Anda di halaman 1dari 15

KLASIFIKASI BERMAIN

Bermain dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu berdasarkan isi permainan dan
berdasarkan klasifikasi sosialnya.
Menurut isi permainan, bermain dibagi menjadi enam jenis yaitu :
1. Social of Affective Play
Sosial affective play : hub interpersonal yg menyenangkan antara anak dgn orla (EX : ciluk Baa.
Dalam permainan ini, anak belajar memberi respon terhadap stimulus yang diberikan
olehlingkungan.
Contoh : Orang tua mengajak bermain ciluk baa, maka anak memberi respon tertawa, tersenyum.
2. Sense of Pleasure Play
Sense of pleasure play : permaianan yg sifatnya memberikan kesenangan pada anak (EX : main
air dan pasir. Anak memberi perhatian, menstimulasi indera mereka dan memperoleh
kesenangan dari objek yang ada di sekitarnya. Objek tersebut seperti : cahaya, warna, rasa,
aroma, tekstur, dan konsistensi dari suatu benda. Kesenangan tersebut dapat diperoleh dengan
memegang objek tersebut.Contoh : anak bermain boneka yang mengeluarkan suara apabila di
goyang.
1. Skill Play
Skiil play : permainan yg sifatnya memberikan keterampilan pada anak (EX: naik sepeda).
Permainan ini memberi kesempatan pada anak untuk belajar keterampilan tertentu dan anak akan
belajar secara berulang-ulang. Contoh : anak belajar memegang sendok berukuran kecil.
2. Unoccupied behaviour
Unoccupied behaviour: anak tidak memainkan alat permainan tertentu, tapi situasi atau objek
yang ada disekelilingnya , yg digunakan sebagai alat permainan (EX : jinjit jinjit, bungkuk-
bungkuk, memainkan kursi, meja dsb).Anak tidak bermain scara penuh, namun hanya berfokus
sebentar pada hal-hal yang menarik perhatiannya. Contoh : anak memukul-mukul meja atau
kursi yang dilewatinya.
3. Dramatic Play
Dramatik Role play : anak bermain imajinasi/fantasi (EX : dokter dan perawat)
Anak berfantasi dengan menjalankan peran tertentu yang mereka lihat dalam kesehariannya.
Contoh : anak bermain sebagi dokter, atau bermain dagang-dagangan.
4. Games
Games : permaianan yg menggunakan alat tertentu yg menggunakan perhitungan / skor (EX :
ular tangga). Anak memilih jenis permainan apakah permainan yang melibatkan orang lain atau
anak bermain sndiri. Contoh : anak bermain puzzel gambar atau menyusun lego.
Isi permainan terutama meliputi aspek bermain fisik, meskipun hubungan social tidak dapat
diabaikan, kecendrungannya dari sederha ke kompleks:
a. Permainan Sosial-Afektif
Permainan ini membuat bayi merasakan kesenanga dalam berhubungan dengan orang lain.
Berbagai cara yang dilakukan orang dewasa yang bisa membuat bayi berespon (seperti bicara,
menyentuh, mencium) membuat bayi segera belajar menstimulasi emosi dan merespon orang
tua dengan cara tersenyum, mengeluarkan suara, memulai permainan, dan aktifitas.
b. Permainan Rasa-senang
Merupakan pengalaman stimulasi nonsosial yang muncul begitu saja. Objek dalam lingkungan
seperti sinar, warna, rasa, bau, dan tekstur menarik perhatian anak, merangsang indra mereka dan
memberikan kesenangan. Pengalaman rasa senang berasal ari memegang bahan mentah seperti
air, gerakan tubuh seperti diayun, dan dari pengalaman lain yang menggunakan indra dan
kemampuan tubuh.
c. Permainan keterampilan
Bayi yang telah mampu menggenggam dan memanipulasi, mereka akan menunjukkan dan
melatih kemampuan yang baru mereka kuasai secara terus-menerus dan berulang-ulang.
Kemuadian anak akan bertekad untuk berhasil menunjukkan keterampilan sulit yang
menimbulkan nyeri dan frustasi, misalnya belajar naik sepeda.
d. Perilaku unoccupied
Anak tidak bermain, tetapi memfokuskan perhatian mereka pada hal yang menarik. Misalnya
dengan melamun, memainkan pakian, atau berjalan tampa tujuan.
e. Permainan dramatic (simbolik) atau pura-pura
Permainan ini dimulai pada usia bayi akhir (11-13 bulan) dan merupakan permainan dominan
pada anak usia prasekolah (3-6 tahun). Pada tahap ini anak mulai memaknai situasi, manusia,
dan dunia. Mainan anak, dan replica benda-benda dapat dijadikan sebagai media untuk
memerankan aktivitas orang dewasa misalnya memerankan perang oarng-orang di rumahnya,
berperan memakai telepon, menaiki mobil-mobilan, bahkan bisa berkembang pada aspek diluar
rumah seperti memerankan peran guru, dokter, perawat dan lain-lain. Aktitas orang dewasa yang
mereka perankan terkadang membuat mereka bingung dan stress. Anak yang lebih besar
menjalankan tema tertentu, memerankan sebuah cerita, dan menyusun drama itu sendiri.
