Anda di halaman 1dari 41

RANCANGAN AKTUALISASI

PROFESI PENYULUH KESEHATAN MASYARAKAT AHLI PERTAMA

PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA KELUARGA DENGAN


PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
MUARA UYA KABUPATEN TABALONG

Oleh:

NORLAILA,SKM

NIP. 19940201 201903 2 109

NDH. 31

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN VI
BANJARBARU
2019
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI PELATIHAN DASAR CPNS
GOLONGAN III ANGKATAN VI

JUDUL : Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Keluarga


Dengan Pendidikan Kesehatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Muara Uya
PENULIS : Norlaila,SKM

NIP : 19940201 201903 2 019

UNIT KERJA : Puskesmas Muara Uya

Telah disetujui oleh Mentor dan Coach untuk diseminarkan Pada hari
sabtu tanggal 11 Mei 2019. Di Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
Banjarbaru, 10 Mei 2019

Mengetahui dan menyetujui

Coach Penguji Mentor

ROFIAH,S.Sos.,M.Cs H. BERKATULLAH SKM,M.M H. TUGIARGO,S.Kep,Ns


NIP. 19741013 199703 1 005 NIP 19741013 199703 1 005 NIP. 19671014 198903 1 008

ii
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI PELATIHAN DASAR CPNS
GOLONGAN III ANGKATAN VI

JUDUL : Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Keluarga


Dengan Pendidikan Kesehatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Muara Uya
PENULIS : Norlaila,SKM

NIP : 19940201 201903 2 019

UNIT KERJA : Puskesmas Muara Uya

Telah diseminarkan dan disahkan Pada hari sabtu tanggal 11 Mei 2019.
Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi
Kalimantan Selatan
Banjarbaru, 11 Mei 2019

Mengetahui dan menyetujui

Coach Penguji Mentor

ROFIAH,S.Sos.,M.Cs H. BERKATULLAH SKM,M.M H. TUGIARGO,S.Kep,Ns


NIP. 19741013 199703 1 005 NIP 19741013 199703 1 005 NIP. 19671014 198903 1 008

iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis diberikan kemudahan dan kelancaran dapat
menyelesaikan rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi aparatur sipil
negara (ASN) Golongan III angkatan VI Tahun 2019 . Adapun adanya
Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III
Angkatan VI Tahun 2019 yang merupakan pola kerjasama antara BKPP
Kabupaten/Kota dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan. Pada kesempatan ini
penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan sehingga terwujud
rancangan aktualisasi ini:

1. Bapak H. M. Nispuani, M.AP sebagai Kepala Badan Pengembangan


Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
2. Bapak Dr. Abdul Haris, S.Sos. S.H, M.Si selaku Kepala Sub Bidang
Kompetensi Pimpinan Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan
3. Bapak H. Tugiargo,S.Kep,Ns sebagai Kepala Puskesmas Muara Uya
serta sebagai Mentor yang memberikan motivasi, bimbingan, dan
arahan kepada penulis.
4. Rofiah,S.Sos.,M.Cs selaku Coach yang telah memberikan bimbingan
dan arahan dengan penuh kebijakan dan kesebaran hingga
terselesainya penulisan rancangan aktualisasi ini
5. H. Berkatullah,SKM,M.M selaku Penguji untuk menyelesaikan
aktualisasi ini
6. Bapak IPDA Sarfudin dan AIPDA Riyanto, SE yang telah mengasuh,
mendidik dan mendampingi selama pelaksanaan pendidikan serta
latihan dasar CPNS Golongan III Angkatan V dan VI.
7. Para Bapak/Ibu, Widyaiswara, fasilitator, pengasuh, pengelola serta
staff di BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan yang telah membina dan
membimbing selama masa pelatihan.
8. Kepada seluruh keluarga yang telah memberikan do’a dan
dukunganya.

iv
9. Rekan-rekan peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III, Angkatan V
dan VI Tahun 2019 yang telah mendukung dan berjuang bersama
dalam menyelesaikan Rancangan Aktualisasi ini.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun untuk kesempurnaan rancangan aktualisasi ini. Semoga
rancangan aktualisasi ini dapat mengarahkan penulis untuk bekerja secara
efektif dan efisien guna mencapai hasil dan tujuan yang sesuai dengan
target dan mutu yang diharapkan serta dapat bermanfaat bagi semua.

Banjarbaru, 11 Mei 2019


Penulis

Norlaila,SKM
NIP. 19940201 201903 2 019

v
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ......................................................................... ii


LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................. iv
DAFTAR ISI ............................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ...................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. viii
BAB I ......................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ......................................................................... 1
B. TUJUAN ............................................................................................ 2
C. ISU AKTUAL ..................................................................................... 2
D. RUANG LINGKUP ............................................................................ 3
BAB II ........................................................................................................ 4
GAMBARAN KEGIATAN .......................................................................... 4
A. GAMBARAN UMUM ORGANISASI ................................................. 4
B. DAFTAR KARYAWAN PUSKESMAS MUARA UYA ....................... 7
C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN ...................................... 9
D. SASARAN KERJA PEGAWAI .......................................................... 9
BAB III ..................................................................................................... 11
RANCANGAN AKTUALISASI ................................................................ 11
A. LANDASAN TEORI DAN KONSEP................................................ 11
1. Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara ............................................ 11
2. Peran dan Kedudukan PNS dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia.......................................................................................... 19
2. Teori yang berkaitan dengan Isu ............................................. 20
B. RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI ................................... 22
C. RENCANA PENJADWALAN KEGIATAN AKTUALISASI ............ 31
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 33

vi
DAFTAR TABEL

Table 2.1. Data Ketenagaan Di Puskesmas…......................................8


Tabel 3.1. Keterkaitan Nilai Dasar dengan kegiatan............................22
Table 3.2 Matriks Jadwal Kegiatan Peserta Latihan Dasar
Cpns Golongan Iii Angkatan Vi Tahun 2019........................31

