Anda di halaman 1dari 26

MANAJEMEN OPERASI PADA PERUSAHAAN PT.

GARUDAFOOD
PUTRA PUTRI JAYA TBK.

Untuk Memenuhi Tugas Manajemen Operasi


Dosen Pengampu : Novita Putri Dianti, S.Gz., MM

Disusun Oleh :
Swadhistana Adhe Novi 19105510092

ILMU ADMINISTRASI BISNIS (C)


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM BALITAR
BLITAR
2019
Latar Belakang

PT. GARUDAFOOD PUTRA PUTRI JAYA TBK

Grup GarudaFood berawal dari sebuah perusahaan keluarga yang bergerak di bisnis
kacang garing, yakni PT. Tudung Putrajaya. Perusahaan ini didirikan tahun 1979 di Pati, Jawa
Tengah, oleh almarhum Darmo Putro yang memulai usahanya sebagai produsen tepung
tapioka. Sejak tahun 1987, perusahaan mulai serius berkosentrasi di bisnis kacang garing
dengan meluncurkan merek Kacang garing Garuda, yang belakangan sangat popular di
masyarakat dengan sebutan ringkas Kacang Garuda.

Seiring dengan kemajuan yang dicapai produk kacang garingnya, perusahaan terus
melakukan inovasi dengan melakukan upaya diversifikasi produk dan penerapan mesin-
mesin baru berteknologi modern. Pada tahun 1995, melalui PT Garuda Putraputrijaya,
perusahaan mendirikan pabrik kacang lapis yang meliputi kacang atom, kacang telur, dan
kacang madu. Ekspansi ke berbagai produk kacang ini ternyata mendapat sambutan hangat
dari pasar. Buktinya, meskipun masih baru, daya serap pasar atas produk kacang lapis (coated
peanuts) ini ternyata mampu melampaui yang dicapai produk kacang garing.

Untuk menjamin pasokan bahan baku utama (kacang tanah) yang berkualitas tinggi
dan tersedia sesuai kapasitas produksi, tahun 1996 telah didirikan PT Bumi Mekar Tani, yang
bergerak di perkebunan kacang. Selain memiliki kebun sendiri, perusahaan ini lebih banyak
menjalin kerja sama dengan para petani kacang, khususnya di Jawa tengah dan Jawa Barat,
untuk menampung hasil pertanian mereka dengan harga bersaing. Dengan demikian, secara
aktif perusahaan mengembangkan sistem kemitraan usaha yang saling menguntungkan.

Semua jerih payah, keseriusan dan sikap professional seluruh karyawan membuahkan
hasil nyata. Dari hasil surveinya yang berjudul Study Regarding Snack Industry and
Marketing in Indonesia, 1998, Corinthian Infopharma Corpora (CIC) menemukan bahwa
Kacang Garuda berhasil menguasai 65% pangsa pasar produk makanan kacang di Indonesia,
jauh meninggalkan merek produk kacang di posisi kedua yang menguasai 20%, sedangkan
15% lainnya diperebutkan oleh berbagai merek.

Untuk memperkokoh basis di Industri makanan ringan, tahun 1997 perusahaan


memasuki pasar biskuit melului PT Garudafood Jaya. Meskipun di tengah krisis ekonomi,
merek biskuit Danza dan Gery berhasil melakukan penetrasi pasar, untuk tahap I (karena
keterbatasan kapasitas), ke sejumlah pasar wafer stick di Jawa Timur dan Jawa
Tengah.Selanjutnya, di tengah menghebatnya krisis ekonomi, bulan Mei 1998 perusahaan
memberanikan diri masuk ke bisnis jelly, melalui PT Triteguh Manunggal Sejati. Meskipun
relatif baru, pertumbuhan laba atas penjualan memperlihatkan bahwa bisnis ini berpeluang
besar untuk tumbuh. Permintaan pasar dari semua jaringan distribusi selalu bergerak naik,
permintaan pasar dari luar negeri, seperti negara-negara di Timur Tengah, juga terus menguat.

Perusahaan-perusahaan yang dinamis dan inovatif di atas, kini bernaung di bawah


payung Grup GarudaFood. Sesuai visi dan misinya, kelompok usaha ini tentu saja tidak puas
atas prestasi yang dicapai selama ini. Inovasi terus dilakukan untuk menemukan produk-
produk baru, manajemen yang efisien serta cara berproduksi baru didukung teknologi
modern. Semua itu tidak lain demi kepuasan yang sebesar-besarnya bagi pelanggan, yang
merupakan penentu utama denyut nadi perusahaan.

Sampai saat ini terdapat 9 anak perusahaan GarudaFood, anak perusahaan itu adalah :

1. PT. Tudung Putrajaya (TPJ), memproduksi kacang garing dan berdiri sejak tahun
1979.
2. PT. BPR Tayu Duta Persada (BPR), yang berdiri pada tahun 1988.
3. PT. Sinar Niaga Sejahtera (SNS), yang berperan sebagai perusahaan distribusi yang
didirikan pada tahun 1994.
4. PT. Garuda Putraputrijaya (GPPJ), memproduksi kacang lapis (coated peanuts),
berdiri sejak tahun 1995.
5. PT. Bumi Mekar Tani (BMT), yaitu perusahaan yang bergerak di perkebunan kacang.
Perusahaan ini menjamin pasokan kacang yang berkualitas bagi grup GarudaFood.
Didirikan pada tahun 1996.
6. PT. GarudaFood Jaya (GFJ), memproduksi biskuit dan berdiri pada tahun 1997.
7. PT. Triteguh Manunggal Sejati (TMS), sebagai produsen jelly dan didirikan pada
tahun 1998.
8. PT. Garuda Solusi Inti, berperan untuk mendidik para sales yang didirikan pada tahun
2004.
9. PT. Dharana Inti Boga, memproduksi mountea didirikan pada tahun 2004.
Di atas areal seluas 25 hektare, berdiri pabrik-pabrik Grup GarudaFood yang didukung
teknologi berkelas dunia. Mesin oven yang mencakup drying machine dan roasting machine,
misalnya, didatangkan dari Belgia dan Jerman. Selain itu, berkat komunikasi dan kerja sama
yang serasi dan terus-menerus antara divisi pemasaran, divisi riset dan pengembangan serta
divisi produksi, Grup GarudaFood juga memesan mesin-mesin yang secara khusus didesain
sesuai kebutuhan spesifik produk-produk yang dikembangkan. Dengan demikian, Grup
GarudaFood mampu menyuguhkan aneka produk makanan ringan yang inovatif dan
berstandar internasional, dengan tetap mengacu pada selera dan kepuasan pelanggan.

