Anda di halaman 1dari 4

1. Jelaskan perbedaan antara kurva IS dengan kurva LM ?

(20)
Kurva IS adalah kurva yang menggambarkan hubungan dari pendapatan (Y) dan suku bunga
(i) yang terjadi pada saat di pasar barang-
barang Keseimbangan di pasar barang akan terjadi pada saat Permintaan barang-
barang sama dengan penawaran barang. Dengan ini ditandai dengan suku bunga keseimbanga
n yang dihasılkan dari Permintaan akan dana yang berupa investasi (I) sama dengan tawaran
dana yang berupa tabungan (S) untuk kegiatan nyata. Dari terminologi S dan I inilah kurva in
i dinamai dengan kurva IS.
Kurva LM adalah kurva imajiner yang menunjukkan hubungan antara (Y) (atau lebih dari tin
gkat output) dan suku bunga (i) yang terjadi pada saat keseimbangan di pasar uang. Keseimba
ngan di pasair uang akan terjadi pada saat permintaan uang sama dengan penawaran uang. Ha
l ini ditandai dengan suku bunga yang dihasilkan interseksi permintaan akan uang (Preferensi
Likuiditas) dengan penawaran uang yang terkait oleh bank sentral (uang beredar). Dari termi
nologi L dan M inilah maka kurva ini dinamai dengan kurva LM.
Kurva IS memiliki kemiringan yang negatif. Ini berarti hubungan dengan tingkat suku bunga
berkebalikan yang akan lebih tinggi tingkat bunga pada saat yang sama tingkat pendapatan m
enurun. Langkah-
langkah yang terjadi sebab pemasangan suku cadang meningkat. Dengan turunnya investasi i
ni maka tingkat pendapatan juga turun karena investasi itu sendiri adalah bagian dari pengelu
aran yang merupakan pembentuk dari pendapatan.
Hal yang terjadi pada kurva LM, kurva LM memiliki kemiringan yang positif. Ini berarti hub
ungan dengan tingkat suku bunga yang bersikulasi tinggi pada saat yang sama. Kebijakan ini
terjad sebab peningkatan pendapatan sehingga meningkatkan permintaan akan uang (preferen
si likuiditas). Untuk mengetahui sebelumnya bahwa permintaan uang Keynes dari tiga maca
m motif yaitu Permintaan untuk bertransaksi, berjaga-
jaga, dan spekulasi. Permintaan uang bertransaksi dan berjaga-
jaga lebih banyak oleh tingkat pendapatan dan tidak sensitif terhadap suku bunga. Semakin ti
nggi tingkat pendapatan maka semakin tinggi pula permintaan uang bertransaksi. Dengan de
mikian jumlah uang yang dihasilkan maka permintaan uang akan meningkat, dengan menana
mkan uang tersebut maka suku bunga yang akan muncul di pasar uang akan meningkat.
2. Jelaskan keseimbangan kurva IS dengan kurva LM dalam perspektif Islam ? (20)
Kurva IS dalam perspektif islam
Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara d
an dalam jangka wantu tertentu.
Permintaan dalam pasar merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa did
alam negeri, sementara yang menjadi penawarnya adalah semua barang dan jasa yang diprod
uksi dalam negeri. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y
) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (y) dan tingkat b
unga (i) yang seimbang baik dipasar barang maupun pasar uang. Kurva IS menyatakan hubun
gan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul dipasar barang dan jasa.
Kurva LM dalam perspektif islam
Alasan utana dalam memegang uang dalam ekonomi islam adalah karena motif transaksi dan
motif berjaga-
jaga. Hubungan antara tingkat bunga dan tingkat oendapatan yang muncul dipasar uang dinya
takan dengan kurva LM. Teori preferensi likuiditas menyatakan bahwa tingkat bunga menyes
uaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan untuk aset perekonomian yang pal
ing liquid, yaitu uang. Jika M memyatakan M/P adalah penawaran dari keseimbangan uang ri
il. Penawaran uang M adalah variabel kebijakan eksogen yang dipilih oleh bank sentral. Asu
msi ini menunjukkan bahwa penawaran uang riil adalah tetap dan biasanya tidak tergantung p
ada tingkat bunga (Huda,2007).
