan kayu atau b ahan lainnya yang tidak dapat monolit
bersama beton.
7. Penempatan Beton dan Pembongkaran Acuan
- Beton tidak boleh ditempatkan sebelum acuan, penulangan, sisipan dan
lainnya telah disetujui Konsultan pengawas. Acuan harus dibersihkan, bebas
dari guncangan, cel ah, dan kotoran.
- Metoda dan urutan pengecoran harus sesuai dengan Spesifikasi Teknis
dan petunjuk Gambar Kerja.
- Bagian luar permukaan beton harus dikerjakan dengan baik selama
pengecoran. Penggetaran terus menerus pada jarak 38 -40 cm harus tetap
terjaga untuk mencegah keropos dan untuk mendapatkan permukaan yang
halus. Alat Penggetar/ Vibrator harus disetujui terlebih dahulu oleh konsultan
pengawas mengenai kelayakan guna alat.
8. Pembongkaran Acuan

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 13


Acuan dan perancah tidak boleh dibongkar tanpa persetu juan Konsultan
pengawas. Persetujuan Konsultan pengawas tidak membebaskan Kontraktor dari
keamanan pekerjaan tersebut. Jadwal pembongkaran harus ditentukan oleh
Konsultan pengawas. Untuk pembongkaran acuan pada bagian struktur portal
banguan,minimal waktu memulai pembongkaran acuan adalah 14 hari setelah
pengecoran atau pada posisi beton telah mengering dan mengeras sempurna jika
menggunakan bahan tambahan dan dengan persetujan Konsultan Pengawas.
9. Perbaikan Beton
- Kontraktor harus meminta Konsultan pengawas untuk memeriksa permukaan
beton segera setelah pembongkaran acuan.
- Kontraktor atas biayanya harus mengganti beton yang tidak sesuai dengan
garis, detail atau elevasi yang telah ditentukan atau yang rusaknya berlebihan.
(Jangan menambat, mengisi, memutar, m emperbaiki atau mengganti beton
ekspos kecuali atas petunjuk Konsultan pengawas).
- Keropos, lubang atau sambungan harus diperbaiki segera setelah
pembongkaran acuan.
10.Perawatan dan Perlindungan
- Ketentuan-ketentuan berikut harus diperhatika n untuk melindungi
beton segar yang baru dicor terhadap matahari, angin dan hujan sampai beton
mengeras dengan baik, dan untuk mencegah pengeringan yang tertalu cepat.
- Semua acuan yang berisi beton harus dijaga tetap lembab sampai saat
pembongkaran.
- Semua permukaan beton ekspos harus dilembabkan secara terus menerus
selama 14 hari setelah pengecoran.
- Tidak diijinkan menyimpan bahan -bahan di atas beton atau melintas
diatas konstruksi, yang menurut pendapat Konsultan pengawas, belum cukup
mengeras.

16. PEKERJAAN BETON TIDAK BERTULANG


1. Lingkup Pekerjaan :
Bagian pekerjaan ini m eliputi penyediaan bahan -bahan, pemasangan dan semua
pekerjaan beton tak bertulang dan campuran yang dipergunakan adalah 1 Pc : 3 Ps :
5 Kr, dan dilaksanakan untuk neut -neut kosen, neut-neut kolom kayu, lantai kerja,
rabat beton dan lainnya yang ditentukan dalam gambar
2. Standar/Rujukan
Mengacu pada standar/ rujukan Beton Bertulang
3. Material
Mengacu pada standar material Beton bertulang yg dijelaskan di atas
sebelumnya.

17. PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, peralatan, alat -atat bantu
yang dibutuhkan, bahan dan semua pasangan batu bata pada tempat - tempat
seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.
Pekerjaan ini terdiri tetapi tidak pada hal -hal berikut:
- Pasangan batu bata dan atau batako,
- Adukan,
- Pengaplikasian bahan penutup celah antara dinding dengan kotom
bangunan, dinding dengan bukaan dinding dan dinding dengan peralatan, sesuai
dengan petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.
2. Standar/Rujukan
- Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI -1982)
- Standar Industri Indonesia (SII) / Standar Nasional Indonesia (SNI)
- American Society for Testing and Materi als (ASTM).
- Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (SK SNI 5 -04-1989-F).
- Spesifikasi Teknis :
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 14
1. Adukan dan Plesteran
2. Penutup dan Pengisi Celah.
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan
Contoh bahan-bahan yang akan digunakan harus diserahkan kepada Konsultan
pengawas untuk di setujui terlebih dahulu sebelum dikirimkan ke lokasi proyek.
Contoh bahan batu bata diserahkan sebanyak minimal 10 buah, untuk keperluan
pengujian kuat tekan y ang disyaratkan. Biaya pengadaan Conto h dan
pengujian menjadi tanggung jawab Kontra ktor.
- Pengiriman Dan Penyimpanan
Semua bahan harus disimpan dengan baik, terlindung dari kerusakan. Bata harus
tersusun dengan baik dan teratur dengan tinggi maksimum 150 cm. Semen harus
dikirim dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat dimana tertera nama pabrik
merek dagangnya. Penyimpanan semen harus dilaksanakan sesuai ketentuan
Spesifikasi Teknis seperti pada Pasal mengenai Spesifikasi Teknis Beton Cor di
Tempat.
4. Bahan-Bahan
- Batu Bata
a. Batu bata harus dari mutu yang terbaik dengan pembakaran sempurna dan
merata atau produksi yang campuran yang baik, produksi lokal dengan ukuran
nominal 55 mm x 110 mm x 230 mm untuk bata sedangkan batako 80 mm x
120 mm x 220 mm atau sesuai de ngan ukuran lokal yang dapat diperoleh yang
dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata, tanpa cacat dan
mengandung kotoran.
Meskipun ukuran bata dan atau batako yang biasa diperoleh di suatu daerah
mungkin berbeda dengan ukuran tersebut diatas, harus diusahakan supaya
tidak terlatu menyimpang dari ukuran - ukuran tersebut.
b. Bata merah yang digunakan harus mempunyai kuat tekan minimal 25
kg/cm sesuai ketentuan SII-0021-78/SNI.15-2049-1991 dan SK SNI 5-04-1989-F.

- Adukan Dan Plesteran


Adukan dan plesteran untuk pasangan batu -bata dan atau batako harus
memenuhi kete ntuan Spesifikasi Teknis seperti pada Pasal mengenai Spesifikasi
Teknis Adukan dan Plesteran.
- Bahan Penutup dan Pengisi Celah
Bahan penutup dan pengisi celah harus memenuhi persyaratan
Spesifikasi Teknis seperti pada Pasal mengenai Spesifikasi Teknis
Penutup dan Pengisian Celah.
5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Adukan
a. Adukan harus dicampur dalam alat/tempat mencampur yang telah disetujui. Sangat
dilarang memakai adukan yang sudah mulai mengeras dan membubuhkannya untuk
dipakai lagi.
b. Adukan yang dipakai seperti berikut :
1) Untuk pasangan kedap air di daerah basa h, 15 cm di bawah permukaan
tanah I sampai 20 cm di atas lantai (tergambar ataupun tidak tergambar
dalam Gambar Kerja), dan ditempat-tempat lain sesuai petunjuk Gambar
Kerja digunakan adukan 1 semen dan 3 pasir.
2) Untuk pasangan biasa digunakan adukan 1 semen dengan 5pasir.
- Pemasangan
a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan ini, Kontraktor wajib memeriksa dengan seksama
Gambar Kerja dan melihat keadaan tempat pekerjaan tersebut di atas yang akan
dilaksanakan. Sebelum digunakan, batu bata harus direndam dalam air menggunakan
bak air/drum hingga jenuh. dinding harus dipasang dan didirikan menurut masing-
masing ukuran, ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.
b. Tidak diperkenankan memasang batu-bata yang patah dua melebihi 5% dan yang

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 15


patah lebih dari dua.
c.
Pasangan dinding batu-bata yang luasnya lebih besar dari 12 m2 harus
ditambahkan kolom dan balok penguat dengan ukuran minimal 120 mm x 120 mm,
sesuai dengan lebar bata, dengan tulangan pokok minimal 4 Ø 10 mm, sengkang Ø 8
mm - 200 mm (Tergambar atau tidak tergambar pada Gambar Kerja).
d. Pasangan dinding bata dengan Luas setiap 6 m2 yang terletak diluar bangunan yang
langsung mendapat beban angin harus diberi kotom praktis ukuran minimum 120 mm
x 120 mm dengan tulangan dan beugeul seperti diatas. (Tergambar atau tidak
tergambar pada Gambar Kerja).
e. Pemasangan dinding batu bata yang dilaksanakan bertahap dalam jeda waktu lebih
dari 1 bulan, setiap tahap terdiri maksimal 24 lapis setiap hari, dan kemudian diikuti
dengan pengecoran kolom praktis. (Tergambar atau tidak tergambar pada Gambar
Kerja).
f. Tebal adukan pengikat tidak kurang dari 10 mm dan adukan harus padat sedemikian
rupa sehingga membentuk sambungan yang lurus / menerus dan rata.
g. Setelah bata terpasang dengan adukan, siar-siar harus dikerok rapih sedalam 10
mm dan dibersihkan dengan sapu lidi untuk kemudian disiram.
h. Sebelum diplester, pasangan bata harus dibasahi dengan air terlebih dahulu sampai
jenuh.
- Perawatan Dan Perlindungan
a. Pasangan batu bata harus dibasahi terus menerus.
b. Pasangan batu bata yang terkena, udara terbuka, selama waktu- waktu hujan tebat
harus diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari tembok.
c. Siar atau celah antara dinding dengan kolom bangunan, dinding dengan bukaan
dinding atau dinding dengan peralatan harus ditutup dengan bahan pengisi celah
seperti disebutkan dalam Spesifikasi Teknis seperti pada Pasal mengenai Spesifikasi
Teknis Penutup dan Pengisian Celah.
- Plesteran
Bahan plesteran harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis seperti Spesifikasi Teknis
Adukan dan Plesteran.

18. PEKERJAAN ADUKAN DAN PLESTERAN


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan adukan dan plesteran (kasar dan
halus), seperti penjelasan dalam Gambar Kerja atau disyaratkan dalam Spesifikasi
Teknis ini.
2. Standar/Rujukan
- American Society for Testing and Materials (ASTM)
- American Concrete Institute (ACI)
- Peraturan Beton Bertulang Indonesia (N1 -2, 1971)
- SNI. 115 -2049-1992 Semen Portland, Mutu dan Cara Uji Semen
- American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO).
- Spesifikasi Teknis - Beton Cor di Tempat.
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan
Contoh bahan yang akan digunakan harus diserahkan kepada Konsultan
pengawas untuk terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi proyek.
- Pengiriman Dan Penyimpanan
a. Pengiriman dan penyimpangan bahan semen dan bahan lainnya harus sesuai
ketentuan Spesifikasi Teknis seperti pada Pasal mengebai Spesifikasi Teknis Beton
Cor Di Tempat.
b. Pasir harus disimpan di atas tanah yang beraih, bebas dari aliran air, dengan kata
lain penyimpanan dilengkapi dengan saluran pernbuangan yang memadai, dan
bebas dari benda-benda asing. Tinggi penimbunan tidak lebih dari 1200 mm
agar tidak berhamburan.
4. Bahan-Bahan
- Semen

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 16


Semen tipe I harus memenuhi Standar SII.001 3 -81 /SNI. 15 -2049-1992 atau
ASTM C 15089 serta. Spesifikasi Teknis seperti pada Pasal mengenai Spesifikasi
Teknis Beton Cor Di Tempat.
Semen yang digunakan hams berasat dari sate merek dagang yang dikenal teas
Sian mullah diperoleh.
- Pasir
Pasir harus bersih, keras, padat dan tajam, tidak mengandung Lumpur atau
kotoran yang lain yang merusak.
Perbandingan butir -butir harus seragam dari y ang kasar sampai dengan yang
halus, sesuai dengan ketentuan ASTM C 33.
- Air
Air harus bersih, bebas dari asam, minyak, alkali dan zat -zat organic yang
beraifat merusak. Air dengan kualitas yang diketahui dan dapat diminum tidak
perlu diuji. Pada dasamya semua air, kecuali yang telah disebutka n diatas, harus
diuji sesuai ketentuan AASHTO T26 dan/atau disetujui Konsultan pengawas .
- Bahan Tambahan
Bahan tambahan untuk meningkatkan kekedapan air terhadap air dan menambah
daya lekat harus berasal dari merek yang dikenal lugs, seperti Super
Cement, Febond SBR, Cemecryl, Barra Emulsion 57 atau yang setara.
5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Perbandingan Campuran Adukan dan/atau Plesteran
a. Campuran 1 semen dan 3 pasir digunakan untuk adukan kedap air, adukan kedap air
150 mm di bawah permukaan tanah sampai 200 mm di atas lantai, tergambar atau
tidak tergambar dalam Gambar Kerja, plesteran permukaan beton yang terlihat dan
tempat-tempat lain seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
b. Campuran 1 semen dan 5 pasir untuk semua pekerjaan adukan dan plesteran selain
tersebut di atas.
c. Bahan tambahan untuk menambah daya lekat dan meningkatkan kekedapan
terhadap air harus digunakan dalam jumlah yang sesuai dengan petunjuk penggunaan
dari pabrik pembuat.
- Pencampuran
Semua bahan kecuali air harus dicampur dalam k otak pencampur atau alat
pencampur yang disetujui sampai diperoleh campuran yang merata, untuk
kemudian dimbahkan sejumlah air dan pencampuran minimal 1 sampai 2 menit
sebelum pengaplikasian Adukan dibuat dalam jumlah tertentu dan waktu
percarnpuran minimal 1 sampai 2 menit sebelum pengaplikasian.
Adukan yang tidak digunakan dalam jangka waktu 45 menit setelah
pencampuran tidak diijinkan digunakan.
- Perataan dan Pembersihan Permukaan
a. Semua permukaan yang akan menerima adukan dan/atau plesteran harus
bersih, bebas dari serpihan karbon lepas dan bahan lainnya yang mengganggu.
b. Pekerjaan plesteran hanya diperkenankan setelah selesainya pemasangan instatasi
Listrik dan air dan seluruh bagian yang akan menerima plesteran telah terlindung di
bawah atap.
Permukaan yang akan diplester harus telah berusia tidak kurang dari dua minggu.
Bidang permukaan tersebut harus disiram air terlebih dahulu dengan air hingga jenuh
dan siar telah dikerok sedalam 10 mm dan dibersihkan.
- Pemasangan
a. Plesteran Batu Bata dan atau Batako
1) Pekerjaan plesteran dapat dimulai setelah pekerjaan persiapan
dan pembersihan selesai.
2) Untuk memperoleh permukaan yang rapi dan sempuma, bidang
plesteran dibagi -bagi dengan kepala plesteran yang dipasa ngi sementara
dari bambu.
3) Kepala plesteran dibuat pada setiap jarak 1 00 cm, dipasang tegak
dengan menggunakan kepingan kayu lapis tebal 6 mm untuk patokan
kerataan bidang.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 17


4)
Setelah kepala plesteran diperiksa kesikuannya dan
kerataannya, permu kaan dinding baru dapat ditutup dengan plesteran
sampai rata dan tidak ada kepingan -kepingan kay u yang tertinggal dalam
plesteran.
5) Seluruh permukaan plesteran harus rata dan rapi, kecuali bila pasangan
akan ditapis dengan bahan lain. Sisa -sisa pekerjaan ya ng telah selesai
harus segera dibersihkan.
6) Tali air (naad) selebar 4 mm digunakan pada bagian -bagian permukaan
dengan bukaan dinding atau bagian lain y ang ditentukan dalam
Gambar Kerja, dibuat dengan menggunakan profil kayu khusus untuk
itu yang telah diserut rata, rapi dan siku. Tidak diperkenankan membuat
tali air dengan menggunakan baja tulangan.
b. Plesteran Permukaan Beton
1) Permukaan beton yang akan diberi plesteran harus
dikasarkan, dibersihkan dari bagian -bagian yang lepas d an dibasahi air,
kemudian diplester.
2) Permukaan beton harus bersih dari bahan -bahan cat, minyak,
temak, lumut dan sebagainya sebelum pekerjaan plesteran dimulai.
Permukaan beton harus dibersihkan menggunakan kawat baja. Setelah
plesteran se lesai dan mulai mengeras, permukaan plesteran dirawat
dengan penyiraman air.
3) Plesteran yang tidak sempurna, misalnya bergelombang, retak -retak,
tidak tegak turns dan sebagainya harus diperbaiki hingga sempurna.
- Ketebalan Adukan Dan P lesteran
Tebal adukan dan/atau plesteran minimal 10 mm, kecuali bila
dinyatakan lain dalam Gambar Kerja atau sesuai dengan petunjuk Konsultan
Pengawas.
- Pengacian
Pengacian dilakukan setelah plesteran disiram air sampai jenuh sehingga
plesteran menjadi rata, harus tidak ada bagian yang bergelombang, tidak ada
bagian yang retak dan setelah plesteran berumur 8 (delapan) hari atau sudah
kering sempurna.
Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai dilakukan, Kontraktor harus
selalu meyirami bagian per mukaan yang di aci dengan air sampai jenuh,
sekurang-kurangnya dua kali setiap harinya.
- Pemeriksaan Dan Pengujian
Semua pekerjaan harus dengan mudah dapat diperiksa dan diuji. Kontraktor
setiap waktu harus memberi kemudahan kepada Konsultan Pengawas untuk
dapat mengambil contoh pada bagian yang telah diselesaikan.
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan
dikerjakan dengan cara yang sama dengan secepatnya tanpa biaya tambahan dari
Pemilik Proyek.

