Anda di halaman 1dari 427

Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 1 | Nikmatnya Bangun Pagi

"Waduh... Sudah jam 6...." Pekik Citra Agustina, ketika terbangun dari tudir

paginya. "Bangun Mas... Nanti terlambat..." Tambah wanita cantik itu sambil

menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.

"Hhooooaaaahhhmmm.... " Hanya itu jawaban Mike Suhendar. Suami Citra

sambil mengucek-ucek matanya, "Gara-gara kamu Dek... Kita jadi bangun telat

gini..."Tambah Mike.

"Enak ajah... Ya gara-gara tititmu itu... Semalam kita jadi nggak bisa tidur

nyenyak... Hihihi... " Jawab Citra sambil membungkus tubuh telanjangnya

dengan jubah tidur berukuran mini. "Udah sana mandi... Aku mau siapin

sarapan dulu..."

Dengan terburu-buru Citra segera bergegas keluar kamar dan menuju ke

dapur. Jemari lincahnya segera mempersiapkan sarapan pagi.

SREEENG… CES TENG TENG CES SREEEENGGG

Tak lama kemudian, menu nasi goreng dan telur matasapi sudah tersaji di atas

meja makan. Bersamaan dengan itu Mike muncul dari arah kamar tidur dan

duduk di samping meja makan

“Makasih ya Dek... CUP...“ Jawab Mike sambil memberikan kecupan penutup

pada bibir istrinya.

“Sarapan yang banyak Mas...Aku mau bangunin anak anak” Ucap Citra sambil

mengusap rambut suaminya.

"Pastinya...." Jawab Mike sambil meremas pantat bulat istrinya


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiihh.. Mas.... Masih kurang ya...?" Jawab Citra

"Nggak bakal pernah puas Dek..." Balas Mike lagi yang tiba-tiba menurunkan

kepalanya kearah payudara Citra. Dan tanpa persetujuan istrinya, ia segera

membuka tali jubah tidur Citra dan mulai menghisapi puting payudara Citra.

"Cup Cup.... Sluurrpp..."

"Ssshh... Udah-udah... Stop Mas... Stop... Hihihi...." Geli Citra sembari

memegangi jubah tidurnya supaya tak terlepas dari tubuhnya. "Stop Mas..

Stooopp... Nanti anak-anak lihat loh.... Hihihi.... "

"Hehehe... Biarin aja... toh sudah pada besar-besar..." Goda Mike sambil

menjamah vagina Citra.

"Iiihhhsss.... Ntar kalo mereka kepingin gimana...?"

"Hmmmmm..... Gimana yaaa...?" Mike menghentikan kenyotan mulutnya sejenak

sambil memperlihatkan wajah berpikir, "Yaudah....Diajak aja sekalian....

Hehehehe..."

NGUUUUUUUUUUUU.....

Suara panci air panas tiba-tiba berteriak lantang, mengagetkan mereka

berdua.

"Udah... Udah dulu Mas... Adek mau bangunin anak-anak...." Potong Citra sambil

menjauhkan wajah Mike dari payudaranya. "Dasar Papa cabull.... Hihihi...."

Dengan masih mengenakan jubah mandi tanpa pakaian dalam apapun, Citra

segera beranjak ke kamar kedua anaknya dilantai atas.


Kisah Keluarga Penzinah

“TOK TOK TOK... “ Ketuk Citra pada pintu kamar tidur anaknya, “Clara... Ayo

bangun nak...” Panggil Citra lagi dari luar kamar tidur putri kandungnya. “TOK

TOK TOK…”

“CKLEK…..” Suara pintu kamar dibuka dari dalam.

“Ya Maa…?” Jawab seorang gadis belia sambil membuka pintu kamarnya.

Dengan hanya mengenakan pakaian alakadar keseharian berupa bra dan celana

dalam, Clara terlihat begitu matang dan dewasa. Terlebih dengan ukuran

payudaranya yang cukup besar, membuat putri kandungnya itu nampak begitu

mirip dirinya ketika muda. “Udah pagi ya…?” Tanyanya lagi sambil mengucek-

ucek matanya yang bulat besar

“Hiya Nak... Ayo buruan mandi sayang… Udah siang….CUP... ” Ujar Citra sambil

mengecup kening putri kesayangannya.

“Hhooooaaahhhmmm.... Iya Maa... Ini juga mau mandi... Bentar yaaaa.... “ Ucap

Clara singkat sambil masuk lagi kedalam kamar dan mengambil handuknya.

Dengan malas, Clara berjalan mirip zombie, terhuyung-huyung berjalan sambil

menyeret kaki jenjangnya ke kamar mandi lantai disudut rumah sambil terus

terusan menguap.

"Sarapan udah siap di meja makan ya..."

"Iya Maaa.. Hoooaaaaammmm...."

"Anak yang rajin.... " Senyum Citra dalam hati sambil berjalan ke seberang

ruangan, menuju kamar putra pertamanya, Ciello.

"TOK TOK TOK... " Ketuk Citra di pintu kamar putranya, "Ciello... Naaak... Ayo

bangun...."


Kisah Keluarga Penzinah

Tak ada jawaban.

"TOK TOK TOK... " Ketuk Citra lagi ,"Cielolooooo.....?"

Tetap tak ada jawaban.

Perlahan, Citra membuka pintu kamar anaknya, lalu ia pun mengintip kedalam.

Ciello masih terlelap. Tidur dengan dengkuran lirih dan selimut yang tak

menutup tubuh telanjangnya.

Memang, dalam kesehariannya, Citra maupun Mike, seringkali tidur tanpa

mengenakan pakaian apapun. Sehingga tak heran jika kedua anaknya, Ciello

dan Clara juga sering mengikuti kebiasaan tidur kedua orangtuanya yang tanpa

busana.

Dengan langkah senyap, Citra masuk kedalam kamar Ciello. Lalu ia duduk di

tepi tempat tidur, menatap putra kesayangannya yang masih tertidur lelap

dalam posisi telentang. Sejenak, Citra menatap kagum kearah tubuh putranya

yang mulai tumbuh dewasa. Lengannya yang kekar, dadanya yang bidang,

perutnya yang mengotak,dan menatap kearah penis besar Ciello yang masih

menjuntai lemas kearah samping.

"Tak berasa.... Kamu udah besar ya Nak... Dan kontolmu.... Udah makin besar

aja...." Kata Citra dalam hati sambil menelan ludah, " Kontolmu benar-benar

mirip punya kakekmu Nak....".

"Sayang.... Ayo bangun...." Gugah Citra. Sengaja menggoyang-goyangkan paha

Ciello untuk menggoda penis putranya yang masih lemas itu, "Naaak... Ayo

bangun...."


Kisah Keluarga Penzinah

Masih saja terlelap. Ciello sama sekali tak menggubris goyangan tangan ibunya

pada pahanya.

Melihat penis Ciello yang ikut bergoyang seiring goyangan tangannya ke paha

putranya, entah kenapa Citra tiba-tiba ingin menyentuh batang penis yang

masih menjuntai lemas itu. Walau ia sudah biasa melihat ketelanjangan

putranya, namun baru kali ini Citra merasa begitu penasaran, "Seperti apa ya

kontol Ciello kalo sedang ereksi keras...?" Tanyanya dalam hati.

"Cielloo....." Bisik Citra sambil mendekatkan wajahnya ke arah penis putranya

itu. Dengan perlahan, ia menjulurkan tangannya dan meraih penis putranya,

"Hmmm... Hangat...." Kata Citra sambil membolak balik penis lemas itu.

Perlahan tapi pasti, penis itu tiba-tiba mulai menampakkan kehidupannya.

Semakin besar dan panjang.

"Wow.... Kontolnya bangung...." Girang Citra ketika melihat penis putranya

yang mulai menegang.

"Eeeeehhhhmmmmm.... Hoooooaaaaahhhmmmm..." Lenguh Ciello sambil

menggeliat. Dan tak lama kemudian ia pun terbangun. Sambil mengucek mata,

ia menatap tubuh ibunya dalam balutan jubah mandi mininya.

Buru-buru, Citra segera melepas genggaman tangannya pada penis Ciello dan

kembali duduk ditepi tempat tidur.

"Eeehh... Mama.... Pagi ma...." kata Ciello sambil meregangkan badan.

"Pa... Pagi sayang... Bangun yuk.. Mama udah siapin sarapanmu...." Kata Citra

sambil sesekali menatap penis Ciello yang tak henti-hentinya menegang.


Kisah Keluarga Penzinah

Ciello sama sekali tak sadar jika selimut yang ia kenaakan sudah tersibak dan

memamerkan batang penisnya yang perlahan mengeras. Namun, jikapun ia

sadar, ia merasa jika ketelanjangan bukanlah sebuah hal yang cukup penting

untuk dipermasalahkan.

"Iya Maa.. Bentaran yaaa...."

Melihat putranya masih bermalas-malasan, Citra lalu membungkukkan

tubuhnya kedepan dan mendekat kearah wajah Ciello. Dengan perlahan, ia lalu

mengecup kening Ciello, sekaligus memberi pemandangan pagi buat putranya.

Pemandangan belahan payudara ekstra besarnya yang menggantung manja

yang dapat terlihat dari belahan jubah mandi mininya.

Untuk wanita yang berusia 36 tahun, Citra masih memiliki aset tubuh yang

dapat memabukkan pria mana saja yang melihatnya. Tubuhnya ramping dengan

kulit kuning langsat. Pinggulnya kecil dengan payudara besar. Kaki putihnya

panjang, mulus tanpa bulu sedikitpun.

"Ayo bangun nak.... CUP...." Kata Citra lagi, kembali mengecup kening Ciello.

"Iya Maa... Bentaran aahhhh... Aku masih nganttuuukkk...."

"Hhmmm..... Gitu ya....?" Kata Citra tiba-tiba naik ke atas tempat tidur

putranya dan berdiri tepat diatas selangkangan Ciello. Dengan posisi kaki

terbentang, Citra ia menempatkan kakinya di samping kiri dan kanan paha

Ciello. Lalu, dengan tiba-tiba Citra menurunkan tubuhnya dan bertumpu pada

lututnya. Sambil berjongkok, ia lalu memajukan tubuhnya kedepan, dan

mencengkeram erat kedua pergelangan tangan putranya.

"Iiihhh... Mamaaaa... Mulai deeeh... Aku masih ngantuk Maaa...." Jawab Ciello

malas sambil membiarkan mamanya melakukan kebiasannya setiap pagi ketika


Kisah Keluarga Penzinah

membangunkan dirinya. Ia membiarkan Citra menyandera tubuhnya, termasuk

menduduki batang penisnya yang sudah mengeras.

"Biarin aja... Kalo kamu nggak mau bangun... Muka kamu bakal Mama ilerin ...."

Kata Citra yang kemudian mendekatkan kepalanya supaya sejajar dengan

kepala Ciello dan kemudian ia membuka mulutnya.

"Aaaaaaaaaaa.... Hayo bangun nggaaak....? Aaaaaaaaa...." Kata Citra sambil

terus membuka mulutnya, membiarkan air liurnya berkumpul di dalam bibir

tipisnya.

"Iiihhh. Mamaaa.. Joroook aaaaahhh..." Ronta Ciello sambil menggerak-

gerakkan pinggulnya. Berusaha melepaskan diri dari cepitan paha ibunya.

"Hihihi... Biarin.... Kalo anak Mama ini nggak buruan bangun, iler mama bakalan

segera menetes ke muka kamu... Aaaaaaaaa...." Jawab Citra sambil semakin

memperlebar bukaan mulutnya.

"Maamaaaa..... Iiiiihhhhh...." Ronta Ciello berpura-pura takut sambil terus

menggoyang-goyangkan pinggul dan pergelangan tangannya. Sengaja membuat

tubuh ibunya terlonjak-lonjak.

Sebenarnya, dengan ukuran tubuh yang hampir sama dengan tubuh Citra,

Ciello dapat dengan mudah membalik tubuh ibunya dari atas selangkangannya.

Namun, seperti remaja seusianya, Ia ingin melihat goyangan payudara besar

milik ibunya lebih lama lagi.

TES.... TES.... TES.....

Liur Citra menetes tepat di wajah Ciello.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiiihh... Mamaaaa... Jorooookkkk iiihhhhh......" Erang Ciello sambil

menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Hihihi... Rasaaainn.... Ayo bangun nggak...."

"Iya iyaaa...." Kata Ciello sambil melirik belahan payudara ibunya yang semakin

terlihat jelas dari belahan jubah tidurnya. "Iya... Tapi sebentar lagi ya Maaa...

Sumpah aku ngantuk banget....."

"Ngantuk kenapa....? Emang kamu semalam habis ngapain....?" Pancing Citra

sengaja mengorek informasi dari putranya.

"Ya ngantuk aja Maa....Capek....." Kata Ciello.

"Capek...? Emang semalam kamu habis olahraga...? Sampai-sampai jam segini

kamu masih ngantuk....?" Tanya Citra lagi

"Nggg.... "

"Atau jangan-jangan... Kamu tadi malam habis ngelakuin oonaaa........." Putus

Citra sengaja tak meneruskan kalimatnya dan membuat malu Ciello, "Udah

ahh.... Ayo bangun Nak.... Jangan dikamar mulu ah.... Cari kegiatan diluar sana...

Biar badanmu nggak lemes gini setiap hari...." Saran Citra sambil mengusap

rambut putranya. "Yuk bangun Nak...."

"Iya Maaaa...."

Melihat putranya sudah bangun, Citra pun melepaskan cengkeraman jemari

tangannya dari kedua pergelangan tangan Ciello. Lalu iapun meletakkan

pantatnya diatas selangkangan putranya.

BLUGH


Kisah Keluarga Penzinah

"Ooohhh.... ASTAGA.... Aku lupa pakai celana dalam...." Batin Citra yang sama

sekali tak menyangka jika dibawah vagina gundulnya terdapat sebatang penis

tegang milik anak lelakinya. Bahkan lebih parahnya, ia duduk tepat tepat

diatas batang penis putranya, sehingga secara tak sengaja batang penis Ciello

tepat terselip diantara kedua bibir vagina ibunya.

Begitupun dengan Ciello, ia benar-benar terkejut dan sama sekali tak mengira

jika ibunya bakal menduduki batang penisnya yang sudah sangat tegang itu.

Dan parahnya, Ciello merasa jika batang penisnya tepat terjepit diantara

belahan bibir vagina ibunya.

Sambil melirik, Ciello berusaha melihat apa yang terjadi di bawah sana. Namun

sia-sia, pemandangan penisnya yang terjepit vagina ibunya sama sekali tak

terlihat dengan jelas. Hanya terlihat kepala penisnya saja yang menjulang

keluar dari pangkal selangkangan ibu kandungnya.

"Kampreeet.... Nggak keliatan....Jubah mandi Mama ngehalang-halangi aja...."

Gerutu Ciello penasaran.

"Hmmmm... Gimana ujiannya nak....? Kapan pengumunannya....?" Tanya Citra

buru-buru mengalihkan pembicaraannya. Mencoba supaya Ciello tak menyadari

tentang jepitan vagina Citra pada penisnya yang semakin membesar keras.

"Nggg... Nggak tau Ma.... Bulan depan kali..." Jawab Ciello dengan nada berat.

"Hhh.... Yaudah... Kamu nggak usah khawatir Nak... Mama tahu.. Pilihan

kuliahmu itu berat... Tapi khan kita nggak tahu apa yang bakalan terjadi

besok... " Jelas Citra , "Toh... Siapa tahu... Besok ternyata kamu bisa masuk

ke universitas yang kamu pengenin..


Kisah Keluarga Penzinah

"Nnggg... Iya Maaa...." Jawab Ciello sambil menggerakkan pinggangnya pelan,

berusaha menempatkan batang penisnya untuk bisa lebih nyaman lagi diantara

jepitan vagina ibunya.

"Eehhmmm..." Desah Citra, "... Yah... Kalaupun enggak keterima... Kamu khan

bisa ngambil kampus di deket rumah Nak...." Balas Citra meladeni goyangan

pinggang Ciello.

"Aahhh Mamaaa.... "Desah Ciello, "Aku maunya tuh di sana...." Erang Ciello

sambil melirik kearah vagina Citra. "Itu universitas favorit Ma..." Tambahnya

lagi sambil meregangkan tubuhnya. Membuat batang penisnya semakin

menggesek bibir vagina ibunya yang terasa semakin lembab.

"Ehhmmmhhh...." Lenguh Citra lirih, "Eehmm.... Tapi janji ya nak.... Kamu bakal

tetep kuliah.." Saran Citra sambil merasakan denyut penis putranya makin

kencang terasa dibawah sana. Terlebih, akibat regangan-regangan tubuh

Ciello, membuat batang penisnya makin terjepit erat di belahan bibir vagina

Citra dan menggelitik klitorisnya. Walhasil, batang penis itu sukses membuat

lendir kewanitaan Citra semakin banyak merembes keluar dari liang vaginanya

dan melumuri batang penis putranya. "Jangan mudah menyer....Aaaaahh.... Ya

Naaak..."

"Sssh... I...Iya ma... Aku janji...." Jawab Ciello dengan nada yang jauh lebih

berat.

"Naaahhh... Gitu dong sayang.... CUP...." Ucap Citra yang tiba-tiba memajukan

tubuhnya kedepan dan kembali mengecupi Ciello tanpa mengangkat pinggul

dari selangkangan putranya. hanya saja, kali ini bukan kening Ciello yang

dikecupinya, melainkan kedua pipinya.


Kisah Keluarga Penzinah

Sengaja, Citra merebahkan tubuhnya diatas tubuh Ciello, dan membuat kedua

payudara besarnya yang super kenyal itu menempel di dada telanjang

putranya.

"Eeeh...Mmama mau ngapainnn...?" Tanya Ciello kebingungan karena melihat

wajah ibunya mendekat kewajahnya.

"Mau ngasih sayang ke anak mama... CUP...." Jawab Citra singkat sambil

kembali mengecup pipi dan....

Bibirnya.

"Iiihh... Maaa.... Aku bukan anak kecil lagiiii...." Jawab Ciello sambil melirik

payudara ibunya yang gepeng terhimpit oleh tubuh rampingnya.

Diatas dada telanjangnya, Ciello dapat merasakan gesekan puting ibunya yang

berulang kali bergoyang seiring kecupan pada bibirnya.

"Ohhh..... Emmpuk sekali tetekmu Maaa.... " Batin Ciello yang berulang kali

melirik kearah payudara Citra.

"Emang kenapa kalo bukan anak kecil lagi....? CUP...." Tanya Citra membuyarkan

lamunan jorok anaknya, "Emang kalo udah gedhe.... Mama ga boleh kasih

sayang Mama ke anak Mama lagi...? CUP...."

Setiap kecupan bibir Citra pada bibir putranya, selalu diiringi gerakan pinggul

dan vaginanya. Akibatnya, perlahan tapi pasti vagina basah Citra menggeseki

penis besar Ciello, maju mundur maju mundur. Mirip gerakan senggama.

"Uuhh... Maaa...." Lenguh Ciello ketika lagi-lagi menerima kecupan bibir lembut

Citra di bibirnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Bikin Mama bangga ya Nak.... CUP...." Saran Citra lagi sambil terus mengecup

mulut putranya.

"Iiihh.. I....I... Yah Maa.."

"Jangan gampang menyerah.... CUP...."

Walau batang penis Ciello tak masuk kedalam vaginanya, namun tetap saja,

tekanan berat badan, gesekan, dan jepitan vagina Citra pada penis putranya,

membuat remaja belasan tahun itu merasakan kenikmatan yang amat sangat.

Kenikmatan yang jauh lebih terasa daripada sekedar beronani dengan sabun

dan tangan.

Sehingga, tak lama kemudian.

CRET CRET CRECEEET CRET CRECEEET

Batang penis Ciello yang terhimpit oleh nikmatnya jepitan vagina Citra itu

memuntahkan seluruh lahar panasnya dengan keras. Menyemprot keluar

berjuta-juta benih subur dari mulut penisnya. Membasahi vagina dan paha

ibunya yang masih menghimpit dirinya.

"Oooohh... Maaaaa..... " Lenguh Ciello

"Nggg... Ya sayang.... ?" Tanya Citra ketika menyadari jika penis putranya baru

saja memuntahkan lahar kenikmatannya, "Ohhh... Kamu udah kelu......" Sengaja

Citra lagi-lagi tak meneruskan kalimatnya, ia tak ingin membuat Ciello semakin

malu dengan bertanya lebih lanjut.

"Yaudah... Kamu buruan mandi ya Nak.... Mama tunggu dibawah..." Ucap Citra

yang buru-buru bangun dari selangkangan Cielo lalu berdiri tanpa

membersihkan sperma putranya yang masih menempel di vaginanya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Sarapan juga udah siap loh sayang..." Senyum Citra sambil melirik penis Ciello

yang masih berdenyut-denyut, yang masih memuntahkan sisa-sisa spermanya

keatas perut putranya, "Jangan sampai kehabisan.... Hihihi..." Tambahnya lagi

sambil berjalan menjauh, meninggalkan Ciello dibelakang sana.

"Iya Ma...." Jawab Ciello sambil menatap pantat bulat ibunya yang bergoyang

seiring langkahnya pergi.

Entah kenapa, Ciello merasa jika pagi itu ibunya benar-benar terlihat begitu

menggairahkan. Dimata Ciello, Citra mendadak terlihat begitu seksi, terlebih

dengan bekas muncratan spermanya yang masih menetes kelantai dari balik

jubah tidurnya dan mengalir turun ke paha mulus ibunya.

"Sumpah....Kamu seksi sekali Maaa..." Batin Ciello sambil mengocok penisnya

yang mulai menegang kembali.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 2 | Keindahan Tubuh Sang Adik

Melangkah gontai, Ciello berjalan kearah kamar mandi dengan hanya

mengenakan selembar handuk tipis yang melingkar di pinggangnya. Melewati

kamar Clara , adik semata wayangnya yang masih duduk dibangku SMP, yang

semenjak beberapa bulan belakangan, membuat pikiran remaja 18 tahun itu

terlena karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya..

Sejenak, Ciello terdiam. Menatap tajam kearah pintu kamar milik gadis

berusia 15 tahun yang sedikit terbuka itu.

"Clara….?” Ucap Ciello sambil melongokkan kepalanya melalui celah pintu

kamar tidur adiknya, mencoba sedikit peruntungannya "Kamu udah bangun

belum....?"

Hening. Tak terdengar suara apapun.

“Clara…?” Panggil Ciello lagi sambil membuka pintu kamar tidurnya dan

melangkah masuk. Kamar itu begitu gelap namun wangi, khas aroma gadis

remaja.

Dalam keremangan cahaya pagi, mata Ciello berusaha beradaptasi, menyisir

ranjang dimana adik kandungnya serung tidur. Ciello tahu, jika adiknya

seringkali tidur dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja. Bahkan tak

jarang, Clara juga sering tidur telanjang seperti dirinya.

Oleh karenanya, hampir tiap pagi remaja tanggung ini selalu masuk kedalam

kamar tidur Clara dan berpura-pura membangunkan tidurnya. Padahal tujuan

sebenarnya, hanyalah demi memuaskan nafsu birahinya dengan cara

menyentuh, mengusap dan meremas tubuh semok adiknya. Terlebih lagi Clara


Kisah Keluarga Penzinah

memiliki kebiasaan tidur yang cukup parah, ia sangat susah jika dibangunkan.

Sehingga hal itulah yang melatar belakangi 'kerajinan' Ciello untuk selalu

membangunkan tidurnya dipagi hari.

Namun, sepertinya pagi itu Ciello belum beruntung. Karena ternyata kamar

Clara telah kosong. “Ahh… Sial…. Clara sudah bangun …” Gerutu Ciello begitu

menyadari ternyata adiknya sudah tak berada didalam kamar tidurnya.

“Kampreet… Kesiangan lagi….”

Dengan hati kesal, ciello pun keluar kamar tidur Clara lalu kembali menuju

kamar mandi. Namun, setibanya dikamar mandi, Ciello mendapati halnyang

sama sekali tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Heeeehhh... Kaaakkaaaakk....." Jerit seorang perempuan dari balik pintu

kamar mandi.

"Loooh… Eeh... Clara....” Kaget Ciello begitu tahu jika ternyata Clara yang ia

cari-cari sudah berada didalam kamar mandi, “Ka… Kamu lagi apa...?"

"Kakak nggak punya mata ya….?" Ejek Clara sambil menyemprot air melalui

selang yang ada di tangan kanannya, “Emang keliatannya Adek sedang apa…?”

"Kampreet... Kamu pup ya….? Pantesan dari tadi hidung kakak ncium bau yang

aneh-aneh… Wuuueeeek… Baauuuk bangeeet....” Seru Ciello sambil menutup

hidungnya.

”Bauk….? Iiiiihhss…. Sory yaaa... Kakak tuh yang bauk...” Jawab Clara

“Udah ah... Ayo buruan... Gantian…. Kakak mau kencing nih...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hhuuu.... BooooDooo’.... Sorryy yeee.... Aku duluan...." Jawab Clara cuek

sambil tetap menduduki toilet, "Pake kamar mandi bawah aja gih.... Adek masih

lama nih...."

"Ogah baaangeet..." Jawab Ciello singkat.

"Yaudah kalo ogah... Kakak tunggu aja disitu sampe jenggotan..."

Dengan cuek, Clara tetap berada pada posisinya. Duduk termenung diatas

dudukan toiletnya sambil melamun, menatap tajam kearah dinding yang ada

didepannya. Ia benar-benar ta peduli dengan keberadaan kakaknya didalam

kamar mandi.

Merasa tak mampu mengusir adiknya, Ciello pun segera menuju kearah

wastafel yang ada disamping toilet. Sekedar mencuci muka sambil mengagumi

keindahan tubuh adik kandungnya.

"Busyet itu teteeeekk... Sekel bangeet... " Ucap Ciello dalam hati sambil terus

melirik kearah payudara Clara, "Makin lama jadi makin bikin sange dah..."

Walau dari tadi Ciello sibuk, tetap saja tak mampu mengganggu lamunan Clara.

Gadis 15 tahun itu malah berulangkali menggaruk pantat atau payudara

ranumnya. Seolah sengaja memamerkan ketelanjangan tubuhnya yang masih

basah karena sisa air mandi.

Clara benar-benar gadis yang mempesona. Ia adalah gadis yang sering diimpi-

impikan oleh banyak lelaki. Rambutnya sepunggung, berwarna cokelat lurus.

Mukanya bulat, matanya lebar dan bibirnya mungil, mirip seperti artis Korea.

Tubuh ramping, pinggang mungil, dengan kaki jenjang. Tubuh yang mampu

membuat mulut lelaki manapun bakal ngiler karenanya. Terlebih goyangan

payudara baru tumbuhnya yang besar, membuat adik kandungnya selalu


Kisah Keluarga Penzinah

terlihat lebih matang daripada gadis seusianya. Lebih seksi. Lebih molek.

Lebih menantang.

"Menantang....?" Tiba-tiba, terlintas sebuah pemikiran di benak Ciello,

"Jangan-jangan ketelanjangan Clara itu memang disengaja.....?" Tambah Ciello

sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

"Jangan-jangan Clara memang berniat memamerkan tubuh moleknya kepadaku

dengan cara seperti itu....?"

"Hmmm... Kalau dia memang seperti itu... Oke... Aku terima tantanganmu

Dek..." Ucap Ciello dalam hati sambil kembali menikmati ketelanjangan Clara.

Perlahan, penis Ciello pun mulai merespon otak mesum remaja tanggung itu.

Dengan kembali menegang dan menjulang tinggi kedepan.

"Ngapain kak...? Liat-liat badan aku mulu....?" Tanya Clara ketika mendapati

mata Ciello yang sedari tadi sering menatap tajam kearah tubuh telanjangnya.

"Ngggg.... Nggak ngapa-ngapain..." Jawab Ciello singkat.

"Yakin nggak ngapa-ngapain...?" Goda Clara dengan gaya genit

"Iyalah... Ngapain juga kakak punya pikiran aneh-aneh tentang kamu Dek... "

"Kakak cuman.... Ngggg... Mau bilang kalo.... Besok-besok.... Kalo kamu lagi

make kamar mandi.... Pintunya ditutup doooonk..." Saran Ciello sambil

berusaha menyembunyikan gundukan yang mulai terlihat diantara

selangkangannya.

"Ihhhsss.... Ngapain....?" Jawab Clara sambil memutar pinggangnya dan

menekan tombol flush diatas sandaran toilet ,"Malas gilaa..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Heeehhh.... Ntar ada yang ngintip looohhh...."

"Aaaah.... Sok caareeee deeehhh.... Bodo ammmaaatt..... Palingan yang ngintip

badan adek cuman Kakak..."

Memang, semenjak kecil, Clara memang tak pernah peduli dengan

ketelanjangannya jika ia berada dirumah. Baik ketika ia sedang buang air kecil,

buang air besar, hingga mandi, gadis muda itu sama sekali tak mempedulikan

tubuh polosnya jika terlihat oleh anggota keluarga yang lain.

"Udah-udah.... Ayo buruan Dek..." Celetuk Ciello lagi sambil mengamit tangan

adiknya dan mulai memintanya beranjak dari toilet.

"Iiiihhhsss.... Ngapain sih kak...? Rempong amat....?"

"Kakak mau kencing nih... Udah nggak kuat lagi nahannya..." Jelas Ciello, "Atau

kalo kamu nggak cepet selesai... Bakal Kakak kencingin nih...." Jawab Ciello

sambil menyibakkan bawahan handuknya dan mengarahkan kepala penisnya

pada adiknya secara terang-terangan.

"Ihhss... Ga jelas...." Celetuk Clara sambil mengernyitkan wajahnya, mirip

marmut, "Awas aja ya... Kalo kakak sampe berani ngencingin Adek.." Tambah

Clara. Sedikit melirik penis Ciello yang masih berkilatan oleh bekas lendir

vagina Citra.

"Ayo gantian Dek...Cepet ahhh..." Pinta Ciello sambil memajukan tubuhnya,

semakin mendekatkan kepala penisnya pada tubuh Clara.

Melihat keseriusan diwajah kakak kandungnya, mau tak mau Clarapun khirnya

segera menekan tombol flush toilet dan membilas lubang anusnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya iya... Ini juga lagi cebok keles..." Jawab Clara sambil menyemprotkan

selang air kebagian bawah tubuhnya. "Punya kakak cuman satu rempongnya

amit-amit dah..." Gerutu Clara.

Tiba-tiba Ciello berjongkok di depan Clara duduk, untuk mengamati lebih

dekat cara Clara ketika membersihkan vagina dan anusnya. Tangan kanan

memegang selang, dan tangan kiri mengusap anus. Selang air sengaja

diarahkan dari depan, dan disemprotkannya melalui bawah vagina hingga

kearah anus.

"Eh busyet... Kakak baru tau kalo cewe tuh ceboknya kaya gitu..." Komentar

Ciello ketika melihat cara Clara membilas anus dan vaginanya, "Hehehehe....

Aneh juga yak....?" Tambahnya lagi.

"Iiiiiihhhhssss... Kakak kepo deh...." Jawab Clara cuek tanpa memperdulikan

Ciello yang jongkok didepannya.

"Ngapain juga kepoin kamu... "

"Ahhh... Bilang aja Kakak pengen ngeliat memek adek..."

"Hahaha... Memek anak kecil gitu apa bagusnya coba...?"

"Hmmmm.... Apa bagusnya....?" Bingung Clara, "Emang memek Adek nggak

bagus ya Kak...?"

"Gak..."

"Masa sih...?" Tanya Clara, "Kalo gini..." Tanya Clara sambil membuka pahanya

lebar-lebar. Memamerkan celah vagina gundulnya pada kakak kandungnya yang

masih berjongkok tepat didepan ia duduk.


Kisah Keluarga Penzinah

"Tetep... Nggak ada bagus-bagusnya...."Jawab Ciello singkat.

Mendengar jawaban yang kurang memuaskan hatinya, Clara pun mengambil

gulungan tissu lalu mengusap pelan kevaginanya.

"Kalo memek Adek nggak ada bagusnya... Kenapa titit Kakak bangun...?"

"Bangun....?" Tanya Ciello yang buru-buru menatap kearah batang

selangkangannya yang udah menjulang tinggi. Menunjuk-nunjuk kearah Clara.

Mendadak, muka Ciello memerah. Ia pun buru-buru bangun dari jongkoknya

dan menyembunyikan tonjolan penisnya. Sengaja tak mau mengakui kebenaran

kalimat adiknya, "Udah-udah.... Udah... Ayo buruan minggir dek... Kakak udah

nggak tahan...." Kata Ciello mengamit tangan Clara dan menarik tubuh ramping

adiknya.

"Ahhh... Kak Ciellooooo.... Ngaku aja kak.. Hihihi.." Goda Clara yang mengetahui

kegugupan kakaknya, "Masa.... Titit sampe ngaceng gitu bilangnya ga nafsu...?

Hihihi..."

"Ihhh.... Apaan sih...Titit Kakak ngaceng khan emang karena nahan pipis..."

"Ooowww... Gitu... Kirain Kakak nafsu liat tetek ama memek Adek..." Ujar Clara

sambil terus mengeringkan vaginanya.

"Udah buruan minggir.... Kamu bersihin memek disana aja Dek... Biar lega...."

Sewot Ciello sambil mengarahkan penisnya yang masih tegang kearah lubang

toilet.

"Iiiiihhsss.... Sumpah.... Nggak sabaraan banget sih kakak kalo jadi cowo..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Yeeeee.... Daripada ntar pipis Kakak muncrat kemana-mana, mending kamu

aja yang minggir... " Kata Ciello ketus sambil meraih selang air dan mulai

mengguyur batang penisnya yang masih tegang.

"Mana....? Katanya mau pipis....?" Celetuk Clara ketika melihat penis Ciello yang

tak kunjung mengeluarkan air seninya.

"Ihhh kenapa kamu gantian jadi Kepooo....?" Goda Ciello, "Bentar donk.... Titit

mah kalo lagi ngaceng keras gini mana bisa dipake kencing..." Jelas Ciello

sambil terus mengguyur batang penisnya yang masih berkilatan karena lendir

mamanya tadi pagi.

"Halaaaah... Tipu..." Goda Clara lagi sambil meraih hairdryer yang tergantung

manis di sudut wastafel. Dan tanpa mempedulikan Ciello yang masih menatap

tajam kearah tubuhnya, gadis belia itu pun mulai mengeringkan rambutnya.

"Ngapain juga nipu kamu Dek... Rugi amat.... " Bela Ciello, "Nih... Liat.... Kalo

kakak bilang kencing ya artinya kencing...." Jawab Ciello sambil mengerahkan

seluruh kemampuannya guna mendorong air seninya keluar dari mulut batang

penisnya.

CUUURRRRR

"Ohhh.... Ternyata beneran toh... Kirain Kakak mau nipu Adek.... Hihihi...."

Tawa Clara renyah sambil mengamati penis Ciello yang sedang menyemburkan

air seninya.

Lucu sekali Clara ketika ketawa, tubuhnya bergoyang-goyang, membuat

payudaranya juga ikut-ikutan membal bergoyang.

"Ngapa kamu malah ketawa...?" Heran Ciello.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihihi... Nggak kenapa-napa kok.... Yeeeee... Ge'er... Hihihihi...."

"Kalo nggak ada apa-apa... Ngapain ketawa...?"

"Nnggg..... "

"Kenapa...?"

"Hihihihi.... Kayaknya.... Tadi pagi ada yang baru dapet enak tuh...." Goda Clara

lagi.

"Enak apaan... Sok tau banget kamu Dek..." Balas Ciello.

"Lha itu buktinya... Diperut kakak ada bekas pej.........." Jelas Clara sambil

menunjuk perut Ciello dengan dagu mungilnya, sengaja tanpa menyelesaikan

kalimatnya.

Lagi-lagi, muka Ciello memerah. Ia tak menyangka jika Clara bakal punya bahan

untuk menggoda dirinya.

"Ehh... Ini.... Ngg..... Ini....."

"Hehehe... Bener khan tebakan Adeeeekkk.... Kakak tadi baru aja dapet

enak...."

"Apaan coba... Enak... Enak.... Emang kamu tahu enak tuh kaya apa...?"

"Hihihihi.... Yang jelas Adek tahulaaaah.... Hihihihi...."

Tebakan Clara memang benar, dan Ciello lupa membersihkan sisa sperma

bekas orgasmenya tadi. Orgasme akibat dikerjain Mama Citra. Dan karena

Ciello tak mampu membalas godaan Clara, ia langsung menembakkan air ke

arah pantat Clara dengan selang toiletnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Huuu... Sok tahuuuuu...." Celetuk Ciello.

"Iiihhhh... Kakak maaaaahhh... Rese banget deeeeehh... Khan badan Adek jadi

basah lagi Kaaaakkk......" Omel Clara menepuki pantat bulatnya.

"Hahaha... Itu akibatnya kalo jadi orang yang sok tahuan...."

"Dasar kakak yang semena-mena..." Celetuk Clara.

"Bodo..." Jawab Ciello singkat.

"Nggg..... Pasti nyemprotnya banyak banget ya Kak...? Muncratnya sampe ke

perut-perut segala... Hihihi..." Goda Clara, "Mimpiin syapa sih Kak...? Aku

ya....? Hihihihi...."

"Idiih.... Amit-amit daaahhh.... " Jawab Ciello tanpa menggubris spermanya

yang masih menempel diperutnya, "Ngapain juga aku buang-buang pejuh buat

ngimpiin kamu Dek.... Najis.." Tambahnya lagi sambil mengurut habis air seni

dari batang penisnya.

"Kak... Kak Ciello.... Kakak chayaaang...." Panggil Clara manja dengan mulut

sengaja dimonyong-monyongkan.

"Ngapa...?"

"Kaaakk... Tolongin Adekmu yang semok ini dong... Tolong ambilin bedak Adek

diatas rak toilet..." Pinta Clara sambil memilin-milin ujung rambut panjangnya.

Rupanya, Clara sudah selesai mengeringkan rambut dan memulai ritual paginya

jika selesai mandi. Menaburkan bedak ke sekujur tubuhnya.

"Kampreeeeettt... Imut banget adek sialan ini...." Batin Cielo tak henti-

hentinya melirik ketelanjangan Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

"Dasar pendeeekk...." Seru Ciello sambil meraih botol bedak Clara dan

menyerahkan kepada adiknya. "Makanya... Badan tuh tumbuhnya keatas....

Bukan kedepan...." Sindir Ciello pada payudara Clara.

"Yaelah... Emang napa kalo teteknya makin maju kedepan....? Adek khan masih

dalam masa pertumbuhan Kak... Ntar lagi juga tinggi..." Ucap Clara membela

diri.

"Tetep aja masih pendek...." Goda Ciello lagi sambil tak mensia-siakan

pertunjukan tubuh telanjang nan semok milik adik kandungnya. Dan akibat

melihat pemandangan tubuh molek Clara, perlahan tapi pasti, batang penis

Ciello yang sudah mengecil kembali mengeras dan membesar.

"Nggg.. Kak.... Tadi Mama bangunin kakak nggak...?" Tanya Clara berpura-pura

tak melihat penis ciello yang sudah memanjang kembali.

"Iya... Udah disiapin sarapan juga tuh dibawah..." Jawab Ciello sambil terus

berpura-pura membilas penisnya yang sudah tegang maksimal, "Emang kenapa

Dek...?"

Mendadak, sebuah pemikiran nakal mampir di benak Ciello. Kakak kandung

Clara ini ingin tahu reaksi adiknya ketika ia melihat batang penisnya. "Clara....

Makan nih kontol.... Lihat nih kontol kakakmu yang sudah ngaceng abis ini..."

"Nggg.... Kebetulan... Adek udah laper..." Jawab Clara yang kemudian memutar

tubuhnya hingga menghadap kearah Ciello. "Kakak ini mandinya masih lama

atau udah mau kelar...?" Tanyanya lagi dengan santai sembari menaburkan

bedak ke kedua payudaranya.

"Heeeeh...? Kampret... Dia malah makin ngegoda..." Kata Ciello dalam hati. Tak

mau kalah, Ciello pun akhirnya melepas handuk yang masih tersampir di


Kisah Keluarga Penzinah

pinggangnya lalu duduk didudukan toilet. Kemudian dengan tanpa malu

sedikitpun, ia mulai mengurut penis besarnya.

"Emang kenapa....?"

"Nngg... ...."

"Heh... Kenapa... Kok malah bengong...." Tanya Ciello sambil terus mengurut

penisnya yang semakin membesar.

"Anu Kak... Bedak yang ini habis....." Jawab Clara, "Bisa nggak Adek minta

tolong ambilin botol bedak yang baru....?" Tambahnya lagi sambil melirik

kearah penis Ciello. Yang kali ini melirik penis kakaknya dengan tanpa malu

lagi.

"Botol Baru....?" Tanya Ciello yang ketika tahu Clara sering mencuri pandang

kearah penisnya, semakin membuat dirinya bersemangat, untuk mengurut

batang penisnya kuat-kuat.

"Nggg.... Hiya Kak.... Disitu tuh...." Kata Clara sambil menunjuk kearah rak

persediaan yang ada diatas toilet. "Kalo Kakak duduk dibawah situ.... Adek....

Ngggg.... Jadi susah ngambilnya...." Jawab Clara dengan nafas yang mulai

berat.

"Aaah manja amat sih... Ambil aja sendiri sana..." Jawab Ciello tak

memperdulikan kesulitan Clara. Yang ada, remaja tanggung itu semakin seru

mengocok penisnya.

"Nnggg.... Yaudah deh...."

Perlahan, sambil terus melirik kearah penis kakaknya, Clara mendekat

ketempat Ciello duduk. Dan kemudian ia mengangkat tangannya, mencoba


Kisah Keluarga Penzinah

menjangkau rak yang ada tepat diatas Ciello. Namun karena tubuh Clara masih

terlalu pendek, rak itu sama sekali tak dapat ia raih.

"Tinggi banget Kak...." Seru Clara, melirik gerakan tangan Ciello yang semakin

cepat mengurut batang penisnya.

"Trus kenapa kalo tinggi....?"

"Nggg.... Ngga apa-apa juga sih...." Jawab Clara.

Tak mau menyerah begitu saja, Clara pun memajukan tubuh telanjangnya,

hingga lututnya menyentuh paha dalam Ciello. Dan dengan tubuh seadanya, ia

kembali menjulurkan tangannya keatas, merentangkan tangannya sejauh

mungkin guna mencapai botol bedak yang ada diatas rak.

"Kampreeeett.... Nakal bener kamu Dek...." Batin Ciello ketika melihat

keberanian adiknya untuk memamerkan tubuh moleknya sedekat mungkin

dengan wajahnya tanpa perasaan malu sama sekali.

Bahkan tak berhenti begitu saja. Karena botol bedak itu masih terlalu jauh

dari jangkauan tangannya, Clara pun lalu kembali memajukan tubuhnya. Hingga

paha depannya terkadang menyentuh tangan Ciello yang masih sibuk mengurut

penis besarnya.

"Astaga... Sumpah... Kamu nakal banget Deeekk.... Binaaal baaangeeeettt...."

Karena tubuh Clara benar-benar tak sanggup menjangkau rak diatas toilet,

otomatis Clara semakin memajukan lagi tubuhnya. Maju hingga pahanya kali

ini benar-benar ikut merasakan goyangan tangan Ciello yang berulang kali

mengurut-urut batang penis besarnya. Tak disitu saja, Clara juga

mendekatkan tubuh bagian atasnya, hingga payudara adik kandung Ciello itu


Kisah Keluarga Penzinah

hanya terpaut beberapa centimeter dari wajah kakaknya. Saking dekatnya,

Ciello sampai dapat melihat pori-pori payudara Clara yang besar menggantung

itu dengan jelas.

"Kaaammpreeeettt..... Sumpah Dek... Tubuhmu molek bangeeet.... Kalo gini

caranya.... Bisa cepet-cepet ngecrot nih kontol aku Dek..." Gerutu Ciello dalam

hati sambil tak henti-hentinya terus mengamati payudara Clara yang

bergoyang-goyang akibat renggangan-renggangan tubuhnya.

"Kaaak... Susah nih.... Tolong ambilin doonk...." Pinta Clara dengan nada seperti

berputus asa. Padahal sebenarnya, Ciello tahu jika itu hanyalah akal-akalannya

saja.

"Aah Ogah... Emangnya kamu nggak lihat kakak sekarang sedang apa...?"

"Iiiihhhhss.... Kakak... Jorok banget sih..... Mesum...." Gerutu Clara yang kali

ini secara terang-terangan melihat aktifitas Ciello.

"Mesum... Mesum.... Emang kamu tahu kakak sedang ngapain....?" Tanya Ciello

iseng menyenggolkan batang penisnya pada paha Clara.

"Yeee... Adek bukan anak kecil lagi Kak.... Adek tahulah Kakak sedang

ngapain...." Jawab Clara cuek.

"Ngapain....?"

"Ngg.... Kakak khan sedang cooolll......" Sengaja Clara tak meneruskan

kalimatnya, "Jadi gimana nih Kak....? Beneran nih.... Kakak nggak mau nih

ngambilin botol bedak Adek...?

"Ntar ajalah... Kakak masih sibuk nih..." Cuek Ciello tak henti-hentinya

mengurut penisnya yang berada di dekat paha Clara. Bahkan karena Clara


Kisah Keluarga Penzinah

membiarkan saja Ciello mengurut sambil sesekali menyenggolkan kepala

penisnya ke pahanya, membuat kakak kandungnya itu semakin menggebu-gebu

melampiaskan nafsu birahinya.

"Yaah... Yaudah deh...." Jawab Clara yang kembali maju ketubuh Ciello dan

merenggangkan tubuhnya, mencoba menjangkau rak diatas toilet dengan

tangannya.

Sambil terus menjinjit, Clara semakin memajukan tubuhnya kedepan. Terus

mencoba mengambil stock bedak taburnya tanpa mempedulikan pahanya yang

sengaja digoser-goserkan Ciello dengan kepala penisnya.

"Busyeeettt... Sumpah deh... Harum banget wangi tetekmu dek..." Celetuk

Ciello yang tiba-tiba memajukan wajahnya kearah payudara Clara. Dan dengan

kecepatan tinggi, Ciello memeluk tubuh Clara dengan tangannya yang bebas.

Dan menciumi payudara besar Clara yang bergoyang-goyang didepan wajahnya.

"Emmmuuuaahhh... Muuaahh Cup Cup Muuaahh...." Kecup Ciello habis-habisan

pada gundukan payudara Clara. Tak lupa, ia juga menyempatkan lidahnya untuk

sedikit menjilat dan mengisap puting mungil Clara.

"Iiiiiihhss.. Kakak.... Ngapaain Kaakk...?" Jerit Clara kaget.

"Hehehe.... Aku gemes Dek liat goyangan tetekmu...."

"Najisss... Sumpah.... Kakak mesum banget ...." Jawab Clara yang akhirnya

mundur dan mengusap-usap payudaranya. Seolah sedang membersihkan diri

dari najis akibat kecupan mulut Ciello yang ada payudara dan putingnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hehehe... Yaelah Deekk.... Anggep aja itu imbalan buat Kakak..." Ucap Ciello

yang tiba-tiba berdiri dan mengambilkan bedak tabur Clara, "Nih Adekku yang

cantik.... Bedak kamuuu...."

"Huuh...." Sewot Clara merebut botl bedaknya, " Awas aja ya Kak..... Kalo

Kakak ngulangin lagi.... " Ancam Clara, "Bakal Adek laporin ke Mama...."

"Hehehehe.... Yaelah Deekk... Santai aja keleess...."

Dengan wajah cemberut, Clara kembali meneruskan menaburi tubuhnya

dengan bedak barunya. Namun kali ini ia sengaja menaikkan salah satu kakinya

ke bak wastafel dan mulai menaburi gundukan selangkangannya yang gemuk.

Sesekali, Clara membuka pahanya lebar-lebar guna bisa menaburi sela-sela

pantatnya.

"GLEG...." Kaget Ciello ketika melihat keberanian Clara memamerkan celah

vaginanya yang tembem. Terlebih karena vagina Clara masih tanpa bulu sama

sekali, otomatis Ciello dapat melihat daging pink kecil yang menonjol diatas

bibir vaginanya.

"Itu Itil Claraaa..... " Seru Ciello, "Claraaaaa..... Nakal sekali kamu

deeeekkkk...." Batin Ciello yang sekarang tak lagi mengurut penisnya,

melainkan mulai mengocok penisnya cepat-cepat..

Seolah tahu dengan apa yang kakaknya perbuat, Clara pun semakin membuka

lebar pahanya. Semakin mempertontonkan celah sempit vaginanya yang mulai

berair tanpa malu sama sekali. Bahkan tak jarang, Clara mengusap pelan

klitorisnya tepat dihadapan Ciello, membuat kakak kandungnya itu menjadi

semakin belingsatan karena nafsu birahinya yang meledak-ledak.


Kisah Keluarga Penzinah

Namun, bukan Clara namanya jika ia tak berhasil menggoda Ciello. Karena

ketika Ciello sedang nafsu-nafsunya memelototi tubuh telanjangnya, tiba-tiba

Clara menghentikan aktifitasnya dan menatap kearah kakak kandungnya.

"Ehhh.... Kak.... Adek duluan ya.... " Celetuk Clara, "Perut adek udah laper..."

"Eehh... Eeh... Kok udahan....?" Tanya Ciello dengan nada kecewa,

"Emang kenapa kak kalo Adek udahan....?"

"Eehh.. Nggg... Bentaran napa Dek... Ehh... Hhmmm... Yaudah deh... Kamu

duluan aja Dek..." Bingung Ciello.

"Oooohhh... Adek tahu... Kakak masih mau..... Ehmm... Ngocok titit sambil

ngeliatin badan seksi Adek ya...? Hihihi...." Tanya Clara yang dengan mata

bulatnya, melirik lekat kearah batang penis Ciello.

"Ngggg... Enggak sih... Eehh.... Nggg... Iya... Kakak masih nanggung..." Bingung

Ciello lagi sambil terus mengocok batang penisnya yang mulai berkedut,

"Ehhh... Tapi nggak apa-apa sih kamu duluan..."

"Nnggg... Beneran nih... Oke deh.... Adek ganti baju dulu ya Kak..." Jawabnya

singkat sambil melilitkan handuk kecil ke tubuhnya, "Eh iya Kak..."

"Kenapa Dek...?"

"Jangan kenceng-kenceng ngocok tititnya... Kasian.... Nanti bisa copot loh...

Hihihi... "

"Ngggg... Sotoy deh... Udah sana ganti baju..."

"Eh iya Kak...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Ngapa lagi sih....?"

"Nggg... Kalo.... Nngggg... Tangan Kakak capek... Adek mau kok minjemin tangan

adek buat mbantuin Kakak ngocok....."

"Haah.... Se...Seriusss...?"

"Iya.... " Jawab Clara pasti, "Taaappiiiii...."

"Tapi apa Dek....?"

"Tapi Adek bo'ong.... Hihihihi...." Goda Clara genit sambil berlari keluar kamar

mandi.

"Kampreeeeetttt.... Awas aja ya nanti..."

"Hihihi... Makanya jadi orang jangan mesum mulu Kaaak... " Goda Clara sambil

menjulurkan lidahnya dan kemudian berjoget-joget dari depan kamar mandi.

"Weeeeekkk... Kakak mesum.... Kakak mesum... Kakak mesum..." Candanya genit

sembari berjoget-joget. Didepan pintu kamar mandi.

"Udah-udah sana... Pergi.... " Bentak Ciello sambil melempar botol bedak Clara

kearah tubuhnya, "Weeeeekkk... Enggak kena... Enggak kena.... Enggak kena..."

Jawab Clara sambil berjalan menjauh, menuju kamar tidurnya.

"Busyeeettt.... Mimpi apa aku semalem....?" Batin Ciello, "Tadi pagi liat memek

Mama... Barusan liat memek Clara... Anjrit.... Bikin makin sange aja..." Tambah

Ciello yang mulai kembali membetoti batang penisnya tanpa mempedulikan

pintu kamar mandi yang masih terbuka lebar.

Sambil terus memikirkan kedua wanita molek yang ada dikeluarganya, Ciello

semakin memperepat kocokan penisnya.


Kisah Keluarga Penzinah

TEK TEK TEK ...

Suara kocokan tangan Ciello pada penisnya mulai terdengar nyaring.

TEK TEK TEK

"Ooohh... Mama.... Ssshh.... Memekmu begitu menggoda Maaa...." Ucap Ciello

sambil terus mengocok penis besarnya, "Dan Clara.... Tetekmu juga

menggiurkan Dek... Ooohh...Kakak jadi pengen ngejilatin tetek ranummu...

Sssshh....Ohhh..."

Merasa gelombang orgasmenya perlahan muncul, Ciello pun memejamkan

matanya. Supaya bisa berkonsentrasi lebih jauh. Membayangkan kemolekan

tubuh ibu dan adik kandungnya.

"Maaa...Tetekmu empuk bener Ma.... Trus... Memekmu juga legit banget

Maaa... Aku jadi pengen ngentotin memekmu dengan kontol besarku..." Desah

Ciello lirih.

"Kenapa maaa..? Kontolku rasanya enak...?" Ucapnya lagi sambil membayangkan

jika Ciello sedang bersetubuh dengan Citra.

"Kalo enak... Digoyang dong Ma.... Ulek kontol anak kandungmu ini dengan

memek super sempitmu... Ooohh..."

"Ssshhh.... Mama Citra... Sumpah... Aku benar-benar jatuh cinta padamu

Maaa...."