f. Permainan Game
Permainan yang dlakuakn seorang anak bisa sendirian saja ataupun dengan orang lain. Aktifitas
soliter mencangkup permainan yang dimulai ketika anak yang masih sangat kecilberpartisipasi
dalam aktifitas repetitive dan berlanjut ke permainan yang lebih rumit yang menatang
keterampilan mendiri mereka, seperti menata Puzzle dan bermain kartu. Anak yang sangat muda
berpartisispasi dalam permainan imitative sederhana seperi “petak umpet”. Anak prasekolah
belajarmenikmati permainan formal yang dimulai dengan permainan pertahanan diri yang ritual
dimainkan seperti permainan ring-a-rosy and London Bridge. Anak prasekolah tidak terlibat
dalam permainan kompetitif sebab mereka tidak suka dengan kekalahan, akan curang untuk
mendat kemenangan, akan berusaha mengubah aturan main, membuat berbagi pengecualian dan
kesempatan untuk dirinya. Anak usia sekolah menikmati permainan yang kompetitif seperti
bermain catur, dan baseball.
KLASIFIKASI BERMAIN MENURUT SOSIAL:
1. Onlooker Play
Onlooker play : anak hanya mengamati temannya yg sedang bermain, tanpa ada inisiatif utk ikut
berpartisifasi dlm permainan(EX : Congklak).
Anak hanya mengamati hal yang menarik perhatiannya tanpa mau terlibat atau anak hanya
menjadi penonton yang aktif. Contoh : anak mengamati anak-anak lain bermain sepeda.
2. Solitary Play
Solitary play : anak tampak berada dlm klp permaianan, tetapi anak bermain sendiri dgn alat
permainan yg dimilikinya. Anak asyik bermain sendirian, namun terdapat anak lain dengan
mainan yang berbeda tetapi dalam area yang sama.
3. Parallel Play
Parallel play : anak menggunakan alat permaianan yg sama, tetapi antara satu anak dgn anak lain
tidak terjadi kontak satu sama lain sehingga antara anak satu dgn lainya tida ada sosialisasi. Jenis
permainan ini biasanya dilakuan oleh toddler atau balita, dimana masing-masing anak memiliki
mainan yang sama, berada dalam satu area, namun tidak ada interaksi dan tidak saling
bergantung pada anak.
Contoh : anak mengamati anak-anak lain bermain sepeda.
4. Assosiative Play
Associative play : permeianna ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dgn anak lain, tetapi
tidak terorganisasi, tidak ada pemimpin.
Merupakan tipe bermain dimana anak bermain dalam kelompok, dengan aktivitas yang sama,
dapat saling meminjamkan mainan, tetapi belum teorganisir dengan baik. Anak bermain sesuai
keinginan masing-masing. Contoh : anak bermain robot-robotan, mobil-mobilan, anak bermain
masak-masakan.
5. Cooperatif Play
Cooperative play : aturan permainan dlm klp tampak lebih jelas pada permaiann jenis ini, dan
punya tujuan serta pemimpin (EX : main sepak bola). Merupakan tipe bermain dimana anak
bermain dalam kelompok dengan permainan yang terorganisir, terencana dan ada aturan tertentu.
Contoh : anak bermain petak umpet.
Menurut karakter Sosial Permainan:
Interaksi permainan pada masa bayi adalah antara anak dan orang dewasa. Selanjutnya
interaksi dengan teman sebaya menjadi hal yang penting dalam sosialisasi. Bayi yang egosentris
dan toddler (usia 1-3 tahun) tidak menoleransi penolakan atau penundaan, serta campur
tangan.anak usia 5-6 tahun, mampu kompromi dan panengah perselisihan. Tipe-tipe
permainannya yaitu:
a. Permainan pengamat
Anak memperhatikan aktifitas dan interaksi anak lain dengan minat aktif tampa terlibat dan
berpartisipasi.
b. Permainan tunggal
Anak bermain sendiri dengan mainan yang berbeda dengan anak yang lain ditempat yang sama.
Mereka asik sendiri tampa berniat mendekati atau berbicara dengan anak yang lain.
c. Permainan parallel
Anak bermain secara mandiri diantara anak-anak lain dengan mainan yang sama. Mereka tampak
kimpak, tetapi tidak saling mempengaruhi, t idak ada assosiasi kelompok, dan tidak bermain
bersama
d. Permianan assosiatif
Anak bermain bersama, mengerjakan aktifitas serupa dan sama, tetapi tidak ada organisasi,
pembagian kerja, penetapan pemimpin, atau tujuan bersama. Anak meminjam dan meminjami
material permainan, saling mengikuti dengan mengendarai wangon, dan sepeda roda tiga.
Kadang mengontrol siapa yang boleh bergabung dan siapa yang tidak boleh bergabung dalam
kelompok itu.
e. Permainan cooperative
Anak bermain secara berkelompok, mendiskusikan dan merencanakan aktifitas untuk
pencapaian akhir. Terdapat rasa saling memiliki dan tidak memiliki yang nyata. Tujuan dan
pencapaiannya memerlukan pengorganisaian aktifitas, pembagian kerja dan peran bermian.