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Puskesmas Muara Uya.........................................................4

viii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pegawai Negeri Sipil atau yang kini disebut Aparatur Sipil
Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian pada instansi pemerintah yang berperan
strategis dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan,
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Peraturan baru tentang
tentang ASN tertuang dalam UU No.5 Tahun 2014 sudah secara implisit
menghendaki bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrat bukan
sekadar merujuk kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah
pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar profesi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)
telah dituangkan ke dalam pasal 4 Undang-Undang no. 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara dimana disebutkan bahwa ASN sebagai
profesi berlandaskan pada prinsip nilai dasar, kode etik dan perilaku,
komitmen, integritas moral dan tanggung jawab pelayanan publik. Maka
dari itu melalui Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan
dimaksudkan untuk mewujudkan ASN yang profesional sekaligus
merupakan implementasi dari penyelenggaraan mata DIKLAT berbasis
kompetensi sesuai Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara
(LAN) RI nomor 38 dan 39 tahun 2014 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Prajabatan Golongan III.
Di era globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala
aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Strategi utama dalam pencapaian kesehatan bagi semua (health for
all) melalui pelayanan kesehatan dasar (primary health care). Salah
satu komponen di dalam pelayanan kesehatan dasar itu adalah
pendidikan kesehatan yang di Indonesia disebut dengan penyuluhan

1
2

kesehatan. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk


mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik maka perlu dilakukan
perubahan khususnya dalam bidang kesehatan. Salah satu cara yang
dapat diterapkan yaitu melalui promosi kesehatan yang diharapkan
dapat merubah pola perilaku yang tidak sehat menjadi sehat sehingga
mencegah dari berbagai masalah kesehatan.
Sebagai seorang ASN yang bekerja di ujung tombak pelayanan
kesehatan yaitu puskesmas, dibutuhkan komitmen yang kuat untuk
dapat menampilkan kinerja terbaik, menjunjung tinggi kepuasan
masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Pelayanan kesehatan dapat
maksimal dilaksanakan bila ASN menjalankan tugas berdasarkan pada
nilai-nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.

B. TUJUAN
1. Memberikan penjelasan tujuan kegiatan aksi
mengimplementasikan nilai-nilai dasar (ANEKA) yang merupakan
usaha dalam mencapai Sasaran Kerja Pegawai (SKP). Penugasan
dari Pimpinan dan Kegiatan atas Inisiatif sendiri.
2. Sebagai syarat kelulusan Pelatihan dan Pendidikan Prajabatan
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dan memperoleh
Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL).

C. ISU AKTUAL
Berdasarkan tugas pokok sebagai Penyuluh Kesehatan
Masyarakat Ahli Pertama, dapat digambarkan isu-isu strategis dan
permasalahan yang mendesak dan harus diselesaikan/dipecahkan dari
hasil PIS-PK diketahui permasalahan yang ada di masyarakat yaitu
3

mengenai Tingginya kasus hipertensi diwilayah Puskesmas Muara


Uya yang disebabkan oleh :

1. Kurangnya Pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi


2. Belum optimalnya Pendidikan Kesehatan mengenai hipertensi pada
masyarakat.
Oleh sebab itu penulis mengangkat judul Pencegahan Penyakit
Hipertensi Pada keluarga dengan Pendidikan kesehatan Di Wilayah
Kerja Puskesmas Muara Uya.

D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi meliputi perancangan media,
penyebarluasan media, pemberdayaan masyarakat, kegiatan
penyuluhan dalam dan luar gedung di wilayah kerja Puskesmas Muara
Uya.
BAB II

GAMBARAN KEGIATAN

A. GAMBARAN UMUM ORGANISASI

Gambar 2.1 Puskesmas Muara Uya

Secara geografi wilayah Kecamatan Muara Uya dengan luas


keseluruhan 924,16 km² yang terbagi menjadi 2 (dua) wilayah kerja
Puskesmas yaitu wilayah kerja Puskesmas Muara Uya dengan luas
wilayah 858,16 km² dan wilayah kerja Puskesmas Ribang dengan luas
wilayah kerja 66 km².

