Anda di halaman 1dari 11

Tetap semangat untuk menulis skripsi..!!!

“Ada apa sih, Ton?, kelihatannya kok ndak seceria biasanya, lagi mikirin apa sih ? ” kata Mira, sahabatnya
bertanya. “Biasa, Mir, ini lho skripsiku kata Bu Eva bab satuku belum tajam, masalahnya belum jelas”
jawabnya.“Beliau mengatakan jika penelitian selalu dimulai dari masalah, dibuka lagi ya teorinya apa itu masalah
dan bagaimana dapat menemukannya.Beliau juga menghendaki supaya aku berfikir sistematis, memiliki sikap-sikap
yang seharusnya dimiliki peneliti, pendekatan berfikir ilmiah yang aku gunakan masih nggak jelas dan belum bisa
membawaku pada rumusan masalah. Haduuuhh pusing… Bagaimana dengan Skripsimu Mir?. tanya Toni kepada
Mira “Aku sedang menyelesaikan BAB I, pak Akad pembimbingku kan terkenal teliti juga Ton. Beliau malah
bertanya lebih dalam mengenai aplikasi landasan ilmu dalam penelitianku ini, seperti …..em…apa itu..., oh ya aku
catat semua masukannya, sebentar aku lihat,ini, ontologis, epistimologis, axiologis. What are they? Aku sudah lupa
nih. Pak Akad juga memberikan masukan, katanya, untuk penelitianku ini, aku harus menerapkan prinsip berfikir
induktif atau deduktif? Beliau juga menyatakan seperti bu Eva supaya aku mempelajari kembali persyaratan
membuat latar belakang penelitian, rumusan masalah, rumusan tujuan dan manfaat penelitian yang baik.” “Tetap
semangat, ya Ton.” jawab Eva.

 Ontologis : Landasan penelitian mengenai suatu objek yang ditelaah, tiap ilmu harus punya objek telaah
yg jelas
 Epistimologis : cara yg digunakan untuk mengkaji atau menelaah sehingga diperoleh ilmu atau
pengetahuan. Metode ini bisa berupa induktif atau deduktif,
 Axiologis : penerapan hasil penelitian dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia
 Berfikir induktif : penarikan kesimpulan dari pernyataan2 khusus menjadi umum, sifatnya faktual atau
empirik
 Berfikir deduktif : penarikan kesimpulan dari pernyataan2 umum  khusus, bersifat rasional.

1. Apa itu masalah dan bagaimana cara menemukannya dalam penelitian?


Menurut Suryabrata (1994 : 60) masalah merupakan kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan
(das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada
(what it is).
 Agar suatu masalah dapat diangkat menjadi masalah penelitian diperlukan syarat-syarat, yaitu
kemampulaksanaan, menarik, memberikan sesuatu yang baru, etis, serta relevan. Kelima hal tersebut telah
dirumuskan oleh Hulley dan Cummings dengan akronim FINER (Feasible, Interesting, Novel, Ethical,
Relevant)
F-Feasible
 Tersedia subyek penelitian
 Tersedia dana
 Tersedia waktu, alat dan keahlian
I-Interesting
 Masalah hendaknya menarik bagi peneliti
N-Novel
 Membantah atau mengkonfirmasi penemuan terdahulu
 Melengkapi, mengembagkan hasil penelitian terdahulu
 Menemukan sesuatu yang baru
E-Ethical
 Tidak bertentangan dengan etika
R-Relevant
 Bagi ilmu pengetahuan
 Untuk tata laksana pasien / kebijakan kesehatan
 Untuk dasar penelitian selanjutnya.

Sumber masalah penelitian :


 Kepustakaan
 Bahan, diskusi, dan hasil konferensi, seminar, simposium, lokakarya
 Pengalaman dalam praktek sehari-hari, sering menimbulkan masalah yang dapat dikembangkan menjadi
masalah penelitian.
 Pendapat pakar tertentu yang masih bersifat spekuatif seringkali dapat dicari landasan teorinya untuk
dikembangkan jadi masalah penelitian.
 Sumber non-ilmiah juga dapat merupakan sumber masalah penelitian yang baik.

