Anda di halaman 1dari 354

DR. H. YUDHA M. SAPUTRA, M.Ed.

PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN
UNTUK GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM


KEMENTERIAN AGAMA
REPUBLIK INDONESIA
Tahun 2012

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 


PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN
UNTUK GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

DR. H. YUDHA M. SAPUTRA, M.Ed.

Tata Letak & Cover : Rommy Malchan

Hak cipta dan hak moral pada penulis


Hak penerbitan atau hak ekonomi pada
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama RI

Tidak diperkenankan memperbanyak sebagian atau seluruhnya isi buku ini dalam
bentuk dan dengan cara apapun tanpa seizin tertulis dari Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Cetakan Ke-1, Desember 2009


Cetakan Ke-2, Juli 2012 (Edisi Revisi)

ISBN, 978-602-7774-16-2

Pengelola Program Kualifikasi S-1 melalui DMS

Pengarah : Direktur Jenderal Pendidikan Islam


Penanggungjawab : Direktur Pendidikan Tinggi Islam
Tim Taskforce : Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA.
Prof.Ahmad Tafsir
Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA.
Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.E.d.
Dr.s Asep Herry Hemawan, M. Pd.
Drs. Rusdi Susilana, M. Si.

Alamat :
Subdit Kelembagaaan Direktorat Pendidikan Tingggi Islam
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI
Lt.8 Jl. Lapangan Banteng Barat Mo. 3-4 Jakarta Pusat 10701
Telp. 021-3853449 Psw.236, Fax. 021-34833981
http://www.pendis.kemenag.go.id/www.diktis.kemenag.go.id
email:kasubditlembagadiktis@kemenag.go.id/
kasi-bin-lbg-ptai@pendis.kemenag.go.id

ii Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah melalui Dual Mode System—
selanjutnya ditulis Program DMS—merupakan ikhtiar Direktorat Jenderal Pendidikan

jabatan di bawah binaannya. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2009 dan masih
berlangsung hingga tahun ini, dengan sasaran 10.000 orang guru yang berlatar belakang
guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada
Sekolah.
Program DMS dilatari oleh banyaknya guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal

terlebih di daerah pelosok pedesaan. Sementara pada saat yang bersamaan, konstitusi
pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 Tahun 2007, dan PP No. 74 Tahun
2008) menetapkan agar sampai tahun 2014 seluruh guru di semua jenjang pendidikan

secara individual melalui perkuliahan regular. Selain karena faktor biaya mandiri yang
relatif membebani guru, juga ada konsekuensi meninggalkan tanggungjawabnya dalam
menjalankan proses pembelajaran di kelas.
Dalam situasi demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupaya melakukan
terobosan dalam bentuk Program DMS—sebuah program akselerasi (crash program)
di jenjang pendidikan tinggi yang memungkinkan guru-guru sebagai peserta program

pembelajaran tatap muka (TM) dan pembelajaran mandiri (BM). Untuk BM inilah proses
pembelajaran memanfaatkan media modular dan perangkat pembelajaran online (e-
learning).

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan iii


Buku yang ada di hadapan Saudara merupakan modul bahan pembelajaran untuk
mensupport program DMS ini. Jumlah total keseluruhan modul ini adalah 53 judul. Modul
edisi tahun 2012 adalah modul edisi revisi atas modul yang diterbitkan pada tahun
2009. Revisi dilakukan atas dasar hasil evaluasi dan masukan dari beberapa LPTK yang

dilakukan dengan melibatkan para pakar/ahli yang tersebar di LPTK se-Indonesia, dan
selanjutya hasil review diserahkan kepada penulis untuk selanjutnya dilakukan perbaikan.
Dengan keberadaan modul ini, para pendidik yang saat ini sedang menjadi mahasiswa
agar membaca dan mempelajarinya, begitu pula bagi para dosen yang mengampunya.
Pendek kata, kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang
dibutuhkan secara lengkap. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih
membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan
kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.
Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan
mutu pendidikan Islam di Indonesia, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah
swt. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar
upaya-upaya kecil kita bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya manusia secara
nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Jakarta, Juli 2012


Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA

iv Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................iii
DAFTAR ISI.............................................................................................................. v
TINJAUAN MATA KULIAH........................................................................................ 1
KONSEP ATLETIK..................................................................................................... 7
Konsep Dasar Atletik ............................................................................................. 9
Karakteristik Gerak Dasar Atletik......................................................................... 29

PEMBELAJARAN ATLETIK...................................................................................... 51
Pengembangan Gerak Jalan dan Lari .................................................................. 53
Pengembangan Lompat........................................................................................ 71

ORGANISASI DAN SISTEM PERTANDINGAN OLAHRAGA....................................... 85


Organisasi Pertandingan Olahraga ................................................................... 87
Sistem Pertandingan Olahraga ............................................................................ 97

PEMBELAJARAN SENAM..................................................................................... 115


Pembelajaran Senam Ketangkasan.................................................................... 117
Senam Kesegaran Jasmani Tahun 2000............................................................. 129

PEMBELAJARAN PERMAINAN MODEREN........................................................... 169


Permainan Bola Voli........................................................................................... 171
Permainan Bola Basket....................................................................................... 183
Permainan Sepak Bola ....................................................................................... 191

PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL...................................................... 199


Konsep Bermain ................................................................................................ 201
Jenis-jenis Bermain . .......................................................................................... 213

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 


PEMBELAJARAN RENANG................................................................................... 229
Teori Pembelajaran Renang ............................................................................... 231
Praktek Pembelajaran Renang . ......................................................................... 241

PEMBELAJARAN OUTDOOR EDUCATION............................................................ 277


Konsep Outdoor Education ............................................................................... 279
Kegiatan Outdoor Education ............................................................................. 293

GIZI OLAHRAGA.................................................................................................. 309


Konsep Dasar Gizi .............................................................................................. 311
Peranan Makanan dalam Menunjang ............................................................... 327
Prestasi Atlet . .................................................................................................... 327

GLOSARIUM........................................................................................................ 335
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 341
RIWAYAT HIDUP PENULIS.................................................................................... 344

vi Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TINJAUAN MATA KULIAH

Deskripsi mata kuliah


Matakuliah Penjakes merupakan mata kuliah yang wajib disampaikan sebagai
upaya menanamkan keahlian terutama pada program peningkatan kualifikasi S-1 guru
madrasah ibtidaiyah dan PAI pada sekolah di lingkungan Departemen Agama. Selesai
mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran
pendidikan jasmani dan kesehatan yang meliputi: (1) konsep atletik, (2) pembelajaran
atletik, (3) organisasi dan sistem pertandingan olahraga, (3) pembelajaran senam, (4)
konsep dasar atletik, (5) pembelajaran atletik, (6) pembelajaran renang, (7) pembelajaran
permainan, (8) pembelajaran outdoor education, dan (9) pembelajaran gizi. Pelaksanaan
kuliah menggunakan pendekatan ekspositori dalam bentuk praktek, ceramah, tanya
jawab dan diskusi yang dilengkapi dengan penggunaan LCD dan video. Tahap penguasaan
mahasiswa dilakukan melalui pelaksanaan evaluasi berupa UTS dan UAS dalam bentuk
praktek (pengalaman langsung), pemberian tugas, dan tes tertulis.

Kegunaan mata kuliah


Mata kuliah pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan memiliki beberapa
kegunaan sebagai berikut:
1) Mata kuliah ini dapat dijadikan pedoman bagi mahasiswa dalam menentukan arah
dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan serta untuk digunakan dalam
melaksanakan praktek pembelajaran yang dianggap paling sesuai untuk peningkatan
mutu keterampilan para guru di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.
2) Mata kuliah ini bermanfaat untuk mengkaji substansi pembelajaran, khususnya dalam
memahami dan mempraktekkan pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan
secara tepat yang digunakan untuk mengkondusifkan PBM dalam pencapaian tujuan
pembelajaran.
3) Mata kuliah ini bermanfaat dalam upaya pengembangan ilmu pendidikan
keolahragaan.
4) Mata kuliah ini merupakan bahan bagi pengembangan wawasan pemahaman tentang
ilmu keolahragaan, khususnya dalam hal ilmu pendidikan jasmani dan kesehatan.
Manfaat ini tentu saja akan lebih dirasakan kemaslahatannya oleh lembaga.
5) Mata kuliah ini dapat dijadikan bahan masukan berupa pelaksanaan PBM pendidikan
jasmani dan kesehatan dalam rangka mempersiapkan guru-guru kelas yang menguasai

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 


berbagai subtansi mata pelajaran termasuk pendidikan jasmani dan kesehatan yang
lebih profesional di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.
6) Mata kuliah ini dapat digunakan dalam upaya pembinaan pembelajaran terhadap para
calon guru Madrasah Ibtidaiyah agar meningkat mutu kinerjanya dalam pelaksanaan
pembelajarannya.
7) Mata kuliah ini dapat dijadikan bahan perbandingan oleh lembaga lain dalam
pengembangan program pembinaan guru MI. Untuk itu, mata kuliah ini diharapkan
dapat memberikan masukan kepada lembaga terkait dalam menyusun program
dan implementasi program berupa kegiatan penataran-penataran serta pelatihan-
pelatihan yang melibatkan para guru MI terutama yang berkaitan dengan pembinaan
bagi guru-guru MI yang lebih professional.

Tujuan/kompetensi
Beberapa tujuan/kompetensi yang ingin dicapai dari pembelajaran pada mata kuliah
ini sebagai berikut:
1) Mahasiswa memahami konsep atletik yang mendukung pelaksanaan pembelajaran
pendidikan jasmani dan kesehatan pada tingkat madrasah ibtidaiyah.
2) Mahasiswa memahami pelaksanaan pembelajaran atletik secara sistematis untuk
siswa MI.
3) Mahasiswa memahami pembelajaran senam untuk siswa madrasah ibtidaiyah.
4) Mahasiswa memahami pembelajaran atletik untuk siswa madrasah ibtidaiyah.
5) Mahasiswa memahami pembelajaran renang untuk siswa madrasah ibtidaiyah.
6) Mahasiswa memahami pembelajaran permainan tradisional untuk siswa madrasah
ibtidaiyah.
7) Mahasiswa memahami pembelajaran outdoor education pada siswa madrasah
ibtidaiyah.
8) Mahasiswa memahami pembelajaran Gizi olahraga untuk siswa madrasah
ibtidaiyah.
9) Mahasiswa memahami pelaksanaan permainan moderen untuk siswa pada tingkat
madrasah ibtidaiyah

Susunan judul modul dan keterkaitan antar modul


Judul modul yang disusun memeliki keterkaitan satu sama lain, sehingga menjadi
sebuah konsep yang utuh dalam memahami pendidikan jasmani dan kesehatan bagi para
mahasiswa calon guru MI. Adapun susunan modul tersebut sebagai berikut:
1) Konsep atletik
2) Pembelajaran atletik
3) Pembelajaran senam
4) Pembelajaran renang

 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


5) Pembelajaran permainan tradisional
6) Pembelajaran bola besar
7) Pembelajaran outdoor education
8) Pembelajaran Gizi olahraga
9) Pembelajaran permainan moderen

Petunjuk umum mempelajari mata kuliah


Bobot perkuliahan “Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan” adalah 3 sks,
sedangkan cara pembelajarannya dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran teori dan
praktek. Dengan demikian, proses pembelajaran mata kuliah ini dengan mengacu pada
Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sebagai berikut :
1) Para mahasiswa dituntut untuk mencapai kompetensi dalam setiap kegiatan belajar
secara tuntas. Pencapaian kompetensi tersebut menjadi hal utama dalam modul ini,
sehingga mahasiswa yang belum menguasai kompetensi yang diharapkan harus
mengulang kembali pada kegiatan belajar sebelumnya sampai kompetensi yang
diharapkan tersebut tercapai.
2) Para mahasiswa dituntut untuk belajar secara mandiri tanpa bantuan optimal dari
dosen atau fasilitator.
3) Para mahasiswa harus mengerjakan tugas-tugas atau latihan yang tertuang di dalam
modul ini dan dilaporkan kepada dosen/fasilitator pada setiap kegiatan tutorial.
4) Para mahasiswa harus mengerjakan tes yang sudah disediakan pada setiap modul.
Untuk mengetahui tingkat ketercapaian bahan belajar, para mahasiswa dapat
mencocokkan jawaban yang ditetapkan dengan kunci jawaban yang telah disediakan
serta menghitung sendiri perolehan nilai. Melalui penilaian mandiri ini, para
mahasiswa dapat mengetahui dimana letak kekurangannya, sehingga memperbaiki
dan memperkaya materi secara mandiri pula.
5) Kegiatan pelajaran tatap muka yang terjadwal dan terprogram, baik dilaksanakan
di dalam kelas dalam membahas teori dan atau dilaksanakan di lapangan olahraga/
tempat olahraga dalam melakukan praktek olahraga.
6) Para mahasiswa dalam pelaksanaan tutorial dengan dosen/fasilitator wajib
mengikutinya, toleransi yang diberikan bila ada halangan yang benar-benar penting
yang menyebabkan tidak dapat mengikuti tutorial.
7) Kegiatan mandiri yang mendalami, mempersiapkan atau untuk tujuan suatu tugas
akademik lain, seperti : membaca dan mengkaji buku sumber lainnya diperbolehkan
untuk mendukung pemahaman terhadap modul ini. Apabila mahasiswa memungkinkan
untuk mempelajari modul ini lebih lama atau melaksanakan pelatihan olahraga
hal tersebut merupakan perjuangan belajarnya yang perlu dikembangkan, karena
kegiatan belajar mandiri pada dasarnya tidak terikat oleh jumlah waktu yang harus
ditentukan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 


 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
KONSEP ATLETIK

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 


 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
KONSEP ATLETIK

a. Pendahuluan
Atletik menjadi ibunya cabang olahraga, karena setiap kegiatan olahraga mengandung
unsur jalan, lari, lompat, dan lempar. Khususnya dalam proses kehidupan manusia
selalu membawa anggota tubuhnya kesetiap tempat untuk bergerak sambil berinteraksi
dengan lingkungannya. Proses perpindahan tubuh ini sering disebut dengan aktivitas
fisik. Aktivitas fisik yang menjadi kebutuhan primer untuk mempertahankan eksistensi
manusia sebagai sebuah sistem.
Atas dasar itu, setiap individu memiliki hak akses terhadap aktivitas jasmani berupa
atletik untuk pengembangan pribadi seutuhnya. Atletik yang merupakan sekolah
kehidupan karena dapat mengajarkan nilai-nilai berupa keterampilan hidup yang esensial
untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu, kegiatan atletik difasilitasi oleh institusi
pendidikan melalui pembelajaran atletik pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Secara umum modul 1 ini ingin menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan:
konsep atletik, pembelajaran atletik, pembelajaran senam, pembelajaran renang,
sistem dan organisasi pertandingan keolahragaan, pembelajaran permainan
tradisional, pembelajaran permainan moderen, gizi olahraga, dan ourdoor
education.
Setelah dengan seksama mempelajari modul ini, secara khusus Anda diharapkan
dapat:
1. Menjelaskan konsep dasar atletik yang menopang terhadap pendidikan secara
umum.
2. Mengkaji karakteristik pembelajaran atletik dalam konteks pendidikan jasmani.

Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini diorganisasikan menjadi
empat Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 


KB 1: Konsep dasar ateltik
KB 2: Karakteristik gerak dasar atletik.

Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus
yang Anda miliki.
3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumberu-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1

Konsep Dasar Atletik

A. Pengertian dan Sejarah Atletik

1. Pengertian Atletik
Atletik merupakan istilah yang sudah dialih bahasakan dari berbagai istilah sebelumnya.
Sebenarnya istilah atletik berasal dari bahasa Yunani yaitu “Athlon” yang memiliki makna
bertanding atau berlomba. Istilah athlon hingga saat ini masih sering digunakan seperti
yang kita dengar kata “Pentathlon” atau “Decathlon.” Pentathlon memiliki makna panca
lomba di mana perlombaan ini terdiri dari lima jenis lomba, sedangkan Decathlon adalah
dasa lomba di mana perlombaan in terdiri dari sepuluh jenis lomba.
Istilah atletik yang digunakan di Indonesia saat ini diambil dari bahasa Inggris yaitu
Athletic yang berarti cabang olahraga yang meliputi jalan, lari, lompat, dan lempar.
Sementara di Amerika Serikat (USA) athletic adalah atlet. Sedangkan yang dimaksud
dengan atletik adalah track and field. Di Jerman istilah atletik diberi makna yang lebih
luas lagi yaitu berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan
termasuk cabang olahraga renang, bola basket, tenis, sepak bola, senam, dan lain-lain.
Karena atletik ini memiliki bentuk kegiatan yang beragam, maka atletik dapat
digunakan sebagai alat pembinaan setiap cabang olahraga. Bahkan ada yang menyebutnya
sebagai “ibu” dari semua cabang olahraga atau (mother of sport). Meskipun ungkapan
ini hanya atas dasar pandangan akal sehat (common sense) semata, namun melihat
kenyataan yang ada membuktikan bahwa atletik memiliki berbagai bentuk gerak yang
tergolong lengkap. Di dalamnya terdapat gerak dasar yang dapat dijumpai pada beberapa
cabang olahraga lainnya.
Seiring dengan perkembangan yang terjadi dalam kegiatan atletik, banyak orang
yang menggunakannya sebagai media untuk memulai kegiatan olahraga, permainan, dan
kegiatan olahraga inti. Untuk itu telah memunculkan istilah track and field yang artinya
perlombaan yang dilakukan di lintasan (track)
dan di lapangan (field). Bahkan dalam sebuah literatur ada menjelaskan bahwa senam
(gymnastic) merupakan salah satu komponen atletik.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 


Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa atletik merupakan
kegiatan manusia sehari-hari yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan bermain dan
olahraga yang diperlombakan dalam bentuk jalan, lari, lompat, dan lempar. Oleh karena
atletik merupakan awal dari pembinaan olahraga, maka atletik sangat penting untuk
diajarkan kepada siswa dari Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi. Pembelajaran
atletik di sekolah secara khusus dibinakan kepada siswa MI melalui mata pelajaran
pendidikan jasmani dan kesehatan.

2. Sejarah Atletik
Memahami sejarah tidak hanya sekedar untuk pengertian atau pengetahuan saja
tetapi mengetahui dan mengikuti perkembangan atletik sejak zaman kuno hingga kini
amatlah perlu. Karena ada pepatah mengatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa
yang menghargai sejarah.” Dengan mengetahui kejadian masa lampau diharapkan dapat
membangkitkan kesadaran anak bangsa untuk menata masa depan yang lebih baik.
Sejarah dunia mencatat bahwa ateltik sebagai salah satu cabang olahraga yang
memiliki nilai-nilai yang unik telah mampu melahirkan manusia yang mampu untuk
bertahan hidup hingga menjadi manusia yang kaya raya. Atletik yang hanya terdiri jalan,
lari, lompat, dan lempar boleh dikatakan cabang olahraga yang tertua sama tuanya dengan
usia manusia pertama di dunia. Hal ini sangat dipahami karena manusia saat itu harus
berjalan, lari, lompat, dan lempar untuk mempertahankan hidupnya.
Jalan, lari, lompat, dan lempar adalah bentuk gerakan yang tidak ternilai artinya
bagi hidup manusia. Semua gerakan ini tercakup dalam atletik, bahkan gerakan-gerakan
tersebut menjadi subtansi dari semua cabang olahraga. Tentu saja penguasaan teknik
dalam jalan, lari, lompat, dan lempar pada waktu itu masih sangat sederhana. Demikian
pula keadaan alat-alat dan fasilitas yang dipakai. Keadaan ini tentu sangat berbeda dengan
perkembangan atletik modern yang diurus dengan memanfaatkan ilmu dan teknologi.
Menurut para ahli sejarah atletik sudah dilakukan di negeri Yunani pada abad ke-6
sebelum nabi Isa lahir. Pandangan ini didasarkan pada lukisan-lukisan pada zaman itu
dan tulisan ahli filsafat yang bernama Xenophenes. Perkembangan atletik pada masa
itu sangat erat hubungannya dengan perlombaan di Yunani yang mengalami zaman
keemasan antara tahun 500 s/d 400 sebelum Masehi. Pada abad 12 setelah Masehi atletik
masih belum dikenal oleh khalayak ramai. Namun memasuki abad ke-18 mulai dibentuk
berbagai perkumpulan atletik di Inggris sekaligus awal dimulainya kembali perlombaan
atletik. Bahkan setelah Amerika Serikat mendirikan perkumpulan pada tahun 1860 di
San Fransisco semakin semaraklah kegiatan atletik di seantero dunia, sehingga dapat
memasukkannya dalam kegiatan Olympiade pertama tahun 1896 meskipun hanya diikuti
oleh kaum pria saja. Sekarang ini tidak kurang dari 24 nomor diperlombakan untuk pria
dan 14 nomor untuk wanita.
Sejarah di Indonesia atletik dikenal lewat bangsa Belanda yang telah menjajah kita.

10 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Saat itu atletik belum banyak dikenal karena hanya dilakukan di lingkungan sekolah dan
kemiliteran saja. Pada tahun 1943 mulai diselenggarakan perlombaan atletik antar sekolah
yang diikuti oleh tiga perkumpulan sekolah yaitu GASEMBA dari Bandung, GASEMMA
dari Yogya, dan GASEMBO dari Solo. Mulai saat itulah atletik sering diperlombakan di
Indonesia. Setelah Indonesia merdeka pengembangan cabang olahraga atletik semakin
pesat dengan berdirinya organisasi PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) tahun
1950 di kota Bandung. Sejak saat itulah atletik menjadi cabang olahraga yang sangat
digemari masyarakat. Hampir setiap pagi orang melakukan jogging, bahkan kalau hari
libur jalan raya sering dipenuhi oleh masyarakat untuk berolahraga lari atau jalan.
Sampai memasuki abad millenium ke-3 atletik tetap menjadi primadona masyarakat
dalam berolahraga.
Keadaan di sekolah dewasa ini atletik masih tetap menjadi kegiatan yang sering
diberikan kepada siswa. Sekolah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan fasilitas yang
dimiliki. Atletik ini dikenal dengan kegiatan yang murah, mudah, dan masal. Dalam kondisi
apapun sekolah bisa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani
dengan pokok bahasan ateltik. Hanya guru perlu memiliki kreativitas dan inisiatif agar
pembelajaran atletik ini tidak membosankan siswa. Guru harus mampu mengkemasnya
dengan bentuk-bentuk kegiatan yang menarik. Pendekatan bermain dan kompetisi
menjadi salah satu yang dapat guru kembangkan dalam pembelajaran atletik di MI.

B. Pendekatan Kompetisi dan Bermain dalam Atletik


1. Pendekatan Kompetisi
Kata kompetisi identik dengan persaingan. Biasanya individu yang tengah bersaing
selalu berupaya untuk menjadi yang terbaik daripada individu lainnya. Bahkan tidak
menutup kemungkinan untuk melakukan sesuatu yang tidak terhormat. Sebenarnya
makna kompetisi secara umum diartikan sebagai sebuah proses dalam menentukan
pemenang dan yang kalah dengan mengidentifikasi siapa saja melakukan sesuatu yang
lebih baik daripada yang lainnya dalam suatu perlombaan. Pada akhirnya akan diperoleh
rangking yang bersifat hirarkis. Setiap orang akan selalu berusaha untuk menjadi yang
terbaik untuk dirinya maupun orang lain. Untuk meraihnya diperlukan upaya maksimal.
Dalam pembelajaran iklim kompetisi bisa saja dilakukan asal tidak keluar dari aturan
yang sudah guru tetapkan.
Di sekolah iklim kompetisi dapat ditumbuhkembangkan melalui kegiatan pendidikan
jasmani. Para siswa dapat berkompetisi secara sehat dengan siswa lainnya. Setiap siswa
harus berani menerima kekalahan karena temannya jauh lebih baik dan dirinya akan
terus berusaha untuk memperbaikinya. Pembentukan sikap seperti ini dapat dilakukan
melalui pembelajaran atletik dengan pendekatan bermain dan kompetisi.
Menurut para ahli pendekatan kompetisi yang dikembangkan di sekolah akan
memberikan manfaat terutama dalam upaya membentuk karakter dan mempersiapkan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 11


para siswa untuk menghadapi masyarakat di luar sekolah. Meskipun pendekatan ini
dirasakan belum terbiasa dilakukan oleh guru, namun melalui buku ajar ini diharapkan
guru dapat terdorong untuk melakukannya dalam pembelajaran atletik pada khususnya
dan pendidikan jasmani pada umumnya. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai variasi
untuk lebih memperkaya pendekatan-pendekatan yang sudah ada.
Bentuk konkrit dari pendekatan kompetisi dalam pembelajaran atletik lebih rinci
akan diuraikan pada bab-bab selanjutnya. Khususnya yang membicarakan mengenai
pokok bahasan jalan, lari, lompat, dan lempar.

2. Pendekatan Bermain
Bermain adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan bermain sangat disukai
oleh para siswa. Bermain yang dilakukan secara tertata mempunyai manfaat yang besar
bagi perkembangan siswa. Bermain dapat memberikan pengalaman belajar yang sangat
berharga untuk siswa. Pengalaman itu bisa berupa membina hubungan dengan sesama
teman dan menyalurkan perasaan yang tertekan.
Dengan mengetahui manfaat bermain, diharapkan guru dapat melahirkan ide
mengenai cara memanfaatkan kegiatan bermain untuk mengembangkan bermacam-
macam aspek perkembangan siswa pada tingkat MI. Aspek yang dapat dikembangkan
mencakup fisik, motorik, sosial, emosional, kepribadian, kognisi, keterampilan olahraga,
dan sebagainya.

a. Manfaat Bermain Untuk Perkembangan Fisik.


Apabila siswa memperoleh kesempatan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan
banyak gerakan tubuh, maka tubuh siswa tersebut akan menjadi sehat. Otot-otot
tubuh akan tumbuh menjadi kuat. Siswa dapat menyalurkan energi yang berlebihan
dengan aktivitas bermain sehingga ia tidak merasa gelisah. Dalam melakukan kegiatan
bermain siswa tidak membatasinya dengan aturan-aturan yang mengikatnya. Oleh
karena itu agar kegiatan bermain memberi sumbangan yang positif bagi perkembangan
fisik siswa, maka guru dapat merancang kegiatan bermain yang konstruktif bagi
perkembangan fisik siswa.
b. Manfaat Bermain Untuk Perkembangan Motorik
Aspek motorik kasar seperti; jalan, lari, lempar, dan lompat dapat dikembangkan
melalui kegiatan bermain. Salah satu contohnya adalah saat kita amati siswa yang
lari kejar-kejaran untuk menangkap temannya. Pada awalnya ia belum terampil
untuk berlari, tapi dengan bermain kejar-kejaran, maka siswa berminat untuk
melakukannya dan menjadi lebih terampil dalam berlari. Jadi dengan keteraturan
dalam beraktivitas siswa dapat berkembang tingkat kemampuannya dalam motorik
halus (fine movement) maupun motorik kasar (gross movement). Kedua keterampilan
ini tidak mungkin siswa miliki tanpa dilakukan dengan penuh keceriaan. Oleh karena

12 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


itu pendekatan bermain sangat membantu siswa untuk meraihnya.
c. Manfaat Bermain Untuk Perkembangan Sosial
Biasanya kegiatan bermain dilakukan oleh siswa dengan teman sebayanya. Siswa
akan belajar berbagai hak milik, menggunakan mainan secara bergiliran, melakukan
kegiatan bersama, mempertahankan hubungan yang sudah terbina, mencari cara
pemecahan masalah yang dihadapi dengan teman mainnya. Perkembangan sosial
pada siswa tingkat MI sedang memasuki masa pencarian jati diri. Mereka akan
selalu mencari dan mencari teman sebaya untuk bisa berafiliasi satu sama lainnya.
Pendekatan bermain biasanya mampu menjembatani keinginannya. Apalagi dengan
desain yang prakarsai oleh guru akan jauh lebih berhasil dalam meraih perkembangan
sosial yang ada pada diri siswa.
d. Manfaat Bermain Untuk Perkembangan Emosi
Bagi siswa di tingkat MI sekalipun bermain adalah suatu kebutuhan. Tidak ada siswa
yang tidak suka bermain. Melalui bermain, siswa dapat melepaskan ketegangan yang
dialaminya. Misalnya, siswa yang sering gagal untuk meraih prestasi yang baik, ia dapat
bermain peran seakan-akan menjadi murid terpandai. Dari kegiatan bermain yang
dilakukan bersama sekelompok teman, siswa akan mempunyai penilaian terhadap
dirinya tentang kelebihan yang dimiliki sehingga dapat membantu pembentukan
konsep diri ke arah yang lebih positif. Apalagi di saat kita sedang mengalami krisis
multi dimensi, keadaan siswa di sekolah akan terimbas dari kejadian tersebut.
Bahkan budaya tawuran yang mulai merebak di kalangan para siswa menjadi simbol
adanya ketidak harmonisan antara emosi dengan keinginan. Kita tahu bahwa siswa
menginginkan tersedianya fasilitas bermain bagi mereka, sementara apa yang
dibutuhkan tidak tersedia akibatnya mereka mencari sesuatu yang meminta perhatian
semua pihak. Tawuran salah satu wujud ekspresi kekecewaan siswa yang bersifat
negatif. Namun demikian dengan upaya maksimal dari para guru diharapkan budaya
itu berangsur-angsur hilang.
e. Manfaat Bermain Untuk Pengembangan Keterampilan Olahraga
Apabila siswa terampil berlari, melempar, dan melompat, maka ia lebih siap untuk
menekuni bidang olahraga tertentu pada saatnya nanti. Jadi, kalau siswa terampil
melakukan kegiatan tersebut, ia lebih percaya diri dan merasa mampu melakukan
gerakan yang lebih sulit. Kegiatan-kegiatan yang relevan dengan perilaku siswa
adalah atletik. Atletik memiliki kegiatan yang khas yakni jalan, lari, lempar, dan
lompat. Kegiatan ini telah menjadi fondasi bagi siswa dalam bermain. Khususnya
dalam konteks persekolahan perlu ditata secara serius mengenai kegiatan atletik
yang berdimensi permainan.

C. Pengembangan Dimensi Permainan Atletik di MI


Permainan memiliki makna kegembiraan bermain, penawaran yang menarik dan
kegiatan yang mempesona. Ini semua ditandai dengan enam aspek sebagai berikut:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 13


1. Menempatkan diri pada situasi, gerakan, dan irama tertentu.
2. Kegemaran berlomba/berkompetisi/bersaing secara sehat.
3. Kegembiraan dan kepuasan dalam menggunakan alat.
4. Tugas-tugas yang mengandung resiko menjadi tantangan.
5. Kegembiraan atau kepuasan dengan memperlihatkan ketangkasan yang dikuasainya.
6. Menguji ketangkasan yang masih tersembunyi.

Permainan atletik terbentuk dari kombinasi antara kegembiraan dan memainkan


subyek yang dihadapi. Dalam upaya pengembangannya, guru mempunyai tugas untuk
menentukan lingkup permainannya, meskipun ada unsur ketidak leluasaan yang nyata
pada atletik. Tidak menjadi persoalan apakah itu bermain bebas ataupun penuh dengan
unsur ikatan agar siswa disiplin. Bemain yang memiliki unsur belajar dapat guru masukan
ke dalam program pengembangan karakter siswa, seperti dalam pokok bahasan atletik.
Permainan atletik dapat diawali dengan pikiran yang mampu memotivasi para siswa MI
untuk berlari, melompat, atau melempar. Dalam bentuknya yang sederhana faktor-faktor
motivasi adalah berupa substansi atau materi yang memerlukan jawaban yang karenanya
merangsang untuk bermain. Contohnya berupa rintangan dan parit yang merangsang
siswa MI untuk melompatinya. Contoh lainnya seperti; bola, batu, tongkat, lingkaran yang
merangsang gerakan melempar dan bahkan tali dan tongkat yang memungkinkan siswa
tertarik untuk melintasinya. Contoh-contoh tersebut dapat dilakukan oleh guru dengan
menggiring anak ke alam terbuka yang dekat dengan lingkungan sekolahnya.
Tantangan semacam ini akan melahirkan sikap siswa yang tidak takut dengan
lingkungan dan bahkan siswa akan terbentuk kecintaanya dengan lingkungan sekitarnya.
Meskipun keadaan sekolah berbeda diperkotaan dengan dipedesaan, sekali-sekali guru
bisa membawa para siswanya untuk berkeliling kota dengan berjalan atau berlari-lari
kecil (jogging). Kegiatan ini memiliki makna tidak hanya untuk membentuk fisik tetapi
juga dapat membentuk sikap-sikap lainnya.
Selain tantangan yang bersifat masing-masing, dapat pula tantangan secara koordinasi
dengan kemungkinan memainkan fisiknya sendiri. Tantangan semacam ini dapat menarik
para siswa yang karena pada mulanya mereka merasa sulit untuk melakukannya dan
tidak pernah dikuasainya tanpa keluar dari situ. Permainan semacam ini mengajak siswa
MI untuk menampilkan ketangkasan-ketangkasan yang telah dikuasainya. Pada setiap
tahap proses pendidikan, penampilan ini berarti bermain secara mengagumkan dengan
menggunakan badannya sendiri.
Dengan bentuk rangsangan semacam ini siswa dapat menyerahkan dirinya untuk mau
terlibat dalam waktu lama dalam kegiatan atletik. Bagi siswa yang memiliki akar yang kuat
dalam permainan ini akan membentuk jati dirinya untuk lebih memahami dan mengerti
akan keberadaan permainan yang dilakukannya dalam atletik. Mereka cenderung untuk
tidak hanya melakukan tapi juga ikut berpikir arah dari permainan yang guru sajikan.

14 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Belajar bermain hanya terdiri dari tugas-tugas koordinatif yang dapat menunjang
terhadap proses belajar motorik. Keberhasilan dalam bermain akan tergantung pada
tugas-tugas yang dimaksud. Terutama tugas-tugas yang harus dibuat lebih konkrit di
dalam kemampuan koordinatif dasar seperti; daya reaksi, irama, keseimbangan, orientasi
mengenai tempat atau ruang, dan membedakan gerakan menjadi subyek atletik.
Apabila fokusnya dipindahkan ke ide-ide bermain dan bermain konteks atletik,
maka keterlibatan ini semua tergantung pada tujuannya. Bila tujuannya hanya sekedar
rangsangan umum terhadap lari, lempar, atau lompat adalah cukup. Namun tujuan khusus
juga menuntut adanya pemikiran bermain khusus. Lari, lempar, dan lompat menerima
sifat-sifat atletik khusus bila tugasnya adalah untuk berlari secepat mungkin. Sifat-sifat
atletik dari kegiatan ini adalah lebih disebutkan bila bentuk perbandingan lebih cepat
dan secepat mungkin, lebih jauh dan setinggi mungkin menjadi subyek. Bentuk semacam
ini memberikan sifat bahwa atletik sebagai suatu kegiatan olahraga yang memerlukan
pendidikan jasmani dan daya kekuatan tinggi. Ide-ide bermain selalu dipilih secara benar
bila mereka adil terhadap hal-hal khusus ini.
Secara nyata bahwa permainan yang tujuannya untuk mengembangkan kecepatan
atau daya tahan harus diatur tepat seperti bentuk latihan guna peningkatan kualitas yang
dimaksud. Terutama penentuan kepadatan rangsangan harus benar-benar diperhatikan.
Perkembangan kecepatan untuk lari cepat (sprint) misalnya, memerlukan bentuk latihan
yang menuntut kecepatan lari maksimal. Jarak lari harus pendek dan ada waktu antara
untuk pemilihan.
Permainan lempar dan lompat disesuaikan untuk peningkatan daya kekuatan dan
kecepatan dengan banyak pengulangan gerakan lempar dan lompat. Dengan interval
latihan yang disesuaikan dengan kemampuan siswa dan diberi waktu untuk pemulihan
secukupnya. Sedangkan untuk peningkatan daya tahan aerobik, hanya permainanlah yang
dapat merangsang untuk terus menerus lari dalam periode waktu lama.
Dari uraian mengenai dimensi bermain bagi siswa MI dalam atletik tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwa atletik tidak terdiri dari nomor-nomor jalan, lari, lompat, dan
lempar. Namun kemampuan-kemampuan ini menjadi kunci menuju berbagai gerakan yang
pada waktu yang sama merupakan dasar dari banyak cabang olahraga lainnya. Untuk itu
pada mulanya atletik harus diperkenalkan mulai dari Taman Kanak-kanak. Khusus untuk
siswa MI atletik bisa dikemas dalam konsep bermain yang membuat mereka tertarik dan
berminat untuk terlibat secara aktif dalam atletik.

D. Pentingnya Atletik bagi Siswa MI


Atletik menjadi salah satu kegiatan primadona dalam proses belajar mengajar
pendidikan jasmani di MI. Dalam setiap kegiatan pendidikan jasmani guru selalu
menggunakan atletik sebagai pembuka, inti, atau penutup kegiatan belajar mengajar.
Kenyataan ini memberi bukti bahwa atletik memiliki nilai lebih khususnya dalam

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 15


pembentukan kualitas fisik siswa agar lebih prima dan dinamis.
Mengingat betapa pentingnya atletik bagi pendidikan siswa MI, perlu kiranya guru
mengupayakan model baru dikembangkan kearah yang lebih atraktif dan menggembirakan
siswa. Untuk itu guru harus berusaha seoptimal mungkin dalam melahirkan bentuk-
bentuk kegiatannya. Tanpa upaya maksimal mustahil pembelajaran atletik akan berubah.
Bahkan justru akan lebih mempolarisasikan sikap kebosanan siswa terhadap kegiatan
atletik yang terkesan monoton.
Perlu disadari benar oleh para guru pendidikan jasmani bahwa siswa MI berada pada
tahap pencarian jati diri di mana mereka akan selalu mencari sesuatu yang baru termasuk
dalam pembelajaran atletik. Siswa MI berada satu tahap kemampuannya di atas siswa MI.
Dengan karakter seperti itu, guru harus pula memperlakukan mereka berbeda dengan
siswa MI. Meskipun materi yang diberikan sama, namun dalam model penyampaian
dan tingkat kesulitan harus berbeda. Sehingga siswa MI tidak memberi kesan bahwa
pengajaran atletik di MI dan di MI sama-sama saja.
Sebenarnya dalam pembelajaran atletik tidak membutuhkan peralatan yang mutakhir.
Dengan peralatan yang sederhanapun pembelajaran itu bisa hidup dan mencapai tujuan.
Posisi guru adalah harus mampu memanfaatkan berbagai ruang yang ada di lingkungan
sekolah dan alat yang digunakanpun cukup dengan apa yang dapat dimodifikasi guru
atau siswa secara bersama-sama.
Kondisi sekolah di kota besar dengan di desa sangat berbeda. Umumnya sekolah di kota
jauh lebih tersedia peralatannya dibandingkan di desa. Namun di kota sering ada kendala
berupa lahan yang memadai untuk aktivitas siswa. Untuk pembelajaran atletik kondisi
seperti ini tidak perlu dirisaukan. Dalam kondisi apapun proses penyampaian materi
akan tetap bisa dijalankan selama guru mempunyai keinginan untuk maju. Tantangan
bagi guru pendidikan jasmani sangatlah tinggi, upaya tanpa mengenal menyerah menjadi
kata kunci kesuksesan guru pendidikan jasmani.
Untuk mewujudkan keinginan siswa diperlukan pengembangan atletik yang memiliki
dimensi permainan dan kompetisi. Unsur ini bukanlah suatu sistem tertutup melainkan
menjadi bagian dari satu pelajaran. Apabila guru mampu merancangnya secara apik dalam
proses pembelajaran pada waktu yang tepat dapat membantu siswa untuk mengerti dan
mencintai atletik.

Merencanakan Program Pembelajaran Atletik di MI


Program atletik di MI memiliki alokasi waktu yang sangat terbatas, oleh karena itu
guru perlu mengaturnya secara hati-hati. Guru terlebih dahulu harus menentukan tujuan
program dan memutuskan materi mana yang harus diajarkan. Apabila waktu yang
disediakan terbatas, guru dapat memutuskan untuk memimpin seluruh siswa dalam
waktu yang bersamaan atau dengan mengajarkan satu pokok bahasan saja. Sebaliknya
apabila waktu yang tersedia cukup memadai, guru dapat memulai dengan seluruh siswa
kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok. Melalui pengaturan seperti ini guru dapat

16 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


memantau setiap kegiatan yang dilakukan siswa.
Dalam menyusun program pengajaran atletik terlebih dahulu harus menentukan
urutan materi. Sebagaimana kita ketahui bahwa ada empat materi pokok dalam atletik
dengan susunan sebagai berikut: jalan, lari, lempar, dan lompat. Urutan ini disusun
berdasarkan tingkat kesulitan dari masing-masing materi. Agar lebih mudah lagi dilakukan
siswa guru perlu menyusunnya secara sistematis dari yang termudah hingga yang sukar.

1. Jalan
Jalan merupakan keterampilan memindahkan anggota badan dari satu tempat
ke tempat lainnya dengan cara melangkahkan kaki tanpa adanya posisi melayang.
Keterampilan ini bersifat alamiah karena setiap orang dimungkinkan dapat melakukannya
tanpa mengalami kesulitan. Jalan merupakan aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan
sehari-hari. Namun demikian sikap berjalan yang benar sesuai dengan kaidah tetap
harus dipelajari dan dilatih sejak usia dini. Melakukan gerakan berjalan yang benar akan
memberikan efisiensi tenaga untuk tidak cepat lelah.
Guru pada awal pembelajaran atletik di MI sekalipun perlu menyusun waktu untuk
siswa belajar atau mengulangi kembali melakukan sikap berjalan yang benar. Dalam
pelaksanaannya guru dapat memadukan dengan materi lain yang sesuai seperti lari.
Sehingga teknik ini akan tetap terpelihara dengan baik oleh siswa.

2. Lari
Lari merupakan salah satu keterampilan dasar dalam atletik yang sudah mulai
memerlukan keterampilan khusus. Ada beberapa keterampilan lari yang harus dikuasai
yaitu; lari cepat (sprint), estapet, lari gawang, halang rintang, dan lari jarak jauh
(marathon). Jenis-jenis keterampilan ini dapat diajarkan secara sistematis dari mulai
yang termudah dan alat yang diperlukan tidak banyak hingga yang kompleks dengan
peralatan banyak. Guru perlu menyusun rencana pembelajaran lari yang sesuai dengan
tingkat kemampuan siswa MI. Dalam hal ini guru tidak perlu memaksakan keinginan
untuk memulai dari sesuatu yang sulit untuk dilakukan siswa, karena dapat berakibat
kekecewaan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran lari guru bisa memulainya dengan
urutan sebagai berikut:

a. Lari cepat (sprint)


Lari cepat merupakan salah satu bentuk perkenalan yang terbaik untuk program
atletik di MI. Meskipun lari cepat merupakan aktivitas yang menyenangkan, namun
pengulangan dengan cepat dapat menimbulkan kebosanan. Guru dapat menggunakan
pendekatan bermain dan kompetisi dalam pelaksanaannya atau memasukkan kegiatan
ini dalam bagian aktivitas yang lain atau terintegrasi dalam materi lainnya. Sehingga

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 17


kemungkinan munculnya kebosanan pada siswa dapat dikurangi.

b. Estafet
Lari estapet menjadi salah satu materi yang cukup menarik dalam atletik karena
memiliki muatan bermain dan kompetisi. Hanya tinggal kreasi guru yang dapat lebih
meragamkan dengan berbagai aktivitas gerak. Meskipun lari estapet memerlukan alat
sebagai penyambung saat berlari, namun alat itu dapat dimodifikasi dengan benda
lainnya seperti; bola, bambu, dan lain-lain. Yang penting adalah bagaimana formulasi
gerak yang benar bisa teraktualisasikan siswa. Dalam merancang program pengajaran di
MI guru bisa memanfaatkan lari estapet sebagai materi inti atau materi pendukung. Yang
terpenting adalah penguasaan gerak dominan pada lari estapet ini dapat dikuasai oleh
siswa.

c. Lari gawang
Untuk memperkenalkan sejak awal lari gawang kepada siswa tidaklah sulit. Guru
dapat menggunakan sarana yang ada seperti; bangku, kursi, atau batang bambu sebagai
pengganti gawang. Agar siswa tidak merasa takut dengan halangan yang keras, guru
bisa menggantinya dengan karet. Dalam merancang pembelajaran lari gawang, guru
bisa meletakkannya pada beberapa kali pertemuan karena materi ini memerlukan
keterampilan yang tinggi. Sebagai pengantar awal guru bisa memulainya dengan gerakan
tanpa rintangan. Yang terpenting adalah siswa dapat melakukan irama langkah secara
benar sebelum melewati gawang. Upaya ini yang senantiasa harus menjadi perhatian
guru sebelum menyajikan materi lari gawang.

d. Lari halang rintang


Lari halang rintang merupakan keterampilan pengembangan dari lari gawang. Siswa
yang telah menguasai keterampilan lari gawang tidak akan terlalu sulit melakukannya.
Bagaimana guru merancang agar keterampilan ini dapat digemari para siswa. Cara
yang cukup efektif adalah dengan memanfaatkan fasilitas alam terbuka seperti; parit,
kubangan air, dan lain-lain. Atas bimbingan guru, siswa akan selalu mencoba dan
berusaha seoptimal mungkin untuk dapat melakukannya. Dalam pelaksanaannya, lari
halang rintang dapat dilakukan satu bulan satu kali. Sambil siswa mengenali lingkungan
sekolah dan sekitarnya, guru bisa membawa mereka mengelilinginya.

e. Lari maraton
Lari maraton menjadi salah satu kegiatan yang jarang atau bahkan tidak pernah
dilakukan oleh guru kepada para siswanya. Keterampilan ini memerlukan daya tahan
yang luar biasa. Setiap siswa belum tentu memiliki kemampuan untuk melakukannya,

18 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


kecuali untuk lari jarak jauh seperti 3000 meter hingga 10.000 meter. Namun lari maraton
dengan menempuh jarak lebih kurang 42 km sangatlah tindak mungkin untuk dilakukan
dalam dua jam pelajaran. Untuk mensiasatinya guru dapat menerapkannya dalam bentuk
perlombaan antar kelas pada akhir tahun ajaran. Cara ini cukup efektif untuk mengetahui
daya tahan yang dimiliki para siswa. Meskipun bentuk perlombaannya bukan lari maraton
dengan jarak 42 km, namun iklim kompetisi dirancang sedemikian rupa menyerupai lari
jarak jauh.
Terlepas dari mungkin atau tidak materi ini disajikan, yang paling utama adalah
penguasaan dan pemahaman para siswa akan cara pelaksanaan lari maraton. Hal ini
dirasakan perlu, karena setiap jenis keterampilan yang tertuang dalam kurikulum sudah
diprediksi dapat memberikan manfaat positif bagi pengembangan siswa di masa datang.
Termasuk keterampilan lari maraton bagi siswa MI memberi kontribusi dalam membentuk
daya tahan cardio vascular yang sangat dibutuhkan dalam beraktivitas sehari-hari baik di
sekolah maupun di luar sekolah.

3. Lempar
Untuk mengajarkan teknik lempar pada siswa MI akan lebih mudah dibandingkan
dengan mengajarkannya pada anak MI. Untuk siswa MI kehati-hatian dalam pelaksanaan
pembelajaran jauh lebih memungkinkan terutama dalam hal penggunaan alat lempar.
Dalam pembelajaran teknik lempar guru dapat memulai dari pengenalan alat. Selanjutnya
guru menggunakan alat pengganti yang aman dan ringan bagi siswa. Langkah ini perlu
guru lakukan terutama dalam upaya pembentukan teknik yang baik dan benar dalam
melempar. Apabila siswa sudah dimulai dengan alat yang sesungguhnya pembentukan
sikap gerak akan terganggu karena siswa merasa sulit menggunakannya.
Melalui penggunaan alat bantu dalam pengenalan pembelajaran teknik lempar ini,
guru dapat melakukan berbagai langkah perbaikan keterampilan siswa. Setelah para siswa
menguasai secara teknis pelaksanaan teknik lempar guru bisa mengajari mereka dengan
alat yang sesungguhnya. Apabila guru memulai menggunakan alat yang sebenarnya, maka
kontrol dan kewaspadaan harus lebih ditingkatkan.
Dalam pembelajaran teknik lempar, guru bisa memulainya dari yang termudah yaitu
lempar lembing, tolak peluru, lempar cakram, dan lempar martil. Tahapan ini perlu guru
pahami agar tidak mengajari siswa dari yang sulit dahulu. Apabila guru keliru dalam
menentukan pentahapan pembelajaran dikhawatirkan akan berdampak pada kesalahan
gerak yang berimbas pada terjadi cedera yang tidak diinginkan.

a. Lempar Lembing
Teknik lempar lembing dalam pelaksanaannya jauh lebih menudah dari teknik
lempar lainnya. Oleh karena itu sangat cocok manakala disajikan pada permulaan dalam
pemberian materi teknik lempar. Menurut analisis biomekanika dasar gerakan melempar

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 19


lembing tidak begitu rumit daripada teknik lempar lainnya. Dalam pelaksanaannya teknik
lempar lembing dapat dilakukan dengan menggunakan bola tenis atau batu kecil. Bagi
siswa yang bersekolah di daerah perkampungan mungkin teknik lempar batu bukan hal
yang baru, karena mereka biasa melakukannya apabila melihat benda yang menariknya
seperti; mangga di atas pohon, burung yang sedang hinggap di dahan, dll. Secara tidak
disengaja mereka membentuk dirinya untuk melakukan teknik lempar. Guru di sekolah
dapat memoles mereka dengan sentuhan yang lebih edukatif agar gerakannya lebih
efisien dan efektif.

b. Tolak Peluru
Pada tahap berikutnya guru bisa mengajarkan teknik tolakan dengan sikap meluncur.
Sikap ini lebih mudah dibandingkan dengan sikap memutar. Dalam pelaksanaannya guru
bisa mengenalkan siswa dengan benda-benda yang ada di sekitar mereka seperti; batu,
bola, atau benda lainnya yang ukurannya tidak besar. Dengan benda-benda yang mereka
anggap sudah dikenalinya biasanya siswa tidak merasa takut melakukannya. Apabila
bentuk teknik gerakan lempar dengan sikap meluncur ini sudah terbentuk secara baik,
guru bisa melanjutkannya dengan teknik tolakan dengan sikap memutar badan 360 o.
Teknik memutar badan ini sangat diperlukan saat guru akan mengajarkan siswa dengan
keterampilan lempar cakram.

c. Lempar Cakram
Lempar cakram merupakan teknik lempar yang memerlukan rotasi badan dan kaki.
Teknik ini lebih sulit dilakukan daripada lempar lembing maupun tolak peluru. Karena
teknik lempar ini termasuk dalam salah satu pokok bahasan kurikulum MI, maka guru
harus mengajarkan kepada seluruh siswa. Alat bantu yang layak digunakan dalam
mengajarkan teknik lempar cakram adalah simpai, bambu berukuran 1 meter, dan
cakram yang terbuat dari karet. Guru dapat memanfaatkan alat bantu tersebut guna
membentuk sikap melempar yang baik dan benar. Setelah siswa menguasai dasar-dasar
lempar cakram, guru sudah dapat menugasi siswa untuk menggunakan cakram yang
sesungguhnya.
Pentahapan dalam proses pembelajaran teknik lempar cakram ini perlu guru lakukan
dengan maksud agar siswa memiliki sikap yang benar dan menghindari kemungkinan
terjadi cedera. Harapan jangka panjang adalah terbentuknya minat siswa untuk menekuni
cabang ini supaya lebih berprestasi dan menjadi atlet besar di masa datang.

d. Lempar Martil
Keterampilan yang paling sulit dalam teknik lempar adalah lempar martil. Pada
umumnya di sekolah jarang sekali guru mengajarkan teknik ini dalam pembelajaran
pendidikan jasmani. Segi keamanan menjadi alasan pokok mengapa guru tidak

20 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


memberikannya di sekolah. Namun demikian, guru perlu memperkenalkan teknik lempar
ini kepada siswa MI dengan menggunakan alat yang sederhana dan tidak membahayakan
seperti; bola yang diikat dengan benang sepanjang 1 meter. Dengan alat bantu seperti ini
guru dapat mensimulasikan teknik lempar martil kepada siswa MI. Yang terpenting dari
teknik ini adalah pengenalan siswa dengan teknik gerak lempar yang kompleks. Untuk
lebih mendalaminya dapat dilakukan pada kegiatan ekstra-kurikuler atau di klub-klub
atletik yang ada di daerah masing-masing.

4. Lompat
Keterampilan lompat merupakan salah satu pokok bahasan yang harus pula disajikan
di MI. Jenis lompat yang umum digunakan adalah lompat tinggi, lompat jauh, lompat
jangkit, dan lompat galah. Namun yang tersaji dalam kurikulum MI hanya tiga pokok
bahasan dalam teknik lompat yaitu; lompat tinggi, lompat jauh, dan lompat jangkit.
Adapun lompat galah biasanya diberikan kepada sekolompok siswa sebagai pengayaan.
Dalam pentahapan pembelajaran kepada siswa MI, guru harus merancangnya dari yang
mudah terlebih dahulu.
a. Lompat Tinggi
Sebagai awal pengenalan teknik lompat tinggi bagi siswa MI adalah lompat tanpa
menggunakan palang. Seluruh siswa diberi kesempatan yang sama untuk melakukan
lompatan. Setelah guru mendapat masukan tentang kemampuan masing-masing siswa,
guru dapat mengelompokkannya pada kelompok yang memiliki kemampuan sama.
Cara seperti ini akan lebih memmudahkan guru dalam menerapkan teknik dengan
tingkat kesulitan yang berbeda. Misalnya, untuk kelompok A guru bisa mengembangkan
kemampuan teknik tolakan; kelompok B mengembangkan teknik pendaratan; dan
kelompok C mengembangkan teknik koordinasi. Tahapan seperti ini dapat membantu
guru menghemat waktu dalam menyajikan materinya. Dalam penyajian teknik pendaratan
sebaiknya diberikan yang sederhana yaitu teknik gunting.
Hal yang perlu guru perhatikan dalam pembelajaran lompat tinggi adalah teknik
pendaratan. Dalam lompat tinggi dibutuhkan daerah pendaratan yang aman. Secara
umum daerah pendaratan dapat dibuat dari pasir atau matras.

b. Lompat Jauh
Lompat jauh secara teknis lebih sulit dibandingkan dengan lompat tinggi. Karena siswa
harus fokus saat melakukan tolakan pada daerah yang sudah ditentukan. Yang pertama
kali perlu diberikan adalah gerakan lari atau langkah yang tepat, kemudian sikap menolak,
dan terakhir sikap mendarat. Ketiga keterampilan ini dapat diberikan secara bersamaan
untuk kelompok yang berbeda. Guru dapat membagi siswa menjadi tiga kelompok yang
sesuai dengan tingkat kemampuannya. Adapun gaya pendaratan lebih diutamakan yang
sederhana, untuk pengembangan lebih jauh guru dapat mengajarkan dengan teknik

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 21


berjalan di udara (walking in the air).

c. Lompat Jangkit
Teknik lompat jangkit merupakan kelanjutan dari lompat jauh, namun tingkat
kompleksitasnya lompat jangkit lebih tinggi. Ada ahli yang berpendapat bahwa
mengajarkan lompat jauh setelah lompat jangkit lebih baik karena tingkat kemajuan dalam
lompat jangkit jauh lebih tinggi daripada lompat jauh sehingga mendorong antusias para
siswa. Namun ditinjau dari aspek metodik pembelajaran jelas bahwa lompat jauh lebih
mudah daripada lompat jangkit, jadi sebaiknya guru mengajarkannya yang lebih mudah
dulu.
Hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran lompat jangkit adalah
bahwa lompatan yang berulang-ulang pada lompat jangkit sangat menekan siswa dan
sangat cepat menimbulkan kelelahan. Dengan demikian, guru perlu menyediakan aktivitas
alternatif yang tidak begitu menuntut bagi kelompok yang telah lelah.

d. Lompat Galah
Meskipun lompat galah jarang diberikan guru dalam proses pembelajaran di
kelas, namun guru perlu memberikan pemahaman dan pengertian kepada para siswa
mengenai teknik lompat galah ini. Barangkali diantara mereka ada yang tertarik untuk
mendalaminya.
Dalam proses pembelajaran guru dapat mengawalinya dengan menggunakan galah
berukuran 1,5 meter dan ringan. Pendekatan ini cocok sebagai pengenalan awal dalam
membentuk sikap gerak dasar lompat galah. Faktor kesulitan yang paling tinggi dalam
lompat galah adalah saat memasukkan galah dan sikap melayang di udara dalam posisi
kaki berada di atas kepala. Kemampuan akrobatik sangat diperlukan dan biasanya tidak
semua siswa mampu melakukannya karena faktor takut jatuh.

Pokok Pengajaran Ateltik


1. Pola Gerak Dasar Dominan dalam Atletik
Atletik memiliki beberapa gerak dasar yang dominan harus dikuasai oleh siswa. Ada
tiga gerak dasar dominan harus dikuasai siswa dalam atletik yaitu; lari, lempar, dan
lompat. Ketiga jenis kemampuan ini mutlak harus dikuasai siswa. Agar ketiga jenis pola
gerak dasar dominan ini dapat dikuasai siswa, guru harus memberikan berbagai bentuk
latihan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa MI.
Dalam memberikan latihan yang digunakan untuk mengajarkan pola gerakan yang
rumit harus diajarkan dalam urutan tertentu, yaitu:
• Ajarkan pola gerakan dasar dari keterampilan terlebih dahulu. Jika perlu dipecahkan

22 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


pola gerakan dalam beberapa bagian, dan ajarkan masing-masing bagian secara
terpisah. Dengan mengurangi kecepatan gerakan akan membantu proses belajar.
Dalam mengajarkan atletik, guru dapat menggunakan alat bantu yang diperlukan.
Tujuannya agar proses belajar mengajar dapat tersampaikan dan mudah diserap oleh
siswa. Penggunaan metode yang tepat dapat membantu guru dalam menyampaikan
pokok bahasan agar lebih komunikatif dan bermakna.
• Apabila siswa sudah menguasai kemampuan gerak dasar, guru dapat melanjutkannya
ketahap kemampuan yang lebih kompleks dengan terlebih dahulu memberikan
koreksi pada kemampuan sebelumnya.
• Siswa yang telah menguasai keseluruhan teknik gerakan pada keterampilan atletik,
guru dapat menugasi siswa untuk terus mengulangi baik dalam bentuk permainan
atau kompetisi. Pengulangan ini dimaksudkan agar gerakannya lebih otomatis.

2. Mengoreksi Kesalahan dalam Atletik


Kesalahan merupakan hal yang sering terjadi saat pembelajaran. Mengurangi tingkat
kesalahan yang dilakukan siswa menjadi tanggung jawab guru. Khususnya saat melakukan
gerakan yang sulit, siswa tingkat pemula sering dihadapkan pada perilaku yang salah
saat melakukannya. Kesalahan dasar yang melibatkan tempo dan gerakan yang salah dari
bagian tubuh utama. Sebaliknya siswa yang sudah mahir cenderung tidak mengalami
kesulitan yang berarti.
Mengoreksi kesalahan siswa dimaksudkan agar mereka tidak mengulangi kesalahan
yang sama saat melakukan gerakan yang sama (bad habit). Untuk mampu mengoreksi
kesalahan gerakan yang dilakukan siswa, guru harus memahami biomekanika dan
anatomi. Kedua ilmu tersebut sangat membantu guru dalam menentukan jenis kesalahan
yang dilakukan siswa juga guru mampu mencarikan solusi yang tepat agar tidak terulang
lagi.
Dalam mendiagnosis kesalahan siswa, guru harus melakukan identifikasi kesalahan
gerak dengan urutan sebagai berikut:
• Pilihlah kesalahan utama dan pilihlah kesalahan yang paling mendasar, selanjutnya
guru harus memperbaiki kesalahan tersebut terlebih dahulu sebelum melanjutkan
pada pokok bahasan berikutnya.
• Guru harus melakukan perbaikan kesalahan yang siswa lakukan satu demi satu atau
bagian demi bagian. Biasanya jika kesalahan mendasar mampu terkoreksi, kesalahan
yang kecil suka ikut terhapus.
• Tentukan aktivitas dan kondisi yang dapat digunakan untuk memperbaiki setiap
kesalahan. Ini berarti mengajarkan kembali beberapa aspek teknik pada kecepatan
yang lebih lambat dengan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya. Lakukanlah
dengan cara yang membuat siswa lebih tertarik untuk mengulangi kegiatan
tersebut.
• Gunakan instruksi yang mudah dicerna siswa. Berikan contoh apabila diperlukan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 23


• Masukan aspek teknik perbaikan dalam pola gerakan dan meminta siswa untuk
mengulanginya dalam tempo yang lebih lambat. Doronglah semua siswa agar lebih
meningkatkan usahanya untuk memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya.

Guru yang mampu memperhatikan pokok pengajaran atletik secara benar dapat
melahirkan program atletik yang menyenangkan. Baik dalam mengajar kelas besar
atau kelas kecil, upayakan agar selalu mencapai standar pengaturan dan instruksi yang
tertinggi dan terus mempertahankannya. Keberhasilan akan dapat diraih manakala guru
benar-benar mempersiapkan materi dengan penuh tanggung jawab agar siswa sukses
dalam belajarnya.

Saran-Saran selama Mengajar Atletik di MI


Mengajarkan atletik untuk siswa MI sedikit berbeda. Untuk anak MI guru harus
lebih menekankan pembelajaran atletik melalui pendekatan bermain. Sedangkan di
MI, guru harus mengkombinasikan antara pendekatan bermain dan kompetisi. Dalam
pelaksanaannya guru dapat mengikuti hal-hal yang disarankan sebagai berikut:
• Pembelajaran atletik di MI mulai dari kelas I seharusnya mencakup penggalian
terhadap potensi individu dan penumbuhan rasa percaya diri. Karena kelas I
merupakan masa peralihan dari usia anak-anak memasuki usia remaja awal, maka
guru harus mampu mengkombinasikan antara suasana bermain dengan kompetesi.
Pokok bahasan yang dapat guru sajikan meliputi teknik jalan, lari, lempar, dan lompat.
Dalam tahapan pembelajarannya guru dapat memulainya dari yang termudah hingga
yang kompleks.
• Pemanasan badan (warming up) bagi siswa MI yang paling tepat adalah berupa lari-
lari kecil (jogging) dan peregangan (stretching). Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa
otot-otot siswa terhindar dari cidera. Gerakan ini dapat dilakukan dalam waktu 10
hingga 15 menit.
• Upayakan agar seluruh siswa dapat terlibat secara aktif baik dalam bentuk kegitan
individu maupun kelompok. Berikanlah kesempatan yang sama kepada mereka untuk
berlatih atau mengulangi materi yang sudah dipelajarinya. Jangan sekali-kali guru
membeda-bedakan kemampuan yang dimiliki siswa.
• Pada dasarnya siswa memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain, guru perlu
memberikan catatan mengenai kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa.
Catatan ini dapat guru gunakan dalam memberikan penilaian agar lebih obyektif.
• Aktivitas atletik untuk siswa MI sebaiknya tidak dipusatkan pada satu tempat saja.
Guru dapat menggunakan setiap tempat atau sudut dengan menyediakan berbagai
bentuk aktivitas yang siswa bisa lakukan. Cara ini cukup efektif untuk siswa dalam
jumlah besar.
• Guru harus memperhatikan faktor keamanan, karena kegiatan atletik ini rentan akan

24 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


kecelakaan. Terutama untuk kegiatan atletik yang harus menggunakan alat, seperti;
lembing, peluru, cakram, dan lain-lain.
• Buatkan rencana kegiatan yang matang agar dalam proses belajar mengajar guru
dapat lebih berimprovisasi sehingga siswa akan semakin tertarik dengan kegiaan
atletik.
• Hindari pemberian materi yang berulang-ulang karena hal ini bisa berakibat
munculnya rasa bosan pada diri siswa.
• Gunakan berbagai alat peraga yang dibuat secara sederhana baik oleh siswa atau
guru.
• Fokuskan pokok bahasan pada pola gerak dasar dominan yang menjadi ciri khas dari
pembelajaran atletik.
• Yakinkan pada setiap siswa bahwa aktivitas atletik dapat memberikan kontribusi
dalam pembentukan fisik, mental, sosial, dan emosional.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 25


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar 1 modul ini, maka
kerjakanlah latihan ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan
petunjuk pembahasan yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam
pembahasannya dapat dilakukan secara individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan definisi atletik dan manfaatnya bagi pengembangan anak Madrasah
Ibtidaiyah.
2. Guru yang mampu memperhatikan pokok pengajaran atletik secara benar dapat
melahirkan program atletik yang menyenangkan. Baik dalam mengajar kelas besar
atau kelas kecil, upaya apa yang guru dapat lakukan agar selalu mencapai standar
dalam pembelajaran?
3. Bermain adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan bermain sangat disukai
oleh para siswa. Bagaimana Anda kegiatan bermain agar memberikan manfaat bagi
perkembangan siswa?
4. Dalam menyusun program pengajaran atletik terlebih dahulu harus menentukan
urutan materi. Jelaskan oleh Anda bahwa ada empat materi pokok dalam atletik!
5. Urutkan materi pembelajaran atletik yang disusun berdasarkan tingkat kesulitan dari
masing-masing materi.

RANGKUMAN
Ada kesan dikalangan para mahasiswa calon guru bahwa olahraga atletik hanya berisi
seperangkat gerak monoton atau tak bervariasi. Isinya meliputi lari, lempar, dan lompat
yang dianggap kurang menuntut tingkat keterampilan yang tinggi, namun melelahkan,
sehingga unsur keriangan dan kegembiraan tidak terungkap di dalam pelaksanaannya.
Oleh karena itu, tidak heran apabila pelajaran atletik dalam pendidikan jasmani kurang
mendapat perhatian dari para mahasiswa.
Fenomena yang diungkapkan secara filosofis tentang ciri hakiki manusia sebagai
mahluk bermain atau “Homo Ludens” kurang diperhatikan oleh pelatih dan guru-guru
pendidikan jasmani dalam kegiatan mengajar dan membina anak-anak atau atlet dalam
atletik. Kenyataan ini merupakan tantangan, khususnya bagi para guru dan pelatih,
bagaimana membangkitkan motivasi siswa atau anak muda untuk belajar atau berlatih
dalam atletik.

26 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Atletik merupakan istilah yang sudah dialih bahasakan dari berbagai istilah
sebelumnya. Sebenarnya istilah atletik berasal dari bahasa Yunani yaitu:
A. Athletos C. Atheos
B. Athlon D. Athletica

2. Pentathlon memiliki makna beberapa lomba di mana perlombaan ini terdiri dari:
A. 2 jenis lomba C. 4 jenis lomba
B. 3 jenis lomba D. 5 jenis lomba

3. Decathlon memiliki makna berbagai macam lomba di mana perlombaan ini terdiri
dari:.
A. 7 jenis lomba C. 9 jenis lomba
B. 8 jenis lomba D. 10 jenis lomba

4. Istilah atletik yang digunakan di Indonesia saat ini diambil dari bahasa Inggris yaitu
Athletic yang berarti cabang olahraga yang meliputi jalan, lari, lompat, dan lempar.
Sementara di Amerika Serikat (USA) atletik bermakna:
A. Gymnastic C. Football
B. Track and field D. Athletica

5. Tujuan tolak peluru adalah untuk mencapai jarak tolakan yang sejauh-jauhnya, sesuai
dengan namanya tolak bukan lempar, tetapi ditolak atau didorong dengan satu tangan
bermula diletakan dipangkal bahu. Untuk menolak diperlukan unsur apa saja:
A. Otot C. Tenaga
B. Otak D. Kekuatan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 27


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat
pada bagian akhir modul ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian
gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi
Kegiatan Belajar 1 yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB 2, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka Anda harus
mempelajari kembali KB 1, terutama pada bagian yang belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. A
2. D
3. D
4. B
5. D

28 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2

Karakteristik
Gerak Dasar Atletik

A. Karakteristik Gerak Dasar Jalan


Secara alamiah setiap siswa di MI dapat berjalan kaki tanpa mengalami kesulian yang
berarti. Berjalan kaki merupakan aktivitas siswa sehari-hari baik di sekolah maupun di
luar sekolah. Namun demikian gerak dasar dalam berjalan yang dilakukan secara benar
memiliki karakteristik tertentu. Untuk menguasainya diperlukan serangkaian latihan
yang teratur dan sistematis. Karakteristik gerak dasar jalan ini dapat dipelajari dan
dilatihkan oleh guru kepada siswa melalui program pendidikan jasmani untuk pokok
bahasan atletik. Ada dua jenis jalan yang biasa digunakan yaitu; jalan biasa dan jalan
cepat. Kedua jenis jalan kaki ini memiliki karakteristik yang sedikit berbeda. Untuk lebih
jelasnya akan dipaparkan di bawah ini.

1. Jalan Biasa
Secara umum yang menjadi karakteristik gerak dasar jalan adalah sebagai berikut:
• Keseluruhan badan harus dalam posisi tegak, susunan tulang belakang harus
lurus.
• Kepala tegak dengan tengkuk bahu dalam posisi lurus segaris dengan badan.
• Dagu sedikit ditarik dengan menjaga pandangan selalu lurus ke depan.
• Dada dibuka dan perut tetap rata. Posisi ini harus dipertahankan agar pernapasan
berjalan lebih rileks.
• Lengan mengayun secara bergantian dan wajar atau tidak kaku.
• Saat mengayunkan lengan harus digerakan oleh persendian bahu dan persendian
sikut.
• Kaki melangkah secara bergantian dan tidak kaku.
• Saat melangkah sebaiknya tumit terangkat dan menolak dengan pangkal jari.
• Kaki depan diangkat sedikit sambil menekukkan lutut.
• Saat telapak kaki menapak ke tanah sebaiknya ujung kaki terlebih dahulu agar
berat badan tetap terjaga.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 29


• Kaki yang semula menjadi kaki tumpu secara bergantian menjadi kaki ayun.
• Semua gerak dasar jalan ini dilakukan secara bergantian dari kaki yang satu ke
kaki lainnya dengan posisi lengan harus selalu berlawanan dengan langkah kaki.

2. Jalan Cepat
Secara umum karakteristik gerak dasar jalan cepat tidak terlalu berbeda dengan
karakteristik gerak dasar jalan biasa hanya pada beberapa gerakan tertentu gerak
dasar jalan cepat lebih kompleks. Adapun karakteristik gerak dasar jalan cepat adalah
sebagai berikut:
• Tungkai ke depan lutut.
• Tungkai bawah bergantung rileks sambil mengayun paha ke depan.
• Tungkai bawah ikut terayun ke depan sehingga lutut menjadi lurus.
• Saat mendaratkan kaki ke tanah terlebih dahulu harus tumit kaki.
• Bersamaan dengan mengangkat tumit, ujung kaki tumpu lepas dari tanah ganti
dengan kaki ayun.
• Posisi badan saat melangkah dengan posisi kepala, punggung, dada, pinggang,
hingga tungkai bawah sedikit condong ke depan.
• Siku dilipat 900 , ayunan lengan kiri ke depan bersamaan dengan mengangkat
paha dan kaki kanan.
• Koordinasi gerakan dilakukan antara lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan
dan lengan kanan bersamaan dengan kaki kiri.

Kesalahan yang mungkin terjadi saat melakukan gerak dasar jalan adalah sebagai
berikut:
• Saat melangkah tungkai bawah tidak rileks dan berada dalam posisi lurus.
• Kaki melangkah dengan menggunakan seluruh telapak kaki dan menolak dengan
ujung kaki.
• Ayunan lengan terlalu lurus dan kaku.

B. Karakteristik Gerak Dasar Lari


Secara teknis gerak dasar lari di MI dapat dibedakan atas beberapa macam subtansi,
yaitu; lari santai (jogging), lari cepat (sprint), lari jarak menengah, dan lari jarak jauh
atau maraton. Untuk siswa MI semua subtansi ini dapat diajarkan melalui pembelajaran
pendidikan jasmani dengan pokok bahasan atletik.

1. Lari Santai (Jogging)


Lari santai (jogging) merupakan satu jenis keterampilan dalam memindahkan posisi
badan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan gerakan yang lebih cepat dari
melangkah. Subtansi ini menuntut keterampilan yang lebih kompleks dibandingkan

30 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


dengan gerak dasar jalan. Lari santai (jogging) memiliki karakteristik sebagai
berikut:
• Sikap badan harus condong sedikit ke depan.
• Kepala tegak dengan pandangan selalu diarahkan ke depan.
• Gerakan kaki saat melangkah tidak perlu panjang cukup 30 - 40 cm saja.
• Saat mendaratkan kaki harus bagian dari kedua ujung telapak kaki.
• Posisi kaki harus selalu rileks.
• Lengan diayunkan secara wajar dengan jari-jari tangan tidak perlu dikepalkan
cukup dengan membukanya sedikit.
• Irama lari saling bersilangan antara tangan dan kaki.

2. Lari Cepat (Sprint)


Lari cepat (sprint) adalah suatu kemampuan seseorang dalam memindahkan posisi
tubuhnya dari satu tempat ke tempat lainnya secara cepat melebihi gerak dasar
pada keterampilan lari santai (jogging). Lari cepat (sprint) terdiri dari tiga jenis
keterampilan yaitu; lari cepat, lari gawang, dan lari estapet. Ketiga jenis keterampilan
ini perlu diajarkan pada siswa MI.
a. Lari Cepat
Yang tergolong ke dalam kelompok lari cepat adalah lari 100 m, lari 200 m. dan
lari 400 m. Ketiga jenis lari cepat ini memiliki karakteristik yang sama hanya
pengaturan irama langkah yang nampak sedikit berbeda. Secara umum ketiga
jenis lari ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
• Sikap badan condong ke depan:
Untuk memperkecil hambatan udara yang datang dari arah depan, pelari
mendapat keuntungan penapakan titik berat badan lebih ke depan. Titik berat
badan ini dapat membantu gaya tarik sehingga langkahnya akan lebih efektif.
• Langkah kaki harus lebih panjang:
Langkahkan kaki sepanjang mungkin pada awal kaki lepas dari balok start,
selanjutnya agar keseimbangan badan tetap terjaga maka langkah kaki harus
sudah mulai agak diperpendek namun dengan frekuensi gerak yang tetap
cepat.
• Saat pendaratan kaki:
Saat kaki mendarat ke tanah harus selalu pada ujung telapak kaki dengan
posisi lutu agak dibenkokkan sedikit agar lentur saat akan membuat langkah
berikutnya.
• Gerakan lengan:
Jari-jari tangan dikepalkan atau dibuka rapat dan rileks. Ayunan tangan harus
terkoordinasi dengan gerak kaki. Saat kaki kiri melangkah ke depan maka
tangan kiri harus berada di belakang demikian sebaliknya saat kaki kanan
melangkah ke depan maka tangan kanan harus berada di belakang, demikian
pula untuk langkah-langkah selanjutnya.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 31


b. Lari Gawang
Lari gawang merupakan satu jenis keterampilan lari cepat sambil melewati
rintangan dalam ketinggian tertentu (1,067 m). Keterampilan melakukan lari
gawang memerlukan kemampuan koordinasi yang tinggi antara lari dan saat akan
melewati rintangan. Untuk itu guru dalam mengajarkan lari gawang harus dimulai
dari cara melompat rintangan yang rendah yang secara bertahap meningkat
hingga ketinggian tertentu.
Pada dasarnya lari gawang ini memiliki karakteristik perpaduan antara lari dan
lompat. Secara khusus karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:
• Setelah melakukan tiga kali langkah cepat ke arah gawang, badan harus
dimiringkan ke depan saat melompat sementara kaki depan diluruskan.
• Tangan pada sisi badan yang berlawanan dengan kaki depan harus diluruskan
ke depan seolah-olah menggapai ujung kaki depan.
• Bahu dan pinggul tetap paralel dengan gawang.
• Setelah melewati gawang, kaki depan diturunkan ke bawah hingga menyentuh
lintasan.
• Saat kaki depan menyentuh lintasan kaki yang satunya lagi dalam posisi
ditekuk dan kedua tangan menjaga keseimbangan.
• Kaki yang di belakang dilangkahkan ke depan untuk siap kembali melewati
gawang berikutnya.

c. Lari Sambung (Estapet)


Ajaran lari sambung dengan pergantian tongkat secara visual ini lebih
disempurnakan di tingkat MI kelas I. Sedangkan di kelas II dan kelas III dapat
diajarkan lari sambung dengan pergantian tongkat secara non visual dengan
teknik sederhana.

Biasanya pelaksanaan lari sambung dilakukan oleh empat pelari dalam satu tim.
Pelari 1 melakukan start jongkok dan lari sampai pada batas tertentu. Kemudian
diteruskan oleh pelari 2, lari pada batas tertentu yang sama jauh dengan pelari
1. Pelari 2 diteruskan oleh pelari 3, pelari 3 diteruskan pelari 4. Start pada pelari
ke 2 hingga ke 4 adalah start melayang. Pelari 4 yang akhirnya akan memasuki
garis Finish. Start dan finish pada lari sambung sama dengan start dan finish pada
lari jarak pendek. Pada pergantian/persambungan pelari, dari pelari 1 ke pelari
2, pelari 2 ke pelari 3, pelari 3 ke pelari 4 terjadi serah terima tongkat estafet.
Tongkat estafet adalah tongkat pendek ringan yang berukuran kurang lebih 30 cm
panjangnya.

Hal yang paling subtansial dalam pelaksanaan lari sambung adalah penyerahan
tongkat dari pelari yang satu ke pelari berikutnya. Adapun karakteristik dalam
pelaksanaan kegiatan larinya sama dengan teknik lari jarak pendek 100 m. Secara

32 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


umum ada dua teknik operan dasar yang biasa digunakan untuk penyerahan
tongkat, yaitu; operan dengan dorongan ke atas (upsweep) dan dorongan ke
depan bawah (downsweep).

1) Teknik Upsweep
Teknik pengoperan tongkat dengan teknik upsweep ini dilakukan dengan gerakan
mendorong ke atas dan mendorong tongkat sejauh mungkin ke tangan penerima. Pemberi
tongkat menyerahkan tongkatnya kepada penerima dari bawah tangan penerima.
Keuntungan dari teknik pengoperan tongkat dengan teknik upsweep adalah pelari tidak
perlu memindahkan tongkat dari satu tangan ke tangan lainnya, dengan demikian gerakan
lari cepatnya tidak akan terganggu.

2) Teknik Downsweep
Teknik pengoperan tongkat dengan teknik downsweep ini dilakukan dengan gerakan
mendorong ke depan bawah pada telapak tangan penerima, yang mengapai ke belakang
untuk memegang 1/3 bagian tongkat. Pemberi tongkat menyerahkan tongkatnya kepada
penerima dari atas tangan penerima.
Keuntungan dari teknik pemberian tongkat dengan teknik downsweep adalah pelari
dapat memberikan tongkatnya kepada penerima dalam jarak yang lebih jauh dibandingkan
dengan teknik upsweep.
Kedua teknik pemberian tongkat tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda.
Namun demikian keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam pelaksanaan
proses belajar mengajar kepada siswa MI, kedua teknik ini dapat diterapkan. Setiap siswa
dapat menentukan mana yang lebih cocok dan sesuai dengan kemampuannya.
Karakteristik umum dari teknik operan upsweep dan downsweep adalah sebagai
berikut:
• Penempatan anggota tim:
Yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh anggota tim adalah menempatkan pelari
pertama pada sisi dalam jalur, pelari kedua pada sisi luar jalur, dan pelari ketiga pada
sisi dalam jalur. Langkah ini perlu dilakukan karena pelari berikutnya menerima
operan dalam posisi tidak akan merubah pegangan tongkat setelah menerima operan
dari pemberi.
• Operan pertama:
Dalam operan pertama, pelari 1 berlari sepanjang sisi dalam jalur dengan membawa
tongkat oleh tangan kanannya. Pelari 2 menunggu pada sisi luar jalur sambil melihat
ke belakang melalui bahu kiri. Ketika pelari 1 mendekat, pelari 2 mempercepat
langkah pada sisi luar jalur dan menerima tongkat dengan tangan kirinya. Pelari 2
harus terus berlari tetap berada pada posisi luar jalur.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 33


• Operan kedua:
Pelari 3 menunggu pada sisi dalam jalur, melihat ke belakang melalui bahu kiri. Saat
pelari 2 mendekat pelari 3 mempercepat langkahnya sepanjang sisi dalam jalur dan
menerima tongkat dengan tangan kanannya. Pelari 3 harus terus berlari pada posisi
dalam jalur.
• Operan ketiga:
Pelari 4 menunggu di sisi luar jalur, melihat ke belakang melalui bahu kiri. Saat pelari
3 mendekat pelari 4 mempercepat langkahnya sepanjang sisi luar jalur dan menerima
tongkat dengan tangan kirinya. Pelari 4 terus berlari lurus hingga garis finish.
Keempat karakteristik dari operan tongkat baik upsweep maupun downsweep harus
benar-benar dipahami oleh para guru sebelum mengajarkan teknik mengoper tongkat
dalam lari estapet.

C. Karakteristik Gerak Dasar Lompat


Lompat merupakan salah satu keterampilan pokok yang harus siswa MI kuasai
melalui pembelajaran pendidikan jasmani. Keterampilan lompat memiliki empat nomor
yaitu; lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, dan lompat galah. Keempat nomor ini
perlu diajarkan pada siswa MI. Khususnya untuk lompat galah bisa guru pertimbangkan
manakala peralatan yang tersedia tidak memadai. Namun sebagai pengayaan dalam
pemahaman konsep gerak tidak ada salahnya guru mencoba menyajikannya kepada
siswa.

2. Lompat Jauh
Lompat jauh adalah keterampilan gerak berpindah dari satu tempat ke tempat
lainnya dengan satu kali tolakan ke depan sejauh mungkin. Untuk memperoleh hasil yang
maksimal, pelompat dapat melakukannya dengan berbagai gaya, yaitu:
a. Lompat Jauh Gaya Jongkok (Gaya Orthodok).
Gaya jongkok merupakan salah satu gaya dalam lompat jauh. Mengapa di sebut gaya
jongkok? karena gerak dan sikap badan sewaktu berada di udara menyerupai dengan
orang yang sedang berjongkok. Karakteristik gerak dasar dalam lompat jauh gaya jongkok
adalah awalan, tumpuan atau tolakkan, melayang, dan mendarat.
1) Awalan
Awalan berguna untuk mendapatkan kecepatan berlari secepat-cepatnya sebelum
mencapai balok tumpuan. Untuk mencapai kecepatan maksimum biasanya dengan
jarak antara 30 sampai 40 meter. Latihan kecepatan awalan dapat dilakukan
dengan latihan-latihan sprint 10 - 20 meter yang di lakukan berulang-ulang.
Panjang langkah, jumlah langkah, dan kecepatan berlari dalam mengambil awalan
harus selalu sama. Menjelang tiga sampai empat langkah sebelum balok tumpu,

34 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


seorang pelompat harus dapat berkonsentrasi untuk dapat melakukan tumpuan
dengan kuat. Dengan catatan tanpa mengurangi kecepatan.

2) Tumpuan atau Tolakan


Tumpuan adalah perpindahan yang sangat cepat antara lari awalan dan melayang.
Ketepatan tumpuan pada balok tumpu serta besarnya tenaga tolakan yang
dihasilkan oleh kaki (explosive power) kaki sangatlah menentukan pencapaian
hasil lompatan. Oleh sebab itu, latihan ketepatan menumpu pada balok tumpu
dapat dilakukan dengan jumlah langkah sebanyak 5 hingga 7 langkah. Tumpuan
kaki dapat di lakukan dengan kaki kiri maupun kaki kanan tergantung dari kaki
mana yang lebih kuat dan lebih dominan. Pada waktu menumpu badan condong
ke depan, titik berat badan harus terletak agak ke depan, titik berat badan harus
terletak agak ke depan. Titik sumber tenaga, yaitu kaki tumpu menumpu secara
tepat pada balok tumpu, segera diikuti dengan gerakan kaki ayunkan ke arah
depan atas. Dengan sudut tolakan berkisar antara 40 – 50 derajat.