Untuk menjamin produknya dinikmati pelanggan di seluruh pelosok negeri dan tersedia
dalam jumlah yang cukup, jaringan distribusi terus diperkokoh dengan mendirikan PT. Sinar
Niaga Sejahtera (SNS). Perusahaan ini sekarang memiliki sekitar 50 sub distributor yang
tersebar di sleuruh Indonesia. Didukung 225 armada truk dan 170 sepeda motor, PT. SNS
juga terus merangkul perusahaan-perusahaan kecil di berbagai pelosok tanah air untuk secar
aktif mendistribusikan produk-produk Grup GarudaFood.

Melalui PT. SNS pula, produk-produk GarudaFood kini mulai merambah ke pasar ekspor,
antara lain ke negara-negara seperti Australia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam,
Filipina, Hongkong, Cina, Arab Saudi, Belanda, dan Amerika Serikat. Berkat pengelolaannya
yang professional, PT. SNS kini telah menjadi profit center tersendiri bagi Grup garudaFood.

Visi dan Misi Perusahaan

Visi : Perusahaan makanan dan minuman terdepan di Indonesia


Misi : Kami adalah perusahaan pembawa perubahan yang menciptakan kemanfaatan bagi
masyarakat berdasarkan prinsip saling menumbuh kembangkan.

Tujuan Perusahaan

Tujuan berdirinya perusahaan sama dengan misi perusahaan yaitu ingin menciptakan
perusahaan pembawa perubahan yang menciptakan kemanfaatan bagi masyarakat
berdasarkan prinsip saling menumbuh kembangkan.

PENGANTAR MANAJEMEN OPERASI


PT GARUDAFOOD PUTRA PUTRI JAYA TBK
Manajemen operasi atau dalam pengertian luas dinamakan dengan manajemen
produksi. Manajemen operasi berkaitan dengan produksi barang dan jasa. Hasil produksi
barang atau jasa yang melimpah berada di bawah koordinasi dan pengawasan manajer
operasi.
PT. GarudaFood pada saat ini telah memproduksi berbagai jenis produk. Awalnya, PT.
Tudung Putra Jaya hanya sebagai produsen tepung tapioka, kemudian pada tahun 1987
merubah bisnisnya bergerak di bidang kacang garing. Seiring dengan kemajuan yang dicapai
produk kacang garingnya, perusahaan terus melakukan inovasi dengan melakukan upaya
diversifikasi produk dan penerapan mesin-mesin baru berteknologi modern. Kemudian
hingga sekarang menciptakan produk-produk baru berupa aneka jenis makanan ringan dan
minuman beraneka ragam.

DAYA SAING, STRATEGI, PRODUKTIVITAS PT GARUDAFOOD


Business Level Strategy adalah langkah yang ditempuh oleh para manager dalam
memanfaatkan sumberdaya dan kompetensi perusahaan untuk menciptakan keunggulan
kompetitif terhadap pesaing di dalam suatu industri.
Dasar perumusan BLS ialah kebutuhan pelanggan (apa yang diinginkan), kelompok
pelanggan (siapa yang membutuhkan), dan distinctive competencies (kompetensi yang
menonjol) untuk merespons kebutuhan pelanggan.
1. Diferensiasi Produk berdasarkan Kebutuhan Pelanggan. Kebutuhan pelanggan adalah
keinginan pelanggan yang dapat dipuaskan dengan barang atau jasa. Diferensiasi
produk adalah proses penciptaan keunggulan kompetitif melalui disain produk atau
jasa; setiap perusahaan sampai batas tertentu harus berupaya memproduksi produk
dalam berbagai bentuk, mutu, disain dsb. sesuai keinginan berbagai kelompok
masyarakat yang tingkat pendapatan dan seleranya berbeda-beda.
2. Segmentasi Pasar yg muncul oleh adanya Kelompok Pelanggan. Segmentasi pasar
adalah pengelompokan pelanggan berdasar kebutuhan atau preferensi (keinginan). Ini
diadopsi dalam strategi penciptaan keunggulan kompetitif. Misalnya, GM
mengelompokkan pelanggan berdasar income dan membuat mobil sesuai dengan
income tersebut.
3. Pada dasarnya terdapat 3 strategi untuk segmentasi pasar
(a) Mengabaikan perbedaan kebutuhan pelanggan, semua pelanggan sama.
(b) Mengelompokkan pasar dan membuat produk untuk setiap kelompok.
(c) Memperhatikan kelompok pelanggan dan memilih satu kelompok sebagai
target.
4. Distinctive competencies adalah kompetensi menonjol dan unik yang dimiliki
perusahaan, dan dapat dimanfaatkan untuk memenangkan persaingan dalam
memuaskan pelanggan. Kompetensi ini meliputi efisiensi, mutu, inovasi, dan respon
pada pelanggan.

(Businessreview) - Rencana PT GarudaFood Putra-Putri mencatatkan saham perdananya