"Aku benar-benar pengen ngentotin memek Mamaaa.... Memek gurih nang legit

yang suka ngegodain Ciello... Memek sempit tempat Ciello dilahirin... Oooh...

Pasti rasanya benar-benar enak ya Maaa.... Ooohh. Ohhhss...."


Kisah Keluarga Penzinah

TEK TEK TEK...

"Clara... Kamu juga Dek... Sejak kapan kamu jago banget bikin Kakak sange

kaya gini siiiihhh... Bikin Kakak juga pengen ngentotin memekmuuu..... Ssshhh...

?" Ucap Ciello yang juga membayangkan sedang menyetubuhi adik kandungnya.

"Tetekmu Dek... Ohhh busssyeeettt.... Kakak jadi pengen nyelipin kontol

kakak di sela-sela tetek besarmu... Trus Kakak juga pengen njilatin puting

imutmu Deeekkkk... Puting merah mudamu yang menggiurkan itu....

Ooooohhh....."

"Dan barusan.... Kakak bisa ngeliat memek gundul dan itul mungilmu Deek.....

Kakak pengen ngegigit Itilmu.... Kakak pengen jilatin memekmu.... Oh

Claraaa..." Seru Ciello semakin mengocok batang penisnya dengan kecepatan

tinggi.

"Claraaa... Kakak pengen merawanin memekmu Deeekk.... "Erang Ciello,"Kakak

pengen nusukin kontol besarku ke lubang sempit memekmuuuu... Pengen

nusikin kontol besarku ke lubang anusmuuu.... Ohh Clara.... Kamu bisa bikin

kontol kakak pengen ngentotin memek perawanmu Dek... Kamu bisa bikin

kontol kakak pengen ngentotin anus perawanmu Dek... Ohhh... Claraaa....

Claraaaaaa....."

TEK TEK TEK

"Ssshh... Ooohh.. Mama.... Claraaaa..... Ciello mau keluar maaa... Ciello mau

ngecroot..."

"Ayo jongkok didepanku Ma... Jongkok.... Iya... Kamu juga Dek.... Kamu juga

jongkok disamping Mama... Dan buka mulut kalian lebar-lebar.... Aku mau

semprot mulut kalian dengan pejuh kentalku..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Ohhh... Maaamaa... Ciello mau keluar Maa... Aku mau keluar.... " Jerit Ciello,

"Clara... Buka mulutmu... Kakak juga mau ngecrotin mulutmu.... Oohh.. Oohh...

Oooooohhhh...."

Tanpa menunggu waktu lama, sperma Ciello kembali menyembur dengan cepat.

Melenting jauh hingga melewati paha, lutut dan kedua kakinya. Menyembur

jauh hingga jatuh ke lantai kamar mandi.

CROT CROOOT CROOOOT CROOCOOOT CROOOT...

Tak henti-hentinya, sperma panas Ciello menyembur dengan cepat. Walau tak

sebanyak semburan ketika penisnya terjepit vagina Citra tadi, namun tetap

saja penis mudanya masih mampu menyemburkan banyak benih kejantanannya.

Berkedut-kedut hebat. Dan juga nikmat.

"Mamaaaaa.... Claaraaaa.... Ciello ngecrooot niihh Maaa... Kakak ngecrooott

Deeekkk... Huuooohhh... Enak sekali Maaa.... Enak sekali Deeekk.....

Enaaaakkk....." Racau Ciello sambil meliuk-liukkan tubuhnya, mengejan sekuat

tenaga sambil terus memeras batang penisnya kuat-kuat. Tubuhnya bergetar

hebat dqn keringatnya bercucuran. Tak henti-hentinya, Ciello mengerang

sambil menguruti penisnya yang semakin memerah, merasakan gelombang

orgasmenya yang hebat. Orgasme yang membuat dirinya lemas kehabisan

tenaga.

"Hhhh.... Hhhhh....Hhhhh...." Sejenak, Ciello mengatur nafasnya. Nafas

kepuasan karena membayangkan sedang bersetubuh dengan ibu dan adik

kandungnya.

Puas sekali Ciello, hingga ia tak sadar jika Clara yang sudah berpakaian lengkap

sudah berdiri di pintu kamar mandi.


Kisah Keluarga Penzinah

Dan betapa terkejutnya Ciello ketika ia membuka mata, mendapati Clara yang

tegang berdiri dengan mata bulat melotot, menatap kearah penis kakak

kandungnya. Kearah penis yang masih berkedut dan memuntahkan lahar putih

lengketnya.

"Aaastagaaaahh...." Jerit Clara sambil menutup mulutnya. Ia benar-benar

terkejut melihat pemandangan mesum kakaknya pagi itu. Pemandangan yang

bakal ia ingat sepanjang hidupnya.

"Eh... Clara... Ngg.... Anu...." Bingung Cielo dengan nafas yang masih terengah-

engah.

"Kenapa Dek....?"

"Adek mau.... Adek mau ambil jepit rambut adek yang ketinggalan...." Jawab

Clara sambil menunjuk jepit rambutnya yang tergantung pada tirai bathup di

ujung kamar mandi.

Dengan kaki telanjang, Clara melangkah masuk sambil berpegangan pada

wastafel yang ada didekat pintu. Melangkah pelan hingga sampai ke dekat

kakaknya duduk. Sejenak, Clara bingung untuk melangkah ketika lantai

didepannya tercecer sperma Ciello yang memenuhi lantai kamar mandi.

"Ntar lantainya disiram ya Kak... Biar nggak licin...." Ujar Clara sambil

melangkah maju. Melangkah tepat diatas genangan-genangan sperma Ciello

yang memenuhi lantai kamar mandi. Dan setibanya di bathup, Clara segera

mengambil jepit rambutnya lalu membalikkan badannya. Menatap Ciello yang

masih bingung karena kesengajaan Clara menginjak sperma-sperma kakaknya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Abis gitu Kakak mandi ya.... Trus kita sarapan dibawah...." Ujar Clara lagi

sembari mengulangi perbuatannya barusan. Melangkah pelan diatas genangan

sperma Ciello.

Tanpa mengucap apa-apa lagi Clara lalu berjalan keluar kamar mandi dan

meninggalkan Ciello yang masih terbengong-bengong. Meninggalkan kakak

kandungnya dengan senyum tersungging lebar di wajah.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 3 | Mama Iseng Deh...

Tak jauh dari kamar mandi lantai dua, Mike, suami Citra sudah rapi dengan

pakaian kerjanya. Kemeja, celana kain bahan dan dasi yang terikat erat

dileher. Saat itu, Mike baru saja selesai sarapan dan sedang menghirup kopi

paginya. Hingga tak lama kemudian, Citra muncul dari dalam rumah dan segera

memulai pekerjaan paginya. Membilasi wajan dan panci bekasnya memasak.

"Hai sayang... Kamu terlihat cantik banget pagi ini...Walau sibuk dari

pekerjaan rumah yang menumpuk... Tetap saja, aura keseksianmu masih jelas

terpancar.... Hehehe..." Ujar Mike sambil mengecup pipi istrinya.

"Huuuu... Mulai deh... Jurus ngegombalnya keluar..." Balas Citra tak

menghiraukan godaan suaminya yang sepertinya sedang horny, "Khan aku

belom mandi Mas... Mana ada orang yang belom mandi tapi dibilang cantik...?"

"Mandi atau enggak... Kamu selalu cantik dimataku Dek... CUP... " Kata Mike

sambil mengecup pipi Citra dari belakang, "Hmmm... Anak-anak sudah bangun

belom sayang...?"

"Mmm.. Sudah deh kayaknya.... Tadi aku ngelihat Clara berjalan kekamar

mandi... Dan Ciello... Sepertinya juga sedang mau mandi... " Jelas Clara lagi,

"Tumben Ciello mau bangun pagi....?" Heran Mike

"Hmmm.... Biarin ajalah sayang... Mungkin ia bosan kali bangun siang mulu...."

Jawab Citra, "Yah... Sekali-kali bangun pagi biar dia ada kesibukan sembari

menunggu pengumuman universitasnya sayang..."

"Iya bener... Yah moga-moga Ciello nggak bosan nungguin keputusannya ya

Dek.. " Ucap Mike, "Kasihan... Kalo-kalo jika dia sampai stress..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya sayang... Kasihan... " Jawab Citra mengiyakan perkataan suaminya sambil

mencoba meraih kerdus susu yang ada di atas lemari kabinet.

Karena kotak susu itu terletak dirak yang paling tinggi, membuat Citra

merenggangkan tubuhnya sejauh mungkin dan membuat bawahan jubah

tidurnya yang mini tertarik tinggi keatas. Menampakkan sepasang paha mulus

dan bulatan pantatnya yang tak bercelana. Melihat istrinya sedikit kesusahan,

akhirnya Mike membantu untuk mengambilkan kotak susu itu.

"Makasih Mas..." Jawab Citra.

"Ehhh.... Dek.... " Panggil Mike, "Kira-kira... Apa yang bakal Ciello dan Clara

pikirkan ya....? Jika mereka melihat tubuh telanjang Mamanya seperti ini...?"

Citra diam saja. Ia sama sekali tak menghiraukan ketelanjangan dirinya.

"Ummm.... Entahlah Mas... Aku pikir Ciello maupun Clara juga nggak bakalan

peduli penampilanku Mas... Karena mereka juga seringkali telanjang dalam

kesehariannya..."

"Ohh iya...? Masa Dek... ?" Tanya Mike dengan wajah heran.

"Iya Mas... Ah.... Kaya kamu nggak pernah liat mereka telanjang aja... ?

Hihihi..." Goda Citra.

"Hmmmm... Mungkin... Mereka sepertinya sudah terbiasa kali ya Dek...?" Kata

Mike yang kemudian memeluk tubuh Citra dari belakang, lalu menempelkan

batang kelaminnya yang sudah mengeras kedepan. Menyelipkan diantara

bulatan pantat seksi Citra.

"Ooh Sayang.... Kamu nakal sekali....Pagi-pagi kok udah keras aja...?" Ucap

Citra malu-malu


Kisah Keluarga Penzinah

"Emang kenapa Dek... Aku yakin Ciello ataupun Clara nggak keberatan kok

dengan kenakalanku pada tubuh Mamanya seperti ini... " Ucap Mike sembari

menyelipkan tangan kiri kedalam payudara Citra, dan tangan kanan kedalam

selangkangan istrinya.

"Hhhhush... Sayang.... Jangan ah... Nanti anak-anak melihat loooh..." Erang

Citra berusaha mencegah kemesuman Mike.

"Hehehe... Mulut boleh berkata tidak... Tapi memek berkata iya...." Goda Mike,

"Nih liat... Memekmu udah basah gini Dek... Pasti Lendirmu sudah membanjir

keluar semua yak...? Pasti memekmu sudah siap buat aku tengokin pake titit....

Hehehe..." Ucap Mike sambil mulai mengorek-korek celah kewanitaan Citra

yang memang mulai membasah.

Namun ketika sedang asyik-asyiknya menerima korekan jemari Mike, tiba-tiba

Citra teringat, jika lendir yang membanjir di vaginanya pagi itu adalah sperma

Ciello.

"Astaga... Moga-moga Mike tak tahu.... Jika yang ia korek keluar dari celah

vaginaku adalah sperma Ciello...." Batin Citra yang hampir melupakan lelehan

lendir yang ada di vaginanya adalah akibat perbuatan nakalnya tadi pagi.

Perbuatan nakal yang menggeseki penis keras Ciello hingga muncrat karena

jepitan vagina sempitnya.

“Sayang… udah ah… " Ucap Citra menepisi tangan nakal suaminya.

Namun Mike tetap saja tak mempedulikan penolakan istrinya, karena kemudia

ia menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan batang penisnya yang

sudah menegang keras.


Kisah Keluarga Penzinah

"Pantatmu memang selalu menggiurkan Dek…. " Ucap Mike yang lalu membuka

bongkahan pantat Citra dan menusukkan kepala penisnya pada lubang anusnya.

"Eh Maaaaassss… Jaaaangan disituuuu… " Tolak Citra yang kemudian

mengarahkan kepala penis suaminya pada liang vaginanya yang sudah semakin

membanjir.

“Yaaah.... Masih belom boleh ya Dek…?”

“Mmmm… Aku belom siap Mas….”

“Hhhhh..... Oke deh… Nggak apa-apa… “ Desah Mike kecewa, yang kemudian

mulai memajukan pinggangnya, mendorong kepala penisnya untuk membelah

liang vagina Citra.

“Uuhhh… Pelan-pelan Mas….” Desah Citra.

“Ssshh… Aneh banget Dek...."

"Aneh kenapa Mas....?"

"Padahal semalem... Ini memek udah aku sodok-sodok sampe pagi loh… Tapi

kok ini masih sempit aja ya sayang…?”

"Iiihh... Gombal deh kamu Masss...." Ucap Citra manja, "Sshhh… Bukan memek

Adek yang sempit Mas… Melainkan tititmu yang terlalu besar.

"Aaahh.. Kamu…. Selalu pintar deh menyenangkan hati suami..." Ucap Mike

yang kemudian terus memajukan pinggangnya hingga...

SLEP...


Kisah Keluarga Penzinah

Kepala penis Mike mulai menyibakkan bibir vagina Citra. Masuk terus hingga

mengganjal liang becek nan legit itu..

"Uhhh…. " Lenguh Citra sambil menggigit bibir bawahnya.

"Kenapa Sayang...?" Kecup Mike pada pundak Citra.

"Enak banget Mas…. Berasa banget kepala tititmu…"

"Hehehe.... Suka nggak…? Aku terusin ya…?"

"Iya Mas... Suka banget… Sodok yang dalem Mas… " Desah Citra sambil

berpegangan pada tepi lemari piring. Berusaha supaya ia tak ikut-ikutan maju

seiring sodokan penis suaminya.

CLEP...

“Uuuuhhggg…. Memekmu peret banget Dek… Mirip memek perawan…"

"Hihihih… Masih ingat saja kamu Mas…?"

"Iyalah… Memek sempitmu itu nggak bakal bisa terlupakan Dek…. Legit...." Puji

Mike yang pada akhirnya berhasil membenamkan seluruh batang penis

besarnya pada vagina Citra.

"Uuuuhhh..... Ssshhh… Udah mentok Mas…. Penuh bangeeet…"

"Hehehe… Iya Dek… Titit Mas udah masuk semua sampe pangkalnya...." Kata

Mike sambil terus meremasi pantat bulat istrinya

"Ayo Mas… Buruan goyang memek Adek… Keburu anak-anak pada turun..…"

"Hhhh... Oke sayang… Pegangan ya … Mas bakal kasih enak ke memek kamu… "

Ucap Mike yang kemudian menarik batang penisnya hingga sebatas kepala


Kisah Keluarga Penzinah

penisnya, lalu kembali maju, menyodokkan penisnya kencang-kencang kearah

vagina Citra.

Namun, sebelum Mike sempat memajukan pinggangnya, terdengar jeritan

wanita yang terdengar dari arah tangga.

"ASTAGAAAAAHHH....Mama... Papaaa... " Teriak Clara ketika melihat kedua

orangtuanya sedang bermesum ria di dapur, "Emangnya ga bisa ya kalian

berdua nyari tempat lain kalo mau 'BEGITUAN'.....?"

"Eh... Clara...." Jawab Mike tanggung, “ Uhmmmm…. maaf sayang..." Tambah

Mike mencoba tersenyum sembari terus memajukan pinggangnya.

"Ayo PINDAH....! Malu dikit napa ama anak…" Jerit Clara lagi.

"Eh... Sayang… Udahan ah…. " Bisik Citra, “Ada Clara tuh…

"Hhhh… Bentar sayang.... Nanggung banget nih... Dikit lagi juga kelar kok…"

Racau Mike.

"STOP STOOOPP…. Mama.. Papa… Kalo kalian nggak cari tempat lain… Clara

bakal ngambek nih... Clara bakalan nggak mau masuk sekolah... SEMINGGU...."

"Sssshh... Sayaaang… Pamali ah... Ngeganggu kesenengan orangtua... “Jelas

Mike mencoba memberi pengertian putrinya supaya tak mengganggu

kesenanang mereka

“BODO.... "

“Sshhh yaudah deeeehhh.... Mama berenti.... " Ucap Citra yang pada akhirnya

menuruti larangan putrinya. Ia lalu mendorong tubuh suaminya mundur.

“Udah-udah Pah .. Nanti malam aja kita sambung lagi ya…. "


Kisah Keluarga Penzinah

"Hhhhhhhh... " Jawab Mike dengan mengambil nafas panjang, "Oke deh... "

Ucap Mike malas sembari mencabut batang penisnya yang sudah berlumuran

lendir kenikmatan istrinya.

PLOP

"Uhh… Geli sayang...." Ceplos Citra menggelijang ketika penis Mike tercabut

keluar dari jepitan vaginanya, "Udah ya... Sekarang kamu berangkat kerja aja

dulu gih... "

"Hhoossshh… Oooh… .Oke dehh Cantik... Tak masalah.... PLAK... " Ucap Mike

sambil menampar pantat semok istrinya keras-keras. Tepat dihadapan Clara.

"Kalau gitu... Mas jalan dulu ya sayang..." Ucap Mike yang kemudian meraih

bawahan jubah mini Citra lalu mengelap lendir kewanitaan yang melumuri

batang penisnya.

"Ihhhsss Sumpah.... Papa jorok deh..." Ucap Clara yang sempet melihat

kelakuan jail ayah kandungnya sebelum ia duduk di kursi makan.

"Hehehe... Biar praktis..." Jawab Mike tanpa merasa bersalah dengan tatapan

putrinya yang masih melihat kearah batang penisnya yang masih menjulang

keluar dari resleting celananya. "Abisan tissunya jauh sayang.... Hehehe..."

Canda Mike lagi yang kali ini ia mencuci tangannya kemudian memasukkan

batang penisnya ke dalam celana.

"Emang tuh... Papa kamu emang jorok.... Hati-hati dijalan Mas... "

“Papa berangkat kerja dulu ya Clara sayang… CUP CUP MUAAHH….” Ucap Mike

sembari mengecup pipi Clara.

"Iya Paah… Hati-hati dijalan..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Bentar ya sayang… Kamu sarapan dulu aja… Mama mau antar Papamu keluar…

Sambil sekalian nunggu tukang sayur lewat... " Kata Citra sambil menyusul

suaminya kepintu depan.

"MAMAAAA... " Jerit Clara lagi.

"A... Apa sayang...?"

"Jubah mandimu itu loh Maaaa... Kebuka bangeeeet.... " Ucap Clara sambil

melotot kearah Citra, mencoba memberitahu jika pakaian yang ia kenakan

benar-benar tak menutup ketelanjangannya.

"Kebuka gimana sayang...?" Tanya Citra

"Ihhh... Mamaaa.... Itunyaa...." Jawab Clara sambil menunjuk kearah

payudaranya yang mengintip dari celah jubah tidurnya, "Ga sopan deh.... Ntar

kalo diliat tetangga gimana...?"

"Owwwhh... Ini... ?" Jawab Citra sambil meremas payudaranya sendiri, "Mama

juga tau diri kali Sayang.... Ga mungkin juga khan Mama keluar dengan

bertelanjang dada seperti ini..."

"Owww.... Kirain Mama mau pamer tetek ke tetangga atau Mang Encep...".

"Hehehe... Emang kenapa juga kalo Mama pamer tetek ke Mang Encep...? Toh

dia udah tua Sayang... Palingan dia juga ga ngeh kalo Mama ga pake apa-apa

dibalik jubah Mama ini..."

"Iiiihhhsss.... Mama.... Clara mah ga rela Maa... Masa badan Mama dilihatin

orang lain dengan cuma-cuma..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hehehe.... Iya juga sih..... Maafin Mama ya sayang..... " Jawab Citra yang

kemudian mengikat tali jubah tidurnya dan berjalan ketempat cuci piring,

"Ehmmm... Habisan Papamu juga sih yang suka sekali ngelihat Mama kalo

mengenakan pakaian yang seperti ini... Jadinya Mama suka keterusan... "

"Papa juga sih... Jadi suami cuek banget... Masa istrinya hampir telanjang gitu

ga diperhatiin..."

"Hehehe... Maklum Sayang... Papamu itu memang ga bisa nahan nafsu kalo udah

liat Mama seperti ini.. Jadinya dia pasti ga bakal bisa mikir apa-apa..."

"Termasuk jadi nggak bisa nahan diri buat 'BEGITUAN' didapur ya Ma...?"

Sindir Clara

"Hihihi... Bener sekali Sayang... Cowo... Kalo udah dikasih liat keseksian tubuh

wanita... Pasti deh... Bakal klepek klepek..."

"Ooowwhhh... Gitu ya Ma... Pantesan Papa nurut banget ama Mama... Ternyata

rahasianya itu toh... Hihihi..."

"Yup.. Pinter sekali anak Mama ini..."

"Mungkin Papa mikirnya sayang juga kali ya Maaa... Punya istri cantik nan seksi

kaya Mama... Tapi.... Nggak pernah dipamerin ke syapa-syapa... Hihihi..."

"Aaaaah kamu bisa aja sayang.. Badan Mama mah nggak seksi Sayang..... Badan

kamu tuh yang jauh lebih seksi...

"Iiihh..... Mama... " Ucap Clara tersipu-sipu. Clara tahu jika dirinya seksi, dan

ia tahu jika mungkin banyak diantara teman sebayanya yang sering

membayangkan dirinya ketika onani. Tapi karena ajaran kedua orangtuanya,

Clara harus berusaha untuk tetap bersikap rendah diri dalam segala hal.


Kisah Keluarga Penzinah

Namun hal itu ternyata jauh lebih susah daripada yang ia bayangkan. Karena

setiap kali ada orang lain atau teman sebayanya yang melihat Clara dalam

pakaian seksi, semakin besar juga semangat dirinya untuk dapat

mempertontonkan tubuhnya lebih banyak lagi.

"Mungkin Mama adalah seorang ekshibisionis...." Tebak Clara, "Dan mungkin

aku juga memiliki sifat tukang pamer keseksian tubuh ini dari Mama..."

"Ehh... Ehhmmm...Ma.... " Panggil Clara.

'Yaaa...?" Jawab Citra disela kesibukan mencuci piringnya.

"Nggg.. Nggak jadi deh... " Ucap Clara yang kembali menyendok nasi goreng ke

mulutnya.

"Kenapa sayang...?"

"Hihihi... Nggak apa-apa Maa... " Jawab Clara malu-malu.

"Hmmm.. Oke..." Sahut Citra yang kembali sibuk membilas piring-piring

kotornya.

"Ma.... Emang 'Begituan' itu enak banget ya...? " Celetuk Clara yang ternyata

susah sekali menahan rasa penasarannya.

"Begituan...?" Tanya Citra yang lagi-lagi menghentikan aktifitasnya, "Maksud

kamu...?"

"Yaaaa... Gitu... " Jawab Clara malu-malu, "Begituan Maaa... Nggg... Yang

seperti Mama ama Papa lakuin barusan.... "

"Mmmmm... Ngewe maksud kamu sayang...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggg..... Ngewe ya namanya... Iya... Maksud Clara.... Ngewe tuh enak nggak

sih Maa...?" Tanya Clara lagi dengan muka yang agak memerah.

"Emangnya kenapa Sayang...?"

"Nggg.... Nggak kenapa-napa sih.... Soalnya Clara liat, Mama ama Papa sering

banget buat ngelakuin hal itu...."

Sejenak, Clara menatap tajam kearah mata putrinya. Namun, tak lama

kemudian, ibu dua anak itu tersenyum lebar.

"Ihhhhhsss.. Mama ga jelas deh.... Ditanyain malah ketawa-tawa sendiri..."

"Hehehe... Mama kaget aja sayang dengan pertanyaanmu..." Jawab Citra.

"Jadi gimana Maa...? Rasanya enak apa nggak...?" Tanya Clara tak sabaran.

"Hmmm... Bingung juga Mama jawabnya Sayang...."

"Laah... Kok malah bingung Maa...?"

"Iya Sayang... Abisan rasa yang Mama alamin... Susah banget dijelasin dengan

kata-kata.."

"Kok...?"

Tiba-tiba Citra meletakkan piring-pirring kotor yang sedang ia cuci, kemudia

ia mengeringkan tangannya. Dengan senyum yang mengembang, Clara kembali

menatap wajah putri kandungnya.

"Clara... Sayang... Kamu udah pernah menyentuh aurat tubuhmu belum...?"

Tanya Citra

"Aurat..? Maksud Mama....?" Bingung Clara


Kisah Keluarga Penzinah

Tanpa mengucapkan apa-apa lagi, Citra kemudian meletakkan piring kotor

kedalam tempat cuci piring dan segera membilas kedua tangannya. Lalu dengan

cepat ia berjalan kemeja makan dan duduk disamping putrinya.

"Iya... Menyentuh tetek atau memekmu..."

"Mmmm... Udah pernah Mah... "

"Oke.. Kalo gitu... Apakah kamu udah pernah mempermainkan aurat tubuhmu

itu belum...?"

"Nggg.... Mempermainkan gimana Mah...?"

"Jadi kamu belum pernah masturbasi sama sekali....?" Tanya Citra lagi.

"Kalo cuman pegang-pegang aja sih sering Maa... Cuman kalo masturbasi...

Clara takut Maa...."

"Laaah... Kok takut... ?"

"Takut keterusan...." Jawab gadis muda itu malu-malu.

Melihat kepolosan Clara, Citra pun segera melucuti semua kancing seragam

sekolah Clara, dan membiarkannya terbuka bebas, memamerkan payudaranya

yang membulat besar.

"Ehh.... Mama mau apa...?" Tanya Clara bingung.

"Ssshhhh... Tenang Sayang... Kamu perhatikan aja ya...." Ucap Citra lagi yang

kali ini segera mengangkat bagian bawah beha Clara, dan membuat gundukan

daging itu melorot kebawah. Bergoyang kenyal dengan bebas.

Dengan sigap, Citra lalu meremas dan memilin puying payudara anaknya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiihhsss.... Maaa... Mama ngapain... Ihhhh.. Geli ah Maaa.... Geli...." Desah

Clara sembari menatap Citra dengan pandangan bingung.

Namun, tak disitu saja. Citra kemudian tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke

arah payudara Clara dan menghisapnya perlahan..

"Cupp... Sluurrp... Cuup Cuuppp...." Hisapan dan kecupan mulut Citra segera

mendarat di gundukan payudara Clara. Dan tanpa seijin Clara, Citra pun mulai

menjilati puting payudara putrinya itu dengan buas.

"Iiihh... Maaa... Geli Maa.. Geliiii... Ooohh... Mamaaaa...." Desah Clara sembari

berusaha menjauhkan lidah Citra dari kedua payudaranya.

"Ssslluuurrppp... Nikmatin aja sayang.... Rasakan kegelian jilatan lidah Mama

di tetek besarmu ini.... Sluurrpp.... Cup Cupppp...."

"Ooohh...Mama... Geli Maaaa... Geli... " Erang Clara sembari berusaha

menjauhkan wajah Citra dari payudaranya. Walau gadis remaja itu sudah

sering mempermainkan organ sensitifnya, namun ia belum pernah merasakan

permainan lidah dan jilatan dari orang lain. Dan karena rasa geli pada

payudaranya terlalu kuat, tenaganya seolah hilang. dan tangannya menjadi tak

bertenaga.

Membuat Citra semakin brutal menjilati kedua payudara putrinya secara

bergantian.

"Ooohh.. Ampun maaa.. Ampuunnn.... Geli banget tetek Clara Maaa... Ooohh..

Ampuuun..." Erang Clara lemas karena nikmat.

Mendengar ratapan dan erangan Clara, entah kenapa membuat birahi Citra

mulai meluap-luap. Terlebih karena persetubuhannya barusan agak terganggu,


Kisah Keluarga Penzinah

semakin membuat Citra kalap, untuk menjadikan Clara sebagai sasaran gejolak

birahinya. Dengan ganas, ibu kandung Clara itu terus-terusan menghisap dan

menjilati puting payudaranya. Kedua tangannya pun tak henti-henti meremas

dan memelintir daging besar kebanggaannya. Membuat rasa malu Clara seolah

sirna, tergantikan dengan rasa nikmat yang amat sangat.

"Oooohhhh..... Maaa... Ampun Maaa.... Hentikaaaan.... Clara merasa geli

bangeet...."

"Geli tapi enak khan sayang....? Sluuurrp.. Cup cup.. Sluuurp..."

"Ooohh... Enaaak..... Tapi... Ampun Maaaaaa..... Ampuunn.. Geli bangeertt..

Ooohh... Oohhh.... Ooohhh.. Ooohhsss.....Enaaaak Maaa....."

Sebuah perasaan aneh, tiba-tiba muncul dari dalam tubuh Clara. Perasaan

yang sama sekali tak pernah ia rasakan sebelumnya. Antara rasa geli, gatal,

enak, kesemutan, gemeteran, semua berkumpul menjadi satu. Berkumpul

menjadi sebuah rasa panas yang perlahan, mulai menyebar ke seluruh syaraf

tubuhnya. Menyebar dengan nikmat dari ujung payudara, hingga ke liang

vaginanya. Menyebar cepat membawa getaran kenikmatan yang amat sangat.

kenikmatan yang membuat dirinya seolah ingin.....

"Maaa.....Hentikan Maaa.... Aku mau pipis... Aku mau pipiss...." Jerit Clara

dengan tubuh yang menggelijang-gelijang hebat. Matanya terpejam erat dan

mulutnya menganga lebar. "Aku mau pipiiiisss Maaa.... Aaaakuuuu.. Maauu..

Oooohhh... Oooooohhhhhhhssss... Maaamaaaa...."

CREET CREET CREEEETCEEET CREEET....


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat tubuh Clara yang bergetar hebat, Citra buru-buru menghentikan

segala aktfitasnya. Dengan kedua tangannya, wanita cantik itu segera

mendekat tubuh Clara supaya tak terjatuh dari tempat duduknya.

"Oohh.. Maa... Aku pipis Maa... Aku pipiiiisss...." Erang Clara tak henti-hentinya

mengerang keenakan. "Geli banget Maaa... Gelii.. Oohh.. Anjriiitt.. Geli

baaangeeettt.... Hhh.. Hhh.. Hhh..."

"Nikmatin aja Sayang.... Nikmatin sepuasmu....." Ucap Citra sambil tersenyum

simpul, melihat putrinya yang sedang kelojotan karena orgasmenya barusan.

"Hhh... Hhhh... Hhhhh...." Sejenak, Clara mencoba mengatur nafasnya. "Hhh...

Ada apa dengan tubuhku Maa...? Kok rasanya.... Hhhh... Hhhh...Hhh...."

"Minum dulu sayang.... Biarin kamu istirahatkan badanmu dulu...." Ucap Citra

sambil menyodorkan segelas air putih, "Hehehe.. Masih terasa geli atau enak

Sayang...?"

"Hhhhh.... Hhh... Masih geli Maa... Tapi iya... Sekaligus enak juga..." Jawab

Clara, "Eh iya Ma... Maafin Clara ya Ma... Tadi Clara ngompol...."

"Hehehe.... Itu bukan ngompol Sayang.. Namanya orgasme... Dan kamu tadi

baru saja mengalami orgasme...."

"Orgasme..." Sebut Clara lirih, seolah mencoba untuk mengingat-ingat. "Jadi

orgasme tuh rasanya seperti itu ya Maa...?"

"Iya... Itu yang selalu Mama rasakan ketika Mama sedang ngewe dengan

Papamu...."

"Kaya mau pipis gitu ya Maa..? Hihihihi...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya Sayang... Mirip.. Cuman yang keluar bukan air kencing... Melainkan lendir

orgasmemu...."

"Ooowwhh.... Clara sering sih denger cerita cewe orgasme.... Cuman Clara

nggak berani buat nyobainnya...."

"Nah... Kalau kamu udah ngerasain gimana rasa enaknya.... Bisa nggak kamu

njelasin ke Mama... Kira-kira gimana rasanya....?"

"Nggggg... Gimana ya....?"

"YUP.... Itu yang ada di pikiran Mama ketika Mama sedang ngewe bersama

papamu... Dan apa yang Mama rasain, nikmatnya berpuluh-puluh kali lipat

daripada yang kamu rasain barusan Sayang..." Jelas Citra, "Karena... Mama

ngerasainnya disini... " Ucap Citra sambil meraba vagina Clara yang gemuk, "Di

memek...."

"Nnnggg... Jadi... Kalo misalnya besok Clara ngewe di... Memek.... Bakalan

berasa jauh lebih enak ya Maa...?" "... Tanya Clara ragu

"Bener sekali sayang... " Jawab Citra sambil mengusap kening putrinya. "Cup...

Anak Mama pintar sekali.... Cuman... Kamu jangan pernah sekalipun mencoba

untuk ngewe sebelum kamu menikah ya sayang...."

"Iya Ma..."

"Baguuusss...."

"Yaaahhh... Kalo kamu pengen ngulangin nikmatnya orgasme... Kamu masih bisa

masturbasi dikit-dikit laaaah.... Hihihi...."

"Masturbasi...? Emang nggak apa-apa Maa?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Laaahh... Emangnya kenapa...?" Tanya Citra sambil mulai membetulkan posisi

payudara Clara. Memasukkan gundukan daging yang tubuh di dada putrinya ke

dalam beha sekolahnya. "Nggak apa-apa kali Sayang... Mama aja dulu sering

kali loh masturbasi kalo sedang.... Ummm... Pengen..."

"Serius Maa... Mama dulu sering masturbasi...?"

"Hehehe.... Ga Mama aja Sayang.... Papa juga kadang ngelakuin masturbasi...

Hihihi..."

"Masa Maa....? Papa juga....?"

"Iya.... Habisan.... Rasanya enak sekali... Hihihi..."

Mendengar penjelasan Citra, sejenak Clara berpikir keras.

"Kenapa Sayang...?" Tanya Citra heran.

"Pantesan.. " Desah Clara lirih.

"Pantesan apa sayang...?"

"Nnnggg.. Pantesan kakak suka banget begituan Maa..."

"Begituan....?"

"Iya Ma... Kak Ciello juga suka banget megang-megang.. Ngg.. Tititnya..."

"Haaah... ? Kok kamu bisa tau sayang...?"

"Tadi pagi Clara ngeliat sendiri Maa... Kakak ngocok-kocok tititnya didepan

Clara...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Haaa.. ? Yang bener kamu sayang...?" Tanya Citra. Tiba-tiba hatinya merasa

sedikit aneh ketika Clara menyebut nama Ciello.

Entah kenapa Citra kembali mengingat-ingat sensasi yang ia rasakan ketika

penis anak Ciello terselip diantara jepitan vaginanya. Ketika daging berurat

Ciello menggesek-gesek celah sempitnya. Ketika semprotan sperma hangat

Ciello membasahi bibir vaginanya.

"Iya Maa... Malahan... Nggg... Sperma kakak... Nnnngggg... Sampe muncrat-

muncrat segala..."

"Serius...? Emangnya tadi kamu ngapain...? Kok kakakmu sampe muncrat-

muncrat segala…?"

"Clara tadi nggak ngapa-ngapain kok… Clara tadi cuman mandi aja…"

"Jadi tadi kakakmu mengocok tititnya sambil melihat tubuh telanjangmu...?"

"Nngg… Sepertinya begitu Maa…"

"Astaga sayaaang... Kenapa Ciello bisa ngocok didepan kamu ya...?" Heran

Citra, "Kamu pasti ngegodain Kakakmu ya...? Sampai-sampai dia pengen....... Ya

kamu taulah..."

"Enggak kok Maa... Kakak aja yang mungkin kegatelan… Dateng-dateng ke

kamar mandi cuman pengen begitu..." Jelas Clara, "Mana diperutnya banyak

banget bekas spermanya.... Sumpah Maaa... Kakak Ciello benar-benar jorok

Maa..."

Mendengar penjelasan cerita Clara, mau tak mau membuat darah birahi Citra

yang tak tersalurkan menjadi semakin mendidih. Terlebih jika mengingat


Kisah Keluarga Penzinah

tentang betapa kerasnya batang penis Ciello ketika menggeseki bibir

vaginanya pagi tadi.

"Hmmmm.... Begini Clara... Kamu khan tahu... Kalo cowo seusia kakakmu

memang sedang mengalami masa 'Suka-sukanya mengeksplorasi' tubuhnya...."

Jelas Citra, "Terlebih... Uhmmm... Mereka sedang suka mempermainkan....

Tititnya.... Dan itu wajar sayang..."

"Ummmm.... Masa sih Maaa....?"

"Iya sayang..." Citra mengangguk, "Dan lagi.... Kakakmu itu punya.....

Hmmmmm... Punya libido yang terlalu besar.... Sehingga ia harus selalu melepas

segala tekanan di otaknya.... Yah... Mungkin supaya ia tak stress menunggu

keputusan universitasnya sayang..." Jelas Citra panjang lebar.

"Pantesan... Sering banget Clara liat kakak sedang ngocok tititnya Maaa...

Nggak pagi, siang, sore... kayaknya dia setiap saat pengennya ngocok-ngocok

mulu Maa..." Ucap Clara berapi-api.

"Haa...? Tiap saat....? Kok Kamu bisa tahu sih Sayang... Emangnya kamu ngeliat

apa ngintip sih sayang....?" Goda Citra.

"Nnnngg.... Hehehe... ngitip Ma..."

"Waaa... Nakal juga kamu yaaa....?"

"Habisan Clara khan penasaran ma ama suara-suara erangan dari kamar

Kakak... Jadinya tadi Clara sedikit ngegodain Kakak Maa... Lucu banget deh....

Mukanya sampe melongo-melongo gitu...Hihihi...."

"Serius....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Hiya Maa.... Clara pengen tahu aja.... Apa yang kakak Ciello bakal lakuin kalo

dia ngeliat adeknya yang cantik dan semok ini bugil dan ngegodain didepan

mata dia.."

"Dan.....?"

"Yaudah... Akhirnya Kakak ngocok tititnya Maa... Kenceng banget Ma Kak

Ciello ngocok tititnya... Sampe-sampe kepala tititnya jadi berwarna merah

gitu Maa.... Trus......."

"Udah udah udah... Stop Clara sayang.... " Potong Citra, "Udah... Besok-besok...

Kamu jangan goda kakakmu seperti itu lagi ya..."

"Yaaaahhh.... kok gitu sih... Emang kenapa Maa...? Khan lucu..."

"Clara.... Kamu tahu khan betapa cantiknya dirimu...?" Tanya Citra, "Terlebih

kamu saat ini punya bentuk badan seksi dan tetek yang besar, sama seperti

Mama... Dan karena kelebihanmu itu, menurut Mama.... Tak adil buat kakakmu

sayang... "

"Laaah... Nggak adil gimana Maaa...?"

"Ya nggak adil aja buat dia sayang.... Kamu enak... Bisa bersenang-senang

dengan memamerkan keseksian tubuhmu.... Sementara Kakakmu...? Dia tak

bisa membalas apa-apa... Palingan ya Kakakmu hanya bisa ngocok tititnya

sampe muncrat... "

Mendengar penjelasan Mama Citra, Clara hanya bisa terdiam. Merenungi

'kekejaman' yang baru ia lakukan pada kakak kandungnya.

"Jadiii.... Kalaupun kamu menggoda kakakmu... Paling tidak, kamu juga harus

ngebantu dia sayang..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Ngebantu...? Maksud Mama...?"

"Mmm... Yaaa... Kamu tahulah.... Ngebantu.... Kocokin titit kakakmu..."

"Serius Maa...?"

"Iya donk.... Khan kalo kamu nggak ngegodain kakakmu, dia nggak bakalan

pengen onani seperti itu Sayang... Kasihan... Terlebih dia juga belom pernah

pacaran..."

"Idih.. Ogah bangeeeet....Ngapain juga Adek harus ngebantu Kakak seperti

itu...?"

"Shhh... Jangan egois ah... Atau kalau tidak, kamu harus minfa maaf ke

kakakmu..."

"Minta maaf....?"

"Iya....Jangan buat dia tersiksa seperti itu lagi ya sayang..... " Nasehat Citra

yang juga sepertinya menasehati diri sendiri.

"Tapi khan.. Ma....??"

"Udah-udah... Mama mau nyuci piring dan baju dulu... Udah siang nih... Kamu

juga harus cepet beresin kamar dan berangkat pergi kesekolah.. Nanti

telat...." Jawab Citra sambil membawa tumpukan baju kotor dari dalam kamar

ketempat cuci di halaman belakang.

Mendengar nasehat ibunya. Clara hanya bisa terdiam. Menatap tubuh ibunya

dari belakang. Berharap jika seandainya Clara bisa menggunakan pakaian

sebebas ibu kandungnya. Baik di rumah atau keluar rumah. Pasti seru sekali

bisa mengenakan pakaian yang jarang sekali dapat menyembunyikan keseksian


Kisah Keluarga Penzinah

tubuhnya. Pasti seru sekali, bisa melihat reaksi kaget Papa, melihat putri

kandungnya memamerkan kemolekan tubuhnya.

Syukur-syukur jika Papanya juga bisa merasakan sensasi birahi yang

terpancar dari diri Clara. Yang kemudian bermasturbasi sambil

membayangkan tentang kemontokan tubuhnya.

"Ah sial... Baru ngebayangin Papa ngocok tititnya aja, bikin dada aku

berdebar-bebar..." Rutuk Clara dalam hati sembari menyelesaikan sarapan

paginya.

"Oh tidak... Tenyata bukan itu aja... " Jawab Clara dalam hati "Walau hanya

membayangkan saja... Memek aku udah membanjir basah.... "

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 4 | Inikah Godaan Mama?

Setelah selesai menyabuni tubuhnya, Ciello membilas tubuhnya dengan

guyuran air shower. Segar. Membiarkan siraman air hujan buatan itu

meluruhkan busa busa wangi dari tubuhnya.

"Hai sayang.... " Ucap Citra menyapa dirinya dari pintu kamar mandi.

"Eh Mama... Ngagetin aja... " Ucap Ciello sambil terus membilas tubuhnya.

Membiarkan ibu kandungnya itu dapat melihat seluruh tubuh telanjangnya.

Setelah selesai, Ciello segera memutar kenop shower. Mematikan aliran air

shower.

Sejenak, Citra menatap kagum kearah tubuh Ciello yang masih basah kuyup di

depannya. Menatap dengan rasa bangga kearah tubuh tegap putranya. Dari

ujung rambut hingga ujung kaki, dan kembali kearah selangkangan putranya.

Kearah penis putranya yang lemas menjuntai. Terombang ambing seiring

gerakan si empunya. Citra tahu jika apa yang ia lakukan adalah kurang pantas,

Namun entah kenapa, ibu kandung Ciello itu terus menatap tajam kearah penis

besar besar putranya itu lekat-lekat.

"Ciello sayang..." Panggil Citra.

"Yaa Maaa...?" Jawab Ciello

"Mama mau bicara....."

Mendengar kata 'bicara', Ciello segera menghentikan aktifitasnya. Ia tahu

jika sepertinya ada sesuatu hal penting yang harus diobrolin.

"Nggg... Bicara apa ya Maa..?"


Kisah Keluarga Penzinah

Citra melangkah masuk. Lalu mengambil handuk yang tersampir di gantungan

baju. Ibu cantik dan seksi itu kemudian berjalan mendekat kearah putranya

berada.

"Ciello... Sayang.... " Kata Citra membuka percakapan seriusnya. Tetap, sambil

sesekali menatap tajam kearah penis Ciello, "Mama minta maaf ya nak...

Mungkin tadi pagi Mama bertindak terlalu jauh padamu..."

"Hmmm... Ciello juga minta maaf Maa.. Ciello janji setelah ini ngga bakal malas-

malasan lagi kok... Ciello ga bakal mengurung diri dikamar lagi..."

"Nggg... Bukan sayang... Bukan tentang itu... " Ucap Citra sambil

menggelengkan kepalanya.

"Lohh... ? Bukan ya...? Lalu tentang apa Maa.....?"

"Mama ingin minta maaf tentang kejadian yang tadi pagi sayang... Tentang

titit kamu yang terselip di......."

"Owww.... Yang itu..."

"Maafin Mama ya sayang... Mama nggak ngira kalo tadi pagi kita bakal....

Mmmmm... "

"Oooowwhh.... Iya Ma.... Nggg.. Nggak apa-apa kok...." Potong Ciello buru-buru.

"Tapi... Tadi kamu nggak apa-apa khan sayang...?" Sambung Citra lagi.

"Maksud Mama...?"

"Tititmu... Nggg... Tititmu tadi sampai keluar mmm... Spermanya khan....?"

"Owww... Itu.... Kayaknya sih nggak apa-apa Maa..." Potong Ciello lagi.


Kisah Keluarga Penzinah

"Beneran sayang.... Soalnya menurut Mama... Keluarnya kok agak kecepetan

ya...?"

"Nggg.... Anu Maa..... Abisan... Ciello belom pernah ngerasain... Ngg.... Hal yang

kaya tadi pagi Mama lakuin ke... Nggg... Titit aku..."

"Oooowww.... Kasian banget anak Mama. Ini.... " Jawab Citra sembari

mengibaskan handuk Ciello dan mulai membantu putranya buat mengeringkan

badan, "Nggak apa-apa sayang... Nggak usah khawatir... Nanti kalo saatnya

tepat, kamu pasti bakal mahir ngatur kapan harus keluarin.. Mmmm...

Spermamu...."

"Nggg.... Gitu ya Maa...?" Tanya Ciello malu-malu.

Tak menjawab, Citra hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum simpul.

Berulang kali, Citra mengusap-usap kepala Ciello dengan handuk, mengusap

telinga, wajah, leher hingga pundak dan dadanya. Kasih sayang Citra, membuat

dirinya selalu memperlakukan Ciello bak anak yang masih berusia 5-6 tahun.

Begitu pula dengan Ciello, remaja 18 tahun ini pun juga terus saja membiarkan

ibu kandungnya yang semok itu mengeringkan tubuhnya. Membiarkan jemari

lentik ibunya menggerayangi setiap jengkal tubuhnya.

Perlahan Citra lalu berjongkok. Bertumpu pada lututnya. Lalu terus

mengeringkan tubuh bagian tengah putranya. Hingga tiba ke bagian tubuh

kebanggaan Ciello yang masih menjuntai lemas.

Sejenak, ada keraguan di dalam diri Citra. Antara mau tak mau menyentuh

tubuh Ciello yang satu itu, namun karena darah birahinya yang tak terpuaskan

tadi pagi, Citra pun sedikit memberanikan diri untuk kembali meneruskan

aktifitasnya.


Kisah Keluarga Penzinah

Mengeringkan daerah di sekitar batang kelamin Ciello.

"Oh iya Sayang.... Mama barusan ngobrol dengan Clara... " Ucap Citra sambil

melirik keatas, kearah wajah putranya yang ganteng. Mencari tahu apa reaksi

yang ditunjukkan putranya ketika tangannya berputar-putar di sekeliling area

batang penisnya tumbuh.

"Ngobrol ...? Nggg..... Ngobrol tentang apa Maa...?" Jawab Ciello dengan wajah

yang tiba-tiba bingung. Melihat ibunya yang bermain-main di sekitaran batang

penisnya.

"Tentang apa yang kamu lakuin dihadapan Clara tadi pagi...." Pancing Citra.

"Nggg...Ciello nggak ngerti Maa... " Jawab Ciello sambil menatap tubuh ibunya

yang hanya terbungkus dengan kain jubah tipis pendek. Yang sama sekali tak

mampu menyembunyikan keseksian tubuhnya.

"Iya... Adik kamu... Clara bilang kalo tadi pagi kamu... " Citra menarik nafas

panjang dan menghembuskannya lagi, "Jadi begini sayang... Tadi Clara bilang....

Ia ngelihat kamu sedang ona... Mmmm.... Kamu tahu lah..." Sambung Citra

sambil menggoyang-goyangkan tangannya. Memperlihatkan gerakan mengocok

pada putranya.

"Ooowww...Itu.... Maaf Maa... Ciello.... Ciello nggak....."

"Sssshh.... Iya iya... Udah....Nggak apa-apa Sayang... "

"Bener Maa....? "

"Iya Sayang.... Itu wajar kok buat remaja seusiamu... Kalau kamu sering

ona....." Lagi-lagi Citra sejenak tak meneruskan kalimatnya, "Onani... Haah

Sumpah deh... Susah sekali nyebut kata itu.... Onani..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Maaf Maa...."

"Kamu tak perlu merasa bersalah Sayang... Sekali lagi Mama bilang.... Itu hal

yang sangat wajar... Hanya saja..."

Lagi-lagi, Citra menghentikan kalimatnya. Sekilas, ia menatap penis putranya

yang mulai menegang karena usapan-usapan tangannya pada perut rata Ciello.

Sebelum ia kembali menatap wajah Ciello lagi.

Walau Citra belum mengusap penis Ciello, tetapi ia bisa memperkirakan apa

yang terjadi pada batang penis putranya yang mulai tegang itu nanti.

"Hanya.....Kenapa Maa...?"

"Jangan ngelakuin hal itu diluar rumah ya Nak... " Nasehat Citra, "Mama

khawatir aja kalo kamu nantinya bisa salah jalan..." Ucap Citra yang galau

antara ingin memegang penis Ciello dengan kain handuk atau melewatinya.

Karena ia dapat melihat jika kepala penis putranya yang mulai menampakkan

diri dari balik kulit kulupnya.

"Merah sekali kepala tititmu Sayang...." Kata Citra dalam hati yang terus

menatap kepala penis Ciello, "Kepala titit itu terlihat begitu menantang... Pasti

mulai berkedut tegang... Karena dia sudah dua kali orgasme..." Batin Citra lagi.

"Nggak lah Maa... Cuman tadi Clara juga sih yang ngegodain... Jadinya yaaa... "

Gantian, Ciello tak meneruskan kalimatnya. Ia hanya menatap ekspresi wajah

Citra yang tepat berada di depan batang kebanggaannya yang mulai menegang

keras.

"Iya Sayang... Mama ngerti...." Jawab Citra sambil tersenyum.


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat Citra yang sama sekali tak marah dengan tingkah isengnya pada Clara,

pikiran Ciello mulai iseng. Kenakalannya muncul. Dan sepertinya penis

mesumnya pun tahu, karena tak lama kemudian, batang yang sudah terasa ngilu

karena 2 kali orgasme itu, perlahan mulai menggembung lebih besar lagi. Terisi

darah birahi yang semakin lama semakin tak terbendung.

"Tapi kadang... Ciello juga nggak kuat nahan godaan Clara Maa... Terlebih kalo

Clara sedang bugil dihadapan Ciello...." Kata Ciello

"Iya Sayang... Mama tahu jika Clara itu cantik dan seksi... Bahkan sepertinya...

Clara juga terlalu cuek akan kemolekan tubuhnya...." Jelas Citra sambil terus

mengelap lubang pusar Ciello sembari terus menatap penis putranya yang

perlahan semakin mendongak keatas. "Mama harap... Kamu juga bisa menjaga

diri ya... Kalau sedang berada dekat dekat dengan adikmu... Terlebih... Kamu

tahu sendiri khan... Betapa jahilnya adikmu jika dekat dengan kakaknya...?"

"Nggg... Iya Maa..."

"Nah... Oleh karena itu.... Mama minta .... Supaya kamu nggak gampang tergoda

dengan keseksian dan segala tingkah lakunya yang terkadang keterlaluan..."

"Ciello coba Maa..."

"Bagus... Itu baru namanya anak Mama.... " Kata Citra yang dengan cuek,

melewatkan daerah selangkangan Ciello dan langsung berpindah mengeringkan

kakinya.

"Nggg Maa...?"

"Yaaa Sayang...?"

"Kok itu..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Itu apa ?"

"Ngg.... Titit Ciello nggak dihandukin... ?" Tanya Ciello memberanikan diri.

"Oooww...Kamu mau...??"

"Nggg... Kalo boleh sih Maa.... " Jawab Ciello dengan wajah yang memerah.

Malu.

"Hmmm.... Dasar anak muda.... " Jawab Citra yang kemudian memberanikan diri

untuk menatap terang-terangan kearah penis putranya. "Tititmu...Apa selalu

keras begini Sayang...?"

"Nggg... I... Iya Maa... Terlebih kalo didekat Ciello ada wanita cantik..."

"Iiihhss... Kamu benar-benar mirip papamu ya sayang...."

"Mirip...?"

"Iya... Jago ngegombal..."

"Ah Mama.... Ciello mah serius... "Jawab Ciello malu-malu, "Jadi gimana Maa...

? Mau khan ngehandukin tit....."

Tanpa menjawab, Citra hanya menganggukkan kepala. Bibirnya tersenyum dan

kemudian menjulurkan tangannya. Menyentuh batang penis putranya yang

sudah begitu tegang. Citra sadar, jika Ciello yang sudah dua kali orgasme itu,

pasti merasakan sakit yang luar biasa pada batang penisnya.

"Tititmu.... Mmmm... Tititmu mirip punya Papa Sayang.... Besar..." Ucap Citra

sambil membolak-balik batang penis Ciello. Matanya terus menatap tajam

penis Ciello. Seolah sedang merekam setiap mili penampakan batang penis

putranya itu.


Kisah Keluarga Penzinah

"Beneran Maa...?"

"Iya Sayang... Malahan... Mungkin titit ini... Sepertinya bakal jadi lebih besar

lagi jika kamu sudah seusia Papamu... " Goda Citra

"Woooowww... Iya kali ya Maa..."

"Pasti istrimu besok bakal selalu terpuaskan ya Sayang...? Hihihi...." Candanya

sambil menyelesaikan mengeringkan penis Ciello dengan handuk ditangannya.

"Hehehe... Ah... Mama bisa aja...."

"Eh iya Sayang.... Mama mau nanya..." Ucap Citra dengan nada santai.