3) Melayang (sikap badan saat di udara)


Setelah pelompat menumpu pada balok tumpuan, maka dengan posisi badan
condong ke depan terangkat melayang di udara, bersamaan dengan ayunan kedua
lengan ke depan atas. Untuk mendapatkan tinggi dan jauhnya lompatan harus
meluruskan kaki tumpu selurus-lurusnya dan secepat-cepatnya. Pada waktu
naik, badan harus dapat ditahan dalam keadaan rileks (tidak kaku) kemudian
melakukan gerakan-gerakan sikap tubuh di udara (waktu melayang) inilah
biasanya yang di sebut gaya lompatan dalam lompat jauh. Pada waktu di udara
dengan sikap jongkok saat kaki tolak menolakkan kaki pada balok tumpuan, kaki
diayunkan ke depan atas untuk membantu mengangkat titik berat badan ke atas
kemudian diikuti kaki tolak menyusul kaki ayun. Saat melayang ke dua kaki sedikit
di tekuk sehingga posisi badan berada dalam sikap jongkok. Keadaan ini supaya
dapat dipertahankan sebelum melakukan pendaratan.

4) Mendarat
Pada waktu mendarat pelompat harus menjulurkan kedua belah tangan sejauh-
jauhnya ke muka dengan tidak kehilangan keseimbangan badannya supaya tidak
jatuh ke belakang. Untuk mencegahnya berat badan harus di bawa ke depan
dengan cara membungkukkan badan dan lutut hampir merapat dibantu dengan
cara menjulurkan tangan kedepan. Pada waktu pendaratan lutut dibengkokan
sehingga memungkinkan suatu momentum membawa badan ke depan atas kaki
mendarat di lakukan dengan tumit terlebih dahulu mengenai tanah.

b. Lompat Jauh Gaya Menggantung (Gaya Schnepper)


Gaya menggantung merupakan salah satu gaya dalam lompat jauh. Mengapa di sebut

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 35


gaya menggantung, karena gerak dan sikap badan di udara menyerupai dengan orang
yang sedang menggantung atau melenting ke belakang. Yang harus dikuasai unsur-unsur
dalam melakukan lompat jauh gaya menggantung adalah; awalan, tumpuan/tolakan,
melayang dan mendarat. Keempat unsur ini mutlak harus dikuasai oleh siswa MI. Tanpa
penguasaan teknik yang baik dan benar hasil yang diperolehnya tidak akan maksimal.
1) Awalan
Awalan harus dimulai dengan lari, ini berguna untuk mendapatkan kecepatan lari
setinggi-tingginya sebelum mencapai balok tumpuan. Jarak awalan lari, tergantung
pada tiap-tiap pelompat. Bagi para pemula seperti siswa MI mengambil awalan
cukup 20 sampai 25 meter, tetapi bagi atlet yang sudah mapan, untuk membangun
kecepatan maksimum harus mengambil awalan antara 30 sampai 40 meter.

2) Tumpuan/tolakan
Tumpuan atau tolakan merupakan perpindahan yang cepat antara lari, awalan
dan melayang. Urutan melakukan tumpuan yang benar adalah ;
• Tolakan dengan salah satu kaki yang lebih kuat dan dominan.
• Ketepatan tumpuan pada balok tumpu serta tenaga tolakan sangat menentukan
hasil lompatan.
• Pada saat kaki menumpu pada balok, badan harus agak condong ke depan.
• Titik berat badan harus terletek agak ke muka.
• Gerakan kaki ayun ke arah depan atas.
• Sudut tolakan kurang lebih 45 derajat.

3) Melayang (sikap badan saat di udara)


Setelah pelompat menumpu pada balok tumpuan, maka badan akan dapat
terangkat di udara dengan sikap/gaya menggantung untuk melakukannya.
• Pada saat melayang kaki diayun dan diangkat ke depan.
• Kaki tolak selepas dari tanah diayunkan kembali ke belakang bersamaan atau
sejajar dengan kaki ayun.
• Sikap badan dibusungkan ke depan atau melenting ke belakang.
• Lengan diayunkan ke atas belakang.
• Kepala tengadah.

4) Mendarat
Pada waktu mendarat pelompat harus berusaha menjulurkan kedua belah
tangannya. Sejauh-jauhnya kemuka serta tidak kehilangan keseimbangan
badannya.
Pada saat ini biasanya timbul perasaan, badan akan jatuh ke belakang, untuk
mencegahnya titik berat harus di bawa ke depan dengan jalan membungkukan
badan, hingga badan dan lutut hampir merapat, dibantu pula dengan juluran tangan

36 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


ke muka. Pada waktu pendaratan lutut dibengkokan sehingga memungkinkan
suatu momentum membawa ke depan atas, kaki mendarat dilakukan dengan
tumit terlebih dahulu mengenai tanah.

c. Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara (Walking in the Air)


Gaya berjalan di udara merupakan salah satu gaya dalam lompat jauh. Mengapa di
sebut gaya berjalan di udara, karena gerak dan sikap badan di udara menyerupai dengan
orang yang sedang berjalan. Yang harus dikuasai unsur-unsur dalam melakukan lompat
jauh gaya berjalan di udara adalah; awalan, tumpuan/tolakan, melayang dan mendarat.
Keempat unsur ini mutlak harus dikuasai oleh siswa MI. Tanpa penguasaan teknik yang
baik dan benar hasil yang diperolehnya tidak akan maksimal.

1) Awalan
Saat melakukan awalan sebaiknya dilakukan pada jarak yang dirasakan cukup
memadai oleh pelompat. Pelompat memiliki naluri yang berbeda antara pelompat
yang satu dengan yang lainnya. Yang perlu dipahami oleh seorang pelompat jauh
adalah pengembangan akselerasi, distribusi energi, dan kecepatan. Agar saat
tolakan tepat, guru bisa menggunakan tanda pada lintasan yang akan dilalui
pelompat.
2) Tumpuan
Saat melakukan tumpuan dapat digunakan kaki kiri atau kanan sesuai dengan
kebiasaan pelompat. Sebaiknya gunakan kaki yang memiliki kekuatan dominan.
Ketika kaki menumpu ke balok badan harus dicondongkan ke depan agar
keseimbangan tetap terjaga. Pandangan ke depan dengan kedua lengan berada di
samping atas badan.

3) Melayang
Setelah pelompat menumpu pada balok tumpuan, maka badan akan dapat
terangkat ke udara. Dengan melakukan sikap berjalan di udara kedua kaki saling
bergantian mengayuh di udara. Sebelum kaki mendarat upayakan berada dalam
posisi di udara selama mungkin, agar menghasilkan lompatan maksimal.

4) Mendarat
Pada waktu mendarat pelompat harus berusaha menjulurkan kedua belah
tangannya ke depan dan kemudian ditarik ke belakang. Sementara kedua kaki
dilujurkan ke depan sejauh mungkin. Daratkan kedua kaki secara bersamaan agar
terhindar dari cedera. Jatuhkan berat badan ke depan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 37


3. Lompat Tinggi
Lompat tinggi adalah satu jenis keterampilan untuk melewati mistar yang berada
diantara kedua tiang. Lompat tinggi memiliki tujuan yaitu untuk memproyeksikan gaya
berat badan pelompat di udara dengan kecepatan bergerak ke depan secara maksimal.
Ketinggian lompatan yang dicapai tergantung dari kemampuan pelompat dari gerakan
lari menjadi gerakan bersudut saat menumpu yaitu merubah gerakan ke depan menjadi
gerakan ke atas.
Beberapa gaya dalam lompat tinggi yang dapat diajarkan kepada siswa MI adalah:
Gaya guling perut (gaya straddle); gaya guling sisi (western rool); dan gaya punggung
(flop).
a. Gaya Guling perut
Gaya guling perut salah satu gaya dalam lompat tinggi di mana posisi badan
telungkup untuk melewati mistar. Karakteritik dalampelaksanaan gaya guling perut
diawali dengan gerakan awalan, tolakan atau tumpuan, sikap badan di atas mistar,
dan mendarat. Agar lebih jelasnya lagi berikut ini dipaparkan langkah-langkahnya
sebagai berikut:
1) Awalan
Melakukan awalan pada lompat tinggi dimaksudkan untuk membangkitkan daya
gerak, dari gerak mendatar/horizontal ke arah vertikal. Dalam melakukan lompat
tinggi, yang harus diperhatikan oleh si pelompat adalah tiga langkah terakhir yaitu
langkah harus panjang dan cepat, sedangkan badan agak condong ke belakang.
Ada beberapa karakteristik untuk mempermudah pengambilan awalan pada
lompat tinggi gaya guling perut (straddle style), yaitu:
• Apabila kaki tolakan adalah kaki kiri maka pengambilan awalan dari samping
kiri dan sebaliknya apabila menggunakan tolakan dengan kaki kanan,
pengambilan awalan dari samping kanan.
• Jarak antara kaki tolakan dengan mistar kira-kira setengah lengan.
• Dari tempat tolakan ke tempat permulaan, dimulai dengan melakukan awalan,
jalan, lari dan melangkah 3 langkah, 5 langkah, atau bahkan 7 langkah dan
seterusnya, kemudian menekan untuk melewati ketinggian mistar.
• Sudut awalan, dari tempat tolakan ke tempat permulaan melakukan awalan
kira-kira 30 derajat.
• Langkah dari tempat awalan ke tempat tolakan harus tepat dan pada langkah
terakhir harus panjang dan cepat.

2) Tolakan atau Tumpuan


Tolakan adalah perpindahan gerak dari kecepatan horizontal ke arah vertikal yang
harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Pada waktu akan melakukan tumpuan,
si pelompat pada tiga atau lima langkah terakhir harus sudah mempersiapkan
kakinya untuk melakukan tolakan yang sekuat-kuatnya, sehingga dapat
mengangkat tubuhnya melayang ke atas. Tolakan dimulai dari tumit, terus ke

38 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


telapak kaki, dan berakhir pada ujung jari kaki yang dilakukan secara cepat dan
tepat. Pada saat titik berat badan berada di atas kaki tolakan, secepat mungkin
pergelangan kaki ditolak lurus ke atas, badan dicondongkan ke belakang hingga
berat badan berada pada kaki belakang (kaki ayun). Kaki ayun dengan lutut
agak di bengkokan, bersiap-siap untuk berayun kedepan, ke atas di teruskan ke
belakang atas untuk membawa persendian bahu ke atas, hingga seluruh tubuh
akan terangkat melayang untuk melewati mistar.

3) Sikap Badan di atas Mistar


Sikap badan di atas mistar berhubungan dengan sudut awalan pada waktu akan
melakukan lompatan/tolakan. Jadi sikap badan di atas mistar dibentuk mulai dari
saat lepasnya kaki tolak sampai melayang di atas mistar. Dengan demikian gaya
dalam lompat tinggi bisa dibedakan dan ditentukan gayanya ketika si pelompat
berada di atas mistar. Adapun sikap badan di atas mistar pada gaya guling perut
adalah:
• Pada saat kaki ayun melewati mistar dan berada pada titik yang tinggi,
secepatnya badan berbalik sampai perut menghadap mistar.
• Kaki tolakan segera dilipat pada lututnya, ke samping, ke atas dan ke
belakang.
• Kepala ditundukan kebawah mistar, sehingga pundak lebih rendah daripada
pinggul.
• Tangan kanan ke bawah mistar, sedangkan tangan kiri pasif diletakkan pada
punggung atau dirapatkan pada perut.

4) Sikap Mendarat
Sikap mendarat, yaitu sikap jatuh setelah melewati mistar dan sebenarnya bukan
merupakan unsur yang menentukan dalam lompat tinggi, sebab tugas si pelompat
dapat dikatakan selesai jika si pelompat telah melewati mistar. Untuk menghindari
terjadinya kecelakaan pada saat mendarat, si pelompat harus mendarat sebaik
mungkin. Sedangkan cara yang baik dalam melakukan pendaratan adalah:
• Jika tempat pendaratan dari pasir, maka yang mendarat lebih dahulu adalah
kaki ayun kaki kanan kemudian berguling ke depan, bertumpu pada pundak
bahu kanan.
• Jika tempat pendaratan terbuat dari matras, maka posisi jatuh lebih dahulu
adalah sisi bahu atau punggung.

b. Gaya Guling Sisi (Western Rool)


Gaya guling sisi merupakan salah satu gaya dalam lompat tinggi di mana posisi badan
telungkup menyamping saat melewati mistar. Karakteristik yang tercakup dalam
teknik pelaksanaan lompat tinggi gaya guling sisi adalah:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 39


1) Awalan
Melakukan awalan dalam melakukan lompat tinggi, yang harus diperhatikan
adalah tiga langkah terakhir yaitu langkah harus panjang dan cepat, sedangkan
badan agak condong ke belakang. Kaki tolakan adalah kaki yang dominan biasa
digunakan untuk menumpu. Jarak antara kaki tolakan dengan mistar kira-kira 20
– 30 cm. Dimulai dengan melakukan awalan, jalan, lari dan melangkah kemudian
menekan untuk melewati ketinggian mistar. Sudut awalan, dari tempat tolakan ke
tempat permulaan melakukan awalan kira-kira 30 derajat. Langkah dari tempat
awalan ke tempat tolakan harus tepat.

2) Tolakan atau Tumpuan


Tolakan adalah perpindahan gerak dari kecepatan horizontal ke arah vertikal yang
harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Pada waktu akan melakukan tumpuan,
pelompat harus sudah mempersiapkan kakinya untuk melakukan tolakan yang
sekuat-kuatnya, sehingga dapat mengangkat tubuhnya melayang ke atas. Saat
melakukan tolakan siswa dapat menggunakan salah satu kaki yang dominan
dalam aktivitas sehari-hari. Setelah menolak kaki tolakan diluruskan.

3) Sikap Badan di atas Mistar


Sikap badan di atas mistar berhubungan dengan sudut awalan pada waktu akan
melakukan tolakan. Jadi sikap badan di atas mistar dibentuk mulai dari saat
lepasnya kaki tolak sampai melayang di atas mistar. Kedua kaki dilipatkan sejajar
dengan permukaan mistar

4) Sikap Mendarat
Sikap mendarat, yaitu sikap jatuh setelah melewati mistar adapun tugas
pelompat dapat dikatakan selesai jika si pelompat telah melewati mistar. Untuk
menghindari terjadinya kecelakaan pada saat mendarat, si pelompat harus
mendarat sebaik mungkin. Apabila tempat mendaratnya pasir, maka siswa dapat
menjatuhkan lawan dari kaki tolakan ke tanah terlebih dahulu. Sedangkah apabila
tempat mendaratnya adalah matras, maka siswa dapat menjatuhkan punggung
dilanjutkan tangan dan kaki.

c. Gaya Guling Punggung (Flop)


Gaya flop merupakan salah satu gaya dalam lompat tinggi di mana posisi punggung
menghadap mistar. Gaya ini relaatif tidak lebih sulit dibandingkan dengan gaya
straddle. Karakteristik yang tercakup dalam teknik pelaksanaan lompat tinggi gaya
flop adalah:
1) Awalan
Lakukan langkah yaitu langkah harus panjang dan cepat, sedangkan badan tegak.
Kaki tolakan adalah kaki yang dominan biasa digunakan untuk menumpu. Jarak

40 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


antara kaki tolakan dengan mistar kira-kira 25 – 35 cm. Dimulai dengan melakukan
awalan, jalan, lari dan melangkah kemudian menekan untuk melewati ketinggian
mistar. Sudut awalan, dari tempat tolakan ke tempat permulaan melakukan
awalan kira-kira 45-50 derajat. Langkah dari tempat awalan ke tempat tolakan
harus tepat.

2) Tolakan
Gunakan kaki tumpu yang kokoh, saat menolak gunakan salah satu kaki dengan
posisi badan agak condong ke belakang. Setelah melakukan tolakan kaki
diluruskan. Kedua tangan selalu berada di samping untuk menjaga keseimbangan.
Kedua mata harus selalu memperhatikan mistar yang akan dilewatinya.

3) Sikap Badan di atas Mistar


Lentingkan pinggang sehingga benar-benar sejajar punggung dengan mistar.
Kedua kaki semula berada di bawah badan, namun saat badan melewati mistas
kedua kaki harus cepat diangkat seiring dengan posisi badan yang turun ke
permukaan matras.

4) Mendarat
Jatuhkan seluruh anggota badan dari mulai punggung, kedua kaki, dan lengan
pada matras. Jatuhan harus dalam posisi terlentang.

D. Karakteristik Gerak Dasar Lempar


Gerak dasar lempar menjadi sumber pokok dalam pembelajaran atletik. Siswa dapat
diajarkan berbagai bentuk keterampilan motorik yang sesuai dengan kemampuannya.
Dari empat macam teknik gerak dasar untuk lempar, siswa MI diberikan kesempatan
untuk mengembangkan lempar lembing, lempar cakram, dan tolak peluru

1. Lempar Lembing.
Lempar lembing merupakan salah satu kemampuan siswa dalam melemparkan benda
berbentuk lembing sejauh mungkin. Ada beberapa karakteristik gerak dasar dalam
melakukan lempar lembing yaitu sebagai berikut:
a. Menghadap arah lemparan:
Saat menghadap ke arah lemparan, bahu dan pinggul lurus ke depan. Lembing
mengarah ke arah lemparan. Siswa menggerakan lembing ke belakang dengan
tangan lurus di mana ujung lembing diangkat ke sudut lintasan. Bahu berpuar 900
ke kanan dan pinggul tetap menghadap arah lemparan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 41


b. Langkah menyilang:
Kaki kanan melangkah menyilang di depan kaki kiri. Ini membantu menggerakan
kaki mendahului badan, memiringkan tubuh dan membawa bahu dan tangan yang
memegang lembing sejauh mungkin ke belakang.
c. Posisi melempar:
Kaki kiri melangkah ke luar dengan posisi melempar dengan tumit menyentuh
menyentuh permukaan tanah terlebih dahulu. Pinggul berputar ke kanan sehingga
pinggul kiri diarahkan ke arah lemparan. Kaki yang berada di belakang ditekukkan
pada lutut dan diputar ke samping luar. Tubuh dimiringkan ke belakang dan
tangan yang melempar diluruskan sepenuhnya.

d. Lemparan
Lutut kanan diputar dengan kuat ke arah lemparan dan memaksa pinggul bergerak
ke arah yang sama. Pinggul diikuti oleh dada, didorong ke depan dengan paksa
sehingga tubuh menjadi seperti busur. Tangan yang memegang lembing sekarang
bertindak sebagai ujung pecut yang ditarik ke depan pada kecepatan tinggi di atas
bahu. Tubuh digerakan ke atas kaki kiri yang lurus, dan lembing dilepaskan di
depan kepala siswa.

e. Sikap akhir
Setelah lembing dilepaskan, siswa terus bergerak ke depan dengan membawa kaki
kanan ke depan dan menempatkannya di depan kaki kiri. Gerakan ini menahan
geakan maju dan mencegah siswa melakukan pelanggaran.

2. Lempar Cakram
Lempar cakram merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki siswa MI dalam
melemparkan benda berupa cakram dari samping dengan posisi memutar badan. Tentunya
bagi siswa pemula keterampilan ini akan menyulitkan terutama dalam sikap memegang
dan melepaskan cakram, serta ketapatan arah lemparannya. Seperti pada alat lempar
lainnya, guru hendaknya secara teratur memeriksa semua peralatan yang diperlukan
dalam pembelajaran ini. Untuk menjaga keamanan seharusnya pinggiran cakram harus
halus tanpa goresan. Atau apabila guru menggantinya dengan alat bantu pembelajaran
juga harus aman dan dirancang untuk dapat digunakan secara berulang-ulang. Hal-hal
yang perlu dipahami dan dimengerti dalam lempar cakram adalah karakteristik gerak
dasar dari lempar ini sendiri.

a. Pegangan dan Putaran


• Cakram harus dipegang dengan buku-buku ujung jari tangan, sedangkan ibu jari
tangan memegang bagian samping cakram.
• Gaya sentrifugal dihasilkan saat berputar melintasi ring sambil memegang

42 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


cakram.
• Kaki dibuka selebar bahu dan agak menjauhi arah lemparan.
• Pandangan lurus ke depan.
• Memutar bahu dan tangan yang memegang cakram sejauh mungkin.
• Kedua kaki ditekukkan.
• Berat badan dipindahkan sesaat ke kaki poros.

b. Rotasi
• Bagi pelempar dengan tangan kanan, berat badan ditumpukan pada kaki kiri.
• Cakram mengikuti di belakang tubuh.
• Kaki yang berputar mendahului bahu dan tangan yang memegang cakram.
• Tempatkan kedua kaki dalam posisi melempar secepat mungkin.

a. Lemparan dan Sikap akhir


• Saat kaki dalam posisi melempar, luruskan kedua kaki sambil menggerakan
pinggul ke arah lemparan.
• Gerak pinggul diikuti dengan memutarkan dada dan tangan sambil melepaskan
cakram.
• Saat melepaskan cakram, gerakan lanjutan ke depan harus ditahan.
• Kaki kanan dilangkahkan ke depan sambil menghadap sisi dalam ring lingkaran.

3. Tolak Peluru
Tolak peluru merupakan salah satu jenis keterampilan menolakkan benda berupa
peluru sejauh mungkin. Tujuan tolak peluru adalah untuk mencapai jarak tolakan yang
sejauh-jauhnya, sesuai dengan namanya tolak bukan lempar, tetapi ditolak atau didorong
dengan satu tangan bermula diletakan dipangkal bahu. Untuk menolak diperlukan tenaga
yang besar, ini berarti siswa yang postur tubuhnya tinggi dan besar akan akan mempunyai
peluang lebuh besar untuk menjadi juara. Akan tetapi tidak semua murid yang berpostur
tubuh tinggi dan besar, akan dapat menolak peluru dengan baik. Yang terpenting adalah
kemampuan unsur ketangkasan dan ketepatan waktu, kecepatan melempar di samping
kekuatan. Dalam keterampilan tolak peluru ada dua cara awalan yang dapat dilakukan
yaitu awalan menyamping dan awalan mundur.
Untuk awalan menyamping sudah diajarkan di tingkat MI. Adapun untuk tingkat
MI akan digunakan awalan mundur. Tolak peluru awalan mundur disebut juga awalan
membelakangi arah tolakan atau yang dikenal sekarang dengan nama gaya O’Brien
karena awalan tersebut yang pertama kali melakukan atau memperkenalkan oleh orang
yang bernama Ferry O’Brien dan gaya inilah yang menghasilkan tolakan paling jauh
dibanding awalan lainnya. Lebih jauh mengenai karakteristik gerak dasar tolak peluru
awalan mundur adalah sebagai berikut:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 43


a. Cara Memegang Peluru
• Peluru diletakkan pada pangkal jari-jari di telapak tangan.
• Jari telunjuk, jari tengah, dan jari kelingking merupakan titik tolak yang utama
dan membantu melontar.
• Jari-jari ini tidak boleh berjauhan, jari kelingking dan ibu jari menjaga agar
peluru tidak bergeser atau jatuh kemudian peluru diletakkan di depan bahu
(pada tulang selangka dan leher).
• Sikut diangkat setinggi bahu, peluru bagian atas sedikit menempel pada tulang
rahang bawah.

b. Sikap Badan saat Menolak


• Posisi badan membelakangi arah tolakan, ini berarti sektor tolakan berada di
belakang.
• Bagi penolak dengan tangan kanan berat badan harus berada di atas kaki
kanan dengan cara membungkukkannya ke depan.
• Kaki kiri diangkat ke belakang dan berpijak pada ujung kaki.
• Sikut lengan kiri dibengkokkan berada di depan dada.
• Menjaga keseimbangan badan, badan harus rileks.

c. Gerakan Menolak
Pada saat posisi badan sudah tepat dan seimbang peluru dipegang dengan baik,
mulailah berkonsentrasi dengan mengayun-ayunkan kaki kiri ke muka dan ke
belakang sehingga siap untuk tolakan.
• Geserkan kaki kanan dengan cepat ke belakang ke arah tolakan (tidak
melompat).
• Sewaktu kaki kanan mendarat di tengah-tengah lingkaran.
• Lutut kanan masih tetap terlipat (setengah jongkok).
• Telapak kaki kanan menumpu kuat di tanah.
• Badan masih berputar ke belakang siap untuk menolak kemudian luruskan
lutut dengan tolakan yang kuat sambil memutar badan ke depan, ke arah
tolakan.
• Lanjutkan dengan dorongan atau tolakan kuat tangan kanan kearah atas
dengan sudut tolakan lebih kurang 450.

d. Gerakan Lanjutan dan Sikap Akhir


Gerakan di akhiri dengan gerakan lanjutan dengan tahapan sebagai berikut:
• Setelah peluru terlepas, kaki kanan mendarat di depan menggantikan
kedudukan kaki kiri.
• Kaki kiri terangkat untuk menjaga keseimbangan badan agar tidak jatuh ke
depan.

44 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Semua karakteristik gerak dasar atletik yang telah diuraikan di atas harus terlebih
dahulu guru kuasai dan pahami sebelum mengajarkannya kepada siswa di tingkat MI.
Sebagai guru pendidikan jasmani di MI, Anda dituntut banyak dalam mengoptimalkan
pembelajaran pendidikan jasmani agar benar-benar memberikan kontribusi positif dalam
pembentukan siswa yang lebih terampil, bugar, mampu bergaul secara sosial, memiliki
rasa percaya diri, dan cerdas baik intelektual maupun emosionalnya. Pembahasan lebih
jauh mengenai hal ini dapat Anda temui pada pokok bahasan selanjutnya dalam buku
ini.

LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar 2 modul ini, maka
kerjakanlah latihan ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan
petunjuk pembahasan yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam
pembahasannya dapat dilakukan secara individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan mengenai karakteristik melakukan gerak jalan dan lari untuk siswa MI!
2. Ada beberapa keuntungan dan kerugian dari teknik downsweep dalam lari estapet,
jelaskan!
3. Jelaskan karakteristik teknik lompat yang sesuai untuk siswa MI!
4. Jelaskan beberapa perbedaan gaya dalam teknik lompat!
5. Jelaskan tahapan gerak dalam melakukan teknik lompat!
6. Jelaskan karakteristik gerak lempar yang dapat diterapkan pada siswa MI berika
beberapa contoh!

RANGKUMAN
Dengan kata lain, bagaimana mengemas perencanaan tugas-tugas ajar dalam atletik
yang lebih dapat diterima dan disambut dengan antusias oleh para mahasiswa sebagai
bagian dalam pelajaran pendidikan jasmani yang dapat memenuhi kebutuhan mereka,
sehingga memunculkan kesan sebaliknya. Dengan demikian maka, atletik dalam konteks
pendidikan jasmani di dalamnya, selain mengandung tantangan, juga berisi unsur
permainan menyertai proses belajar keterampilan atletik itu sendiri.
Atletik berisi seperangkat nomor-nomor yang diperlombakan yang dapat dibagi
menjadi empat kelompok, dan seorang biasanya berlatih dalam nomor yang menjadi
spesialisasinya. Pembagian kelompok itu adalah sebagai berikut: (1) Jalan, (2) lari, (3)
lompar, dan (4) lempar :

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 45


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Dalam keterampilan tolak peluru ada dua cara awalan yang dapat dilakukan yaitu
awalan menyamping dan awalan mundur. Untuk awalan membelakangi arah tolakan
atau yang dikenal sekarang dengan nama gaya:
A. Ortodok C. Moderen
B. O’Brien D. Menyamping

2. Konsep dasar atletik harus dikuasai oleh anak didik karena dapat bermanfaat terutama
dalam hal:
A. Evolusi ilmu C. Paradigma ilmu
B. Revolusi ilmu D. Logika ilmu

3. Dalam proses kreativitas tidak akan lepas dari proses berpikir, karena berpikir sebagai
cara melukiskan proses kreativitas. Bentuk kreativitas yang dapat diwujudkan melalui
atletik adalah:
A. Konvergen C. Imajinatif
B. Divergen D. Kooperatif

3. Paradigma dalam pemaknaan atletik saat ini muncul dengan lahirnya berbagai macam
gerak-gerakan baru yang dapat mendukung prestasi, seperti:
A. Pola melatih atlet
B. Pola pembinaan masyarakat berolahraga
C. Pola mengembangkan media latihan
D. Pola pencarian atlet berbakat

4. Atletik menjadi bagian dari olahraga secara keseluruhan. Istilah yang digunakan
adalah:
A. Athlon
B. Norm of sport
C. Mother of sport
D. Social of sport

46 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB 2 ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan
Belajar 2 yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada Modul 2, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka Anda harus
mempelajari kembali KB 2 Modul 1, terutama pada bagian yang belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. B
2. B
3. C
4. A
5. C

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 47


48 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN ATLETIK

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 49


50 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN ATLETIK

a. Pendahuluan
Bagi siswa MI guru dapat menekankan pada penguasaan dan pengayaan gerak jalan.
Saat memasuki MI inilah menjadi saat yang tepat untuk memperkenalkan berbagai
macam gerakan jalan yang serasi, seimbang, dan dapat dikompetisikan.
Secara teknis gerakan jalan yang dilakukan dengan serasi dan seimbang adalah
dengan posisi badan tegak, dada dibuka, kepala tegak, pandangan ke depan. Pada waktu
berjalan terlebih dahulu langkahkan kaki kiri ke depan dengan lutut sedikit ditekuk. Saat
melangkah gerakan kaki dan lengan harus berlawanan. Contoh, ketika kaki kiri melangkah
maka lengan kanan yang diayun ke depan.
Supaya gerakan jalan ini dapat dikuasai dan dipahami baik secara teknik maupun
manfaat lain dari jalan, maka guru harus mengajarinya dengan nuansa bermain dan
kompetisi. Strategi semacam ini dimaksudkan agar siswa tidak bosan dan jenuh dalam
menerima pelajaran juga dalam membentuk sikap kompetisi yang sehat. Siswa diharapkan
mampu menerima kekalahan dan tidak sombong apabila meraih kemenangan.
Secara umum modul 2 ini ingin menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan:
pengembangan atletik baik itu gerak jalan, lari, lempar dan lompat melalui pembelajaran
pendidikan jasmani dan kesehatan.
Setelah dengan seksama mempelajari modul ini, secara khusus Anda diharapkan
dapat:
a. Menjelaskan berbagai aktivitas pengembangan gerak jalan dan lari
b. Menjelaskan berbagai aktivitas pengembangan gerak lompat dan lempar

Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini diorganisasikan menjadi
empat Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:
KB 1: Pengembangan gerak jalan dan lari
KB 2: Pengembangan gerak lempar dan lompat

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 51


Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus
yang Anda miliki.
3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumberu-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

52 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1

Pengembangan
Gerak Jalan dan Lari

A. Pengembangan Gerak Jalan

1. Bentuk Pengembangan Kebugaran Jasmani


Agar keterampilan ini mampu meningkatkan kebugaran jasmani, guru dapat
mengkemasnya dalam berbagai bentuk permainan sebagai berikut:

a. Jalan sambil menirukan binatang


Siswa dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok harus memperagakan
berbagai macam gerakan jalan dengan cara menirukan binatang berjalan. Misalnya,
seekor kuda, se ekor ayam, kura-kura, katak, burung, dan sebagainya. Gerakan ini dapat
mereka lakukan dengan memvariasikan jarak sebagai berikut:
• Kelompok pertama berjalan menirukan seekor katak dengan menempuh jarak 20 m.
• Kelompok kedua berjalan menirukan seekor gajah dengan menempuh jarak 50 m.
• Kelompok ketiga berjalan menirukan seekor sapi dengan menempuh jarak 100 m.
• Kelompok keempat berjalan menirukan seekor kuda dengan menempuh jarak 200 m,
dst.

b. Jalan maju dan mundur


Gerakan jalan ini dapat diperagakan dengan membuat tiga atau empat barisan. Siswa
yang ada dibarisan pertama diminta melakukan gerakan jalan maju dan mundur.
Untuk lebih
memvariasikan dalam gerakan jalan ini, guru dapat melakukannya sebagai berikut:
• Siswa pada barisan pertama berjalan ke depan 10 langkah mundur 5 langkah, dan
diakhiri dengan berjalan 10 langkah ke depan.
• Siswa pada barisan kedua berjalan ke depan 11 langkah mundur 6 langkah, dan
diakhiri dengan berjalan 9 langkah ke depan.
• Siswa pada barisan ketiga berjalan ke depan 15 langkah mundur 10 langkah, dan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 53


diakhiri dengan berjalan ke depan 5 langkah.
• Siswa pada barisan keempat berjalan ke depan 20 langkah mundur 20 langkah, dst.
Gerakan maju dan mudur ini dapat dikembangkan lagi dengan memberi bentuk-
bentuk lain seperti jalan cepat, lambat, dan cepat.

c. Jalan berkelok-kelok
Guru mempersiapkan lapangan dengan memberi tanda pada jarak 2 meter sebanyak
10 tanda untuk masing-masing lintasan. Jumlah lintasan bisa disesuaikan dengan jumlah
siswa. Adapun pelaksanaannya sebagai berikut:
• Setiap siswa yang ada di setiap lintasan harus melewati tanda-tanda tersebut dengan
berjalan kaki biasa.
• Setiap siswa yang ada di setiap lintasan harus melewati tanda-tanda tersebut dengan
berjalan kaki cepat.

2. Bentuk Pengembangan Kerjasama


Bentuk kerjasama dapat dibina melalui kegiatan atletik khususnya gerakan jalan
kaki. Sikap ini perlu diupayakan oleh guru agar kontribusi atletik tidak hanya untuk
meningkatkan kebugaran jasmani saja melainkan kemampuan melakukan kerjasama di
antara siswapun akan terbentuk.

a. Jalan bergandengan tangan


Siswa dibagi dalam beberapa jumlah barisan. Tiap barisan harus saling bergandengan
tangan satu sama lainnya. Setelah mendengar aba-aba ‘ya’ maka anggota barisan itu
berjalan bersama-sama. Bentuk pengembangannya dapat dilakukan sebagai berikut:
• Kelompok pertama sebanyak 2 orang berjalan bergandengan tangan mengelilingi
satu putaran lapangan sepak bola.
• Kelompok kedua sebanyak 3 orang berjalan bergandengan tangan mengelilingi
lapangan.
• Kelompok ketiga sebanyak 4 orang berjalan bergandengan tangan mengelilingi
lapangan.
• Dan seterusnya

b. Jalan mengelilingi lapangan.


Seluruh siswa ditugasi untuk membuat formasi satu berbanjar. Setelah mendengar aba-
aba ‘ya’ siswa-siswi mulai berjalan tanpa saling mendahului (harus tetap dalam barisan).
Mereka diharuskan berjalan mengelilingi lapangan debanyak 1 putaran, dilanjutkan
dengan 2 putaran, hingga diantara mereka sudah mulai muncul ketidak kompakan baru
guru menghentikan kegiatan tersebut.

54 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


c. Jalan sambil becakap-cakap dengan teman.
Gerakan berjalan bisa dilakukan oleh siswa MI sambil bercakap-cakap dengan teman
pasangannya. Teknik pelakasanaannya sebagai berikut:
• Siswa diminta mencari pasangan masing-masing.
• Setiap pasangan berjalan mengelilingi lapangan sebanyak 1 putaran.
• Setelah satu putaran pasangannya harus diganti dengan yang lain.
• Kegiatan ini bisa diselingi dengan istirahat sejenak dan dilanjutkan dengan jalan
lagi.

3. Bentuk Pengembangan Keterampilan


Keterampilan gerak bisa dibentuk melalui kegiatan atletik, tentunya yang lebih
mengarah pada pembentukan sikap keseimbangan, kekuatan, kecepatan, dan sebagainya.
Bentuk yang dapat guru lakukan adalah sebagai berikut:

a. Jalan diatas garis lurus.


Guru membuat garis lurus yang terbuat dari kapur. Setiap siswa harus berjalan di atas
garis tersebut dari garis awal hingga garis akhir. Teknik pelaksanaannya dapat dilakukan
sebagai berikut:
• Garis yang sudah dibuatkan guru berjarak 20 meter.
• Siswa dibagi dalam 5 kelompok.
• Masing-masing kelompok terdiri dari 8 orang.
• Barisan pertama dari masing-masing kelompok berjalan hingga garis 20 meter,
dilanjutkan dengan barisan berikutnya hingga semua siswa pernah mencobanya.

b. Jalan ke samping kiri dan kanan.


Dalam posisi menyamping, siswa bergerak dari satu dari satu tempat ke tempat lainnya
dengan gerakan jalan. Gerakan jalan ke samping ini diawali dengan gerak ke samping kiri
kemudian ke samping kanan. Untuk lebih jelasnya mengenai teknik jalan menyamping ini
adalah sebagai berikut:
• Siswa dibagi dalam 6 kelompok.
• Tahap pertama, barisan pertama untuk tiap kelompok melakukan gerakan
menyamping ke kanan 5 langkah ke kiri 5 langkah, diikuti oleh barisan kedua, dst.
• Tahap kedua, barisan pertama untuk tiap kelompok melakukan gerakan menyamping
ke kanan 4 langkah dan ke kiri 4 langkah, diikuti oleh barisan kedua, dst.
• Tahap ketiga, barisan pertama untuk tiap kelompok melakukan gerakan menyamping
ke kanan 3 langkah ke kiri 3 langkah, diikuti oleh barisan kedua, dst.
• Tahap keempat, barisan pertama untuk tiap kelompok melakukan gerakan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 55


menyamping ke kanan 2 langkah dan ke kiri 2 langkah, diikuti oleh barisan kedua,
dst.
• Tahap kelima, barisan pertama untuk tiap kelompok melakukan gerakan menyamping
ke kanan 1 langkah dan ke kiri 1 langkah, diikuti oleh barisan kedua, dst.

c. Jalan dengan ujung kaki


Bentuk ini cenderung untuk meningkatkan kekuatan otot kaki. Sambil menjinjitkan
kedua kakinya, siswa diminta untuk berjalan. Gerakan jalan ini dapat dilakukan sekuat
anak menjinjitkan kakinya. Adapun teknik pelaksanaannya sebagai berikut:
• Siswa dibagi dalam enam kelompok.
• Kelompok 1,3, dan 5 berjalan dengan ujung kaki sebagai tumpuannya. Mereka berjalan
sejauh yang mereka bisa lakukan.
• Kelompok 2, 4, dan 6 berjalan dengan tumit sebagai tumpuannya. Mereka
melakukannya sejauh mungkin.

4. Bentuk Pengembangan Kemampuan Kognitif


Kemampuan kognitif dapat ditingkatkan melalui pengembangan kegiatan atletik
dengan memvariasikan berbagai bentuk, diantaranya:

a. Jalan mengelilingi lapangan sambil menghitung kecepatan


Untuk siswa MI kegiatan pendidikan jasmani harus sudah mengarah pada peningkatan
kemampuan nalar seperti menghitung kecepatan. Teknik pelaksanaannya adalah sebagai
berikut:
• Siswa dibagi dalam 5 kelompok.
• Kelompok pertama berjalan sejauh 100 m, masing-masing siswa dalam kelompoknya
menghitung berapa kecepatan yang ditempuh oleh setiap siswa pada kelompok
pertama.
• Kelompok kedua berjalan sejauh 150 m, masing-masing siswa dalam kelompok
tersebut menghitung berapa kecepatan yang ditempuh oleh setiap siswa pada
kelompok kedua.
• Kelompok ketiga berjalan sejauh 200 m, masing-masing siswa dalam kelompoknya
menghitung berapa kecepatan yang ditempuh oleh setiap siswa pada kelompok
ketiga.
• Kelompok keempat berjalan sejauh 250 m, masing-masing siswa dalam kelompok
tersebut menghitung berapa kecepatan yang ditempuh oleh setiap siswa pada
kelompok keempat.
• Kelompok kelima berjalan satu putaran lapangan bola yang berjarak 400 m, masing-
masing siswa dalam kelompok tersebut menghitung berapa kecepatan yang ditempuh
oleh setiap siswa pada kelompok kelima.

56 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


• Seluruh kelompok dikumpulkan oleh guru dan membandingkannya antara kelompok
1,2,3,4, dan 5. Mana diantara kelima kelompok itu yang memiliki tingkat kecepatan
tertinggi.

b. Jalan mengangkat lutut sambil menghitung jumlah benda yang dilewatinya.


Guru meletakkan benda berupa kardus di tempat yang akan dilewati siswa. Setelah
mendengar aba-aba ‘ya’ siswa diminta untuk berjalan melewati benda tersebut. Adapun
teknik yang dapat diterapkan dalam meningkatkan kemampuan ini adalah:
• Siswa dibagi menjadi 4 kelompok.
• Kelompok pertama masing-masing siswa ditugasi untuk melewati benda selama 2
menit. Setelah semua siswa melewatinya, kemudian mereka menghitungnya bersama-
sama berapa jumlah benda yang dilewati oleh masing-masing siswa dan berapa jarak
yang ditempuh selama 2 menit apabila jarak setiap benda adalah 5 meter.
• Kelompok kedua masing-masing siswa ditugasi untuk melewati benda selama 4 menit.
Setelah semua siswa melewatinya, kemudian mereka menghitungnya bersama-sama
berapa jumlah benda yang dilewati oleh masing-masing siswa dan berapa jarak yang
ditempuh selama 4 menit apabila jarak setiap benda adalah 7 meter.
• Kelompok ketiga masing-masing siswa ditugasi untuk melewati benda selama 5 menit.
Setelah semua siswa melewatinya, kemudian mereka menghitungnya bersama-sama
berapa jumlah benda yang dilewati oleh masing-masing siswa dan berapa jarak yang
ditempuh selama 5 menit apabila jarak setiap benda adalah 10 meter.
• Kelompok keempat masing-masing siswa ditugasi untuk melewati benda selama 6
menit. Setelah semua siswa melewatinya, kemudian mereka menghitungnya bersama-
sama berapa jumlah benda yang dilewati oleh masing-masing siswa dan berapa jarak
yang ditempuh selama 6 menit apabila jarak setiap benda adalah 15 meter.

5. Bentuk Pengembangan Sikap Kompetitif


Sejak usia MI, siswa harus sudah mulai dibentuk sikap persaingan yang sehat diantara
sesama teman. Sikap harus dimiliki oleh setiap anak sebelum mereka terjun ke dunia
nyata yang tingkat persaingan jauh lebih keras daripada di tingkat sekolah. Pendidikan
jasmani merupakan media yang efektif dalam membina sikap persaingan tersebut.
Khusus untuk pokok bahasan pembelajaran jalan, guru dapat membawa siswa ke
dalam iklim tersebut. Dengan menentukan aturan main yang dapat disepakati bersama,
guru mulai mengatur perlombaan. Adapun bentuk pelaksanaannya adalah sebagai
berikut:

a. Lomba jalan estapet


Sebelum perlombaan dimulai, guru terlebih dahulu menjelaskan mengenai aturan
main yang harus ditaati bersama oleh setiap siswa. Kegiatan ini dapat dilakukan pada

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 57


akhir jam pelajaran. Contoh bentuk kegiatan adalah sebagai berikut:
• Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok
harus terdiri dari 8 orang.
• Orang pertama dari tiap-tiap kelompok berdiri di garis start, sementara orang kedua
berada 50 m berikutnya, dst.
• Orang pertama membawa benda yang sudah guru sediakan.
• Setelah mendengar aba-aba ‘Ya’ mereka harus sudah mulai berjalan menuju orang
kedua, dari orang kedua menuju orang ketiga, dst.
• Penerima benda terakhir berjalan menuju finish.
• Guru memutuskan kelompok mana yang menjadi pemenangnya dan berhak untuk
menerima pujian, sementara yang kalah bisa dihukum dengan melakukan push-up 15
kali.

b. Lomba jalan cepat


• Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok.
• Kelompok pertama berlomba diantara mereka dengan berjalan secepatnya sejauh
2 putaran lapangan bola. Guru mencatat waktu terbaik untuk tiga orang siswa dari
masing-masing kelompok.
• Demikian pula untuk kelompok kedua dan ketiga.
• Siswa yang memiliki waktu terbaik untuk masing-masing kelompok dilombakan
lagi.
• Akhir kegiatan guru mencatat waktu terbaik yang diraih oleh tiga orang siswa.
• Juara pertama, kedua, dan ketiga diberikan penghargaan berupa minuman sehat oleh
gurunya.

c. Lomba jalan cepat antar kelas


Lomba jalan cepat dapat dilakukan pada akhir kuartal. Perlombaan ini dilakukan
antar kelas. Masing-masing kelas menyiapkan atletnya masing-masing sebanyak 2 hingga
3 orang. Jarak yang ditempuh dalam jalan cepat ini sejauh 1,2 km. Dengan aturan yang
sudah diketahui oleh masing-masing siswa, guru bisa memulai perlombaan. Bagi juara
pertama guru dapat menyediakan hadiah berupa 10 buah buku tulis dan piagam, juara
kedua 7 buah buku tulis dan piagam, serta juara ketiga 5 buah buku tulis dan piagam.
Adapun untuk juara harapan 1 s/d 3 diberi piagam penghargaan saja.
Bentuk-bentuk kegiatan pengembangan dalam gerakan berjalan yang dicontohkan di
atas bertujuan untuk menerapkan konsep berjalan pada siswa secara baik dan benar serta
implikasinya terhadap peningkatan kebugaran, peningkatan keterampilan, peningkatan
hubungan sosial, pengembangan sikap kompetitif, dan peningkatan kemampuan kognitif.
Meskipun pada dasarnya siswa MI sudah bisa berjalan, namun gerak berjalan yang baik dan
benar serta implikasinya sangat perlu diajarkan oleh guru. Melalui kegiatan pembelajaran
pendidikan jasmani untuk pokok bahasan jalan diharapkan guru lebih memahami makna

58 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


dan manfaat yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut terhadap peningkatan berbagai
macam komponen gerak dan implikasinya.

1. Pengembangan Gerakan Lari


Lari merupakan bagian dan dasar dari kegiatan atletik. Lari harus di pelajari di
tingkat MI. Lebih lagi, lari menjadi bagian dari setiap latihan pemanasan (warming-up).
Bentuk lari yang tidak bervariasi jangan sampai terjadi pada saat pembelajaran atletik.
Seharusnya, guru pendidikan jasmani selalu memikirkan tentang bagaimana bagian dari
pelajaran ini dapat dibuat semenarik dan semenyenangkan mungkin dengan memberikan
bentuk-bentuk dan tugas yang berbeda-beda. Variasi yang selalu dirubah-rubah dapat
mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar atletik.
Contoh yang dapat divariasikan dalam pengembangan pembelajaran lari adalah lintasan
lari, susunan grup pelari, peralatan yang digunakan, dan gerakan larinya itu sendiri.
Alat bantu yang penting untuk membuat lari menjadi menarik salah satu diantaranya
adalah musik. Semua alat musik dapat menunjang irama berlari. Ini berarti bahwa alat-alat
musik harus memiliki jumlah pukulan yang sama untuk didengar tiap menit sewaktu para
siswa berlari membuat langkah lari per menit. Sebelum mulai berlari berirama musik.,
para siswa harus dimengertikan akan hubungan antara irama dan gerakan lari. Dalam
konteks ini bertepuk tangan atau menekankan injakan langkah kaki sesuai irama musik
telah membuktikan kegunaannya bagi semua kelompok umur siswa. Terutama dengan
para siswa MI tahap demikian harus selalu diintegrasikan dalam proses pembelajaran
melalui bermain dan kompetisi.
Suatu bentuk organisasi sederhana bagi berbagai kesempatan berlari adalah
lapangan yang terbatas. Lapangan demikian dapat dengan cepat di beri tanda dengan
garis, lingkaran, kerucut atau alat lainnya. Para siswa bergerak di dalam lapangan
dan berlari mengelilingi satu sama lain di atas jalur lari. Supaya gerakan lari ini dapat
dikuasai dan dipahami baik secara teknik maupun manfaat lain dari lari, maka guru harus
mengajarinya dengan nuansa bermain dan kompetisi. Strategi semacam ini dimaksudkan
agar siswa tidak bosan dan jenuh dalam menerima pelajaran juga dalam membentuk
sikap kompetisi yang sehat. Siswa diharapkan mampu menerima kekalahan dan tidak
sombong apabila meraih kemenangan. Bentuk-bentuk pengembangan kegiatan lari bagi
siswa MI sebagai berikut:

2. Pengembangan Kebugaran Jasmani


Pengembangan kebugaran jasmani menjadi salah satu tujuan yang harus dicapai dalam
pembelajaran pendidikan jasmani. Demikian pula untuk pokok bahasan pengembangan
lari, guru merumuskan berbagai bentuk kegiatan yang menunjang terhadap peningkatan
kebugaran jasmani siswa. Dalam pelaksanaannya guru dapat memodifikasi bentuk-
bentuk di bawah ini. Sebagai contoh, bentuk-bentuk tersebut adalah sebagai berikut:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 59


a. Lari mengelilingi lapangan dengan diiringi musik
Lapangan yang tersedia dapat digunakan oleh guru sebagai tempat bermain dengan
menerapkan berbagai bentuk permainan yang mengandung konsep lari. Salah satu
diantaranya adalah:
• Guru menugasi siswa untuk berlari (jogging) mengelilingi lapangan sambil diiringi
musik.
• Musik berhenti semua siswa harus berhenti berlari.
• Musik dihidupkan semua siswa harus berlari kembali, dst.

b. Lari mengelilingi lapangan tanpa musik


Agar kebugaran jasmani siswa meningkat, guru bisa membentuknya dengan lari
mengelilingi lapangan. Supaya tidak membosankan siswa, guru dapat memvariasikannya
sebagai berikut:
• Siswa dibagi menjadi 5 kelompok.
• Kelompok pertama berlari mengelilingi lapangan, satu menit kemudian kelompok
kedua berlari, dst.
• Setelah lima menit berlari masing-masing kelompok beristirahat selama 60 detik,
demikian seterusnya.

2. Pengembangan Kerjasama
Anak anak menciptakan berbagai tugas lari baik menggunakan alat maupun tanpa alat.
Tugas ini dikerjakan secara kelompok. Tugas lain dimungkinkan bila dua anak bertemu
satu sama lain. Anak berjabat tangan, menepukkan tangannya ke tangan temannya,
bergandeng tangan satu sama lain, memberikan benda, dan sebagainya.
Lari sambil bergandengan tangan. Permainan ini bertujuan untuk menjalin
persahabatan antar siswa tanpa menghilangkan inti pembelajaran yakni konsep lari.
Dengan menggunakan bentuk organisasi, dua siswa dapat saling mengambil tangan
dan berlari bersama. Bila berlari berpasangan dengan cara demikian, para siswa dapat
memenuhi tugas tertentu apabila bertemu dengan pasangan yang lain. Perbuatan yang
siswa dapat lakukan saat berlari dalam sebuah lingkaran adalah adalah sebagai berikut:
• Tepuk tangan
• Bergandeng tangan berpasangan dan membuat satu putaran
• Menerobos terowongan
• Bergandengan tangan satu sama lain dan membuat putaran.

Berlari pada satu garis adalah suatu bentuk kegiatan yang memungkinkan membuat
banyak perjumpaan. Di sini para siswa berlari hanya di atas garis yang dibuat di lantai/
tanah. Bila mereka bertemu satu sama lain mereka harus mengisi tugas-tugas, seperti;
tepuk tangan, bergandengan tangan, dsb.

60 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Lari dengan mengikuti irama musikpun dapat didesain untuk mengembangkan sikap
kerjasama diantara siswa. Dengan melakukan gerakan sebagai berikut:
• Siswa bergerak mengelilingi lingkaran satu sama lain di dalam ruang terbatas sesuai
irama musik lari.
• Para siswa mencoba mencari pasangannya masing-masing.
• Pasangan ini tergantung kepada pasangan yang lain berlari sambil mengikuti irama
musik, demikian seterusnya.

Bentuk-bentuk yang sudah dijelaskan di atas tujuannya tiada lain adalah untuk menjalin
kerjasama di antara siswa. Perasan tidak suka satu sama lain sering muncul pada usia
MI. Untuk mengurangi perasaan seperti itu pendidikan jasmani dapat menjembataninya.
Dengan berbagai macam bentuk kegiatan yang guru kembangkan di sekolah, pendidikan
jasmani akan menampakkan ciri khas yang tidak dapat ditiru oleh bidang studi lainnya.
Inilah kelebihan pendidikan jasmani yang harus guru pahami dalam penyajiannya.

3. Pengembangan Keterampilan
Tuntutan untuk pengembangan keterampilan bagi siswa MI menjadi keharusan.
Bentuk-bentuk latihan yang dapat guru kembangkan dalam meningkatkan keterampilan
sangatlah beragam. Keterampilan yang mungkin dapat dikembangkan adalah kecepatan,
kelincahan, dsb. Beberapa contohnya sebagai berikut:

a. Lari zig-zg
Berlari melewati bangku yang dipasang zig-zag dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
• Guru menyediakan sebanyak dua tempat.
• Siswa dibagi dalam dua kelompok.
• Pelari pertama melakukan start awal pada waktu bersamaan.
• Siswa yang melintasi seluruh bangku supaya disambung oleh teman lainnya yang ada
pada kelompoknya

Bentuk permainan ini dimaksudkan agar siswa MI dapat terbentuk sikap lari untuk
menghindar dari berbagai hadangan baik orang maupun benda yang ada disekelilingnya.
Dalam kehidupan sehari hari, mereka sering dihadapkan pada berbagai aktivitas gerak
yang memerlukan kelincahan. Bentuk kegiatan ini sangat cocok untuk dilakukan.

b. Lari mengelilingi bintang.


• Guru dan siswa membuat gambar bintang di tengah lapangan baik di indoor atau
outdoor.
• Guru menyiapkan media yang diperlukan yaitu benda berbentuk kerucut.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 61


• Sebuah kerucut di tempatkan di titik pusat bintang.
• Tahap pertama semua siswa diberi kesempatan untuk berlari mengitari kerucut ini.
• Tahap kedua satu demi satu siswa harus berlari (jogging) mengelilingi bintang.
• Tahap ketiga setiap siswa ditugasi untuk berlari secepat mungkin melewati kerucut
yang ada pada masing-masing sudut bintang.

Selain variasi dari jalur-jalur lari, larinya sendiri dapat divariasikan dengan merubah
besar kecilnya kelompok siswa. Dalam contoh, para siswa berlari sepanjang bujur sangkar
yang diberi tanda diagonal. Pertama mereka berlari berputar ke kiri, kemudian ke kanan,
mereka berpisah, ketemu lagi, berlari sendiri, berlari berpasangan dan dalam kelompok
dari empat orang hingga lima atau enam orang. Sesudah berlari pada jalur terpisah
mereka membelok ke garis diagonal lagi, dst.

c. Lari melewati ban sepeda


Ban luar sepeda juga dapat menarik untuk dijadikan sebagai media dalam melakukan
kegiatan lari. Bila ini ditaruh di lantai satu sesudah yang lain, ini dapat di gunakan untuk
sasaran lari. Langkah pelaksanaan dapat dilakukan sebagai berikut:
• Guru dapat membagi siswa menjadi tiga kelompok.
• Kelompok pertama diharuskan melangkah sekali ke dalam tiap ban sepeda itu.
• Kelompok kedua diharuskan melangkah dua kaki ke dalam tiap ban sepeda itu.
• Kelompok ketiga, dua orang siswa diharuskan melangkahkan satu kaki bersama-sama
ke dalam tiap ban sepeda, dilanjutkan oleh pasangan berikutnya, dst.

Bentuk-bentuk yang tersaji dalam paparan di atas memperlihatkan bahwa kegiatan


lari dapat membentuk konsep koordinasi gerak. Tugas ini harus menjadi bagian dari
setiap pelajaran atletik sejak permulaan. Ini adalah tugas pertama dengan variasi gerakan
kaki, tetapi koordinasi kerja antara kaki dan lengan adalah juga penting dalam konteks
ini. Bila mengajarkan koordinasi kaki yang berbeda, siswa perlu diberikan pengulangan
cara berlatih secara kreatif. Susunan ini adalah cocok untuk mendemonstrasikan variasi
yang berbeda tentang lari.

4. Bentuk Pengembangan Kemampuan Kognitif


Pokok bahasan harus mampu dimanfaatkan guna meningkatkan kemampuan kognitif
bagi para siswanya. Guru yang kreatif akan mampu membentuk berbagai kegiatan yang
mengarah pada peningkatan kemampuan tersebut. Diantara bentuk pengembangan
kegiatan atletik yang berorientasi pada pengembangan kognitif adalah:

62 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


a. Berlari mengelilingi lapangan sambil menghitung kecepatan
Untuk siswa MI kegiatan pendidikan jasmani harus sudah mengarah pada peningkatan
kemampuan nalar seperti menghitung kecepatan. Teknik pelaksanaannya adalah sebagai
berikut:
• Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok.
• Kelompok pertama berlari sejauh 100 m, masing-masing siswa dalam kelompoknya
menghitung berapa kecepatan yang ditempuh oleh setiap siswa pada kelompok
pertama.
• Kelompok kedua berlari sejauh 200 m, masing-masing siswa dalam kelompok tersebut
menghitung berapa kecepatan yang ditempuh oleh setiap siswa pada kelompok
kedua.
• Kelompok ketiga berlari sejauh 300 m, masing-masing siswa dalam kelompoknya
menghitung berapa kecepatan yang ditempuh oleh setiap siswa pada kelompok
ketiga.
• Kelompok keempat berlari sejauh 400 m, masing-masing siswa dalam kelompok
tersebut menghitung berapa kecepatan yang ditempuh oleh setiap siswa pada
kelompok keempat.
• Seluruh kelompok dikumpulkan oleh guru dan membandingkannya antara kelompok
1,2,3, dan 4. Mana diantara kelima kelompok itu yang memiliki tingkat kecepatan
tertinggi.

b. Berlari mengangkat lutut sambil menghitung jumlah benda yang dilewatinya.


Guru meletakkan benda berupa kardus di tempat yang akan dilewati siswa. Setelah
mendengar aba-aba ‘ya’ siswa diminta untuk berlari melewati benda tersebut. Adapun
teknik yang dapat diterapkan dalam meningkatkan kemampuan ini adalah:
• Siswa dibagi menjadi 3 kelompok.
• Kelompok pertama masing-masing siswa ditugasi untuk berlari melewati benda
selama 60 detik. Setelah semua siswa melewatinya, kemudian mereka menghitungnya
bersama-sama berapa jumlah benda yang dilewati oleh masing-masing siswa dan
berapa jarak yang ditempuh selama 60 detik apabila jarak setiap benda adalah 3
meter.
• Kelompok kedua masing-masing siswa ditugasi untuk berlari melewati benda selama
90 detik. Setelah semua siswa melewatinya, kemudian mereka menghitungnya
bersama-sama berapa jumlah benda yang dilewati oleh masing-masing siswa dan
berapa jarak yang ditempuh selama 90 detik apabila jarak setiap benda adalah 4
meter.
• Kelompok ketiga masing-masing siswa ditugasi untuk berlari melewati benda selama
120 detik. Setelah semua siswa melewatinya, kemudian mereka menghitungnya
bersama-sama berapa jumlah benda yang dilewati oleh masing-masing siswa dan
berapa jarak yang ditempuh selama 120 detik apabila jarak setiap benda adalah 10

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 63


meter.

c. Lari mengikuti gambar


Setiap gambar adalah suatu rangsangan baru. Bila berlari pada gambar bintang dari
arah keluar, suatu tugas baru dilakukan setiap kali sedangkan pada jalur ke arah dalam
siswa melakukan sekedar jogging untuk pemulihan. Dalam konteks ini siswa dituntut
untuk berpikir dalam menentukan arah yang benar dan gerakan yang sesuai dengan
tugas.

5. Bentuk Pengembangan Sikap Kompetitif


Pendidikan jasmani merupakan media yang efektif dalam membina sikap persaingan
tersebut. Siswa pada tingkat MI harus sudah mulai dibentuk sikap persaingan yang
sehat. Sikap tersebut harus sudah dimiliki oleh setiap siswa agar terbiasa menghadapi
persaingan sebelum mereka terjun ke masyarakat. Untuk pokok bahasan pengembangan
lari, guru harus terlebih dahulu menentukan aturan mainnya. Bentuk pelaksanaannya
adalah sebagai berikut:

a. Lomba lari estapet


• Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok
harus terdiri dari 4 orang.
• Orang pertama dari tiap-tiap kelompok berdiri di garis start, sementara orang kedua
berada 100 m berikutnya, dst.
• Orang pertama membawa tongkat yang sudah guru sediakan.
• Setelah mendengar aba-aba ‘Ya’ mereka harus sudah mulai berlari menuju orang
kedua, dari orang kedua menuju orang ketiga, dst.
• Penerima tongkat terakhir berlari menuju garis finish.
• Guru memutuskan kelompok mana yang menjadi pemenangnya dan berhak untuk
menerima pujian, sementara yang kalah harus menerima hukuman dengan melakukan
push-up 20 kali.

b. Lomba lari sprint 100 m, 200 m, dan 400 m


• Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok.
• Kelompok pertama berlomba diantara mereka dengan berlari 100 m secepatnya
sejauh. Guru mencatat waktu terbaik untuk 5 orang siswa dari masing-masing
kelompok.
• Demikian pula untuk kelompok kedua mereka berlari 200 m. Guru mencatat 5 orang
siswa yang memiliki waktu terbaik.
• Demikian pula untuk kelompok ketiga mereka berlari 400 m. Guru mencatat 5 orang
siswa yang memiliki waktu terbaik.

64 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


• Siswa yang memiliki waktu terbaik untuk masing-masing kelompok dilombakan
lagi.
• Akhir kegiatan guru mencatat waktu terbaik yang diraih oleh tiga orang siswa.
• Juara pertama, kedua, dan ketiga diberikan penghargaan berupa minuman sehat oleh
gurunya.

c. Lomba lari 5 km antar kelas


Lomba lari 5 km dapat dilakukan pada akhir kuartal. Perlombaan ini dilakukan antar
kelas. Masing-masing kelas menyiapkan atletnya masing-masing sebanyak 2 hingga
3 orang. Dengan aturan yang sudah diketahui oleh masing-masing siswa, guru bisa
memulai perlombaan. Bagi juara pertama, kedua dan ketiga guru dapat menyediakan
hadiah berupa alat tulis dan piagam. Adapun untuk juara harapan 1 s/d 3 diberi piagam
penghargaan saja.
Contoh bentuk gerakan yang disajikan ini dalam bentuk permainan dan kompetisi ini
semua tertuju kepada pengembangan konsep gerak lari dan implikasinya. Adapun yang
menjadi ide dasarnya adalah membentuk keterampilan gerak dominan yang ada pada
atletik. Pemikiran dasar pada permainan berlari cepat adalah untuk lebih cepat dari yang
lain, menghindar dari orang yang mengejar dia, mempertahankan posisi mendahului
atau menutup celah terhadap yang memimpin di depan. Di sini konsepsi dasar pada
atletik adalah menjadi yang tercepat yang diekspresikan dengan cara yang penuh makna.
Demikian pula dengan permainan daya tahan memiliki konsep dasar atletik agar mampu
bergerak dalam waktu lama tanpa menimbulkan kelelahan yang berari. Meskipun contoh
yang disajikan ini masih belum optimal, namun setidaknya bisa membuka wawasan guru
dalam pengembangan berikutnya. Karena kondisi lapangan yang beragam, tentu saja
guru akan lebih bisa memanipulasi kondisi tersebut dengan memanfaatkan pedekatan
bermain dan kompetisi dalam pengembangan pembelajaran lari di MI.
Bentuk-bentuk kegiatan pengembangan lari yang dicontohkan di atas bertujuan untuk
menerapkan konsep berlari pada siswa secara baik dan benar serta implikasinya terhadap
peningkatan kebugaran, peningkatan keterampilan, peningkatan kerjasama, peningkatan
kemampuan kognitif, dan pengembangan sikap kompetitif. Melalui kegiatan pembelajaran
pendidikan jasmani untuk pokok bahasan lari diharapkan guru lebih memahami makna
dan manfaat yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut terhadap peningkatan berbagai
macam komponen gerak dan implikasinya.

2. Kegiatan Belajar Mengajar


1. Pembelajaran Jalan dan Lari untuk kelas I
a. Pendahuluan
1) Guru memanggil nama-nama siswa yang hadir.
2) Pemanasan:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 65


• Guru menugasi Ketua kelas untuk membariskan seluruh siswa dan mengawali
kegiatan dengan do’a bersama.
• Barisan pertama berlari (jogging) mengelilingi lapangan sebanyak 3 putaran
dipimpin langsung oleh guru.
• Guru memimpin warming-up: Warming-up umum dengan melakukan lari di
tempat. Pemanasan khusus dengan melakukan; seperti peregangan statis dan
dinamis, jalan atau berlari 10 meter, kemudian mundur, dst.
• Berjalan atau berlari mengelilingi lapangan dipimpin oleh salah seorang
siswa. Sambil berjalan siswa yang paling depan berpindah ke belakang, dan
setrusnya hingga semua siswa kebagian menduduki posisi kedepan.

b. Inti
1) Lari atau jalan sambil bergandengan tangan
2) Lari atau jalan lurus
3) Lari atau jalan maju dan mundur
4) Lari atau jalan menirukan binatang
5) Lari berkelok-kelok
6) Lari mengikuti pola gambar yang sudah guru buat sebelumnya

c. Penutup
1) Kegiatan bernyanyi sambil melakukan pelemasan
2) Memberikan umpan balik

2. Pembelajaran lari untuk kelas II


a. Pendahuluan
1) Guru memanggil nama-nama siswa yang hadir
2) Mempersiapkan peralatan yang diperlukan
3) Pemanasan:
• Untuk pemansan umum para siswa diberikan kebebasan melakukan gerakan
masing-masing sesuai dengan yang disukainya.
• Pemanasan khusus guru memimpin gerakan yang sesuai dengan pola gerak
dominan yang menjadi tujuan dalam pembelajaran lari dan jalan.
• Posisi duduk seolah-olah mengayuh sepeda.
• Permainan merah dan putih. Apabila dipanggil warna merah siswa berlari 20
meter dan kembali ketempat semula sebaliknya dipanggil warna putih siswa
berlari mundur 20 m dan kembali ke tempat semula.

b. Inti
1) Lari dan berjalan mengejar teman yang ada di depannya
2) Lari dan jalan secara berpasangan

66 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


3) Lari dan berjalan mengelilingi gambar yang berbentuk bintang
4) Lari dan berjalan mengelilingi balok-balok yang sudah guru sediakan
5) Lari zig-zag

c. Penutup
1) Kegiatan pelemasan
2) Guru memberi umpan balik dan tanya jawab

3. Pembelajaran lari untuk kelas III


a. Pendahuluan
1) Guru memanggil nama-nama siswa yang hadir
2) Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan
3) Pemanasan:
• Guru berlari bersama siswa.
• Siswa membentuk satu barisan.
• Sambil berlari mengikuti irama lagu. Musik berhenti seluruh siswa harus
berhenti berlari. Musik diputar seluruh siswa meneruskan larinya, dan
seterusnya.
• Meregangkan lutut dan memegang ujung jari sebanyak 2x10 kali.
b. Inti
1) Gerakan lari sambil berpapasan antara siswa
2) Gerakan ini melewati bangku-bangku yang telah disediakan
3) Gerakan lari maju, mundur, kiri dan kanan
4) Bermain melalui gerak lari estafet
5) Lari melewati simpai
6) Lari melewati tiga pos berbentuk segi tiga
7) Lari sambung bolak-balik dengan memindahkan bata
8) Lari dengan melewati balok setinggi 50 cm
9) Lari cepat 20 m bolak-balik
c. Penutup
1) Melakukan gerak pelemasan sambil bernyanyi bersama
2) Guru memberikan umpan balik dan diskusi

Contoh program kegiatan belajar mengajar untuk pokok bahasan pembelajaran lari
dan jalan untuk kelas I, II dan III yang di uraikan di atas hanya memberikan gambaran
umum. Guru sebenarnya dapat mengembangkan lebih jauh dan dapat disesuaikan dengan
kondisi sekolah dan siswa. Guru pendidikan jasmani di MI hanya diberi stimulus agar
dapat lebih berkreasi menciptakan bentuk-bentuk permainan yang menarik dan atraktif
bagi siswanya dari mulai kelas I hingga kelas III.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 67


Contoh program tersebut tidak mengikat atau bahkan menghambat kreasi yang ingin
guru kembangkan. Jadikanlah bentuk-bentuk pengembangan ini sebagai embrio dalam
memberikan inspirasi ke arah yang lebih lengkap dan optimal.

LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar modul ini, maka kerjakanlah
latihan ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk
pembahasan yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya
dapat dilakukan secara individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Apa perbedaan lari, jalan, lempar dan lompat dalam konsep atletik?
2. Sebutkan 4 jenis teknik dasar dalam atletik dan apa manfaatnya bagi pengembangan
anak didi!
3. Jelaskan sistematika pembelajaran jalan, lari, lempar dan lompat khusus untuk anak
MI!
4. Apa saja nilai-nilai yang didapat dari pembelajaran atletik bagi perkembangan anak
MI?
5. Bagaimana hubungan antara teknik dasar yang terdapat didalam pembelajaran
atletik?

RANGKUMAN
Pembelajaran ateltik berisikan beberapa pokok bahasan yang membicarakan
bagaimana mengajarkan atletik kepada anak didik. Gerakan-gerakan yang diajarkan
menitik beratkan pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu,
ke semua bentuk-bentuk gerakan dalam atletik menjadi bahan masukan bagi guru. Guru
dapat lebih mengembangkan lagi di lapangan. Kondisi lapangan dan alat yang tersedia
dapat menentukan bentuk-bentuk gerakan yang sesuai. Guru tidak harus memaksakan
kehendak dengan menghadirkan alat yang seharusnya untuk keterampilan melempar
seperti; lembing, cakram, peluru, dan sebagainya. Yang terpenting disini adalah
bagaimana guru bisa menanamkan konsep melempar secara benar kepada siswa. Dan
diharapkan nantinya akan terbentuk siswa yang terampil melempar dengan alat yang
sesungguhnya.

68 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Atletik dapat menjadi bagian tak terpisahkan didalam pembelajaran pendidikan


jasmani dan kesehatan bagi siswa MI, karena memiliki:
A. Kekayaan gerak C. Variasi gerak
B. Multi lateral D. Semua benar

2. Lima jenis lomba didalam cabang atletik disebut:


A. Trilomba C. Panca lomba
B. Sapta lomba D. Dasa lomba

3. Sepuluh jenis lomba yang sering dilombakan di dalam cabang olahraga atletik
disebut:.
A. Trilomba C. Panca lomba
B. Sapta lomba D. Dasa lomba
4. Istilah track and field sama dengan :
A. Sepak bola C. Renang
B. Atletik D. Lari

5. Kekuatan sangat dibutuhkan untuk setiap cabang olahraga. Khusus kekuatan otot
lengan dibutuhkan untuk nomor:
A. Jalan C. Lempar
B. Lari D. Lompat

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 69


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB 1 dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan
Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan pada
KB Modul ini, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka Anda harus
mempelajari kembali KB 1 sebelumnya, terutama pada bagian yang belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. A
2. C
3. D
4. B
5. C

70 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2

Pengembangan Lompat
Lompat bagi siswa MI merupakan salah satu aktifitas pengembangan akan kemampuan
daya gerak yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lainnya. Gerakan melompat
merupakan salah satu bentuk gerakan lokomotor. Untuk membina dan meningkatkan
aktivitas pengembangan kemampuan daya gerak siswa MI, maka perlu diupayakan oleh
guru pendidikan jasmani merancang bentuk-bentuk gerakan-gerakan yang memberikan
daya tarik pada siswa. Pendekatan bermain dan kompetisi menjadi kata kuncinya.
Secara umum gerakan melompat dapat dikelompokan menjadi dua bagian,
yaitu: (1) lompat jauh dan (2) lompat tinggi. Kedua jenis lompatan ini dilakukan dengan
menggunakan satu kaki tolakan. Jadi dalam melangsungkan kegiatan proses belajar
mengajar dengan pendekatan bermain dan kompetisi guru harus lebih memfokuskan
pada pematangan keseimbangan dan kekuatan otot tungkai.

Lompat Jauh
Sebenarnya tidaklah sulit untuk mendorong siswa MI untuk melakukan lompatan.
Seringkali sekedar tanda-tanda ditanah dan garis-garis pola dilantai cukup untuk
memberikan rangsangan. Contoh untuk ini adalah permainan loncat-loncatan di halaman
sekolah, permainan lompat tali, dan sebagainya. Oleh karena itu, sudah seharusnya
perancang sekolah menyediakan sarana bermain bagi siswa MI berupa lantai yang di beri
tanda-tanda yang diperuntukan bagi bermain lompat-melompat. Semua arena bermain
ini hendaklah juga dapat digunakan sebagai arena bermain atletik.
Dari arena ini tinggal sedikit langkah lagi untuk menghadapi tantangan akan meloncat
dan melompat dengan menggunakan peralatan seperti; tali, simpai, dan khususnya ban
sepeda. Dengan menggunakan alat-alat seperti ini atau yang lain dapat membangkitkan
gairah untuk melompat dan lapangan itu dapat dirubah menjadi tanaman lompatan. Supaya
gerakan lompat ini dapat dikuasai dan dipahami baik secara teknik maupun manfaat
lain dari lompat, maka guru harus mengajarinya dengan nuansa bermain dan kompetisi.
Bentuk-bentuk yang dikembangkan tersebut diharapkan mampu meningkatkan berbagai
kemampuan sebagai berikut:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 71


1. Bentuk Pengembangan Kebugaran Jasmani
Agar keterampilan ini mampu meningkatkan kebugaran jasmani, guru dapat
mengkemasnya dalam berbagai bentuk permainan sebagai berikut:
a. Melompati parit
Lompat jauh akan lebih menarik apabila para siswa membuat pengalamannya untuk
melayang jauh. Pengalaman untuk melayang lama dapat diciptakan dengan melewati
rintangan. Suatu selokan yang ada di lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan oleh guru
sebagai suatu tantangan yang nyata dalam lompat jauh. Langkah-langkah pelaksanaannya
dapat dilakukan sebagai berikut:
• Guru membawa siswa ke suatu tempat yang ada paritnya.
• Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok.
• Setiap siswa ditugasi untuk menyebarangi parit dengan cara melompatinya.
• Lompatan dapat dilakukan dengan awalan atau tanpa awalan.
• Bagi siswa yang merasa takut dapat diberi tugas lain yang relevan dengan pembelajaran
lompat jauh.
• Berikan kesempatan kepada siswa untuk melakukannya berulang-ulang.

b. Melompat dengan diiringi musik


Siswa MI bisa memvariasikan gerak melompat pendek atau panjang sesuai dengan
hentakan musik yang disuguhkan. Seperti bentuk-bentuk lari, bentuk-bentuk lompat
dan dibantu musik dengan cara yang baik. Musik dapat dipergunakan untuk merubah
lompatan dengan kecepatan sedang ke dalam ayunan yang lentur. Cara ini dalam proses
belajar mengajar gerakan melompat dirasakan sangat dapat dinikmati.

c. Lompat melewati rintangan


Semua rintangan atau penghalang menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Mereka
akan terangsang untuk mencoba melakukan lompatan. Alat-alat itu mengajak untuk
dilompati karena berada di tengah jalan yang biasa siswa lewati sebelum masuk sekolah.
Bila rintangan itu rendah boleh dibuat dari bahan yang kaku dan kokoh, misalnya bangku
dan peti kecil. Namun, bila rintangan itu sedikit agak tinggi, alat ini tetap memelihara
daya tariknya asal saja tidak menyebabkan timbulnya rasa takut dan bila (terpaksa)
harus membenturnya tidak akan menimbulkan luka. Dalam konteks ini, memanipulasi
lingkungan sekitarnya memberi daya tarik bagi siswa. Seperti, meletakkan kardus
bekas minuman mineral. Kardus-kardus itu dapat di tumpuk sedemikian rupa sehingga
membentuk suatu tantangan yang berbeda. Keuntungan berikutnya adalah bahwa kardus-
kardus itu cukup ringan untuk diangkat kemana-mana.

2. Bentuk Pengembangan Kerjasama


Yang perlu dikembangkan dalam bentuk-bentuk latihan lompatan yaitu kerjasama

72 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


antar siswa. Variasi permainan lainnya dalam melakukan lompatan untuk siswa MI
dapat dilakukan dengan cara lompat ke bawah dan melompati teman dalam posisi tiarap
atau merangkak. Permainan ini bertujuan juga untuk membimbing para siswa kepada
peningkatan kemampuan keseimbangan dan kekuatan otot tungkai yang menjadi prasarat
dalam mengajarkan gerakan melompat dalam atletik.

a. Melompati Teman
Contoh pelaksanaan yang dapat dilakukan dalam pembelajaran lompat adalah sebagai
berikut:
• Guru membagi siswa dalam 8 kelompok.
• Kelompok 1, 3, 5, dan 7 berada dalam posisi terlentang di atas tanah atau lantai
dengan jarak antara siswa 1 m.
• Kelompok 2, 4, 6, dan 8 melompati mereka dengan tolakan satu kaki dan mendarat
dengan dua kaki.
• Masing-masing kelompok secara bergantian melakukan kegiatan yang sama. Untuk
tahap berikutnya jarak antara siswa ditingkatkan menjadi 1,5 meter, 2 meter, 2,5
meter, dst.

Pengajaran terhadap gerakan lompat jauh ini menjadi wahana pembentukan susunan
teknik paling sederhana yang bahkan siswa MI terangsang untuk mencobanya dengan
cara bermain yang menggembirakan. Sepanjang menyangkut lompat jauh, bentuk
pembelajaran dapat berupa melompat melewati rintangan yang hasinya nampak nyata
dan oleh karenanya memberikan pengalaman berhasil. Dalam lompat jangkit pengalaman
seperti ini dapat disampaikan dengan memberikan semua bentuk lompatan berirama
atas kaki dengan atau perubahan kaki.
Apabila tidak ada selokan yang nyata, guru dapat membuatnya dengan memanipulasi
dengan pita yang di bentangkan melintang bak lompat. Pita merah putih, sangatlah
berguna dalam konteks ini. Permainan ini merupakan tugas latihan yang menarik untuk
melompati suatu selokan dengan lari ancang-ancang yang semakin pendek dari pos ke
pos. Tugas latihan menarik lain adalah untuk melompati sebuah selokan yang semakin
lebar dengan suatu lari ancang-ancang bebas.
Permainan yang diberikan mengandung sifat irama bila suatu deretan rintangan
dipasang di depan tempat bak lompat jauh. Jarak antara rintangan 3 sampai 4 m.
Gerakan ini dilakukan tepat satu langkah antara rintangan, lompat jauh itu hanya sebagai
kesimpulan akhir dari urut-urutan irama untuk. Untuk pengaturan yang lebih baik satu
sama lain siswa harus saling berpegangan tangan. Hanya lompatan akhir dilakukan secara
individu.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 73


3. Bentuk Pengembangan Skill
Ada beberapa teknik yang perlu dikuasai siswa dalam mempelajari lompat jauh,
yaitu:
a. Teknik take off
1) Teknik take off dapat diawali dengan melakukan lompatan dua kaki.
• Siswa menggunakan ayunan dua tangan disertai dengan gerakan kaki.
• Tekukan lutut sebelum menolak.
• Tolakan kedua kaki ke depan.
• Luruskan kaki sekuatnya saat berada di udara.
• Tarik kaki ke depan di bawah badan.
2) Teknik take off dengan satu kaki:
• Luruskan kaki yang melompat sekuat-kuatnya.
• Ayunkan kaki depan hingga lurus.
• Ayunkan tangan ke atas depan saat berada di udara.
• Daratkan kedua kaki dengan menekuk lutut.

3) Melompati ban sepeda


Bentuk lompatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut tergantung dari keadaan
ketangkasan para siswa. Rintangan terdiri dua atau tiga buah ban bekas.
Demikian pula dengan jarak lompatan dapat ditetapkan secara individu dan
juga dapat ditambah sedikit demi sedikit. Penekanan tugas gerak dominan ini
juga dapat diberi variasi sedemikian rupa sehingga dua atau tiga latihan lengkap
satu melawan yang lain dengan mencoba melompat masuk ke dalam sasaran ban
sepeda.
Bentuk permainan ini dapat divariasikan lagi oleh guru dengan menempatkan ban
satu di belakang yang lain dan berhubungan satu sama lain. Bila siswa diberikan
nomor penilaian yang berbeda tergantung dari sasaran ke dalam mana dia
melompat, suatu perlombaan yang menarik dapat dilakukan. Akhirnya kombinasi
antara kotak-kotak kardus dan ban sepeda dapat membangun kemampuan siswa
MI dalam hal keterampilan gerak dominan untuk lompat jauh.

b. Teknik menggantung
Keterampilan ini sangat diperlukan terutama dalam membiasakan diri siswa untuk
memposisikan diri berada di udara. Bentuk-bentuk latihan yang bisa guru kembangkan
adalah:
1) Menyundul bola yang mengantung
• Gantung bola dengan tali pada ketinggian yang bervariasi.
• Siswa melakukan run-up tiga langkah untuk menyundul bola.
• Apabila berhasil ketinggian bola ditingkatkan, dst.
2) Lompat ke bawah

74 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Melompat ke bawah, melompat melewati sesuatu, melompat melewati rintangan
dengan melompati di atasnya, dan lompatan berganda dapat digunakan bagi
pengembangan pembelajaran lompat. Siswa membuat pengalaman kinestesis
bila phase melayang dapat diperpanjang dan bila mereka berhasil mencapai suatu
keadaan melayang. Berlari naik suatu tangga dalam rangka melompat ke bawah.

c. Teknik mendarat
Teknik ini diperlukan saat akhir kegiatan dari latihan melompat. Kata kunci yang
harus mendapat perhatian utama dalam pendaratan adalah koordinasi antara ayunan
tangan dan kaki.
• Saat mendarat siswa harus menjulurkan kedua belah tangan sejauh-jauhnya ke muka
dengan tidak kehilangan keseimbangan badannya agar tidak jatuh ke belakang.
• Bungkukan badan dan lutut hampir merapat sambil menjulurkan tangan ke depan.
• Lutut dibengkokan agar badan ketarik ke depan.
• Kedua tumit yang terlebih dahulu mengenai pasir sebelum telapak kaki.

4. Bentuk Pengembangan Sikap Kompetitif


Sikap kompetitif harus dimiliki oleh setiap siswa di MI sebelum mereka terjun ke
dunia nyata yang tingkat persaingan jauh lebih keras. Pendidikan jasmani merupakan
media yang efektif dalam membina sikap persaingan tersebut. Khusus untuk pokok
bahasan pembelajaran lompat jauh, guru dapat membawa siswa ke dalam iklim tersebut.
Dengan menentukan aturan main yang dapat disepakati bersama, guru mulai mengatur
perlombaan. Adapun bentuk pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a. Lomba lompat jauh tanpa awalan
• Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok
harus terdiri dari 6 orang.
• Orang pertama dari tiap-tiap kelompok berdiri di garis take-off.
• Setelah mendengar aba-aba ‘ya’ pelompat pertama melakukan tugasnya,
sementara orang kedua bertugas mengukur berapa panjang lompatan dari orang
pertama, dst.
• Guru mencatat semua hasil lompatan untuk maing-masing siswa.
• Tiap-tiap siswa diberi kesempatan 3 kali.

b. Lomba dengan awalan


• Guru membagi siswa menjadi 10 kelompok.
• Kelompok pertama melakukan lompatan masing-masing sebanyak 3 kali
lompatan.
• Kelompok kedua menjadi juri dan pengukur hasil lompatan kelompok pertama.
• Kelompok kedua melakukan lompatan, kelompok tiga menjadi petugas, dst.
• Akhir kegiatan guru mencatat lompatan terbaik yang diraih oleh tiga orang

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 75


siswa.
• Juara pertama, kedua, dan ketiga diberikan penghargaan berupa minuman sehat
oleh gurunya.

Bentuk-bentuk kegiatan pengembangan dalam teknik lompat jauh dicontohkan


di atas bertujuan untuk menerapkan konsep lompat jauh pada siswa secara baik dan
benar serta implikasinya terhadap peningkatan kebugaran, peningkatan keterampilan,
kerjasama, dan pengembangan sikap kompetitif. Meskipun pada dasarnya siswa MI sudah
bisa melakukan gerakan melompat, namun gerak ini perlu diberikan guna meningkatkan
kemampuan siswa itu sendiri. Melalui kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani untuk
pokok bahasan lompat jauh diharapkan guru lebih memahami makna dan manfaat yang
ditimbulkan dari kegiatan tersebut terhadap peningkatan berbagai macam komponen
gerak dan implikasinya.

Lompat Tinggi
Dalam suasana bemain dan kompetisi lompat tinggi bukan lagi menjadi masalah
teknis. Tujuan utamanya adalah untuk membuat pengalaman dengan banyak menekankan
pada keterampilan gerak dominan. Itu semuanya adalah suatu prasyarat menuju
pengembangan pembelajaran lompat tinggi.
Mula-mula siswa dapat melakukannya dengan dua macam lompatan yang bahkan
dapat dilakukan meskipun tanpa matras tersedia. Lompat tinggi dengan satu lari ancang-
ancang dari depan dan lompat gunting dengan ancang-ancang dari samping. Di lapangan
luar suatu bak lompat yang digali dalam, sedangkan di dalam ruangan sarana yang cukup
untuk melompat dapat diciptakan dengan menggunakan kasur pendarat yang empuk
atau dengan kombinasi bangku-bangku panjang dan kasur pengalas yang lunak.

