Anda di halaman 1dari 8

JUSTIFIKASI TEKNIS

DARI
SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN PEKERJAAN
( KONTRAK )

NOMOR : Nakertrans. 03/PPK-APBN-TP/63.L/II/2013


TANGGAL : 27 Februari 2013

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN FASILITAS UMUM TRANSMIGRASI


KECAMATAN LABOYA BARAT

LOKASI : Kecamatan Laboya Barat

NILAI KONTRAK : Rp.999.537.700,00

PELAKSANA : CV. PUTRA TUNGGAL


KEGIATAN
PEMBANGUNAN FASILITAS UMUM TRANSMIGRASI
TAHUN ANGGARAN 2013

BAB I
PENDAHULUAN

.11 Umum
Batu Potong
Batu potong merupakan material dasar dari pekerjaan pasangan di Pulau Sumba. Batu
potong berasal dari batuan yang ada di perbukitan yang kemudian dipotong secara manual
maupun menggunakan mesin untuk digunakan sebagai bahan dasar pasangan dinding.
Material tersebut merupakan material dasar yang dipakai untuk pembuatan dinding. Dimensi
yang umum dipakai adalah panjang : 24cm, tinggi : 12 cm dan tebal : 10 cm

Pondasi Batu Gunung


Pondasi batu gunung terbagi menjadi dua macam, yaitu pondasi setempat dan menerus.
Pondasi setempat diletakkan di sudut bangunan dan berfungsi sebagai elemen yang
menerima beban kolom pada bangunan lantai satu. Sedangkan pondasi menerus adalah
elemen yang menerima beban dari dinding yang kemudian diteruskan menyebar ke tanah.

Gambar Pondasi Batu gunung Setempat


Rumus perhitungan untuk mencari volume adalah:

Volume = 1/6 * h * (a * b + (a + c) * (b + d) + c * d)

Gambar Pondasi Batu gunung Menerus


Rumus perhitungan untuk mencari volume adalah:
Volume = ((a - b) * h + b * h) * L
Bahan yang dibutuhkan dalam pekerjaan pasangan batu gunung baik yang termasuk material
pokok atau material bantu dapat di list sebagai berikut:
1. Portland cement / semen merupakan bahan perekat pada adukan yang selanjutnya
digunakan untuk merangkai pasangan batu gunung.
2. Pasir pasang untuk membuat adukan sebagai bahan perekat pasangan batu gunung
3. Batu gunung atau batu belah sebagai bahan utama pondasi batu gunung
4. Kerikil untuk campuran adukan beton pada lantai kerja rabat beton
5. Material bantu seperti paku, kawat bendrat, benang ukur, papan bow plank dll.

Komposisi pasangan:
 Urugan pasir , setebal 10 cm pada bagian bawah
 Pasangan aanstamping / batu kosong setebal 20 cm diatas urugan pasir
 Pasangan batu gunung bentuk trapesium dengan campuran batu gunung/gunung +
pasir + semen PC dan kapur, biasanya dipakai komposisi 1PC : 3KPR : 10 PSR dengan
ketinggian 1 m s/d 1,5 m ( bisa lebih tergantung kontur tanah )
 Lebar atas minimal 30 cm, lebar bawah tergantung ketinggian ( makin tinggi makin
lebar )

Tahapan dalam pelaksanaan :

PEKERJAAN TANAH
1. Pembongkaran dan Pembersihan
2. Pembersihan lapangan pekerjaan dilakukan dengan membuang rumput/tanah,
sampah atau bahan lainnya yang mengganggu, menebang pohon-pohon dan
mencabut akarnya serta membuang keluar lokasi.
3. Galian tanah untuk pondasi disesuai dengan ukuran dalam gambar atau sampai tanah
keras. Apabila diperlukan untuk memadatkan daya dukung yang baik, dasar galian
harus dipadatkan / ditumbuk.
4. Jika galian melebihi batas kedalaman harus menimbun kembali dan dipadatkan
sampai kepadatan maksimum.
5. Hasil galian yang dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung ketempat yang
direncanakan . Sedangkan hasil galian yang tidak dapat dipakai untuk penimbunan
harus disingkirkan.
6. Harga satuan pekerjaan harus sudah mencakup semua biaya pekerjaan-pekerjaan,
pembersihan, sewa alat, penimbunan dan pembuangan hasil galian.