4
5

Wilayah kerja Puskesmas Muara Uya dibatasi oleh wilayah-


wilayah sebagai berikut:
1. Sebelah Utara : perbatasan dengan Propinsi Kalteng
2. Sebelah Timur : perbatasan dengan Kecamatan Haruai
3. Sebelah Barat : perbatasan dengan Propinsi Kalteng
4. Sebelah Selatan : perbatasan dengan Kecamatan Jaro
Secara administrasi wilayah kerja Puskesmas Muara Uya
mempunyai 11 (sebelas) Desa dengan kondisi daerah masing-masing
yang sangat berbeda. Dari 11 Desa kondisi wilayah adalah 70 % terdiri
dari dataran rendah, 20% daerah rawa/perairan dan 10%
pegunungan/dataran tinggi, perkiraan suhu biasa berkisar dari 27º C -
32º C.
Wilayah kerja Puskesmas Muara Uya yang meliputi 11 Desa dan
mempunyai luas wilayah yang sangat luas dengan kepadatan penduduk
rata per Km² mencapai 22 orang. Hampir semua Desa yang ada di
wilayah kerja Puskesmas bisa ditempuh dengan sarana transportasi
roda 4, namun ada 2 (dua) desa yang sangat sulit dan dijangkau dengan
kendaraan roda 4, yaitu Desa Sei Kumap dan Desa Salikung. Hanya
Desa Salikung yang bisa ditempuh dengan sarana perahu kecil
(ketinting) dalam waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Desa Binjai, bila
pada musim penghujan, sedangkan pada musim biasa hanya dapat
ditempuh dengan sarana roda 4 yang double garden (Land cruisser).
Pada dasarnya penduduk di wilayah kerja Puskesmas Muara Uya
mayoritas berpencaharian sebagai petani (petani kebun dan sawah)
berkisar antara 50% – 65% sedangkan 35% bervariasi ada yang
Pegawai maupun swasta dan buruh.
Sebagai fungsi pembinaan kepada masyarakat untuk hidup sehat
terutama pada usia sekolah, maka petugas Puskesmas berupaya untuk
memberikan pelayanan dan sekaligus pembinaan terhadap anak didik
dan pembinaan terhadap guru UKS dalam memberikan penyuluhan dan
6

pelaksanaan penjaringan terhadap anak didik secara rutin di sekolah


yang berjumlah:
1. Sekolah tingkat Dasar sederajad = 20 buah
2. Sekolah tingkat Menengah Pertama sederajad =7 buah
3. Sekolah tingkat Menengah tingkat Atas sederajad =3 buah
4. Dan Taman Kanak-kanak = 13 buah
Puskesmas Muara Uya mempunyai gedung berjumlah 2 (dua)
buah yang berseberangan antara gedung rawat jalan dengan gedung
rawat inap.
1. Gedung rawat jalan mempunyai fungsi untuk pelayanan poli umum
rawat jalan, konsultasi Gizi, pelayanan KIA dan KB, konsultasi
kesehatan lingkungan, poli gigi, MTBS, pelayanan kir kesehatan dan
pelayanan obat (apotek) serta kegiatan lainnya.
2. Gedung rawat inap mempunyai fungsi untuk memberikan pelayanan
bagi pasien yang perlu dirawat inap. Dengan fasilitas ruang
berjumlah 13 ruang dengan jumlah tempat tidur sebanyak 23 buah
dan 1 ruang Poned.
Adapun pelayanan kesehatan di Desa dilaksanakan oleh petugas
di Desa baik bidan maupun Perawat di Desa yang bertugas di
Poskesdes yang berjumlah sebanyak 11 buah meskipun sebagian ada
yang perlu perbaikan dan rehab ringan, jumlah Pustu sebanyak 7 buah
namun semua bangunan Pustu sudah tidak layak huni/rusak berat,
sedang kegiatan UKBM seperti Posyandu dilaksanakan setiap bulan
dengan jumlah Posyandu sebanyak 29 buah dan Posyandu Lansia
berjumlah 11 buah. Masing-masing Desa mempunyai kader Posyandu
berjumlah 10 orang.

A. VISI DAN MISI PUSKESMAS MUARA UYA


Untuk mengemban tugas dan pelaksanaan pelayanan kesehatan
terhadap masyarakat yang bermanfaat dan berhasil guna maka
7

Puskesmas muara Uya mempunyai Visi dan untuk mewujudkan visi


tersebut telah dituangkan dalam Misi yaitu:
1. Visi
“Mewujudkan masyarakat Muara Uya yang sehat dan mandiri”.
2. Misi
a. Menigkatkan pelayanan yang professional, ramah dan santun
b. Meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pelayanan
kesehatan
c. Meningkatkan peran serta lintas sector dan lintas program
d. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
B. DAFTAR KARYAWAN PUSKESMAS MUARA UYA
Menurut Permenkes Nomor: 75 Tahun 2014 bahwa Struktur
Puskesmas meliputi:

1. Kepala Puskesmas
2. Kasubbag Tata Usaha
3. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan
Keperawatan Kesehatan Masyarakat
4. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP),
Kefarmasian dan Laboratorium
5. Penanggung jawab Jaringan pelayanan Puskesmas dan Jejaring
fasilitas pelayanan Kesehatan.
Peraturan Bupati Tabalong nomor: 47 tahun 2014, tanggal 30
Desember 2014 tentang Struktur organisasi, maka struktur Puskesmas
Muara Uya dapat dilihat pada halaman berikut.
Jumlah Pejabat Struktural Puskesmas Muara Uya hanya berjumlah 2
(dua) orang yaitu:
1. Kepala Puskesmas
2. Kasubbag Tata Usaha.
Puskesmas Muara Uya adalah salah satu Puskesmas yang ada
di wilayah Kabupaten Tabalong yang merupakan Puskesmas dengan
8

pelayanan Rawat inap, tentunya akan membutuhkan tenaga yang lebih


disbanding dengan Puskesmas yang non rawat inap karena selain
melaksanakan program Puskesmas juga akan melaksanakan poli jaga
di ruang rawat inap. Maka dari itu menurut data Kepegawaian
Puskesmas Muara Uya mempunyai ketenagaan:
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjumlah 31 orang
2. Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari Provinsi berjumlah 8 orang
3. Tenaga kontrak Dinas Kesehatan berjumlah 10 org
4. Tenaga Kontrak BLUD yang membantu pelaksanaan kegiatan
Program maupun kegiatan poli di rawat inap berjumlah 20 orang.
Berikut adalah data Ketenagaan Puskesmas Muara Uya, Struktur dan
Grafik Ketenagaan:
Table 2.1. Data Ketenagaan Di Puskesmas