19. PEKERJAAN KERAMIK/TEGEL/UBIN


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pemasangan berbagai jenis keramik
pada tempat - tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja serta Spesifikasi
Teknis ini atau sesuai Petunjuk Konsultan pengawas.
2. Standar/Rujukan
- Persyaratan Umu m Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI -1982).
- Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (SK SNI S -04-1989-F).
- Standar Nasional Indonesia (SNI).
- Spesifikasi Teknis - Adukan dan plesteran.
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan Dan Data Teknis
Contoh bahan dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan harus
diserahkan terlebih dahulu kepada Konsultan pengawas untuk disetujui sebelum
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 18
dikirim ke lokasi proyek.
Contoh bahan harus diserahkan sebanyak 3 (tiga) buah dengan 4 (empat)
gradasi warna untuk setiap bahan.
Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab kontraktor.
- Pengiriman Dan Penyimpanan
Pengiriman keramik keramik ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan
pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh
dan jelas. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2,5% dari
keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pernilik Proyek.
Keramik harus dari kualitas yang baik dan dari merek yang dikenal. Keramik yang
tidak rata permukaan, dan warnanya, sisinya tidak lurus, sud ut- sudutnya tidak
siku, retak atau cacat -cacat yang lainnya, tidak boleh dipasang.
- Keramik/Tegel/Ubin
a. Keramik atau Tegel yang digunakan terdiri dari beberapa jenis seperti
tersebut berikut :
1) Keramik lantai ukuran 60 x 60 setara Platinum KW A terpasang pa da
semua permukaan lantai bangunan.
2) Keramik Dinding ukuran 30 x 60 setara Roman Golongan E terpasang
dinding meja beton seperti pantry, dapur dan laboratorium.
3) Keramik Dinding ukuran 25 x 45 setara Roman Golongan D terpasang
dinding Kamar Mandi.
4) Keramik Lantai ukuran 25 x 25 setara Roman Golongan C terpasang
lantai Kamar Mandi .
5) Plint Keramik 10 x 60 terpasang rata dengan permukaan tembok (tidak
menonjol keluar) setara Platinum KW A.
6) Keramik lantai ukuran 60 x 60 setara Platinum KW A permukaan
matte/doff ter pasang pada semua permukaan lantai Carport depan.
b. Tipe dan warna masing -masing tegel/keramik harus sesuai Skema warna
yang ditentukan oleh direksi (owner), dan tipe tegel berasal dari merek
sesuai yang tertera di atas atau yang setara yang diset ujui oleh Konsultan
pengawas.
- Adukan
a. Adukan terdiri dari cam puran semen dan pasir yang diberi bahan tambahan
penguat dalam jumlah penggunaan sesuai petunjuk dari pabrik pembuat.
b. Adukan perekat khusus untuk memasang keramik keramik, jika ditunjukkan
dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Konsultan pengawas, harus
memenuhi ketentuan AS 2358, ANSI 118.1, 118,4 dan BS 5385, seperti
produk AM 30 Mortarflex atau yang setara.
4. Pelaksanaan Pekerjaan
- Persiapan
a. Pekerjaan pasangan keramik baru boleh dilakukan setelah pekerjaan lainnya benar-
benar selesai.
b. Pemasangan keramik harus menunggu sampai semua alat penggantung,
pengunci pintu/jendela dan semua pekerjaan perpipaan air bersih/air kotor atau
pekerjaan lainnya yang terletak di belakang atau di bawah pasangan keramik ini telah
diselesaikan terlebih dahulu.
- Pemasangan
a. Sebelum pemasangan keramik pada dinding dimulai, plesteran harus dalam keadaan
kering, padat, rata dan bersih.
b. Sebelum dipasang, keramik harus direndam air terlebih dahulu.
c. Adukan untuk pasangan keramik pada lantai, dinding luar dan bagian lain yang harus
kedap air harus terdiri dari campuran 1 semen, 2 pasir. Adukan untuk pasangan
keramik pada tempat-tempat lainnya menggunakan campuran I semen dan 4 pasir.
Tebal Adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari 25mm, kecuali bila ditentukan
lain dalam Gambar Kerja.
d. Adukan untuk pasangan keramik pada dinding luar harus diberikan pada permukaan
plesteran dan permukaan belakang keramik, kemudian dilekatkan pada tempat yang

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 19


sesuai dengan direncanakan atau sesuai petunjuk Gambar Kerja.
e.
Adukan untuk pasangan keramik pada lantai harus ditempatkan di atas lapisan pasir
padat, kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja. Pasangan keramik untuk
lantai KM/WC, permukaannya harus dimiringkan dan sedemikian rupa menuju ke
arah lubang pembuangan (saringan air kotor).
f. Keramik harus kokoh menempel pada atasnya dan tidak boleh berongga. Harus
dilakukan pemeriksaan untuk menjaga agar bidang keramik yang terpasang tetap
lurus dan rata.
Keramik yang salah (letaknya, cacat atau pecah, harus dibongkar dan diganti.
g. Keramik mulai dipasang dari salah satu sisi agar potongan simetris yang dikehendaki
dapat terbentuk dengan baik.
h. Sambungan atau celah-celah antara keramik harus lurus, rata dan seragam, saling
tegak lurus. Lebar celah tidak boleh lebih dari 1.6 mm, kecuali bila ditentukan lain.
Adukan harus rapi, tidak keluar dari celah sambungan.
i. Pemotongan keramik harus dengan keahlian dan dilakukan hanya pada satu sisi, bila
tidak terhindarkan.
Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan
bentuk-bentuk yang lainnya harus dikerjakan rapi dan sesempurna mungkin.
j. Khusus Pemasangan Lantai Vinyl menggunakan alas karet yang menjadi lapisan
dasar dengan merekatkan dengan staples. Setelah itu lapisan vinyl di
rekatkan dengan lem setelah mengukur pemasangannya. Metode merekatkannya
dengan mengolesi vinyl engan lem dengan kuas rol.
- Pengecoran Siar/Celah
a. Pengecoran siar/celah antara keramik keramik harus dilaksanakan setelah adukan
pasangan keramik benar-benar kering. Hal ini perlu diperhatikan untuk mencegah
terjadinya ledakan yang disebabkan karena terperangkapnya kandungan air di
bawah keramik.
b. Siar/celah antara keramik dicor dengan semen pengisi/grout yang berwarna sama
dengan keramiknya, seperti produk AM 50 Colored Ceramic Grout dengan campuran
AM 54 Liquid Grout Additive atau yang setara yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
c. Setelah semen pengisi cukup mengeras, bekas-bekas pengecoran segera dibersihkan
dengan kain lunak yang baru dan bersih.
- Pembersihan dan Perlindungan
Setelah pemasangan selesai, permukaan keramik harus benar -benar bersih, tidak
ada cacat, bila dianggap perlu permukaan keramik harus diberi perlind ungan
misalnya dengan sabun anti karat atau cara lain yang diperbolehkan tanpa
merusak permukaan keramik.

20. PEKERJAAN ATAP DAN RANGKA BAJA RINGAN


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan alat, bahan serta pemasangan lembaran
pelindung atap dan me tal untuk talang air hujan dan perlengkapan atap, lainnya
pada seluruh bangunan sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.
2. Standar/Rujukan
- Standar Industri Indonesia (SII).
- Japanese Industrial Standard (JIS).
- Spesifikasi Teknis :
a. Rangka Baja Ringan
b. Berbagai Jenis Metal
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan Dan Data Teknis
Contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan harus diserahkan
kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
- Pengiriman Dan Penyimpanan
Semua bahan yang didatan gkan harus segera disimpan ditempat yang kering dan
terlindung dari kerusakan, baik sebelum dan selama pemasangan.
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 20
4. Bahan-Bahan
- Rangka Baja Ringan
a. Properti mekanis baja (Steel Mechanical Properties) :
1) Baja Mutu Tinggi G 550
2) Tegangan leleh minimum (Minimum Y ield Strength) 550 Mpa
3) Modulus Elastisitas 200.000 Mpa
4) Modulus geser 80.000 Mpa
b. Lapisan Anti Karat
Material baja harus dilapisi perlindungan terhadap serangan korosi, dua jenis
lapisan anti karat (coating) :
Galvanised (Z220)
1) Pelapisan Galvanis ed
2) Jenis Hot-dip zinc
3) Kelas Z22
4) ketebalan pelapisan 220 gr/m2
5) komposisi 95% zinc, 5% bahan campuran

Galvalum (AZ100)
1) Pelapisan Zinc Alumunium
2) Jenis Hot-dip alumunium zinc
3) Kelas AZ100
4) ketebalan pelapisan 100 gr/m2
5) komposisi 55% alumunium , 43,5% Zinc, dan 1,5% silicon
- Multigrip (MG)
Konektor antara kuda -kuda baja ringan dengan murplat (top plate) berfungsi
untuk menahan gaya lateral tiga arah, standar teknis sebagai berikut:
a. Galvabond Z275.
b. Yield Strength 250 MPa.
c. Design Tensile Strength 150 MPa
- Alat Penyam bung (Screw)
Baut menakik sendiri (self drilling screw) digunakan sebagai alat sambung antar
elemen rangka atap yang digunakan untuk fabrikasi dan instalasi, spesifikasi
screw sebagai berikut :
a. Kelas Ketahanan Korosi Minimum Kelas 2.
b. Panjang (termasuk kepala baut) 16mm.
c. Kepadatan Alur 16 alur/inci.
d. Diameter Bahan dengan alur 4,80 mm.
e. Diameter Bahan tanpa alur 3,80 mm
Kekuatan Mekanikal
a. Gaya geser satu baut 5,10 KN.
b. Gaya aksial 8,60 KN
c. Gaya Torsi 6,90 KN
- Valley Gutter
Talang Jurai Dalam (Valley Gutter), Per temuan dua bidang atap yang membentuk
sudut tertentu, pada pertemuan sisi dalam harus manggunakan talang dalam
(Valley Gutter) untuk mengalirkan air hujan. Ketebalan material jurai dalam
minimal 0,45 mm kecuali ditentukan lain pada gambar ataupun BOQ .
a. Profil Material Rangka Baja Ringan
1) Rangka atap menggunakan Profil C.75.65
2) Reng Menggunakan profil U.35.45
b. Talang Air Hujan
Jika menggunakan bantuan talang tegak, maka spesifikasi harus terbuat dari pipa PVC
dengan diameter sesuai Gambar Kerja dan dari kelas tekanan kerja 5 kg/cm2 sesuai
standard JIS, seperti merek Pralon, Rucika, Maspion atau yang setara.
c. Atap
Bahan Atap Genteng metal yang digunakan adalah minimal setara dengan
Sakura Roof Type elang (tebal 0,30 mm).

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 21


5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Umum
Pekerjaan yang bersifat pabrikasi dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Gambar
Kerja dan harus dikerjakan oleh tukang yang ahli dalam bidangnya.
- Pemasangan Rangka Baja Ringan
a. Kontraktor wajib memberikan pemaparan produk sebelum pelaksanaan pemasangan
rangka atap baja ringan, sesuai dengan spesifikasi teknis.
b. Produk yang dipaparkan sesuai dengan surat dukungan dan brosur yang
dilampirkan pada dokumen tender.
c. Kontraktor wajib menyerahkan gambar kerja yang lengkap berserta detail dan
bertanggung jawab terhadap semua ukuran- ukuran yang tercantum dalam gambar
kerja. Dalam hal ini meliputi dimensi profil, panjang profil dan jumlah alat sambung
pada setiap titik buhul.
d. Perubahan bahan/detail karena alasan apapun harus diajukan ke Konsultan
Pengawas, Konsultan Perencana dan Pihak Direksi untuk mendapatkan persetujuan
secara tertulis.
e. Eleman utama rangka kuda-kuda (truss) dilakukan fabrikasi diwoSpektekhop
permanen dengan menggunakan alat bantu mesin JIG yang menjamin keakurasian
hasil perakitan (fabrikasi).
f. Kontraktor wajib menyediakan surat keterangan keahlian tenaga dari Fabrikan
penyedia jasa Rangka Atap Baja ringan.
g. Kontraktor wajib menyertakan hasil uji lab dari bahan baja ringan dari badan
akreditasi nasional (instansi yang berwenang sesuai dengan kompetensinya).
h. Pembuatan dan pemasangan kuda-kuda dan bahan lain terkait, harus dilaksanakan
sesuai gambar dan desain yang telah dihitung dengan aplikasi khusus perhitungan
baja ringan sesuai dengan standar perhitungan mengacu pada standar peraturan yang
berkompeten.
i. Semua detail dan konektor harus dipasang sesuai dengan gambar Kerja.
j. Perakitan kuda-kuda harus dilakukan di woSpektekhop permanen dengan
menggunakan mesin rakit (Jig) dan pemasangan sekrup dilakukan dengan mesin screw
driver yang dilengkapi dengan kontrol torsi.
k. Pihak kontraktor harus menyiapkan semua struktur balok penopang dengan kondisi
rata air (waterpas level) untuk dudukan kuda-kuda sesuai dengan desain sistem
rangka atap.
l. Pihak kontraktor harus menjamin kekuatan dan ketahanan semua struktur yang
dipakai untuk tumpuan kuda-kuda. Berkenaan dengan hal itu, pihak konsultan
ataupun tenaga ahli berhak meminta informasi mengenai reaksi-reaksi
perletakan kuda-kuda.
m. Pihak kontraktor bersedia menyediakan minimal 8 (delapan) buah Atap metal yang
akan dipakai sebagai penutup atap, agar pihak penyedia konstruksi baja ringan dapat
memasang reng dengan jarak yang setepat mungkin, dan penyediaan genteng
tersebut sudah harus ada pada saat kuda-kuda tiba dilokasi proyek.
n. Kontraktor wajib memberikan jaminan jika terjadi deformasi yang melebihi
ketentuan maupun keruntuhan yang terjadi pada struktur rangka atap Baja Ringan,
meliputi kuda-kuda, pengaku-pengaku dan reng.
o. Kekuatan struktur Baja Ringan dijamin dengan kondisi sesuai dengan Peraturan
Pembebanan Indonesia dan mengacu pada persyaratan-persyaratan seperti yang
tercantum pada “Cold formed code for structural steel”(Australian Standard/New
Zealand Standard 4600:1996) dengan desain kekuatan strukural berdasarkan ”Dead
and live loads Combination (Australian Standard 1170.1 Part 1) & “Wind
load”(Australian Standard 1170.2 Part 2) dan menggunakan sekrup berdasarkan
ketentuan “Screws-self drilling-for the building and construction
industries”(Australian Standard 3566).
- Pemasangan Talang
a. Hubungan antara atap beton dengan talang tegak lurus dikerjakan dengan
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 22
cara yang sesuai dan disetujui sehingga rapih, kuat dan tidak bocor.
b.
Atap beton harus dibuat sederniklan rupa sehingga terjadi kemiringan ke arah lubang
talang tegak dan air dapat mengalir dengan lancar ke talang tegak tanpa menimbulkan
genangan air.
c. Setiap lubang menuju talang tegak lurus harus dilengkapi dengan saringan talang yang
ditanam dengan baik ke dalam lubang talang tegak dan setiap belokan talang tegak
harus dilengkapi elbow dari bahan yang sama dengan bahan talang tegak.
d. Pemasangan dan penempatan talang tegak harus sesuai ketentuan Gambar Kerja dan
harus diikatkan ke struktur bangunan dengan cara seperti ditunjukkan dalam Gambar
Kerja.
- Lapisan Pelindung
Lembaran pelindung pada tempat -tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar
Kerja, harus dibuat, dibentuk dan dipasang sesuai dengan petunjuk dalam
Gambar Kerja dan disesuaikan dengan keadaan lapangan.
- Lapisan Kedap Air
Lapisan kedap air, jika diperlukan, harus dilaksanakan sesuai petunjuk
pelaksanaan dari pabrik pembuatnya.