BENTUK-BENTUK PERMAIANAN BERDASARKAN KELOMPOK USIA :

A. Umur 1 bulan (sense of pleasure play).


- Visual :dpt melihat dgn jarak dekat
- Audio : berbicara dgn bayi
- Taktil : memeluk, menggendong
- Kinetik : naik kereta, jalan-jalan.
B. . Umur 2-3 bln
- Visual : memberi objek terang,membawa bayi keruang yang berbeda .
- Audio :berbicara dgn bayi,memyanyi
- Taktil : membelai waktu mandi, menyisir rambut.
C. Umur 4-6 bln
- Visual : meletakkan bayi didepan kaca, memebawa bayi nontong TV.
- Audio : mengajar bayi berbicara, memanggil namanya, memeras kertas.
- Kinetik : bantu bayitengkurap, mendirikan bayi pada paha ortunya.
- Taktil : memberikan bayi bermain air.
D. Umur 7-9 bln
- Visual : memainkan kaca dan membiarkan main dgn kaca serta berbicara sendiri.
- Audio : memanggil nama anak, mngulangi kata-kata yg diucapkan seperti:mama,papa
- Taktil : membiarkan main pada air mengalir.
- Kinetik : latih berdiri, merangkap, latih meloncat.
E. Umur 10-12 bln
- Visual : Memperlihatkan gambar terang dlm buku.
- Audio : membunyikan suara binatang tiruang, menunjukkan tubuh dan menyebutnya.
- Taktil : membiarkan anak merasakan dingin dan hangat, membiarkan anak merasakan
angin.
- Kinetik : memberikan anak mainan besar yg dapat ditarik atau didorong, seperti:sepe
da atau kereta
- Kinetik : latih berdiri, merangkap, latih meloncat.
F. Umur 2-3 tahun
- Paralel play dan sollatary play
- Anak bermain secara spontan, bebas, berhenti bila capek, koordinasi kurang (sering
merusak mainan
- Jenis mainan :boneka,alat masak,buku cerita dan buku bergambar.
- Associative play , dramatik play dan skill play.
- Sudah dapat bermain kelompok
- Jenis mainan : roda tiga, balok besar dgn macam-macam ukuran.
H. Usia sekolah
- Cooperative play
- Kumpul prangko, olra.
I. Masa remaja
- Anak lebih dekat dgn kelompok
- Olra, musik,komputer, dan bermain drama
Rumus HPHT
Tulis tanggal, bulan, dan tahun HPHT menggunakan angka

Untuk hari ditambah 7


Untuk bulan dikurang 3
untuk tahun ditambah 1.

Contoh

Tulis HPHT menggunakan angka


10-10-2013
Lalu tulis rumus ini dibawahnya +7 -3 +1

10 10 2013 (10 Oktober 2013)


+7 -3 +1 ( RUMUS )
Hasilnya: 17 7 2014
Maka HPL nya pada tanggal 17 Juli 2014 bund..

Bagaimana andai bulan tidak bisa dikurang 3?


Contohnya HPHT tanggal 5 Januari 2014
caranya:
Tulis HPHT dan rumus dibawah HPHT seperti contoh di atas!