"Kenapa Maa....?"

"Tentang kejadian yang kamu lakukan ketika sedang bersama Clara... "

"Nggg... Kenapa ya Maa...?

"Mmmm....Apa bener...? Tadi ketika kamu sedang... Hmmmm.... Onani... " Kata

Citra mencoba mengatur kalimatnya tanpa harus membuat Ciello malu, "Apa

benar... Mmm.... Kamu manggil-manggil nama Mama dan adikmu ketika kamu

orgasme..?

"Nggg..." Kaget Ciello mendengar pertanyaan Citra.

"Enggak enggak Sayang.... Mama nggak marah kok... Mama cuman heran kenapa

kamu melakukan itu...? Terlebih adikmu itu khan baru kelas 2 SMP loh...

Seharusnya sih... Nggak sepatutnya kamu melakukan hal itu didepan dia..."

"Kalo tentang itu Maa... Ciello....Nggg..." Bingung remaja tanggung itu.


Kisah Keluarga Penzinah

"Emangnya apa yang membuatmu selalu sange seperti itu sih sayang...? Apa

kamu selalu nonton video porno....?

"Nggg.. Sebenernya sih... Ciello....Nggg..."

"Iya...? Kamu kenapa Sayang....?

"Ciello memang selalu horny ketika melihat Mama ama Clara Maa.... Terlebih

kalian berdua khan sering banget mengenakan sesuatu yang seksi.... Bahkan

terkadang terlalu seksi..." Jelas Ciello.

"Oohh.. Gitu ya sayang.... ?"

"Maafin Ciello ya Maa... Mungkin jika Ciello punya cewe... Ciello bisa melepas

semua penat yang ada dipikiranku Maa... "

"Penat gimana maksudmu...?"

"Ya penat yang ada di......" Jawab Ciello malu sambil melirik kearah penisnya

yang sudah tegang menjulang tinggi. Kearah kepala penisnya yang menunjuk-

nunjuk wajah ibunya.

"Ngewe maksud kamu...? " Tebak Citra langgsung.

Ciello kaget dengan kesimpulan mamanya. "Enggak Maa... Bukan begitu..."

"Sayang... " Ucap Citra menatap anaknya dalam-dalam, "Punya cewe... Atau

tidak... Bukanlah menjadi sebuah alasan untuk bisa ngewe..... Justru karena

kamu masih jomblo... Mama jadi bisa bersyukur..."

"Maksud Mama....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya... Mama tak suka ya... Dengan ide pacaran seperti anak jaman sekarang....

Ketemu ... Salaman.... Kenalan.... Pacaran.... Trus ngewe..."

"Laaahh... Bukannya hal itu sekarang udah wajar Maa...?"

"Iya sih... Cuman Mama nggak pengen anak Mama yang ganteng ini... Yang punya

titit besar ini... Jadi suka mainin perempuan... Baik dia pacar kamu atau

bukan...." Nasehat Citra sembari mengusap kepala penis Ciello.

"Uuhhmmm.... Lalu... Ciello harus gimana Maa...?" Tanya Ciello bingung. Dengan

penis yang sudah begitu tegang. Berdenyut menantang.

Melihat penis Ciello yang berkedut-kedut, Citra mengigit bibir bawahnya.

Rupanya hawa birahinya yang tak tersalurkan tadi pagi, masih membuat

dirinya horny. Ditambah lagi karena ulah iseng Mike yang hanya menggelitiki

vagina gatalnya sebelum terputus kembali oleh teguran Clara. Sungguh

kentang. 2 kali garukkan nikmat penis besar Mike sama sekali tak membuatnya

merasa enak.

"Kalau misal... Mama bisa kasih kamu sedikit solusi... Apa kamu bisa pegang

janji...?"

"Janji....?"

"Iya... Kamu harus janji ke Mama dahulu Sayang... "

"Nggg... Oke...."

"Kamu janji nggak bakalan bilang ke siapapun...?"

"Iya Maa.... Aku janji...."


Kisah Keluarga Penzinah

Citra menarik nafasnya dalam-dalam. Sejenak ia bangkit dari posisi

berlututnya dan buru-buru keluar. Memeriksa kearah sekitar pintu kamar

mandi. Sebelum akhirnya ia kembali masuk kedalam.

Dengan wajah tegang, Citra lalu membuka ikatan tali jubah tidurnya. Dan

membiarkan kain lemas itu menjuntai terbuka. Memamerkan seluruh

payudara, perut, pusar, dan vagina gundulnya.

Mata Ciello mendadak melotot. Begitu lebar dengan mulut menganga. Ia tak

pernah bermimpi sedikitpun mengenai kelakuan ibunya ini. Hari itu Ciello

benar-benar merasa beruntung.

Dan Citra pun begitu menikmati ekspresi kaget putranya, yang begitu polos.

"Mama tahu Sayang... Untuk anak seusiamu... Memang susah sekali melawan

rasa penasaran dan nafsu yang ada di pikiranmu... "Jelas Citra,"Terlebih

melihat Mama dan Clara yang sering kali berkeliaran dirumah dengan segala

keseksiannya.... Mama sadar... Kalo Mama juga turut punya salah...

Membiarkan nafsu birahimu jadi tak terkontrol seperti ini... "

"Ngg... Jadi Mama...."

"Iya Sayang.... Jadi.. Kalau kamu pengen melepaskan nafsu birahimu... Sok aja

sayang... Kamu bisa ngeliat tubuh telanjang Mama sepuasmu..."

"AASSSTTAAAGGGA... SERIUS MAAA...?" Jerit hati Ciello kegirangan. Hal

ini benar-benar susah dipercaya. Ciello sampai-sampai tak percaya dengan apa

yang didengarnya barusan. "Ini pasti hari keberuntungankuuu..."

"Beneran Maa...?" Tanya Ciello tak percaya.

"Iya Sayang... Kamu boleh melihat tubuh telanjang Mamamu ini sepuasmu..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggg... Tapi cuman ngeliat aja ya Maa...?" Tanya Ciello lagi.

"Mmm... Iya... "

"sebenernya sih... Kalo ngeliat aja... Mmmm... Itu nggak bakal bisa banyak

ngebantu ngelepasin nafsu birahiku Maa..." Ucap Ciello, "Itu sama aja dengan

lihat artis bokep di tivi..."

"Gitu ya Sayang....? Trus yang bisa ngebantu kamu ngelepas birahimu...

Seperti apa...?"

"Yaaahh... Kalau misalnya Ciello bisa minta lebih...."

"Sepertiiiii.....?" Tanya Citra dengan nada menggoda.

"Mmm.. Pengennya sih... Bisa lebih jauh lagi.... Ma.... " Jawab Ciello sok jual

mahal.

"Lebih jauh gimana sih.... Mama nggak ngerti...? Kasih tau Mama dong...."

"Nggg... " Tanpa menjawab pertanyaan Citra, Ciello buru-buru maju dan

mendekat kearah ibunya. Lalu dengan semangat Ciello mengamit tangan mulus

ibunya, dan tanpa meminta persetujuan Citra, Ciello mengarahkan telapak

tangannya untuk menggenggam, batang penisnya yang sudah begitu keras.

"Mungkin... Mama mau ngocokin titit Ciello Maa...?" Jawab remaja tanggung

itu sembari menggerakkan tangan ibunya naik turun.

"Hmmm.... Jadi kalau Mama bantuin anak Mama ngocok tititnya... Itu bakal

membuat nafsu anak Mama mereda...?" Tanya Citra gemas.

"Yaaa... Ku... Kurang lebih... Seperti itu Maa..." Tambah Ciello mencoba

keberuntungannya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ngocokin titit kamu yang gedhe ini...?"

"Iya Maaa... Bahkan kalu Mama mau... Mama boleh kok ngejilati titit Ciello

juga..." Jawab Ciello penuh pengharapan.

"Hmmm...Dijilat ya...? Sampai keluar gitu ya...?" Sahut Citra sambi, terus

mengocok-kocok pelan batang kejantanan putranya.

"Iya Maaa..." Angguk Ciello, "Mau ya Maaa... Pleeeaasseee...."

"Hihihi... Sepertinya ada yang udah ngga tahan nih..."

"Iya Maaaa.... Sshhh... Sumpah Maaa... Kocokan tangan Mama berasa enak

sekali Maa.. "

"Masa sih Sayang...?"

"Iya Maa... Apalagi kalo Mama mau ngejilatin titit Ciello... Pasti rasanya jauh

lebih enak lagi..."

"Hmmmm... Gitu ya...? Tapi kayanya... Mulut Mama nggak bakalan muat deh

Sayang.. Tititmu ini terlalu besar buat masuk ke mulut Mama..." Tolak Citra

halus.

"Masa sih Maaa...? "

"Iya Sayang... Liat aja nih... Ditangan Mama aja batang tititmu terasa begitu

penuh... Jari Mama aja sampai nggak bisa ngegenggem penuh ini batang...

Besar sekali..."

"Nggg... Iya juga ya Maa..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Lagian... Sepertinya apa yang kita Lakukin sekarang... Udah terlalu jauh Deh

Sayang...." Jawab Citra singkat. Namun terus mengocok penis Ciello dengan

gerakan pelan. "Jadi... Sebaiknya kita nggak boleh nerusin perbuatan kita ini

ya Sayang..."

"Yaah... Mama....." Ucap Ciello spontan. "Jadi Mama nggak mau nih Maaa..?"

"Hihihi... Jangan ya sayang... Seperti yang Mama bilang gasi... Mama hanya

nawarin pemuas mata aja... "Jelas Citra lagi, "Memang sih... Apa yang Mama

tawarkan tadi nggak ada bedanya dengan video porno yang sering kamu tonton

ya...? Cuman bisa diliat tanpa bisa ngapa-ngapain lagi.... "

"I... Iya Maa... Percuma aja kalo Mama nggak bantuin Ciello buat ngasih enak...

" Jawab Ciello tegang dengan mata penuh pengharapan.

"Kalo gitu... Mama minta maaf deh... Kalau apa yang Mama tawarkan ke kamu...

Nggak sesuai dengan apa yang kamu inginkan..." Ucap Citra sambil mengecup

kening Ciello.

"Nggg... Gini aja deh Ma... Okelah... Kalaupun Mama nggak mau ngocokin titit

Ciello... Tapi... Please Maa... Kali aja Ciello masih bisa.... Yaaah... Megang-

megang badan seksi Mama sedikit aja Maaa...... Sampai Ciello bisa puasin rasa

penasaran Ciello...."

"Badan Mama yang mana Sayang...?"

"Nggg... Yang mana aja deh.... Tetek atau pantat mungkin...? Atau... Mmmmm...

Memek Mama...?"

"Trus kalo kamu udah megang... Kira-kira kamu mau apain badan Mama itu...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Yaaa.... Tetep Maa... Kali aja Ciello bisa ngajak Mama... Ngg... Sedikit

ngerasain gimana rasanya buat... Nggg.... Tidur atau Ngewe bareng...

Hehehe..."

"Astaga... Cielloooo...." Erang Citra. Yang tak mengira jika putranya bakal

berkata sejujur itu.

"Otakmu bener-bener mesum Sayang... Mama Nggak ngira kalau kamu... Punya

pikiran sejauh itu... Mama ini masih ibu kandungmu loh....." Ucap Citra yang

kemudian melepas batang penis putranya yang sudah mengeluarkan

precumnya,

"Eh..Ehhh... Ciello cuman becanda Maaa... Maksud Ciello bukan gitu Maa..."

Potong Ciello berusaha meralat kalimatnya, "Maksud Ciello..."

"Udah-udah.... Sepertinya percakapan kita ini nggak bakalan nyambung

Sayang... Mama nggak bisa ngelakuin hal itu... " Jawab Citra lagi.

"Yaaah Mamaaa... Bentaran aja deh Maaa.. Dikit lagi Ciello keluar kok..."

Rengek putra Citra itu sambil meneruskan sendiri mengocok batang penisnya.

"Kayaknya enggak deh Sayang....."

"Lalu titit Ciello ini gimana kelanjutannya Maaa..? Masa Ciello kocok-kocok

sendiri lagi..."

"Hihihi... Mungkin akan lebih baik seperti itu Sayang... Habisan.. Tadi Mama

udah berbaik hati mau kasih liat tubuh Mama... Tapi. Ternyata... Kamu minta

lebih..."

"Ayolah Maaa. Dikit aja...." Pinta Ciello sambil kembali mengamit telapak

tangan ibunya. Namun ssegera ditepis Citra dengan pelan.


Kisah Keluarga Penzinah

"Mungkin lain kali Sayang... Mama nggak ngira kalo niatan Mama buat

ngebantuin kamu... Bakal menjadi sebuah pengharapan baru bagimu untuk

menikmati tubuh Mama lebih jauh lagi...." Jelas Citra, " Mama benar-benar

nggak ngira kalo pemikiranmu bakal jadi sejauh itu...."

"Yah Mamaa... Tapi tadi khan Mama bilang mau bantuin Ciello ngelepas

ketegangan di pikiran Ciello... Mama udah lupa ya...?" Protes Ciello.

"Iya... Tapi Khan Mama juga bilang... Kamu bisa nikmatin tubuh Mama... Hanya

sebatas pandangan matamu saja Sayang... Kamu boleh manfaatin

ketelanjangan Mama kapanpun kamu mau... "

"Yah Mama... Nanggung Maa... Kalo nggak mau ngocok..... Isep aja juga boleh

Maaa..." Rengek Ciello lagi, "Ya Maaa... Mau yaaa.... Ciello khan juga pengen

banget ngerasain mulut Mama ketika sedang ngisep tit........"

"Sssttt... Sayang.... " Ucap Citra sembari menyentuh mulut Ciello dengan

telunjuk tangannya. "Tubuh Mama... Hanya milik Papamu saja... Hanya papamu

yang boleh menikmatinya... Mukut Mama... Tetek Mama... Pantat

Mama...Memek Mama... Semua milik Papamu..." Jelas Citra sambil tersenyum.

"Tapi... Kalau kamu nggak bisa manfaatin tubuh telanjang Mama... Yaudah..

Mama balik ke dapur aja... " Kata Citra sambil kembali mengecup kening

putranya kemudian buru-buru membungkuk dan mengambil jubah tidurnya

yang teronggok di lantai. Tanpa basa-basi, wanita cantik itu lalu mengenakan

jubah tipis itu sembari mengikat tali jubahya.

"Maaf ya sayang... Mama belum bisa nurutin semua permintaan mesum kamu

itu..." ucap Citra sebelum meninggalkan Ciello,.


Kisah Keluarga Penzinah

"Yaudah yaa... Selamat menghayal aja kalo gitu... Hihihi..." Ucap Citra dengan

nada menggoda sambil membalikkan badan. Meninggalkan Ciello beserta

penisnya yang sudah sangat keras di dalam kamar mandi.

Sepeninggalan Citra, suasana tiba-tiba hening. Hanya terdengar tetesan air

keran yang jetuh kelantai.

"Assstaaagaaaaaa... Tolooool sekali kamu Cielloooo.... Sumpah.,,.. Bodoh sekali

kau Ciello.... Seharusnya kau terima saja tawaran Mamamu tadi..." Gerutu hati

Ciello melihat kesempatan emasnya yang terbuang sia-sia. "Kapan lagi kamu

bisa ngeliat tetek Mamamu yang super besar itu....? Kapan lagi kamu bisa

ngeliat memek istri papapu yang muls itu... Toh hanya dengan ketelanjangan

seperti itu... Kamu sudah bisa membuat tititmu orgasme berulangkali...

Sumpah.. Kau bodoh sekali Ciello... Benar benar bodoooohh..."

Bingung. Remaja tanggung itu tak tahu lagi gimana cara terbaik untuk melepas

rasa tegang yang kembali mengisi rongga pembuluh darah birahinya. Yang

sudah berkumpul, memenuhi semua rongga di dalam penisnya.

"Mamaaaa.... Maafkan anakmu yang bodoh ini... " Ucap Ciello sambil Memulai

kembali untuk mengocok penisnya kuat-kuat, sembari memejamkan mata.

"Ohhh... Mama Citra... Mama binalkuuu... Maafin anakmu yang Benar benar

bodoh ini..."

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 5 | Kenakalan Ayah dan Sepupu Clara

Dalam perjalanannya ke kantor, Mike tak mampu melepas sedikitpun

pikirannya dari kejadian pagi tadi. Kejadian dimana ia melakukan

persetubuhan dengan Citra di dapur. Walaupun tak sampai tuntas, namunhal

itu benar-benar menegangkan. Terlebih ketika Clara menangkap basah

perbuatan mesum mereka.

"Mesum... ? Itu bukan mesum... Citra itu istriku kok... Kenapa harus dikata

mesum...?" Batin Mike sambil menginjak pedal rem mobilnya pelan. Hingga

berhenti di bawah pohon rindang didekat halte bus.

"Memek Citra memang juara... " Tambah Mike lagi sembari terus memikirkan

tentang vagina istrinya, "Dan memek Citra memang terlalu binal... Sayang

sekali kalo seharipun tak ngentotin memek sempitnya..."

"Kamu memang orang paling beruntung sedunia Mike... " Ucap Rinto, rekan

kerja Mike dikantor. "Aneh sih sebenernya... Wanita secantik dan seseksi

Citra mau menerima lamaran lelaki mesum sepertimu... "

"Iya ya... Bener... Citra pasti kau kasih pelet ya... ? Sampe-sampe ia mau

memilih suami mata keranjang seperti dirimu... " Sahut Dewo sambil terus

menatap bingkai photo keluarga Mike yang ada ditangannya.

"Sumpah Mike... Bini dan anakmu seksi sekali Bro... Sumpah aku iri.. " Tambah

Hendy yang tak henti-hentinya menggelengkan kepalanya.

Memang benar, tak sedikit rekan kerja Mike yang merasa begitu iri akan

keberuntungan Mike dalam mendapatkan Citra sebagai istrinya. Terlebih

ketika mereka melihat photo liburan keluarga Mike beberapa bulan kemarin.


Kisah Keluarga Penzinah

Dimana Ciello dan Clara sedang berada dipantai dan mengenakan pakaian

supermini. Sebuah bikini two piece yang tak mampu menyembunyikan

keseksian dan kemontokan tubuh sempurnanya.

"Anjrit... Memek Citra selalu terbayang diotak..." Gerutu Mike.

Sejenak. Mike merasa jika tegang di penisnya terasa begitu mengganggu. Dan

Mike berpikir jika ia harus segera melepas gumpalan birahinya yang sudah

terkumpul di pangkal penisnya.

"Tak lucu khan... Jika orang kantor melihat batang penisku menonjol dari balik

celana...." Gumam Mike. Iapun lalu melirik jam di dashboar mobilnya, "Masih

ada waktu... Sepertinya aku bisa sedikit onani...."

Tanpa berpikir apa-apa, Mike segera membuka resleting celananya. Dan ia pun

mengeluarkan penisnya yang sudah menegang. Mike memang tak pernah suka

mengenakan celana dalam dibalik celana kerjanya. Begitupun dengan kaos

dalam. Ia sama sekali tak suka mengenakan pakaian yang berlapis. Ia lebih

suka melakukan 'ketelanjangan semu' dimuka umum.

Sambil mulai mengurut batang penisnya, kembali Mike mengingat-ingat

tentang hal-hal gila yang sudah mereka lakukan selama ini. "Punya istri nakal....

Tapi kurang dinakali...." Gumam Mike sembari mengusap-usap kepala penisnya.

Memang, semenjak menikah dengan Citra, tak terhitung lagi jumlah

kemesuman yang ia lakukan bersama. Bangun ditengah malam, hanya sekedar

untuk menggenjot vagina Citra kuat-kuat hingga pagi. Atau bangun dipagi hari

hanya untuk menumpahkan sperma dimulut, payudara atau di perut

rampingnya.


Kisah Keluarga Penzinah

Dan Mike tahu, jika Citra juga memiliki kegemaran yang serupa dalam

bercinta. Karena ia tak pernah sekalipun menolaj permintaan Mike. Citra

selalu meladenin semua permintaan anehnya dengan tanpa protes sedikitpun.

Kapanpun. Dimanapun.

"Sepongannya maut...." Ucap Mike sembari mulai mengurut batang penisnya,

"Ahhh.... Citra Agustina... Ia memang istri idaman setiap laki-laki didunia..."

Bahkan terkadang, jika Citra sedang terlalu lelah atau sedang menstruasi,

Mike sengaja meminta Citra untuk menungging dan menyelipkan batang

penisnya diantara bongkahan pantatnya. Lalu Mike mengggesek-gesekkan

batang penisnya itu hingga ia orgasme.

"Seks anal... Oooohhh... Ciiittrraaa... Kapan ya kamu bakal mengabulkan

permintaanku yang satu itu....? Itu adalah satu-satunya hal yang belum penah

kuminta padanya...." Gerutu Mike.

"Pantat bulat dengan lubang kecil ditengahnya... Ooohh.... Benar-benar

menggoda untuk dapat aku sodok-sodok dengan batang besarku..." Renung

Mike yang hingga detik ini ia tak pernah memiliki keberanian untuk mencoba

hal tersebut.

Jadi, seks anal dengan Citra hanya sebatas imajinasi semata, sebagai

pelengkap ketika dirinya bermasturbasi.

TOK TOK TOK

Ketuk seseorang luar kaca jendela mobil Mike.


Kisah Keluarga Penzinah

Hampir saja ayah Clara itu loncat dari tempat duduknya karena kaget. Buru-

buru, ia menengok kesamping dengan rasa malu, mencari tahu siapa gerangan

orang yang berani mengganggu kesenangan paginya.

" Anjrit... Ada orang... " Ucap Mike panik, "Tapi Ehhhmm... Kaca mobilku khan

pakai kaca film... Jadi nggak mungkinlah apa yang aku lakuin ini dapat terlihat

dari luar... " Tambah Mike sambil mencoba menenangkan diri, sembari

mengatur detak jantunganya.

Dengan tatapan yang masih waspada, Mike melirik kearah orang tersebut

berada. "Sial... Ga keliatan... Cuman keliatan tonjolan teteknya.... " Ucap Mike

yang kemudian menutup batang penisnya yang masih tegang dengan

kemejanya, lalu menekan tombol jendela guna menurunkan kaca mobilnya.

"Hai Ayah Clara.. " Jawab sosok yang berdiri disamping mobil Mike sambil

membungkukkan badan. Ceria sekali suara itu. Benar-benar penuh semangat.

"Ee.. Ehhh... Karnia... " Jawab Mike.

Karnia Prameswari, adalah keponakannya. Ia merupakan anak dari Kakak Citra

yang tinggal tak jauh dari rumah Mike tinggal. Karnia juga teman seangkatan

Clara dari TK. Sepupu, teman main, teman nongkrong, teman curhat, sampai

teman dalam hal apapun. Bahkan jika boleh dikata Karnia adalah partner in

crime Clara dalam setiap kejahilannya.

"Yup... Karnia adalah teman nakal Clara...." Ulang Mike dalam hati sembari

mengingat sebuah kejahilan Karnia dan Clara beberapa waktu lalu, "Teman

yang sangat nakal...."

***


Kisah Keluarga Penzinah

"Siang Om... " Sapa Karnia ketika suatu Sabtu ia main kerumah Mike,

"Claranya ada Om...?" Tambahnya lagi.

"Eh... Karnia.... Masuk-masuk...." Jawab Mike cuek sembari terus menonton

tivi, " Claranya... Ada kok... Langsung aja keatas..." Tambahnya lagi tanpa

melihat kearah Karnia.

"Hmmm.... Claranya dikamar Om....?" Tanya Karnia yang tahu jika ia dicuekin

sambil melangkahkan kakinya kedepan Mike duduk. Dengan santai Karnia lalu

berdiri diantara tivi dan Mike, sebelum akhirnya ia mengamit tangan Mike dan

mencium tangan pamannya itu.

Merasa agak terganggu, mau tak mau Mike pun menatap sepupu Clara itu. "Iya

sayang.... Kamu langsung naik...." Mendadak, kalimat Mike terpotong.

Sepertinya ia terkejut melihat penampilan Karnia hari itu. Dengan hanya

mengenakan dress tipis berwarna pink dengan bukaan payudara yang cukup

rendah, Karnia terlihat begitu menggoda. Belum lagi dengan bawahan rok lipit

super pendek yang memperlihatkan kejenjangan paha dan betisnya yang

mulus. Benar-benar menggugah birahi Mike. Membuat batang penisnya mulai

bereaksi, untuk segera membesar perlahan.

"Kenapa Om....?" Tanya Karnia yang mendapati jika penampilannya hari itu

berhasil menarik perhatian ayah Clara.

"Eh nggak... Anuu... Clara.... Dia... Uuhmmm... Palingan Clara ada dikamarnya....

" Jawab Mike dengan tanpa mengedipkan matanya sedikitpun. Menatap dress

tipis Karnia yang seolah tak mampu menyembunyikan tonjolan kecil yang

tumbuh di gundukan payudaranya. Selain itu, rok lipit mininya yang hanya

beberapa centi dibawah selangkangan, juga terlihat begitu menggoda. Tak

mampu menutup sempurna celana dalam putih bergaris yang ia kenakan.


Kisah Keluarga Penzinah

"Eh iya... Tante Citra kemana Om...?" Tanya Karnia basa-basi,

"Nggg... Tante sedang kerumah temannya...."

"Ini tadi Mama Nia bawain makanan buat Om Mike..." Kata Karnia yang

kemudian membungkuk di depan tivi dan mengambil sesuatu dari tas

punggungnya. Karena roknya terlalu pendek, otomatis Mike dapat melihat

paha, pantat, dan celana dalam Karnia dengan jelas.

"Makanan apa Sayang....?" Tanya Mike yang mau tak mau ikut menatap

kemolekan kaki Karnia.

"Ini Om... Mpek-mpek...." Jawab Karnia yang kemudian meletakkan bungkusan

box plastik di meja yang ada di depan tivi. Lagi-lagi, Karnia membungkukkan

badannya, sengaja membuat Mike melihat belahan payudaranya yang mungil

dari bukaan dress rendahnya. "Lumayan Omm.... Buat nemenin Om yang

kesepian karena ditinggal istrinya... Hihihi..." Jawabnya sambil tersenyum

puas karena berhasil membuat Mike terpana akan kemolekan tubuhnya.

"Uhhmmm... Yaa... Gitu deh...."

"Hmmm....Oke deh Ooom... Nia naik ke kamar Clara dulu yaa... " Jawab Karnia

sambil berjalan pelan ke arah tangga.

Walau Mike sering mendapati Karnia mengenakan pakaian berukuran mini

ketika main kerumahnya, namun kali itu ia merasa jika Karnia sepertinya

berbeda.

"Karnia.... Hari ini kamu terlihat lebih montok dan seksi..." Gumam Mike dalam

hati sembari membetulkan posisi penisnya yang mulai semakin keras.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihi... Kenapa Om...? Kok sepertinya tegang gitu...?" Celetuk Karnia yang

ternyata mengetahui gelagat kikuk Mike dari atas tangga.

"Eh enggak... Nggak ada apa-apa kok... " Jawab Mike yang mengutuk dirinya

karena tak menyadari posisi Karnia yang masih memperhatikan dirinya.

"Ooowww... Oke.... Nia ke kamar Clara dulu ya Om... Ucap Karnia basa-basi

sembari terus tersenyum kearah Mike. "Eh iya Om... Kalo Om butuh apa-apa

buat... Ummm... Meredakan ketegangan di badan... Pangil Nia aja yaaaa Om...

Kali aja Nia bisa bantu Om selagi Tante Citra nggak ada dirumah... Hihihihi..."

Celetuk Karnia sambil memamerkan deretan gigi putih dan jilatan bibir

genitnya. Tak lama, gadis manis itupun segera berlari menaiki anak tangga

dengan cepat, dan menghilang ke balik tembok.

"Haaaah....? Meredakan ketegangan....? Apa pula itu maksudnya...?" Heran

Mike sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Sambil terus memperhatikan tayangan di tivi, Mike berusaha mengartikan

kalimat Karnia barusan, hingga akhirnya, Mike merasa jika kalimat Karnia

tersebut adalah sebuah kode.

"Anjritttt... Nggak mungkin.... Anak sekecil itu sudah tahu tentang...... Ah

nggak mungkin..." Batin Mike berusaha positif dalam mengartikan kalimat

Karnia barusan.

"Tapi... Anak jaman sekarang khan sudah jauh lebih pintar... Jauh lebih ngerti

tentang segala hal mengenai hubungan.... "

"Ahh..... Nggak mungkin... Karnia anak baik-baik kok..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Eehh tapi... Kalo itu bukan kode... Kenapa Karnia tadi berpakaian seperti itu

ya...? Sampai menanyakan Citra segala...?"

"Ah... itu khan hal yang biasa...."

"Tapi... Kalau itu memang kode... Anjriiittt.... Sumpah... Nakal banget kamu

Nia...?"

***

Entah berapa kali Karnia selalu menggoda Mike dengan kenakalan-kenakalan

seperti itu. Karena kejadian itu bukanlah satu-satunya kejadian dimana

keponakan Mike itu memamerkan keseksian tubuhnya. Ketika mereka liburan

kepantai, ketika Karnia numpang mandi, bahkan ketika sepupu anaknya itu

menghabiskan liburan kenaikan kelas. Ia selalu bertinggak genit seperti itu.

"Belom berangkat kerja Om...?" Tanya Karnia membuyarkan lamunan Mike.

"Eh... Iya nih.... Kamu juga mau berangkat ke sekolah ya....?" Balas Mike yang

sejenak lupa akan batang penisnya yang masih menjulang tinggi dan keluar dari

resleting celananya.

"Iya Om... Lagi santai aja sambil jalan-jalan pagi..." Jawabnya sambil

tersenyum, "Om udah lama disini....? Pasti nungguin Nia lewat ya...?"

Tambahnya lagi sambil memilin-milin rambut cokelat panjangnya.

"Nungguin Nia... ? Hahaha... " Mike tertawa mendengar celetukan Karnia,

"Enggak lah.... Om cuman ingin... Mmm....Menjernihkan pikiran sebentar...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Owwhh... Clara Mana Om....?" Tanya Karnia sembari menjulurkan kepalanya

masuk kedalam kabin mobil dan mencari sepupunya, "Dia nggak bareng Om...?

ASTAG....."

Seketika, mata Karnia melotot. Alih-alih melihat Clara ada didalam mobil,

gadis kelas 2 SMP itu malah mendapati kepala penis Mike yang menjulang

tinggi tak tertutup kemeja kerjanya.

Dalam hitungan detik, Karnia merasa jika wajah, leher dan tubuhnya memanas.

Malu sekaligus penasaran dengan apa yang terpampang jelas di depan kedua

matanya.

Memang semenjak kecil, Karnia memiliki rasa ketertarikan dengan ayah Clara

ini, dan oleh karenanya ia pun sering berfantasi jorok dengannya.

"ASTAGA.... Oomm..." Celetuk Karnia sembari menutup mulutnya.

"Eh....? Kenapa...?" Jawab Mike bingung.

"I... Itunya... Kontol Om... Keliatan... " Jawab Karnia sembari malu-malu

menunjuk kearah penis yang tumbuh di selangkangan Mike.

"Eh... Ya ampuuun... Maaf Nia..."

"Nggg... Astaga Om..."

"Sumpah...Maaf... Om nggak sengaja.... Om cuman..."

"Nnnngg.... Nggak apa-apa kok Om... Cuman.. Om sedang ngapain sih....?

Astaga... Nia bener-bener nggak percaya udah ngelihat..... Ohhh... Asstaga

Ommm...."


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat kejantanan pria yang ia kagumi, terpampang didepan mata, membuat

Karnia mendadak lemas. pikirannya seketika melayang jauh.

"Kontol Om Mike... " Batin Karnia sambil membayangkan kebenaran cerita-

cerita yang sering ia dengar dari mulut Clara. "Memang besar sekali.... Benar

benar besar sekali....." Tambah Karnia kagum.

Walau hanya melihat dalam sekelebatan mata, Karnia dapat merekam setiap

jengkal penis yang ia kagumi itu. "Kepala kontolnya berwarna cokelat, dengan

mulut penis yang mengkilat penuh dengan lendir.... Batangnya penuh dengan

urat kecil-kecil yang menonjol disekujur batangnya.... Dan rambut jembutnya

yang lebat... Uuuuhhh... Benar-benar kontol yang jantan..." Batin Karnia

sembari terus mengulang-ulang rekaman penis Mike di otaknya.

"Tapi... Apa itu yang ada di leher kontol Om Mike ya...? Seperti lendir busa

berwarna keputih-putihan...?"

"Karnia...? Kamu kenapa sayang...? Nia...?" Tanya Mike sembari melambai-

lambaikan tangan kewajah gadis remaja itu,"Karnia...?"

Melihat kecemasan diwajah pria yang ia kagumi, ditambah melihat penis yang

selalu ia mimpikan, mendadak Karnia merasakan sebuah rasa aneh didada. Ia

merasa jika rasa yang sudah tak pernah ia rasakan tiba-tiba datang kembali.

Dan membuat kedua kakinya mendadak lemas.

"Kamu nggak apa-apa Sayang...?"

"Nggg... Iya Om.. Nia nggak kenapa-napa kok...." Bohong Karnia sembari

berpegangan pada pintu mobil Mike.

"Kok kamu keliatan lemas gitu sih....? Yuk Om anter kamu sampai sekolah...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggg... Dianter Om Mike....?" Sejenak gadis cantik itu ragu. Untuk

memutuskan jalan kaki sepanjang sisa perjalannya kesekolah. Atau ikut

bersama ayah Clara yang sepertinya, agak sedikit mesum itu.

Mike tahu, dari gelagat Karnia, gadis muda ini memikiki rasa ketertarikan

dengannya. Dan sepertinya Karnia juga sudah cukup dewasa untuk bisa diajak

sedikit bersenang senang dengannya.

"Ngg... Beneran nggak ngerepotin nih Om...?" Tanya Karnia yang berusaha tak

melirik kepala penis Mike yang masih tak tertutup kemeja kerjanya itu.

"Iya... Ayo... Sini masuk...." Kata Mike sembari membukakan pintu mobilnya.

Dengan malu-malu, Karnia pun masuk dan duduk disamping Mike. Dengan

canggung, karnia meletakkan tas punggungnya di lantai mobil.

"Nggg.... Maaf Om... Karnia nggak tahu kalo Om tadi sedang... Nggg...." Ucap

Karnia lirih.

"Mmm..... Nia... Om bisa cerita sedikit rahasia Om nggak...?"

"Rahasia...?" Dada Karnia mendadak berdetak begitu kencang, sampai-sampai

getaran jantungnya terlihat di baju seragam tipisnya, "Nggg.... Sepertinya

bisa Om..."

"Kamu tadi tahu nggak...? Om sedang ngelakuin apa...?"

"Ngg... Apa ya Om... " Tanya Karnia yang mau tak mau melirik kembali kearah

penis Mike yang masih keras itu.

"Jangan kaget ya...."


Kisah Keluarga Penzinah

Karnia tak menjawab, ia hanya mengangguk pelan sembari terus melirik kearah

penis Mike

"Tadi....Om... Sedang onani..." Jawab Mike.

"Apa Om... Onani...?"

"Iya sayang.... Om kadang suka onani disini..."

Mata Karnia melotot. Mulutnya menganga.Dan mukanya kembali memerah.

"Maaf ya Nia.... Kalo mungkin perkataan Om tadi membuat kamu jadi nggak

enak..."

"Ngg iya Om.. Nggak apa-apa kok... " Jawab Karnia sambil menarik nafas

panjang, berusaha menenangkan diri, "Ngg.... Emang bisa Om...? Maksud

Karnia... Disini khan ramai...?

Lagi lagi, Karnia melirik kearah penis Mike, "Astaga itu kontoooollll... Besar

sekali.... Ayo deee... Julurkan tanganmu... Sentuh kontol Om Mike..." Jerit

batin Karnia.

"Hahaha.... Bisa dong....Nah buktinya tadi khan Om sedang onani...." Jawab

Mike sambil tersenyum.

" Kok Om nekat banget sih...? Ngocok-kocok.... Ummm.... Ditempat umum

gini....? Kalo keliatan orang gimana Om...?"

"Kalo keliatan... Ya diajak aja sekalian.... Hahahaha...." Canda Mike.

"Ihh.. Si Om mah malah becandaan mulu.... Trus apa enaknya Om...? Bukannya

Om dan tante Citra sering... Ummm... Begituan...?" Tanya Karnia, "Emang masih

kurang ya Om...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Hahaha... Polos sekali kamu Nia.. Enggak bukan kurang... Tante Citra sih sudah

benar-benar mampu memuaskan Om... Cuman... Yah gitu... Kadang Om aja yang

nggak bisa menahan nafsu Om..."

"Emang...Semalam nggak dikasih ya Om..?" Selidik Karnia.

"Hahaha.. Dikasih kok... Dua kali malah... Cuman tadi sebelum Om berangkat...

Ada sedikit gangguan dari Clara... Yang akhirnya membuat Om jadi... Yah

nanggung begini..."

"Ummm.. Gitu ya Om... Iya sih... Nia juga ngerti rasanya kalo sedang

nanggung... " Jawabnya sambil manggut-manggut, "Cuman Om... Emmmm...

Bukannya... Kalo sedang nanggung gitu... Rasanya khan nggak enak banget Om...

?"

"Nahh... Tuh kamu tahu.... Maka dari itu... Kalo Om merasa agak-agak... Eemm...

Kurang puas... Om sering kesini.... Ngelihat cewe-cewe kampus dan kantoran

yang berpakaian seksi buat bahan... Hmmm... Kamu tahulah..."

"Nggg.... Begitu toohh... "

"Eh... Tapi sorry ya Nia... Kalo Om malah jadi curhat ama kamu..."

"Ah nggak apa- apa kali Om... Nia juga udah sering kok jadi tempat curhat

temen temen Nia..."

"Bagus... Jadi Om nggak perlu khawatir khan ya...? Kalau-kalau kamu bakal

bocorin rahasia Om ini.. ?"

"Iya Om... Tenang aja....Rahasia Om pasti aman kok di mulut Karnia...." Jawab

Karnia sambil memperagakan mengunci mulutnya rapat-rapat,"Jadi Om...

Uummmm... Karnia perlu tinggalin Om nggak...? Biar Om bisa nerusin... Nggg..


Kisah Keluarga Penzinah

" Tambah Karnia sambil memperagakan tangannya naik turun, seperti sedang

beronani.

"Ohh... Nggak perlu Sayang... Nggak apa-apa kok kalo Nia masih mau disini..."

Sergah Mike.

"Beneran nih Om..?"

"Iya... Malah... Sekarang Om berpikir... Gimana kalo seumpama... Kamu bisa

bantu Om buat..."

"Buat apa ya Omm...?" Tanya Karnia sambil tersenyum genit.

"Yaaah... Kali aja... Karnia mau... Ngg.... Ini...Usap-usap titit Om dikit...?"

"Usap-usap...?"

"Iya Sayang.... Yah... Biar Om cepet selesai...."

Karnia mengangguk. Ia tak mengira jika apa yang sering ia bayangkan selama

ini terjadi pagi itu.

"Beneran kamu mau Sayang...?" Tanya Mike seolah tak percaya.

"Iya Om.... Apa sih yang nggak buat Om Mike...?" Jawab Karnia sambil terus

menatap penis besar Mike.

"WOW... Siplah kalo begitu..." Ucap Mike yang kemudian buru-buru

melonggarkan ikat pinggangnya dan menurunkan celana kerjanya hingga lutut

paha. Membuat penisnya semakin bebas mencuat tanpa terhalang apapun. "Eh

tapi.... Mmmm... Apa kamu .. Pernah melihat atau menyentuh titit

sebelumnya...?" Tanya Mike.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ummm... Kalo nyentuh titit sih.... Nia udah jarang Om... "

"Loh...? Terus...? Kamu belum pernah nyentuh titit sebelumnya...?"

"Mmmm... Iya Om... Terakhir Nia pegang titit tuh kira-kira 3-4 tahun lalu

Om..."

"Oooww... Jadi kalo gitu kamu belum pernah ngocokin titit ya Sayang...?"

"Hmmm... Kalo ngocokin titit sih belum pernah Om... Nia lebih sering ngocokin

kontol..."

"Haah...?" Heran Mike.

"Hihihi....Iya Om... Kalo ngocokin kontol... Nia mah sering banget Om.... Tapi

titit Nia belum pernah... Masa Nia mau ngocokin barang punya anak kecil

Om...? Hihihi...."

"Astaga....Hahahaha... Kamu pinter sekali sayang... Iya.. Titit memang buat

anak kecil"

"Hihihi... Bener khan Om... ?" Kata Karnia yang kemudian tanpa bertanya,

segera menjulurkan tangannya dan meraih batang penis Mike. "Kalo ini mah

namanya kontol Om... Kontol yang... Nggg... Besar sekali Om..."

"WOW... Tangan kecilmu terlihat seksi sekali Nia... Om suka sekali caramu

memperlakukan titit... Ehmmm... Kontol Om... Sini Sayang... Lebih mendekat

lagi...."

Karnia menatap penis Mike dengan tatapan sayu, tatapan dimana rasa kagum

menyelimuti hatinya. "Makasih Om..." Jawabnya lirih. Sambil malu-malu,


Kisah Keluarga Penzinah

Karnia celingukan mencari tahu kondisi disekitar mobil, sebelum kemudian ia

menggeser duduknya hingga menghadap kearah Mike.

"Santai aja Sayang.... Mobil Om aman kok... Kacanya gelap... Jadi apa yang kita

lakuin nggak mungkin bisa kelihatan dari luar...." Erang Mike seiring gerakan

jemari mungil Karnia ketika menggenggam gemas batang besarnya. Dan

perlahan, Karnia pun mulai menggerakkan tangannya naik turun dengan lembut

sembari sesekali meremas lembut buah zakar Mike.

"Cara kocokanku benar nggak Om...?"

"Ohhh... Nia....Kamu pintar sekali Sayang..." Ucap Mike dengan nada berat.

Tubuhnya merinding dan sesekali menggelijang nikmat.

"Enak Om...?"

"Ooohh.... Iya... Enak banget sayang... Shhhh.... " Ucap Mike yang merasa jika

gelombang orgasmenya semakin mendekat. Tapi ia tak mau untuk cepat-cepat

keluar. Ia harus bisa membuat Karnia lebih terbiasa dan lebih dekat

kepadanya. Tentu, supaya ia bisa menikmati tubuh ranum keponakannya itu

lebih jauh lagi.

"Om sama sekali nggak nyangka loh.... Kalo kamu tuh ternyata pinter sekali

ngocok titit..." Puji Mike sembari mengusap rambut coklat Karnia.

"Kontol Om... Bukan titit... " Koreksi Karnia.

"Eh iya.. Kontol... " Ujar Mike, "Kamu pasti sering banget ya mbantuin cowo-

cowomu buat ngocokin kontol mereka seperti ini...?"

"Mmmm... Ga sering sih... Palingan yah... Seminggu 5-6 kali... "


Kisah Keluarga Penzinah

"Waaaah... Busyeeettt.... Itumah hampir sehari sekali Nia....".

"Ehh iya ya Om... ? Hihihi....Habisan cowo Nia pada iseng-iseng sih..."

"Pada iseng-iseng...? Emang cowokmu ada berapa...?"

"Hihihi... Berapa ya? Ada empat kali Om..."

"Sssh....Haaah... Empat....?" Gelijang Mike, "Banyak juga yak...?"

"Ah.... Biasa aja deh Om.... Hihihi....CUP CUP..." Jawab Karnia genit sembari

memajukan tubuhnya kearah selangkangan Mike dan mengecup kepala penis

Mike sambil menyeruput cairan precum yang keluar dari ujung mulut penisnya.

"Uuuuhhh.... Niaaa.... Ssshh...." Erang Mike keenakan, " Eh iya.... Sebelum ini....

Kamu udah pernah masturbasi belum Sayang...?" Tambahnya lagi sambil mulai

merabai paha kanan Karnia.

"Hmmm.... Udah Om..." Jawab Karnia sembari terus mengocok penis besar

Mike, " Kalo orgasme mah Nia udah sering.... Hihihi..... " Jelas Karnia yang

kemudian menggesek-gesekkan kepala penis Mike pada bulu-bulu lidahnya

yang kasar.

"Ssshh....Ooohh....Bagus.... Ohhhmmm.... Kalo orgasme...?" Perlahan, jemari

Mike semakin naik keatas, kearah paha dalam sepupu Clara itu. Mengusap paha

mulusnya hingga menyentuh gundukan vagina Karnia yang masih terbungkus

oleh celana dalamnya.

"Nggg... Masturbasi....?" Jawab Karnia kaget. Ia tak menyangka jika ayah

Clara itu begitu nakal sekaligus membuatnya penasaran. " Itu juga udah Om..."

Tambah Karnia yang kemudian membuka lebar kedua pahanya, mempersilakan

tangan jahil Mike semakin masuk kedalam roknya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Kalooo....." Mike sengaja tak meneruskan kalimatnya, ia hanya menunjukkan

simbol jempol terjepit di sela-sela telunjuk dan dari tengah.

"Hmmm.... Ngentot maksud Om....?"

"Woow.... Vulgar sekali kata-katamu Sayang.... Hahaha...." Tawa Mike, "Iya

ngentot...."

"Hihihi... Kalo ngentot sihhh... Belom Om.... " Jawab Karnia yang kemudian

memelintir buah zakar Mike, membuat ayah Clara itu meringis-meringis ngilu...

"Uuuuhhh....Ssshh..... Jadi kamu masih perawan dong....?"

"Nggak juga sih Om.... Khan memek Nia udah diperawani ama jari-jari ini...

Hihihi.... "

"Hahaha... Kamu tuh.... Nakal banget ya....?" Puji Mike sembari mulai meraba-

rabai vagina Karnia dari luar celana dalamnya, "Kalo belom pernah begituan....

Trus cowo-cowomu gimana....? Apa mereka nggak pengen minta "

"Pengen semua sih... " Jawab Karnia yang tiba-tiba menampakkan wajah

muram, "Cuman khan... Nia nggak mau ngasih memek Nia buat cowo-cowo kaya

mereka Om... "

"Loh... Emangnya mereka kenapa....? Khan kalian bisa sama-sama enak....?"

"Mmm... Sama-sama enak..? Hmmm....Nggak juga sih Om...." Jawab Karnia

sembari menghentikan kocokan tangannya, "Udah ah Om... Gausah ngebahas

cowo-cowo Nia Om... Nia jadi malu..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hehehe... Oke oke deeeeh.... Om nggak bakal nanyain lagi tentang mereka... "

Jawab Mike buru-buru meralat kalimatnya, "Tapi hebat juga ya kamu Sayang...

Bisa nahan diri buat nggak ngentot... Hehehe...."

"Sebenernya sih Nia....Nggg.. Pengen Om... Cumaaan... Mungkin pake jari aja

dulu kali ya... Hihihi...."

"Wooww.... Nahan diri dulu ya....Hebat juga kamu Nia... " Puji Mike lagi, "Eh

iya...kalo kamu sering ngocok kontol... Berarti Uhhmmm... Ssshh.... Kamu tahu

dong kalo kontol cowo ketika keluar itu seperti apa...?" Tanya Mike yang tiba-

tiba gelisah.

Karnia mengangguk. "Muncratin pejuh Om.. Bener khan...?"

"Iyak... Bener banget... " Jawab Mike sambil mencari-cari tissu di dashboard

mobil, "Uhh... Uhh... Dimana ya...?"

"Cari apaan Om..?"

"Ooohh... Om cari tissu sayang... Sepertinya sebentar lagi Om bakal keluar...

Ohhh.... Enak banget kocokan jemarimu Nia..."

"Mmm... Om mau keluar ya Om..?"

"Shhh... Iya Sayang... Cuman kayanya tissu Om abis... Dan Om bingung mau

muntahin pejuh Om dimana ya....? Mana Om ga bawa baju ganti..." Gerutu Mike

yang masih kebingungan mencari pengganti tissunya.

"Mmmm.... Om mau nggak...? Buang pejuh Om di mulut Nia...? Biar pejuh Om

ga muncrat kemana-mana...?"

"Ahhh yang bener Sayang....?


Kisah Keluarga Penzinah

Karnia mengangguk sembari terus menjilati dan menggesekkan batang penis

Mike ke bulu lidahnya yang kasar. Membuat ayah Clara itu semakin

menggelijang keenakan.

"Emang.... Emang nggak apa-apa Nia...?"

"Iya Om... Itu kalo... Uhhhmmm... Kalo Om mau sih..."

"Waahhh.... Mau banget sayang... Om mau banget..." Girang Mike.

Tanpa mengucap kalimat apapun, Karnia segera membungkukkan tubuhnya

kearah selangkangan Mike lebih jauh lagi. Dan tanpa diperintah, gadis remaja

itupun membuka mulutnya lalu mencaplok kepala penis dan batang penis ayah

sepupunya itu dalam-dalam.

"HAP.... Nyam nyam... Sluuurrpp...."

"Oohhh... Deepthroaaaaat.... Om suka sekali Sayaaang.... Ooohhh...."

" Sluuurrrppp... Gaag Gaag....Nyam nyam... Sluuurrpp....."

"Oooohhh.... Suumpaaah...Hangat sekali mulutmu Sayang... " Ucap Mike

sembari memegang belakang kepala Karnia dan menekannya lebih jauh kearah

selangkangannya.

"Ooohh...Heelan-helan Om... " Protes Karnia.

Namun, karena Mike sepertinya sudah tak mampu menunda lagi kedatangan

gelombang orgasmenya, ia semakin membenamkan kepala Karnia lebih dalam

lagi.

"Helan Ooommm.... GAAG... Gaag gaag gaag..." Celoteh mulut Karnia.


Kisah Keluarga Penzinah

Merasakan kenikmatan oral seks dengan gadis muda, membuat orgasme Mike

segera datang. Dengan sambil memejamkan mata, ayah Clara itupun mulai

mengerang-erang keenakan.

"Ohh Nia... Om mau keluar ya Sayang... Buka mulutmu lebar-lebar nak.... Buka

yang lebaaar...."

"Aaaaahhhhh.... " Karnia segera membuka mulutnya lebar lebar dan

melonggarkan otot tenggorokannya. Sebisa mungkin, gadis muda ini berusaha

untuk dapat membungkus batang penis Mike ketika ia orgasme.

Namun ketika Mike akan mengeluarkan gelombang orgasmenya, tiba-tiba

handphone Karnia berbunyi nyaring. Melantunkan music instrumental yang

membuyarkan konsentrasi Mike. Buru-buru, Karnia mengeluarkan handphone

itu dari saku bajunya dengan susah payah.

"Sllluuurrrpp... Hclara nih Om.... " Ucap Karnia sambil memperlihatkan siapa

penelpon itu.

"Aaahh... Claaraaaa.... Nggak dirumah... Nggak dijalan.... Ngeganggu Papanya

seneng-seneng aja...." Gerutu Mike begitu melihat photo putrinya di

handphone Karnia. "Udah-udah.... Nggak usah diangkat Nia... Biarin aja...."

Jawab Mike yang kemudian meminta keponakannya itu meneruskan seks

oralnya.

"Tapi.. Kalo nggak diangkat... Clara pasti bakalan telpon terus Om...." Jawab

Karnia sembari terus mengurut penis Mike dengan satu tangan.

"Hmmm.. Iya juga sih..." Jawab Mike mengiyakan kebiasaan putrinya ,"Yaudah

deh... Terserah kamu..."


Kisah Keluarga Penzinah

Tiba-tiba, Karnia meneruskan mengoral penis Mike kuat-kuat, jauh lebih kuat

dari sebelumnya. Sebelum kemudian, keponakan Mike itu menekan tombol

'answer', menjawab telephone putri Mike.

"Uuuhh... Sayaaaanggg.... Niaaa... Enak bangeet...."

"Halloo...? Nia....? Hallooo....?" Suara cempreng Clara langsung terdengar

nyaring memecah suasana mesum dalam mobil Mike, "Nia... Itu suara siapa....?

Hallooo Nia....? Kamu dimana....? Hallo...?"

Alih-alih menjawab pertanyaan sepupunya, Karnia malah mengoral penis Mike

lebih hebat lagi. Membuat ayah Clara itu semakin kelojotan.

"Sluuuppp... Cup... Cupp... Sluuurrpp.... Muaah...." Jawab Karnia dengan suara

basah lidahnya menyapu kepala penis Mike sembari menepuk-tepukkan batang

besar itu pada mulutnya. "PUK PUK PUK...."

"Ssshhhttt... Nia... Ada Clara loh... Nanti kedengeran...." Bisik Mike sembari

mencoba menahan perlakuan nakal keponakannya.

"Hihihi... Biarin aja Om.... Udah gedhe ini.... " Jawab Karnia, tak mempedulikan

protes Mike.

"Hallooo... Nia.... Jawab dong...." Panggil Clara lagi

"PUK PUK PUK.... Sluuuppp... Cup... Sluuurrpp.... Muaah...."

"Iiiihhh.... Nia.... Kamu sedang apa sihh...? Kok suaranya basah-basah gitu....?

Hallooo....? Niaaa....?"

Mendengar celotehan putrinya selagi mendapatkan oral seks dari

keponakannya, membuat gelombang orgasme Mike tiba-tiba tak tertahankan


Kisah Keluarga Penzinah

lagi. Buru-buru ayah Clara itu kembali merogoh kedalam selangkangan Karnia

dan merabai vaginanya.

"Oooh... Om... " Desah Karnia sembari terus menjilati penis Mike.

"Kamu udah becek ya Sayang...?"

"Hallloooo....? Becek becek apaan sih....? Karnia... Kalian sedang apa....?"