(Initial Public Offering/IPO) kembali tertunda dari rencana sebelumnya di tahun 2009
menjadi 2012. Perseroan berencana mematangkan bisnis terlebih dahulu dalam 2 tahun ke
depan baru kemudian melaksanakan IPO.
Demikian disampaikan Chief Executive Office (CEO) PT GarudaFood Putra-Putri
Sudhamek AWS dalam press gathering di Djakarta Theater Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa
(23/3/2010). "Keputusan manajemen, dan telah mendapat kesepakatan dengan share holder,
bahwa IPO kita tunda dulu. Yang paling realistis 2012," ungkap Sudhamek.
Ia menerangkan, GarudaFood lebih memilih untuk menunda IPO karena sesuai dengan
road map yang telah disusun perseroan. Perseroan berencana mematangkan bisnis selama 2
tahun ke depan, baru kemudian melaksanakan IPO dengan target mewujudkan sebagai
pemain terbesar ke-2 F&B di Indonesia pada 2015.
Terlebih industri makanan dan minuman sedang mencatat pertumbuhan yang baik.
Dalam tahun lalu saja, perseroan mencatat penjualan Rp 4,1 triliun, dan akan menjadi Rp 5
triliun di tahun 2010. Tahun 2009 lalu perseroan sebetulnya telah merencankan IPO, namun
tertunda karena masih menunggu kepastian arah ekonomi Indonesia. Menurut Managing
Director GarudaFood, Hartono Atmadja, tahun lalu kondisi perekonomian maupun pasar
modal Indonesia sedang kurang kondusif untuk melepas saham ke publik. Apalagi, ia
melanjutkan, Indonesia sedang menghadapi masa pemilu yang akan menimbulkan kontraksi
pada perekonomian nasional.
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menargetkan kinerja pada tahun ini akan
tumbuh. Untuk itu, perusahaan ini akan meningkatkan pasar ekspor. Dian Astriana, Head of
Corporate Communication Garudafood, mengatakan, perusahaan ini menargetkan kenaikan
omzet penjualan sekitar 15% tahun ini. Sebagai perbandingan pada 2018, pendapatan GOOD
mencapai Rp 8,07 triliun atau naik 8% dari akhir tahun 2017 yang sebesar Rp 7,48 triliun.
Jika dihitung, total pendapatan produsen makanan ringan Kacang Garuda ini di 2019
mencapai Rp 9,28 triliun. Untuk mencapai target tersebut, GOOD akan fokus pada
pengembangan pasar domestik dan ekspor. Dian menyebut, caranya, GOOD bakal
mengeluarkan produk baru serta memperkuat channel distribusi domestik untuk
meningkatkan produktivitas. Garuda Food juga akan mengembangkan pasar di luar negeri.
"Dengan cara mencari peluang di negara baru," ujar Dian. Perusahaan ini juga akan
meningkatkan penetrasi pasar di Asia. Saat ini, GOOD sudah mengekspor produknya ke lebih
dari 20 negara, dengan fokus utama penjualan ke beberapa pasar Asia Tenggara, China dan
India.

Pabrik baru, Dian juga mengungkapkan, kontribusi pasar lokal bagi pendapatan GOOD
sekitar 95%. Sementara sisanya dari ekspor. Sebelumnya, Direktur Utama GOOD Hardianto
Atmadja mengatakan, penjualan ekspor akan naik dua digit dalam waktu dua hingga tiga
tahun ke depan.Perusahaan ini juga menyiapkan anggaran belanja modal alias capital
expenditure (capex) senilai Rp 800 miliar untuk tahun ini. "Dananya akan dipakai untuk
investasi di penambahan pabrik dan gudang," jelas Dian. Rencananya, GOOD akan
menambah tiga pabrik baru. Lokasinya ada di Rancaekek, Bandung, serta Gresik dan Pati.

Peramalan PT. Garudafood

BCG (Boston Consulting Group. Pada tahun 1968, menciptakan (BCG) Boston Consulting
Group “Growth Share Matrix” sebuah grafik sederhana untuk membantu perusahaan besar
dalam menentukan bagaimana mengalokasikan kas antara unit-unit bisnis mereka. Korporasi
akan mengkategorikan unit usaha sebagai “Bintang”, “Kas Sapi”, ”Pertanyaan Marks”, dan
“Anjing” (awalnya “Piaraan”) kemudian mengalokasikan kas yang sesuai, memindahkan
uang dari ”sapi perah” menuju “bintang” dan “tanda tanya” yang memiliki tingkat
pertumbuhan pasar yang lebih tinggi potensial. Bagan itu popular selama dua dekade dan
“digunakan sebagai primer dalam prinsip-prinsip pengelolaan portofolio”, sebagai kata BCG.
1. Question. Divisi dalam kuadran I memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi
mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Biasanya kebutuhan kas
perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah. Bisnis ini disebut tanda tanya karena
organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan
strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau
menjualnya.
2. Star. Bisnis di kuadran II (disebut juga Bintang) mewakili peluang jangka panjang terbaik
untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif
yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi
yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini
adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi
perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan
mengantisipasi para pesaingnya. Integrasi ke depan, ke belakang, dan horizontal,
penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan joint venture
merupakan strategi yang sesuai untuk dipertimbangkan divisi ini.
3. Cash Cow. Divisi yang berposisi di kuadran III memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi
tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena
menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk
membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah
bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi
kuatnya selama mungkin. Pengembangan produk atau diversifikasi konsentrik dapat
menjadi strategi yang menarik untuk sapi perah yang kuat. Tetapi, ketika divisi sapi perah
menjadi lemah, retrenchment atau divestasi lebih sesuai untuk diterapkan.
4. Dog. Divisi kuadran IV dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan
bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah
anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis
ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah
divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik.
Analisis Matriks BCG PT. GarudaFood
Analisis PT. Garudafood. : masuk Pada kuardan 3 / sapi perah. PT. GarudaFood, memiliki
pangsa pasar yang relative tinggi tetapi bersaing dalam pertumbuhan pasar industri yang
lambat sehingga PT. Garudafood menghasilkan pendapatan yang dapat diperas seperti susu
sapi hal ini dilihat dari PT. Garudafood yang memiliki anak perusahaan dan memproduksi
berbagai macam produk makanan dan minuman.
DESAIN PRODUK PT. GARUDAFOOD

Desain produk adalah proses menciptakan produk baru yang akan dijual oleh
perusahaan untuk pelanggannya. Sebuah konsep yang sangat luas, pada dasarnya generasi
dan pengembangan ide-ide yang efektif dan efisien melalui proses yang mengarah ke produk-
produk baru. Desain produk mempunyai maksud dan tujuan untuk membantu perusahaan
dalam menciptakan dan mengembangkan produk baru atau untuk menjamin hasil produki
yang sesuai dengan keinginan pelanggan disatu pihak serta dipihak lain untuk menyesuaikan
dengan kemampuan perusahaan.

Maksud dari Desain Produk, antara lain :

 Untuk menghindari kegagalan – kegagalan yang mungkin terjadi dalam pembuatan


suatu produk.
 Untuk memilih metode yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk.
 Untuk menentukan standarisasi atau spesifikasi produk yang dibuat.
 Untuk menghitung biaya dan menentukan harga produk yang dibuat.
 Untuk mengetahui kelayakan produk tersebut apakah sudah memenuhi persyaratan
atau masih perlu perbaikan kembali.
 Sedangkan tujuan dari Desain Produk itu sendiri, adalah :
 Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan mempunyai nilai jual yang
tinggi.
 Untuk menghasilkan produk yang trend pada masanya.
 Untuk membuat produk seekonomis mungkin dalam penggunaan bahan baku dan
biaya – biaya dengan tanpa mengurangi nilai jual produk tersebut.