PEKERJAAN PONDASI
1. Pondasi bangunan yang digunakan adalah pondasi batu gunung / batu karang yang
memenuhi persyaratan teknis atau sesuai keadaan dilapangan .
2. Tebarkan Pasir Urug dibagian permukaan galian tanah setebal 10 cm (atau yang
disarankan).
3. Pasanglah terlebih dahulu Batu gunung bulat tanpa adukan semen (Aanstamping)
diatas pasir urug.
4. Pasanglah pondasi Batu gunung Belah dengan adukan semen campuran, 1 : 5 atau 1 :
4 (Semen dan Pasir), besarannya disesuaikan dengan ukuran pada Gambar Lapangan.
5. Pada posisi 20 cm bagian atas pasangan batu gunung belah, sebaiknya dilakukan
dengan campuran semen kedap air 1 : 3, untuk menghindari terjadinya rembesan air
tanah terhadap pasangan dinding diatas dekat pondasi.
6. Celah–celah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang cocok padatnya.
7. Pasangan pondasi batu gunung tidak saling bersentuhan dan selalu ada perekat
diantaranya hinga rapat.
8. Pada pasangan batu gunung sudah harus disiapkan anker besi untuk kolom,
kedalaman anker 30 cm harus dicor dan panjang besi yang muncul diatasnya minimal
75 cm.
9. Setelah pelaksanaan pekerjaan pondasi sampai bagian atas selesai, lakukan
pengecekan kembali untuk mengetahui permukaan Pondasi sudah rata (water pas)

1.2 Sasaran Kontrak Awal


Sesuai Kontrak Nomor : Nakertrans. 03/PPK-APBN-TP/63.L/II/2013, Tanggal 27
Februari 2013, PEMBANGUNAN FASILITAS UMUM TRANSMIGRASI menggunakan
bahan dasar batu bata untuk material dinding dan batu kali untuk material
pondasi yang tidak tersedia di lokasi.

1.3 Data Kegiatan


Nama Pekerjaan : Pembangunan Fasilitas Umum Transmigrasi
Lokasi Kegiatan : Kecamatan Laboya Barat
Sumber Dana : APBN Tahun 2013
Nomor Kontrak : 03/PPK-APBN-TP/63.L/II/2013
Nilai Kontrak : Rp.999.537.700,00
Tanggal Kontrak : 27 Februari 2013
SPMK : Nomor : 06/PPK-APBN-TP/63.L/II/2013
Tanggal : 27 Februari 2013
Masa Pelaksanaan : 150 Hari Kalender
Masa Pemeliharaan : 180 Hari Kalender

1.4 Organisasi Kegiatan


Kuasa Pengguna Anggaran : Yohanis Dade, SH
Pejabat Pembuat Komitmen : Titi Apriani Lena Lay, SE
Kontraktor : CV. Putra Tunggal
Direktur : Tjiang Erwin Chandra
Konsultan Supervisi : PT. Arthacons
Direktur : I Wayan Sutha, ST

B A B II
DASAR DAN ALASAN PERUBAHAN
2.1. DASAR PERUBAHAN
Justifikasi Teknis ini dibuat berdasarkan :
2.1.1 Surat Perjanjian Kontrak : Nakertrans. 03/PPK-APBN-TP/63.L/II/2013, Tanggal 27
Februari 2013, Pada Bab II Syarat-syarat Umum Kontrak Pasal 35, Tentang
Perubahan Lingkup Pekerjaan
2.1.2 Surat Permintaan Warga
2.1.3 Surat Persetujuan dari Kementrian