Celoteh Clara tak habis-habisnya.

"Sayang... Om boleh minta celana dalam kamu nggak...?" Bisik Mike sambil

menarik-narik celana dalam Karnia.

"Buat apa Om...?"

"Om pengen nyium aroma memek yang nempel dicelana dalammu Sayang...

Boleh ya....?"

"Karnia... Jawab telponku dooonk.... Karnia...?"

Tanpa berkata apa-apa lagi, Karnia segera menaikkan kakinya, melepas celana

dalam nyayang sudah basah karena lendir vaginanya. Lalu ia pun menyerahkan

pada ayah Clara.

"Makasih sayang..." Jawab Mike yang buru-buru mendekatkan celana dalam

Karnia kehidungnya. Lalu ia memegang kepala belakang Karnia dan kembali

menekan dalam-dalam kearah selangkangannya.

" GAAG... GAAAG.... GAAG... GAAAG...." Suara kocokan tenggorokan Karnia

pada penis Mike.

"Hallooo....? Niaaa...? Kamu nggak sedang bersetub....? Astaagaa......." Gerutu

Clara yang tiba-tiba diam.


Kisah Keluarga Penzinah

" GAAG... GAAAG.... GAAG... GAAAG...."

".... Ooohh... Nia.... Ooohh..... Om keluar Nia Sayang... OM KELUAARRR....

Ooohh.... Ooohh.... Ooohh.... Om KEEELUAAARRRR....... Om keluar Nia

Saaayaaaangggg...... " Erang Mike sembari menekan kepala Karnia dalam-dalam

kearah selangkangannya.

CROT CROT CROOCOOT CROOT..

Gumpalan sperma panas langsung menyerbu rongga mulut Karnia. Memenuhi

setiap sudut mulut mungilnya hingga penuh.

"Ooohh... Karniaaakuuu Sayaang... " Lenguh Mike sambil terus menyemburkan

sperma panas dari lubang penisnya. "Telan semua pejuh Om sayang... Telan

semuanyaaa..." Racau Mike sembari terus mengejan-ngejan sambil menekan

kepala sepupu putrinya itu dalam-dalam kearah selangkangannya. Tanpa

mempedulikan jika di handphone Karnia masih belum mati. Handphone itu

masih tersambung dengan handphone putrinya.

"Halloo...? Nia....?" Tanya Clara yang masih menunggu respon sepupunya,

"Karnia... Jawab dooong... Aku kaya orang gila nih teriak-geriak ama

handphone.... Kalian sedang apa....? Sedang mesum ya...? Hallooo...?"

"Bentar ya sayang... Karnia masih sibuk... " Jawab Mike tiba-tiba membuka

suara dengan nada sebal.

"Hallooo...? Ini siapa....? Karnianya mana....?"

"Karnia ada dideket sini kok... Bentaran ya... "

"Ini siapa sih....? Kok suaranya Clara kenal...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Siapa coba....?"

"Papa yah....? Papa sedang ngapain ama Karnia...?"

"Hehehe... Papa siapa...? Bukan sayang...." Jawab Mike berbohong,

"Iya... Ini Papa Clara.... " Ucap Clara yakin, "Papa abis ngapain ama Karnia...?"

"Papa Papa...Huuu... Ngawuuur....Hehehe.... Udah-udah....Nanti Karnia bakal

nelpon balik... Daaahh..." Jawab Mike yang kemudian menekan tombol off pada

handphone keponakannya itu lalu mengantongkan handphone itu dikantong

seragamnya

"Berisik ah.... Nggak dirumah... Nggak dihandphone.... Ngeganggu aja...." Ucap

Mike sebel.

Lega, sekaligus puas. Mike tak menyangka jika dalam hitungan menit, ia bisa

melampiaskan nafsu birahinya yang sempat tertunda tadi pagi kepada

keponakannya. Pada seorang gadis berusia 15 tahun yang baru pertama kali

memegang penis besarnya. Terlebih, Mike orgasme sambil ditemani oleh suara

putri kandungnya.

Dan setelah dirasa semua spermanya sudah tak ada yang keluar lagi, Karnia

segera menegakkan punggungnya lagi. Sembari tersenyum pada Mike.

"Hemua pejuh Om haku helen ya Om... ?" Tanya Karnia sambil membuka

mulutnya, memamerkan semua sperma Mike yang menggenang di dalam

mulutnya. "Nyap ncap.... Aaaaahhh......" Dalam sekali teguk, sperma Mike

itupun langsung habis tak tersisa.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ooohh... Seksi sekali kamu Sayang.... Makasih ya... " Ucap Mike sembari

mengelus-elus paha Karnia. "Om benar-benar nggak nyangka kalo kamu

semahir ini..."

"Hihihi... Biasa aja kok Om... " Jawab Karnia sambil tersenyum. "Nia juga nggak

nyangka kalo Om bakal ngejawab telpon dari Clara...Sumpah... Om berani

bener...."

"Hehehe... Iya ya... Habisan dia berisik banget sih...."

"Kira-kira... Clara tahu nggak ya Om...? Kalo kontol Papa kesayangannya ini

udah nyodok-nyodok mulut keponakannya...? Hihihi...?"

"Hmmm... Moga-moga nggak tahu ya..."

"Hihihi.... Kalo tahu juga nggak apa-apa khan Om...? Hihihi...."

"Gampang... Itu nanti urusan Om..." Jawab Mike mencubit dagu lancip Karnia

gemas.

"Makasih juga ya Om... Udah ngebagi pejuh Om buat Nia..."

"Iya sayang... Malahan... Om nih yang ngerasa beruntung banget... Udah

sempet kamu bantuin...."

"Hihihi.... Eh iya... Sekarang gimana rasanya Om.... Udah berhasil ngecrotin

mulut Nia...?" Goda Karnia, "Puas...? Udah nggak nanggung lagi khan...?"

"Hahaha.... Kamu memang gadis yang multitalenta Sayang.... Udah cantik,

seksi, jago nyepong pula...."

"Hihihi... Sama nggak sepongan Nia dengan sepongan Tante Citra...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Hmmm...Kurang lebih sama kok... Sama-sama enaknya.... Hehehe..." Jelas

Mike, "Eh iya... Om juga sering ngejilatin memek Tante Citra loh..."

"Haaa... Serius Om...?"

Mike mengangguk dan menjilati bibir tebalnya. Seolah mengibaratkan bibir

itu adalah vagina Citra.

"Kamu pernah nggak..? Rasanya sih enak banget... Kalo kata Tante Citra sih

kaya dibawa terbang sampai ke kahyangan..."

"Ngggg.... Nia pernah sih.... Cuman..... " Mendadak, vagina Karnia membanjir,

"Cuman....?"

"Cuman Nia udah lama nggak ngerasaiinnya lagi Om.... Udah lama banget...."

"Kamu mau nggak memeknya Om jilatin...? Yah itu juga kalo kamu mau... " Balas

Mike.

"Wow... Beneran Om... ?" Jawab Karnia seolah tak lercaya dengan apa yang ia

dengar. Dan seketika itu, Karnia merasa jika rasa malu yang semula ada pada

dirinya tiba-tiba lenyap. dan tergantikan oleh rasa penasaran sekaligus birahi

yang membumbung tinggi.

"Iya... Kamu nggak percaya ya...?" Tanya Mike yang kemudian kembali

mengelusi paha dalam Karnia dengan telapak tangannya. Lalu beranjak naik

kearah selangkangannya yang sudah begitu basah.

Mike lalu melihat jam di dashboard mobilnya. "Kamu masuk jam berapa Nia...?

Kalo masih lama Om bisa kok jilatin memekmu sekarang...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Ngg... Kira-kira.... ASTAGA... OM.... Ini udah mau masuk Om...." Pekik Karnia

heboh yang buru-buru mengambil tas punggungnya dan keluar dari mobil Mike.

"Om.... Nia berangkat dulu ya... Nia udah telat banget nih...." Seru gadis SMP

itu sembari mencegat ojek dan segera menaikinya. Dengan terburu-buru,

Karnia meninggalkan Mike tanpa mengenakan celana dalamnya lagi.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 6 | Cerita Disekolah

"Karnia Prameswari..... Kemana aja kamu tadiii....? Janjian ketemuan pagi...

Nggak dateng-dateng... Ditelepon ga dijawab-jawab...? Sekalinya ngejawab....

Eh cowo... Mana jawabnya pake suara-suara aneh lagi... Kamu tadi sedang apa

heeeh....?" Cerocos Clara tak henti-hentinya ketika

karnia tiba di gerbang sekolah. "Eh mana buku PR-ku..? Kamu nggak lupa bawa

khan..? Jangan sampe bilang kamu lupa ya... Pelajaran pertama aku pelajaran

Pak Surip nih... Guru killer paling nyebelin..." Tambah Clara sembari

menyodorkan tangannya. Meminta buku PR yang dipinjam Karnia.

"Iya iya... Ini aku udah bawain... Tenang aja... Aku nggak lupa kok... " Jawab

karnia yang buru-buru menghentikan langkahnya lalu membongkar tas

sekolahnya. Kemudian ia menyerahkan selembar buku berwarna merah muda

pada Clara.

"Heeeeh... Panjul... Kamu belom jawab pertanyaanku tadi... " Gerutu Clara lagi.

"Heeee...? Pertanyaan apa..?" Jawab Karnia bingung sambil kembali

melangkahkan kakinya menuju kelas.

"Waaah. Pake pura-pura pikun... Tadi... Pas aku lagi nelpon kamu.... Kamu lagi

apa heee....?"

"Ooohh.. Ituu.....Hehehe.. Maaf ya Say... Tadi masih nanggung... " Jawab Karnia

sambil nyengir.

"Nanggung mesum....?"

"Mesum... Hihihi....Emang tadi kedengeran ya....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Gimana nggak kedengeran...? Orang tadi suara kalian tuh kenceng amat...."

"Hehehe... Ya maaf deeeh.... Abisan tadi bener-bener lagi nanggung...."

"Iiiihsss..... Emang ya... Dasar wanita murahan... Ama cowo mana lagi nih...?"

"Cowo..? Idiiihhh..... Bukan keleeeuus... Itu tadi pria beristri..."

"Haaa? Serius...?" Tanya Clara kaget, "Siapa siapa...? Tadi kamu ama siapa....?

Aku kenal nggak...?" Berondong Clara ingin tahu.

"Hehehe... Ada deeeh... Ntar juga kamu tau kok..."

"Ihhss... Gitu yaaa...." Sewot Clara "Sekarang... Pake rahasia-rahasiaan....

Oke... Cukup tahu aja...."

"Ceileee.... Beneran Say... Aku sekarang belom bisa kasih tahu... Ntar deh...

Kalo waktunya udah tepat.... Bakalan aku beberin semuanya...."

Sejenak, Clara menatap tajam kearah sepupunya itu. Kemudian Clara

menjulurkan tangannya kearah mulut Karnia.

"Itu... Dibibir kamu ada bekas apaan...?" Tanya Clara sambil mengusap sudut

bibir Karnia dengan ibu jarinya, "Lendir bening ini bukan bekas pejuh khan...?"

"Eh mana...?" Tanya Karnia sambil memegang ibu jari Clara dan mendekatkan

ke wajahnya.

"NYAM....." Jawab Karnia sambil melahap ibu jari Clara," Nyap... Nyap....

Sepertinyaaa.... Ini memang bekas pejuh.... Hehehehe..." Jawab Karnia

spontan sambil berlari meninggalkan Clara.

TENG TENG TENG


Kisah Keluarga Penzinah

Suara lonceng sekolah terdengar nyaring, tanda jam pelajaran akan segera

dimulai.

"Iiihhss... Karniaaaaa.... Kamu tadi habis ngapain sih....? Ayo cerita doooong...."

Kejar Clara sembari menyusul Karnia kedalam kelas.

***

"Bang.. Sotonya satu ya... Pake ceker..." Pinta Clara yang menjelaskan

pesanannya kepada Bang Ramos, si penjual Soto di kantin sekolah, "Jangan

lupa... Krupuk...Sambalnya dua sendok... Telor bulatnya dua... Ama nggak pake

toge ama kubis....Trus.... "

"Di...Pi... Sah.... " Sahut Bang Ramos, seolah tahu kelanjutan kalimat Clara.

"Siap Neng Ayu.... Soto special buat kembang sekolahan ini bakal segera

dikirim ke meja.... Neng Karnia juga...?"

"Enggak Bang... Bosen... Hari ini aku mau pesen siomay...."

"Hai Clara...." Sapa Nano, cowo idaman cewe-cewe seangkatan Clara yang tiba-

tiba muncul sambil membawa semangkok soto Bang Ramos pesanan Clara. "Ini

soto pesanan kamu...."

"Looohh.. Ehh... Kak Nano.... " Jawab Clara malu-malu, "Kok malah kakak yang

nganter soto aku...?"

"Hehehe... Nggak apa-apa kok.... Itung-itung sembari aku ngunggu pesenan

soto aku juga..." Jawab Nano sambil tersenyum manis.

"Waah... Kak Eno juga sampe repot-repot bawain minum segala..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Eh iya dong... Sekali-sekali..." Jawab Eno.

"Ngg... Clara... Boleh khan aku ama Eno duduk disini sekalian...?"

"Hmmm... Boleh sih.... Cuman nanti kalo cewe Kakak-kakak sekalian ngelihat

gimana...?"

"Cewe aku...? Cewe yang mana...?" Tanya Nano dan Eno hampir bersamaan,

sambil celingukan mencari tahu kondisi sekitar,

"Ya nggak tau... Kali aja ada yang lagi PDKT..."

"Ahh... Biarin aja.... Toh aku khan belom punya cewe..." Jawab Nano.

"Jadi gimana nih...? Boleh ya duduk disini...?" Sahut Eno.

"Iyaaa... Nggak apa-apa kok Kak.... " Jawab Karnia yang nyeletuk sembari

membawa sepiring siomay, " Clara mah ngijinin aja....".

Tak lama, meja tempat Clara dan Karnia segera saja dipenuhi oleh canda dan

gelak tawa. Sifat mudah bergaul yang dimiliki kedua sepupu itu memang

membuat siapa saja selalu betah jika berbincang dengan mereka.

Clara yang memiliki tubuh mungil dengan ditunjang oleh kecantikan dan

keseksiannya, selalu menjadi magnet bagi teman pria yang ada disekitarnya.

Begitu pula dengan Karnia, yang tak kalah cantik dengan Clara, juga selalu

menjadi idola oleh kaum adam dimanapun ia berada. Dan karena ketenaran

keduanya, banyak teman wanita Clara dan Karnia yang iri bahkan syirik pada

mereka.

BRRRAAAAAKKKKKK....


Kisah Keluarga Penzinah

"HEEH... TOGE PASAR MURAHAN.... " Bentak Rini Asmarani, kakak kelas

Clara dikelas 3 yang tiba-tiba datang bersama Susi, Yani dan Mirza, teman-

teman gengnya. "Nggak ada kapok-kapoknya ya kamu ngegodain cowo orang...."

Bukan rahasia lagi, jika Clara yang menjadi idola para pria di sekolahan itu,

selalu dibuat risih oleh banyak teman wanitanya. Tak terkecuali oleh Rini, yang

entah mengapa selalu merasa tersaingi oleh Clara dalam segala hal. Semenjak

Clara menginjakkan kaki di sekolahan ini, Rini selalu mengganggu

ketenangannya. Dan sudah tak terhitung lagi, berapa kali mereka berdua

selalu saling hina, beradu argumen, bahkan beradu jotos karena

perselisihannya.

"Ngegodain...?" Bingung Clara.

"Udaaah... Nggak usah mungkir.... Kalo lo nggak ngegodain... Mana mau si Nano

ama Eno bakal sudi duduk mojok disitu ama lo...?"

"Loooh...? Kak Nano ama Kak Eno duduk disini juga bukan aku yang ngajak

kok...." Jawab Clara santai sembari meneruskan menyantap makanannya,

"Mereka mau duduk disini karena kepengenan mereka sendiri kok..."

"Wuidiiihhh.... Berani ngeles juga rupanya ini Toge..." Sinis Rini tak terima

"Rini.... Kamu apa-apaan sih....?" Sergah Nano yang kemudian berusaha melerai

pertikaian kedua gadis belia ini, "Udah ah... Malu tuh diliatin orang-orang...."

"Bodo.... Jadi gara-gara ini cewe Toge... Lo udah nggak mau lagi makan siang

ama gw...?" Tanya Rini dengan nada sewot.

"Apaan sih Rin....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Karnia... Kita pindah aja yuk..." Ajak Clara yang buru-buru bangun dari

duduknya.

"HEEEH.... LONTE... Mau kemana lo...? Jangan pura-pura kabur lo ya..." Geram

Rini.

"Yuk Say.... Aku juga udah mau muntah nih... Tiap hari kok ada yang ngajakin

berantem mulu... Kaya nggak bosen-bosen...." Sahut Karnia.

"Waahh... Ngelunjak ini DUO LONTE.... Jadi bikin gw makin eneg aja nih...

Berulang-ulang kali dibilangin... Masih aja si Lonte-Lonte ini ngedeketin..."

"Sssttt. Udah-udah... " Lerai Eno yang juga berusaha meredakan emosi gadis-

gadis ini.

"Heeeehh... JAGA ya bacot lo..." Bentak Karnia yang tak terima mereka

berdua dihina Rini seperti itu.

"Yeeee.... Saudara Se-Lontenya marah..." Ejek Rini, "Kenapa....? Lo nggak

terima sodara Toge lo itu gw hina...? Baru punya tetek palsu aja udah

sombong... Huh..."

"Emang... Kalo tetek sodara gw gedhe kenapa...? Lo iri khan....?" Celetuk

Karnia,

"Ngapain juga iri....? Tetek sumpelan gitu aja iri...?"

"Idihh... Sumpelan....? Sorry ya... Tetek Clara mah asli...." Bela Karnia lagi,

"Emang kaya tetek lo... Udah abis banyak obat perangsang... Tapi nggak bisa

segedhe tetek Clara....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Ehhh... ANJING LO ya... Maksud lo apaan....?" Bentak Rini yang kemudian

mendorong tubuh Karnia mundur. Karena dibelakang Karnia masih ada bangku

kantin, otomatis gadis cantik itu terjerembab ke belakang. Terjatuh dalam

posisi terlentang. Dan karena Karnia tak mampu menjaga kedua kakinya untuk

selalu tertutup, paha putih mulus dan selangkangan Karnia yang tak bercelana

dalam dapat terlihat dengan jelas oleh orang-orang yang berkerumun

disekitarnya.

"Woooowww... Gundul Booo....Hahaha...." Tawa Rini dan gengnya sambil

menunjuk-nunjuk kearah selangkangan Karnia, "Tuuh... Kebukti khaan....

LONTE... Kalo kemana-mana nggak pernah pake celana dalem... Hahaha.... "

"Astaga... Karnia...." Pekik Clara yang buru-buru menolong saudara sepupunya

itu, "Rini... Apa-apaan sih Lo...? Sumpah... Lo keterlaluan banget...." Bentak

Clara yang gantian mendorong tubuh Rini hingga terdorong menabrak pagar

kantin dengan kencang sebelum buru-buru menolong Karnia.

Dengan sigap Clara membetulkan rok Karnia yang masih tersingkap lalu

membantu sepupunya itu berdiri kembali..

"Wuih... ANJING...! Si LONTE nggak terima...?" Tantang Rini yang kemudian

meraih mangkuk soto yang ada didepannya dan melemparkannya kearah Clara.

BLUGH.... PRAK... KLONTANG.... PRANG....

Mangkuk soto itu mendarat tepat di badan Clara, menumpahkan kuah panas

kedepan payudara besarnya sebelum jatuh dan pecah berkeping-keping ketika

mendarat ke ubin kantin.

"Aduh... Panas... Panas...." Teriak Clara histeris, sambil mengibas-kibaskan

tangannya ke arah payudaranya, "Aduh... Panas... PANAASSS...."


Kisah Keluarga Penzinah

Karnia yang melihat sepupunya itu kesakitan, tanpa berpikir panjang segera

saja menyiram bagian payudara Clara dengan dua gelas es teh yang ada

didekatnya. Namun, sepertinya sia-sia. Karena Clara masih tetap saja

mengibaskan tangannya karena kepanasan. Kuah panas soto itu tak dapat

dengan mudah luruh dari tubuh Clara.

Akhirnya, tanpa berpikir panjang. Karnia segera membuka paksa baju seragam

Clara dengan cara membredel kancing-kancing depannya.

BREET... BREEET... BREEEETTTT....

"Buka bajumu Clara...." Perintah Karnia yang segera saja diturutin

Clara..."Buruan... Buka sebelum kulitmu melepuh..."

Entah karena merasakan panas yang amat sangat, Clara dan Karnia sama sekali

tak memikirkan dengan apa yang sedang mereka lakukan. Yang jelas, Clara

ingin panas yang ada di badannya dapat segera mereda.

Dan setelah Clara membuka bajunya, tiba-tiba, suasana di kantin terasa

begitu sunyi.

Karena semua mata, tertuju ke tubuh molek Clara sudah tak berseragam sama

sekali.

"Woooowww.... Suuiiitt... Suiiitttt..."

"Toge Pasar... Toket Gedhe Pantat Besaar..."

"Anjiiirrrr.... Seksi sekali kamu Clara...."

"Busyeeeett dah itu teeeteeeekkk.... Kaya mau loncat gitu...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Itu asli nggak sih...? Badan sekurus itu kok punya toket yang gedheee

beeeneeerrr...."

"Waaahh... Tetek Clara bisa dijadiin bahan coli tuuuhh.... Sekel abiiiisss...."

"Bener coiy... Toket gedhe Clara bisa dipake nyelipin kontol tuhh..."

"Waah... Ngocok-kocok kontol pake belahan toket Clara seru juga kali ya...?"

"Kebanyakan diremes om-om kali tuuuhh... Jadi teteknya bisa gedhe gitu...?"

Puluhan komentar kagum dan juga mesum, terlontar tanpa henti ketika

melihat kemolekan tubuh Clara yang hanya mengenakan bra berwarna kuning

itu. Dengan tubuh ramping, kulit yang putih mulus, dan payudaranya yang

ekstra besar, membuat Clara seketika menjadi obyek pelampiasan mata-mata

mesum para lelaki. Bahkan, tak sedikit diantara mereka yang malah mengambil

photo Clara dari berbagai sudut.

"CLARA... KARNIA... ADA APA INI....?" Suara berat Pak Darmanto, guru

olahraga yang tiba-tiba terdengar lantang, meredam keriuhan celoteh siswa-

siswanya.

"Nggak ada kapok-kappoknya ya kalian ini berantem mulu.... " Sahut bu Mirna,

guru BP menimpali.

"Ituh Bu... Si Lonte Clara dan Karnia ngajak ribut...." Ucap Rini spontan

sembari menunjuk kearah kedua saudara itu. "Mereka kegatelan Bu...

Ngegodain cowo orang...."

"Lonte lonte.... Lo yang Lonte...." Balas Karnia tak terima.


Kisah Keluarga Penzinah

"Sssshhh.... RINI... CLARA... KARNIA.... Udah-udah... Ayo kalian ikut

kekantor...."

"Nano Eno....Kalian juga..." Tambah Bu Mirna

"Loooh... Bu...? Kok saya juga ikut dibawa-bawa...?" Celetuk Rini tak terima.

"Udaaah.... Jangan protes... Nanti kalian semua jelasin di kantor.

"Huuuuuuuu..... " Sorak sorai siswa pun segera bergemuruh, seolah tak setuju

dengan keputusan guru BP itu, "Wah Pak Manto ngeganggu pertunjukan

ajaaa.... Ga seruuuuu....."

"Iya Niiiihh... Reseeee....." Sahut siswa yang lain.

***

"Oke.... Setelah mendengar penjelasan para saksi mata... Bapak putuskan jika

Rini... " Ucap Pak Darmanto sengaja memotong kalimatnya, "Kamu ganti

seragam Clara...."

"Loh Pak...? Khan yang nyobek seragam LONTE itu Karnia...."

BRAK

"Rini...! Jaga mulutmu.... Nggak sepantasnya wanita secantik kamu berkata

seperti itu..." Hardik Bu Mirna sambil menggebrak meja.

"Memang dia Lonte kok... Kenapa aku harus jaga mulutku..?"

"RINIIIII....." Emosi Bu Mirna meluap, "Kamu tuh ya... "


Kisah Keluarga Penzinah

"Kenapa....? Ibu nggak suka...?"

"Kamu memang bener-bener ya...? Harus berapa kali sih Ibu harus kasih kamu

pelajaran sampai kamu bisa jaga mulutmu...?"

"Udah...Bu.... Sabar... " Ucap Pak Manto mencoba menenangkan emosi guru BP

itu. "Pokoknya bapak nggak mau tau... Besok... Kamu harus bawa baju pengganti

buat Clara... Kalau tidak... Bapak bakal panggil orang tuamu..." ucap Pak Manto

sambil melirik kearah Clara.

"Ahhh.... Pilih kasih...." Jawab Rini sambil bersungut-sungut, "Bapak sekarang

udah beda.... Bapak udah nggak sayang lagi ama Rini...." Sambung gadis muda

itu sambil bangkit dari kursi UKS.

"Looh.... Bukan begitu Rini..." Sahut Pak Manto berusaha adil

"Ahh....Bapak jahat... Aku sumpahin kontol bapak mengkerut... Mengecil

selamanyaaa...." Teriak Rini sambil berlari menjauh.

"Astaga nih anaaak.....RIIINNNIIIIII.....!" Teriak Bu Mirna sambil menyusul

Rini keluar ruangan.

"Bu Mirna... Ini Clara bagaimana....?" Tanya Pak Manto bingung.

"Udah Pak... Bapak urus aja dulu..." Sahut Bu Mirna, "Biar saya yang

menenangkan Rini..."

"Hmmm... Yaudah deh kalo gitu... Nano Eno ...Sekarang kalian balik aja ke

kelas... Jam istirahat udah selesai..."

"Baik Pak...."

***


Kisah Keluarga Penzinah

"Kamu baik-baik saja Clara...?" Tanya Pak Manto sambil melirik kearah

payudara Clara.

"Iya Pak... Saya nggak apa-apa kok..." Jawab Clara yang mencoba untuk bangkit

dari posisi tidurnya.

"Udah... Udah... Kamu jangan bangun dulu..." Cegah Pak Manto sembari

menahan pundak Clara untuk tetap tiduran di tempat tidur, "Kamu istirahat

aja dulu sampe badan kamu bener-bener kuat..." Pintanya lagi sambil bergegas

ke lemari obat dan kembali ke tempat tidur Clara.

"Sebentar... Mana tadi yang luka...? Berdarah nggak...? Sakit nggak....?" Tanya

Pak Manto sambil berpura-pura mengecek luka Clara. Padahal sudah jelas,

Clara tak terluka sama sekali. Yang ada hanyalah kulit area payudara Clara

yang melepuh karena ketumpahan kuah panas soto. "Bapak obatin dulu ya...?"

"Eeeh... Nggak usah Pak... Clara bisa obatin sendiri kok..."

"Heeeh... Jangan sembarangan ah... Ini bukan luka ringan loh... Kalo kamu salah

oles... Bisa makin perih ini lukanya...." Jelas Pak Manto sambil mulai membuka

tutup salep itu dan membalurkan ke perut Clara.

Rasa dingin, langsung saja menyebar di sekujur kulit perutnya. Dengan

gerakan berputar, Pak Manto berusaha mengobati rasa panas yang ada tubuh

Clara. Dari perut, perlahan naik ke payudara.

"Hmmm.... " Ucap Pak Manto seolah berpikir keras, "Sepertinya... Behamu

cukup ngeganggu deh... Ayo buka gih..." Pinta Pak Manto

"Hah...? Saya harus buka beha....?"

"Iya... Kalo nggak dibuka... Gimana bapak bisa ngobatin lukamu...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nnggg... Tapi Pak..."

"Uudaaah... Nggak usah malu... Bapak juga punya anak perempuan seusiamu

kok... Jadi Bapak udah seringlah liat tetek perempuan...." Rayu Pak Manto.

"Tapi Pak... Ngggg... Beneran deh... Saya bisa ngobatin sendiri kok Pak..."

"Udah-udah... Ayo buruan buka...." Pinta Pak Manto bersikeras sambil

menurunkan sebelah tali bra Clara, "Nggak apa-apa ini.... Ayo... Nanggung ah

kalo bapak ngobatinnya sampe disini aja.... Udah keburu kotor ini tangan

bapak..."

Melihat keteguhan hati guru olahraga yang berbadan besar itu, Clara bergidik

juga. Ia khawatir jika Pak Manto bakal tersinggung dan marah karena

penolakannya. Akhirnya, sambil memiringkan tubuhnya, Clara pun berusaha

melepas kait bra di punggungnya.

"Ssshhhh..." Rintih Clara tiba-tiba karena merasakan sakit pada payudaranya.

Ia tak menyangka jika luka melepuh di payudaranya sudah mulai berasa

seperti ini.

"Tuuhhh.... Sakit khan....?" Celetuk Pak Manto ketika melihat gadis cantik itu

meringis-meringis nyeri. "Sini... Bapak coba bantu bukain kait behanya...."

Tambah guru olahraga itu sembari meraih kaitan bra Clara. Dan, tak beberapa

lama kemudian, payudara bulat Clara sudah terpampang jelas tanpa sebuah

penghalang sedikitpun.

"Naaah... Begini khan enak...." Jawab Pak Manto sembari menatap tajam

kearah payudara besar Clara, "Bapak obatin ya...?"


Kisah Keluarga Penzinah

Tanpa meminta persetujuan Clara, Pak Manto segera mengusap bawah

payudara Clara pelan.

"Nggg..... Pak...."

"Kenapa....? Tahan bentar ya... Sakitnya pasti akan segera hilang...." Ucap Pak

Manto sembari mengusapi naik ke arah puting payudara Clara.

"Sshhh.... Nggg...."

"Gimana...? Enak ya...?"

"Nnnnggg... Dingin Pak...."

"Iyalah emang dingin... Namanya juga dibalur salep...."

Melihat Clara yang masih diam saja ketika menerima sentuhan tangan

kasarnya, Pak Manto pun semakin meremas perlahan payudara Clara. Membuat

puting payudaranya semakin mengeras.

"Ooh.... Sssshh... Pak...."

"Hmmmm.... Putingmu mulai mengeras ya Clara...? Kenapa....? Kamu malu ya....?"

"Udah ya Pak..."

"Sssttt.... Ini salep belum meresap... Sebentar lagi...."

"Geli Pak...."

"Iya... Bapak tahu..." Ucap Pak Manto dengan nafas yang semakin memburu

sembari terus mencubiti puting payudara Clara, "Ohh Clara... Bagus banget ini

tetekmu... Bentuknya bulat sempurna... Empuk...." Puji Pak Manto sembari


Kisah Keluarga Penzinah

berulang kali menarik nafas panjang, "Ini aseli khan ya...? Tetekmu bisa

sebesar ini bukan karena obat-obatan....?"

"Ngg... Iya Pak... Asli....."

"Waaah.... Pasti tetek ini kamu dapet dari mama kamu ya Clara....?" Tanya Pak

Manto yang tak hentinya meremas dan menyentil puting payudara Clara yang

semakin mancung.

"Sssh... Nggg. Iya Pak.... Oooohh...."

"Hehehe... Tahan bentar ya.... Bentar lagi pasti enak kok...." Ucapnya lirih,

dengan tangan yang tanpa malu-malu membetulkan posisi selangkangannya,

"Ini putting kok bisa berwarna pink gini ya.... Bikin bapak gemes pengen

ngenyot...." Tambah pak Manto yang mulai memonyongkan bibirnya dan

mendekat ke arah kuncup payudara Clara.

"Ooohh... Jangan Paaak..." Sergah Clara sembari menjauhkan wajah Pak Manto

dar payudaranya.

"CLARA... Ini bajunya udah dapeet..." Teriak Karnia yang menghambur ke

dalam ruangan UKS.

"Waah... Karnia udah dateng...." Kata Pak Manto seolah lega ketika sepupu

Clara sudah tiba di UKS, " Sini... Sini.... Karnia... Kebetulan banget kamu udah

disini... Ini tolong dong kamu obatin tetek saudaramu... Bapak mau nulis

laporan dulu..." Kata Pak Manto sembari menyerahkan salep luka ke tangan

Karnia.

Buru-buru, Pak Manto berjalan menuju meja kayu yang ada disamping tempat

tidur Clara. Kemudian ia duduk sambil tersenyum ke arah Clara. Tak beberapa


Kisah Keluarga Penzinah

lama, terdengar suara metal berdenting dibalik meja Pak Manto. Mirip suara

kepala gesper.

"Ayo Karnia.... Buruan kamu obatin tetek Clara... Kasihan loh kalo kulit mulus

Clara nanti sampe jadi belang...." Pinta Pak Manto.

"Eh iya Pak..." Jawab Karnia singkat, "Begini...?"

"Iyak bener.... Bener... Iya terus seperti itu... Ngolesinnya sambil diputar-

putar ya.... " Pinta Pak Manto lagi berusaha menginstruksi. " Naah... Karnia...

Sekarang remas-remas tetek Clara.... Biar salepnya cepet meresap kedalam

kulit..."

Merasakan usapan tangan lembut Karnia pada payudaranya, otomatis

membuat Clara sedikit demi sedikit mulai terangsang. Terlebih dengan adanya

Pak Manto yang menatapi kedua payudara besarnya, membuat penyakit

pamernya semakin menjadi-jadi.

"Sssh.... Karnia....Pelan-pelan..." Lenguh Clara pelan sambil meringis-meringis

kesakitan.

"Tahan ya Clara... Tahan bentar... "

"Nggghhhh.... Iya Paak.... Shhh.....Ehhmmmhhh...."

"Tahan Clara... Tahaan... Biar tetek besarmu nggak kenapa-napa..." Jawab Pak

Manto dengan nada berat. "Putingnya juga Karnia... Itu diobatin juga... Kasihan

Clara kalo warna putingnya yang pink berubah menjadi hitam... "Tambah guru

olahraga itu dengan badan yang entah kenapa mulai bergoyang-goyang.

"Clara...." Cole Karnia pada payudara Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

Mata Clara melotot, mencoba menjawab colekan Karnia.

"Tangan kiri Pak Manto nggak ada di meja...." Bibir Karnia komat-kamit tanpa

suara.

"Serius...?" Jawab Clara dengan bibir berkomat-kamit pula, "Emang

kemana...?"

"Pasti ada dibawah meja.... Buat ngocok kontolnya..."

Penasaran, Clara melirik kearah Pak Manto. Dan benar, tangan kiri guru

olahraga itu tak terlihat. Diatas meja hanya ada tangan kanannya yang

terlihat seolah-olah sedang menulis laporan. Taplak meja UKS yang panjang,

mampu menutup aktifitas mesumnya dengan sempurna.

"Pak Manto pasti horny liat tetekmu..." Seru Karnia yang tiba-tiba meremas

pelan payudara Clara.

"Nggg.... Aaaaww...." Rintih Clara kesakitan.

"Eeeh... Pelan-pelan Karnia.... Kasihan dikit dong sama tetek Clara...." Celetuk

Pak Manto sok peduli, "Pasti ngilu tuh tetek...."

"Uppss.... Maaf ya sayang...."

"Karnia... Biar Clara nggak semakin kesakitan.... Coba deh kamu pilin-pilin itu

putingnya...."

"Begini....? Pak...?" Jawab Karnia menuruti.

"Sssh... Ooohhh... Karniaa...." Lenguh Clara pelan.

"Iya Benaaar... Trus... Diremas-remas juga...." Pinta Pak Manto


Kisah Keluarga Penzinah

"Diremas-remas.... Seperti... Ini...?" Tanya Karnia sembari mempermainkan

payudara besar saudaranya. Membolak-balik payudara mulus itu bak adonan

roti.

"Uuuuhhhh... Pelan-pelan Kaaarr.... Eeehhhmmm.... Ooohh...."

"Tahan ya Sayang... Ini demi kesembuhanmu...." Celetuk Karnia sembari terus

meremasi payudara Clara sembari mencubiti putingnya yang semakin mancung

mengeras.

"Oooh... oooh... Sssshhh... Karnia... Geli.... Sssshhh...."

Tak puas dengan hanya menggoda payudara Clara, Karnia pun melakukan

sesuatu yang tak pernah Clara bayangkan sebelumnya. Karnia tiba-tiba

menangkap kedua pergelangan tangan Clara, mencegahnya supaya tak banyak

bergerak. Setelah itu,

CUP CUP SLUUURRPPP HAEM....

"Ooohh... Karniaaa... Sssh..." Jerit Clara tiba-tiba sambil meronta-ronta, "

Ngiluuu Kaar... Ngiluuu.... "

Namun, karena badan Karnia lebih besar daripada Clara, rontaannya sama

sekali tak berguna. Hanya membuat payudaranya semakin bergoyang kesana

kemari. Karena geli, kedua kaki Clara juga menghentak-hentak, hingga rok

seragamnya semakin naik dan menamkakkan kedua paha putih mulusnya.

SLUUURRP CUP CUP SLUUURRPPP HAEM....

"Wwoooww... Kalian berdua benar-benar seksi sekali....Ooohh...." Pinta Pak

Manto kegirangan antara melihat jilatan lidah Karnia pada payudara Clara,

lenguhan kenikmatan Clara, dan keseksian paha mulus Clara. Segera saja,


Kisah Keluarga Penzinah

tubuh guru olahraga itu terlihat makin bersemangat. Tangan kirinya

bergoyang-goyang hebat disertai suara betotan kulit, seperti yang pernah

Clara dengar ketika melihat saudaranya Ciello beronani

TEK TEK TEK TEK...

"Ooohh... Karniaaa... Tetek aku ngiluuu.... Geli Kaaar... Ngiluuu.... Ssshh...."

Rintih Clara sembari terus meronta tanpa henti. Sampai-sampai sprei dipan

UKS itu teracak-acak terlepas dari tempatnya.

"Yak... Yak.... Ooohh... Terus Karnia... Terus.... Jilat terus tetek besar Clara

itu ... Jilat teruus... "

TEK TEK TEK TEK..

"Uuuhh... Karnia... Ngilu Kaar..... Ampunn... Jangan jilat putingku seperti itu

laagiii... Ngiluu... Ooohh... Ampuuunn.. Tetek aku ngiluuu...." Lenguh Clara

sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

TEK TEK TEK TEK..

"Terus Kaarniaaa.... Ooohh... Jilat... Supaya Clara tak merasa kesakitan..."

Jawab Pak Manto sembari terus menggoyang-goyangkan tangan kirinya

dengan gerakan yang lebih cepat daripada sebelumnya. Jauh lebih cepat dari

sebelumnya.

TEK TEK TEK TEK..

"Ooohh.. Ohh... Jilat terus tetek itu Karnia... Hisaap..." Seru Pak Manto girang

sambil terus-terusan menggoyangkan tangan kirinya kuat-kuat. Hingga tak

lama kemudian, guru olahraga itu melenguh panjang sambil memejamkan mata.


Kisah Keluarga Penzinah

CRET CRET CREECEEET CRET CRET...

Tiba-tiba, dari balik kain taplak meja UKS itu, menetes turun lelehan-lelehan

lendir berwarna keputihan dan menggenang di lantai dibawah meja. Tubuh Pak

Manto bergetar hebat dengan nafasnya memburu.

Sejenak, suasana UKS itu hening. Hanya terdengar desahan nafas kepuasan

Pak Manto dan lenguhan kenikmatan Clara.

"Karnia.... Ngiluu....." Rintih Clara pelan.

"Sssttt.... Pak Manto udah ngecrot tuh...." Bisik Karnia pelan sambil

melepaskan cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Clara, "Udah

yuk... Kita buru-buru cabut..."

"Cabut sih cabut... Tapi tetek aku ngilu bangeeet...."

"Hehee... Maaf... Yuk ah... mumpung tua bangka itu masih terlena dalam

khayalannya...."

Karnia segera menyerahkan baju seragam baru buat Clara.

"Eh... Trus beha aku gimana...?" Tanya Clara bingung.

"Udaaah... Sementara nggak usah pake bra... " Saran Karnia sambil

mengangkat punggung Clara dari dipan UKS itu pelan. Berusaha tak

membunyikan suara sedikitpun. "Yang penting sekarang keluar dulu dari sini...

"

"Tapi aku takut kalo nanti Pak Manto malah marah..."

"Marah...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya.... Kalo dia tahu kita ternyata udah kabur...."

"Nggak bakalan.... Dia nggak bakalan marah...."

"Kok kamu yakin...?"

"Hehehe... Aku sudah punya kartu mati buat dia..." Tutup Karnia sambil

menyunggingkan senyum terlicik yang pernah tak pernah Clara lihat

sebelumnya.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 7 | Mama Oh Mama

"Hallooo....?" Jawab seorang pria dari ujung telepon.

"Ya hallo... Mas... Ini adek..." Ucap Citra lirih. "Mas lagi apa...?"

"Eh Adek... Kenapa dek...? Ini... Mas lagi mau meeting..."

"Aku kangen... Mas.... " Bisik Citra lirih, "Kangen banget..."

"Laah....? Kok sama'an Dek....?" Jawab Mike, "Mas juga... Mas juga kangen

kamu banget...."

"Buruan pulang dong Mas... Adek udah nggak tahan nih... Kamu tinggalin lama-

lama..."

"Lhoooo...? Kok nggak tahan...? Emang kamu nggak tahan mau ngapain...?"

"Adeek.... Hmmm... Anu Mas..." Jawab Citra malu-malu, "Adek nggak tahan...

Pengen anu.... Pengeeee...."

"Waah... Jangan-jangan kamu sekarang sedang sange....?" Potong Mike.

"Hihihi... Kok Mas tahu sih....? Iya Mas.... nggak tahu kenapa... Ini Adek kok

tiba-tiba pengen joget enak Mas... Hihihi...."

"Walah waalaaahhhh... Bahaya tuh... Siang-siang gini istri lagi pengen

digituin... Tapi suami sedang nggak ada dirumah...."

"Makanya Mas... Buruan pulang gih....

"Huuusshh.... Ya nggak bisa gitu Dek... Lagian tumben kamu tiba-tiba pengen

Dek...?" Sahut Mike


Kisah Keluarga Penzinah

"Ya maklum Mas.... Udah hampir 5 hari aku nggak digituin suami..."

"Wah.... Lama juga ya....? Tapi sama Dek... Mas juga pengen nganuin anu

kamu..."

"Pengen nganu anu Adek apa ya Mas...? Adek nggak ngerti...?"

"Hehehe.... Mas juga pengen... Ngentotin tempikmu Dek... "

"Ihhhss Mas... Ngomongnya kampungan amat... Ngentotin tempik...? "Heran

Citra.

"Hehehe.. Masa sih Dek...?"

"Iya... Mas ngomongnya kaya pake bahasa kuli... Kasar banget... "

"Tapi beneran dek... Mas kangen banget ama... Jepitan Tempik Adek... "

"Hihihi.... Trus kalo Mas kangen ama jepitan.... Ummm... Tempik Adek...? Mas

mau ngapain...?" Goda Citra yang kali ini mengikuti gaya bicara kampungan

suaminya, "Mas mau ngentotin... Ummmm.... Tempik Adek...? Hihihi....?"

"Tuuuh.... Kamu juga ngomongnya kasar... Hehehe...." Jawab Mike, "Iya Dek...

Mas pengen nyodok-nyodok tempik sempitmu pake kontol besar ku Dek...

Wah... Gara-gara omongan kasarmu.... Kontol Mas jadi ngaceng nih Dek...."

"Kontol....? Ngaceng....? Astaga Mas.... Sumpah.... Bahasamu jorok banget....

Hihihi...." Ucap Citra

"Hehehe.... Gapapa lah Dek... Coba deh kamu bilang.... KONTOL...."

"Ya ampuuun... Nggak ah... Malu ah...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Laah malu ama siapa juga...?" goda Mike, "Kenapa harus malu Deek...? Emang

kamu telanjang....?"

"Iya Mas... Ini Adek udah mau bugil Mas... Udah nggak pake celana dalam... "

"Waduh...? Kamu mau ngapain Dek....?"

"Nungguin kamu Mas... Nungguin titit besarmu nyodok-nyodok..."

"Heiii....Bukan titit Dek... KONTOL.... Titit mah buat anak kecil.... Ayo bilang

KONTOL....Hehehe...."

"Nnnngggg....KONTOL..."

"Naaah Gitu... Kamu terdengar lebih seksi Dek..." Puji Mike, "Sumpah...

Suaramu bener-bener bikin kontol Mas ngaceng banget dek..."

"Hihihi.... Kalo udah ngaceng gitu.... Pasti rasanya nikmat banget tuh Mas...

Memek... Eehh... Hmmm.. Tempik Adek Mas sodok-sodok pake gaya doggy

style... Ayo mas... Sodok tempik Adek pake kontol besarmu..."

"Tuuuhhh... Kok malah kamu sekarang yang pake kata-kata kasar kuli...?"

"Hihihi... Habisan memek... Eh tempik Adek udah gatel banget Mas...."

"Sabar ya Dek... Besok kalo Mas udah pulang... Pasti bakal Mas sodok itu

tempik seretmu itu pake kontol besarku... Tunggu ya Deek.."

"Sekarang aja Mas... Adek udah sange banget ini... Ayo Mas... Pulang sekarang

aja...." Ucap Citra sembari mulai meraba-rabai vaginanya yang sudah

membanjir.


Kisah Keluarga Penzinah

"Laaaahh... Ya ga bisa gitu Deeek... Mas harus nyelesein kerjaan Mas disini

dulu.... Kamu sabar bentar aja yaaa.... Kurang sehari lagi kok...."

"Yaaah.... Mas... Masa nggak bisa sekarang sih....?" Ucap Citra kecewa, "Gimana

Kalo kita sexphone aja Mas... Pasti seru tuh..."

"Waduh.... Gimana ya.....Ini Mas mau meeting dulu ini Dek... Mas harus buru-

buru.."

"Pak Mike... Silakan masuk... Sudah ditunggu ibu diruang meeting...."

Terdengar suara lembut wanita dibelakang Mike, "Mari ikuti saya...."

"Eh Dek... Bentar ya... Ngobrolnya disambung nanti lagi... Mas udah mau

meeting...."

"Yaaah.... Bentaran lagi dong Maas..."

"Beneran Dek... Nanti Mas sambung lagi... Yaaa....?"

"Hhhhh...... "Hela nafas Citra, "Iya deh Mas...."

"Yaudah... Mas kerja dulu ya Sayang... Titip salam buat anak-anak... Love

You..."

"Love You Mas..."

KLIK.... TUUUUT TUUUUT TUUUUT TUUUUT TUUUUT

"Yaaahhh... Kentang lagi deh hari ini...." Batin Citra beranjak dari tempat

tidurnya, lalu melangkah gontai kearah kamar mandi, "Mungkin dengan mandi

siang bisa mengurangi dahaga birahiku..." Batinnya


Kisah Keluarga Penzinah

Dengan malas, Citra melepas pakaian terakhir yang melekat di tubuhnya. Lalu

melemparnya daster yang sudah lepek karena keringat birahinya itu ke

keranjang pakain kotor, yang ada disudut kamar. Memang sudah menjadi

kebiasaan bagi Citra untuk mandi kapanpun ia mau. Entah setelah bepergian

keluar rumah, setelah melakukan kegiatan rumah, ataupun sebangunnya dari

tidur, Citra selalu menyempatkan dirinya untuk mandi.

Namun, ketika tubuhnya sudah telanjang dan terhembusi terpaan angin dingin

AC, mendadak kulit mulusnya merinding. Secara reflek, Citra segera menutupi

payudara dan mengusapi kulit tubuhnya supaya menghangat.

Sekilas, ketika melewati lemari pakaian, ibu cantik itu menatap tubuhnya yang

tercermin di pintu lemari, "Hmmm.... Tubuh aku masih oke kok.... Nggak malu-

maluin lah kalo masih pengen dipamerin...." Ucapnya lirih sembari berlenggak

lenggok dan berputar-putar di depan cermin.

Berulangkali, tangannya meraba dan mengusapi setiap jengkal tubuhnya,

mencari-cari lapisan lemak yang mungkin terselip diantara lipatan tubuhnya.

"Hmmm... Citra... Nggak sia-sia kamu sering berolahraga.... Ini hasilnya... Kulit

ini masih terlihat kenceng abis... Mulus.... Dan menggairahkan.... Hihihi...."

Gumamnya lirih.

"Ssshh.... Maas... kamu tega ya ngebuat istri cantikmu ini tersiksa...." Tiba-

tiba, ketika sedang mengusapi area payudara, otak jahilnya kembali iseng.

Memerintah jemari lentiknya untuk mempermainkan puting payudara dan

vagina basahnya.

"Ooohh... Maaasss.... Geli Maaas... Geli-geli enak... Hihihi...Sssshhh...." Desah

Citra sambil membayangkan suaminya sedang becanda dengan tubuh seksinya.


Kisah Keluarga Penzinah

Mencubiti putingnya yang kembali mengeras dan mengusapi bibir vagina

sempitnya.

"Hmmmm... Sepertinya.... Tak ada Mike....Kobelin memek sendiri pasti bakalan

enak juga nih..." Ucap Citra lirih sambil berjalan kearah kamar mandi.

Tangannya tak henti-hentinya mengusapi liang vaginanya yang semakin basah

karena birahinya yang meluap-luap. "Oohhh... Kenapa dengan tubuhku ini ya...?

Kok gampang banget sange... "

"Ohhh... Titit keras Ciello...." Entah pemikiran darimana, tiba-tiba Citra

membayangkan kemaluan putra kandungnya. " Loh... Kok aku jadi malah

ngebayangin titit... Eh bukan... Kontol Ciello... Hihihi... Astaga... Citra

Agustina... Kata-katamu kok jadi ketularan vulgar gitu...?"

"Tapi memang benar sih... Punya Ciello sekarang itu bukan titit... Melainkan

kontol... Mana ada titit yang batangnya sebesar itu.... " Batin Citra, "Ya.. itu

Kontol... Sama seperti punya Mike... KONTOL...."

"Aaahhh... Kontol Ciello.... Bikin memek Mama makin becek aja Sayang.... Bikin

memek mama makin sange.... Shhhh.... Oooohhh.... Cielloooo.... Kontolmu....

Garukin gatal memek Mama Sayang... Bikin nafsu birahi Mama terpuaskan...

Ooohh... Sayang.... Kok Mamamu jadi nakal gini ya....? Masa Mama ngebayangin

ngentotin anak sendiri...." Desah Citra sambil terus menggelitik klitorisnya,

"Tapi... Kenapa tidak....? Nggak apa-apalah Citra... Yang penting khan aku

nggak tidur dengan pria lain... Toh selagi Mike sedang pergi dinas keluar kota,

ngobelin memek sendiri tuh sah-sah saja.... Hihihi....."

Entah kenapa, Citra merasa jika akhir-akhir ini, ada sebuah keanehan yang

terjadi pada dirinya. Ibu cantik ini seolah merasa agak kesulitan untuk dapat

meredam nafsu birahinya. Rangsangan yang begitu menggebu itu terasa


Kisah Keluarga Penzinah

sekitar beberapa hari belakangan ini. Terlebih, setelah ia melihat dengan

mata kepalanya sendiri, Ciello yang sedang bermasturbasi dengan

menggunakan tubuhnya sebagai bahan imajinasinya.

"Ohhh.. Kontol Cielloo...." Desah Citra sambil menyandarkan pantatnya diatas

dudukan toilet dan menaikkan satu kakinya. Merasakan nafsunya lagi-lagi

meluap, ibu dua anak itu lalu meremasi puting payudara besarnya yang mulai

mengeras sembari sesekali mencolok-colok liang vaginanya yang sudah

membanjir hebat, "Ooohh Ciello.... Kontolmu begitu menggoda Mama Nak...

Ohh...."

Memikirkan tentang penis Ciello, membuat lendir birahi Citra semakin

meleleh. Walau vagina Citra hampir setiap malam mendapatkan kepuasan

orgasme, namun entah kenapa ibu dua anak ini masih saja memikirkan

kenikmatan dari penis pria lain.

"Mama tahu apa yang Mama lakuin selama ini memang salah Nak.... Tapi... Mama

pengen sekali bisa memegang kontol besarmu itu Sayang.... Ooohh.... Kontol

Ciello...." Desah Citra pelan.

Merasakan kenikmatan kobelan jemari lentiknya, Citra segera memutar keran

air dan meraih selang shower yang ada dihadapannya. Setelah itu, ia langsung

menyemburkan air dingin kearah selangkangannya kuat-kuat.

"Ssshh.... Oooohhh....Kontol Cielllooo..." Erang Citra sembari terus

menyemprotkan air bertekanan tinggi itu pada vaginanya. Tak puas dengan

hanya menyemprot vagina, Citra lalu membuka bibir vaginanya lebar-lebar.

Menyibaknya dengan dua jari lentiknya dan berharap semprotan shower itu

bisa sedikit mengurangi rasa gatal pada lubang kenikmatannya.


Kisah Keluarga Penzinah

Tak pernah seumur hidupnya, Citra merasa horny yang sekuat ini. Walau

memang Citra seringkali merasakan gelombang birahi, namun semenjak

pacaran, sekuat apapun perasaan rangsangan birahi yang melandanya, hal itu

tak pernah sama sekali mengganggunya. Namun, entah kenapa, beberapa hari

ini terasa begitu berbeda.

Apalagi semenjak beberapa hari belakangan ini, Mike tak ada dirumah,

membuat rasa haus dahaga Citra meledak-ledak. Membuat kobelan memek,

sama sekali tak mampu mengurangi keinginan akan garukan birahinya yang

menggebu-gebu.

