Anda di halaman 1dari 2

Review Jurnal ( Hukum Pidana )

Judul : Analisis Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Politik


Uang Dalam Pemilihan Umum Legislatif ( Studi Kasus di Kabupaten
Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran)

Jurnal :-

Volume dan Halaman : -

Tahun : 2015

Penulis : Sarah Furqoni, Fakultas Hukum Universitas Lampung, Bandar


Lampung

Reviewer : Naufal Azam Musyafa Erza

Tahun : 2019

Tujuan Penelitian : (1) Penegakan hukum pidana terhadap tindak money politic pemilihan
umum calon legislatif (2) Faktor penghambatan penegakan hukum
pidana terhadap pelaku tindak pidana money politic dalam pemilihan
umum calon legislatif.

Subjek Penelitian : Pelaku Tindak Pidana Money Politic dalam Pemilihan Umum Calon
Legislatif .

Metode Penilitian : Pendekatan yuridis normatif dan empiris.

Hasil Penelitian : (a) Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Money Politic
dalam Pemilihan Umum Calon Legislatif. Pemberian pidana itu untuk
benar-benar dapat terwujud direncanakan melalui beberapa tahap
yaitu: 1. Tahap penetapan pidana oleh pembuat undang-undang; 2.
Tahap pemberian pidana oleh badan yang berwenang; dan 3. Tahap
pelaksanaan pidana oleh instansi pelaksana yang berwenang.
Penegakan hukum terhadap tindak pidana money politic dalam Pemilu
masih terus menemui hambatan. Terhabatnya upaya penegakan
hukum terhadap money politic ini disebabkan oleh beberapa
kelemahan-kelemahan
(b) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu DPD,
DPRD, DPR, secara substansial telah mengatur penjelasan sanksi bagi
pelaku tindak pidana Pemilu namun berdasarkan pendapat para ahli
dan juga responden yang berkompenten,. undang-undang ini memiliki
kelemahan yang menjadi penghambat penegkan hukum itu sendiri
seperti adanya limitasi waktu yang diatur dalam proses penegakan
hukum pidana itu sendiri, Indonesia juga memiliki luas wilayah yang
panjang dan juga pertumbuhan pendudul yang sangat pesat maka
kualitas aparat penegak hukum yang menentukan dilihat tidak semua
penegak hukum sendiri memahami tindak pidana pemilu

Kekuatan : Penegakan hukum Pidana yang dilakukan dalam perkara tindak pidana
ini yaitu sudah dilakukan secara integral, yaitu brupa adanya
keterjalinan yang erat (keterpaduan/integralitas) atau satu kesatuan
dari berbagai sub-sistem (komponen) yang terdiri dari substansi
hukum (legal structure), struktur hukum (legal structure), dan budaya
hukum (legal culture). Khususnya mengenai substansi jenis tindak
pidana yang dijatuhkan kepada Pelaku Intelektual tersebut yaitu,
tindak pidana pencurian dengan kekerasan, serta sebagai orang yang
menyuruh lakukan sebagaimana diaturPasal 365 Ayat (1), Ayat (2) ke
1, 2 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Kelemahan : Undang-Undang No 8 Tahun 2012 tentang Pemilu DPD, DPRD, DPR


memiliki kelemahan yang menjadi penghambat penegakan hukum itu
sendiri seperti adanya limitasi waktu yang diatur dalam proses
penegakan hukum pidana itu sendiri yang menjadikan prosesnya
dilakukan secara terburu-buru dan apabila sudah lewat dari masa
tenggang waktu maka akan kadaluarsa.