Bentuk Pengembangan Kebugaran Jasmani


Berbagai bentuk latihan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kebugaran
jasmani melalui lompat tinggi sangat bervariatif. Bentuk pengembangannya tidak
dimaksudkan untuk meningkatkan skill siswa melainkan bagaimana agar pembelajaran
lompat tinggi bermanfaat dalam meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Siswa didorong
agar banyak melakukan aktivitas yang terkait dengan lompat tinggi diantaranya adalah:

a. Lompat tali
Bila kekuatan melompat pada siswa MI masih lemah, guru bisa memulainya dengan
memberikan permainan loncat tali atau karet. Para siswa bebas melakukan tumpuan salah
satu kaki atau dua-duanya. Tali atau karet yang dipegang oleh temannya harus dilewati.

76 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Ketinggian tali atau karet itu bisa disesuaikan dengan kemampuan siswa. Pada lompat
tinggi fokusnya ada pada tugas gerak yang koordinatif pada waktu melayang di udara
dan mendarat. Latihan ini dapat diatur secara bergilir juga sifat melayang dari berbagai
teknik lompat tinggi.

b. Berlari dengan lutut diangkat tinggi


• Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok.
• Masing-masing siswa dalam kelompoknya berlari secara perlahan sambil
mengangkat lutut setinggi panggul.
• Jinjitkan kaki poros hingga ke ujung jari kaki.
• Gerakan ini dilakukan secara bergantian antara kaki kiri dan kanan.
• Gerakan ini dapat dilakukan 3 hingga 4 kali.

Bentuk Pengembangan Skill


Selain meningkatkan kebugaran jasmani, para siswa pun dituntut untuk mampu
memiliki kemampuan dalam hal teknik lompat tinggi. Bentuk-bentuk yang dapat
dikembangkannya adalah:

a. Melompat dari tangga tumpuan


Para siswa yang kekuatan lompatannya belum banyak dikembangkan, jalur melayang
dan pengalaman melayang dapat ditingkatkan dengan menggunakan tangga tumpuan
untuk melayang. Lari ancang-ancang, langkah yang cepat yang di arahkan ke atas, diakhiri
dengan lompat tinggi ke depan. Latihan ini dilakukan secara individu, atau berpasangan.
Dengan menghadapi rintangan kecil yang dipasang di depan tangga tumpuan untuk
melayang. Gerakan ini dapat dirubah menjadi pengalaman lompatan berirama. Tak
menjadi masalah apakah dilakukan secara perorangan atau berpasangan. Lompatan akhir
bahkan lebih baik dipersiapkan bila rintangan yang ditempatkan di depan fasilitas lompat
diatur menjadi lebih besar sehingga lompatan akhir adalah langkah terakhir dari urutan
gerak lompat berirama melewati kotak-kotak yang yang bertambah tinggi. Bila bentuk
irama dilakukan berpasangan atau dalam kelompok besar, ini sangatlah dinikmati. Dalam
konteks ini musik adalah juga paling penting. Pengalaman pertama dalam lompatan gaya
gunting di buat ketika melompat secara ritmik melewati sederetan kotak-kotak kardus.
Kotak-kotak itu di atur dalam bentuk tangga yang meningkat dari sedikit melebar dan
meninggi. Ini merupakan salah satu bentuk latihan yang kreatif. Waktu berangkat dan
waktu kembali siswa, kaki penumpunya bergantian.

b. Menyundul bola yang digantung


• Gantungkan bola setinggi 30 hingga 60 cm di atas kepala siswa.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 77


• Setiap siswa diharuskan menyundul bola dengan kepalanya.
• Lakukan gerakan ini dengan menggunakan take-off satu kaki.
• Untuk pertama lakukan tanpa awalan.
• Selanjutnya dapat dilakukan dengan awalan satu langkah hingga lima langkah.

c. Menandai garis take-off


Bentuk ini dimasudkan agar siswa terbiasa melakukan take-off di tempat yang benar.
Caranya adalah sebagai berikut:
• Atur palang atau mistar setinggi 7 cm di atas alas pendaratan.
• Beri tanda garis take-off pada permukaan kira-kira satu kali panjang tangan siswa
dari mistar.
• Para siswa tidak diperbolehkan melompat di belakang garis.
• Lakukan gerak pembentukan ini 3 kali.

d. Melangkah sambil mengayun tangan


Cara yang bisa digunakan untuk membiasakan siswa melakukan rotasi tangan ke
belakang.
• Gunakan salah satu kaki tumpu.
• Ayunkan dua tangan ke belakang.
• Saat posisi melayang gerakan kedua tangan dari belakang ke depan.
• Setelah mendaratkan satu kaki, ayunkan kedua tangan ke belakang.

e. Sprint menikung
Keterampilan ini diperlukan saat siswa akan melakukan ake-off. Biasanya setelah
langkah lurus dilanjutkan dengan langkah menikung.
• Buatkan lingkaran berbentuk angka 8 dengan diameter 6 hinga 7 m di atas
lapangan.
• Siswa yang biasa melakukan take-off dengan kaki kanan berlari searah jarum jam.
Sedangkan yang biasa melakukan take-off dengan kaki kiri berlari berlawanan
arah jarum jam.
• Kecepatan lari diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan kemampuan siswa.
• Miringkan tubuh saat melewati tengah lingkaran dengan tenaga sentrifugal.

f. Sikap badan di atas mistar


Sikap ini berhubungan dengan sudut awalan pada waktu akan melakukan tolakan.
Sikap badan di atas mistar dibentuk mulai dari saat lepasnya kaki tolak sampai
melayang di atas mistar. Dengan demikian gaya dalam lompat tinggi dapat dibedakan
dan ditentukan gayanya ketika siswa berada di atas mistas.
• Khusus untuk gaya guling perut dapat dilakukan dengan membalikan badan

78 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


secepatnya dengan perut menghadap mistar.
• Kaki tolakan dilipat pada lututnya, ke samping atas dan belakang.
• Kepala ditundukan ke bawah mistar.
• Tangan kanan berada di bawah mistar

g. Pendaratan
Sikap mendarat merupakan sikap jatuh setelah badan melewati mistar. Untuk
menghindari terjadinya kecelakaan, siswa harus mendarat sebaik mungkin, yaitu:
• Jika tempat pendaratannya dari pasir, maka yang mendarat terlebih dahulu adalah
kaki ayun kemudian berguling.
• Jika tempat pendaratannya terbuat dari matras, maka posisi jatuh lebih dahulu
adalah sisi bahu atau punggung.

Bentuk Pengembangan Kerjasama


a. Lompat tali
Gerakan lompat ini dapat diperagakan dengan membuat empat barisan. Siswa yang
ada dibarisan pertama diminta melakukan memegang karet atau tali yang berada
pada kelompok pertama melakukan lompatan tali bersamaan..
b. Lompat berkelok-kelok
Guru mempersiapkan lapangan dengan memberi tanda pada jarak 2 meter sebanyak
10 tanda untuk masing-masing lintasan. Jumlah lintasan bisa disesuaikan dengan
jumlah siswa. Adapun pelaksanaannya sebagai berikut:
• Setiap siswa yang ada di setiap lintasan harus melewati tanda-tanda tersebut
dengan cara melompatinya.

c. Lompat sambil bergandengan tangan


Siswa dibagi dalam beberapa jumlah barisan. Tiap barisan harus saling bergandengan
tangan satu sama lainnya. Setelah mendengar aba-aba ‘ya’ maka anggota barisan
itu melompat bersama-sama. Bentuk pengembangannya dapat dilakukan sebagai
berikut:
• Kelompok pertama sebanyak 2 orang melakukan gerakan melompat sambil
bergandengan tangan mengelilingi lapangan bola voli.
• Kelompok kedua sebanyak 3 orang melakukan gerakan melompat bergandengan
tangan mengelilingi satu putaran lapangan bola voli, dst.

d. Lompat mengelilingi lapangan


Seluruh siswa ditugasi untuk membuat formasi satu berbanjar. Setelah mendengar
aba-aba ‘ya’ siswa-siswi mulai bergerak sambil melakukan lompatan tanpa saling

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 79


mendahului (harus tetap dalam barisan). Mereka diharuskan melompat mengelilingi
lapangan debanyak 1 putaran, dilanjutkan dengan 2 putaran, hingga diantara mereka
sudah mulai muncul ketidak kompakan baru guru menghentikan kegiatan tersebut.

Rancangan kegiatan belajar mengajar untuk pembelajaran lompat ini hanya sebagai
gambaran umum saja. Guru dapat lebih berkreasi dalam pengembangan pembelajaran
lompat agar lebih atraktif dan menarik. Yang terpenting adalah bagaimana agar pesan
konsep gerak lompat ini tersajikan dan siswa MI merasakan kepuasan, meningkat
keterampilannya, dan menyenanginya. Nuansa bermain dan kompetisi akan jauh lebih
akurat dalam pelaksanaan pembelajaran di MI.

LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar modul ini, maka kerjakanlah
latihan ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk
pembahasan yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya
dapat dilakukan secara individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
a. Jelaskan beberapa karakteristik utama dalam hal pengembangan belajar jalan, lari,
lempar dan lompat untuk siswa MI!
b. Sebutkan beberapa pola gerak dominan dalam atletik!
c. Jelaskan perbedaan mendasar antara lari dan lompat!
d. Sebutkan beberapa gaya lompat yang dapat diajarkan pada anak MI!

RANGKUMAN
Pada kegiatan belajar 2 lebih banyak menekankan pada unsur bagaimana mengajarkan
atletik untuk nomor lompat dan lempar secara mendasar kepada peserta didik. Dengan
demikian akan diperoleh pengalaman yang siswa dapatkan melalui pembelajaran atletik
di MI berangsur-angsur membentuk sikap apresiasi terhadap mata ajar tersebut. Tidak
menutup kemungkinan di kemudian hari siswa itu akan menjadi atlet besar. Namun yang
terpenting sekarang adalah menanamkan kecintaan mereka dan memberi kesan bahwa
pelajaran melempar itu menyenangkan.
Untuk memberikan gambaran umum mengenai tahapan pembelajaran atletik,
rancangan kegiatan belajar mengajar ini dapat membuka inspirasi para guru di MI dalam
menyajikan materi atletik.

80 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Gaya O’Brain biasa digunakan untuk nomor apa:


A. Lempar lembing C. Lempar cakram
B. Tolak peluru D. Lempar martil

2. Pembelajaran atletik dapat berkontribusi dalam mengembangkan perilaku anak didik


seperti:
A. Jujur C. Percaya diri
B. Disiplin D. Semua benar

3. Kreativitas anak dapat dikembangkan melalui pembelajaran atletik, karena berpikir


sebagai cara melukiskan proses kreativitas. Bentuk kreativitas yang dapat diwujudkan
melalui atletik adalah:
A. Imajinatif C. Intuitif
B. Imitatif D. Inovatif

4. Pola gerak dalam atletik sangat diperlukan untuk mendukung pencapaian skill yang
tepat, yaitu:
A. Alamiah C. Aspiratif
B. Normatif D. Inovatif

5. Pembelajaran atletik dapat dilakukan dimana saja, karena gerakannya sangat:


A. Variatif C. Normatif
A. Natural D. Netral

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 81


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB 2 ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan
Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada Modul 3, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka Anda
harus mempelajari kembali KB 2 Modul sebelumnya, terutama pada bagian yang belum
dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. B
2. D
3. D
4. B
5. B

82 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


ORGANISASI DAN SISTEM

3
PERTANDINGAN OLAHRAGA

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 83


84 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
ORGANISASI DAN SISTEM
PERTANDINGAN OLAHRAGA

Pendahuluan
Secara umum bab ini akan menjelaskan tentang: pengertian organisasi, ciri-ciri
organisasi, bentuk-bentuk organisasi, pengertian pertandingan, jenis-jenis pertandingan,
bentuk-bentuk pertandingan, pengertian perlombaan, dan jenis-jenis perlombaan. Jadi
sebuah sistem dan organisasi dalam pertandingan olahraga mutlak diperlukan, agar
jalannya pertandingan bisa lebih tertata secara baik untuk menghasilkan pemenang
sejati.
Setelah menyelesaikan Kegiatan Belajar 1, Mahasiswa diharapkan mampu dan dapat:
1. Memahami dan mengerti apa yang disebut dengan sistem dari organisasi
pertandingan
2. Dapat membentuk suatu organisasi dalam sebuah sistem pertandingan yang
sederhana.
3. Dapat menyelenggarakan suatu pertandingan dengan organisasi yang sederhana
.
4. Dapat menyebutkan kembali macam-macam organisasi dalam pertandingan
keolahragaan.

Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, bab ini diorganisasikan menjadi
dua Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:
KB 1: Organisasi Pertandingan
KB 2: Sistem Pertandingan Olahraga

Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus
yang Anda miliki.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 85


3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumberu-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

86 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1

Organisasi Pertandingan Olahraga

Pertandingan dalam kegiatan olahraga menjadi hal yang tidak asing didengar. Bahkan
olahraga tanpa unsur bertanding kurang bernilai bagi setiap orang. Orang sering kali
menjadi senang apabila dapat memenangkan pertandingan. Setiap kali bertanding
kemenangan sering menjadi tujuan, karena berdampak terhadap pencapaian rasa puas
dan bangga bagi pemenangnya.
Untuk menjaga agar setiap kali pertandingan dilaksanakaan semua harus berjalan
secara baik dan berada didalam koridor yang sesuai aturan mainnya. Organisasi
pertandingan merupakan salah satu langkah bijaksana didalam menata sebuah
perlombaan atau pertandingan agar berjalan sesuai dengan keingan semua pihak yang
berkepentingan.
Organisasi merupakan suatu institusi yang ditetapkan oleh sekelompok orang yang
berguna untuk merancang berbagai aktivitas agar lebih tertib dan bermakna luas. Tanpa
organisasi yang baik dan bermakna tidak akan ada capaian tujuan dari suatu aktivitas.
Oleh karena itu, organisasi harus dimiliki oleh individu maupun kelompok individu agar
lebih memiliki kemaslahatan bagi semua umat yang menjadi pelakunya.
Keberhasilan suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari perencanaan yang mantap
(sistematis, terpadu, berkelanjutan dan komprehensif) baik perencanaan operasional
maupun perencanaan strategik (Syamsudin, 2000:1). Dalam perencanaan ini dapat
dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu perencanaan operasional. Sebagaimana yang
dipaparkan Hudson (1995:1) sebagai berikut, “operational planning is concerned with
the practical short term plans for each of those services and activities and strategic
planning is concerned with the direction of the organization as a whole and allocation of
resources to different services and activities.” Maknanya bahwa perencanaan operasional
yang menyangkut rencana jangka pendek untuk setiap pelayanan dan aktivitas
organisasi sedangkan perencanaan strategik yang menyangkut arah organisasi sebagai
suatu keseluruhan dan alokasi sumber-sumber dengan pelayanan dan aktivitas yang
berbeda (rencana jangka panjang). Dari kedua perencanaan itu, fokus utamanya adalah
perencanaan sebagai sebuah sistem.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 87


Sebuah organisasi memiliki fungsi mengkoordinir dan membina setiap kegiatan
pertandingan atau perlombaan olahraga kapan saja. Orgnisasi secara struktural dan
fungsional sebenarnya memiliki tanggung jawab dalam menentukan pola pertandingan
dan perlombaan di tingkat apa saja dengan fokus utamanya adalah suksesnya sebuah
penyelenggaraan pertandingan atau perlombaan.

A. Konsep Dasar Organisasi


Organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sosial. Setiap
orang akan dan harus mengorganisasikan berbagai hal agar memperoleh hasil maksimal.
Oleh karena itu, untuk lebih memudahkan para mahasiswa di dalam memahami makna
organisasi dalam konteks keolahragaan berikut ini diuraikan mengenai pengertian, ciri-
ciri, dan bentuknya sebagai berikut:

1. Pengertian Organisasi
Organisasi adalah: suatu wadah yang di dalamnya terdiri dari orang orang, sarana,
biaya dan tujuan yang terorganisir dengan baik untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam
buku Fungsi Administrasi Negara dinyatakan bahwa: organisasi adalah gabungan dari
alat-alat yang disusun dalam hubungan kerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Tujuan organisasi tiada lain untuk memudahkan setiap orang didalam menjalankan setiap
kegiatan.
Demikian juga halnya di dalam buku Filsafat Administrasi dinyatakan bahwa: organisasi
adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama secara
formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam suatu
ikatan dimana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan beberapa
orang yang disebut bawahan. Namun kedua elemen tersebut harus bersinergis dalam
menjalankan setiap aktivitas yang dijalankan dalam organisasi.
Sedangkan menurut Kamus Administrasi yang disebut organisasi adalah: suatu system
usaha kerja sama dari sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Begitu juga di
dalam buku Dasar-dasar Managemen yang dikutif oleh Soekarno K. dari pendapat James
D Mooney: organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu
maksud tetentu. Yang berujung pada kemaslahatan umat manusia secara menyeluruh.
Dari definisi yang dikemukakan oleh Sondang P Siagian, terlihat dengan jelas bahwa
unsur-unsur yang membentuk orang-orang terdiri dari: (1) Bentuk persekutuan, (2)
Adanya orang-orang yang terlibat, (3) Adanya kerja sama, (4) Adanya ikatan, (5) Adanya
tujuan, (6) Adanya pimpinan, dan (7) Adanya bawahan.

2. Ciri-ciri Organisasi
Sebuah organisasi pada dasarnya memiliki cirri-ciri umum, baik itu untuk suatu
organisasi kedinasan, pendidikan, maupun organisasi kemasyarakatan, termasuk

88 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


didalamnya organisasi keolahragaan. Adapun ciri- ciri organisasi secara umum adalah:
a. Adanya tujuan yang jelas yang ingin dicapai oleh suatu organisasi yang didirikan
b. Adanya kesatuan arah
c. Adanya ketaatan perintah
d. Adanya keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
e. Adanya pembagian tugas yang jelas
f. Adanya stuktur organisasi
g. Adanya jaminan kerja yang mengatur hak dan wewenang seseorang
h. Adanya kesesuaian imbalan atas pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang diberada
dalam organisasi.

3. Bentuk-bentuk Organisasi
Ada empat macam bentuk organisasi yang umum digunakan berdasarkan tugas dan
fungsi:
a. Organisasi Lini artinya Pada organisasi ini, pimpinan organisasi dipandang sebagai
sumber kekuasaan tunggal, sehingga segala keputusan dan kebijakan menjadi tangung
jawabnya dan berada pada satu tangan, yaitu: penguasa, pemimpin (leader).
b. Organisasi Staf artinya Sebuah organisasi yang dipegang oleh seorang pemimpin
yang dalam menjalankan kepemimpinannya selalu mendapat bantuan dari staf atau
bawahannya. Khusus dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya pemimpin
tersebut tidak pernah lepas dari bantuan sejumlah staf yang diperlukan oleh organisasi
tersebut.
c. Organisasi Fungsional artinya Sebuah bentuk organisasi dimana bawahan mendapat
tugas atau perintah dari beberapa penjabat yang masing-masing mempunyai keakhlian
tertentu dan bertanggung jawab penuh atas bidangnya.
d. Organisasi Kepanitiaan artinya bentuk organisasi dimana pimpinan terdiri dari
beberapa orang dan segala keputusan maupun kebijakan diambil dalam suatu forum
dan menjadi tanggung jawab bersama.

Berdasarkan sudut pandang pimpinan dan pengambilan keputusan atau kebijakan


organisasi dijelaskan oleh The Liang Gie dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1)
Organisasi bentuk tunggal yaitu sebuah bentuk organisasi yang pimpinannya dipegang
oleh satu orang pimpinan secara sendiri. (2) Organisasi dewan (bentuk komisi) yaitu
sebuah bentuk organisasi yang pimpinanya dipegang oleh lebih dari satu orang

B. Pertandingan dan Perlombaan


Setiap petandingan atau perlombaan, baik yang berskala besar maupun kecil
memerlukan pengelolaan yang sebaik-baiknya. Dalam setiap kegiatan penyelenggaraan
perlombaan atau pertandingan perlu dilakukan pentahapan, yaitu:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 89


1. Perencanaan artinya setiap kegiatan yang akan dilaksanakan dipersiapkan terlebih
berbagai hal, terutama yang menopang kelancaran dari kegiatan pertandingan atau
perlombaan tersebut.
2. Pelaksanaan artinya saat kegiatan itu dilangsungkan dengan penataan yang baik
dan berimplikasi terhadap suksesnya pelaksanaan pertandingan atau perlombaan
keolahragaan.
3. Penilaian dan pelaporan artinya setiap kegiatan yang sudah dilaksanakan dinilai dan
dibuatkan laporan secara tertulis. Penilaian ini dimaksudkan sebagai umpan balik
untuk perbaikan pada kegiatan pertandingan atau perlombaan keolahragaan di masa
yang akan datang.
Sesuai dengan ciri utama olahraga terutama olahraga prestasi yang mengutamakan
prinsip pencapaian prestasi, pencapaian rekor, atau perolehan gelar juara, maka tujuan
utama suatu perlombaan atau pertandingan adalah menentukan siapa terunggul atau
terbaik. Bersamaan dengan halitu juga ada tujuan pelengka lainnya., seperti pemanduan
bakat, pengukuran hasil latihan, atau sebagai kesempatan untuk menilai kemajuan aspek
yang lebih khas, umpamanya yang berkenaan dengan keterampilan, kemampuan fisik
atau aspek mental.
Penyelenggaraan pertandingan melibatkan sejumlah faktor yang cukup rumit, karena
itu dibutuhkan pengorganisasian kegiatan yang didukung oleh tenaga pelaksana yang
terampil. Sebagai contoh PON atau kejurnas yang melibatkan sejumlah orang yang
bertanggung jawab untuk melaksanakan tugasnya masing-masing, misalnya dalam bidang
keamanan, acara pembukaan atau penutupan, fasilitas olahraga, penginapan, angkutan,
periklanan, publikasi, kesekretariatan, keuangan, dan pertandingan.
Dalam bidang pertandingan bertugas sejumlah pelaksana, termasuk wasit/juri.
Semuanya itu berfungsi untuk menerapkan peraturan pertandingan dan peraturan
permainan. Untuk mencapai tujuan berupa penentuan siapa yang akan menjadi
pemenang atau yang memegang gelar juara. Tata cara penyelenggaraan pertandingan
atau perlombaan. Lazimnya hal itu disebut sistem pertandingan. Kelancaran dan mutu
suatu pertandingan atau perlombaan banyak bergantung pada sistem yang digunakan.
Sebelum menjelaskan dan memberikan beberapa contoh dalam konteks pertandingan
atau perlombaan, terlebih dahulu perlu didefinisikan secara operasional mengenai
makna keduanya. Sering kali pengertian pertandingan disamakan dengan perlombaan,
padahal kedua kata ini mempunyai pengertian dan arti masing-masing, meskipun tujuan
pelaksanaannya adalah hampir sama. Namun ada hal pokok yang mendasari pengertian
kedua kata ini yang dapat dibedakan

1. Pengertian Pertandingan
Pertandingan adalah salah satu bentuk kegiatan yang merupakan suatu ajang
kompetisi atau persaingan untuk memperoleh kemenangan atau juara dengan saling
mengalahkan lawan yang dihadapinya (pasti ada lawan secara langsung yang dihadapi)

90 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


misalnya dalam bidang olahraga, pendidikan, kesenian, dan bidang-bidang lainnya.

a. Jenis-jenis pertandingan, menurut jenisnya pertandingan dibedakan menjadi dua


jenis yaitu:
• Pertandingan Langsung, yaitu bila tiap orang yang terlibat dalam permainan itu
tidak dibatasi oleh ruang lingkup gerak. Seluruh area yang ditentukan untuk
suatu bentuk permainan dapat digunakan oleh lawan atau oleh anggota yang
telibat dalam permainan itu.
• Pertandingan Tidak Langsung yaitu bila tiap pemain atau tim telah mempunyai
arena sendiri yang satu dengan yang lainnya dibatasi atau dipisahkan oleh suatu
benda, yang pada umumnya adalah sebuah net.

b. Bentuk-bentuk Pertandingan, menurut bentuknya pertandingan dapat digolongkan


menjadi:
• Bentuk pertandingan sederhana, yaitu bentuk pertandingan yang dilakukan
dua orang atau lebih yang tujuannya tidak memperebutkan atau menentukan
pemenang. Pertandingan ini hanya berbentuk suatu pertandingan pengisi luang.
• Bentuk Pertandingan Cabang Olahraga, yaitu bentuk pertandingan yang dilakukan
oleh suatu cabang olahaga tertentu. Cirinya yaitu hanya mempertandingkan
cabang olahraga tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan juara dari cabang
olahraga yang dipertandingkannya.
• Bentuk Pertandingan Beberapa Cabang Olahraga, yaitu bentuk pertandingan yang
didalamnya dipertandingkan beberapa cabang olahraga yang dilaksanakan secara
bersama yang disebut dengan multy event seperti: Porda, PON, Sea Games, Asian
Games, Olympiade.

1. Pengertian Perlombaan
Perlombaan adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan untuk kemenangan dimana
masing-masing orang terlibat dalam perlombaan itu berusaha untuk lebih unggul dengan
cara mengatasi waktu, jarak, beban dan penguasaan gerak atau tata cara gerak tertentu
dengan sebaik mungkin. Sehingga diperoleh hasil maksimal yakni juara.
Ada beberapa jenis perlombaan yang umum dilaksanakan dalam kegiatan olahraga:
a. Perlombaan berdasarkan pada jenisnya artinya kegiatan lomba yang bertujuan untuk
mencapai waktu tertentu terhadap jarak tertentu, seperti cabang olahraga dan nomor-
nomor pertandingan renang (100 m, 200 m, dsb), atletik (lari 50 m, 100 m, 200 m,
dsb), balap sepeda, dan lain-lain.
b. Perlombaan berdasarkan pada berlomba untuk mencapai kejauhan jarak tertentu,
contoh: terbang layang, gantole, paralayang, lompat jauh, lempar lembing, tolak
peluru, dll.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 91


c. Perlombaan berdasarkan pada berlomba untuk mencapai ketinggian tertentu, contoh:
lompat tinggi, lompat tinggi galah, dll.
d. Perlombaan berdasarkan pada berlomba untuk mempertahankan penguasaan
terhadap ketangkasan gerak atau keterampilan tertentu. Contoh: senam, dan loncat
indah.
e. Perlombaan berdasarkan pada berlomba untuk mengatasi beban. Contoh: angkat
besi, angkat berat, dll.

2. Manfaat pertandingan dan perlombaan


Pertandingan dan perlombaan menjadi ajang persaingan antar individu atau kelompok
yang sama-sama ingin memenangkannya agar menjadi kebanggan bagi dirinya atau
kelompoknya. Meskipun pertandingan dan perlombaan memiliki nuansa kepentingan
menjadi pemenang, tapi tidak berarti bahwa pelakunya dapat melalukan dengan berbagai
cara dan menghalalkan semua cara demi satu tujuan, yaitu menang. Bukan itu maksudnya.
Pertandingan dan perlombaan harus tetap berada pada norma-norma yang berlaku
didalam cabang olahraga tersebut dengan berbagai ketentuan yang sudah dibuatkan oleh
masing-masing induk organisasi.
Oleh karena itu, pertandingan dan perlombaan dapat memiliki manfaat yang cukup
signifikan terutama dalam menanamkan nilai-nilai kompetitif terhadap peserta didik.
Sejak usia dini anak harus sudah mulai dikenalkan dengan suasan lomba agar muncul
jiwa kompetitif yang positif didalam menanamkan nilai-nilai lain seperti kejujuran dan
sportivitas dalam kehidupannya.
Nilai kompetisi yang diperoleh melalui mekanisme pertandingan dan perlombaan
adalah sesuatu yang harus secara terus menerus ditumbuh kembangkan pada diri anak,
sehingga disaat usia remaja dan dewasa sudah menjadi kepemilikan dalam setiap diri
anak. Bekal ini sangat berguna manakala anak dihadapkan terhadap berbagai persoalan
hidup yang penuh persaingan. Modal yang sudah dimiliki akan mampu menangkal
dan mencari solusi didalam setiap tindak tanduknya, sehingga terhindar dari perilaku
menghindar dan mudah menyerah menjadi sikap tegas, disiplin dan selalu maju pantang
mundur didalam menghadapi kehidupannya.
Melalui pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga, anak didik dapat dibina
untuk bekal hidupnya dengan memiliki sikap dan perilaku tidak mudah menyerah dalam
menghadapi kehidupan yang sangat kompetitif ini. Kehidupan yang baik tentu menjadi
tujuan hakiki manusia di masa depannya. Bekal sejak usia dini adalah hal yang mutlak
dipersiapkan untuk kepentingan di masa yang akan datang.

92 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar ini, maka kerjakanlah latihan
ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan
yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan
secara individu atau kelompok belajar.
Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini secara jelas dan tepat pada lembar tugas
yang Anda miliki!
1. Jelaskan tahapan dalam menggunakan sistem dan organisasi pertandingan olahraga!
2. Tahapan membuat sistem pertandingan!
3. Mekanisme penentuan seeded dalam sebuah pertandingan olahraga!
4. Jelaskan perbedaan antara perlombaan dan pertandingan!
5. Jelaskan beberapa manfaat dari perlombaan dan pertandingan yang dapat dirasakan
oleh peserta didik!

RANGKUMAN
Pada pokok bahasan ini menekankan pada aspek yang berkaitan dengan konsep sistem
dan organisasi pertandingan keolahragaan yang umum digunakan. Dalam penggunaan
sistem dan organisasi pertandingan olahraga secara umum akan selalu menggunakan
beberapa sistem sesuai dengan kebutuhan. Beberapa sistem yang umum digunakan
adalah: (a) Sistem Gugur, (b) Sistem Kompetisi, dan (c) Sistem Kombinasi. Dalam suatu
penyelengaraan pertandingan disamping faktor administrasi dan organisasi, untuk
menjamin pelaksanaan jalannya pertandingan atau perlombaan diperlukan adanya
suatu ata cara yang dapat mengatur pertandingan atau perlombaan. Untuk menentukan
sistem pertandingan kita harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: waktu
pertandingan, biaya pertandingan, jumlah peserta dan penyediaan sarana dan prasarana.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 93


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Faktor yang harus diperhatikan saat memutuskan sebuah system pertandingan yang
akan digunakan, yaitu:
A. Waktu C. Peserta
B. Biaya D. Semua benar

2. Sistem yang mempertandingkan seluruh peserta untuk saling bertemu disebut:


A. Gugur C. Kombinasi
B. Kompetisi D. Semua benar

3. Bentuk kegiatan yang merupakan suatu ajang kompetisi atau persaingan untuk
memperoleh kemenangan atau juara dengan saling mengalahkan lawan yang
dihadapinya
A. Kejuaraan C. Kompetisi
B. Pertandingan D. Semua benar

4. Bila tiap orang yang terlibat dalam permainan itu tidak dibatasi oleh ruang lingkup
gerak. Seluruh area yang ditentukan untuk suatu bentuk permainan dapat digunakan
oleh lawan atau oleh anggota yang telibat dalam permainan itu disebut:
A. Kompetisi
B. Kompetensi langsung
C. Kompetisi penuh
D. Kompetsisi tidak langsung

5. Bila tiap pemain atau tim telah mempunyai arena sendiri yang satu dengan yang
lainnya dibatasi atau dipisahkan oleh suatu benda, yang pada umumnya adalah
sebuah net disebut:
A. Kompetisi
B. Kompetisi langsung
C. Kompetisi penuh
D. Kompetisi tidak langsung

94 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB 1 ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 1 modul ini, terutama pada bagian
yang belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. D
2. B
3. D
4. B
5. D

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 95


96 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2

Sistem Pertandingan Olahraga

A. Konsep Dasar Sistem Pertandingan


Dalam penentuan sistem pertandingan, perlu diperhatikan beberapa faktor sebagai
berikut:
§ Tujuan pentandingan atau perlombaan
§ Waktu yang tersedia
§ Sarana dan prasarana
§ Tenaga pelaksana
§ Jenis olahraga yang dipertandingkan
§ Jumlah peserta
§ Dukungan dana

Pada dasarnya ada dua macam sistem pertandingan yang sering diterapkan, yaitu:
sistem gugur dan sistem kompetisi. Namun demikian dalam kegiatan belajar ini akan
menguraikan yang berkaitan dengan: (a) Sistem Gugur, (b) Sistem Kompetisi, dan
(c) Sistem Kombinasi. Dalam suatu penyelengaraan pertandingan disamping faktor
administrasi dan organisasi, untuk menjamin pelaksanaan jalannya pertandingan atau
perlombaan diperlukan adanya suatu ata cara yang dapat mengatur pertandingan atau
perlombaan. Untuk menentukan sistem pertandingan kita harus memperhatikan faktor-
faktor sebagai berikut: waktu pertandingan, biaya pertandingan, jumlah peserta dan
penyediaan sarana dan prasarana.
Pada kegiatan pertandingan atau perlombaan olahraga, dikenal sistem-sistem
pertandingan yaitu yang dapat memperlancar jalannya suatu pertandingan atau
perlombaan sehingga mendapakan pemenangnya. Adapun sistem pertandingan yang
sudah sering kita kenal adalah: sistem gugur, sistem kompetisi, sistem kombinasi.

1. Sistem Gugur
Yang dimaksud dengan sistem gugur adalah tata cara pelaksanaan pertandingan
yang menetapkan bahwa peserta yang telah kalah pada babak pendahuluan atau babak

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 97


berikutnya tak berhak mengikuti pertandingan pada tahap selanjutnya. Sistem guru yang
merupakan suatu sistem yang mengatur pelaksanaan pertandingan dimana peserta yang
kalah tidak berhak mengikuti pertandingan selanjutnya. Pertandingan akan berakhir
apabila pemenang pemenang tidak mempunyai lawan lagi. Pemenang terakhir adalah
juara I dan yang kalah adalah juara II.
Ada keuntungan dan kerugian dari system gugur. Beberapa keuntungan sistem gugur
adalah sebagai berikut: (1) dapat dikuti dengan peserta banyak dan (2) dapat menghemat
waktu, biaya, dan petugas. Adapun kerugian dari sistem gugur adalah sebagai berikut: (1)
para peserta merasa kurang puas, karena sekali kalah langsung tidak dapat main kembali
dan (2) pertandingan atau perlombaan biasanya dianggap kurang berkualitas, karena
pemenang tidak bertanding dengan semua peserta lainnya.
Pada pelaksanaannya sistem gugur dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai
berikut:
a. Sistem Gugur Tunggal (single elimination) terdiri dari empat macam, yaitu:
1) sistem gugur tunggal murni
2) sistem gugur dengan bye
3) sistem gugur dengan seded (unggulan)
4) sistem gugur dengan sisipan

b. Sistem Gugur Rangkap (double elimination)


c. Sistem Consulation

Untuk lebih jelasnya mengenai pelaksanaan system guru dalam sebuah pertandingan
adalah sebagai berikut:
Sistem Gugur Tunggal Murni. Ketentuan sistem gugur tunggal murni adalah:
• Setiap peserta atau regu yang kalah tidak boleh main lagi
• Bagan pertandingan dengan bangun akar dari dua (badd) 4, 8, 16, dst
• Jumlah pertandingan adalah (n-1) untuk sampai juara I dan II
• Jumlah pertandingan sampai juara I, II, III, dan IV adalan n (sejumlah peserta)
• Untuk penempatan peserta adalah dengan diundi

Ada beberapa ciri pokok yang menjagi kekhasan dari sebuah sistem gugur sebagai
berikut:
(1) Yang kalah tidak berhak mengikuti pertandingan babak berikutnya
(2) Pemenang lawan pemenang
(3) Peserta yang tidak terkalahkan sebagai juara pertama.
(4) Peserta yang kalah satu kali sebagai juara kedua

98 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh melalui sistem gugur didalam
pertandingan atau perlombaan, sebagai berikut:
(a) Peserta pertandingan berjumlah banyak
(b) Menghemat waktu dan biaya

Adapun kelemahan yang sering ditemui didalam sistem guru untuk pertandingan
atau perlombaan sebagai berikut:
v Peserta yang sama kuat bisa bertemu pada babak pendahuluan.
v Peserta yang amat kuat berhadapan dengan yang sangat lemah.
v Peserta yang maju ke babak berikutnya belum tentu tergolong peserta yang
berprestasi.

Bagan pertandingan adalah untuk menentukan siapa saja yang berhadapan


dalam satu kesempatan, maka perlu disusun bagan yang sesuai dengan sistem yang
dipertandingkannya. Seperti contoh terdapat 8 peserta. Karena jumlahnya 8 peserta,
maka mudah bagi Anda untuk menyusun bagan yang dimaksud dengan terlebih dahulu
melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
v Tulislah nomor urut 1 sampai 8 atau tulislah dalam huruf besar umpamanya A sampai
H.
v Hubungkanlah kedua nomor atau hurup yang berdekatan dengan membuat garis
sejajar dan garis tegak penghubung kedua garis sejajar itu.
v Nomor urut atau huruf pada sebelah kiri bagan digunakan sebagai nomor undian
untuk menentukan siapa yang saling berhadapan.

Contoh bagan pertandingan sistem gugur tunggal murni ( 8 peserta )

Sistem Gugur Dengan Bye. Sistem ini dapat digunakan apabila jumlah pesertanya
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 99
ganjil sehingga ada satu atau beberapa peserta yang tidak memperoleh lawan. Untuk itu
dapat digunakan sistem ini. Dengan kata lain sistem ini dapat dipergunakan apabila
Sistem Gugur Dengan Bye. Sistem ini dapat digunakan apabila jumlah pesertanya
Sistem
ganjil Gugurada
sehingga Dengan Bye.beberapa
satu atau Sistem ini dapatyang
peserta digunakan apabila jumlah
tidak memperoleh pesertanya
lawan. Untuk itu
ganjil sehingga ada satu atau beberapa peserta yang tidak memperoleh lawan. Untuk
dapat digunakan sistem ini. Dengan kata lain sistem ini dapat dipergunakan apabila
itu dapat digunakan sistem ini. Dengan kata lain sistem ini dapat dipergunakan apabila
jumlah peserta
jumlah peserta atau
atau regu
regu kurang
kurang dari
dari bangun
bangun akar
akar dari
dari dua
dua(badd),
(badd),sehingga
sehinggabagannya
bagannya
dibuat menjadi
dibuat menjadi bangun
bangun akar
akar dari
dari dua
dua dahulu.
dahulu. Contohnya
Contohnya66reguregumenjadi
menjadi88regu,
regu,1212regu
regu
menjadi 16 regu, 24 regu menjadi 34 regu, 45 regu menjadi 68 regu, dst.
menjadi 16 regu, 24 regu menjadi 34 regu, 45 regu menjadi 68 regu, dst.
Contoh berikut ini cukup sederhana yakni bagan pertandingan sistem gugur dengan
Contoh berikut ini cukup sederhana yakni bagan pertandingan sistem gugur
bye. Terdapat 6 peserta dalam pertandingan ini, maka kita menetapkan 2 bye dari 6
peserta.bye. Terdapat 6 peserta dalam pertandingan ini, maka kita menetapkan 2 bye dari
dengan
6 peserta.

UntukUntuk menempatkan
menempatkan bye bagan
bye pada pada pertandingan
bagan pertandingan adalah ditempatkan
adalah ditempatkan oleh
oleh panitia.
Apabila bye
panitia. ada dua,
Apabila bye maka ditempatkan
ada dua, di atas dan di
maka ditempatkan dibawah pada
atas dan bagan. pada
dibawah Sedangkan
bagan.
apabila bye lebih dari dua, maka penempaan bye adalah di atas, di bawah, ditengah bawah,
Sedangkan apabila bye lebih dari dua, maka penempaan bye adalah di atas, di bawah,
ditengah atas dst. Setelah itu regu-regu yang lainnya diundi seperti biasa.
Sistem gugur dengan seeded (unggulan). Sistem seeded dipakai untuk menghindari
peserta atau regu yng kuat bertemu di babak pendahuluan atau babak pertama dari
sebuah event. Hal ini perlu dihindari agar peserta yang diharapkan dapat bertemu pada
babak final tidak harus bertemu di babak-babak awal. Tujuannya agar pertandingan
atau perlombaan lebih menarik. Apabila di babak awal peserta sudah bertemu, maka
pertandingan dibabak final menjadi tidak menarik lagi. Dalam menggunakan sistem
seeded ini, penentuan seedednya mengacu kepada hasil pada kejuaraan sebelumnya atau
berdasarkan ranking atau mengacu pada hasil kejuaraan tahun sebelumnya yang menjadi
juara.
Apabila panitia akan menetapkan sistem seeded ada beberapa langkah yang harus
dilakukan sebagai berikut:
(1) Informasikan terlebih dahulu sistem ini kepada semua peserta yang akan ikut dalam
pertandingan atau perlombaan.

100 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


(2) Tetapkan seeded atau peserta yang dianggap unggul melalui hasil kejuaraan
sebelumnya.
(3) Buatkan ranking untuk semua peserta apabila sudah memilikinya.
(4) Apabila peserta seeded sudah ditetapkan berdasarkan hasil kejuaraan sebelumnya,
maka regu atau peserta lainnya diundi seperti pada sistem gugur murni
(5) Dalam penempatan regu-regu seeded pelaksanaannya sama saja dengan penempatan
sistem bye pada sistem gugur dengan menggunakan bye.

Contoh berikut ini merupakan sebuah bagan sederhana dengan menggunakan sistem
gugur dengan seeded, peserta 8 regu/peserta sebagai berikut:

Sistem Gugur
Sistem GugurDengan
Dengan Sisipan atauronde
Sisipan atau ronde pendahuluan.
pendahuluan. Yang dimaksud
Yang dimaksud dengan dengan
sistem gugurdengan
sistem gugur dengan ronde
ronde pendahuluan
pendahuluan ini penyelenggaraan
ini adalah adalah penyelenggaraan
pertandingan pertandingan
atau
atau perlombaan antara beberapa peserta sebelum babak pertama bagi semua peserta.
perlombaan antara beberapa peserta sebelum babak pertama bagi semua peserta.
Pemenang pertandingan pada babak pendahuluan itu selanjutnya berhak mengikuti babak
Pemenang pertandingan pada babak pendahuluan itu selanjutnya berhak mengikuti babak
berikutnya. Tata cara ini merupakan proses saringan bagi sejumlah peserta tertentu.
berikutnya. Tata cara ini merupakan proses saringan bagi sejumlah peserta tertentu.
Tujuan utama penyelenggaraan ronde pendahuluan adalah mengurangi jumlah
pesertaTujuan utama penyelenggaraan ronde pendahuluan adalah mengurangi jumlah
pada babak utama. Jika misalnya jumlah peserta sebanyak 10 (sepulu) orang atau
tim sedangkan angka patokan
peserta pada babak utama. yang lebih
Jika misalnya jumlahkecil dari
peserta jumlah10
sebanyak peserta
(sepulu)adalah 8 (delapan),
orang atau
maka Anda harus
tim sedangkan angkamenggugurkan dua kecil
patokan yang lebih peserta. Angka peserta
dari jumlah patokan berupa
adalah kelipatan angka
8 (delapan),
dua adalah 2, 4, 8, 16, 32, dst. Sistem gugur dengan ronde pendahuluan
maka Anda harus menggugurkan dua peserta. Angka patokan berupa kelipatan angka ini peserta
dua atau
regu lebih sedikit dari bangun akar dari dua (badd) dan kurang banyak dari bangun akar
adalah 2, 4, 8, 16, 32, dst. Sistem gugur dengan ronde pendahuluan ini peserta atau regu
dari dua (badd) di atasnya. Umpamanya jumlah peserta 10, dijadikan bagannya menjadi
lebih sedikit dari bangun akar dari dua (badd) dan kurang banyak dari bangun akar dari
8 dan atau 20 peserta dijadikan bagannya menjadi 16. (masing-masing sisipannya adala
2).
duaPenempatan reguUmpamanya
(badd) di atasnya. pada bagan sisipan,
jumlah sama
peserta 10, saja dengan
dijadikan cara penempatan
bagannya menjadi 8 dan bye atau
regu
atau seeded.
20 peserta dijadikan bagannya menjadi 16. (masing-masing sisipannya adala 2).
Penempatan regu pada bagan sisipan, sama saja dengan cara penempatan bye atau regu
seeded.
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 101
Sistem ini tidak berarti mengubah urutan peserta atau regu hanya sebuah pola saja
agar bagan lebih sederhana dan tidak terlihat terlalu banyak bye atau seeded. Sistem ini
sebagai bukti unggulan. Sistem ini sering digunakan pada event untuk kelompok umu
Sistem ini tidak berarti mengubah urutan peserta atau regu hanya sebuah pola saja
agar bagan lebih
atau sederhana
pemula. dan tidak terlihat terlalu banyak bye atau seeded. Sistem ini
cukup efisien didalam
Adamenyelenggarakan
beberapa kelebihansebuah event ini
dari sistem dengan
yaknijumlah
dalampeserta banyakjumlah peserta
hal penciutan
dengan kualitas yang hampir merata. Atau peserta atau regu belum memiliki ranking
sebagai buktiyang bertanding
unggulan. dalam
Sistem babak digunakan
ini sering pertama. Seperti halnya
pada event sistem
untuk gugur lainnya,
kelompok umur sistem gugu
atau pemula.dengan ronde pendahuluan menekankan penghematan waktu, biaya, dan fasilitas
Ada beberapa kelebihan dari sistem ini yakni dalam hal penciutan jumlah peserta
pertandingan.
yang bertanding dalam babak pertama. Seperti halnya sistem gugur lainnya, sistem
Kelamahannya adalah peserta memperoleh keuntungan jika kebetulan tak terpilih
gugur dengan ronde pendahuluan menekankan penghematan waktu, biaya, dan fasilitas
pertandingan.
sebagai peserta yang harus mengikuti ronde pendahuluan. Penentuannya dapat dilakukan
Kelamahannya adalahundian
berdasarkan pesertayang
memperoleh
disepakatikeuntungan jika kebetulan
semua peserta. tak terpilih
Kendala lainnya akan dihadapi jika
sebagai peserta yangpeserta
jumlah harus mengikuti rondeangka
yang melebihi pendahuluan. Penentuannya
patoka tergolong besar.dapat dilakukan
berdasarkan undian yang disepakati semua peserta. Kendala lainnya akan dihadapi jika
Contoh bagan dengan menggunakan sistem gugur ronde pendahuluan yang
jumlah peserta yang melebihi angka patoka tergolong besar.
diikuti oleh 10 peserta yang dijadikan bagan 8 dengan pendahuluan 2 pertandingan.
Contoh bagan dengan menggunakan sistem gugur ronde pendahuluan yang diikuti
oleh 10 peserta yang dijadikan bagan 8 dengan pendahuluan 2 pertandingan.

Sedangkan sistem gugur lainnya seperti rangkap (double elimination) dan sistem
Sedangkan sistem gugur lainnya seperti rangkap (double elimination) dan sistem
konsultasi (Consulation system) tidak akan dibicarakan karena sistem ini tidak biasa
dan tidak umumkonsultasi (Consulation
dilakukan system)Dengan
oleh masyarakat. tidak akan dibicarakan
demikian karena sistem
dapat disimpulkan ini tidak biasa dan
bahwa
sistem gugurtidak
terdiriumum
dari 4 dilakukan
model, yaitu: (1)masyarakat.
oleh sistem gugurDengan
murni, (2) sistem gugur
demikian dapatdengan
disimpulkan bahwa
bye, (3) sistem gugur dengan seede, dan (4) sistem gugur dengan ronde pendahuluan.
sistem gugur terdiri dari 4 model, yaitu: (1) sistem gugur murni, (2) sistem gugur dengan
bye, (3) sistem gugur dengan seede, dan (4) sistem gugur dengan ronde pendahuluan.
2. Sistem Kompetisi

102 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2. Sistem Kompetisi
Sistem pertandingan olahraga yang kedua yang kita kenal adalah sistem kompetisi
yang dapat dibagi menjadi dua, yaitu: (1) sistem setengah kompetisi dan (2) sistem
kompetisi penuh
Sistem setengah kompetisi adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama hanya
satu kali kecuali jika peserta tersebut bertemu kembali dibabak selanjutnya, sedangkan
sistem kompetisi penuh adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama sebanyak
dua kali yaitu dikAndang dan tAndang (home and away).

Ada beberapa keuntungan dan kelemahan dari sistem kompetisi sebagai berikut:
a. Beberapa keuntungan dari sistem kompetisi yang umum dirasakan sebagai berikut:
(1) setiap peserta mempunyai kesempatan akan saling berhadapan dengan peserta
yang lainya
(2) peserta yang kualitasnya baik atau kemampuannya kuat akan benar-benar teruji
untuk memungkinkan menjadi juara
(3) sistem pertandingan ini dapat digunakan sebagai ajang atau patokan untuk
mengukur kemampuan pemain secara baik
b. Beberapa kelemahan yang sering dihadapi oleh pelaku dari sistem pertandingan
kompetisi, yaitu:
(1) waktu pertandingan untuk pelaksanaan dibutuhka relative panjang
(2) memerlukan peralatan, biaya, lapangan, dan tenaga serta sarana prasarana lainya
yang dibutuhkan harus banyak
(3) peserta yang lemah yang semula diramalkan tidak akan juara mempunyai
kesempatan untuk menjadi juara dan tentunya hal ini akan menjadi beban
panitia
(4) bagi peserta yang telah aman kedudukan dalam klasemennya dan jumlah nilainya
bisa terjadi kasus main sabun/ suap atau tidak bersunguh-sungguh

Adapun beberapa faktor yang perlu dan harus mendapatkan perhatian dalam
menggunakan sistem kompetisi adalah sebagai berikut:
a. Jumlah peserta tidak boleh terlalu banyak agar terhindar dari biaya tinggi dan
cenderung tidak efisien.
b. Apabila kualitas peserta dianggap berimbang atau rata, maka Anda harus menyiapkan
berbagai instrumen pendukung yang lengkap.
c. Apabila juara yang diperebutkan bersifat daerah atau nasional dan ini menjadi
indikator keberhasilan daerah atau negara.
d. Apabila ingin mengetahui ranking secara keseluruhan peserta dengan kompetensi
yang tidak terlalu jauh berbeda.
e. Melihat berbagai dukung infrastruktur dan instrumen lainnya seperti kondisi alam,
biaya, lapangan, petugas pelaksana mencukupi.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 103


Rumus-rumus yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pertandingan dengan
menggunakan sistem kompetisi, yaitu:
1.) jumlah pertandingan setiap peserta atau regu adalah: n – 1
2.) jumlah ronde yang akan diadakan adalah: n - 1
3.) jumlah pertandingan pada tiap ronde : ½ x n ( n – 1 )
4.) untuk mengetahui jumlah pertandingan secara keseluruhan :
rumusnya = ½ x n ( n – 1 )

Untuk menentukan juara dalam pertandingan olahraga dalam sistem kompetisi dapat
dikategorikan berdasarkan cabang olahraganya yaitu:
(a) cabang olahraga yang ditentukan dengan kalah – menang,
(b) cabang olahraga yang ada set kemenangannya dan yang ada set kekalahannya,
(c) cabang olahraga yang ada hasilnya draw.

Sedangkan untuk menentukan urutan juara dapat dilihat dari empat hal utama,
yaitu:
(a) nilai terbanyak,
(b) selisih gol antara memasukan dan kemasukan,
(c) gol terbanyak, dan
(d) adu finalty, diundi, dan play off.

Dalam pelaksanaannya panitia penyelenggara setelah mendata seluruh peserta, maka


langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:
- Membuat jadwal pertandingan untuk diketahui oleh seluruh peserta
- Mencatat hasil-hasil pertandingan dan diketahui oleh seluruh peserta
- Menyusun seluruh hasil pertandingan untuk menentukan juara

B. Membuat Jadwal Pertandingan


Dalam menyusun jadwal pertandingan untuk sistem ½ kompetisi ini dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu: cara satu (1) menetap dan cara dua (2) berkelana
Contoh menyusun jadwal pertandingan dengan mempergunakan cara satu (1)
menetap untuk cabang olahraga yang ditentukan kalah – menang, seperti: bola basket,
hoki, dll. Diketahui peserta Kejuaraan bola basket antar Fakultas se-UPI sebagai berikut:
1.FPOK, 2.FPTK, 3.FPBS, 4.FPMIPA, 5.FIP, 6.FPIPS. Jumlah pertandingan dengan enam
(6) regu maka dapat diketahui: (1) jumlah pertandingan setiap regu adalah N-1 = 6 – 1 =
5, dan (2) jumlah seluruh pertandingan adalah ½ n x (n-1) = ½ 6 (5) = 3 x 5 = 15
Untuk menentukan jadwal pertandingan, terlebih dahulu panitia mengundi peserta

104 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


untuk dapat menempati posisi no 1 sampai dengan no 6. Untuk selanjutnya baru dibuat
jadwal pertandingan dengan cara satu ( 1 ) menetap adalah sebagai berikut:

1–2 1–4 1–6 1–5 1–3


3–4 2–6 4–5 6–3 5–2
5–6 3–5 2–3 4–2 6–4

Contoh jadwal ½ kompetisi dengan satu (1) menetap untuk peserta ganjil seperti ( 5 )

1–2 1–4 1–X 1–5 1–3


3–4 2–X 4–5 X–3 5–2
5–X 3–5 2–3 4–2 X–4

Kuncinya untuk satu (1) berkelana adalah no 1 selalu berada pada sisi sebelah kiri atas
dan angka-angka diputar berlawanan dengan arah jarum jam. Selanjutnya menentukan
jadwal dengan system ½ kompetisi dengan cara 2 berkelana adalah sebagai berikut (
dengan jumlah peserta 6 regu ). Contoh ½ kompetisi dengan 2 berkelana.

1–2 1–4 4–2 4–6 6–2


3–4 3–6 1–6 1–5 4–5
5-6 2–5 3–5 2–3 1–3

Kuncinya adalah angka dua (2) pertama berada pada sudut kanan atas, kedua berada
pada sudut kiri bawah (diagonal), ketiga berada pada sudut kanan atas, keempat berada
pada sudut kiri bawah, kelima berada pada sudut kanan atas dan angka-angka diputar
berlawanan dengan arah jarum jam.
Berikut ini akan dijelaskan contoh untuk pertandingan ½ kompetisi yang ditentukan
oleh tiga hal, yaitu: (1) cabang olahraga yang ditentukan kalah– menang, (2) peserta
kejuaraannya adalah seperti yang tertera di atas, dan (3) dari jadwal yang disusun dan
hasil pertandingan, maka diperoleh data sbb:
Tabel 1
Skema Pertandingan ½ Kompetisi

FPOK vs FIP FPOKvs FPTK FPOK vs FPBS FPOKvsFPMIPA FPOKvs FPIPS


77 – 24 61 – 43 69 – 50 89 – 49 102 – 50

FPIPSvsFPTK FIPvs FPBS FPTKvsFPMIPA FPBS vs FPIPS FPMIPAvsFIP


43 – 57 33 – 45 56 – 51 65 – 62 79 – 43

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 105


MIPAvs FPBS FPIPSVSFMIPA FIP vs FPIPS FPTK vs FIP FPBSvsFPTK
38 – 31 23 – 57 41 – 56 73 – 53 31 – 83

Tabel di bawah ini diperlihatkan contoh mengenai klasemen hasil akhir suatu
pertandingan.

Tabel 2
Klasemen Hasil Akhir Pertandingan Bola Basket Antar Fakultas se-UPI

NO Regu 1 2 3 4 5 6 MNG KLH SKOR RK


1 FPOK 102 77 89 61 69 5 0 398-216 I
2 FPIPS 50 56 23 43 62 1 4 234-322 V
3 FIP 24 41 43 51 33 0 5 192-330 VI
4 FPMIPA 49 57 79 51 38 3 2 274-242 III
5 FPTK 43 57 73 56 83 4 1 312-237 II
6 FPBS 50 65 45 31 31 2 3 222-285 IV

Keterangan: MNG = menang, KLH = kalah, RK = rangking

Tabel di bawah ini dicontohkan dalam hal penentuan urutan pertandingan. Penentuan
urutan untuk cabang olahraga yang ada setnya. Data hasil kejuaraan Bola Voli empat
negara ASEAN sebagai berikut:

Tabel 3
Hasil Pertandingan Cabor dengan nilai berbentuk Set

NO PERTANDINGAN HASIL SKOR


1 Indonesia Vs Philipine 3-1 (15-11), (10-15), (15-9), (15-10)
2 Indonesia Vs Vietnam 3-2 (15-12), (12-15),(12-15), (15-10), (15-10)
3 Indonesia Vs Thailand 3-2 (15-10), (15-11), (12-15), (12-15), (15-9)
4 Philipina Vs Vietnam 2-3 (15-7), (7-15), (15-10), (10-15), (10-15)
5 Philipina Vs Thailand 3-0 (15-10), (15-10), (15-10)
6 Vietnam Vs Thailand 1-3 (15-9), (9-15), (10-15), (12-15)

Tabel berikut ini memberikan contoh mengenai hasil dari suatu pertandingan pada
cabang olahraga bola voli.

106 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Tabel 4
Klasemen Akhir Hasil Pertandingan Kejuaraan Bola Voli

Set Set Skor Skor


NO REGU 1 2 3 4 Mn Kl SL RK
Mn Kl Mn Kl
1 INA 3-1 2-3 3-2 2 1 8 6 196 174 22 I

2 PHI 1-3 2-3 3-0 1 2 6 6 147 147 0 III

3 VIE 3-2 3-2 1-3 2 1 7 7 177 173 4 II

4 THA 2-3 0-3 3-1 1 2 5 7 144 160 -16 IV

Keterangan:
MN = menang, Kl = kalah, Set Mn = set kemenangan, Set Kl = set kekalahan,
Skor Mn = skor kemenangan, Skor Kl = skor kekalahan, Sl = selisih skor, Rk = rangking.

Untuk menentukan pemenang, dapat dilihat dari:


§ Jumlah kemenangan
§ Jumlah set kemenangan
§ Jumlah skor kemenangan
§ Jumlah selisih skor

Dalam penentuan urutan untuk cabang olahraga yang ada hasilnya draw. Diketahui
data hasil pertandingan sistem kompetisi penuh Liga Sepak Bola Italia. Sebagai salah
satu contoh berupa pertandingan sepak bola liga Italia yang diikuti oleh lima kesebelasan
dengan komposisi kekuatan yang hampir merata. Adapun ranking yang dicontohkan
dalam pertandingan ini untuk lima (5) kesebelasan rangking atas seperti berikut:
1. Juventus
2. Parma
3. Intermilan
4. Sampdoria
5. Lazio

Dalam memasukkan hasil pertandingan kedalam tabel yang sudah dibuat dapat dilihat
pada tabel berikut ini yang mencontohkan hasil-hasil pertandingan lima kesebelasan
untuk partai home and away adalah sebagai berikut:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 107


Tabel 5
Hasil-hasil Pertandingan pada 5 Kesebelasan

SKOR
NO PERTANDINGAN
KANDANG TANDANG
1 Juventus Vs Parma 1-0 1-1
2 Inter Milan Vs Sampdoria 3-2 0-1
3 Juventus Vs Inter Milan 0-0 1-0
4 Parma Vs Inter Milan 2-1 1-2
5 Juventus Vs Sampdoria 2-1 0-0
6 Parma Vs Sampdoria 2-3 1-3
7 Juventus Vs Lazio 2-1 0-0
8 Sampdoria Vs Lazio 3-2 3-2
9 Inter Milan Vs Lazio 1-0 1-2
10 Lazio Vs Parma 1-0 0-0

Adapun untuk menuangkan hasil akhir dari pertandingan atau perlombaan pada
tabel berikut ini menjelaskan mengenai hasil dari sebuah pertandingan dengan klasemen
akhir pertandingan sebagai berikut:
Tabel 6
Klasemen Akhir Pertandingan

SG
No Kesebelasan M K T Mn S Kl N Rk
Mm Km
1 JUVENTUS 8 1-0 1-1 4 4 0 7 3 16 I
0-0 1-0
2-1 0-0
2-1 0-1
2 INTER MILAN 8 3-2 0-1 3 1 4 8 9 10 II
0-1 0-0
2-1 1-2
1-0 1-2
3 PARMA 8 1-1 0-1 1 2 5 7 7 6 IV
2-1 1-2
2-3 1-3
0-0 0-1
4 SAMPDORIA 8 1-0 2-3 3 1 4 13 15 10 III
0-0 1-2
3-1 3-2
3-2 3-2
5 LAZIO 8 0-0 1-2 1 2 5 7 11 6 V
2-3 2-3
2-1 0-1
1-0 0-0

Keterangan:
M = menang, K = kandang, T = tandang, Mn = menang, S = seri, K = kalah,
Sg = selisih gol, Mm = memasukan, Km = kemasukan. N = nilai,
Rk = ranking.

108 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Untuk menentukan urutan (ranking) dengan sistem kompetisi penuh harus melihat
lima faktor sebagai berikut:
(1) nilai tertinggi,
(2) selisih gol terbaik,
(3) produktivitas gol terbaik,
(4) jumlah kemenangan, dan
(5) play off

Setelah mengetahui sistem pertandingan gugur dan kompetisi, maka sebenarnya


kedua sistem ini bisa dikombinasikan menjadi suatu sistem yang disebut sistem kobninasi.
Sistem ini bisa diadakan oleh panitia penyelenggara pertandingan cabang olahraga.
Sistem kombinasi ini menggabungkan dua sistem menjadi satu sistem dengan tujuan
yaitu untuk lebih meningkatkan daya tarik kejuaraan yang diselenggarakan atau ada
beberapa pertimbangan, yang tentu saja sebelumnya telah disepakati oleh pihak panitia
penjelenggara dengan peserta.
Bentuk sistem kombinasi ini misalnya: untuk babak pendahuluan dengan
mempergunakan sistem setengah kompetisi dan babak selanjutnya dengan sistem gugur
atau dibalikkan. Adapun bagan, jadwal dan cara-cara menentukan kalah menang atau
juaranya sesuai dengan cara-cara penentuan masing-masing dalam sistem pertandingan
yang lain.

LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar ini, maka kerjakanlah latihan
ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan
yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan
secara individu atau kelompok belajar.
Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini secara jelas dan tepat pada lembar tugas
yang Anda miliki!
1. Jelaskan tahapan dalam membuat sebuah sistem pertandingan atau perlombaan
olahraga!
2. Jelaskan perbedaan antara sistem pertandingan yang biasa Anda gunakan dalam
pertandingan!
3. Buatkan sebuah skema pertandingan dengan 20 tim dengan gugur ganda!
4. Bagimana penggunaan sistem seeded dalam pertandingan olahraga!

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 109


RANGKUMAN
Dalam penggunaan sistem dan organisasi pertandingan olahraga secara umum
akan selalu menggunakan beberapa sistem sesuai dengan kebutuhan. Beberapa sistem
yang umum digunakan adalah: (a) Sistem Gugur, (b) Sistem Kompetisi, dan (c) Sistem
Kombinasi. Dalam suatu penyelengaraan pertandingan disamping faktor administrasi
dan organisasi, untuk menjamin pelaksanaan jalannya pertandingan atau perlombaan
diperlukan adanya suatu ata cara yang dapat mengatur pertandingan atau perlombaan.
Untuk menentukan sistem pertandingan kita harus memperhatikan faktor-faktor sebagai
berikut: waktu pertandingan, biaya pertandingan, jumlah peserta dan penyediaan sarana
dan prasarana.
Pada kegiatan belajar 2 ini lebih difokuskan kepada kegiatan pertandingan atau
perlombaan olahraga. Nama yang dikenal adalah sistem-sistem pertandingan yaitu yang
dapat memperlancar jalannya suatu pertandingan atau perlombaan sehingga mendapakan
pemenangnya. Adapun sistem pertandingan yang sudah sering kita kenal adalah: sistem
gugur, sistem kompetisi, sistem kombinasi.

110 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Bentuk pertandingan yang dilakukan dua orang atau lebih yang tujuannya tidak
memperebutkan atau menentukan pemenang. Pertandingan ini hanya berbentuk
suatu pertandingan pengisi waktu luang.
A. Pertandingan natural
B. Pertandingan sederhana
C. Pertandingan komplek
D. Pertandingan biasa

2. Persepsi umum mengenai kompetisi adalah, kecuali:


A. Persaingan
B. Pemanfaatan waktu
C. Perlombaan
D. Kejuaraan

3. Para ahli telah sepakat bahwa pertandingan hal yang perlu dilakukan dengan tujuan
untuk:
A. Mencari juara C. Mencari yang terbaik
B. Mencari pemenang D. Semua benar

4. Kompetisi harus dilakukan secara jujur agar:


A. Tidak ada konflik C. Juara sejati
B. Melahirkan yang terbaik D. Semua benar

5. Sistem kompetisi yang paling efisien adalah:


A. Sistem kompetisi C. Sistem kombinasi
B. Sistem gugur D. Semua benar

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 111


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB 2 ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. B
2. B
3. D
4. D
5. B

112 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


PEMBELAJARAN SENAM

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 113


114 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN SENAM

Pendahuluan
Pembelajaran senam merupakan salah satu materi pokok dalam pendidikan
jasmani dan kesehatan. Sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, malayani,
mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan
pendidikan, pembelajaran senam telah dikemas menjadi suatu kegiatan yang menarik
dan menyenangkan, sehingga para siswa yang melakukan akan termotivasi untuk terus
beraktivitas. Jadi penggunaan pembelajaran senam ini merupakan aplikasi ilmu gerak ke
dalam pendidikan. Dengan demikian untuk memahami dan dapat melakukan gerakan-
gerakan secara baik diperlukan proses pembelajaran yang terstruktur dan terencana
secara matang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan gerak anak.
Meskipun segala kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran senam ini
pada akhirnya bermaksud untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Tidak semua kegiatan dapat mencapai tujuan pendidikan. Untuk itu upaya guru dalam
menyampaikan pembelajaran yang bermutu dan bermakna sangat diperlukan.
Setelah dengan seksama mempelajari modul ini, secara khusus Anda diharapkan
dapat:
1. Menerapkan tentang pembelajaran senam ketangkasan melalui pembelajaran
pendidikan jasmani dan kesehatan.
2. Menerapkan gerakan-gerakan senam kebugaran jasmani melalui pembelajaran
pendidikan jasmani dan kesehatan.

Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini diorganisasikan menjadi
dua Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:
KB 1: Pembelajaran senam ketangkasan
KB 2: Pembelajaran senam kebugaran jasmani

Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 115


yang Anda miliki.
3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumber-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

116 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Kegiatan Belajar 1 1
PEMBELAJARAN SENAM
KETANGKASAN

Pembelajaran Senam Ketangkasan


Dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, senam merupakan bagian
integral dari pembelajaran, oleh karena itu para siswa harus menguasainya secara baik.

A. Senam Ketangkasan
Dalam pembelajaran
Pembahasan pada bab pendidikan jasmani dan
ini adalah mengenai kesehatan,
senam senam
ketangkasan merupakan
dengan bagian
jenis-jenis
integral
kegiatan darilatihan
atau pembelajaran,
senamoleh karena
yang itu para siswa harus
pelaksanaannya pada menguasainya secara dan
segi penampilan baik.

keterampilan. Pada senam ketangkasan, selain penampilan yang bagus, juga sikap dan
A. Senam
gayanya Ketangkasan
harus menarik juga. Dalam senam ketangkasan berhasil atau tidahnya banyak
Pembahasan
didukung pada bab
oleh kemampuan ini adalah
sikap mengenai
dan posisi tubuh,senam ketangkasan
maupun dengan jenis-jenis
oleh kemampuan dalam
kegiatan atau latihan senam yang pelaksanaannya pada segi penampilan dan keterampilan.
melakukan senam dasar. Jenis-jenis latihan antara senam dasar dan senam ketangkasan,
Pada senam ketangkasan, selain penampilan yang bagus, juga sikap dan gayanya harus
hampir sama. juga.
menarik Bedanya adalah
Dalam senampada faktor penekanan
ketangkasan berhasilatau
atauunsur yangbanyak
tidahnya dilatih. didukung oleh
kemampuan sikap dan posisi tubuh, maupun oleh kemampuan dalam melakukan senam
dasar. Jenis-jenis latihan antara senam dasar dan senam ketangkasan, hampir sama.
1. Ketangkasan Meloncat
Bedanya adalah pada faktor penekanan atau unsur yang dilatih.
Ketangkasan meloncat banyak dipengaruhi oleh kemampuan daya kedutan, yaitu
faktor kekuatan dan kecepatan yang disatukan. Kegiatannya termasuk:
1. Ketangkasan Meloncat
Ketangkasan meloncat banyak dipengaruhi oleh kemampuan daya kedutan, yaitu
faktor kekuatan dan kecepatan yang disatukan. Kegiatannya termasuk:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 117


1. Loncat Tegak

a. Loncat Tegak
Sikap awal, Anda berdiri, kedua lutut ditekuk, kedua lengan bergantung ke
belakang. Dengan dua kaki, bertolak cepat ke atas dan meloncat setinggi tingginya, kedua
tangan keatas. Latihan bisa ditambah dengan, salah satu tangan saat meloncat meraih
yang ada di atas setinggi-mungkin. Saat meloncat, badan diputar 90 derajat, 180 derajat,
360 derajat ke kanan dan ke kiri.

Sikap awal, Anda berdiri, kedua lutut ditekuk, kedua lengan bergantung ke belakang.
Dengan dua kaki, bertolak cepat ke atas dan meloncat setinggi tingginya, kedua tangan
keatas.b.Latihan
Loncat
SikapKaki Jarang
awal, (Split)
Anda berdiri, kedua lutut ditekuk, kedua lengan bergantung ke
bisa ditambah dengan, salah satu tangan saat meloncat meraih yang ada
di atas setinggi-mungkin. Saat meloncat, badan
belakang. Dengan dua kaki, bertolak diputar
cepat ke 90 meloncat
atas dan derajat, 180 derajat,
setinggi 360 kedua
tingginya,
derajattangan
ke kanan dan keLatihan
keatas. kiri. bisa ditambah dengan, salah satu tangan saat meloncat meraih
yang ada di atas setinggi-mungkin. Saat meloncat, badan diputar 90 derajat, 180 derajat,
b. Loncat
360 Kaki Jarang
derajat (Split)
ke kanan dan ke kiri.

b. Loncat Kaki Jarang (Split)


Disebut berguling balok, karena sikap Anda lurus, seperti halok. Dan sikap itu kemudian
digulingkan ke kiri sampai berulang kali, dan kemudian berguling ke kanan beberapa kali.

b. Berguling Menyamping
Sikap awal: Berdiri dengan kedua lutut ditekuk, dan kedua lengan di belakang
Gerakan berguling menyamping agak sedikit sulit bila dibandingkan dengan gerakan
punggung. Dua kaki ditolakan ke atas, lalu meloncat setinggi mungkin, kedua kaki di
luruskan
bergulingkebalok,
depanPermulaannya,
dan kebelakang.
AndaLatihan dilakukan
berbaring berulang
telentang, kali ditekuk dan paha kena di
kedua lutut
dada,
Saatkedua tangankedua
meloncat memegang
tangankedua kaki
angkat agar paha tetap di dada.
ke-atas

c. Loncat Menyudut

Sikap awal: Sama dengan latihan (b). Pelaksanaannya, pada waktu loncat ke atas,
kedua kaki menyudut ke depan dan diusahakan sampai lurus, kedua tangan ke atas atau
ke depan.Dari
Latihan
sikapiniawal
dapat dilakukan
tersebut, berulangberguling
selanjutnya kali., ke kanan. sampai kedua kaki di atas
kembali dan pAndangan melihat ke atas. Lakukan gerakan berguling ini berulang ka1i
118 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
selanjutnya berganti arah.
Anda harus menempatkan kepala di bawah/di matras. Tetapi sekali Anda dapat melakukan, tidak
ada rasa takut lagi untuk pelaksanaan berikutnya.

2. Berguling
Gerakan berguling dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, misalnya berguling
balok, berguling dengan menyamping paha di dada, berguling depan, berguling belakang.

a. Berguling Balok

Disebut berguling balok, karena sikap Anda lurus, seperti halok. Dan sikap itu
kemudian digulingkan ke kiri sampai berulang kali, dan kemudian berguling ke kanan
beberapa kali.

b. Berguling Menyamping
Gerakan berguling menyamping agak sedikit sulit bila dibandingkan dengan gerakan
berguling balok, Permulaannya, Anda berbaring telentang, kedua lutut ditekuk dan paha
kena di dada, kedua tangan memegang kedua kaki agar paha tetap di dada.
Dari sikap awal tersebut, selanjutnya berguling ke kanan. sampai kedua kaki di atas
kembali dan pAndangan melihat ke atas. Lakukan gerakan berguling ini berulang ka1i
selanjutnya berganti arah.

c. Berguling Depan
Gerakan berguling depan untuk pertama kali bagi Anda mungkin ada rasa takut,
karena Anda harus menempatkan kepala di bawah/di matras. Tetapi sekali Anda dapat
melakukan, tidak ada rasa takut lagi untuk pelaksanaan berikutnya.
Sikap awal: Anda berjongkok di atas matras, letakkan kedua tangan di atas matras
selebar bahu, jari- jari tangan mengarah ke depan. Bertolak dari jari-jari kaki - pantat
terangkat sehingga kedua kaki lurus. Tempatkan leher dan tengkuk pada matras di antara
kedua tangan, sehingga dagu menempel pada dada. Selanjutnya berguling ke depan.
Gerakan dimulai dari tengkuk kedua bahu punggung - pinggang- pinggul - pantat - tapak
kaki - sampai jongkok kembali. Gerakan mi merupakan gerakan berguling depan
secara berkelanjutan dan bulat. Dalam pelajaran pertama, karena guru belum mengetahui
kemampuan Anda, sebaiknya pelaksanaan berguling dilakukan satu per satu, dan guru
selalu membantu setiap Anda yang melakukan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 119


Semua ini untuk menjaga keselamatan Anda. Guru hanya membantu Anda yang masih
takut-takut melakukan. Sebaliknya bagi Anda yang sudah mampu tidak perlu dibantu,
tetapi selalu diawasi dengan baik. Anda dan yang telah mahir melaksanakan, dapat turut
serta memberikan bantuannya kepada teman-teman lainnya. Dalam hal ini Anda harus
mendapat pengarahan dan petunjuk dari guru.
Cara guru membantu: guru jongkok di sebelah kanan Anda. Saat Anda akan
menempatkan tengkuk pada matras, dengan tangan kanan tengkuk Anda akan dipegang,
sedang tangan kiri mendorong bagian atas paha atau pantat bagian bawah. Jadi cara
menolongnya: tangan kanan mendorong tengkuk ke kiri, sedang tangan kiri mendorong
pantat ke kanan, sehingga mempercepat gerakan herguling. Setelah Anda menguasai
gerakan berguling sebagai variasi latihan dapat dilakukan seperti berikut:
• sikap awal: dimulai dengan Anda berdiri membungkuk - kedua tangan dan tengkuk
ditempatkan di atas matras, selanjutnya berguling ke depan.
• sikap awal: dimulai dengan sikap berdiri - kedua tangan dan tengkuk ditempatkan di
atas matras, selanjutnya berguling ke depan sampai sikap berdiri lagi.
• sikap awal bebas: berguling ke depan dilakukan dua kali berturut-turut.

d. Berguling belakang
Pelaksanaan berguling belakang hendaknya dapat dimulai setelah Anda menguasai
Sikap awal: Anda sikap jongkok, berdiri membungkuk di atas matras dan membelakangi
dengan baik gerakan berguling depan. Dalam berguling belakang lebih memerlukan
arahkeberanian,
berguling. karena pelakumenempel
Kedua.paha tidak dapat
di melihat/mengerti arah menempel
dada atau perut, dagu dan tempatpada
pendaratan
dada. Kedua
dimulainya
tangan ditekuk berguling.
di samping telinga, tapak tangan menghadap ke atas,jari-jari tangan mengarah ke
Sikap
belakang. awal: Anda sikap jongkok, berdiri membungkuk di atas matras dan membelakangi
Gerakannya:
arah berguling. Kedua.paha menempel di dada atau perut, dagu menempel pada dada.
Kedua tangan ditekuk di samping telinga, tapak tangan menghadap ke atas,jari-jari tangan
mengarah ke belakang. Gerakannya:

Dari sikap awal - setelah mendaratkan pantat pada matras - langsung berguling ke
belakang - kedua tangan menyentuh matras - kedua dada didekatkan pada paha dibantu
Dari sikap awal - setelah mendaratkan pantat pada matras - langsung berguling ke
dorongan atau tolakan kedua tangan - dan mendarat dengan kedua telapak kaki - sampai
sikap jongkok
belakang kembali.
- kedua tangan menyentuh matras - kedua dada didekatkan pada paha dibantu dorongan
atau tolakan kedua tangan - dan mendarat dengan kedua telapak kaki - sampai sikap jongkok
kembali.
Konsep
120 Bagi Dasaryang
pemula Pendidikan
akanJasmani dan Kesehatan
melakukan gerakan berguling belakang, pelaksanaannya lebih
mudah apabila waktu berguling ke belakang kepala mengarah ke salah satu sisi (sisi kanan atau
kembali.
Bagi pemula yang akan melakukan gerakan berguling belakang, pelaksanaannya lebih
mudah apabila waktu berguling ke belakang kepala mengarah ke salah satu sisi (sisi kanan atau
kiri), sedang kedua kaki mendarat ke sebelah sisi lain. Kalau kepala mengarah ke sisi kanan,
Bagi pemula yang akan melakukan gerakan berguling belakang, pelaksanaannya lebih
maka kedua kaki mendarat ke sebelah kiri, dimulai dengan pantat, punggung dan bahu sebelah
mudah apabila waktu berguling ke belakang kepala mengarah ke salah satu sisi (sisi kanan
kinatau
mendarat
kiri), lebih
sedangdahulu.
kedua kaki mendarat ke sebelah sisi lain. Kalau kepala mengarah ke sisi
kanan, maka kedua kaki mendarat ke sebelah kiri, dimulai dengan pantat, punggung dan
bahu sebelah kin mendarat lebih dahulu.

e. Kombinasi berguling depan dan berguling belakan


Pelaksanaan berguling depan kemudian berguling belakang sesuai dengan sikap
awal dan gerakannya sebagai berikut: Sikap awal berjongkok: kemudian berguling depan
sampai ke sikap jongkok kembali, kemudian berguling belakang kepala menyamping dan
kedua kaki mendarat ke samping lain. Seperti latihan di atas, tetapi pada waktu berguling
e. belakang,
Kombinasikepala
berguling depan
lurus dan berguling
ke belakang belakan
dan kedua kaki mendarat lurus ke belakang.

3. Berdiri Pada Kepala (Headstand)


Gerakan dan latihan mi memerlukan ketenangan, keseimbangan, dan keterampilan.
Berdiri mencangkung tapak kaki sejajar kurang Iebih jarak satu kepal. Letakkan
kedua tangan di matras selebar bahu, jari-jari tangan mengarah ke depan. Dengan pelan-
pelan. Letakkan dahi di depan dan tengah-tengah kedua tangan, sehingga membentuk
segitiga sama sisi. Bertolaklah denganjari-jari kaki, sehingga punggung lurus ke atas,
kedua kaki ke atas dengan kedua lutut bengkok, tetap jaga keseimbangan dalam sikap ini.
Dengan hati-hati, luruskan kedua kaki ke atas, kedua tapak kaki lurus ke atas, sehingga
tubuh dan kaki lurus. Apabila pada saat kedua kaki diluruskan ke atas keseimbangan
akan hilang, kedua kaki kembali diturunkan dengan kedua lutut bengkok dan punggung
tetap tegak. Bila keadaan kembali stabil, coba luruskan kedua lutut, sehingga kedua kaki
lurus ke atas dan telapak kaki lurus ke atas. Jaga keseimbangan selama beberapa saat.
Bila punggung terlalu melengkung, tubuh terdorong bergerak ke depan dan akan hilang
keseimbangan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 121


ke atas dan telapak kaki lurus ke atas. Jaga keseimbangan selama beberapa saat. Bila
punggung terlalu melengkung, tubuh terdorong bergerak ke depan dan akan hilang
keseimbangan.

memelihara keseimbangan dengan tubuh dan kedua kaki lurus, dengan pelan-pelan kedua
tangan lepaskan, tetapidilakukan
Cara menolong tetap melekat dengan
oleh guru dengantempat berpegangan,
posisi berlutut sehingga
atau berdiri kalau-kalau
di samping
mahasiswa, salah satu tangan memegang punggung bagian atas atau bahu sedang tangan
Cara menolong dilakukan oleh guru dengan posisi berlutut atau berdiri di samping
akan hilang seimbang, segera dapat membantunya lagi.
lainnya memegangsalah
mahasiswa, kedua kaki
satu pada memegang
tangan lutut atau dipunggung
atas/di bawah lutut.
bagian atasSekira Andasedang
atau bahu dapat tangan
memelihara keseimbangan dengan tubuh dan kedua kaki lurus, dengan pelan-pelan kedua
tanganlainnya memegang
lepaskan, kedua
tetapi tetap kaki pada
melekat lutut
dengan atau berpegangan,
tempat di atas/di bawah lutut. kalau-kalau
sehingga Sekira Anda dapat
4. Lenting Kepala (Headspring)
akan hilang seimbang, segera dapat membantunya lagi.
Gerakan lenting kepala sebaiknya dilakukan setelah Anda menguasai dengan baik
latihan4. berdiri
Lentingpada
Kepala (Headspring)
kepala. Karena lenting kepala didahului dengan berdiri pada kepala.
Gerakan lenting kepala sebaiknya dilakukan setelah Anda menguasai dengan baik
Pelaksanaannya:mulai denganKarena
latihan berdiri pada kepala. berdiri pada
lenting kepala
kepala dengan
didahului tenang
dengan berdiridan
padabaik;
kepala.kemudian
Pelaksanaannya:mulai
punggung/tubuh merendah dengan berdiri pada
ke belakang, kepala
kedua dengan
kaki tenang dan baik;
dibengkokkan kemudian
rileks ke depan. Dan
punggung/tubuh merendah ke belakang, kedua kaki dibengkokkan rileks ke depan. Dan
sikap sikap ini, kedua
ini, kedua kakikaki dilecutkan dengan
dilecutkan dengan cepat
cepatke ke
belakang, sampai
belakang, kedua kaki
sampai keduamendarat
kaki mendarat
di lantai, tubuh segera ke depan, sampai ke sikap jongkok.
di lantai, tubuh segera ke depan, sampai ke sikap jongkok.

Gerakan lenting
Gerakan kepala
lenting kepala lebih lebih mudah
mudah bila bila
dilakukan dilakukan
di atas peti lompat.di atas peti lompat.
Pelaksanaannya:
Anda jongkok di atas peti lompat; kedua tangan menumpu di ujung akhir peti lompat,
Pelaksanaannya: Anda jongkok di atas peti lompat; kedua tangan menumpu di ujung
jarak kedua tangan selebar bahu. Selanjutnya dengan pelan-pelan tolakan jari-jari kaki,
akhir sehingga punggung/tubuh
peti lompat, lurus tangan
jarak kedua ke atas, kedua lututbahu.
selebar boleh bengkok. Bila keadaan
Selanjutnya dengansudah
pelan-pelan
stabil, luruskan kedua lutut, sehingga tubuh dan kedua kaki merupakan garis lurus.
tolakan jari-jari
Tubuh kaki,
dibawa sehingga
condong punggung/tubuh
ke belakang, kedua lututlurus ke atas, ke
dibengkokkan kedua lutut
depan, boleh bengkok.
selanjutnya
kedua kaki dilecutkan ke belakang, dan dibantu dengan tolakan kedua tangan, sehingga
Bila keadaan sudah stabil, luruskan kedua lutut, sehingga tubuh dan kedua kaki
kedua kaki mendarat di lantai.
merupakan garis lurus. Tubuh dibawa condong ke belakang, kedua lutut dibengkokkan ke
depan, selanjutnya kedua kaki dilecutkan ke belakang, dan dibantu dengan tolakan kedua
122 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

tangan, sehingga kedua kaki mendarat di lantai.


merupakan garis lurus. Tubuh dibawa condong ke belakang, kedua lutut dibengkokkan ke
depan, selanjutnya kedua kaki dilecutkan ke belakang, dan dibantu dengan tolakan kedua
tangan, sehingga kedua kaki mendarat di lantai.