"Ooohhh.... Kocok terus kontolmu Sayaaang.... Kocok yang kenceeeng...."

Lenguh Citra sembari terus menyemburkan air shower itu pada vaginanya.

"Oooohhh.... Enak sekali Sayang...."

"Ooohh.... Kenapa Sayang...? Kamu pengen nyium memek Mama...? Kamu

yakin....?" Desah Citra sambil berimajinasi, "Boleh kok Sayang... Boleh...

Malahan... Kamu boleh kok sodok-sodok kontol besarmu ke dalam lubang

memek Mama... "

"Iya Sayang.... Boleh.... Nih.... Masukin saja.... Memek mama udah Mama buka

lebar-lebar buatmu kok Sayang... Nih... Masukin saja kontolmu.... Tusuk aja

memek Mama ini dengan kontol besarmu Sayang... Ohhh.... Oooohh... Sssss....

Yaaaa.... Bener begitu Sayang.... Iyaaa.... Terusss... Tusukin kontolmu Naaak.....

Oooohhh.... Cielloooo...."

Sambil berimajinasi, Citra semakin membuka lebar kedua pahanya dan

menyemprotkan semburan shower lebih dalam lagi. Bahkan, tak cukup sampai

disitu. Ketiga jari lentiknya pun Citra gunakan untuk melampiaskan nafsu


Kisah Keluarga Penzinah

birahinya yang sudah terlalu tinggi. Mengobel vagina sempitnya tanpa terus

menerus.

"Oooohh... Anjiiing.... Ciellooo.... Kontolmu Enak bangeeeettt Sayaang... Oooh...

Besar baaangeeettt Sayaaaannnggg.... " Erang Citra sambil meliuk-liukkan

tubuhnya, "Kontolmu bisa bikin Mama cepet keluar nih Sayang.... Ooohhh..

Ngeeentoooott.... Mama mau keluar sayaaang.... Oooohh.... Cieeellloooo..

Ngeennnttoooott... Mama... Mau... Keluaaar... Saaayaaanngggg.... Oooohhh...

Oooohhh... Oooohhh... Cieeelllooo.... Mama....

Keeellluuuuaaaarrrr........Oooooohhhh....... Ngeeeennntttttooooootttttt......"

CRET CREET CREEETCEEETTT CREEET....

Tubuh indah Citra seketika bergetar hebat. Menggelepar-gelepar tanpa

henti. Merasakan kenikmatan gelombang orgasmenya yang seolah melepas

semua simpul syarafnya. Meredakan kepenatan birahinya. Dan membuatnya

gatal di vaginanya sedikit terpuaskan.

Sejenak, Citra berusaha mengatur nafasnya.

Ia memejamkan mata sambil mencoba menikmati kedutan-kedutan nikmat

gelombang orgasme pada otot dan syaraf vaginanya.

Sebuah senyum terukir lembut di wajahnya.

"Oooohhh..... Ciello Sayang.... Makasih ya Naaak....." Ucap Citra lirih, "Lain

kali.... Kamu harus bener-bener bisa muasin nafsu birahi Mamamu ini.... Bukan

dengan imajinasi seperti barusan... Melainkan... Dengan sodokan kontol

besarmu itu.... Pada memek Mamamu ini... "

***


Kisah Keluarga Penzinah

"Sayang... Lihat kunci mobil Mama nggak....?" Tanya Citra dengan wajah

kebingungan. Sibuk, membuka tutup pintu lemari buffet di ruang keluarga.

"Nnnnggg... Enggak Ma...." Jawab Ciello singkat, mengabaikan ibunya dan terus

sibuk memainkan video gamenya terbaru yang baru saja ia miliki.

"Masa sih....? Kemaren Mama taruh di deket rak tivi Sayang..."

"Iya Maaa.. Nggak ngelihat..." Ucap Ciello dengan raut wajah serius. Sama

sekali tidak melihat ke arah Citra yang mondar-mandir di sekitaran ruang

keluarga.

"Beneran kamu nggak melihat...?" Tanya Citra yang tiba-tiba membungkukkan

tubuhnya di depan rak tivi, tepat diantara Ciello duduk. Posisi Citra seketika

menghalangi pandangan putra kandungnya itu dari video gamenya. "Bantuin

Mama nyari dong Sayang..." Pinta Citra lagi.

Melihat goyangan pantat Citra di depan mata, seketika, darah birahi Ciello

berdesir. Ditambah dengan tampilan Citra siang itu yang mengenakan rok

super pendek, membuat paha belakang Citra yang putih mulus langsung

terpampang begitu jelas "Suuuit... Suiiitt... Wooow Maamaaaaaa... " Sahut

Ciello bersiul sambil menggelengkan kepalanya, "Seeekssssi bener Ma...?

Mama mau kemana...?"

"Mama mau kebandara Sayang... Ngejemput Papa...." Jawab Citra tanpa

melihat kearah Ciello, ia masih sibuk mencari-cari kunci mobilnya dilaci rak

tivi didepan Ciello.

"Emang Papa pulang sekarang Ma...? Bukannya minggu depan....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Papa pulang hari ini kok.... Ini pesawatnya baru boarding.... " Jelas Citra,

"Aduuuhhh... Dimana sih itu kunci.... Susah bener ketemunya kalo lagi dicari...."

"Hmmm.... Tapi.... Masa ngejemput Papa ke Bandara aja pake pakaian seksi gitu

Ma...?"

"Sssssstttt..... Mama mau kasih kejutan ke Papa kamu... " Jelas Citra, "

Gimana.... Mama udah keliatan cantik nggak...?" Tanya Citra yang buru-buru

berdiri tegak dan melenggak lenggokkan tubuh sintalnya didepan Ciello.

GLUP. Melihat penampilan ibu kandungnya, mendadak membuat tenggorokan

Ciello tercekat. Membuat putra kandung Citra itu kesulitan menelan liur.

Bagaimana tidak, siang itu Citra mengenakan pakaian bak koboi wanita. Kemeja

ketat berwarna putih polos yang agak transparan, rok merah super pendek,

dengan sepatu boots tinggi berwarna putih. Dan yang paling membuatnya

tercekat adalah, beha Citra yang juga berwarna merah menyala, terlihat

begitu kontras menerawang dibalik kemeja tipis itu.

"Hhhheeeeiiiii... Sayang...." Panggil Citra sambil melambaikan tangannya

didepan wajah putranya, " Kok kamu malah ngelamun gitu sih....?"

"Eee... Eeehhh.... Ya Maaah...?"

"Gimana....? Mama udah keliatan cantik belum....? Udah seksi belum....?"

"Hmmm.... Dimata Ciello... Mama selalu terlihat cantik kok Maa..." Celetuk

putra kandung Citra itu sambil terus menatap liukan tubuh Citra, "Mama selalu

terlihat seksi... " Tambahnya lagi sambil tersenyum, "Benar-benar hot Mama...

"


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihi... Makasih Sayang.... " Balas Citra sambil tersenyum, "Aduuuhh... kunci

Mama kemana sih ya...? masa dari tadi nggak ketemu...." Keluh Citra yang

kembali bingung mencari kunci mobilnya. Celingak celinguk memeriksa ke

segala sudut ruang keluarga, sampai-sampai ia berjinjit-jinjit mengintip ke

sela-sela setiap perabotan yang ada diruang keluarganya itu.

"Sayang... kamu tahu nggak...? Kunci Mama...?"

Tak ada jawaban dari Ciello.

"Kuncinya kemaren mama taruh disekitaran sini.... Dimana yaa..?" tanya Citra

lagi sembari mengintip ke belakang rak tivi,

Hening. Tak ada respon apapun dari Ciello.

"Naah... Ituuu diiiaaaaaa...." Seru Citra girang sesaat setelah ia melongokkan

tubuhnya keatas rak tivi. "Sayang... Kunci Mama ada dibelakang rak tivi

Sayang.... Sini dong Nak.... Bantu Mama ngambil itu kunci...."

Tetap hening. Sama sekali tak ada balasan dari Ciello.

"Eeeeh... Sayang...." Panggil Citra sambil menengokkan kepalanya kebelakang.

Kearah Ciello duduk. .

"Nnnng... Eh iya Maa...?"

"Kamu ngeliatin apaan sih...?" Tanya Citra dengan posisi masih menungging

didepan rak tivi, "Muka Mama disebelah sini Sayang... Bukan dipantat... "

Jawab Citra dengan wajah kesal.

"Eeeh... I... Iya Maaa...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Kamu serius amat ngelihat pantat Mama Sayang...? Kenapa....? Ada yang salah

ama pantat Mama...?"

"Eh Enggak kok Maa...?"

"Trus....? Kenapa kamu daritadi ngeliatin pantat Mama mulu....?" Tanya Citra

penuh curiga, "Hmmmm.... Kamu mau ngintipin celana dalam Mama yaaa....?"

"Ehh... Enggak kok... Enggak..." Jawab Ciello panik.

"Hihihi... Ngintip juga nggak kenapa-napa kok Sayang... Toh kamu juga sering

ngintipin Mama kalo sedang mandi.... Ya khan....? Hihihi...." Goda Citra.

"Ehh... Enggak Maa....Kapaaan....? Nggak pernah kok...." Sergah Ciello.

"Masa siiihh...? Beneran kamu nggak pernah ngintipin Mama mandi...?"

"Idih... Ngapain amat....?"

"Hihihi... Iya deeeh.... Kamu nggak pernah ngintip... Tapi kamu sering ngaceng

khan ngebayangin Mama?"

"Iiiiihhhsss.... Enggak Maaa...."

"Malahan kemaren kamu seru banget onaninya.... Sampai nyebut-nyebut nama

Mama…Hihihi.... "

"Ngaceng apaan? Nggak lah…?" Jawab Ciello dengan muka yang memerah,

"Udah ah... Minggir dulu dong Maa... Ciello sedang maen game nih...."

"Hihihi.... Kalo bilangnya nggak ngaceng… Kenapa kok selangkangan kamu

ngejendol gitu Sayang...?" Tunjuk Citra kearah selangkangan putranya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Astaga... Itu kontol...." Batin Citra kaget sembari terus melirik kearah

tonjolan yang menggelembung dibalik celana kolor Ciello.

"Ehh....Anu Maa...I... Ini... Ini mah gara-gara…."

"Hihihihi…. Udah Sayang… Ngaku ajah…. Nggak apa-apa kok…Bilang aja kalo

kamu suka sange gara-gara ngeliatin dan ngebayangin tubuh Mama ini....

Hihihi... " Goda Citra lagi sambil kembali menjinjitkan kakinya dan melongok

ke arah kunci mobilnya yang terjatuh dibelakang rak tivi.

"Uuuhhh.... Susah banget sih ngambilnya.... " Ucap Citra mencoba menjulurkan

tangannya kebalik rak tivi.

Karena kunci itu teronggok jauh dibelakang rak, otomatis Citra harus

membungkukkan tubuhnya guna menjangkau kunci mobilnya. Dan karena

tangannya menjulur jauh kebelakang rak, bulatan pantat dan paha mulus Citra

lagi-lagi terpampang didepan kedua mata Ciello.

Selagi mamanya tak melihat, buru-buru Ciello segera memasukkan tangannya

kedalam kolor guna meluruskan posisi batang penisnya tak tadi tertekuk.

Namun, belum juga Ciello berhasil meraih batang penisnya, tiba-tiba Citra

menengokkan kepalanya kebelakang kearah putranya duduk.

"Sayang… Sini dong... Bantuin Mama bentaraa…" Kaget Citra melihat tangan

putra kandungnya bergerak-gerak didalam celana kolornya. "Astaga

Sayaaang....?"

"Eehh..." Jawab Ciello gagap sambil buru-buru menarik tangannya dari dalam

kolor.

"Kamu mau ngapain Sayang...? Kamu mau onani ya...?" Tuduh Citra,


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggg… Anu..... Enggak kok Maa… Tadi…"

"Kalo mau onani... Jangan disini ah Sayang.... Kekamar mandi aja sana..." Potong

Citra lagi "Atau kalau nggak.... Kamu nunggu rumah sepi dulu.... Baru deh kamu

bisa puas-puasin onaninya...."

"Ehh... Bukan Maa... Ciello bu.. Bukan mau onani... Bukan gitu maksudnya.... "

Ucap Ciello berusaha membela diri.

"Lalu....? Tangan kamu ngapain itu tadi sampai masuk kedalam kolor kalau

bukan mau onani....? Mana sambil digoyang-goyang..."

"Nggg.... Anu Ma.... "

"Kenapa....?"

"Nggg.... Tadi....Titit Ciello... Ngggg.... Nekuk...." Jawab Ciello malu-malu.

"Ooowwwalaaahhh.... Titit kamu ketekuuukk....?" Tanya Citra sambil menatap

tajam kearah tonjolan yang ada diselangkangan puitranya

"I... Iya…." Jawab Ciello menganggukkan kepalanya pelan.

"Hmmm…. Yaudah deh benerin dulu gih... Nanti kalo nggak cepet-cepet

dibenerin... Malah jadi patah... Hihihi....." Tawa Citra lirih, "Tapi jangan onani

disini loh ya... Hihihi...."

"Iiihhss... Mama nih daritadi kok ngomonginnya onani mulu... " Ucap putra Citra

yang pada akhirnya memasukkan tangannya kedalam kolor guna membetulkan

posisi batang penisnya secara terang-terangan di depan mata Citra, "Ciello

tadi bukannya mau onani tapi…"

"Mau ngocok ya….? Hihihihi…." Goda Citra lagi.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hhhh…… Auk ah…. Capek ngobrol ama Mama " Ciello menghela nafas sebel.

"…. Udah-udah… geseran dikit dong pantatnya Maaa… Ciello mau maen game

lagi niiihhh…" ucap Ciello sewot

"Hihihi.... Dasar anak mesum.... "

"Biarin...."

"Sayang... Tolong bantuin Mama buat ngambilin kunci mobil Mama doooong "

Pinta Citra sambil memonyongkan mulutnya, "Biar Mama cepet ngejemput

Papamu...."

"Hhhhhhh..... Iye iye.... "

Dengan malas-malasan, Ciello pun akhirnya menuruti permintaan Citra.

Beranjak dari kursi malasnya dan berjongkok di depan rak tivi. Kemudian, ia

merebahkan tubuhnya tepat dibawah Citra berdiri.

"Loh... Looh...? Kamu mau ngapain Sayang…?" Tanya Citra sambil mencoba

menutup bawahan rok mininya. "Astagaaa.... Kamu masih mau ngintipin celana

dalam Mama...?"

"Yeee... Ge-Er..... Tadi katanya Mama mau minta bantuin buat ngambil kunci

mobil...." Ucap Ciello sambil menatap tubuh ibunya dari bawah. Karena Ciello

tiduran dilantai, ia dapat dengan mudah melihat kemulusan betis dan paha

ibunya yang mengkilap mulus. Bahkan, sekilas Ciello sempat mengintip warna

celana dalam Mamanya yang berwarna putih cerah.

" Masih mau diambilin nggak kunci mobilnya...?"

"Astaga… Mama nggak kepikiran untuk mengambil kunci mobil Mama lewat

kolong rak…." Ucap Citra menepok jidatnya, "Kirain kamu mau ngintip celana


Kisah Keluarga Penzinah

dalam Mama.... Hihihi...." Tambah Citra sambil berjongkok di samping tubuh

putra kandungnya.

"Nggak pake ngintip juga Ciello nebak Mama pake celana dalam yang mana...."

"Serius....?" Tanya Citra, "Mama kasih 50 ribu deh kalo kamu bisa bener

nebaknya...." Tambahnya lagi sembari sedikit memberi tantangan kepada

Ciello.

"GLUP.... Astaga… Celana dalam Mama didepan mata…." Batin Ciello sambil

melirik kearah putihnya selangkangan ibunya yang terlihat begitu menantang.

Kulitnya mulus tanpa luka dengan guratan urat berwarna merah muda yang

terlihat samar.

"Pasti kulit memek Mama tak berjembut sama sekali tuh.... Bersih cuiy...

Sampe keliatan mengkilap dan licin..." Puji Ciello sambil berusaha menelan

ludah ketika menatap kebalik rok Ibunya. Vaginanya yang tercetak jelas,

membelah lipatan kain celana dalamnya. Menggelembung penuh, mengisi setiap

sela kain penutup liang kewanitaannya. Sungguh sebuah pemandangan yang

menggiurkan. Pemandangan yang susah untuk dilewatkan oleh semua lelaki jika

sedang melihat keindahan selangkangan ibu Ciello .

"Mama hari ini pake.... Celana dalam warna putih dengan bahan satin...."

"Wuidiiiihh.... Kok kamu bisa tahu sih....?"

"Gimana Ciello nggak tahu.... Wong rok mama pendek banget.... "

"Kependekan ya Sayang....?" Tanya Citra basa-basi.

"Hmmm.... Nggak juga sih.... Cuman kayaknya terlalu seksi Maa.... Selangkangan

Mama aja bisa keliatan jelas dari sini...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Ah masa sih Sayang...? Keliatan jelas banget ya...?" Tanya Citra yang

walaupun percuma, ia berusaha menurunkan bawahan rok mininya.

"Dikit sih Maa..."

Hmmmm.... Kalo dikit sih kayak nggak apa-apa deh.... Biar Papamu seneng....

Hihihihi...." Tawa Citra malu-malu, "Kirain keliatan banyak.... Khan Mama malu

Sayang kalo selangkangan Mama gampang diliat orang lain...Hihihi..."

"Ngapaib malu Maa...? Khan kemaren Ciello udah liat Mama telanjang... Masa

sekarang masih malu sih kalo celana dalam Mama Ciello intip...?"

"Ya kalo kemaren khan Mama sedang mandi Sayang.... "

"Emang rasanya beda ya Ma....? Dilihat anak pas bugil ketika mandi...? Sama

diintip anak pas sedang pake baju seksi....?"

"Auk deehhh... Kamu tuh ya... Jago banget muter-muterin kalimat...." Jawab

Citra singkat karena tak mampu menjawab perdebatan dengan putra

kandungnya, "Udah-udah.... Jadi...? Kamu bisa nggak ngambilin kunci mobil

Mama...?"

"Iya... Bentar... Ini juga lagi Ciello usahain Maa...." Kata Ciello yang kembali

merogoh-rogoh kebawah kolong rak tivi.

"Keambil nggak kunci Mama Sayang…?" Tanya Citra masih dalam posisi

jongkok.

"Bentar ya Maa.. Agak susah ini ngambilnya....." Alasan Ciello sengaja

memperlama merogoh kedalam kolong rak tivi, padahal ia ingin melihat

pemandangan selangkangan Citra lebih lama lagi.


Kisah Keluarga Penzinah

"AASTAAAGAAA ITUU MEEEMEEEEKKKK..... MUUULUSSS

BENNEEERRR....." batin Ciello yang terus-terusan mencuri pandang kearah

selangkangan Citra yang gemuk, putih dan menggembung. "Selangkangan kok

bisa sebening gitu ya....? Kampret deh Papa... Bisa ngerasain memek Mama

yang secantik itu.... Pasti memek Mama rasanya nikmat banget dah....." Batin

Ciello iri, "Pantesan Papa selalu minta jatah nidurin Mama tiap malam....

Kammpreeettt... Jadi ngaceng mulu dah....."

"Ciello...? Cielloooo....?" Panggil Citra sambil lagi-lagi melambaikan tangannya

ke wajah Ciello yang sedari tadi tertegun kearah celana dalamnya. "Aampun

deh Sayaaang.... Sempet-sempetnya ya mata kamu ngeliatin celana dalam

Mama mulu...?" Celetuk Citra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "Mana

pake tonjolan celana kamu makin besar aja.... Kamu ngaceng ya Sayang...?"

"Hehehe... Iya Maa...." Jawab Ciello cengengesan.

"Sumpah deh.... Kamu tuh bener-bener mesum ya Sayang.... Mama sendiri

diintipin...."

"Hhhhhh.... Mama-Mama... Capek dechh.... " Jawab Ciello ketus, "Gimana Ciello

nggak ngintip celana dalam Mama...? Kalo cara jongkok Mama juga

serampangan kayak gitu....? Mana rok Mama pendek banget... Otomatis lah

Ciello bisa ngeliat jelas..."

"Iiiihhh.... Anak Mama ini ya... Jago banget ngelesnya.... " Seru Citra sambil

tiba-tiba menyentil tonjolan daging dibalik kolor Ciello.

TUK. Sentil jemari lentik Citra pada tonjolan celana kolor Ciello.

"Auuuww.... Mamaa.... Apa-apaan sih....?" Kaget Ciello merasakan keisengan

mamanya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Habisan kamu sihhh.... Iseng ngintipin celana dalam Mama..."

"Yeee.... Ciello nggak ngintip Maa... Emang Mama aja yang sepertinya mau

pamerin celana dalemnya..."

TUK. Sentil jemari Citra lagi.

"Iidddiiihh.... Ngapain amat Mama mamerin celana dalam ke kamu...? Kamunya

aja Sayang... Yang mesumnya kebangetan.... Hihihi...." Ucap Citra pura-pura

sewot sambil terus menyentili tonjolan celana kolor Ciello.

TUK. TUK. Sentil Citra berkali-kali.

"Aduuuhh.... Sakit Ma...." Erang Ciello yang terus membiarkan ibunya

menyentil-nyentil tonjolan batang penisnya. "Ya kalo mama pengen ngebales....

Intip aja titit Ciello, jangan disentilin begitu....?" Tantang Ciello.

"Huuu.... Mauuunya..... Dasar mesuumm..." Ucap Citra yang lagi-lagi berlagak

sewot dengan tantangan Ciello. "Bilang aja kamu pengen mamerin titit

jelekmu.... Iya khaaannn....?" Sentil Citra terus sembari sedikit meremas penis

Ciello dari luar celana kolornya.

TUK TUK TUK. NGEEEKK. Remas jemari Citra pada batang penis putranya.

"AUUUWWW.... Mamaa... Sakiiiittt....." Teriak Ciello yang spontan membalas

siksaan nikmat ibunya. Dengan sekali sergap, Ciello menangkap pergelangan

kaki Citra dan menggelitik telapak kaki ibunya.

"Awww... Awww... Geli Sayang.... Awww.... Hihihihiihiihihi... Lepasin kaki Mama

Sayang… Geli.... Geli... " Jerit Citra sembari tertawa kegelian. Tubuhnya

menggelepar-gelepar dilantai saking gelinya. Sesaat, karena kegelian, Citra


Kisah Keluarga Penzinah

melepas remasan tangannya pada penis Ciello dan mencoba membebaskan

pergelangan kakinya dari cengkraman tangan putranya.

“Nggak…. Nggak bakal Ciello lepasin… Biar Mamaa ngerasain pembalasan

Ciello….”

"Awww... Hihihihi…. Geli Sayang.... Geli …. Awww.... Hihihihiihiihihi...” Jerit

Citra sembari terus berusaha membebaskan kakinya dari kelitikan putranya.

Ia bahkan sama sekali tak mempedulikan roknya yang tersingkap dan

memamerkan celana dalam mininya yang seksi pada Ciello.

"WOOOOWWW... MEMEEEEKK MAMAAAA KELIATAN MAKIN

JELASSSS.... " Girang Ciello ketika melihat tubuh ibu kandungnya

menggelepar-gelepar menahan geli. Buru-buru, putra kandung Citra itu

melepas pergelangan kaki Citra dan menangkap kedua paha ibunya. Lalu dengan

berpura-pura memberi pembalasan pada Citra, Ciello membenamkan wajahnya

kearah kedua paha mulus ibunya.

“Hmmmmm…. Ooohhhh…. Sumpah… paha Mama mulus banget… ” Hirup Ciello

dalam-dalam ketika wajahnya kulit paha Citra. Walau Citra masih bergerak-

gerak hebat, Ciello tetap saja memeluk paha ibunya kuat. Mengusap-usap

sepasang paha putih tanpa bulu itu sepuas-puasnya.

"Hihihihi…. Sudah sayang… Lepasin paha Mama…. Sudah… Awww... Hihihihi….

Geli Sayang.... Geli….” Tawa Citra tak terkendali sembari terus menggerakkan

tubuhnya kekiri dan kekanan. Berusaha melepaskan diri dari dekapan mesum

putra kandungnya.

Tiba-tiba, sebuah pemikiran iseng muncul di benak Ciello. Entah pemikiran

dari mana, putra kandung Citra itu tiba-tiba mendusel dan membenamkan


Kisah Keluarga Penzinah

wajahnya dalam-dalam kearah celana dalam yang membungkus gundukan indah

vagina Citra. Sambil menggeleng-gelengkan wajahnya, Ciello berusaha

menggelitik vagina ibunya.

“HUOOOHHHH…. MEMEK MAMA WANGI BANGEEET….. “ Girang Ciello

setelah berhasil menghirup aroma celah selangkangan ibunya. Walau Citra

masih mengenakan celana dalam, aroma kewanitaannya dapat tercium jelas

oleh hidung putranya. “Pasti memek ini terasa begitu legit… Pasti terasa

begitu menggigit….” Tambah Ciello yang terus membenamkan wajahnya dalam-

dalam kearah selangkangan Citra.

“Wahahaha…. Cielloooo….. Jangan kelitikin memek Mama Sayaaang… Awwww

…. Memek Mama Geli Sayaaang.... Geelliiii…. Wahahaha….” Tawa Citra yang

tiba-tiba meledak dan mendorong kuat-kuat kepala Ciello supaya menjauhi

area selangkangannya.

"Nggak ah.... Ciello belum puas...." Erang Ciello yang masih terus membenamkan

wajahnya kegundukan vagina Cita.

Perlahan tapi pasti, gelitikan dan desakan wajah Ciello pada vaginanya mampu

membuat darah birahi Citra semakin berdesir. Dan tak lama kemudian, vagina

Citrapun mulai membanjir. Membasah dan tercetak jelas di celana dalam

tipisnya.

"Wah... CELANA DALAM MAMA BASAH.... " Girang Ciello seolah tak percaya,

jika vagina ibu kandungnya saat ini mulai terangsang karena kelitikan

mesumnya. "Dan aroma memeknya.... Hmmmm... Busyeeet.... Makin nikmat

menyengat..."


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat pemandangan celana dalam Citra yang semakin membasah, membuat

Ciello tertegun. Diam melamun dengan pikiran yang penuh dengan segala

kemesumannya. Hingga akhirnya, Citra bisa membalikkan posisi dan berhasil

melepaskan diri dari dekapan mesum Ciello.

"Berani kamu ya ngebales Mama..." ucap Citra singkat sambil meremas kuat-

kuat batang penis Ciello. Plus, kedua buah zakarnya.

NGGGGEEEEEKKKK. KREEZZZZ

" AUUUWWW.... Aduuuuuhhhh..... Sakit Maaaa....." Jerit Cisllo kesakitan.

"Biarin aja.... Rasain.... " Seru Citra yang makin memperkuat remasan

tangannya.

"Aduh Maaaa... SAKIIITTTY..... Bisa ancur ini telor Ciello Maaaa....Sakiitt... "

"Biarin.... Biarin aja.. Malah... Kalo bisa mama bakal remes ini telormu sampe

pecah...."

"Aaaaahhhhh... Jangan Maaaaa.... Aaaaaawww...."

"Ampun nggak...? Ayo... Ampun nggak...?" Ancam Citra.

"Iya Ma iya... Ampun... Ampuuuuunnnn......" Jerit Ciello kesakitan.

"Yaudah... buruan ambil dompet kunci Mama..." pinta Citra tanpa melepas

tangannya pada penis Ciello.

"IYA MAAA....Uuuuuuhhhhh...." Lenguh Ciello sambil buru-buru mengeluarkan

dompet kunci mobil mamanya dari bawah kolong rak tivi, "Ini Maa...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Naaah... Gitu donk...." girang Citra langsung menyambar dompet kunci itu dari

genggaman tangan putranya.

"Aduuuhh.... Mama tega deeehh... Nggak liat-liat ya ngeremes tititnya.... Ngilu

Maaa...." Protes Ciello sambil mengusapi tonjolan di selangkangannya.

"Makanya... Jadi orang jangan suka mesum...." Celetuk Citra, "Ama ajarin tuh

titit kamu... Biar nggak gampang ngacengan..."

"Hehehe... Abisan... Salah siapa Ciello punya ibu secantik Mama.... Jadi yah....

Harap maklum Maa... Kalo Ciello jadi suka mesum pas sedang ngeliatin Mama...

Hehehe...." Tambahnya lagi dengan tangan yang terus-terusan meremasi

bantang penisnya yang semakin membesar.

"Iiiiiiihhh.... Emang kamu tuh ya.... Dasar otak mesum.... Hihihihi... " celetuk

Citra sembari melirik aktifitas tangan Ciello.

"Huuuuuu..... Mama mah nggak tahu terima kasih.... Udah aku bantuin malah

dibilang mesum....?"

"Hihihihi... Biarin aja.... Sekalian ngasih kamu pelajaran biar nggak berbuat

macem-macem lagi ama Mama... " Ucap Citra ketus.

"Ciello khan nggak macem-macem Maaa.... Cuman nggelitikin aja kok..."

"Iya... Nggelitikin sambil cari kesempatan....Mana ada anak yang ngegelitikin

sambil ndusel-nduselin muka ke memek ibunya...?"

"Hehehe... Khan Ciello pengen tahu reaksi Mama... "Jawab Ciello sambil terus

mengusapi batang pebisnya yang semakin tercetak dari luar celana kolornya,

"Abis... Mama cantik sih... Jadi bikin Ciello makin gemes aja... "


Kisah Keluarga Penzinah

"Dasar anak mesum.... Masih sempet-sempetnya ngambil kesempatan dari

badan Mama.... Hihihi..." Celetuk Citra sembari menyentil penis Ciello lagi.

"Aaawww.... Mamaaa.... Udah aaah. Saakiiitttt....." Teriak Ciello spontan....."

"Ehhh... Sakit ya...? Perasaan tadi Mama ngeremesnya pelan kok..."

"Huuuuu... Pelan dari Hongkong...? Sakit banget tau Maa... Berasa beneran mau

pecah..."

"Yaaah... Maaf maaf Sayang.... Mama nggak tau kalo tadi remesan Mama

sekenceng itu.... "

"Ssshhh.... Aduuuhhh.... Mama tega iiihhh...." Rengek Ciello dengan wajah sedih

sambil terus mengusapi batang penisnya dari luar kolor.

"Yaudah sini.... Mama bantu urutin titit kamu deeh.... Biar nggak sakit lagi...."

Ucap Citra yang tanpa malu, mengambil alih tangan Ciello dan mulai mengusap

penis Ciello dari luar kolor.

"Ehh... Maaa....? Ehhhmmmm..... Hhhhhhssss.... Maaa... Ampun Maa... Jangan

diremas lagi ya..."

"Hihihi... Iya iya... Mama nggak ngeremes titit kamu lagi.... "

"Eeehhhmmmmhhhh.... Maaaa.... Pelan-pelan Maaaa.... Masih ngilu..."Desah

Ciello, " Ehhhmmm.... Pelan maaahh...."

"Kenapa Sayang...? Enak...?" Goda Citra sambil terus mengusapi batang penis

Ciello yang tercetak di celana kolornya. "Pasti sakit banget ya Sayang....?

Sampe jadi keras begini....? Maafin Mama yaaa..."

"Enghhhmm Ooohh... I... Iya Ma... Oooohh...."


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat cetakan batang penis berukuran besar pada celana kolor Ciello, nafsu

birahi Citra tiba-tiba meninggi. Dan seketika itu pula, Citra mendapatkan

sebuah ide mesum untuk bisa melihat penis putranya lebih jauh lagi. Perlahan,

jemari lentik Citra mulai mengurut-urut penis putranya itu dari luar celana.

"Ooohh... Maaaa..... Sssshhh..... Oooohhh....." Lenguh Ciello keenakan.

"Kenapa Sayang....?" Tanya Citra

"Urutan tangan Mama... Jadi buat Ciello....Hmm..... Pengen...."

"Onani....?" Potong Citra

"Nggg..... I... Iya Ma...."

"Beneran kamu pengen onani....?"

"Nnnggg.... Kalo boleh sih....."

"Disini....? Didepan Mama....?"

"I... Iya..."

"Nggg.... Yaudah.... Sok aja kalo kamu pengen onani...."

"Serius Ma...?" Girang Ciello.

"Hmmm.... Iya.... " Jawab Citra sambil tersenyum, "Mau sekalian Mama

bantuin...?"

"Beneran Mama mau....? Wah boleh Maa.... " Girang Ciello, "Sekarang... Bantuin

Ciello buat nurunin kolor dong Ma...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Huuuu.... Dasar anak manjaa.... Hihihihi..." Ucap Citra yang kemudian

memajukan tubuhnya kearah lutut Ciello. Dan dengan satu sentakan kuat, ia

menarik turun celana kolor putra kandungnya itu.

TUUUUIIIIINNNNGGGG...

Seketika penis besar Ciello melenting keatas, terbebas dari kungkungan

celana kolornya. Besar, gagah, dan penuh dengan guratan urat disekujur

batangnya.

"Astaga... Kontol Ciello.... Udah keluar precumnya aja...." Desah Citra lirih

ketika melihat penis putranya yang sudah terlihat jelas, tak terhalang oleh

benda apapun. "Gagah sekali kontolmu Nak.... Uratnya tebal, kepalanya besar,

kantong zakarnya menggelantung indah.... Dan jembutnya.... Busyeeet... Lebat

amaat..... Pasti asem banget tuh baunya...."

"Kenapa Maa..?"

"Nggak kenapa-napa Sayang... Mama cuman heran... Kok tititmu udah ngiler

aja ya Sayang...?"

"Hehehehe... Iya Maaa.... Itu juga gara-gara Mama...."

"Pasti kontol Ciello terasa keras tuh...." Gumam Citra lagi sambil memeriksa

dengan seksama, tonjolan daging kebanggaan putranya itu.

"Hhhhmmm.... Boleh Mama... Hmmmm.... Pegang tititmu nggak Sayang...?"

"Wah... Boleh banget Maa...." Ucap Ciello sambil buru-buru menurunkan

seluruh celana kolornya hingga terlepas dari kakinya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihihi.... Inisiatifmu kalo tentang hal-hal mesum... Memang benar-benar

patut diacungin jempol loh Sayang..."

"Hehehehe.... Iyalah.... Harus itu Maa...."

Segera saja, Citra menggenggam batang penis putranya itu.

"Astaga... Besar sekali Sayang...." Kagum Citra sambil membolak-balik penis

putranya yang sudah berkedut hebat saking bernafsunya. "Tangan Mama

sampe nggak muat ini ngegenggemnya.... Kaya megang botol air minum.... Besar

sekali...."

"Ahh Mama bisa aja... Besar mana titit Ciello ama titit Papa Maa....?"

"Nggg.... Kayaknya sih sama Sayang.... Tapi kalo besok kamu udah seusia

Papamu.... Mama yakin ini titit bakal jauh lebih besar dari punya Papa...."

"Hehehe.... Masa sih Maa....?" Kekeh Ciello, " Kalo gitu.... Bisa dong.... titit aku

sewaktu-waktu ngegantiin tugas titit Papa....? Hehehehe...." Celetuk Ciello.

"Ngegantiin titit Papa buat nyodok-nyodok memek Mama gitu...?"

"Hehehe... Ya pas Papa sedang nggak bisa nyodok memek Mama aja Maa...

Hehehe..."

"Iiiihhsss.... Apaan sih.... Ngimpiii... Weeeeeee...." Jawab Citra sambil

menjulurkan lidah.

"Tapi benar juga apa yang dikatakan Ciello.... Sewaktu-waktu.... Kontol ini

bakal bisa aku gunain buat melampiaskan nafsu birahiku yang tertunda..."

Batin Citra. Melihat kebesaran batang penis Ciello yang ada di tangannya,


Kisah Keluarga Penzinah

membuat pikiran mesum Citra melayang-layang. Membayangkan sesuatu

niatan aneh yang sama sekali tak pernah ia pikirkan sebelumnya.

"Pasti enak sekali tuh... Kalo memek aku disodok-sodok dengan kontol sebesar

itu..." Kagum Citra sambil mengusap lelehan precum di mulut penis Ciello

dengan jempol tangannya, "Pasti bakal menohok rahimku hingga mentok..."

"Maaa....?" Panggil Ciello lagi, "Kok diem lagi Ma...?"

"Ehh.. Enggak.... Ini... Kok sepertinya ada yang aneh ya...?" Tanya Citra

"Aneh...?"

"Iya Sayang... Aneh.... Sepertinya titit kamu ini lebih besar dari kemaren

ya...?"

"Ah masa sih Ma...?"

"Iya.... Tititmu ini... Sepertinya lebih berotot, lebih kekar, dan lebih

panjang..." Ucap Citra sembari mulai meremasi batang kebanggaan putranya.

Kalo kaya gini mah namanya bukan titit lagi Sayang...."

"Lhaaa....? Trus kalo bukan titit.... Apa dong namanya....?"

"KONTOL...." Jawab Citra singkat. "Ini Mama sebut.... KONTOL...."

"Wwooowww... Mama.... Vulgar banget nyebut kata kontolnya.... Hehehe...."

"Hihihi.... Kamu suka nggak panggilan baru buat tititmu...?"

"Oowwwhhmm... Suka Maaa.... Suka banget...." Lenguh Ciello keenakan,

"Ooohhh.... Maaa.... Lembut banget kulit tanganmu Maa... Enak banget Ma...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihihihi... Baru juga dipegang-pegang Sayang... Kamu udah ngerasa

keenakan.... Apalagi kalo kontol kamu Mama kocokin...?" Kata Citra yang

kemudian mempercepat gerakan tangannya, mengocok batang penis putranya

naik turun.

"Huuuooohh... Maaaaaa.... Enak banget...." Lenguh Ciello sambil meliuk-liukkan

tubuhnya. "Terus Maaa... Teeeruuuusss..... Enak banget kocokan tangan

Mama....."

"Hihihi.... Nikmatin aja Sayang.... Dan eh iya... Berhubung kamu tadi habis

ngebantuin Mama... Mama mau kasih kamu hadiah...."

"Hadiah apa Ma...?"

"JUUUHHH...."

Tiba-tiba, Citra meludahi kepala penis Ciello dan membalurkan seluruh air

liurnya kesekujur batang penisnya.

"JUUUHH.... "

"Mama mau buat kamu enak Sayang.... Mama pengen bikin kontolmu ngecrotin

pejuh Sayang.. Hihihi...."

"Oooohhh... Mamaaa.... Enak banget kocokan tanganmu Maaa...." lenguh Ciello

keenakan.

"Hihihihi... Kamu suka Sayang...?"

"Banget banget banget.... Oooohhh... Mamaaa....." Ucap Ciello kelojotan karena

merasakan kenikmatan akibat kocokan pelan jemari lentik Citra pada kepala

penisnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"JUUUH.... JUUUH..... " Ludah Citra lagi pada kepala penis Ciello sembari

terus menggurut-urut kepala penis putranya itu dengan remasan yang makin

kuat.

"Uuuwwwooooo... Maaa... Geeeeliiii...." Lenguh Ciello sambil buru-buru bangun

dari tiduran telentangnya dan menatap tajam kearah wajah cantik Citra yang

terpaut hanya beberapa centimeter dari wajahnya.

"Hihihi.... Kenapa Sayang...? Kok muka kamu tegang gitu...? Kocokan Mama

nggak enak ya...?"

"Uuuuhh.... Uhh.... Bukan Ma... Mama hari ini keliatan Cantik banget.... Bikin

Ciello makin cinta ama Mama.... " Gombal Ciello

"Aaah.... Bisa deh ngerayunya...."

Beneran Maa.... Sumpah.... Mama cantik banget...." Puji Ciello, "Eh iya Ma.... "

"Yaaa...?

"Ngggg.... Boleh nggak Ciello.... Ngggg.... Ngesun Mama....?"

"Ooowww.. Kamu mau ngesun Mama...? Yaudah sini... Sok aja sun Mama...."

Jawab Citra sembari menyodorkan pipi mukusnya kehadapan Ciello.

"Bukan sun pipi Maa... Tapi...

"Tapi apa...?"

"Tapi....Ciello pengen... Nggg.... Sun... Di bibir...."

"Idddiiiihh.... Ini bibir khan punya Papamu aja Sayang...."

"Dikiiit aja Maa.... Ciello pengen tahu rasanya...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Huuuu.... Dasar mesum.... Hihihi...." Jawab Citra yang kemudian secepat kilat

mengecup bibir tebal Ciello.

CUP.

"Udah...?" Tanya Citra.

"Sekali lagi Ma..." Jawab Ciello.

CUUUPP

Lagi-lagi, Citra mengecup bibir putranya sembari sedikit memberi ludah basah

dari lidahnya.

"Udah...?"

"Lagi Ma...."

MMHHH.... CUUUPPPP

Kali ini Citra sengaja mengecup bibir Ciello cukup lama. Ia juga sengaja

membuka mulutnya, mencari tahu sejauh apa keberanian putranya ketika

mengecup bibir ibu kandungnya.

MMHHH.... CUUUPPPP.... CUUUPPPP.

Ternyata Ciello cukup berani. Bahkan terlalu berani. Ia tak segan-segan untuk

memasukkan lidah kasarnya kedalam mulut ibunya. Membuat mereka berdua

sejenak untuk bergulat lidah. Namun, ketika sedang asyik-asyiknya Ciello

menggumuli lidah ibunya, tiba-tiba Citra melepas pagutannya.

"Yaahh... Kok bentaran Ma...?"

"Hihiihi... Bentaran aja yaa... Ntar kamu ketagihan...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Yah Mama... Khan cuman kecup bibir aja...."

"Iya... Tapi bibir ini khan punya papamu aja Sayang..." Jelas Citra lagi, "Lagian

kamu khan juga udah dapat tangan Mama...." Tambah Citra sembari kembali

mengocok penis putranya.

"Kalo tangan aja sih kemaren khan Mama juga udah ngasih Maa...." Gerutu

Ciello, "Masa ga boleh minta lebih dikit lagi sih Ma...?

"Huuuu... Ngareeep lebih nih yeeeee....?"

"Hiyalah.... Khan tadi Ciello udah ngebantuin Mama... Dengan segenap jiwa dan

raga... Hehehe...."

"Jadi sekarang kamu main itung-itungan...?" Jawab Citra dengan nada datar,

namun terdengar mengancam.

"Nggg.... Ya... Khan kalo Ciello dapet lebih... Ciello nggak nolak Ma... Hehehe...."

"Minta lebihnya seperti apa....?"

"Nggg..... Kalo Ciello minta Mama buat nyepongin kontol Ciello.... Mama mau

nggak....?"

"Iiiihhhssss.... Daasar anak messsuuuummmm.....Hihihi.... "

"Ayolah Maaa... Bentaran aja..."

"Hmmmm.... Jadi makin lama nih Mama mesum-mesuman ama kamunya...?

Hihihi...."

"Hehehe.... Mau ya Maaaaa.... Pleeeesseeee..."


Kisah Keluarga Penzinah

Sejenak, Citra melihat jam di pergelangan tangannya. "Hmmmm.... Okedeh....

Tapi..... Mama nggak bisa lama-lama ya Sayang... Mama sudah harus jalan

ngejemput papamu..."

"Iya Ma... Apalagi kalo kontol Ciello kena bibir lembut Mama... Pasti Ciello

bakal cepet Maa ngecrotnya.... Hehehe..."

"Yeeee.... Ngaaareeeeepppp....."

Segera saja Citra kembali bersimpuh pada kedua lututnya, lalu mengocok

Ciello. Karena tubuh Citra ketika mengocok penis Ciello dalam posisi

merangkak dan bertumpu pada sikutnya, otomatis Ciello dapat melihat

goyangan payudara Citra dengan jelas. Dan tanpa meminta ijin, Ciello

memberanikan diri untuk menyentuh payudara besar Citra yang selalu hadir

dalam mimpinya.

"Sayang.... " lenguh Citra ketika tangan putra kandungnya menyentuh

payudaranya, "Kamu ngapain...?"

"Eh... Enggak Ma... Ini baju mama kotor..."

"Ooowww..." Jawab Citra singkat tanpa menyingkirkan tangan Ciello dari

payudaranya.

Melihat reaksi Citra yang biasa-biasa saja, keisengan Ciello muncul kembali.

"Astaga Ma.... Tetek Mama empuk sekali ...?" Bisik Ciello lirih, "Dan besar

banget Maaa...."

Lagi-lagi, Citra tak mempedulikan tangan jahil Ciello. Ia seolah sengaja

membiarkan tangan mesum putranya untuk menjelajahi gundukan kedua

payudaranya yang bergantungan itu secara bergantian.


Kisah Keluarga Penzinah

"Maa... "

"Yaa...?"

"Biar Ciello cepet keluar.... Ciello boleh lihat tetek Mama nggak....?"

"Buat apa Sayang...?"

"Ciello pengen ngeremes-remes tetek Mama...?" Pinta Ciello melas.

"Hmmm..... Boleh..... " Jawab Citra, "Sok aja Sayang...." Jawab Citra yang

kemudian membiarkan tangan nakal meremas pelan payudara besarnya.

"Nggg.... Kalo Ciello lepas bajunya...? Boleh nggak Ma....?"

"Baju aja....?"

"Ngggg... Boleh ya Maaa...? Hehehehe...."

"Lepas aja sendiri deh.... Mama sibuk ngocokin kontolmu...."

Dengan bersemangat, Ciello buru-buru melepas semua kancing kemeja Citra,

hingga menampakkan tubuh putih bersih dengna kulit yang halus mulus.

"Kulit Mama mulus bener Ma... " Puji Ciello sembari mengusapi pundak dan

payudara Citra.

Tak puas dengan mengusapi, Ciello pun berinisiatif untuk melakukan hal yang

lebih jauh lagi. Tanpa meminta ijin, Ciello meraih kaitan beha Citra dan

melepasnya perlahan.

KLIK...

"Sayang....? Kamu mau ngapain....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Ngggg.... Cielo pengen liat puting Mama... Boleh ya Ma...? Ciello penasaran....."

Tanpa menjawab, Citra hanya mengangguk. Membiarkan beha merahnya

terlolosi dari tubuh indahnya. Dan membuat payudara besarnya

menggelantung bebas tanpa penahan dan penutup apapun.

"Wooowww... BESAR SEKALI TETEKMU MAAA..." Puji Ciello yang langsung

tak menyia-nyiakan gelantungan payudara bulat ibunya, ia segera meremasi

payudara itu sambaru memilin puting payudaranya pelan.

"Ssshhhhh.....Pelan-pelan Sayang....."

"Sumpah Maa.... Tetek Mama ternyata jauh lebih besar dari yang Ciello

bayangkan....Empuk banget Maaa.. Mana putingnya.... Sumpah.... Bagus banget

Maaa..."

"Aaah.... Bisa aja kamu.... Kaya nggak pernah liat tetek Mama aja..." Ucap Citra

terus meladeni kenakalan putranya itu sambil mengocoki penis ditangannya

kuat-kuat.

"Beneran Maaa.... Tetek Mama bagus.... Besar, mulus, empuk.... Ooohh.... Mama

cantik banget Maaa.... Eehhmmm.... Ssshh.... " Lenguh Ciello sembari terus

meremasi kedua payudara besar Citra, "Ciello ngerasa bangga punya ibu

secantik Mama.... Ssshh... Ciello bangga punya ibu seseksi Mama... Tubuh

Mama... Ooohh... Tetek besar Mama... Pantat bulat Mama.... Kaki mulus Mama...

Bener-bener selalu bikin Ciello horny Ma..."

Mendengar pujian dan rayuan Ciello, ditambah remasan dan cubitan nakal pada

payudaranya, membuat desah kenikmatan Citra mau tak mau keluar juga.


Kisah Keluarga Penzinah

"Eeemmmhhh...." Lenguh Citra lirih. "Pinter ya kamu ngegoda Mama....

Ooohhh.... "

"Bener Maa... Ciello makin jatuh cinta ama Mama...." Ucap Ciello sembari terus

meremasi kedua payudara ibunya dengan kedua tangannya.

"Ooohh... Saaayaanngg.... Tetek Mama Ngilu...Eehhmmm.... Shhhh....." Erang

Citra keenakan.

Mendapat rangsangan pada organ paling sensitifnya, membuat Citra menjadi

hilang akal. Alih-alih menepis tangan jahil Ciello pada payudaranya, Citra malah

semakin mempercepat kocokan batang penis besar itu dengan jemari

lentiknya. Tak lupa, Citra juga terus-terusan meludahi Ciello dan memelintir

batang penis itu. Berusaha membuat penis putranya itu segera mengeluarkan

semburan benih kenikmatannya.

JUUUH JUUUHHH.... JUUUH JUUUHHH....

"Oooohhh... Maaaa.....Ampuun Maaaa...." Seru Ciello keenakan.

Kocokan demi kocokan jemari Citra, semakin lama semakin kuat. Membuat

penis putra kandungnya itu makin terasa berkedut dengan kerasnya, hingga

membuat tubuh putranya itu semakin kelojotan.

"Oooohh... Ampun Maaa.... Aampuunn.... enak banget Maaa... Ooohh... Ohh...

Ohh..." Lenguh Ciello tak mampu menahan rasa ngilu, geli sekaligus nikmat pada

penisnya. "Kalo gini terus... Ciello bisa ngecrot nih Maa... ooohh...."

TIIT TIIIT TIIITT TIIITT....

Tiba-tiba, dering handphone Citra berdering. Membuat layanan masturbasi

Citra pada penis putranya terhenti sejenak.


Kisah Keluarga Penzinah

"Astaga... Itu pasti Papamu sedang nelpon Sayang......." Seru Citra menebak-

tebak, tanpa melihat dari siapa telephon itu berasal.

"Biarin aja Maa... Mama ngocokin kontol Ciello aja dulu.... Ciello mau keluar

nih...." Pinta Ciello sambil terus meremasi payudara besar ibunya.

TIIT TIIIT TIIITT TIIITT....

"Bentaran ya Sayang... Nanti deh kita lanjutin lagi...." Elak Citra sambil

berusaha beranjak dari posisi merangkaknya.

"Yaaeelaaahh Mamaaa..... Dikit lagi Maa... Ya Maaa...." Paksa Ciello menahan

tubuh Citra supaya tak beranjak dari sampingnya, "Bentar lagi Ciello keluar

kooookkk.... Ayo terus kocok kontol Ciello Maa..."

TIIT TIIIT TIIITT....

Suara handphone Citra tak henti-hentinya berdering, hingga akhirnya....

TIIT TIIT TIIIT TIIT TIIT TIIIT TIIITT TIIITT......................................

Suasana kembali hening. Sunyi tanpa suara apapun selain suara becek tangan

Citra yang sedang mengocoki batang penis putranya yang penuh dengan air

liurnya.

"Naah... Berhenti khan....? Ayo Ma... lanjutin lagi...." Ajak Ciello lagi supaya

Citra kembali menghadap kearah penisnya.

"Astaga Sayang... Mama udah telat banget nih... " Kata Citra begitu melihat

jam tangannya, "Kamu lanjutin sendiri aja yaa..."

"Yaah... Mamaaa.... Nanggung amat sih...? Dikit lagi deeeh.... Ciello bentar lagi

keluar kok..."


Kisah Keluarga Penzinah

TIIT TIIT TIIIT TIIT TIIT TIIIT

Lagi-lagi handphone Citra berdering.

"Tuhh... Papamu nelpon lagi Sayang... Udahan dulu ya... " Ucap Citra yang

kemudian buru-buru berdiri dan segera berjalan kearah meja pendek di ruang

keluarga.

Sejenak, Citra mencari-cari handphone didalam tasnya. Karena tinggi meja

ruang keluarga cukup pendek, Citra harus membungkuk guna menemukan

handphone dalam tasnya. Sekali lagi, posisi tubuh Citra membuat belakang rok

mininya kembali terangkat naik, memamerkan celana dalam mini kepada Ciello.

"Astaga... Pantat bulat Mama.... Celana dalam Mama.... Belahan memek

Mama....." Dengus Ciello sembari terus mengurut batang penisnya, "Coba aku

bisa jadi Papa.... Bakal aku sodok-sodokin tuh memek pake kontol ini...." Batin

Ciello sambil membayangkan bersetubuh dengan ibu kandungnya.

"Eh.... Mungkin kalo aku nyoba nyelipin batang kontolku ke sela-sela pantat

Mama.... Mama bakal marah nggak ya...?"

TIIT TIIT TIIIT TIIT TIIT TIIIT

"Ya Halloooo....?" Jawab Citra sambil mencari-cari sesuatu dari dalam tasnya.

"Iya Paa.... Mama ini sebentar lagi jalan...."

"Iya... Maaf agak telat.... Tadi Mama ada urusan bentar dengan Ciello...."

"Mumpung Mama sedang nelpon Papa.... Pasti Mama nggak bakalan marah kalo

aku godain...." Batin Ciello yang tiba-tiba, beranjak dari duduknya dan berjalan

mendekati Citra. Lalu tanpa basa-basi, ia menyodorkan batang penisnya yang


Kisah Keluarga Penzinah

masih menegang keras kearah ibunya yang masih menungging. Menyelipkan

batang penisnya ke sela-sela belahan pantat ibunya.

"Maaa.... Ayo Maaa.... Lanjutin bentaran..." Lenguh Ciello sambil memeluk

pinggang ramping Citra. Karena ukuran penis Ciello yang cukup panjang, kepala

dan sebagian batang penisnya sampai keluar kedepan, melewati bawah

selangkangan Citra.