21. PINTU DAN JENDELA ALUMINIUM


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pembuatan dan pemasangan kusen dan pintu
dan jendela, daun j endela dan daun pintu dan pekerjaan lainnya yang menggunakan
bahan profit aluminium, sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis.
2. Standar/Rujukan
- Standar Nasionat Indonesia SNI.07 -0603-1989 Produk Aluminium Ekstrusi
untuk Arsitektur.
- ASTM B221M-91 - Specification for Aluminium -Alloy Extruded Bara, Roda, Wire,
Shapes and Tubes.
- Spesifikasi Teknis :
a. Penutup dan Pengisi Celah
b. Alat Penggantung dan P engunci
c. Kaca Dan Aksesori
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan Dan Data Teknis
Contoh profil dan penyelesa ian permukaan yang harus meliputi tipe aluminium
ekstrusi, pelapisan, warna dan penyelesaian, harus diserahkan kepada
Konsultan pengawas untuk disetujui sebelum pengadaan bahan ke lokasi
pekerjaan.
a. Contoh bahan produk aluminium harus diuji di laboratorium yang ditunjuk Konsultan
pengawas atau harus dilengkapi dengan data- data pengujian.
Data-data ini harus meliputi pengujian untuk :
1) Ketebalan lapisan
2) Keseragaman warna
3) Berat
4) Karat
5) Ketahanan terhadap air dan angin minimal 100 kg/m2 untuk masing -
masing tipe,
6) Ketahanan terhadap udara minimal 15 m3/jam
7) Ketahanan terhadap air minimal 15 kg/m
b. Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor.
- Pengiriman Dan Penyimpanan
a. Pekerjaan alluminium dan kelengkapannya harus diadakan sesuai dengan ketentuan
dalam Gambar Kerja, bebas dari bentuk puntiran, lekukan dan cacat.
b. Segera setelah didatangkan, pekerjaan aluminium dan kelengkapannya harus
ditumpuk dengan baik di tempat yang bersih dan kering dan dilindungi terhadap
kerusakan atau gesekan, sebelum dan setelah pemasangan. Semua bagian harus
dijaga tetap bersih dan bebas dari ceceran adukan, plesteran, cat dan lainnya.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 23


- Garansi
Kontraktor harus memberikan kepada Pemilik Proyek, garansi tertulis yang
metiputi kesempumaan pemasangan, pengoperasian dan kondisi semua pintu,
jendela dan lainnya seperti ditunjukan dalam Spesifikasi Teknis untuk periode
selama 1 tahun setelah tanggal penerimaan.
Selama periode ini, Kontraktor wajib memperbaiki dan mengganti peker jaan
yang rusak atas biaya Kontraktor.

4. Bahan-Bahan
- Alumunium
a. Aluminium untuk kusen pintu/jendela/lower dan untuk daun jendela/Louver
adalah dari jenis aluminium alloy yang memenuhi ketentuan S11-0695- 1982/SNI.07-
0603-1989 dan ASTM B 221 M, dalam bentuk profil jadi yang dikerjakan di pabrik,
dengan lapisan clear anodized minimal 10 mikron yang diberi warna lapisan akhir dari
pabrik, dengan warna sesuai Skema Warna yang ditentukan kemudian. (Dalam hal ini
allumunium yang digunakan adalah type white coating dengan kualitas baik atau
setara merk Alexindo) Tebal profil minimal 1,5 mm, seperti merek Alexindo) dan,
Indeks atau yang setara dengan ukuran dan bentuk sesuai Gambar Kerja. Dimensi
profil dapat berubah tergantung jenis profil yang disetujui.
b. Kecuali ditentukan lain, semua Louver dan jendela harus dilengkapi dengan
perlengkapan standar dari pabrik pembuatnya.
- Alat Pengencang Aksesori
a. Alat Pengencang harus terdiri dari sekrup baja anti karat AISI seri 300 dengan
pemasangan kepala tertanam untuk mencegah reaksi elektrolitik antara pengencang
dan komponen yang dikencangkan.
b. Angkur harus dari baja anti karat AISI seri 300 dengan tebal minimal 2 mm.
c. Penahan udara dari bahan vinyl.
- Kaca dan Neoprene / Gasket
a. Kaca untuk pintu dan jendela aluminium harus memenuhi ketentuan Spesifikasi
Teknis/ Gambar Kerja seperti Kaca Bening 5 mm sesuai gambar kerja serta kaca
tempered ketebalan 12 mm merk asahimas atau setara.
b. Neoprene/Gasket untuk pelindung cuaca pada pemasangan kaca pekerjaan
aluminium harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.
- Perlengkapan Pintu dan Jendela
Perlengkapan pintu dan jendela seperti kunci, engsel, dan lainny a sesuai
ketentuan Spesifikasi Teknis seperti pada Pasal mengenai Spesifikasi Teknis
Material Penggantung da n Pengunci.
- Louver
a. Kusen/rangka Louver terutama bagian bawah harus mempunyai tanggulan / bagian
yang dapat menahan air hujan. Seperti profil tipe 11767 dari produk indeks atau yang
setara.
b. Daun Louver harus mempunyai profil sedemikian rupa sehingga air hujan tidak
tampias ke bagian dalam bangunan. Seperti tipe 5262 dari produk indalek atau yang
setara.
c. Pemasangan daun Louver harus sedemikian rupa sehingga membentuk sudut
kurang lebih 30 derajat terhadap bidang vertikal.
d. Pemasangan louver harus dilengkapi dengan fly screen yang terbuat dari bahan
aluminium.

5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Pabrikasi
a. Pekerjaan pabrikasi atau pemasangan tidak boleh dilaksanakan sebelum Gambar
Detail Pelaksanaan yang diserahkan Kontraktor disetujui Konsultan pengawas.
b. Semua komponen harus dipabrikasi dan dirakit secara tepat sesuai bentuk dan
ukuran yang telah ditentukan dalam Gambar Kerja dan ukuran di lokasi serta dipasang
pada lokasi seperti ditunjukkan.
- Pemasangan

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 24


a. Bagian pertama yang terpasang harus disetujui Konsultan pengawas sebagai acuan
dan contoh untuk pemasangan berikutnya.
b. Kontraktor bertanggung jawab atas kualitas konstruksi komponen-komponen.
Bila suatu sambungan tidak digambarkan dalam Gambar Kerja, sambungan-
sambungan tersebut harus ditempatkan dan dibuat sedemikian rupa sehingga
sambungan- sambungan tersebut dapat meneruskan beban dan menahan tekanan
yang harus diterima.
c. Bila dipasang langsung ke dinding atau beton, kusen atau bingkai harus dilengkapi
dengan angkur pada jarak setiap 50 cm.
d. Semua bagian aluminium yang berhubungan dengan semen atau adukan harus
dilindungi dengan cat transparan atau lembaran plastik. Semua bagian aluminium
yang berhubungan dengan elemen baja harus dilapisi dengan cat khusus yang
direkomendasikan pabrik pembuat, untuk mencegah kerusakan komposisi aluminium.
e. Berbagai perlengkapan bukan aluminium yang akan dipasang pada bagian
aluminium harus terdiri dari bahan yang tidak menimbulkan reaksi etektrolitik seperti
baja anti karat, nylon, neoprene dan lainnya.
f. Semua pengencang harus tidak terlihat, kecuali ditentukan lain. Semua sambungan
harus rata dengan pemotongan dan pengeboran yang dikerjakan sebelum
pelaksanaan anodisasi.
g. Pemasangan kaca pada profil aluminium harus dilengkapi dengan gasket sesuai
ketentuan Spesifikasi.
h. Kunci, alat penutup pintu (door closer jika diperlukan pada perencanaan) dan engsel
harus dipasang sesuai ketentuan Gambar Kerja dan memenuhi ketentuan
Spesifikasi Teknis seperti pada pasal mengenai Spesifikasi Teknis Alat Penggantung
dan Pengunci.
i. Penutup celah harus digunakan sesuai rekomendasi dari pabrik pembuat dan
memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis Pasal mengenai Spesifikasi Teknis Penutup
dan Pengisi Celah.

22. PEKERJAAN KACA


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pembuatan dan pemasangan Pekerjaan ini
meliputi penyediaan bahan/material, tenaga kerja pemotongan dan pemasangan
kaca bingkai jendela, ventilasi, cermin maupun kaca mati seperti yang ditunjukan
dalam Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis.
2. Bahan-Bahan
- Kaca yang digu nakan pada pekerjaan ini bervariasi sesuai petunjuk gambar
kerja diantaranya kaca bening tebal 5 mm dan kaca tempered clear Uk.10 mm.
- Kaca yang digunakan adalah kaca setara merk Asahimas tidak cacat dan tidak
retak.
3. Pelaksanaan Pekerjaan
- Ukuran dan ketebalan kaca yang akan dipasang dilaksanakan mengikuti
petunjukpetunjuk yang ditentukan dalam gambar.
- Kaca harus dipasang sedemikian rupa sehingga dengan lubang sponing yang
sesuai dengan ketebalan kaca, serta dipasang list dengan rapi sehingga ti dak
goyang/longgar.
- Pada saat pekerjaan diserahkan, kaca yang terpasang dalam keadaan utuh dan
tidak pecah/retak. Apabila berdasarkan pemeriksaan terdapat kaca yang retak,
Kontraktor harus segera mengganti.

23. ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan dan pemasangan semua atas penggantung
dan pengunci pada semua daun pintu dan jendela sesuai petunjuk dalam
Gambar Kerja
2. Standar/Rujukan
- Spesifikasi Teknis :

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 25


a. Pekerjaan Kayu Halus
b. Pintu Kaca
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan Dan Data Teknis
Contoh bahan beserta data teknis/brosur bahan alat penggantung dan pengunci
yang akan dipakai harus diserahkan kepada Konsultan pengawas untuk
disetujui, sebelum dibawa ke lokasi Proyek.
- Pengiriman Dan Penyimpanan
Alat Penggantung dan pengunci harus dikirimkan ke lokasi proyek dalam
kemasan asli dari pabrik pembuatnya, tiap alat harus dibungkus rapi dan masing -
masing dikemas dalam kotak yang masih utuh lengkap dengan Nama pabrik dan
mereknya. Semua alat harus disimpan d alam tempat kering dan terlindung dari
kerusakan.
- Ketidaksesuaian
Pengawas Lapangan berhak menolak bahan maupun pekerjaan yang tidak
memenuhi persyaratan dan Kontraktor harus menggantinya dengan yang
sesuai. Segala hal yang diakibatkan k arena hal di atas menjadi tanggung jawab
kontraktor.
4. Bahan-Bahan
- Umum
Semua bahan/alat yang tertulis di bawah ini harus seturuhnya baru, kualitas baik buatan
pabrik yang dikenal dan disetujui.
Semua bahan harus anti karat untuk semua tempat yang memiliki nilai kelembaban lebih
dari 70%.
Kecuali ditentukan lain, semua alat penggantung dan pengunci yang didatangkan
harus sesuai dengan tipe-tipe tersebut di bawah.
- Alat Penggantung dan P engunci
a. Kunci dan Pegangan Pintu
Kunci untuk semua luar dipasang kunci tanam buatan dalam negeri 2 slaag
kualitas baik setara Dekson. Semua kunci harus terdiri dari :
1) Kunci tipe silinder yang terbuat dari bahan kuningan, dengan 3 (tiga)
buah anak kunci.
2) Rumah kunci yang terbuat dari baja lapis seng dengan jenis ya ng
disesuaikan dengan jenis bahan panel pintu (besi, kayu atau aluminium).
3) Pegangan Pintu (Pull Handle) yang digunakan berbahan stainless
dengan uk. 38x1000 PH 802 dan uk. 38x300 PH 801Setara merk dekson.
b. Slot/Gerendel.
Beberapa pintu dan jendela dilengkapi dengan pengunci tipe slot/Grendel Flush Bolt
Type FB 508, seperti merk Dekkson atau setara.
c. Engsel Pintu Dan Jendela.
Engsel untuk pintu ada yang menggunakan type Tanam (Floor Hinge) FH 211
Setara Merk Dekson dan tipe kupu-kupu Stainless steel ring dari bahan baja yang
setara dengan merk Dekkson. Engsel jendela menggunakan engsel type casement
(Friction Stay) dengan ukuran 14” dan 28” type FS 14” dan FS T250 HD 28” dari bahan
baja yang setara dengan merk Dekkson.
d. Fitting Pintu Tempered
Fitting Pintu tempered menggunakan Patch Fitting Type PT 40, PT 20, PT 10 serta
menggunakan Kunci Patch Lockset Type US 10 Setara merk Dekson.
5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Umum
a. Pemasangan semua alat penggantung dan pengunci harus sesuai dengan perayaratan
serta sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Semua peralatan tersebut
harus terpasang dengan kokoh dan rapih pada tempatnya, untuk menjamin
kekuatan serta kesempurnaan fungsinya.
b. Semua pintu memakai kunci tanam lengkap dengan badan kunci, silinder,
handel/pelat.
- Pemasangan Pintu
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 26
a.Kunci pintu dipasang pada ketinggian 100 cm dari lantai.
b.Pemasangan engsel atas berjarak maksimal 28 cm dari tepi atas daun pintu dan engsel
bawah berjarak maksimum 33 cm dari tepi bawah daun pintu, sedang engsel
tengah dipasang di antara kedua engsel tersebut.
c. Semua pintu memakai kunci tanam lengkap dengan pegangan (handel), pelat
penutup muka dan pelat kunci.
d. Pada pintu yang terdiri dari dua buah daun pintu, salah satu daunnya harus
memasang slot tanam sebagaimana mestinya.
- Pemasangan Jendela
Daun jendela dipasangkan ke kusen dengan menggunakan sepasang engsel tipe casement
tipe jungkit seperti ditunjukan dalam Gambar Kerja.

24. PENUTUP DAN PENGISI CELAH


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini metiputi pe ngadaan dan pemasangan bahan penutup dan pengisi
celah termasuk diantaranya, tetapi tidak terbatas pada hal -hal berikut :
- celah antara kusen pintu/jendela dengan dinding,
- celah antara dinding dengan kolom bangunan,
- celah antara peralatan dengan dindin g, lantai atau langit -langit,
- celah antara langit -langit dan dinding, dan
- celah celah lainnya yang memerlukan
2. Standar/Rujukan
- American Society for Testing and Materials (ASTM)
- Spesifikasi Teknis :
a. Batu Bata
b. Pintu Jendela Dan Alumunium
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan Dan Data Teknis
Contoh bahan beserta data teknis bahan dan/atau brosur bahan harus
diserahkan kepada Konsultan pengawas untuk disetujui sebelum pengadaan
bahan ke lokasi.
- Pengiriman Dan Penyimpanan
Semua bahan yang didatangkan harus dalam keadaan bar u, utuh/masih disegel,
bermerek jelas dan harus disimpan di tempat kering, bersih dan aman, dan
ditindungi dari kerusakan yang diakibatkan oleh kondisi udara.
4. Bahan-Bahan
Bahan penutup dan pengisi celah harus terbuat dari bahan formula silicon, yan g
sesuai Untuk daerah tropis dengan kelembaban tinggi dan dapat diaplikasikan pada
berbagal jenis bahan, seperti produk Dow Corning 795 Silicone Building Sealant,
Ge Silglaze N, atau yang setara.
Untuk permukaan yang berpori harus diguna kan pelapis dasar yang
direkomendasikan oleh pabtik pembuat bahan penutup dan pengisi celah.
5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Persiapan
Semua permukaan yang akan menerima bahan penutup dan pengisi celah
harus bebas dari debu, air, minyak dan segala koto ran.
Bahan metal atau kaca yang berhubungan dengan dinding harus dibersihkan
dengan bahan pembersih yang tidak mengandung minyak seperti methyl.
- Desain Pertemuan
Desain pertemuan pada lokasi bahan penutup celah akan ditempatkan tidak
lebih lebar dari 12.7 mm dan tidak lebih sempit dari 4 mm, dengan kerdalaman
tidak lebih besar dari 4.6 mm dan tidak lebih kecil dari 4 mm.
- Cara Pengaplikasian :
a. Daerah di sekitar tempat yang akan diberi bahan penutup celah harus dilindungi
dengan lembaran pelindung. Lembaran pelindung ini tidak boleh menyentuh
bagian permukaan yang akan diberi bahan penutup celah.
b. Pelapis dasar harus diaplikasikan terlebih dahulu pada permukaan yang berpori,

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 27


agar bahan penutup dan pengisi celah dapat melekat dengan baik.
c. Bahan penutup celah harus diaplikasikan secara menerus (tidak terputus).
d. Lembaran pelindung harus segera dibuka setelah bahan penutup celah selesai
diaplikasikan.
e. Bahan penutup celah yang baru saja terpasang tidak boleh diganggu pating
sedikit selama 48 (empat putuh delapan) jam.

