Anda di halaman 1dari 4

AKUNTANSI TRANSAKSI IJARAH

A. Soal Teori

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ijarah.

2. perbedaan antara antara ijarah dengan ijarah muntahiya bittamlik.

3. Jelaskan rukun transaksi ijarah.

4. bentuk pengawasan syariah pada transaksi ijarah dan IMBT.

5. Jelaskanlah keuntungan penggunaan transaksi ijarah dibanding jenis akad lainnya.

Jawaban :

1. Akad Ijarah merupakan akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dalam waktu
tertentu dengan pembayaran sewa (Ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas
barang tersebut.

2. Ijarah merupakan kontrak antara bank syariah dengan nasabah dimana bank syariah sebagai
pihak yang menyewakan barang dan nasabah sebagai penyewa. Menentukan biaya sewa yang
disepakati oleh kedua belah pihak pada saat akad sedangkan Ijarah muntahiya bittamlik adalah
perjanjian diantara lessor dan lessee atas barang yang disewakan. Perbedaan antara ijarah dan
ijarah muntahiyah bittamlik adalah letak kepemilikan aset pada saat jatuh tempo.

3. Pertama, shigat (kalimat yang digunakan transaksi) seperti perkataan pihak yang menyewakan
“Saya menyewakan mobil ini padamu selama sebulan dengan biaya/upah satu juta rupiah.” Dan
pihak penyewa menjawab “Saya terima.”

Kedua, ujrah (upah/ongkos/biaya)

Ketiga, manfaat (Kemanfaatan barang atau orang yang disewa)


Keempat, mukri/mu’jir (pihak yang menyewakan)

Kelima, muktari/musta’jir (pihak yang menyewa)

4. Bentuk pengawas DPS syariah :

a) Memastikan penyaluran dana berdasarkan prinsip ijarah tidak dipergunakan untuk kegiatan yang
bertentangan dengan prinsip syariah;

b) Memastikan bahwa akad pengalihan kepemilikan dalam IMBT dilakukan setelah akad ijarah
selesai, dan dalam akad ijarah, janji (wa’ad) untuk pengalihan kepemilikan harus dilakukan pada
saat berakhirnya akad ijarah;

c) Meneliti pembiayaan berdasarkan prinsip ijarah untuk multijasa menggunakan perjanjian


sebagaimana diatur dalam fawa yang berlaku tentang multijasa dan ketentuan lainnya antara
lain ketentuan standard akad;

d) Memastikan besar ujrah atau fee multijasa dengan menggunakan akad ijarah telah disepakati di
awal dan diyatakan dalam bentuk nominal bukan dalam bentuk persentase.

5. Bagi bank syariah, transaksi ini memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan jenis akad
lainnya yaitu:

1. Dibandingkan dengan akad murabahah, akad ijarah lebih fleksibel dalam hal objek transaksi.

2. Dibandingkan dengan investasi, akad ijarah mengandung resiko usaha yang lebih rendah, yaitu
adanya pendapatan sewa yang relatif tetap

CONTOH SOAL (KASUS)

Ijarah
Aktiva Ijarah
Harga Perolehan : Rp 150.000.000
Masa Penyusutan (bulan) : 60 (5 tahun)
Nilai Penyusutan (bulan) : Rp 2.500.000
Nilai Buku akhir tahun ke lima : Rp -
Ijarah
Masa Ijarah (bulan) : 36
Nilai ijarah 1 tahun : Rp 54.000.000
Nilai Angsuran per bulan : Rp 4.500.000
Proyeksi Keuntungan Selama 3 (tiga) Tahun
Nilai Total ijarah : Rp 162.000.000 (4,5 juta*36)
Nilai beban penyusutan : Rp 90.000.000 (2,5juta*36)
Keuntungan sewa : Rp 72.000.000

IMBT

Aktiva Ijarah
Harga Perolehan : Rp150 juta
Masa Penyusutan (bulan) : 36
Nilai Penyusutan (bulan) : Rp4,17juta
Nilai Buku akhir tahun ke tiga : Rp -
Ijarah
Masa Ijarah (bulan) : 36
Nilai ijarah 1 tahun : Rp54 juta
Nilai Total ijarah : Rp 162juta (Rp54*3)
Nilai Angsuran per bulan : Rp4,5juta
Proyeksi Keuntungan Selama Tiga Tahun
Nilai Total ijarah : Rp 162juta
Nilai beban penyusutan : Rp 150juta –
Keuntungan sewa : Rp 12juta

Perolehan aktiva ijarah

Objek Ijarah diakui sebesar harga perolehan

Jurnal :
Db. Aktiva Ijarah Rp150 juta
Kr. Kas/Rekening Rp150 juta

Jurnal Ijarah:
Db. Beban penyusutan-AI Rp 2,5 juta
Kr. Akumulasi penyusutan –AI Rp 2,5 juta

Jurnal Ijarah Muntahiyah bittamlik:


Db. Beban penyusutan-AI Rp4,17 juta
Kr. Akumulasi penyusutan –AI Rp4,17 juta
Pendapatan Ijarah Kas adalah pendapatan ijarah yang diterima oleh Bank dalam bentuk
kas. Pendapatan Ijarah kas ini diperhitungkan dalam bagi hasil. Diakui sebesar angsuran nasabah
Jurnal
Db. Kas / Rekening penyewa Rp 4,5 juta
Kr. Pendapatan Ijarah Kas Rp 4,5 juta

Ilustrasi 2 - IMBT

Aktiva Ijarah
Harga Perolehan : Rp300 juta
Masa Penyusutan (bulan) : 24
Nilai Penyusutan (bulan) : Rp. 12.500.000,01
Nilai Angsuran per bulan : Rp 14.832.679,11
Proyeksi Keuntungan Selama Tiga Tahun
Nilai Total ijarah : Rp 355.984.298,40
Nilai beban penyusutan : Rp 300.000.000,00
Keuntungan sewa : Rp 55.984.298,40

Saat Pencairan

Db Aktiva Ijarah 300.000.000,-


Kr Kas / rekening 300.000.000,-

Saat angsuran
Db Kas/rekening 14.832.678,87
Kr Pendp. Sewa Ijarah 14.832.678,87

Db Biaya Penyusutan ijarah 12.500.000,01


Kr Akumulasi Penyusutan Ijarah 12.500.000,01
Saat lunas dan pengalihan aktiva
Db Akum peny ijarah 300.000.000,-
Kr Aktiva Ijarah 300.000.000,-