"Ssssttt... Ciello... Apa-apaan kamu....?" Hardik Citra dengan nada pelan,

"Mama sedang ngobrol dengan Papamu... Singkirin dulu dong kontolmu...." Tepis

tangan Citra berusaha mengalihkan sodokan batang penis putranya yang

menonjol keluar melewati selangkangannya.

"Ayolah Maa... Bentaran ajaaaa...." Bisik Ciello yang tak mengindahkan

permintaan Citra. Bukannya pergi mencabut batang penisnya dari pantat

Citra, ia malah mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur.

"Kenapa Mas....?"

"Enggak... Ini loh Ciello lagi manja.... Aduh... Lipstik aku dimana ya...?" Ucap

Citra sembari mencari-cari sesuatu dari dalam tasnya.

"Ciello.... Bentaran ah... Mama masih ngobrol bentar...." Bisik Citra pelan sambil

berusaha menolak..

"Nggak mau ah.... Kalo Mama nggak mau ngelanjutin... Ciello nggak mau

udahan.... Ayo Maaa... " Ancam Ciello sambil mulai mempercepat goyangan

pinggulnya. Menggeseki belahan bawah pantat Citra dengan kuat.


Kisah Keluarga Penzinah

Lucu. Karena gerakan maju mundur Ciello, kepala penisnya terlihat ikut

bergerak keluar masuk dari selangkangan Citra. Membuat ibu dua anak itu

seolah memiliki penis yang dapat tumbuh dan tenggelam dari dalam vaginanya.

"Eeehhmmm... Ciellooo....." Desah Citra pelan. Karena posisi Citra yang masih

membungkuk, gerakan Ciello yang maju mundur di belahan pantatnya, mau tak

mau ikut membuat vaginanya tergesek-gesek. Nikmat. Membuat Citra sejenak

teringat dengan kejadian pagi hari, dikamar Ciello, beberapa saat lalu.

"Kenapa Mas....? Ehh... Enggak... Ehhmm.... Nggak kenapa-napa kok Mas...

Biasa.... Ssshh.... Ciello cuman lagi ngajak Adek maenan.... "

"Mama....Ayolah Maa..." Bisik Ciello pelan. Sambil terus merengek, ia terus

menggoyangkan pingulnya. "Iya Sayang... Bentar ya...."

Merasa tak dihiraukan, Ciello seolah menjadi gelap mata.

"Ahh... Mama... Kalo Mama nggak mau.... Ciello bisa ngecrot sendiri kok..."

Erang Ciello sembari mempercepat gerakan maju mundur pinggangnya kuat-

kuat. Membuat penisnya semakin menggesek-gesek vagina Citra yang masih

terbungkus celana dalam.

"Eh Sayang... Kamu mau apa....?" Kaget Citra ketika melihat putranya mulai

'menyetubuhi' dirinya dengan kasar.

PLAK PLAK PLAK

Suara hentakan pinggang Ciello terdengar nyaring ketika menabrak pantat

putih ibunya.

PLAK PLAK PLAK


Kisah Keluarga Penzinah

Buru-buru Citra mendekap microfon handphonenya, berusaha

menyembunyikan suara tepukan pinggang dan pantatnya dari pendengaran

suaminya.

"Eh Sayaang... Tunggu... Tunggu Sayang... Papamu sedang telpon ini...." Erang

Citra panik.

"Hallooo....? Haalllooo....?" Suara panggilan Mike terdengar dari speaker

phone, memanggil-manggil istrinya yang mendadak diam. "Sayang...?

Hallooo....? Deeek...?"

"Biarin.... Biarin... Papa... Nunggu dulu... Ciello... Udah... Nanggung banget...

Maa... Oooohh..." Erang Ciello dengan suara putus-putus karena saking

bernafsunya.

"Oooohh.... Saayaaangg... Pelan-pelaaan.... Memek Mama sakit ini kegesek-

gesek kontol ama kain celana dalam Mama...." Pekik Citra sembari berusaha

melepaskan diri dari dekapan tangan Ciello.

"Yaudah... Kalo sakit... Celana dalamnya... Ciello turunin aja ya Maa..." Celetuk

Ciello yang dengan gerakan super cepat menghentikan goyangan pinggulnya.

Mencabut penisnya dan kemudian menarik turun celana dalam ibunya hingga

sebatas lutut. Setelah itu, ia lalu kembali menyelipkan batang penisnya pada

belahan pantat Citra dan kemudian menyodok-nyodoknya lagi.

PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK

"Hallooo....? Haalllooo....? Sayaaang....?" Panggil Mike lagi "Hallooo....?

Deeek...?Kamu sedang apa sih....? Halllooooo....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Ciello.... Lepasin Mama Sayang... Uhh... Uhh... Uhhh.... " Erang Citra

kebingungan. Karena satu tangan sibuk menahan tubuhnya supaya tak ambruk

kedepan, dan tangan lainnya sibuk menutup microfon handphone, Citra tak

mampu berbuat apa-apa. Antara menggunakan tangannya untuk melarang

putra kandungnya 'menyetubuhi' dirinya, ataupun menggunakan tangannya

untuk menutup panggilan telephon dari suaminya.

Citra benar-benar bingung namun juga penasaran. Ia ingin mengetahui akan

sejauh apa perlakuan mesum putranya pada dirinya. Satu sisi, Citra merasa

bersalah telah menggoda Ciello sehingga ia menjadi gelap mata seperti ini. Di

sisi lain, Citra juga menikmati 'persetubuhan' palsu ini. Persetubuhan yang

walau hanya menggesek-gesekkan penis pada bibir vaginanya, namun tetap

saja memberikan efek nikmat yang teramat sangat.

"Ooohhh... Sayaaangg.... Sshhhh....." Desah Citra sambil berusaha menjaga

tubuhnya supaya tak jatuh kedepan.

Perlahan tapi pasti, vaginanya semakin membasah, dan membanjir hebat.

Terlebih ketika batang besar putranya menggeseki biji kelentitnya dengan

gerakan super cepat, membuat vaginanya semakin gatal. Gesekan batang

berurat Ciello yang walau tak menusuk ke liang vaginanya ternyata tetap

mampu membawa sensasi kenikmatan yang mampu membuat ibu dua anak itu

merinding. Bukan karena takut jika batang penis itu tiba-tiba terselip masuk

liang kewanitaannya, melainkan ia takut jika vaginanya akan ketagihan dengan

persetubuhan terlarang ini.

Karena biarpun tubuhnya melakukan penolakan akan perbuatan tak senonoh

Ciello, dari lubuk hatinya, Citra begitu menginginkan untuk dapat segera

disetubuhi oleh putranya ini. Bahkan kalau mau, bisa saja Citra merendahkan


Kisah Keluarga Penzinah

tubuh depannya turun, dan membuat penis besar putranya itu melesak

menembusi liang kewanitaannya.

"Ooohhh... Mamaaaaa.... Enak sekali belahan pantatmu Maaa...." Erang Ciello

sembari terus menghantamkan pinggulnya kearah pantat bulat Citra. Tak lupa,

Ciello juga terus meremasi payudara besar Citra yang bergoyang-goyang

bebas. "Enak juga ngeremes-remes teteeekmu Maaaa....."

PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK..... PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK....

Suara tepukan tubuh ibu dan anak itu terdengar nyaring memenuhi ruang tivi.

"Sshhh.... Ooohh... Cieellooo.... Hentikan Nak... Hentikaaaan.... Ssshhh.... Nanti

Papamu.... Bisa... Ooohhh... Dengeeer loooohh.... Eeeehhhmmmm...." Erang

Citra lirih.

"Biarin Papa denger... Yang penting Ciello puaaasss...." Jerit Ciello sambil terus

menariki payudara ibunya kuat-kuat. "Sumpaaah... Tetek Mama bener-bener

menggairahkan.... Besar sekaaaliiii....."

"Ooohh.... Sayaaang.... Pelan-pelaaan....Jangan keras-keras ngeremesnyaaa...

Saaakiiitt....." Erang Citra

PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK..... PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK....

"Ooohhh... Maaaaaa..... Cieellloooo nggak kuat lagi.... Ciellooo mau keluaaar

Maaa..... Ciello... Keluaar.... Oohhh... Ohhhh.. Ooohh..."

CROT CRROOT CROOCOOT CROOOT CROT


Kisah Keluarga Penzinah

Tujuh semburan hangat muncrat dari arah selangkangan Citra. Menyembur

deras dari ujung kepala penis Ciello. Terbang begitu jauh hingga mengenai tas

Citra yang ada di depannya.

"Oooohh... Ooohh... Oooohhh... Maaaa.... Cieeellloooo keeeluuuaaarrr

Maaaa....." Lenguh Ciello panjang sambil tiba-tiba ambruk menimpa tubuh Citra

yang ada didepannya. Lemas tak berdaya. Hingga akhirnya ia merosot jatuh

kelantai.

"Ooohh... Maaamaaa..... Enak banget Maaa... Sumpah enak baaanggeet...."

Racau Ciello seperti orang yang sedang mabuk. "Belahan pantat Mama memang

enaaak.... Belahannya aja enak... Apalagi lubang pantatnya....? Tetek Mama

juga... Super besar.... Super empuuk... Super lembut... Ciello suka Maaa... "

"Halloooo Deekk...? Hallooo....?" Suara Mike masih memanggil-manggil.

"Eh iya Mas....? Maaf tadi bu Rani main sebentar...." Jawab Citra sambil

menjepit handphone dengan bahunya. "Iya... Tapi sekarang udah pulang kok....

Dia tadi cuman balikin piring..." Bohong Citra sembari mengenakan kembali

celana dalamnya yang ikut-ikutan basah terkena cipratan sperma Ciello.

"Kenapa Mas....? Ciello....? Ada kok..."

"Iya Mas... Dia nakal banget.... Barusan juga Adek dinakalin ama tuh anak..."

"Tuh dia lagi tiduran dilantai....Kenapa Mas....?" Tanya Citra mondar mandir di

ruang tengah. Ia terlihat sibuk mengenakan beha dan bajunya yang tadi

terlepas guna membungkus tubuh indahnya lagi. Sesekali, Citra juga menyeka

lelehan sperma Ciello yang masih mengalir di paha dalamnya dengan tissu.

"Kenapa Mas....? Mas mau ngomong serius ama Ciello....?"


Kisah Keluarga Penzinah

Mendengar ibunya menyebut-nyebut dirinya, mendadak, wajah Ciello pucat

pasi. Ia buru-buru bangun dan langsung mengenakan celana kolornya.

"Mati aku...." Panik Ciello, "Mama pasti bakal melaporkan perbuatan mesumku

barusan ke Papa... Waduh... Gimana ini.....?"

"Ooohhh... Nanti aja ya Mas...? Jadi Adek njemput Mas dulu... Baru nanti

sesampainya dirumah Mas mau ngomong ama Ciello...?"

"Hmmm.... Yaudah kalo gitu... Adek jalan dulu yaa Mass..."

"Muuuaaahhh...."

Hening. Yang ada hanya suara langkah Citra yang mondar-mandir di sekitaran

ruang keluarga. Beha merahnya sudah terpasang rapi dan menerawan jelas

pada kemeja sempitnya. Merapikan makeup dan rambutnya hingga kembali

terlihat menawan seperti beberapa saat lalu.

Melihat raut wajah Citra yang cemberut, Ciello merasa benar-benar bersalah.

Terlebih setelah ia melihat tas kesayangan ibunya, lepek karena semburan

spermanya yang mengotori di hampir semua permukaan kulit tasnya. Sambil

menundukkan wajah, Ciello mendekat kearah ibunya yang kebetulan sedang

duduk disofa samping tempat Ciello duduk.

"Ma... Ciello minta maaf...."

Tak ada jawaban sama sekali dari Citra. Alih-alih mengucapkan sepatah kata,

Ibu dua anak itu malah pergi meninggalkan Ciello. Citra masih terlihat ketus

dan dingin. Sambil terus mondar-mandir, Citra tak henti-hentinya bermakeup

dan bersiap diri. Hingga tiba-tiba ia berdiri tepat didepan Ciello sambil

berkacak pinggang.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ciello....." Panggil Citra dengan nada datar. Matanya menatap tajam kearah

Ciello, membuat putra kandungnya hanya bisa tertunduk ketakutan.

"I.... Iya Ma...." Jawab Ciello gugup.

"Kamu jaga rumah sampai Mama dan Papa pulang... Jangan kemana-mana... Kita

bakal bicara panjang setelah Mama jemput Papamu...." Ucap Citra dengan nada

datar sembari berjalan menjauh dan menghilang ke pintu garasi rumah.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 8 | Astaga.... Clara...? Karnia...?

Dalam perasaan bingung, Ciello duduk dalam perasaan gelisah. Berulangkali,

pikirannya kembali teringat akan wajah serius Mamanya yang terlihat begitu

marah akibat perbuatan mesumnya tadi.

"Ah... Kampreeet.... Super kampreeeett.... " Sesal Ciello dalam hati, "Mama

nanti pasti bakal ceritain perbuatan mesumku barusan ke Papa nih... Ah

SIAAALL.....Mereka berdua pasti bakal ngehabisin aku.... Kampreeet...... Aku

harus bener-bener cari cara supaya bisa minta maaf ke Mama...."

Berulang kali Ciello berpikir keras untuk mencari ide guna meminta maaf

kepada Citra. Namun sekeras apapun ia berpikir, tak satu idepun yang keluar

di pikirannya. Otak saat itu benar-benar tak dapat diandalkan. Buntu sama

sekali.

Akhirnya, Ciello menyerah. Ia mencoba mengalihkan perhatiannya kembali ke

video game yang sedang ia mainkan, tapi, tampaknya hal itupun sama sekali tak

membantu. Pikirannya masih saja panik. Bahkan, anehnya, ketika ia panik,

otaknya malah mengingat-ingat ke kejadian kebeberapa saat lalu, saat dimana

ia sedang 'menikmati' kemolekan tubuh ibu kandungnya.

"Ooohh... Ngentotin mama..... " Batin Ciello sambil memejamkan mata, "Pasti

rasanya jauh lebih nikmat sekali..... Tetek Mama.... Memek Mama.... Anus

Mama.... Oooohh... Pasti kalo dientotin rasanya enak sekali ya Maa....."

Alih-alih khawatir dengan sikap dingin Citra yang terlihat beberapa waktu

lalu, Ciello tiba-tiba teringat koleksi film porno yang ia simpan di hardisk

komputernya. Dan entah kenapa, sekarang ia sangat ingin memutar film-film


Kisah Keluarga Penzinah

porno itu. Dengan gerakan supercepat, Ciello segera berlari keatas. Menuju

kamarnya dan kembali melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya.

Beberapa detik kemudian, Ciello sudah tenggelam dalam imajinasinya. Duduk

dikursi belajarnya dan menghadap ke arah layar laptopnya. Posisi meja

komputer sengaja Ciello atur sejajar dengan pintu masuk, guna

menyembunyikan segala macam aktifitas mesum yang ia lakukan dari orang

yang tiba-tiba membuka pintu. "Supaya aman... " Kata Ciello.

Dengan headset yang menutupi kedua telinganya, Ciello semakin fokus dalam

gambar persetubuhan dua insan berbeda kelamin yang terpampang pada layar

komputernya. Sengaja, Ciello menyetel film incest yang memperlihatkan

persetubuhan antara ibu dan anak.

"Ohhh...Ohhh.... Yeeesss Yesss... Fuck your momma pussy Darling.... Fuck...

Your... Momma... Pussy.... Harder.... Harder...." Suara mesum film itu segera

memenuhi ruangan. "Ohhh.... Yeeeesss... Yeeessssss... Fuck my slut pussy......."

"Ohhh... Mama....Kamu nakal banget Maa...." Erang Ciello sembari

membayangkan jika perempuan yang ada di film porno itu ibunya, dan lelaki

yang sedang menusuki vagina si perempuan itu adalah dirinya. Dengan gerakan

supercepat, Ciello mengocoki penisnya yang sudah menegang keras. "Ooohh..

Mamaaa.... Ciello pengen nyodokin memek sempitmu Maa... Pengen ngentotin

memekmu dengan kontol besarku Maaa....."

TEKTEKTEK

Suara tarikan kulit penis Ciello terdengar begitu kencang, terhentak-hentak

dengan kecepatan tinggi, seiring gelombang orgasmenya yang mulai terkumpul

di pangkal penisnya.


Kisah Keluarga Penzinah

TEKTEKTEK... TEKTEKTEK

"Ooohh... Mamaaaa..... Rasain sodokan kontolku Maaa.... Sshh....Rasain kontolku

mengaduk-aduk liang rahimmu....Oohhh... Ohhh....." Dengus Ciello lantang.

"Rasain kenikmatan batang pelerku Maaa..."

TEKTEKTEK... TEKTEKTEK... TEKTEKTEK... TEKTEKTEK

Gerakan kocokan Ciello semakin lama semakin cepat. Mengurut batang penis

itu kuat-kuat. Sambil membayangkan persetubuhan yang ada di layar

komputer, tubuhnya mulai melengkung-lengkung. Tanpa ampun, Ciello

membetoti batang penisnya dengan brutal, sampai-sampai membuat kepala

penisnya berwarna merah keungunan.

TEKTEKTEK... TEKTEKTEK... TEKTEKTEK... TEKTEKTEK

"Ooohh.. Mamaaa.... Aku mau keluar lagi Maa... Keluarin dimana Ma...? Didalam

atau diluar....?" Lenguh Ciello sambil terus membayangkan persetubuhan

dengan Mamanya, "Didalam aja ya Ma...? Anakmu mau keluarin pejuhnya di

dalam memekmu ya Maaa....?" Tambahnya lagi sambil mengerang-erang, .

"Ooohh.. Mamaaa.... Ciello..... Keeeluuuaaaarrr....."

"Kaaaakaaaaaakkkk..... Balikin kalkulator aku dooo............."

Tiba-tiba, kursi yang Ciello duduki, berputar kekiri. Menghadap tepat kearah

sosok wanita bertubuh imut dengan rambut hitam lurus sepunggung.

Senyumnya merekah mengembang tanpa mengetahui apa yang sedang Ciello

lakukan sebelumnya.

".....ooong....." lanjut Clara menyelesaikan kalimatnya.


Kisah Keluarga Penzinah

Entah sejak kapan adik seksi Ciello sudah masuk kedalam kamar. Dan begitu

sadar jika kakaknya sedang mengocoki penisnya sambil bertelanjang badan,

gadis belia itu kaget bukan kepalang. Matanya tiba-tiba melotot dan mulutnya

melongo lebar .

Ihhhhhsss kakaaaaakkk.....

"Looh....? Clara....?" Kaget Ciello panik, "Uh... Uh.....Uhhh......"

CROOOT CROOOT CROOOCOOOOT CROOOT CROOOOTT....

Lima gumpalan sperma, melesat begitu cepat. Melenting jauh kedepan, kearah

tubuh semok Clara dan mendarat ke seragam sekolahnya.

"Ihhhhhhhssss..... Kak ciellooooooo......." Seru Clara yang berusaha

menghalang-halangi semprotan sperma kakak kandungnya supaya tak terus

menyemburi seragamnya. Namun sia-sia, sperma-sperma Ciello sudah

terlanjur membasahi bagian depan seragamnya.

"Loohh... Clara...?" Sejak kapan kamu ada didalam kamar....?" Tanya Ciello

panik sambil melepas headset yang ia kenakan. Ia lalu melirik kearah sosok

yang ada dibelakang Clara. Sosok wanita dengan tubuh tinggi ramping yang

juga ikut-ikutan melongo dengan mata yang tak berkedip melihat aktifitas

mesum Ciello dengan mata bulat penuh tanda tanya, "Waduh....Ada Karnia

juga....?"

"Hai Kak Ciello...." Sapa Karnia sambil tersenyum malu dan melirik kearah

Ciello yang masih mengurut batang penisnya yang masih memancarkan air mani


Kisah Keluarga Penzinah

Sentakan kejutan seolah tiba-tiba memukul kepala Ciello dengan kuat.

Memberikan shock teraphy yang benar-benar manjur untuk membuatnya

sadar seratus persen.

"Eeh... KEEELLLUUUUAAAARRRR.... Kalian berdua... Keluaar..... Tutup

pintunyaaa...." Teriak Ciello keras sambil menutupi penisnya yang masih

muncrat berkedut dengan kedua tangannya.

Percuma, teriakannya sama sekali tak dihiraukan oleh Clara. Alih-alih keluar

dari kamar Ciello, Clara malah berkacak pinggang didepan Ciello.

"HEEEHH....Kak Ciello jelek.... Kakak tuh ya... Nggak sopan banget sih jadi

cowok... Udah lama banget pinjem kalkulator Adek... Nggak dikembali'in... Eh

pas ditagih.... Adek malah di muncratin pejuh... " Cerocos Clara tanpa titik

koma, "Dan sekarang.... Adek sampe diusir-usir segala...." Tambah Clara lagi

sambil mengusap-usap ceceran sperma Ciello yang menempel di bagian

payudaranya.

"Iiihh... Sumpah... Bauk bangeet... " Jijik Clara sembari menepuk-tepuk

sperma kakaknya yang menempel lekat di gundukan payudaranya. Ia berharap,

dengan tepukan-tepukannya, sperma itu bisa lepas dari baju dan turun

kelantai. Namun, nyatanya, ia salah. Semua tepukan tangannya malah membuat

sperma itu terciprat kesana kemari, bahkan sekarang, sperma itu turun ke

bagian roknya.

"Karnia... Bantuin dong... " Pinta Clara ke sepupunya.,"Uuuhhhh.... Sumpah...

Kak... Pejuhmu bauk bangeeet.... Kakak makan apa'an sih tadi...?" Tambah

Clara setelah mendekatkan tangannya yang belepotan sperma ke hidung

mancungnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Sini... Sini... Dilap pake tissu aja... " Saran Karnia yang segera mengeluarkan

tissu dari saku bajunya.

"Iiihhsss... Mana lengket pula.... Bagi tissunya lagi Kar.... Iiiihhhhhhsss...

Banyak banget sih... " Gerutu Clara sembari mencoba mengelap lelehan sperma

Ciello.

"Mmmm... Clara.... Mending kamu lepas aja deh bajunya.... Karena sepertinya...

Pejuh Kak Ciello nggak bakalan bisa ilang dengan mudah...." Saran Karnia,

"Iiihh... Iya sih... " Ucap Clara jijik sambil mulai melepasi semua kancing baju

seragamnya.

"Mending kamu ganti kaos aja... Soalnya itu baju nggak bakalan bisa bersih

lagi...." Jelas Karnia, "Kak Ciello parah deh... Masa adek sendiri dipejuhin..."

"Hehehe... Biarin.... Makan tuh pejuh..." Ejek Ciello, "Itu hukuman buat cewe

yang sukanya masuk-masuk ke kamar aku nggak pake ketuk pintu..."

"Clara udah ketuk pintu Kak... Kakak aja yang nggak denger... Keenakan ngocok

siiihh... " Ucap Clara sambil melirik ke arah penis Ciello yang masih digenggam

Ciello erat-erat, "Mana pake nyebut-nyebut nama Mama.... Biarin... Ntar Clara

laporin ke Mama... Biar titit kakak dikasih pelajaran super berat ama Mama...."

"Iiihhh... Awas ya kalo kamu sampe berani lapor ke Mama... "

"Biarin.... Biar laptop Kakak disita Mama... Biar Kakak nggak bisa nonton bokep

lagi... Biar Kakak nggak bisa kocok-kocok titit mulu... Hihihi... " Ancam Clara

sembari menimpuk selangkangan Ciello dengan seragam sekolahnya yang sudah

penuh dengan spermanya


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat Clara yang sudah tak mengenakan seragam, membuat Ciello dapat

melihat payudaranya yang besar. Apalagi saat itu Clara mengenakan bra kecil

berwarna pink, membuat payudaranya putih Clara seolah akan tumpah karena

daging payudaranya tak dapat tertampung seluruhnya. Dan karena mendapat

suguhan tubuh seksi adik semata wayangnya, perlahan, penis Ciello yang

semula lemas, mulai kembali keras menegang.

"Heh... Titit.... " Panggil Clara sambil menunjuk-nunjuk selangkangan Ciello,

"Loo... Bakal... Gw... Mampusssiiinnnn..." Ancam Clara dengan mimik wajah lucu.

Wajah khas remaja belia ketika sedang mengancam musuh bebuyutannya.

Mendengar ancaman Clara yang terus-terusan melirik batang penisnya, Ciello

segera mendekap batang penisnya dan menyembunyikannya dari pandangan

adik dan sepupunya. Namun lagi-lagi, hal itu sama sekali tak berguna. Karena

ia masih bisa merasakan tetesan air maninya terpercik ke telapak tangannya,

hingga menetes ke lantai.

"Udah udah... Sana pergi..... Kamu mau apa lagi sih...? Keluar... " Bentak Ciello

sembari menepis tangan Clara yang masih menunjuk-nunjuk ancamannya..

"Ihhhss.... Marah-marah mulu nih orang... Kaya Lagi mens aja...?" Goda Clara

sambil mengintip layar laptop Ciello yang masih menayangkan film pornonya.

"Kak... Itu... Kok pemain perempuannya.... Mirip ama Mama sih Kak...?" Tanya

Clara, "Karnia sini... Coba kamu lihat deh.... Kok kayaknya... Perempuan yang

ada di film bokep Kak Ciello... Mirip dengan Mama Clara ya...?"

"Aduuuhhh... Kalian tuh yaaa..... Disuruh pergi susahnya minta ampun... " Omel

Ciello


Kisah Keluarga Penzinah

"Ah Kakak.... Bentaran ah... Clara khan cuman mau ngambil kalkulator Clara

lagi..."

"Emang itu kalkulator punyamu...?"

"Ya... Iya... Laaahh... Sok pake nanya segala.... Emang ada ya...? Cowo normal

pake kalkulator berwarna pink....?" Tanya Clara cuek, "Jadi sekarang... Buruan

balikin kalkulator Clara... "

"Iye-iyeeee..... Ntar kakak anter kekamar deh... Sekarang... Kamu balik aja

sana..."

"NGAK MAUUU... Clara nggak mau pergi sebelum Kakak kasih Clara tuh

kalkulator.. ." Ucapnya cuek sambil membuka laci-laci yang ada disamping

Ciello. "Simpen dimana sih Kak.... Kok ga nemu-nemu...?" Tanya gadis belia ini

yang sama sekali tak merasa sungkan dengan ketelanjangan kakaknya.

"Mungkin jatuh kebawah meja kali ya...?" Tambah Clara lagi sambil menungging

dan melongok-longok kepalanya ke bawah meja, dekat dengan genangan

sperma Ciello yang masih menetes.

Ciello mengambil nafas panjang. Lalu tanpa mempedulikan penisnya yang sudah

mulai kembali menegang, ia bangkit dari kursi belajarnya dan mengangkat

tubuh adiknya yang masih menungging-nungging di bawah meja. Dan setelah

itu, ia meminta Clara untuk berdiri

"Kamu tuh yaa... Jadi cewe nggak pernah mau ngalah...." Ucap Ciello sengit

sambil menggiring pundak polos Clara menuju kebalik pintu kamar tidurnya

dengan tangan yang masih belepotan sperma.

"Noh... Cari kalkulator kakak ada didalam tas... " Ucap Ciello, "Buruan ambil...

Terus kalian pergi dari kamar kakak...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiiihhsss... Kak Ciello meper.... Iiihhhsss..." Seru Clara jijik, "Khan tadi tangan

kakak sedang penuh ama ceceran pejuuhh.... Yaaahh... Pundah Clara jadi

belepotan pejuh nih..... Yaaaiiiikkkkksss.... " Ucap Clara lagi sambil menepisi

lelehan sperma Ciello yang menempel di pundak putihnya. Setelah itu ia pun

mengambil kalkulatornya dari dalam tas Ciello.

"Bodo.... Makan tuh pejuh..." Ucap Ciello yang kemudian memegang bagian

bawah rok seragam Clara dan menggunakannya untuk mengelap batang

penisnya yang masih basah kuyup akan sperma, "Skalian deh... Pinjem roknya

buat mbersihin titit Kakak... Hehehe.... ".

"IIiihhhsss... Kakaaaakk.... Sumpah deh ... Kakak jorok bangeettt..."

"Biarin.... Udah udah... Ayo sana keluar.... Atau kamu mau pejuh ini... Kakak

peperin ke muka nyebelin kamu....?" Ancam Ciello sambil menunjukkan kedua

tangannya yang masih penuh sperma, mendekat ke hidung Clara.

"Iiiiiihhh.....Kakak Meesuuuummmm.... Nyebeelliiiinnnn..... Weeeeekkkk...."

Kesal Clara sambil berbalik keluar kamar Ciello, "Ayo Kar... Kita tinggalin

manusia super mesum ini sendirian...." Omel Clara sambil nyelonong pergi ke

kamarnya, meninggalkan Karnia yang masih berdiri di pintu kamar Ciello.

"Ehh... I... Iya...." Jawab Karnia mengiyakan, "Daaa Kak Ciellooo.... Karnia...

Uuuummm.... Pergi ke kamar Clara dulu ya..." Senyum Karnia sambil

membalikkan badan.

Namun, sebelum ia meninggalkan pintu kamar Ciello, Karnia buru-buru berbalik

badan lagi dan mengeluarkan handphonenya. Lalu tanpa bertanya, Kania lalu

mendekat kearah Ciello dan mengambil gambar dirinya yang sedang telanjang

sambil melirik genit kearah penis Ciello yang mulai kembali mengeras. Tanpa


Kisah Keluarga Penzinah

malu, Karnia semakin mendekat dan mengambili photo penis Ciello secara

terang-terangan.

CKRIK... CRIK... CRIK CRIK....

"Ehhh... Heeeehh..... Kamu mau ngapain...?" Heran Ciello melihat tingkah

sepupunya.

"Hihihihi... Buat kenang-kenangan aja kok... Nggak apa-apa khan Kak... " Ucap

Karnia sambil tersenyum.

CKRIK... CRIK... CRIK CRIK....

"KAARRNIIIAAAAAA... Buruan sini.... Ngapain kamu berdiri mulu disana....?"

Teriak Clara dari dalam kamarnya, "Ntar diperkosa ama monyet cabul berekor

buntung yang super mesum itu loh...."

"Heeehh... Manusia bertoket Wewe Gombel... Awas kamu ya..." Balas Ciello.

"Hmmm... Yaudah Kak... Karnia ke kamar Clara dulu ya..." Ucap Karnia

tersenyum sambil tiba-tiba, gadis manis itu menjulurkan tangannnya kearah

penis Ciello dan mengusap kepala penis Ciello yang berwarna merah keunguan.

"Jangan sering-sering ngocok sendirian Kak... Kasian.... Nanti... Nggg...

Kontolnya bisa copot loh.... Hihihihi...."

"Eeeehh....???" Bingung Ciello.

"Kalo Kak Ciello butuh bantuan.... Nggg... Kabarin Karnia aja Kak... Hihihihi...."

Jawab Karnia genit sambil membalikkan badan dan melangkahkan kaki

meninggalkan Ciello sendiri di kamarnya.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 9 | Batang Kak Ciello

"Karnia... Kamu ngapain sih lama-lama dikamar Kak Ciello....?" Seru Clara sambil

melepas bra merah yang ia kenakan lalu melemparnya ke keranjang baju kotor

di sudut kamar. Membiarkan payudaranya yang bulat besar meloncat turun

dan bergoyang seiring gerak tubuh sintalnya. "Kamu nggak takut apa kalo dia

ngisengin kamu...?"

"Hihihi... Aku habis photo kontol dia... Ma liat gak...?" Tanya Karnia sambil

memamerkan gambar penis Ciello di layar handphonenya.

"Ihhhhssss.... Ngapain amat.... " Tolak Clara yang mengelap payudaranya

dengan tissu basah. Membersihkan kulit mulus payudaranya dari cipratan

sperma kakaknya.

"Loohh... Liat dulu dong... Ini kontol special loh..."

"Apanya yang special...? Semua titit mah biasa ajaahh...." jawab Clara yang

kemudian melepas roknya dan juga melempar ke keranjang baju kotor di sudut

kamar, dan mengambil handphone Karnia. Lalu dengan hanya mengenakan

celana dalam, Clara ia melempar tubuhnya keatas dipan empuknya, membuat

payudara besarnya lagi-lagi bergoyang-goyang bebas.

"Hihihi... Kamu pasti jarang ya liat kontol cowok.... Kontol kakakmu tuh beda

tauuukkk..." Jelas Karnia yang juga ikut-ikutan melepas baju beserta rok

seragam sekolahnya dan melemparnya ke keranjang kotor, menyisakan bra dan

celana dalam serasi berwarna hijau. Kemudian ia mengikuti Clara, segera

merebahkan tubuh langsingnya disamping Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggg.... Emang bedanya apa ya.... ?" Jawab Clara bingung dengan maksud

Karnia.

"Hhhh... Dasar adik nggak perhatian....Nih liat... Kontol Kak Ciello tuh beda

ama kontol cowo seusianya.... Liat deh ukurannya batangnya... Besar

kepalanya... Guratan uratnya... Beda Clara..." Jawab Karnia yang terus-terusan

menslide gambar penis Ciello di handphonenya ke depan wajah Clara.

"Masa sih...? Bukannya titit cowok semua sama ya...?" Heran Clara.

"Hhhhh... Kalo titit emang iya... Tapi ini kontol Clara... Kontol.... " Gemas Karnia,

"Titit mah buat bayi... Ini KONTOL...."

"Ihhhhsss.... Karnia.... Kata-katamu vulgar banget deh.... "

"Halah... cuman berkata kontol aja kok vulgar... "Ucap Karnia membela diri,

"Kamu tuh vulgar... Dirumah cuman pake kancut doang... Tetek diumbar

kemana-mana...." Tambah Karnia sambil menggoyang-goyang payudara besar

Clara yang masih tiduran disampingnya.

"Emang.... Apa sih bedanya...? Kayaknya nggak ada yang spesial deh...?" Jawab

Clara sambil memutar-mutar handphone Karnia yang berada di tangannya. Tak

mempedulikan tangan jahil Karnia yang masih terus-terusan mengusel-usel

payudaranya.

"Nihhh... Coba... Liat nih..." Jawab Karnia lagi sambil mengambil handphone

dari tangan Clara dan memperlihatkan koleksi photonya, "Ini kontol Jaka, ini

kontol Ryan, ini kontol Erwin, ini kontol Hendrik, ini kontol Ifan... Ini kontol

Dedy.... Beda khaaaan....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiihhhssss... " Seru Clara sambil merebut kembali handphone Karnia dari

tangannya. "Photo-photo titit itu... Semua titit cowokmu ya...?"

"Kontol Clara... Kontol... Bukan titit..."

"Hihihi iya... Kontol..." Ucap Clara ,"Nggak enak banget ngedengernya yak.. ?

Kontol... ? Hihihi...."

"Naaaah... Gitu dong... Khan aku enak ngedengernya..."

"Heeeh Panjul... Kamu belom jawab pertanyaan Clara... "

"Eeh iyaa....... Nggak-nggak... Bukan... Mereka semua tuh sudah jadi mantaaan

kok.... Hihihihi...." Jawab Karnia cuek sambil terus menslide gambar-gambar

penis di handphone yang ada di tangan claranya.

"Kok kamu punya banyak sekali gambar titit mereka....?"

"Kontol..." Ralat Karnia.

"Eh iya... Kontol... " Sahut Clara.

"Emangnya... cuman cowo yang boleh koleksi gambar-gambar jorok...?" Sewot

Karnia, "Tuh liat... Wuiih... Rambut kontol kakak lo lebat juga yak...? Pasti asem

bauknya... Hmmm...."

"Ya tapi khan kamu cewek... Cewek harusnya nggak semesum cowok dong...."

Kata Clara yang mulai memperhatikan gambar penis kakaknya.

"Biarin ajalah... Yang penting aku nggak ngerepotin siapa pun.... Hihihi...." Bela

Karnia, "Tuuuh liat Clara... Uratnya juga tebal-tebal loohh.... Emang kamu

nggak pernah penasaran buat megang tuh kontol...? "


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiiiiihhhss... Buat apaan...? Ngeliat aja udah geli... Apalagi megang.... Bisa

kesenengan tuh monyet buntung..." Sewot Clara, " Udah-udah... Jangan

ngebahas titit dia... Clara udah sering kok ngeliatnya..."

"Kontol Claraaa... Konttoooollll....." Ralat Karnia lagi.

"Iya deh iya.. Kontooollll.... Puas...?"

"Hihihi.... Naaah.... Barang segedhe ini mah harusnya kamu sebut kontol..."

"Iyeee... Ini juga Clara udah bilang kontol..."

"Bagus bagus bagus... Eh... Kamu juga harus liat ini doooonngg... Kepala kontol

besar kak Ciello yang baru aja muncratin pejuh.... Busyeet... Merah bengkak

Clara... Hihihi...." Ucap Karnia kagum sambil kembali menunjukkan gambar

penis Ciello pada Clara. "Sumpah... Ini besar banget loh... Ya khaan...?"

"Nnggg... Iya sih... Kayaknya besar...." Ucap Clara mengiyakan.

"Bukan kayaknya Claraaa....... Ini memang besar... Besar banget Sayaaaang.... "

Ucap Karnia yang terus-terusan menzoom beberapa gambar penis Ciello

lainnya, "Kebayang nggak kalo kontol itu nusuk-nusuk memek kamu yang mungil

ini...?" Tanya Karnia yang tiba-tiba memindahkan tangannya dari payudara ke

vagina Clara, "Kebayang nggak...? Kontol besar punya kakakmu ini....

Menggelitik itilmu.... Ngegaruk-garuk dinding memekmu... Wuuuiihh... Pasti

rasanya cenut-cenut tuh....Hihihi...." Tambah Karnia sembari mengusap vagina

Clara dari luar celana dalam. Membuat tubuh Clara seketika merinding.

"Iiihh... Amit-amit dah... " Seru Clara sambil mengembalikan handphone Karnia

tanpa menepis tangan Karnia di vaginanya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Coba bayangin dulu Sayang.... Bayangin kalo kontol kakakmu itu menembusi

setiap inchi lipatan lubang memekmu... Menembus jauh hingga menyentuh liang

peranakanmu... Hingga rahim... " Goda Karnia sambil mulai menyelipkan jemari

tangannya ke sela-sela celana dalam Clara, berusaha menyusupkan jemarinya

lebih jauh kedalam liang vagina sepupunya," Ooohh... Pasti enak banget tuh..."

"Nggg.... Masa sih...?" Tanya Clara menatap wajah Karnia, "Emang...? Seenak

apa...?"

"Enak banget lah....Hihihi... " jawab Karnia tersenyum, "Mau aku kasih

unjuk...?" Tambah gadis manis itu sambil mengoreki vagina Clara yang mulai

melembab.

"Kasih unjuk buat ngerasain nikmatnya memek disodok-sodok..." Ucap Karnia.

"Lah...? Kamu khan cewek... Gimana cara nyodoknya....?" Heran Clara.

"Hihihi... Pake dildolah...."

"Iiiihhsss... Gilaak... Nggak ah... Nggak usah...." Tolak Clara sambil menepis

tangan Karnia pelan, "Ntar ilang perawan Clara...."

"Hihihi... Ya kalo nggak mau ilang... Dikobel-kobel aja Sayang..." Ucap Karnia

memberi ide, tak mengindahkan tepisan tangan Clara sebelumnya. "Dikobel

juga masih bisa ngerasain enak kok... Hihihi..." Tambahnya lagi. Jemari

lentiknya kemudian mulai mengusap tonjolan klitoris Clara yang semakin

mengeras.

"Uuuuhh... Karnia..." Lenguh Clara sambil merem melek, mencoba merasakan

kenikmatan usapan jemari sepupunya pada liang vaginanya yang semakin

becek.


Kisah Keluarga Penzinah

"Enak khaan....?" Tanya Karnia lembut yang secara tiba-tiba mengecup

payudara bulat Clara.

"Eeehmmm..... Sssshhh.... " Desar Clara lagi.

Melihat sepupunya itu mulai tergiring dalam kenikmatan, membuat Karnia

makin berani. Ia mulai menusukkan jemari tangannya ke dalam celah

kewanitaan Clara.

"Uuuuhh... Karnia... " Rintih Clara.

"Yaaa...? " Jawab Karni pelan sembari terus mengecupi payudara Clara pelan

sembari mulai menjilati puting merah muda sepupunya, "Coba bayangin... Jari

aku tuh kontol kakakmu Sayang..."

"Sssh.... Aaaaaahhh... Enak.... " Desah Clara, "Ehhhmmm.... Kontol Kak Ciello....

Eh....Udah-udah.... Stop..." Seru Clara tiba-tiba panik, dan buru-buru menepis

tangan Karnia.

"Loh...? Kenapa Sayang...?"

"Udah-udah... Ntar Clara malah beneran kepingin...."

"Hihihi... Ya nggak apa-apa...." Jawab Karnia yang kemudian menyingkirkan

tangannya dari vagina Clara dan mempermainkan jemarinya seperti kaki

berjalan. Melangkah pelan kearah payudara sepupunya, "Atau kalo nggak...

Coba bayangin tuh kontol... Dikocok pake tetek besarmu ini...

"Kontol dikocok pake tetek...?" Heran Clara

"Iya... Enak loh... Trus abis gitu... Dimuncratin di sini...?" Goda karna yang

kemudian memutar-mutar jemarinya di sekitaran puting merah muda Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiiihh... Karnia... Geli aaah...."

"Kalo kena pejuh... Pasti kulit tetekmu ini bakalan lebih kenceng lagi...."

"Aaaahhss.... Teori itu maaah..."

"Laahh.. Nggak percaya... Ini buktinya... Liat... Tetek aku kenceng khan....?"

Ucap Karnia sambil memamerkan kedua payudaranya yang masih terbungkus

bra. Mengkilap mulus.

"Emang itu akibat sering kamu kasih pejuh ya...?" Tanya Clara.

"Yup... " Ucap Karnia sambil mengangguk pasti, "Dan liat... Makin keliatan

besar khan...?"

"Hhmm... Iya sih... Tapi masa itu gara-gara dilulurin pejuh sih...?"

"Hihihi.... Makanya... Coba deh... Kalo tetek kamu ini kamu kasih pejuh... Pasti

bakalan makin besar lagi..." Jelas Karnia sambil meremasi payudara Clara

dengan kedua tangannya.

"Ssssh... Udah-udah... Kok sekarang malah ngomongin tetek Clara sih... Udah

....Geli Karniaaa..." Seru Clara sambil menepis tangan sepupunya dan buru-buru

bangkit dari tempat tidurnya.

"Hihihihi... Tapi enak khaaan....?" Goda Karnia.

"Iiiihhhsss... Udah udah... Kita makan dulu yuk... Perut Clara udah laper nih... "

Selak Clara berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia lalu mengenakan kaos tipis

dan kembali duduk di tepi tempat tidur.


Kisah Keluarga Penzinah

"Kamu harusnya bersyukur Clara... Punya saudara berkontol besar gitu..." Ucap

Karnia sambil tersenyum manis. Senyum yang entah kenapa, selalu

menenangkan hati Clara.

"Emang kenapa...?" Tanya Clara.

"Hihihihi... Ya enak aja..."

"Emangnya titit... Eh... Kontol Om Joko...? Farhan...? Zaki...? Billy...?"

"Aah kontol mereka mah standar... " Potong Karnia cepat. "Kontol mereka mah

ga sebesar kontol-kontol keluargamu...."

"Haaaah...? Kontol-kontol keluargaku...?" Heran Clara, "Hhmmm....Emang

selain kontol Kak Ciello... Kamu udah liat kontol siapa lagi... ?" Tanya Clara

penasaran.

"Hehehe... Ada deeeh.... " Jawab Karnia jual mahal sambil memeluk guling,

berusaha menyembunyikan wajahnya dari tatapan penuh tanda tanya Clara.

"Iiiihhs... Karnia... Kamu udah liat kontol siapa lagi...?" Seru Clara yang

kemudian menangkap tubuh Karnia dan berusaha mengambil paksa guling yang

sedang dipeluk sepupunya.

"Hihihihi... Aku udah pernah liat.... Hmmmm... Ada deeeh... Hihihihi..."

"Karniaaaa..." Jerit Clara kencang sambil mulai menggelitik pinggang

sepupunya.

"Hihihihi... Aku udah pernah liat..... Kontol Papa kamu..."

"Kontol papa aku....?" ulang Clara, "HAAAH... Kontol Papa Mike...? Serius...?"

Tanya Clara yang kemudian kembali tiduran di samping tubuh Karnia.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihi...." Jawab Karnia sambil mengangguk dan tersenyum lebar.

"Kok bisa...? Kapan...? Dimana...? Gedhe nggak...? Gimana bentuknya...?"

"Wuih wuih wuih... Satu satu nanyanya Sayang... " Sela Karnia, "Kamu

sepertinya pengen tahu banget ama kontol Papamu...?"

"Eeh.. Nngg... Clara khan cuman penasaran...."

"Penasaran apa...?"

"Ya penasaran aja ama kontol Papa...?"

"Penasaran gimana rasanya kalo tuh kontol ngaduk-aduk memek perawan kamu

ya...? Hihihi...."

"Iiiihh..... Karnia... Becanda mulu deeeh...."

"Hihihihi.... Malahan... " Tiba-tiba, Karnia memutus kalimatnya, "Eh... Kamu

jangan marah ya..."

"Ngg... Marah kenapa..?" Tanya Clara.

"Aku....Bukan... Cuman pernah liat kontol Papa kamu loh..."

"Haaa....?"

"Iya... Aku juga udah pernah megang juga... Hihihi..."

"Se..Ri....Us....?"

Lagi-lagi, Karnia tersenyum lebar , "Iya... Nggak cuman itu aja loh...."

"Haah... Trus....? Kamu pernah ngapain lagi Karnia...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Aku juga.... Mmmmm... Udah pernaaaah..."

"Cielloo...... Clara.... Mama pulaaang.... " Seru Citra dari arah ruang tamu.

Mengagetkan percakapan kedua gadis cantik itu.

"Itu seperti suara Mama kamu Say...?" Celetuk Karnia, "Sepertinya mereka

sudah pulang...."

"Anak-anaaak... Papa juga pulaang.... " Timpal Mike, "Cieloooo.... Claraaaa.....

Ayo turun gih.... Papa bawa banyak oleh-oleh nih... Ayo sini...."

"Bener... Itu suara Papa Mike tuh Claara... Udah ya... Ceritanya disambung

nanti lagi.... " Ucap Karnia yang buru-buru bangun dari tiduran di kasur Clara

dan mengambil kaos Clara di lemari.

"Eeeeh... Karnia... Gimana ceritanya...?"

"Hihihi... Nanti ya... Habis kita makan malam..." Ucap Karnia sambil

mengenakan baju Clara lalu beranjak keluar kamar.

"Karniaaa.... Tungguuuu.... " Seru Clara ,"Kamu harus ceritain semuanya....

Men... de..ta...il..."

"Hihihi... Iya nanti aja yaaa..."

"Ciello....Clara...?" Panggil Citra lagi.

"Yuk kita kebawah dulu..." Seru Karnia sambil menggandeng tangan Clara dan

buru-buru mengajak sepupu cantiknya itu segera turun.

GLUDUK GLUDUK GLUUDUUKK.. GLUDUK GLUDUK GLUDUK GLUDUK.....


Kisah Keluarga Penzinah

Suara langkah kaki Clara dan Karnia terdengar bergemuruh, seiring langkah

kaki yang berlarian turun.

"Paaaapaaaaa....... " Teriak Clara yang tiba-tiba meloncat ke gendongan Mike

sembari mengecupi pipi ayahnya.

"HUUP.... Huiihh... Anak Papa ini makin berat aja ya...?" Ucap Mike membalas

menciumi pipi Clara.

"Papaaa..... Papa pulangnya kok malem banget sih...?" Rajuk Clara sambil

kembali memeluk tubuh kekar Mike erat. Membuat payudara tanpa branya

yang bulat, terhimpit nyaman didada Mike.

"Hehehe... Kangen ya....?" Ucap Mike yang juga semakin kuat meremas pantat

semok Clara.

"Hmmm... Dikit sih.... Hihihi..."

"Iya Sayang.... Tadi Mama ngasih surprise dulu.... Trus setelah itu Mama

ngajak makan malem.... "Jelas Mike, "Jadinya ya gini.... Sampe rumahnya agak

malem...."

"Hmmm... Surprise....?" Tanya Clara sambil melirik ke arah Citra, "Iiihhh...

Mama iiihhhh... Bajunya seksi banget...." Protes Clara.

"Eh... Kenapa emangnya Sayang...?" Bingung Citra.

"Pasti tadi Mama ama Papa mampir hotel buat BEGITUAN ya...?"

"Loohh.. Sayang....? Kok mikirnya gitu...?" Tanya Citra sambil melirik kearah

Mike.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iyalah... Mama pake baju seksi.... Trus nggak ngajak Clara.... Trus pulangnya

malem.... Pasti tadi kalian berdua abis ngapa-ngapain khan...? Hayo

jujuuuurr......."

"Hahahahaha.... Clara-Clara.... Kamu tuh ya... Kaya detektif aja..." Celetuk

Mike sambil menurunkan tubuh Clara dari gendongannya.

"Iya nih Clara.... Khan tadi waktu Mama berangkat.... Kamu tadi masih belum

pulang sekolah Sayang.... " Citra beralasan.

"Yah.. Mamaa... Coba Mama nunggu bentaran... Khan Clara bisa ngikut.... Clara

tau kok tadi mama berangkatnya buru-buru.... "

"Hah....? Clara tahu keberangkatanku...?" Batin Citra sambil melirik lagi

kearah Mike, jangan-jangan dia tahu kejadian mesum sore tadi ketika aku

bersama kakaknya...? Aahh... Nggak... Dia nggak tahu...."

"Ya khan Ma....? Mama tadi jalannya buru-buru...." Tanya Clara lagi.

"Hihihihi... Iya iya Sayang.... Maaf ya... Lain kali Mama bakal nungguin kamu

deh.... Hihihihi..."

"Yaudah.... Jangan ngambek gitu ah.... Ini... Papa udah bawa oleh-oleh

kesukaanmu Sayang.... Buka gih... Papa harap kamu suka...." Ucap Mike sembari

menyodorkan sekotak martabak keju dan beberapa kantung belanja kearah

Clara. Lalu sebelum Mike beranjak ke arah kamar tidurnya, ia dikagetkan

dengan sesosok wanita yang berdiri di ujung tangga sambil tersenyum lebar.

"Eh... Ada Karnia toh.... " Seru Mike, "Sini Sayang... Jangan berdiri dipojokan

gitu ahh..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Malem Ommm....Oleh-oleh Karnia mana....?" Tanya sepupu Clara ini sambil

berjalan mendekat dengan wajahnya tersenyum dan menatap mata Mike tajam

penuh arti.

Melihat tatapan Karnia, hati Mike tiba-tiba berdebar. Pikirannya melayang ke

beberapa saat lalu. Saat dimana kepala Karnia sedang naik turun

diselangkangannya. Sibuk mengoral penis jumbonya sebelum ia masuk sekolah.

"Hahahaha.... Sini-sini Sayang.... CUUUPP...." Kecup Mike kearah pipi Karnia

sambil memeluk tubuh ramping keponakannya erat-erat, "Om nggak tahu kalo

kamu ada disini... Yaudah... Ini aja ya oleh-olehnya...." Tambah Mike yang

kemudian menyerahkan sekotak makanan pada Karnia.

"Hehehe... Karnia cuman becanda aja kok om.... Tapi... Makasih ya Ooomm..."

"Loh Sayang...? Si Ciello mana...? Kok nggak keliatan...?" Tanya Mike

"Eeh... Iya ya....?" Bingung Citra.

"Si Monyet Buntung itu sudah tidur Pa.... " Ujar Clara singkat.

"Monyet Buntung...? " Tanya Citra.

"Iya.... Kak Ciello... Dia pasti kecapekan Ma..."

"Kecapekan....?" Tanya Mike

"Mungkin tadi dia kebanyakan olahraga Sayang...." Jelas Citra.

"Huuhh... Olahraga....? Olahraga apaan....? Olahraga kont....." Clara tak

meneruskan kalimatnya, ia lalu melahap martabak favoritnya. "AHEM.... Udah

ah... Clara mau ngehabisin martabaknya di teras depan ajalah ... Yuk Karn...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Eeh iya... Permisi Om... Tante...."

"Hmm... Oke.... "Jawab Mike, "Jangan banyak-banyak makannya ya Sayang....

Ntar gendut loh..."

"Iiiiiihhhsss... Papa.... Kok ngedoain aku gendut sih...." Omel Clara dari depan

teras.

"Hahahahaha....."

"Yaudah deh... Kalo gitu... Adek keatas dulu ya Mas... Mau ngelihat Ciello...."

Ucap Citra lirih sambil mengusap rambut suaminya.

"Iya Dek.... Mas mandi dulu aja deh kalo gitu...."

Tanpa mengganti baju, Citra pun segera melangkahkan kakinya keatas, ke

kamar Ciello.

Sesampainya dikamar Ciello, Citra mendapati kamarnya gelap, pengap, dengan

bau sperma yang semerbak, memenuhi seluruh penjuru ruangan. Sejenak,

Citra memicingkan mata, berusaha menyesuaikan diri dengan keremangan

kamar.

"Duuuhh... Malasnya...." Ucap Citra begitu melangkah lebih jauh. Didalam

kamar, baju-baju Ciello berserakan dilantai, tissu dan selimut berhamparan di

sekeliling tempat tidur, layar laptopnya masih terbuka, dan Ciello teronggok

di atas kasur dengan....

"Aastaga ini anaaak...." Kaget Citra begitu melihat Ciello yang terlelap dalam

kondisi tanpa mengenakan pakaian sama sekali.