25. PEKERJAAN PENUTUP LANGIT -LANGIT DAN LIST PROFIL


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan, tenaga kerja, peralatan bantu dan
pemasangan Rangka Dan Penutup Langit -Langit serta List Profil langit -langit pada
tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.
2. Standar/Rujukan
- ASTM A 123, A 164 atau A386
- BS 4965 untuk Cubicle High Density Board
- BS 5750
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan Dan Data Teknis
Contoh bahan beserta data teknis/brosur ba han Penutup Langit -Langit yang
akan dipakai harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas untuk disetujui,
sebelum dibawa ke lokasi Proyek.
- Pengiriman Dan Penyimpanan
Penutup Langit -langit, Rangka dan List profil harus didatangkan ke lokasi sesaat
sebelum pemasangan untuk mengurangi resiko kerusakan.
- Ketidaksesuaian
Konsultan Pengawas berhak menolak bahan maupun pekerjaan yang tidak
memenuhi persyaratan dan Kontraktor harus menggantinya dengan yang
sesuai. Segala hal yang diakibatka n karena hal di atas menjadi tanggung jawab
kontraktor.
4. Bahan-Bahan
- Rangka langit-langit.
Rangka langit -langit menggunakan rangka metal hollow galvalum dengan
ketebalan sesuai dengan gambar kerja atau petunjuk lain dari pabrik yang
disetujui oleh konsultan pengawas.
- Penutup langit -langit
Penutup langit -langit menggunakan bahan K alsiboard Ling tebal 6 mm yang
merupakan papan yang terbuat dari campuran agregat pasir silika, semen,
dan serat selulosa yang 100% bebas asbes.
- List Profil langit -langit
List profil yang digunakan adalah list profil gy psum dengan ukuran 9,5 x 7 cm
dengan model yang telah disetujui terlebih dahulu oleh pemilik bangunan dan
konsultan pengawas.
- Semen Penyambung
Semen penyambung kalsiboard harus sesuai dengan rekomendasi dar i pabrik
pembuat kalsiboard.
- Alat Pengencang
Alat pengencang berupa sekrup dengan tipe sesuai jenis pemasangan harus
sesuai rekomendasi dari pabrik pembuat kalsiboard yang memenuhi ketentuan
AS 2589 -1983.
- Perlengkapan Lainnya
Perlengkapan lainnya har us memenuhi ketentuan standar yang dikeluarkan oleh
pabrik pembuat kalsiboard seperti : Perekat, Pita Kertas, Kompon dan
perlengkapan lain yang direkomendasikan.

5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Umum
a. Sebelum dipasang, Kontraktor halus memeriksa kesesuaian tinggi/kerataan

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 28


pamukaan, pembagian bidang, ukuran dan waterpas pada tempat pemasangan
terhadap ketentuan Gambar Kerja, serta lurus dan waterpas pada tempat yang sama.
b. Pemasangan Kalsiboard dan kelengkapannya harus sesuai dengan petunjuk
pemasangan dari pabrik pembuatnya.
- Pemasangan
e. Rangka plafond kalsiboard untuk pemasangan di langit-langit berupa rangka yang
Hollow Galvalum dengan ketebalan da jarak seperti pada gambar kerja.
f. Kalsiboard dipasangkan ke rangkanya dengan sekrup atau alat pengencang dengan
diameter dan panjang yang sesuai.
g. Sambungan antar kalsiboard harus menggunakan pita penyambung dan perekat
dikerjakan sesuai petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat kalsiboard.

26. PEKERJAAN PENGECATAN


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan mencakup pengangkutan d an pengadaan semua peralatan,
tenaga kerja dan bahan -bahan yang berhubungan dengan pekerjaan pengecatan
selengkapnya, sesuai dengan Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.
Kecuali ditentukan lain, semua permukaan eksterior dan interior harus dicat dengan
standar pengecatan minimal 2 (dua) kali cat dasar dan 2 (dua) kali cat akhir.
2. Standar/Rujukan
- Steel Structures Painting Council (SSPC).
- Swedish Standard Institution (SIS)
- British Standard (BS).
- Petunjuk Pelaksanaan dari pabrik pembuat cat y ang digunakan.
3. Prosedur Umum
- Data Teknis Dan Kartu Warna
Kontraktor harus menyerahkan data teknis/brosur dan kartu warna dari cat yang
akan digunakan, untuk disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas.
Semua warna ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan akan diterbit kan secara
terpisah dalam suatu Skema Warna.
- Contoh dan Pengujian
a. Cat yang telah disetujui untuk digunakan harus disimpan di lokasi proyek dalam
kemasan tertutup, bertanda merek dagang dan mencantumkan identitas cat yang ada
di dalamnya, serta harus diserahkan tidak kurang 2 (dua) bulan sebelum pekerjaan
pengecatan, sehingga cukup dini untuk memungkinkan waktu pengujian selama 30 (tiga
puluh) hari.
b. Pada saat bahan cat tiba di lokasi, Kontraktor dan Konsultan Pengawas mengambil 1
liter contoh dari setiap takaran yang ada dan diambil secara acak dari
kaleng/kemasan contoh harus diaduk dengan sempurna untuk memperoleh contoh
yang benar- benar dapat mewakili.
c. Untuk pengujian, Kontraktor harus mernbuat contoh warna dari cat-cat tersebut diatas
2 (dua) potongan kayu lapis atau panel semen berserat berukuran 300mm x 300mm
untuk masing- masing warna. 1 (satu) contoh disimpan kontraktor dan I (satu) contoh
lagi disimpan Konsultan Pengawas guna memberikan kemungkinan untuk pengujian di
masa mendatang bila bahan tersebut ternyata tidak memenuhi syarat setelah
dikerjakan.
d. Biaya pengadaan contoh bahan dan pembuatan contoh warna menjadi tanggung jawab
kontraktor.
4. Bahan-Bahan
- Umum
a. Cat harus dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup pabrik/segel, dan masih jelas
menunjukkan nama/merek dagang, nomor formula atau spesifikasi cat, nomor takaran
pabrik, warna, tanggal pembuatan pabrik, petunjuk dari pabrik dan Nama pabrik
pembuat, yang kesemuanya harus masih absah pada saat pemakalannya. Semua
bahan harus sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan pada daftar cat.
b. Cat dasar yang dipakai dalam pekerjaan ini harus berasal dari satu pabrik/merek dagang
dengan cat akhir yang akan digunakan, untuk menetapkan suatu standar kualitas,
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 29
disyaratkan bahwa semua cat yang dipakai harus berdasarkan/mengambil acuan
pada cat-cat hasil produksi.
- Cat Dasar
Cat dasar yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut atau yang setara :
a. Setara merk Avitex, jenis ini digunakan untuk permukaan dinding, beton,
kalsiboard, gypsum pada bagian interior maupun eksterior.
b. Quick-Drying Metal Primer Chromate/Zinc Chromate Primer untuk permukaan lapis
besi/baja.
- Cat Akhir
a. Cat akhir yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut, atau yang setara merk
Avitex.
b. Acrylic Emulsion setara merk jotun, jenis ini digunakan untuk permukaan interior
dinding, beton, gypsum dan panel semen berserat..
5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Pembersihan, Persiapan dan Perawatan Awal Permukaan.
a. Umum
1) Semua peralatan gantung dan kunci serta perleng kapan lainnya,
permukaan polesan mesin, petal, instatasi tampu dan Benda -benda
sejenisnya yang berhubungan langsung dengan permukaan yang akan
dicat, harus ditepas, ditutupi atau ditindungi, sebelum pelaksanaan
persiapan permukaan dan pengecatan dimu lai.
2) Pekerjaan harus dilakukan oleh orang -orang yang memang ahli dalam
bidang tersebut.
3) Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan
Permukaan atau pelaksanaan pengecatan. Minyak dan lemak harus
dhilangkan dengan memakai kain bersih d an zat pelarut/pembersih yang
berkadar racun rendah dan mempunyai titik nyala di atas 380C.
4) Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur
sedemikian rupa sehingga debu dan pencemar lain yang berasat dari
proses pembersihan tersebut tidak jatuh di atas permukaan cat yang
baru dan basah.
b. Permukaan Plesteran dan Beton.
1) Permukaan plesteran umumnya hanya boleh dicat sesudah sedikitnya
selang waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terbuka.
Semua pekerjaan plesteran atau semen ya ng dicat harus dipotong
dengan tepi-tepinya dan ditambal dengan plesteran baru hingga tepi -
tepinya beraambung menjadi rata dengan plesteran seketitingnya.
2) Permukaan plesteran yang akan dicat harus diperaiapkan dengan
menghitangkan bunga garam tiering , bubuk besi, kapur, debu, Lumpur
lemak minyak, aspat, adukan yang berlebihan dan tetesan -tetesan
adukan. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan, permukaan
plesteran dibasahi secara menyeluruh dan seragam dengan tidak
meninggatkan genangan air. Hal ini dapat dicapai dengan
menyemprolkan air dalam bentuk kabut dengan memperaiapkan
selang waktu dari saat penyemprolan hingga air dapat diserap.
c. Permukaan Kalsiboard
Permukaan kalsiboard harus kering, bebas dari debu, oli atau gemuk dan
permukaan yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai.
Kemudian permukaan kalsiboard tersebut harus dilapisi dengan cat dasar
khusus untuk kalsiboard, untuk menutup permukaannya yang berpori,
seperti ditentukan dalam Spesifikasi Teknis.
Setelah cat dasar ini mengering dilanjutkan dengan pengecatan sesuai
dengan ketentuan spesifikasi teknis ini.
d. Permukaan Panel Semen Berserat.
Permukaan panel semen berserat harus kering dan bersih sebelum
melakukan pengecatan lapisan pertama. Minyak, lemak at au bercak karat
harus bent -bent dibersihkan dengan zat petarut yang sesuai dan alat

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 30


lain yang sesuai dengan rekomendasi.
Sesudah cat lapisan pertama mengering dan sebelum dilakukan pengecatan
akhir, perlu dilakukan pengecatan perba ikan setempat pada tempat -
tempat yang meresap catnya.
e. Permukaan Barang Besi/Baja.
1) Besi/Baja Baru
Permukaan besi/baja yang terkena karat lepas dan benda - benda asing
lainnya harus dibersihkan secara mekanis dengan sikat kawat atau
penyemprolan pasir / sand blasting sesuai standar Sa 216.
Semua debu, kotoran, minyak, gemuk dan sebagainya harus dibersihkan
dengan zat pelarut yang sesuai dan kemudian dilap dengan kain bersih.
Sesudah pembersihan selesai, pelapisan cat dasar pada semua
permukaan barang besi/baja dapat dilakukan sampai mencapai
ketebalan yang disyaratkan.
2) Besi Baja Dilapis Dasar Pabrik/Bengkel
Bahan cat dasar yang diaplikasikan di pabrik / bengkel harus dari merek
yang sama dengan cat akhir yang akan diaplikasikan di lokasi pr oyek
dan memenuhi ketentuan dalam butir 4.2. dari Spesifikasi Teknis ini.
Barang/besi atau baja yang telah dilapis dasar di pabrik/bengket harus
ditindungi terhariap karat, baik sebelum maupun sesudah pemasangan
dengan cara segera merawat permukaan k arat yang terdeteksi.
Permukaan harus segera dibersihkan dengan zat petarut untuk
menghilangkan debu, ko toran, minyak, gemuk.
Bagian-bagian permukaan yang tergores atau berkarat harusdibersihkan
dengan sikat kawat sampai bersih, sesuai standar St2/SP2, dan kemudian
dicat kembali (touch -up) dengan cat yang sama dengan telah
disetujui, sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan.
f. Selang Waktu Antara Persiapan Permukaan dan Pengecatan.
Permukaan yang sudah dibersihkan, dirawat dan/atau disiapkan unt uk dicat
harus mendapatkan lapisan pertama atau cat dasar seperti yang disyaratkan,
secepat mungkin setelah persiapan -persiapan diatas selesai. Harus
diperhatikan bahwa hal ini harus dilakukan sebe(um terjadi kerusakan pada
permukaan yang sudah disiapkan d iatas.
g. Pelaksanaan Pengecatan.
1) Umum
Permukaan yang sudah dirapihkan harus bebas dari atiran punggung cat,
tetesan cat, penonjolan, gelombang, bekas olesan kuas, perberiaan
warna dan tekstur.
Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut harus sudah
sempurna dan semua lapisan harus diusahakan membentuk lapisan
dengan ketebalan yang sama.
Perhatian khusus harus diberikan pada keseturuban permukaan,
termasuk bagian tepi, sudut dan cekuk/lekukan, agar bisa diperoleh
ketebalan lapisan yang sama dengan permukaan - permukaan di
sekitamya.
Permukaan besi/baja atau kayu yang terletak beraebetahan dengan
permukaan yang akan menerima cat dengan bahan dasar air, harus
diberi lapisan cat dasar tertebih dahulu
2) Proses Pengecatan
Harus diberi setang waktu yang cukup diantar a pengecatan yang
berikutnya untuk memberikan kesempatan pengeringan yang sempuma,
sesuai dengan keadaan cuaca dan ketentuan dari pabrik pembuat cat
dimaksud.
Pengecatan harus dilakukan dengan ketebalan minimal (dalam keadaan
cat kering), sesuai ketentuan berikut :
a) Permukaan Interior Plesteran, Beton, Kalsiboard dan Panel Semen
Berserat.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 31


Cat dasar : 1 (Satu) lapis Weather Shield.
Cat akhir : 2 (dua) lapis Acrylic Emultion.
b) Permukaan Eksterior Plesteran, Beton dan Panel Semen Berserat.
Plamir : 1 (Satu) lapis Plamir.
Cat dasar : 1 (Satu) lapis Weather Shield.
Cat akhir : 2 (dua) lapis Acrylic Emultion.
c) Permukaan Besi/Baja
Cat dasar : 1 (Satu) lapis Quick Drying Metal Primer Chro mate /
Zinc Chromate Primer.
Cat akhir : 2 (Dua) lapis Synthet ic Super Gloss / Synthetic
Enamel.
d) Tebal Lapisan Cat
Tebal lapisan cat dalam keadaan kering harus sesuai dengan standar
dari pabrik pembuat cat yang dipilih untuk digunakan.
3) Pencampuran Dan Pengenceran
Pada saat pengerjaan, cat tidak boleh menunjukka n tanda -tanda
mengeras, membentuk setaput yang berlebihan dan tanda -tanda
kerusakan lainnya.
Cat harus diaduk, disaring secara menyeluruh dan juga agar seragam
konsistensinya seisms pengecatan.
Bila disyaratkan oleh keadaan permukaan, suhu, cuaca, dan meto da
pengecatan, maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan
pengecatan dengan mentaati petunjuk yang diberikan oleh pabrik
pembuat cat dan tidak melebihi jurntah 0,5 liter zat pengencer yang baik
untuk 4 liter cat.
Pemakalan zat pengencer tidak berar ti lepasnya tanggung jawab
Kontraktor untuk memperoleh daya tahan cat yang tinggi
(mampu menutup warna lapis dibawahnya).
4) Metode Pengecatan
Cat dasar untuk permukaan beton, plesteran dan panel semen berserat
diberikan dengan Kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan Kuas atau
rol.
Cat dasar untuk permukaan panel gypsum diberikan dengan kuas dan
lapisan berikutnya, dengan Kuas atau rol.
Cat dasar untuk permukaan kayu lapis diberikan dengan Kuas dan
lapisan berikutnya dengan Kuas atau rol.
Cat dasar untuk permukaan barang besi/baja diberikan dengan Kuas
atau disemprolkan dan lapisan berikutnya boleh menggunakan
semprolan.
h. Pemasangan Kemball Barang-Barang yang Dilepas.
Sesudah selesainya pekerjaan pengecatan, maka barang -barang yang
dilepas harus; dipasang kembali oleh pekerja yang ahli dalam bidangnya.

27. PEKERJAAN ELEKTRIKAL


a. PERSYARATAN UMUM
1) Umum
Dokumen ini berisi spesifikasi umum inst alasi list rik unt uk proyek Tersebut
diat as. Segala persyarat an dan ketent uan inst alasi listrik akan dijelaskan
pada bagian –bagian berikut nya.
2) Peraturan P em asangan
Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi perat uran -
perat uran sebagai berikut :
a) PUIL 2000.
b) Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/MEN/ 1982
c) National Fire Protection Association (NFPA)
d) Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan.
e) Peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh instalasi yang berwenang, sepe rti
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 32
PLN, dan Assosiasi terkait.
Pekerjaan inst alasi ini harus dilaksanakan o leh Perusahaan yang memiliki
Surat Ijin Instalasi dari inst alasi yang berwenang dan t elah biasa
mengerjakannya d an suatu daft ar referensi pemasangan harus
dilampirkan dalam surat penawaran.
F) Pekerjaan Pemasangan Air Conditioner 1pk+pengadaan set .dengan
memperhitungkan tata letak dan tata udara yang memjamin mutu fungsi
gudang Instalasi Farmasi.
3) Gambar – gambar
a) Gambar – gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini serta risalah
rapat penjelasan merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan
mengikat dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.
b) Gambar-gambar sistim ini menunjukkan secara umum tata letak dari
peralatan, se dangkan pe masangan harus dikerjakan dengan perhatikan kondisi
dari bangunan yang ada dan mempertimbangkan juga kemudahan service /
maintenance jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan.
c) Gambar-gambar Arsitek dan Struktur/Sipil harus dipakai sebagai referensi untuk
pelaksanaan dan detail finishing instalasi.
d) Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus mengajukan gambar kerja dan detail
kapada Konsultan pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu.
Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Kontraktor dianggap telah
mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan denganinstalasi ini.
e) Kontraktor harus membuat gambar-gambar instalasi terpasang yang disertai dengan
operating dan Maintenance Instruction serta harus diserahkan kepada Pengawas
Proyek pada saat penyerahan pertama dalam rangkap 3 (tiga), dijilid serta
dilengkapi dengan daftar isi dan data notasi.
4) P e l a k s a n a a n Pemasangan
Kontraktor harus mengadakan pemeriksaan ulang atas sesuatu yang diragukan,
Kontraktor harus segera menghubungi Konsultan pengawas. P engambilan ukuran
dan/atau pemilihan kapasitas peralatan yang salah akan menjadi tanggung jawab
Kontraktor.
5) T esting dan C o m m i s i o n i n g
a) Kontraktor instalasi harus melakukan semua testing dan pengukuran
yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat
berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta.
b) Semua bahan dan perlengkapannya yang diperlukan untuk mengadakan testing
tersebut merupakan tanggung jawab Kontraktor.