(Sudigdo Sastroasmoro, Sofyan Ismael. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis)

2. Apa saja jenis-jenis penelitian?


Jenis Penelitian
Berdasarkan atas proses bagaimana variabel penelitian diamati :
A. Penelitian Kedokteran Eksperimental
 penelitian yang observasinya dilakukan terhadap Efek dari Manipulasi peneliti terhadap satu atau
sejumlah ciri (Variabel) subyek penelitian.
Ada 2 macam :
- MURNI : penelitian yang memungkinkan peneliti mengendalikan hampir semua variabel luar
(variabel pengacau), sehingga perubahan yang terjadi pada efek (variabel yang dipelajari) hampir
sepenuhnya karena pengaruh perlakuan (variabel eksperimental).
- KUASI (Semu): peneliti tidak mungkin mengontrol semua variabel dari luar, sehingga perubahan
yang terjadi tidak sepenuhnya pengaruh perlakuan.
B. Penelitian Kedokteran Non-eksperimental
 penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah variabel subyek menurut keadaan Apa Adanya
(in nature), tanpa ada manipulasi atau intervensi peneliti.
Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan

1) Metode penelitian survey (survey reseach method)


yaitu penelitian tidak dilakukan kepada seluruh objek yang diteliti atau populasi ,tetapi hanya
mengambil sebagian dari populasi tsb. Hasil dari penelitian tsb merupakan hasil dari keseluruhan (
hasil dari sample tsb dapat digeneralisasikan sebagai hasil populasi). Digolongkan menjadi 2, yaitu:
a) Bersifat deskriptif
penelitian diarahkan untuk menguraikan suatu keadaan di sutu komunitas/ masyarakat.
b) Bersifat analitik
adalah penelitian diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan/situasi.dibedakan menjadi 3
macam:
o Seksional silang:
variable sebab/resiko dan akibat/kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur atau
dikumpulkan secara simultan.
o Studi retrospesifik:
penelitian yang berusaha melihat kebelakang(mengumpulkan data dimulai dari efek atau
akibat yang telah terjadi kemudian di telususri penyebabnya/ variable yang
mempengaruhi akibat tersebut).
o Studi prospektif: (kohort)
penelitian yang bersifat melihat kedepan(variable dimulai dari variable penyebab/factor
resiko kmdn diikuti akibat pada waktu yang akan datang)
2) Metode penelitian eksperimen
dengan melakukan percobaan pada variable independennya kmdn mengukur akibat/pengaruh
percobaan tersebut pada dependen variable.

Ditinjau dari segi manfaat atau kegunaanya:


a. penelitian dasar: memahami/menjelaskan gejala yang muncul pada suatu ikhwal, kmdn di analisis
shg menjadi teori baru.
b. penelitian terapan: memeperbaiki atau memodifikasi proses suatu system atau program dgn
menerapkan teori2 kshtn yang ada.
c. penelitian tindakan: mencari pengetahuan dasar yang praktis guna memperbaiki suatu situasi atau
keadaan kesehatan masyarakat yang dilakukan secara terbatas.
d. penelitian evaluasi: melakukan penilaian erhadap suatu pelaksanaan kegiatan atau program yang
sedang dilakukan dalam rangka mencari umpan balik yang akan dijadikan dasar untuk
memperbaiki suatu program/system. Ada 2 tipe: tinjauan(untuk mengetahui sejauh mana program
itu berjalan dn memepunyai hasil dan dampaknya apa) dan pengujian (menguji efektifitas dan
efisiensisuatu program).

Ditinjau dari segi tujuan umum:


a. penelitian penjelajah: untuk menemukan masalah baru didunia kedokteran.
b. penelitian pengembangan: mengembangkan pengetahuan dan teori baru di bidang kshtn atau
kdktrn.
c. penelitian verifikasi: menguji kebenaran suatu teori dalam bidang kshtn atau kdktrn.

Ditinjau dari segi tempat:


a. penelitian perpustakaan
b. penelitian laboratorium
c. penelitian lapangan.
Ditinjau dari segi area kshtn:
a. penelitian kesehatan klinis.
b. penelitian kesehatan masyarakat.