Kisah Keluarga Penzinah

Sambil melangkah pelan, Citra lalu mendekat ketempat tidur Ciello.

Mengambil selimut putranya yang ada di bawah tempat tidur lalu

membentangkannya lebar-lebar.

"Ck...ck...ck.... Basah oleh pejuh...." Ucap Citra yang kemudian melempar

selimut itu kesudut ruangan sebelum. Lalu ia mengambil selimut baru di dalam

lemari Ciello.

PLUK PLUK PLUK....

Tiba-tiba, sebuah onggokan kain jatuh tepat didepan kakinya.

"Ya ampuuunnn.... Itu khan celana dalamku....?" Ucap Citra dalam hati sambil

membungkukkan tubuhnya, mengambil celana mungil yang sudah keriput itu.

"Pantes aja banyak celana dalamku yang hilang.... Dicari-cari juga nggak

ketemu... Ternyata ada disini...."

Dengan seksama, Citra menatap ke arah celana dalamnya. "Kok kainnya agak

keras ya...? " Herannya sembari mengorek-ngorek kain celana dalamnya dan

menghirup aromanya lekat-lekat. "Wah... Penuh pejuh kering...... Pasti Ciello

menggunakan celana dalamku buat ngocok-kocok kontol besarnya... Iya... Pasti

ini pejuh dia...."

Sejenak, Citra mencoba memperhatikan celana dalam yang ada di tangannya.

Meraba melihat bekas sperma anaknya, meraba teksturnya, dan mengendusi

aromanya.

"Hhhhhhhh... Sudahlah.... " Ucap Citra sambil meletakkan kembali celana

dalam keriputnya ke dalam lemari. Kesela-sela tumpukan baju.

PLUK PLUK PLUK.. PLUK PLUK...


Kisah Keluarga Penzinah

Lagi-lagi, beberapa onggokan kain kembali jatuh. Turun dan berserakan di

sekitar kaki Citra.

"Busyet... Banyak juga nih anak mengkoleksi celana dalam... " Batin Citra dalam

hati yang kemudian membungkukkan tubuhnya dan memunguti celana dalam

itu.

"Tapi bentar... Ini sepertinya bukan celana dalamku...?" Heran Citra sambil

memeriksa celana dalam yang juga sudah keriput itu, "Ini celana dalam

Clara..."

"Ini juga... Ini lagi.... Kok banyak banget celana dalam Clara disini...?" Heran

Citra, "Ck...ck...ck.... Ciello... Ciellooo...." Seru Citra yang kemudian meletakkan

kembali koleksi celana dalam putranya ke tumpukan baju. Diambilnya selimut

baru dari lemari dan dibentangkannya lebar-lebar.

Namun, ketika Citra akan menebar selimut ke atas tubuh putranya, sejenak,

ia terdiam. Ibu muda itu menatap tubuh samar putranya yang terkena cahaya

lampu jalanan lekat-lekat.

" Zzzzz... Zzzzz... Zzzzz..." Dengkur Ciello pelan.

"Ia sudah makin dewasa..." Ucap Citra dalam hati. "Tubuhnya mulai kekar,

perutnya mengotak, lengannya besar, dan penisnya....

"Ooohh... Astaga... Kontol Ciello.." Lenguh Citra pelan, "Masih lemes aja udah

segini besar.... Pasti ini kontol baru saja disiksa habis-habisan...." Tambah

Citra yang kemudian kembali menyapu seluruh ruangan. " Ciello pasti

kecapekan onani sembari menonton film porno..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Kontolnya terlihat begitu tenang.... Mengkilap... Dan berlumuran sperma....."

Batin Citra sembari terus mengamati penis putranya dari dekat. Melihat penis

lemas putranya, birahi Citra entah kenapa mulai muncul.

Citra lalu membungkukkan tubuhnya, dan meraih batang penis Ciello yang

masih tergolek lemas.

"Busyet... Kontol ini.... Berat juga ya..." Heran Citra sembari membolak balik

penis Ciello.

Tiba-tiba, entah ide darimana, Citra lalu mendekatkan wajahnya kearah penis

Ciello. Dan tanpa berpikir panjang, ia menjulurkan lidah dan menjilat ujung

penis putranya.

"Asin... " Ucap Citra lirih, "Kira-kira masih ada nggak ya pejuh Ciello...?".

Perlahan, ia mulai mengurut penis lemas putranya. Pelan, pelan, pelan. Hingga

penis itu lama kelamaan mulai menegang.

"Zzzzz... Zzzzz..... Uh Mama... " Desah Ciello

Sekilas, Citra menghentikan gerakan tangannya dan melirik kearah putranya.

Matanya masih terpejam, dan nafasnya masih teratur. "Rupanya, dia sedang

bermimpi... " Ucap Citra dalam hati

Kembali, tangan ibu muda itu mengurut penis putranya pelan.

Seolah mengerti maksud dan tujuan Citra, tak perlu waktu lama, penis Ciello

pun kembali mengeras. Namun anehnya, walau penisnya sudah menegang

sempurna, mata Ciello masih tetap terpejam.

"Ssshhh.... Ooohhh mama..." Seru ciello masih dalam tidur lelapnya.


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat respon Ciello yang sama sekali tak terganggu dengan ulah tangan

Citra, membuat dirinya semakin berani.

HAAP...

Tiba-tiba, mulut Citra melahap kepala penis Ciello.

"Astaga... Besar sekali..." Seru Citra dalam hati.

"Oooohhh... Mamaaaa....." Lenguh Ciello dalam tidurnya.

Perlahan, Citra mulai menggerakkan kepalanya naik turun, melahap kepala dan

batang penis putranya dalam-dalam.

"Sssshhh...Mama... Entot kontolku Maa..." Rintih Ciello.

Mendengar putra kandungnya mengigau dengan kalimat jorok, birahi Citra

semakin tinggi. Walau ia baru saja mendapat jatah dari Mike, namun tetap

saja, penis Ciello mampu membuat birahinya meledak-ledak. Ia begitu

penasaran, seperti apa rasanya disetubuhi oleh penis putranya.

Terlebih melihat tidur Ciello yang terlihat begitu lelap, membuat Citra

semakin beringas. Dan mendadak, Citra ingin melakukan masturbasi.

Dengan tangan kiri, Citra kemudian menyingkap celana dalamnya, lalu mulai

menggelitik klitorisnya. Setelah itu, dengan tangan kanan, ia mulai mengocoki

penis Ciello sembari terus melakukan oral. Citra sama sekali tak khawatir jika

sewaktu-waktu Ciello bangun dan mendapati ibu kandungnya sedang

memberikan pelayanan seks dengan mulut mungilnya. Yang penting, Citra ingin

supaya ia dapat meraih orgasme barunya cepat-cepat.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ssshh... Mama.... Ooohh.. Enak banget jepitan memekmu Maaa..." Lenguh

Ciello lirih.

HAP... SLUURRP... SLUUURP....

" Terus ma... Entot kontol Ciello... Entot pake memek sempit Mama... Oooohh....

Maa.... Enaakk... " Lenguh Ciello dalam mimpinya.

SLUURRP... SLUURRP... SLUUURP....

"Ohhh.. Ciello.... Kontolmu juga enak Sayang.... " Jawab Citra dalam hati.

NYAP...SLUURRP... SLUUURP....

"Mama... Entotan memek Mama enak bangeeet... Udah lama Ciello pengen

ngentotin memek Mama... Ooohh.. Enaak Maa..."

SLUURRP... NYAP... SLUURRP... SLUUURP....

"Mama juga pengen dientot pake kontol besarmu Sayang..." Seru Citra dalam

hati. karena birahinya yang semakin memuncak, tiba-tiba, entah kenapa,

sebuah pemikiran gila muncul diotak Citra.

"Daripada cuman oral... Gimana kalo sekalian aja entotin kontol Ciello pakai

memekku...?" Pikir Citra sembari terus mengoral dan mengurut batang penis

putranya. "Iya... Mumpung dia masih tidur... Bisa itu... Kita bisa sama-sama

enak Nak..."

SLUURRP... SLUURRP... NYAP... NYAP... SLUUURP....

"Entot terus Maaa... Entot teruuss... Ooohh...Mama Citraaa.... Ciello mau

ngecrot Maa... Ciello mau keluaar... " Seru Ciello tiba-tiba.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hah...? Cepat sekali...?" Seru Citra heran. Ia tak menyangka jika putranya

akan segera orgasme.

"Belum juga kontolmu Mama masukin kedalam memek Nak... Udah mau keluar

aja...? Tahan...." Batin Citra sembari menekan area bawah pangkal penis Ciello

kuat-kuat, berharap supaya putranya tak segera orgasme.

Namun, apa daya. Walau sekuat apapun tekanan jemari tangan Citra pada area

bawah pangkal penis Ciello, tubuh kekar putranya tetap mengejang. Disusul

dengan kedutan hebat pada batang penisnya.

CROT... CROT... CROOCOT... CROT... CROT...

Lima semburan panas, menyeruak masuk kedalam mulut Citra. Tak banyak,

namun cukup membuat mulut ibu dua anak itu penuh.

GLEK.... NYAP NYAP... SLUUUUURRP...

Suara tenggorokan dan mulut Citra ketika menelan sperma Ciello.

"Asin sekali nak..." ucap Citra sembari menyeruput mulut penis putranya,

berusaha menyedot habis sisa-sisa sperma yang ada dibatang penisnya yang

mulai melemas.

"Uuuuugggggghhh.... Makasih Ma.... " Ucap Ciello menggeliatkan tubuhnya

sambil kembali tidur, " Zzzzz... Zzzzz..... Zzzzz... Zzzzz....."

Melihat putranya terlelap, membuat nafsu birahinya mereda. Walau masih

agak menggebu, Citra sadar, jika ia tak mungkin lagi bisa mengambil

kesempatan dari putranya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hhhhhhhhhhhh.... Yaudahlah.... Mungkin lain waktu...." Ucap Citra sembari

menarik nafas panjang, dan tersenyum. Ia kemudian mengambil selimut baru

yang teronggok di kakinya dan menebarnya diatas ke tubuh putranya.

Dia lalu membungkukkan tubuhnya ke depan dan mencium kening Ciello cepat.

"Met tidur Sayang.... Mimpi'in Mamamu terus ya.... CUUUP...." Ucap Citra

sembari meremas penis putranya pelan sebelum pergi meninggalkan kamar

putranya.

***

"Lama banget diatasnya Sayang....? Tanya Mike begitu Citra masuk kedalam

kamar tidur.

"Iya Mas... Tadi sekalian ngangkatin jemuran..." Bohong Citra sembari melepas

kemeja dan rok pendeknya, menyisakan bra dan celana dalam.

"Hmmm.... Ciello udah bobo ya Sayang....?"

"Hiya Mas... Mungkin dia kecapekan..." Jawab Citra sembari tersenyum-

senyum penuh arti sambil merebakan diri ditempat tidur, disamping suaminya.

"Hhhmmm... Yaudahlah.... Kenapa kamu ketawa-tawa sendiri sih...?"

"Mas.... Adek pengen lagi..." Jawab Citra sembari menyelipkan tangannya

kedalam kolor dan mengusap -usap penis Mike

"Haaaah...? Lagi....? Sekarang..."

"Hihihihi... Iya.... Mau khan....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Tapi... Khan didepan... Clara masih melek Dek...?"

"Iya...Lalu... Emang kenapa...?"

"Ntar mereka bisa denger loh..."

"Trus...?" Jawab Citra yang kemudian melepas bra dan celana dalamnya, lalu

kembali merebahkan diri disamping Mike.

"Kok kamu nakal gini sih...?" Ucap Mike sambil mengusap vagina gundul Citra,

"Emangnya yang tadi kurang...?"

"Hihihihi... Hiya... Kurang banget Mas... " Jawab Citra sembari menurunkan

kolor Mike dan mulai mengocoki penis suaminya.

"Iiihh.. Nakal...." Ucap Mike.

"Habisan udah lama.... Mas nggak nengokin..." Jawab Citra.

"Bener nih nggak apa-apa kalo kedengeran ama Clara...?"

"Hihihihi... Memek Adek udah gatel Mas...."

"Karnia juga bisa denger loh..."

"Karnia juga pasti bakal bisa maklumin kok..."

"Kalo nanti mereka ngeganggu gimana Dek...?"

"Hihihi... Yaudah... Ajak aja Mas..."

"Huusshhh... Sumpah... Malam ini kamu nakal banget Dek..."

"Habis... Memek aku udah gatel banget Maaaas...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hhhhhhh.... Citraaa... Citra.... Kalo udah pengen.... Selalu deh... HARUS...."

Ucap Mike yang kemudian melepas kemeja dan menurunkan celana kolornya.

"Hihihihi.... Yuk Mas... Sini buruan..." Balas Citra sembari telentang,

merentangkan kedua pahanya jauh-jauh, dan menyibakkan bibir vagina

mulusnya lebar-lebar. "Sini Mas... Tusuk tempik gatel Adek ini... Dengan kontol

besarmu...."

"Bakal habis kamu Dek... Bakal Mas bikin kamu meronta-ronta keenakan..."

Seru Mike sambil mengarahkan kepala penisnya ke mulut kemaluan Citra,

"Bakal aku buat tidur orang sekomplek ini keganggu ama jeritan

kenikmatanmu...."

CLEP...

"OOoooooohhh.. Maaaaaassss.... Pelaann..." Seru Citra ketika menerima

tusukan tajam penis Mike pada vaginanya.

"Teriak yang kenceng Dek.... Teriak aja sepuasmu...." Ucap Mike sembari

meremas kedua payudara besar Citra kuat-kuat.

"Oooooohh.. Maaaas... Saaakiiittt.... Peelan-pelan Maas......"

"Clara.... Karnia... Dengerin ya Sayang... Ganasnya entotan kontol Papamu ini...."

Batin Mike yang mulai menghempaskan pinggulnya kuat-kuat ke vagina Citra.

PLAK PLAK PLAK.... PLAK PLAK PLAK.... PLAK PLAK PLAK....

"Oooohh... Maas... Pelan-pelan Maaas...." Seru Citra lantang.

PLAK PLAK PLAK.... PLAK PLAK PLAK.... PLAK PLAK PLAK....

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 10 | Wow... MILF...

"Met pagi Tante...... " Seru Dylan, Johan dan Nando hampir bersamaan.

Ketiganya adalah teman dekat Ciello. Teman main, teman belajar, dan teman

kenakalan dalam segala hal.

"Eeeh... Iya... Pagi..." Jawab Citra kaget, karena sama sekali tak mengira jika

bakal ada yang bertamu dihari yang masih pagi ini. Terlebih saat itu ia hanya

mengenakan daster tidur tipis berwarna biru tua, yang terlihat begitu kontras

dengan kulit tubuhnya. Buru-buru Citra menyudahi acara berkebunnya dan

membasuh tangannya dengan air bersih,

"Ciellonya ada Tant....? CUUUP....." Tanya Dylan yang kemudian turun dari

sepedanya dan mengamit tangan Citra. Lalu dengan lembut, ia menciumnya

tangan ibu muda itu sembari terus menatap tubuh indah Citra dari ujung kaki

hingga ujung rambut.

"Eh.. Iya... Kami mau ngajak sepedahan Tant.... CUPPP.... " Tambah Johan yang

juga melakukan hal serupa dengan Dylan, ikut mencium tangan tubuh Citra

sembari melirik kearah payudara ibu temannya itu lekat-lekat.

"Mumpung libur panjang Tant....CUUUPPP....." Ucap Nando juga yang ikut-

ikutan menikmati sajian tubuh seksi Citra.

"Ooo... Sepedahan... Iya... Ciellonya ada kok... Cuman kayaknya... Jam segini

Ciellonya masih ngorok.." Jawab Citra yang cuek menerima tatapan penasaran

ketiga teman anaknya, "Bentar ya Tante panggilin... Kalian duduk dulu gih...."

"Eh iya Tante.... " Jawab Dylan, Johan dan Nando berbarengan, sembari

menatap goyangan pantat bulat Citra ketika berjalan mendahului mereka.


Kisah Keluarga Penzinah

"Maaa... ?" Panggil Clara dari arah belakang, keluar dari arah ruang tamu,

"Mamaaa....?"

"Ya Sayaaang.....?" Jawab Citra berjalan dari arah taman.

"Clara mau berangkat sekolah nih... " Seru Clara sambil menjejalkan setangkup

roti lapis ke mulutnya dengan tangan kanan, semetara tangan kirinya

menenteng sepatu sekolah dan melemparkan keras ke lantai teras.

"Eh kamu udah mau berangkat aja sayang...?"

HAEM...

Jawab Clara sambil menganggukkan kepalanya, berusaha mengunyah roti

lapisnya cepat-cepat.

"Iya Mah... Clara lagi ada praktikum pagi... " Jawab putri Citra itu sembari

terus melahap roti lapisnya bulat bulat, membuat pipinya terlihat

menggembung penuh.

"Eh iya Sayang... Sebelum berangkat... . Tolong dong sekalian kamu bangunin

kakakmu..." Pinta Citra.

"Yah Mama... Clara udah telat nih... " Tolak Clara, "Keburu angkot langganan

Clara lewat... " Tambah gadis manis itu sembari menggeser kursi kecil di teras

dan segera menghemlaskan pantat bulat keatasnya. Dengan cuek, gadis manis

itu menaikkan satu kakinya ke dudukan kursi guna mengenakan kaos kakinya

"Bentar aja Sayang...." pinta Citra.

"Yaaaah... Mama aja deeh.." golak Clara sambil terus memasukkan jemari

mungil kakinya kedalam kaos kaki.


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat Clara sedang mengenakan kaos kaki, ketiga teman Ciello buru-buru

memasang mata mesum mereka menatap kearah Clara. Menatap kearah lubang

yang tercipta dari bukaan paha putih mulusnya dengan tanpa berkedip

sedikitpun.

"Bor liat bor... Paha..." Bisik Dylan sambil sedikit menyikut tubuh Johan yang

ada disampingnya.

"Iyeee.. Gw juga ngeliat... " Sahut Johan

"Buset putih bener yak... ?" wTimpal Nando.

Memang sudah menjadi kebiasaan bagi Clara, ketika akan berangkat sekolah,

ia mengenakan sepatu diteras. Duduk di kursi teras di depan pintu ruang tamu

sambil mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Walau diteras saat itu terdapat

orang asing, Clara terlihat begitu cuek, tak mempedulikan jika paha mulus dan

celana dalamnya dapat terlihat jelas oleh ketiga teman kakaknya yang berdiri

mematung ihadapannya. Melihat ketiga teman kakaknya tak sanggup

memalingkan wajah ketika Clara sedang memakai kaos kaki, memuat kejahilan

Clara semakin menjadi-jadi. Ketika ia menaikkan kaki ke dudukan kursi,

otomatis lutut Clara naik setinggi dagu, dan Clara juga sengaja membiakan

ujung roknya turun ke arah selangkangan. Membuat paha puyihnya semakin

terlihat jelas oleh mata-mata keranjang ketiga lelaki muda didepannya.

Selesai satu kaki, Clara memasang sepatu dikaki satunya. Namun kali ini, ia

tak membetulkan roknya. Sehingga rok yang sudah separuh terangkat

kesekitar paha, menjadi nsemakin terlihat semua.

"Boor pahanyaaa boooorrr.. " Seru Dylan lirih sambil kembali menyikut Nando.

Dengan mata yang sama sekali tak berkedip, ketiga lelaki itu menikmati

suguhan pagi adik kandung temannya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Pagi Tanteee Citraaa..... " Sapa Karnia tiba-tiba keluar dari dalam rumah

sambil menenteng sepatu sekolahmya. "Makasih sarapannya ya Tant... Enak

banget... " Kata Karnia sambil duduk disamping Clara dan segera memasang

kaos kaki dan sepatu sekolahnya.

"Aaaah cuman roti aja kok..." Senyum Citra.

"Roti juga enak loh Tant... " Jawab Karnia lagi sambil mengikuti melakukan hal

yang serupa dengan Clara.

Ia juga duduk di kursi teras dan juga menaikkan kakinya setinggi dudukan

bangku. Setelah itu ia mengakan kaos kaki dan sepatunya. Ia juga Cuek ketika

kaki jenjangnya terpampang jelas dihadapan ketiga teman kakak sepupunya.

"Karn... Nanti aku pinjem PR sejarahnya ya... " Ucap Clara sambil berdiri dan

menjejak-jejakkan sepatunya ke tanah. "Aku belom sempet ngerjain..."

"Iyaaa.. Siiippp.. " Jawab Karnia yang juga ikut bangkit dari duduknya dan

menepuk-tepuk pantat bulatnya.

"Maaa... Clara berangkat dulu yaaa..." Pamit Clara.

"Karnia juga pamit dulu Tant..." Susul Karnia

"Hhhhh.... Jadi beneran nih nggak mau ngebantu Mama buat ngebangunin

kakakmu...?"

"Ahhh... Mama aja deh... Clara buru-buru...."

"Yaudah deh... " Jawab Citra sembari menghela nafas, "Kalian ati-ati dijalan

ya... Biar Mama yang ngebangunin Kak Ciello...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihihi....Seeep... Mama aja yaaa... Clara beneran buru-buru nih Maa... " Ucap

Clara sembari menyambar tangan Citra. Lalu dikecupnya pelan, "CUUUP....

Clara berangkat dulu ya Mamaa Clara yang paling semok dan menggairahkan....

"Seru Clara sembari meremas pantat Citra kuat-kuat dengan tangan kirinya,

"Aaauuwww... Claaraaaaahhh...."

"Hehehehe... Biar Mama kangen terus ama Clara.... " Seru Clara sembari

mundur dari cubitan Citra, "Ayo Karn..."

"Eeeh iya... Permisi... Karnia berangkat dulu ya Tanteee.. CUUUPPPP..."

"Permisi Mas... " Kata Clara ketika akan melewati mereka, namun karena ketiga

pemuda itu masih melongo melihat keseksian dan kenakalan Clara kepada

ibunya, mereka hanya diam. Mematung dengan mata melotot menatap kearah

dua gadis jelita di hadapannya.

"Per... Mi... Si.... Mas... " Ulang Clara ketus.

"Eh I... Iya... " Jawab ketiga teman Ciello sambil tak henti-hentinya menatap

kedua gadis belia yang berdiri di depan mereka.

"Minggir dikit dong.... Clara mau lewat...."

"Ehh.. I... Iyaa.. Silakan dek..." Jawab Johan sambil menyuruh kedua temannya

menepi, memberi jalan kepada kedua gadis SMA yang mau lewat itu.

Melihat tingkah remaja dihadapannya, Citra hanya bisa tersenyum sambil

menggelengkan kepala.

"Kalian duduk dulu aja ya... Tante bangunin Ciello dulu...."

***


Kisah Keluarga Penzinah

Sekali lagi, Citra masuk ke dalam kamar putranya. Walau menggunakan AC,

kamar itu masih saja pengap, dengan semerbak aroma sperma yang masih

tercium pekat. Jemari lentik Citra lalu meraih remote AC, dan segera

menekan tombol off. Kemudian, ia menyibakkan tirai dan membuka jendela.

Mempersilakan segarnya udara pagi masuk kedalam kamar putranya.

"Hhhh... Ciello Ciello.... Jadi anak kok cuek banget sih...?" Geleng Citra begitu

melihat kondisi kamar putra kandungnya yang begitu berantakan.

Sejenak, Citra duduk ditepi ranjang, menatap lekat-lekat tubuh putranya

yang masih sama seperti semalam. Telanjang bulat tanpa ditutupi sehelai

pakaian pun. Dengan lembut, Citra mengusap rambut dan kening Ciello.

"Ciello... Bangun sayang..." Ucap Citra lirih sembari mengusap wajah putranya

lagi.

"Zzzzz.... " Ciello tak merespon, ia masih terlelap dalam tidurnya.

Melihat tak ada gerakan dari putranya, ulah iseng Citra kembali muncul. Ia

kemudian mengusap bagian tubuh putranya yang lain.

Mulai dari usapan di wajahnya yang tampan, dadanya yang bidang, ketiaknya

yang ditumbuhi bulu lebat, lengannya yang kekar, perutnya yang mengotak,

hingga ke arah penis putranya yang masih menjuntai lemas.

"Oh... Kontol Ciello... " Lenguh Citra dalam hati sembari mengingat kejadian

mesum semalam, "Benar-benar kontol yang menggoda..." Batin Citra sambil

memberanikan diri untuk kembali menyentuh penis putranya.

Namun, kali ini, Ciello sepertinya lebih sadar daripada semalam.


Kisah Keluarga Penzinah

"Eehhh... Mama... " Ucap Ciello lirih begitu merasakan senyuhan lembut jemari

ibunya pada batang penisnya.

"Eh... Pa.. Pagi sayang... " Ucap Citra kaget.

"Pagi Maa... Uuuuugggghhhh..... " Balas Ciello sambil merenggangkan tubuh

telanjangnya.

Melihat putranya meregangkan tubuh, seketika membuat mata Citra kagum.

Terutama akan batang penisnya yang masih menjuntai lemas diantara

selangkangannya.

"Ciello .. Yuk... Bangun sayang.... Temen-temen kamu udah pada nungguin

dibawah tuh..." Ucap Citra sembari mengusap paha Ciello. Mengusap area yang

terpaut beberapa cm dari pangkal penis putranya.

"Ah Mama... Bentaran ah... " Ucap Ciello cuek, tak mempedulikan tangan Citra.

"Ayo aaah... Bangun... Udah siang iniii...... "

"Iya Mamaaaa.... Nanti..."

Merasa dicuekin, ide gila pun muncul di otak Citra. Dengan santai, Citra

kemudian menyentuh batang penis putranya yang masih tergolek lemas, lalu

mengurutnya perlahan...

"Ayo Sayang bangun ah... " Ucap Citra lirih sembari terus menggerakkan

tangannya naik turun.

"Uhh... Mama..." Lenguh Ciello keenakan.

"Yuk... Ditunggu temen-temen kamu tuh..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Uhhh... Iya Maa... Sebentar...."

Merasa keenakan, Ciello pun menempatkan kedua lengannya dibelakang kepala

dan melihat kearah tangan Citra yang makin sibuk mengurut batang penisnya.

Dengan sigap, Ciello juga membuka kedua kakinya supaya makin mempermudah

ibunya dalam memberikan kenikmatan paginya.

"Oohh... Mamaaa.." Lenguh Ciello.

"Kenapa Sayang....?"

"Kalo cara Mama ngebanguninnya kaya gini... Ciello mau tuh bangun pagi mulu..."

"Iya ya... ? Enak ya Sayang...?"

"Iya Maaa... Bener deh... " Ucap Ciello sambil semakin melebarkan kakinya,

memamerkan kantung zakarnya yang menggantung lemas. Kemudian masih

dengan posisi bersandar dengan satu kanan, Ciello menjulurkan tangannya

kebawah, kearah lutut Citra. Lalu dengan santai, ia mengusapi lutut ibu

kandungnya itu dengan gerakan melingkar.

"Hihihi... Bisa aja kamu Sayang... " Tawa Citra pelan,

"Heheh.. Serius Maa.. Apalagi kalo tiap pagi Ciello bisa ngeliat senyum cantik

mama.... Ciello bakalan rajin deh bangun paginya..."

"Iya ya...? Apalagi kalo ngebanguninnya pake ngocokin kontol kaya gini ya

Sayang...?"

"Hehehe... Ssshhh... Iya Maa... Uuuuuggghh... Terus Maa..." Ucap Ciello sambil

merem melek keenakan.

"Enak ya Sayang...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Oooohhmm.... Banget Maa... Ssshhh.... Enak banget.... Terus Maa... Kocok yang

kenceng..." Ucap Ciello lagi sembari mulai merabai lutut dan paha Citra.

"Kalo gini...?" Tanya Citra sembari mempercepat gerakan tangannya. Tak lupa

ibu kandung Ciello itu juga memijat buah zakarnya pelan.

"Ssshh....Ooohhh... Ehemmmhh.. Makin enak Maa... Rasanya tenaga Ciello jadi

makin terkumpul... " Lenguh Ciello keenakan.

"Hihihi... Mukamu kalo lagi horny lucu banget Sayang..." Goda Citra.

Melihat reaksi Mama Ciello yang sama sekali cuek akan rabaan tangan

putranya membuat Ciello semakin berani. Putra kandung Citra itu pun mulai

mengusapi paha mulus mamanya itu dari lutut hingga kepangkal paha. Bahkan

ketika tangan Ciello mulai menyusup kearah celana dalam Citra, Citra hanya

diam saja. Bahkan Citra malah tersenyum tipis sembari menatap sayu kearah

putranya.

"Eeeh... Tangan kamu mau ngapain Sayang...?" Tanya Citra.

"Hehehe... Nggg.... Boleh ya Ma...?" Jawab Ciello.

"Boleh apa...?"

"Nggg... Boleh..... Nggg....Megang memek Mama...."

"Hmmm... Megang memek Mama...? Buat apa...?"

"Buaaat.... Nggg.. Buat supaya Ciello bisa cepet keluar Maa..."

"Kamu mau ngecrot....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Bentar lagi Maa... Boleh ya Maa....?" tanpa menunggu jawaban mamanya, Ciello

mulai menyusupkan jemarinya kedalam sela-sela celana dalam Citra.

"Hmmm... Boleh nggak yaaa...? " Goda Citra sambil memelintir batang penis

putranya, memberikan kenikmatan pagi pada putranya.

"Ooohh... Mamaaaa.... " Lenguh Ciello yang semakin berani, mulai mengulik bibir

vagina Citra yang juga semakin basah. "Memek kok Mama udah becek Maa.....?"

"Uuuhh... Jangan digelitikin Sayang...."

"Nggak apa-apa Maa.... Mama ngocokin kontol Ciello.... Ciello juga ngobelin

memek Mama.... Ooohh... Enak Maa...." Rintih Ciello sambil mengejangkan

batang penisnya.

"Memek Mama makin basah nih Ma...."

"Iya Sayang....Ooohh... " Desah Citra yang sepertinya mulai terlena dengan

permainan jari Ciello.

Merasa kobelan Ciello yang semakin menggairahkan, Citra memejamkan mata.

Berusaha sedikit menikmati permainan nakal putra kandungnya. Perlahan, ia

menggigit bibir bawahnya.

"Mama cantik sekali Ma..." Ucap Ciello, "Seksi...." Tambahnya lagi sembari

menyusupkan dua jari tangannya ke dalam vagina Citra.

"Eeehhmmmm..... Hhhhh...." Lenguh Citra pelan.

"Uuuhhh.... Memek Mama makin basah Ma.... " Ucap Ciello lagi, "Mama

terangsang ya...? Mama juga suka ya ngocokin kontol Ciello... ? Uhhh... Mama

Nakal Maa..... Enak ya Maa....?"


Kisah Keluarga Penzinah

Alih-alih menjawab semua pertanyaan Ciello, Citra tiba-tiba meremas kuat

buah zakar Ciello hingga tubuh putra kandungnya itu menegang.

"AAAAADDDAAAAAAAWWWWW.... MAMAAAAAAA....

SAAAAKIIITTTT... " Ucap Ciello yang buru-buru mencabut tangannya dari

liang vagina Citra. Ia lalu bangun dari posisi tidurnya dan menepis tangan mulus

Citra dari penisnya. "SAAAKKIIIIITTTT MMAAAMMMMAAAA....."

"Dasar ANAK BANDEL....." Seru Citra, "Makanya... Kalo Mama minta sesuatu...

Langsung dikerjain... Bukannya malah minta yang aneh-aneh..." Ucap Citra

sambil beranjak dari duduknya dan melangkah keluar kamar.

"Aduuuuuhhhh.... Sakkkiiiitttt Maaaaaa......" Rintih Ciello.

"Ayo buruan siap-siap... Temen-temen kamu pada udah nungguin dibawah

tuh..."

"Pecah dah telor Ciello..... Aduuuhhh... Saaakiiit Maaa...."

"Hihihi... Rasain....."

"Mama tega ihhhhsss... Bisa rusak ini pabrik pejuh Ciello... Ucap Ciello sambil

mengusap dan meniup-niup area selangkangannya. Berharap dengan tiupannya,

ngilu penisnya bisa segera sembuh.

"Abisan iseng sih... Pake ngobel-ngobel memek Mama segala...." Jawab Citra

yang kemudian bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan putranya.

***


Kisah Keluarga Penzinah

"Tunggu yaaa.... Ciellonya masih siap-siap... " Kata Citra yang tak berapa lama

kemudian sudah kembali ke teras rumahnya. Membawa nampan berisikan

sekotak biskuit dan beberapa minuman segar, "Nih... Kalian minum dulu aja....

Kalian pasti haus... " Tambah Citra yang kemudian meletakkan nampan itu

kemeja teras.

Karena posisi meja teras yang agak rendah, mau tak mau membuat Citra agak

membungkuk ketika meletakkan nampannya. Membuat belahan payudara

besarnya yang tanpa bra, dapat terlihat dengan jelas. Bahkan sekilas, puting

payudara Citra yang berwarna cokelat muda terlihat mengintip manja dibalik

daster tipis mininya.

GLEK...

Bak tenggelam dalam lautan birahi, ketiga teman Ciello itu mendadak merasa

kesulitan untuk bernafas.

Bagaimana tidak? Mendapat pemandangan pagi dari tubuh Citra yang begitu

menggairahkan, membuat ketiga pemuda tanggung itu hanya bisa melongo.

Menatap tubuh sintal yang hanya dibalut oleh daster tipis berukuran mini,

ditambah dengan kilasan-kilasan payudara telanjang berukuran ekstra besar

yang seringkali mengintip diantara lubang daster, membuat penis-penis Dylan,

Johan dan Nando seketika menggeliat di balik celana ketat mereka.

"Eeeh... Kalian kok pada bengong...?" Seru Citra membuyarkan lamunan jorok

ketiga teman putranya, "Ayo dimakan itu cemilannya...." Tambahnya lagi

sembari duduk diantara ketiga teman putranya.

"Ehhh.. I... Iya Tante...." Jawab Nando kaget sambil berusaha menutup

tonjolan di selangkangannya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Maa... Makasih Tant... Kok malah jadi ngerepotin gini..." Tambah Dylan yang

juga bertingkah serupa.

"Hihihi... Lucu juga nih tingkah cowok-cowok muda kalo lagi mupeng...." Seru

Citra dalam hati sambil melihat kearah selangkangan ketiga teman putranya

yang menggembung besar. "Godain aahhh...."

"Aaaahhh... Enggak kok... Kebetulan.....Si Om baru pulang dari luar kota... Jadi

ya ada oleh-oleh... Hihihi..." Senyum Citra sembari duduk sambil menyilangkan

kakinya. Cuek memperlihatkan paha putih mulusnya.

"Waah...Makasih Tante..." Seru Johan.

"Hiyaaa... Ayo... Habisin itu cemilan... Biar kalian kuat ngegenjotnya....Hihihi..."

"Ngegenjot...? " Tanya mereka bertiga serempak.

"Iya... Ngegenjot sepedanya... Kalian abis gini mau sepedahan bukan...?"

"Ooww.. Ngegenjot sepeda... " Jawab mereka bertiga hampir bersamaan.

"Kirain ngegenjot yang lain...."

"Eeehh... Kirain apaan...?" Tanya Citra sok bingung, "Idiiihh... Jangan-jangan

kalian mikirnya beda nih..."

"Hehehe... Maklum Tant... Habisan pagi-pagi udah disuguhin pemandangan

bidadari cantik, jadi mikirnya agak laen... Hehehe... "Jawab Dylan menggoda

Citra

"Bidadari cantik...? " Tanya Citra mengambil cemilan sambil sedikit merubah

posisi duduknya. Membuat bawahan daster mininya semakin terangkat naik

dan memamerkan paha putihnya yang mulus tanpa bulu sedikitpun.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya... Tuh... Bidadarinya sekarang mau ngemil biskuit.. " Jawab Dylan lagi.

Memang, diantara mereka bertiga, dylanlah yang paling berani dalam hal

apapun, termasuk dalam hal menggoda wanita, Dylan yang lebih tua, memiliki

lebih banyak pengalaman.

"Aduuuh... Bidadari itu maksudnya tante ya.... ?" Tanya Citra pura-pura nggak

ngerti. "Aaahh.. Kamu tuh ya bisa aja... Hihihihi... " Tambah Citra sambil

menepuk paha Dylan, "Wuih... Kaki kamu keras banget ya... Pasti kuat banget

nih ngegenjot sepedanya..."

"Ah Tantee..... Jangankan ngegenjot sepeda Tant... Ngegenjot yang lain juga

kuat kok... " Jawab Dylan sambil melirik kearah vagina Citra...

"Ngegenjot yang lain...? Ihhh... Jorok yaaaa... Pagi-pagi dah berpikiran

mesum..."

"Lohh... Maksudnya... Dylan juga kuat kok Tant... Ngegenjot becak... Atau

Odong-odong..."

"Owww... Odong-odong... Naik turun dong... Hihihi..." Jawab Citra sembari

kembali mengusap paha Dylan lebih naik lagi. Membuat suasana di teras itu

semakin memanas.

"Hehehe... Iya naik turun... Kaya yang sering Tante ama Om lakuin..."

"Heeeeeeh... Lakuin apa'an...?"

"Naik odong-odong Taaanteeee... Hehehe.... Dulu khan wakyu Tante ama Om

masih kecil, pasti sering khan naik odong-odong....?"

"Huuu... Jaman dulu mah belom ada odong-odong kalii..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Yaaaaah..... Nggak bisa naik turun dong Tant...? Hehehe...."

"Kamu tuh yaa.. Masih kecil udah mesum aja..." Cubit Citra kearah paha dalam

Dylan.

"Uuuuhhh.... Hehehe... Habisan tante cantik deh... Jadinya khan Dylan mikir

mesum mulu... "

"Emang iya...? "Tanya Citra kearah Nando dan Johan yang sedari tadi diam

mendengarkan rayuan Dylan,"Emang tante Cantik....?"

" I... Iya tante... Tante cantik...... Seksi juga " Jawab Nando dan Johan yang

malu-malu sambil menutupi tonjolan yang semakin membesar diselangkangan

mereka.

"Tuh khan Tant... Bener apa kata Dylan... Ngeliat tante Bidadari... Mereka juga

nanti bakal jadi kuat juga tuh ngegenjotnya...."

"Ngegenjot sepeda khaaan...?" Goda Citra lagi..

"Iyalah Tant... Ngegenjot sepeda...... Masa ngegenjot Tante Citra... Nanti

bisa-bisa kami dimarahin ama si Om... Hehehe..."

"Yeeeee.. Enak aja mau ngegenjot Tante...? Kaya mampu aja kalian....

Hihihihi..."

"Yaaah.... Kalo nggak dicoba... Mana kita tahu Tant... Hehehe..." Jawab Dylan

makin berani.

"Iiihhhhsss... Kamu tuh ya.... Nakal banget.... " Jawab Citra sambil kembali

mencubit paha Dylan.

"Uuuhhhh..... Hehehe... Becanda kali Tant..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Eh iya... Si Om kemana Tant.. Kok sepi..?" Tanya Johan

"Ooow.. Si Om masih tidur... " Jawab Citra

"Loh.. Si Om nggak kerja Tant....?" Sahut Nando

"Enggak... Si Om cuti hari ini.... Mau istirahat dulu... Maklumm... Si Om

kecapekan..."

"Kok kecapekan Tant...? Pasti kerjanya jauh ya Tant....?" Tanya Johan lagi

"Hhhhmmmmmm... Enggak sih... "

"Ah lo bego bener sih Jo... Si Om kecapekan tuh abis ngegenjot tante

taaauuuuk... Ya khan Tant..." Ucap Dylan vulgar, "Si Om semalam.... Pasti abis

ngasih jatah... Jadinya pagi ini masih tidur...... Hehehe..."

"Husssh... Jatah apaan...? Kaya kalian ngerti aja urusan orang dewasa....

Hihihi...."

"Hehehe... ngerti lah Tant... Khan kami juga udah dewasa...."

"Ahhh.... Udah-udah... Kalo ngobrol ama Dylan terus.... Jadi kasian tuh ama

temen-temen kamu..." Ucap Citra sambil melirik kearah Nando dan Johan.

"Haa....? Kasian...? Kasian kenapa Tant....?" Tanya Dylan.

"Iya.. Kasian..... Karena ada yang kecepit... Pasti sakit tuh... " Ucap citta sambil

menunjuk arah selangkangan Johan dan Nando dengan bibirnya.

"Ooooowww...... Hahaha... Tante ngerti aja..."

"Tante khan juga punya anak cowok seusia kalian... Jadi kalo ngobrolin hal-hal

yang mesum... Pasti nggak bakalan bisa bentar... Hihihi... "Senyum Citra yang


Kisah Keluarga Penzinah

kemudian beranjak dari tempat duduknya dan kembali ke halaman. "Udah ya...

Tante mau ngurus taneman dulu....."

"Yaaaah.... Tante.... Kok udahan sih.... Nanggung nih...." Seru Dylan.

"Hihihihii... Biarin.... Biar kalian sekalian kentang.... " Jawab Citra yang

kemudian duduk di kursi jongkoknya.

Rumah Citra adalah rumah cluter yang antara satu rumah dan lainnya tanpa

dibatasi pagar. Yang ada, hanya tanaman yang sengaja ditumbuhkan sebagai

pembatas rumah.

Begitupun dengan rumah Citra. Sisi paling kiri, adalah ruang tamu dan teras

yang dipercantik dengan 4 buah kursi kecil yang melingkari sebuah meja kotak

rendah. Bagian tengah rumah adalah ruang tengah dan bagian paling kanan

adalah garasi. Teras dan halaman hanya dibatasi oleh beberapa pot yang

berderet rapi dengan bunga rimbun yang telah tumbuh sekitar 60 cm, cukup

mampu memberi privasi bagi siapapun yang duduk disitu.

"ASTAGA BOOORRR.... PAHA TANTE CITRA...." Seru Johan girang, sambil

menunjuk kearah Citra yang sedang mengurus tanamannya.

"Busyeeet... Mulus bener yak....?" Seru Nando tak kalah girang.

"Seneng banget tuh kunyuk Ciello punya mama kaya tante Citra yak....?" Iri

Dylan.

Karena Citra sedang mengurus tanaman di sisi sebelah kiri rumah, Dylan,

Johan dan Nando tak henti-hentinya menatap kearahnya. Terlebih karena

adanya tanaman rimbun yang memisahkan mereka, membuat mereka bertiga

semakin berani mengintip segala aktifitas seksi Citra.


Kisah Keluarga Penzinah

Dengan cuek, Ibu Ciello itu duduk di kursi jongkok yang membuat Citra susah

menyembunyikan kemulusan kulit paha dan selangkangannya. Terlebih karena

bawahan dressnya yang super pendek, membuat selangkangannya dapat

terlihat dengan mudah oleh ketiga teman Cielo.

"BUSYEEETT BOOORR.... CELANANYA JUGA KELIATAN...." Girang Johan

lagi.

"Iya Jo... CELANA MILF tuh.... " Seru Nando.

"Busyeettt.... Mulus bener ya bor itu paha... Selangkangannya juga putih.."

Seru Dylan.

"Memeknya juga Boorr.... Gemuk bener daah... "

Citra yang sibuk merawat tanaman, sama sekali tak menyadari dengan tatapan

mesum ketiga teman anaknya itu. Terlebih, karena hari masih pagi, membuat

dirinya sama sekali cuek dengan pakaian yang ia kenakan. Daster tipis hitam,

berbahan sutra, dengan bukaan dada rendah. Membuat penampilan Citra pagi

itu, mampu membangkitkan gairah ketiga teman Ciello dengan mudah.

Dan ketika Citra berpindah tempat untuk mengurus tanaman yang dekat

dengan teras, tingkah ketiga teman Ciello itu semakin belingsatan. Karena

Citra yang masih duduk di kursi jongkoknya masih tak menyadari dengan

tatapan mesum ketiga teman putranya itu, ia masih cuek saja duduk secara

asal-asalan. Tak mempedulikan bawahan daster mininya yang tak mampu

menutupi paha maupun celana dalam yang membungkus gundukan vaginanya.

Selain itu, karena posisi tanaman yang cukup rendah, Citra harus sering

membungkukkan badan guna dapat mengaduk tanah atau menggunting daun


Kisah Keluarga Penzinah

tanaman. Membuat payudaranya yang berukuran besar itu bergoyang dan

bergelantungan seiring aktifitasnya ketika berkebun.

"Ehh... Ehh... Teteknya juga keliatan Booor...."

"Iya... Bener... Bussyeeetttt.... gedhe banget tuh tetek...."

"Pasti puas tuh dikenyot-kenyot...."

"Putingnya juga nyempil tuh...."

"Coklat muda Borrr... Enak banget tuh kalo digigit-gigit..."

"Sumpah.... Bidadari banget dah tuh Tante Citra...."

"Hiya... Udah Baek... Cantik... Semok... Seksi pula.... "

"Pantesani Om Mike kecapekan pagi ini... Dia pasti puas banget tuh....

Semalaman nyodokin memek gemuk Tante Citra Yak...?"

"Busyeeet... Seneng banget deh Ciello punya Mama seseksi dia...."

"Iya yak... " Seru Dylan, "Eh... Kok gw sekarang jadi pengen ngentotin itu

Tante Citra yak....?" Bisik Dylan sembari mengelus batang penisnya yang sudah

terlihat semakin menonjol di celana sepedanya.

"Lohh...? Sama Borr.... Gw juga pengen nyodokin tuh memek...." Sahut Nando

yang merogoh batang penisnya. Berusaha membetulkan posisinya yang

tertekuk.

"Sama ngegenjot teteknya juga.... Sepertinya bakal makin enak tuh..." Tambah

Johan yang menyibakkan tanaman depan teras rumah, guna dapat melihat

pemandangan tubuh Citra lebih dekat.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ehh... Boorr... Lihat nggak....?" Tanya Dylan tiba-tiba sambil menyibakkan

tanaman penisah teras lebih lebar lagi.

"Apaan...?"

"Lihat tuh memek.... " Bisik Dylan, "Kok mengkilap ya....?"

"Eh iya.... "

"Basah tuh Boor...." Seru Nando

"Basah....?"

"Iya... Tuh... Lihat.... Ditepi celana dalem Tante Citra seperti ada lendir-

lendirnya..."

"Waaah... Dia sange Booorrr.... " Jawab Johan, "Tante Citra pasti lagi sange...."

"Anjriiiitttt.... Jadi beneran pengen ngentotin tuh MILF gw Booorr...." Bisik

Dylan, "Tante.... Memeknya Dylan sodok pake kontol Dylan yaaa...." Tambahnya

lirih.

"Iya Booorr... Gw juga pengen.... Pasti rapet banget tuh memek.... Legit...."

Bisik Nando dan Johan hampir berbarengan.

"WOI WOOOI WOOOIII..... Pada ngapain kalian bertiga jongkok-jongkok

aneh begitu...?! " Tanya Ciello lantang sambil menimpuk ketiga temannya

dengan biskuit yang ada diatas meja. "Kalian semua sedang ngintipin mama gw

ya...?"

"Eh..... Ngintipin..? Enggak kok... Enggak..." Jawab Dylan Nando dan Johan

hampir berbarengan.


Kisah Keluarga Penzinah

"Kalo nggak ngintipin... Ngapain juga kalian bertiga disitu....?"

"Eh... Ini... Lagi ngeliat taneman...."

Karena penasaran, Ciello segera berjalan menuju mereka. Dan benar. Disitu ia

dapat melihat pemandangan tubuh ibunya yang dapat dengan mudah terlihat

keseksiannya. "Aaaahhh... Kampret... Bilang ngeliat taneman.... Taneman apa

yang bikin kontol lo-lo pada ngaceng semua heee....?" Omel Ciello, "Bilang aja

lo semua ngintipin Mama gw...."

"Hehehehe... Maaf Booorr... Habisan Mama lo cantik banget...." Jawab Nando

cengengesan.

"Iyaaa... Mama lo seksi beneerrr...." Balas Dylan.

"Enak banget deh lo punya mama seseksi Tante Citra...." Iri Johan

"Aaah... Udah-udah... Nggak usah ngebahas Mama gw... Ini kalian jadi

sepedahan nggak..?"

"Eh I.. Iyalah... Jadi Boorrrr..."

"Yaudah kalo jadi... Ayo buruan jalan..." Ucap Ceillo sambil berjalan kehalaman

dan memutar kearah garasi.

Melihat Ciello menghilang, lagi-lagi ketiga teman Ciello itu melanjutkan acara

mesumnya. Berusaha mengintipnya tubuh seksi Citra sekali lagi.

Namun, sebelum sempat mereka mengintip, Ciello sudah keluar dari garasi.

"WOOOIIII.... KAMPREEETT.... AYO BERANGKAT....." Panggil Ciello sambil

menuntun sepedanya keluar dari halaman rumah. "KALO MASIH NGINTIPIN


Kisah Keluarga Penzinah

MAMA GW.... GW ANCUR-ANCURIN INI SEPEDA...." Serunya lagi sembari

menabrak-nabrakkan sepedanya kearah sepeda ketiga teman mainnya.

"Iya... Iyaaaa....."

Melihat emosi putra semata wayangnya, Citra pun kaget. "Heeeehhh...

Cielloooo... Pagi-pagi udah bikin ribut aja Sayang....?"

"Si kunyuk-kunyuk itu ngintipin Mama...."

"Haaah.... Mereka ngintip....?" Tanya Citra kearah ketiga teman Ciello.

"Enggak tante.... Kami nggak ngintip kok...."

"Aaaahh kunyuk.... Nggak ngintip tapi kontol lo-lo pada ngaceng semua...."

Ketus Ciello.

"Huuusssh.... Ciellloooo... Nggak boleh bilang gitu ah....." Ucap Citra sembari

buru-buru memeluk tubuh putranya erat. Membuat payudara bulat besarnya

juga menangkup dan ikut memeluk tangan kiri Ciello. Membuat iri ketiga

temannya.

"Aaah... Mama... Risih aaah...." Gerutu Ciello

"Heeeeehhh... Biarin risih.... Yang jelas.... Anak Mama.... Nggak boleh berkata

kasar seperti itu yaaaa...." Tambahnya lagi sambil terus mengusap punggung

Ciello.

"HHhhhhhhhh..... Iye Mamaaa.... " Jawab Ciello sambil menarik nafas panjang,

"Udah ya Mama Cantiiikkkk.... Ciello mau sepedahan dulu...." Jawab Ciello yang

buru-buru mengamit tangan Citra dan menciumnya pelan.

"Heh... Kunyuk... Ayo berangkat...." Ajak Ciello kearah ketiga temannya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Eh ... I.... Iya bentar... " Jawab mereka bertiga bingung.

"Mau ngapain lagi sih....?" Sewot Ciello.

"Mau pamitan dulu Booorr..." Jawab Dylan sambil buru-buru mengamit tangan

Citra dan menciumnya pelan. Diikuti oleh Johan dan Nando yang juga

melakukan hal serupa.

"Sebelum naik sepeda... Benerin dulu itu kontol kalian...." Saran Ciello singkat,

"Jangan dibikin ngaceng mulu...."

"Huuusshh... Ciello.... Omongannyaaa...." Tegur Citra, "Jangan marah ya kalo

maen ama Ciello.... Anaknya memang cemburuan seperti itu...." Tambah Citra

sembari melirik kearah tonjolan yang masih terlihat di selangkangan Nando,

Dylan dan Johan.

"Iya Tant... Kami udah biasa kok...." Jawab Nando.

"Yaudah.... Sekarang kalian benerin dulu itu tit.... Eh.... Emmmm.... Kontolnya....

" Ucap Citra pelan, "Khan nggak enak kalo ngegenjot sepeda sambil ngaceng

seperti itu.... Berasa ada yang ngeganjel khan ya.... ? Hihihihi...."

"Iiihh... Mama Apaan sih....?" Protes Ciello.

"Hehehe.... Iya..Tant.... " Jawab mereka bertiga kompak sambil tak malu-malu

memasukkan tangannya kearah celana mereka. Merogohmembetulkan posisi

batang penis mereka yang masih mengeras tegang.

"Eeeh... Kamu juga sayang.... " jawab Citra sembari bergerak ke belakang

tubuh Ciello, lalu dengan santai memasukkan tangan mulusnya ke selangkangan

Ciello, " Kamu juga harus benerin dulu tuh kontolnya Cielloooo.... Biar kontol

kamu... Nggak ketekuk-tekuk pas ngegenjot nanti..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiihhss Mama.... Ngapain ihh pake ngebenerin kontol Ciello segala...."

"Hihihi... Itu tanda kalo Mama perhatian ama kamu Sayaaang...."

"Perhatian mah nggak sampe segitunya juga kali Maaaa...." Jawab Ciello yang

membalas perlakuan Citra, ia menjulurkan tangannya kebelakang tubuh Citra

yang masih menempel ke punggungnya dan meletakkan di kedua buah pantat

ibunya. Lalu tanpa basa-basi, Ciello menarik maju tubuh Citra hingga menabrak

kedepan. Ciello yang ditubruk Citra dari belakang buru-buru menempelkan

punggungnya ke payudara besar Citra sembari meremas kuat-kuat kedua buah

pantat ibunya itu.

"Iiihhhh..... Sayaaanggg.... Sakit aaah....." Ucap Citra manja sembari mencubit-

cubiti pinggang putranya.

"Udah-udah... Kalo becandaan mulu ama Mama... Nggak berangkat-berangkat

ini aku...." Seru Ciello yang segera melepaskan diri dari dekapan Citra. "Yuk

Borr.. Kita jalan...." Tambah Ciello.