STATUS KEPEGAWAIAN
NO JENIS PEGAWAI KONTRAK KONTRAK
PNS PTT
DAERAH BLUD
1. Pejabat Struktural 2 0 0 0
2. Dokter Umum 3 0 1 0
3. Dokter Gigi 0 0 0 0
4. Perawat 10 2 2 11
5. Bidan statis 2 0 0 0
6. Bidan Desa 5 3 2 0
7. Bidan 0 0 0 4
8. Perawat Gigi 1 0 0 0
9. Analis Kesehatan 2 0 0 0
10. Asisten Apoteker 1 0 0 0
11. Tenaga Non Kesehatan 4 3 2 2
12. Rekam Medik 0 0 0 1
13. Pengemudi 1 0 1 0
14. Kebersihan 0 0 1 2
9

15. Keamanan 0 0 1 0
JUMLAH 31 8 10 20
Sumber: Profil Puskesmas Muara Uya Tahun 2017

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN


Tugas pokok dan fungsi Penyuluh Kesehatan Masyarakat adalah :
1. Melaksanakan Kegiatan Advokasi
2. Melaksanakan Kegiatan Bina Suasana
3. Melaksanakan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat
4. Melakukan Penyebarluasan Informasi Kesehatan
5. Membuat Rancangan Media Penyuluhan
6. Melakukan Pengkajian/Penelitian Perilaku Masyarakat yang
Berhubungan dengan Kesehatan
7. Merencanakan Intervensi dalam Rangka Mengembangkan Perilaku
Masyarakat yang Mendukung Kesehatan
Penyuluh Kesehatan Masyarakat adalah jabatan fungsional
penyuluh kesehatan masyarakat yang pelaksanaan tugasnya
meliputi kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan,
pengetahuan, penerapan konsep dan teori, ilmu dan seni untuk
pemecahan masalah dan proses pembelajaran dengan cara yang
sistematis di bidang penyuluhan kesehatan masyarakat/ promosi
kesehatan.
D. SASARAN KERJA PEGAWAI
Sasaran Kerja Pegawai (SKP) adalah rencana kerja dan target
yang akan dicapai oleh seorang ASN yang disusun dan disepakati
bersama antara pejabat penilai dengan ASN yang dinilai. Penilaian
prestasi kerja merupakan alat kendali agar setiap kegiatan pelaksanaan
tugas pokok setiap ASN selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan
oleh Rencana Kegiatan. Penyuluh dalam perannya pada bidang
promosi kesehatan sebagai pemberdayaan individu-individu dan
masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
10

mereka mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan,


sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya.
Adapun daftar kegiatan tugas jabatan sesuai sasaran kerja
pegawai untuk penyuluh kesehatan masyarakat Puskesmas Muara Uya
Media Tatap Muka dalam Bentuk Konseling
1. Menyusun Materi Penyuluhan untuk Media Cetak dalam Bentuk
Leaflet
2. Melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kelompok dengan
Demonstrasi/Praktek
3. Menyusun Materi Penyuluhan untuk Media Cetak dalam Bentuk
Stiker
4. Melakukan Kegiatan Penyuluhan dengan Media Sederhana dan
Inovatif Sasaran Kerja Pegawai dan Tupoksi Penyuluh
Kesehatan Masyarakat.
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. LANDASAN TEORI DAN KONSEP


1. Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara
Berdasarkan lima nilai dasar ANEKA, yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang
harus ditanamkan kepada setiap ASN. Berikut adalah penjelasan
dari nilai-nilai dasar tersebut:

a. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi organisasi yang
berlaku pada setiap level/ unit organisasi sebagai suatu
kewajiban jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban
laporan kegiatan kepada atasannya. Akuntabilitas merujuk pada
kewajiban setiap induvidu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau
tanggungjawab. Namun pada dasarnya kedua konsep tersebut
memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban
untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah
kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Aspek-aspek akuntabilitas mencakup beberapa hal
berikut, yaitu akuntabilitas adalah sebuah hubungan,
akuntabilitas berorientasi pada hasil, akuntabilitas membutuhkan
adanya laporan, akuntabilitas memerlukan konsekuensi serta
akuntabilitas memperbaiki kinerja.
Akuntabilitas memiliki tiga fungsi utama yaitu untuk
menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi), untuk
mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran

11
12

konstitusional), dan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas


(peran belajar). Nilai-nilai dasar yang mencerminkan
akuntabilitas antara lain:
1) Kepemimpinan
Pimpinan mempromosikan lingkungan yang akuntabel
dapat dilakukan dengan memberikan contoh pada orang lain
(lead by example), adanya komitmen yang tinggi dalam
melakukan pekerjaan sehingga memberikan efek positif bagi
pihak lain untuk berkomitmen pula, terhindarnya dari aspek-
aspek yang dapat menggagalkan kinerja yang baik yaitu
hambatan politis maupun keterbatasan sumber daya,
sehingga dengan adanya saran penilaian yang adil dan
bijaksana dapat dijadikan sebagai solusi.