Berikut ini merupakan produk-produk dari PT. GarudaFood, meliputi :


Kacang dan Snack
 Kacang Garuda
 Kacang Atom Garuda
 Kacang Kulit Rasa Garuda
 Kacang Panggang Rosta Garuda
 Pilus Garuda (Original, Pedas, Sapi Panggang, Rumput Laut dan Abon)
 Leo Snack
 Leo O' Corn
 dll.
Biskuit, Coklat dan Permen (Confectionery)
 Gery Wafer Cream
 Gery Crackers Beras
 Gery Saluut
 Gery Saluut Cokluut
 Gery Special Pack (Butter Cookies, Wafer Stick, Chocolate Wafer, Egg Roll)
 Gery Bischoc
 Gery Chopstick
 Gery Toya Toya
 Gery Brown Cookies
 Gery Snack Sereal
 Gery Cookies
 Gery Pasta
 Gery Meiseis
 Clap Clup
 Boogie
 Gery Avengers
 Ting-Ting
 Chocolatos
 Waferlatos
 Tory Cheeselatos
 Tory Cheese Crackers
 Gery O'Donuts
 Gery Saluut Hazelnut
 Gery Saluut Donut
 Gery Saluut Malkist
 Hollanda Butter Cookies dan Wafer
Minuman
 Okky Jeli
 Okky Jelly Drink
 Okky Koko Drink
 Okky Jello Blast
 Okky Jello Juice
 Mountea Tropical Splash
 Keffy
 Clevo
 Mayo
 Space
 Z-porto
 Super O2
 Mountea Sparkling
 Kopyes
 Mirai Ocha (Suntory Garuda)
 MyTea (Suntory Garuda)
 De Koffie (Suntory Garuda)
 Chocolatos Choco Drink
 Enerfill
SELEKSI PROSES DAN TATA LETAK FASILITAS PT GARUDAFOOD

Penanganan quality control


Quality control adalah suatu pengawasan dan pengendalian mutu yang dilakukan pada
setiap tahap/stasiun proses pembuatan produk mulai dari tahap bahan baku yang datang dari
supplier sampai produk jadi yang siap dikonsumsi.
Tujuan quality control : untuk mengawasi dan mengendalikan proses pembuatan
produk sehingga dihasilkan produk jadi yang sesuai dengan standart mutu atau persyaratan
yang telah ditetapkan.
Penerapan sistem ERP
Penerapan ERP Pada PT. Garuda Food, Jakarta PT.Garuda Food Indonesia yang
merupakan anak perusahaan Tudung Group.yang memproduksi makanan dan minuman.
Perusahaan ini berskala nasional dalam memperkejakan 19.000 karyawan. Untuk
memudahkan proses data dari menelusuri status penjualan, persediaan, pengiriman, dan
pembuatan faktur, serta perkiraan bahan baku dan kebutuhan sumber daya manusia Garuda
Food Indonesia mengimplemantasikan ERP untuk proses dalam kegiatan perusahaan.
Garuda Food memakai sistem ERP bertujuan untuk mengintegrasikan dan
mengoptomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun
distribusi di perusahaan bersangkutan. ERP berkembang dari manufacturing resource
planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari material requirement
planning (MRP) yang berkembang sebelumnya.
Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi,
persediaan, pengapalan, invoice dan akunting perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti
akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi,
manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber dayamanusia. ERP sering disebut
sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara
umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung
berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Costumer Relationship
Management (CRM), e-Government dan lain-lain. Garuda Food merupakan perusahaan besar
yang telah menjadi produsen makanan dan minuman di Indonesia. Maka Garuda Food
membuka cabang-cabang di daerah-daerah untuk memudahkan pengiriman atau melakukan
pemasaran di daerah tertentu. Oleh sebab itu Garuda Food melakukan hubungan ERP yang di
setiap cabangnya telah menerapkan sistem ERP.
Pada prinsipnya, dengan sistem ERP Garuda Food dapat dijalankan secara optimal dan
dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow
moving part, dll.), biaya kerugian akibat ‘achine fault dll. Dinegara-negara maju yang sudah
didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT
(Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya
pada saat diperlukan (fast moving). Termasuk juga penyedian suku cadang untuk
maintenance, jadwal perbaikan (service) untuk mencegah terjadinya machine fault, inventory,
dsb.
Garuda Food memerlukan efisiensi dan komputerisasi dari segi penjualan, maka ada
tambahan bagi konsep ERP yang bernama Sales Force Automation (SFA). Sistem ini
merupakan suatu bagian penting dari suatu rantai pengadaan (Supply Chain) ERP. Pada
dasarnya, Sales yang dilengkapi dengan SFA dapat bekerja lebih efisien karena semua
informasi mengenai suatu pelanggan atau produk yang dipasarkan ada di databasenya.
Garuda Food bersifat assemble-to-order atau make-to-order, sistem ERP dapat juga
dilengkapi dengan Sales Configuration System (SCS). Dengan SCS, Sales dapat memberikan
penawaran serta proposal yang dilengkapi dengan gambar, spesifikasi, harga berdasarkan
keinginan/pesanan pelanggan.

DESAIN SISTEM KERJA PT. GARUDAFOOD


Sumber Daya Manusia
Sekitar 9000 karyawan Group GarudaFood adalah orang-orang terpilih yang telah
melewati proses seleksi yang ketat. Selain dituntut terampil menyelesaikan pekerjaan
operasional, mereka juga harus jujur dan berwawasan. Untuk meningkatkan profesionalisme,
perusahaan melaksanakan berbagai program pelatihan dan pengembangan, baik yang
dilakukan di dalam perusahaan (inhouse training) maupun mengirim mereka ke berbagai
lembaga pendidikan dan pelatihan didalam maupun luar negeri.

Untuk merangsang sekaligus meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan


memberikan insentif, baik berwujud materi maupun prospek karir yang cemerlang di masa
depan. Dengan demikian, di GarudaFood, karyawan diberi kesempatan yang seluas-luasnya
untuk mengembangkan seluruh potensi yang mereka miliki.