Metodologi Penelitian Kesehatan Dr.Soekidjo Notoatmodjo

3. Bagaimana cara berfikir sistematis ?


 memilih dan atau mengidentifikasi masalah
 menetapkan tujuan penelitian
 menetapkan judul
 studi literature
 merumuskan kerangka konsep penelitian
 merumuskan hipotesis
 merumuskan metode penelitian
 pengumpulan data
 mengolah dan menganalisis data
 membuat laporan
(Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan)
4. Bagaimana sikap yang harus dimiliki peneliti?
Rangkuman Etika Penelitian meliputi butir-butir berikut:
a. Kejujuran
Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaan metode dan prosedur penelitian,
publikasi hasil. Jujur pada kekurangan atau kegagalan metode yang dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan
mengklaim pekerjaan yang bukan pekerjaan Anda sebagai pekerjaan Anda.
b. Obyektivitas
Upayakan minimalisasi kesalahan/bias dalam rancangan percobaan, analisis dan interpretasi data, penilaian
ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruh pemberi dana/sponsor penelitian.
c. Integritas
Tepati selalu janji dan perjanjian; lakukan penelitian dengan tulis, upayakan selalu menjaga konsistensi
pikiran dan perbuatan
d. Ketelitian
Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidakpedulian; secara teratur catat pekerjaan yang Anda dan
rekan anda kerjakan, misalnya kapan dan di mana pengumpulan data dilakukan. Catat juga alamat
korespondensi responden, jurnal atau agen publikasi lainnya.
e. Keterbukaan
Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian. Terbuka terhadap kritik dan
ide-ide baru.
f. Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hal intelektual lainnya. Jangan gunakan data, metode, atau
hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan nara sumber semua yang memberikan
kontribusi pada riset Anda. Jangan pernah melakukan plagiasi..
g. Penghargaan terhadap Kerahasiaan (Responden)
Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal atau data lain yang oleh responden
dianggap sebagai rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan data tersebut.
h. Publikasi yang terpercaya
Hindari mempublikasikan penelitian yang sama berulang-ulang ke pelbagai media (jurnal, seminar).
i. Pembinaan yang konstruktif
Bantu membimbing, memberi arahan dan masukan bagi mahasiswa/peneliti pemula. Perkenankan mereka
mengembangkan ide mereka menjadi penelitian yang berkualits.
j. Penghargaan terhadap Kolega/Rekan Kerja
Hargai dan perlakukan rekan penelitian Anda dengan semestinya. Bila penelitian dilakukan oleh suatu tim
akan dipublikasikan, maka peneliti dengan kontribusi terbesar ditetapkan sebagai penulis pertama (first
author), sedangkan yang lain menjadi penulis kedua (co-author(s)). Urutan menunjukkan besarnya
kontribusi anggota tim dalam penelitian.
k. Tanggung Jawab Sosial
Upayakan penelitian Anda berguna demi kemaslahan masyarakat, meningkatkan taraf hidup, memudahkan
kehidupan dan meringankan beban hidup masyarakat. Anda juga bertanggung jawab melakukan
pendampingan nagi masyarakat yang ingin mengaplikasikan hasil penelitian Anda
l. Tidak melakukan Diskriminasi
Hindari melakukan pembedaan perlakuan pada rekan kerja atau mahasiswa karena alasan jenis kelamin, ras,
suku, dan faktor-faktor lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kompetensi dan integritas
ilmiah.
m. Kompetensi
Tingkatkan kemampuan dan keahlian meneliti melalui pendidikan dan pembelajaran seumur hidup; secara
bertahap tingkatkan kompetensi Anda sampai taraf Pakar.
n. Legalitas
Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemeintah yang terkait dengan penelitian Anda.
o. Rancang pengujian dengan hewan percobaan dengan baik
Bila penelitian memerlukan hewan percobaan, maka percobaan harus dirancang sebaik mungkin, tidak
dengan gegabah melakukan sembarang perlakuan pada hewan percobaan.
p. Mengutamakan keselamatan Manusia
Bila harus mengunakan manusia untuk menguji penelitian, maka penelitian harus dirancang dengan teliti,
efek negatif harus diminimalkan, manfaat dimaksimalkan; hormati harkat kemanusiaan, privasi dan hak
obyek penelitian Anda tersebut; siapkan pencegahan dan pengobatan bila sampel Anda menderita efek
negatif penelitian.
Shamoo A and Resnik D. 2003. Responsible Conduct of Research, New York: Oxford University Press