5 1 2014
+7 -3 +1

Untuk tanggal, jumlahkan seperti biasa, karena bulan 1 tdk bisa dikurangi 3, berarti harus pinjam
tahun (2014-1). Karena sudah pinjam 1 tahun (12 bulan), berarti untuk januari bisa ditambah 12
bulan (1+12), yaitu sama dengan 13. Hitungannya menjadi seperti ini:
5 (1+12) (2014-1)
+7 -3 +1

Jadi:
5 13 2013
+7 -3 +1
Hasilnya: 12 10 2014
Maka HPL pada tanggal 12 Oktober 2014

Rumus HPL
setelah mengetahui HPHT, maka rumus penghitungan HPL adalah:

HPL= HPHT + 7hari – 3 bulan

Contoh, pada saat hamil Syifa , HPHT adalah tanggal 26 November.


Jadi HPL = 26+7= 3 Desember
lalu dikurang 3 bulan = 3 September.

Hitungan kalender (Rumus Naegele)


Sebelum Anda mulai menghitung usia kehamilan Anda menggunakan cara ini, Anda
harus tahu dulu siklus haid Anda. Hal ini dikarenakan menghitung menggunakan cara
ini biasanya digunakan pada wanita dengan siklus haid yang teratur seperti setiap 28
hari atau 30 hari. Hal yang pertama Anda perlu lakukan adalah mengetahui hari
pertama haid terakhir Anda atau biasa disingkat dengan HPHT.
Kemudian caranya adalah :

1. Tanggal HPHT ditambah 7 (+7)


2. Bulan HPHT dikurang 3 (-3)
3. Tahun HPHT (+1)

Contoh :

1. HPHT 16 Agustus 2017


2. Tanggal HPHT 16+7 = 23
3. Bulan HPHT 8 -3=5
4. Tahun HPHT 2017+1=2018
5. Maka hari perkiraan lahir adalah 23 Mei 2018

Namun jika bulan HPHT tidak bisa dikurangi, seperti Januari (1-3=?) Maka cukup
dengan bulan HPHT ditambah 9 tanpa tahun ditambah.

1. Tanggal HPHT ditambah 7 (+7)


2. Bulan HPHT ditambah 9 (+9)
3. Tahun HPHT tetap

Contoh :

1. HPHT 20 Januari 2017


2. Tanggal HPHT 20+7=27
3. Bulan HPHT 1+9=10
4. Tahun HPHT 2017
5. Maka hari perkiraan lahir adalah 27 Oktober 2017

Lalu bagaimana dengan usia kandungan. Cukup dengan menambahkan HPHT Anda.

Misal :

HPHT 16 Agustus 2017 maka bulan pertama kelahiran adalah 16 September 2017.
Jika siklus haid Mama teratur teratur (per 28 hari atau 30 hari umumnya),
Mama dapat menghitung HPL menggunakan rumus Neagele berikut:

(tanggal HPHT + 7), (bulan pada saat haid terakhir - 3), (tahun pada saat
haid terakhir +1)

Contoh: Mama terakhir kali menstruasi pada 18 November 2017.


Maka, perhitungannya menjadi:
(18 + 7), (11 – 3), (2017 + 1) = 25, 8, 2018
Jadi, HPL Mama adalah 25 Agustus 2018.

Dari HPL ini Mama dapat menghitung usia kehamilan per tanggal 25.
Misalnya, pada 25 Desember 2017, usia kehamilan Mama adalah 6 minggu
atau 1 bulan, dan seterusnya.

Jika HPHT Mama terjadi di bulan yang tidak bisa dikurangi 3 (Januari –
Maret), maka bulan cukup ditambah 9, sedangkan tahunnya tetap.
Contoh: Mama terakhir kali menstruasi pada 6 Februari 2018.
Maka, perhitungannya menjadi:
(6 + 7), (2 + 9), (2018) = 13, 11, 2018
Maka, HPL Mama adalah 13 November 2018.
Seringkali, Mama yang baru saja menikah dan langsung dikaruniai anak, akan
disangka mengalami MBA (Married by Accident) karena umur kehamilan
dengan tanggal pernikahan terlampau dekat.
Hal ini dikarenakan, penghitungan kehamilan memang dihitung dari tanggal
terakhir menstruasi.
Jika bukan dihitung dari tanggal terakhir menstruasi, umur kehamilan akan
sulit di perhitungkan karena kita tidak pernah tahu kapan pembuahan
tepatnya terjadi di dalam rahim.
Maka dari itu, ilmu kedokteran menganggap paling tepat adalah menghitung
dari HPHT.
Memperkirakan berat badan ideal anak dan bayi secara mandiri
Berikut adalah beberapa rumus untuk memperkirakan tinggi tubuh dan berat badan
ideal anak dan bayi Anda secara mandiri:
Usia 3 hingga 12 bulan:
Berat badan anak (dalam kg) = (Usia dalam bulan + 9) : 2
Usia 1 hingga 6 tahun:
Berat badan ideal (dalam kg) = (Usia dalam tahun x 2) + 8
Usia 7 hingga 12 tahun:
berat badan idealnya (dalam kg) = (Usia dalam tahun) x 7 – 5) : 2
Rumus menghitung tinggi badan ideal bayi dan anak-anak