Cara menolong:
Guru berdiri di samping Anda. Tangan yang satu memegang bahu dan tangan lainnya
memegang pinggul Anda. Pada waktu Anda melenting, guru membantu dan mengangkat
tangan dan mendorong pinggul Anda.
Gerakan lenting kepala, dapat pula dilakukan lenting tengkuk (neck kip), karena pada
waktu melenting, justru tengkuklah yang lebih aktif membantu tolakan.

5. Kip
Gerakan kip dimulai dari sikap berbaring telentang. Kedua telapak tangan diletakkan
di samping kepala, selebar bahu. Kedua kaki diangkat, sehingga lutut berada di atas
kepala. Dari sikap tersebut kedua kaki dilentingkan ke depan dan ke atas dibantu dengan
tolakan kedua tangan, sehingga kedua kaki mendarat di lantai atau matras dengan sikap
setengah jongkok atau berdiri membungkuk. Pada waktu ke dua tangan bertolak, ujung
jari-jari tangan menghadap ke depan atau ke arah tubuh.

Cara menolong:
Guru bersikap jongkok di samping Anda sebelah kanan. Tempatkan tangan kiri di
bawah tengkuk atau bahu bagian atas. Setelah Anda melenting, tangan kiri membantu
dengan mendorong arah lentingan dan tangan kanan membantu dengan mendorong
paha ke kanan, sehingga terjadi gerakan mendorong memutar ke arah jarum jam.

6. Latihan Berangkai 6 (Enam) Pos


Yang dimaksud dengan latihan berangkai enam pos pada bab ini ialah seperangkat
latihan yang terdiri atas enam macam bahan latihan yang merupakan satu kebulatan
atau satu kesatuan dan dilakukan secara berangkai. Pelaksanaannya dapat berurutan
dari latihan nomor 1 sampai dengan nomor 6, ataupun dapat pula dengan urutan bebas;
artinya tidak mempunyai urutan tertentu, asalkan keenam macam latihan tersebut semua
dilakukan. Bahan latihannya dapat dipilih secara bebas, dengan tetap memperhatikan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 123


kebulatan. Selain jenis latihan yang ditentukan oleh guru, peserta didik dapat pula diberi
kebebasan untuk menentukan sesuai dengan pilihannya.

Latihan berangkai enam pos dalam hal in terdiri atas:


- Pos 1, lari di tempat selama kurang lebih 2 menit.
- Pos 2, gerakan mengayun kedua lengan dan kedua kaki selama 1 menit.
- Pos 3, gerakan meliuk dan merenggutkan tubuh selama 1 menit.
- Pos 4, gerakan jalan merangkak selama 1 menit.
- Pos 5, berjingkat-jingkat dengan kaki kanan dan kiri selama 1 menit.
- Pos 6, sit-up selama 1 menit.

124 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar 1 modul ini, maka
kerjakanlah latihan ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan
petunjuk pembahasan yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam
pembahasannya dapat dilakukan secara individu atau kelompok belajar.
Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini secara jelas dan tepat pada lembar tugas
yang Anda miliki!
1. Jelaskan tahapan dalam memberikan pembelajaran senam ketangkasan pada siswa
dan berikan contohnya!
2. Jelaskan perbedaan beberapa jenis senam ketangkasan yang sudah Anda pahami dari
modul ini!
3. Jelaskan manfaat dari gerakan senam ketangkasan bagi aktivitas anak sehari-hari
dalam menopang kegiatannya!
4. Jelaskan keutamaan dari gerakan senam ketangkasan bagi peningkatan kemampuan
peserta didik?
5. Buatkan Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan pembelajaran
senam ketangkasan sebagai pokok bahasannya!

RANGKUMAN
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai pembelajaran
senam dalam pembelajaran pendidikan jasmani di MI sebagai berikut:
a. Pembelajaran senam dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu: (1) senam ketangkasan
dan (2) senam kebugaran jasmani. Kedua bentuk senam ini dapat digunakan dalam
mendukung PBM pendidikan jasmani dan kesehatan.
b. Pembelajaran senam ketangkasan lebih berorientasi kepada peningkatan keterampilan
gerak dengan berbagai bentuk gerak yang indah dan memiliki faktor kesulitan tinggi.
Namun bagi pemula, gerak dasar dominan yang diajarkan untuk senam ketangkasan
sudah cukup mendukung terbentuknya sikap gerak yang positif dalam menopang
gerakan-gerakan sulit lainnya yang diperlukan pesera didik.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 125


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Pembelajaran senam yang berfungsi untuk meningkatkan kualtias gerak baru pada
anak dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan adalah:
A. SKJ C. Senam keindahan
B. Senam ketangkasan D. Senam artistik

2. Memulai dengan mempertimbangkan tujuan yang sesuai untuk dicapai dengan


gerakan menahan badan dangan satu kaki sambil berdiri adalah:
A. Kekuatan C. Keseimbangan
B. Ketangkasan D. Keindahan

3. Contoh gerakan ketangkasan yang dapat dilakukan peserta didik saat pembelajaran
senam adalah:
A. Melompat C. Menarik
B. Mendorong D. Mengguling

4. Dalam menentukan materi pembelajaran senam, guru harus mempertimbangkan


beberapa hal, yaitu:
A. Kondisi C. Fasilitas
B. Situasi D. Semua benar

5. Pada tahap evaluasi dalam pembelajaran senam, guru harus dapat memfokuskan
pada:
A. Hasil gerakan C. Kesungguhan
B. Proses gerakan D. Keterampilan

126 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB 1 ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 1 modul ini, terutama pada bagian
yang belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. B
2. C
3. D
4. D
5. B

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 127


128 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2

Senam Kesegaran Jasmani


Tahun 2000

Ada tiga tahapan dalam melakukan kegiatan senam kesegaran jasmani, yaitu diawali
dengan pemanasan atau sikap awal, latihan inti, dan latihan relaksasi. Sikap permulaan
untuk setiap melakukan SKJ 2000 sebagai beikut: (1) Tubuh merupakan satu garis tegak
lurus dengan lantai mulai dari bahu. Pinggul, lutut dan mata kaki. (2) Tumit rapat, kedua
telapak kaki membentuk sudut selebar satu kepalan tangan masing-masing. (3) Pandangan
lurus ke depan. (4) Kedua lengan lurus di sisi tubuh, telapak tangan menghadap ke dalam
dan jari- jari tangan rapat menempel ke paha.

Gerakan : Jalan ditempat


Tujuan : 1. Menyiapkan kondisi secara fisiologis maupun psikologis, agar
dapat melaksanakan latihan gerakan SKJ 2000 dengan baik dan
benar.
2. Menaikan/meningkatkan suhu tubuh secara bertahap.
3. Meningkatkan koordinasi otot dan persendian.
4. Mengurangi resiko cidera.
5. Memenuhi keinginan bergerak.
Pelaksanaan : 1 x 8 hitungan.
Teknik gerakan : Badan/punggung tetap tegap, jalan di tempat, dimulai dengan
kaki kanan :10 cm dari lantai, bersamaan dengan itu ayunkan
lengan kiri dan kanan secara bergantian ke arah dagu, telapak
tangan setengah mengepal. Hitungan selalu jatuh pada kaki
kanan.

Gerakan : Kepala
Tujuan : 1. Melatih persendian dan otot leher bagian belakang.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 129


Gerakan : Kepala
Tujuan 2.: M
1.elatih persendian
Melatih persendiandan
danotot
ototleher
leherbagian
bagian samping.
belakang.
Pelaksanaan : 6 x 2.
8 hitungan.
Melatih persendian dan otot leher bagian samping.
Teknik gerakan : :16xx88hitungan
Pelaksanaan hitungan.pertama.
Teknik1gerakan
Hitungan - 3 : :Jalan
1 x 8dihitungan
tempatpertama.
mulai dengan kaki kanan, ayunkan lengan kiri
dan di
Hitungan 1 - 3 : Jalan kanan
tempatsecara
mulaibergantian kekanan,
dengan kaki arah dagu.
ayunkan lengan kiri dan
Hitungan 4 : kanan
Teruskan jalan
secara di tempat,
bergantian kesambil kedua tangan bertolak pinggang,
arah dagu.
Hitungan empat jari-jari
4 : Teruskan jalan ditangan
tempat,rapat,
sambilibu jari tangan
kedua di belakang.
bertolak pinggang,
Hitungan 5 : empat
Kepalajari-jari
menoleh ke kanan.
tangan rapat, ibu jari di belakang.
Hitungan
Hitungan 6 5: : Kepala
Kepala kembalikemenghadap
menoleh kanan. ke depan.
Hitungan
Hitungan 7 6: : Kepala
Kepala menoleh
kembali ke kiri. ke depan.
menghadap
Hitungan
Hitungan 8 7: :Kepala
Kepalakembali
menolehmenghadap
ke kiri. ke depan.
Hitungan 8 : Kepala kembali menghadap ke depan.

1 x 8 hitungan kedua
Hitungan 1 - 3 : Jalan di tempat mulai dengan kaki kanan, ayunkan lengan kiri
dan kanan secara bergantian ke arah dagu.
Hitungan 4 : Teruskan jalan di tempat, sambil kedua tangan bertolak pinggang,
empat jari-jari tangan rapat, ibu jari ke belakang.
Hitungan 5 : Kepala miring ke kanan.
Hitungan 6 : Kepala kembali menghadap ke depan.
Hitungan 7 : Kepala miring ke kiri.
Hitungan 8 : Kepala kembali menghadap ke depan.

130 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Hitungan 8 : Kepala kembali menghadap ke depan.

1 x 8 hitungan ketiga
1 x 8 hitungan ketiga
Hitungan 1 - 3 : Jalan di tempat mulai dengan kaki kanan, ayunkan lengan kiri dan
Hitungan 1 - 3 : Jalan di tempat mulai dengan kaki kanan, ayunkan lengan kiri
kanan secarasecara
dan kanan bergantian ke arah ke
bergantian dagu.
arah dagu.
Hitungan
Hitungan 4 4 : : Teruskan
Teruskanjalan
jalandiditempat, sambil
tempat, sambilkedua tangan
kedua bertolak
tangan pinggang,
bertolak pinggang,
empat
empat jari-jari
jari-jari tangan
tangan rapat,
rapat, ibu ibu
jari jari di belakang.
di belakang.
Hitungan 5 5 ::
Hitungan Kepalatunduk
Kepala tunduk
keke bawah.
bawah.
Hitungan
Hitungan 6 6 :: Kepala
Kepalakembali
kembalimenghadap
menghadapke ke
depan.
depan.
Hitungan
Hitungan 7 7 :: Kepala
Kepalatunduk keke
tunduk bawah.
bawah.
Hitungan 8 : Kepala kembali menghadap ke depan.
Hitungan 8 : Kepala kembali menghadap ke depan.

1 x 8 hitungan keempat, kelima dan keenam


1 x 8 hitungan keempat, kelima dan keenam
Pengulangan
Pengulangan daridari gerakan
gerakan 1 x1 8x hitungan
8 hitunganpertama,
pertama,kedua
kedua dan
dan ketiga.
ketiga.
Hitungan 8 terakhir
Hitungan jatuh
8 terakhir pada
jatuh pada kaki
kakikanan,
kanan,kaki
kakikiri
kiritutup,
tutup,kedua
keduatangan
tangan mengepal
mengepal di
samping badan.
di samping badan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 131


Gerakan : Bahu
Gerakan : Bahu
Tujuan : 1. Melatih persendian dan otot bahu.
Tujuan : 1. Melatih persendian
2. Meluaskan gerakan dan
bahu.otot bahu.
2. Meluaskan
Pelaksanaan gerakan bahu.
: 4 x 8 hitungan
Pelaksanaan : 4 x 8 hitungan
Teknik gerakan:

TeknikIgerakan
x 8 hitungan
: pertama
Hitungan 1,2,5,6 : Melangkah dua kali ke samping kanan sambil menaikkan
dan menurunkan kedua bahu, kedua tangan lurus, sikut
I x 8 hitungan pertama
tidak dibengkokkan dan tidak merubah posisi siku tangan
Hitungan 1,2,5,6 : Melangkah dua kali ke samping kanan sambil menaikkan
pada setiap langkah diikuti kaki kiri merapat dengan
dan menurunkan kedua bahu, kedua tangan lurus, sikut tidak
sentuhan pada bola kaki, bahu "rileks, tang an di samping
dibengkokkan dan tidak merubah posisi siku tangan pada setiap
langkah diikuti kaki kiri
berdiri setengah merapat dengan sentuhan pada bola kaki,
menggapai.
bahu
Hitungan 3,4,7,8 : ”rileks, tang dua
Melangkan an dikali
samping
kesamberdiri setengah
ping kiri, menggapai.
gerakannya sama
Hitungan 3,4,7,8 : Melangkan dua1-2.
dengan gerakan kali kesam ping kiri, gerakannya sama
dengan gerakan 1-2.

1 x 8 hitunaan kedua
Hitungan 1,5 : Melangkah ke samping kanan diikuti kedua bahu dorong ke
depan, kedua tang an maju lurus di depan paha, siku tidak
dibengkokkan, tangan setengah mengepal, punggung telapak
tangan berhadapan, jarak :satu kepalan tangan.
Hitungan 2,6 : Kaki kiri merapat ke kaki kanan dengan sentuhan pad a bola
kaki, kembali kedua bahu ke posisi semula, kedua tangan di
belakang, tangan setengah mengepal, punggung telapak tangan
ke belakang.
Hitungan 3,7 : Melangkah ke samping kiri, gerakannya sama dengan gerakan 1.

132 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


dibengkokkan, tangan setengah mengepal, punggung telapak
tangan berhadapan, jarak :satu kepalan tangan.
Hitungan 2,6 : Kaki kiri merapat ke kaki kanan dengan sentuhan pad a bola kaki,
kembali kedua bahu ke posisi semula, kedua tangan di belakang,
Hitungan 4,8 : Kaki kanan merapat
tangan setengah ke kaki
mengepal, kiri, telapak
punggung gerakannya
tangan kesama dengan
belakang.
Hitunganhitungan 2
3,7 : Melangkah ke samping kiri, gerakannya sama dengan gerakan 1.
Hitungan 4,8: Kaki kanan merapat ke kaki kiri, gerakannya sama dengan
hitungan 2
1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama
1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama
1 x 8 hitunaan keempat
1 x 8 hitunaan keempat
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua.
Hitungan 8 terakhir kedua tangan di belakang, kepalan tangan menghadap ke
Hitungan 8 terakhir kedua tangan di belakang, kepalan tangan menghadap ke
depan..
depan..

Gerakan : Lengan, Punggung atas


Tujuan : Melenturkan sendi dengan otot langan, punggung alas.
Pelaksanaan : 4 x 8 hitungan
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Hitungan 1,3,5,7 : Melangkah ke samping kanan, sambil kedua tangan diayun ke
depan setinggi bahu, kedua telapak tangan mengepal, kepalan
tangan berhadapan diikuti dengan kaki kiri merapat dengan
sentuhan pada bola kaki.
Hitungan 2,4,6,8 : Melangkah ke samping kiri, gerakannya sama dengan gerakan
hitungan 1.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 133


sentuhan pada bola kaki.
Hitungan 2,4,6,8 : Melangkah ke samping kiri, gerakannya sama dengan gerakan
hitungan 1.

1 x 8 hitungan kedua
Hitungan 1 – 2 : Melangkah dua kali ke samping kanan, kedua tangan diayun
1 x 8 hitungan keduake samping kiri kanan setinggi bahu, disilang di depan badan,
siku lurus,
Hitungan 1 – 2 : Melangkah duatangan
kali kekanan
sampingselalu di kedua
kanan, depan tangan
tangandiayun
kiri, kepalan
ke
menghadap
samping ke dalam
kiri kanan ayunkan
setinggi bahu,tangan sesuai
disilang dengan
di depan langkah,
badan,8
diikuti dengan kaki kiri merapat dengan sentuhan pada bola
siku lurus, tangan kanan selalu di depan tangan kiri, kepalan
kaki.
menghadap ke dalam ayunkan tangan sesuai dengan langkah,
diikuti dengan kaki kiri merapat dengan sentuhan pada bola
Setelah hitungan 8 terakhir, kedua tangan silang di depan perut
1 x 8 hitungan ketiga
kaki.
1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi
Setelah gerakan
hitungan 1 x 8 hitungan
8 terakhir, pertama.
kedua tangan silang di depan perut
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.

1 x 8 hitungan keempat
1 xMengulangi
8 hitungan1keempat
x 8 hitungan kedua.
Mengulangi 1 x 8 hitungan
Setelah hitungan kedua.
8 terakhir, kedua lengan lurus di samping badan, tangan
Setelah hitungan
mengepal, 8 terakhir,
kepalan kedua lengan
tangan menghadap lurus di samping badan, tangan mengepal,
ke depan.
kepalan tangan menghadap ke depan.

134 Gerakan : TekukJasmani


Konsep Dasar Pendidikan lengan.dan
kaki kiri bertumpu pada tumit
Kesehatan

Tujuan : 1. Menguatkan otot lengan bagian atas dan bawah.


2. Koordinasi antara gerakan kaki dan lengan.
Gerakan : Tekuk lengan. kaki kiri bertumpu pada tumit
Tujuan : 1. Menguatkan otot lengan bagian atas dan bawah.
2. Koordinasi antara gerakan kaki dan lengan.
Pelaksanaan : 4 x 8 hitungan

Teknik gerakan:
1 x 8 hitungan pertama
Hitungan 1,3,5,7 : Memindahkan kaki kanan ke depan, bertumpu pada tumit, kedua
lengan ditekuk di depan dada, tangan setengah mengepal, kepalan
tangan menghadap ke dalam. Kemudian luruskan kembali ke
bawah di depan paha, bersamaan dengan itu kaki kembali rapat.
9
Hitungan 2,4,6,8 : Lakukan gerakan yang sarna dengan kaki kiri. Setelah hitungan 8
terakhir lengan ditekuk di depan dada, tangan setengah mengepal,
kepalan tangan menghadap ke bawah.

1 x 8 hitungan kedua
1 x 8 hitungan
Hitungan 1,3,5,7 :kedua
Memindahkan kaki kanan ke samping, bertumpu pada tumit,
Hitungan 1,3,5,7:kedua lengan diluruskan
Memindahkan kaki kanan keke samping setinggi bahu,
samping, bertumpu tangan
pada tumit,
setengah mengepal,
kedua lengan kepalan
diluruskan tangan menghadap
ke samping setinggi bahu,ketangan
bawah.
Kemudian kedua tangan kembali ke depan dada, siku setinggi
setengah mengepal, kepalan tangan menghadap ke bawah.
bahu, bersamaan dengan itu kaki kembali rapat.
Kemudian kedua tangan kembali ke depan dada, siku setinggi
Hitungan 2,4,6,8 : Lakukan gerakan yang sama dengan kaki kiri. Setelah hitungan 8
bahu, bersamaan
terakhir, dengan
kedua lengan itudikaki
lurus kembali
samping rapat.tangan mengepal,
badan,
Hitungan 2,4,6,8:kepalan tangan
Lakukan menghadap
gerakan yang ke depan.
sama dengan kaki kiri. Setelah
hitungan 8 terakhir, kedua lengan lurus di samping badan,
tangan mengepal, kepalan tangan menghadap ke depan.
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 135

1 x 8 hitungan ketiga
10
1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.

1 x 18 xhitungan ke ke
8 hitungan empat
empat
Mengulangi gerakan
Mengulangi 1 x18xhitungan
gerakan 8 hitungankedua.
kedua.

Gerakan : Lengan. bahu. dada. tungkai .


Gerakan
Tujuan : Lengan. bahu. dada.
: Meregangkan tungkaibahu,
otot lengan, . dada dan tungkai.
Tujuan
Pelaksanaan : Meregangkan otot lengan, bahu, dada dan tungkai.
: 4 x 8 hitungan.
Pelaksanaan : 4: 1x x8 8hitungan.
Teknik gerakan hitungan pertama
Teknik gerakan
Hitungan : 1
1.3.5.7 x 8 hitungan pertama
: Memindahkan kaki kanan ke belakang, bertumpu pada ujung
Hitungan 1.3.5.7 : Memindahkan kaki dorong
kaki, kedua lengan kanan keke depan
belakang, bertumpu
atas (45°), pada
kepalan ujung
tangan
kaki, kedua lengan dorong ke depan atas (45°), kepalan
menghadap ke bawah, pan dang an ke depan. Kemudian kedua tangan
menghadap ke bawah, pan dang an ke depan. Kemudian kedua
lengan kembali ke depan dada, siku setinggi bahu, bersamaan
lengan kembali ke depan dada, siku setinggi bahu, bersamaan
dengan
denganitu
itukaki
kakikembali
kembalirapat.
rapat.
Hitungan
Hitungan 2,4,6,8 atas
2,4,6,8 atas (45°),
(45°), kepalan
kepalan tangan: :
tangan
Memindahkankaki
Memindahkan kakikiri
kirikeke belakang,
belakang, bertumpupada
bertumpu pada ujung
ujung kaki,
kedua
kaki,lengan
keduadorong
lengan ke depanke
dorong menghadap ke bawah,
depan menghadap kepAndangan
bawah,
ke pAndangan
depan. Kemudian kedua
ke depan. lengan kembali
Kemudian ke depan
kedua lengan dada,kesiku
kembali
setinggi bahu. Bersamaan dengan itu kaki kembali rapat. Hitungan
depan dada, siku setinggi bahu. Bersamaan dengan itu kaki
8 terakhir, kaki kiri ke samping kiri selebar bahu. Kepalan tangan
menghadap ke dalam
kembali rapat. di depan
Hitungan dada, siku
8 terakhir, kaki ke
kirisamping.
ke samping kiri
selebar bahu. Kepalan tangan menghadap ke dalam di depan
dada, siku ke samping.

136 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1 x 8 hitungan kedua
1 x 8 hitungan kedua
Hitungan 1,3,5,7 : Kaki kanan menyilang ke depan kaki kiri, bersamaan dengan
Hitungan 1,3,5,7 : Kaki kanan menyilang ke depan kaki kiri, bersamaan dengan itu
itu kedua lengan mendorong ke bawah, kepalan tangan
kedua lengan mendorong ke bawah, kepalan tangan menghadap
menghadap kesiku
ke belakang, belakang,
setinggisiku setinggi
bahu, bahu,kepAndangan
pAndangan ke
depan, bersamaan
denganbersamaan
depan, kaki kanan melangkah
dengan ke samping
kaki kanan selebar
melangkah ke bahu.
samping
Hitungan 2,4,6,8 : selebar
Kaki kiri menyilang ke depan kaki kiri; bersamaan dengan itu
bahu.
kedua lengan mendorong
Hitungan 2,4,6,8 : Kaki kiri menyilang ke depanke kaki
bawah,
kiri;kepalan tangan
bersamaan menghadap
dengan itu
ke belakang, siku setinggi bahu, pAndangan ke depan, bersamaan
kedua lengan mendorong ke bawah, kepalan tangan menghadap
dengan kaki kiri melangkah ke samping selebar bahu. Hitungan
ke belakang, siku tetap
8 terakhir,langkah setinggisama,
bahu, pAndangan
kepalan tangan ke depan, ke
menghadap
bwah, sikudengan
bersamaan ke samping.
kaki kiri melangkah ke samping selebar
bahu. Hitungan 8 terakhir,langkah tetap sama, kepalan tangan
1 x 8 hitungan ketiga
menghadap ke bwah, siku ke samping.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.
1 x 8 hitungan ketiga

1 Mengulangi
x 8 hitungangerakan
keempat1 x 8 hitungan pertama.

Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua


1 x 8 hitungan keempat
Setelah hitungan 8 terakhir, kedua lengan mengepal di samping pinggang, kaki kiri
Mengulangi gerakandibuka
1 x 8 hitungan keduakedua lutut ditekuk.
lebar, sambil
Setelah hitungan 8 terakhir, kedua lengan mengepal di samping pinggang, kaki
kiri dibuka lebar, sambil kedua lutut ditekuk.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 137


12

Gerakan : peregangan dinamis otot samping badan


Gerakan
Tujuan : peregangan dinamis
: 1. Melenturkan danotot samping badan
meregangkan otot-otot lengan, bahu, sisi
Tujuan : 1. Melenturkan dan meregangkan
tubuh, pinggang, tungkai. otot-otot lengan, bahu, sisi
tubuh, pinggang, tungkai.
2. Meregangkan otot tangan, punggung atas, paha depan dan
2. Meregangkan otot tangan, punggung atas, paha depan dan
belakang serta betis.
belakang serta betis.
Pelaksanaan : 6 x 8 hitungan
Pelaksanaan : 6 x 8 hitungan
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Hitungan 1,3,5,7 : Dorong tangan kanan ke atas serong kiri (45°), jari-jari tangan
Hitungan 1,3,5,7 : Dorong tangan kanan ke atas serong kiri (45°), jari-jari tangan
lurus rapat, kepalan tangan kiri di samping pinggang,
lurus rapat, kepalan tangan kiri di samping pinggang, menghadap
kemenghadap
atas. Beratkebadan
atas. di
Berat
atasbadan di atas
kaki kiri, lututkaki
kirikiri, lututsegaris
ditekuk kiri
ujung jarisegaris
ditekuk kaki kiri, pAndangan
ujung jari kakike ujung
kiri, jari tangan.
pAndangan ke ujung jari
Hitungan 2,4,6,8 : Tangan
tangan.kanan ditarik ke samping pinggang, bersamaan dengan
Hitungan 2,4,6,8 itu lengankanan
: Tangan kiri ditarik
mendorong serong
ke samping kekananbersamaan
pinggang, bawah (diagonal).
dengan
Berat badan di atas kaki kanan, lutut ditekuk segaris ujung jari
itu lengan kiri mendorong serong kekanan bawah (diagonal).
kaki kanan, pAndangan ke ujung jari tangan.
Berat badan di atas kaki kanan, lutut ditekuk segaris ujung jari
kaki kanan, pAndangan ke ujung jari tangan.

138 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


13

1 x 8 hitungan kedua
Hitungan 1,5 : Setelah hitungan 8 terakhir, kedua kaki terbuka selebar bahu,
1x1
8 xhitungan kedua lutut ditekuk, kedua kepalan tangan di samping pinggang,
8 hitungan kedua
Hitungan
Hitungan1,5 1,5 menghadap
: :Setelah ke.atas
Setelahhitungan
hitungan sejajar
8 8terakhir,
terakhir,keduasetinggi
kedua kaki kepala.
terbuka
kaki Dorong
selebar
terbuka bahu,
selebar kedua
lutut
bahu,
ditekuk,
tangan kedua kepalan
ke depan tangan di samping pinggang, menghadap
lutut ditekuk, kedua ataskepalansambil
tanganmeluruskan
di samping kedua
pinggang,lutut,
ke.atas sejajar setinggi kepala. Dorong kedua tangan ke depan
pAndangan
menghadap
atas
ke depan,sejajar
ke.atas
sambil meluruskan
jari tangan
kedua
luruskepala.
setinggi menghadap
lutut, pAndangan Dorong kebawah.
keduajari
ke depan,
Hitungan 2,4,6,8 :tangantanganlurus
Kembali menghadap
ketekuk
depankeduaatas kebawah.
lutut, kedua
sambil kepalan
meluruskan keduadi lutut,
samping
Hitungan 2,4,6,8 : Kembali tekuk
pAndangan
pinggang ke kedua
depan, lutut,
menghadap jari kedua
ke tangan
atas. kepalan
lurus di samping
menghadap pinggang
kebawah.
menghadap ke atas.
Hitungan 2,4,6,8 : Kembali tekuk kedua lutut, kedua kepalan di samping
Hitungan 3,7 : Meluruskan kedua lutut, mendorong kedua lengan ke samping
Hitungan 3,7 : Meluruskan kedua lutut, mendorong kedua lengan ke samping
pinggang
setinggi bahu, jari-jari rapat, menghadap ke atas.ke depan.
lurus menghadap
setinggi bahu, jari-jari rapat, lurus menghadap ke depan.
Hitungan 3,7 : Meluruskan kedua lutut, mendorong kedua lengan ke samping
setinggi bahu, jari-jari rapat, lurus menghadap ke depan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 139


1 x 8 hitungan ketiga 14

Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama dengan arah yang berbeda

1 x 8 1hitungan keempat.
x 8 hitungan ketiga
Mengulangi gerakan
Mengulangi 1 x18xhitungan
gerakan 8 hitungankedua.
pertama dengan arah yang berbeda

1 x 8 hitungan keempat.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua.

1 x 8 hitungan kelima
Hitungan 1,5 : Luruskan kedua lengan ke depan sejajar, setinggi bahu, tekuk
lutut kanan, berat badan di atas kaki kanan, telapak tangan
menghadap ke bawah, jari tangan rapat pAndangan ke depan.

140 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


kanan, berat badan di atas kaki kanan, telapak tangan menghadap
ke bawah, jari tangan rapat pAndangan ke depan.
Hitungan 2,6 : Ayunkan kedua lengan lurus ke atas di samping telinga, telapak

Hitungan 2,6 : tangan saling


Ayunkan berhadapan,
kedua jari tangan
lengan lurus rapat
ke atas , tekuk lutut
di samping kiri, telapak
telinga, berat
tangan
badan di saling berhadapan,
atas kaki kiri. jari tangan rapat , tekuk lutut kiri,
berat badan di
Hitungan 3,7 : Rentangkan atas kaki
kedua kiri. setinggi bahu, telapak tangan
lengan
Hitungan 3,7 : menghadap
Rentangkanke bawah,
kedua tekuk
lenganlututsetinggi bahu,
kanan, berat telapak
badan di atas tangan
kaki
menghadap ke bawah, tekuk lutut kanan, berat badan di atas kaki
kanan.
kanan.
Hitungan 4,8 : Kedua lengan turunkan di samping badan (telapak tangan tidak
Hitungan 4,8 : Kedua lengan turunkan di samping badan (telapak tangan tidak
menempel
menempeldidisamping
sampingpaha),
paha),jari
jaritangan rapat.
tangan Tekuk
rapat. Tekuklutut
lututkiri,
kiri,
beratbadan
berat badandidi atas
atas kaki
kaki kiri.
kiri.

3,7 4 8 1 x 8 hitungan keenam


3,7 4 8 1 x 8 hitungan keenam
Hitungan 1,5 : Luruskan kedua lengan ke depan setinggi bahu, jari tangan rapat,
Hitungan 1,5 : Luruskan kedua lengan
telapak tangan ke depan
menghadap setinggi Tekuk
ke bawah. bahu, jari tangan
kedua rapat,
lutut, berat
badan berada
telapak tangan di atas dua kaki,
menghadap pAndangan
ke bawah. Tekukkekedua
depan.lutut, berat
Hitungan 2,6 : badan
Angkat kedua
berada di lengan
atas duake alaspAndangan
kaki, di sampingketelinga,
depan. telapak tangan
berhadapan,
Hitungan 2,6 : Angkat kedua jari tangan
lengan rapat.
ke alas di Luruskan kedua lutut.
samping telinga, telapak tangan
Hitungan 3,7 : berhadapan,
Rentangkanjari
kedua lengan
tangan rapat.keLuruskan
sampingkedua
setinggi bahu, tekuk kedua
lutut.
lutut, telapak tangan menghadap ke bawah, jari tangan rapat.
Hitungan 4 : Rapatkan kedua lengan ke samping badan (tidak menempel),
telapak tangan menghadap ke dalam. Luruskan kedua lutut.
Hitungan 8 : Rapatkan kedua lengan di samping badan, kaki kanan menutup
ke arah kaki kiri (sikap permulaan).

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 141


Hitungan 8 : Rapatkan kedua lengan di samping badan, kaki kanan menutup ke
arah kaki kiri (sikap permulaan).

Gerakan : Peregangan statis


Tujuan : 1. Meregangkan otot lengan, sisi tubuh dan tungkai
2. Meregangkan otot tungkai.
Pelaksanaan : 8 x 8 hitungan (4 kanan - 4 kiri)
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Hitungan 1 – 4 : Memindahkan kaki kanan ke belakang, lutut kiri ditekuk, badan
tegak, angkat kedua lengan ke atas perlahan-lahan di samping
telinga, telapak tangan berhadapan (hitungan 3 sampai di atas).
Hitungan 4 bergerak menempelkan jedua telapak tangan.
Hitungan 5-8 : Kedua telapak tangan menempel lurus di atas kepala, telapak
tangan kanan di atas telapak tangan kiri menghadap ke atas.
Kedua ibu jari saling bersilangan.

142 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Hitungan 5-8 : Kedua telapak tangan menempel lurus di atas kepala, telapak
tangan kanan di atas telapak tangan kiri menghadap ke atas.
Kedua ibu jari saling bersilangan.

1 x 8 hitungan kedua
Hitungan 1 : Langkahkan kaki kanan ke samping kanan selebar bahu, tekuk
kedua lutut sambil memilinkan badan ke arah kanan belakang
(45°), kedua telapak tangan menempel di samping pinggang
kanan, telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan,
pAndangan ke arah diagonal belakang.
Hitungan 2 - 8 : Sikap hitungan 1 dipertahankan

1 x 8 hitungan ketiga
Hitungan 1 : Langkahkan kaki kanan ke belakang kembali lagi, tekuk lutut kiri
segaris dengan ujung jari kaki. Kedua telapak tangan bertumpu
di atas paha bagian tengah. Telapak tangan kiri di atas telapak
tangan kanan, pAndangan mata ke depan bawah.
Hitungan 2 - 8 : Sikap hitungan 1 dipertahankan.

1 x 8 hitungan keempat
Hitungan 1 : Tekuk lutut kaki kanan, memindahkan berat badan ke kaki
belakang, dengan mengangkat tumit membentuk diagonal
kekanan, ujung jari kaki kiri diangkat. Kedua telapak tangan
menempel di atas paha masing-masing, jari tangan rapat,
pAndangan ke ujung jari kaki kiri. Posisi badan menghadap ke
depan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 143


19

Hitungan 2 - 7 : Sikap hitungan 1 dipertahankan.


Hitungan 8 : Kembali ke sikap semula.

1 x 8 hitungan kelima
1 xMengulangi
8 hitungan gerakan
kelima 1 x 8 hitungan pertama ke arah kiri.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama ke arah kiri.

1 x 8 hitungan keenam
1 x Mengulangi
8 hitungan keenam
gerakan 1 x 8 hitungan kedua ke arah kiri.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua ke arah kiri.
1 x 8 hitungan ketujuh
1 x Mengulangi
8 hitungan ketujuh
gerakan 1 x 8 hitungan ketiga, ke arah kiri.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan ketiga, ke arah kiri.
1 x 18 xhitungan
8 hitungan kedelapan
kedelapan
Mengulangi
Mengulangi gerakan
gerakan 1 x18xhitungan
8 hitungankeempat,
keempat,kekearah
arahkiri.
kiri.

144 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Gerakan : Jalan. tepuk tangan. maju mundur
Gerakan
Tujuan : Jalan. tepuk tangan.
: Mempersiapkan maju
sikap mundur
badan untuk melakukan gerakan berikut.
Tujuan : Mempersiapkan
Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan.sikap badan untuk melakukan gerakan berikut.
Pelaksanaan : 2: x18xhitungan.
Teknik gerakan 8 hitungan pertama
Teknik gerakan
Hitungan 1 - 2: :1Jalan
x 8 hitungan
ditempat,pertama
mulai dengan kaki kanan. Hitungan 2 pada waktu
jatuhditempat,
Hitungan 1 - 2 : Jalan kaki kiri teriak
mulai"Ho" (1 kali).
dengan kaki kanan. Hitungan 2 pada waktu
Hitungan 3 - 4 :jatuh
Jalan kaki kiri teriak
ditempat, mulai ”Ho” (1 kali).
dengan kaki kanan. Hitungan 4 pada waktu
Hitungan 3 - 4 : Jalan
jatuhditempat, mulaitangan
kaki kiri tepuk dengan(1kaki
kali).kanan. Hitungan 4 pada waktu
Hitungan 5 - 6 :jatuh
Jalan kaki kiri tepuk
ditempat, mulaitangan
dengan(1 kali).
kaki kanan. Hitungan 6 pada waktu
Hitungan 5 - 6 : Jalan
jatuhditempat,
kaki teriakmulai
"Ho"dengan
(2 kali).kaki kanan. Hitungan 6 pada waktu
jatuh kaki teriak ”Ho” (2 kali).
Hitungan 7 - 8 : Jalan ditempat mulai dengan kaki kanan. Hitungan 8 pada waktu
Hitungan 7 - 8 : Jalan ditempat mulai dengan kaki kanan. Hitungan 8 pada waktu
jatuh kaki kiri tepuk tangan (2 kali).
jatuh kaki kiri tepuk tangan (2 kali).

1 x 8 hitungan kedua
Hitungan 1 – 2 : kedua
1 x 8 hitungan Melangkah maju 4 kali dimulai dengan kaki kanan. Hitungan
Hitungan 1 – 2 :2Melangkah
pada waktu jatuh
maju kaki
4 kali kiri teriak
dimulai dengan “HO” (1 kali),
kaki kanan. kaki, kiri
Hitungan 2
menutup.
pada waktu jatuh kaki kiri teriak “HO” (1 kali), kaki, kiri
Hitungan 3 - 4 : Melangkah mundur 4 kali dimulai dengan kaki kanan. Hitungan
menutup.
4 pada waktu jatuh kaki kiri, tepuk tangan (1 kali), kaki kiri
Hitungan 3 - 4 :menutup.
Melangkah mundur 4 kali dimulai dengan kaki kanan. Hitungan
4 pada waktu jatuh kaki kiri, tepuk tangan (1 kali), kaki kiri
Hitungan 5 – 6 : Melangkah maju 4 kali dimulai dengan kaki kanan, kemudian
hitungan
menutup.6 (kaki kanan dan kiri) teriak ”Ho” (2 kali), kaki kiri
menutup.
Hitungan 7–8 : Melangkah mundur 4 kali dimulai dengan kaki kanan, pada
hitungan 8 (kaki kanan dan kiri), tepuk tangan (2 kali), kaki kiri
menutup.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 145


menutup.

Gerakan : Meluruskan dan menekuk lengan


Gerakan : 1. :Menguatkan
Tujuan Meluruskan dandada,
otot menekuk lenganatau lengan bagian belakang
punggung
Tujuan : 1. Menguatkan otot dada, punggung atau lengan bagian belakang
2. Koordinasi gerakan lengan dengan tungkai, dengan gerakan
frontal dan lateral.
2. Koordinasi gerakan lengan dengan tungkai, dengan gerakan
Pelaksanaan : 2x8 hitungan
frontal x4
dan lateral.
Pelaksanaan
Teknik gerakan : 1: 2x x8 8hitungan
hitunganpertama
x4
Teknik
Hitungan 1,5gerakan : 1 x 8 hitungan
: Melangkah maju,pertama
dimulai dengan kaki kanan, sambil meluruskan
22
Hitungan 1,5 : lengan kiri, maju,
Melangkah lengandimulai
kanan dengan
ditekukkaki
di depan
kanan,dada, langkahkan
sambil meluruskankaki
kiri kembali,
lengan lengan
kiri, lengan kiri ditekuk
kanan kembali
ditekuk di ke depan
depan dada, dada. Telapak
langkahkan kaki
tangan mengepal menghadap ke bawah.
kiri kembali, lengan kiri ditekuk kembali ke depan dada. Telapak
Hitungan 2,6 : Melangkah
Hitungan 2,6 tangan
: Melangkah maju kaki
kaki kanan
majumenghadap sambilmeluruskan
kanankesambil meluruskan lengan
lengan kanan,
kanan,
mengepal bawah.
lengan kiri tetap di depan dada, tutup dengan kaki kiri, lengan
lengan kiri tetap di depan dada, tutup dengan kaki kiri, lengan
kanan ditekuk kembali ke depan dada.
kanan ditekuk kembali ke depan dada.

Hitungan 3,4,7,8 : Kaki kanan melangkah mundur sambil meluruskan kedua


lengan ke depan, kepalan tangan menghadap ke bawah.
146 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Kaki kirti melangkah mundur sambil menekuk kembali,
kedua lengan ke depan dada.
Hitungan 3,4,7,8 : Kaki kanan melangkah mundur sambil meluruskan kedua lengan
Hitungan 3,4,7,8 : Kakikepalan
ke depan, kanan melangkah
tangan mundur sambil ke
menghadap meluruskan
bawah. kedua
Kaki kirti
melangkah mundur sambil menekuk kembali, kedua lengan ke
lengan ke depan, kepalan tangan menghadap ke bawah.
depan dada.
Kaki kirti melangkah mundur sambil menekuk kembali,

Hitungan 8 terakhir :Kedua lengan lurus di


kedua lengan ke samping paha, kepalan tangan menghadap
depan dada.
ke dalam.
Hitungan 8 terakhir :Kedua lengan lurus di samping paha, kepalan tangan
menghadap ke dalam.

1 x 8 hitungan kedua
Hitungan 1 : Kaki kanan melangkah ke samping sambil mengayunkan lengan
kanan dari bawah.. siku membentuk sudut 90 derajat, kepalan
tangan menghadap ke dalam. Lengan kiri di samping badan,
diikuti kaki kiri merapat ke kaki kanan dengan sentuhan pada
bola kaki.
Hitungan 2 : Gerakan sama dengan hitungan 1 ke arah kiri. (Iengan kiri).
Hitungan 3 : Lengan kanan diayun ke depan melalui bawah, siku membentuk
sudut 90 derajat. Kepalan tangan menghadap ke dalam.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 147


Hitungan 3 : Lengan kanan diayun ke depan melalui bawah, siku membentuk
sudut 90 derajat. Kepalan tangan menghadap ke dalam.

Hitungan 4 : Gerakan sama dengan hitungan ketiga (lengan kiri)


Hitungan 4 : Gerakan sama dengan hitungan ketiga (lengan kiri)
Hitungan 5,6 : Kaki kanan melangkah 2x ke samping, kedua lengan buka tutup.
Hitungan 5,6 : Kaki kanan melangkah 2x ke samping, kedua lengan buka tutup.
Hitungan 7,8 : Ke arah kiri.
Hitungan 7,8 : Ke arah kiri.

1 x 81 hitungan ketiga
x 8 hitungan ketiga
Mengulang gerakan
Mengulang hitungan
gerakan 1 x18x pertama.
hitungan 8 pertama.
24

1 x 81 hitungan keempat
x 8 hitungan keempat
Mengulang gerakan
Mengulang hitungan
gerakan 1 x18x kedua
hitungan dan
8 kedua danseterusnya.
seterusnya.
Gerakan : Memanah. mengayun lengan. mengangkat kaki.
Tujuan : 1. Menguatkan otot kaki bagian luar dan dalam.
Gerakan : Memanah.
2. Melatih mengayun lengan.
koordinasi gerak kakimengangkat
dan tangan. kaki.

Tujuan : 1. 3. Melatih otot paha


Menguatkan otot bagian belakang.
kaki bagian luar dan dalam.
2. Melatih koordinasi gerak kaki dan tangan.
3. Melatih otot paha bagian belakang.

Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan x 4.
Teknik gerakan : Hitungan 1 x 8 pertama
Hitungan 1,3 : Meluruskan lengan kanan ke arah kanan atas setinggi kepala,
148 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
lengan kiri di depan dada (gerakan memanah). Kedua tangan
mengepal, kepalan tangan menghadap ke bawah. Bersamaan
Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan x 4.
Teknik gerakan : Hitungan 1 x 8 pertama
Hitungan 1,3 : Meluruskan lengan kanan ke arah kanan atas setinggi kepala,
lengan kiri di depan dada (gerakan memanah). Kedua tangan
mengepal, kepalan tangan menghadap ke bawah. Bersamaan
dengan mendorong kaki kanan ke samping, bertumpu pada tumit.
Ujung jari kaki menghadap ke atas, pAndangan ke arah tangan
yang lurus, kemudian kedua lengan ditekuk di depan dada, kaki
merapat. 25

Hitungan 2,4 : Gerakan sama tapi ke arah kiri. Hitungan 4 terakhir : Kaki kanan
terbuka, kedua lengan dibuka ke samping setinggi bahu, jari
tangan rapat, telapak tangan menghadap ke bawah.
Hitungan 5,76,8 : :Angkat
Hitungan Angkatkaki
kakikanan
kiri keke arah
arah dalam,
dalam, tangan
tangan kirimenyentuh
kanan menyentuh Kaki,
bola
tangan kanan tetap di samping.
kaki. Hitungan 8 terakhir : kedua kaki rapat, kedua tangan
Hitungan 6,8 : Angkat kaki kiri ke arah dalam, tangan kanan menyentuh bola
lurus di samping badan, kepalan tangan menghadap ke
kaki. Hitungan 8 terakhir : kedua kaki rapat, kedua tangan lurus
belakang.badan, kepalan tangan menghadap ke belakang.
di samping

Hitungan 1 x 8 kedua
Hitungan 1,3 : Mengayun kedua lengan ke depan, kepalan tangan menghadap ke
Hitungan 1 x 8 kedua
bawah sambil mendorong tumit ke depan dimulai dengan kaki
kanan, tumit
Hitungan 1,3 : Mengayun menempel
kedua lengan kedidepan,
lantai.kepalan tangan menghadap ke
Hitungan 2,4 : bawah
Gerakansambil
samamendorong tumit 1,3
dengan hitungan ke depan dimulai
(kaki kiri) dengan
Hitungan kaki
4 terakhir,
keduatumit
kanan, kakimenempel
rapat, dengan kedua kepalan tangan di samping
di lantai.
pinggang menghadap ke atas.
Hitungan 2,4 : Gerakan sama dengan hitungan 1,3 (kaki kiri)
Hitungan 5,7 : Hitungan
Lutut kanan diangkat,
4 terakhir, lengan
kedua kakikiri diluruskan
rapat, ke ataskepalan
dengan kedua samping
telinga, jari tangan rapat menghadap ke dalam, kepalan tangan
tangan di samping pinggang menghadap ke atas.
kanan di samping pinggang menghadap kepala.
Hitungan 5,7: Lutut kanan diangkat, lengan kiri diluruskan ke atas samping
telinga, jari tangan rapat menghadap ke dalam, kepalan tangan
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 149
kanan di samping pinggang menghadap kepala.
Hitungan 6,8 : Gerakan sama dengan hitungan 5,7 dilakukan dengan kaki kiri dan
Hitungan 6,8 : Gerakan sama dengan hitungan 5,7 dilakukan dengan kaki kiri
dan lengan kanan. Hitungan 8 terakhir, kedua kepalan telapak
tangan merapat di samping pinggang, kedua kaki rapat.
26

1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi 1 x 8 hitungan pertama.

1 x 8 hitungan keempat
1 x 8 hitungan keempat
Mengulangi 1 x 8 hitungan, kedua.
Mengulangi 1 x 8 hitungan, kedua.

Gerakan : Meluruskan dan menarik lengan.


Gerakan : Meluruskan dan menarik lengan.
Tujuan : 1. Menguatkan otot paha bagian belakang.
Tujuan : 1. Menguatkan otot paha bagian belakang.
2. Melatih koordinasi langkah kaki dan tangan dengan menggunakan
2. Melatih koordinasi langkah kaki dan tangan dengan
arah.
menggunakan arah.
Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan x 4.
Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan x 4.
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Hitungan 1,3 : Meluruskan kedua lengan ke atas, telapak tangan menghadap ke
Hitungan 1,3 : Meluruskan kedua lengan ke atas, telapak tangan menghadap ke
depan, jari tangan rapat, sambil kaki kanan dibuka selebar bahu,
kaki kiri ditekuk
depan, ke belakang
jari tangan ke arah
rapat, sambil bokong
kaki berlawanan,
kanan sambil
dibuka selebar
kedua lengan ditarik ke samping pinggang,
bahu, kaki kiri ditekuk ke belakang ke arah bokongkepalan tangan
menghadap ke atas.
berlawanan, sambil kedua lengan ditarik ke samping pinggang,
Hitungan 2,4 : Gerakan sama dengan hitungan 1 ke arah kiri, kaki kanan yang
kepalan tangan menghadap ke atas.
ditekuk ke belakang.
Hitungan 2,4 : Gerakan sama dengan hitungan 1 ke arah kiri, kaki kanan yang
Hitungan 5,6 : Gerakan sama dengan hitungan 1, lakukan 2 x dengan kaki yang
ditekuk ke belakang.
sama.
Hitungan 5,6 : Gerakan sama dengan hitungan 1, lakukan 2 x dengan kaki yang
sama.Jasmani dan Kesehatan
Konsep Dasar Pendidikan
150
Hitungan 7,8 : Gerakan sama dengan hitungan 2, lakukan 2 x dengan kaki yang
sama.
27
Hitungan 7,8 : Gerakan sama dengan hitungan 2, lakukan 2 x dengan kaki yang
sama.

Hitungan 8 terakhir,
Hitungan kedua
8 terakhir, tangan
kedua mengepal
tangan ke dalam,
mengepal silangsilang
ke dalam, di depan badanbadan
di depan tangan
kanan di depan tangan kiri.
tangan kanan di depan tangan kiri.

1 X 8 hitungan kedua
Hitungan1,5 : Melangkah maju serong kanan sambiI mengangkat kedua lengan
1 X 8 hitungan kedua
agak ditekuk, kaki kiri diangkat hampir menyentuh betis kaki
kanan sambiI
Hitungan1,5 : Melangkah kedua
maju tangan
serong kananbertepuk di depan dada.
sambiI mengangkat kedua lengan
Hitungan 2,6 : agak
Lakukan gerakan
ditekuk, kakiyang
kiri sama dengan
diangkat hitungan
hampir 1, arahnya
menyentuh betiskekaki
kiri.
Hitungan 3,7 : kanan
Langkahkan kaki kanan
sambiI kedua tangan ke arah serong
bertepuk di depankanan,
dada. gerakan sama
dengangerakan
Hitungan 2,6 : Lakukan hitungan 1. sama dengan hitungan 1, arahnya ke kiri. ,
yang
Hitungan 4,8
Hitungan 3,7 :: Langkahkan
Langkahkankaki
kakikanan
kiri keke
arah serong
arah kiri,kanan,
serong gerakan sama dengan
gerakan sama
gerakan hitungan
dengan hitungan 1. 2.
Hitungan 8 terakhir
Hitungan : Kaki kiri kembali
4,8: Langkahkan kaki kirimenyentuh lantaikiri,
ke arah serong sambil kedua
gerakan lengan
sama lurus
dengan
ke atas. Kaki kiri kembali ditekuk ke belakang ke arah bokong
gerakan hitungan 2.
berlawanan sambil kedua lengan ditarik ke samping pinggang,
kepalan
Hitungan 8 terakhir tangan
: Kaki kiri menghadap ke atas. lantai sambil kedua lengan
kembali menyentuh
lurus ,ke atas. Kaki kiri kembali ditekuk ke belakang ke
arah bokong berlawanan sambil kedua lengan ditarik ke
samping pinggang, kepalan tangan menghadap ke atas.

1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 151
1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.
1 x 8 hitungan keempat
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua dan seterusnya.
Gerakan : Koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Tujuan : 1. Menguatkan otot sisi tubuh, perut, pinggul dan paha belakang.
2. Melatih koordinasi gerak kaki dan tangan.
Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan x 4.
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Hitungan 1,2 : Langkahkan kaki kanan, diikuti dengan kaki kiri silang di
belakang, sambil mengayunkan kedua lengan dari arah ke atas
kepala, kepalan tangan menghadap ke depan. Setelah hitungan
2, kaki kiri diangkat mengarah ke bokong, kedua lengan diayun
kembali ke arah perut.
Hitungan 3,4 : Gerakan sama dengan hitungan 1,2, arah sebaliknya.
Hitungan 5,6 : Gerakan sama dengan hitungan 1,2.
Hitungan 7,8 : Gerakan sama dengan hitungan 3,4. Setelah hitungan 8 terakhir
kedua lengan mengepal di samping pinggang menghadap ke
atas
1 x 8 hitungan kedua .
Hitungan 1 : Tangan kanan didorong ke arah serong kiri setinggi bahu, telapak
tangan menghadap ke dalam, jari tangan rapat. PAndangan
ke.ujung jari tangan, kaki kanan dorong ke samping kanan, sambil
menarik tangan kanan ke pinggang, kepalan menghadap ke atas
sambil mengangkat lutut kanan serong kiri, mata kaki mendekati
betis kaki kiri.
Hitungan 2 : Gerakan sama dengan hitungan 1. Setelah hitungan 2, kaki kanan
menutup, tangan ngepal di samping pinggang, badan menghadap
ke depan..
Hitungan 3,4 : Gerakan berganti arah (arah kiri).
Hitungan 5,6 : Gerakan sama dengan hitungan 1,2.
Gerakan 7,8 : Gerakan sama dengan hitungan 3,4.

152 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


28

1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.

1 x 8 hitungan keempat
1 x 8 hitungan keempat .
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua dan seterusnya.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua dan seterusnya.

30

Gerakan : Koordinasi gerakan tangan dan kaki.


Tujuan : 1. Menguatkan otot sisi tubuh, perut, pinggul dan paha belakang.
2. Melatih koordinasi gerak kaki dan tangan.
Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan x 4.
Teknik gerakan: 1 x 8 hitungan pertama
Hitungan 1,2 : Langkahkan kaki kanan, diikuti dengan kaki kiri silang di
belakang, sambil mengayunkan kedua lengan dari arah ke atas
kepala, kepalan tangan menghadap ke depan. Setelah hitungan
2, kaki kiri diangkat mengarah ke bokong, kedua lengan diayun
Gerakan
Gerakan : : Mambo
Mambo (cha-cha),
(cha-cha),
kembali ke arah perut.
Tujuan
Tujuan : Melatih
: Melatih koordinasi
koordinasi kaki
kaki dan dandengan
tangan tangangerakan-gerakan
dengan gerakan-gerakan
yang
Hitungan 3,4 : Gerakan sama dengan hitungan 1,2, arah sebaliknya.
yang
ringan.
ringan.
Hitungan 5,6 : Gerakan sama dengan hitungan 1,2.
Pelaksanaan
Pelaksanaan : : 2 x2 8x hitungan
8 hitungan x 4.x 4.
Hitungan 7,8: Gerakan sama dengan hitungan 3,4. Setelah hitungan 8 terakhir
Teknik gerakan
Teknik gerakan: : 11 xx 88 hitungan pertama
hitungan pertama
kedua lengan mengepal di samping pinggang menghadap ke atas
Hitungan 1,3 1,3
Hitungan : : Melangkahkan
Melangkahkan kaki
kaki kanan,
kanan, serong
serong kanankanan
sambilsambil meluruskan
meluruskan
lengankanan
lengan kanan atas
atas serong,
serong, telapak
telapak tangan
tangan terbuka
terbuka menghadap
menghadap ke ke
dalam,jari
dalam, jaritangan
tangan rapat
rapat diikuti
diikuti melangkahkan
melangkahkan kaki
kaki kiri kiri serong
serong
kiri,. tangan kiri sarna dengan tangan kanan, pAndangan ke
kiri,. tangan kiri sarna dengan tangan kanan, pAndangan ke
depan.
depan.
Hitungan 2,4 : Kaki kanan kembali ke tempat semula (mundur), sambi! tangan,
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 153
kanan kembali tekuk ke depan dada. Telapak tangan menghadap
ke dalam jari tangan rapat diikuti kaki dan tangan kiri dengan
Hitungan 2,4 : Kaki kanan kembali ke tempat semula (mundur), sambi! tangan,
kanan kembali tekuk ke depan dada. Telapak tangan menghadap 31

ke dalam jari tangan rapat diikuti kaki dan tangan kiri dengan
gerakan yang sama.

Hitungan 5,7 : 5,7


Hitungan Langkahkan
: Langkahkankakikakikanan
kanankedepan
kedepansambil
sambilmendorong
mendorongkedua
kedualengan
lengan
ke
kedepan,
depan,kepalan
kepalantangan
tangan menghadap
menghadap ke ke bawah
bawah serta
serta kaki
kaki kiri
kiri
diangkat sedikit, kedua tangan ditarik kembali ke depan dada
diangkat sedikit, kedua tangan ditarik kembali ke depan dada dan
dan kaki kiri diletakkan kembali,
kaki kiri diletakkan kembali,
Hitungan 6,8 : Kedua lengan mendorong ke bawah dan menarik kembali ke
Hitungan 6,8 :depan
Keduadada,
lengan mendorong
melangkah ke kanan
kaki bawah ke
danbelakang,
menarik kembali ke depan
sambil kaki kiri
diangkat dan diletakkan
dada, melangkah kembali
kaki kanan pada bola
ke belakang, kaki. kaki kiri diangkat
sambil
1 x 8 hitungan kedua dan diletakkan kembali pada bola kaki.
Gerakan sama dengan 1 x 8 hitungan pertama (arah kiri).
1 x 8 hitungan kedua
Gerakanketiga
1 x 8 hitungan sama dengan 1 x 8 hitungan pertama (arah kiri).

Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.


1 x 8 hitungan ketiga
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.
1 x 8 hitungan keempat.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua
1 x 8 hitungan keempat.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua

154 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


32

Gerakan : Peregangan dinamis


Gerakan : Peregangan dinamis
Tujuan : 1. Melenturkan dan meregangkan otot-otot lengan bahu, sisi tubuh,
Tujuan : 1. Melenturkan dan meregangkan otot-otot lengan bahu, sisi
pinggang, tungkai kaki.
tubuh, pinggang, tungkai kaki.
2. Meregangkan otot tangan, pinggang atas, paha depan dan
2. Meregangkan otot tangan, pinggang atas, paha depan dan
belakang serta betis.
belakang serta betis.
Pelaksanaan : 8 x 8 hitungan.
Pelaksanaan : 8 x 8 hitungan.
Teknik gerakan : 1 x 8 gerakan pertama
Teknik gerakan : 1 x 8 gerakan pertama
Hitungan 1 : Kaki kanan buka selebar bahu, lutut tekuk segaris ujung jari kaki,
Hitungan 1 tangan : Kaki kanan
kanan ke buka selebar
samping bahu,bahu,
setinggi lutut tangan
tekuk segaris ujung jari
kiri menekuk di
depan dada, telapak tangan menghadap ke bawah, jari tangan
kaki, tangan kanan ke samping setinggi bahu, tangan kiri
rapat.menekuk
PAndangan di ke depan.
depan dada, telapak tangan menghadap ke
Hitungan 2 : Tangan kiri ayun
bawah, ke arahrapat.
jari tangan kiri, PAndangan
lewat bawahketangan
depan.kanan tekuk
33 di
depan dada, tangan menghadap ke bawah, lutut kiri tekuk segaris
Hitungan 2 : Tangan kiri ayun ke arah kiri, lewat bawah tangan kanan tekuk
ujung jari kanan.
di depan dada, tangan menghadap ke bawah, lutut kiri tekuk
Hitungan 3,5,7 : Gerakan sama dengan hitungan 1.
segaris ujung jari kanan.
Hitungan 4,6,8 : Gerakan sama dengan hitungan 2.
Hitungan 3,5,7 : Gerakan sama dengan hitungan 1.
Hitungan 4,6,8 : Gerakan sama dengan hitungan 2.

Hitungan 1 x 8 kedua Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 155


Hitungan1 -3 : Lutut kanan ditekuk segaris dengan ujung jari kaki, kaki kiri lurus
Hitungan 1 x 8 kedua
Hitungan1 -3 : Lutut kanan ditekuk segaris dengan ujung jari kaki, kaki kiri lurus
sambil tangan kiri diayunkan ke alas lewat samping (sampai
hitungan 1), di samping telinga, jari rapat menghadap ke dalam,
tangan kanan diletakkan di atas paha kanan. Tahan itungan 2 -
3.
Hitungan 4 : Tangan kiri dibuka lewat samping menuju samping badan sambil
meluruskan kedua kaki, telapak tangan menghadap ke dalam.
Hitungan 5 –7 : Gerakan sama dengan gerakan hitungan 1, arah berlawanan
(kiri)
Hitungan 8 : Gerakan sama dengan hitungan 4.

Hitungan 1 x 8 ketiga
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama.
34

Hitungan 1 x 8 keempat
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kedua.

Hitungan 1 x 8 kelima
Hitungan 1 x 8 kelima
Hitungan 1,3,5,7
Hitungan : Posisi
1,3,5,7 kakikaki
: Posisi terbuka, berat
terbuka, beratbadan
badandidiatas
atas kaki kanan, tangan
kaki kanan, tangankiri
kiri
mendorong serong setinggi bahu, ujung jari menghadap ke bawah
mendorong serong setinggi bahu, ujung jari menghadap ke
telapak tangan kanan diletakkan di atas paha kanan bagian
tengah, jari-jari
bawah rapat.
telapak tangan kanan diletakkan di atas paha kanan
bagian tengah, jari-jari rapat.
156 Konsep Dasar2,4,6,8
Hitungan Pendidikan Jasmani sama
: Gerakan dan Kesehatan
dengan hitungan 1 (arah kiri).
Hitungan 1 x 8 kelima
Hitungan 1,3,5,7 : Posisi kaki terbuka, berat badan di atas kaki kanan, tangan kiri
mendorong serong setinggi bahu, ujung jari menghadap ke
bawah telapak tangan kanan diletakkan di atas paha kanan
Hitungan 2,4,6,8 : Gerakan sama dengan hitungan 1 (arah kiri).
bagian tengah, jari-jari rapat.
Hitungan 2,4,6,8 : Gerakan sama dengan hitungan 1 (arah kiri).

Hitungan 1 x 8 keenam
Hitungan 1–3 : Ayunkan lengan kiri serong kanan setinggi bahu, jari-jari rapat
menghadap ke bawah, pAndangan ke arah ujung jari. Lutut
kanan ditekuk segaris ujung jari kaki (sampai hitungan 1). Tahan
hitungan 2 -3.
Hitungan 4 : Turunkan tangan kiri ke samping badan, tangan di samping
badan, sambiI kedua kaki lurus.
Hitungan 5 -7 : Gerakan sama dengan gerakan hitungan 1 arah berlawanan
Hitungan 8 : Gerakan sama dengan hitungan 4.

Hitungan 1 x 8 ketujuh
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan kelima.

Hitungan 1 x 8 kedelapan
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan keenam.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 157


Hitungan 1 x 8 kedelapan
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan keenam.

36

Gerakan
Gerakan : Peregangan dinamis
: Peregangan dinamis
Tujuan
Tujuan : Meregangkan
: Meregangkanotot
ototlengan,
lengan,leher,
leher, sisi
sisi tubuh dantungkai.
tubuh dan tungkai.
Pelaksanaan
Pelaksanaan : 2: 2x x8 8hitungan.
hitungan.
Teknik gerakan
Teknik : 11x x8 8hitungan
gerakan: hitunganpertama
pertama
Hitungan
Hitungan 1,2,3:
1,2,3 : Tangan
Tangan kanan
kanandiangkat
diangkat perlahan-lahan melalui
perlahan-lahan samping
melalui ke atas ke
samping
atas kepala
kepala sampaisampai ujung
ujung jari jari menyentuh
menyentuh bagian
bagian kepala di kepala di atas
atas telinga.
Hitungan 4 : telinga.
Lanjutkan gerakan hitungan 1,2,3 kemudian memiringkan kepala
Hitungan 4 : kekanan
Lanjutkan gerakan
sesuai hitungan 1,2,3 kemudian memiringkan kepala
kemampuan.
kekanan sesuai kemampuan.
Hitungan 5,6 : Posisi dipertahankan.
Hitungan 5,6 : Posisi dipertahankan.
Hitungan 7,8 : Tangan kanan diluruskan ke atas dan dikembalikan ke samping
Hitungan 7,8 : Tangan kanan diluruskan ke atas dan dikembalikan ke samping
badan
badan

158 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


37

1 x 8 hitungan kedua
1 x 8 hitungan kedua
Gerakan yang sama dilakukan dengan tangan kiri (arah bagian kiri).
Gerakan yang sama dilakukan dengan tangan kiri (arah bagian kiri).
Pada akhir hitungan 8, kedua kaki rapat
Pada akhir hitungan 8, kedua kaki rapat

Gerakan : peregangan statis


Gerakan : peregangan statis
Tujuan : 1. Meregangkan otot lengan, sisi tubuh dan tungkai.
Tujuan : 1. Meregangkan otot lengan, sisi tubuh dan tungkai.
2. Meregangkan otot tungkai.
2. Meregangkan otot tungkai.
Pelaksanaan : 8 x 8 hitungan (4 kanan - 4 kiri).
Pelaksanaan : 8: x18xhitungan
Teknikgerakan 8 hitungan(4pertama
kanan - 4 kiri).
Teknikgerakan
Hitungan 1 - 4: 1: Memindahkan
x 8 hitungan pertama
kaki kanan ke belakang, lutut kiri ditekuk, badan
Hitungan 1 - 4 : Memindahkan
tegak, angkat kaki
keduakanan ke ke
lengan belakang, lutut kiri ditekuk,
atas perlahan-lahan badan
di samping
tegak, angkat kedua lengan ke atas perlahan-lahan di samping
telinga, telapak tangan berhadapan (hitungan 3 sampai di atas).
telinga, telapak tangan berhadapan (hitungan 3 sampai di atas).
Hitungan4 4bergerak
Hitungan bergerakmenempelkan
menempelkan kedua
kedua telapak
telapaktangan.
tangan.
Hitungan
Hitungan 5 – 85 – : 8 Kedua
: Keduatelapak
telapaktangan
tangan menempel
menempel lurus
lurus di
di atas
ataskepala,
kepala,telapak
telapak
tangan
tangankanan
kanandidi atas
atas telapak tangan kiri
telapak tangan kiri menghadap
menghadapkekeatas.
atas.
Kedua
Keduaibu
ibujari
jarisaling
salingbersilangan.
bersilangan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 159


38

1 x 8 hitungan kedua
Hitungan 1 : kedua
1 x 8 hitungan Langkahkan kaki kanan ke samping kanan selebar bahu, tekuk
kedua lutut, sambiI memilinkan badan ke arah kanan belakang
Hitungan 1 :Langkahkan kaki kanan ke samping kanan selebar bahu, tekuk
(45°), kedua telapak tangan menempel di samping pinggang
kedua
kanan,lutut, sambiItangan
telapak memilinkan badan
kiri di ataske telapak
arah kanan belakang
tangan kanan,
pAndangan
(45°), ke arah
kedua telapak diagonal
tangan belakang.
menempel di samping pinggang kanan,
Hitungan 2 - :telapak
Sikap tangan
hitungan
kiri1 dipertahankan.
di atas telapak tangan kanan, pAndangan ke
arah diagonal belakang.
1 x 8Hitungan
hitungan2 ketiga
- : Sikap hitungan 1 dipertahankan.

Hitungan 1 : Langkahkan kaki kanan ke belakang kembali lurus, tekuk lutut


kiri segaris dengan ujung kaki. Kedua telapak tangan bertumpu
1 x 8 hitungan ketiga
di atas paha kiri bagian tengah. Telapak tangan kiri di atas telapak
Hitungan 1 : Langkahkan kaki kanan ke belakang kembali lurus, tekuk lutut kiri
tangan kanan, pAndangan mata ke depan bawah.
segaris dengan ujung kaki. Kedua telapak tangan bertumpu di atas
Hitungan 2-7 : Sikap hitungan 1 dipertahankan.
paha kiri bagian tengah. Telapak tangan kiri di atas telapak tangan
Hitungan 8 : Kembali ke sikap semula
kanan, pAndangan mata ke depan bawah.
Hitungan 2-7 : Sikap hitungan 1 dipertahankan.
1 x 8Hitungan
hitungan8kelima
: Kembali ke sikap semula
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan pertama ke arah kiri.

1 x 8 hitungan kelima
1 x 8Mengulangi
hitungan keenam
gerakan 1 x 8 hitungan pertama ke arah kiri.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hirungan kedua ke arah kiri.

160 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1 x 8 hitungan keenam
Mengulangi gerakan 1 x 8 hirungan kedua ke arah kiri.

1 x 8 hitungan ketujuh
1 x 8 hitungan ketujuh
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan ketiga, ke arah kiri.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan ketiga, ke arah kiri.

1 x 8 hitungan kedelapan
1 x 8 hitungan kedelapan
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan keempat, ke arah kiri.
Mengulangi gerakan 1 x 8 hitungan keempat, ke arah kiri.

Gerakan :Relaksasi
Gerakan : Relaksasi
Tujua : Mengembalikan kondisi tubuh seperti semula.
Tujuan : Mengembalikan kondisi tubuh seperti semula.
Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan
Pelaksanaan : 2 x 8 hitungan
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Teknik gerakan : 1 x 8 hitungan pertama
Hitungan 1,2,3 : Kedua lengan diayun ke depan lurus setinggi bahu secara
Hitungan 1,2,3 : Kedua lengan diayun ke depan lurus setinggi bahu secara
bergantian (melenggang) dimulai dengan tangan kanan. Kaki
bergantian (melenggang) dimulai dengan tangan kanan. Kaki
rapat, kedua
rapat, kedualutut
lututmengeper,
mengeper,pAndangan
pAndangan ke
ke depan.
depan.
Hitungan
Hitungan 4 4 : Kedua
: Kedua lengan
lengan luruskekedepan
lurus depansetinggi
setinggibahu.
bahu.
Hitungan
Hitungan 5,6,7,8
5,6,7,8 : Kedua
: Kedua lenganmembuat
lengan membuat lingkaran
lingkaran melalui
melalui bawah
bawahkekeatas di di
atas
samping
sampingbadan.
badan.Pada
Padasaat
saat di bawahtapak
di bawah tapaktangan
tangan menghadap
menghadap
ke ke
depan,
depan,pada saatsaat
pada di atas tapak
di atas tangan
tapak menghadap
tangan ke dalam.
menghadap ke
Kemudian kedua lengan turun di samping badan pada hitungan
8

1 x 8 hitungan kedua
Lakukan gerakan yang sama, dimulai dengan tangan kiri yang diayun .

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 161


1 x 8 hitungan kedua
Lakukan gerakan yang sama, dimulai dengan tangan kiri yang diayun .

LATIHAN

Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar 2 modul ini, maka
kerjakanlah latihan ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan
petunjuk pembahasan yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam
pembahasannya dapat dilakukan secara individu atau kelompok belajar.
Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini secara jelas dan tepat pada lembar tugas
yang Anda miliki!
1. Jelaskan tahapan dalam memberikan pembelajaran senam kebugaran jasmani pada
siswa dan berikan contohnya!
2. Jelaskan perbedaan beberapa jenis senam kebugaran jasmani yang sudah Anda
pahami dari modul ini maupun sumber lainnya!
3. Jelaskan manfaat dari gerakan senam kebugaran jasmani bagi aktivitas anak sehari-
hari dalam menopang kegiatannya!
4. Jelaskan keutamaan dari gerakan senam kebugaran jasmani bagi peningkatan
kemampuan peserta didik?
5. Buatkan Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan pembelajaran
senam kebugaran jasmani sebagai pokok bahasannya!

RANGKUMAN
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai pembelajaran
senam dalam pembelajaran pendidikan jasmani di MI sebagai berikut:
a. Pembelajaran senam kebugaran jasmani umumnya digunakan untuk melatih fisik
agar sehat dan bugar. Dengan berbagai bentuk gerakan sederhana dan ditata dengan
dukungan musik yang apik dapat melahirkan gerakan-gerakan senam yang indah dan
menyehatkan bagi setiap pelakunya termasuk anak didik.

162 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


b. Penggunakan kedua materi pokok senam ketangkasan dan senam kebugaran jasmani
ini menjadi upaya guru agar PBM tersebut berjalan sesuai dengan harapan dan
tercapainya tujuan pendidikan.
c. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian hasil belajar, evaluasi menjadi instrument
penting dalam mencari tahu tingkat kemampuan peserta didik dan upaya perbaikan
agar sasaran pembelajaran minimal dapat dicapai di dalam pembelajaran senam.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 163


TES FORMATIF

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban
A, B, C, atau D yang paling tepat, tuangkan pada lembar tugas yang Anda miliki!

1. Untuk mengukur keberhasilan peserta didik dalam senam kebugaran jasmani, maka
guru dapat melakukan pengukuran melalui:
A. Tes senam C. Tes skill
B. Tes fisik D. Tes kesegaran

2. Komponen senam kebugaran jasmani yang dapat diajarkan kepada peserta didik
adalah:
A. SKJ C. SPI
B. SAB D. Semua benar

3. Pembelajaran senam kebugaran jasmani dimaksudkan untuk melatih anak agar


memiliki:
A. Sikap positif C. Sikap disiplin
B. Sikap jujur D. Sikap sosial

4. Tujuan pembelajaran senam bagi peserta didik pada tingkat MI lebih difokuskan
pada:
A. Kebugaran jasmani C. Fundamental motor skills
B. Multilateral movement D. Semua benar

5. Tujuan evaluasi dalam pembelajaran senam pada peserta didik tingkat MI adalah:
A. Ingin tahu C. Membuat keputusan
B Menentukan program D. Mengetahui tingkat keterampilan

164 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


UMPAN BALIK

Cocokanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di
bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi KB ini.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat meneruskan
dengan kegiatan belajar, Bagus! Akan tetapi apabila tingkat penguasaan Anda masih
di bawah 80%, maka Anda harus mengulang KB 2 terutama bagian yang belum Anda
kuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. B
2. D
3. A
4. B
5. C

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 165


166 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN

5
PERMAINAN MODEREN

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 167


168 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN
PERMAINAN MODEREN

Pendahuluan
Permainan bola besar termasuk didalam kurikulum Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang
bertujuan agar anak memiliki keterampilan dalam permainan seperti cabang olahraga
bola voli, sepak bola dan basket. Di sekolah MI, keterampilan ini sangat diperlukan
terutama dalam mengembangkan aspek kompetisi dan sikap-sikap positif lainnya yang
diperlukan dalam kehidupan sosialnya.
Permainan bola voli, sepak bola dan bola basket dimasukan kedalam permainan bola
besar, karena media yang digunakannya adalah bola yang berukuran besar. Untuk itu maka
anak di tingkat MI sangat memerlukan keterampilan ini. Pembinaan dan pengembangan
potensi anak melalui kegiatan bermain ini dapat diupayakan menjadi lebih bersikap jujur
dan sportif.
Anak kedudukannya sebagai tunas bangsa dan penerus cita-cita perjuangan
bangsa perlu mendapatkan posisi dan fungsi strategis dalam pembangunan. Terutama
pembangunan pendidikan yang menjadi bagian integral dalam pembangunan suatu
bangsa dan kunci pembangunan potensi anak yang seyogiannya dilaksanakan dalam
keluarga, sekolah, dan masyarakat. .
Anak sedang berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan
perhatian khusus. Anak pada usia sekolah mempunyai potensi yang sangat besar untuk
mengoptimalkan segala aspek perkembangannya, termasuk perkembangan dalam unsur
olahraga permainan. Keterampilan gerak anak yang diperoleh melalui kegiatan olahaga
permainan ini akan dapat mendorong dalam perkembangan dan kematangan kontrol
gerak.
Secara umum modul 5 ini ingin menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan permainan
moderen yang selama ini sudah berkembang secara populer dalam masyarakat. Beberapa
cabang olahraga moderen yang sangat disukai masyarakat adalah sebagai berikut: (1)
permainan bola voli, (2) permainan bola basket, dan (3) permainan sepak bola. Setelah
dengan seksama Anda mempelajari, menyimak dan menganalisis modul ini, secara khusus
Anda diharapkan dapat:
1. Menerapkan permainan bola voli dalam pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 169


MI.
2. Menerapkan permainan bola basket dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada
anak MI.
3. Menerapkan permainan sepak bola dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada
anak MI.

Oleh karena itu, dalam upaya membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini
diorganisasikan menjadi tiga Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:
KB 1: Permainan bola voli
KB 2: Permainan bola basket
KB 3: Sepak bola

Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus
yang Anda miliki.
3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumberu-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

170 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1

Permainan Bola Voli

A. Permainan Bola voli


Permainan bola voli adalah memainkan bola oleh seluruh anggota tubuh mulai
dari kaki hingga kepala dan bola dimainkan tanpa memantul terlebih dahulu ke dasar
lapangan. Untuk anak usia Madrasah Ibtidaiyah dapat menggunakan permainan bola voli
mini dengan bola yang terbuat dari bahan yang tidak menjadikan anak takut memegang
bola karena takut sakit. Guru mengajarkannya dari keterampilan termudah hingga yang
kompleks. Berikan kebebasan kepada anak untuk merasakan pantulan bola dengan
lengannya. Beberapa keterampilan dasar sebagai bentuk penguasaan gerak yang dapat
diajarkan kepada anak MI yakni kemampuan mendasar dan mudah untuk dilakukan oleh
siapa saja termasuk anak MI adalah sebagai berikut:
1. Passing bawah
2. Passing atas
3. Service
4. Smash

Cara mengajarkannya dapat menggunakan pendekatan taktis dimana anak


mengharuskan bergerak lebih banyak sambil berpikir untuk memberikan bola kepada
temannya. Guru dapat memberikan contoh, instruksi, dan koreksi.

B. Pengembangan Teknik Permainan Bola Voli


Pembelajaran permainan di MI dapat dimanfaatkan sebagai pembekalan pentingnya
aktivitas fisik untuk meningkatkan kondisi sehat, kebugaran fisik, hubungan sosial,
pengendalian emosi, dan moral. Untuk itu, guru perlu memahami konsep dasar dan strategi
pembelajarannya. Permainan atau bermain merupakan fenomena masyarakat, dari mulai

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 171


kanak-kanak hingga orang tua. Bagi anak-anak bermain menjadi suatu kebutuhan utama
dan terkadang mereka lupa waktu. Dalam bermain dilakukannya secara sungguh-sungguh
dan tidak ada paksaan. Oleh karena itu, maka permainan perlu ditentukan aturannya agar
berjalan tertib dan teratur.
Mengapa permainan harus dipahami oleh para guru pendidikan jasmani? Jawabannya,
karena permainan telah lama disenangi dan mempengaruhi kepribadian serta kehidupan
manusia. Dalam konteks pendidikan MI, permainan telah mampu membuat siswa lebih
cepat, cermat, dan cerdas dalam bertindak dan berpikir dan yang lebih esensial tentunya
adalah kepuasan dan kesenangan yang menjadi pendorong siswa untuk mau belajar
sungguh dalam suasana menyenangkan tersebut.

C. Sistematika Pembelajaran Permainan Bola Voli


Dalam sistematika pembelajaran permainan di MI, guru harus menyusunnya dari
mulai materi termudah menuju yang kompleks. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran
mudah diserap oleh siswa. Karena karakteristik siswa itu sangat heterogen, maka
pembelajaran permainan yang mampu menyesuaikan dengan kemampuan anak akan
sangat cepat diserap dan dikuasai dibandingkan yang tidak sesuai dengan tingkat
kemampuan anak. Mungkin materi itu terlalu mudah atau mungkin juga terlalu sukar.
Maka dari itu memahami kondisi awal anak sangat diperlukan dalam setiap pembelajaran.
Permainan bola voli merupakan materi permainan yang umum diberikan dan mudah
untuk dilaksanakan dalam situasi dan kondisi apapun.

1. Latihan Pasing Bawah (Underhand Pass)


a. Latihan pasing bawah ke dinding dan lantai
1) Pukul bola ke dinding tembok, kemudian terima hasil pantulan dari tembok
dengan pas bawah.
2) Pasing bawah dipantulkan ke dinding tembok secara berulang-ulang, sampai
dirasakan cukup.
3) Pasing bawah dengan bola memantul ke lantai terlebih dahulu, lakukan secara
berulang-ulang sampai dirasakan cukup.
4) Pasing bawah dengan bola dipantulkan ke depan di lantai, kemudian pasing
kembali, setelah itu pukul bola ke dinding tembok. Lakukan secara berulang-
ulang sampai dirasakan cukup.

172 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Gambar 1
Latihan pasing bawah ke dinding dan lantai
Gambar 1
b. Latihan pasingLatihan
bawah dari sikap
pasing duduk
bawah ke dan lemparan
dinding teman, ke dinding
dan lantai
1) Pasing bawah ke dinding tembok
2) Pasing bawah dengan bola dipantulkan ke lantai terlebih dahulu. Bola di
pasing
b. Latihan mengarah
pasing bawahkedari
kotak sasaran
sikap yang
duduk digambar
dan di dinding
lemparan teman,tembok
ke dinding
3) Pasing bawah dengan sikap duduk pada bangku (tinggi 40 cm) terlebih dahulu.
1) Pasing bawah ke dinding tembok
Bola dilempar oleh teman latihan.
2) Pasing bawah dengan bola dipantulkan ke lantai terlebih dahulu. Bola di
pasing mengarah ke kotak sasaran yang digambar di dinding tembok
3) Pasing bawah dengan sikap duduk pada bangku (tinggi 40 cm) terlebih dahulu.
Bola dilempar oleh teman latihan.

Gambar 2
Latihan pasing bawah dari sikap duduk dan lemparan teman, ke dinding
Gambar 2
Latihan pasing bawah dari sikap duduk dan
lemparan teman, ke dinding
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 173

c. Latihan Pasing Bawah dari bola pukulan teman dan dari pantulan dinding.
c. Latihan Pasing Bawah dari bola pukulan teman dan dari pantulan dinding.
1) Pasing bawah berpasangan
2) Pasing bawah dari pukulan bola dari bawah dengan satu tangan (A- B)
3) Pasing bawah dari pukulan bola dari atas dengan satu tangan (C - D) Dilakukan
secara terus-menerus dan bergantian sampai dirasakan cukup.
4) Pasing bawah individual
5) Pasing bawah dari pantulan dinding tembok yang dipukul terlebih dahulu dari
bawah dengan satu tangan oleh sendiri.

Gambar 3
Latihan Pasing Bawah dari bola pukulan teman
dan dari pantulan dinding.

d. Latihan Pasing bawah dari bola pukulan teman latihan (berpasangan)


Gambar 3
1) Pasing bawah dari pukulan bola dari bawah dengan satu tangan (A - B; C - D)
Latihan Pasing Bawah dari bola pukulan teman dan dari pantulan dinding.
2) Pasing bawah dari pukulan bola dari atas dengan satu tangan (E - F; G - H)
Gambar 3
Dilakukan secara terus-menerus
d. Latihan PasingLatihan
bawah Pasing
dari bola dan bergantian
pukulan teman sampai dirasakan
latihan cukup.
(berpasangan)
Bawah dari bola pukulan teman
1) Pasing bawah dari pukulan
dan daribola dari dinding.
pantulan bawah dengan satu tangan (A - B; C - D)
2) Pasing bawah dari pukulan bola dari atas dengan satu tangan (E - F; G - H)
Dilakukan secara terus-menerus dan bergantian sampai dirasakan cukup.
d. Latihan Pasing bawah dari bola pukulan teman latihan (berpasangan)
1) Pasing bawah dari pukulan bola dari bawah dengan satu tangan (A - B; C - D)
2) Pasing bawah dari pukulan bola dari atas dengan satu tangan (E - F; G - H)
Dilakukan secara terus-menerus dan bergantian sampai dirasakan cukup.

Gambar 4
Latihan Pasing bawah dari bola pukulan teman latihan

174 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


e. Latihan pasing bawah untuk menerima Servis dari teman latihan
1) Terima servis dengan menggunakan pasing bawah
e. 2)Latihan
Servispasing bawahmelewati
dari bawah untuk menerima Servis
net dengan jarakdari
yangteman latihan
bervariasi
1) Dilakukan
Terima servis dengan
secara menggunakan
terus-menerus pasing bawah
dan bergantian sampai dirasakan cukup.
2) Servis dari bawah melewati net dengan jarak yang bervariasi
Dilakukan secara terus-menerus dan bergantian sampai dirasakan cukup.