5. Apa saja isi dari BAB 1?


 Sistematika penulisan penelitian
I. Judul
II. Penelitian
1. Latar belakang
Menguraikan tentang alasan dan motivasi peneliti terhadap topic permasalahan
yang bersankutan
2. Perumusan masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam
penelitian yang bersangkutan
3. Hipotesis/ dugaan sementara
Suatu jawaban sementara pada penelitian
4. Tujuan
Menggambarkan hasil yang dicapai dan diharapkan dari penelitian
5. Manfaat
III. Tinjauan pustaka
Kerangka konsep : Masalah yang akan diteliti
IV. Metodologi
 Desain
 Tempat dan waktu
 Populasi dan sampel
 Kriteria inklusi dan eksklusi
 besar sample
 Cara kerja
 Identifikasi variabel
 Manajemen dan analisis data
 Defini operasional
 Masalah etik
V. Daftar pustaka
VI. Lampiran
Sudigdo Sastroasmoro – Sofyan Ismael. 1995. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta:
Binarupa Aksara

6. Apa itu landasan ilmu dalam penelitian?


Hubungan landasan ilmu dengan penelitian : landasan ilmu akan menciptakan hipotesa dan
penelitian adalah alat untuk membuktikan hipotesa tersebut.

7. Bagaimana prinsip berfikir indkutif dan deduktif?


Metode induktif
Metode induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukumyang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Bentuk
dari metodeinduktif adalah generalisasi dan analogi.
Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku
umumberdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.Penalaran induktif dapat
berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah prosesberpikir berdasarkan
hasil pengamatan atas sejumlah gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semuaatau sebagian dari
gejala serupa itu. Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatanterhadap sejumlah
gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antaragejala-gejala yang
mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.contoh penalaran induktif adalah :
kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata: setiap hewan punya mata

Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu
untukseterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif
(umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus)dan kegiatan imitasi (khusus) dari
media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasisosial dan penanda status sosial.

Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif menggunakan bentuk bernalar deduksi. Deduksi yang berasal dari kata de dan ducere,
yangberarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum atau universal. Perihal
khusus tersebut secara implisit terkandung dalam yang lebih umum. Maka, deduksi merupakan proses berpikir
dari pengetahuan universal ke singular atau individual. Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan
berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan.Pernyataan tersebut merupakan premis,
sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.Artinya, apa yang dikemukakan dalam
kesimpulan sudah tersirat dalam premisnya. Jadi, proses deduksi sebenarnyatidak menghasilkan suatu konsep
baru, melainkan pernyataan atau kesimpulan yang muncul sebagai konsistensi premis-premisnya.
Contoh klasik dari penalaran deduktif:
Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Sokrates adalah manusia. (premis minor)
Sokrates pasti mati. (kesimpulan)Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah
mungkin akan membawa kita kepadahasil yang salah dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan
kesimpulan yang tidak tepat. Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif

8. Apa saja persyaratan membuat latar belakang penelitian, rumusan masalah, rumusan tujuan dan manfaat
penelitian yang baik?
Sumber: Sudigdo Sastroasmoro – Sofyan Ismael. 1995. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis.
Jakarta: Binarupa Aksara

Uraian dalam latar belakang masalah hendaknya mencakup 4 hal:


1. Pernyataan tentang masalah penelitian serta besaran masalah
2. Apa yang sudah diketahui (what is known)
3. Apa yang belum diketahui (what is not known-knowledge gap)
4. Apa yang dapat diharap dari penelitian yang direncanakan untuk menutup knowledge gap tersebut.
Sumber: sastroasmoro, sudigdo dkk. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis
. Edisi ke-4. 2011. Sagung Seto: Jakarta.