 Bayi baru lahir: sekitar 50 cm


 Bayi hingga 1 tahun: 1,5 x tinggi badan saat lahir
 Umur 4 tahun: 2 x tinggi badan saat lahir
 Umur 6 tahun: 1,5 x tinggi badan pada usia 1 tahun
 Umur 13 tahun: 3 x tinggi badan saat lahir
 Untuk anak di atas 13 tahun dan orang dewasa: 3,5 x TB lahir (2 x tinggi badan saat usia 1
tahun)

 Anda juga bisa gunakan rumus berikut untuk anak usia 2-12 tahun:
 Tinggi ideal = (Usia dalam tahun x 6) + 77
 Sekali lagi, angka-angka di atas hanyalah sebagai tolak ukur tinggi tubuh dan
berat badan ideal bayi dan anak Anda.
 Gunakanlah grafik pada kartu KMS untuk melihat batasan berat badan ideal bayi
dan anak Anda.
Cara menghitung masa subur pada perempuan dengan siklus haid teratur
Cara menghitung masa subur dengan kalender maupun online bisa jadi cara praktis
dan mudah bagi Anda. Perhitungan dimulai pada hari pertama menstruasi, saat dinding
rahim meluruh dan menjadi darah. Pada masa menstruasi, sel telur akan berkembang
di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur
tersebut. Peristiwa ini disebut ovulasi.

Ovulasi terjadi sekitar 12-16 hari sebelum menstruasi. Masa subur terjadi 5-6 hari
sebelum masa ovulasi. Jelasnya, rata-rata perempuan mengalami masa subur antara
hari ke 10 hingga hari ke 17 setelah hari pertama menstruasi.

Yang menjadi tantangan adalah pada umumnya lama masa menstruasi perempuan
bisa berubah dari waktu ke waktu. Keadaan ini membuat ovulasi dapat berbeda
sepekan lebih cepat atau lebih lambat pada periode selanjutnya.

Di sisi lain, selain proses ovulasi, kehamilan sangat ditentukan oleh proses sperma
menjangkau sel telur. Agar dapat hamil, sel telur yang telah matang ini harus dibuahi
dalam waktu 12 - 24 jam.

Pendeknya periode 12-14 jam waktu sel telur harus dibuahi membuat pentingnya
mendeteksi di hari-hari apakah perempuan berada pada posisi paling subur. Umumnya
untuk dapat benar-benar mengerti masa subur, harus menghitung berdasarkan catatan
dan analisis menstruasi selama paling tidak 8 bulan terakhir.

Bagi Anda dengan siklus menstruasi teratur, cara menghitung masa subur mudah saja.
Cukup kurangi hari pertama haid yang berikutnya dengan 14 dan ketemulah masa
suburnya.

Misalkan saja Anda mulai tanggal 2 Juli, tambahkan dengan 28, dan itu adalah hari
pertama haid Anda berikutnya. Jadi 30 Juli. Setelah itu kurangi 30 dengan 14, dan
ketemulah masa subur Anda. 30 - 14 = 16, maka masa subur Anda tanggal 16 Juli.

Siklus menstruasi pada perempuan dapat dibagi menjadi 3 fase :

1. Masa menstruasi

Pada hari pertama siklus Anda, endometrium (rahim) mulai luruh. Anda mengetahuinya
sebagai menstruasi. MAsa menstruasi normal bisa berlangsung 4-6 hari. Sebagian
besar kehilangan darah saat menstruasi berlangsung pada 3 hari pertama. Ini adalah
saat Anda merasakan atau mengalami kram di panggul, kaki, dan punggung Anda.
Kram merupakan tanda rahim Anda berkontraksi, membantu endometrium meluruhkan
darah.