Disiplin Kerja

Disiplin kerja merupakan faktor yang sangat menentukan dan kunci keberhasilan
dalam mencapai tujuan perusahaan. Di samping disiplin kerja yang berdampak langsung pada
kinerja karyawan, PT GarudaFood Putra Putri Jaya menerapkan GMP (Good Manufacturing
Practice) dan 5R untuk mencapai produktifitas yang diinginkan. Beberapa contoh disiplin
kerja yang diterapkan di PT GarudaFood Putra Putri Jaya adalah :

 Karyawan yang datang terlambat akan mendapatkan atau peringatan dari Kepala
Bagiannya masing-masing dan keterlambatan yang sering dilakukan karyawan
akan mendapatkan sanksi dari perusahaan sesuai dengan peraturan yang telah
dibuat.
 Karyawan dilarang merokok di luar smoking area.
 Karyawan dilarang mengenakan aksesoris yang berlebihan.
 Karyawan diwajibkan menggunakan topi, masker, dan sepatu saat memasuki area
kerja.
 Karyawan wajib mencuci tangan saat akan memasuki area produksi.

Waktu Kerja

Pembagian waktu kerja dapat dilihat seperti di bawah ini :

Untuk 8 jam kerja (Senin-Jumat)

a. Shift 1 : 07.00 s.d. 15.00


b. Shift 2 : 15.00 s.d. 23.00
c. Shift 3 : 23.00 s.d. 07.00
Untuk 5 jam kerja (hari Sabtu)

d. Shift 1 : 07.00 s.d. 13.00


e. Shift 2 : 13.00 s.d. 19.00
f. Shift 3 : 19.00 s.d. 01.00
g. Shift 4 : 01.00 s.d. 07.00 (khusus utility)

Keselamatan dan Budaya Kerja

Keselamatan tenaga kerja atau karyawan merupakan hal yang sangat membutuhkan
perhatian, dengan adanya jaminan keselamatan bagi karyawan diharapkan akan memotivasi
karyawan untuk bekerja sebaik-baiknya.

Selain adanya jaminan keselamatan kerja, PT GarudaFood Putra Putri Jaya juga telah
melakukan langkah preventif untuk melindungi karyawannya dalam bekerja, diantaranya
dengan memberikan perlengkapan keselamatan kerjapribadi seperti topi, masker, dan pakaian
kerja khusus. Selain itu, telah disiapkan perlengkapan keselamatan kerja area seperti alat
pemadam kebakaran yang disesuaikan dengan tempat dan area yang rawan kebakaran.

Sebagai Food and Beverage Company, PT GarudaFood Putra Putri Jaya sangat
memperhatikan higienitas dari produknya, oleh karena itu diterapkan budaya kerja yang
mengacu pada Good Manufacture Practice (GMP) dan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat,
Rajin).

Kesejahteraan Tenaga Kerja

Dalam usaha meningkatkan kesejahteraan karyawan, PT GarudaFood Putra Putri Jaya


menyediakan tunjangan-tunjangan :

a. Tunjangan makan
Perusahaan memberikan fasilitas makan kepada seluruh karyawan yang bekerja
pada jam dan hari kerja maupun yang bekerja lembur. Karyawan mendapatkan
satu kali jatah makan pada setiap pembagian shift.
b. Tunjangan Kesehatan
Perusahaan menyediakan perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan
(P3K) pada tiap-tiap area kerja. Di samping itu terdapat poliklinik yang melayani
karyawan setiap hari kerja, selain itu perusahaan juga memberikan tanggung
jawab perawatan kecelakaan kepada karyawan beserta suami/istri dan anaknya.
Perusahaan juga menyediakan dokter perusahaan, dokter luar perusahaan, dan
jaminan sosial tenaga kerja.
c. Tunjangan Hari Raya
Perusahaan memberikan bonus atau insentif kepada karyawannya pada setiap hari
raya. Selain itu ada pemberian bonus akhir tahun yang disesuaikan dengan
keuntungan pendapatan akhir tahun.

Sistem Upah

Ditinjau dari upah yang dibayarkan kepada karyawan (tenaga kerja) dapat dibedakan
atas :

a. Tenaga Kerja Harian


Upah untuk tenaga kerja harian diberikan berdasarkan akumulasi kerja hariannya
dalam kurun waktu satu (1) bulan, dan dibayarkan pada tanggal 25 setiap
bulannya.

b. Tenaga Kerja Tetap


Tenaga kerja ini digaji secara tiap perioda, karena ikatan mereka dengan
perusahaan cukup kuat.
Selain gaji yang didapat, ada beberapa tunjangan karyawan lainnya, antara lain :
a. Transportasi
b. Makan
c. Kesehatan
d. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)
e. Tunjangan melahirkan
f. Tunjangan pernikahan

Kualitas Sumber Daya Manusia

1. Tenaga Kerja Harian

Untuk tenaga kerja harian di bidang teknik diambil dari lulusan STM dan untuk tenaga
harian di bagian produksi diambil dari luluan SMU.

2. Tenaga Staf

Untuk tenaga staf di bidang teknik maupun bidang non teknik diambil dari karyawan yang
sudah bekerja lama dan mempuyai nilai tambah dari perusahan lalu diangkat sebagai staf
yang diambil dari tenaga kerja harian.

3. Tenaga Pengawas

Untuk pengawas di bidang teknik maupun non teknik diambil dari lulusan D3 (ahli madya)
dan S1 (sarjana). Untuk pengawas teknik diambil dari lulusan ahli madya (D3) atau dari
karyawan lama yang mempunyai nilai tambah dari perusahaan dan untuk bagian non
teknik yaitu pengawas produksi diambil dari lulusan sarjana (S1) atau dari karyawan lama
yang mendapat nilai lebih dari perusahaan.

4. Kepala Shift

Kepala shift di bidang teknik maupun non teknik diambil dari lulusan sarjana (S1) atau
dari tenaga pengawas yang mempunyai nilai tambah dari perusahaan.

5. Tenaga Improvement

Tenaga improvement di bidang teknik maupun non teknik diambil dari lulusan ahli madya
(D3) dan sarjana (S1).

6. Manager

Untuk manager diambil dari lulusan S1 baik di bidang teknik maupun non teknik yang
sudah bekerja lama dan mempunyai nilai lebih dari perusahaan yang diambil dari tenaga
supervisor.

Untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi di GarudaFood, diadakan Quality


Convensiondari karyawan-karyawan, mulai dari operator, pengawas, dan teknisi yang
tergabung dalam puluhan SGA (Small Group Activity). Dari konvensi ini didapatkan
kreatifitas-kreatifitas karyawan yang dapat menjadi jalan keluar dari beberapa masalah yang
ada seperti perbaikan mesin/ metoda kerja dan penghematan biaya operasi produksi.