 Permasalahan muncul apabila ada kesenjangan antara teori dengan kenyataan yang di jumpai.
 Dari kesenjangan tersebut dapat di kembangkan pertanyaan, mengapa Kesenjangan itu terjadi
 Pertanyaan tersebut memungkinkan untuk di jawab, dan jawannya lebih dari satu kemungkinan.
Sumber : Ahmad Watik. 2000. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan. Hal 20.
Raja Gravindo Persada :Jakarta
1. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
a. Permasalahan dibuat untuk mengetahui atau mendeskripsikan suatu fakta, fenomena atau
peristiwa hukum.
b. Permasalahan dibuat untuk mencari hubungan antara dua hal atau dua fenomena maupun data.
c. Permasalahan dibuat dengan cara membandingkan kedua hal atau fenomena maupun data
yang ada.
2. Berdasarkan teori dasar hukum.
Untuk merumuskan masalah di bidang hukum, biasanya akan lebih mudah apabila lebih ditujukan
untuk mempermasalahkan atau menentukan “bagaimana” atau “mengapa” subyek hukum, obyek
hukum (hak dan kewajiban), hubungan hukum, peristiwa hukum maupun akibat hukum terhadap fakta
ataupun teori yang ditemukan pada data awal.
3. Cara lain yang lebih sederhana, yaitu dengan cara mempertemukan antaran :
a. Das sollen dengan das sollen (teori dengan teori)
b. Das Sein dengan das sollen (fakta dengan teori)
c. Das Sein dengan das sein (fakta dengan fakta).

9. Apa hubungan landasan ontologism, axiologis, epistimologis dengan penyusunan penelitian?


Secara singkat uraian landasan ilmu itu adalah sebagai berikut :
a. Landasan ontologis adalah tentang objek yang ditelaah ilmu. Hal ini berarti tiap ilmu harus mempunyai
objek penelaahan yang jelas. Karena diversivikasi ilmu terjadi atas dasar spesifikasi objek telaahannya maka
tiap disiplin ilmu mempunyai landasan ontologi yang berbeda.
b. Landasan epistemologi adalah cara yang digunakan untuk mengkaji atau menelaah sehingga diperolehnya
ilmu tersebut. Secara umum, metode ilmiah pada dasarnya untuk semua disiplin ilmu yaitu berupa proses
kegiatan induksi-deduksi-verivikasi seperti telah diuraikan diatas.
c. Landasan aksiologi adalah berhubungan dengan penggunaan ilmu tersebut dalam rangka memenuhi
kebutuhan manusia. Dengan perkataan lain, apa yang dapat disumbangkan ilmu terhadap pengembangan ilmu
itu serta membagi peningkatan kualitas hidup manusia.
Metode Penelitian Kesehatan, Dr. Soekidjo Notoatmojo

10. Apa saja syarat dalam membuat rumusan masalah ?


1) Masalah Hendaknya dirumuskan dalam kalimat Tanya
Pada umumnya rumusan masalah ditulis dalam kalimat Tanya, karena permasalahan membutuhkan
pastinya membutuhkan penjelasan atau pembahasan. Dengan ditulisnya rumusan masalah dengan kalimat
tanya, akan memberika tingkat keingin tahuan penulis untuk menjawab dan mebahas permasalahan
tersebut.
2) Rumusan Masalah hendaknya Padat dan Jelas
Rumusan masalah yang padat dan jelas akan mudah untuk dipahami oleh para pembaca dan penulis itu
sendiri akan mudah untuk membuat suatu karya ilmiah yang jelas. Jika rumusan masalah tidak jelas akan
berdampak pada pembahasan yang tidak karuan dan juga berpengaruh terhadap kualitas karya ilmiah yang
ditulisnya.
3) Rumusan Masalah itu Hendaknya Memberi Petunjuk
Petunjuk yang hendaknya ada dalam rumusan masalah yaitu terkait tentang mungkinnya mengumpulkan
data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan masalah tersebut. Petunjuk
yang dimaksud bisa berupa variabel, populasi, dan arah dalam pembahasan permasalahan.
4) Rumusan masalah Hendaknya dapat Menjadi dasar membuat hipotesis.
Pada karya ilmiah yang berupa skripsi, tesis, disertasi dan sejenisnya terkadang membutuhkan
suatu hipotesis. Hipotesis merupkan dugaan sementara yang belum di uji kebenarannya. Dalam pembuatan
hipotesis selalu di dasarkan pada rumusan masalah. Oleh karena itu, suatu rumusan masalah harus dapat di
jadikan sebagai dasar pembuatan hipotesis.
5) Rumusan Masalah Hendaknya bisa menjadi Dasar Bagi Judul Karya Ilmiah.
Kebanyakan para penulis salah persepsi terkait dengan komponen awal dan pokok dalam penulisan ilmiah.
Terkadang para penulis menganggap judul adalah komponen penting yang harus di dahulukan, padahal
tidak. Rumusan masalah lah yang merupakan komponen awal yang harus di bangun untuk memulai
penulisan karya ilmiah. Karena, awal penulisan ilmiah bermula dari adanya masalah, bukan judul. Oleh
sebab itu rumusan masalah hendaknya bisa menjadi dasar dalam penulisan judul penelitian.
Pedoman penulisan proposal ilmiah dan karya tulis ilmiah Tri Cahyono 2009

11. Definisi penelitian, Tujuan dan manfaat


David H Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan
pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
J. Suprapto
Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-
fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.