2. Fase folikular

Selama fase folikular, foliker telur pada ovarium siapa melepaskan telur. Biasanya, satu
telur dilepaskan setiap siklusnya. Proses ini bisa memakan waktu yang sebentar atau
lama dan memainkan peran penting pada berapa lama siklus Anda. Pada saat
bersamaan, rahim mulai menumbuhkan endometrium baru untuk mempersiapkan
kehamilan.

3. Fase luteal

Fase ini dimulai pada saat ovulasi, saat di mana telur dilepaskan dari folikel telur di
ovarium. Hal ini bisa terjadi kapan saja dari hari ke 7 sampai hari ke 22 dari siklus
menstruasi yang normal. Jika sel telur dibuahi oleh sperma dan kemudian menempel
pada endometrium, kehamilan dimulai. Jika sel telur tidak dibuahi, endometrium akan
luruh.

Semakin Anda mengerti keadaan tubuh Anda sendiri, maka akan semakin mudah Anda
mengetahui jika ada sesuatu yang berbeda atau salah. Tidak hanya itu saja, dengan
berubahnya masa menstruasi Anda bisa jadi merupakan gejala dari beberapa penyakit
yang biasa terjadi pada perempuan, beberapa tidak terkait dengan organ reproduksi.

Bila siklus menstruasi yang teratur menjadi tidak teratur, ini bisa saja mengindikasikan
masalah hormon dan atau tiroid, masalah fungsi hati, masalah usus besar, diabetes,
atau penyakit kesehatan lainnya.

Saat perempuan sering melewatkan masa menstruasinya atau masa menstruasi


berubah-ubah, bisa jadi dikarenakan kebiasaan hidup yang berubah atau
karena berat badan bertambah atau berkurang, atau bisa saja karena mengalami
tingkat stres yang tinggi.

Cara menghitung masa subur haid tidak teratur pada perempuan


Cara menghitung masa subur pada perempuan dengan siklus haid teratur tentu
berbeda dengan cara menghitung pada perempuan dengan siklus haid tidak teratur.
Bagi Anda yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, cara menentukan masa
suburnya agak sedikit rumit, karena harus mengetahui siklus menstruasi minimal 6
bulan terakhir.
Satu siklus menstruasi dihitung dari hari pertama Anda menstruasi sebelumnya sampai
dengan hari pertama Anda menstruasi berikutnya. Setelah itu, hitung dengan cermat
berapa jumlah hari dan masing-masing siklus menstruasi Anda selama 6 kali berturut-
turut dan kemudian lihat berapa hari siklus terpanjangnya dan berapa hari juga siklus
terpendeknya.

Misal siklus menstruasi Anda selama 6 bulan berturut-turut adalah 29 hari, 31 hari, 27
hari, 28 hari, 26 hari, 30 hari. Dengan melihat contoh tersebut, maka siklus haid
terpendek adalah 26 hari dan siklus terpanjang 31 hari. Sampai di sini Anda sudah bisa
mengetahui masa subur Anda sendiri.

Anda dapat menghitung masa subur sebagai berikut :

Ketahui siklus terpendek Anda. Misal: 26 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Hasilnya:
6. Angka ini adalah hari pertama saat Anda berada pada posisi paling subur.

Ketahui siklus terpanjang Anda. Misal: 31 hari. Kurangi angka ini dengan angka 11.
Hasilnya: 20. Angka ini adalah hari terakhir saat Anda paling subur.

Cara Mudah Menghitung Masa Subur Wanita dengan Tepat

Masa subur atau yang juga disebut sebagai masa ovulasi, adalah suatu fase dalam siklus
menstruasi seorang perempuan dimana sel–sel telur sudah siap untuk dibuahi dan berpeluang
besar untuk terjadinya kehamilan.

Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui masa subur, jika sedang merencanakan
kehamilan, terutama bagi perempuan yang mengalami masalah sulit hamil. Sebab
berhubungan intim pada masa subur merupakan salah satu upaya yang tepat agar
kemungkinan hamil terjadi lebih besar dari hari hari lainnya.

Berikut ini adalah cara mudah menghitung masa subur dan juga tips bagaimana menentukan
masa subur agar dapat merencanakan kehamilan dengan tepat.