Gambar 5
Gambar 5
Latihan pasing bawah dari servis teman latihan
Latihan pasing bawah dari servis teman latihan
f. Latihan pasing bawah untuk menerima bola dari pukulan servis atas
1) A memukul
f. Latihan pasing bola
bawahdariuntuk
area servis diarahkan
menerima bola ke B yang
dari sudahservis
pukulan siap pada
atas posisi 5
diseberang lapangan.
1)
2) ABmemukul
menerimabolaboladari areapasing
dengan servis bawah
diarahkan
darike B yang
hasil sudah
pukulan siap A,
servis pada posisi 5
diarahkan
ke C yang berada
diseberang di posisi 3.
lapangan.
3) Setelah C menerima bola dari pasing bawah B, kemudian bawa bola ke area
2) B menerima bola dengan pasing bawah dari hasil pukulan servis A, diarahkan
servis untuk di pukul diarahkan ke lapangan seberang
4) ke
DC yang berada
memukul di posisi
bola dari area 3.
servis diarahkan ke E yang sudah siap pada posisi 5
diseberang
3) Setelah lapanganbola dari pasing bawah B, kemudian bawa bola ke area
C menerima
5) E menerima bola dengan pasing bawah dari hasil pukulan servis D, diarahkan
servis untuk di pukul diarahkan ke lapangan seberang
ke F yang berada di posisi 3.
6) Setelah F menerima bola dari pasing bawah E, kemudian bawa bola ke area
servis untuk di pukul diarahkan ke lapangan seberang
7) Lakukan secara berulang-ulang dengan cara perputaran posisi sesuai dengan
arah bola, dan dilakukan secara bergantian.
8) Pukulan servis dan menerima bola dinyatakan berhasil apabila bola dapat
dipukul atau diterima secara sempurna dengan arah bola tepat ke sasaran.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 175


8) Pukulan servis dan menerima bola dinyatakan berhasil apabila bola dapat
dipukul atau diterima secara sempurna dengan arah bola tepat ke sasaran.
9)

Gambar 6.
Gambar
Latihan pasing bawah 6.
dari pukulan servis atas
Latihan pasing bawah dari pukulan servis atas
g. Latihan menerima servis dengan pasing bawah diarahkan ke sasaran yang
berada di posisi 2
g. Latihan menerima servis dengan pasing bawah diarahkan ke sasaran yang
1) Menerima bola hasil dari pukulan servis teman latihan
4) Pasing bawah dinyatakan berhasil apabila bola dapat di terima dan diarahkan
2) Boladi
berada pukulan
posisi melambung
2 dan tidak cepat
tepat
3) ke sasaran yang
Terima bolabola berada
dengan di posisi 2. pasing bawah dan diarahkan ke area posisi
1) Menerima hasilmenggunakan
dari pukulan servis teman latihan
2 (penerima bola).
2) Bola
4) pukulan
Pasing bawah melambung dan tidakapabila
dinyatakan berhasil cepat bola dapat di terima dan diarahkan
tepat kebola
3) Terima sasaran yangmenggunakan
dengan berada di posisi 2. bawah dan diarahkan ke area posisi
pasing
2 (penerima bola).

Gambar 7
Latihan menerima servis dengan pasing bawah diarahkan ke sasaran di posisi 2

Gambar 7
Latihan menerima servis dengan pasing bawah
176 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
diarahkan ke sasaran di posisi 2
h. Latihan menerima pukulan spike dengan pasing bawah
1) Seorang pemain memukul bola dari atas tanpa meloncat, diarahkan ke teman
pasangan latihan
2) Teman pasangannya menerima bola hasil pukulan dengan pasing bawah,
diarahkan ke pemukul.
3) Lakukan secara berulang-ulang dan bergantian setelah masing-masing
melakukan 10 kali sentuhan.
4) Arah dan jalannya bola pukulan divariasikan, kadang-kadang pendek atau
panjang, juga cepat atau lambat.
5) Pasing bawah dinyatakan berhasil apabila bola dapat diterima dengan baik
dan diarahkan kembali melambung tepat ke pemukul bola.

Gambar 8
Latihan menerima pukulan
Gambarspike
8 dengan pasing bawah
Latihan menerima pukulan spike dengan pasing bawah
i. Latihan menerima spike dengan pasing bawah (Posisi yang tepat dalam menerima
bola)
i. Latihan 1) Lemparan atau pukulan bola yang bervariasi
menerima spike dengan pasing bawah (Posisi yang tepat dalam
2) pasing bawah sambil bergerak ke depan atau belakang, kiri atau kanan
menerima 3) bola)
Lakukan secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.
4) Pasing bawah berhasil apabila bola yang diterima dapat diarahkan kembali
1) Lemparan atau pukulan bola yang bervariasi
2) pasing bawah sambil bergerak ke depan atau belakang, kiri atau kanan
3) Lakukan secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.
4) Pasing bawah berhasil apabila bola yang diterima dapat diarahkan kembali

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 177


3) Lakukan secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.
4) Pasing bawah berhasil apabila bola yang diterima dapat diarahkan kembali

Gambar 9
Latihan menerima spike dengan pasing bawah (Posisi yang tepat dalam menerima bola)
Gambar 9
Latihan menerima spike dengan pasing bawah
j. Latihan menerima spike diagonal dengan pasing bawah
(Posisi yang tepat dalam menerima bola)
1) Pukulan dari posisi 2
j. Latihan menerima spike diagonal dengan pasing bawah
2) Terima pukulan bola dengan pasing bawah pada posisi 5
1) Pukulan dari posisi 2
3)2) Arahkan bola hasil
Terima pukulan pasing
bola bawah
dengan ke pengumpan
pasing bawah padayang
posisiberada
5 di posisi 3
4)3) Pasing
Arahkan bola hasil
bawah pasing berhasil
dinyatakan bawah keapabila
pengumpan
bola yang
yang berada
dipukuldi dapat
posisi diterima
3
4) Pasing bawah dinyatakan berhasil apabila bola yang dipukul dapat diterima
dan diarahkan tepat pada sasaran
dan diarahkan tepat pada sasaran

Gambar 10
Gambar 10
Latihan menerima spike diagonal dengan pasing bawah
Latihan menerima spike diagonal dengan pasing bawah
k. latihan pasing bawah untuk menerima spike dari arah pukulan lurus/tengah
(Pertahanan lapangan dalam posisi berdiri ke arah samping tubuh) :
178 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
1) Pelatih memukul bola dengan arah lurus pada posisi di seberang lapangan, berdiri
pada bangku latihan dekat net.
k. latihan pasing bawah untuk menerima spike dari arah pukulan lurus/tengah
(Pertahanan lapangan dalam posisi berdiri ke arah samping tubuh) :
1) Pelatih memukul bola dengan arah lurus pada posisi di seberang lapangan,
berdiri pada bangku latihan dekat net.
2) Terima bola hasil pukulan pelatih dengan menggunakan pasing bawah di
posisi 6
3) Arahkan bola hasil ke pengumpan yang berada di posisi 2.
4) Pasing bawah dinyatakan berhasil apabila bola yang dipukul dapat diterima
dan diarahkan tepat pada pengumpan yang berada di posisi 2.

Gambar 11
Latihan menerima spike Gambar
lurus/tengah
11 dengan pasing bawah
Latihan menerima spike lurus/tengah dengan pasing bawah
Dalam sistematika pembelajaran permainan di MI, Subroto (2002: 45) menjelaskan
bahwa, ”Guru harus menyusunnya dari mulai materi termudah menuju yang kompleks.”
Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran mudah diserap oleh siswa. Karena karakteristik
Dalam sistematika pembelajaran permainan di MI, Subroto (2002: 45)
siswa itu sangat heterogen, maka pembelajaran permainan yang mampu menyesuaikan
dengan kemampuan
menjelaskan anak akan
bahwa, ”Guru harus sangat cepat diserap
menyusunnya dan materi
dari mulai dikuasai dibandingkan
termudah menujuyang
yang
tidak sesuai dengan tingkat kemampuan anak. Mungkin materi itu terlalu mudah atau
kompleks.” Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran mudah diserap oleh siswa. Karena
mungkin juga terlalu sukar. Maka dari itu memahami kondisi awal anak sangat diperlukan
karakteristik
dalam setiapsiswa itu sangatPermainan
pembelajaran. heterogen,bola
makavolipembelajaran permainan
merupakan materi yang mampu
permainan yang
umum diberikan
menyesuaikan dan mudah
dengan untuk dilaksanakan
kemampuan anak akandalam situasi
sangat dandiserap
cepat kondisi apapun.
dan dikuasai
dibandingkan yang tidak sesuai dengan tingkat kemampuan anak. Mungkin materi itu
terlalu mudah atau mungkin juga terlalu sukar. Maka dari itu memahami kondisi awal
anak sangat diperlukan dalam setiap pembelajaran. Permainan bola voli merupakan
materi permainan yang umum diberikan dan mudah untuk dilaksanakan dalam situasi dan
kondisi apapun.
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 179
LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar 1 modul ini, maka
kerjakanlah latihan ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan
petunjuk pembahasan yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam
pembahasannya dapat dilakukan secara individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Apa perbedaan konsep permainan bola besar dan bola kecil, berikan contohnya!
2. Sebutkan 4 jenis teknik dasar yang umum digunakan dalam permainan bola bola?
3. Jelaskan sistematika pembelajaran passing atas dan bawah khusus untuk anak MI!
4. Apa saja nilai-nilai yang didapat dari pembelajaran bola voli bagi perkembangan anak
MI?
5. Bagaimana hubungan antara teknik dasar yang terdapat didalam permainan bola
voli?

RANGKUMAN
Berdasarkan uraian di atas dapat dirangkum mengenai permainan bola voli sebagai
salah satu permainan moderen yang dapat diajarkan untuk peserta didik melalui
pembelajaran pendidikan jasmani di MI sebagai berikut:
1. Permainan bola voli adalah memainkan bola oleh seluruh anggota tubuh mulai dari
kaki hingga kepala dan bola dimainkan tanpa memantul terlebih dahulu ke dasar
lapangan.
2. Beberapa keterampilan dasar sebagai bentuk penguasaan gerak yang dapat diajarkan
kepada anak MI yakni: (a) passing bawah, (b) passing atas, (c) service, dan (d)
smash
3. Pembelajaran permainan di MI dapat dimanfaatkan sebagai pembekalan pentingnya
aktivitas fisik untuk meningkatkan kondisi sehat, kebugaran fisik, hubungan sosial,
pengendalian emosi, dan moral.
4. Dalam konteks pendidikan MI, permainan telah mampu membuat siswa lebih cepat,
cermat, dan cerdas dalam bertindak dan berpikir dan yang lebih esensial tentunya
adalah kepuasan dan kesenangan yang menjadi pendorong siswa untuk mau belajar
sungguh dalam suasana menyenangkan tersebut.
5. Dalam sistematika pembelajaran permainan di MI, guru harus menyusunnya dari mulai
materi termudah menuju yang kompleks. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran
mudah diserap oleh siswa. Karena karakteristik siswa itu sangat heterogen, maka
pembelajaran permainan yang mampu menyesuaikan dengan kemampuan anak akan
sangat cepat diserap dan dikuasai dibandingkan yang tidak sesuai dengan tingkat
kemampuan anak.

180 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban
A, B, C, atau D yang paling tepat, tuangkan pada lembar tugas yang Anda miliki!

1. Teknik mendekatkan bola kepada teman dalam satu tim untuk permainan bola voli
dapat dilakukan melalui teknik dasar:
A. Dribbling C. Passing
B. Shooting D. Semua benar

2. Perilaku yang dapat dikembangkan melalui permainan bola voli bagi peserta didik di
tingkat MI adalah:
A. Disiplin C. Percaya diri
B. Kerjasama D. Semua benar

3. Permainan yang dimainkan oleh sejumlah pemain yang terdiri dari 6 orang adalah:
A. Bola basket C. Softball
B. Bola voli D. Sepak bola

4. Bentuk pertahanan yang biasa dilakukan dalam permainan bola voli adalah:
A. Depending C. Blocking
B. Slading D. Bounding

5. Permainan bola voli memerlukan konsentrasi karena permainan sangat cepat. Teknik
dasar yang paling dominan diperlukan dalam permainan bola voli adalah:
A. Passing C. Blocking
B. Serving D. Semua benar

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 181


UMPAN BALIK

Cocokanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di
bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi KB ini.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat meneruskan
dengan kegiatan belajar, Bagus! Akan tetapi apabila tingkat penguasaan Anda masih
di bawah 80%, maka Anda harus mengulang KB 1 terutama bagian yang belum Anda
kuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. C
2. B
3. B
4. C
5. A

182 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2

Permainan Bola Basket

A. Keterampilan dan Tehnik Dasar Permainan Bola Basket


Pada umumnya permainan bola basket berjalan dengan tempo yang cepat, oleh karena
itu seorang pemain bola basket haruslah memiliki keterampilan yang baik. Dalam garis
besarnya, keterampilan bermain bola basket terdiri dari :

1. Keterampilan Dasar
Keterampilan dasar ( Basic Skill/ Fundamental Skill ) pada dasarnya setiap orang
sudah memiliki gerak alamiah (Natural Ability) misalnya berjalan, berlari, melompat,
dan melempar. Keterampilan dasar yang dimaksud adalah keterampilan gerak yang
berhubungan dengan karakteristik dari cabang olahraga bola basket.
a. Berlari, terdiri dari: (1) lari lurus dengan cepat, (2) lari cepat dan mengubah arah
lari tanpa kehilangan keseimbangan, (3) lari menyamping, dan (4) lari mundur.
b. Melompat, terdiri dari: (1) lompat tinggi ke atas, (2) lompat ke samping, dan (3)
lompat jauh ke depan.
c. Sikap Siaga ( Stance ).
d. Gerak Tungkai ( Footwork ).
e. Gerak Berputar ( Pivot )

2. Teknik Dasar
Tehnik dasar yang dimaksud adalah keterampilan melakukan gerakan – gerakan yang
secara langsung berhubungan dengan penggunaan alat permainan, yang dalam hal ini
adalah bola

a. Penguasaan bola (ball handling)


Keterampilan menguasai bola merupakan bentuk latihan pertama sekaligus yang
utama babi pemain pemula, karena seorang pemain tidak mungkin dapat melakukan
operan, dribble, atau shooting dengan baik apabila tidak dapat menguasai/ mengontrol

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 183


bola dengan baik.
Beberapa bentuk latihan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penguasaan bola
sebagai berikut:
• Dorong bola tegak lurus ke atas, dengan melecutkan tangan dan jari-jari tangan
dibantu gerakan meliruskan siku.
• Melemparkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain di depan hidung.
• Melambumngkan bola di depan badan.
• Pantulkan bola ke dinding dengan jarak 1 meter.
• Lakukan passing ke dua muka dinding secara bergantian.

b. Menangkap Bola (cathcing)


Dalam permainan bola basket, pemain harus dapat menangkap bola dengan baik dan
mantap, karena hal ini berpengaruh terhadap tempo dan situasi permainan. Kegagaglan
menangkap bola mengakibatkan terjadinya pelanggaranpertauran permainan,
menghilangkan kesempatan untuk mencetak angka, dan memberi kesempatan lawan
untuk melakukan serangan balik.
Cara menangkap bola yang baik adalah pada saat menangkap bola, tariklah bolake
arah dada untuk mematahkan kecepatanbola atau agar bola dapat dikuasai sepenuhnya
sehingga tidak mudah direbut oleh lawan. Apabila lawan mendesak mencoba merebut
bola, dapat dilakukan gerakan pivot, dilanjutkan dengan mendrible bola atau mengoper
bola ke teman seregu. Jarak untuk melakkan lemparan atau tangkapan diusahakansekitar
1 – 2 meter, supaya dapat memudahkan untuk melakukan lemparan atau tangkapan.

c. Mengoper Bola ( passing )


Keterampilan mengoper dan menangkap bola tidak dapat dipisahkan dan keduanya
merupakan keterampilan dasar bermain bola basket. Dalam permainan, pemain harus
dapat memahami situasi permainan dan kemudian melakukan passing dengan jalan bola
yang sesuai dengan situasi tersebut.
Pada umumnya bola hasil passing adalah kurus, memantul, atau melambung. Operan
jarak pendek dan cepat dengan jalan bola lurus lebih diutamakan oleh suatu regu, karena
operan jarak jauh seringkali tidak tepat sasaran. Cara mengoper bola dapat dilakukan
dengan satu tangan ( javaline pass, push pass, side pass, underhand pass, reverse pass )
atau dua tangan ( chest pass, underhand pass, overhead pass ).
Beberapa bentuk latihan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penguasaan bola
sebagai berikut:
1) Chest Pass, artinya operan ini dilakukan oleh pemain apabila ia akan mengoper
kepada temannya pada jarak yang dekat dan tidakada lawan di hadapan/ didekatnya.
Cara malakukan :

184 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


• Bola dipegang dengan kedua tangan didepan dada.
• Siku di bengkokkan dan buka ke arah samping.
• Dorong bola ke depan, ikuti dengan gerakan melecutkan kedua tangan ( dari
pergelangan tangan dan jari – jari )

2) Overhead Pass, artinya melempar yang dilakukan dengan jalan bola melewati atas
kepala lawan, dimana posisi tubuh lawan agak membungkuk dan kedua tangan
terentang sejajar atau di bawah bahu. Cara melakukannya sebagai berikut:
• Bola dipegang dengan kedua tangan di atas kepala.
• Siku lurus dan rilex.
• Bola dilempar dengan cara melecutkan pergelangan tangan.

3) Underhand Pass, artinya operan yang dilakukan dengan kedua tangan dari bawah,
dilakukan apabila teman seregu berada pada jarak dekat dengan maksud untuk
melakukan terobosan ke pertahanan lawan. Cara melakukannya sebagai berikut:
• Pegang bola dengan kedua tangan.
• Lengan diluruskan serong ke bawah.
• Kedua lengan diayunkan sambil melemparkan bola kearah teman.

B. Menembak Bola (shooting)


Shooting adalah cara membuat angka dengan melakukan tembakan/memasukan bola
ke dalam keranjang lawan. Ada beberapa cara shooting yang bisa dipelajari, diantaranya
adalah:
Standing shoot adalah cara menembak bola ke dalam ring dengan sikap berdiri. Cara
melakukan sebagai berikut:
§ Buka kaki selebar bahu.
§ Kaki kanan maju ke depan, lebih depan dari kaki kiri.
§ Tegakan badan, pandangan diarahkan ke ring.
§ Pegang bola dengan kedua tangan didepan dada.
§ Angkat bola ke atas dengan tangan kanan, tempatkan di depan dahi.
§ Bengkokkan lutut, kemudian luruskan kembali sambil mendorong bola kearah ring.

Jump shoot adalah cara memasukan bola kering dengan melakukan gerakan melompat
ke atas. Apabila kalian akan mencoba jump shoot yang harus kalian lakukan adalah :
§ Buka kaki selebar bahu.
§ Kaki kanan maju sedikit ke depan, lebih depan dari kaki kiri.
§ Badan tegak, pandangan ke arah ring.
§ Pegang bola dengan kedua tangan didepan dada.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 185


§ Angkat bola ke atas dengan tangan kanan.
§ Bengkokkan lutut, kemudian luruskan kembali sambil melompat ke atas lalu dorong
bola kearah ring.

Lay up shoot merupakan cara memasukan bola yang paling efektif ketika melakukan
terobosan ke pertahanan lawan. Cara melakukannya adalah:
§ Pegang bola dengan kedua tangan didepan dada. Badan agak membungkuk
§ Pantulkan bola, bersamaan dengan melangkahkan kaki kiri ke depan.
§ Tangkap kembali bola, sambil melanjutkan gerakan dua langkah.
§ Masukkan bola dengan satu/dua tangan ke dalam ring.

C. Menggiring Bola (dribbling)


Dribbling merupakan salah satu tehnik permainan basket yang digunakan pada situasi
dimana seorang pemain tidak dapat melakukan passing karena lawan menghadang.
Dribbling dilakukan dengan maksud agar mendapat ruang yang terbuka. Beberapa hal
yang harus diperhatikan pada saat melakukan dribbling : (1) Dribbling dilakukan hanya
bila pemain tudak mendapat ruan untuk melakukan passing; (2) Pada saat melakukan
dribbling bola harus selalu dilindungi dari jangkauan lawan, prinsipnya tempatkan badan
diantara lawan dan bola; dan (3) Pada saat dribble kepala harus tegak sehingga kedua
mata dapat melihat seluruh lapangan.

a. Taktik Dasar Permainan Bola Basket


Dalam permainan bola basket, jika salah satu regu menguasai bola maka regu tersebut
harus segera melakukan serangan ke daerah lawan dan harus menyelsaikan serangan
paling lama 30 detik. Sebaliknya pihak bertahan akan berusaha menggagalkan lawan
dengan cara tertentu. Pada umumnya taktik dasar permainan bola basket adalah sebagai
berikut:
1. Defense ( pola bertahan )
Ada beberapa taktik pertahanan yang sering digunakan dalam permainan bola basket
sebagai berikut:
a. Zone defense ( pertahanan daerah )
Formasi 2 – 1 – 2
Formasi 1 – 2 – 2
Formasi 1 – 3 – 1
Formasi 3 – 2 atau 2 – 3
b. Man to man defense ( pertahanan satu lawan satu )
Man to man satu lapangan penuh
Man to man setengah lapangan

186 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Man to man seperempat lapangan
c. Pertahanan kombinasi antara zone defense dan man to man defense.

2. Offense ( pola penyerangan )


Sedangkan pola pertanahan yang umum dugunakan dalam permainan bola basket
sebagai berikut:
a. Pembentukan formasi
b. Serangan kilat ( fast break )
c. Pola Give and Go
d. Screening terhadap lawan ( pick and roll )

b. Peraturan Sederhana dalam Permainan Bola Basket


Ada beberapa peraturan permainan yang paling sering digunakan didalam permainan
bola basket dan harus dipahami oleh setiap guru, yaitu:
1. Bolabasket dimainkan oleh dua regu yang terdiri dari 5 orang pemain.
2. Untuk turnamen resmi ukurannya harus panjang 28 meter dan lebar 15 meter
diukur dari bagian sebelah dalam garis batas lapangan.
3. Lingkaran bola tidak boleh kurang dari 74,9 cm dan tidak boleh lebih dari 78
cm,beratnya tidak boleh kurang dari 567 gr dan tidak boleh lebih dari 650 gr.
4. Pertandingan berlangsung 2 babak masing-masing 20 menit atau 4 quarter
masing-masing 12 menit dengan istirahat selama 2 menit antara quarter pertama
dan kedua dan antara quarter ketiga dan keempat.
5. kesalahan ( foul ) adalah penyimpangan dari peraturan – peraturan yang
menyebabkan persinggungan dengan lawan atau perilaku tidak sportif dan akan
dihukum sesuai dengan bentuk kesalahannya dan berdasarkan ketentuan yang
berlaku.
6. Blocking, adalah persinggungan perseorangan yang menghalangi gerak majunya
lawan.
7. Charging, adalah persinggungan perseorangan dengan atau tanpa bola dengan
mendorong atau menabrak lawan.
8. Holding, adalah persinggungan perseorangan dengan lawan yang merintangi
kebebasan geraknya.
9. pelanggaran adalah penyimpangan dari peraturan.
10. peraturan 3 detik adalah pemain regu yang sedang menguasai bola, tidak boleh
lebih dari 3 detik berada di daerah terlarang lawan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 187


LATIHAN

Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar 2 modul ini, maka kerjakanlah
latihan ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk
pembahasan yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya
dapat dilakukan secara individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan makna dari permainan bola basket dan manfaatnya bagi peserta didik di
tingkat MI!
2. Sebutkan beberapa teknik dasar permaina bola basket yang dibutuhkan untuk
mendukung skill yang baik?
3. Bagaimana penggunaan taktik bermain yang efektif untuk digunakan dalam
pertandingan bola basket?
4. Apa perbedaan yang esensial antara taktik dan teknik dasar dalam permainan bola
basket?
5. Apa saja gerak pengayaan yang dibutuhkan oleh pemain bola basket dalam mendukung
prestasinya?

RANGKUMAN
Permainan bola basket yang merupakan salah satu permainan moderen sangat populer
dan sudah menjadi salah satu mata pencaharian yang menjanjikan bagi para atletnya.
Untuk memiliki keterampilan yang mumpuni diperlukan penguasaan skill yang tinggi.
Ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik, yaitu: (1) dribbling,
(2) passing, dan (3) shooting.
Sebagai salah satu permainan yang cepat, permainan bola basket sangat memerlukan
daya tahan dan power bagi para pelakunya. Khusus untuk anak didik pada tingkat MI,
permainan bola basket dapat diberikan dalam bentuk permainan dengan aturan main
yang lebih sederhana dan bola yang digunakan juga dalam ukuran lebih kecil dibandingkan
dengan bola basket untuk orang dewasa. Tujuannya agar anak tidak kesulitan dalam
melakukan berbagai teknik dasar yang dibutuhkan.

188 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Teknik mendekatkan diri ke daerah lawan dengan cara cepat didalam cabang olahraga
permainan bola basket dapat menggunakan teknik dasar:
A. Dribbling C. Passing
B. Shooting D. Semua benar

2. Perilaku anak MI yang dapat dikembangkan melalui permainan bola basket adalah:
A. Disiplin C. Percaya diri
B. Kerjasama D. Semua benar

3. Permainan yang dapat dimainkan oleh jumlah pemainnya yang terdiri dari 5 orang
adalah:
A. Bola basket C. Softball
B. Bola voli D. Sepak bola

4. Zone defence merupakan salah satu taktik bermain yang biasa digunakan dalam
permainan:
A. Sepak bola C. Bola voli
B. Bola basket D. Futsal

5. Para ahli telah sepakat bahwa setiap cabang olahraga membutuhkan kemampuan
fisik yang prima. Khusus untuk cabang olahraga bola basket, yang paling dominan
dibutuhkan adalah:
A. Anaerobik C. Kecepatan
B. Aerobik D. Kelentukan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 189


UMPAN BALIK

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KBl ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 2 modul ini, terutama pada bagian
yang belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. C
2. D
3. A
4. B
5. B

190 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


3

Permainan Sepak Bola

Permainan bola besar dimaknai sebagai bentuk permainan yang menggunakan


media bola yang ukurannya besar. Permainan ini umumnya dimainkan tanpa alat bantu
lain melainkan hanya dengan kaki atau tangan dan anggota badan lainnya. Materi
permainan bola besar yang umum diberikan dan mudah untuk dilaksanakan oleh peserta
didik dalam situasi dan kondisi apapun seperti halnya sepak bola.

A. Pengertian Permainan Sepak Bola


Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang menggunakan seluruh
anggota tubuh kecuali lengan dalam memainkan bola. Permainan sepak bola ini dapat
dimainkan oleh siapa saja dari mulai anak-anak hingga orang dewasa baik laki-laki
maupun perempuan. Ada beberapa keterampilan dasar yang perlu dikuasai peserta didik
dalam cabang olahraga sepak bola, yaitu (1) kemampuan menendang, (2) menggiring
bola atau mengontrol bola, dan (3) menembak. Untuk keterampilan dasar ini, guru jangan
menekankan pada aspek teknik tapi mengembangkan potensi yang anak miliki.

B. Teknik Dasar Sepak Bola


Teknik dasar merupakan sesuatu gerakan yang harus dikuasai oleh seseorang agar
dapat bermain secara baik. Ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain
sepak bola

1. Menendang (Passing)
Menendang adalah keterampilan memberikan (mengoper) bola ke teman baik jarak
dekat maupun jarak jauh. Tujuan menendang ini adalah untuk memperpendek jarak
menuju sasaran yaitu gawang lawan. Beberapa teknik dasar dalam menendang,
sebagai berikut:
a. Menendang dengan kaki bagian dalam artinya bola ditendang dengan menggunakan
salah satu kaki bagian dalam untuk menghasilkan umpanan yang akurat ke sasaran

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 191


teman satu tim. Hasil operannya dapat mendatar di atas permukaan rumput atau
lambung dengan jarak dekat atau untuk operan pendek.
b. Menendang dengan punggung kaki artinya bola ditendang dengan salah satu kaki
dengan bagian punggung kaki. Tendangan ini umumnya dilakukan untuk umpan
jauh dan melambung.

2. Menggiring (Dribbling)
Menggirng adalah kemampuan membawa bola untuk mendekati sasaran baik gawang
atau teman satu tim. Menggiring bola ini dapat dilakukan dengan kaki bagian dalam atau
punggung kaki. Namun teknik menggiring ada dua, yaitu: bola lurus dan bola zigzag.
Menggirng dengan bola lurus dilakukan apabila tidak ada lawan yang menghadang di
depannya, sehingga pelaku dapat leluasa menggiring bola mendekati sasaran. Sedangkan
menggiring bola dengan zigzag dilakukan apabila di depan ada lawan menghadang,
sehingga pelaku harus berupaya menghindari lawan menuju sasaran.

3. Menembak (Shooting)
Menembak adalah kemampuan menendang bola dengan kecepatan dan ketepatan
pada sasaran. Menembak bola dapat dilakukan dengan salah satu kaki dan teknik yang
digunakan bias dengan kaki bagian dalam atau punggung kaki.
Untuk memahirkan ketiga keterampilan tersebut, latihan secara berulang-ulang sangat
diperlukan. Dengan demikian maka keterampilan akan dikuasai dengan baik. Melalui
penguasaan keterampilan secara baik menjadikan permainan lebih hidup dan menarik
untuk ditonton saat permainan itu berlangsung. Daya tarik permainan sepak bola adalah
keterampilan memperagakan kemampuan dalam mengolah bola, penampilan dan usaha
yang sungguh-sungguh penuh perjuangan, gerakan yang dinamis dan terciptanya gol
membuat kita kagum. Melalui keterampilan yang dimiliki setiap pemain harus mampu
menghadapi tekanan-tekanan yang terjadi dalam pertandingan yang dilakukan dalam
waktu terbatas. Termasuk tekanan psikologis dari lawan yang dianggap tangguh.
Tuntutan keterampilan yang baik bagi pemain sepak bola harus terus diupayakan.
Untuk menciptakan keterampilan semacam itu diperlukan pembinaan yang berkarakter
pada anak didik mulai pada tingkat pendidikan dasar. Strategi pembelajaran taktis sangat
mendukung terciptanya calon pemain yang memiliki karakter tadi. Tabel di bawah ini
menggambarkan beberapa langkah upaya untuk meningkatkan kemampuan anak dalam
aspek kognitif, efektif, dan psikomotor melalui pembelajaran sepak bola.

192 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Tabel 1
Pengembangan Pembelajaran Permainan

Kls Kompetensi Aktivitas Pembelajaran


I Kognitif Menendang bola ke depan, ke belakang, ke kiri, dan ke kanan

Afektif Mentaati aturan main yang ditetapkan guru


Bermain dalam kelompok

Psikomotor Mengoperkan bola pada teman kelompoknya


Permainan individu dan berpasangan

II Kognitif Memilih aktivitas sepak bola yang rendah resiko kecelakaan


Menendang sambil bergerak maju dan mundur
Afektif Bermain dalam kelompok
Mengoperkan bola pada teman kelompoknya
Psikomotor Bermain dengan aturan sederhana
III Kognitif Menerapkan aturan main yang ditetapkan
Menendang dengan berbagai macam keterampilan dasar
Bermain dalam kelompok
Afektif Mengoperkan bola pada teman kelompoknya
Bermain dengan menggunakan berbagai macam
Psikomotor teknik menendang dan mengoper
IV Kognitif Menendang bola pada jarak tertentu
Menendang bola ke sasaran
Menerapkan aturan main yang ditetapkan
Afektif Bermain dalam kelompok
Mengoperkan bola pada teman kelompoknya
Psikomotor Memainkan bola secara individual
Menggiring bola beberapa meter dilanjutkan dengan tendangan

V Kognitif Menggiring bola zigzag


Menendang bola ke sasaran teman yang ada di depannya
Bermain dalam kelompok
Afektif Mengoperkan bola pada teman kelompoknya
Menggiring bola beberapa meter dilanjutkan menendang ke
Psikomotor gawang
Menggiring bola dengan hadangan dari lawan

VI Kognitif Membuat pola gerak sendiri dengan menggunakan bola


Menendang bola ke sasaran
Bermain dalam kelompok
Afektif Mengoperkan bola pada teman kelompoknya
Menggiring bola beberapa meter dilanjutkan menendang ke
Psikomotor gawang
Menggiring bola dengan hadangan dari lawan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 193


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami KB ini, maka kerjakanlah latihan ini
dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan yang
disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan secara
individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Bagaimana interaksi sosial yang dapat dibangun melalui permainan sepak bola bagi
perkembangan perilaku anak didik?
2. Sebutkan beberapa teknik dasar yang umum digunakan dalam permainan sepak
bola!
3. Bagaimana teknik dasar itu dilatih kepada anak didik agar keterampilannya
meningkat?
4. Bagaimana pengaruh yang dapat dihasilkan melalui permainan sepak bola bagi anak
didik?

RANGKUMAN
Permainan dalam konteks pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai pembekalan
pentingnya aktivitas fisik untuk meningkatkan kondisi sehat, kebugaran fisik, hubungan
sosial, pengendalian emosi, dan moral. Untuk itu, guru perlu memahami konsep
dasar dan strategi pembelajarannya. Permainan atau bermain merupakan fenomena
masyarakat, dari mulai kanak-kanak hingga orang tua. Bagi anak-anak bermain menjadi
suatu kebutuhan utama dan terkadang mereka lupa waktu. Dalam bermain dilakukannya
secara sungguh-sungguh dan tidak ada paksaan. Oleh karena itu, maka permainan perlu
ditentukan aturannya agar berjalan tertib dan teratur.
Mengapa permainan sepak bola harus dipahami oleh para guru pendidikan jasmani?
Jawabannya, karena permainan telah lama disenangi dan mempengaruhi kepribadian
serta kehidupan manusia. Dalam konteks pendidikan, permainan sepak bola telah mampu
membuat peserta didik lebih cepat, cermat, dan cerdas dalam bertindak dan berpikir dan
yang lebih esensial tentunya adalah kepuasan dan kesenangan yang menjadi pendorong
peserta didik untuk mau belajar sungguh dalam suasana menyenangkan tersebut.

194 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Dalam sepak bola teknik mendekatkan diri ke daerah lawan dengan tingkat akurasi
yang tinggi dapat menggunakan teknik dasar:
A. Dribbling C. Passing
B. Shooting D. Semua benar

2. Perilaku yang dapat dikembangkan melalui permainan sepak bola adalah:


A. Disiplin C. Percaya diri
B. Kerjasama D. Semua benar

3. Permainan yang jumlah pemainnya terdiri dari 11 orang adalah:


A. Bola basket C. Softball
B. Bola voli D. Sepak bola

4. Man to man marking merupakan salah satu taktik bermain yang biasa digunakan
dalam permainan:
A. Sepak bola C. Bola voli
B. Bola basket D. Futsal

5. Para ahli telah sepakat bahwa setiap cabang olahraga membutuhkan kemampuan
fisik yang prima. Khusus untuk cabang olahraga sepak bola, yang paling dominan
dibutuhkan adalah:
A. Anaerobik C. Kecepatan
B. Aerobik D. Kelentukan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 195


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. C
2. D
3. D
4. A
5. B

196 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


PEMBELAJARAN

6
PERMAINAN TRADISIONAL

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 197


198 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN
PERMAINAN TRADISIONAL

Pendahuluan
Bermain merupakan sebuah kegiatan yang berkaitan dengan manusia, sehingga
manusia disebut juga mahluk bermain (Homo Ludens). Bermain merupakan kegiatan
rekreasi yang banyak dilakukan orang, karena bermain akan memberikan perasaan
senang dan gembira. Kegiatan bermain bagi anak-anak sangat penting dilakukan untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan kehidupannya dan dapat dijadikan sebagai latihan
jiwa dan raga untuk menopang kehidupan di masa yang akan datang. Keinginan bermain
timbul karena minat pada diri seseorang untuk bergerak sesuai kebutuhan, memelihara
kondisi tubuh serta untuk menghilangkan kejenuhan. Bermain merupakan kegiatan yang
penuh daya khayal, penuh aktivitas, dan anak-anak melakukannya dengan cara mereka
sendiri menggunakan tangan dan tubuh mereka.
Pengertian bermain menurut Tjandrasa (1978:320) yaitu, “Bermain adalah
setiap kegiatan yang dilakukan karena kesenangan yang ditimbulkannya, tanpa
mempertimbangkan hasil akhir, bermain dilakukan secara sukarela dan tanpa paksaan
atau tekanan dari luar kewajiban.”
Bagi anak-anak bermain merupakan hal yang serius dan memberi manfaat dalam
bidang pendidikan, bermain merupakan suatu cara bagi anak untuk menjelajahi dan
melakukan eksperimen dengan alam sekitarnya, dengan anak lain, dan dengan dirinya
sendiri. Dengan bermain anak dapat menemukan bagaimana cara memasuki dunia
mereka, bagaimana mengatasi tugas-tugas hidup, bagaimana menguasai keterampilan
baru, dan bagaimana memperoleh kepercayaan diri untuk tumbuh menjadi orang yang
berguna. Yang menyebabkan timbulnya kegiatan bermain menurut Soetoto (1993:6)
adalah, “Untuk bergaul dengan orang lain, mengetahui prestasi diri dibandingkan dengan
prestasi orang lain, ingin mengalami suatu kejadian yang fantasi, dan ingin mengadu
kecakapannya, keberaniannya dengan orang lain”.
Jadi, bermain bagi anak sangatlah membantu memfasilitasi pencarian jati dirinya baik
untuk meningkatkan keterampilan kognitif, motorik, maupun sikap sosialnya.
Secara umum modul 6 ini ingin menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan: permainan
bebentengan dan boy-boyan. Setelah dengan seksama mempelajari modul ini, secara

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 199


khusus Anda diharapkan dapat:
1. Memahami secara cermat mengenai konsep bermain yang cocok untuk dikembangkan
kepada anak MI.
2. Menerapkan permainan bebentengan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di
tingkat MI.
3. Menerapkan permainan boy-boyan dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada
anak MI.
Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini diorganisasikan menjadi
dua Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:
KB 1: Konsep Bermain
KB 2: Jenis-jenis bermain

Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus
yang Anda miliki.
3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumberu-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

200 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1

Konsep Bermain

A. Definisi Bermain
Definisi bermain dalam Ayahbunda (1996:14-15) yang mengemukakan pendapat
beberapa ahli yaitu: Karl Buhler dan Schenk Danziger, Charlotte Buhler, Sigmund Freud,
Erik Erikson, dan Jean Piaget. Uraian lengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Karl Buhler dan Schenk Danziger
Bermain adalah kegiatan yang menimbulkan “kenikmatan”, dan kenikmatan itu
menjadi rangsangan bagi perilaku lainnya.
2. Charlotte Buhler
Bermaian adalah pemicu kreativitas, menurutnya anak yang banyak bermain akan
meningkat kreativitasnya.
3. Sigmund Freud
Bermain merupakan sesuatu yang serius bagi anak-anak, didalam bermain anak
menumpahkan seluruh perasaannya, bahkan mampu mengatur “dunia dalamnya”
agar sesuai dengan “dunia luarnya”.
4. Erik Erikson
Bermain berfungsi memelihara ego anak-anak, oleh karena itu mereka berusaha
mengatur, menguasai, berfikir, dan berencana.
5. Jean Piaget
Bermain menunjukan dunia realitas anak, yaitu adaptasi terhadap apa yang sudah
mereka ketahui dan respon mereka terhadap hal-hal baru.

Dari berbagai definisi bermain menurut pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan
bahwa bermain adalah sarana untuk mengubah kekuatan potensial diri menjadi berbagai
kemampuan dan kecakapan. Bermain juga bisa menjadi sarana penyaluran kelebihan
energi dan relaksasi. Bermain adalah sarana utama untuk belajar tentang hukum alam,
hubungan antar orang, dan hubungan antar orang dan obyek.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 201


B. Karakteristik Bermain
Bermain yang positif dapat memberikan kontribusi positif pula terhadap pelakunya.
Secara umum, bermain yang positif memiliki karakteristik tertentu. Dalam hal ini,
karakteristik bermain yang dapat diungkapkan oleh Rusli Lutan (1996:2-4) sebagai
berikut :
1. Ciri pertama dan utama ialah bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara
bebas dan sukarela.
2. Ciri kedua, bermain bukanlah kehidupan “biasa” atau yang “nyata”, sehingga apabila
kita amati secara seksama perilaku anak selama bermain, mereka berbuat pura-pura/
tidak sungguh-sungguh.
3. Ciri ketiga, bermain berbeda dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam tempat
dan waktu. Bermain selalu bermula dan berakhir, dan dilakukan dalam tempat
tertentu.
4. Ciri keempat, bermain memiliki tujuan yang terdapat dalam kegiatan itu, dan tidak
berkaitan dengan perolehan atau keuntungan material.

Mengenai karakteristik bermain diungkapkan secara lengkap dalam Ayahbunda


(1996:15) adalah:
1. Bermain dilakukan karena kesukarelaan, bukan karena paksaan.
2. Bermain merupakan kegiatan untuk dinikmati. Itu sebabnya, bermain selalu
menyenangkan, mengasyikkan dan menggairahkan.
3. Bermain tanpa iming-iming apapun, kegiatan itu sendiri sudah menyenangkan.
4. Dalam bermain, aktivitas lebih penting daripada tujuan. Tujuan bermain adalah
aktivitas itu sendiri.
5. Bermain menuntut partisipasi aktif, secara fisik ataupun mental.
6. Bermain itu bebas, bahkan tidak harus selaras dengan kenyataan Individu bebas
membuat aturan sendiri dan mengoperasikan fantasi.
7. Dalam bermain, individu bertindak secara spontan sesuai dengan yang diinginkannya
saat itu.
8. Makna dan kesenangan bermain sepenuhnya ditentukan si pelaku.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa bermain merupakan suatu kegiatan
yang dilakukan secara sadar, sukarela, tanpa paksaan, tidak sungguh-sungguh, dalam
batas waktu, tempat, dan ikatan peraturan.

C. Pengelompokan Permainan
Permainan dapat dikelompokan berdasarkan kelompok masing-masing. Soemitro
(1991:20) menjelaskan sebagai berikut :

202 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1. Permainan berdasarkan jumlah pemain
2. Permainan berdasarkan sifat permainannya
3. Permainan berdasarkan alat yang digunakannya
4. Permainan berdasarkan lapangan yang digunakannya
5. Permainan berdasarkan penyajiannya.

Selanjutnya berkaitan dengan pengelompokan prmainan ini, Iyep Tjahwa (1993:7)


mengemukakan sebagai berikut :
a) Permainan imajinasi
• Permainan meniru gerakan binatang
• Permainan dengan cerita
• Permainan dengan fantasi

b) Permainan kecil tanpa alat


• Permainan kecil untuk meningkatkan ketangkasan
• Permainan kecil untuk rekreasi
• Permainan keseimbangan
• Permainan gabungan

c) Permainan kecil dengan alat


• Permainan gada
• Permainan tali
• Permainan simpai
• Permainan pita atau saputangan

d) Permainan tradisional
• Permainan yang berasal dari daerah-daerah

Pengelompokan bermain tersebut dapat memberikan acuan bagi penulis untuk


mengklasifikasikan kelompok permainan yang sedang dilakukan oleh anak-anak ketika
mereka melakukan kegiatan bermain.
Ada beberapa bentuk permainan berbeda yang dapat dipakai dalam kegiatan pendidikan
rekreasi. Bentuk permainan tersebut mencakup permainan beregu, permainan sosial dan
campuran, permainan drama, permainan mental dan teka-teki, dan permainan lainnya.
Kepemimpinan permainan di lapangan permainan ini akan memfokuskan pada salah
satu tipe situasi permainan, seperti permainan kejar-kejaran, lari estapet, dan permainan
bola sederhana. Namun, sebelum melakukan semua aktivitas ini perlu menentukan hal-
hal sebagai berikut:

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 203


D. Tujuan Permainan
Tujuan adalah penting untuk mengetahui mengapa Anda ikut serta dalam aktivitas
permainan. Tujuan-tujuan permainan di lapangan adalah sebagai berikut:
• Permainan memberikan manfaat bagi kelompok atau tim. Peserta didik menikmati
permainan bersama-sama dalam kelompok.
• Permainan memberi kesempatan untuk bersaing dan menguji kelincahan, kekuatan,
skill dan intelegensi, dibawah kontrol lingkungan.
• Mengawasi permainan dapat digunakan untuk membantu mengembangkan
karakteristik seperti kerjasama, kontrol diri, kemauan untuk mentaati aturan,
mematuhi wasit dan terbiasa jujur dan sportif.
• Permainan memberi kepuasaan secara fisik, dan membantu untuk mengajari skill
yang akan digunakan dalam olahraga.
• Permainan dapat menghemat ruang dan alat, dan dapat dilakukan oleh peserta didik
dalam jumlah besar hanya dalam tempo yang sama.

E. Memilih Permainan
Keberhasilan dari permainan akan tergantung kepada apakah Anda telah memilih
permainan yang cocok untuk peserta didik. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
sebagai berikut:
• Permainan seharusnya dipilih berdasarkan pada kelompok umur daripada jenis
kelamin.
• Permainan untuk anak-anak di atas delapan tahun harus lebih sulit, waktunya lebih
lama, dan melibatkan permainan tim untuk kelompok umur di atasnya.
• Permainan seharusnya dipilih berdasarkan ruang/tempat dan jumlah peserta didik.
• Memilih permainan seharusnya mempertimbangkan cuaca.
• Memilih bentuk permainan bisa yang menggunakan alat atau yang tanpa alat.

F. Mempersiapkan Permainan
Untuk menjadi seorang pemimpin permainan yang memadai, yakinkanlah bahwa
Anda benar-benar telah siap sebelum permainan itu dimulai, dengan cara-cara sebagai
berikut:
• Pilihlah beberapa permainan yang cocok dengan umur, ke-mampuan, dan minat dari
kelompok tersebut.
• Kaji kembali permainan yang sudah Anda kuasai. Yakinkan bahwa Anda benar-benar
familiar dengan aturan dan strategi permainannya. Apabila perlu, lakukan simulasi
bersama teman anda.
• Yakinkan bahwa peralatan yang dibutuhkan tersedia, dan buatkan garis lapangan
apabila diperlukan.

204 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


• Beritahukan kepada peserta didik sebelum mereka terlibat dalam kegiatan rekreasi
yang akan Anda berikan.

G. Mengorganisasi Kelompok atau Tim


Apabila jumlah peserta didiknya banyak, buatkan dalam beberapa kelompok yang
lebih kecil. Hal ini dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
• Cara yang umum adalah membagi kelompok dengan jumlah dan kemampuan dari
setiap kelompok tidak terlalu berbeda.
• Cara kedua adalah membariskan peserta didik dari yang tinggi badannya paling tinggi
hingga terendah.
• Meskipun peserta didik cenderung ingin membentuk kelompoknya sendiri, ini bukan
ide yang bagus. Oleh karena itu, pemimpin rekreasi harus mencegah supaya ini tidak
terjadi.
• Sebelum permainan itu dimulai, yakinkan bahwa semua tim mempunyai jumlah yang
sama.

H. Mengontrol Perilaku Peserta Didik


Salah satu keuntungan dari permainan adalah bahwa permainan itu menyediakan
kesempatan kepada peserta didik untuk bermain dan mengekspresikan tenaganya dengan
cara yang konstruktif. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka
pemimpin rekreasi perlu mengontrol hal-hal sebagai berikut:
• Peserta didik bisa berekspresi secara alami dan menunjukkan bahwa permainan itu
sukses. Namun, jangan sampai tidak terkontrol.
• Yakinkan bahwa alat yang digunakan dengan benar.
• Kondisi secara umum harus dipelihara.
• Peserta didik kadang-kadang berperilaku kurang baik sebab waktu berkompetisi
mengalami kekalahan. Pemimpin rekreasi harus memberikan dorongan kepada tim
yang kalah, dan anggota kelompok supaya digilir setiap kali permainan.

I. Model Kepemimpinan dalam Bermain


Gaya kepemimpinan kelompok dapat membantu menentukan keberhasilan dalam
permainan. Oleh karena itu, seorang pemimpin pendidikan rekreasi harus:
• Selalu mencoba dengan penuh optimis dan positif.
• Memberi dorongan positif dan bukan negatif. Gunakan “kata dapat melakukan”
daripada “kata jangan.”
• Berbicara dengan jelas dan berikan komando sewaktu-waktu.
• Percaya diri.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 205


• Memberi dorongan kepada kelompok supaya tetap semangat dan loyal.
• Memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berpartisipasi.

J. Mengevaluasi Permainan
Mengevaluasi permainan merupakan kegiatan yang harus dilakukan apabila
permainan itu berakhir. Sebagai pemimpin rekreasi seharusnya mengkaji ulang secara
teliti mengenai permainan itu. Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
• Apakah peserta didik sudah menikmati permainan itu dan ambil bagian secara
keseluruhan?
• Apakah permainan itu sudah berhasil? Yangmana yang belum? Mengapa gagal?
Apakah permainan itu harus dimainkan lagi?
• Dalam memilih permainan, apakah aktivitas yang dilakukan itu menarik dan
memberikan tantangan kepada peserta didik?
• Apakah Anda sudah memelihara disiplin secara efektif, atau ada apa dengan persoalan
perilaku? Bagaimana Anda dapat mengatasi hal ini secara lebih efektif? Apakah
peserta didik menunjukkan penghargaan atas kepemimpinan Anda?
• Bagaimana pengajaran permainan individu dapat Anda tingkatkan? Apakah peserta
didik telah diberi saran dalam memilih permainan?
• Apakah Anda merekam permainan yang lalu untuk dijadikan masukan dalam
merencanakan aktivitas permainan selanjutnya?

Ada beberapa bentuk permainan berbeda yang dapat dipakai dalam kegiatan pendidikan
rekreasi. Bentuk permainan tersebut mencakup permainan beregu, permainan sosial dan
campuran, permainan drama, permainan mental dan teka-teki, dan permainan lainnya.
Kepemimpinan permainan di lapangan permainan ini akan memfokuskan pada salah
satu tipe situasi permainan, seperti permainan kejar-kejaran, lari estapet, dan permainan
bola sederhana. Namun, sebelum melakukan semua aktivitas ini perlu menentukan hal-
hal sebagai berikut:

K. Bermain memiliki Karakteristik Rekreasi


Apa yang manusia lakukan selama waktu luangnya telah berubah selama bertahun-
tahun. Perubahan nilai, maksud, dan pikiran telah berkembang secara mendasar seiring
dengan perkembangan dunia. Di negara yang sudah maju setiap individu memiliki
maksud dan tujuan rekreasi yang berbeda seperti memancing, berburu, mendaki gunung,
dan melakukan kegiatan air.
Di Indonesia maksud dan tujuan orang berekreasi masih belum memiliki bentuk yang
permanen. Hal ini dapat dipahami karena kondisi ekonominya masih lemah. Kondisi
ekonomi suatu negara sangat menentukan terhadap arahan rekreasi yang dimaksud.

206 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Karena kegiatan rekreasi sangat dipegaruhi oleh kemajuan ekonomi suatu bangsa.
Hingga sekarang berbagai upaya dan perolehan pengalaman diterjemahkan sebagai
rekreasi. Rekreasi telah menjadi eksis dengan bentuk-bentuk dan tujuan yang berbeda
untuk berbagai lapisan masyarakat. Untuk memahami hakekat rekreasi, kita perlu
mengerti akan karakteritik atau ciri-ciri rekreasi itu sendiri.
Didasari oleh pandangan filsafat, aktivitas rekreasi mengandung ciri-ciri khusus yang
dapat membedakan dengan aktivitas lainnya. Meskipun berbagai kegiatan dapat menjadi
“rekreasi” namun karakteristik yang menjadi kekhususan dalam aktivitas rekreasi
menjadi payungnya. Menurut para pakar kerekreasian karakteristik rekreasi terdiri dari
sembilan unsur sebagai berikut:
1. Melibatkan Aktivitas
Rekreasi memiliki ragam aktivitas. Bentuknya bisa bermacam-macam seperti
aktivitas fisik, psikis, sosial, maupun emosional. Bermain tenis, sepak bola, joging,
merupakan contoh aktivitas rekreasi secara fisik. Mendengarkan musik, nonton film
dapat dikategorikan aktivitas rekreasi yang bersifat psikis. Sementara aktivitas yang
bersifat sosial dan emosional dapat berbentuk aktivitas menonton pertandingan
olahraga di stadion.
2. Tidak Memiliki Bentuk yang Permanen
Sulitnya menentukan bentuk rekreasi yang permanen ini dikarenakan setiap individu
memiliki keinginan yang berbeda. Sepuluh orang berkumpul untuk melakukan
rekreasi, maka sepuluh keinginan yang muncul. Kondisi ini sangat dimaklumi sebab
kepuasan tidak mengenal batas.
3. Dilakukan pada Waktu Luang
Setiap orang dapat dengan bebasnya melakukan sesuatu yang diingininya. Untuk
mewujudkan keinginan seperti itu tidak mungkin dapat dilakukan pada waktu bekerja
atau aktivitas rutin lainnya. Waktu luang menjadi mediasi perwujudan keinginan diri
tanpa dibatasi oleh sekat yang mengikat dari orang lain.
4. Sukarela
Rekreasi dapat dilakukan secara bebas dari hal-hal yang memaksa. Bebas bukan
berarti melanggar aturan dan nilai yang berlaku di masyarakat, tetapi lebih pada
kebebasan berekspresi, berkreasi dan pencarian jati diri. Kepuasaan tidak akan
diperoleh karena keterpaksaan. Namun kebebasan memilih aktivitas yang disukai
harus lebih diprioritaskan.
5. Adanya Motivasi
Rekreasi dilakukan karena terdorong oleh motif. Motif ini memiliki bentuk dan macam
aktivitas yang diinginkan. Dengan motivasi orang dapat secara aktif berekreasi.
Motivasi itu bisa bersifat internal atau eksternal. Motivasi internal biasanya muncul
karena dorongannya sendiri seperti membaca buku atau mendengarkan musik. Tapi
motivasi eksternal biasanya muncul karena ada dorongan dari luar dirinya seperti

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 207


ada penawaran paket nonton formula I di Sepang Malayasia.
6. Dilakukan secara Sungguh-Sungguh
Rekreasi yang dilakukan harus memiliki tujuan. Sehingga saat melakukannya
diperlukan kesungguhan dari pelakunya. Meskipun kepuasan bisa diraih, namun
kegiatan yang dilakukannya tidak “serius” maka bisa dikategorikan bukan rekreasi.
Joseph Lee pernah mencoba mengamati keseriusan anak yang sedang bermain.
Setelah selesai bermain anak itu ditanya, apakah kegiatan yang dilakukannya itu
sungguh-sungguh anak itu menjawab ‘ya’.
Pada orang dewasa, derajat kesungguhan amat menentukan perolehan kepuasan.
Contoh saat bermain tenis, apabila kita bermain tidak serius biasanya muncul
perasaan kecewa. Jadi, kesungguhan yang menjadi ciri khas rekreasi itu pula yang
bisa mendatangkan kepuasan.
7. Fleksibel
Fleksibel diartikan tidak terikat oleh sesuatu. Oleh karena itu rekreasi tidak dibatasi
oleh tempat atau macam kegiatannya. Rekreasi dapat dilakukan dimana saja tanpa
harus terikat oleh kekhususan tempat. Contoh, bermain bola voli tidak harus selalu
dilakukan di lapangan bola voli tetapi dapat dilakukan di pinggir pantai. Selain itu
juga rekreasi ini dapat dilakukan secara lebih sederhana dengan fasilitas seadanya.
8. Universal
Sifat universal yang menjadi ciri dari rekreasi telah melahirkan konsep bahwa rekreasi
dapat dilakukan oleh siapa saja mulai dari level anak-anak, remaja, orang tua, laki-
laki dan wanita. Karena rekreasi merupakan ekspresi psikologis dan proses fisiologis
dalam mekanisme manusia, maka rekreasi menjadi sesuatu yang universal dengan
tidak membatasi tempat dan berlaku bagi semua orang dari berbagai lapisan tanpa
membedakan status sosial maupun status ekonomi.
9. Memberi Manfaat Positif
Setiap aktivitas yang dilakukan individu selalu bertujuan. Kegiatan rekreasi
merupakan salah satu aktivitas individu atau kelompok yang mengharuskan pelakunya
menetapkan tujuan sebelum beraktivitas. Berangkat dari tujuan itulah maka rekreasi
itu akan dapat mendatangkan manfaat positif bagi pelakunya.
Manfaat yang dapat diraih melalui rekreasi adalah kepuasaan baik yang bersifat fisik,
psikis, sosial, maupun emosional. Untuk menghindari dampak yang negatif perlu
pengelolaan kegiatan rekreasi yang lebih terarah dan dikelola secara baik. Karena
esensi manajemen rekreasi adalah bisa mewujudkan segala sesuatunya bermanfaat
dan mencapai hasil yang diinginkan.

208 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami KB ini, maka kerjakanlah latihan ini
dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan yang
disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan secara
individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan konsep bermain menurut para ahli dibidang masing-masing! Apa perbedaan
dan kesamaan dari konsep tersebut?
2. Bagaimana interaksi sosial dapat dibangun melalui kegiatan bermain bagi
perkembangan perilaku anak didik?
3. Sebutkan beberapa jenis permainan anak-anak atau tradisional yang berkembang di
Indonesia!
4. Jenis kegiatan bermain apa saja yang sesuai untuk anak tingkat Madrasah
Ibtidaiyah!

RANGKUMAN
Permainan tradisional merupakan permainan yang berawal dari budaya masyarakat.
Untuk memahaminya perlu pemahaman konsep bermain. Oleh karena itu, permainan
dalam konteks pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai pembekalan pentingnya aktivitas
fisik untuk meningkatkan kondisi sehat, kebugaran fisik, hubungan sosial, pengendalian
emosi, dan moral. Untuk itu, guru perlu memahami konsep dasar dan strategi
pembelajarannya. Permainan atau bermain merupakan fenomena masyarakat, dari mulai
kanak-kanak hingga orang tua. Bagi anak-anak bermain menjadi suatu kebutuhan utama
dan terkadang mereka lupa waktu. Dalam bermain dilakukannya secara sungguh-sungguh
dan tidak ada paksaan. Oleh karena itu, maka permainan perlu ditentukan aturannya agar
berjalan tertib dan teratur.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 209


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Permainan memiliki nilai-nilai yang dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang
melakukannya. Nilai-nilai yang paling hakiki adalah:
A. Pendidikan C. Kesenangan
B. Kepuasan D. Semua benar

2. Perilaku yang dapat dikembangkan melalui permainan anak-anak adalah:


A. Disiplin C. Percaya diri
B. Kerjasama D. Semua benar

3. Permainan bagi anak-anak tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena permainan
merupakan ......... bagi anak.:
A. Kebutuhan C. Motif
B. Naluri D. Semua benar

4. Bermain sering kali tidak mengenai waktu, karena dengan bermain diyakini setiap
individu akan menghasilkan unsur:
A. Kepuasan C. Kegembiraan
B. Kesenangan D. Semua benar

5. Permainan dengan meniru gerakan binatang, bentuk ceritera, dan melalui gerakan
fantasi dapat dikategorikan permainan:
A. Akrobatik C. Imitasi
B. Imajinatif D. Tradional

210 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


UMPAN BALIK

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. C
2. D
3. D
4. D
5. B

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 211


212 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2

Jenis-jenis Bermain

Dilihat dari karakteristik bermain, dapat diperhatikan dalam kehidupan keseharian


anak-anak ketika melakukan kegiatan tersebut ternyata dapat dibedakan, yaitu ada
permainan yang memerlukan aktivitas yang tinggi, dan ada pula permainan yang
memerlukan aktivitas yang tidak terlalu tinggi (rendah). Atau dapat kita bedakan
menjadi permainan aktif dan pasif, akan tetapi bukan berarti permainan itu diidentifikasi
dengan adanya gerak atau tidak, dalam melakukan permainan hendaknya anak mampu
menggunakan kemampuan gerak dan intelektualnya secara bersama-sama sehingga ia
mampu bermain sambil belajar.
Menurut Sugianto (1992:40) bahwa, “Bermain terdiri dari dua jenis, yaitu: bermain
aktif dan pasif.” Bermain aktif yakni kegiatan yang memberikan kesenangan dan kepuasan
kepada anak yang banyak melibatkan aktivitas tubuh yang meliputi bermain konstruktif,
penjelajahan (eksplorasi), permainan (games), dan olahraga (sport). Sedangkan bermain
pasif, yaitu kegiatan yang tidak terlalu banyak melibatkan aktivitas fisik, diantaranya
membaca, menonton film, mendengarkan radio, mendengarkan musik, dan lain-lain.
Pendapat lain yang dikemukakan Piaget (1962) bahwa, “Tahapan bermain memiliki
dimensi kognitif seperti bermain praktis, simbolik, dan dengan aturan.” (a) Bermain
praktis, yaitu saat anak mengeksplorasi semua kemungkinan suatu materi. (b) Bermain
simbolik, yaitu saat anak mulai menggunakan makna simbolis benda-benda. (c) Bermain
dengan aturan, yaitu saat anak mulai bermain dengan menggunakan aturan (rules),
termasuk aturan yang mereka buat sendiri.
Selain pendapat diatas, ada pula yang membagi permainan menjadi 3 jenis permainan.
Soemitro (1991:14) yang mengkategorikan jenis permainan yaitu: (a) bermain aktif, (b)
bermain pasif, (c) bermain intelektual. Yang dimaksud bermain intelektual menurut
Soemitro adalah bermain catur, dan permainan-permainan serupa yang memerlukan
pemikiran yang dalam dan konsentrasi yang terpusat. Jadi permainan tersebut
memiliki karakteristik seperti bergerak, melibatkan proses intelektual, dan bersifat
menyenangkan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 213


A. Manfaat Bermain
Telah disadari oleh manusia bahwa bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan
dan sangat bermanfaat, kegiatan bermain bagi anak-anak sangat penting untuk
penyesuaian diri terhadap lingkungan hidupnya, meskipun pada masa anak-anak bermain
dilakukan karena dorongan naluri tanpa disadari untuk apa mereka melakukannya. Unsur
gerak yang dilakukan pada saat bermain bermanfaat untuk merangsang perkembangan
fisik dan mental anak, karena pada masa anak-anak merupakan masa yang penting
dalam memperbaiki dan menyelaraskan gerakan dasar untuk menopang kemampuan
motoriknya.
Kegiatan bermain memiliki manfaat yang besar bagi perkembangan anak, secara
fisik, sosial, mental maupun emosional. Depdikbud (1995:101) menjelaskan bermain
mempunyai manfaat diantaranya : (a) Membantu manusia mengenali dunia, alam
kehidupannya sendiri dan lingkungan dunia sekitar tempat hidupnya; (b) Meningkatkan
kesehatan jamani, rohani dan sosial serta kegairahan hidup; (c) Menimbulkan kegemaran
bergerak, keluwesan gerakan dan kekayaan keterampilan gerak; (d) Memberikan
bimbingan ke arah penguasaan gerak sebagai orang dewasa, sebagai pribadi yang mantap
dan kreatif serta kerjasama.
Sedangkan menurut Solehudin (1996:77) mengutarakan manfaat bermain, yaitu :
Pada intinya bermain dapat dipandang sebagai kegiatan yang bersifat voluntir, spontan,
terfokus pada proses, memberi ganjaran secara instrinsik, menyenangkan, aktif, dan
fleksibel. Semakin suatu aktivitas memiliki ciri-ciri tersebut, berarti aktivitas itu semakin
merupakan bermain.
Berdasarkan pendapat di atas, penulis berpendapat bahwa bermain dapat memberikan
manfaat pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dalam menyelaraskan perilaku
dan perkembangan motorik sebagai faktor penyangga fisik dan psikisnya di masa yang
akan datang.
Merujuk pada penjelasan manfaat bermain di atas, maka yang termasuk ciri-ciri
bermain menurut Solehudin (1996:77) diantaranya, sukarela, spontan, proses, ganjaran
intrinsik, kesenangan, keaktifan, fleksibel dan choicefull, penjelasan mengenai ciri-ciri
diatas adalah sebagai berikut :
1. Bermain itu sifatnya sukarela, ini berarti dilakukan karena keinginan dan kemauan
anak yang bermain. Anak yang bermain melakukan kegiatan itu tanpa tekanan atau
paksaan dari orang lain. Ia melakukannya lebih karena minatnya daripada karena
faktor-faktor yang berada di luar dirinya.
2. Bermain itu sifatnya spontan, yang berarti kegiatan bermain itu tanpa perencanaan
sebelumnya.
3. Bermain terarah pada proses bukan pada hasil, ini berarti yang menjadi sasaran dari
kegiatan bermain adalah peristiwa atau kegiatan bermain itu sendiri, bukan hasilnya.
Dengan kegiatan bermainnya itulah anak akan memperoleh kepuasan terlepas dari

214 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


bagaimana hasilnya.
4. Bermain memberikan ganjaran secara intrinsik, yaitu anak yang sedang bermain
akan senang dan bahagia disaat ia melakukan apa yang ingin ia lakukan. Dia tidak
mengharapkan ganjaran lain yang bersifat ekstrinsik.
5. Bermain memberikan kesenangan, yaitu kegiatan bermain dapat memberikan
suasana afeksi yang menyenangkan selama orang melakukannya.
6. Bermain memberikan keaktifan pada anak, yaitu dalam bermain anak terlibat secara
aktif. Menurut Garvey (1990), mimpi tidak dapat dikategorikan sebagai bermain,
sebab walaupun mimpi itu bersifat menyenangkan dan voluntir, tapi pelaku mimpi
itu bersifat pasif, tidak terlibat secara aktif.
7. Bermain sifatnya fleksibel dan choicefull, maksudnya anak mempunyai kesempatan
untuk memilih permainan apa saja yang diinginkan, kadang-kadang anak bebas
berpindah-pindah dari satu kegiatan bermain ke kegiatan bermain lainnya dalam
jangka waktu yang tidak lama.

Dalam hal ini, ada beberapa permasalahan yang sering ditemukan dalam bermain,
diantaranya :
a. Berkenaan dengan aspek fisik, bermain mengembangkan otot-otot besar pada anak,
misalnya mengangkat balok, mendorong-dorong benda, menaiki tangga dan melempar
bola. Bermain juga mengembangkan otot-otot kecil, misalnya memotong-motong
kertas atau kain dengan gunting, menggambar dengan krayon, melukis dengan sapu
cat, atau bermain dengan benda-benda kecil lainnya
b. Bermain dapat mengembangkan kemampuan intelektual disaat anak-anak terlibat
dalam aktivitas yang menuntut pikirnnya
c. Bermain dapat mengembangkan keterampilan sosial disaat sejumlah anak aktif
terlibat dalam suatu kegiatan
d. Bermain juga dapat mengembangkan aspek emosi anak.

Mengingat betapa pentingnya manfaat bermain bagi anak-anak, peran serta


orangtua dalam memberi kebebasan bermain turut membantu dalam pertumbuhan dan
perkembangan anak. Anak-anak yang antusias untuk turut serta dalam kegiatan bermain
lebih memiliki harapan untuk tumbuh dan berkembang lebih dinamis, sehat, cerdas,
dewasa, terutama dari segi motoriknya. Mereka akan lebih lincah, lebih kuat, dan lebih
pesat pertumbuhan struktur tubuhnya.

B. Peran Bermain
Ada beberapa peran bermain yang dapat dirasakan oleh anak sebagai pelaku utama
dalam aktivitas bermain, yaitu:
1. Peran bermain dalam aspek sosiologis, yaitu: karakteristik permainan dari berbagai

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 215


kebudayaan dan mengidentifikasi nilai dan fungsinya secara jelas. Analisanya
memberikan persepsi bahwa aktivitas bermain merupakan peninggalan kebudayaan
pada masa lampau dan dapat digunakan sebagai alat untuk bersosialisasi dengan
orang lain.
2. Peran bermain dalam aspek antropologi, yaitu: bermain merupakan pembuka pikiran
dan aspek yang berarti dalam kehidupan sehari-hari. Edward Nerbeck menyatakan
bahwa “Kegiatan bermain manusia adalah hal yang sederhana sebagai perilaku
anak-anak atau sebagai bentuk hiburan untuk bersenang-senang. Felix Keesing
menjelaskan bahwa, “Latihan permainan tradisional sangat mungkin berlangsung
ketika permainan tersebut memiliki fungsi yang berhubungan dengan struktur sosial,
perkembangan anak, agama, atau perilaku lain yang berhubungan dengan kebutuhan
sosial.”
3. Peran bermain dalam aspek psikologis, yaitu: Bermain diakui sebagai aspek penting
dalam pertumbuhan dan perilaku manusia, anak-anak belajar banyak hal dan tumbuh
lebih baik melalui aktivitas bermain daripada bentuk aktivitas lain. Jhon E Gibson
menyatakan bahwa: “Orang yang menggunakan olahraga yang meliputi aktivitas yang
tinggi memiliki sikap dan gaya hidup yang berbeda daripada mereka yang rendah
melakukan aktivitas fisik.
4. Peran bermain dalam perkembangan pribadi, yaitu: Anak-anak dapat mengembangkan
kekuatan dan kontrol pribadinya melalui aktivitas bermain, seperti ketika ia beranjak
dari anak-anak yang baru bisa berjalan sampai kira-kira usia 5-6 tahun, selanjutnya
anak-anak mulai menjelajahi permainan menggunakan keterampilan, berlatih untuk
melakukan gerakannya.
5. Peran bermain dalam teori psikoanalitis, yaitu: Sigmunt Freud adalah figur yang
paling dominan dalam perkembangan teori psikoanalitis, banyak konsep dasar
Freuds mengenai perkembangan pribadi sama halnya dengan pernyataan mengenai
mekanisme psikologi memiliki implikasi yang besar untuk memahami tentang
permainan. Teori Freuds memiliki pengaruh yang berarti dalam konsep bermain dan
rekreasi. Freuds menyatakan bahwa kehidupan manusia didominasi oleh tekanan
yang terus menerus dan untuk mengatasi itu adalah dengan bermain.
6. Peran bermain dalam proses belajar, yaitu: Fungsi utama bermain adalah melepas
kejenuhan, oleh karena itu anak dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar. Menurut
Richard Dattner,”Bermain adalah suatu cara anak belajar,…permainan merupakan
suatu cara mempersiapkan anak-anak untuk berpartisipasi secara sosial sampai
akhirnya mereka dewasa.” Dattner juga menyatakan bahwa “Bermain memberikan
kontribusi yang berarti dalam proses pembelajaran.”
7. Peran bermain dalam perkembangan kognitif, yaitu: Menurut teori Piaget bermain
adalah suatu proses pendekatan terhadap situasi dan pengalaman baru. Piaget
menyatakan bahwa bermain sebagai aktivitas yang berulang-ulang yang kemudian
dimiliki untuk memperkembangkan kemampuan kognitif sehingga dapat dilakukan
secara efektif.

216 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


C. Permainan Anak
Permainan merupakan kegiatan rekreasi yang sangat populer di masyarakat.
Permainan adalah suatu kegiatan baik dengan mempergunakan alat ataupun tidak
dengan alat yang bertujuan untuk menyenangkan diri. Indonesia merupakan negara yang
memiliki banyak bentuk permainan, setiap daerah di seluruh pelosok Indonesia memiliki
berbagai bentuk permainan masing-masing yang disebut juga permainan tradisional/
permainan anak.
Olahraga atau permainan dilihat dari segi kebudayaan merupakan permainan asli
yang mendukung budaya nasional dan adat tradisi bangsa yang ikut memperkaya unsur
kebudayaan dan kepribadian bangsa indonesia. Pada awalnya olahraga ini dimainkan
dengan peraturan yang sederhana, lambat laun peraturan permainan berkembang pada
permainan yang dapat dipertandingkan/diperlombakan. Lebih lanjut lagi beberapa
cabang olahraga dimasukan sebagai pokok bahasan yang harus dipelajari dalam mata
pelajaran Penjaskes di MI.
Jenis permainan anak di setiap daerah berbeda-beda tergantung pada adat, kebiasaan,
dan budaya daerah masing-masing. Sebagai contoh, di daerah Banten, Aceh, Cirebon,
dan Demak terdapat permainan yang disebut debus dan permainan yang bersifat mistik
lainnya, di daerah Sulawesi Selatan terdapat permainan sepak raga atau lebih dikenal
dengan permainan sepak takraw. Selain contoh di atas terdapat juga permainan benjang
(Jawa Barat), lompat batu (Nias), okol (Jawa Timur). Sedangkan Soemitro (1991:279)
menjelaskan jenis permainan tradisional sebagai berikut “hadang, benteng, batu tujuh,
handink lise (NTT), kambing kambing (Sumbar), pindah bintang (Kaltim), kantaheng
(Sulut), rebutan nyiur (Jambi), patil lele, cacak, bencah, pangko-pangko, antu-antuan
(Sumsel).”
Untuk daerah Jawa Barat, menurut Tisna Sopandi (1983) dalam bukunya “Aneka
Permainan Tradisional” teridentifikasi 23 cabang olahraga anak atau tradisional, yaitu
: “aarcaan, ambil-ambilan, balenan, bandringan, bebentengan, boy-boyan, buyungan,
dampu, gobang, hahayaman, kokotokan, jajangkungan, jamur-jamuran, kali-kali jahe,
kobak, main kemiri, meong bongkok, nanangkaan, ngadu ungkuy, oray-orayan, palpalan,
serok, sisimuetan, sur-sar, turih oncom.”
Usaha menggali, melestarikan dan membina atau mengembangkan olahraga asli/
tradisional agar dapat diperlombakan atau dipertandingkan secara nasional maupun
internasional telah dilakukan oleh Direktorat Keolahragaan Ditjen Diklusepora (1999)
dengan menyusun buku peraturan permainan beberapa cabang olahraga tradisisonal
berdasarkan inventarisasi data dari daerah, hasil uji coba yang diadakan di kalangan
pelajar DKI, masyarakat/karyawan instansi departemen/non departeman, invitasi
olahraga asli/tradisional se Jawa-Bali tahun 1989, se Sumatera tahun 1990 di Bukit tinggi,
se Sulawesi tahun 1991 di Palu, se Kalimantan tahun 1992 di Banjarmasin, dan sebagai
puncak adalah invitasi olahraga asli/tradisional tingkat nasional tahun 1993 di Jakarta.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 217


Di sekolah-sekolah, olahraga tradisional merupakan pokok bahasan yang harus
disampaikan pada siswa. Di tingkat MI selain termasuk oahraga pilihan, sebagian kecil
tersurat dalam GBPP, penjas sebagai pokok materi yang harus diajarkan dalam kegiatan
pembelajaran intrakulikuler, yaitu gobak bundar/gobak sodor, bebentengan, egrang,
lompat tali berpasangan, lari karung, dan berbagai permainan untuk anak-anak.
Dari berbagai permainan anak atau tradisional di atas yang banyak mendapat
perhatian dan dilakukan oleh anak-anak adalah permainan benteng/bebentengan dan
boy-boyan, karena permainan tersebut mudah dan sangat sederhana untuk dilakukan,
terutama oleh anak-anak pada saat pembelajaran pendidikan jasmani ataupun pengisi
waktu luang mereka.
Sebelum memulai suatu permainan pada umumnya diadakan dahulu undian, dengan
cara-cara sebagai berikut :
1. Dengan cara ‘Hom-pim-pah’, dilakukan apabila peserta lebih dari dua orang. Caranya
semua peserta membentuk suatu lingkaran kemudian secara bersama-sama
menyerukan ‘hom-pim-pah dan tiap anak menyodorkan telapak tangan (kanan/kiri)
sehingga terkumpul di tengah, setelah itu akan terlihat di antara mereka tangan yang
berbeda posisinya, misalnya semua anak posisi tangannya telungkup, tetapi ada salah
seorang anak yang posisinya terbuka (menghadap keatas), maka anak itulah yang
kalah undian atau menjadi ‘kucingnya’.
2. Suten/suit, dilakukan oleh dua orang anak yang saling berhadapan, lalu saling
mengajukan salah satu jarinya secara bersama-sama, setelah itu dapat terlihat siapa
pemenangnya, karena jari itu meimiliki arti sebagai berikut: (a) Ibu jari artinya gajah,
(b) Telunjuk artinya manusia, (c) Kelingking artinya manusia. Adapun ketentuannya
adalah: gajah kalah oleh semut, semut kalah oleh manusia, dan manusia kalah oleh
gajah. Jari tengah dan jari manis tidak memiliki arti, sehingga kedua jari tersebut
tidak dapat digunakan dalam suten/suit, apabila terjadi pengajuan jari yang sama,
maka suten/suit diulang sampai mendapat pemenangnya.
3. Toss dengan melemparkan uang logam, terlebih dulu ditentukan siapa yang memegang
permukaan masing-masing uang logam tersebut, misalnya permukaannya terdiri dari
“rumah” dan “wayang”. Uang logam tersebut dilempar ke atas kemudian dibiarkan
jatuh dan dapat ditentukan bagian permukaan uang yang berada di atas adalah yang
menang.
4. Dengan menggunakan rumput sebanyak jumlah peserta, satu helai diantaranya
disimpulkan. Peserta yang mencabut rumput yang disimpulkan tersebut adalah yang
kalah undian atau yang menjadi ‘kucing’, pada saat dicabut terlebih dahulu rumput
digenggam oleh seseorang.

D. Permainan Bebentengan
Bebentengan berasal dari kata benteng atau pertahanan, kata bebentengan adalah

218 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


dwipurwa yaitu mengulang suku kata pertama dengan memberi akhiran-an, artinya
berbuat menyerupai sesuatu atau bukan sebenarnya. Permainan ini masih merupakan
permainan yang digemari oleh anak-anak baik laki-laki atau perempuan bermur 6-12 tahun
terutama di daerah pedesaan. Permainan ini menggunakan alat bantu bisa berupa batu
bata atau benda apa saja yang dijadikan sebagai bentengnya. Berkaitan dengan peraturan
yang dipergunakan masing-masing daerah memiliki perbedaan, untuk memberikan hasil
yang lebih baik Direktorat Keolahragaan Diklusepora (1999:25) merumuskan peraturan
permainan benteng sebagai berikut :
1. Lapangan dan Peralatan
a. Lapangan
a. Lapangan
Bentuk : Persegi panjang
Bentuk : Persegi panjang
Ukuran : Panjang 50 m, Lebar 20 m
Ukuran : Panjang 50 m, Lebar 20 m

Daerah benteng
Daerahberbentuk lingakaran
benteng berbentuk yangyang
lingakaran berdiameter
berdiameter3 3mmdengan jarak1010mm dari
dengan jarak
garis belakang dari
dangaris
garisbelakang
samping. danLapangan ditandai
garis samping. garisditandai
Lapangan selebargaris
5 cm. Daerah
selebar tawanan
5 cm.
: Berbentuk persegi panjang
Daerah tawanan dengan ukuran; panjang 10 m lebar 1 m.
: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran; panjang 10 m
lebar 1 m.

1m

10 m

Gambar
Gambar 1 1
Lapangan Permainan Bebentengan
Lapangan Permainan Bebentengan
b. Peralatan
1) Bendera
2) Tiang bendera
b. Peralatan
3) Kapur/cat
4) Pluit1) Bendera
5) Bendera hakim
2) Tiang garis
bendera
6) Jam/stopwatch
3) Kapur/cat
7) Alat4)tulis
Pluit
8) Meja/kursi
5) Bendera hakim garis
9) Formulir pertandingan
6) Jam/stopwatch
7) Alat tulis
8) Meja/kursi Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 219
9) Formulir pertandingan
2. Lamanya permainan, yaitu: 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit.
3. Pemain, yaitu: setiap regu terdiri dari 10 orang dan cadangan 4 orang.
4. Serangam pemain, yaitu: setiap pemain diwajibkan memeakai seragam yang bernomor
dada dan punggung 1 sampai dengan 14 dengan ukuran 15 cm.
5. Jalannya permainan
a) Sebelum permainan di mulai terlebih dulu diadakan undian, yang menang dapat
memilih tempat atau lebih dulu memancing.
b) Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi
sebagai pengejar. Seseorang pemai berfungsi sebagai pengejar pemain lawan,
apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentenganya dan dia menjadi orang
yang dikejar oleh pemain lawan apabila lebih dulu meninggalkan bentengnya.
c) Anggota regu yang tertangkap atau keluar dari lapangan permainan akan menjadi
tawanan dari pihak lawan. Cara menangkap lawan cukup hanya menyentuh
bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka.
d) Tawanan yang terkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman
seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskannya dengan cara menyentuh
bagian tbuh temannya. Tawanan yang lebih dari satu orang dapat dibebaskan
dengan cara menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu
sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan.
e) Kapten regu ditandai dengan ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur
setiap anggota regunya. Bila kapten regu tertangkap, tugas diberikan kepada
salah seorang temannya yang belum tertangkap.
f) Benteng suatu regu dinyatakan terbakar apabila salah seorang atau lebih dari regu
lawan dapat membakar dengan cara menginjakan salah satu kakinya di benteng
lawan.
g) Setelah salah satu regu bentengnya terbakar, permainan dilanjutkan dengan
ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu
sebagai pemancing.

6. Penggantian pemain, yaitu: Selama permainan berlangsung, setiap regu diperbolehkan


mengadakan pergantian pemain sebanyak empat kali.
7. Wasit, pembantu wasit, dan pencatat nilai, yaitu: Permainan/pertandingan dipimpin
oleh 2 orang wasit, 4 orang pembantu, dan 2 orang pencatat nilai.

220 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


7. Wasit, pembantu wasit, dan pencatat nilai, yaitu: Permainan/pertandingan dipimpin
oleh 2 orang wasit, 4 orang pembantu, dan 2 orang pencatat nilai.
Pembantu wasit Pembantu wasit

Wasit 40 cm

10 m

10 m

30 cm

10 m 1m

Wasit 10
m

Gambar 2
Pembantu Wasit Pembantu wasit

Gambar 2
Denah lapangan dan penempatan petugas
Denah lapangan dan penempatan petugas

8. Hukuman8. dan sanksi dan sanksi


Hukuman
Hukuman dan sanksi dan
Hukuman diberikan kepadakepada
sanksi diberikan pemain apabila
pemain apabila: :
a) Menyentuh pemain lawan dengan tangan
a) Menyentuh pemain lawan dengan tangan
b) Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan
b) Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan
c) Menyerang wasit atau membuat keributan.
c) Menyerang wasit atau membuat keributan.
9.
9. Penilaian danPenilaian
penentuandan penentuan pemenang
pemenang
a. Penilaian
Setiap pembakaran dihitung satu nilai.
b. Penentuan pemenang
1) Regu yang paling banyak memakar benteng lawannya dinyatakan sebagai
pemenang
2) Apabila nilai sama, pemenang ditentukan berdasarkan jumlah tawanan
3) Apabila poin 1 dan 2 tetap sama, pemenang ditentukan oleh undian/tos.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 221


E. Permainan Boy-boyan
Boy-boyan adalah nama sebuah permainan yang sampai sekarang masih dimainkan
oleh anak-anak yang tinggal di Citeureup, Ciruas, Kabupaten Serang. Kalau melihat jalan
permainannya, kita dapat membandingkan dengan permainan rerebonan yang biasa
terdapat di Tarogong, Kabupaten Garut. Perbedaannya sedikit saja, yaitu rerebonan di
Garut tidak menggunakan bola tenis, cukup dengan batu yang menjadi rebutan. Peraturan
permainan untuk Boy-boyan adalah sebagai berikut :
1. Lapangan dan Peralatan
a. Lapangan, yaitu: Lapangan yang digunakan diperlukan tempat yang luas, biasanya
cukup mempergunakan halaman rumah, atau lapangan olahraga yang cukup
luas. Gelanggang permainan tidak dibatasi, tetapi harus cukup luas. Jarak antara
sasaran (tumpukan genting) kira-kira 2-3 meter.
b. Peralatan
1) Bola tenis
2) Sekitar 8-10 keping pecahan genting yang besarnya kira-kira selebar telapak
tangan anak-anak.

2. Pemain
Setiap regu terdiri dari lima orang atau lebih..

3. Jalannya permainan
a. Sebelum memulai permainan terlebih dahulu diadakan undian untuk menentukan
kelompok mana yang lebih dulu menjadi penyerang atau yang lebih dulu memegang
bola tenis.
b. Dalam permainan ini tidak ditunjuk atau dipilih yang menjadi pemimpin kelompok,
hanya ditentukan urutan siapa yang melempar terlebih dahulu, biasanya yang
terpandai melempar.
c. Setelah pembagian kelompok dan urutan pelempar, permainan bisa dimulai
dengan menumpuk pecahan genting menjadi satu susun oleh kelompok penjaga.
Dari jarak kira-kira 2-3 meter kelompok penyerang melempar tumpukan genting
itu dengan bola tenis. Giliran melempar ditentukan oleh urutannya, semantara itu
kelompok penjaga bersiap-siap untuk menangkap bola.
d. Apabila lemparan pertama tidak mengenai sasaran, atau kena tetapi tidak
menyebabkan pecahan genting itu rubuh, maka lemparan dapat diulangi dengan
lemparan yang kedua, tetapi yang melempar harus diganti sesuai dengan ururtan
lempar yang sudah ditentukan.
e. Apabila kelompok penyerang tak ada seorangpun yang berhasil, kelompok ini
harus menyerah dan harus bertukar tempat. Kelompok penyerang menjadi
penjaga dan kelompok penjaga menjadi penyerang.
f. Setelah satu kelompok berhasil merobohkan susunan genting, maka kelompok

222 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


penjaga menangkap bola tenis dan bola itu dimainkan dengan cara dioper-operkan
diantara kawannya untuk kemudian dilemparkan pada pihak penyerang.
g. Anggota kelompok penyerang yang sedang dikejar oleh yang memegang bola
harus berusaha menyusun kembali pecahan genteng yang berserakan.
h. Apabila kelompok penyerang dapat menyusun kembali pecahan genteng serta
terhindar dari lemparan penjaga maka ia berteriak “boy” sebagai pernyataan
berhasil dan kelompok penyerang dinyatakan menang.
i. Apabila kelompok penyerang ada yang berhasil dilempar oleh penjaga sebelum
pecahan genteng tersusun maka yang menang adalah kelompok penjaga, kemudian
bertukar tempat dan permainan diulangi lagi.
j. Demikian permainan ini dilakukan secara bergantian menyerang dan bertahan,
sampai waktu menjelang sore.

4. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas nampak bahwa permainan boy-boyan sangat banyak memiliki
unsur-unsur Dari penjelasan
kebaikan di atas
sebagai nampak
sebuah bahwa permainan
permainan, boy-boyan
disamping sangat
melatih banyak
keterampilan
gerak dan sportifitas,
memiliki dapat dijadikan
unsur-unsur sebagai
kebaikan sarana
sebagai sebuahrekreasi dan disamping
permainan, hiburan serta unsur
melatih
olahraga. keterampilan gerak dan sportifitas, dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi dan
hiburan serta unsur olahraga.

C D

Gambar 3
Denah lapangan Boy-boyan
Gambar 3
Denah lapangan Boy-boyan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 223


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami KB ini, maka kerjakanlah latihan ini
dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan yang
disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan secara
individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Permainan tradisional memiliki keragaman pada setiap daerah, meskipun memiliki
kesamaan dalam bentuk. Mengapa demikian?
2. Jelaskan nilai-nilai positif yang dapat diperoleh melalui permainan tradisional!
3. Bermain adalah naluri setiap manusia, karena manusia memiliki suatu yaitu homo
ludens! Jelaskan!
4. Bebentengan memiliki nilai unik, yaitu membangun kerjasama. Jelaskan ciri-ciri dari
permainan tersebut!

RANGKUMAN
Dari penjelasan di atas nampak bahwa permainan boy-boyan sangat banyak memiliki
unsur-unsur kebaikan sebagai sebuah permainan, disamping melatih keterampilan
gerak dan sportivitas, dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi dan hiburan serta unsur
olahraga.
i-laki atau perempuan bermur 6-12 tahun terutama di daerah pedesaan.
Permainan ini menggunakan alat bantu bisa berupa batu bata atau benda apa saja yang
dijadikan sebagai bentengnya. Berkaitan dengan peraturan yang dipergunakan masing-
masing daerah memiliki perbedaan, untuk memberikan hasil yang lebih baik Direktorat
Keolahragaan Diklusepora merumuskan peraturan permainan benteng

224 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban
A, B, C, atau D yang paling tepat, tuangkan pada lembar tugas yang Anda miliki!

1. Pada dasarnya tujuan pokok bermain lebih pada unsur:


A. Spirit C. Kepuasan
B. Kebersamaan D. Motivasi

2. Pelaksanaan permainan memerlukan aturan yang baku namun fleksibel. Apa tujuan
dari aturan main itu diberlakukan?
A. Jujur C. Kompetisi
B. Percaya diri D. Tertib

3. Bermain merupakan salah satu dari kegiatan olahraga rekreasi yang bertujuan
untuk:
A. Mencari tahu C. Mencipta kembali
B. Mencari kepuasaan D. Mengisi waktu luang

4. Dalam upaya meningkatkan kinerja seseorang, bermain sering dimanfaatkan oleh


individu atau kelompok sebagai sarana refreshing. Apa maksudnya?
A. Istirahat C. Menghabiskan waktu
B. Aktivitas positif D. Mencari suasana baru

5. Ada dua jenis bermain yang biasa dilakukan dalam memperoleh kepuasan pelakunya,
yaitu:
A. Tinggi dan rendah C. Aktif dan pasif
B. Jauh dan dekat D. Semua benar

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 225


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. C
2. D
3. C
4. D
5. C

226 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


PEMBELAJARAN RENANG

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 227


228 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN RENANG

Pendahuluan
Manusia adalah makhluk yang diberikan potensi akal oleh Allah SWT, itulah yang
membedakan antara manusia dengan hewan. Dengan potensi akal yang dimilikinya,
manusia mampu melakukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh
orang lain. Dengan potensi akal yang dimililkinya pula mnusia mampu memanfaatkan
alam ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga hampir semua yang tersedia di alam ini adalah
dapat dimanfaatkan manusia. Salah satu potensi alam yang dimanfaatkan oleh manusia
adalah air. Faham naturalisme mengatakan bahwa alam dapat mendidik manusia begitu
pula air. Keberadaan air sungai, danau, lautan sebagai lingkungan fisik yang terdapat
disekitar kehidupan manusia akan dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai macam
kepentingan-kepentingan kehidupannya. Lingkungan alam air dapat menuntut manusia
untuk mampu menyesuaikan dengannya. Salah satu bentuk adaptasi manusia dengan
lingkungan air adalah manusia dituntut untuk mampu berenang agar dapat bereksistensi
dengannya dalam mempertahankan keselamatan dirinya.
Dengan kemampuan berenang manusia dapat mengapung dan bergerak sambil
dapat bernafas untuk tujuan-tujuan tertentu. Menurut sejarahnya bahwa manusia yang
hidupnya berada di sekitar perairan sudah melakukan upaya berenang untuk menangkap
ikan, menyebrang sungai, dan untuk keperluan militer. Dan bahkan Rosululloh S.A.W.
dalam hadisnya telah menganjurkan agar anak-anak diajarkan berenang sejak masih kecil.
Selain manusia harus dapat beradaptasi dengan air, juga manusia dapat memanfaatkannya
sebagai sumber kehidupan yang amat vital yaitu untuk minum. Dalam era perkembangan
modern, air juga dapat dijadikan sebagai media olahraga, salah satu bentuk aktivitasnya
adalah berenang. Dalam olahraga, berenang sudah dipertandingkan baik pada even-
even regional, nasional, hingga Internationa. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan
kedokteran, olahraga renang sudah dapat diakui sebagai media untuk memelihara
kebugaran jasmani, dan terapi berbagai macam penyakit. Demikian pula para pilosofi
pendidikan mengakui bahwa olahraga renang dapat dijadikan sebagai wahana untuk
kepentingan pendidikan dan rekreasi.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 229


Sebagaimana terungkap dalam sejarahnya bahwa berenang telah dikenal sejak zaman
dulu. Orang menjadikan berenang sebagai salah satu olahraga yang menarik. Pada zaman
dahulu di Yunani dan Romawi, olahraga renang telah dijadikan salah satu alat dalam
penyelenggaraan pendidikan. Demikian juga pada masa peralihan dari abad pertengahan
ke abad modern di Eropa atau yang lebih dikenal dengan istilah renaisance, para ahli
sperti: Vittarino de Feltre, Mercurialis, John Locke dan lain-lain menganjurkan agar
berenang dijadikan salah satu alat dalam penyelenggaraan pendidikan. Olahraga renang
semakin lama semakin tersebar ke seluruh negara-negara di dunia termasuk Indonesia,
sehingga bermunculan perkumpulan-perkumpulan renang.
Setelah dengan seksama mempelajari modul ini, secara khusus Anda diharapkan
dapat:
1. Menerapkan dan menjelaskan tentang manfaat renang dan praktek renang dalam
pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.
2. Menerapkan teknik dasar renang bagi anak didik melalui pembelajaran pendidikan
jasmani dan kesehatan.

Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini diorganisasikan menjadi
dua Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:
KB 1: Teori pembelajaran renang
KB 2: Praktek pembelajaran renang

Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus
yang Anda miliki.
3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumber-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

230 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1

Teori Pembelajaran Renang

Karena berenang merupakan salah satu cabang olahraga yang menarik dan sangat
bermanfaat bagi tubuh, maka kita seyogyanya mengetahui akan sejarah kemunculan
renang dari mulai awal kemunculannya hingga tersebar ke seluruh dunia termasuk ke
Indonesia.

A. Pengertian Renang
Pengertian renang secara umum adalah, The floatation of an object in a liquid due to
its buoyancy or lift. Definisi lebih spesifiknya adalah, Swimming is the method by which
humans (or other animals) move themselves through water. Swimming is a popular
recreational activity, particularly in hot countries and in areas with natural watercourses.
Swimming is olso a competition sport. There are many health benefits of swimming, yet
basic swimming skills and safety precautions are needed to participate in water aktivities.
(hhtp://home comcast.net/-hot tub/swimming.htm). Artinya: Pengertian renang secara
umum adalah upaya mengapungkan atau mengangakat tubuh ke atas permukaan air.
Secara lebih spesifiknya definisi renang adalah; Suatu cara yang dilakukan seseorang
(binatang) untuk menggerakkan tubuhnya melalui air.
Renang lebih populer sebagai kegiatan untuk kepentingan rekreasi seperti di daerah
pantai, danau atau sungai yang alamiah. Renang juga sebagai olahraga pertandingan.
Banyak manfaat dari kegiatan renang yang diperoleh bagi manusia, terutama adalah
untuk keselamatan diri atau orang lain ketika berenang.
Arma Abdullah (1981) mengemukakan; Renang adalah suatu jenis olahraga yang
dilakukan di air, baik di air tawar maupun di air laut. Dari beberapa penjelasan di
atas, dapat disimpulkan definisi renang sebagai berikut; Renang adalah suatu aktivitas
manusia (binatang) yang dilakukan di air baik air kolam, sungai, danau maupun laut
dengan berupaya untuk mengangkat tubuhnya untuk mengapung agar dapat bernafas
dan bergerak baik maju maupun mundur.
Renang dalam konteks olahraga adalah; suatu nomor pertandingan pada cabang
olahraga air secara formal terdiri dari empat gaya yang diperlombakan baik pada

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 231


kejuaraan-kejuaraan resmi maupun tidak resmi. Renang sebagai salah satu cabang
olahraga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan rekreasi, kesehatan,
rehabilitasi, pendidikan, untuk keselamatan, dan kepentingan militer. Renang sebagai
salah satu cabang olahraga memiliki banyak nomor yang diprtandingkan seperti; Loncat
indah, renang indah, renang dengan sepatu katak (fin swimming), polo air, polo kano.

B. Sejarah Renang
Pada zaman dahulu berenang merupakan kebutuhan. Berenang telah dikenal oleh
manusia sejak zaman prasejarah. Lukisan dari Jaman Batu telah ditemukan di dalam “gua
para perenang” dekat Wadi Sora (atau Sura) dibagian barat-daya Mesir. Orang Yunani
dan Romawi menjadikan berenang sebagai kebutuhan vital dalam kemiliteran. Tentara-
tentara mereka dituntut untuk mahir berenang. Hal ini dapat terlihat dari relief Assyiria
yang kemungkinan dibuat sekitar 3000 tahun yang lalu. Pada relief tersebut terlihat
bahwa seorang tentara sedang berenang dengan gaya yang hampir serupa denagn gaya
modern yang ada saat ini. Orang Yunani Sisilia telah dijadikan tawanan pada sebuah
kapal Persia king Xerxes I pada 480 tahun sebelum masehi. Setelah mengetahui
serangan yang akan datang untuk angkatan laut Yunani, ia mencuri pisau dan
lompat keluar kapal. Sepanjang malam dan dengan menggunakan alat bantu
pernapasan (snorkel) yang terbuat dari buluh, ia berenang kembali kearah kapal
dan memotong talinya. Hal ini mengabarkankan kepada kita bahwa pada saat itu
berenang sangat dianjurkan untuk dikuasai oleh para tentara. Bahkan di Jepang,
renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat,
pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada tahun 36 sebelum
Masehi.
Selama abad pertengahan, orang-orang Eropa beranggapan bahwa mandi atau
berenang di luar rumah seperti di danau atau sungai adalah dianggap sangat berbahaya.
Karena banyak kasus yang menyebabkan kematian akibat terserang wabah penyakit yang
menular melalui air sungai atau danau yang digunakan untuk mandi tersebut. Sehingga
pada abad pertengahan ini aktifitas berenang kurang berkembang di Eropa, selain karena
pada waktu itu belum ada kolam renang. Walaupun demikian, tidak di seluruh wilayah
eropa beranggapan seperti itu, di daerah Mediterania terlihat beberapa perkembangan
kemampuan di dalam berenang pada waktu itu karena orang-orang di sana tidak begitu
menghiraukan kepercayaan tersebut. Terutama di daerah Inggris, di sana orang-orang
malah berenang dengan mencoba berbagai macam gaya. Namun, kepercayaan masyarakat
Eropa pada abad pertengahan itu tidak berlangsung lama. Pada kurun waktu berikutnya
mereka mulai kembali menyukai renang. Mereka melakukan itu di sungai-sungai atau di
danau-danau bahkan di laut sekalipun.
Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar
tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama
kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan
gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902. Di abad pertengahan, renang

232 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang
dengan membawa senjata. Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam
Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang
dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100
meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade
kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200
m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.
Olahraga renang semakin lama semakin degemari oleh banyak orang, sehingga
semakin berkembang dan tersebar ke seluruh pelosok dunia sehingga pada tahun 1908,
dibentuklah sebuah perserikatan renang internasional atau yang disebut FINA (Federation
Internasional de Nation Amateur) semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi
gaya dada.

1. Sejarah Munculnya Renang Gaya Bebas


Gaya yang paling awal muncul di dalam perkembanagn renang dunia adalah gaya
berenang yang dilakukan seperti anjing atau yang dikenal dengan istilah “dogpaddle“.
Lukisan dari Zaman Batu telah ditemukan didalam „gua para perenang“ dekat Wadi
Sora (atau Sura) dibagian Barat-Daya Mesir dekat Libya. Gambar-gambar ini nampak
menunjukkan gaya dada atau gaya anjing mengayuh, meskipun bisa jadi ia mungkin
menunjukkan gerakan yang berkaitan dengan prosesi ritual yang artinya tidak ada
kaitannya dengan renang. Gua ini juga digambarkan pada film English Patient. Hal ini
dikarenakan bahwa orang-orang primitif pada zaman dahulu mempelajari setiap gerakan
binatang yang kemudian ditirunya untuk gaya dalam berenang.
Stempel lilin Mesir yang bertanggal antara 4000 dan 9000 tahun sebelum masehi
menunjukkan empat perenang yang diyakini berenang dengan variasi dari gaya bebas.
Referensi lain mengenai renang juga ditemukan pada gambar timbul Babylonia dalam
lukisan dinding Assyria yang menunjukkan variasi dari gaya dada. Lukisan yang paling
terkenal telah ditemukan di padang pasir Kebir dan diperkirakan berasal dari sekitar
4000 tahun sebelum masehi.
Pada tahun 1873, J. Arthur Trudgen memperkenalkan gaya baru kepada para peranang
Inggris. Ia telah melihat orang-orang Indian yang menggunakan metode tangan di atas
tangan yang mana metode ini membawa pengaruh kepada kecepatan mereka.
Gaya bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1873 oleh
John Arthur Trudgen, menirunya dari Orang Amerika asli.. Pada tahun 1902 the trudgen
diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan mengibas.

2. Sejarah Munculnya Renang Gaya Punggung


Gaya punggung pertama kali diperlombakan pada olimpiade tahun 1912 di Stockholm.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 233


Ketika kompetisi renang di bagi pada tiga nomor pertandingan yaitu gaya dada, punggung,
dan gaya bebas baik untuk even Nasoinal maupun International. Gaya punggung yang
dipergunakan pada saat itu masih menggunakan gerak yang elementer atau gaya punggung
dengan menggunakan kedua lengan memutar secara bersamaan (double over arm) dan
menggunakan gerakan kaki katak. Setelah tahun 1934 seorang perenang bernama Adolf
Kiefer melakukan perbaikan-perbaikan gaya sehingga menambah kecepatan dengan
baik, sehingga gaya ini makin digemari.

3. Sejarah Munculnya Renang Gaya Dada


Sejarah renang gaya dada dimulai ketika zaman batu, gambar seorang perenang di gua
dekat wadi sora yaitu di daerah barat daya mesir telah menjadi bukti bahwa renang telah
dikenal sejak dahulu. Gerakan renang gaya dada ini mungkin menirukan gerakan renang
seekor katak. Lukisan gaya dada ditemukan pada relief peninggalan bangsa Babilonia
dan pada lukisan-lukisan dinding pada Assyirian.
Pada tahun 1538 Nicolas Wynman seorang profesor berkebangsaan Jerman yang
pertama membuat buku tentang renang yang berjudul Colymbetes. Buku tersebut bukan
untuk panduan latihan akan tetapi untuk mengurangi korban banjir. Namun buku
tersebut cukup bagus dalam menerangkan cara berenang gaya dada yang baik.
Pada tahun 1696 pengarang buku berkebangsaan Perancis bernama Melchisedech
Thevenot menulis buku Art of Swimming. Menerangkan tentang gaya dada modern.
Buku inilah yang mempopulerkan renang gaya dada ini (Benjamin Franklin salah satu
pembacanya). Pada zaman sebelum diadakannya Olimpiade dimulai pada tahun 1800-
an, perlombaan renang di Eropa banyak peserta yang menggunakan gaya dada. Pada
kompetisi renang tahun 1844 di kota London yang diikuti oleh peserta yang berasal
dari penduduk pribumi Amerika. Orang Inggeris menggunakan gaya dada sedangkan
penduduk pribumi Amerika menggunakan gaya bebas. Orang Inggeris tetap menggunakan
gaya dada ini hingga tahun 1873.
Kapten Matthew Webb menjadi orang pertama yang berenang melintasi selat Inggeris
(yang menghubungkan Inggeris dan Perancis) pada tahu 1875, ia berenang menggunakan
gaya dada sejauh 21.26 mil (34.21 km) dalam waktu 21 jam 45 menit.
Pada Olimpiade musim panas tahun 1904 di St. Louis adalah olimpiade pertama yang
menjadikan gerak renang gaya dada menjadi cabang renang yang terpisah dari renang
gaya lain dengan jarak 440 yard (402 m). Olimpiade ini membagi cabang renang menjadi
perlombaan dengan menggunakan gaya dada, gaya punggung, dan gaya bebas.
Pada tahun 1928 adalah awal dari penelitian tentang renang oleh David Armbruster
seorang pelatih renang di universitas Iowa yang mendokumentasikan perenang di dalam
air. Satu masalah hasil temuan dalam penelitiannya tentang gaya dada adalah, “perenang

234 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


mengalami penurunan kecepatan geranya ketika menggerakkan lengan maju di dalam
air”. Pada tahun 1934 Armbruster menemukan suatu metode baru untuk mengatur
gerak maju lengan ke depan dengan cara ke luar dari permukaan air. Namun model
cara lengan kupu-kupu ini masih sulit untuk meningkatkan kecepatan gerak. Satu tahun
kemudian (1935) Jack Seig seorang perenang yang juga berasal dari universitas Iowa
mengembangkan suatu teknik gaya renang yang gerakan kakinya menyerupai gerakan
ekor ikan dan memodifikasi gerakan kepala dalam menyelam. Akhirnya Aembruster dan
Seig mengkombinasikan gerkan ini dengan menghasilkan variasi baru dalam daya dada
yang disebut gaya kupu-kupu dengan gerakan kedua kaki menyerupai gerakan ekor
lumba-lumba. Dengan gaya ini Seig berenang sejauh 100 yard (91 m) dapat ditempuh
dalam waktu 1:00.2 detiik. Dengan demikian gaya ini lebih cepat daripada gaya dada
namun melanggar peraturan gaya dada pada umumnya. Pada olimpiade musim panas
tahun 1936 di Berlin gerak kupu-kupu pada renang gaya dada digunakan oleh beberapa
perenang pada perlombaan renang gaya dada. Pada tahun 1938 hampir semua perenang
gaya dada menggunakan gerakan gaya kupu, hingga tahun 1952. Pada tahun 1952 gerakan
renang gaya kupu-kupu diatur dan memiliki peraturan tersendiri.
Olahraga renang semakin lama semakin berkembang dan tersebar luas hamper ke
seluruh Negara di dunia termasuk Indonesia. Perkumpulan-perkumpulan renang pun
semakin banyak bermunculan. Oleh karena itu pada tahun 1908 didirikanlah perserikatan
dunia seperti yang telah disebut di atas.
Olahraga renang di Indonesia telah ada sejak tahun 1904. Pada waktu itu olahraga
renang hanya dikenal oleh orang-orang kulit putih (bangsa Belanda) dan orang-orang kaya
(bangsawan saja), sehingga olahraga ini sulit sekali untuk berkembang karena olahraga
ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, lebih-lebih mengenai bagaimana cara
melakukan renang yang baik.
Sejak sebelum kemerdekaan, di negara kita telah ada beberapa kolom renang yang
indah dan baik. Akan tetapi pada waktu itu, kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk
belajar berenang tidak mungkin. Hal ini disebabkan setiap kolam renang yang dibangun
hanyalah diperuntukkan bagi para bangsawan dan penjajah saja.
Memang waktu itu ada juga kolam renang yang dibuka bagi masyarakat banyak, akan
tetapi harga tiket masuk sedemikian tingginya, sehinggara para pengunjung tertentu
tidak bisa membayar tiket masuk untuk berenang.
Salah satu dari sekian banyak kolam renang yang dibangun setelah tahun 1900 adalah
kolam renang Cihampelas di Bandung yang didirikan pada tahun 1904. Sesuai dengan
tempat kelahiran kolam renang Cihampelas, maka awal dari kegiatan olahraga renang di
Indonesia dapat dikatakan mulai dari Bandung.
Pertama-tama berdiri perserikatan berenang diberi nama Bandungse Zwembond

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 235


atau Perserikatan Berenang Bandung, didirikan pada tahun 1917, perserikatan ini
membawahi 7 perkumpulan yang diantaranya adalah perkumpulan renang di lingkungan
sekolah seperti halnya OSVIA, MULO dan KWEEKSCHOOL.
Selain Bandung, Jakarta dan Surabaya juga mendirikan perkumpulan-perkumpulan
berenang dalam tahun yang sama. Kemudian barulah di tahun 1918 berdiri West Java
Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa barat dan pada tahun 1927 berdiri pula
Oost Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa Timur yang beranggotakan kota-
kota seperti : Malang, Surabaya, Pasuruan, Blitar dan Lumajang. Sejak saat itu pula mulai
diadakan pertandingan maupun antar daerah. Bahkan kejuaraan-kejuaraan itu, rekor-
rekornya juga menjadi rekor di negeri Belanda.
Dalam tahun 1934, peloncat indah masing-masing Haasman dan Van de Groen, berhasil
keluar sebagai juara pertama dan kedua dalam nomor-nomor papan 3 meter dan menara.
Pada Far Eastern Games di Manila, Philipina (kini kegiatan itu berkembang menjadi Asian
Games sejak tahun 1951). Kedua peloncat itu juga menjadi utusan Hindia Belanda.
Di tahun 1936, Pet Stam seorang Hindia Belanda berdasarkan rekornya 0:59.9 untuk
100 meter gaya bebas yang dicatat di kolam renang Chiampelas Bandung, berhasil dikirim
untuk ambil bagian dalam Olimpiade Berlin atas nama negeri Belanda. Dua orang peloncat
indah masing-masing Haasman di bagian putera dan Kiki Heckle turut pula ambil bagian
dalam Olimpiade Berlin, dimana peloncat putri menduduki urutan ke 8. Pada tahun 1951,
di Indonesia didirikanlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia dengan disingkat PBSI.
Kemudian pada tahun 1956 nama PBSI diubah menjadi PRSI (Persatuan Renang Seluruh
Indonesia), hal ini dimaksudkan agar tidak sama dengan nama Persatuan Bulu tangkis
Seluruh Indonesia yang disingkat menjadi PBSI juga.
Dari tahun ketahun olahraga berenang di Indonesia semakin berkembang luas.
Berbagai even pun telah dilaksanakan sehingga banyak bermunculan atlet-atlet dari
seluruh pelosok Indonesia. Yang mana dapat bersaing di tingkat internasional. Dan itu
merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan.

LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Modul ini, maka kerjakanlah latihan ini
dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan yang
disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan secara
individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Renang merupakan bagian dari pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.
Jelaskan manfaat pembelajaran renang bagi anak didik Anda!

236 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2. Rosullullah SAW bersabda bahwa renang menjadi bagian dari syarat dalam perjuangan
membela musuh bagi kaum muslimin. Apa maknanya?
3. Renang mengalami perjalan sejarah panjang. Jelaskan dengan singkat awal mula dan
lahirnya kompetisi renang dunia!

RANGKUMAN
Dari penjelasan di atas nampak bahwa renang secara umum adalah posisi melayang
diatas permukaan air dan dapat dengan mudah bergerak kesegala arah sesuai dengan
kebutuhan. Dengan kata lain renang berarti upaya mengapungkan atau mengangakat
tubuh ke atas permukaan air.
Secara lebih spesifiknya definisi renang adalah; Suatu cara yang dilakukan seseorang
(binatang) untuk menggerakkan tubuhnya melalui air. Renang lebih populer sebagai
kegiatan untuk kepentingan rekreasi seperti di daerah pantai, danau atau sungai yang
alamiah. Renang juga sebagai olahraga pertandingan. Banyak manfaat dari kegiatan
renang yang diperoleh bagi manusia, terutama adalah untuk keselamatan diri atau orang
lain ketika berenang.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 237


TES FORMATIF

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban
A, B, C, atau D yang paling tepat, tuangkan pada lembar tugas yang Anda miliki!

1. Aktivitas manusia atau binatang yang dilakukan di air baik kolam, sungai, danau atau
laut dengan berupaya mengangkat badan agar tetap malayang di atas permukaan air
disebut:
A. Polo air C. Swimming
B. Diving D. Slancar

2. Berenang salah satu yang dianjurkan oleh Rosullullah sebagai pendukung dalam
kehidupan manusia. Terdapat didalam apa mengenai tugas tersebut:
A. Al-Qur’an C. Ijma
B. Al-Hadist D. Sunnah

3. Pada zaman dahulu olahraga renang telah dijadikan salah satu alat dalam
penyelenggaraan pendidikan, yaitu:
A. Yunani C. Yunani dan Romawi
B. Romawi D. Rusia

4. Siapa yang menganjurkan agar renang dijadikan sebagai media pendidikan.


A. John Locke C. John Dewey
B. Piaget D. Van de cubertien

5. Manfaat renang bagi perkembangan peserta didik adalah:


A. Kesehatan C. Percaya diri
B. Kebugaran jasmani D. Semua benar

238 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. C
2. B
3. C
4. A
5. D

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 239


240 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2

Praktek Pembelajaran Renang

Renang merupakan cabang olahraga yang memiliki resiko tinggi, karena apabila tidak
mampu menguasai teknik dengan baik akan sangat berakibat fatal, yakni kematian. Untuk
itu untuk penguasaan awal anak perlu dikenalkan dulu dengan air sebelum mengajarkan
teknik renang secara benar.

A. Pengenalan Air
Sebelum mahasiswa diajarkan gaya-agaya renang, terlebih dulu harus di berkan
kesempatan untuk beradaptasi dengan air. Tidak semua mahasiswa memiliki latar
belakang pengalaman beradaptasi dengan air. Bagi yang belum terbiasa dengan air
atau belum pernah sama sekali mencoba melakukan aktivitas berenang apalagi jika
memilki kondisi mental takut pada air, akan mendapatkan kesulitan jika diberikan
secara langsung materi-materi pembelajaran teknik-teknik renang. Oleh karena itu,
dalam metode pembelajaran renang khusus, pengenalan air adalah merupakan materi
tahap pertama kali yang harus diberikan pada siswa atau mahasiswa. Dalam pengenalan
air ada beberapa bentuk materi yang diberikan yaitu; permainan air, belajar bernafas,
belajar memengapung, dan meluncur. Keempat unsur materi ini sebagai landasan pokok
dalam mempelajari gaya-gaya renang selanjutnya. Pembahasan keempat materi tersebut
sebagai berikut:

1. Permainan Air
Sebagaimana esensi tujuan permainan adalah untuk mendapatkan kegembiraan,
kesenangan, dan kepuasan, dan kebebasan. Demikian pula tujuan dari permainan air
dalam pengenalan air adalah untuk menumbuhkan rasa senang bagi para mahasiswa
terhadap air. Jika perasaan senang terhadap air ini sudah melekat pada dirinya, maka
akan timbul minat dan motivasi untuk mempelajari keterampilan renang. Selain itu juga
melalui permainan proses pendidikan berlangsung secara tidak disadari oleh siswa.
Selama permainan berlangsung, ketika siswa terlibat dalam aktivitas permainan, siswa
dapat merasakan kondisi suhu air, tekanan air, merasakan bagaimana tubuh ketika kepala

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 241


masuk ke dalam air, bergerak di air dsb. Dalam situasi permainan pembentukan aspek-
aspek psikologis juga dapat terlatih secara alami. Misalnya pada saat permainan memburu
mengambil benda di dalam air, mereka tidak diajarkan disuruh harus kepalanya masuk
ke dalam air. Namun karena dalam permainan itu berlomba untuk mengambil benda,
dan benda tersebut letaknya pada kedalaman yang tidak dapat diambil jika kepalanya
tidak masuk ke dalam air, maka semua siswa yang ingin memperoleh benda terpaksa
harus memasukkan kepalanya ke dalam air. Karena dalam situasi dan kondisi kompetitif
yang menyenangkan, maka rasa takut, cemas, dan kurang kepercayaan diri menjadi lupa.
Sehingga kepercayaan diri dan keberanian terhadap air secara tidak disadari terbentuk.
Bentuk-bentuk permainan dalam air bermacam-macam, baik yang tradisional maupun
yang bersifat modern atau dengan cara guru mengkreasi sendiri bentuk permainan apa
sehingga tujuan utama dapat tercapai. Misalnya permainan oray-orayan, kucing-kucingan,
menjala ikan, memburu harta karun, menempati rumah, hitam-hijau, berlomba lari di air,
membuat kelompok ganjil-genap, menyentuh kepala dsb.

2. Belajar Bernafas
Cara bernafas ketika di air berbeda dengan di darat. Mahasiswa yang belum terbiasa
berenang, akan mendapatkan kesulitan cara bernafas. Ketika kepala berada di dalam air,
kita tidak bisa bernafas. Ini yang harus diajarkan kepada mahasia, agar begitu kepala
ke luar dari permukaan air dapat mengambil nafas dengan benar. Belajar bernafas bisa
didahului dilatih di luar air sambil berdiri, mahasiswa disuruh mencoba menghembuskan
nafas dari mulut atau hidung secara perlahan-lahan. Setelah nafas hampir habis kemudian
membuka mulut dan menghirup udara dari mulut. Cara bernafas seperti ini dilakukan
berulang-ulang, sampai benar-benar terbiasa. Jika sudah dipandang cukup menguasai,
lalu dilanjutkan sambil memasukkan kepala ke dalam air, mahasiswa mencoba untuk
melakukannya seperti tadi berulang-ulang. Yang perlu diingatkan mengeluarkan nafas
boleh dari mulut atau dari hidung sedikit demi sedikit. Lalu ketika nafas sudah mau hampir
habis, kepala segera ke luar dari dalam air tahan mulut sebentar lalu mulut dibuka dan
menghirup nafas. Latihan ini terus diulang-ulang agar mahasiswa terbiasa dengan cara
pengambilan nafas di air. Juga diingatkan ketika di dalam air jangan mengeluarkan nafas
terlalu kencang atau sekaligus. Ini bisa berakibat terlalu cepat kehabisan nafas, sehingga
tidak mampu bertahan lama di dalam air. Dan ketika mulut ke luar dari permukaan air
jangan tergesa-gesa langsung membuka mulut untuk mengambil nafas, karena air yang
mengucur dari atas kepala bisa masuk ke mulut. Juga jangan melakukan menghirup nafas
dari hidung, karena jika masih terdapat sisa-sisa air dimuka bisa keisap. Setelah mampu
mengatur nafas di dalam air secara perlahan-lahan, sekaligus akan memberikan kondisi
rileks terhadap tubuh, sehingga tubuh bisa mudah untuk mengapung. Latihan nafas
ketika di dalam air bisa pula dengan cara nafas ditahan dulu jangan langsung dikeluarkan,
bilaman hampir sudah tidak tahan baru dikeluarkan sedikit-demi sedikit.

242 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


jangan langsung dikeluarkan, bilaman hampir sudah tidak tahan baru dikeluarkan sedikit-
demi sedikit.

3. Belajar mengapung
3. Belajar mengapung
Kemampuan mengapung tubuh ke atas permukaan air adalah merupakan kemampuan
dasar Kemampuan
yang harus mengapung
dimiliki olehtubuh ke atas permukaan
mahasiswa. Sebagaimanaairmenurut
adalah definisinya
merupakan
renang adalah
kemampuan berupaya
dasar yang mengangkat tubuholeh
harus dimiliki untuk mengapung ke
mahasiswa. atas permukaan
Sebagaimana air.
menurut
Berdasarkan fakta pengalaman mengajar renang masih banyak mahasiswa yang kesulitan
definisinya renang adalah berupaya mengangkat tubuh untuk mengapung ke atas
untuk dapat mengapungkan tubuhnya ke atas. Hal ini dikarenakan tubuh mereka terlalu
tegang karena
permukaan air.perasaan takutnyafakta
Berdasarkan terhadap air masih ada.
pengalaman Kondisi
mengajar otot-otot
renang yang banyak
masih tegang
membuat kondisi
mahasiswa tubuh menjadi
yang kesulitan untukkeras,
dapatdengan demikian tubuh
mengapungkan cenderung
tubuhnya akan menjadi
ke atas. Hal ini
lebih berat sehingga daya apung menjadi tertekan ke bawah (teori daya apung akan
dikarenakan
dibahas padatubuh mereka terlalu tegang karena perasaan takutnya terhadap air masih
bab berikutnya).
ada. Dalam
Kondisi otot-otot
belajar yang tegang
mengapung, dimulaimembuat kondisi
dengan posisi tubuh
jongkok menjadi
di dalam airkeras,
kedua dengan
lengan
memegang
demikian lutut.cenderung
tubuh Seluruh badan
akan harus dilemaskan,
menjadi biarkan
lebih berat dan rasakan
sehingga bahwamenjadi
daya apung tubuh
posisi pantat anda dengan sendirinya terangkat keatas, kemudian lepaskan kedua lengan
anda benar-benar terasa mengapung di dalam air, tahan nafas sekuatnya. Jika posisi
tertekan kedan
bawah (teori
luruskan kaki daya apungdan
ke belakang, akan
kedua dibahas pada bab ke
lengan direntangkan berikutnya).
samping. Dalam posisi
pantat anda dengan sendirinya terangkat keatas, kemudian lepaskan kedua lengan dan
ini seluruh tubuh harus benar-benar rileks, hingga tubuh akan jongkok
terangkat mengapung ke
luruskan kaki belajar
Dalam ke belakang, dan kedua
mengapung, lengandengan
dimulai direntangkan
posisi ke samping. Dalam air
di dalam posisi ini
kedua
atas permukaan air.
seluruh
lengan tubuh harus
memegang benar-benar
lutut. Seluruh rileks,
badan hingga
harus tubuh akan terangkat
dilemaskan, mengapung
biarkan dan rasakan ke atas
bahwa
permukaan air.
tubuh anda benar-benar terasa mengapung di dalam air, tahan nafas sekuatnya. Jika

4. Meluncur Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 243


Setelah mahasiswa dapat melakukan tubuhnya mengapung ke atas permukaan air,
lalu dilanjutkan dengan belajar meluncur. Tujuan dari latihan meluncur adalah untuk
4. Meluncur
Setelah mahasiswa dapat melakukan tubuhnya mengapung ke atas permukaan air,
lalu dilanjutkan dengan belajar meluncur. Tujuan dari latihan meluncur adalah untuk
merasakan bagaimana kondisi tubuh dalam keadaan bergerak maju di atas permukaan air
dan juga melatih untuk menjaga keseimbangan tubuh pada saat tubuh sedang terapung
dan bergerak maju. Kemampuan menjaga keseimnagan tubuh pada saat meluncur
ditekuk menginjak dinding kolam, lalu kedua lengan menggepit telinga dan dilunjurkan
merupakan landasan untuk dapat melakukan renangan dengan baik. Dalam belajar
meluncur, pertama
ke atas. mahasiswa
Pada aba-aba disuruh berdiridimasukkan
satu kepala membelakangike dinding
dalam kolam. Satu kakidengan
air bersamaan
ditekuk menginjak dinding kolam, lalu kedua lengan menggepit telinga dan dilunjurkan ke
dilunjurkan ke depan. Pada aba-aba dua, kedua kaki menolak pada dinding kolam yang
atas. Pada aba-aba satu kepala dimasukkan ke dalam air bersamaan dengan dilunjurkan
kuat, lalu
ke depan. Padabadan meluncur
aba-aba ke depan.
dua, kedua Biarkan
kaki menolak badan
pada melaju
dinding hingga
kolam yang berhenti
kuat, laludengan
badan meluncur Pada
sendirinya. ke depan. Biarkan badan
saat meluncur, melajubenar-benar
tubuh harus hingga berhenti dengan sendirinya.
dirampingkan, agar tubuh dapat
Pada saat meluncur, tubuh harus benar-benar dirampingkan, agar tubuh dapat meluncur
meluncur dengan kencang dan lurus arahnya namun tetap harus rileks. (lihat gambar)
dengan kencang dan lurus arahnya namun tetap harus rileks. (lihat gambar)

B. Teknik Renang
1. Teknik Renang Gaya Bebas (Free/Crawl style stroke)
Gaya bebas adalah gaya yang paling cepat dibandingkan dengan gaya-gaya renang
B. Teknik Renang
lainnya dalam pertandingan. Kecepatan gaya bebas tertinggi adalah, (2.17 m/s). gaya-gaya
yang lainnya kecepatannya
1. Teknik Renang berada
GayadiBebas
bawahnya. Gaya kupustyle
(Free/Crawl (1.98stroke)
m/s), gaya punggung (1.84
m/s), dan gaya dada (1.67 m/s). Gaya bebas disebut juga gaya Crawl artinya merangkak.
Gaya bebas adalah gaya yang paling cepat dibandingkan dengan gaya-gaya
Karena gerakan gaya bebas bentuknya seperti merayap atau merangkak. Sebelumnya
gaya renang
bebas ini menirukan
lainnya dalamanjing berenangKecepatan
pertandingan. atau disebut
gayadengan
bebasgaya anjingadalah,
tertinggi (dog style).
(2.17 m/s).
Geakan pada gaya
gaya-gaya bebas,
yang lengan
lainnya mengayuh secara
kecepatannya bergantian
berada bersamaan
di bawahnya. dengan
Gaya kupu gerakan
(1.98 m/s), gaya
kaki melakukan cambukan secara terus menerus, posisi badan sesekali memiring untuk
punggung
mengambil (1.84Pada
napas. m/s), danbebas,
gaya gaya daya
dadadorong
(1.67 m/s).
lebih Gaya
banyakbebas
atau disebut juga 85
kurang lebih gaya% Crawl
artinya merangkak. Karena gerakan gaya bebas bentuknya seperti merayap atau
merangkak. Sebelumnya
Konsep Dasar gaya dan
Pendidikan Jasmani bebas ini menirukan anjing berenang
Kesehatan atau disebut
244
dengan gaya anjing (dog style). Geakan pada gaya bebas, lengan mengayuh secara
bergantian bersamaan dengan gerakan kaki melakukan cambukan secara terus menerus,
lebih banyak atau kurang lebih 85 % dihasilkan dari gerakan lengan. Sedangkan dari
gerakan kaki dihasilkan kurang lebih 15 %. Untuk mengenal lebih dalam teknik renang
gaya bebas,dari
dihasilkan dalam mekanismenya
gerakan dibagi dari
lengan. Sedangkan menjadi lima
gerakan bagian
kaki gerakan
dihasilkan yaitu;
kurang posisi
lebih 15
%. Untuk
tubuh, mengenal
gerakan lebih dalam
kaki, gerakan teknik
lengan, renangdan
bernafas, gaya bebas, dalam mekanismenya dibagi
koordinasi.
menjadi lima bagian gerakan yaitu; posisi tubuh, gerakan kaki, gerakan lengan, bernafas,
a.danPosisi
koordinasi.
Tubuh

Posisi tubuh pada gaya bebas hidrodinamis atau streamline artinya hampir sejajar
a. Posisi
dengan Tubuh air. Sebagai patokan garis air (water line) berada diantara alis mata
permukaan
Posisi tubuh pada gaya bebas hidrodinamis atau streamline artinya hampir sejajar
dan pangkal
dengan rambut (lihat
permukaan Gambar
air. Sebagai 19). Pada
patokan garissaat berenang
air (water posisi
line) titikdiantara
berada kepala harus tetap
alis mata
dan pangkal
dijaga rambut
diibaratkan (lihat kompas
sebagai Gambar 19).
untukPada saat berenang
mengarahkan posisi
tubuh tetaptitik kepala
lurus harus tetap
patokannya titik
dijaga diibaratkan sebagai kompas untuk mengarahkan tubuh tetap lurus patokannya
hidung diarahkan ke dasar kolam pandangan mata ke depan dasar kolam ketika tidak
titik hidung diarahkan ke dasar kolam pandangan mata ke depan dasar kolam ketika tidak
mengambil napas. Ketika
mengambil napas. Ketikamengambil
mengambil napas,
napas, titiktitik hidung
hidung arahkan
arahkan ke pinggir
ke pinggir kolam.
kolam. Tubuh
harus berputar
Tubuh pada garis
harus berputar pada pusat atau rotasinya.
garis pusat Hindari
atau rotasinya. gerakan
Hindari kaki atau
gerakan kakilengan yang
atau lengan
menyebabkan tubuh menjadi naik turun atau berliuk-liuk. Sikap kepala arah pandangan
yang menyebabkan tubuh menjadi naik turun atau berliuk-liuk. Sikap kepala arah
agak lurus ke depan. (Lihat contoh Gambar posisi tubuh berikut;)
pandangan agak lurus ke depan. (Lihat contoh Gambar posisi tubuh berikut;)

Gambar
Gambar ini ini menunjukkan
menunjukkan posisibadan
posisi badanyang
yang horizontal
horizontal (stremline)
(stremline) dan
danmenbentuk
menbentuk
hydrodinamik. Gambar kanan, nampak depan posisi garis permukn air berada pada di
hydrodinamik. Gambar kanan, nampak depan posisi garis permukn air berada pada di
atas alis mata dan di bawah tepi rambut atau berada di daerah kening.
atas alis mata dan di bawah tepi rambut atau berada di daerah kening.

b.b. Gerakan
Gerakan Kaki
Kaki
Dalam renang gaya bebas fungsi dari gerakan kaki terutama adalah sebagai stabilisator
Dalam posisi
dan menjaga renang gayaagar
badan bebas
tetapfungsi dari gerakan
dalam keadaan kaki sehingga
horizontal, terutamatahanan
adalahmenjadi
sebagai
kecil. Prinsip
stabilisator danyang harus posisi
menjaga diperhatikan
badan dan
agar dilakukan,
tetap dalamyaitu gerakan
keadaan kaki harussehingga
horizontal, selalu
dimulai dengan pangkal paha. Paha dan betis merupakan satu garis lurus tanpa tekukan
tahanan menjadi kecil. Prinsip yang harus diperhatikan dan dilakukan, yaitu gerakan kaki
pada lutut. Sikap kaki lurus ini sampai pada ujung jari kaki. Gerakan dilakukan dengan
rileks, gerakan dari pangkal paha diperluas dengan tekukan sedikit pada lutut. Pada fase
istirahat atau saat lutut membengkok untuk memukul dan melecut, membentuk sudut

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 245


membentuk sudut berkisar antara 30 - 40º . Tendangan dilakukan dengan punggung kaki
yang kuat dan tetap lurus namun lutut harus lentur atau sedikit membengkok. Pada saat
melakukan tendangan ke bawah, ke dalaman kaki berkisar kira-kira 30-35 Cm.
Pergelangan kaki harus lemas dan bergerak terus sampai lutut menjadi lurus. Dalam
berkisar antara 30 - 40º . Tendangan dilakukan dengan punggung kaki yang kuat dan
tetap lurus
keadaan kaki namun lutut harus
lurus, diayunkan lenturke
kembali atau
atassedikit
sampaimembengkok.
tumit mencapaiPada saat melakukan
permukaan air.
tendangan
(Lihat ke bawah, ke dalaman kaki berkisar kira-kira 30-35 Cm. Pergelangan kaki
Gambar).
harus lemas dan bergerak terus sampai lutut menjadi lurus. Dalam keadaan kaki lurus,
diayunkan kembali ke atas sampai tumit mencapai permukaan air. (Lihat Gambar).

Gambar ini menunjukkan rangkaian gerakan kaki gaya bebas.

Gambar ini menunjukkan rangkaian gerakan kaki gaya bebas.


Khususnya untuk gaya bebas gerakan cambukan kaki terdiri dari tiga macam:
Khususnya untuk gaya bebas gerakan cambukan kaki terdiri dari tiga macam:
1) Dengan 2 cambukan kaki (two beats kick) pada satu kali putaran lengan. Artinya, satu
kali kayuhan
1) Dengan lengankaki
2 cambukan kiri(two
dan beats
lengankick)
kanan duasatu
pada kalikali
cambukan
putaran kaki dariArtinya,
lengan. kaki kiri dan
kanan.
satu kali kayuhan lengan kiri dan lengan kanan dua kali cambukan kaki dari kaki kiri
2) Dengan 4 cambukan kaki (fourt beat kick) pada satu putaran lengan. Artinya, satu kali
dan kanan. lengan kiri dan lengan kanan, empat kali cambukan kaki dari kaki kiri dan
kayuhan
kanan. 4 cambukan kaki (fourt beat kick) pada satu putaran lengan. Artinya, satu
2) Dengan
3) Dengan 6 cambukan kaki (six beat kick) pada satu putaran lengan. Artinya, satu kali
kali kayuhan lengan kiri dan lengan kanan, empat kali cambukan kaki dari kaki kiri
kayuhan lengan kiri dan lengan kanan, enam kali cambukan kaki dari kaki kiri dan
kanan.
Untuk perenang jarak jauh menggunakan gerakan kaki two beats kick, jarak menengah
menggunakan fourt beats kick, dan untuk perenang jarak dekat atau sprinter,
menggunakan six beats kick.

c. Gerakan Lengan
Pada gerakan lengan gaya bebas, pola kayuhan membentuk hurup S (lihat Gambar) .

246 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Pada gerakan lengan gaya bebas, pola kayuhan membentuk hurup S (lihat
Gambar) .

Gambar ini menunjukkan pola gerakan lengan gaya bebas membentuk pola hurup “S”.
Gambar ini menunjukkan pola gerakan lengan gaya bebas membentuk
Pada rotasi gerakan lengan gaya
polabebas
hurupterdiri
“S”. dari beberapa fase: Fase entry (masuk)
dan menjulur (strech), fase menangkap (cacth), fase menarik (full), fase mendorong
(push), dan fase pemulihan (recovery).
Fase
Pada masuk
rotasi permukaan
gerakan air gaya
lengan dan menjulur (entry and
bebas terdiri daristrech phase).
beberapa PadaFase
fase: saat entry
tangan
(masuk)masuk
dan air, dimulai (strech),
menjulur dari depan kepala
fase di antara (cacth),
menangkap bagian lengan, kepala dan
fase menarik ujungfase
(full), bahu
sejauh mungkin kira-kira 20 – 30 Cm sesuai yang dapat dijangkau oleh perpanjangan
mendorong (push),
tangan Anda.dan fase
Pada pemulihan
saat (recovery).
mulai masuk permukaan air dimulai dengan ujung jari, ibu jari
lebih dulu masuk sehingga posisi telapak tangan miring menghadap ke luar kira-kira
Fase masuk permukaan air dan menjulur (entry and strech phase). Pada saat
30º-40º dari posisi telungkup. Dengan posisi ini telapak tangan akan melakukan gerakan
selanjutnya dengan cara mengiris air.dengan demikian akan mengurangi drag (tahanan)
yang minimal. Tangan harus dilenturkan dan posisi sikut lebih tinggi dari tangan. Setelah
ibu jari masuk ke dalam air, tangan bergerak ke depan dengan melunjurkan lengan ke depan
secara meregang (strech). Dengan melunjurkan tangan ke dn secara meregang, perenang
terhindar dari melakukan gerakan dorongan (propulsif) sesegera mungkin atau terlalu
cepat setelah melakukan entry. Karena menjadi tidak efisien dalam pengeluaran energi.
Melakukan gerakan tangan mendorong terlalu cepat akan menghentikan daya luncur
ke depan. Menurut “hukum enersia “ , kekuatan otot tambahan akan diperlukan untuk
memulai kembali tangan melakukan gerakan kekuatan propulsif berikutnya. Masuknya
tangan ke permukaan air, sejauh mungkin dapat dijangkau di bagian depan kepala. Untuk
memperoleh jangkauan sejauh mungkin dapat dibantu dengan cara memutar tubuh pada
rotasinya. Sebagai patokan bahu ikut ke luar dari permukaan air. Dengan teknik seperti
ini sikut dan bahu akan masuk pada lubang yang sama ketika tangan melakukan entry.
Namun bagi perenang pemula masih belum memungkinkan. (Lihat Gambar fase entry
dan strech).

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 247


memungkinkan. (Lihat Gambar fase entry dan strech).

Gambar di atas menunjukkan tangan perenang akan melakukan entry dan menjulurkan
(strech) ke depan selurus mungkin.

Fase menangkap (catch phase). Fase ini dilakukan setelah fase masuk tangan
kepermukaan air berakhir. Fase menangkap dibagi dua yaitu membuka ke luar (outward
(a)(b)
atau outsweep) dan fase menekan (downward). Posisi telapak tangan 12 Cm di bawah
Gambar di atas menunjukkan tangan perenang akan melakukan entry
dantangan
permukaan air. Jari-jari menjulurkan (strech)tidak
harus lemas, ke depan selurus
terlalu rapatmungkin.
dan harus lurus. Posisi
telapak tangan miring menghadap ke luar kira-kira 45 º (Lihat gambar bentuk telapak
Fase menangkap (catch phase). Fase ini dilakukan setelah fase masuk tangan
tangan). Pada saat
kepermukaan air membuka ke luar,
berakhir. Fase lebarnyadibagi
menangkap kurang lebih
dua 20membuka
yaitu – 25 Cm.kePada
luarsaat fase
(outward
atau outsweep)
menekan ke bawahdan fase menekan
(downward), (downward).
tekuk sedikit sikutPosisi
pada telapak tangan tangan.
saat memutar 12 Cm di(Lihat
bawah
permukaan air. Jari-jari tangan harus lemas, tidak terlalu rapat dan harus lurus. Posisi
gambar gerakan menangkap). Ketika gerakan catch tercapai, menyebabkan daya angkat
telapak tangan miring menghadap ke luar kira-kira 45 º (Lihat gambar bentuk telapak
tangan).
yang Padahukum
merupakan saat membuka kedan
Bernoulli luar,tangan
lebarnya kurang
mulai lebihuntuk
bersiap 20 – 25 Cm. Pada gerakan
melakukan saat fase
menekan ke bawah (downward),
sapuan ke dalam. (Lihat Gambar) tekuk sedikit sikut pada saat memutar tangan. (Lihat
gambar gerakan menangkap). Ketika gerakan catch tercapai, menyebabkan daya angkat
yang merupakan hukum Bernoulli dan tangan mulai bersiap untuk melakukan gerakan
sapuan ke dalam. (Lihat Gambar)

Gambar di atas menunjukkan tangan perenang pada posisi sedang


membuka ketangan
Gambar di atas menunjukkan luar mulai gerakan
perenang padamenangkap (catch)
posisi sedang membuka ke luar
mulai gerakan menangkap (catch)

Fase menarik (pull phase). Setelah melakukan catch, tangan melakukan sapuan ke
bawah danKonsep
ke dalam mendekati garis tengah tubuh lalu posisi jari tangan menyilang
Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
248
melewati garis tengah tubuh (centre line). Gerakan tangan membentuk sapuan(insweep)
atau seperti mengiris air. Posisi tangan menarik berakhir, telapak tangan persis berada di
memulai gerakan mendorong (push).
Fase menarik (pull phase). Setelah melakukan catch, tangan melakukan sapuan ke
bawah dan ke dalam mendekati garis tengah tubuh lalu posisi jari tangan menyilang
melewati garis tengah tubuh (centre line). Gerakan tangan membentuk sapuan(insweep)
atau seperti mengiris air. Posisi tangan menarik berakhir, telapak tangan persis berada
di bawah dagu dan sikut menekuk 90º (Lihat gambar). Dari posisi ini anda sudah siap
memulai gerakan mendorong (push).

Gambar di atas nampak dari samping dan Gambar itu nampak depan perenang
Gambar di atas nampak
sedangdari samping
melakukan dan(pull)
tarikan Gambar itudinampak
tangan dalam air.depan perenang sedang
melakukan tarikan (pull) tangan di dalam air.
Fase mendorong (push phase). Fase ini dilakukan setelah fase menarik sapuan
Fase Posisi
berakhir. mendorong (push pada
telapak tangan phase).
faseFase ini dilakukan
mendorong, setelah tegak
berubah menjadi fase lurus
menarik
atau sapuan
menghadap ke belakang sepenuhnya. Posisi telapak tanga kurang lebih 15 Cm. berada
berakhir. Posisi telapak tangan pada fase mendorong, berubah menjadi tegak lurus atau
di bawah garis tengah tubuh. Kemudian telapak tangan mendorong ke belakang hingga
akhir faseke
menghadap mendorong
belakangadalah bagian bawah
sepenuhnya. daritelapak
Posisi paha, dengan
tangapatokan
kurangibu jari menyentuh
lebih 15 Cm. berada di
bagian samping paha dan sikut dipastikan benar-benar lurus. Ketiaka melakukan sapuan
bawah garis tengah tubuh. Kemudian telapak tangan mendorong ke belakang hingga
ke atas, sikut dilenturkan dan membentuk sudut 90º. Telapak tangan mulai dilemaskan
akhirketika
fase tangan mencapai
mendorong pahabagian
adalah dan menghadap
bawah dari ke atas
paha,lalu putar telapak
dengan patokantangan andamenyentuh
ibu jari ke
dalam sehingga jari kelingking berada sedikit di atas permukaan air unutuk siap ke luar
bagian
darisamping
permukanpaha daninisikut
air. Fase dipastikan
dinamakan benar-benar
pula fase mendoronglurus. Ketiaka
ke belakang melakukan
(backward atau sapuan
upsweep)
ke atas, sikutdan release. (Lihat
dilenturkan dangambar)
membentuk sudut 90º. Telapak tangan mulai dilemaskan
ketika tangan mencapai paha dan menghadap ke atas lalu putar telapak tangan anda ke
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 249
dalam sehingga jari kelingking berada sedikit di atas permukaan air unutuk siap ke luar
dari permukan air. Fase ini dinamakan pula fase mendorong ke belakang (backward atau
Gambar menunjukkan lengan kiri dalam posisi siap akan melakukan dorongan (push) ke
Gambar
Gambar menunjukkan
menunjukkan
belakang. lengan
lengan
Gambar lengan kiridalam
kiri kiri
telah dalam posisi
posisi
berakhir siapakan
siap
melakukan akan melakukan
melakukan
dorongan dorongan
beradadorongan (push)ke
(push)
di samping
ke belakang. Gambar lengan kiri telah berakhir melakukan dorongan berada
paha danGambar
diakhiri release.
belakang. lengan kiri telah berakhir melakukan dorongan berada di samping
di samping paha dan diakhiri release.
paha dan diakhiri release.

Gambar
Gambar menunjukkan
menunjukkan posisi
posisi telapak
telapak tangantangan
ketika ketika akan mendorong
akan mendorong ke belakang
ke belakang (back
(back sweep) dan ke atas (up sweep)
sweep) dan ke atas (up sweep)

Fase istirahat (recovery phase). Tujuan fase recovery adalah, untuk menempatkan
Fase istirahat (recovery phase). Tujuan fase recovery adalah, untuk menempatkan
Gambar
tanganmenunjukkan posisi untuk
dalam posisi gerakan telapak
siaptangan ketika
melakukan akanKebanyakan
entry. mendorong ke belakang
perenang lebih (back
tangan dalam posisi gerakan untuk siap melakukan entry. Kebanyakan perenang lebih
sweep)
memilihdan
memilih ke atastipe
dengan
dengan (upsikut
tipe sweep)
sikut tinggi(high
tinggi (high elbow
elbow recovery).
recovery). Karena
Karena dengandengan sikut tinggi
sikut tinggi
pelemasan
pelemasanatau
ataupemulihan tenagalebih
pemulihan tenaga lebih dapat
dapat diperoleh.
diperoleh. Demikian
Demikian pula kepula ke lurusan
lurusan arah arah
Fase istirahat (recovery phase). Tujuan fase recovery adalah, untuk menempatkan
tubuh bisa terjaga.
tangan dalam posisi gerakan untuk siap melakukan entry. Kebanyakan perenang lebih
Pada fase ini ada dua macam. Mengangkat sikut tinggi bagi mereka yang memiliki
memilih dengan
kelentukan tipe sikut
persendian bahutinggi (high
dan sikut elbow
yang baik..recovery). Karena
Ada pula dengan caradengan sikut tinggi
swing mengangkat
tangan ke atas,
pelemasan atauhingga jari-jari
pemulihan tangan
tenaga lebihmenghadap ke atas.Demikian pula ke lurusan arah
dapat diperoleh.

250 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


ke luar dari permukaan air lebih dulu lalu bergerak diangkat ke atas, telapak tangan
menghadap ke dalam sehinggan jari kelingking ke luar air lebih dulu, kemudian tangan
anda bergerak ke atas, dan keluar sedikit lalu di bawa ke depan. Sikut Anda harus
menghadapd. keRecovery
atas tegak lurus(high
sikut tinggi sampai
elbowtangan melewati bahu dan siap akan melakukan
recovery)
Pada saat recovery, sendi sikut harus dilenturkan tangan benar-benar lemas, sikut
entry. Recovery harus dilakukan selurus mungkin untuk mengurangi gaya lateral dan
ke luar dari permukaan air lebih dulu lalu bergerak diangkat ke atas, telapak tangan
menghadap
vertikal yang ke dalam kelurusan
bisa merusak sehinggan jari kelingking
tubuh. ke luar
Rotasi ke air lebih dulu,
luarnya bahu kemudian tangan
dari permukaan air
anda bergerak ke atas, dan keluar sedikit lalu di bawa ke depan. Sikut Anda harus
menghadap
dan kelenturan sikut ke atas mengurangi
akan tegak lurus sampai tanganlateral
gerakan melewati
danbahu dan siaptubuh.
vertikal akan melakukan
Seluruh lengan
entry. Recovery harus dilakukan selurus mungkin untuk mengurangi gaya lateral dan
Anda harus dilemaskan
vertikal yang bisa saat recovery
merusak kelurusanuntuk
tubuh. memberikan
Rotasi ke luarnya istirahat pada otot (lihat
bahu dari permukaan
gambar) air dan kelenturan sikut akan mengurangi gerakan lateral dan vertikal tubuh. Seluruh
lengan Anda harus dilemaskan saat recovery untuk memberikan istirahat pada otot
(lihat gambar)

Gambar (a) di atas nampak depan dan gambar (b) nampak samping perenang
Gambar (a) di atas nampak depan dan
sedang melakukan gambar
recovery dengan(b)
sikutnampak samping
tinggi (high elbow). perenang sedang

melakukanRecoveri
recovery dengan sikut tinggi (high elbow).
dengan memutar lengan lurus ke atas (Hand swing recovery)
Tipe recovery lain yang juga banyak digunakan oleh perenang kelas dunia adalah,
Recoveri dengan memutar
dengan istilah lengan
“Hand swing lurus Gerakan
recovery”. ke atasrecovery
(Handtipe
swing
ini direcovery)
mana tangan ke luar
lebih dulu dari permukaan air, lalu tangan secara rotasi di bawa ke atas tanpa menekuk
sikut.
Tipe Tangan diayunkan
recovery lain yangkejuga
atas hampir
banyaklurus melewati atas
digunakan kepala
oleh dan pergelangan
perenang tangan adalah,
kelas dunia
tetap lemas. Ketika tangan berada di atas pundak, sikut mulai dilenturkan menekuk untu
dengan istilah “Hand swing
siap mengambil posisirecovery”. Gerakan
untuk entry seperti padarecovery
sikut tinggitipe ini tangan
telapak di mana tangan ke luar
menghadap
lebih dulu keluar. (Lihat gambar 27). Hand swing recovery cocok untuk orang yang memiliki
dari permukaan air, lalu tangan secara rotasi di bawa ke atas tanpa menekuk
kelenturan sendi sikut yang terbatas. Dan lebih cocok untuk perenang jarak pendek atau
sprinter daripada perenang jarak jauh. Hand swing recovery lebih memerlukan tingkat
pleksibilitas yang tinggi pada sendi bahu untuk melakukan rotasi yang cepat. Jika sendi
bahu tidak lentur, akan berakibat tangan berotasi ke luar dari atas kepala sehingga akan
membuat gerakan lateral yang dapat merusak kelurusan arah tubuh.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 251


memerlukan tingkat pleksibilitas yang tinggi pada sendi bahu untuk melakukan rotasi
yang cepat. Jika sendi bahu tidak lentur, akan berakibat tangan berotasi ke luar dari atas
kepala sehingga akan membuat gerakan lateral yang dapat merusak kelurusan arah tubuh.

GambarGambar
di atasdimenunjukkan
atas menunjukkan
lenganlengan perenang
perenang sedangsedang melakukan
melakukan recoveri
recoveri dengan lengan
dengan lengan lurus ke atas (hand swing recovery).
lurus ke atas (hand swing recovery).

e. Napas
e. Napas
Pernapasan padapada
Pernapasan gayagaya
bebas harus
bebas menjaga
harus agaragar
menjaga tubuh tetap
tubuh stream
tetap line,
stream maka
line, maka
putaran kepala harus dilakukan dengan axis (sumbu putaran) garis sepanjang badan,
putaran posisi
sehingga kepalakepala
harus tidak
dilakukan dengan
naik terlalu axisHarus
tinggi. (sumbu
adaputaran) garis sepanjang
irama tertentu badan,
antara gerakan
lengan,
sehinggakaki, dan kepala
posisi olengantidak
badan.
naikPutaran
terlalu kepala
tinggi.kearah
Harus lengan yangtertentu
ada irama sedangantara
melakukan
gerakan
gerakan tarikan untuk mengambil napas. Mengambil napas boleh ke kanan atau ke kiri.
lengan, kaki, dan olengan badan. Putaran kepala kearah lengan yang sedang melakukan
Pada saat lengan kanan berada di atas permukaan air setelah melakukan dorongan, mulut
berada
gerakanditarikan
luar permukaan air segera
untuk mengambil mengambil
napas. napasnapas
Mengambil dengan membuka
boleh ke kananmulut
ataulebar-
ke kiri.
lebar. Sebelum tangan melakukan entry, kepala menoleh ke bawah masukkan muka lebih
dulu, mata melihat arah air. Udara harus di buang ketika mulut berada di dalam air boleh
dari hidung atau mulut. Jangan terlambat mengambil napas ketika tangan anda sudah
berada di atas.
Ada pula cara pengambilan napas secara explosip. Pada saat di dalam air napas
ditahan tidak dibuang, begitu mulut ke luar dari permukaan air napas di buang terlebih
dulu, lalu menarik napas. (Lihat gambar).

252 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


dulu, lalu menarik napas. (Lihat gambar).

Gambar Gambar
di atas menunjukkan dua perenang
di atas menunjukkan sedang
dua melakukan
perenang sedang melakukan pengam
pengambilan napas dengan membuka mulut untuk menghirup udara.
dengan membuka mulut untuk menghirup udara.
f. Koordinasi kaki, lengan napas gayakaki,
f. Koordinasi bebaslengan napas gaya bebas
Selama melakukan koordinasi, gerakan kaki secara terus menerus bergerak
melakukan cambukan ke atas dan bawah
Selama dengan koordinasi,
melakukan irama yang tetap dan kaki
gerakan rilek. Kemudian
secara terus mener
lengan melakukan tarikan dimulai
melakukan dari entry,
cambukan kecatch, pull,bawah
atas dan dan push.
denganSelama
iramamelakukan
yang tetap dan rilek
gerakan lengan, napas dikeluarkan boleh dari mulut atau hidung. Ketika lengan yang
melakukan tarikan lengan
telah melakukan
selesai berada tarikan
di sampingdimulai dari
paha,lancarentry,
mulut catch, pull, dan push. Selama
keluar
rileks sehingga menghasilkan daya laju yang mulus atau dan ajeg.dari permukaan
air lalu mengambil napas dengan
gerakan membuka
lengan, napasmulut lebar-lebar.
dikeluarkan bolehPosisi
darikepala
mulut tetap
atau dijaga
hidung. Ketika
saat memutar tidak ke luar dari porosnya. Pada saat lengan akan melakukan entry, kepala
melakukan tarikan telah selesai berada di samping paha, mulut keluar dari pe
segera masukan lagi ke dalam air. Gerakan koordinasi dikatakan baik apabila antara
Gerakan kaki, lengan,laludanmengambil
napas terjadinya sinkronisasi
napas dengan membukadalam irama
mulut yang tetap
lebar-lebar. dankepala teta
Posisi
rileks sehingga menghasilkan
memutardaya laju
tidak keyang
luarmulus atau lancarPada
dari porosnya. dan ajeg.
saat lengan akan melakukan e
segera masukan lagi ke dalam air. Gerakan koordinasi dikatakan baik ap
Gerakan kaki, lengan, dan napas terjadinya sinkronisasi dalam irama yan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


253
Dalam gaya bebas modern, pola koordinasi kaki dan lengan lebih memberi
kebebasan untuk memilih daripada gaya bebas klasik Amerika yang menggunakan pola 6
Dalam gaya bebas modern, pola koordinasi kaki dan lengan lebih memberi kebebasan
untuk memilih daripada gaya bebas klasik Amerika yang menggunakan pola 6 cambukan
kaki atau pola Australia 4 cambukan kaki. Sebenarnya cambukan kaki dalam gaya bebas
semakin berkurang pentingnya, bila mengingat bahwa dengan banyaknya cambukan
kaki memerlukan tenaga yang cukup banyak, padahal daya dorong yang dihasilkannya
sedikit. Pandangan lain dari pakar renang dunia mengatakan bahwa fungsi gerakan kaki
disamping untuk memberikan daya dorong, juga untuk menjaga keseimbangan. Ada
1. pola
berbagai iramapola
macam pertama ketika tangan
koordinasi kiri melakukan
yang dipergunakan entry,
oleh tangankelas
perenang kanan beradapada
dunia yaitu:
Pola 6 cambukan untuk perenang cepat, ada yang menggunakan pola 4 atau 2 cambukan
posisi siap untuk melakukan push atau dorongan persis di bawah dada. Pola ini
untuk perenang jarak jauh, dan ada yang menggunakan pola cambukan kaki hanya sebagai
1. pola irama
lebih umum dipergunakan pertama
oleh ketika
perenang- tangan kiri
perenang jarakmelakukan
menengahentry,
(lihat tangan
gambarkanan berada
penjaga keseimbangan.
30a). posisi siap untuk melakukan push atau dorongan persis di bawah dada. Po
Dalam gerakan lengan ada tiga macam pola irama sebagai timing dalam tarikan tangan
saat koordinasi. Ketiga pola
lebihirama
umumtersebut sebagai oleh
dipergunakan berukut:
perenang- perenang jarak menengah (lihat ga
1. pola irama pertama 30a).
ketika tangan kiri melakukan entry, tangan kanan beradapada
posisi siap untuk melakukan push atau dorongan persis di bawah dada. Pola ini lebih
umum dipergunakan oleh perenang- perenang jarak menengah (lihat gambar 30a).


2.
2. Pola
Pola irama
iramakedua, ketika
kedua, tangan
ketika kiri melakukan
tangan entry,entry,
kiri melakukan tangantangan
kanan berada
kanan tumpang
berada
tindihtumpang tindih atau
atau overlaping atau overlaping atau disebut “Front-quadrant”.
disebut “Front-quadrant”. Pola
Pola irama ini sering irama ini
dipergunakan
sering dipergunakan oleh perenang jarak jauh daripada perenang jarak pendek atau
2. jauh
oleh perenang jarak Poladaripada
irama kedua, ketika
perenang tangan
jarak kiriatau
pendek melakukan
sprinter.entry, tangan kanan berada tum
sprinter.
tindih atau overlaping atau disebut “Front-quadrant”. Pola irama ini sering dipergun
oleh perenang jarak jauh daripada perenang jarak pendek atau sprinter.

3. Pola irama yang ketiga, ketika tangan kiri entry, tangan kanan sudah melakukan
dorongan atau push setengan jalan. Pola ini lebih sering digunakan oleh perenang
jarak irama
3. Pola pendek.
yang ketiga, ketika tangan kiri entry, tangan kanan sudah melakukan
dorongan atau push setengan jalan. Pola ini lebih sering digunakan oleh perenang jarak
254 Konsep Dasar
pendek. 3. Pendidikan Jasmani
Pola irama yangdan ketiga,
Kesehatan
ketika tangan kiri entry, tangan kanan sudah melak
dorongan atau push setengan jalan. Pola ini lebih sering digunakan oleh perenang
2. Teknik Renang Gaya Punggung (Backstroke)
Gaya punggung adalah salah satu gaya renang yang posisi badannya terlentang berbeda
2. Teknik Renang Gaya Punggung (Backstroke)
dengan gaya-gaya lainnya dalam pertandingan. Gaya punggung dalam pertandingan
memiliki kecepatan tertinggiadalah
Gaya punggung ketigasalah
setelah gayarenang
satu gaya bebasyang
dan posisi
gaya kupu. Gerakan
badannya kaki pada
terlentang
gaya punggung mirip dengan gaya bebas demikian pula gerakan lengan mengayuh secara
berbeda dengan gaya-gaya lainnya dalam pertandingan. Gaya punggung dalam
bergantian. Pada gaya
pertandingan punggung
memiliki pengambilan
kecepatan napas
tertinggi ketiga tidak
setelah mengalami
gaya kesulitan,
bebas dan gaya kupu. karena
posisi mulut sudah
Gerakan kakiberada di atas
pada gaya permukaan
punggung air. Mekanisme
mirip dengan gerak pada
gaya bebas demikian pula gaya
gerakanpunggung
seperti halnya
lengan pada gayasecara
mengayuh bebasbergantian.
dibagi beberapa
Pada gayabagian yaitu:
punggung pengambilan napas tidak
mengalami kesulitan, karena posisi mulut sudah berada di atas permukaan air.
Mekanisme gerak pada gaya punggung seperti halnya pada gaya bebas dibagi beberapa
a. Posisi tubuh
bagian yaitu:
Posisi tubuh hidrodinamis atau streamline, hampir sejajar dengan permukaan air dari
mulai ujung kepala
a. Posisi sampai kaki. Sudut yang dibenttuk antara kepala dengan permukaan
tubuh
air berkisar antara 5-7º
Posisi tubuhPatokan untuk
hidrodinamis ataudapat tubuhhampir
streamline, sejajar dengan
sejajar denganair adalah, telinga,
permukaan
dada, danairsedikit ibu ujung
dari mulai jari berada dipermukaan
kepala sampai air.yang
kaki. Sudut Pandangan
dibenttuk mata
antaramelihat lurus ke atas
kepala dengan
untuk jarak jauh, untuk jarak dekat tidak tegak lurus sepenuhnya ke atas. Sikap kepala
permukaan air berkisar antara 5-7º Patokan untuk dapat tubuh sejajar dengan air adalah,
seperti tidur di air. Semua anggota tubuh harus dalam kondisi rileks. Jika posisi panggul
telinga, dada, dan sedikit ibu jari berada dipermukaan air. Pandangan mata melihat lurus
rendah, maka berbentuk seperti ayunan. Hal ini akan mengakibatkan dayungan yang berat
ke atas untuk jarak jauh, untuk jarak dekat tidak tegak lurus sepenuhnya ke atas. Sikap
dan menyulitkan gerakan pengembalian tangan ke depan (recovery). Pundak dan dada
kepala seperti tidur di air. Semua anggota tubuh harus dalam kondisi rileks. Jika posisi
berotasi pada sumbu utama tulang punggung dalam bidang yang sama dengan pinggul.
panggul
Pundak yang rendah,
tinggi ada maka berbentuk
di sisi lenganseperti
yangayunan. Hal ini akan mengakibatkan
tidak mengayun, pundak yangdayungan
rendah berada
pada posisi
yanglengan yang
berat dan menarik.gerakan
menyulitkan Rotasipengembalian
badan dimulai dari
tangan ke pinggul untuk mempermudah
depan (recovery). Pundak
lengan menjangkau secara
dan dada berotasi padamaksimal.
sumbu utama(Lihat
tulangGambar).
punggung dalam bidang yang sama dengan
pinggul. Pundak yang tinggi ada di sisi lengan yang tidak mengayun, pundak yang rendah
berada pada posisi lengan yang menarik. Rotasi badan dimulai dari pinggul untuk
mempermudah lengan menjangkau secara maksimal. (Lihat Gambar).

Posisi tubuh lurus dan horizontal.

Posisi tubuh lurus dan horizontal. Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 255
b. Gerakan kaki
Pada gaya punggung, fungsi gerakan kaki sama halnya seperti gaya bebas yaitu
b. Gerakan kaki
Pada gaya punggung, fungsi gerakan kaki sama halnya seperti gaya bebas yaitu
di samping untuk menjaga keseimbangan gerak lengan juga sebagai menambah daya
dorong. Oleh karena itu teknik yang benar harus diperatikan karena gerakan teknik kaki
yang salah malah akan menjadi beban bagi daya laju dari lengan.
Gerakan cambukan kaki gaya punggung kebalikan dari gerakan kaki gaya bebas.
Gerakannya hampir sama dengan gaya bebas, naik-turun dimulai dari pangkal paha.
Namun turunnya kaki bagian bawah lebih dalam daripada gaya bebas. Jika gaya bebas
berkisar antara 20- 30 Cm., sedangkan gaya punggung berkisar 30-40 Cm.Gerakan kaki
harus seimbang dengan perputaran tubuh pada porosnya artinya tidak ada gerakan kaki
yang mengarah ke luar tetapi pertikal. Pada akhir gerakan, tungkai bawah menendang atau
melecut dengan naik
diayunkan punggung kaki
ke atas. Padalurus
saatsampai batas permukaan
kaki mengayun ke bawah,air. Lemaskan
lutut pergelangan
harus lurus dan pada
kaki sehingga
saat kaki telapak
diayunkan naik kekaki
mengayun atas.lentur
ke atas, bergerak
Padalutut
saatsedikit sesuai tekanan
ditekuk
kaki mengayun untuk air. lutut
melakukan
ke bawah, Tekuk pergelangan
lecutan
harus sekitar
lurus kaki
dan45-60º
pada
pada waktu
di kakipermukaan
turun ke bawah, dan luruskan pada saat kaki diayunkan naik ke atas.
saatbawah
kaki mengayun ke air. Pertahankan
atas, lutut posisi
sedikit ditekuk lutut
untuk sedikit
melakukan tertekuk
lecutanuntuk
sekitarmenjaga
45-60º
Pada saat kaki mengayun ke bawah, lutut harus lurus dan pada saat kaki mengayun ke
kelenturan
di bawah kaki dalam melakukan
permukaan lecutan. posisi
air. melakukan
Pertahankan Saat lutut berada pada kedalaman antara 7- 8
atas, lutut sedikit ditekuk untuk lecutan lutut
sekitarsedikit
45-60º tertekuk untuk
di bawah menjaga
permukaan
air. Pertahankan
Cm.
kelenturan posisi
kaki dalamlutut
dari permukaan air, sedikit
hentikan
melakukan tertekuk
gerakan
lecutan. untuk
kelutut
Saat menjaga
atas, lalu pada
berada kelenturan
lutut diluruskan
kedalaman kaki dalam
sehingga
antara 7- 8
melakukan
Cm. lecutan.
punggung
dari kaki Saat lutut
seperti
permukaan air,berada
menciduk pada
air
hentikan kedalaman
kegerakan
atas. (Lihat antara
ke Gambar).
atas, lalu7- lutut
8 Cm.diluruskan
dari permukaan air,
sehingga
hentikan gerakan ke atas, lalu lutut diluruskan sehingga punggung kaki seperti menciduk
punggung kaki seperti menciduk air ke atas. (Lihat Gambar).
air ke atas. (Lihat Gambar).

Rangkaian gerakan kaki gaya punggung.


Rangkaian gerakan kaki gaya punggung.
Rangkaian gerakan kaki gaya punggung.
c.Konsep
Gerakan
Dasarlengan
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
256
Gerakan
c. Gerakan dasar lengan dalam gaya punggung merupakan gerakan yang paling
lengan
rileks daripada
Gerakangaya
dasaryang lainnya.
lengan dalamKarena
gaya perenang
punggungmasih bisa tetap
merupakan mengambil
gerakan napas
yang paling
c. Gerakan lengan
Gerakan dasar lengan dalam gaya punggung merupakan gerakan yang paling rileks
daripada gaya yang lainnya. Karena perenang masih bisa tetap mengambil napas
sepanjang melakukan
kiri berada rotasiIrama
pada 180º. gerakan lengan.lengan
kecepatan Gerakan
diaturlengan
denganpada gaya punggung
kecepatan tendangan kaki.
dengan
Polacara melakukan
tarikan tarikan
lengan pada lengan
gaya dari depan
punggung adalahke belakang“S”.
berbentuk secara bergantian
(Lihat Gambar)dan
kontinyu sehingga membentuk rotasi. Pada saat berotasi posisi lengan kanan dan lengen
kiri berada padakiri
180º. Irama
berada kecepatan
pada lengankecepatan
180º. Irama diatur dengan
lengankecepatan tendangan
diatur dengan kaki. tendanga
kecepatan
Pola tarikan lengan
Polapada gaya
tarikan punggung
lengan pada adalah berbentuk
gaya punggung “S”. (Lihat
adalah Gambar)
berbentuk “S”. (Lihat Gambar)

Pola tarikan gerakan lengan gaya punggung.

1) Fase masukPola
tangan kegerakan
tarikan permukaan
lenganair (entry
gaya phase)
punggung.
Pola tarikan gerakan lengan gaya punggung.
Pada saat entry, pertama kali masuk adalah jari kelingking, sehingga telapak
tangan
1) Fase menghadap
masuk tangan kepermukaan
1) ke
Fase luar,
masukposisi tangan
air
tangan kelurus
(entry phase)di atas kepala
permukaan mengarah
air (entry phase)seperti jarum jam;
Pada
kepalasaat entry, pertama
menunjuk pada kali
saat masuk
Padaangka jam adalah
entry,12, lengan
pertama jarikanan
kelingking,
kali sehingga
pada angka
masuk adalah jam telapak
jari11, dantangan
lengan
kelingking, kiri
sehingga t
menghadap ke luar, posisi tangan lurus di atas kepala mengarah seperti jarum jam; kepala
pada angka jam menghadap
1. Tangan ke masukkan ke dalam lurus air untuk menjangkau semaksimal
menunjuk padatangan angka jam 12, lengan luar,
kanan posisi
padatangan
angka jam 11, di atas
dankepala
lenganmengarah
kiri padaseperti jaru
angka mungkin, kira-kira
jam 1. Tangan
kepala 25 –ke35
masukkan
menunjuk Cm.angka
dalam
pada airKemampuan
untuk
jammenjangkaumenjangkau
12, lengan ke dalaman
semaksimal
kanan pada mungkin,
angka jam semaksimal
kira-
11, dan leng
kira mungkin
25 – 35 Cm. Kemampuan
tergantung pada menjangkau
tingkat ke dalaman
fleksibilitas semaksimal
sendi bahu mungkin
perenang. tergantung
Untuk memperolehsema
pada angka jam 1. Tangan masukkan ke dalam air untuk menjangkau
pada tingkat fleksibilitas sendi bahu perenang. Untuk memperoleh kedalaman masuknya
kedalaman masuknya kira-kira
tangan, dibantu dengan cara mengangkat bahu dan pinggul kiri kesema
tangan, dibantumungkin,
dengan cara mengangkat 25 – bahu 35 Cm. Kemampuan
dan pinggul kiri ke menjangkau ke dalaman
luar dari permukaan
air jika
luaryang
darimelakukan
mungkintarikan
permukaan air jikalengan
tergantungyangpadakanan.
melakukan (Lihat
tingkat Gambar)
tarikan lengan
fleksibilitas kanan.
sendi bahu(Lihat Gambar)
perenang. Untuk memp
kedalaman masuknya tangan, dibantu dengan cara mengangkat bahu dan pinggul
luar dari permukaan air jika yang melakukan tarikan lengan kanan. (Lihat Gambar)

Posisi tangan kanan mau melakukan entry.

Posisi tanganPembelajaran
kanan mauPendidikan
melakukan entry.
Jasmani dan Kesehatan 257

2) Fase menangkap (catch phase)


Fase menangkap pada gaya punggung dimulai setelah tangan masuk ke
permukaan air dengan jari kelingking lebih dulu, tangan menyapu ke bawah ketika
2) Fase menangkap (catch phase)
hampir
Fase mendekati
menangkaptitik
padamaksimal menjangkau
gaya punggung dimulaisemaksimal mungkin
setelah tangan masuk pada titik yang
ke permukaan
air dengankurang
terdalam jari kelingking lebih dulu,
lebih berkisar tangan
antara menyapu
25 -35 ke bawah ketika
Cm., kemudian hampir
menyapu ke mendekati
luar sampai
titik maksimal menjangkau semaksimal mungkin pada titik yang terdalam kurang lebih
berakhir pada mulai sapuan ke atas yang pertama.. Sudut yang dibentuk antara lengan
berkisar antara 25 -35 Cm., kemudian menyapu ke luar sampai berakhir pada mulai
dengan
sapuan tangan
ke ataspada
yangpergelangan adalah
pertama.. Sudut ± 60º.
yang (Lihatantara
dibentuk Gambar)
lengan dengan tangan pada
pergelangan adalah ± 60º. (Lihat Gambar)

Tangan kiri sedang melakukan fase menangkap (catch) air.

Tangan kiri sedang melakukan fase menangkap (catch) air.


3) Fase menarik (pull phase)
Pada
3) fasemenarik
Fase ini lengan bawah
(pull dan telapak tangan bergerak lebih dulu. Posisi telapak
phase)
tangan menyapu
Pada fase ini lengan bawah sweep)
ke dalam (inward dengan
dan telapak sudut
tangan yang cukup.
bergerak lebih Akhir dari sapuan
dulu. Posisi telapak
ke dalam membentuk sudut antara 90º - 100º pada sikut. Sebagai patokan ujung jari
tangan
berada menyapu
di bawah ke dalam (inward
permukaan sweep)
air pada dengan7 sudut
kedalaman yangdari
- 18 Cm.. cukup. Akhir dari
permukaan air. sapuan
Fase
menarik
ke dalamberakhir
membentukketikasudut
posisiantara
tangan90º
persis berada
- 100º padadi sikut.
samping bahu. (Lihat
Sebagai patokangambar)
ujung jari
berada di bawah permukaan air pada kedalaman 7 - 18 Cm.. dari permukaan air. Fase
menarik berakhir ketika posisi tangan persis berada di samping bahu. (Lihat gambar)

Menunjukkan lengan kiri sedang melakukan fase menarik (pull).


Menunjukkan lengan kiri sedang melakukan fase menarik (pull).

4) Fase menekan atau mendorong (pressure atau push phase)

258 Fase
Konsepini adalah
Dasar ketika
Pendidikan tangan
Jasmani melakukan tekanan akhir dan telapak tangan
dan Kesehatan

menghadap ke depan dengan arah sejajar panjang tubuh menghadap bagian bawah tubuh.
4) Fase menekan atau mendorong (pressure atau push phase)
Fase ini adalah ketika tangan melakukan tekanan akhir dan telapak tangan menghadap
ke depan dengan arah sejajar panjang tubuh menghadap bagian bawah tubuh. Fase
menekan dimulai dari bawah bagian bahu hingga berakhir pada ke dalaman ± 20-30 Cm.
dari punggung tangan ke atas permukaan air. Akhir fase menekan dikerjakan dengan
seluruh bagian lengan dan lecutan telapak tangan (Lihat Gambar).

Menunjukan posisi lengan siap untuk memulai melakukan dorongan.