2) Transparansi
Tujuan dari adanya transparansi adalah:
a) Mendorong komunikasi yang lebih besar dan kerjasama
antara kelompok internal dan eksternal
b) Memberikan perlindungan terhadap pengaruh yang tidak
seharusnya dan korupsi dalam pengambilan keputusan
c) Meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-keputusan
d) Meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada
pimpinan secara keseluruhan.
3) Integritas
Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk
menjunjung tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku,
undang-undang, kontrak, kebijakan dan peraturan yang
berlaku.
4) Tanggungjawab (responsibilitas)
Responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan
memberikan kewajiban bagi setiap individu dan lembaga
bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan yang
13

dilakukan, karena adanya tuntutan bertanggungjawab atas


keputusan yang dibuat.
5) Keadilan
Keadilan landasan utama dari akuntabilitas. Keadilan harus
dipelihara dan dipromosikan oleh pimpinan pada lingkungan
organisasinya. Oleh sebab itu, ketidak adilan harus dihindari
karena dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas
organisasi yang mengakibatkan kinerja akan tidak optimal.
6) Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas. Dengan
kata lain, lingkungan akuntabilitas tidak akan lahir dari hal-hal
yang tidak percaya.
7) Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka
diperlukan adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan
kewenangan serta harapan dan kapasitas. Setiap individu
yang ada di lingkungan kerja harus dapat menggunakan
kewenangannya untuk meningkatkan kinerja.
8) Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui
kewenangan, peran, dan tanggungjawab, misi organisasi,
kinerja yang diharapkan organisasi, dan sistem pelaporan
kinerja baik individu maupun organisasi.
9) Konsistensi
Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang tidak
konsisten dari sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya
akan memiliki konsekuensi terhadap tercapainya lingkungan
kerja yang tidak akuntabel, akibat melemahnya komitmen
dan kredibilitas anggota organisasi.
14

b. Nasionalisme
Nasionalisme dapat diartikan sebagai rasa cinta dan bangga
dengan tanah air. Nilai-nilai nasionalisme ASN tercermin dalam
nilai dasar pancasila, meliputi Ketuhanan, Kemanusiaan,
Persatuan, Kerakyatan, Permusyawaratan dan Keadilan. Nilai-
nilai Pancasila tersebut adalah:
Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
a) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan YME.
b) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan YME,
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
c) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama
antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang
berbeda-beda terhadap Tuhan YME.
d) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama
dan kepercayaan terhadap Tuhan YME.
e) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME adalah
masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia
dengan Tuhan YME.
f) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan
masing-masing.
g) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap
Tuhan YME kepada orang lain.
Sila 2 : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME.
a) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban
asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan,
15

agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna


kulit, dan sebagainya.
b) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
c) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
d) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
e) Menjunjung tinggi nila-nilai kemanusiaan.
f) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
g) Berani membela kebenaran dan keadilan.
h) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh
umat manusia.
i) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama
dengan bangsa lain.
Sila 3 : Persatuan Indonesia
a) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan
dan keselamatan bangsa dan Negara sebagai kepentingan
bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
b) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan
bangsa apabila diperlukan.
c) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
d) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
e) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
f) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka
Tunggal Ika.
g) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Sila 4: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan dan Perwakilan
a) Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap manusia
Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang
sama.
16

b) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.


c) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama.
d) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat
kekeluargaan.
e) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang
dicapai sebagai hasil musyawarah.
f) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
g) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi dan golongan.
h) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat sesuai hati nurani
yang luhur.
i) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan
secara moral kepada Tuhan YME, menjunjung tinggi harkat dan
martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan
mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan
bersama.
j) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai
untuk melakukan permusyawaratan.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan
sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
b) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
c) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d) Menghormati hak orang lain.
e) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri
sendiri.
f) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat
pemerasan terhadap orang lain.
17

g) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat


pemborosan dan gaya hidup mewah.
h) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau
merugikan kepentingan umum.
i) Suka bekerja keras.
j) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi
kemajuan dan kesejahteraan bersama.
k) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan
yang merata dan berkeadilan sosial.
c. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku tindakan dan
keputusan mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggungjawab pelayanan publik. Nilai-nilai dasar dari
etika publik adalah sebagai berikut:
a) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila
b) Setia mempertahankan Undang-undang Dasar NKRI tahun 1945
c) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
d) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
e) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif
f) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika
g) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerja kepada public
h) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan program
pemerintah
i) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, cepat, akurat,
tepat, berdaya guna, berhasil dan santun
j) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi
k) Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama
l) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai
m) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
18

n) Meningkatan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis


sebagai peragkat sistem karir.
d. Komitmen Mutu
Nilai dasar dari komitmen mutu adalah sebagai berikut:
a) Efektifitas dan efisiensi
b) Inovasi
c) Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan
customer/pelanggan
d) Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara agar customers/client tetap setia
e) Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi: tanpa cacat,
tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan
f) Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi baik dengan
pergeseran tuntutan kebutuhan customers/client maupun
perkembangan teknologi
g) Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan
h) Melakukan upaya secara berkelanjutan melalui berbagai cara,
antara lain pendidikan, pelatihan dan pengembangan, ide kreatif,
kolaboratif dan benchmark.
e. Anti Korupsi
Nilai dasar anti korupsi adalah sebagai berikut:
a) Jujur
b) Peduli
c) Mandiri
d) Disiplin
e) Tanggungjawab
f) Kerja keras
g) Sederhana
h) Berani
i) Adil
19