Berikut ini adalah cara menghitung masa subur secara sistematis yang bisa Ibu terapkan
dengan mudah :

1. Menghitung Masa Subur dengan Siklus Haid Teratur

Untuk Ibu yang memiliki siklus haid terartur, yakni 28 hari, maka masa subur biasanya jatuh
pada hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid sebelumnya. Misalnya, Ibu
mengalami haid pada tanggal 4 Februari, maka pada tanggal 4 Februari tersebut dihitung
sebagai hari ke-1. Maka hari ke-10 jatuh pada tanggal 13 Februari dan hari ke-17 jatuh pada
tanggal 16 Februari. Jadi masa subur Ibu terjadi sejak tanggal 13 – 16 Februari.
2. Menghitung Masa Subur dengan Siklus Haid Tidak Teratur

Jika Ibu memiliki siklus haid yang tidak teratur, Ibu memerlukan penghitungan yang agak sedikit
rumit. Ibu harus mengingat dengan teliti akan siklus haid yang Ibu alami selama 6 bulan
terakhir. Setelah itu Ibu harus tentukan siklus haid terpendek dan terpanjang yang dialami Ibu
selama 6 bulan terakhir tersebut. Untuk siklus terpanjangnya Ibu bisa kurangi siklus haid
dengan 11, dan hasilnya adalah hari subur terakhir pada siklus haid terakhir Anda. Sedangkan
untuk siklus terpendek, Ibu bisa kurangi siklus haid dengan 18 dan Ibu akan mendapatkan hari
pertama masa subur Anda pada bulan tersebut.

Misalnya, Ibu mengalami menstruasi dengan masa siklus terpendek 26 hari dan siklus
terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya).

26 - 18 = masa subur Ibu jatuh pada hari ke-8

32 -11 = masa subur Ibu jatuh pada hari ke-21

Jika Ibu masih bingung bagaimana cara menghitungnya, Ibu pun juga bisa menggunakan
beberapa indikator lewat perubahan yang terjadi pada tubuh Ibu, seperti :

 Pada masa subur, suhu tubuh Ibu akan naik sedikit di atas suhu tubuh normal.
 Rasa nyeri ringan hingga berat pada perut atau salah satu bagian punggung bisa juga
dijadikan indikator untuk membantu mendeteksi masa subur
 Saat masa subur, Ibu akan merasa jauh lebih bergairah dan lebih bersemangat
 Ibu akan menemukan lendir mulai dari yang kental, basah, hingga yang kental, semi-
transparan, seperti putih telur mentah. Ini menunjukkan adanya perubahan kadar hormon
estrogen pada tubuh, yang juga menjadi pertanda ovulasi segera terjadi.

Menghitung Sendiri Masa Subur


Sel telur harus dibuahi dalam waktu 12–24 jam setelah ovulasi. Karena itulah, penting untuk
mendeteksi di hari-hari apakah wanita berada pada kondisi paling subur. Umumnya, masa
subur ini dihitung berdasarkan catatan dan analisis siklus haid selama setidaknya 8 bulan
terakhir.
Perkiraan masa subur dapat dihitung dengan rumus berikut:

 Ketahui siklus terpendek Anda. Misal: 27 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Hasilnya: 9.
Angka ini adalah hari pertama saat Anda berada pada posisi paling subur.
 Ketahui siklus terpanjang Anda. Misal: 30 hari. Kurangi angka ini dengan angka 11.
Hasilnya: 19. Angka ini adalah hari terakhir saat Anda paling subur.

Dengan demikian jika siklus Anda rata-rata adalah 27–30 hari, maka Anda akan paling subur
pada hari ke-9 hingga 19.
Indikator Masa Subur Wanita Setelah Haid
Untuk semakin memperkuat prediksi hari paling subur, Anda dapat menggunakan beberapa
indikator lain, seperti:

 Meningkatnya suhu basal tubuh


Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari. Suhu normal adalah
35,5–36.6 derajat C Namun jika suhu tubuh Anda naik sedikit lebih tinggi dari angka
tersebut, ini dapat berarti Anda sedang mengalami ovulasi.
 Adanya lendir dari mulut rahim
Lendir yang keluar dari mulut rahim dapat memiliki konsistensi encer hingga Perubahan
lendir ini menunjukkan perubahan kadar hormon estrogen pada tubuh, yang juga
menjadi pertanda apakah ovulasi segera terjadi. Pada masa subur, lendir ini berwarna
bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah. Cairan inilah yang akan
memperlancar dan melindungi jalannya sperma menuju rahim untuk bertemu sel telur.
 Nyeri ringan hingga berat pada perut atau salah satu bagian punggung
Beberapa wanita merasakan hal ini di sekitar masa ovulasi. Rasa sakit ini dapat juga
dijadikan salah satu tanda untuk membantu mendeteksi masa subur.
 Perasaan lebih bergairah
Sebagian wanita merasakan lebih bergairah, lebih bersemangat, dan lebih mudah
bersosialisasi saat mengalami masa subur.

