Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
Aedes Aegypti jentik nyamuk ini memiliki ciri yang khasyaitu selalu bergerak aktif di
dalam air. Gerakannya berulang-ulang dari bawah ke atas permukaanair untuk bernafas,
kemudian turun kembali ke bawah untuk mencari makanan dan seterusnya.Pada waktu istirahat,
posisinya hampir tegak lurus dengan permukaan air. Biasanya berada disekitar dinding tempat
penampungan air. Setelah 6-8 hari jentik itu akan berkembang/berubahmenjadi kepompong.
Bentuk kepompong adalah seperti koma, gerakannya lamban dan seringberada dipermukaan air.
Setelah 1 - 2 hari akan menjadi nyamuk baruPemeriksaan jentik dilakukan dengan cara sebagai
berikut. Pertama, periksalah tempatpenampungan air (bak mandi, wc, drum, vas, ban bekas) yang
ada di dalam rumah atau disekitarrumah. Jika tidak ditemukan jentik di permukaan, tunggu
selama kurang lebih satu menit karena jika bernafas jentik akan muncul ke permukaan untuk
bernafas. Apabila gelap dapat digunakanbantuan senter untuk melihat kedalam tempat
penampungan air. Cocokkan ciri jentik denganuraian di atas. Jika dapat dipastikan jentik tersebut
adalah jentik Aedes Aegypti, maka petugaskesehatan masyarakat atau jumantik akan melakukan
abatisasi dan pencatatan.Abatisasi yaitu memberikan abate pada tempat penampungan air yang
ditemukan jentik,untuk membunuh jentik yang ada. Tentu saja ini dilakukan dalam rangka
mewujudkan kesehatanmasyarakat, agar terhindar dari bibit penyebab DBD. Sedangkan
Pencatatan yang dilakukanmeliputi tanggal pemeriksaan dan kelurahan tempat dilakukan survei
pemantauan jentik, namakeluarga dan alamat (lengkap dengan RT/ RW), jumlah semua
penampungan air (container) yangdiperiksa, serta jumlah container yang di temukan jentik. Data
tersebut akan digunakan untukmenghitung angka bebas jentik.Apabila angka bebas jentik suatu
daerah tertentu rendah, maka kemungkinan pendudukdaerah tersebut untuk terkena DBD adalah
lebih besar dibanding daerah lain yang angka bebas jentiknya lebih besar. Hasil pencatatan
kemudian dilaporkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat(Puskesmas) sekitar dan kemudian
dilanjutkan ke Dinas Kesehatan. Jadi mudah bukan melakukanpemberantasan sarang nyamuk?
Jika anak sekolah saja bisa, apalagi kita. Mari ramai-ramai kitacegah demam berdarah dengan
berperan aktif menjadi jumantik.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya
cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah
dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat
sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.
Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan,
trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock
dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.

2.2 Faktor Agent


Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor pembawa virus dengue penyebab penyakit demam
berdarah.
Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue, yang merupakan virus
dari famili Flaviviridae. Terdapat 4 jenis virus dengue yang diketahui dapat menyebabkan
penyakit demam berdarah. Keempat virus tersebut adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.
Gejala demam berdarah baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari
empat jenis virus dengue mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda. Sistem imun
yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan
kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk ke dua kalinya. Seseorang
dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus
yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentuk.
Virus dengue dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan vektor pembawanya, yaitu
nyamuk dari genus Aedes seperti Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus. Aedes aegypti
adalah vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit ini. Nyamuk dapat
membawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut.
Sesudah masa inkubasi virus di dalam nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat
mentransmisikan virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya. Nyamuk betina juga
dapat menyebarkan virus dengue yang dibawanya ke keturunannya melalui telur (transovarial).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa monyet juga dapat terjangkit oleh virus dengue, serta
dapat pula berperan sebagai sumber infeksi bagi monyet lainnya bila digigit oleh vektor nyamuk.
Tingkat risiko terjangkit penyakit demam berdarah meningkat pada seseorang yang
memiliki antibodi terhadap virus dengue akibat infeksi pertama. Selain itu, risiko demam
berdarah juga lebih tinggi pada wanita, seseorang yang berusia kurang dari 12 tahun, atau
seseorang yang berasal dari ras Kaukasia.
2.3 Faktor Host
2.3.1 Manifestasi Klinis
Infeksi virus dengue dapat bermanifestasi pada beberapa luaran, meliputi demam biasa,
demam berdarah (klasik), demam berdarah dengue (hemoragik), dan sindrom syok dengue
2.3.1.1 Demam berdarah klasik
Demam berdarah menunjukkan gejala yang umumnya berbeda-beda tergantung usia
pasien. Gejala yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak adalah demam dan munculnya ruam.
Sedangkan pada pasien usia remaja dan dewasa, gejala yang tampak adalah demam tinggi, sakit
kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri pada sendi dan tulang, mual dan muntah, serta
munculnya ruam pada kulit. Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia) dan penurunan
keping darah atau trombosit (trombositopenia) juga seringkali dapat diobservasi pada pasien
demam berdarah. Pada beberapa epidemi, pasien juga menunjukkan pendarahan yang meliputi
mimisan, gusi berdarah, pendarahan saluran cerna, kencing berdarah (haematuria), dan
pendarahan berat saat menstruasi (menorrhagia).