2. Peran dan Kedudukan PNS dalam Negara Kesatuan


Republik Indonesia
Selain itu, untuk membentuk PNS yang profesional, yang
mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan
masyarakat, diperlukan pembentukan karakter yang didasarkan
pada nilai-nilai kedudukan dan peran PNS dalam NKRI menjadi
terealisasikan. Nilai-nilai dasar tersebut meliputi Pelayanan Publik,
Manajemen ASN dan Whole of Goverment.

a. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah kegiatan/rangkaian kegiatan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
Peraturan Perundang-undanan bagi setiap warga negara.
Adapun nilai-nilai dalam pelayanan publik antara lain, partisipasif,
transparansi, responsif, efektif dan efisien, tidak diskriminatif,
mudah dan murah, aksesibilitas, akuntabel, dan berkeadilan.

b. Whole of Goverment
Whole of Goverment adalah bentuk integrasi aksi dari
pemerintah dalam rangka melakukan pelayanan kepada
masyarakat, maknanya saat ini pemerintah sudah memberikan
servise dari tiap organisasi sektor publik atau organisasi pemerintah
kepada masyarakat. Jika kita membicarakan WoG maka kita
membicarakan kesatuan setiap layanan dari semua sektor publik
untuk menjadi satu kesatuan. Tujuan diperlukannya satu kesatuan
tersebut yaitu dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan
pemerintah (masyarakat).

c. Manajemen ASN
ASN mempunyai peran yang amat penting dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai
tantangan yang dihadapi oleh ASN dalam mencapai tujuan
tersebut semakin banyak dan berat, baik berasal dari luar
20

maupun dalam negeri yang menuntut ASN untuk meningkatkan


profesionalitasnya.

2. Teori yang berkaitan dengan Isu


Hipertensi atau tekanan darah tinggi harus diwaspadai,
karena umumnya pada penderita hipertensi tidak merasakan adanya
gejala. namun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi
bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah
tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah
sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan
kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi,
maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensi sudah pada level yang berat atau menahun


dan tidak diobati, bisa timbul gejala antara lain ; sakit kepala,
kelelahan mual, muntah, sesak napas, gelisah, pandangan menjadi
kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata,
jantung dan ginjal. Terkadang penderita hipertensi berat mengalami
penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi
pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif,
yang harus segera mendapatkan penanganan.

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi terdiri atas dua macam


yaitu Hipetensi Primer atau Esensial dan Hipertensi Sekunder.

Hipertensi primer atau esensial merupakan hipertensi yang


tidak atau belum diketahui sebabnya (terdapat pada kurang lebih 90
% dari seluruh hipertensi).

Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/


sebagai akibat dari adanya penyakit lain.

Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab;


beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah
21

kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan


darah.

Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi


sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya
adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah
kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah


feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang
menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin
(noradrenalin).

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas


berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa
memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan
yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan
darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan
darah biasanya akan kembali norma
B. RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
Nama : Norlaila,SKM

NDH : 31

Unit kerja : Puskesmas Muara Uya

Isu yang diangkat : Pencegahan Penyakit Hipertensi pada Keluarga dengan Pendidikan

Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya Kabupaten Tabalong

Tabel 3.1. Keterkaitan Nilai Dasar dengan kegiatan


Kontribusi Terhadap Visi Misi Penguatan Nilai-nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Target Nilai-Nilai Dasar Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1 Melakukan analisis hasil Menghasilkan berupa 1.1 Akuntabilitas Dalam Dengan Membuat Laporan Untuk meningkatkan Ke
Tabulasi data PIS-PK 1.1 Menyiapkan instrument Laporan data yang akurat menganalisis data kegiatan maka akan profesionalan dalam
(Survey PIS-PK) hasil pendataan PIS-PK sehingga mempermudah saya akan menghasilkan data yang akurat bekerja.
1.2 Melakukan Tabulasi data dalam mengidentifikasi melaksanakannya untuk dijadikan acuan. Dan
1.3 Melakukan identifikasi masalah dalam PIS-PK. dengan transparan. sesuai Misi Puskesmas :
masalah yang ada Meningkatkan pelayanan yang
1.2 Nasionalisme professional.