Memahami Masa Subur Wanita


 Kapan dimulainya masa haid? Haid dimulai pada hari pertama saat dinding rahim
meluruh dan keluar bersama darah dari vagina. Pada masa haid, sel telur akan
berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan
sel telur tersebut, peristiwa ini disebut ovulasi.
 Kapan ovulasi terjadi? Umumnya, ovulasi terjadi sekitar 12–14 hari sebelum hari
pertama haid selanjutnya. Sebenarnya, hari ketika terjadi ovulasi bergantung pada siklus
haid Anda. Jika siklus Anda pendek, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi dapat terjadi
hanya beberapa hari setelah haid berakhir. Jadi, waktu ovulasi bisa berbeda pada tiap
wanita. Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui siklus haid Anda agar dapat
memperkirakan waktu ovulasi.
 Jadi, kapan masa subur wanita? Masa subur Anda berkisar di sekitar waktu ovulasi,
kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi. Umumnya, masa subur wanita adalah 12–16
hari sebelum masa haid berikutnya. Dalam kata lain, rata-rata wanita mengalami masa
subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid terakhir. Hal
tersebut berlaku bagi wanita yang mempunyai siklus haid teratur 28 hari. Namun, bila
siklus Anda berbeda, Anda dapat mempelajari dan menghitung kapan masa subur
Anda.
 Hal yang menjadi tantangan adalah lama masa haid wanita bisa berubah dari waktu ke
waktu, biasanya berlangsung 2-7 hari. Kondisi ini membuat ovulasi dapat berbeda
sepekan lebih cepat atau lebih lambat dibanding periode sebelumnya.
 Selain proses ovulasi, kehamilan juga sangat ditentukan oleh proses sperma
menjangkau sel telur. Agar dapat hamil, sel telur yang telah matang ini harus dibuahi
dalam waktu 12 hingga 24 jam.
Menghitung Sendiri Masa Subur
 Sel telur harus dibuahi dalam waktu 12–24 jam setelah ovulasi. Karena itulah, penting
untuk mendeteksi di hari-hari apakah wanita berada pada kondisi paling subur.
Umumnya, masa subur ini dihitung berdasarkan catatan dan analisis siklus haid selama
setidaknya 8 bulan terakhir.

Setelah mengetahui berapa siklus terpendek dan terpanjang, hitung


masa subur dengan rumus berikut:

 - Siklus terpendek – 18 hari = awal masa subur

 - Siklus terpanjang – 11 hari = akhir masa subur

 Ambil contoh Ani memiliki siklus terpendek selama 28 hari, sementara


siklus terpanjang 31 hari. maka perhitungannya sebagai berikut:

 - Awal masa subur = (28 – 18) hari

 = 10 hari setelah menstruasi terakhir

 - Akhir masa subur = (31 – 11) hari

 = 20 hari setelah menstruasi terakhir

 Dari hasil perhitungan di atas, masa subur Ani berada di hari ke-10
sampai hari ke-20 setelah menstruasinya berakhir. Dalam rentang
10 hari itu, potensi kehamilan Ani relatif tinggi dibanding hari lainnya.
Fundus uteri merupakan nama latin dari puncak rahim. Pengukuran puncak tertinggi rahim atau
tinggi fundus uteri (TFU) perlu digunakan dalam menghitung berat janin.
Pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) dengan rumus MC Donald perlu dilakukan untuk
memastikan perkiraan usia kehamilan yaitu TFU x 8/7
Hasil perhitungan dalam rumus MC Donald ini memang membantu untuk memastikan perkiraan
usia kehamilan. Namun, perhitungan ini belum selalu tepat sesuai dengan usia prediksi
kehamilan. Perlu disadari kalau USG harus tetap harus dilakukan.
TBJ (taksiran berat janin dalam gram) = (TFU-12) x 155 gram
Selain rumus dari MC Donald, memperkirakan taksiran berat janin juga bisa dilakukan melalui
rumus Johnson.
TBJ (taksiran berat janin dalam gram) = (TFU (dalam cm) - n) x 155
n = 11 jika kepala bayi belum masuk pintu atas panggul
n = 12 jika kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul
n diisi dengan angka-angka konstanta yang sudah ditentukan dalam pembuatan rumus
Johnson.