5) Fase istirahat (recovery phase)


Fase istirahat dilakukan setealah tangan berakhir fase menekan, kemudian tangan
ke luar dari permukaan air dengan ibu jari terlebih dulu. Posisi tangan pada saat recoveri
Menunjukanposisi
Menunjukan posisi lengan
lengansiap
siapuntuk
untukmemulai melakukan
memulai dorongan.
melakukan dorongan.
lurus telapak tangan menghadap ke dalam. Ketika tangan mencapai tegak lurus atau 90º,
telapak5)tangan
5) Fase diputar
istirahat
Fase menghadap
(recovery
istirahat kephase)
phase)
(recovery luar dan berakhir ketika jari kelingking akan masuk
Fase Fase
ke dalam istirahat
air dilakukan
diistirahat
atas kepala. setealah tangan
Padasetealah
dilakukan saat berakhir
tangan mau
tangan fase menekan,
entry.
berakhir Bahu
fase kemudian
menempel
menekan, ketangan ke
kuping.
kemudian tangan
luar dari permukaan air dengan ibu jari terlebih dulu. Posisi tangan pada saat recoveri
(Lihat Gambar)
ke luar dari permukaan air dengan ibu jari terlebih dulu. Posisi tangan pada saat recoveri
lurus telapak tangan menghadap ke dalam. Ketika tangan mencapai tegak lurus atau 90º,
telapak tangantangan
lurus telapak diputarmenghadap
menghadapke kedalam.
luar danKetika
berakhir ketika
tangan jari kelingking
mencapai akan masuk
tegak lurus atau 90º,
ke dalam air di atas kepala. Pada saat tangan mau entry. Bahu menempel ke kuping. (Lihat
telapak tangan diputar menghadap ke luar dan berakhir ketika jari kelingking akan masuk
Gambar)
ke dalam air di atas kepala. Pada saat tangan mau entry. Bahu menempel ke kuping.
(Lihat Gambar)

d. Napas Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 259


bisa mengambil napas kapan saja, namun untuk menjaga agar air tidak terisap oleh
hidung, dianjurkan mengambil napas pada saat lengan melakukan recovery. Dan si
perenang bisa menjaga pernapasan dengan irama yang teratur dalam kondisi rileks.
d. Pendapat
Napas lain mengatakan cara mengambil napas dalam satu siklus yaitu; tarik nafas saat
Meskipun pada gaya punggung posisi mulut berada di atas permukaan air, dan bisa
kayuhan lengan pertama, dan hembuskan nafas pada kayuhan lengan kedua. Artinya
mengambil napas kapan saja, namun untuk menjaga agar air tidak terisap oleh hidung,
dianjurkan mengambil
pengambilan napas pada
nafas dilakukan saatposisi
ketika lengan melakukan
lengan berada recovery.
di dalam Dan si perenang
air, agar tidak terjadi
bisa menjaga pernapasan
kemungkinan masuk airdengan irama
ke dalam yang
mulut teratur
atau dalam kondisi rileks. Pendapat lain
hidung.
mengatakan cara mengambil napas dalam satu siklus yaitu; tarik nafas saat kayuhan
lengan pertama, koordinasi
e. Gerakan dan hembuskan
gayanafas pada kayuhan lengan kedua. Artinya pengambilan
punggung
nafas dilakukan ketika posisi lengan berada di dalam air, agar tidak terjadi kemungkinan
Pada gerakan koordinasi, kaki secara terus menerus digerakan pada irama yang
masuk air ke dalam mulut atau hidung.
tetap, gerakan rotasi tangan dan cambukkan kaki terjadi sinkronisasi yang seirama dan
continue secara simultan melakukan pengambilan napas pada saat tangan sebelah
e. Gerakan koordinasi gaya punggung
Pada gerakan
melakukan koordinasi,
recovery, dan kaki secara terus
mengeluarkan menerus
napas padadigerakan pada
saat tangan irama yang
melakukan tetap,
entry. (Lihat
gerakan rotasi tangan dan cambukkan kaki terjadi sinkronisasi yang seirama dan continue
gambar).
secara simultan melakukan pengambilan napas pada saat tangan sebelah melakukan
recovery, dan mengeluarkan napas pada saat tangan melakukan entry. (Lihat gambar).

2 3

Rangkaian gerakan koordinasi gaya punggung.

C. Teknik Renang Gaya Dada (Breaststroke)


Gaya dada sering disebut gaya katak, karena gerakannya mirip dengan katak
berenang. Gaya dada sebetulnya gaya yang paling banyak di pilih dan banyak dilakukan
oleh masyarakat untuk sekedar rekreasi atau untuk menjaga kesehatan. Karena renang
gaya dada merupakan sebuah renangan yamg hemat energi, bisa dilakukan dengan santai

260 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


meskipun untuk jarak yang cukup jauh. Untuk santai, renang gaya dada bisa dilakukan
dengan kepala tetap di luar permukaan air. (Lihat Gambar 30). Renang gaya dada juga
relatif lebih mudah untuk dipelajari, karena cara mengambil napas yang mudah. Oleh
karena itu gaya dada lebih banyak dipilih oleh masyarakat untuk lebih dulu dipelajari.
Meskipun masih terdapat pendapat pro-kontra antara gaya bebas dan gaya dada yang
lebih dulu yang dianggap mudah untuk dipelajari. Jika dianalisa dari kompleksitas gerak,
keduanya memilik faktor kesulitan dan faktor kemudahan. Pada gaya dada lebih mudah
berlari. Oleh karena itu, setiap seseorang baru pertama masuk air, secara otomatis
untuk mengambil napas, karena searah dengan gerak tubuh melaju ke depan. Sedangkan
mereka
pada gayamelakukan
bebas lebihgerakan kaki seoerti
sulkit, karena haruspada gaya bebas.
mengambil Sedangkan
napas ke arah sampingpada yang
gayaagak
dada,
berlawanan
gerakan kakidengan arah gerak
lebih sulit, karenalaju. Namun
bukan pada gaya
merupakan bebas,
gerak gerakan
dasar alamiahkaki lebihkehidupan
dalam mudah,
karena telah sesuai dengan gerak kebiasan manusia sehari-hari pada saat berjalan atau
sehari-hari. Dalam hal ini seorang guru atau pelatih renang harus bisa melihat
berlari. Oleh karena itu, setiap seseorang baru pertama masuk air, secara otomatis mereka
melakukan
kecenderungangerakan kakiyang
potensi seoerti
adapada
padagaya
setiapbebas. Sedangkan
siswanya pada
ke mana gaya dada, Pada
arahnya. gerakan
gaya
kaki
dadalebih
geraksulit,
lajukarena
tubuh bukan
ke depanmerupakan gerak
lebih besar dasar alamiah
dihasilkan dalam kehidupan
dari gerakan sehari-
kaki, daripada dari
hari. Dalam hal ini seorang guru atau pelatih renang harus bisa melihat kecenderungan
gerakan yang
potensi lengan.. Karena
ada pada fasesiswanya
setiap doronganke(push)
mana dari tangan Pada
arahnya. hanyagaya
memiliki ruanglaju
dada gerak yang
tubuh
sedikit.keDalam
depan gaya
lebih dada
besar terdapat
dihasilkan dari
dua gerakan
tipe kaki, daripada
atau model dari tradisional
yaitu; gaya gerakan lengan..
dengan
Karena fase dorongan (push) dari tangan hanya memiliki ruang yang sedikit. Dalam gaya
posisi tubuh datar. Gaya dada model tradisional ini seperti banyak dilakukan oleh
dada terdapat dua tipe atau model yaitu; gaya tradisional dengan posisi tubuh datar. Gaya
dada model tradisional
perenang-perenang ini seperti
yang bukanbanyak
untukdilakukan oleh perenang-perenang
pertandingan. (Lihat gambar yang Gayabukan
dada
untuk pertandingan. (Lihat gambar Gaya dada Tradisional).
Tradisional).

Renang gaya dada tradisional secara santai dengan kepala di atas permukaan air

Renang gaya dada tradisional secara santai dengan kepala di atas permukaan air
Gaya dada model yang kedua adalah, model gaya dada lumba-lumba (Undulating
Gaya dada model yang kedua adalah, model gaya dada lumba-lumba (Undulating
style) atau dinamakan “wave action stroke” (Eropa timur) karena gerakannya berombak
style) atau
seperti dinamakan Gaya
lumba-lumba.. “wave action
dada stroke” (Eropa
lumba-lumba timur)
pada saat ini karena gerakannya
lebih populer dalamberombak
renang
pertandingan. Banyak perenag-perenang
seperti lumba-lumba.. kelas dunia
Gaya dada lumba-lumba padatelah
saatmengadopsi renang
ini lebih populer gaya dada
dalam renang
pertandingan. Banyak perenag-perenang kelas dunia telah mengadopsi renang gaya dada
Pembelajaran
model lumba-lumba. Para pakar renang dunia Pendidikan
juga telah Jasmani
mengakui dan Kesehatan
keungulan gaya261
dada
lumba-lumba dengan beberapa alasan sebagai berikut:
model lumba-lumba. Para pakar renang dunia juga telah mengakui keungulan gaya dada
bahu naik
lumba-lumba ke atas
dengan sehingga
beberapa terjadi
alasan lompatan
sebagai berikut:ke depan melewati permukaan air.
Gerakan
• Terdapat seperti ini
dorongan dapatke
ayunan mengurangi
bawah dariresisten.
lengan dan kaki dalam gaya dada lumba-
xlumba.
PadaKetika
saat gerkan dorongan
recovery, lengantersebut
berada terjadi,
di luarmenyebabkan
permukaan kepala dan bahu
air dengan naik
demikian
ke atas sehingga terjadi lompatan ke depan melewati permukaan air. Gerakan seperti
terhindar dari gerakan kontra melawan air dibandingkan dengan recovery di dalam
ini dapat mengurangi resisten.
• Pada air.saat recovery, lengan berada di luar permukaan air dengan demikian terhindar
xdariMenurunkan
gerakan kontra melawan
pinggul lebihair dibandingkan
rendah dengan recovery
dapat mengurangi di dalam
drag karena air.pada saat
kaki
• Menurunkan pinggul lebih rendah dapat mengurangi drag karena kaki pada saat
bergerak
bergerak kembali
kembali hanya
hanya sedikit
sedikit menekuk
menekuk daripinggul.
dari pinggul.Jika
Jika posisipinggul
posisi pinggulberada
berada
datar
datarseperti pada
seperti model
pada tradisional,,
model menyebabkan
tradisional,, menyebabkanmendorong paha paha
mendorong ke bawah dan
ke bawah
ke depan. Akibat dari gerakan tersebut, pada gaya dada tradisional gerak laju ke
dan ke depan. Akibat dari gerakan tersebut, pada gaya dada tradisional gerak laju
depan menjadi terputus-putus. (Lihat Gambar).
ke depan menjadi terputus-putus. (Lihat Gambar).

Penampilan perenang sedang berenang dengan gaya dada model lumba-lumba.


Penampilan perenang sedang berenang dengan gaya dada model lumba-lumba.
Sebagai bahan teori mengingat teknik dengan gaya dada model tradisional sudah
sering dibahas pada sumber-sumber lain, maka pada buku ini hanya akan dibahas teori
Sebagai
teknik gaya dadabahan teori
dengan mengingat
model teknik dengan gaya dada model tradisional sudah
lumba-lumba.
sering dibahas pada sumber-sumber lain, maka pada buku ini hanya akan dibahas teori
teknik gayatubuh
1. Posisi dada dengan model lumba-lumba.
Posisi tubuh harus streamline selama melakukan dorongan, saat kedua lengan lurus
1. Posisi tubuh
berada di depan, pinggul dan kaki sejajar dengan badan sedikit di bawah permukaan
air. KeduaPosisi
kaki harus
tubuhrapat
haruspada saat posisi
streamline menjulur,
selama jari-jari
melakukan kaki di luruskan
dorongan, sebagian
saat kedua lengan
besar dari kepala berada di bawah permukaan air. Buat sikap tubuh seramping
lurus berada di depan, pinggul dan kaki sejajar dengan badan sedikit di bawah permukaanmungkin
pada saat melakukan luncuran.. Pada model lumba-lumba, posisi muka dan bahu berada
air. Keduaair.sedatar
di bawah kaki harusmungkin
rapat pada
padasaat posisi
saat tubuhmenjulur,
terdorong jari-jari
ke depankakipinggul
di luruskan sebagian
lebih rendah
besar dari kepala berada di bawah permukaan air. Buat sikap tubuh seramping mungkin
262 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
pada saat
pada melakukan
saat melakukanluncuran..
luncuran..Pada
Padamodel
modellumba-lumba,
lumba-lumba, posisi
posisi muka dan bahu
muka dan bahu berada
berada
di di
bawah
bawahair.sedatar
air.sedatarmungkin
mungkinpada
padasaat
saattubuh
tubuhterdorong
terdorong ke
ke depan
depan pinggul lebih rendah
pinggul lebih rendah
dari permukaan
dari permukaanair.
air. Sehingga
Sehinggabahubahuakan
akan lebih
lebih nampak
nampak keke luar
luar dari permukaan air.
dari permukaan air.
Sehingga posisi
Sehingga badan
posisi badanterlihat
terlihatbergelombang
bergelombangnaik
naikturun.
turun. (Lihat
(Lihat Gambar)
Gambar)
dari permukaan air. Sehingga bahu akan lebih nampak ke luar dari permukaan air.
Sehingga posisi badan terlihat bergelombang naik turun. (Lihat Gambar)

Sikap posisi tubuh gaya dada

Sikapposisi
Sikap posisitubuh
tubuhgaya
gayadada
dada
2. Gerakan kaki
2. 2.Gerakan
Gerakan
Gerakan
kaki gaya
kaki
kaki dada dimulai menarik kedua tungkai bawah mendekati panggul
Gerakankaki
kakigaya
gayadada
dada dimulai
dimulai menarik
menarik kedua
kedua tungkai
tungkai bawah
bawah mendekati
kemudian memutar
Gerakan kedua telapak kaki ke luar hingga membentuk sudut ± 50º . sehingga
mendekati
kedua panggul
telapak
panggul kemudian memutar
kaki memutar
kemudian menghadap kedua
kedua ke telapak kaki
belakang
telapak ke luar
kaki ke untuk hingga membentuk
siapmembentuk
luar hingga melakukansudut ±
± 50º
50º .. ke luar
dorongan
sudut
dansehingga
secara
sehinggaserentak menutup
kedua telapak
kedua telapak rapat ke
kaki menghadap
kaki menghadap sehingga
ke belakangkedua kaki
untuk siap
belakang untuk siap bertemu
melakukan
melakukan bersikap
dorongan
dorongan
ke lurus di
ke
belakang.
luar dan secara serentak menutup rapat sehingga kedua kaki bertemu bersikap lurus di
luar dan secara serentak menutup rapat sehingga kedua kaki bertemu bersikap lurus di
belakang.
belakang.

(a)
(a)

b)

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 263


(

b)

Gambar di atas (a) nampak dari belakang rangkaian gerakan kaki gaya dada.
©
Gambar (b) nampak dari samping menunjukkan gerakan kaki perenang pada saat
menekuk lutut kedua kaki siap untuk menendang.
Gambar
Gambar (c)diposisi
atas (a) nampak
telapak darisedang
kaki belakang rangkaian gerakan
melakukan kakike
dorongan gaya dada.
luar danGambar (b)
belakang.
nampak dari samping menunjukkan gerakan kaki perenang pada saat menekuk lutut
kedua kaki siap untuk menendang. Gambar (c) posisi telapak kaki sedang melakukan
3. Gerakan lengan
Gerakan menarik
dorongan ke luarlengan gaya dada, merupakan tarikan atau kayuhan yang terpendek
dan belakang.
dibandingkan dengan lengan
3. Gerakan ketiga gaya yang lainnya. Kayuhannya kurang efektif karena
bertentangan dengan prinsip gerak menarik lengan yang harus selalu dilakukan
Gerakan menarik lengan gaya dada, merupakan tarikan atau kayuhan yang
secara penuh. Namun demikian gerakan lengan ini sangat penting terutama apabila
terpendek dibandingkan dengan ketiga gaya yang lainnya. Kayuhannya kurang efektif
dikombinasikan
gaya dada membentuk dengan gerakan
seperti kakikacamata
lingkaran untuk membuat luncuran. Pola gerakan lengan
(lihat gambar)
gaya dada membentuk seperti lingkaran kacamata (lihat gambar)
karena bertentangan dengan prinsip gerak menarik lengan yang harus selalu dilakukan
secara penuh. Namun demikian gerakan lengan ini sangat penting terutama apabila
dikombinasikan dengan gerakan kaki untuk membuat luncuran. Pola gerakan lengan

Nampak dari bawah depan rangkaian tarikan lengan gaya dada

Nampak dari bawah depan rangkaian tarikan lengan gaya dada


4. Fase istirahat (recovery)
Fase ini ketika kedua tangan berada lurus di depan. Pada fase ini keadaan tangan
4. Fase istirahat (recovery)
harus benar-benar lurus. dilunjurkan (strech ) ke depan dengan telungkup. Kedua bahu
merapatFase ini ketika
ke telinga, kedua
telapak tangan
tangan berada lurus
menghadap di depan.
ke samping.. Pada
(Lihat fase )ini keadaan
Gambar
tangan harus benar-benar lurus. dilunjurkan (strech ) ke depan dengan telungkup. Kedua
bahu merapat ke telinga, telapak tangan menghadap ke samping.. (Lihat Gambar )
Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
264
4. Fase istirahat (recovery)
Fase ini ketika kedua tangan berada lurus di depan. Pada fase ini keadaan
tangan harus benar-benar lurus. dilunjurkan (strech ) ke depan dengan telungkup. Kedua
bahu merapat ke telinga, telapak tangan menghadap ke samping.. (Lihat Gambar )

Nampak dari depan lengan seorang perenang sedang melakukan recovery


Nampak dari depan lengan seorang perenang sedang melakukan recovery
5. Napas
5. Napas Gerakan mengambil napas pada gaya dada dilakukan dengan mengangkat mulut
Gerakan mengambil napas pada gaya dada dilakukan dengan mengangkat mulut
keatas permukaan air dan dada sedikit diangkat. Pada saat mulut ke luar permukaan
air segera mengambil napas dari mulut. Kemudian kepala masuk lagi ke dalam air lalu
membuang napas boleh dari mulut atau hidung. Pada saat mengambil napas dilakukan
dengan rileks tidak tergesa-gesa. Demikian pula saat mengeluarkan napas di dalam air
diatur tidak terputus. Pada gaya dada cara mengambil napas adalah satu kali dalam
setiap siklus dorongan lengan.

6. Koordinasi kaki, tangan, dan napas gaya dada


Dalam koordinasi kaki dan tangan terdapat tiga macam timing pada saat ini yang
dipergunakan yaitu: Bersinambung (continuous), meluncur (glade), dan saling menutup
(overlap). Timing koordinasi kaki dan lengan secara continue, setelah kaki selesai
melakukan tendangan kedua kaki sudah menutup rapat, gerakan membuka tangan
dimulai. Timing meluncur, dilakukan ketika kaki sudah selai melakukan tendangan dan
kedua kaki telah merapat, ada beberapa saat untuk meluncur, baru kemudian melakukan
gerakan tangan untuk membuka. Timing overlapping, dilakukan ketika kaki setelah
menendang ke luar mau menutp, gerakan tangan mulai membuka.
Para pakar renang duni tidak setuju dengan timing meluncur (glade), karena daya laju
perenang akan melambat setelah berakhirnya gerakan kaki menutup hingga menunggu
kayuhan tangan mulai. Oleh karenan itu banyak para akhli menyarankan dengan timing
continue. Karena dengan timing ini tidak ada celah kekuatan yang terputus antara propulsif
kaki dan lengan. Namun terdapat pmikiran lain dari para ahli bahwa sesungguhnya hasil
dari propulsif lengan tidak begitu banyak mensuplai terhadap propulsif tubuh perenang.
Kayuhan lengan lebih banyak berperan sebagai dasar dan dukungan terhadap efisiensi

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 265


dan efektifitas dorongan gerakan kaki untuk menghasilkan laju luncuran tubuh yang lebih
cepat. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa di dalam air terhadap perenang duni,
mengindikasikan mereka menggunakan “overlap timing” Dengan demikian penggunaan
operlap timing lebih dianjurkan bagi perenang-perenang pertandingan. Dalam praktek
proses pembelajaran renang bagi pemula biasanya menggunakan continuous timing atau
glade timing (luncuran). Hal ini merupakan penerapan metode bagian dimaksudkan
untuk mempermudah dalam penguasaan koordinasi. Dalam uraian di bawah ini
koordinasi
keduamenggunakan
kaki menutup continuous timing.
rapat kemudian Pada gerakan
melakukan gerakan koordinasi,
tangan. Pada diawali dengan
saat tangan
gerakanmelakukan
kaki, setelah gerakan kaki berakhir dengan kedua kaki menutup
gerakan membuka, kepala diangkat ke atas hingga mulut ke luar ke rapat kemudian
melakukan gerakan
permukaan air dan tangan. Pada saat napas.
segera mengambil tangan melakukan
Setelah mengambilgerakan membuka,
napas lalu kepala
segera kepala
diangkat ke atas hingga mulut ke luar ke permukaan air dan segera mengambil napas.
masuk kembali ke dalam air dan hembuskan napas secara teratur. Bersamaan dengan
Setelah mengambil napas lalu segera kepala masuk kembali ke dalam air dan hembuskan
kepala masuk
napas secara teratur.keBersamaan
dalam air tangan
dengandi dorong
kepalake depan ke
masuk melakukan
dalam airrecovery.
tanganPada saat
di dorong
ke depan melakukan
recoveri terjadi recovery. Pada saat
luncuran karena recoveri
tangan berada terjadi
lurus di luncuran karena
depan kira-kira tangandetik.
beberapa berada
lurus diJangan
depantelalu
kira-kira
cepat beberapa detik. sebelum
membuka tangan Jangan telalu
terjadi cepat
luncuranmembuka tangan
badan. Pada saat sebelum
kedua
terjadi luncuran badan.
tangan berada Pada saat
menutup keduadada,
di depan tangan
kakiberada menutup tarikan
siap melakukan di depan dada,
tumit kaki siap
mendekat
melakukan tarikan tumit mendekat pinggul kemudian melakukan tendangan ke belakang.
pinggul kemudian melakukan tendangan ke belakang. (Lihat gambar)
(Lihat gambar)

1 2

3 4

5 6

Rangkaian koordinasi renang gaya dada


Rangkaian koordinasi renang gaya dada
.
.
D. Teknik Renang Gaya Lumba/Kupu (Dolphin/Butterfly)
Gaya kupu merupakan gaya yang terbaru dalam perlombaan secara resmi.
266 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
lainnya dikuasai.(Lihat Gambar di bawah)

D. Teknik Renang Gaya Lumba/Kupu (Dolphin/Butterfly)


Gaya kupu merupakan gaya yang terbaru dalam perlombaan secara resmi. Berenang
gaya kupu memerlukan kekuatan (power) yang besar terutama dari kaki dan lengan juga
irama dan koordinasi gerak yang baik. Dari segi estetika gaya ini merupakan gaya yang
paling indah karena gerakannya seperti ikan lumba-lumba bergelombang karena itu
banyak yang menyukainya. Namun gaya ini gaya yang paling sulit untuk dipelajarinya. Oleh
karena itu gaya kupu diajarkan terakhir setelah gaya-gaya yang lainnya dikuasai.(Lihat
Gambar di bawah)

Gambar gerakan renang gaya kupu menyerupai gerakan ikan lumba-lumba


Gambar gerakan renang gaya kupu menyerupai gerakan ikan lumba-lumba

1. 1. Posisi
Posisi tubuh
tubuh
Posisi tubuh hampir sama dengan gaya bebas yaitu hidrodinamis hampir sejajar
Posisi permukaan
dengan tubuh hampir
air sama dengan gaya
(streamline). bebas
Namun yaitu
posisi hidrodinamis
kepala hampir
lebih masuk sejajar
di bawah lengan.
denganPinggul, pundak,
permukaan air dan kepala naikNamun
(streamline). turun sedikit di atas atau
posisi kepala lebihdimasuk
bawahdipermukaan air. Garis
bawah lengan.
permukaan air pada kepala anda berada tepat di atas alis mata.
Pinggul, pundak, dan kepala naik turun sedikit di atas atau di bawah permukaan air. Garis
permukaan air pada kepala anda berada tepat di atas alis mata.

2. Gerakan kaki
Gerakan kaki gaya kupu mirip dengan gerakan lumba-lumba ketika mengibas-
ngibaskan ekornya untuk mendorong dirinya dalam air. Oleh karena itu dalam gaya kupu
gerakan
2. kaki dilakukan
Gerakan kaki secara bersamaan naik turun secara kontinyu dengan sumber
tenaga dari pangkal paha, dan diakhiri dengan lecutan punggung kaki. Kedua kaki harus
Gerakan
dirapatkan kaki gaya seperti
jadi membentuk kupu mirip
ekor dengan gerakanGerakan
lumba-lumba. lumba-lumba ketikadari
kaki terdiri mengibas-
dua
tekanan yaituekornya
ngibaskan tekananuntuk
kuat dan tekanan dirinya
mendorong lemah. Kedua
dalam gerakan
air. Olehtersebut dilakukan
karena itu secara
dalam gaya kupu
gerakan kaki dilakukan secara bersamaan naik turun secara kontinyu dengan sumber
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
267
tenaga dari pangkal paha, dan diakhiri dengan lecutan punggung kaki. Kedua kaki harus
dirapatkan jadi membentuk seperti ekor lumba-lumba. Gerakan kaki terdiri dari dua
berangkai. Tingkat kelentukan (fleksibilitas) seluruh tubuh terutama pinggul dan tungkai
amat diperlukan. Pada saat melipat kedua lutut sudut yang dibentuk adalah 70 – 85º
. Pada saat menekuk lutut, tidak menarik lutut ke bawah atau melipat kaki bawah ke
atas, namun dimulai menekan pinggang ke bawah, lalu sedikit mengangkat tungkai kaki
bawah ke atas sehingga tumit sedikit tampak ke luar permukaan air . Pada saat gerakan
memukul kedua belah kaki, diakhiri dengan lecutan punggung kaki. Dan posisi akhir
kedua kaki lurus ke bawah dengan gerakan ini maka pinggul naik ke atas permukaan air.
Irama gerak tubuh sangat penting untuk diperhatikan dalam melakukan tendangan yang
benar. Melatih gerakan kaki secara terus menerus harus dilakukan untuk mendapatkan
fleksibilitas pinggul dan irama yang baik

3. Gerakan tangan
Gerakan kayuhan dalam gaya kupu sebenarnya hampir sama dengan kayuhan gaya
bebas. Namun dalam gaya kupu, kedua lengan melakukan gerakan secara bersamaan
3. Gerakan tangan
untuk mengayuh. Dalam mekanismenya dibagi beberapa fase sebagai berikut:
Gerakan kayuhan dalam gaya kupu sebenarnya hampir sama dengan kayuhan
a. Fase masuk tangan ke permukaan air (entry phase)
gaya bebas. Namun dalam gaya kupu, kedua lengan melakukan gerakan secara
Masuknya tangan ke permukaan air didahului dengan ke dua ujung ibu jari, maka
kedua bersamaan
memperluastelapak untuk mengayuh.
tangan
jangkauan. menghadap
(Lihat
Dalam
Gambar).kemekanismenya
luar. Kedua dibagi
tanganbeberapa fase sebagai
direntangkan keberikut:
depan lurus
sejajara.dengan bahu,tangan
Fase masuk dan saling bersentuhan
ke permukaan di phase)
air (entry depan. Sikut harus dilenturkan untuk
memperluas jangkauan. (Lihat Gambar).
Masuknya tangan ke permukaan air didahului dengan ke dua ujung ibu jari, maka
kedua telapak tangan menghadap ke luar. Kedua tangan direntangkan ke depan lurus
sejajar dengan bahu, dan saling bersentuhan di depan. Sikut harus dilenturkan untuk

b. 268 Konsep Dasar


Fase membuka Pendidikan
atau Jasmani(catch
menangkap dan Kesehatan
phase atau outward sweep)
Dengan jari-jari yang rapat, pergelangan tangan dikuatkan berada di bawah
b. Fase membuka atau menangkap (catch phase atau outward sweep)
Dengan jari-jari yang rapat, pergelangan tangan dikuatkan berada di bawah
permukaan air kira-kira 18-20 inci. Untuk gerakan menyapu posisi kemiringan telapak
b. Fase membuka atau menangkap (catch phase atau outward sweep)
tangan membentuk
Dengan sudut
jari-jari dengan
yang rapat,airpergelangan
kira-kira 30-40º. Fasedikuatkan
tangan ini dilakukan dengan
berada di terlebih
bawah
permukaan
dahulu air kira-kira
membuka ke luar18-20 inci. Untuk
kira-kira selebargerakan menyapu
bahu hingga posisi kemiringan
diakhiri telapak
dengan menangkap
tangan membentuk sudut dengan air kira-kira 30-40º. Fase ini dilakukan dengan terlebih
melalui lengkungan telapak tangan dan sudut yang dibentuk antara ibu jari dengan
dahulu membuka ke luar kira-kira selebar bahu hingga diakhiri dengan menangkap
telapak
melaluitangan adalah telapak
lengkungan 38 -65º. tangan
(Lihat Gambar).
dan sudut yang dibentuk antara ibu jari dengan
telapak tangan adalah 38 -65º. (Lihat Gambar).

c. Fase menarik atau menyapu ke dalam (Pull phase atau inward sweep)
c. Fase
Fasemenarik
menyapuatau menyapu
ke dalam ke dalam
didahului (Pull
dengan phase
posisi atau inward
telapak tangan sweep)
yang membentuk
sudut dengan air antara
Fase menyapu 30 - 45º
ke dalam dengan posisi
didahului denganiniposisi
akantelapak
meminimalkan tekanan
tangan yang (drag).
membentuk
Saat melakukan sapuan ke dalam dilakukan dengan ayunan lengan bawah hingga kedua
sudut dengan air antara 30 - 45º dengan posisi ini akan meminimalkan tekanan (drag).
tangan berada di bawah dada untuk siap melakukan dorongan. Sapuan tangan bagian
bawah
Saat berakhir sapuan
melakukan hingga membentuk sudut pada
ke dalam dilakukan sikutayunan
dengan berkisarlengan
90º. bawah hingga kedua
tangan berada di bawah dada untuk siap melakukan dorongan. Sapuan tangan bagian
d. Fase
bawah mendorong
berakhir hinggaatau sapuan kesudut
membentuk atas (push phase
pada sikut atau upsweep)
berkisar 90º. (Lihat Gambar)
Sebelum memulai fase mendorong, putarlah kedua tangan hingga kedua ujung jari
tangan menunjuk kearah dasar kolam sehingga telapak tangan menghadap kearah
tubuh bagian bawah.. Lakukan fase mendorong dari mulai posisi bagian bawah dada
ke belakang, ke luar, dan ke atas hingga melewati bagian pangkal paha dengan telapak
tangan menghadap ke atas. Akhir dorongan kedua lengan harus lurus ke belakang. (Lihat
Gambar).

e. Fase istirahat (recovery phase)


Fase ini dilakukan dengan sikut tetap lurus namun dilenturkan ketika mengangkat
kedua tangan ke luar. Kemudian kedua lengan di bawa ke depan lewat di atas air dengan
telapak tangan menghadap ke dalam, sampai kedua tangan hampir setinggi bahu. Pada
titik tersebut, mulai pergelangan tangan diluruskan sehingga telapak tangan menghadap
ke luar . Kemudian kedua lengan diluruskan kembali secara ramping ke depan sejauh
mungkin berada segaris lurus memanjang dengan bahu untuk siap melakukan entry.
Biarkan kepala, tangan, dan dada bagian atas untuk terjun meloncat melewati suatu

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 269


gelombang. Sebelum kedua tangan mengayun ke depan, kepala tunduk lebih dulu. (Lihat
Gambar).

f. Napas
Cara mengambil napas pada gaya kupu bisa dilakukan dengan dua cara yaitu;
mengambil napas ke depan dan mengambil napas ke samping seperti gaya bebas. Cara
mengambil napas ke depan dilakukan dengan mengangkat kepala dengan hyper-ekstensi
leher dan arah pandangan ke depan. Mengambil napas pada gaya kupu dapat dibantu
pada saat bahu mengangkat ke atas. Pada saat ngambil napas mulut dibuka. Untuk
mempermudah mengambil napas, tekan dagu ke arah depan. Setelah pengambilan napas
selesai, otot-otot leher posterior harus dikendorkan dan kepala segera menunduk masuk
ke dalam air. Saat di dalam air napas di buang pelan-pelan. Mengambil napas ke samping
dilakukan dengan cara memalingkan kepala ke samping, hanya mulut dan hidung yang
ke luar dari permukaan air. Cara mengambil dan mengeluarkan napas sama dengan
mengambil napas ke depan. Cara mengambil napas ke samping jarang dilakukan oleh
para perenang karena faktor kompleksitasnya.

g. Koordinasi
dalam air dan
Pada mengeluarkan
koordinasi udarapada
gaya kupu, di dalam
saat air. Pada saatkaki
cambukan lengan mau
kuat, melakukan
kepala ke luarentry,
dari
permukaan
kepala lebih air
duluuntuk mengambil
masuk ke dalamnapas. Pada saat cambukan
air. Sinkronisasi lemah,
gerakan tubuh kepala masuk
bergelombang ke
dari
dalam air dan mengeluarkan udara di dalam air. Pada saat lengan mau melakukan entry,
mulai gerakan tangan di depan, kepala, bahu, pinggul, dan tungkai bagian bawah, dan
kepala lebih dulu masuk ke dalam air. Sinkronisasi gerakan tubuh bergelombang dari
mulaisaat
pada gerakan tangan
mengambil di depan,
napas kepala,
dilakukan padabahu,
ritmepinggul, dan tungkai bagian bawah, dan
yang konstan.
pada saat mengambil napas dilakukan pada ritme yang konstan.

270 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Modul ini, maka kerjakanlah latihan ini
dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan yang
disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan secara
individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan beberapa jenis gaya yang terdapat didalam cabang olahraga renang !
2. Didalam renang masing-masing gaya memiliki kelebihan dan kekurangan, jelaskan!
3. Jelaskan sistimatika melakukan gerak dasar pada gaya bebas!
4. Jelaskan sistimatika melakukan gerak dasar pada gaya punggung!
5. Jelaskan sistimatika melakukan gerak dasar pada gaya dada!
6. Jelaskan sistimatika melakukan gerak dasar pada gaya kupu-kupu!

RANGKUMAN
Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang paling disukai banyak orang
karena dapat digunakan sebagai terafi air. Gaya-gaya yang sering digunakan didalam
renang terdiri dari: (1) gaya bebas, (2) gaya dada, (3) gaya punggung, dan (4) gaya kupu-
kupu.
Renang dalam konteks olahraga adalah; suatu nomor pertandingan pada cabang
olahraga air secara formal terdiri dari empat gaya yang diperlombakan baik pada
kejuaraan-kejuaraan resmi maupun tidak resmi. Renang sebagai salah satu cabang
olahraga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan rekreasi, kesehatan,
rehabilitasi, pendidikan, untuk keselamatan, dan kepentingan militer. Renang sebagai
salah satu cabang olahraga memiliki banyak nomor yang diprtandingkan seperti; Loncat
indah, renang indah, renang menggunakan sepatu katak (fin swimming), polo air, polo
kano.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 271


TES FORMATIF

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban
A, B, C, atau D yang paling tepat, tuangkan pada lembar tugas yang Anda miliki!

1. Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang menarik dan sangat bermanfaat
bagi tubuh, khususnya untuk terafi yang umum digunakan adalah:
A. Stroke C. Jantung
B. Ashma D. Hepatitis

2. Teknik dasar yang diperlukan dalam mengajarkan renang kepada peserta didik
adalah:
A. Pengenalan air C. Cara pengambilan napas
B. Posisi melayang D. Semua benar

3. Gaya renang yang lebih dominan menggunakan kaki adalah:


A. Gaya dada C. Gaya punggung
B. Gaya bebas D. Gaya kupu-kupu

4. Gaya renang yang lebih dominan menggunakan tangan adalah:


A. Gaya dada C. Gaya punggung
B. Gaya bebas D. Gaya kupu-kupu

5. Gaya yang paling mudah untuk diajarkan kepada anak didik adalah:
A. Gaya dada C. Gaya punggung
B. Gaya bebas D. Gaya kupu-kupu

272 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. B
2. D
3. C
4. D
5. A

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 273


274 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN

8
OUTDOOR EDUCATION

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 275


276 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
PEMBELAJARAN
OUTDOOR EDUCATION

Pendahuluan
Pendidikan di luar ruang (outdoor education) sudah mulai digemari karena dapat
mempengaruhi berbagai perilaku yang diperlukan peserta didik. Bentuk kegiatannya
bisa bermain yang beragam dengan variasi gerak dan aktivitas di luar ruangan. Bermain
yang merupakan kegiatan rekreasi yang banyak dilakukan orang, karena bermain akan
memberikan perasaan senang dan gembira. Kegiatan bermain dalam outdoor education
sangat efektif dalam membentuk karakteristik anak-anak untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan kehidupannya dan dapat dijadikan sebagai latihan jiwa dan raga untuk
menopang kehidupan di masa yang akan datang. Keinginan bermain timbul karena minat
pada diri seseorang untuk bergerak sesuai kebutuhan, memelihara kondisi tubuh serta
untuk menghilangkan kejenuhan. Bermain merupakan kegiatan yang penuh daya khayal,
penuh aktivitas, dan anak-anak melakukannya dengan cara mereka sendiri menggunakan
tangan dan tubuh mereka.
Jadi, outdoor education bagi anak sangatlah membantu memfasilitasi pencarian
jati dirinya baik untuk meningkatkan keterampilan kognitif, motorik, maupun sikap
sosialnya.
Secara umum modul 8 ini ingin menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan: konsep
outdoor education dan contoh-contoh kegiatan outdoor education yang dapat dilakukan
anak-anak.. Setelah dengan seksama mempelajari modul ini, secara khusus Anda
diharapkan dapat:
1. Memahami konsep outdoor eduation dalam pembelajaran pendidikan jasmani di
tingkat MI.
2. Menerapkan beberapa contoh outdoor education dalam pembelajaran pendidikan
jasmani pada anak MI.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 277


Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini diorganisasikan menjadi
dua Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:
KB 1: Konsep outdoor education
KB 2: Kegiatan outdoor education

Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus
yang Anda miliki.
3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumberu-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

278 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1

KONSEP OUTDOOR EDUCATION

A. Materi
Pendidikan alam terbuka (outdoor education) merupakan salah satu bentuk kegiatan
yang dilakukan di luar sebagai media pembelajaran atau sumber pengetahuan. Dengan
kata lain pendidikan alam terbuka ini bermakna proses pembelajaran di alam terbuka
tidak hanya sekedar belajar tentang alam, tetapi juga belajar tentang berbagai aspek,
seperti: (1) pengembangan diri, (2) peningkatan rasa kepercayaan diri, (3) pengembangan
berpikir kreatif, (4) membangun rasa kebersamaan dan saling percaya, dan (5) belajar
spiritual.
Beberapa istilah yang sering digunakan dalam memaknai pendidikan alam terbuka,
yaitu:
1. Outbound istilah yang lebih populer dari pendidikan alam terbuka. Istilah
ini merupakan terminologi yang umum digunakan diberbagai belahan dunia
(International Outbound; Outbound Indonesia).
2. Adventure program merupakan istilah yang sering digunakan dalam memaknai
pendidikan alam terbuka.
3. Istilah supercamp juga sering digunakan dalam memaknai pendidikan alam terbuka.
Istilah ini digunakan oleh para ahli “Quantum Learning”.
4. Pakar outbound lainnya mengistilahkan pendidikan alam terbuka sama dengan
“outbound management training”.
5. Dalam istilah kepramukaan pendidikan alam terbuka juga sering diartikan sebagai
“outdoor management game”.

Dari sekian banyak istilah yang digunakan dalam memaknai pendidikan alam terbuka
berarti pendidikan ini sangat luas dan dapat dilakukan oleh siapapun tidak terbatas usia
dan jenis kelamin.
Salah seorang ahli dalam bidang psikologi, yaitu Howard Gardner telah mengidentifikasi
perbedaan antara pendidikan sekolah dan pendidikan di luar ruangan (outdoor education).

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 279


Pendidikan di luar ruangan lebih mengedepankan metode yang menghubungkan antara
pengetahuan dengan dunia nyata. Artinya pendidikan dianggap sebagai bagian integral
dari sebuah kehidupan. Belajar di alam terbuka ini memakai seluruh lingkungan anak
didik sebagai sumber pengetahuan dalam konteks belajar. Interaksi dalam proses belajar
mengajar (PBM) pada pendidikan alam terbuka mempertemukan ide-ide atau gagasan
dari setiap individu sebagai salah sumber belajar.
Aktivitas di alam terbuka secara bersama-sama selama 24 jam merupakan media yang
paling efektif untuk mengenal pribadi seseorang secara lebih mendalam. Karena melalui
kegiatan ini diyakini karakteristik seseorang dapat diidentifikasi secara jelas.
Sebelum kita mempraktekkan pembelajaran outdoor education alangkah lebih
baik apabila kita juga mengetahui dan memahami teori dibalik praktek pembelajaran
outbound tersebut. Dalam pembelajaran outbound lebih menitik beratkan pada aspek
tingkah laku atau kepribadian pesertanya dengan kata lain untuk membentuk karakter
individu atau peserta (character building). Oleh karena itu teori dalam pembelajaran
outdoor education dapat dirtikan sebagai penjelasan dari perilaku/kepribadian individu
yang bersifat konsisten dan reliabel yang dihasilkan dari proses kegiatan fisik.( teory of
outbound is an explanation of pattern of behavior that is consistent and reliable that it
will result from deliberate effort).
Pada bagian ini Anda akan lebih mengenal teori-teori pembelajaran outdoor education
sebagai prinsip dasar dalam setiap pembelajaran. Di samping itu juga teori-teori ini dapat
memberikan pemahaman bagi anda bagaimana dan kenapa outdoor education lebih
efektif dan bermanfaat sebagai kebutuhan anda. Teori ini juga dapat membantu anda
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
• Bagaimana mengetahui jenis dan sifat outdoor education yang cocok bagi anda ?
• Apakah saya butuh outdoor education dan Mengapa untuk mengatasi masalah
kepribadian saya harus dengan cara outdoor education ?
• Mengapa kebutuhn saya berbeda dengan kebutuhan orang lain ?

Dalam bagian ini akan dijelaskan jenis-jenis teori tentang outdoor education, yaitu:

1. Teori konstuktivisme (construktivisme)


Teori konstruktivisme yaitu “suatu teori yang digunakan dalam proses pembelajaran
di alam terbuka dengan lebih menekankan pada perkembangan peserta itu sendiri.” Teori
ini berguna dalam hal pembagian klasifikasi peserta outdoor education seperti klasifikasi
pemula, menengah, dan Advanced. Di samping itu, teori ini juga dapat dihubungkan
dengan usia peserta, sehingga akan dapat di identifiksi pada usia berapa seharusnya
keterampilan gerak komplek dapat diberikan kepada anak/peserta.

280 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2. Teori kepribadian (Personal Meaning)
Kegiatan outdoor education berawal dari semakin kompleknya masalah yang
dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari sehingga berakibat pada peningkatan
stress individu. Untuk mengatasi kebutuhan ini outdoor education yang berisi kegiatan
santai dan menyenangkan sangat diminati oleh setiap individu, hal ini dikarenakan
outdoor education lebih memfokuskan pada perbedaan kebutuhan setiap individu. Jadi
teori personal meaning adalah “penjelasan kegiatan outdoor education yang lebih menitik
beratkan pada kebutuhan dan karakteristik individu”.

3. Teori Pengalaman (Experiental Education)


Salah satu ciri pembelajaran outdoor education ini yaitu praktek aktivitas fisik secara
langsung, dalam hal ini juga praktek tersebut dijadikan sebagai alat atau wahana dalam
mengatasi segala kebutuhan personal individu peserta (Activity is solution for what the
needs of problem of individu).

4. Teori intelegensi majemuk (multiple Intelegences)


Kegiatan outdoor education merupakan kegiatan yang sangat komplek, sebab kegiatan
ini menggabungkan semua elemen yang ada dalam kehidupan dan dijadikan sebagai
simulasi sederhana terhadap kehidupan dunia nyata. Dalam hal ini karena subjeknya
adalah manusia yang mempunyai perbedaan karakteristik dan kepribadian serta
intelegensi sehingga dalam pelaksanaannya outdoor education ini merupakan ramuan
bagi semua perbedaan individui tersebut. Menurut harvard (2000) dalam bukunya tentang
intelegensi Majemuk mengemukakan bahwa setiap individu mempunyai 4 (empat) jenis
keahlian dan keterampilan, yaitu:
a. Potensi bidang motorik;
b. Potensi bidang ruang;
c. Potnsi bidang musik;
d. Potensi bidang bahasa

Esensinya bahwa setiap individu tersebut mempunyai kesempatan untuk tumbuh


dan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Berkaitan dengan outdoor
education/outbound intelgensi majemuk ini dijadikan sebagai media perangsang
(stimulus) yang diberikan kepada individu untuk dapat mengembangkan potensi
intelegensinya tersebut. Artinya outbound is the way of change to improve and stimulate
an individual capacity, especially they intelegencies.

5. Teori gaya mengajar (Learning styles)


Instruktur memegang peranan sangat penting dalam setiap kegiatan outbound karena
instruktur merupakan fasilitator, innovator, motivator, serta evaluator bagi peserta dalam

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 281


upaya mengatasi masalah mereka. Oleh karena itu sukses tidaknya pembelajaran outdoor
education tergantung pada kompetensi dan pengalaman dari instrukturnya tersebut.
Dibawah ini ada beberapa gaya mengajar outdoor education, antara lain:
a. Komunikator
b. Oration (banyak bicara)
c. Demonstration

Perkembangan outdoor education atau Outbound pada era tahuan 2000an ini telah
menjadi suatu hal yang sangat membanggakan, akan tetapi dibalik itu semua apakah kita
tahu dan paham apa itu outdoor education dan apa gunanya outdoor educaion bagi diri
mereka?
Apabila berbicara tentang outdoor education atau outbound setiap orang pasti
memiliki definisi yang berbeda-berbeda tergantung kepada pengetahuan dan pemahaman
serta pengalaman mereka sendiri. Agar lebih mudah dipahami khususnya bgai masyarakat
awam atau yang belum mengenal sama sekali, outdoor education dapat diartikan sebagai
sebuah kegiatan yang berupa permainan-permainan dengan berbagai filosofi dibalik
permainan tersebut. Permainan dalam outdoor education berasal dari permainan-
permainan yang berbasis pada lingkungan, pertumbuhan dan perkembangan manusia,
bahkan diangkat dari permainan-permainan tradisional dan permainan anak-anak.
Dibalik permainan dalam outdoor education yang sederhana terdapat falsafah
permainan atau makna dibalik permainan tersebut yang dapat diaplikasikan sesuai
dengan kebutuhan serta dirasakan secara langsung setelah kegiatan permainan tersebut
selesai dilaksanakan.

6. Paradigma dalam pendidikan alam terbuka


Ada beberapa paradigma yang digunakan dalam konteks pendidikan alam terbuka,
yaitu:
a. Berpusat pada peserta artinya pembelajaran lebih dipusatkan pada anak sebagai
aktivitas anak yang lebih dominant.
b. Mengembangkan kreativitas peserta artinya berpikir kritis yang dikembangkan
kepada peserta didik.
c. Kondisi menyenangkan artinya aktivitas dirancang untuk menarik minat dan
membuat pelakunya merasakan kesenangan dan kepuasan setelah beraktivitas.
d. Mengembangkan beragam kemampuan artinya aktivitas yang dirancang bervariasi
agar tidak bosan.
e. Menyediakan pengalaman belajar yang beragam artinya segala kegiatan harus
mampu meningkatkan berbagai pengalaman bagi pelakunya,
f. Belajar melalui berbuat artinya learning by doing oleh setiap peserta didik. Tidak
banyak uraian teori dari pembelajaran ini, anak dapat terjun langsung ke lapangan

282 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


untuk berbuat.
g. Kontekstual artinya setiap kegiatan akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan
yang ada.
h. Pendidikan adalah proses memanusiawikan manusia kembali artinya guru
menjadikan peserta didik sebagai subyek yang selalu berubah. Karakteristik
manusia yang dikenal unik, guru harus lebih menjadikan peserta didik sebagai
manusia yang selalu ingin mencari yang baru tanpa harus dibatasi keinginan
nalurinya.
(1) kesadaran magis artinya kondisi yang berada diluar nuraninya namun
i. Tiga kelompok pembelajar:
(1) kesadaran magis artinya kondisi yang berada diluar nuraninya namun dapat
dapat dikendalikan.
dikendalikan.
(2) kesadaran naif artinya kondisi yang serba terbatas namun dapat
(2) kesadaran naif artinya kondisi yang serba terbatas namun dapat dioptimalkan
dioptimalkan
menjadi menjadiyang
sebuah aktivitas sebuah aktivitas yang menyenangkan.
menyenangkan.
(3) kesadaran kritiskritis
(3) kesadaran artinya kondisi
artinya yang
kondisi selalu
yang ingin
selalu menjadi
ingin lebih
menjadi lebihbaik
baik
dibandingkan sebelumnya.
dibandingkan sebelumnya.
Salah satu aktivitas yang dapat membangkitkan hasrat untuk berkreasi sambil
Salah satu aktivitas yang dapat membangkitkan hasrat untuk berkreasi sambil
berimajinasi dengan aktivitas
berimajinasi menyenangkan
dengan aktivitas menyenangkan

Gambar 1
Meluncur bersama dari atas menuju bawah

Gambar 1
Meluncur bersama dari atas menuju bawah

Pembelajaran
7. Pembelajaran yang berpusat pada anak Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 283
Beberapa ciri yang ditampilkan didalam pembelajaran yang berpusat pada anak,
7. Pembelajaran yang berpusat pada anak
Beberapa ciri yang ditampilkan didalam pembelajaran yang berpusat pada anak,
yaitu:
a. Pendidikan partisipatori artinya keterlibatan anak secara aktif pada setiap
b. Pembelajaran akselerasi artinya aktivitas akan selalu mendukung terhadap percepatan
aktivitas.
b. Pembelajaran
kemampuan yang akselerasi
dimilikiartinya aktivitas
oleh setiap anak. akan selalu mendukung terhadap
c. percepatan
Pembelajaran kemampuan yang dimiliki
kuantum artinya setiap oleh setiap
aktivitas anak.
yang dilakukan tidak monoton, namun
c. Pembelajaran kuantum artinya setiap aktivitas yang dilakukan tidak monoton,
selalu melakukan
namun berbagai
selalu melakukan lompatan-lompatan
berbagai lompatan-lompatanmenuju kearah
menuju yang yang
kearah lebihlebih
produktif
produktif
dan aktif. dan aktif.
d. Pembelajaran humanistis artinya aktivitas yang dilakukan anak harus
d. Pembelajaran humanistis artinya aktivitas yang dilakukan anak harus memunculkan
memunculkan rasa kemanusiaan yang tinggi. Seperti muncul rasa kasih sayang.
rasa kemanusiaan
e. Pendidikan yang tinggi.
kepramukaan Seperti
artinya muncul
aktivitas rasa kasih berbentuk
yang dilakukan sayang. kemandirian
e. pada anak. kepramukaan artinya aktivitas yang dilakukan berbentuk kemandirian
Pendidikan
pada anak.
Berikut ini contoh kegiatan yang berpusat kepada anak yang dilakukan di alam
Berikut ini contoh kegiatan yang berpusat kepada anak yang dilakukan di alam terbuka.
terbuka.

Gambar 2
Kegiatan anak di alam terbuka

Gambar 2
Kegiatan di alam terbuka ini mampu mengembangkan berbagai potensi yang ada pada
Kegiatan anak di alam terbuka
diri anak, sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara positif dalam meningkatkan
kemampuannya yang dapat bemanfaat bagi mengisi kehidupannya.
Kegiatan di alam terbuka ini mampu mengembangkan berbagai potensi yang ada
Konsep
284pada diriDasar Pendidikan
anak, Jasmani
sehingga dan Kesehatan
dapat tumbuh dan berkembang secara positif dalam
meningkatkan kemampuannya yang dapat bemanfaat bagi mengisi kehidupannya.
Supaya lebih memahamai ruang lingkup apa saja yang termasuk dalam aktivitas
outdoor education, maka berikut ini akan dijelaskan klasifikasi outdoor education
berdasarkan jumlah beberapa kriteria, antara lain:

1. Jumlah pemain;
Permainan yang masuk kategori ini dapat dikelompokkan lagi menjadi 3 (tiga)
kelompok permainan yaitu:
1. Permainan Bersama (ice breaking)
2. Permainan Individu
3. Permainan Kelompok

2. Sifat permainan;
Bedasarkan sifat permainan juga dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) bentuk
Permainan, yaitu:
a. Permainan menggembirakan (FUN Games)
b. Permainan dengan intensitas rendah (Low Impact)
c. Permainan dengan intensitas tinggi (High Impact)

Adapun sifat secara umum ke tiga kelompok bentuk permainan tersebut diatas, antara
lain :
1) Game (permainan)
2) Role play (bermain peran)
3) Aktivitas fisik
4) Adanya “alur cerita” dari awal sampai akhir kegiatan
5) Membahas mengenai masalah pengenalan dan pengembangan diri
6) Mengajak peserta untuk melakukan perenungan (refleksi) baik terhadap diri
sendiri maupun terhadap orang lain. Lebih bernuansa pengembangan aspek
sikap (afektif)
7) Efektif komunikasi dalam team
8) Motivasi
9) Peningkatan kreativitas
10) Problem solving
11) Kepemimpinan
12) Games manajemen
13) Peningkatan SDM (pengetahuan, sikap, keterampilan motorik)
14) Kata Kunci “nilai-nilai esensial yang melekat dalam permainan tersebut

Seluruh sifat materi tersebut di atas tidak berdiri sendiri tetapi saling terkait, dan
dilakukan dengan sungguh-sungguh serta diharapkan menjadi manusia yang tangguh

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 285


baik secara fisik maupun mentalnya.

3. Metodologi permainan;
Metodologi yagg banyak digunakan dalam kegiatan outdoor education sehingga akan
lebih efektif, salah satu pendapat yang dikemukakan oleh Boyett (1998), bahwa
setiap proses kegiatan yang efektif memerlukan tahapan, yakni :
a. Pembentukan pengalaman (experience)
b. Perenungan pengalaman (reflect)
c. Pembentukan konsep (form concept)
d. Pengujian konsep (tes concept)

Tahapan pembentukan pengalaman (experience); pada tahap ini peserta dilibatkan


dalam suatu kegiatan bersama dengan orang lain. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk
pemberian pengalaman secara langsung pada peserta. Pengalaman langsung tersebut
akan dijadikan wahana untuk menimbulkan pengalaman intelektual, pengalaman
emosional, dan pengalaman yang bersifat fisik. Dengan adanya pengalaman tersebut,
setiap peserta siap untuk memasuki tahapan kegiatan berikutnya yang disebut dengan
tahapan pencaria makna (debriefing).
Tahapan perenungan pengalaman (reflect); pada tahapan ini peserta melakukan
refleksi tentang pengalaman pribadi yang dirasakan, secara intelektual, emosional,
dan fisikal. Tahapan kegiatan refleksi bertujuan untuk memproses pengalaman yang
diperoleh dari kegiatan yang telah dilakukan. Dalam tahapan ini fasilitator berusaha
untuk merangsang para peserta untuk menampaikan pengalaman pribadi masing-masing
setelah terlibat di dalam kegiatan tahap pertama.
Tahapan pembentukan konsep (form concepts); pada tahapan ini para peserta
mencari makna dari pengalaman intelektual, emosional, dan fisikal yang diperoleh dari
keterlibatan dalam kegiatan. Pengalaman apakah yang ditangkap dari suatu permainan,
dan apa arti permainan tersebut bagian kehidupan pribadi maupun dalam hubungan
dengan orang lain?
Apabila dikaitkan dengan situasi Anda belajar sesungguhnya dikampus, perilaku
yang Anda alami tadi menggambarkan situasi yang bagaimana ? atau pertanyaan berikut
“Bisakah Anda memberi contoh dalam kehidupan di kampus yang ada kesamaannya
dengan permainan yang kita lakukan”?
Tahapan pengujian konsep (test concept); pada tahapan ini para peserta diajak untuk
merenungkan dan mendiskusikan sejauhmana konsep yang telah terbentuk di dalam
tahapan tiga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan
lingkungan keluarga, di kelas/kampus, maupun di bermasyarakat. Fasilitator membantu
para peserta dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan yang menggiring peserta
untuk melihat relevansi dari pengalaman selama mengikuti kegiatan outdoor education

286 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


dengan kegiatan sehari-hari. Misalnya, “apakah perilaku yang tadi Anda ceritakan bila
diterapkan di kelas/kampus akan membuat Anda menjadi semangat atau termotivasi
untuk belajar sungguh-sungguh?”

4. Fase Pelaksanaan Outdoor Education


Fase pelaksanaan outdoor education tersusun dalam tiga fase, dan setiap fase memiliki
manfat khusus yang apabila dilewatkan tidak akan berlangsung sempurna. Adapun
ketiga fase tersebut adalah:
a. Fase Warm Up.
Tujuannya :
• Mempersiapkan tubuh menuju aktivitas yang lebih berat. Ini diakukan dengan
membuat gerakan ringan guna memperlancar sirkulasidarah. Dengan demikian,
akan memasok zat gizi ke setiap kelompok otot.
• Guna mencegah terjadinya kejang, otot kaku, rasa nyeri, atau cedera dalam
melakukan fase aktivitas berat berikutnya. Warm up yang tepat akan
menghasilkan peregangan kelompok otot besar guna meningkatkan fleksibilitas
serta mempertingi daya tahannya.
• Meningkatkan kemampuan latihan. Dengan warm up yang tepat dan sesuai
kebutuhan, maka fisik dan mental siap melakukan aktivitas latihan dengan skill
memadai.

b. Fase Games (permainan)


• Fase permainan bersama, tujuannya adalah pembentukan kelompok, Memecah
kebekuan diantara peserta, Menjadi peserta yang aktif, Berpikir kreatif dengan
paradigma baru, Pemecahan masalah, Komunikasi efektif, Stretching/ pemanasan
sebelum memulai kegiatan, dll.
• Fase permainan individu, tujuannya adalah Melatih Keberanian, Berani mengambil
resiko dengan penuh perhitungan, Perencanaan strategic, Ketahanan menghadapi
stress, Percaya diri, Percaya pada orang lain, dll.
• Fase permainan kelompok, tujannya adalah Mengembangkan komunikasi efektif
antartim dan intratim, Percaya pada orang lain, Kerjasama tim, Menjadi peserta
yang aktif, Tanggung jawab, Berpikir kreatif dengan paradigma baru, Leadership,
Percaya diri, Memahami saling ketergantungan antar sesama tim, Latihan
memimpin dan dipimpin, Pengembangan strategi bersama, Proses pemecahan
masalah, Kesabaran, dan lain-lain menjadi aktivitas yang sering digunakan untuk
mengembangkan potensi diri anak..

c. Fase Cool Down


Tujuannya :

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 287


Fase cool down melibatkan gerakan yang menuju penurunan kecepatan hingga angka
denyut jantung normal. Pergerakan otot-otot akan membantu sirkulasi darah jantung.
Bila kita berhenti mendadak setelah latihan berat, bisa jadi kita akan terserang rasa
mual, pusin atau mendeita bentuk penyakit lainnya. Tujuan lain dapat dilakukan
dengan kegiatan refleksi tentang pengalaman kegiatan yang baru dilakukan atau
dirasakan, secara intelektual, emosional, dan fisikal.

C. Tujuan Khusus Outdoor Education


Ada beberapa tujuan outdoor education yang ingin dicapai secara khsusus bagi
peserta didik sebagai berikut:
1. Meningkatkan rasa percaya diri artinya kemampuan untuk mengendalikan diri dalam
mengatasi berbagai situasi menjadi tujuan yang dapat ditumbuhkembangkan melalui
kegiatan outdoor education, khususnya untuk anak usia dini harus sudah mulai
diberikan.
2. Membuka wawasan baru dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, dan bekerja
sama dengan orang lain.
3. Memberikan pengalaman untuk mandiri artinya anak dibina untuk dapat melakukan
sesuatu secara mandiri, tanpa selalu menggantungkan diri kepada orang lain.
4. Meningkatkan kemampuan kreatif dalam memecahkan masalah artinya anak dapat
menemukan berbagai ide kreatif dan mencari solusi untuk setiap persoalan yang
dihadapinya.
5. Belajar untuk bekomunikasi secara efektif artinya kemampuan berdiskusi dan tukar
informasi harus dibina agar anak dapat memiliki rasa percaya diri untuk menyampaikan
pikirannya kepada orang lain tanpa ada rasa malu yang dapat menghambat dirinya
alam berkomunikasi.

D. Jenis Kegiatan Outdoor Education:


Supaya lebih memahami dan mau mempraktekkan jenis-jenis permainan outdoor
education, berikut ini beberapa contoh permainan yang dapat diklasifikasikan berdasarkan
jumlah pemain, antara lain:
1. Permainan Bersama (Ice Breaking) merupakan permainan untuk membuka kebuntuan
dalam sebuah kegiatan, sehingga kondisi akan segera mencair. Beberapa bentuk
kegiatan yang temrmasuk kedalam kegiatan ice breaking sebagai berikut:
a. Permainan “Say Bus”
b. Kata Monyet
c. Gempa Bumi

288 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


d. Permainan “Klabangman”
e. Frantic Ballon
f. Train Ballon
g. Every Body Up
h. Missing place
i. Changing Name
j. All stand up
k. Ball Tossing
l. Dogy Voice, dll

2. Permainan Individu adalah kegiatan yang dilakukan secara individu dengan tujuan
untuk membangkitkan kepercayaan diri dan keberanian dalam mengambil keputusan.
Ada beberapa kegiatan yang termasuk permainan individu sebagai berikut:
a. Jaring debarkasi
b. Jembatan birma
c. Flying fox
d. Post Man
e. Critch Cross
f. Rappeling
g. Commando Crawl
h. Army Web
i. Bamboo crazy, dll

3. Permainan Kelompok adalah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan


tujuan membangun sikap sosial. Adapun bentuk kegiatan permainan kelompok
antara lain seperti:
a. Spider’s Web (Sarang laba-laba)
b. Step by step
c. Tali ruwet
d. A Frame
e. Crocodile River
f. Titanic
g. Trust Fall
h. Air Bridge
i. Water fall, dll

Mengacu pada uraian di atas yang menjelaskan mengenai konsep outdoor education
yang secara umum mencerminkan bahwa kegiatan tersebut selalu mengupayakan
terbentuknya berbagai karakteristik atau potensi diri setiap individu. Dalam
implementasinya kegiatan outdoor education selalu mengacu kepada perubahan perilaku
positif pada peserta didik. Melalui berbagai kegiatan yang bersifat terbuka diharapkan
memberikan pengalaman berharga yang berimplikasi terhadap pola hidup sehari-hari.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 289


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar ini, maka kerjakanlah latihan
ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan
yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan
secara individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan secara singkat mengenai makna dari outdoor education !
2. Apa manfaat yang dirasakan peserta didik dalam mengikuti kegiatan outdoor
education !
3. Buatkan program berupa RPP (rencana persiapan pengajaran) dengan pokok bahasan
outdoor education !

RANGKUMAN
Outdoor education adalah aktivitas di alam terbuka yang dapat memberikan
pengalaman berharga dalam mengembangkan potensi diri setiap peserta didik. Kegiatan
outdoor education sangat beragam sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan
tersebut. Tujuan yang sering ditentukan dalam kegiatan outdoor education adalah sikap
disiplin, pengembangan rasa percaya diri, sikap menghargai orang lain, membangun
sikap kerjasama, dll. Programnya sangat variatif baik yang bersifat perorangan maupun
kelompok.

290 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban
A, B, C, atau D yang paling tepat, tuangkan pada lembar tugas yang Anda miliki!

1. Tujuan program outdoor education lebih banyak pembentukan karakter diri individu.
Kegiatan apa yang dapat mendorong terbangunnya perilaku kerjasama dalam
kelompok:
A. Flying fox C. Trust fall
B. Post man D. Rappeling

2. Adventure dapat merupakan kegiatan mencari pengalaman yang bermanfaat dan


bersifat:
A. Bersama C. Spiritual
B. Keluarga D. Semua benar

3. Resiko fisik dalam melakukan kegiatan adventure yang dapat dialami secara umum
berupa:
A. Kematian C. Terperangkap
B. Tersesat D. Semua benar

4. Resiko sosial dalam melakukan kegiatan adventure sering dialami oleh pelakunya
adalah:
A. Kematian C. Cacat
B. Tersesat D. Ketakutan berbicara

5. Tujuan spesifik dari kegiatan outdoor education lebih kepada pemenuhan


keinginan:
A. Bermain C. Bekerja
B. Bertahan hidup D. Semua benar

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 291


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. A
2. C
3. C
4. D
5. B

292 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2
Kegiatan Belajar 2

KEGIATAN OUTDOOR EDUCATION


Kegiatan Outdoor Education
A. Kegiatan Individu
Beberapa contoh kegiatan outdoor education yang dapat dilakukan anak-an
A. dalam
Kegiatan Individu
upaya meningkatkan kemampuannya, baik unsur kerjasama, kepercayaan d
Beberapa contoh kegiatan outdoor education yang dapat dilakukan anak-anak dalam
disiplin, sikap jujur, dan lain-lain. Berikut ini contoh-contoh kegiatan yang bers
upaya meningkatkan kemampuannya, baik unsur kerjasama, kepercayaan diri, disiplin,
sikap jujur, dansebagai
individual lain-lain. Berikut ini contoh-contoh kegiatan yang bersifat individual
berikut:
sebagai berikut:

Gambar 1
Jaring laba-laba
Gambar 1
Jaring laba-laba
Permainan individu dengan menaiki dan turun dari jaring laba-laba ini mencerminkan
rasa keberanian anak. Dengan kendala yang dihadapi anak harus mencari solusi agar dapat
turun kembali seperti
Permainan semula.
individu Tujuan
dengan kegiatan
menaiki initurun
dan lebih mengarah
dari jaringpada pembentukan
laba-laba ini mencermink
keberanian dalam menghadapi rintangan.
rasa keberanian anak. Dengan kendala yang dihadapi anak harus mencari solusi a
dapat turun kembali seperti semula. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pa
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 293
pembentukan keberanian dalam menghadapi rintangan.
Gambar 2
Melintasi jembatan bambu sambil membawa beban
Gambar 2

Permainan individuMelintasi
dengan jembatan bambujempabtan
berjalan diatas sambil membawa
bambu beban
dimaksudkan agar anak
dapat berani melewati rintangan. Gambar 2
Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
Melintasidengan
Permainan individu jembatan bambudiatas
berjalan sambiljempabtan
membawa bambu
beban dimaksudkan agar anak
keberanian dalam menghadapi rintangan.
dapat berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
Permainan individu dengan berjalan diatas jempabtan bambu dimaksudkan agar anak
keberanian dalam menghadapi rintangan.
dapat berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
keberanian dalam menghadapi rintangan.

Gambar 3
Gambarpohon
Menuruni 3 dengan tali
Menuruni pohonGambar
dengan 3tali

Menuruni pohon dengan tali

294 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Permainan individu dengan turun dari pohon dengan menggunakan tali dimaksudkan agar
anak dapat berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada
Permainan
Permainan individu
individu
pembentukan dengan
dengan
keberanian turunmenghadapi
turun
dalam daripohon
dari pohondengan
denganmenggunakan
menggunakantali
rintangan. talidimaksudkan
dimaksudkan agar
agaranak
anak dapat
dapat berani
berani melewati
melewati rintangan.
rintangan.Tujuan kegiatan
Tujuan ini lebih
kegiatan mengarah
ini lebih pada pada
mengarah
pembentukan keberanian dalam menghadapi rintangan.
pembentukan keberanian dalam menghadapi rintangan.

Gambar 4
Melintasi sungai dengan tali
Gambar 4
Gambar 4
Melintasi sungai dengan tali
Melintasisungai
Permainan individu dengan melintasi sungaidengan
dengantali
tali dimaksudkan agar anak dapat
Permainan individu
berani melewati dengan melintasi
rintangan. sungai dengan
Tujuan kegiatan tali mengarah
ini lebih dimaksudkan
padaagar anak
pembentukan
dapat berani melewati
Permainan individurintangan. Tujuan kegiatan
dengan melintasi sungaiini lebih mengarah
dengan pada pembentukan
tali dimaksudkan agar anak dapat
keberanian dalam menghadapi rintangan.
keberanian dalam menghadapi rintangan.
berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
keberanian dalam menghadapi rintangan.

Gambar 5
Meluncur dari ketinggian dengan tali

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 295


Meluncur
Permainan individu dengan dari dari
meluncur ketinggian dengan
ketinggian tali
dimaksudkan agar anak dapat
berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
Permainan individu
keberanian dalam dengan meluncur
menghadapi rintangan.dari ketinggian dimaksudkan agar anak dapat
Permainan individu dengan meluncur dari ketinggian dimaksudkan agar anak dapat
berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
keberanian dalamdalam
keberanian menghadapi rintangan.
menghadapi rintangan.

Gambar 6
Berjalan diatas tali
Gambar 6
Gambar 6
Berjalan diatas tali
Berjalan
Permainan individu dengan berjalan diatasdiatas tali
tali dimaksudkan agar anak dapat berani
Permainan individu dengan berjalan diatas tali dimaksudkan agar anak dapat berani
melewati
melewati rintangan.
rintangan. TujuanTujuan kegiatan
kegiatan inimengarah
ini lebih lebih mengarah pada pembentukan
pada pembentukan keberanian
keberanian
dalamPermainan
menghadapi
dalam individu dengan berjalan diatas tali dimaksudkan agar anak dapat berani
rintangan.
menghadapi rintangan.
melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan keberanian
dalam menghadapi rintangan.

Gambar 7
Menuruni tebing dengan tali

296 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Gambar 7
Menuruni tebing dengan tali
Permainan individu dengan menuruni tebing dengan tali dimaksudkan agar anak
dapat berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
keberanian dalamindividu
Permainan menghadapi rintangan.
dengan menuruni tebing dengan tali dimaksudkan agar anak dapat
berani melewati rintangan. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan
keberanian
B. Kegiatan dalam menghadapi rintangan.
Kelompok
B. Kegiatan
Beberapa contohKelompok
kegiatan outdoor education yang bersifat kelompok sebagai upaya
meningkatkanBeberapa
kemampuannya
contoh terutama membangun
kegiatan outdoor sikap untuk
education dapat bekerjasama
yang bersifat kelompok sebagai
dengan individu lain. Membangun kerjasama melalui aktivitas semacam ini diharapkan
upaya meningkatkan kemampuannya terutama membangun sikap untuk dapat
terbentuk sejak usia dini, sehingga karakteristik anak bangsa ke depan akan jauh lebih
bekerjasama
baik dan dengan individu
saling menghargai lain. yang
satu dengan Membangun kerjasama
lainnya dalam hidupmelalui
bersama aktivitas semacam ini
dan bekerja
bersama. Sikap kerjasama
diharapkan terbentukyang
sejakterbangun
usia dini,sejak usia karakteristik
sehingga dini akan terus terjaga
anak manakala
bangsa ke depan akan
anak tersebut sudah menginjak usia remaja dan dewasa, sehingga sikap ini akan lebih
jauh lebih baik dan saling menghargai satu dengan yang lainnya dalam hidup bersama
matang pada usia-usia selanjutnya. Berikut ini contoh-contoh kegiatan yang bersifat
kelompok sebagai berikut:
dan bekerja bersama. Sikap kerjasama yang terbangun sejak usia dini akan terus terjaga
manakala anak tersebut sudah menginjak usia remaja dan dewasa, sehingga sikap ini
akan lebih matang pada usia-usia selanjutnya. Berikut ini contoh-contoh kegiatan yang
bersifat kelompok sebagai berikut:

Gambar 8
Mengambil air dan menutupi galon yang bocor
Gambar 8
Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dan bahu
Mengambil air dan menutupi galon yang bocor
membahu menutupi tong yang bocor dan air tetap penuh, sehingga dapat digunakan untuk
menampung air. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan kerjasama antar
individu dalam kelompok heterogen. Kegiatan semacam ini sangat baik dan bermakna
bagi anak-anak yang kurang percaya diri manakala harus melakukan sesuatu secara
mandiri.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 297


bermakna bagi anak-anak yang kurang percaya diri manakala harus melakukan sesuatu
secara mandiri.
Kegiatan lainnya yang termasuk kegiatan kelompok dapat dilihat pada gambar-
Kegiatan
gambarlainnya yang termasuk kegiatan kelompok dapat dilihat pada gambar-
berikutnya.
gambar berikutnya.

Gambar 9
Membuat jembatan dari rali
Gambar 9
Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dan bahu
membahu membuat jembatan untuk digunakan
Membuatmenyeberangkan temannya saat melintasi
jembatan dari rali
sungai atau parit. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan kerjasama
antar individu dan sangat baik dan bermakna bagi anak-anak yang social skillnya kurang
bagus. Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dan bahu
membahu membuat jembatan untuk digunakan menyeberangkan temannya saat melintasi
sungai atau parit. Tujuan kegiatan ini lebih mengarah pada pembentukan kerjasama antar
individu dan sangat baik dan bermakna bagi anak-anak yang social skillnya kurang
bagus.

Gambar 10
Mengambil air dengan estapet (transper)

298 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Gambar 10
Mengambil air dengan estapet (transper)
Gambar 10
Mengambil air dengan estapet (transper)

Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dalam


Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dalam berbagi
berbagi beban dalam melakukan sesuatu.
beban dalam melakukan sesuatu.

Gambar
Gambar 11 11
Style Critch
Style crosscross
Critch

Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dalam


Permainan
menyatukan kelompok ini dimaksudkan
perbedaan, sehingga agarindividu
masing-masing anak-anak dapat
tidak ada bekerjasama
yang lebih unggul dalam
dari individu lainnya.
menyatukan perbedaan, sehingga masing-masing individu tidak ada yang lebih unggul
dari individu lainnya.

Gambar 12
Style Commando Crawl
Gambar 12
Style Commando Crawl
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 299

Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dengan satu
Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dengan
satu instruksi, sehingga masing-masing individu dapat memposisikan dirinya sesuai
dengan
tanpa tugasnya.
dasar. Setiap anak merasakan sulitnya berada dalam sebuah kendala yang kecil
tanpa dasar. Setiap anak merasakan sulitnya berada dalam sebuah kendala yang kecil
sekalipun.
sekalipun.

Gambar
Gambar 14 13
Meningkatkan fleksibilitas
Permainan individu
Gambar evakuasidalam kelompok
14
Permainan evakuasi
Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dalam
Permainan kelompok
meningkatkan ini dalam
fleksibilitas dimaksudkan agar anak-anak
bersikap dengan dapat perlu
orang lain. Tidak bekerjasama untuk
ada sifat ngotot
Permainan
tanpa dasar.kelompok
mengeluarkan Setiap
temananak inimerasakan
yang dimaksudkansuatuagar
lain dari sulitnya anak-anak
berada
tempat dapat
dalam sebuah
berbahaya bekerjasama
kendalayang
ke tempat untuk
yang aman,
kecil
sekalipun.
mengeluarkan teman yang lain dari
sehingga masing-masing individu dapatsuatu
salingtempat berbahaya
membantu ke tempat
sesuai dengan yang aman,
tugasnya.
sehingga masing-masing individu dapat saling membantu sesuai dengan tugasnya.

Gambar 14
Permainan evakuasi

Gambar 15
300 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Gambar 15
Permainan bekerja tim
Permainan bekerja tim
Permainankelompok
Permainan kelompok ini
ini dimaksudkan
dimaksudkan agar
agar anak-anak
anak-anakdapat
dapatbekerjasama untuk
bekerjasama dalam
mengeluarkan teman yang lain dari suatu tempat berbahaya ke tempat yang aman,
melakukan
sehingga sesuatu, sehingga
masing-masing menghasilkan
individu dapat salingkarya bersama
membantu dengan
sesuai mutu
dengan yang lebih baik.
tugasnya.
Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dalam
melakukan sesuatu, sehingga menghasilkan karya bersama dengan mutu yang lebih baik.

Gambar 16
Gambar
Permainan 15
mengalirkan air
Permainan mengalirkan air
Gambar 16
Permainan Permainan mengalirkan
kelompok ini dimaksudkan air
agar anak-anak dapat bekerjasama dalam
Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dalam
memperoleh
memperolehkebutuhan
kebutuhanpokok,
pokok,yaitu
yaituair.air.
Permainan ini ini
Permainan mencerminkan pemenuhan
mencerminkan pemenuhan
kebutuhan
Permainanmelalui kegiatan
kelompok inibersama.
dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dalam
kebutuhan melalui kegiatan bersama.
memperoleh kebutuhan pokok, yaitu air. Permainan ini mencerminkan pemenuhan
kebutuhan melalui kegiatan bersama.

Gambar 17
Gambar perangkat
Permainan mendeteksi 16 komunikasi
Permainan mendeteksi perangkat
Gambar 17 komunikasi
Permainan mendeteksi perangkat komunikasi
Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 301
Permainan kelompok ini dimaksudkan agar anak-anak dapat bekerjasama dalam
upaya memfungsikan
Permainan kelompokkembali alat komunikasi
ini dimaksudkan agar layak digunakan
agar anak-anak untuk kepentingan
dapat bekerjasama dalam upaya
bersama dalam mencari jalan keluar dari tempat terisolasi.
memfungsikan kembali alat komunikasi agar layak digunakan untuk kepentingan
bersama dalam mencari jalan keluar dari tempat terisolasi.

Gambar 18
Gambar 17
Permainan kerja tim
Permainan kerja tim

Permainan
Permainankelompok
kelompok ini dimaksudkan agar
ini dimaksudkan agar anak-anak
anak-anakdapat
dapatbekerjasama
bekerjasama dalam
dalam
mengatasi
mengatasipersoalan
persoalandidalam
didalamkelompok, sehingga
kelompok, kelompok
sehingga tersebut
kelompok segera
tersebut teratasi
segera daridari
teratasi
persoalan yang menghadangnya.
persoalan yang menghadangnya.
Bentuk permainan baik individu maupun kelompok secara subtantif dimaksudkan
Bentuk permainan baik individu maupun kelompok secara subtantif dimaksudkan
sebagai upaya membentuk karakter anak didik menuju arah yang lebih baik. Banyak
sebagai upaya membentuk karakter anak didik menuju arah yang lebih baik. Banyak
permainan
permainanyang
yangdapat
dapatdibuat
dibuatoleh setiap
oleh guru
setiap dan
guru dandapat pula
dapat disesuaikan
pula dengan
disesuaikan situasi
dengan situasi
dan
dankondisi
kondisisekolah
sekolahmasing-masing.
masing-masing. Permainan
Permainan di di
atas hanya
atas sebagian
hanya contoh
sebagian yang
contoh dapat
yang dapat
menjadi pendorong Anda untuk bisa berkreasi dalam mencari bentuk-bentuk permainan
menjadi pendorong Anda untuk bisa berkreasi dalam mencari bentuk-bentuk permainan
lainnya. Yang penting adalah esensi dari kegiatan itu harus memiliki nilai edukasi yang
dapat mengarahkan
lainnya. perilaku
Yang penting anak
adalah didikdari
esensi ke tujuan yang
kegiatan itudiinginkan guru. nilai edukasi yang
harus memiliki
dapat mengarahkan perilaku anak didik ke tujuan yang diinginkan guru.

302 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami Kegiatan Belajar ini, maka kerjakanlah latihan
ini dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan
yang disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan
secara individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan mengenai konsep dasar dari permainan individu dan permainan
kelompok !
2. Jelaskan perbedaan yang esensial mengenai permainan yang bersifat individu dan
kelompok!
3. Apa manfaat yang dapat diperoleh peserta didik melalui kegiatan bermain individu?
4. Apa manfaat yang dapat diperoleh peserta didik melalui kegiatan bermain
kelompok?
5. Nilai apa saja yang dapat dikembangkan melalui kegiatan outdoor education baik
yang bersifat individu maupun kelompok?

RANGKUMAN
Rangkuman mengenai dua kegiatan outdoor education, yaitu: (1) kegiatan bersifat
individu, dan (2) kegiatan bersifat kelompok. Beberapa contoh kegiatan outdoor education
yang dapat dilakukan anak-anak dalam upaya meningkatkan kemampuannya, baik unsur
kerjasama, kepercayaan diri, disiplin, sikap jujur, dan lain-lain, seperti flying fox, dsb
Sedangkan kegiatan outdoor education yang bersifat kelompok sebagai upaya
meningkatkan kemampuannya terutama membangun sikap untuk dapat bekerjasama
dengan individu lain. Membangun kerjasama melalui aktivitas semacam ini diharapkan
terbentuk sejak usia dini, sehingga karakteristik anak bangsa ke depan akan jauh lebih
baik dan saling menghargai satu dengan yang lainnya dalam hidup bersama dan bekerja
bersama. Sikap kerjasama yang terbangun sejak usia dini akan terus terjaga manakala
anak tersebut sudah menginjak usia remaja dan dewasa, sehingga sikap ini akan lebih
matang pada usia-usia selanjutnya. Contoh-contoh kegiatan yang bersifat kelompok
adalah bekerja tim.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 303


TES FORMATIF

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban
A, B, C, atau D yang paling tepat, tuangkan pada lembar tugas yang Anda miliki!

1. Outdoor education yang lebih mengutamakan peningkatan sikap berani dan percaya
diri termasuk kepada kegiatan:
A. Individu C. Kelompok
B. Personality D. Bersama

2. Outdoor education yang lebih mengutamakan peningkatan sikap sosial termasuk


kepada kegiatan:
A. Individu C. Kelompok
B. Personality D. Bersama

3. Permainan flying fox merupakan salah satu kegiatan outdoor education yang lebih
mengutamakan peningkatan sikap:
A. Takut C. Percaya diri
B. Berani D. Tidak mudah putus asa

4. Petualangan melalui kegiatan outdoor education akan bermakna pendidikan apabila


tujuannya untuk:
A. Kerjasama C. Mengembangkan diri
B. Individualisasi D. Sosialisasi

5. Kegiatan evakuasi dari suatu tempat berbahaya ke tempat aman termasuk kedalam
kegiatan Outdoor education yang bersifat:
A. Individu C. Kelompok
B. Personality D. Bersama

304 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. A
2. C
3. B
4. C
5. D

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 305


306 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
GIZI OLAHRAGA

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 307


308 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
GIZI OLAHRAGA

Pendahuluan
Gizi merupakan kandungan yang terdapat didalam makanan, kebanyakan merupakan
campuran berbagai bahan makanan yang telah diolah. Setiap bahan makanan, kecuali gula
dan minyak, merupakan campuran antara berbagai zat gizi dengan bahan bukan zat gizi.
Bahan yang termasuk zat gizi adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan
air. Oksigen dari udara yang dihirup oleh paru-paru masuk kedalam pembuluh kapiler
paru, diikat oleh hemoglobin (Hb) dalam butir darah merah lalu beredar ke seluruh
tubuh, masuk ke dalam sel jaringan untuk digunakan.
Jadi, gizi sangat dibutuhkan manusia untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Dengan
gizi yang baik, aktivitas manusia akan lebih berkualitas, karena gizi membantu mensuplai
makanan ke seluruh tubuh melalui darah. Semaki baik gizi yang dikonsumsi seseorang,
maka aktivitas akan semakin terjaga dan terpelihara dari kemungkinan cidera atau sakit.
Untuk itulah, gizi harus selalu diperhatikan melalui konsumsi makanan..
Secara umum modul ini ingin menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan: Fungsi
makanan dalam tubuh dan sumber energi bagi kontraksi otot pada olahraga. Setelah
dengan seksama mempelajari modul ini, secara khusus Anda diharapkan dapat:
1. Memahami konsep gizi.
2. Memahami sumber energi bagi kontraksi otot pada saat Anda melakukan kegiatan
olahraga.

Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini diorganisasikan menjadi
dua Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:
KB 1 : Konsep dasar gizi
KB 2 : Sumber energi bagi kontraksi otot pada saat melakukan kegiatan olahraga.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 309


Untuk membantu Anda dalam mempelajari Modul ini, ada baiknya diperhatikan
beberapa petunjuk belajar berikut ini:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai Anda memahami secara
tuntas tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang
dianggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus
yang Anda miliki.
3. Tangkaplah pengertian demi pengertian melalui pemahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor Anda.
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumberu-sumber lain yang relevan.
Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet.
5. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan dan melalui kegiatan
diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya atau tempat sejawat.
6. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang dituliskan pada setiap
akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda sudah
memahami dengan benar kandungan modul ini.