Tujuan seseorang melakukan penelitian:

1. Untuk mengetahui deskripsi berbagai fenomena alam


2. Untuk menerangkan hubungan antar berbagai kejadian
3. Untuk memecahkan berbagai maslah yang ditemukan dalam kehidupan
4. Untuk memperlihatkan efek tertentu

Manfaat penelitian

1. dalam bidang akademik atau ilmiah


2. bidang pelayanan masyarakat
3. pengembangan penelitian itu sendiri
walaupun tujuan akhir penelitian dalam bidang kedokteran adalah untuk adalah untuk peningkatan kualitas
tata laksana pasien, namun penelitian dapat bersifat:
1. quick yielding: hasil penelitian dapat segera diterapkan dalam praktik atau kebijakan seperti kebanyakan
penelitian klinis
2. non quick yielding: hasilnya tidak segera diterapkan, seperti kebanyakan penelitian ilmu-ilmu
kedokteran dasar.
Sumber: sastroasmoro, sudigdo dkk. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Edisi ke-4. 2011. Sagung
Seto: Jakarta.

Yang dimaksud dengan manfaat penelitian adalah kegunaan hasil penelitian nanti, baik bagi kepentingan
pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu dalam manfaat penelitian ini harus
diuraikan secara terinci manfaat atau apa gunanya hasil penelitian nanti. Dengan kata lain, data ( informasi ) yang
akan diperoleh dari penelitian tersebut akan dimanfaatkan untuk apa, dalam rangka pengembangan program
kesehatan. Dari segi ilmu, data atau informasi yang diperoleh dari penelitian tersebut mempunyai kontribusi apa
bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Contoh :

1. hasil penelitian ini dapat digunakan untuk masukan dalam rangka meningkatkan upaya2
pencegahan diare khususnya di wilayah Kota Jakarta Pusat.
2. hasil penelitian ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan kesehatan masyarakat khususnya
di bidang sanitasi lingkungan ( untuk ilmu )
beberapa peneliti ( mahasiswa ) kadang2 manfaat penelitian ini juga dilihat dari kepentingan pribadi peneliti, yakni
sebagai pengalaman proses belajar-mengajar khususnya dalam bidang Metodologi Penelitian. Tetapi menurut
penulis hal ini tidak perlu dimasukkan dalam manfaat penelitian.

Manfaat penelitian kesehatan


Manfaat penelitian dalam setiap bidang kehidupan atau disiplin ilmu sangat besar dalam setiap pengembangan
bidang kehidupan atau disiplin ilmu itu sendiri. Demikian pula penelitian kesehatan mempunyai manfaat yang besar
dalam peningkatan pelayanan kesehatan. Dengan penelitian kesehatan akan dapat diketahui berbagai faktor, baik
yang menghambat maupun yang menunjang peningkatan kesehatan atau pelayanan kesehatan individual maupun
kelompok dan masyarakat.

Dalam rangka pengembangan sistem kesehatan, diperlukan perencanaan yang baik dan teliti. Perencanaan
yang teliti sangat memerlukan informasi dan data yang akurat ini diperlukan bantuan penelitian yang relevan. Secara
singkat manfaat penelitian kesehatan dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan atau status kesehatan
individu, kelompok, maupun masyarakat.
2. hasil penelitian kesehatan dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan sumber daya, dan
kemungkinan sumber daya tersebut guna mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang
direncanakan.
3. hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana diagnosis dalam mencari sebab masalah
kesehatan, atau kegagalan2 yang terjadi di dalam sistem pelayanan kesehatan. Dengan demikian
akan memudahkan pencarian alternatif pemecahan masalah2 tersebut.
4. hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijaksanaan dalam
menyusun strategi pengembangan sistem pelayanan kesehatan.
5. hasil penelitian kesehatan dapat melukiskan kemampuan dalam pembiayaan, peralatan, dan
ketenagakerjaan baik secara kuantitas maupun secara kualitas guna mendukung sistem kesehatan.
( Metodologi Penelitian Kesehatan, Dr. Soekidjo Notoatmodjo, 2002 )