7) Mas a Pemelih ar aan dan Ser ah T erima Pekerjaan


a) Peralatan instalasi harus digaransi selama setahun terhitung sejak saat
penyerahan pertama.
b) Masa pemeliharaan untuk instalasi adalah satu tahun terhitung sejak saat
penyerahan petama.
c) Selama masa pemeliharaan, Kontraktor ini diwaji bkan mengatasi segala
kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya.
d) Selama masa pemeliharaan, seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan
masih merupakan tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.
e) Selama masa pemeliharaan, apabila kontrak tor tidak melaksanakan teguran
dari Konsultan pengawas atas perbaikan/penggantian/penyetelan yang
dipergunakan, maka Konsultan pengawas berhak menyerahkan perbaikan/
penggantian penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya kontraktor.
f) Selama Ma sa Pemeliharaan, Kontraktor harus melatih petugas -petugas
yang ditunjuk oleh Pemilik sehingga dapat mengenali sistem instalasi
dan dapat melaksanakan pengoperasian/pemeliharaan.
g) Serah terima pertama baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti
pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditanda tangani bersama oleh
Kontraktor dan Konsultan pengawas serta dilampiri Surat Ijin Pemeriksaan

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 33


dari Jawatan Keselamatan Kerja dan instalasi yang berwenang.
8) Penanggung Jawab Pelaksanaan
a) Kontraktor harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan
yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada dilapangan, yang bertindak
sebagai wakil dari Kontraktor dan mempunyai kemampuan untuk memberikan
keputusan reknis dan yang bertanggung jawab penuh dalam menerima segala
instruksi yang akan diberikan oleh pihak Konsultan pengawas.
b) Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat
diperlukan / dikehendaki oleh pihak Konsultan pengawas.
9) Penambahan/Pengurangan/Perubahan Instalasi.
a) Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan
dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak
konsultan Perencanaan dan Konsultan pengawas.
b) Kontraktor harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak
Konsultan pengawas dalam rangkap 3 (tiga)
c) Perubahan material, dan lain – lainnya, harus diajukan oleh Kontraktor kepada
Konsultan pengawas secara tertulis dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang
ada harus disetujui oleh Konsultan pengawas secara tertulis.
10) Pembobokan, Pengelasan dan Pengebor an
a) Pembobokan tembok, lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam
pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya kekondisi semula, menjadi lingkup
pekerjaan instalasi ini.
b) Pembobokan / pengelasan / pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada
persetujuan dari pihak Konsultan pengawas secara tertulis.

11) Pemeriksaan Rutin dan Khusus


a) Pemeriksaan Rutin harus dilaksanakan oleh Kontraktor secara periodik dan tidak
kurang dari tiap dua minggu
b) Pemeriksaan khusus harus dilaksanakan oleh Kontraktor ini, apabila ada permintaan
dari pihak Konsultan pengawas, Pemilik dan atau bila ada gangguan dalam
instalasi ini.

b. LINGKUP PEKERJAAN

1) Umum
Kontraktor harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik
dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar -gambar, dimana
bahan – bahan dan peralatan yang digunakan sesuai dengan ketentuan –
ketentuan pada spesifikasi ini. Bila ternyata terdapat perbedaan antara
spesifikasi bahan dan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang
dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan kewajiban Kontraktor untuk
mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan
pada pasal ini tanpa adanya ket entuan t ambahan biaya.
2) Uraian Lingkup Pekerjaan
Sebagai t ert era dalam gambar -gambar rencana, Kontr aktor pekerjaan
instalasi Listrik ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta
menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. Garis besar
lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a) Pengadaan, pemasangan dan pengujian instalasi panel tegangan rendah lengkap
dengan instalasi serta peralatan bantunya.
b) Pengadaan, pemasangan dan pengujian instalasi pe nerangan , kontak–kontak
c) Pengadaan, pemasangan dan pengujian panel tegangan rendah.
d) Pengadaan, pemasangan dan pengujian instalasi kabel tegangan rendah.
e) Pengadaan, pemasangan dan pengujian armature lampu penerangan.
h) Pengadaan, pemasangan rak kabel untuk daya dan penerangan dalam bangunan
serta peralatan bantunya.
k) Mengadakan testing dan Commissioning seluruh pe kerjaan listrik.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 34


c. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN
1) Panel Tegangan Rendah
a) Panel tegangan rendah harus mengikuti standard PUIL 2000.
b) Panel – panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi dan
seluruhnya harus dizinchromate dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat powder
coating dengan cat texture, warna dan cat dikonfirmasikan kepihak Interior dan
Konsultan pengawas, dilengkapi dengan double cover tebal plat 2 mm, memakai
sepatu kabel dan handslip, kapasitor bank harus menggunakan sistem otomatik
(APFR). Pintu dari panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan master key.
c) Kontruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan
sebagainya harus diatur sedemikian rupa, sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan-
perbaikan penyambungan- penyambungan pada komponen-komponen dapat mudah
dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya.
d) Setiap panel harus mempunyai 5 atau lebih busbar copper terdiri dari 3 busbar
phase R-S-T, 1 busbar neutral dan 1 busbar untuk grounding. Besarnya busbar harus
diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa
menyebabkan suhu yang lebih dari 65ºC dengan dimensi busbar minimum 1,5 kali
dari kemampuan lewat arus (kapasitas incoming breaker). Setiap busbar copper
harus diberi warna sesuai peraturan PLN, lapisan yang dipergunakan untuk
memberi warna busbar dan saluran harus dari jenis yang tahan terhadap kenaikan
suhu yang diperbolehkan.
e) Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan
getaran. Ampermeter dan Voltmeter yang digunakan berukuran 96 x 96 mm atau
ukuran lain yang update dengan skala linear dan ketelitian 1% dan bebas dari
pengaruh induksi, serta ada sertifikat tera dari LMK / PLN (minimum 1 buah untuk
setiap jenis alat ukur).
f) Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan
sesuai dengan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas.
g) Unit Box Panel haruslah dibuat sedemikian rupa sehingga mendapat ventilasi udara
yang cukup. Pada lubang ventilasi udara harus diberi filter yang kontruksinya
diperkuat sehingga didapatkan suatu konstruksi yang baik.
h) Unit Box Panel yang berfungsi untuk Motor Control Center haruslah dilengkapi
dengan force ventilasi (exhaust fan).
i) Main switch breaker tipe air break 3 pole atau 4 pole yang telah direkomendasi dari
SPLN serta karakteristiknya menurut standard IEC 947-2 dan kemampuan arus
hubung singkat alat tersebut tidak kurang dari 80 KA pada tegangan 600 VAC.
j) Main circuit breaker harus menggunakan tipe spring charged yang dapat dioperasikan
secara manual atau automatic yang dikombinasikan dengan sistem motorized, UVT
untuk versi fixed serta dilengkapi pengaman untuk tidak merusak switch breaker
pada saat posisi ON / OFF / TRIP.
k) Sistem penutup atau kontak breaker harus menggunakan tougle action, free type
dan dilengkapi dengan indikator mekanikal untuk posisi ON atau OFF serta indikasi
charged dan discharged.
l) Jika main circuit breaker dioperasikan secara atomatic maka harus dilengkapi dengan
pelepas penutup (XF) pemutus tegangan jatuh (MN) / pemutus shunt (MX), saklar
alarm dan saklar bantu.
m) Kapasitas dari kontak utama harus mampu dibebani dengan beban penuh pada
temperatur yang telah direkomendasikan dari pihak serta waktu pemutusan tidak
lebih dari tiga detik.
n) Main circuit breaker harus dilengkapi dengan proteksi beban lebih (over current),
arus hubung singkat (short circuit), proteksi hubungan pentanahan.
o) Komponen – komponen pengaman yang dapat dipakai adalah :
(1) Air Circuit Breaker (ACB)
 Standard IEC & SP LN
 Terdiri dari 3 atau 4 kutub
 Jenis Fixed
 Sistem unit Trip terdiri dari :
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 35
 Fungsi switching
 Fungsi komunikasi
 Fungsi Proteksi
 Kapasitor pemutus 65 KA – 150 kA pada 380/415 V
 Arus Nominal 800A s/d 6300 A
(2) Moulded Case Circuit Breaker (MCCB)
Keterangan untuk syarat – syarat dan simbol -simbol yang digunakan
dalam perincian berikut menggunakan Strandard IEC bagian 1 dan 2.
 Terdiri dari 3 kutub dan 4 kutub
 Kapasitas pemutusan 18 s/d 85 KA pada tegangan 380 / 415 V
 Dilengkapi dengan pemutus shunt (MX), Pelepas Tegangan (MN),
Auxiliary Contract, Saklar Alarm serta mekanis motor.
 Sistem unit trip terdiri dari :
 Thermal Magnetis
 Solid State (Electronic)
 Dilengkapi dengan proteksi motor - motor listrik
 Dilengkapi dengan perlindungan terhadap manusia/kebakaran
(type Vigirex) Versi : Fixed

(3) Miniatur Circuit Breaker (MCB)


 Menurut standart IEC
 Terdiri dari 1 dan 3 kutub
 Breaking capacitynya antara 5 s/d 25 KA untuk tegangan 220/415 V.
 Kurva trip B & C
 Dilengkapi dengan saklar alarm, Auxiliary co ntract dan pemutus
shunt (MX) / pelepas tegangan (MN)
 Jika digunakan untuk melindungi motor listrik maka yang digunakan
adalah MMCB (Magnetic Motor Circuit Breaker).
(4) Contactor
 Berdasarkan standard IEC ,SPLN, SNI
 Terdiri dari kategori ACI – untuk Beban Murni > 0 .95
 AC2 – Untuk motor slipring, Strarting, Pluging AC3 -Motor Squirrel
cage, swithhing ON/OFF selama dalam keadaan normal.
(5) Overload
 Berdasarkan IEC p47, IEC 292
 Dapat mam pu berfungsi sebagai pengaman motor listrik
terhadap beban lebih dan disesuaikan dengan arus nominal motor
tersebut.
 Untuk star – delta dan Direct On Line dapat dikombinasikan dengan
Magnetic Motor Circuit Breaker.
(6) Bushbar Support
 Sesuai standar d IEC, SPLN - SNI Bus-bar support terdiri dari
unipolar/multi polar.
 Isolasi support harus sesuai dengan ukuran copper
(tembaga).
 Kapasitas dari Bus – bar harus sesuai dengan standard Puil
 Terdiri dari 1,2,3 dan 4 pole + 1 grounding
 Spesifikasinya :
 High Dielectric strenght
 High Mechanical wisthstand
 Tahan Terhadap temperatur sesuai dengan rekomendasi
(7) Isolasi support
Bahan t erdiri dari SM C/DM C spesifikasi t erdiri dari :
 High Dielectric Strenght
 High Mechanical Withstand

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 36


 High Temperature.
(8)
Pilot lamp, Push Button, Selector Switch Sesuai standard IEC, SPLN, SNI.
 Jenis pilot lamp yang digunakan adalah tipe transformasi
 Push Button menggunakan tipe flush dengan bahan
chromium.
 Selector switch tingkat isolasinya harus 660 V dengan kapasitas
thermal 12 A adalah 20 A serta dilengkapi dengan pegangan isolasi
ganda.
(9) Fuse dan Fuse Link
 Standard SPLN.
 Jenis Fuse yang digunakan adalah HRCclass Q sedangkan Fuse
Carier sebagai pengaman circuit control menggunakan type catridge &
Holder.
(10) Relay
 Tipe relay adalah electro mechanical dan static transitor.
 Over current relay adalah jenis IDMTL (Inverse Defenitive Minimum
time Lag) diset antara 50 % - 200% dan waktu antara 1-0,3 second
Earth Fault Relay adalah jenis DTL (Definitive Time Lag) di set antara 0-
1 secound, setting dari arus antara 5-40% dari 5% step.
 Capasitor dari auxiliriary contract relay tersebut harus
disesuaikan dengan kapasitas beban.
(11) Current Transformer (CT)
 CT yang digunakan standard SPLN, SNI / IEC .
(12) Metering
 Standard IEC, SPLN.
 Bahan Plastic ABS, Dust Proof, disesuaikan dengan
temperature tropis.
 Moving Iron
 Mempunyai Zero skala yang dapat diatur.
 Class 1.5 dari skala full
2) Kabel Tegangan Rendah
a) Kabel – kabel type NYA, NYM, NYMHY dan NYY yang dipakai harus dapat
dipergunakan untuk tegangan rendah 0,6 kV.
b) Pada Prinsipnya kabel-kabel daya yang dipergunakan adalah jenis N/A2XSEFBY,
N/A2XSY, NYY dan NYFGBY.
c) Sebelum dipergunakan, kabel dan peralatan bantu lainnya harus dimintakan
persetujuan terlebih dahulu pada Konsultan Pengawas.
d) Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2,5 mm².
3) Lighting Fixtures
a) Lampu Tabung (Down Light) – PLC, PLE, CFL (SL/PL)
(1) Lighting Fixtures harus dilengkapi dengan reflector aluminium, atau sesuai
gambar.
(2) Lamp holder menggunakan standart E-27/E.40.
(3) Diameter dari kap lampu minimal lihat gambar.
(4) Lampu yang dipakai dari jenis PLC/PL atau sesuai gambar, contoh
harus disetujui oleh Konsultan pengawas.
b) Kotak – Kontak Dan Saklar
(1) Kotak – kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok
bata adalah type pemasangan masuk / inbow (flush - mounting) dan tipe
floor mounted.3
(2) Kontak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 15 A dan
mengikuti standart VDE.
(3) Flush-Box (inbow doos) untuk tempat saklar, kotak -kontak dinding
dan push button harus dipakai dari jenis bahan metal.
(4) Kotak-kontak dinding yang dipasang 30 cm dari pemukaan lantai dari
ruang-ruang yang basah/lembab harus jenis water tight sedang untuk

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 37


saklar dipasang 150 cm dari permukaan lantai atau sesuai gambar.
Sebelum pemasangan, pihak Kontraktor harus mendapat persetujuan dari
Konsultan pengawas.

d. KABEL T R A Y /KABEL LADDER DAN KABEL DUCK.


(1) Kabel tray tersebut dari bahan mild steel sheet setebal 1- 2 mm dengan finishing
hot dipped galvanized.
(2) Cara pemasangan kabel tray harus digantung pada dak beton dengan besi beton
dan atau diberi supporting pada konstruksi baja.
(3) Pada setiap belokan atau pe ncabangan bentuk tray harus dibuat sede mikian rupa
sehingga belokan kabel sesuai dengan bending yang diperkenankan.
(4) Untuk mendapatkan pentanahan yang baik antara bagian yang satu dengan bagian
yang lain, harus terhubung satu dengan lainnya dengan menggunakan BC kabel atau
kontruksi harus memakai kabel sepatu pada kedua ujungnya.
(5) Cable tray yang dipasang didalam shaft / pada dinding kabel menggunakan
penyangga terbuat dari bahan UNP-LNP dengan ukuran ses uai gambar dan dipasang
setiap jarak 2 (dua) meter. Kabel yang terpasang harus dilengkapi dengan klem-
klem kabel dan atau Cable Ties.
(6) Kabel yang dipasang diatas tray harus diklem (diikat) dengan klem-klem kabel
(pengikat/kebel tie) anti ultra violet.
(7) Sebelum pemasangan kabel tray harus dikoordinasi terlebih dahulu dengan instalasi
lainnya (AC, Plumbing dll).
(8) Kabel tray yang arah vertikal menuju panel-panel lampu menggunakan kabel tray
minimum selebar panel lampu pe nerangan tersebut.
e. KONDUIT
Konduit inst alasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact
dan M et al Plan Conduit dimana diamet er dalam dari konduit minimum 1,5 kali
diamet er kabel dan minimum diamet er dalam adalah 19 mm, at au dinyat akan lain
pada gambar.
f. P E R S Y A R A T A N TEKNIS DAN PEMASANGAN
1) Panel – panel
a) Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan
harus rata (horisontal)
b) Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland, dan
diberi lapisan seal dari karet untuk menutupi bagian bekas lubang yang
permukaannya tajam atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.
c) Untuk panel-panel yang dipasang diluar ruangan (Outdoor Panel) type Free
Stranding diberi kaki dengan jarak minimal 50 cm dengan permukaan tanah
dilengkapi dengan pondasi cor.
d) Semua panel harus ditanahkan.