2.2. ALASAN PERUBAHAN


Pekerjaan Pembangunan Fasum Transmigrasi setelah dilakukan rekayasa lapangan
ditemui beberapa material yang tidak tersedia di lokasi pekerjaan. Material tersebut
antara lain :
a.Material Batu Bata Merah.
b. Material Batu Kali.
2.3. PERMASALAHAN
Berdasarkan kondisi yang ada, maka :
 Pekerjaan Pasangan Dinding Batu Bata, tidak dapat dilaksanakan
 Pekerjaan Pasangan Pondasi Batu Kali, tidak dapat dilaksanakan

2.4. PENANGANAN PERMASALAHAN


Dari permasalahan-permasalahan yang tersebut diatas, maka dilakukan perubahan
material dasar dalam item pekerjaan tersebut.

B A B III
PERUBAHAN VOLUME PEKERJAAN
Berdasarkan kaji ulang design terhadap penanganan Pekerjaan Pembangunan Fasilitas
Umum Transmigrasi di Kecamatan Laboya Barat untuk mencapai hasil yang optimal, maka
ada beberapa item pekerjaan yang mengalami perubahan sebagai berikut :
Item material Batu Bata dirubah menjadi Batu Potong yang mengakibatkan
pekerjaan Pasangan Dinding Batu Bata diganti dengan Pekerjaan Pasangan Dinding
Batu Potong yang diikuti dengan perubahan Analisa Pekerjaan Tersebut (Terlampir)

Item material Batu Kali dirubah menjadi Batu Karang / Batu Gunung yang
mengakibatkan pekerjaan Pasangan Pondasi Batu Kali diganti dengan Pekerjaan
Pasangan Pondasi Batu Karang/ Batu Gunung yang diikuti dengan perubahan
Analisa Pekerjaan Tersebut (Terlampir)

B A B IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. KESIMPULAN
1. Setelah dilakukan penelitian dan evaluasi secara visual dan laporan teknis, untuk
Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Umum Transmigrasi Kecamatan Laboya Barat
secara keseluruhan maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap material &
analisanya.

2. Untuk Item pekerjaan yang lain penggunaan material tidak mengalami perubahan
sesuai pada kontrak nomor : Nakertrans. 03/PPK-APBN-TP/63.L/II/2013, Tanggal
27 Februari 2013.

3. Nilai Kontrak tetap sebesar Rp.999.537.700,00

4. Masa pelaksanaan sesuai dengan kontrak asal tetap.

4.2. SARAN
1. Akibat adanya perubahan item material yang digunakan maka perlu diterbitkan
Addendum Kontrak dengan perihal perubahan-perubahan Item Bahan/Material
Pekerjaan yang akan dilaksanakan.
2. Kontraktor agar membuat revisi jadwal pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
adanya perubahan volume pekerjaan.

BAB V
PENUTUP
Demikian Justifikasi Teknis Kegiatan Pembangunan Fasilitas Umum Transmigrasi
Kecamatan Laboya Barat Tahun Anggaran 2013 ini dibuat untuk dapat menjadi metode
pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya

Waikabubak,

Diajukan Oleh Disiapkan Oleh


Pejabat Pembuat Komitmen PT. Telford Nusantara

Titi Apriani Lena Lay, SE Paulus Ndapamerang, ST


NIP. 19710417 199903 2 006 KEPALA PERWAKILAN

Diketahui Oleh Disetujui Oleh


Kuasa Pengguna Anggaran Kasi Pengembangan Perumahan Dan Permukiman
Bidang Cipta Karya Dan Perumahan (P2P) Bidang Cipta Karya Dan Perumahan Dinas
Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru

H. MARWAN, ST H.HELISWARDI. M, BE
NIP. 19570305 198003 1 015 Nip. 19541115 198003 1 004