12. Bagaimana perbedaan karakteristik dr penelitian kedokteran dan non kedokteran?


macam-macam penelitian kedokteran :
berdasarkan atas proses bagaimana variable penelitian diamati :
‫ـ‬ penelitian eksperimental penelitian yang observasinya dilakukan
terhadap efek dari manipulasi peneliti terhadap satu atau sejumlah cirri
(variable) subjek penelitan
‫ ـ‬penelitian non –ekperimental  penelitian yang observasinya dilakukan
terhadap sejumlah ciri (variabel) subjek menurut keadaan apa adanya (in
nature), tanpa manipulasi atau intervensi peneliti.
penelitian epidemiologic : jenis penelitian kedokteran mengkaji problema
kesehatan dengan menggunaan pendekatan komunitas.
‫ـ‬ penelitian epidemiologic intervensi: penelitian eksperimental yang
dilakukan terhadap masyarakat
‫ـ‬ survei epidemiologik : baik deskriptif maupun naratif kedalaman analisis
mekanisme sebab-akibat tidak dapat diperoleh. survei epidemiologik
observasi dilakukan pada fenomena kesehatan dalam keadaan apa adanya,
tanpa manipulasi.
‫ـ‬ survei deskriptif : suatu penelitian yang tujuan utamanya melakuakn
eksplorasi-deskriptif terhadap fenomena kesehatan masyarakat, baik yang
berupa faktor resiko maupun efek.
‫ـ‬ survei analitik : peneliti mencoba menggali bagaimana dan mengapa
fenomena kesehatan masyarakat itu terjadi, yaitu dengan melakukan analisis
dinamika korelasi antar fenomena, baik antara faktor resiko dengan efek,
antar faktor resiko, maupun antar efek.
Metode Penelitian Kedokteran, Watik P

13. Bagaimana langkah yg digunakan dalam melakukan penelitian?


a. dari fenomena biologik maupun medik (yang diamati dalam praktek di
laboratorium ,klinik, dan masyarakat) yang tidak terpisahkan oleh teori atau fakta
empirik hasil penelitian terdahulu,dapat diidentifikasikan permasalahan penelitian
.Dari sejumlah penelitian ini dapat dipilih masalah mana yang utama atau yang
melatarbelakangi masalah yang lain.Masalah yang utama ini yang diformulasikan
dan yang akan dicari pemecahannya dengan penelitian yang akan dilakukan.
b. Dari rumusan permasalahan tsb,dg menggunakan fakta empirik yg ada ,kmdn
disusun scr deduktif jawaban berupa hipotesis.Hipotesis yang telah disusun ,lalu
dideduksikan lagi kedalam konsekuensi hipotesis yg secara operasional dikenal
sbg variabel2 penelitian,dimana variabel2 ini akan diobservasi / dimunculkan
dalam penelitian
c. Langkah selanjutnya,upaya menetapkan model atau rancangan penelitian yang
akan ditempuh.Ada 3 tahap yi:1.pemilihan tipe penelitian mana yang akan
dilakukan,penelitian eksperimental atau non eksperimental; 2.penetapan subyek2
penelitian:populasi mana yang dianggap populasi penelitian,bgmn cara
pengambilan sampelnya,dan berapa besarnya; 3.instrumentasi : yaitu memilih
atau mengembangkan alat dan metode pengukuran yang valid dan reliabel bagi
variabel2 penelitian yang telah diidentifikasi diatas.
d. Selanjutnya adalah observasi empirik,jika semua data telah terkumpul langkah
selanjutnya mengorganisasikam data berdasar landasan teori yang
dikembangkan dalam rangka pembuktian kebenaran hipotesis.Tabulasi
,penyekalan hasil pengukuran , pengelompokan data dan analisis data secara
statistik atau teknik pengolahan yang lain,perlu dikerjakan dengan cermat dan
teliti,karena dari pengorganisasian dan pengolahan data inilah hasil dan
kesimpulan penelitian dirumuskan.
(Dasar – dasar metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan,dr.Ahmad
Watik P ratiknya.

Anda mungkin juga menyukai