2) Kabel – kabel
a) Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan
tidak mudah lepas untuk mengidentifikasikan arah beban.
b) Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland, dan
diberi lapisan seal dari karet untuk menutupi bagian bekas lubang yang
permukaannya tajam atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.
c) Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel, diklem dan
disusun yang rapi.
d) Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan, kecuali pada
kabel penerangan, dimana terminasi sambungan dilakukan pada termination /
junction box.
e) Untuk kabel dengan diameter 16 mm2 atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu
kabel untuk terminasinya.
f) Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm2 atau lebih harus mempergunakan
alat pres hidraulis yang kemudian diberi cable shoes.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 38


g)
Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 60 cm minimum, dimana sebelum
kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 0,5 cm dan diatasnya diamankan
dengan batu bata sebagai pelindungnya. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang
disesuaikan dengan jumlah kabel.
h) Sudut pembelokan (Bending Radius) kabel Feeder harus mengikuti ketentuan yang
disyaratkan oleh pabrik untuk masing-masing diameter kabel.
i) Untuk kabel serabut, terminasi ujung kabel tersebut harus
menggunakan handslip.
j) Semua kabel yang berada didalam trench kabel harus diletakkan / disusun dalam
kabel ladder (Fabricated, hot deep galvanized) kabel ladder harus disupport setiap
jarak 100 cm.
k) Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan
kabel ladder kecuali dalam Cable Pitch.
l) Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belikan harus ada tanda arah jalannya
kabel dan dilengkapi dengan Cable Mark.
m) Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan instalasi lainnya harus
ditanam lebih dalam dari 60 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis medium
dengan diameter minimum 2 ½ kali penampang kabel.
n) Semua kabel yang akan dipasang diatas langit-langit harus diletakkan pada
suatu trunking kabel.
o) Kabel penerangan yang terletak diatas rak kabel tidak menggunakan PVC High
Impact. Setiap kabel yang keluar dari Cable Tray harus dipasang dalam PVC
High Impact. Yang pada bagian pertemuan antara Conduit dan Cable Tray
dipasang Joining Coupling.
p) Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus
dibuatkan sleeve dari pipa galvanis medium dengan diameter minimum 2½
kali penampang kabel.
q) Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak -kontak harus
didalam kotak terminal yang terbuat dari bah an yang sama dengan bahan
konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal
kotak terminal tersebut minimum 4 cm.
r) Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih
1m disetiap ujungnya.
s) Penyusunan konduit diat as trunking kabel harus rapi dan tidak saling
menyilang.
t) Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak – kontak harus didalam
kotak penyambung dan memakai alat penyambung berupa las -dop.
u) Semua kabel yang menuju/keluar dari panel -panel type ou tdoor harus
didalam pipa Sleeve GIP Medium / PVC Conduit dia. 2 ½ x dia. kabel.
v) Kabel yang keluar dari trench yang menembus permukaan tanah, yang
menuju kabel ladder harus dilengkapi / dilindungi dengan Medium
sepanjang lebih kurang 1 m dengan ketentuan ± 50 cm bagian yang berada
dibawah permukaan tanah sampai 50 cm dari permukaan tanah.
w) Semua kabel instalasi motor yang berada didaerah utility harus dipasang
dalam metal conduit, yang penampangnya minimum 1,5 penampang kabel dan
lengkap dengan Flexible Metal Conduit.
x) Setiap kabel dalam PVC High Impact Conduit yang dipasang pada Slap
harus diberi Saddle Spacers setiap jarak 150 cm.
y) Untuk insatalasi kabel yang menggunakan PVC High Impact Conduit tidak
diperbolehkan melintas diatas balok, harus m enembus balok dengan jarak
minimum 10 Cm dari atas balok yang ditembus.
3) Kotak -kontak dan Saklar
a) Kotak-kontak dan Saklar yang akan dipakai adalah type tanam dalam dinding dan
dipasang pada ketinggian 300 mm dari permukaan lantai untuk kotak-kontak dan
1500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail. Bila tidak terdapat gambar detail,
pihak Kontraktor harus meminta persetujuan dari pihak Konsultan pengawas dan
pihak Interior atau Arsitektur.
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 39
b) Kotak kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab harus water Tight.

4) Lampu Penerangan
a) Pemasangan lampu penerangan harus disesuaikan dengan rencana plafond dari
Arsitek dan disetujui oleh Konsultan pengawas.
b) Lampu tidak diperkenankan memberikan beban kepada rangka plafond yang
terbuat dari bahan aluminium.
c) Tiang lampu penerangan untuk diluar bangunan harus dipasang tegak lurus.
d) Semua lampu penerangan type Flourensscent harus digantung dengan
menggunakan adjustable hanger.
e) Flexible Conduit digunakan antara terminasi titik lampu dengan PVC High Impact
Conduit.

g. PENG UJI AN
1) U m u m
Sebelum semua peralatan utama dari sistim dipasang harus diadakan pengujian
secara individual parsial (Partial Test). Peralatan tersebut baru dapat dipasang s
etelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik yang
bersangkutan dari LMK / PLN serta instalasi lain yang berwenang untuk itu.
Setelah peralatan tersebut dipasang, harus diadakan pengujian secara
menyeluruh dari sistim, untuk menjamin bahwa sistem berfungsi dengan baik.
Semus biaya untuk mendapatkan sertifikat lulus pengujian dan peralatan
untuk pengujian yang perlu disediakan oleh Kontraktor menjadi tanggung
jawab Kontraktor sendiri.
2) Peralatan dan Bahan
Peralatan dan Bahan Inst alasi List rik yang harus diuji.
a) Panel-p a n e l Tegangan Rendah
Panel-panel t ersebut harus dilengkapi dengan sert ifikat lulus pengujian dari
pembuat panel yang menjamin bahwa set iap peralat an dalam panel
t ersebut berfungsi baik dan bekerja sempurrna dalam keadaan operasi
maupun gangguan berupa undervolt age, over current , overt hermis,
short circuit dan lain-lain sert a megger ant ara fasa, fasa net ral, fasa nol.
b) Kabel-kabel Tegangan Rendah
Untuk kabel t egangan rendah sertifikat lulus pengujian harus dari PL N
y ang t erutama menjamin bahan isolasi kabel baik serta melanggar
ketentuan -ketentuan PL N tentang iso lasi kabel tegangan renah,
pengujian dengan m egger tetap harus dilaksanakan, dengan nilai tahan
iso lasi minimum 50 mega Ohm.
c) Lighting Fixtures
Set iap lighting fi xtures yang menggunakan Ballast dan kapasitor
harus dilakukan pengujian / pengukuran fakt or daya. D alam hal ini fakt or
daya yang diperbolehkan minimal 0,85.
d) Motor-motor Listrik
Pengukuhan tahanan isolasi motor -motor listrik harus dilakukan.
Pemasangan mo tor -motor list rik bisa dilaksanakan set elah hasil
pengukuran t idak melanggar ket ent uan - ket ent uan PUIL 2000.

28. PEKERJAAN MEKANIKAL DAN PLUMBING


a. PERATURAN UMUM
1) Perat uran D an Acuan
Pemasangan inst alasi ini pada dasarnya harus memenuhi pera t uran perat uran
sebagai berikut :
a) Peraturan Umum Instalasi Perpipaan (PUIP)
b) Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/MEN/1982
c) Keputusan Me nteri P.U. No.02/KPTS/1985
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 40
d) Peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, seperti
PLN, PGN, PERUMTEL, Dit.Jen.Bina Lindung dari Pusat maupun daerah.
e) Pedoman Plambing Indo nesia
2) Gambar-Gambar
a) Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu
kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.
b) Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dri
peralatan, sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan
memperhatikan kondisi dari bangunan yan g ada dan mempertimbangkan
juga kemudahan service/ maintenance jika perlatan -peralatan sudah
dioperasikan.
c) Gambar-gambar arsitek dan struktur / sipil harus dipakai sebagai referensi
untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi.
3) Pelaksanaan Pemasangan
a) Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, kontraktor harus
menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan pengawas
dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui.
b) Kontraktor harus mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukura n dan
kapasitas peralatan yang akan dipasang. Apabila ada sesuatu yang
diragukan, Kontraktor harus segera menghubungi Konsultan pengawas.
4) Testing Dan Comisioning
a) Kontraktor ini harus melakukan semua testing dan pengukuran yang
dianggap perlu untu k mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat
berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang
diminta.
b) Semua bahan dan perlengkapannya yang diperlukan untuk mengadakan
testing tersebut merupakan tanggung jawab Kontraktor.
5) Masa Pemeliharaan Dan Serah Terima Pekerjaan
a) Peralatan instalasi ini harus digaransi selama tiga bulan terhitung sejak saat
penyerahan pertama.
b) Masa pemeliharaan untuk insatalasi ini adalah selama tiga bulan terhitung sejak
saat penyerahan pertama.
c) Selama masa pemeliharaan ini, kontraktor ini diwajibkan mengatasi segala
kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya
d) Selama masa pemeliharaan ini seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan
masih merupakan tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.
e) Selama masa pemeliharaan ini, Kontraktor ini tidak melaksankan teguran dari
konsultan pengawas atas perbaikan / penggantian / penyetelan/ tersebut kepada
pihak lain atas biaya Kontraktor ini.
f) Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti
pemeriksaan dengan hasil yang ditanda tangani bersama oleh Kontraktor dan
Konsultan pengawas.
g) Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan
setelah Berita Acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini
dalam keadaan baik, ditanda tangani bersama Kontraktor dan konsultan
pengawas.
6) Penanggung Jawab Pelaksanaan
Kontraktor ini harus m enempat kan seorang penanggung jawab pelaksanaan
ya n g ahli dan berpen galaman yang harus s elalu berada dilapangan, yang
bert indak sebagai wakil dari Kont rakt or dan mempunyai kemampuan untuk
memberikan keput usan t eknis dan yang bert anggung jawab penuh dalam
menerima segala inst ruksi yang akan diberikan oleh p ihak konsultan pengawas
.
Penanggung jawab t ersebut diat as juga harus berada dit empat pekerjaan pada
saat diperlukan/dikehendaki oleh pihak konsultan pengawas.
7) Penambahan/Pengurangan/Perubahan Instalasi
a) Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 41


kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak
konsultan pengawas.
b) Kontraktor ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada
pihak Konsultan pengawas dalam rangkap 3 (tiga).
c) Perubahan material, dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Kontraktor kepada
konsultan pengawas .secara tertulis dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan
yang ada harus disetujui oleh konsultan pengawas secara tertulis
8) Pembobo kan, Pengelasan D an Pengeboran
a) Pembobokan tembok, lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam
pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya kekondisi semula, menjadi
lingkup pekerjaan instalasi ini.
b) Pembobokan/ pengelasan/ pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada
persetujuan dari pihak konsultan pengawas secara te rtulis.
9) Pemeriksaan Rutin Dan Khusus
a) Pemeriksaan rutin harus dilaksankan oleh Kontraktor secara periodik dan tidak
kurang dari tiap dua minggu.
b) Pemeriksaan khusus harus dilaksanakan oleh Kontraktor ini, apabila ada
permintaan dari pihak Konsultan pengawas/Pemilik dan atau bila ada gangguan
dalam instalasi ini.

b. LINGKUP PEKERJAAN MEKANIKAL


1) Umum
Yang dimaksud disini dengan pekerjaan inst alasi mekanikal plumbing secara
keseluruhan adalah pengadaan, t ransport asi, pembuat an, pemasangan,
peralat an -peralat an bahan -bahan ut ama dan pembant u sert a pengujian,
sehingga diperoleh instalasi yan g lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi,
gambar dan bill of quantity.
2) Uraian Pekerjaan
Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut :
a) Sistem Air Bersih
b) Sistem Air Limbah
c) Sistem Penghawaan
3) Gambar Kerja
Sebelum kont rakt or melaksanakan suat u bagian pekerjaan lapangan, harus
memperhatikan gambar kerja ant ara lain sebagai berikut :
- Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama, perlengkapan dan
fixtures.
- Detail denah perpipaan.
- Detail denah perkabelan.
- Detail penempatan sparing, sleeve yang menembus lantai, atap, tembok dll.
- Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas
4) Gambar Insta lasi Terpasang
Set iap tahapan penyelesaian pekerjaan, kontraktor harus memberi tanda
sesuai jalur terpasang pada re -Kalkir gam bar tender maupun gam bar kerja,
sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gam bar
terpasang y ang men dekati keadaan sebenarnya .

c. SPESIFIKASI PERPIPAAN
1) Umum
Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliput i :
a) Pipa
b) Sambungan
c) Katup
d) Strainer
e) Sambungan Ekspansi
f) Sambungan fleksibel

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 42


g) Penggantung dan penumpu
h) Sleeve
i) Lubang pembersihan
j) Bak kontrol
k) Blok Beton
l) Galian
m) Pengecatan
n) Pengakhiran
o) Pengujian
p) Peralatan Bantu
2) Spesifikasi dan gambar menunjukkan diamet er minimal dari pipa dan let ak serta
arah dari masing -masing sist em pipa.
3) Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan/ atau spesifikasi dipasang
terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghinda ri gangguan dengan
bagian lainnya.
4) Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran, air karat dan
stress sebelum , selama dan sesudah pemasangan.
5) Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik, selain disebut diatas harus
juga terlindung dari cahaya matahari.
6) Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas
pabrik pembuat.
7) Spesifikasi Bahan Peripaan

d. PERSYARATAN PEMASANGAN
1) Umum
(a) Persiapan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin
kebersihan, kerapihan, ketinggian yang benar, serta memperkecil
banyaknya penyilangan.
(b) Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang
dari 50 mm diantara pipa - pipa atau dengan bangunan & peralatan.
(c) Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum
dipasang, membersihkan semua kitiran, benda - benda tajam/ runcing serta
penghalang lainnya.
(d) Pekerjaan persiapan harus dilengkapi dengan semua katup - katup yang
diperlukan antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan
sebagainya, sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan digambar.
(e) Semua perpipaan yang a kan disambung dengan peralatan, harus dilengkapi
dengan UNION atau FLANGE.
(f) Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan - sambungan
cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan
pabrik.
(g) Kemiringan menurun dari peke rjaan perpiaan air limbah harus seperti
berikut, kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar.
(1) Dibagian dalam bangunan
Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 2  %
Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1  %
(2) Dibagian luar bangunan
Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 2  %
Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1  %
(h) Semua pekerjaan perpiaan harus dipasang secara menurun ke arah titik
buangan. Drains dan vents harus disediakan guna mempermudah pe ngisian
maupun pengurasan.
(i) Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk
pemeliharaan dan pe nggantian. Pegangan katup (valve handied) tidak boleh
menukik.
(j) Sambungan - sambungan fleksibel harus dipasang sedemikian rupa dan angkur
pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 43
alat - alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja kearah memanjang.

(11) Pekerjaan persiapan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa
dengan proporsi yang tepat pada bagian - bagian penyempitan. Katup - katup dan
fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh.
(12) Pada pemasangan alat-alat pemuaian, angkur- angkur pipa dan pengarah-
pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan
terjadi pada alat-alat tersebut, sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik.
(13) Kecuali jika tidak terdapat dalam spesifikasi, pipe sleeves harus disediakan dimana
pipa-pipa menembus dinding-dinding, lantai, balok, kolom atau langit-langit.
Selama pemasangan, bila terdapat ujung- ujung pipa yang terbuka dalam
pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan, harus ditutup
dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-benda
lain.
(14) Semua galian, harus juga termasuk penutupan kembali.
(15) Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik.
2) Penggantungan dan Penunjang Pipa
(1) Perpipaan harus ditunjang atau digantung dengan hanger, brackets atau sadel
dengan tepat dan sempu rna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian
atau perenggangan pada jarak yang cukup.
(2) Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini
:
(a) Perubahan perubahan arah
(b) Titik percabangan
(c) Beban-beban terpusat karena katup, saringan dan hal-hal lain yang
sejenis
(3) Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut :
(a) Diameter Batang
Ukuran pipa Jarak maxim um BSP PVC
Sampai 20 mm 1M 0,5 M

25 mm s/d 40 mm 2M 1 M

50 mm s/d 80 mm 3M 1,5 M

100 mm s/d 200 mm 4M 2 M

Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas Penunjang pipa
lebih dihitung dengan faktor dari 2 keamanan 5 terhadap kekuatan puncak.
(b) Bentuk gantungan
- Untuk air panas, uap dan kondenset : Roller guide type
- Untuk yang lain- lain : Split ring type atau
- Clevis type
(4) Penggapit pipa baja y ang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak.
(5) Semua gantungan dan penumpu harus dicat dengan cat dasar zinchromat
sebelum dipasang
3) Cara pemasangan pipa air limbah dalam tanah
(1) Penggalian untuk mendap atkan lebar dan kedalaman yang cukup
(2) Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda - benda keras/ tajam
(3) Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian
dengan adukan semen
(4) Urugan pasir setinggi dasar pipa dan dipadat kan
(5) Pipa yang telah tersambung diletakkan diatas dasar pipa
(6) Dibuat blok beton setiap interval 2 meter
(7) Pengurugan bertahap dengan pasir 10 cm, tanah halus, kemudian tanah kasar
disingkirkan.
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 44
4) Pengujian
a) Pelaksanaan Pengetesan.
Instalasi pipa air bersih harus dideteksi terhadap adanya kebocoran dengan
tekanan 1,5 x tekanan kerja maximum atau sama dengan 10 kg/cm² selama 24
jam tanpa adanya penurunan tekanan pada pressure gauge. Seluruh valve pada
bagian out harus tertutup. Bila a da kebocoran harus segera diperbaiki dengan
biaya, material & pekerjaan ditanggung oleh kontraktor termasuk biaya
pengetesan.
b) Sistem Air Limbah
Pengujian untuk pipa pembuangan dengan bahan PVC harus dilakukan selama
jangka waktu 24 jam dengan tinggi kolam air sedikitnya 3 meter diatas
sambungan pipa tertinggi dengan memperhatikan tekanan kerjanya (5 kg/cm²)

e. SISTEM AIR BERSIH


1) Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan Inst alasi Air Bersih:
a) Sistem air bersih gedung secara garis besar adalah sebagai berikut :
Catu air bersih dan system distribusi air bersih berasal dari satu sumber, yakni
air sumur dalam . Air sumur dalam akan digunakan untuk segala kebutuhan air
bersih di bangunan ters ebut, baik untuk wastafel, kran, shower toilet dan
cadangan pembilasan toilet urinal.
b) Pekerjaan system air bersih secara umum meliputi :
(1) Pengadaan dan pemasangan system pemipaan air bersih dari meter DEEP
WELL, ke tangki reservoir atas, pompa transfer dan kelengkapannya
sampai ke tangki reservoir atas dan kemudian didistribusi ke peralatan
Plumbing.
(2) Penyediaan tanki-tangki reservoir atas yang terbuat dari bahan
polyethylene dengan volume 2000 Liter komplit dengan pompa booster
packed dan pressure tank serta perlengkapannya.
(3) Pemasangan semua peralatan dan perlengkapan Bantu yang diperlukan
untuk jaringan air tersebut, hingga system berfungsi dengan baik.
(4) Panel-panel listrik untuk kontrol operasi pompa-pompa.
(5) Pengkabelan listrik dari panel pompa sampai pompa air yang bersangkutan
(6) Water level control beserta elektroda-nya untuk control bekerjanya utama
/ pompa booster.
2) Ketentuan Teknis
Pompa ut ama (pompa pendorong/pengisi) menggunakan merk Washer at au
yang set ara (lihat Spesifikasi Pompa Pada Harga Satuan) . Pompa dari jenis
centrifugal pump. M ot or list rik untuk penggerak pompa t ersebut haruslah dari
produksi pabrik yang sama at au paling sedikit dinyat akan dalam rekomendasi
oleh pabrik yang bersangkut an. Apabila t erjadi penyimpangan merk pompa
besert a motornya, penolakan oleh Konsultan pengawas dan resiko sepenuhnya
menjadi t anggungan Kont raktor.

f. SISTEM AIR LIMBAH


1) Sumur Periksa
a) Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap
jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah.
b) Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton
c) Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 5 00 x 1000 mm serta harus
dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu, lurus, cabang atau belokan
d) Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet, manhole dan pipa ventilasi
2) Manhole
a) Manhole dari beton bertulang dengan pegangan besi baja
b) Rangka dan tutup harus membentuk perangkap, sehingga setelah diisi
grease akan terbentuk penahan bau
c) Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 45
sedangkan untuk laluan pe ralatan harus sesuai dengan besaran peralatan
tersebut
d) Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi.
3) Pelaksanaan Pekerjaan Sistem Pembuangan
a) Floor drain adalah dari jenis dengan sifon / penangkap bau, floor drain tidak boleh
dari jenis yang mudah buntu oleh kotoran ataupun yang air penyekat (trap)nya
mudah habis dan tidak berfungsi floor drain dan clean out terbuat dari stainless
steel eks American Standart, Kakudai, Sanei.
b) Semua sparing pipa yang dipasang pada waktu pengecoran beton, harus
dilengkapi de ngan flens/ sirip yang terbuat dari bahan yang sama dengan
bahan pipa.

c) Penggantung pipa Plumbing dapat dilihat pada tabel berikut

TABEL PENGGANTUNG

NO DIAMETER JARAK MAKSIMUM


1 40 mm 1,00 m

2 50 mm 1,20 m

3 65 - 125 mm 1,50 m

4 150 – 200 mm 2,00 m

d) Pengeleman pipa–pipa PVC harus dilakukan setelah ujung–ujung pipa


dibersihkan bagian luar & dalamnya sehingga bersih dari semua kotoran dan
minyak.
e) Untuk lem dipergunakan lem PVC yang direkomendasi oleh pabrik pembuat pipa,
misalnya waving, isarplast.
f) Galian–galian pipa dalam tanah harus dibuat dengan kedalaman sedikitnya 50
cm dibawah permukaan tanah dan kemiringan 2 % (pada kondisi tidak
menyeberang jalan)
g) Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa
terletak/tertumpu dengan baik.
h) Pipa–pipa air bersih dan pipa–pipa pembuangan air kotor, tidak boleh
diletak pada lubang galian yang sama.
i) Kontraktor harus melaksanakan pembilasan desin tektan dari seluruh
instalasi air, sebelum diserahkan kepada seluruh konsultan pengawas.

29. PEKERJAAN SISTEM PENGHAWAAN


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang termasuk di dalam pekerjaan ini adalah pemasangan
kembali Air Conditioning s erta testing sampai berjalan dengan baik dari semua
peralatan dan semua kelengkapan lainnya seperti piping, instalasi listrik, control
dan sebagainya sesuai dengan persyaratan teknis berikut ini :
- Pemasangan dan penyetelan seluruh peralatan air conditioning seperti : Outdoor
Unit, Indoor Unit, fan, thermostat, control, dan lain – lain dengan syarat sebagai
berikut :
a. Cassete Air Conditioning lengkap dengan accesoriesnya.
b. Split Air Conditioning le ngkap dengan accessorisnya.
c. Peralatan-peralatan control untuk system ini (High, Medium, Low).
d. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik dari peralatan-peralatan
(Outdoor Unit, Indoor Unit, fan) ke panel peralatan tersebut dengan jenis
kabel NYM.
e. Dudukan-dudukan mesin termasuk dumper-dumper dan peredam suara di
dalam ruangan-ruangan mesin sehingga suara yang timbul di dalam
ruangan-ruangan kerja masih dalam batas-batas persyaratan yang tidak
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 46
mengganggu.
f. Testing dan balancing instalasi AC.
g. Memberikan service dan maintenance selama masa pemeliharaan khusus
pada instalasi AC yang telah dibongkar.
h. Mengadakan perbaik an-perbaikan dari semua kerusakan yang
diakibatkan oleh pekerjaan ini dan lain-lain dalam masa pemeliharaan.
- Sistem pengkondisian udara dengan ventilating fan untuk ruang-ruang yang tidak
dikondisikan dengan AC, seperti KM/WC
- Sarana – sarana penunjang lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan ini, yaitu :
a. Kontraktor harus mengadakan semua peralatan/perlengkapan kerja,
b. seperti : generator, tool kit, alat – alat ukur, alat – alat keselamatan kerja
dan
c. lain – lain sesuai dengan sifat pekerjaannya. Pengadaan dan perawatan
peralatan menjadi tanggung jawab kontraktor.
d. Kontraktor harus mempersiapkan pekerjaan – pekerjaan sesuai de ngan
instruksi Konsultan Pengawas lengkap dengan peralatan – peralatannya.
2. Standar Dan Peraturan Instalasi Air Conditioning
Dalam melaksanakan pekerjaan ini kontraktor harus mengacu pada standard-
standard baik internasional maupun nasional yang memungkinkan kenyamanan bagi
penghuni dan peralatan-peralatan/perangkat yang ada didalamnya maupun bagi para
pekerja yang melaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat bekerja dengan baik. Adapun
standard-standard yang digunakan antara lain adalah :
- SNI 03-6572-2001
- SK SNI T-14/1993/03
- Kep. Men PU No. 411 / KPTS/1998 : Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan
Pengkondisian Udara P ada Bangunan Gedung, Tata Cara Perancangan Teknis
Konservasi Energi Pada Bangunan Gedung Persyaratan Teknis Bangunan Gedung
- ASHRAE (American Society of Heating Refrigeration and A ir Conditioning
- Engineers)
- ASHVE (American Society for Heating and Ventilating Engineers)
- SMACNA (Sheet Metal and Air Conditioning Contractors National
Association)
- ASTM (American Society For Testing And Material)
- Peraturan Umum Instalasi Lis trik (PUIL), 2000
- National Fire Protection Association (NFPA)
- Hand Book of Air Conditioning System Design, Carrier Air Conditio ning
Company
- Spesifikasi teknis, standar serta peraturan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat
peralatan
- Standart dan per aturan lain (Nasional dan Internasional) yang diijinkan oleh
instansi yang berwenang
- Peraturan-peraturan lain yang dikeluarkan oleh pemerintah yang
berwenang (Pemda setempat ) dan telah diakui penggunaannya
3. Metodologi Pelaksanaan
- Dalam pelaksanaan proyek ini, pihak kontraktor harus melihat bahwa pekerjaan ini
dilakukan dengan tanpa mengganggu perangkat-perangkatyang ada di gedung, untuk
itu beberapa langkah perlu untuk dilakukan.
- Langkah Pertama adalah pihak kontraktor harus membuat :
a. Perencanaan detail pelaksanaan dari sistem AC yang tertuang di dalam
SPEKTEK dan gambar perencanaan yang telah dibuat oleh pihak konsultan
serta sesuai dengan schedule pelaksanaan yang telah ditetapkan.
b. Kontraktor harus mengecek dan mere -chek terhadap uni t -unit eguipment
yang akan dipakai dan apabila terdapat keragu -raguan harus segera
menanyakan ke Konsultan Perencana/PENGAWAS dan apabila terjadi
kesalahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.
c. Langkah ke dua adalah mengadakan konsultasi dengan pih ak Konsultan
PENGAWAS yang telah ditunjuk oleh pihak pemberi tugas tentang detail

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 47


desain, perencanaan detail pelaksanaan kontruksi dari sistem AC. Jika
Pemberi Tugas belum setuju dengan perencanaan kontraktor, karena
dianggap tidak sesuai dengan SPEKTEK da n Desain yang telah ditentukan
konsultan, maka harus mengadakan perubahan sesuai dengan permintan dan
hasil diskusi dengan pihak Pemberi Tugas. Pihak Pemberi Tugas berhak
memutuskan untuk merubah sedikit dari desain yang telah ditentukan oleh
konsultan seandainya terjadinya perubahan bentuk dan ukuran fisik dari
gedung, sehingga tidak memungkinkan desain dari konsultan diterapkan.
d. Langkah ke tiga adalah seandainya pihak Pemberi Tugas setuju dengan
Perencana, Kontraktor berhak untuk melakukan pekerjaa nnya dengan
memasang terlebih dahulu peralatan -peralatan yang telah disiapkan dan
diperiksa bersama dengan pihak Pemberi tugas / Konsultan PENGAWAS baik
dari segi spesifikasi peralatan, Bill Of Quantity.
e. Langkah ke empat adalah jika pihak kontraktor akan memasang unit-unit AC
seperti Outdoor Unit (OU), Indoor Unit (IU), ventilasi mekanis dan
assesorisnya, maka pihak kontraktor, Konsultan PENGAWAS dan pemberi tugas
harus mengadakan diskusi tentang cara terbaik untuk pemasangan tersebut.
f. Langkah ke lima adalah kontraktor perlu memperhatikan bahwa pemasangan
peralatan harus berada pada ruang peralatan utama dan assesoris lainnya
serta sudah dihubungkan dengan central kontrol panel, maka sistem AC siap
untuk dihubungkan dengan Catu Daya (PU-AC).
g. Langkah ke enam adalah jika pihak kontraktor telah memasang semua unit
peralatan utama, alat pembantu dan assesoris lainnya serta sudah
dihubungkan dengan central control panel, maka sistem AC siap untuk
dihubun gkan dengan Cat u Daya (PU-AC).
h. Langkah ke tujuh ad alah pihak kontraktor dan Konsultan
i. PENGAWAS disaksikan oleh Pemberi Tugas mengadakan pengujian sem ua
unit AC dan ventilasi mekanis bersama-sama.
j. Langkah ke Delapan adalah pihak kontraktor harus membuat laporan tentang
semua pekerjaan yang telah dilakukan kepada pihak Konsultan PENGAWAS.
k. Jika terdapat kesalahan/kekeliruan dalam memilih unit/equipment maka
kontraktor harus bersedia menggantinya tanpa biaya tambahan.

30. PEKERJAAN JARINGAN LAN (LOCAL AREA NETWORK)


1. Lingkup Pekerjaan
- Lingkup pekerjaan ini termasuk pengadaan semua material, peralatan, tenaga kerja
dan lainnya untuk pemasangan, pengujian jaringan untuk koneksi ke seluruh
workstation seperti ditunjukkan di dalam Gambar rancangan. Di dalam pekerjaan
ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan
pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci di dalam spesifikasi
teknis ini tetapi dianggap perlu untuk kesempurnaan koneksi jaringan .
- Kontraktor harus mengerjakan pekerjaan dalam spesifikasi teknis ini ataupun
yang tertera dalam gambar rancangan, dimana bahan-bahan dan peralatan yang
digunakan ses uai dengan ketentuan pada spesifikasi teknis ini. Bila ternyata terdapat
perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang dipasang dengan
spesifikasi teknis yang dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan kewajiban
Kontraktor untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan
ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Lingkup pekerjaan
yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a. Instalasi Kabel Jaringan


1. Pengadaan kabel instalasi yang menghubungkan antara LAN Switch satu
dengan y a n g l a i n m a u p u n a n t a r a L A N S w i t c h d e n g a n D e s k t o p
P C yang terpasang di setiap ruangan sesuai gambar kerja.
2. Kabel instalasi y an g di gu naka n ad ala h k abe l UTP Cat6 setar a den g an
m erek Bel den US A.
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 48
3. Kabel -Ka bel J ar in ga n di m asukka n ke da lam D uc t Ka bel P VC u ntuk set ia p
sam bu n gan ja ri ng an L A N. T id ak di per bo le hka n m em asukka n sek al ig u s
leb ih da ri s atu ka bel ke dal am D uct K abe l P VC .
4. P em asan gan D uct Ka bel P VC pa da bag ia n d in di ng a da la h tert anam pad a
di nd in g de n gan terle b i h da h ul u d i klem se hi ng ga t id ak be rges er d ari
po sis iny a.
5. To po lo gi j ari n gan y a ng d ig un aka n a da la h To po lo g i Sta r den g an
penc ap aia n ak hir set i ap wo rksta tio n dap at sali ng ber ba gi -p ak ai
fasi lit as y an g dim i lik in y a sepe rti ha rd di sk, dr i v e, fax/ m o dem , pri nte r.
b. Instalasi Dan Konfigurasi Komponen Network
1. Instalasi OS pada setiap PC Desktop minimal Windows XP SP3
2. Instalasi dan konfigurasi Network Adapter Cad sampai selur uh
komputer/PC Desktop dapat berinteraksi dalam jaringan.
3. Mengidentifikasi komputer di dalam jaringan dengan memberikan nam a
masing-masing PC Desktop agar dapat berkomunikasi dengan PC Desktop
yang lain dalam jaringan sehingga tidak terjadi tumpang tindih antar
komputer dalam jaringan.
4. Mengkonfigurasi protokol standar TCP/IP berbasis jaringan.
2. Spesifikasi dan tata cara pelaksanaan
- Spesifikasi m aterial yang digunankan
a. Kabel UTP Cat6 setara Belden USA dengan kecepatan transfer data 2,5
Gigabit Ethernet da lam jarak 100 Meter atau 10 Gigabits dalam jarak 25
Meter.
b. Konektor Plug RJ45 Cat6 setara Belden USA termasuk boot RJ45.
c. Modular Jack/Keystone Jack termasuk box switch AMP atau setara.
d. Faceplate/Outlet RJ45 Cat6 1 Hole AMP atau setara.
e. LAN Switch CISCO SLM 2008T-EU 8 Port atau setara.
f. PC Desktop AIO Asus EeeTop A4310 -B171M atau setara.
- Tata Cara Pelaksanaan
a. Instalasi Jaringan Kabel dilakukan segera bersamaan dengan instalasi
jaringan Elektrikal, Mekanikal dan Plumbing.
b. Kabel jaringan dimasukkan kedalam Duct Kabel UTP untuk setiap sambungan
jaringan baik antar Switch ke Switch maupun Switch ke komputer.
c. Pemasangan kabel ke dalam Duct Kabel dilakukan dengan pegujian terhadap
kemudahan mengeluarkan dan memasukkan kembali kabel jika pada suatu
saat kabel bermasa lah.
d. Pemasangan Kabel pada konektor RJ45 maupun Modular Jack RJ45 harus
memenuhi ketentuan sebagai berikut :
 Untuk hubungan dari LAN Switch ke LAN Switch menggunakan Tipe Cross
dengan urutan standar EIA/TIA 568A dan ujung yang satu nya lagi
menggunakan urutan kabel TIS/EIA 568B .
 Untuk hubungan dari LAN Switch ke komputer menggunakan Tipe
Straight dimana ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainny a
memiliki urutan kabel yang sama sesuai dengan standart EIA/TIA 568B .
e. Penempatan Faceplate/Outlet ha rus terlihat rapi dan sejajar.

31. PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pengangkutan, pengadaan dan pemasangan semua
perlengkapan sanitasi pada tempat-tempat seperti ditunjukan dalam Gambar Kerja
dan/atau Spesifikasi Teknis ini, termasuk pengawasan percobaan yang diperlukan agar
keseturuhan system dapat berjalan dengan baik.
2. Standar/Rujukan
- Standar Industri Indonesia (SII) dan/atau Standar Nasional Indonesia (SNI).
- Japanese Industrial Standard (JIS).
- Pedoman Plumbing Indonesia.
- Spesifikasi Teknis:
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 49
 Kaca dan Aksesori.
 Spesifikasi Teknis Sistem Plumbing.
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan dan Data Teknis
Contoh dan/atau data teknis dan brosur perlengkapan sanitasi yang akan digunakan
harus diperlihatkan kepada Konsultan Pengawas untuk disetujui terlebih dahulu
sebelum dikirim ke lokasi proyek.
Data teknis harus mencantumkan tipe, dimensi, warna, dan data lain yang
diperlukan untuk pemasangan.
- Gambar Detail Pelaksanaan
Sebelum pemasangan, Kontraktor harus terlebih dahulu mempelajar i Gambar Detail
Pelaksanaan yang mencakup dimensi, detail tata letak, cara, pemasangan dan
pengencangan dan detail lain yang diperlukan
- Penyimpanan
Semua perlengkapan sanitasi harus disimpan dalam tempat yang bersih dan kering
serta terlindung dari kerusakan, sebelum dan sesudah pemasangan.
- Garansi
Kontraktor harus menyerahkan kepada Pemilik Proyek Surat garansi untuk barang dan
pemasangan semua perlengkapan sanitasi selama 1 (satu) tahun, dimulai sejak
penyerahan terakhir.
Selama periode ini Kontraktor harus memperbaiki dan mengganti kerusakan yang ada
serta membayar semua perbaikan atau pe nggantian.
4. Bahan-Bahan
- Kran Air
Untuk Kamar Mandi dan Keran Luar ses uai ketentuan Spesifikasi Teknis setara merk
Toto (ex. T 23 B13), khusus wastafel menggunakan keran Panas Dingin setara
Toto dan kran air Kitchen Sink menggunakan keran air leher angsa fleksibel setara ST A8.
- Kloset, Wastafel Dan Kitchen Sink.
 Kloset Duduk Monoblock dengan tipe pemasangan di atas keramik harus sesuai
atau setara dengan merek Toto Type CW660 NJ/ SW660 J , dilengkapi dengan
aksesori standar Toto.
 Wastafel harus sesuai atau setara dengan ex. T OTO Type L237 V3 warna putih,
dilengkapi dengan aksesori standar TOTO (Tempat Sabun Cair + Keran Panas
Dingin).
 Kitchen Sink harus sesuai atau setara dengan ex. Modena Type BOLSENA KS
3101 dilengkapi dengan aksesori standar Modena.
- Floor Drain
Floor Drain menggunakan Bahan Stainless Anti Karat, Kuat, Tidak dapat dimasuki
Serangga (kecoa).
- Jet Washer Kloset
Jet Washer kloset dengan tipe atau setara merk TOTO Type THX20MCRB
- Tissue Holder
Tissue Holder setara merk Cavoli Fashion
5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Umum
 Semua perlengkapan harus dipasang menurut petunjuk pabrik dan Spesifikasi
Teknis ini, kecuali dinyatakan lain setara tertulis. Ukuran vertikal dan
horizontal Berta jumlah setiap jenis perlengkapan ses uai dengan
petunjuk dan detail dari pabrik pembuatnya.
 Kecuali disyaratkan lain, maka semua perlengkapan pemasangan harus sesuai
dengan petunjuk dan detail dari pabrik pembuatnya.
 Kontraktor bertanggung jawab melengkapi semua, perlengkapan sa nitasi yang
diperlukan sehingga pek erjaan terlaksana dengan baik. Oleh karenanya semua
perlengkapan pekerjaan sanitasi harus diperiksa dengan rinci.
- Pemasangan
 Semua sambungan harus kedap air dan udara. Bahan penutup sambungan
tidak diijinkan.
Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 50
Cat, vernis, dempul dan lainnya tidak diijinkan dipasang pada bidang-bidang
pertemuan sambungan sampai semua sambungan dipasang kuat dan diuji.
Semua saturan ekspos ke perlengkapan sanitasi harus diselesaikan sede mikian
rupa sehingga tampak bersih dan rapih dan sesuai ketentuan Gambar
Kerja dan petunjuk pe masangan dari pabrik pe mbuat.
 Perpipaan dari perlengkapan sanitasi ke pipa distribusi utama harus
ditaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis Mekanikal.
 Sistem penumpu dan penopang harus sesuai dengan rekomendasi dari
pabrik pembuat perlengkapan sanitasi atau sesuai persetujuan Konsultan
Pengawas.
- Pengujian
Pengujian seluruh perlengkapan sanitasi harus dilaksanakan bersamaan dengan
pengujian System Plumbing seperti disebutkan dalam Spesifikasi Teknis Mekanikal,
kecuali bila ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas.

32. LAPISAN KEDAP AIR (WATER PROOFING)


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan secara lengkap tenaga, peralatan bantu dan
pengerjaan pelapisan kedap air pada tempat-tempat seperti ditunjukan dalam Gambar
Kerja. Pekerjaan ini akan mencakup hal-hal berikut, tetapi tidak terbatas pada :
- Lapisan kedap air pada bagian exterior dan interior seperti ditunjukan dalam Gambar
Kerja.
- Mengisi celah dan memberi lembaran lapisan pelindung (flashing).
- Penyelesaian penembusan lapisan kedap air oleh pipa, struktur dan lainnya seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
2. Standar/Rujukan
- American Society for Testing and Materials (ASTM).
- Semua Peraturan Standar Nasionat/Lokat yang berlaku dan mengikat.
- Spesifikasi Teknis:
 Beton Cor di tempat.
 Adukan dan Plesteran.
3. Prosedur Umum
- Contoh Bahan dan Teknis
Contoh berikut data teknis bahan yang akan dipakai harus diserahkan kepada
Konsultan Pengawas untuk mendapat peraetujuan dan diuji kebenarannya terhariap
standar atau ketentuan yang disyaratkan.
- Pengiriman dan Penyimpanan
 Bahan harus didatangkan ke lokasi pekerjaan dalam keadaan baik, tidak
cacat dan dilengkapi merek dagang yang jelas.
 Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung, tertutup, tidak le mbab,
kering dan bersih, sesuai dengan perayaratan yang ditentukan.
 Kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan bahan yang disimpan
baik sebelum atau selama pelaksanaan jika terdapat kerusakan yang
diakibatkan oleh ketatalan Kontraktor.
4. Bahan - Bahan
- Lapisan Kedap Air
 Lapisan kedap air harus merupakan lapisan yang memiliki ketebalan minimal 1,5
mm, dilengkapi lapisan perekat, terdiri atas komposisi polyethylene kekuatan tInW.
 Lapisan kedap air harus melekat kuat dan tetap pada tempatnya sehingga terbentuk
lapisan penahan air yang menerus tanpa pemberian perekat, bahan panas,
pengencang mekanis atau peralatan khusus.
 Daya lekat yang baik pada permukaan beton yang diberi cat dasar, Ketebalan yang
seragam pada seturuh lembaran,
 Pemasangan yang cepat, seperti Proofex GPE, Jiffy Seat, Bituthene, Aqua tire
atau yang setara.
- Cat Dasar
Cat dasar untuk semua permukaan beton atau permukaan pasangan harus berasal

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 51


dari pembuat lapisan kedap air yang disetujui.
- Adukan Tebal (Screed).
Adukan tebal untuk melindungi lapisan kedap air harus memenuhi ketentuan
Spesifikasi Teknis seperti pada BAD 11.4 (Spesifikasi Teknis Beton Cor di Tempat).
5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Umum.
 Semua pekerjaan lapisan kedap air harus dilaksanakan sesuai rekomendasi
dan petwjuk pemasangan pabrik pembuat dan di bawah pengawasan a hti yang
ditunjuk oleh pabrik pe mbuat.
 Untuk permukaan deng an lubang buangan, permukaan harus dibuat dengan
kemiringan + 1% ke arah lubang buangan.
 Sebelum pemasangan lapisan kedap air, lubang buangan harus sudah
terpasang dengan baik.

33. PEKERJAAN ALUMINIUM COMPOSITE PANEL (ACP)


1. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan
untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan panel alumunium composite panel seperti
yang ditunjukkan dalam gambar rencana
- Pekerjaan ini dilaksanakan sebagaiman disebutkan/ ditunjukkan dalam detail gambar
dan petunjuk
2. Standar Dan Rujukan
- Semua pekerjaan yang disebutkan dalam bab ini harus dikerjakan sesuai dengan standar
dan spesifikasi dari pabrik
- Bahan-bahan yang harus memenuhi standar-standar antara lain
 AA (The Alumunium Association)
 AAMA (Architectural Alumunium Manufacts Associations)
 ASTM E.84 American Standard for The Testing Materials
 DIN 4019 Isolasi Udara
 DIN 52212 Penyerapan suara
 DIN 53440 Pengurangan getaran
 DIN 17611 / BS 1651 Proses Anoda f. DIN 476 Panel Kerangka
 AS. 1530 Hasil Indikatif
3. Bahan-Bahan
- Bracket/angkur dari materials besi fin galvalum atau material alumunium ekstrussion
- Rangka vertikal dan horizontal dari material galvalum atau alumunium ekstrussion
- Rangka tepi panel alumunium composite dari galvalum atau alumunium ekstrussion
- Infill dari alumunium ekstrussion finish powder coating warna ditentukan kemudian
- Sealant (antara panel alumunium dengan komponen lain)
- Bahan : Alumunium Composite menggunakan Merk Seven Atau setara
- Tebal : 4 mm terdiri dari 0,5 mm Aluminium, 3 mm Polyetylene
- Berat : 5-6 Kg / 5 mm
- Bending strengh : 45-50 Kg / 5 mm
- Heat Deformation : 200 C
- Sound insulation : 24 -29 dB
- Finished : Flourocarbond factory finished / PVdf Coating
- Bahan composite panel harus dalam keadaan rata, warna akan
ditentukan kemudian.
- Bahan yang digunaka n produksi HAUW SOUP AN, ALCOPANEL, ALCOTEX atau
setara.
- Contoh-contoh harus diserahkan kontraktor kepada direksi lapangan untuk
mendapatkan persetujuan pemberi tugas.
- Toleransi dimensi mill finish : Stove dipernish : + 0,2 mm Dianode : 0.4 / + 0,2
mm Lebar : - 0/+ 4 mm
- Panjang s/d 4 meter : - 0/+ 6 mm

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 52


4. Pelaksanaan Pekerjaan
- Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini dengan
menunjukkan surat keterangan referensi pekerjaan -pekerjaan yang pernah
dilakukan kepada direksi lapang an untuk mendapatkan persetujuan.
- Alumunium composite panel yang digunakan untuk seluruh proyek harus
satu macam saja.
- Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk
mempermudah serta me mpercepat pemasangan dengan has il pemasangan
akurat, teliti dan tepat pada posisinya.
- Rangka-rangka pemegang transom dan mullion harus dipersiapkan deng an
teliti , tegak lurus dan tepat pada posisinya.
- Metode pemasangan antara lain :
 Dijepit diantara bagian-bagian sungkup puncak ganda.
 Panel-panel baki menggantung pada pin-pin dan dipasang dengan sekrup.
 Dinding pelapis yang dija dikan satu unit, sistem ikatan pinggir.
- Frekuensi pembersihan dan perawatan serta pemilihan bahan pe mbersih
yang cocok sangat bergantung pada lokasi gedung dan kondisi permukaan.
Pembersihan dapat dilaksanakan dengan air dan s pons atau sikat lembut. Apa bila
pengotoran lebih berat bisa ditambahkan deterjen netral.
- Setelah pemasangan dilakukan penutupan celah antara panel dengan bahan
caulking dan sealant hingga rapat dan tidak bocor sesuai dengan uraian bab
sealant dalam persyaratan ini.
- Kontraktor harus melindungi pekerjaan yang tela h selesai dari hal-hal yang dapat
menimbulkan kerusakan. Bila hal ini terjadi kontraktor harus memperbaiki tanpa
biaya tambahan.
- Hasil pemasangan pekerjaan aluminium composite panel harus
merupakan hasil pekerjaan yang rapi dan tidak bergelombang.
- Kontraktor harus dapat menyertakan jaminan mutu selama 10 tahun terhadap
sinar matahari dan pabrik pembuatnya berupa serifikat jaminan.

34. PEKERJAAN AKHIR


Pengawasan
- Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan oleh Site
Manajer/Pengawas Lapangan.
- Pengawasan Berkala terhadap pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan o leh Konsultan
Pengawas Dan Pengelola Teknis.
- Setiap saat Site Manajer/Pengawas Lapangan atau petugas -petugasnya harus dapat
mengawasi, memeriksa atau menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan.
- Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksana kan tetapi luput dari
pengamatan Konsultan Pengawas Dan Pengelola Teknis adalah menjadi tanggung
jawab Kontraktor. Pekerjaan tersebut bila diperlukan harus dapat diperiksa sebagian
atau seluruhnya untuk keperluan/kepentingan pemeriksaan.
- Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas Harian diluar jam kerja yang resmi, maka
segala biaya yang diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Kontraktor.
35. PEMBERSIHAN AKHIR
- Pada akhir pekerjaan, seluruh ruangan termasuk dinding, plafond, lantai dan
sebagainya ha rus bersih dari sisa -sisa semen, cat dan kotoran lainnya.
- Halaman bangunan harus dibersihkan dari sisa -sisa bahan-bahan bangunan,
kotoran-kotoran dan gundukan-gundukan tanah bekas galian harus diratakan serta
bahan-bahan yang tidak terpakai lagi harus diangkut keluar lokasi pekerjaan.

36. DOKUMENTASI PELAKSANAAN DAN KELENGKAPAN LAPORAN


- Untuk kelengkapan laporan, Kontraktor harus membuat dokumentasi dibuat

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 53


sebelum pekerjaan di mulai (0 %), tahap pelaksanaan hingga selesai ( 25 %, 50
%, 75 % dan 100 % ), foto dokumentasi harus selalu diambil pada posisi yang sama
untuk setiap kemajuan (tampak depan,samping dan belakang) dan setiap bagian yang
penting antara lain penulangan, pondasi dan lain-lain. Foto-foto tersebut dimasukan
kedalam album dan diserahkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran atau
(Direksi/Pengawas) sebanyak 2 (dua) set.
- Kontraktor wajib menugaskan beberapa tenaga khusus untuk membuat laporan
sesuai pelaksanaan .
- Kontraktor juga wajib membuat laporan mingguan berisi re kap pekerjaan
terlaksana.
- Laporan mingguan dibuat menjadi arsip minimal 2 rangkap dengan dukungan foto
pelaksanaan lapangan,kemudian diserahkan kepada konsultan pengawas untuk di
setujui dan dilegalkan.
- Laporan mingguan yang dibuat oleh kontraktor merupakan acuan dasar administrasi
konsultan pengawas dalam mengidentifikasi tingkat kemajuan pekerjaan kontraktor.
37. PENUTUP
- Pekerjaan-pekerjaan y ang belum/tidak tercantum/dijelaskan dalan Spesifikasi
Teknis ini dapat dilihat pada gambar atau di tanyakan pada saat Penjelasan Pekerjaan
(Aanwijzing)
- Perubahan-perubahan yang terjadi terhadap Spesifikasi Teknis ini pada saat
Penjelasan Pekerjaan akan dibuat suatu Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
yang mengikat, dan merupakan satu kesatuan dengan spesifikasi teknis ini.

Spe s i fi kas i T e k nis Re h ab il it as i G uda ng F ar m as i K a bu pate n D on g gal a Halaman 54