Jenjang Karir/ Prestasi Karyawan

Jenjang karir yang dimaksud adalah kenaikan pangkat. Di PT GarudaFood Putra Putri
Jaya untuk jenjang karir yaitu dilakukan dengan memberikan training kepada karyawan
dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill karyawan (khususnya teknik). Dari
sini diharapkan akan muncul suatu ide kreatif dari karyawan misalnya ide untuk
mengoptimalisasi kinerja mesin atau mengurangi waste. Jadi kenaikan pangkat di PT
GarudaFood Putra Putri Jaya dilakukan dengan melihat loyalitas atau prestasi karyawan
untuk perusahaan.

Di PT GarudaFood Putra Putri Jaya untuk sistem penerimaan tenaga kerja memiliki
standar minimal yaitu diambil dari lulusan minimal ahli madya (D3) untuk semua bagian,
baik itu bagian produksi maupun bagian teknik, jadi tidak perlu adanya pembinaan khusus
lagi misalnya studi lanjut atau pelatihan karena lulusan ahli madya dianggap telah mampu
untuk menganalisa keadaan/alat yang dihadapinya.
Pembagian Area Kerja

Area kerja di PT GPPJ Coated Peanuts Division Pati dibagi menjadi 2, masing-
masing factory melaksanakan proses produksi, mulai dari persiapan bahan baku, coating,
frying, hingga packing. Masing-masing factory dibagi lagi ke dalam 2 unit, yaitu :

a. Factory A
 Unit 3 (memproduksi kacang atom)
 Unit 4 (memproduksi kacang oven)
b. Factory B
 Unit 1 (memproduksi pilus)
 Unit 2 (memproduksi kripko, potato, krupuk)

PERENCANAAN DAN ANALISIS LOKASI PT. GARUDAFOOD

Tujuan Analisis Lingkungan : untuk menilai lingkungan organisasi secara keseluruhan.


Baik faktor-faktor yang berada diluar organisasi maupun yang berada didalam organisasi
yang semuanya mempengaruhi kemajuan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Peran/Fungsi Analisis Lingkungan :
 Policy – Oriented Role : Peran analisis yang berorientasi pada kebijakan manajemen
atas dan bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan memberikan
informasi bagi manajemen tingkat atas tentang kecenderungan utama yang muncul
dalam lingkungan.
 Integrated Strategic Planning Role : Peran ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja
organisasi dengan membuat manajemen tingkat atas dan manajer divisi menyadari
segala isu yang terjadi di lingkungan perusahaan yang memiliki implikasi langsung
pada proses perencanaan.
 Functional – Oriented Role : Peran ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja
organisasi dengan menyediakan informasi lingkungan yang member perhatian pada
efektivitas kinerja fungsi organisasi tertentu. Peran ini berorientasi pada masalah
tertentu dalam perusahaan yang menjadi target utama.
Lingkungan Eksternal :
Lingkungan Umum (General Environment) adalah suatu lingkungan dalam lingkungan
eksternal organisasi yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas
danfaktor-faktor tersebut pada dasarnya berada di luar dan terlepas dari operasi perusahaan.
Lingkungan ini hanya memiliki sedikit dampak implikasi langsung bagi pengaturan suatu
organisasi.
Faktor-faktornya yaitu :
 Faktor sosial
 Faktor ekonomi
 Faktor politik & hukum
 Faktor teknologi
 Faktor demografi

Segmen Demografis
- Ukuran populasi
- Struktur usia
- Distribusi geografis
- Bauran etnik
- Distribusi pendapatan
- Tingkat tabungan personal

Segmen ekonomi
- Tingkat inflasi
- Tingkat kepentingan
- Defisit atau surplus
perdagangan
- Defisit atau surplus anggaran
- Tingkat tabungan bisnis
- Produk domestic bruto

Segmen politik/hukum
- Hokum antitrust
- Hokum pajak
- Filosofi deregulasi
- Hukum pelatihan tenaga kerja
- Filosofi dan kebijakan
pendidikan
Segmen sosiokultural
- Perempuan sebagai tenaga
kerja
- Keragaman tenaga kerja
- Sikap terhadap kualitas hidup
bekerja
- Sikap terhadap lingkungan
- Pergerakan pilihan pekerjaan
dan karir
- Pergerakan pilihan berkaitan
dengan karakteristik produk
dan jasa.

Segmen teknologi
- Inovasi produk
- Aplikasi pengetahuan
- Focus pada privat dan
pemerintah yang didukung
oleh pengeluaran riset dan
pengembangan.
- Teknologi komunikasi yang
baru.

Segmen global
- Peristiwa politik penting
- Pasar global kritikal
- Negara-negara industri baru.
- Atribut-atribut budaya dan
institusional yang berbeda.

Lingkungan Industri (Industry Environment) adalah serangkaian faktor-faktor-ancaman