Teori preferensi likuiditas menegaskan bahwa tingkat bunga adalah sebuah determinan dari b
erapa banyak uang yang ingin dipegang orang. Alasannya adalah bahwa tingkat bunga adalah
biaya peluang (oppottunity cost) dari memegang uang, biaya yang harus ditanggung karena
memegang aset dalam bentuk uang, yang tidak mendapat bunga baik dalam bentuk seposito a
tau obligasi.
3. Sebutkan dan jelaskan transaksi dalam neraca pembayaran ? (10)
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam 2 macam transaksi:
Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mangalirnya arus uang (devisa) dari dal
am negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-
), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari l
uar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yan
g menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
4. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pasar keuangan internasional ? (20)
Jenis-jenis pasar keuangan internasional ada 5 jenis antara lain:
1. Pasar Eurocurency
Pasar Eurocurency memudahkan transfer dana internasional khususnya yang berjangka waktu
pendek. Dalam pasar ini bank-
bank komersial memakai perantara: menerima deposito berjangka pendek dalam berbagai ma
ta uang kemudian memanfaatkan dana ini untuk disalurkan dalam kredit yang berjangka pend
ek juga. Biasanya transaksi dilakukan dalam kategori “perdagangan besar”, dengan nilai trans
aksi yang besar. Deposan dan peminjam utama dalam pasar ini adalah perusahaan besar dan l
embaga pemerintah. Volume transaksi Eurocurency dalam suatu area tertentu biasanya tergan
tung pada besar kecilnya tingkat bisnis internasional dalam area tersebut.
Sejarah perkembangan pasar Eurocurency tidak dapat dilepaskan dengan munculnya pasar Eu
rodollar. Pasar Eurodollar diciptakan karena banyak perusahaan AS mendepositokan dollar A
S di bank-
bank Eropa. Bank yang berada di dataran Eropa tentu saja mau menerima deposito dalam doll
ar karena mereka kemudian dapat meminjamkan dollar tersebut kepada para nasabahnya di er
opa karena dollar AS secara luas digunakan sebagai alat tukar dalam perdagangan internasion
al, berarti selalu ada kebutuhan akan dollar di Eropa. Deposito dalam dolar AS yang disimpan
di bank-bank di Eropa tersebut terkenal dengan sebutan Eurodollars.
Pasar Eurocurrency secara luas termasuk bank-
bank di Asia yang menerima deposito dan menyalurkan pinjaman dalam mata uang asing (ter
utama dollar). Pasar Eurocurrency di Asia (sering disebut Asian market) terkonsentrasi khusu
snya di Hongkong dan Singapura. Perbedaan antara Pasar Eurocurrency di asia dan Eropa ha
nya masalah lokasi. Pasar dolar Asia tumbuh untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang mengg
unakan dolar AS (dan mata uang “kertas” lainnya) sebagai alat tukar dalam perdagangan inter
nasional. Para pengusaha yang melakukan bisnis di Asia tidak dapat hanya mengandalkan ba
nk-
bank di Eropa karena jarak dan perbedaan zona waktu. Apalagi pemerintah Singapura membe
rikan kemudahan-
kemudahan pajak dalam wujud penghapusan 40% withholding tax atas bunga yang dibayar k
epada orang asing pada tahun 1968 dan mengurangi pajak atas laba mereka khususnya Asian
dollar offshore loan dari 40% menjadi 10% pada tahun 1973. keringanan dan penghapusan pa
jak seperti ini jelas amat berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar dollar Asia.
2.Pasar Eurocredit
Pasar Eurocredit melayani unit ekonomi yang kekurangan dana, terutana dalam kredit jangka
menengah. Syarat pinjaman jangka menengah biasanya lebih dari satu tahun dan masa jatuh t
empo umumnya lima tahun. Perbedaan utama antara kredit di pasar Eurocredit dan Eurocurre
ncy adalah pada jangka waktu kreditnya. Bank-
bank komersial yang berperan aktif dalam pasar Eurocurrency sebagai lembaga perantara jug
a dapat bermain di pasar Eurocredit. Perusahaan dan pemerintah pada umumnya meraup dana
sebanyak-banyaknya dari pasar ini.
Eurobank menerima deposito jangka pendek dan terkadang memberikan pinjaman dalam jang
ka waktu yang lebih panjang, akibatnya sering sering terjadi mismatch antara kekayaan dan k
ewajibannya. Ini dapat memperburuk kinerja bank tersebut dalam periode suku bunga yang m
eningkat karena mereka mungkin telah meminjam Eurocredit paadahal suku bunga deposito y
ang harus dibayar cenderung meningkat. Untuk menghindari hal ini banyak Eurobank sekara
ng menggunakan suku bunga mengambang bila meminjam Eurocredit (floating-
rate Eurocredit loan). Suku bunga mengambang ini sejalan dengan pergerakan suku bunga di
beberapa pasar uang, seperti LIBOR (London inter bank offer rate), yaitu suku bunga yang u
mumnya dikenakan bagi keamanan antar bank di Eropa. Sebagai contoh, suatu pinjaman Eur
ocredit bias saja memiliki suku bunga yang disesuaikan setiap enam bulan sekali adan dipato
k pada harga “LIBOR ditambah 1%”. Satu persen dalam contoh ini merupakan premi yang ha
rus dibayar diatas LIBOR dan besar kecilnya tergantung dari resiko kredit si peminjam.
3. pasar Eurobond
Pasar eurobond memudahkan transfer dana jangka panjang dari pihak yang kelebihan dana ke
pada yang kekurangan dana. Dengan kata lain, pasar Eurobond mengisi kekosongan penyedia
an dana jangka panjang yang tidak dapat diberikan oleh pasar Eurocurrency dan Eurocredit. T
ugas utama bank ini adalah melayani perusahaan besar dan pemerintah dalam memasarkan ob
ligasi. Munculnya pasar eurobond salah satunya diakibatkan oleh pajak persamaan bunga (int
erest equalizer tax) yang diterapkan oleh pemerintah AS pada tahun 1963 untuk mencegah in
vestor AS membeli surat berharga kepada investor AS mulai memoleh ke pasar selain AS.
4. pasar modal internasional
Pasar modal internasional melayani transfer dana jangka oanjang dalam wujud investasi ekuit
i ( equity investement). Pertumbuhan yang mengesankan dalam transaksi saham internasional
sebagian besar diakibatkan oleh adanya internasional mutual funds. Yang terakhir ini, selain
memiliki lebih banyak informasi mengenai perusahaan asing, juga mempunyai akses yang leb
ih mudah ke pasar internasional dibandingkan investor individu.
5. pasar currency swap, furures, options dan forward.
Transfer dana internasional dalam pasar keuangan internasional seringkali menempatkan para
pelaku ekonomi dalam kondisi mudah menderita resiko valas, risiko suku bunga, ataupun risi
ko suku bunga. Risiko ini, dalam praktik, dapat diminimalisasi melalui pasar currency swap, f
utures, options dan forward.
5. Jelaskan motif investor dan kreditor untuk memasuki pasar keuangan internasional
? (30)\
1. Motif investor melakukan investasi dipasar internasional, antara lain:
Kondisi perekonomian: perusahaan-
perusahaan dinegara tertentu biasanya mengharapkan kinerja lebih menguntungkan dengan b
eroprasi dinegara lain.
Harapan terhadap kurs valas: kebanyakan investor membeli surat-
surat berharga dalam mata uang yang nilainya diharapkan mangalami apresiasi terhadap mata
uang negara si investor.
Deversifikasi internasional: investor besar kemungkinan memperoleh manfaat dari diversif
ikasi kekayaan portofolionya secara internasional.
2. motif kreditor menyediakan kredit dipasar internasional antara lain:
Tingginya tingkat suku bunga internasional : banyak negara mengalami kekurangan dana y
ang dapat dipinjamkan, yang pada gilirannya menyebabkan suku bunga domestic relative ting
gi. Kondisi semacam ini akan mendorong kreditor asing untuk berupaya memanfaatkannya d
engan menawarkan modal ke pasar negara tersebut.
Harapan terhadap kurs valas : kreditor biasanya mempertimbangkan untuk mensuplai mod
al kepada negara-
negara yang mata uangnya diharapkan mengalami appresiasi terhadap mata uang negara si kr
editor.
Diversifikasi internasional: para kreditor dapat memperoleh keuntungan dari diversifikasi i
nternasional, yang mengurangi kemungkinan bangkrutnya pinjaman pada saat yang bersamaa
n.