2.3.1.2 Demam Berdarah Dengue ( Hemoragik )


Pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD) biasanya menunjukkan gejala
seperti penderita demam berdarah klasik ditambah dengan empat gejala utama, yaitu demam
tinggi, fenomena hemoragik atau pendarahan hebat, yang seringkali diikuti oleh pembesaran hati
dan kegagalan sistem sirkulasi darah. Adanya kerusakan pembuluh darah, pembuluh limfa,
pendarahan di bawah kulit yang membuat munculnya memar kebiruan, trombositopenia dan
peningkatan jumlah sel darah merah juga sering ditemukan pada pasien DBD. Salah satu
karakteristik untuk membedakan tingkat keparahan DBD sekaligus membedakannya dari demam
berdarah klasik adalah adanya kebocoran plasma darah. Fase kritis DBD adalah seteah 2-7 hari
demam tinggi, pasien mengalami penurunan suhu tubuh yang drastis. Pasien akan terus
berkeringat, sulit tidur, dan mengalami penurunan tekanan darah. Bila terapi dengan elektrolit
dilakukan dengan cepat dan tepat, pasien dapat sembuh dengan cepat setelah mengalami masa
kritis. Namun bila tidak, DBD dapat mengakibatkan kematian
2.3.1.3 Sindrom Syok Dengue
Sindrom syok adalah tingkat infeksi virus dengue yang terparah, di mana pasien akan
mengalami sebagian besar atau seluruh gejala yang terjadi pada penderita demam berdarah klasik
dan demam berdarah dengue disertai dengan kebocoran cairan di luar pembuluh darah,
pendarahan parah, dan syok (mengakibatkan tekanan darah sangat rendah), biasanya setelah 2-7
hari demam. Tubuh yang dingin, sulit tidur, dan sakit di bagian perut adalah tanda-tanda awal
yang umum sebelum terjadinya syok. Sindrom syok terjadi biasanya pada anak-anak (kadangkala
terjadi pada orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue untuk kedua kalinya. Hal ini
umumnya sangat fatal dan dapat berakibat pada kematian, terutama pada anak-anak, bila tidak
ditangani dengan tepat dan cepat. Durasi syok itu sendiri sangat cepat. Pasien dapat meninggal
pada kurun waktu 12-24 jam setelah syok terjadi atau dapat sembuh dengan cepat bila usaha
terapi untuk mengembalikan cairan tubuh dilakukan dengan tepat. Dalam waktu 2-3 hari, pasien
yang telah berhasil melewati masa syok akan sembuh, ditandai dengan tingkat pengeluaran urin
yang sesuai dan kembalinya nafsu makan.
2.4 Faktor Enviroment
Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan
dunia, terutama di musim hujan yang lembap
2.Pencegahan

 Mengganti air vas bunga, tempat minim burung atau tempat lainnya yang sejenis
seminggu sekali.
 Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancer/rusak.
 Menutup lubang – lubang pada potongan bambu /pohon, dll.
 Menaburkan bubuk larvasida, misalnya di tempat – tempat yang sulit di kuras atau di
daerah yang sulit air.
 Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak – bak penampung air.
 Memasang kawat kasa.
 Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
 Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai.
 Menggunakan kelambu.
 Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

2.6 Transmisi
Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor pembawa virus dengue penyebab penyakit demam
berdarah.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pencegahan
Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. Tindakan paling
efektif untuk menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan
sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue. Pengendalian nyamuk
tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu:

 Lingkungan

Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan mengendalikan vektor nyamuk,


antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu,
mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan
rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di
sekitar rumah, dan perbaikan desain rumah.

 Biologis

Secara biologis, vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan
menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri.

 Kimiawi

Pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate
pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu dapat
juga digunakan larvasida.

Selain itu oleh karena nyamuk Aedes aktif di siang hari beberapa tindakan pencegahan
yang dapat dilakukan adalah menggunakan senyawa anti nyamuk yang mengandung DEET,
pikaridin, atau minyak lemon eucalyptus, serta gunakan pakaian tertutup untuk dapat melindungi
tubuh dari gigitan nyamuk bila sedang beraktivitas di luar rumah. Selain itu, segeralah berobat
bila muncul gejala-gejala penyakit demam berdarah sebelum berkembang menjadi semakin
parah.