310 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


1

Konsep Dasar Gizi

A. Konsep Dasar Gizi

1. Pangan dan Gizi


Gizi adalah sekumpulan makanan yang dapat dikonsumsi manusia untuk kebutuhan
energi. Energi yang dihasilkan terbentuk dari bahan makanan dengan susunan kimia yang
berbeda-beda dan mengandung zat gizi yang bervariasi pula baik jenis maupun jumlahnya.
Oleh karena itu, gizi sangat diperlukan oleh setiap umat manusia untuk beraktivitas..
Berbagai zat gizi yang diperlukan tubuh manusia dapat digolongkan ke dalam 6 macam
yaitu (1) karbohidrat ,(2) protein,(3) lemak, (4) vitamin,(5) mineral dan (6) air. Sementara
itu energi yang diperlukan tubuh dapat diperoleh dari hasil pembakaran karbohidrat,
protein, dan lemak di dalam tubuh. Sedangkan di alam terdapat berbagai jenis bahan
makanan baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang disebut pangan nabati maupun
pangan yang berasal dari hewan yang dikenal sebagai pangan hewani.
Kemajuan ilmu teknologi dalam bidang kimia telah berhasil mengungkap banyaknya
kandungan zat gizi di dalam berbagai jenis bahan makanan. Angka-angka kandungan
zat gizi dari sebagian bahan makanan dapat ditemukan dalam Daftar Komposisi Bahan
Makanan (Food Composition Table). Dalam daftar bahan makanan dikelompokkan ke
dalam beberapa golongan, yaitu: (1) Padi-padian, (2) Umbi-umbian, (3) Kacang-kacangan
dan biji-bijian yang berlemak, (4) Sayur-sayuran, (5) Buah-buahan, (6) Daging, (7) Telur,
(8) Ikan, (9) Susu, (10) Gula dan minyak, (11) Lain-lain.

2. Energi
a. Energi dan panas adalah energi diperlukan manusia untuk bergerak atau
melakukan. Pekerjaan fisik dan juga menggerakkan proses-proses dalam tubuh
seperti sirkulasi darah, denyut jantung, pernafasan, percernaan, dan proses-proses
fisiologis lainnya. Tubuh manusia untuk bisa bekerja dan memanaskan tubuhnya
harus selalu disuplai dengan makanan. Menurut penelitian ada hubungan
langsung antara kuantitas panas yang dihasilkan oleh suatu aktivitas kerja

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 311


dengan total konsumsi makanan. Seseorang tidak dapat bekerja dengan energi
yang melebihi dari apa yang diperoleh dari makanan kecuali jika “meminjam”
atau menggunakan cadangan energi dalam tubuh,namun kebisaan meminjam ini
dapat mengakibatkan keadaan yang gawat yaitu kurang gizi khususnya energi.

b. Energi makanan artinya makanan merupakan sumber energi namun tidak


semua energi yang terkandung di dalamnya dapat diubah oleh tubuh ke dalam
tenaga kerja akan tetapi sisanya diubah menjadi panas. Apabila badan kita tidak
melakukan kerja fisik maka energi yang dibebaskan oleh makanan seluruhnya
diubah menjadi panas yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Banyaknya energi
yang dihasilkan oleh makanan dapat diukur atau ditentukan dengan: (a) Cara
langsung yaitu dengan memakai alat yang disebut “Bomb Calorimeter”. (b) Cara
tak langsung yaitu dengan perhitungan kadar karbohidrat,lemak,dan protein.

Unit untuk mengukur energi adalah kalori (kal) dimana satu kalori menyatakan
banyaknya panas yang dipakai untuk menaikkan suhu satu liter air setinggi satu derajat
Celsius. Dalam Bomb Calorimeter oksidasi 1 gram karbohidrat menghasilkan 4.1
Kalori,1 gram lemak 9.45 Kalori,dan 1 gram protein 5.65 Kalori. Di dalam tubuh baik
karbohidrat,lemak,maupun protein tidak seluruhnya dapat terbakar,karena adanya
kehilangan-kehilangan dalam proses pencernaan dan ekskresi. Karena itu para ahli gizi
seperti Atwater dan Bryant menyarankan untuk melakukan menurunan atau reduksi
sebanyak 2% untuk pemenuhan karbohidrat, 5% untuk pemenuhan lemak, dan 29,2%
untuk pemenuhan protein, sehingga setelah dihitung dengan pembulatan-pembulatan
diperoleh angka sebagai berikut:

1 gram karbohidrat ………………………………… 4 Kalori


1 gram lemak ………………………………………... 9 Kalori
1 gram protein …………………………………….... 4 Kalori

Angka-angka tersebut kemudian dikenal sebagai “Faktor Atwater” yang biasa


digunakan dalam memperhitungkan nilai energi makanan atau bahan makanan.
Basal Metabolisme. Energi minimal yang diperlukan untuk mempertahankan peoses-
proses hidup yang pokok disebut “Basal Metabolisme”. Proses kehidupan yang utama
diperlukan meliputi kerja sebagai berikut: (a) Mempertahankan tonus otot, (b) Sistem
sirkulasi darah, dan (c) Pernafasan.
Kelenjar-kelenjar dan aktivitas seluler. Tubuh manusia seakan-akan merupakan mesin
yang tidak pernah berhenti bekerja. Demikian pula sel-sel dari jaringan-jaringan tubuh
merupakan organisme yang selalu aktif menjalankan proses hidup. Tenaga atau energi
untuk mempertahankan proses hidup tersebut sebagian digunakan oleh organ tubuh

312 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


untuk melakukan kegiatannya seperti jantung berdenyut,paru-paru berkembang kempis,
usus menggerakkan makanan dengan ritme peristaltik, hati, ginjal, dan kelenjar-kelenjar
bekerja menjalankan fungsinya. Sebagian energi yang lebih banyak lagi digunakan untuk
melakukan proses oksidasi dalam jaringan untuk mempertahankan tonus otot. Basal
metabolisme lazimnya dinyatakan per satuan luas permukaan badan atau per satuan
berat badan ini disebut “Basal Metabolik Rate”(BMR). Basal metabolisme untuk seseorang
adalah konstan namun berbeda antara satu dengan lainnya karena:
a. Pengaruh basal metabolisme yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1) Jaringan yang aktif di dalam tubuh,
2) Besar dan luas permukaan tubuh,
3) Komposisi tubuh,
4) Jenis Kelamin,
5) Umur,
6) Sekresi hormon,
7) Tidur,
8) Tonus otot,
9) Keadaan emosi dan mental,
10) Pengaruh kelanjutan dari gerak badan dan makanan,
11) Pengaruh kehamilan,
12) Pengaruh penyakit.

b. Pengukuran basal metabolisme. Energi basal metabolisme adalah sejumlah energi


yang digunakan untuk melakukan proses-proses hidup minimal dari tubuh manusia.
Untuk mengukur atau menentukan besarnya energi tersebut diperlukan persyaratan-
persyaratan tertentu yaitu sebelum diukur orang harus berpuasa selama 12-24
jam dan waktu diukur orang harus istirahat sempurna dan berbaring tak bergerak.
Pengukuran energi basal metabolisme dapat dilakukan dengan dua cara :
1. Pengukuran langsung (Direct Calorimetry) . Cara ini menggunakan Kalorimeter.
Panas dihasilkan oleh tubuh orang yang diukur ditangkap oleh air yang jumlahnya
telah diketahui dan berada dalam pipa saluran yang melingkar sekeliling dinding
ruang kalorimeter yang diisolasi rapat, kemudian diukur kenaikan suhu air pipa
yang diakibatkan oleh panas yang dikeluarkan oleh tubuh orang yang terukur.
2. Pengukuran tak langsung. Cara ini menggunakan alat untuk mengukur jumlah gas
oksigen (O2) dan gas karbondioksida (CO2) dari pernafasan (respirasi) orang yang
bersangkutan, sehingga dapat dihitung banyaknya energi dihasilkan oleh proses
oksidasi dalam tubuh orang yang diukur menggunakan data jumlah oksigen yang
tercatat.
3. Menghitung energi basal metabolisme
4. Regulasi suhu badan.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 313


1. Kebutuhan Energi Total
Ada dua hal pokok yang perlu diperhatikan dalam menghitung kebutuhan energi total
seseorang yaitu:
a. Hukum konservasi tenaga yang berbunyi:”Produksi energi total dalam tubuh =
energi dalam makanan yang dikonsumsi dikurangi energi dalam ekskreta dan
energi untuk pertumbuhan.
b. Produksi energi di dalam tubuh berfungsi untuk: (a) melakukan kerja secara
internal (melangsungkan proses kerja tubuh minimal = basal metabolisme).
c. Melakukan kerja eksternal.
d. Menutup pengaruh makanan yang disebut “Specific Dynamic Action” (SDA) dari
makanan.

B. Karbohidrat
Dalam melakukan fungsinya tubuh memerlukan tenaga/energi. Energi yang
diperlukan didapat dari energi potensial yaitu energi yang tersimpan dalam bahan-
bahan makanan berupa energi kimia,di dalam energi tersebut akan dilepaskan setelah
bahan makanan mengalami proses metabolisme dalam tubuh. Menu makanan orang
Asia Tenggara termasuk Indonesia,umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi yaitu
berkisar antara 70-80%. Dalam menu seimbang dibutuhkan 55-67 %. Bahan makanan
sumber karbohidrat ini antara lain: Padi-padian (Serealia) contohnya: gandum, beras.
Umbi-umbian contohnya: kentang,singkong, ubi jalar, yang lain gula yang dikonsumsi
sehari-hari merupakan sumber-sumber kaya akan energi. Susunan Karbohidrat dapat
digolongkan pada 3 kelompok besar yaitu:
1. Monosakarida (C6 H12 O6) yaitu gula yang paling sederhana terdiri dari molekul
tunggal. Dapat dibagi lagi menurut jumlah atom karbon yang dimiliki berupa: Triosa
yaitu 3 karbon, Tetrosa yaitu 4 karbon, Pentosa yaitu 5 karbon, Heksosa yakni 6
karbon. Monosakarida yang penting adalah gula yang mempunyai 6 karbon (Heksosa),
contohnya: glukosa, fruktosa, dan laktosa.
a. Glukosa : gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh,dikenal sebagai gula fisiologis,
dekstrosa.
b. Sumber : (1) Bentuk jadi ditemui di alam pada buah-buahan, jagung manis, sejumlah
akar, madu. (2) Dihasilkan sebagai produk pencernaan pati. Pati Dextrin Maltosa
2 molekul gula glukosa dengan bantuan enzim.
c. Normal, didapat di dalam sirkulasi darah. Fruktosa :Merupakan gula yang termanis
dari semua gula, dikenal juga dengan nama levulosa. Sumber: Merupakan hasil
hidrolisa dari gula sukrosa, perubahannya menjadi glukosa terjadi di dalam hati
kemudian bentuk glukosa ini dapat dioksidasi sempurna menjadi energi. Galaktosa:
Gula ini tidak ditemui bebas di alam tetapi merupakan hasil hidrolisa dari gula susu
(laktosa). Melalui proses metabolisme akan diubah menjadi glukosa yang dapat
memasuki Siklus Kreb’s untuk menghasilkan energi.

314 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2. Oligosakharida: Gula yang mengandung 2-10 molekul gula sederhana.
a. Disakarida. Macamnya terdiri dari: Sukrosa (gula meja),bila dipecah menjadi
Fruktosa dan Galaktosa. Sumber: Molasis dan Sorgum diperdagangkan dari sari
tebu dan beet. Maltosa (Gula malt/biji). Tidak ditemui bebas di alam tetapi berasal
dari hasil pencernaan pati dengan bantuan enzim diastase,didapat di dalam biji-
bijian yang dibuat kecambah.
b. Trisakharida, ditemui terutama dalam bit dan madu.
c. Tetrasakharida,ditemui pada kacang polong, bit.
3. Polisakharida. Merupakan karbohidrat yang komplek terdiri atas beberapa
molekul satuan gula sederhana (monosakharida). Beberapa dapat dicerna yaitu
pati dan dekstrin, sedangkan yang lain tidak (Sellulosa dan Hemiselullosa seperti
agar dan pektin),tidak larut dalam air. Polisakharida yang penting yaitu: (a) Pati:
Disimpan dalam bentuk karbohidrat tanaman,didapatkan didalam biji-bijian,akar-
akaran,umbi-umbian,buah yang belum matang. (b) Dekstrin: Merupakan hasil
antara pencernaan pati untuk dibentuk menjadi maltosa. (c) Glikogen: Disebut
juga “animal starch” disimpan dalam hati dan jaringan otot. Dipergunakan untuk
mensuplai energi bagi jaringan tubuh pada saat latihan & bekerja keras. Glikogen
hati diubah menjadi glukosa untuk disirkulasi ke berbagai bagian tubuh. (d)
Sellulosa : Polisakharida yang tidak dapat dicerna,tahan terhadap kerja enzim
pencernaan dan menyumbangkan muatan/massa yang besar terhadap makanan.
(e) Pektin: Tidak dapat dicerna,didapat dalam buah-buahan,memberi ketebalan
pada kulit buah. Berfungsi sebagai laksatif/pencahar. Berfungsi sebagai pengental,
pengikat dan pembentuk gel makanan. (f) Inulin: Penting bagi pengobatan dan
dipakai dalm test/ uji fungsi ginjal.

Segala jenis karbohidrat yang terdapat dalam makanan harus diubah menjadi satu
bentuk yaitu glukosa,melalui proses pencernaan dan pekerjaan hati. Kemudian melalui
peredaran darah, glukosa yang telah terbentuk diserap dan setelah melalui proses
metabolisme karbohidrat gula tersebut dioksidasi sempurna, melalui siklus Kreb’s menjadi
sumber tenaga yang dipergunakan untuk melakukan semua aktivitas tubuh. Terutama
otak hanya dapat mempergunakan glukosa sebagai sumber energi. Bila karbohidrat
yang dimakan melebihi kebutuhan tubuh untuk aktifitas sehari-hari, maka kelebihannya
akan disimpan sebagai cadangan energi yang siap dipakai yaitu dalam bentuk glikogen
yang disimpan dalam hati (Liver glycogen) dan otot (muscle glycogen). Akan tetapi bila
pemasukkan karbohidrat terus meningkat, maka kelebihannya akan disimpan dalam
bentuk lemak yang disimpan pada jaringan adipose di bawah kulit.
Fungsi Karbohidrat ada beberapa macam yaitu: (1) Karbohidrat sebagai sumber energi
utama, karena lebih cepat menghasilkan glukosa. (2) Pengatur metabolisme lemak,karena
karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna. (3) Penghemat
fungsi protein (Protein Sparer). (4) Karbohidrat sebagai sumber enersi utama bagi otak

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 315


dan susunan syaraf. (5) Simpanan karbohidrat sebagai glikogen. (6) Pengatur peristaltic
usus dan pemberi muatan pada sisa makanan.

C. Protein
Nama “Protein” berasal dari bahasa Yunani (Greek).”Primary, holding first place”
yang berarti menduduki tempat yang terutama. Protein terbentuk dari unsur-unsur
organik yang hampir sama dengan karbohidrat dan lemak yaitu terdiri dari unsur karbon,
hidrogen, dan oksigen akan tetapi ditambah unsur lain yaitu nitrogen. Beberapa protein
mengandung unsur mineral yaitu fosfor, sulfur,dan zat besi. Molekul protein tersusun
dari satuan-satuan dasar kimia yang asam amino. Satu molekul protein dapat terdiri 12
sampai 18 macam asam amino dan mencapai jumlah ratusan asam amino. Dalam menu
seimbang dibutuhkan 13-15 %.
Asam amino dapat dibedakan dalam 3 golongan yaitu: (1) Asam amino esensial
ini tidak dapat dibentuk oleh tubuh sendiri, tetapi harus disuplai dalam bentuk jadi
(performed) dalam menu yang dimakan sehari-hari. Ada 8 asam amino esensial untuk
orang dewasa dan 10 asam amino esensial untuk anak-anak yang harus dipenuhi. yaitu:
Isoleusin, Leusian, Lisin, Metionin, Fenilalanin, Treonin, Triptopan, Valin, Arginin, Histidin.
(2) Asam amino semi esensial artinya asam amino ini dapat menjamin proses kehidupan
jaringan orang dewasa, tetapi tidak mencukupi untuk pertumbuhan anak-anak. (3) Asam
amino non-esensial ,asam-asam amino ini tidak dapat disintesa tubuh sepanjang bahan
dasarnya memenuhi bagi pertumbuhannya.
Adapun menurut macam asam amino yang membentuknya, protein dapat digolongkan
menjadi: (a) Protein sempurna (Complete Protein) yaitu protein yang mengandung
asam-asam amino esensial yang baik macam maupun jumlahnya, sehingga menjamin
pertumbuhan dan mempertahankan kehidupan jaringan yang ada.Umumnya protein
hewani meruapakan protein sempurna. (b) Protein tidak sempurna (Incomplete Protein)
yaitu protein yang tidak mengandung atau sangat sedikit berisi satu atau lebih asam-asam
amino esensial. Protein ini tidak dapat menjamin pertumbuhan dan mempertahankan
jaringan yang ada. Terdapat pada jagumg dan protein nabati lainnya. (c) Protein kurang
sempurna (Partially Complete Protein),protein ini mengandung asam amino esensial
yang lengkap tetapi beberapa diantarnya hanya sedikit. Protein ini tidak dapat menjamin
untuk pertumbuhan, tetapi dapat mempertahankan kehidupan jaringan yang sudah ada.
Sumbernya didapat dari kacang-kacangan.
Apabila dilihat dari kebutuhan tubuh akan protein maka protein mempunyai
fungsi yang unik bagi tubuh yaitu: (a) Protein menyediakan bahan-bahan yang penting
peranannya untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. (b) Protein bekerja
sebagai pengatur kelangsungan proses di dalam tubuh. (c) Memberi tenaga, jika
keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak.

316 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


D. Lemak
Seperti halnya karbohidrat dan protein, lemak merupakan sumber energi bagi
tubuh yang mempunyai unsur molekul karbon, hydrogen, oksigen.. Bobot energi yang
dihasilkan per gram lemak adalah 2 ¼ kali lebih besar daripada karbohidrat dan protein,
karena 1 gram lemak menghasilkan 9 Kalori sedangkan 1 gram karbohidrat dan protein
hanya menghasilkan 4 Kalori. Lemak yang dibicarakan disini adalah lemak netral yang
merupakan enter dari gliserol dan asam lemak gliserol yang mempunyai tiga gugusan
hidroksil di mana masing-masing akan mengikat satu molekul asam lemak disebut
Trigliserida. Dalam menu seimbang sangat dibutuhkan lemak sebesar 20-30 %.
Sifat fisik dari lemak amat penting karena mempengaruhi proses utilisasi lemak
di dalam tubuh,misal diketahui lemak yang diterima tubuh dalam bentuk yang sudah
teremulsi (emulsified Fat) akan mudah dicerna daripada lemak yang belum teremulsi
(Unemulsified Fat).
Dalam pangan dapat dibedakan kepadatan dari lemak dan minyak. Pada suhu kamar
(23o C) Lemak akan bersifat padat sedangkan minyak apada suhu 23 o C bersifat cair.
Lemak pada umunya mengandung asam lemak jenuh (yang tidak berikatan rangkap)
tinggi, sedangkan minyak cair tingkat kejenuhannya tinggi berarati mengandung asam
lemak berikatan rangkap cenderung mudah teroksidasi kecuali minyak kelapa dan
butter-fat kandungan asam lemak jenuhnya rendah. Dari penampilan yang bisa dilihat
oleh mata/penglihatan lemak dapat dibagi pula menjadi lemak Kentara (Visible Fats)
contohnya: lemak hewani, butter, margarine, sedangkan lemak Tak Kentara (Invisible
Fats) contohnya: lemak dalam susu, kuning telor, adpokat.
Asam lemak yang penting bagi manusia berdasarkan sumbernya dapat dibagi: (1)
Lemak Hewani: Lemak berasal dari hewan. Contohnya: Asam Palmitat, Asam Stearat
dan Asam Oleat. (2) Lemak Nabati, yang terpenting adalah asam lemak esensial seperti:
Asam Linoleat, Linolenat, dan arakhidonat, banyak terdapat pada minyak sayur (minyak
jagung, minyak kacang, kedele) dan adpokat. Di antara ketiga asam lemak esensial ini yang
terpenting asam linoleat karena tubuh sebenarnya dapat membentuk asam linolenat yang
didapat dari minyak nabati dan diketahui ASI (Air Susu Ibu) kaya akan asam linolenat.
Asam lemak esensial mempunyai fungsi membantu proses pertumbuhan serta menjaga
kesehatan kulit (mencegah terjadinya dermatitis/peradangan kulit).
Selain lemak yang termasuk trigliserida atau yang masuk lemak netral atau disebut
juga lipida dan sumber-sumbernya diketahui juga kelompok lain yang merupakan
erter asam lemak, alkohol serta radikal lainnya (Compound Lipids) dan yang termasuk
turunan/derivate lemak (Derived Lipids).
Termasuk “Compound Lipids” antara lain: Fosfolipida yaitu komponen lemak
yang mengandung fosfor dalam molekulnya. Glikolipida yaitu komponen lemak yang
mempunyai rantai panjang dan mengadung karbohidrat:glukosa/galaktosa. Adapun yang

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 317


termasuk derivate/turunan lipida atau Derived Lipids, contohnya: Sterol.
Peranan fisiologis lemak yang terutama adalah: (1) Menghasilkan energi yang
dibutuhkan tubuh. (2) Mempunyai fungsi penbentuk/struktur tubuh. (3) Pengatur proses
yang berlangsung dalam tubuh secara langsung dan tidak langsung. (4) Protein- Sparer.
(5) Penghasil Asam Lemak esensial. (6) Carrier (pembawa) Vitamin larut dalam lemak
Fungsi lemak yang lain : (1) Lemak sebagai pelumas diantara persendian dan
membantu pengeluaran sisa makanan. (2) Lemak memberi kepuasan cita rasa, lemak lebih
lambat dicerna sehingga dapat menangguhkan perasaan lapar, lemak memberi rasa dan
keharuman yang lebih baik pada makanan. (3) Beberapa macam lipida berfungsi sebagai
agen pengemulsi yang akan membantu mempermudah transport subtansi lemak keluar
masuk melalui membran sel. (4) Asam lemak berfungsi sebagai precursor/pendahulu
dari prostaglandin yang berperan mengatur tekanan darah,denyut jantung dan lipolisis.
Defisiensi lemak dalam tubuh akan mengurangi ketrsediaan energi dan mengakibatkan
terjadinya katabolisme/perombakan protein. Cadangan lemak akan berkurang dan
lambat laun terjadi penurunan berat badan. Defisiensi asam lemak akan mengganggu
pertumbuhan dan menyebabkan terjadinya kelainan pada kulit umumnya pada balita
terjadi luka “Eczematous” pada kulit.

E. Vitamin
Yang dimaksud Vitamin adalah senyawa kimia sangat esensial dibutuhkan tubuh
walaupun dalam jumlah yang sangat kecil tetapi penting untuk pemeliharaan kesehatan
dan pertumbuhan normal. Ada tidaknya vitamin dalam tubuh sangat menentukan normal
tidaknya di dalam tubuh, sehingga harus masuk ke dalam tubuh sudah dalam bentuk jadi
dari bahan makanan.
Meskipun vitamin-vitamin ini diperlukan hanya dalam jumlah yang sedikit, sebaliknya
jika badan kekurangan zat ini akan menimbulkan hal-hal yang merugikan. Di balik itu,
beberapa vitamin dapat pula memberikan pengaruh buruk, jika terdapat dalam makanan
dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga berlebihan. Kalau seseorang kekurangan
vitamin di dalam makanannya tetapi belum memperlihatkan tanda-tanda penyakit yang
nyata , ia dikatakan menderita “hipovitaminosis”, jika sudah sampai terlihat tanda-tanda
klinik yang nyata, disebut “avitaminosis”. Kalau terlalu banyak mendapatkan vitamin,
sehingga menimbulkan akibat-akibat yang tidak baik maka disebut “hipervitaminosis”.
Ada tigabelas macam vitamin dimana senyawa kimianya sudah diketahui dan dapat
dibuat di laboratorium terdiri atas:

VITAMIN NAMA KIMIA


Vitamin A …………………………………………….. Akseroftol

318 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Vitamin B1 …………………………………………….. Tiamin
Vitamin B2 ……………………………………………… Riboflavin
VitaminB6 …………………………………………….. Piridoksin
Niacin …………………………………………………… Asam nikotinat
Biotin ……………………………………………………. Biotin
Asam pantotenat ………………………………… Asam pantotenat
Asam folin …………………………………………… Asam pteroilglutamat
Vitamin B 12 ………………………………………… Kobalamin
Vitamin C ……………………………………………… Asam askorbat
Vitamin D ……………………………………………… Kalsiferol
Vitamin E ……………………………………………… Tokoferol
Vitamin K ………………………………………………… Fillokhinon.

Vitamin dibagi dalam dua golongan besar yaitu: (a) Vitamin yang larut dalam lemak
yaitu A, D, E, dan K. (b) Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan vitamin yang
termasuk dalam golongan B komplek.
Vitamin A.(Akseroftol). Vitamin ini berfungsi sebagai bahan pembentuk rhodopsin
yang diperlukan dalam proses penglihatan terutama dalam cahaya remang-remang, untuk
mempertahankan kesehatan kulit, dan membantu proses pertumbuhan tubuh. Bahan
makanan yang banyak mengandung vitmin A yaitu susu, minyak ikan, telur, sayuran hijau,
buah-buahan yang berwarna kuning dan merah. Sayuran dan buah-buahan mengandung
provitamin A, yaitu zat yang menyerupai vitamin A dan baru diubah menjadi vitamin A di
dalam hati, provitamin A ini sering juga disebut carotene.
Vitamin D. (Kalsiferol). Vitamin ini berfungsi untuk mengatur metabolisme
garam kapur untuk pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan tulang dan gigi, serta
mengaktifkan penyerapan kalsium dan fosfor. Kulit mengandung provitamin D yang bila
kena sinar ultra violet/ungu akan berubah menjadi vitamin D yang aktif. Makanan yang
banyak mengandung vitamin D adalah hati, susu, minyak ikan, dan kuning telur.
Vitamin E. (Tokoferol). Vitamin E ini fungsinya belum jelas pada manusia,tetapi
dari penyelidikan melalui percobaan pada binatang bahwa fungsi fungsi vitamin E
berhubungan dengan proses reproduksi. Binatang yang mengalami kekurangan vitamin E
menjadi mandul. Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin E adalah kecambah
(biji-bijian yang sedang tumbuh),hati, lemak,mentega,susu,telur,sayuran.
Vitamin K. (Fillokhinon). Vitamin K berfungsi dalam proses pembekuan darah, karena
vitamin ini mempengaruhi pembentukan prothrombine di dalam hati. Bahan makanan
yang banyak mengandung vitamin K yaitu daging, hati, kuning telur,minyak kedele,sayuran
hijau.
Vitamin C. (Asam askorba). Vitamin C berfungsi memperkuat dinding pembuluh darah,
mencegah infeksi, mempercepat penyembuhan luka/patah tulang. Sifat vitamin C yang

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 319


perlu diperhatikan adalah mudah larut dalam air dan mudah rusak dengan pemanasan.
Vitamin C ini banyak terdapat dalam sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar.
Vitamin B 1 (Tiamin). Tiamin dikenal esensial bagi tubuh untuk fungsi pertumbuhan,
membantu dalam metabolisme karbohidrat, memelihara nafsu makan, memelihara
jaringan syaraf dan mengatur air dalam jaringan tubuh, memperbaiki fungsi saluran
pencernaan makanan. Tiamin dikenal pula sebagai “vitamin semangat” karena bila
terjadi kekurangan akan menimbulkan penurunan kegiatan syaraf. Makanan yang banyak
mengandung tiamin/ vitamin B1 adalah daging, biji-bijan, kacang-kacangan, padi-padian
(beras tumbuk, bekatul).
Vitamin B 2 (Riboflavin). Riboflavin berperan dalam berbagai enzim dan koenzim
yang esensial dalam proses oksidasi jaringan, terutama di bagian luar dari tubuh seperti
kulit, mata, dan urat syaraf perifer,membantu sel dalam pemakaian zat asam, membuat
kulit sehat dan halus terutama sekitar mulut dan hidung. Bahan makanan yang banyak
mengandung vitamin B 2 adalah hati, keju, telur, daging, sayur-sayuran, kacang-kacangan,
dan susu.
Vitamin B 3 (Niasin/Asam Nikotinat). Niasin dikenal sebagai factor pencegah
pelagra,penyakit ini dijumpai diberbagai daerah di Eropa. Niasin termasuk zat organik
yang sederhana, merupakan asam mengandung nitrogen, dan niasianamid adalah garam
dari asam ini. Niasin larut dalam air, merupakan senyawa yang sangat stabil terhadap
panas maupun oksidasi dan tidak dipengaruhi oleh asam dan basa. Niasin berfungsi untuk
membantu proses pertumbuhan, menjaga fungsi syaraf dan percernaan, dan menjaga
kesehatan kulit. Bahan makanan yang benyak mengandung niasin adalah hati, daging,
padi-padian, biji-bijian, kacang-kacangan.
Vitamin B 6 (Piridoksin). Piridoksin berfungsi mencegah kurang darah, membantun
proses metabolisme protein dan asam lemak, menjaga pemeliharaan jaringan syaraf
dan membantun getah pencernaan serta biokimia tubuh. Bahan makanan yang banyak
mengandung vitamin B 6 adalah daging telur, sayuran hijau, kacang-kacangan,padi-
padian.
Biotin. Vitamin ini merupakan salah satu anggota kelompok vitamin B komplek,
terdapat dalam berbagai bahan makanan. Vitamin ini dapat disintesa oleh bakteri usus
pada manusia dan hewan. Biotin berfungsi dalam metabolisme sebagai faktor pembantu
bagi proses karboksilasi enzim. Bahan makanan yang banyak mengandung biotin adalah
hati, ragi, daging, kedele, bekatul, kuning telur,juga terdapat dalam bentuk bebas pada
buah-buahan dan sayur-sayuran.
Asam Folat (Folasin). Asam folat diperlukan dalam proses metabolic dan pembantukan
sel-sel darah merah yang baru, sehingga dapat digunakan dalam pengobatan anemia.
Asam folat juga terlibat dalam metabolisme beberapa asam amino (glisin, tirosin, asam
glutamate dan histidin) dan khusus berhubungan dengan metabolisme metionin. Bahan
makanan yang banyak mengandung asam folat adalah sayur-sayuran, hati, ginjal, padi-

320 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


padian, biji-bijian berlemak dan kacang tanah.
Asam Pantotenat. Asam pantotenat ini berfungsi dalam proses metabolisme sebagai
koenzim A yang memberikannya pada siklus krebs sehingga menghasilkan enersi. Bahan
makanan yang mengandung asam pantotenat adalah hati, ragi, daging, padi-padian dan
susu.
Vitamin B 12 ( Sianokobalamin). Sianokobalamin berperan dalam proses pembentukan
darah merah pada penyembuhan penderita anemia, membantu getah pencernaan serta
biokima tubuh. Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin B 12 adalah hati, ginjal,
daging, sedangkan susu hanya mengandung vitamin tersebut dalam jumlah yang sedikit.

F. Mineral
Mineral adalah suatu zat oraganik yang berasal dari bahan makanan, dan dapat
diperoleh dari perubahan zat-zat tersebut pada temperatur dan tekanan yang tinggi.
Mineral hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi mempunyai peranan yang penting
dalam proses-proses di dalam tubuh, yaitu sebagai zat pengatur dan pembangun.
Mineral sebagai zat pengatur berfungsi sebagai: (a) Mengatur keseimbangan asam
basa. (b) Proses pengangkutan oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. (c) Proses
pembekuan darah. (d) Kepekaan syaraf dan kontraksi otot. (e) Proses metabolisme
sebagai bagian dari enzim.

Ada beberapa macam zat mineral sesuai fungsinya masing-masing yaitu:


1. Kalsium (Ca)
Peranan kalsium berfungsi tidak saja pada pembentukan tulang dan gigi, namun
memegang peranan penting pada berbagai proses fisiologik dan biokhemik di dalam
tubuh, seperti pada pembekuan darah, ekstibilitas syaraf otot, kerekatan seluler, transmisi
impul-impul syaraf, memelihara dan meningkatkan fungsi membrane sel, mengaktifkan
reaksi enzim-enzim lipase dan sekresi hormon. Kalsium diperlukan dalam pembekuan
darah ada hubungannya dengan vitamin K. Mineral ini diperlukan untuk mengaktifkan
protrombin yang berperan dalam rentetan proses pembekuan darah. Bahan makanan yang
banyak mengandung sumber kalsium adalah susu dan hasil olahnya (kecuali mentega)
seperti keju dan es krim. Di samping itu sayuran hijau, brokoli, kacang-kacangan, buah-
buahan, ikan teri kering.

2. Fosfor (P)
Tubuh manusia mengandung sekitar 12 gram fosfor per kilo gram jaringan tanpa
lemak. Dari jumlah ini kira-kira 85 persen terkandung dalam kerangka tulang.Di dalam
plasma terdapat fosfor sekitar 3.5 mg/100 ml plasma. Bila butir darah merah termasuk

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 321


maka total fosfor dalam darah antara 30-45 mg/100 ml darah. Fosfor berperan sebagai
bahan pembentuk tulang dan gigi, merupakan bagian penting dari inti sel, mengatur
keseimbangan asam basa dalam darah, mengatur proses-proses metabolisme, mengatur
proses oksigen. Bahan makanan sumber fosfor adalah daging, hati, ikan teri kering, kuning
telur, kacang-kacangan, bekatul.

3. Sulfur (S)
Sulfur mempunyai peranan penting karena merupakan bagian penting dari vitamin
B1, diperlukan oleh semua sel karena merupakan bagian dari asam amino sistin dan
metionin. Bahan makanan sumber sulfur adalah bahan-bahan makanan sumber –sumber
protein (kacang-kacangan).

4. Natrium (Na)
Natrium berfungsi mengatur tekanan osmose, keseimbangan air dan asam basa,
menjaga kepekaan sel-sel syaraf dan kontraksi otot. Bahan makanannya adalah garam
dapur, bahan makanan dari laut dan hewani.

5. Besi (Fe)
Jumlah seluruh besi di dalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 3.5 g, di mana 70
persennya terdapat dalam hemoglobin, 25 persennya merupakan besi cadangan (iron
storge) yang terdiri dari feritin dan hemosiderin terdapat dalam hati, limfa dan sumsum
tulang. Besi berfungsi bahan pembentuk hemoglobin umumnya sebesar 20-25 mg per hari,
juga mengangkut oksigen ke jaringa-jaringan. Jumlah besi dalam tubuh diatur terutama
oleh penyerapan yang bervariasi. Bila besi simpanan berkurang maka penyerapan besi
akan meningkat. Bahan makanan sumber zat besi adalah daging, hati, kacang-kacangan,
sayuran hijau.

6. Yodium (J)
Sepanjang diketahui, yodium berfungsi sebagai bagian dari tiroksin dan senyawa
lainnya yang disintesis oleh kelenjar tiroid. Tubuh mengandung sekitar 25 mg yodium,
di mana sepertiganya terdapat dalam kelenjar tiroid. Namun demikian, yodum terdapat
dalam semua jaringan tubuh. Pada ovari, otot dan darah mengandung yodium yang relativ
tinggi setelah tiroid. Bahan makanan sumber yodium adalah bahan makanan dari laut
dan bahan makanan yang tumbuh di daerah bukan daerah gondok endemik.

7. Kalium (K)
Tubuh manusia mengandung 2.6 mg kalium per kilogram berat badan bebas lemak,
sel-sel syaraf dan otot mengandung banyak kalium. Dari jumlah kecil mineral ini dijumpai

322 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


dalam cairan ekstraseluler, kadar K dalam serum adalah14 – 22 mg/100 ml. Tampaknya
kalium mempunyai kemampuan menorobos membran sel lebih besar dibandingkan
dengan natrium. Kalium berperan terdapat dalam semua sel, mengatur tekanan osmosa
dan keseimbangan asam basa, diperlukan dalam reaksi enzim sel. Bahan makanan yang
mengandung kalium adalah sayur-sayuran, padi-padian, kacang-kacangan.

8. Tembaga (Cu)
Tubuh manusia mengandung 1.5-2.5 mg tembaga (Cu) per kilogram berat badan bebas
lemak. Mineral ini tersebar di seluruh jaringan tubuh, namun hati, otak, jantung, dan ginjal
mengandung Cu dalam jumlah yang lebih banyak. Dalam darah, tembaga terdapat dalam
jumlah yang kira-kira sama pada plasma dan eristrosit. Plasma mengandung sekitar 110
mcg/100 ml dan eristrosit 115 mcg/100 ml. Tembaga berfungsi dalam pembentukan
hemoglobin. Bahan makanan sumber tembaga adalah kacang-kacangan, jerohan, padi-
padian, ikan, bangsa kerang.

9. Flour (F)
Flour berfungsi mencegah kerusakan gigi. Bahan makanan sumber flour adalah garam
dapur dan air minum.

10. Chloor (Cl)


Mineral chloor berfungsi mengatur tekanan osmose, keseimbangan air dan asam basa,
bahan pembentuk getah lambung (HCL). Bahan makanan sumber chloor adalah garam
dapur, bahan makanan dari laut dan bahan makanan hewani.

11. Mineral-mineral lain Mo, Mg, Mn, dan Zn


Mineral-mineral ini belum banyak diketahui tentang fungsinya, umumnya merupakan
bagian dari enzim-enzim .Bahan makanannya didapat tersebar dalam berbagai bahan
makanan.

G. Air
Air merupakan zat gizi yang sangat penting bagi tubuh. Air merupakan komponen
utama dari semua struktur sel dan merupakan media kelangsungan proses metabolisme
dan reaksi kimia di dalam tubuh. Air yang tersedia bagi tubuh termasuk yang terdapat
dalam makanan cair maupun padat yang dikonsumsi, serta air yang terbentuk di dalam
sel sebagai hasil proses oksidasi makanan.
Fungsi air bagi tubuh antara lain: (a) menjaga keseimbangan tubuh, (b) membuang
zat-zat kotoran atau sisa-sisa metabolisme, (c) mengatur suhu tubuh, (d) membentuk

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 323


cairan tubuh, (e) merupakan bagian dari sel di seluruh tubuh, yaitu: jaringan lemak 20
%, otot lurik 75 %, dan plasma darah 90%, dan (f) membantu proses pencernaan dan
proses metabolisme di dalam tubuh.
Distribusi air meliputi: (1) Intra seluler dan (2) Ekstra seluler. Kebutuhan air dapat
dipenuhi melalui: cairan yang di minum, dari makanan, dari sisa metabolisme, dan
pembakaran hidrat arang, lemak, dan protein.

LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami KB ini, maka kerjakanlah latihan ini
dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan yang
disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan secara
individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan mengenai definisi gizi!
2. Bagaimana peranan gizi dalam olahraga?
3. Jelaskan komposisi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita!
4. Sebutkan jenis-jenis dari mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita saat berolahraga!
5. Apa fungsi dari protein saat kita sedang berolahraga?

RANGKUMAN
Dalam tubuh kita terdiri dari berbagai unsur yang kesemuanya itu sangat memerlukan
makanan bergizi. Komposisi gizi yang dibutuhkan tubuh manusia adalah: (1) karbohidrat,
(2) protein, (3) lemak, (4) vitamin, (5) mineral, dan (6) air. Untuk dapat beraktivitas secara
baik, tubuh kita memerlukan gizi seimbang antara komposisi gizi yang ada. Meskipun
tubuh kita didominasi oleh air, namun komposisi gizi lain mutlak harus ada karena tubuh
kita sangat memerlukannya.
Apalagi untuk kegiatan olahraga, komposisi gizi mutlak ada. Tanpa gizi seimbang
tubuh akan terasa tidak nyaman, apalagi saat berolahraga. Oleh karena itu, menjaga tubuh
tetap sehat harus ditopang oleh gizi yang proporsional di dalam tubuh.

324 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Zat gizi yang sangat penting bagi tubuh dan merupakan komponen utama dari semua
struktur sel dan merupakan media kelangsungan proses metabolisme dan reaksi
kimia di dalam tubuh adalah:
A. Protein C. Karbohidrat
B. Lemak D. Air

2. Zat yang terbentuk di dalam sel sebagai hasil proses oksidasi makanan adalah:
A. Protein C. Karbohidrat
B. Lemak D. Air

3. Bahan yang tidak termasuk zat gizi adalah:


A. Protein C. Minyak
B. Lemak D. Air

4. Zat sisa makanan yang tidak dibutuhkan sel akan kembali ke dalam darah, diangkut
oleh aliran darah ke organ pengeluaran, yaitu:
A. Jantung C. Tenggorokan
B. Ginjal D. Usus

5. Zat gizi digunakan untuk berbagai keperluan terutama:


A. Pembentukan sel C. Pengatur tubuh
B. Penggantian struktur sel D. Semua benar

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 325


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. D
2. D
3. C
4. B
5. D

326 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2

Peranan Makanan dalam Menunjang


Prestasi Atlet

A. Metabolisme Tubuh

Prinsip pemberian makanan bagi atlet adalah memberi masukan zat gizi sesuai dengan
kebutuhan tubuh. Yang dimaksud dengan sesuai dengan kebutuhan tubuh adalah dapat
mengganti dan menyediakan zat gizi yang telah dan akan digunakan untuk menjalankan
proses metabolisme yang memberikan kebugaran jasmaninya.
Metabolisme setiap orang, bahkan pada orang yang sama namun waktu berbeda,
tidaklah sama, selalu berubah tergantung kepada keadaan dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Ada beberapa faktor diantaranya sebagai berikut:
1. Berat dan tinggi badan.
2. Umur
3. Jenis kelamin
4. Aktivitas fisik
5. Jenis makanan
6. Emosi
7. Kondisi kesehatan
8. Keadaan lingkungan seperti:
a. Suhu udara
b. Kelembaban
c. Ketinggian tempat

Perubahan metabolisme pada seorang atlet sangat tergantung kepada jenis dan lama
latihan olahraga atau aktivitas fisik yang dijalaninya. Perubahan metabolisme dapat
terjadi pada proses, yaitu:
1) Anabolisme
2) Katabolisme

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 327


Keduanya itu terjadi pada diri seseorang baik secara anaerobik maupun aerobik.
Ada beberapa cabang olahraga yang apabila melakukan latihan olahraga mereka
sangat memerlukan kekuatan maksimal dan dengan waktu yang singkat, yaitu:
(a) Angkat berat
(b) Olahraga tolak dan lempar
(c) Sprint, dll

Kesemuanya itu menimbulkan perubahan metabolisme anaerobik pada atlet tersebut.


Perubahan metabolisme ini terjadi sebagai akibat serabut otot tipe II otot yang dilatih
ukurannya membesar dan lebih cepat dapat menggunakan glikogen sebagai sumber
energi untuk kekuatan maksimal. Susunan dan jumlah makanan yang diberikan harus
dapat mengantisipasi perubahan tersebut, yaitu menunjang pembentukan protein dan
penyediaan glikogen pada otot, agar otot yang dilatihnya dapat mengerahkan kekuatan
maksimal dalam waktu yang lebih cepat.
Latihan olahraga yang berlangsung lebih dari 1 s/d 1,5 jam (olahraga daya tahan/
enduance), sebagai berikut:
v Lari marathon
v Lomba sepeda jarak jauh
v Sepak bola
v Bola basket, dll

Semuanya itu menyebabkan kondisi metabolisme aerobik seorang atlet berubah.


Perubahan ini terjadi akibat serabut otot tipe I menjadi lebih mampu menggunakan asam
lemak sebagai sumber pembentukan ATP (Adenosin Tripospat) serta sel otot mempunyai
lebih banyak mitokondria, mioglobin dan enzim.
Makanan yang diberikan harus sesui dengan perubahan tersebut, yaitu dapat
meningkatkan kandungan glikogen dalam hati dan otot dan mengandung protein yang
cukup untuk mengganti asam amino rantai cabang yang digunakan sebagai sumber
energi.
Agar makanan dapat menunjang peningkatan prestasi atlet, maka makanan
yang diberikan harus dalam jumlah dan susunan yang tepat, tidak boleh kelebihan atau
kekurangan dari kebutuhan. Sebab kelebihan atau kekurangan dapat menimbulkan
perubahan metabolisme yang mungkin saja tidak diinginkan dan mengganggu perubahan
metabolisme akibat latihan sehingga prestasi yang dicapai atlet tidak sesuai dengan
harapan. Sebagai contoh tambahan protein bagi atlet yang makanannya sudah cukup
protein dan energi, hanya akan menyebabkan atlet menjadi gemuk. Kegemukan ini
mungkin dapat menurunkan prestasi atlet itu sendiri.
Perlu diketahui dan ditekankan bahwa sampai saat ini tidak ada satu penelitianpun
yang dapat membuktikan bahwa suatu makanan khusus atau tambahan zat gizi seperti

328 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


vitamin, mineral dan protein dapat meningkatkan prestasi seseorang atlet kecuali bila
atlet tersebut menderita kekurangan makanan bergizi.

B. Komposisi Zat Gizi


Menu seorang atlet harus mengandung semua zat gizi yang diperlukan sebagai
berikut:
1. Karbohidrat
2. Lemak
3. Protein
4. Vitamin
5. Mineral
6. Air

Dari keenam zat gizi tersebut hanya karbohidrat, lemak dan protein saja yang dapat
menghasilkan energi. Nilai energi yang dihasilkan dari penguraian sempurna 1 gram
karbohidrat menghasilkan 4 kkal, 1 gram lemak menghasilkan 9 kkal, dan 1 gram protein
menghasilkan 4 kkal.
Menu atlet harus disusun berdasarkan jumlah kebutuhan energi dan seimbang dalam
komposisi zat gizi penghasil energi yaitu karbohidrat sebanyak 60% s/d 70%, lemak
sebanyak 20 % s/d 25%, dan protein sebanyak 10% s/d 15% dari total kebutuhan energi.
Perbandingan antara karbohidrat kompleks dengan karbohidrat sederhana berkisar
antara 8-9:1-2. Sedangkan perbandingan antara protein hewani dengan nabati adalah 1
: 1.
Dalam menentukan besarnya kebutuhan zat gizi, harus dimulai dengan menentukan
besarnya kebutuhan energi. Menu yang disusun berdasarkan kecukupan energi dan zat
gizi penghasil energi seimbang serta dibuat dari bahan makanan yang memenuhi kriteria
4 sehat 5 sempurna, pada umumnya mengandung jumlah vitamin dan mineral sesuai
dengan kebutuhan.
Energi berguna untuk melaksanakan proses metabolisme dalam keadaan: basal,
menjalankan aktivitas fisik dan menjalankan proses pencernaan, penyerapan serta
penggunaan zat gizi yang merupakan komposisi makanan itu sendiri. Bagi mereka
yang sedang dalam masa pertumbuhan, energi juga digunakan untuk metabolisme
pertumbuhan.
Besarnya kebutuhan energi tergantung pada keadaan faktor yang mempengaruhinya.
Faktor-faktor tersebut dibagi dalam dua hal, yaitu:
1. Faktor yang relatif tetap yaitu: berat badan dan tinggi badan, umur dan jenis
kelamin.
2. Faktor yang tidak tetap yaitu intensitas dan lamanya kegiatan dilaksanakan jenis zat

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 329


gizi yang dikandung makanan yang dimakan; faktor lingkungan seperti kelembaban,
suhu dan ketinggian tempat berlatih.

Penetapan besar kebutuhan energi dengan tepat, tidak mudah bahkan bagi seorang
ahlipun karena untuk pelaksanaannya perlu instrumen dan waktu yang lama, yaitu
dengan mengukur jumlah oksigen (O2) yang digunakan dan carbon dioksida (CO2) yang
dikeluarkan pada setiap kegiatan atlet selama 24 jam. Cara ini kiranya cocok dilaksanakan
untuk tujuan penelitian.
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menetapkan kebutuhan energi sebagai
berikut:
a. Mencatat lama semua kegiatan yang dilakukan atlet dalam sehari.
b. Menggolongkan setiap kegiatan ke dalam berbagai jenis intensitas kegiatan.
c. Berdasarkan lama dan jenis kegiatan serta berat badan atlet dapat dihitung besarnya
kebutuhan energi.

Khususnya untuk kegiatan yang sangat berat seperti pada latihan olahraga, penggunaan
energi berkisar antara 5 – 12,5 kkal/kg BB/jam. Sedangkan pada saat pertandingan,
kegiatan fisik sering dilaksanakan secara luar biasa. Penggunaan energi melebihi 12,5
kkal/kg BB/jam. Misalnya seorang pelari marathon menggunakan energi sebesar 20
kkal/kg BB/jam.
Beberapa kebutuhan atlet akan zat gizi sangat ditentukan oleh komposisi dari ketiga
zat gizi, yaitu: protein, karbohidrat, dan lemak.

1) Kebutuhan protein seorang atlet yang masih aktif berlatih, sedikit meningkat,
mencapai 1,0 – 1,2 gram/kg BB/hari. Bagi atlet yang sedang meningkatkan power
dengan memperbesar serabut otot tipe II, misalnya pada latihan anaerobik serta atlet
yang masih dalam masa pertumbuhan, kebutuhan terhadap protein lebih meningkat
lagi tetapi tidak lebih dari 2 gram/kg BB/hari.
2) Kebutuhan lemak tidak mutlak harus ada dalam makanan, kecuali asam lemak
linoleat. Lemak dalam makanan dibutuhkan sebagai penyedap makanan, pelarut
vitamin A, D, E, dan K dan sebagai tambahan energi bila energi dari karbohidrat tidak
mencukupi. Bila hanya karbohidrat makanan tanpa lemak digunakan sebagai sumber
energi, maka diperlukan makanan dalam jumlah yang sangat besar yang sulit untuk
dihabiskan. Komposisi lemak dalam makanan berkisar antara 20% - 25% dari total
energi yang dibutuhkan. Walaupun lemak endogen diperlukan sebagai sumber energi
olahraga aerobik intensitas rendah, pemberian tambahan lemak terhadap lemak yang
biasa terdapat dalam makanan atlet, tidak perlu karena komposisi lemak makanan
yang terlampau besar menimbulkan rasa enek. Walaupun demikian lemak tambahan
lebih sering disukai atlet yang bertanding di tempat dingin.

330 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


3) Kebutuhan karbohidrat bagi atlet bertujuan untuk membentuk glikogen otot dan
hati yang pada penguraiannya menghasilkan energi bagi pembentukan ATP. Glikogen
sebagai sumber utama energi pembentuk ATP, terjadi pada proses metabolisme
anaerobik dan proses aerobik intensitas tinggi. Upaya peningkatan kadar glikogen otot
dan hati harus dilakukan pada saat sebelum dan setelah latihan atau pertandingan.
Untuk tujuan tersebut karbohidrat makanan harus diberikan dalam bentuk
karbohidrat kompleks, karena bila diberikan dalam bentuk karbohidrat sederhana
yang terbentuk bukannya glikogen melainkan lemak.

Tahap pengosongan glikogen terdiri dari beberapa waktu yang dibutuhkan oleh
seorang atlet, yaitu:
1. Tahap Pertama melakukan pengosongan glikogen
a) Hari pertama melakukan olahraga yang sama dengan pertandingan pada intensitas
tinggi yaitu pada 75% - 85% volume oksigen maksimum (VO2 maks) sampai atlet
kepayahan (exhausted) dan tidak dapat lagi melanjutkan olahraga.
b) Hari kedua, ketiga, dan keempat melakukan Diet dengan komposisi rendah
karbohidrat kurang dari 5% total kalori, sisanya lemak dan protein.

2. Tahap kedua melakukan pengisian glikogen


a) Pada hari kelima, pagi hari atlet digenjot dengan olahraga seperti pada hari
pertama.
b) Pada hari ke 5, 6 dan 7 makanan diberikan dengan komposisi 95% karbohidrat
c) Hari ke 7 atlet diistirahatkan
d) Hari ke 8 hari pertandingan

Seumpama pertandingan berlangsung lebih lama dari 4 -5 jam, maka selama


pertandingan diperlukan tambahan karbohidrat, bisa dalam bentuk pada atau cair,
tergantung pada kesukaan atlet. Umumnya pembalap sepeda lebih suka pada bentuk
padat, sedangkan pelari lebih menyukai bentuk cair. Bila bentuk padat yang diberikan
pilihlah makanan yang kurang mengandung serat, seperti: pisang dan buah-buahan
lainnya. Bila makanan tambahan yang diberikan dalam bentuk cair, hendaklah tersusun
dari karbohidrat sederhana seperti: glukosa, fruktosa, glukosa polimer atau campuran.
Konsentrasi glukosa dan fruktosa tidak lebih dari 3%, konsentrasi glukosa polimer tidak
boleh lebih dari 5%, sedangkan konsentrasi gula putih (sukrosa) tidak boleh lebih dari
2,5%. Bila digunakan makanan tambahan dalam bentuk sari buah-buahan, hendaknya
diencerkan 5 kali dan bila coca cola harus diencerkan 3 kali.
Jadi pemberian karbohidrat setelah olahraga harus ditujukan untuk mengganti
sekaligus memulihkan jumlah glikogen otot dan hati yang terpakai pada saat latihan atau
pertandingan. Ternyata pemulihan kadar glikogen baik pada otot maupun hati berjalan
lambat. Pada pemberian makanan biasa, pemulihan terjadi setelah 48 jam. Dengan

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 331


pemberian makanan tambahan, diharapkan pemulihan berlangsung dalam waktu yang
lebih singkat, terutama pada event yang berlangsung dalam waktu yang lebih singkat,
terutama pada event yang berlangsung beberapa hari. Tujuan ini dapat dicapai dengan
cara memberikan makanan tambahan berupa karbohidrat kompleks dan fruktosa.
Tambahan karbohidrat kompleks dapat mempercepat pemulihan kadar glikogen otot,
sedangkan tambahan fruktosa dapat mempercepat pemulihan glikogen hati.

LATIHAN
Supaya para mahasiswa lebih memahami KB ini, maka kerjakanlah latihan ini
dengan cara membahas permasalahan berikut sesuai dengan petunjuk pembahasan yang
disertakan untuk setiap pokok persoalan. Dalam pembahasannya dapat dilakukan secara
individu atau kelompok belajar.
Bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam lembar kerja Anda!
1. Jelaskan mengenai peranan makanan dalam menunjang prestasi atlet!
2. Jelaskan mengenai komposisi protein, lemak, dan karbohidrat hingga diperoleh
energi!
3. Jelaskan mengenai gizi seimbang!
4. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi!
5. Jelaskan mengenai penggunaan lemak menjadi energi!

RANGKUMAN
Makanan didalam tubuh harus terdiri dari komposisi gizi yang dibutuhkan tubuh
manusia adalah: (1) karbohidrat, (2) protein, (3) lemak, (4) vitamin, (5) mineral, dan
(6) air. Zat gizi ini selanjutnya akan digunakan untuk menjalankan proses metabolisme
yang memberikan kebugaran jasmani pada setiap yang melakukannya. Oleh karena itu,
komposisi gizi yang ideal sangat diperlukan
Apalagi untuk kegiatan olahraga, komposisi gizi mutlak ada. Tanpa gizi seimbang
tubuh akan terasa tidak nyaman, apalagi saat berolahraga. Oleh karena itu, menjaga tubuh
tetap sehat harus ditopang oleh gizi yang proporsional di dalam tubuh.
Khususnya pada saat pertandingan makanan dapat diberikan 3 – 4 jam sebelum
pertandingan dimulai dan hanya boleh mengandung lemak sedikit. Tujuannya hanya
untuk mengatasi rasa lapar saja.

332 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


TES FORMATIF

Berilah tanda (X) pada salah satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

1. Makanan memiliki peranan didalam menunjang prestasi tinggi pada atlet saat ini,
karena:
A. Kebutuhan tubuh C. Memberikan kebugaran jasmani
B. Menyediakan zat gizi D. Semua benar

2. Faktor yang mempengaruhi proses metabolisme adalah:


A. Jenis kelamin C. Emosi
B. Olahraga D. Semua benar

3. Komposisi zat gizi yang diperlukan oleh tubuh adalah:


A. Karbohidrat C. Protein
B. Lemak D. Semua benar

4. Komposisi zat gizi yang menghasilkan energi sebesar 60 -70% adalah:


A. Karbohidrat C. Protein
B. Lemak D. Semua benar

5. Pemberian karbohidrat pada atlet bertujuan untuk membentuk apa:


A. Energi C. ATP
B. Glikogen D. ADP

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 333


UMPAN BALIK
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir KB ini dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi setiap
Kegiatan Belajar yang telah dipelajari.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------- x 100%
5

Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah:


90% - 100% = Baik Sekali
80% - 89% = Baik
70% - 79% = Cukup
< 70% = Kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan
pada KB selanjutnya, tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% maka
Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar modul ini, terutama pada bagian yang
belum dikuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. D
2. D
3. D
4. A
5. B

334 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


GLOSARIUM

Atletik adalah aktivitas jalan, lari, lempar dan lompat yang dapat dilakukan oleh
setiap orang.
Jalan esensinya adalah memindahkan kaki dan anggota badan dari satu ketempaat
lainnya.
Lari adalah sikap memindahkan badan dengan posisi kaki melayang sesaat di udara.
Lempar adalah memindahkan benda dengan satu atau dua tangan ke tempat yang
lebih jauh didepannya..
Lompat adalah memindahkan anggota badan dengan menolakkan satu kaki atau dua
kaki ke depan.
O’Brain merupakan salah satu gaya yang sering digunakan dalam perlombaan tolak
peluru.
Atletik adalah aktivitas jalan, lari, lempar dan lompat yang dapat dilakukan oleh
setiap orang.
Jalan esensinya adalah memindahkan kaki dan anggota badan dari satu ketempaat
lainnya.
Lari adalah sikap memindahkan badan dengan posisi kaki melayang sesaat di udara.
Lempar adalah memindahkan benda dengan satu atau dua tangan ke tempat yang
lebih jauh didepannya.
Lompat adalah memindahkan anggota badan dengan menolakkan satu kaki atau dua
kaki ke depan.
Pertandingan merupakan proses kompetisi untuk melahirkan juara atau pemenang.
Psikomotorik adalah suatu perilaku untuk mempelajari perkembangan motorik pada
manusia.
Sistem gugur adalah mekanisme perlombaan untuk menyisihkan pesaing dalam satu
atau dua kali pertandingan.
Kualitas hasil adalah sutau tingkat keberhasilan dalam melaksanakan sebuah event
yang dilakukan secara efektif dan efisien.
Sistem kompetisi merupakan proses pertandingan dengan cara menyisihkan
pesaing dalam kelompoknya dan dilombakan secara penuh atau

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 335


setengahnya.
Persepsi motorik merupakan salah satu terminology yang sering digunakan dalam
pembelajaran pendidikan jasmani.
Kesadaran gerak adalah suatu hubungan antara persepsi dan gerak manusia dan telah
diakui orang yang ikut aktif dalam aktivitas gerak cenderung
persepsinya lebih positif.
Sistem kombinasi adalah mekanisme menyisihkan pesaing dengan memadukan dua
system yang ada (gugur dan kompetisi).
Latihan jasmani merupakan persepsi penting untuk proses gerak yang optimal, maka
kemampuan ini harus selalu dipelihara dan dijaga agar tetap
bugar dalam mendukung kualitas hidup.
Sistem gugur murni suatu upaya dalam menentukan siapa saja yang berhadapan
dalam satu kesempatan dengan satu sama lain saling berhadapan
tanpa melihat ranking dan kemampuan lawan.
Sistem gugur dengan bye Sistem ini dapat digunakan apabila jumlah pesertanya ganjil
sehingga ada satu atau beberapa peserta yang tidak memperoleh
lawan. Untuk itu dapat digunakan sistem ini. Dengan kata lain
sistem ini dapat dipergunakan apabila jumlah peserta atau regu
kurang dari bangun akar dari dua (badd), sehingga bagannya
dibuat menjadi bangun akar dari dua dahulu.
Sistem gugur dengan seeded Sistem seeded dipakai untuk menghindari peserta
atau regu yng kuat bertemu di babak pendahuluan atau babak
pertama dari sebuah event. Hal ini perlu dihindari agar peserta
yang diharapkan dapat bertemu pada babak final tidak harus
bertemu di babak-babak awal.
Sistem gugur dengan ronde pendahuluan adalah penyelenggaraan pertandingan atau
perlombaan antara beberapa peserta sebelum babak pertama
bagi semua peserta. Pemenang pertandingan pada babak
pendahuluan itu selanjutnya berhak mengikuti babak berikutnya.
Tata cara ini merupakan proses saringan bagi sejumlah peserta
tertentu.
Senam adalah kemampuan bergerak kesegala arah dengan tetap berada dalam posisi
stabil.
Akurasi gerak adalah ketepatan bergerak tanpa memunculkan efek samping.
Multilateral adalah gerak yang beragam yang mendukung pembentukan gerak dasar.
Fundamental Motor Skills adalah keterampilan gerak dasar yang menopang terhadap
gerakan lainnya.

336 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Senam ketangkasan adalah gerakan yang memerlukan skill tinggi pada setiap
gerakannya.
Gerak dasar dominan adalah gerakan yang mendukung pembentukan skill pada
masing-masing cabang olahraga.
Senam Kesegaran Jasmani adalah berbagai bentuk gerak yang bertujuan untuk
meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.
Keseimbangan adalah posisi badan yang stabil dalam waktu yang lama tanpa terganggu
dengan kondisi yang ada
Bola voli adalah permainan yang dilakukan dengan menggunakan seluruh anggota
tubuh agar melintasi pembatas (net) untuk memperoleh nilai
(point).
Bola basket adalah permainan dengan menggunakan bola besar yang dimainkan
dengan satu atau dua tangan, tujuannya agar meraih angka
sebanyak-banyaknya dengan memasukkan bola ke dalam ring
yang sudah disiapkan didalam permain tersebut.
Sepak bola adalah permainan dengan menggunakan anggota badan kecuali tangan
dengan sasaran gawang lawan dalam mencari kemenangan dalam
setiap perandingannya.
Kepuasan adalah suatu hasil yang dirasakan seseorang setelah beraktivitas sehingga
jiwa raganya terlepas dari berbagai beban yang ada dalam
dirinya.
Aerobik adalah suatu tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas gerak dalam
tempo lama > 2 menit.
Perkembangan kognitif merupakan proses perubahan pada individu dalam
bidang psikologi yang secara spesifik menekankan pada unsur
intelektual.
Kemampuan adalah potensi yang muncul dalam bentuk perbuatan yang dihasilkan
secara tepat.
Afeksi artinya sikap yang muncul pada diri individu dengan tujuan pokok mencapai
hasrat dirinya.
Aktif dan pasif adalah sikap yang diperlihatkan anak saat bermain untuk mencapai
tujuannya.
Bermain artinya aktivitas sukarela karena keinginan dan kemauannya sendiri tanpa
paksaan dari orang lain.
Spontan yang berarti kegiatan bermain itu tanpa perencanaan sebelumnya.
Proses bukan pada hasil ini berarti yang menjadi sasaran dari kegiatan bermain adalah

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 337


peristiwa atau kegiatan bermain itu sendiri, bukan hasilnya.
Dengan kegiatan bermainnya itulah anak akan memperoleh
kepuasan terlepas dari bagaimana hasilnya.
Ganjaran secara intrinsik yaitu anak yang sedang bermain akan senang dan bahagia
disaat ia melakukan apa yang ingin ia lakukan. Dia tidak
mengharapkan ganjaran lain yang bersifat ekstrinsik.
Kesenangan yaitu kegiatan bermain dapat memberikan suasana afeksi yang
menyenangkan selama orang melakukannya.
Keaktifan yaitu dalam bermain anak terlibat secara aktif. Menurut Garvey (1990),
mimpi tidak dapat dikategorikan sebagai bermain, sebab
walaupun mimpi itu bersifat menyenangkan dan voluntir, tapi
pelaku mimpi itu bersifat pasif, tidak terlibat secara aktif.
Fleksibel dan choicefull maksudnya anak mempunyai kesempatan untuk memilih
permainan apa saja yang diinginkan, kadang-kadang anak
bebas berpindah-pindah dari satu kegiatan bermain ke kegiatan
bermain lainnya dalam jangka waktu yang tidak lama.
Renang artinya posisi melayang diatas permukaan air dalam waktu lama dengan
sikap yang baik.
Gaya dada adalah gerakan berenang yang memposisikan kedua lengan di depan dada
dengan kayuhan kedua kaki seperti katak.
Gaya bebas adalah gerakan berenang dengan kedua kaki memukul permukaan air
secara bergantian, posisi tangan mendorong air didalam.
Gaya punggung adalah gerakan berenang kebalikan dari gaya bebas.
Gaya kupu-kupu adalah gerakan berenang dengan posisi tubuh seperti gerakan
lumba-lumba.
Outdoor education artinya kegiatan di alam terbuka yang dibekali dengan berbagai
nilai pendidikan didalamnya. Kegiatannya bisa bersifat individu
maupun kerjasama.
Kegiatan individu artinya aktivitas yang secara bentuk dan fungsinya hanya dapat
dilakukan perorangan, seperti: flying fox, dll.
Kegiatan kelompok artinya aktivitas yang secara bentuk dan fungsinya dapat dilakukan
secara bersama-sama, seperti; team work.
Adventure artinya aktivitas di alam terbuka dengan menanamkan pencarian
pengalaman spiritual.
Zat Gizi adalah kandungan yang ada dalam makanan yang kita makan sehari-hari.
ADP adalah Adenosi dipospat

338 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


ATP adalah Adenosin tripospat
Energi adalah tenaga yang dihasilkan dari proses metabolisme di dalam tubuh.
Metabolisme adalah olahdaya didalam tubuh
Lemak endogen adalah sumber energi bagi proses katabolisme aerobik

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 339


340 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
DAFTAR PUSTAKA

Ambar S. 2008. Sport Nutrition (Ilmu Gizi Olahraga). Bandung: FPOK UPI
Kunkun KW. 1992. Gizi Olahraga. Bandung: ITB
Rusli Lutan, dkk. 1992. Manusia dan Olahraga. Bandung: ITB
Ancok, Djamaludin (2003). Outbound Management Training. Aplikasi Ilmu Perilaku dalam
Pengembangan Sumber Daya Manusia.. Yogyakarta:UII Press.
Bloom, B.S. (1976). Human Characteristics and School Learning. New York: McGraw-Hill.
Bucher, AC., & Wuest, A.D. (1995). Foundations of Physical Education and Sport. Edisi ke-
12. St. Louis: Mosby-Year Book, Inc.
Cole, M., & Cole, S. R. (1989). The Development of Children. USA: Scientific American
Books.
Depdiknas. (1999). Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Anak Umur 10-12 tahun
Jakarta. Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi.
Gagne, R.M. (1992). Principles of Instructional Design. Edisi ke-4. NewYork: Holt Rinehart
and Wiston.
Haryono Wing. 1986. Pariwisata Rekreasi dan Entertainment. Ilmu Publisher. Jakarta
Haryono Wing. 1985. Rekreasi Sekolah. FPOK IKIP Bandung
Hyland, D. A. (1990). Philosophy of Sport. Edisi ke-1. USA: Paragon House.
Sumardiyanto. (2008). Olahraga Alam Terbuka. Bandung: FPOK UPI
Badruzaman. 2007. Pembelajaran Renang. Bandung: Bahan ajar untuk mahasiswa FPOK
UPI
Corbin, BC., Dowell, JL., Lindsey R., dan Tolson, H., (1979). Concepts in Physical Education
with Laboratories and Experientis. Edisi ke-3.Iowa: Wm.C. Brown Company
Publishers.
Siedentop, D. (1990). Introduction to Physical Education, Fitness, and Sport. California:
Mayfield Publishing Company.
Muchtar, Remy. (1997). Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani di MI: Suatu Alternatif.
Makalah. Konferensi Nasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Bandung: IKIP
Bandung

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 341


Nurlan, Kusmaedi. 2000. Permainan Anak-anak dan Tradional. Jakarta: Depdiknas
Siedentop, D. (1990). Introduction to Physical Education, Fitness, and Sport. California:
Mayfield Publishing Company.
Yudha M.S. 2000. Pembelajaran Rekreasi Sekolah. Jakarta: Depdiknas
Cole, M., dan Cole Sheila, R., 1989, The Development of Children, San Diego-University of
California, Scientific American Books.
Danu, Hoedaya. 2000. Permainan Bola Basket. Jakarta: Depdiknas-Ditdasmen
Gallahue, David L., 1996. Developmental Physical Education for Today’s Children. Brown
& Benchmark Publishers. USA.
Sheda, Constance dan Small Christine, 1995, Developmental Motor Activities for Therapy,
Arizona-USA: Therapy Skill Builders
Sucipto. 2000. Permainan Sepak Bola. Jakarta: Depdiknas-Ditdasmen
Sugiyanto, 2005, Perkembangan dan Belajar Motorik. Jakarta: Universitas Terbuka
Toto, Subroto. 2000. Permainan Bola Voli. Jakarta: Depdiknas-Ditdasmen
Yudha, M.S., dan HuMIarta J.S., 2000, Perkembangan Peserta Didik, Jakarta, Depdiknas-
Ditdasmen.
Abdul Kadir, Ateng, (1992). Azas-azas dan Landasan Pendidikan Jasmani. Jakarta
Depdikbud. Ditjen Ddikti. P2LPTK.
Aip Syarifuddin, (1996), Belajar Aktif Pendidikan Jasmani dan Kesehatan untuk Sekolah
Dasar kelas I sampai dengan VI, (Jakrta: Penerbit PT. Gramedia.
Mosston, M., & Ashworth, S. (1994). Teaching Physical Education, Edisi ke-4. USA:
Macmillan College Publishing Company, Inc.
Pangrazi, P.R., & Dauer, P.V. (1992). Dynamic Physical Education for Elementary School
Children. Edisi ke-7, New York: Allyn dan Bacon.
Supardi, UA. (2008). Pembelajaran Senam. Bandung: Program Studi IKOR, FPOK
Universitas Pendidikan Indonesia.
Gallahue, David L., 1989, Understanding Motor Development: Infants, Children,
Adolescents, Edisi ke dua, Benchmark Press, Inc., USA.
Isaacs,L.D., dan Payne,V.G., 1995, Human Motor Development: A Lifespan Approach, Edisi
ke tiga, Mayfield Publishing Company, USA.
Nurhasan. 1992. Organisasi Keolahragaan. Bandung: ITB Press.
Schmidt, R.A.,1988, Motor Control and Learning: A Behavioral Emphasis, Edisi ke dua,
Champaign, IL: Human Kinetics, USA.
Winnick, P. Joseph, 1990, Adapted Physical Education and Sport, Illinois: Human Kinetics

342 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Books.
Yudha, M.S., dan Simon, M., 2006, Sistem dan Organisasi Pertandingan Olahraga, Bandung,
UPI.
Bucher, AC., & Wuest, A.D. (1995). Foundations of Physical Education and Sport. Edisi ke-
12. St. Louis: Mosby-Year Book, Inc.
Pangrazi, P.R., & Dauer, P.V. (1992). Dynamic Physical Education for Elementary School
Children. Edisi ke-7, New York: Allyn dan Bacon.
Siedentop, D. (1990). Introduction to Physical Education, Fitness, and Sport. California:
Mayfield Publishing Company.
Tinning, R. (1987). Improving Teaching in Physical Education. Australia: Deakin
University.
Yudha M. Saputra, 2000, Pembelajaran Atletik untuk SD, Jakarta, Dikdasmen, Depdikbud
Zeigler Earle F., 1964, Phylosophical Foundations for Physical, Health, and Recreation
Education, Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, New York, USA.
Bucher, AC., & Wuest, A.D. (1995). Foundations of Physical Education and Sport. Edisi ke-
12. St. Louis: Mosby-Year Book, Inc.
Pangrazi, P.R., & Dauer, P.V. (1992). Dynamic Physical Education for Elementary School
Children. Edisi ke-7, New York: Allyn dan Bacon.
Siedentop, D. (1990). Introduction to Physical Education, Fitness, and Sport. California:
Mayfield Publishing Company.
Tinning, R. (1987). Improving Teaching in Physical Education. Australia: Deakin
University.
Yudha M. Saputra, 2000, Pembelajaran Atletik untuk SD, Jakarta, Dikdasmen, Depdikbud
Zeigler Earle F., 1964, Phylosophical Foundations for Physical, Health, and Recreation
Education, Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, New York, USA.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 343


RIWAYAT HIDUP PENULIS

YUDHA M. SAPUTRA dilahirkan di Garut, 12 Maret 1963 anak


kedua dari pasangan H. Otong Ahmad Sukarta dan Hj. Imas Fatimah.
Di tahun 1989 menikah dengan Hj. Yuliasri. Jenjang pendidikan
yang pernah ditempuh mulai dari Taman Kanak-kanak hingga SLTA
diselesaikannya di Kota Kelahirannya Garut. Setelah lulus dari SDN
2 Tarogong Garut pada tahun 1976, kemudian melanjutkan studinya
ke SMPN 1 Garut yang lulus pada tahun 1979 dan SMAN 1 Garut
yang diselesaikannya pada tahun 1982. Pada tahun 1982 diajak ke
Bandung oleh Uanya (H. Undang Misdan, dosen IKIP Bandung) untuk
meneruskan pendidikan ke Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi, FPOK IKIP
Bandung (sekarang FPOK UPI) dan lulus pada tahun 1987. Alhamdulillah pada tahun 1989
diangkat menjadi PNS di lingkungan FPOK UPI hingga saat ini. Setelah mengabdi selama
6 tahun di lembaganya, tepatnya pada tahun 1995 diberi kesempatan untuk melanjutkan
studi S2 di University of Houston, USA dalam bidang Pedagogy of Physical Education dan
lulus pada tahun 1997. Pada 2001 lembaga memberinya kesempatan untuk menempuh
pendidikan S3 dalam bidang Administrasi Pendidikan di SPs UPI.
Pengalaman sebagai tenaga pengajar sejak tahun 1989 adalah: dosen FPOK UPI
dari tahun 1989-sekarang, dosen MKU Olahraga di ITB dari tahun 1990-2000; dosen
AKORIN Ciloto 1997-1999; dosen STKIP Pasundan dari tahun 1997-sekarang, dosen
Mata Kuliah Penjas pada PGSD Bumi Siliwangi UPI dari tahun 1997-2007; dosen mata
kuliah Metodologi Pembelajaran Bahasa dan Motorik di PGTK Bumi Siliwangi UPI sejak
tahun 2000-2007; dosen Perencanaan Pengajaran dan Sport Tourism di UNIGAL Ciamis
dari tahun 2000-sekarang, dosen di PGSD Kampus Sumedang dari tahun 2000-sekarang;
dosen Metodologi Pembelajaran Bahasa dan Motorik di PGTK Kampus Sumedang UPI sejak
tahun 2004-sekarang; dosen UNIMA Majalengka dari tahun 2001- sekarang; dan dosen
Universitas Trisakti dari 2004-2005. Di samping menjadi dosen, juga mendapatkan tugas
lain yaitu: Konsultan Direktorat Olahraga Masyarakat pada Ditjen Olahraga Depdiknas
dari tahun 2002-2004; Penatar Manggala Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Guru
Kelas/Agama untuk menjadi guru penjas di SD pada Dikdasmen Depdiknas dari tahun
2002-2007; Penatar Manggala Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Guru Penjas Sekolah
Luar Biasa Dikdasmen Depdiknas dari tahun 2003-2007; Penatar pada sosialisasi buku
ajar pendidikan jasmani dari SD-SLTA se Indonesia dari Dikdasmen Depdiknas dari tahun

344 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


2000-2004; konsultan Pendidikan Jasmani pada LPMP Jawa Barat dari tahun 2000-
sekarang; konsultan kurikulum SD Yayasan Mutapanin dari tahun 2000-2004; konsultan
pendidikan pada Yayasan Zamrud dari tahun 2007-sekarang; Tim perumus evaluasi
hasil PON XV tahun 2000 di Surabaya; Sosialisasi model perkembangan balita Depdiknas
Jakarta pada tahun 2003; Tim perumus strategi pembangunan keolahragaan Jawa Barat
tahun 2005-2006; Sosialisasi Rancangan Sertifikasi Tenaga Keolahragaan Menpora
pada tahun 2007; Tim perumus evaluasi hasil PON XVI tahun 2004 di Palembang; Tim
penyusun laporan Tes Fisik atlet PON Jabar dari tahun 2006-2008; Penyusun laporan
Raparprov KONI Jabar 2006 dan rencana kerja KONI Jabar tahun 2007; Penyusun laporan
Raparprov KONI Jabar 2007 dan rencana kerja KONI Jabar tahun 2008; Tim perumus
model PORPROV 2010 Jawa Barat dari tahun 2007-sekarang. Tim Penyusun Portifolio
Akreditasi Institusi UPI pada tahun 2007;
Pengalaman dalam jabatan struktural di lembaga formal maupun nonformal adalah:
Sekretaris Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FPOK UPI dari tahun 1998-
2005; Ketua Litbang PSI Jabar dari tahun 2000-2004; Ketua Litbang Ikasi Jabar dari
tahun 2001-2005; Ketua Litbang PABBSI Jabar dari tahun 2002-2007; Wakil Litbang
Indonesian Society for Adapted Physical Education (ISAPE) dari tahun 2003-sekarang;
Pengurus Indonesian Society for Physical Education and Sport (ISPES) dari tahun 2003-
sekarang; Sekretaris Forum Insan Olahraga Jawa Barat dari 2005-2006; Ketua Pelaksana
Tes Fisik atlet PON Jabar dari tahun 2006-2008; Ketua Jurusan Pendidikan Kesehatan
dan Rekreasi FPOK UPI dari tahun 2005-2007; Ketua Jurusan Pendidikan Kesehatan dan
Rekreasi merangkap Ketua Prodi IKOR FPOK UPI dari tahun 2007-sekarang; Wakil Ketua
Divisi SDM kepengurusan KONI Jabar 2006-2010; Penanggung jawab Jurnal Wisata dan
Olahraga dari tahun 2005-sekarang; Assesor Sertifikasi Profesi Guru tingkat Jawa Barat
dari tahun 2007-sekaang; Assesor BAN PT Dikti Dapdiknas dari tahun 2007-sekarang.
Sebagai Dekan FPOK UPI mulai tahun 2008 sampai sekarang.
Pengalaman mengikuti pendidikan dan pelatihan di dalam dan di luar negeri adalah
diklat Bahasa Inggris selama 5 bulan di Malang pada tahun 1995; diklat English for Student
selama 3 bulan di USA pada tahun 1995; diklat terjemahan buku ajar tingkat nasional
oleh Dikti pada tahun 2001; diklat penulisan buku ajar tingkat nasional oleh Dikdasmen
pada tahun 2004; diklat penulisan bahan ajar berbasis E-Learning pada tahun 2006.
Pengalaman mengikuti seminar, konferensi, dan lokakarya (workshop) di dalam dan
luar negeri adalah peserta International Sports Olympic Conference in Atlanta USA pada
tahun 1996; Penyaji pada International Sports Science Conference in Hongkong pada
tahun 2000; Penyaji pada International Sports Science and Physical Education Conference
in Bandung pada tahun 2002; Peserta The 4th Comparative Education Society of Asia
Biennial Conference in Bandung pada tahun 2003; Penyaji pada International Conference
on Sports and Sustainable Development in Jogya pada tahun 2003; Peserta International
Conference on Education in Malaysia pada tahun 2005; Study Banding ke Nanyang
University (National Institute of Education) pada tahun 2005; Studi Banding ke UTM,

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 345


UiTM, UPSI Malaysia pada tahun 2006; Penyaji pada International Conference of Sport
Industry in Bandung pada tahun 2006; Studi Banding ke New South Weals University
Australia pada tahun 2007; Penyaji pada International Conference of Longlife Learning
(ICLL) di UKM Malaysia 2007; Penyaji pada Seminar dan Lokakarya Peningkatan Mutu
Pembelajaran berbasis Riset Bandung pada tahun 2008.
Pengalaman meneliti yang sudah dipublikasi pada beberapa jurnal adalah Pengaruh
Strategi Pembelajaan Deduktif dan Induktif terhadap Peningkatan Kemampuan
Memecahkan Masalah pada Anak SD dipublikasikan pada Jurnal PGSD Sumedang tahun
2001; Pengaruh Gaya Mengajar Resiprokal dan Eksplorasi terhadap Peningkatan Gerak
Dasar Siswa SD dipublikasikan pada Jurnal Depdiknas tahun 2002; Profil Guru Pendidikan
Jasmani SD di Kota Bandung dipublikasikan pada Jurnal Universitas Banjarmasin tahun
2003; Reformasi Manajemen Perguruan Tinggi dipublikasikan pada Jurnal Unsyiah
NAD tahun 2004; Analisis Kecenderungan Manajemen Waktu Luang di Kota Bandung
dipublikasikan pada Jurnal Wisata dan Olahraga tahun 2005; Faktor-faktor Strategik yang
mempengaruhi Kinerja Guru Penjas dipublikasikan pada Jurnal Wisata dan Olahraga
tahun 2006; Pengembangan lapangan kerja lulusan jurusan pendidikan kesehatan dan
rekreasi melalui kerjasama pemasaran sport tourism dengan pusat kegiatan olahraga di
Kota Bandung dipublikasikan pada Jurnal Depdiknas tahun 2007; Kontribusi supervisi
dan fasilitas terhadap kinerja guru pendidikan jasmani sekolah dasar di Kota Bandung.”
Pada tahun 2007; Pemberdayaan perempuan lanjut usia melalui perubahan pola
hidup pada tahun 2007 dipublikasikan pada Bazar Hasil Penelitian UPI tahun 2007;
Pengembangan industri olahraga terpadu menuju kemandirian dan kemapanan pada UPI
BHMN dipublikasikan pada Jurnal Penelitian Pendidikan UPI tahun 2007.
Pengalaman dalam penulisan buku dan bahan ajar sebagai berikut: Pembelajaran
Atletik untuk SD yang diterbitkan oleh Depdiknas pada tahun 2001; Pembelajaran Atletik
untuk SLTP yang diterbitkan oleh Depdiknas pada tahun 2001; Pembelajaran Atletik
untuk SLTA yang diterbitkan oleh Depdiknas pada tahun 2002; Model Olahraga Rekreasi
yang diterbitkan oleh Depdiknas pada tahun 2002; Model Pengembangan Motorik Anak
TK yang diterbitkan oleh Depdiknas pada tahun 2002; Supervisi Pendidikan Jasmani
yang diterbitkan oleh Depdiknas pada tahun 2003; Olahraga Masyarakat yang diterbitkan
oleh Depdiknas pada tahun 2003; Pembelajaran Permainan Bola Tangan anak SDLB
yang diterbitkan oleh Depdiknas pada tahun tahun 2003; Pembangunan Olahraga Jawa
Barat yang diterbitkan oleh Pemda Jabar pada tahun 2003; Pembelajaran Kooperatif
untuk Pengembangan Keterampilan Anak TK yang diterbitkan oleh Depdiknas pada
tahun 2005; Pembangunan Olahraga Jabar menuju Provinsi Termaju pada tahun 2010
yang diterbitkan oleh Pemda Jabar pada tahun tahun 2005; Revitalisasi Pemberdayaan
Perempuan dalam Pembangunan yang diterbitkan oleh Pemda Jabar pada tahun 2005.
Pembelajaran dan Perkembangan Motorik yang diterbitkan oleh UT Jakarta pada tahun
2006; Bahan Belajar Mandiri (BBM) Pendidikan Jasmani dan Olahraga yang diterbitkan
oleh UPI pada tahun 2007.

346 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Penghargaan yang pernah diterima adalah menjadi tahun 2008 Dosen Teladan
ke I tingkat Fakultas, Dosen teladan ke III tingkat Universitas di lingkungan UPI tahun
2008; Menjadi Peneliti Terbaik ke IV di lingkungan UPI pada tahun 2002; Mendapat
penghargaan Satia Lancana Pengabdian 10 tahun dari UPI pada tahun 2004; Mendapat
penghargaan Satia Lancana Pengabdian 10 tahun dari Presiden RI pada tahun 2005.
Mendapat penghargaan Satia Lancana Pengabdian 20 tahun dari Rektor UPI pada tahun
2011. Penghargaan sebagai Juara Tenis antar dosen LPTK CUP se Indonesia di Manado
tahun 2011.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 347


348 Konsep Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan