Anda di halaman 1dari 4

KSP ARTA KENCANA JAYA

Badan Hukum No. 99/BH.KWK/9/2009


Alamat : Jl. SUGIH WARAS No. 10 Semarang Jawa Tengah
=============================================================
Nomor : 033 /KS/VIII/2015
Lamp. : Satu bendel 16 Agustus 2015
Hal : Permohonan Pembiayaan

Kepada Yth. Pimpinan


PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Jl. MT.Haryono
Semarang.

Teriring rasa syukur kehadirat Allah SWT dan sholawat serta salam
tercurah pada uswah hasanah Nabi Muhammad saw.

Dalam rangka menunjang usaha para anggota KSP ARTA KENCANA


JAYA, serta meningkatkan percepatan pengembangan sektor riil pada
Usaha Mikro dan Kecil (UMK), maka dengan ini perkenankanlah kami
mengajukan permohonan Pembiayaan melalui PT. BTN Semarang
sejumlah Rp. 3.000.000.000,- ( Tiga Milyar Rupiah ) dengan jangka
waktu 3 tahun (36 bulan). Sebagai bahan pertimbangan akan kami
lampirkan :

1. Proposal
2. Persyaratan pendukung lainnya

Sehubungan dengan data yang telah di uraikan di muka bila diperlukan


KSP ARTA KENCANA JAYA bersedia diperiksa sebelumnya.

Demikian permohonan dan atas bantuannya kami ucapkan terimakasih.

KSP ARTA KENCANA JAYA


Ketua Sekretaris

(............................) (...................................)
LATAR BELAKANG
Masalah permodalan, baik keterbatasan kepemilikan modal maupun kesulitan dalam
mengakses sumber pembiayaan, sampai saat ini masih merupakan kendala bagi Usaha
Mikro dan Kecil (UMK) dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Permasalahan lain yang dihadapi oleh UMK di bidang pembiayaan antara lain :
a. Masih rendahnya kredibilitas UMK dari sudut analisis perbankan
b. Persyaratan administrasi dan prosedur pengajuan usulan pembiayaan yang
rumit dan birokratis
c. Adanya persyaratan kesediaan jaminan berupa agunan yang sulit untuk
dipenuhi oleh UMK
d. Informasi yang kurang merata (asimetri) tentang layanan perbankan dan
lembaga keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh UMK.
e. Keterbatasan jangkauan pelayanan dari lembaga keuangan, khususnya
perBankan.
Untuk mengatasi kendala di bidang pembiayaan tersebut, maka perlu dilakukan upaya
peningkatkan dan perluasan akses kepada sumber-sumber pembiayaan, dengan
mensinerjikan lembaga keuangan bank dengan koperasi, melalui KUR antara Bank
Pemerintah dengan Koperasi Simpan Pinjam.

TUJUAN
1. Memperluas dan meningkatkan akses UMK terhadap fasilitas
kredit/pembiayaan modal kerja dan atau investasi
2. Mengembangkan kerjasama antara bank umum syariah dengan koperasi;
3. Meningkatkan peran KSP ARTA KENCANA JAYA sebagai lembaga
keuangan mikro yang mampu melayani UMK dalam mendukung upaya
perluasan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan, terutama untuk
daerah-daerah yang jauh dari layanan perbankan.

SASARAN
1. Tersalurnya kredit/pembiayaan untuk modal kerja dan atau investasi dari bank
umum syariah kepada UMK melalui KSP ARTA KENCANA JAYA.
2. Terwujudnya kerjasama antara bank umum syariah dengan KSP ARTA
KENCANA JAYA
3. Terwujudnya peningkatan modal kerja dan atau investasi bagi UMK yang
disalurkan melalui KSP ARTA KENCANA JAYA
4. Terwujudnya peningkatan produktivitas KSP ARTA KENCANA JAYA, usaha
mikro dan kecil serta anggota KSP ARTA KENCANA JAYA sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraannya.

PERENCANAAN DAN IDENTIFIKASI


Perencanaan dan identifikasi yang meliputi calon, lokasi / kelompok usaha kecil dan
usaha perorangan, perlu dilakukan secara matang agar dalam pelaksanaanya akan
lebih mudah dan lancar serta mengurangi sampai sedikit mungkin hambatan –
hambatan yang timbul sehingga tujuan dan sasaran lebih terarah.

CALON DEBITUR DAN LOKASI TEMPAT TINGGAL DEBITUR


Calon lokasi pengusaha Mikro dan Kecil akan dipilih untuk masing – masing debitur
untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing, sehingga
hamabatan teknis sekecil mungkin dapat teratasi, selanjutnya di adakan pendataan
meliputi bidang, perijinan dan data pendukung lainnya.
Menurut data pengamatan awal, sementara sudah dapat ditentukan calon debitur dan
lokasi tempat tinggal.

PENGUSAHA KECIL DAN MIKRO PENDAFTAR


Pengusaha Mikro dan Kecil perlu diseleksi atas dasar permohonan pengajuan
pinjaman yang masuk. Selanjutnya bagi yang memenuhi persayaratan akan dilakukan
survey lapangan untuk melihat kelayakan usahanya guna memudahkan pelaksanaan
selanjutnya.
Kebutuhan dana sebesar Rp. 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah), diperuntukkan bagi
Anggota yang mengajukan pembiayaan sebanyak 350 orang. Adapun pengelompokan
anggota berdasarkan jenis usahanya meliputi :
1. Toko Kelontong.
2. Pembuat meubel
3. Pertanian.
4. Pedagang hasil bumi.
5. Bengkel.
6. Toko sparepart.
7. Warung Makan.
8. Toko Pakaian.
9. Konveksi.
10. Pembuat Kerajinan
11. Pembuat Reklame
KEBUTUHAN PASAR
Dengan perkuatan modal yang diperoleh pengusaha kecil dan mikro yang ada maka
pengembangan usaha / industri tidak ada artinya tanpa peluang pasar yang tersedia,
maka untuk mengantisipasi hal tersebut perlu pengamatan, pendataan dan pendekatan
pasar yang memerlukan pasokan dari hasil produksi yang dikembangkan, dengan
salah satu upaya yaitu dengan menyelenggarakan temu usaha produksi dagang yang
pada akhirnya diarahkan perintisan pada kemitraan.

KESIMPULAN
Usaha Mikro dan Kecil merupakan bagian integral dari perekonomian nasional baik
sebagai badan usaha maupun gerakan ekonomi kerakyatan oleh karena itu untuk
meningkatkan peran sertanya yang masih kecil memerlukan peran khusus pemerintah
dalam pembinaan di samping mendukung upaya peningkatan pendapatan daerah.
Bantuan perkuatan permodalan diperlukan dalam merealisasi upaya pengembangan
usaha kecil dan mikro. Penelaahan perlu dilakukan secara matang untuk memperkuat
kendala – kendala yang timbul dilapangan, serta agar lebih mengena pada tujuan dan
sasaran.