3.2 Pemberantasan
Jentik nyamuk ini memiliki ciri yang khas yaitu selalu bergerak aktif di dalam air.
Gerakannya berulang-ulang dari bawah ke atas permukaanair untuk bernafas, kemudian turun
kembali ke bawah untuk mencari makanan dan seterusnya.Pada waktu istirahat, posisinya
hampir tegak lurus dengan permukaan air. Biasanya berada disekitar dinding tempat
penampungan air. Setelah 6-8 hari jentik itu akan berkembang/berubahmenjadi kepompong.
Bentuk kepompong adalah seperti koma, gerakannya lamban dan seringberada dipermukaan air.
Setelah 1 - 2 hari akan menjadi nyamuk baruPemeriksaan jentik dilakukan dengan cara sebagai
berikut. Pertama, periksalah tempat penampungan air (bak mandi, wc, drum, vas, ban bekas)
yang ada di dalam rumah atau disekitarrumah. Jika tidak ditemukan jentik di permukaan, tunggu
selama kurang lebih satu menit karena jika bernafas jentik akan muncul ke permukaan untuk
bernafas. Apabila gelap dapat digunakanbantuan senter untuk melihat kedalam tempat
penampungan air.
Lakukan 3M ( menguras tempat penampungan air, mengubur barang- barang bekas dan
menutup tempat penampungan air)
3.3 Pengobatan
Obat yang mengandung acetaminofen, misalnya tilenol, sangat disarankan bagi penderita
demam berdarah untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.
Sampai saat ini belum ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang
yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Tindakan pengobatan yang umum
dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh
(lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi
obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan
menurunkan demam serta banyak istirahat. Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti
ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan. Bagi pasien
dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di
rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah
akibat pendarahan yang terjadi.
Seseorang yang terkena demam berdarah juga harus dicegah terkena gigitan nyamuk,
karena dikhawatirkan dapat menularkan virus dengue kepada orang lain yang sehat.

KOMPAS.com - Berbeda dengan nyamuk jenis lain yang lebih banyak berkeliaran pada malam
hari, nyamuk aedes aegypti lebih suka berkeliaran di siang hari, selama kurang lebih dua jam
setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. Nyamuk aedes aegypti
jantan hanya makan dari buah. Sedangkan nyamuk betinanya, selain makan dari buah, juga
mengisap darah untuk perkembangan telurnya.
Virus dengue yang menjadi penyebab demam berdarah berada di dalam kelenjar ludah nyamuk.
Ketika nyamuk betina mengisap darah, dia menyuntikkan air liur ke dalam luka gigitan. Di
sinilah kemudian berpindah tempat, dari air liur nyamuk ke dalam tubuh kita. Nyamuk ini
mendapat virus setelah dia menggigit korbannya yang sudah terinfeksi virus dengue. Kemudian
dia menggigit orang lain dan terjadilah penularan. Setelah inkubasi virus selama delapan sampai
sepuluh hari, nyamuk yang terinfeksi mampu menjadi pembawa virus selama sisa hidupnya.
Masih belum diketahui apakah nyamuk yang membawa virus dengue, juga dapat menularkan
virusnya ke anak-anak mereka dengan transovarial atau transmisi telur. Manusia yang terinfeksi
virus dengue adalah pembawa dan pengganda virus yang utama. Virus beredar dalam darah
manusia yang terinfeksi selama dua sampai tujuh hari, kira-kira sama lamanya dengan jangka
waktu demam yang penderita DBD alami. Nyamuk aedes yang tidak atau belum terinfeksi,
kemudian menggigit manusia yang terinfeksi, di sinilah kemudian Si Nyamuk ikut terinfeksi dan
dapat menularkan virus ke manusia lain. Di Asia Tenggara dan Afrika, siklus penularan juga
melibatkan primata hutan yang bertindak sebagai reservoir virus. Nyamuk Aedes lebih suka
berkembang biak di genangan atau wadah berisi air, biasanya dekat dengan tempat tinggal
manusia. Meskipun paling aktif pada siang hari, nyamuk Aedes aegypti akan makan sepanjang
hari saat berada di dalam ruangan dan saat cuaca sedang mendung. Penularan virus dengue
berikut dua pola umum: epidemi dan hiperendemis dengue Transmisi epidemi dengue terjadi
ketika virus dengue masuk suatu daerah sebagai peristiwa yang terisolasi dan melibatkan strain
virus tunggal. Jika jumlah vektor dan manusia (anak dan dewasa) cukup, transmisi ledakan dapat
terjadi, dengan kejadian infeksi sebesar 25-50%. Upaya pengontrolan, perubahan cuaca, dan
kekebalan kawanan berkontribusi pada pengendalian epidemi ini. Pola arus transmisi ditemukan
di beberapa bagian Afrika, Amerika Selatan, Asia, dan negara-negara kecil berbentuk kepulauan.
Transmisi hiperendemis ditandai dengan sirkulasi terus-menerus dari beberapa serotipe virus di
daerah di mana sumber makanan, tempat tinggal, dan tempat berkembang biak, selalu tersedia.
Ini adalah pola dominan penularan global. Dalam populasi ini, prevalensi antibodi manusianya
akan meningkat sejalan dengan usia dan kebanyakan orang dewasa menjadi kebal. Tansmisi
hiperendemis tampaknya menjadi risiko utama Demam Berdarah Dengue (DBD). Wisatawan
yang masuk ke daerah hiperendemis lebih mungkin terinfeksi daripada wisatawan ke daerah-
daerah yang mengalami hanya transmisi epidemi.