22
23

Saat menganalisis
data dari hasil
pendataan PIS-PK
akan menghormati
hak orang lain.
1.3 Etika Publik
Dalam menganalisis
data saya akan
mengutamakan
pencapaian hasil
yang maksimal
1.4 Komitmen Mutu
Analisis data hasil
saya akan
melaksanakannya
dengan teliti dan
tanpa kesalahan.
1.5 Anti Korupsi
Dalam
melaksanakan
analisis data saya
akan melakukan
dengan jujur tanpa
mengurangi ataupun
24

menambah data dari


hasil survey

2 1.1 Sebelum penyusunan 1.1 Akuntabilitas Mendapatkan materi yang baik Mengutamakan
materi konseling saya saya akan sesuai dengan kebutuhan keramahan serta
akan mengumpulkan melakukannya masyarakat dan menghasilkan kesantunan dan
materi konseling secara dengan indek kepuasan Masyarakat pelayanan yang optimal
jelas dari buku dan jurnal kepercayaan sesuai dengan visi Puskesmas bekerja.
kesehatan masyarakat yaitu :
1.2 Membuat Satuan Acara 1.2 Nasionalisme Mewujudkan masyarakat Muara
Penyuluhan (SAP) Dalam konseling Uya yang sehat dan mandiri dan
sebagai acuan/ gambaran Hasil berupa materi yang saya akan bekerja Misi Puskesmas : Menigkatkan
dalam pelaksanaan akan disampaikan pada saat keras agar mudah pelayanan yang professional,
Menyusun Materi dan
konseling yang sesuai penyuluhan langsung yang dipahami dan ramah dan santun,
melakukan Penyuluhan
dengan SOP (Standar tepat sasaran. Dan dimengerti Meningkatkan kepercayaan
untuk Media Tatap Muka
Operasional Prosedur). menghasilkan laporan 1.3 Etika Publik masyarakat pada pelayanan
dalam Bentuk Konseling
1.3 Kemudian saya akan berupa IKM (Indeks Penyusunan materi kesehatan, Meningkatkan peran
menyusun semua bahan Kepuasan Masyarakat) penyuluhan akan serta lintas sector dan lintas
materi ke dalam SAP. saya buat secara program, Mendorong
Kemudian saya akan tepat dan akurat. kemandirian masyarakat untuk
melaksanakan kegiatan 1.4 Komitmen Mutu hidup sehat
konseling dengan tujuan Dalam memberikan
untuk mengubah perilaku informasi kesehatan
menjadi lebih sehat. mengenai penyakit
Dalam penyampaian hipertensi saya akan
materi konseling saya bekerja secara
25

akan menggunakan profesional dengan


bahasa yang mudah memberikan
dipahami oleh peserta informasi yang tepat
dan berusaha menggali dan jelas seputar
masalah pasien dengan penyakit hipertensi.
tidak menyinggung 1.5 Anti Korupsi
perasaan peserta. Dengan
1.4 Materi akan saya mengutamakan
sampaikan dengan jujur kepentingan
sesuai dengan yang kesehatan
tertulis dalam SAP tanpa masyarakat karena
dilebih-lebihkan ataupun peduli terhadap
dikurangi sehingga penyakit hipertensi
peserta dapat memahami yang cukup tinggi.
tujuan dari konseling ini.
1.5 Setelah selesai
melakukan konseling saya
akan memberi peserta
kuesioner Indeks
Kepuasan Masyarakat
(IKM) untuk mengukur
kepuasan peserta
konseling terhadap
pelayanan yang diterima
26

3 Penyuluhan Menggunakan 1.1 Mencari materi dan Menghasilkan media berupa 1.1 Akuntabilitas Dengan melakukan penyuluhan Meningkatkan
Audio Visual (Hipertensi) pembuatan Audio Visual audio visual yang bukan Dalam dapat tercapainya visi kepercayaan masyarakat
yang reliable dan hanya dapat digunakan melaksanakan Puskesmas yaitu : Mewujudkan terhadap pendidikan
terpercaya. Setelah materi dalam penyuluhan luar penyuluhan masyarakat Muara Uya yang kesehatan secara nyata.
dan dikumpulkan gedung. Tetapi Media juga hipertensi, saya akan sehat dan mandiri dan Misi
kemudian disusun secara dapat digunakan dalam menyampai kan Puskesmas : Menigkatkan
sistematis kegiatan penyuluhan dalam informasi dengan pelayanan yang professional,
1.2 Membuat SAP (Satuan gedung. penuh kejelasan, ramah dan santun,
Acuan Penyuluhan) agar mudah Meningkatkan kepercayaan
1.3 Materi penyuluhan akan dipahami. masyarakat pada pelayanan
saya sampaikan dengan 1.2 Nasionalisme kesehatan, Meningkatkan peran
seksama sesuai SAP Sebagai penyuluh serta lintas sector dan lintas
kesehatan saya akan program, Mendorong
memberikan kemandirian masyarakat untuk
informasi yang jelas hidup sehat
untuk kemanusian.
1.3 Etika Publik
Dalam
menyampaikan
materi penyuluhan
hipertensi pada usia
lanjut, saya akan
menyampaikan
dengan bahasa yang
santun.
27