daripelaku bisnis baru, supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di
antara para pesaing yang secara langsung mempengaruhiperusahaan dan tindakan dan
tanggapan kompetitifnya.
Faktor-faktornya yaitu :
 Ancaman pendatang baru
 Pembeli (customer)
 Produk substitusi
 Pesaing (competitor)
 Pemasok (supplier)
Secara singkat, dapat disimpulkan bahwa Lingkungan industri adalah tingkatan dari
lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkankomponen-komponen yang secara normal
memiliki dampak yang relatiflebih spesifik dan langsung terhadap operasional perusahaan.
Kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri sebagai berikut:
 Ancaman Masuknya Pendatang Baru
 Tingkat Rivalitas Di Antara Para Pesaing yang ada
 Tekanan dari Produk Pengganti
 Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Substitusi)
 Kekuatan Tawar-menawar Pemasok
1. Analisis Lingkungan Umum PT. GarudaFood
Ekonomi
Kondisi perekonomian suatu negara sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup
perusahaan. Elemen dalam faktor ekonomi dapat membantu atau merintangi pencapaian
tujuan perusahaan dan kesuksesan atau kegagalan strategi. Perubahan dalam kondisi
perekonomian mungkin akan menguntungkan bagi satu perusahaan tetapi dapat pula
merugikan. Indikator dari kesehatan perekonomian suatu negara antara lain adalah tingkat
inflasi, tingkat suku bunga, pertumbuhan ekonomi, kurs mata uang, defisit atau surplus
perdagangan, tabungan konsumen dan daya beli. Perencana strategi harus meramalkan
perubahan kondisi perekonomian yang dapat memberikan dampak bagi perusahaan.
Sosial dan Budaya
Kondisi sosial merupakan pertimbangan penting juga bagi manajemen. Lingkungan ini
berkenaan dengan kepercayaan, nilai-nilai, sikap, pandangan dan pola kehidupan komponen-
komponen lingkungan yang dikembangkan atau dibentuk dari kebudayaan, ekologi,
demografis, geografis, religius, pendidikan dan faktor-faktor etnis (Herudjito, 2000).
Perubahan gaya hidup yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia dewasa ini
memberikan dampak perubahan selera dan pola konsumsi. Perubahan besar yang terjadi pada
pola konsumsi masyarakat tersebut membuat persaingan antar perusahaan menjadi semakin
ketat. Semakin banyaknya produk makanan ringan modern snack yang ditawarkan kepada
konsumen dan beragamnya selera masyarakat dalam memilih produk makanan ringan
menyebabkan persaingan antar perusahaan makanan ringan menjadi ketat, karena masing-
masing perusahaan berusaha untuk mengembangkan usahanya dan mempertahankan pangsa
pasarnya.
Garudafood sebagai suatu perusahaan yang bergerak di industri makanan ringan
mengemban misi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menciptakan
produk-produk dan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan harapan yang diinginkan
konsumen dengan memperhatikan karakteristik demografi ekonomi dan sosial konsumen.
GarudaFood memproduksi makanan ringan yang dapat menggambarkan karakteristik
masyarakat Indonesia yang mana sebagian besar menyukai jenis makanan yang berasal dari
kacang-kacangan seperti :kacang kulit biga, kacang kulit rasa bawang, atom gurih lokal, atom
manis, atom telor, atom pedas dll. Garudafood juga mengeluarkan produk yang disesuaikan
dengan kebiasaan masayarakat Indonesia yang wajib mengkonsumsi nasi yakni dengan
adanya makanan pendamping nasi snack pilus yang memiliki pilihan rasa gurih, manis, dan
pedas. Produk ini sangat cocok untuk lauk, dikombinasikan dengan nasi, maupun makanan
lainnya seperti bakso, soto, mie, siomay, dan makanan-makanan lainnya. Salah satu varian
dari pilus adalah pilus cocol yang berbentuk stick dengan dilengkapi saos sambal untuk
menambah kenikmatan mengkonsumsi snack pilus.
Garudafood juga memperhatikan faktor usia, perbedaan usia juga akan mengakibatkan
perbedaan selera dan kesukaan terhadap merk maka dari itu Garudafood juga mengeluarkan
varian produk yang dapat dinikmati oleh anak-anak seperti okky jelly yang tersedia dalam
enam pilihan rasa buah-buahan, yaitu jeruk, nanas, melon, anggur, strawberry, dan leci
dengan Nata de Coco. Selain itu besarnya daya beli masyarakat terhadap suatu produk
tergantung dari seberapa besar penghasilan yang ia terima. Melihat hal seperti itu Garudafood
berupaya menghadirkan produk-produk makanan ringan dengan harga yang dapat dijangkau
sehingga dapat dinikmati masyarakat diberbagai lapisan.
Teknologi
Disamping faktor sosial, dampak yang mungkin terjadi terhadap kondisi perusahaan
adalah faktor teknologi. Perubahan teknologi yang semakin cepat dapat mempengaruhi bahan
baku, operasi, produk serta jasa perusahaan. Oleh karena itu perubahan teknologi dapat
memberikan peluang besar untuk meningkatkan hasil, tujuan atau mengancam kedudukan
perusahaan. Perubahan teknologi pada umumnya mengarah pada biaya produksi dan harga
jual yang lebih rendah, kualitas produk yang meningkat, pelayanan lebih cepat, waktu
pengolahan lebih cepat dan lebih praktis.

PT. Garuda Food membentuk suatu program kemitraan dengan para petani kacang
dan memberikan penyuluhan teknologi penanaman kacang agar menghasilkan kualitas
kacang yang baik. Dengan begitu kualitas produk olahannya yang diproduksi oleh PT.
Garuda Food ini juga akan memiliki kualitas yang baik pula.
2. Analisis Kekuatan Persaingan Industri PT. GarudaFood
Lingkungan industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang
menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih
spesifik dan langsung terhadap operasionalisasi perusahaan. Analisis lingkungan industri
sangat diperlukan dalam penentuan posisi bertahan yang terbaik bagi satu perusahaan dan
merupakan penunjang fundamental untuk menentukan posisi relatif perusahaan yang
kemudian dapat digunakan untuk merumuskan strategi keunggulan bersaing (Porter, 1997).

Selanjutnya Porter (1997) menyatakan, dalam jangka panjang suatu perusahaan akan
mampu bertahan jika berhasil mengembangkan strategi untuk menghadapi lima kekuatan
yang membentuk suatu struktur persaingan dalam industri yang terdiri dari persaingan
diantara perusahaan dalam industri, ancaman dari masuknya pendatang baru, ancaman dari
produk substitusi, kekuatan tawar manawar dari pembeli dan kekuatan tawar menawar dari
pemasok.

Krisis ekonomi yang mendera dunia hingga pengujung 2008 memicu GarudaFood
untuk tetap optimistis menghadapi 2009. Goldman Sachs memprediksi pada 2050 Indonesia
akan menjadi kekuatan nomor tujuh di dunia setelah Cina, AS, India, Brasil, Meksiko, dan
Rusia. Prediksi ini merupakan tantangan bagi GarudaFood untuk mengerahkan segenap
kemampuan agar terus tumbuh dan berkembang lagi.

Pertumbuhan Bisnis makanan dan minuman juga sempat didera isu bahaya bahan
tambahan pangan (BTP) sejak tahun lalu, serta isu bahaya produk terkontaminsasi melamine
asa Cina. Kendati demikian, pada 2008 Industri Makanan & Minuman nasional cukup
tangguh saat ekonomi dunia dihantam krisis. Maklum, rata-rata bisnis ini berbasis bahan baku
lokal serta berorientasi pasar domestik. Data BPS menyebutkan industri ini tumbuh positif
sebesar 10,4 persen pada triwulan ketiga 2008.

Untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di berbagai kategori produk,


GarudaFood terus berupaya menciptakan inovasi di pelbagai aspek, baik produk maupun
sumberdaya manusia (noble people) dalam upaya memenuhi harapan konsumen. Upaya
bertahan di saat krisis ditempuh dengan tetap mengusung ciri khas berupa karya-karya
inovatif.
GarudaFood menggunakan tiga situasi lingkungan antara lain :
1. Situasi komunikasi
Situasi adalah situasi dimana konsumen menperoleh informasi atau melakukan
komunikasi atau melakukan komunikasi. Disini garuda food memanfaatkan iklan televisi,
radio, internet, media cetak, brosur, dll. Tidak kalah pentingnya dalam pemasaran adalah
seorang SPG. Dimana para SPG dapat berkomunikasi dengan konsumen secara langsung.
Kebaradaan SPG sangt membantu para konsumen dalam memperoleh infornasi, bahkan
bisa memperoleh sampel produk yang ditawarkan SPD.
2. Situasi pembelian
Keputusan konsumen dalam membeli produ makanan atau minuman seringkali
dilakukan di toko, karena itu informasi yang diperoleh konsumen saat berbelanja sangan
mempengaruhi keputusan pembelian. Yang sering dimanfaatkan garuda food adalh situasi
waktu dimana produk garuda food dikembangkan untuk menghemat waktukonsumen.
Misalnya mountea jambu, konsumen sekarang sudah tidak perlu lagi repot-repot didapur
untuk membuat jus jambu karena sekarang sudah ada mountea jambu yang mengandung
teh+ sari jambu yang siap minum.
3. Situasi pemakaian
Konsumen sering memilih produk kerena pertimbangan dari situasi konsumen. Begitu
juga dengan Garuda food, salah satunya memakai situasi konsumen terutama Indonesia
yang suka dengan minuman teh, maka dari itu garuda food mengembangkan produk
minuman tehnya dengan berbagai rasa.

3. Peluang dan Ancaman Perusahaan


Peluang :
a. Kacang Keriting dengan bentuk dan rasa unik menjadikan suatu peluang bari GarudaFood
untuk merebut pasar karena kompetitornya masih sedikit dan belum ada yang dijual kelas
menengah ke bawah.
b. Garudafood memasarkan produk minuman susu merek Clevo dengan menargetkan
penjualan sekitar 5 juta liter susu atau 7% pangsa pasar pada tahun ini. Dengan peluang pasar
yang bagus maka perusahaan optimistis Clevo bisa diterima pasar dan mencapai target.
c. GarudaFood telah terbukti dan teruji kemampuannya dalam menjalankan fungsi sebagai
pelaksana bimbingan teknis sekaligus penjamin pasar kacang tanah. GarudaFood juga terpilih
sebagai mitra kerjasama oleh IFC karena reputasinya sebagai salah satu pelaku utama di
industri makanan dan minuman.
Ancaman :
a. Ketatnya persaingan dan krisis ekonomi global.
b. Dalam bisnis minuman, semakin ketatnya persaingan di industri makanan dan minuman
dan daya beli masyarakat yang masih rendah.

MANAJEMEN MUTU

Pengawasan mutu PT Garuda Food Putra Putri Jaya, dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Pengawasan mutu bahan baku
Untuk melakukan pemeriksaan atau inspeksi terhadap barang yang datang dari supplier
sebelum disimpan sementara digudang atau sebelum dipakai proses produksi. (pada
umumnya barang yang dating ini merupakan bahan baku yang dipakai untuk proses
produksi).
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang/bahan baku yang masuk
apakah sesuai dengan spec yang distandartkan.Karena biasanya bahan baku/barang masuk
dalam jumlah banyak, maka yang dapat dilakukan untuk pemeriksaan/inspeksi adalah dengan
sampling (pengambilan sampel). Sampling dilakukan dengan tingkat kepercayaan tergantung
pada keadaan bahan baku atau supplier.
Pengawasan mutu bahan baku dilakukan oleh Quality Control Raw Material (QC RM)
yang dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1) Quality Control Field Raw Material
Tugas QC Field RM adalah melaksanakan sistem pengendalian bahan baku secara fisik
dan organoleptik serta melakukan monitoring kualitas bahan baku selama penyimpanan
bahan baku di gudang.
2) Quality Control Analyst Raw Material
Tugas QC Analyst RM adalah melakukan analisa kimia bahan baku sebelum digunakan
untuk proses produksi.
Tugas pokok dari QC Analyst RM adalah melakukan analisa di laboratorium terhadap
bahan baku saat incoming dan saat penyimpanan di gudang sebelum bahan baku
dipakai untuk produksi. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi bahan
baku yang masuk, apakah sesuai dengan spesifikasi yang distandarkan.
2. Pengawasan mutu selama proses produksi
Pengawasan mutu selama proses dilakukan oleh Quality Control Proses yang dibagi
menjadi dua bagian yaitu :
1) Quality Control Field Proses
Tugas Field Proses adalah melaksanakan system pengendalian mutu proses produksi
secara harian.
2) Quality Control Analyst Proses
Tugas QC Analyst Proses adalah melakukan analisa organoleptik, bahan baku, bahan ½
jadi dan finished good pada proses produksi serta melaksanakan pengendalian mutu
harian.
Pengawasan mutu selama proses dimaksudkan untuk mengawasi dan mengendalikan
system pengendalian mutu terhadap proses produksi sehingga dihasilkan produk yang
berkualitas dan memenuhi standart mutu.
3. Pengawasan mutu barang jadi
Pengawasan mutu barang jadi atau produk akhir dilakukan oleh Quality control
Finished Good yang dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1) Quality Control Field Finished Good
Tugas QC FG adalah melaksanakan system pengendalian mutu produk akhir dan
memonitoring penyimpanan barang jadi di gudang, dan melakukan pemeriksaan
kualitas organoleptik produk selama masa simpan.
2) Quality Control Analyst Good (yang disebut dengan sample shelf life)
Tugas QC Analyst FG adalah dengan melakukan analisa kimia produk jadi baik sample
dari monitoring FG di gudang penyimpanan, juga sample produk shelf life. Sample
shelf life adalah sample sample berupa produk yang disampling saat produksi dan
disimpan selama masa simpan tertentu. Sample produk shelf life tersebut dianalisa
kimia setiap bulannya untuk mengetahui kualitas produk selama umur simpan.
Pengawasan yang dilakukan oleh QC Finished Good diantaranya adalah :
1. Kehalalan produk
2. Fisik kemasan
3. Etiket
4. Shef life