1.4 Komitmen Mutu


Agar penyuluhan
mudah diterima saya
akan beradaptasi
dengan lingkungan.
1.5 Anti Korupsi
saya akan
menyiapkan dengan
kemandirian tanpa
ada nya bantuan dari
pihak manapun.
4 Memberdayakan Kader 1.1 Membimbing dan melatih Dengan melakukan 1.1 Akuntabilitas Sebagai penyuluh saya juga Meningkatkan peran
Kesehatan kader khususnya yang permberdayaan maka akan Bertanggung jawab bertanggungjawab atas serta lintas sector dan
berkaitan dengan terjalin sebuah kemitraan atas kegiatan- kegiatan-kegiatan lintas program.
pelayanan kesehatan. serta berupa laporan kegiatan pemberdayaan masyarakat di
1.2 kerjasama dengan tim Kesehatan oleh kader. pemberdayaan bidang kesehatan. Biasanya dari
kesehatan lain yang ahli di masyarakat. setiap desa sudah ada
bidangnya untuk Kegiatan sesuai perwakilan masyarakat baik dari
memberikan masukan dengan basic tenaga tokoh masyarakat atau dari ibu-
yang dianggap perlu. kesehatan yang ibu PKK (Pembinaan
Dalam pelaksanaan dimiliki puskesmas Kesejahteraan Keluarga)
pemberdayaan 1.2 Nasionalisme biasanya disebut sebagai kader
1.3 memperlakukan kader Bekerjasama desa.
secara adil tanpa dengan tim
membeda-bedakan suku, kesehatan lain dalam
28

agama, ras dan pemberdayaan


antargolongan, agar masyarakat
tercipta hubungan yang 1.3 Etika Publik
rukun dan harmonis. Menciptakan
Kegiatan pemberdayaan lingkungan kerja
yang akan saya lakukan yang non
berkaitan dengan deskriminatif
kebutuhan masyarakat 1.4 Komitmen Mutu
terhadap kesehatan yang Beradaptasi dengan
mengalami pergeseran perubahan yang
sehingga perlu terjadi berkaitan
penyesuaian terhadap dengan pergeseran
perubahan dengan kebutuhan
1.4 melatih kader melalui customers/client)
pembelajaran langsung 1.5 Anti Korupsi
saat pelaksanaan kegiatan Jujur dan Adil
pelayanan kesehatan.
5 Melakukan kegiatan 1.1 menyiapkan SPT Menghasilkan media yang 1.1 Akuntabilitas Mendapatkan hasil yang optimal Meningkatkan
penyuluhan dengan media (Surat Perintah Tugas), dapat digunakan serta Berdiskusi dengan serta mengajak masyarakat Pendidikan kesehatan
sederhana dan inovatif SAP dan absen peserta dimanfaatkan dalam kepala puskesmas untuk mandiri dan mudah serta mewujudkan
(Hipertensi) penyuluhan sebagai bukti kegiatan penyuluhan dan tentang sistematika memahami serta mandiri masyarakat sehat dan
pelaksanaan kegiatan hasil berupa sebuah laporan penyuluhan secara mandiri
yang akan saya kerjakan. penyuluhan. integritas.
1.2 Saya juga akan 1.2 Nasionalisme
29

membuat surat bekerjasama


pemberitahuan kepada dengan tim
pihak terkait yang menjadi kesehatan lain yang
sasaran penyuluhan untuk membantu
melalui kerjasama dengan kegiatan
rekan kerja dan 1.3 Etika Publik
stakeholder untuk Memberikan
kelancaran pelaksanaan penyuluhan dan
penyuluhan. bersikap serta
1.3 Saya akan berkata sopan dan
membuat media tidak menyinggung
penyuluhan yang menarik perasaan peserta
dan inovatif bagi peserta 1.4 Komitmen Mutu
menyesuaikan dengan (Inovasi)
sasaran yang ingin saya Menggunakan
capai yaitu menambah teknologi informasi
pengetahuan peserta dengan Powerpoint
tentang masalah 1.5 Anti Korupsi
kesehatan. Jujur dan
Media tradisional akan transparan dalam
saya buat sendiri tanpa memberikan
ada pungutan biaya dari informasi dan
peserta dan negara penyampaian
karena merupakan informasi tidak
kegiatan atas inisiatif saya dipungut biaya
30

sendiri. Dalam
pelaksanaan penyuluhan
saya akan memberikan
pelayanan dengan
menyesuaikan sasaran
penyuluhan dan media
penyuluhan yang saya
gunakan sehingga pesan
kesehatan yang ingin saya
sampaikan dapat diterima
dan dimengerti dengan
baik.
31

C. RENCANA PENJADWALAN KEGIATAN AKTUALISASI

Table 3.2 Matriks Jadwal Kegiatan Peserta Latihan Dasar Cpns Golongan Iii Angkatan Vi Tahun 2019

Mei, 2019
NO Uraian Kegiatan Minggu ke II Minggu III Minggu IV Minggu V
6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
A. Persiapan
Konsultasi dengan Mentor dan
1
Coach
Seminar Rancangan
2
Aktualisasi
B. Pelaksanaan
Melakukan analisis hasil
1 Tabulasi
data PIS-PK (Survey PIS-PK)
Menyusun Materi dan
melakukan
2 Penyuluhan untuk Media Tatap
Muka
dalam Bentuk Konseling
Penyuluhan Menggunakan
3 Audio Visual
(Hipertensi)
32

Juli, 2019 Agustus,2019


Uraian Kegiatan Minggu IV Minggu V Minggu I Minggu II
NO
22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
B. Pelaksanaan
Memberdayakan kader
1
kesehatan
Melakukan kegiatan
penyuluhan dengan media
2
sederhana dan inovatif
(Hipertensi)
C. Evaluasi
1 Evaluasi Aktualisasi
2 Penyusunan Laporan

KET : : Libur

: Aktif
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi: Modul Pendidikan dan


Pelatihan Golongan I/II dan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi:Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.