Alih-alih mendapatkan jawaban dari Nando, Dylan ataupun Johan, Ciello hanya

mendapatkan reaksi mematung dari ketiga temannya.

"Haaaaaahhhhh...." Seru mereka bertiga dengan wajah melongo kaget.

"Hihihihi.... Ternyata kalian semua tuh lucu-lucu ya...?" Jawab Citra sembari

tertawa renyah, "Udah-udah... Sana buruan jalan.... Ntar malah kesiangan

loh..."

"WOOOIIY KAMPREET... AYO JALAN...." Teriak Ciello kencang kearah

ketiga temannya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Eehh.. Iya.. Iya... Yuk...." Jawab mereka bertiga kaget, "Eh.. Mari tante...

Kami jalan dulu yaaa...."

"Hihihi....Iyaa.... Hati-hati naek sepedanya ya sayang...."

"Iya Mamaaaaa Caaantiiiiikkkkk.... " Jawab Ciello, Dylan, Nando dan Johan

hampir berbarengan.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 11 | UPSSS.... Mamaaa....!

Setiap hari, Citra disibukkan dengan segala tugas rumah tangganya. Mulai dari

membesihkan perabot, menyapu lantai, mengepel, memasak, mencuci baju,

mencuci piring, menjemur pakaian hingga menyetrika. Benar-benar hal yang

sangat melelahkan badan. Namun, ia tak pernah mengeluh. Hal itu selalu

dilakukan Citra dengan riang. Ia hanya berpikir, selain untuk menyibukkan diri,

hal itu juga bisa sebagai sarana buat berolahraga. Tak heran, diusianya yang

sudah kepala 3, bentuk tubuhnya masih terlihat begitu bagus, singset dan

kencang. Tak kalah dengan tubuh remaja masa kini.

Begitu pula dengan hari ini, setelah selesai membenahi halaman dan lantai

bawah, Citra pun mulai membenahi lantai 2. Lantai dimana terdapat kamar

kedua anaknya.

Masuk ke kamar Clara, Citra tak menemukan banyak pekerjaan yang berarti.

Karena kamar Clara sudah rapi dan wangi, hanya pakaian kotor saja yang perlu

ia bereskan. Namun, begitu memasuki kamar Ciello, ibu muda itu selalu

menggeleng-gelengkan kepala.

Kamar Ciello selalu saja mirip kapal pecah, tak peduli sesering apapun ia

bereskan, kamar itu bakal selalu berantakan. Seolah setiap hari, selalu ada

angin puyuh yang masuk dan mengobrak abrik seluruh isi kamar Ciello.

Perlahan, Citra meletakkan semua perabotan Ciello pada tempatnya. Buku,

mainan, komik, majalah, sepatu, hingga pakaian, semua Citra benahi hingga

rapi. Tak terkecuali gumpalan-gumpalan tissuu yang berserakan dilantai, Citra

buang semua ke tempat sampah. Hingga akhirnya, ketika Citra melihat layar


Kisah Keluarga Penzinah

laptop yang terbuka, timbul rasa penasaran pada hatinya. Terlebih ketika

gunungan tissu yang teronggok banyak di bawah kolong meja.

"Pasti... Laptop ini sering digunakan Ciello untuk ngocok kontol besarnya

sambil menikmati film-film porno..." Batin Citra yang kemudian menekan

tombol power.

Sejenak, Citra menatap kelayar desktop. Ke arah wallpaper laptop Ciello yang

menampilkan photo keluarga ketika mereka sedang berada di pantai. Citra dan

Clara sedang mengenakan bikini kecil berwarna cerah.

"Gambar yang manis...." Ucap Citra dalam hati sambil menggerakkan mouse

kearah media player dengan jemari lincahnya. Lalu, ibu dua anak itu mengklik

tombol history filenya, mencari tahu apa saja file yang sering anaknya lihat

selama ini.

Cum in my Mom's Pussy

Mother at Night

Forbidden Mother and Child Swapping

Incest Mother Anal

Fuck Mother's Pussy and Ass

"Hmmm.... Ini khan judul-judul file bokep incest...." Ucap Citra dalam hati

sambil terus mengurut daftar putar film Ciello kebawah. "Iya.... Ciello gemar

menonton film-film incest..."


Kisah Keluarga Penzinah

Setelah membaca beberapa judul file tersebut, wajah Citra seketika

memanas. Dadanya berdebar lebih kencang dan nafasnya mulai memburu. Dan

dengan satu jentikan jari, Citra meng-klik salah satu judul koleksi film Ciello.

"Astagaaa.... " Kaget Citra sambil duduk terpaku didepan layar laptop. "Kok

pemain cewenya mirip banget denganku ya....?"

Sambil melihat dengan seksama, Citra menatap tajam ke pemeran wanita di

film. "Usianya kurang lebih sama denganku.... " Batin Citra, "Dan Astaga.... Dia

sedang di'pake' oleh dua orang pria... Satu dimulut... Satu dimemek...."

Tambahnya lagi.

"Wuuiihh.... Gimana rasanya ya dientot kontol segedhe itu...? Apa nggak sakit

tuh lubang....? Dipakenya kasar banget kaya gitu....?" Tanya Citra dalam hati

sambil terus mengamati jalan cerita film porno yang ada dihadapannya. Dan

anehnya, walaupun pemeran wanita itu dikeroyok oleh dua orang pria, namun

wanita tersebut terlihat begitu menikmatinya. Sama sekali tak ada perasaan

takut, khawatir ataupun perasaan keberatan lainnya. Ia benar-benar

menikmati persetubuhan dengan kedua lawan mainnya. Wanita itu benar-

benar profesional.

"Astagaaa... itu khan threesome....?" Lenguh Citra lagi dalam hati.

Dengan seksama, ibu dua anak itu memperhatikan setiap detail film yang ada

didepannya. Membuat detak jantungnya berdenyut semakin cepat dan

memompa darah birahinya keseluruh tubuh. Vaginanya mulai terasa panas dan

berdenyut hebat, seolah baru saja mendapat sebuah kegembiraan baru.

Puting dan klitorisnya juga semakin berteriak-teriak untuk meminta

diperhatikan lebih jauh.


Kisah Keluarga Penzinah

"Oohh.... Sepertinya enak sekali tuh memek wanitanya.... Disodok-sodok...

Ooohhh.... Oleh dua kontol besar sekaligus... " Desah Citra yang sepertinya

tidak menyadari dengan erangan dan usapan tangannya yang mulai menyentuhi

payudara dan pangkal selangkangannya. Ibu dua anak itu seolah tidak sadar

ketika gerakan tubuhnya mendorong dirinya lebih jauh tenggelam dalam

lautan birahi.

Sambil bersandar di kursi belajar Ciello, Citra membuka kedua kakinya lebar-

lebar sebelum akhirnya, ia mulai mennyibakkan daster kecilnya keatas dan

mengusap vaginanya pelan.

"Oooohhh.... Ehhhmmmm...." Desahnya bergairah, sambil terus mengusap

kegatalan yang tumbuh hebat diantara kedua pangkal kakinya.

"Ooohhh... Ciellooo.... Mama nggak tahu Nak... Jika kamu suka banget nonton

film seperti ini...." Lenguh Citra yang dengan satu gerakan cepat, ia berdiri

dan menurunkan celana dalamnya hingga lepas. Kemudian duduk kembali dan

kembali mengeksplorasi kenikmatan liang vaginanya lebih dalam lagi.

"Ooohh.. Yeesss... Yesss honneyy... Fuck your momma pussy.... Harder...

Hardeeer...." Teriakan demi teriakan pemain porno yang sedang beraksi di

film mulai terdengar jelas. Membahana didalam kamar. Membuat gerakan

jemari lentik Citra semakin liar menusuki celah kewanitaannya. Matanya

semakin fokus dan mulutnya semakin terbuka lebar, mendesahkan kalimat-

kalimat kenikmatannya.

"Ooohh Ciello Sayaaang.... Masukin kontol besarmu Sayang... Masukiinnn....."

Erang Citra sambil terus menusuki vaginanya dengan jemari lentiknya.


Kisah Keluarga Penzinah

Citra tak pernah membayangkan, jika menonton film porno akan terasa begitu

mengasikkan seperti itu. Ia juga tak mengira jika dirinya bisa ikut terbawa

cerita, menikmati film yang begitu menghanyutkan dan menggairahkan seperti

itu.

Sembari menonton film porno, otak Citra segera membayangkan, bagaimana

rasanya jika memiliki dua laki-laki yang begitu bernafsu untuk bisa

membawanya mendapatkan kenikmatan orgasme seperti apa yang artis wanita

di film porno itu dapatkan. Membayangkan jika suami dan anak lelakinya mau

dengan sukarela untuk 'memperkosanya' dan memberikan kepuasan yang amat

sangat kepada lubang yang ada di tubuhnya.

"Ooohh... Kira-kira mau nggak ya si Mike dan Ciello menyodokkan kontol-kontol

besarnya ke mulut dan memekku...?" Batin Citra, "Bisa nggak ya aku mengatasi

sodokan-sodokan kedua batang lelaki kesayanganku itu...? Ooohh..... Pasti bisa

deh... Satu di memek.... Satu di mulut..." Gumam Citra sambil mengangkat

bawahan daster tipisnya lebih jauh lagi hingga kearah leher, membuat

payudaranya yang besar dan kencang dapat terlihat menggemaskan.

Citra tak pernah sekalipun membayangkan untuk menikmati tontonan barunya.

Film porno incest yang menceritakan persetubuhan antara ibu ayah dan anak.

Seolah terhipnotis, mata Citra terlihat seperti terpesona dengan cerita dan

adegan film porno itu. Bahkan secara tak sadar, tubuh Citra berusaha

merespon dirinya menjadi pemeran wanita yang ada di film.

Ya, Citra berlagak menjadi wanita yang ada di film porno itu. Satu tangan

meremas dan memilin puting payudaranya sedangkan satu tangannya

mengocok liang vaginanya.

CLOK CLOK CLOK CLOK


Kisah Keluarga Penzinah

Suara vaginanya terdengar begitu basah ketika disodok-sodok oleh jemari

lentiknya.

CLOK CLOK CLOK CLOK

"Ooohh.... NGEENNN... TOOTT.... Ehhmm.... " Seru Citra, sambil terus

menusuki liang vaginanya lebih dalam dan lebih cepat lagi. "Ooohh.. Mike....

Sayang... Sodokin kontol besarmu itu ke memek istrimu ini Sayang...

Ooooohh... Ciello Ssaaayanggg.... Entotin juga mulut mamamu ini Sayang...

Entotin terus.... Entot yang kenceng... " Lenguh Citra sembari terus mencucuki

vagina sempitnya dengan jari tangannya.

"Ooohh... Ngeeeennt... Tooottt..... Enak sekali saaaayaaannggg....." Rintih Citra

lantang. "Ooohhh.... Iyaaa..... Eeenaaak sekaaaaliiiii...... Terus sayang...

Teruuusss... Entooot memek istrimu ini kencang-kencaaang...." Jerit Citra lagi.

Mungkin karena rumah masih dalam kondisi kosong, Citra tak segan-segan

berteriak lantang seperti itu. Bahkan, untuk bisa semakin mendalami peran

film pornonya, Citra membuka pahanya lebar-lebar, dan menaikkan satu

kakinya keatas meja. Berusaha mendapatkan kenikmatan kocokan jemari

lentiknya lebih jauh lagi.

"Ooohhh.. Iyaa... Iyaaa... Bener seperti itu Mikee... Oooohhh.... Entot memek

istrimu ini Sayang.... Entot teruuusss..." Lenguh Citra keenakan, "Kamu juga

sayang.... Entot mulut Mama kuat-kuat... Masukin seluruh batang besarmu itu

kedalam mulut mama... Perkosa mulut Mama... Yang kuat sayang... Yang dalam....

Ooooohhh...." Racau Citra tak henti-hentinya.

Sebelumnya, tak pernah sekalipun Citra membayangkan jika menonton film

porno bisa membawa kenikmatan sedahsyat itu. Membawa sensasi birahi


Kisah Keluarga Penzinah

sehebat itu. Dan karena film birahi itupun, gelombang orgasme Citra mulai

berdatangan. Membawa gelitikan kejut nikmat kearah selangkangannya.

"Ooohhhh Mike Sayang....Sekarang gantian ya Sayang... Istrimu ini pengen

ngerasain dientot di memek.... Oleh anak kandungmu.... " Ucap Citra sambil

terus berakting bak pemain film porno. "Iya Sayang... Mama pengen kontol

besarmu... Masuk kedalam liang memek Mama.... " Desah Citra sambil terus

mengusap dan menggelitik celah kewanitaannya.

"Entot memek Mamamu ini Ciello... Entot liang tempat kamu lahir ini Sayang....

Ayo Ciello Sayang... Ayoo... Entot memek Mamamu iniiii.... Ooohh.. Ohhh...

Ooooooohhhh... Ngeentooottt..." Seru Citra dengan tubuh yang mulai

kelojotan, "Ooooohh... Iya... Iyaaaahhh.... Terus Sayang... Teerusss... Bikin

Mamamu ini keluar Sayang... Eentot terus memek Mamamuuu iiinniiiii....

Ooohhh... Ngentotttt.... Ngeenttoooootttt.... Mama mau keluar Sayang....

MAMAAA MAAAU KEELUUUAAARRRR..... OOOHH... Kontol Ciellokuuu...

Enak Bener Saaayaanggg...... OOOHHH..... NGEEENTTOOOOOTTTT....."

CRET CREET CREEEEECEEETTT CREET CREETTT

Tubuh Citra mengejang, bergetar hebat, dengan disertai oleh semburan

cairan vagina yang memancar kuat melewati mulut vaginanya. Menyembur

kencang ke arah meja belajar dan lantai yang ada dibawahnya. Yak. Citra

Orgasme Hebat.

Saking hebatnya Citra mengalami orgasme membuat dirinya bak orang ayan.

Tubuhnya kejang tak dapat ia kendalikan. Mulutnya menganga dan matanya

terbalik. Tangannya menggelepar dengan kaki yang menendang-nendang lirih

ke segala arah.


Kisah Keluarga Penzinah

CREEEEECEEETTT CREET CREETTT

"Ooohhh.... Saaayaaanggg.... Enaaak baaangeeeeetttt...."

Sejenak, Citra memejamkan mata dan mencoba mengatur nafasnya.

Merasakan semburan gelombang orgasme yang menjalar cepat keseluruh

organ intimnya. Merasakan kedutan nikmat yang menggulung-gulung di dalam

liang peranakannya. Merasakan sensasi masturbasi terhebat yang pernah ia

rasakan selama ini.

Dan sejenak pula vagina, payudara dan putingnya seketika menjadi sangat

super duper sensitif.

"Mama....?" Tiba-tiba, Citra mendengar sayup-sayup suara memanggil dirinya,

"Mama... Mama kenapa Ma...? Mama...?"

"Itu.... Seperti suara Ciello...." Pikir Citra dalam hati.

"Mama....? Mama... ? Mama nggak kenapa-napa khan Maa...?"

"Iya benar... Itu suara Ciello...." Batin Citra lagi sambil berusaha

mengumpulkan kesadarannya, "HAAH... BENAR.. ITU SUARA CIELLO..... "

Tambah Citra panik sambil berusaha membuka kedua mata.

"ASTAGA.... SAYAAANG.... " Dengan sekuat tenaga, Citra membuka kelopak

matanya yang berat dan melirik kekiri, kearah tubuh Ciello yang ada

disampingnya.

"Mamaaa....? Mama nggak kenapa-napa khaaannn....?" Tanya Ciello sekali lagi

sambil kali ini, menggoyang tubuh Citra. Berusaha menyadarkan ibu

kandungnya dari kegiatan mesumnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"I... Iya Saayang... Mama nggak kenapa-napa...." Jawab Citra yang kemudian

menurunkan kakinya dari atas meja dan berusaha duduk dengan benar di kursi

belajar Ciello.

"Ooohhh Yes... Yes Honey.... Put your monster cock in your mother pussy...

Make your mother cum...Oh God! Yes... That's it... You need to cum deep

inside your mother womb..... Oooohhhhhhh Ffffffuck!...." Suara video porno

di laptop masih terdengar keras,

"Waduh... Maaf Sayang...." Ucap Citra sedikit panik karena lupa mematikan

video porno Ciello. Segera saja, Citra buru-buru mematikannya film porno itu

dan menutup layar laptop putranya.

Dan, ketika Citra belum sepenuhnya sadar akan apa yang terjadi barusan, ia

mendapati hal lain yang membuatnya semakin panik. Ibu dua anak itu melihat,

dibelakang Ciello, terdapat ketiga orang temannya yang ternyata ikut masuk

kedalam kamarnya.

"Astaga.... Kalian.... ?" Desah Citra lirih, seolah tak percaya jika dirinya

tertangkap basah oleh putra dan ketiga orang temannya sedang melakukan

aktifitas cabul terhadap tubuhnya.

"Ha.. Hai Tan...Tante...." Sapa Dylan dengan suara bergetar, berusaha

menyamarkan rasa kagetnya.

Sejenak, ibu dan empat orang anak ini saling menatap selama beberapa detik.

Citra yang masih belum sadar akan apa yang baru saja ia lakukan, masih

bersandar di sandaran kursi dengan daster yang terbuka tinggi, memamerkan

gundukan payudara besarnya dan celah selangkangan basahnya yang juga

terpampang lebar.


Kisah Keluarga Penzinah

"Astaga... Sayang.... " Panik Citra, "Sejak kapan kamu pulang...?"

"Nggg.... Sejak Mama menggeliat-geliat keenakan sambil menyebut-nyebut

nama Ciello...."

'Ya ampuunn... Maaf-maaf..." Seru Citra yang buru-buru menurunkan daster

tipisnya dan membenahi penampilannya. "Ooohh... Sialan.... Maaf Sayang...

Mama nggak tahu kalo kalian sudah pulang..."

Ciello kemudian masuk kedalam kamar dan mengambil tissu, guna

membersihkan ceceran cairan vagina Citra yang baru saja menyembur dan

membasahi meja belajarnya. Sedangkan Citra, ia buru-buru bangun dari kursi

belajar anaknya dan segera mengambil baju kotor Ciello dan membantunya

membersihkan sisa-sisa muncratan lendir vaginanya yang juga membasahi

lantai.

Dengan posisi merangkak, Citra mengelap semua cipratan lendir vaginanya di

lantai. Dan akibat posisi merangkaknya, daster mini yang ia kenakan, sama

sekali tak mampu menutup pantat dan vaginanya yang dapat dengan mudah

terlihat jelas oleh Ciello dan teman-temannya. Bahkan ketika Citra mencoba

membersihkan kolong meja belajar Ciello, ia malah semakin menunggingkan

pantatnya, membuat celah vaginanya yang masih melelehkan lendir

orgasmenya, dapat terlihat dengan sangat jelas. Merekah basah dengan lendir

yang masih merembes keluar kehadapan mata ketiga teman Ciello.

"Astaga Booorr... Memek gundul MILF...." Bisik Dylan lirih sambil menyikut

lengan Nando. "Ngeeentooot... Masih basah tuh...." Tambahnya lagi sambil kali

ini meremasi lengan Nando gemas.


Kisah Keluarga Penzinah

"Busyet... Iyaaa.... Mulus banget ituuu meekiiiii.... Bener-bener montok juga

Booorr...."

"Anjrit.... Jadi pengen gw entotin tuh memeeeekk.... Mumpung masih basah....

Pasti legit banget ituuu...." Bisik Johan menambahkan. "Sumpah Boorrr...

Memek Tante Citra ngegoda banget buat kita sodok rame-rame...."

Ciello yang mendengar bisikan ketiga temannya, buru-buru mengambil celana

dalam Citra yang masih teronggok diatas meja. Setelah itu ia berjongkok

kearah Citra dan memberikan celana dalam itu ke ibu kandungnya.

"I... Ini Maa... Celana dalamnya..." Ucap Ciello malu-malu, "Dipake dulu...."

"Eehh.. Iya Sayang.... Makasih...." Jawab Citra dengan wajah kikuk sambil

menerima pemberian Ciello.

Namun, alih-alih segera memakai celana dalam, Citra malah hanya meletakkan

kembali celana dalamnya di lantai dan kemudian kembali mengepel lantai

kolong meja belajar Ciello lagi. Kali ini, Citra menunggingkan pantatnya lebih

tinggi lagi, seolah sengaja memberikan banyak-banyak pemandangan liang

surgawi kenikmatan para lelaki.

Setelah semua selesai, tak lupa Citra juga mengelap lantai tempat Ciello

berdiri dengan posisi yang masih sama dengan semula. Merangkak sambil

menggoyang-goyangkan tangannya kekiri dan kekanan. cepat. Membuat

payudara besarnya yang mengintip dari celah leher dress tipisnya, ikut

bergoyang manja seiring gerakan tubuhnya.

"Booorr... Tetek MILF Booorrr...... Gondal-gandul..... Gedhe bangeeeettt

tuuuhhh..... " Bisik Dylan lagi yang dianggukin oleh kedua temannya. "Pasti enak

banget tuh tetek kalo diselipin kontol gw..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Yo'iii.... Lihat juga tuh puttiing Tante Citraa... Mancuuunggg jugaaaa...."

Sahut Nando

"Buset dah... Mama Ciello emang bidadari....." Seru Johan tak mau kalah.

Mendengar kekaguman ketiga temannya, Ciello buru-buru berjongkok didepan

Citra. Ia meraih pundaknya dan mengangkatnya bangun.

"Udah Ma... Nggak usah dibersihiin.... "

"Eh bentar sayang.... Ini...Anu Mama masih berceceran dilantai...." Jawab

Citra malu-malu.

"Hhhhh......." Hela nafas Ciello lirih, "Udah... Nggak apa-apa.... Biar Ntar Peju

Mama biar Ciello aja yang ngelap...

Mendengar Ciello berkata vulgar seperti itu, membuat wajah Citra memerah.

Dan mungkin karena malu, Citra segera berdiri "Baiklah kalo begitu...."

Jawabnya sambil beranjak pergi meninggalkan kamar Ciello dan membawa bak

cucian kotor yang ada di belakang pintu.

"Mama turun dulu ya Sayang...." Pamit Citra sambil berusaha memberikan

senyum terbaiknya dan melangkah pergi.

Sepergian Citra, situasi di dalam kamar mendadak kikuk. Ciello masih tak

habis percaya jika baru saja melihat ibu kandungnya sedang melampiaskan

nafsu birahi di kamarnya. Dan yang lebih tak ia percayai adalah, Mamanya,

menyebut-nyebut nama dirinya ketika ia sedang menikmati gelombang birahi

dan orgasmenya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ooh.... Mama....." Lenguh Ciello sambil memasukkan tangannya kedalam celana

sepedanya. Berusaha membetulkan posisi penisnya yang tertekuk ngilu

terjepit kain ketat ditengah selangkangannya.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 12 | Sebuah Keterbukaan...

Semenjak kejadian beberapa hari lalu, pikiran Ciello semakin gelisah.

Berulangkali ia hanya mendapat tatapan ibunya tanpa ada satu pembicaraan

apapun. Bahkan ketika mereka saling berpapasan, Ciello dan Citra hanya saling

melirik dan mengadu tatapan. Tak ada sapaan, tak ada komunikasi. Mereka

berdua sama-sama diam.

Hingga suatu pagi, ketika mereka berpapasan di dapur. Ciello memberanikan

dirinya untuk memulai percakapan dengan ibunya.

"Maa ... " Ucap Ciello lirih

Citra tak menjawab, ia masih saja sibuk memasak. Memotong daun-daun sayur

dan memasukkannya dalam panci panas.

".........Sepertinya kita perlu bicara tentang hal kemarin Maa.... " Ucap Ciello

lagi.

Sejenak, Citra menghentikan aktifitasnya. Ia lalu mencuci tangannya ke

wastafel dan mengusapkan telapak tangan basahnya kebongkahan pantatnya

yang seksi.

"Uuuhh..... Pantat bulat Mama...." Kagum Ciello ketika melihat bulatan pantat

ibunya.

Semenjak kejadian kemarin entah kenapa, pikiran mesum Ciello semakin

menjadi-jadi. Walau Citra masih mengenakan pakaian lengkap, tetap saja otak

mesum Ciello selalu berpikiran ngeres terhadapnya. Kilasan memory dimana

ibunya sedang mengocoki vaginanya dalam-dalam sambil menyebut-nyebut

namanya, selalu berkelebat hebat di pikirannya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hmmm.... Iya Sayang... Sepertinya kita harus bicara.... Banyak...." Balas Citra

pelan dan tegas, sembari mengambil kursi yang ada disamping Ciello.

"Maa... Ciello....." Ucap Ciello.

"Ssssttt..." Tutup jari Citra pada bibir putranya, "Mama ngerti Sayang...

Maafin Mama ya..." Ucap Citra singkat sambil tersenyum.

"Loh... Kok....?" Heran Ciello.

"Sayang... " Ucap Citra sambil mengusap dahi Ciello, "Kamu adalah anak lelaki

Mama satu-satunya... Dan kamu tahu...? Mama begitu sayang padamu Nak...."

Jelas Citra, "Kita tidak bisa membiarkan hal aneh ini menjadi semakin

berkepanjangan..."

"Maa...." Gumam Ciello tak meneruskan kata-katanya. Matanya menatap turun,

kearah kaki mulus Citra, kejemari lentik di kaki ibunya, kelantai yang ia tapaki.

"Ciello..... Ciello malu Maa..."

"Iya.... Pastinya.... Mama tahu hal itu Sayang.... " Usap Citra lagi kedahi Ciello

sembari menggeser kursi makannya, mendekat kearah Ciello duduk. "Kamu

pasti diomongin teman-temanmu ya.....?"

Ciello mengangguk.

"Maafin Mama ya Nak...." Ucap Citra lagi. Ia lalu menarik kepala Ciello

mendekat kearah payudaranya, kemudian ia mendekap putranya dalam-dalam

di dadanya. "Mama tahu Nak.... Pasti teman-temanmu tak henti-hentinya

berkata cabul tentang Mama ya Nak...?"

"I... Iya.... Maa.... " Jawab Ciello menganggukkan kepalanya. Sambil membalas

dekapan Citra dengan memeluk pinggang ramping ibunya. Sembari memeluk,


Kisah Keluarga Penzinah

Ciello juga semakin membenamkan kepalanya ketengah-tengah payudara besar

Citra. Mencoba meraih kehangatan kasih Sayang yang tak ia rasakan selama

beberapa hari ini, "Ciello.... Malu Maa... Tapi.... Sekaligus bangga..."

"Looohh....? Kok bangga....?" Heran Citra.

"Iya Maa... Ciello bangga jadi anak Mama..." Jelas Ciello, "Mama benar-benar

jujur..."

"Maksud kamu apa Sayang...?" Tanya Citra yang kemudian menatap wajah

Ciello erat-erat.

"Iya... Mama nggak munafik... Apa yang Mama rasakan... Mama langsung

ungkapin saat itu juga...."

"Hhmmm... Maksudnya gimana sih....? Mama masih nggak mudeng...."

"Nnggg.... Inget nggak waktu Mama.... Nggg....Sedang ngobel... Nggg... Memek

Mama...?"

"Nggg.... Yang mana ya Sayang...?" Tanya Citra sambil melirikkan bola matanya

kelangit-langit, mencoba mengingat apa maksud perkataan Ciello.

"Waktu Mama.... Nggg... Sebelum orgasme....?" Jelas Ciello lagi. "Yang waktu

Mama menyebut-nyebut nama Ciello....?"

"Oooww.. Ituu....? Hhmmm.... Iiii... Ya....? Emang kenapa....?"

"Disitu Ciello bisa langsung tahu Maa... Betapa sayangnya Mama ama Ciello...."

"Ooowwwalaaaahhhh.... Hihihihi....."


Kisah Keluarga Penzinah

"Dan dari situ... Ciello tahu... Jika Mama juga memiliki rasa yang sama dengan

apa yang Ciello rasakan selama ini.... Ciello juga Sayang mama...."

"Ya Ampuuunnnn.... Sayaaaanggg...." Peluk Citra lagi. "Gantian Mama nih yang

jadi maluuuu...."

"Malu karena Mama orgasme karena aku ya Maa....?" Tanya Ciello, "Nggak

perlu Maa.... Justru Mama sudah bikin aku seneng...."

"Looooh..? Kok bisa...?" Heran Citra lagi.

"Iya Maa... Karena pertunjukan Mama kemaren... Sudah bikin semua temen-

temen aku iri Maa...."

"Seriuuuussss....? " Kaget Citra, "Temen-temen kamu iri kenapa...?"

"Ya iri aja ama Ciello Maa...."

"Hihihi.... Mungkin mereka iri karena kamu punya Mama yang nakal ya

Sayang...? Hihihihihi...." Tawa Citra bercanda sambil mencubit ujung hidung

Ciello.

"Hehehe.... Aku Sayang Mama..." Ucap Ciello sambil kembali membenamkan

wajahnya dalam-dalam ke belahan dada Citra.

"Mama juga sayang kamu Nak...."

"Jadi Maa... Kita sekarang impas ya...?" Ucap Ciello.

"Impas gimana maksudnya...?"

"Iya impas... Mama udah pernah liat Ciello onani.... Dan Ciello juga udah pernah

liat mama masturbasi..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Ooohh.. Hihihihihi... Iya Sayang... Kita impas..."

Dalam dekapan dada Citra, Ciello mendongak dan menemukan tatapan mata

coklat Citra saat mereka saling berpandangan dalam sebuah rasa baru. Rasa

saling memiliki antara satu dan lainnya.

"Wooooooooooooooooooooow...! " Pikir Ciello tiba-tiba. "Baru sadar... Ternyata

Mama benar-benar cantik..... Kenapa aku tidak pernah melihat kecantikan

Mamaku sebelumnya ya...? Dan tetek ini.... Hhhhh... Benar-benar empuk...

Benar-benar nyaman untuk ditiduri.... "

Sejenak, Ciello menggeleng-gelengkan kepala untuk membersihkan pikiran itu.

Dia tidak bisa membiarkan hal-hal mesum seperti itu menyelinap ke dalam

otaknya. Citra adalah ibunya. Dan sebagai seorang anak, tak wajar jika ia

berpikiran mesum tentang ibunya.

Namun, walaupun otaknya mampu mengalihkan pikiran mesumnya, tak begitu

dengan penisnya. Karena pelan tapi pasti, penis Ciello perlahan mulai

menegang.

"Apa yang kita lakukan kemarin tuh normal Sayang.... Kita semua pasti memiliki

keinginan untuk dapat memuaskan diri sendiri..." Jelas Citra sambil tersenyum

simpul, "Bahkan... Mama juga memiliki keinginan seksual juga.... "

"Ngg... Memangnya Mama... Nnggg... Nnggak dikasih ama Papa....?"

"Hihihihihi.... Pertanyaanmu kok begitu Sayang...?" Tanya Citra, "Hhhhhhh....

Mama dikasih kok..." Tambahnya sambil menghela nafas, "Cuman.... Ada

kalanya Mama juga perlu melakukan masturbasi untuk memuaskan nafsu birahi

Mama Sayang... Yaaahhh... Seperti yang kamu dan teman-temanmu lihat

kemaren..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Oooww... Kirain... Dengan adanya Papa... Semua... Nnnggg... Nafsu birahi Mama

bisa terlampiaskan...."

"Hihihihi.... Papamu cuman ngebantu sedikit aja Sayang... Sediikiiittt aja....."

Ucap Citra sambil mengecup kening Ciello, "Ada banyak nafsu birahi Mama

yang... Yaaah... Tak bisa didapatkan Mama hanya dari kontol Papamu...."

Mendengar Citra menyebut birahi, masturbasi, kontol, membuat Ciello lagi-

lagi membayangkan kejadian kemaren. Dan efeknya, membuat batang penisnya

semakin mengeras.

"Maa....?" Panggil Ciello manja.

"Yaa Sayang.....?"

"Kalo boleh tahu...."

"Yaa....? Kenapa Sayang...?"

"Nnggg.... Kemaren.... Waktu Mama nyebut nama Ciello......" Tanya Ciello ragu

,"Mama sedang mikirin apa sih...?"

"Hihhihihi.... Kamu mau tahu....?"

"Nnggg... Kalo boleh sih...."

"Mama mikirin.... Hihihihi... Jangan ketawa ya....?"

"Kenapa harus ketawa Maa....?"

"Hihihihi.... Ya kali aja kamu ketawa setelah ngedenger jawaban Mama...."

"Ya nggak lah...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Mama.... Mikirin.... Hmmmm...... " Jawab Citra sepotong-sepotong, sengaja

membuat Ciello semakin penasaran.

"Mikirin apa Maa...?" Tanya Ciello tak sabaran.

"Mama mikirin... Kontol kamu ini Sayang.... Hihihi...." Jelas Citra sambil

menjulurkan tangannya kearah selangkangan Ciello. Kemudian ia segera

mendekapnya kuat tonjolan kolor yang sudah yang terlihat menggembung

keras.

"Loohhh....? Aasssstagaaaa... Naaak.... Ini kontol kamu... Kok... Udah ngaceng

aja yaaa...?" Kaget Citra.

"Hehehe... Habisan... Mama cantik sih...." Goda Ciello.

"Halaaaah.... Gombal...." Ucap Citra.

"Kok gombal sih...? Beneran Maa.... Mama cantik...."

"Preeettt.... " Canda Citra lagi, "Tapi kamu juga sering khan ngelakuin seperti

yang Mama lakuin.... ?"

"Lakuin gimana Maa...?"

"Kamu sering ngebayangin mama ketika ngocok kontolmu setiap kali kamu

onani...?"

"Aaah... Nggak juga Maa...."

"Jangan bohooong.... Kata Clara... Kamu sering banget tuh nyebut nama Mama

kalo kamu sedang ngocok kontol... Yaa khaaaannn....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Dasar Wewe Gombel... Nggak pernah bisa ya nutup mulut...." Batin Ciello

dongkol terhadap adiknya, "Awas aja ya... Rasain aja pembalasanku nanti...."

"Hehehe.... Iya Maa...." Jawab Ciello malu-malu.

"Jadi.... Mulai sekarang... Sepertinya nggak ada lagi yang Mama perlu

sembunyikan darimu ya Sayang..." Ucap Citra santai sambil mengusapi rambut

Ciello, "Tak ada lagi yang perlu disembunyikan..."

"Hhmmm... Iya Maa.... " Jawab Ciello, "Maafin Ciello juga ya Maa... Kalo sering

bikin masalah...."

"Hehehe... Kalo soal itu... Mama udah biasa kok Sayang.... CUUUP..." Ucap Citra

yang kemudian menutup percakapan mereka dengan kecupan erat di kening

Ciello.

"Lega sekali rasanya.... Udah bisa ngeluarin penat dihati...." Batin Ciello yang

kembali membenamkan kepalanya kepayudara ibu kandungnya sembari

membiarkan jemari lentik Citra terus mengusap tonjolan besar di

selangkangannya. Dihirupnya aroma tubuh Citra dalam-dalam sembari

mencoba meraih kehangatan kasih sayang rasa baru ibunya.

"Makasih ya Maa... Udah mau jadi ibu terbaik buat Ciello...." Ucap Ciello lirih

sambil semakin mendekap tubuh semok Citra erat-erat.

"Iya Sayang... Mama juga makasih kalo kamu udah ngertiin Mama...." Ucap

Citra membalas dekapan Ciello. "Omong-omong... Ini kontol kok makin keras

aja ya Sayang....?"

"Hehehe... Itu karena Ciello punya Mama secantik bidadari...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Haaallllaaaaahhh.... Tiipuuuu..... Masa ama Mama sendiri ngaceng....

Hihihihi...."

"Emang nggak boleh ya Maa....?"

"Ngggg.... Boleh aja sih...." Ucap Citra dengan tak menghentikan gerakan

tangan lentiknya di selangkangan putranya. Dari yang semula mengusap penis

Ciello, menjadi mengurutnya perlahan dari luar celana kolornya.

"Uuuhhh.. Enak Maaa...." Lenguh Ciello keenakan. "Jari Mama memang nikmat

Maa...."

"Enak ya Sayang....?"

"Sumpah enak banget Maa...."

"Enak mana Sayang....? Enakan kontolmu dikocokin jari Mama.... ? Atau kamu

ngocok kontol sendiri...?"

"Ya jelas enakan dikocokin jari Mama laaaahh....."

"Hihihihi... Dasar anak Mama.... Mesumnya amit-amit daaahhh...." Canda Citra,

"Udah ahhhh... Mama mau kerja lagi nih.... Ntar kalo ini diterusin... Ada yang

muncrat-muncrat nih....." Tambah Citra sambil melepas usapan tangannya dari

penis Ciello.

"Ahhh. Mamaaa.... Bentaran ah Maa... Ciello pengen meluk Mama lebih

lamaan...."

"Pengen meluk apa pengen ngusel tetek Mama....?"

"Hehehehe... Pengen itu juga Maa...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Dasar anak supeeer meeeesuuuum....." Ucap Citra yang kemudian meremas

keras-keras buah pelir Ciello, membuat putra kandungnya langsung berjingkat

bangkit dari duduknya sambil loncat-loncat.

"Waaadaaaauuuwww... Maaaamaaaaa....." Teriak Ciello kesakitan karena

mendapat siksaan dadakan dari ibu kandungnya.

"Hihihi... Biarin.... Makanya.... Jangan suka membantah perintah Mama...." Ejek

Citra sambil menjulurkan lidahnya, "Kalo kamu mau ngocok kontol.... Kocok

sana aja sendiri... Mama mau kerja lagi...."

Akhirnya, setelah mereka bericara panjang lebar, Citra dan Ciello

memutuskan untuk menghilangkan semua pembatas tabu yang memisahkan

hubungan diantaranya. Mereka membuka semua perasaan yang mereka miliki.

Termasuk hasrat seksual baru yang ada dalam pikiran ibu dan anak itu.

***

Beberapa hari kemudian, Ciello merasa begitu tenang dan bahagia dengan

kesepakatan baru dari Mamanya, yang telah memberikan kebebasan kepada

dirinya untuk dapat mengeksplor kegiatan seksualnya di dalam rumah.

Sekarang, ia tak perlu lagi malu jika kedapatan sedang beronani ria di depan

Citra, bahkan terkadang, Citra juga membantu Ciello untuk segera mencapai

puncak kepuasannya.

Kebersamaan ibu dan anak itu membuat rasa Sayang Ciello kepada Citra

semakin meluap. Ia ingin memiliki ibunya seutuhnya, tanpa memperbolehkan

siapapun merenggutnya. Termasuk Mike, ayah sekaligus suami Citra.


Kisah Keluarga Penzinah

Siang itu, Ciello pulang dari arena olahraga lebih cepat daripada biasanya. Jika

biasanya ia pulang sekitar jam tiga sore, hari itu ia pulang sebelum jam makan

siang.

Karena merasa begitu lelah, ia langsung menuju ke kamarnya. Melepas semua

pakaiannya yang telah basah karena keringat, dan menghempaskan tubuhnya

keatas empuknya kasur. Sejenak, Ciello merasa begitu lapar. Dengan hanya

mengenakan boxer, ia melangkah gontai, menuruni tangga rumah lalu berjalan

kearah dapur.

"Maaa... Mamaaaa.... Aku udah pulang...." Panggil Ciello yang baru mendapati

jika rumahnya terasa begitu sepi. Tak seperti biasanya, "Mamaa...? Mama

dimana....?" Panggilnya lagi.

Tak mendengar jawaban dari ibu kandungnya, Ciello segera bergegas ke kamar

Citra. Dan ketika ia berdiri di depan pintu kamar tidur ibunya, terdengar lirih

keran air dan shower yang mengalir deras.

"Apa Mama sedang mandi....?" Tanya Ciello dalam hati sembari membuka pintu

kamar Citra dan melangkah masuk, mendekat ke pintu kamar mandi Citra.

Membayangkan ibunya mandi, mendadak penis Ciello menggeliat. Menegang

dan mengeras dengan perlahan.

"Jadi.... Mulai sekarang... Nggak ada yang perlu Mama sembunyikan darimu ya

Sayang...." Seketika, Ciello membayangkan tentang percakapannya dengan

Citra beberapa hari kemaren.

"Benar nggak ya kalimat Mama kemarin....?" Tanya Ciello dalam hati, "Kalo

memang benar... Kira-kira.... Mama bakalan marah nggak ya kalo aku onani

sambil melihat tubuh telanjangnya...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Pasti akan sangat menyenangkan bisa ngecrotin pejuhku di depan mata

Mama... Ohhh... Ngecrotin wajah Mama.... Ngecrotin tetek Mama.... Syukur-

syukur bisa ngecrotin memek Mama.... Uuuhh.... Pasti bakalan seru sekali.... "

Pikir Ciello sambil membuka sedikit pintu kamar mandi Citra.

CKLEK

Pintu kamar mandi Citra terbuka.

"Maaa....? Mama didalam...?" Tanya Ciello sambil menjulurkan kepalanya masuk

kedalam kamar mandi.

"Eh... Ciello.....?" Kaget Citra karena mendapati pintu kamar mandinya tiba-

tiba terbuka.

"Astaga Mama....?" Kaget Ciello, begitu mendapati Citra yang berada didalam

kamar mandi dengan tanpa mengenakan pakaian apapun. Rupanya, ibu Ciello itu

baru akan mulai mandi.

"Eehh.. I.. Iya sayang...? A...Ada apa...?" Jawab Citra kikuk sambil buru-buru

berusaha menutupi tubuh telanjangnya sebisa mungkin. Namun, karena handuk

berada jauh di dekat Ciello berdiri, Citra tak jadi mengambil handuk itu. Ia

hanya menyilangkan tangannya menutupi payudara dan vaginanya.

“Maaf Maa.. Ciello nggak tahu kalo Mama mau mandi…” Alasan bodoh Ciello

terucap lancar sambil menutup pintu kamar mandi Citra.

“Ehh.. Iya sayang… Tak apa-apa…” Ucap Citra yang ketika ia mendapati Ciello

hanya mengenakan boxer, entah kenapa tiba-tiba perasaan malu yang semula

ada di dadanya, perlahan berangsur menghilang. Bahkan ketika Citra melihat


Kisah Keluarga Penzinah

batang penis putra kandungnya yang jelas menonjol dibalik boxer tipisnya, ia

lupa akan rasa malu dan ketelanjangan dirinya.

"A... Ada apa Sayang...?" Tanya Citra dengan nada yang dibuat setenang

mungkin sambil mulai mengguyur tubuh semoknya dengan shower.

"Hmmm... Ng... Nggak ada apa-apa Ma...." Jawab Ciello dengan nada yang juga

terdengar tegang, “Ciello... Cuman sedikit lapar….”

"Waduh… Mama belum masak sayang…” Jelas Citra, “Apa kamu mau nunggu

bentar…?”

"Hmmm… Boleh deh Maa…” Jawab Ciello yang alih-alih keluar kamar mandi, ia

malah berdiri mematung di depan tubuh telanjang ibunya. "Ciello nunggu disini

aja ya....?" Tambah Ciello mencoba peruntungannya.

Sejenak, kedua insan ini saling berpandangan satu dengan lainnya. Saling

menatap tubuh lawan bicaranya. Ciello, dengan hanya mengenakan celana kolor

tipis tak mamapu menyembunyikan batang penisnya yang sudah benar-benar

tegang. Sedangkan Citra, yang juga sudah tak mengenakan sehelai pakaianpun,

juga tak mampu menyembunyikan desah nafasnya yang mulai memburu.

"Ciello.... Pasti badan kamu gerah ya...? Habis bersepeda siang-siang seperti

ini..." Tanya Citra dengan ekor mata yang menatap erat ke tubuh tegap

putranya yang berkilauan karena keringat. "Wajah ganteng Ciello.... Dada

bidang Ciello.... Perut sixpack Ciello.... Dan oohhh... Kontol besar Ciello...." Seru

Citra dalam hati sambil tak mampu mengalihkan perhatiannya kearah tonjolan

batang kelamin putranya.

"I... Iya Ma... Gerah banget...." Jawab Ciello dengan nada yang serupa dengan

ibunya. Nada tegang penuh rasa penasaran karena menatap tubuh basah


Kisah Keluarga Penzinah

ibunya. "Wajahnya Mama cantik sekali.... Mata sayu Mama... Bibir mungil

Mama... Dan Astagaaa.... Tetek besar Mamaaa... Basah…." Jerit Ciello yang tak

henti-hentinya menatap tubuh telanjang Citra. "Kaki mulus Mama... Dan juga....

Ohhh... Memek gundul Mamaaa...."

Untuk beberapa saat, mereka berdua tenggelam dalam keheningan yang

muncul diantara mereka.

"Ciello.... Apa… Kamu.... Mau.... Nggg.... " Sejenak, Citra menghentikan

kalimatnya. Antara bingung dan penasaran. Antara malu dan mau. Antara ingin

tahu dan tak mampu menahan gejolak birahi.

"Ya Maa....?" Jawab Ciello pelan.

"Apa… Kamu... Mau....Mandi bareng Mama....?" Akhirnya, Citra memberanikan

diri untuk mengatakan isi hatinya.

"Murahan sekali kau Citra...." Tiba-tiba, suara hatinya berteriak lantang.

"Ahhh... Ini khan cuman sebuah tawaran mandi.... Sudah biasalah itu... Seorang

ibu mandi bareng anaknya...." Jawab suara hatinya yang lain.

"Iya... Sudah biasa... Tapi khan kalau itu anaknya masih balita.... Nah ini.... Si

anak sudah lulus SMA.... Sudah beranjak dewasa.... Sudah tahu mengenai

nafsu birahi…."

"Aaaaahhh.... Emang kenapa kalo sudah beranjak dewasa.... Toh dia masih

tetap anakku...."

"Iya... Itu memang anakmu... Tapi khan ga wajar saja jika kamu mandi

bersamanya...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Aaaaahhh... Masa bodo... Lihat tuh tonjolan kontolnya.... Apa kamu tak

penasaran bagaimana bentuknya…? Bagaimana rasanya....? Bagaimana

kenikmatannya…?"

"Astaga Citra.... Emang kontol suamimu sudah tak mampu memberikan rasa

kenikmatannya...?"

"Itu beda.... Kontol Mike berbeda dengan kontol Ciello...." Jerit Citra dalam

hati, "Iya.... Kontol Mike berbeda dengan kontol Ciello...."

Akhirnya, perseteruan hati Citra terkalahkan oleh birahinya. Entah mengapa,

melihat sosok putranya, Citra ingin sekali melangkahkan hatinya ke arah

hubungan terlarang antara ibu dan anak yang semakin jauh lagi.

"Ma...Mandi ba... Bareng Mama....?" Taya Ciello gugup.

"Iya Nak.... Kamu mau nggak....?" Tawar Citra.

"Nnnnnggg....." Terlihat sebuah kebingungan di mata Ciello.

Namun, sebagai seorang ibu, Citra pasti tahu, Ciello pasti tak akan menolak

tawarannya itu. Namun supaya tawarannya tak terlihat murahan, Citra harus

akal supaya Ciello pun tak menganggapnya murahan.

"Tapi kalo kamu nggak mau.... Yaudah nggak apa-apa.... Kamu bisa nunggu Mama

bentaran... Duduk aja dulu disana Sayang... " Ucap Citra sembari menunjuk

kearah toilet. “Biar Mama selesein dulu mandi Mama…”

Ciello menuruti apa perkataan ibunya. Duduk di toilet yang menghadap kearah

ibunya. Duduk di tempat yang hanya berjarak satu meter dari tubuh telanjang

ibunya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Udara panas begini memang enaknya mandi loh Sayang…. " Ucap Citra

berusaha cuek, membiarkan putra kandungnya melihat aktifitas mandinya.

Dengan santai, Citra lalu mengambil sabun cair dan mengusapkannya ke

seluruh permukaan kulitnya. Tangannya, perutnya, payudaranya, pantatnya,

kaki hingga selangkangannya, tak luput dari baluran sabun yang makin lama

makin berbusa. Apalagi ketika Citra menaikkan satu kakinya ke tepi dudukan

toilet yang sedang Ciello dudukin, vaginanya terlihat begitu jelas merekah.

Membuat Ciello mendadak kesulitan untuk bernafas dan mengedipkan

matanya.

"ANNNNJJRRRRIIIIITTTTTRRRR..... Memek Mama merraaah

bangeeett...." Batin Ciello dengan mata melotot, "Pantesan... Papa tak henti-

hentinya ngentotin tuh memek Mama..." Tambahnya lagi ketika melihat betapa

indahnya tubuh ibunya. Payudaranya yang besar begitu menggoda untuk dapat

ia remas, pinggul ramping yang begitu menggiurkan untuk dapat dipeluk, dan

vaginanya yang begitu merekah untuk dapat disodok-sodok dengan penis

besarnya.

"Kenapa Sayang...? Kok kamu melihat Mama seperti itu...?" Tanya Citra sambil

terus menggosok selangkangannya. Kali ini ia memindahkan kaki satunya untuk

ia naikkan ke tepi dudukan toilet sembari menggosok bibir vaginanya.

Berusaha memperlihatkan kerapatan liang kewanitaannya yang mulus tanpa

rambut sedikitpun. Setelah selesai menggosok bibir vaginanya, Citra kemudian

membalikkan tubuhnya dan sedikit menungging-nunggingkan pinggulnya.

Memamerkan goyangan pinggang, pantat dan payudaranya yang

bergelantungan kesana-kemari seiring gerakan tubuhnya. "Kamu suka dengan

apa yang kamu lihat... Sayang....?"

Ciello mengangguk, sambil berusaha membetulkan selangkangannya.



Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihihi... Mukamu kok merah Sayang.... ? Kamu pasti horny ya.... ? Kamu makin

ngaceng ya...?" Tanya Citra dengan nada suara yang dibuat setenang mungkin.

Padahal Citra tahu jika suaranya saat itu begitu gemetar karena birahinya

yang semakin memuncak.

"Hihihi..... Kontolmu nggak sopan sekali Sayang....Masa nunjuk-nunjuk

Mama....?" Goda Citra lagi sembari tersenyum melihat wajah kikuk Ciello

ketika menahan nafsu akibat melihat tubuh telanjangnya.

"Nnggg... Iya Ma...." Jawab Ciello gugup.

"Awas ketekuk loh kontolnya.... Nanti jadi sakit...." Ucap Citra dengan intonasi

nakal yang semakin menjadi-jadi.

"Nggg... Mama tahu aja...." Jawab Ciello lagi yang kali ini terang-terangan

membetulkan batang penisnya yang sudah benar-benar tegang.

"Hihihi....Kalo kontolmu sakit... Keluarin aja Sayang.... Nggak apa-apa kok...."

Kata Citra yang kemudian menyiram tumpukan busa dari tubuh seksinya,

"Bahkan kalo kamu mau... Kamu boleh kok… Nggg… Ngocok kontolmu disini

sayang..."

"Ngocok kontol...? Disini...?" Kaget Ciello, "Beneran Maa...?"

"Iya.... Sok aja kalo kamu mau...."

"Serius...?"

Citra menanggukkan kepalanya sambil tersenyum, "Tubuh ini khan yang selalu

ada di pikiranmu...? Tubuh ini khan yang selalu bikin kontolmu tegang? Selalu

bikin kamu onani...? Selalu bikin pejuhmu muncrat berali-kali...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggg... I... Iya Maa...."

"Yaudah.... Sok... Kocok aja kontolmu Sayang... Sok aja kalau kamu pengen

onani... Mumpung kamu sedang ngelihat Mama telanjang...." Jawab Citra

enteng, "Kamu suka khan ngelihat Mama seperti ini...?"

"Uuhhmmm... Su... Suka banget Ma... " Jawab Ciello sambil lagi-lagi

membetulkan penisnya

"Hihihi....Uudaaah... Keluarin aja kontolmu Sayang... Mama tahu kok... Kalo

kamu memang suka onani.... Hihihi....."

"Nnggg.. Iya Mah... " Jawab Ciello sembari menurunkan boxernya cepat-cepat.

Membebaskan batang penisnya yang sudah menegang keras.

TUUUIIINGGG...

"Hihihihi... Tuh... Lihat... Kasihan banget tuh kontol... Sampe merah gitu....

Hihihi... " Goda Citra, "Kocok aja Sayang kalo kamu mau...."

"Nnggg.. Iya Maa..."

Tak lama, tangan Ciello terlihat sibuk bergoyang naik turun. Mengocok batang

penisnya naik turun sembari menatap tubuh telanjang ibunya.

"Hihihi... Muka kamu kalo lagi horny keliatan makin ganteng sayang...." Goda

Citra sembari terus melempar senyum genit ke putranya. "Enak nggak...? Coli

sambil lihat tubuh bugil Mama...?"

"Nngg... Enak Maa.... " Ucap Ciello, "Mama keliatan makin cantik... Makin

seksi...."

"Seksi...? Emang kamu paling suka ngeliat badan mama yang mana Sayang...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nnggg... Bagian tetek ama.... Memek Mama...."

"Hmmm... Kalo gitu... Sini deh... Ngedeket ke Mama...."

Mendengar permintaan mamanya, Ciello pun segera bangun dari toliet dan

mendekat kearah Citra. Sambil terus mengocoki penisnya, ia menatap tajam

kearah tubuh seksi ibu kandungnya itu. Berulang kali, Ciello harus membasahi

kerongkongannya, menelan ludah birahi yang tak henti-hentinya membasahi

mulutnya

"Sssshhh... Ssumpah... Mama seksi banget Maaa... Ooohhhhh...."

"Hihihihii... Masa Sih....?"

"Ssshh.. Iya Maa.. Badan Mama nafsuin banget...."

"Ahh.. Sayang... Bisa aja.... Kamu udah mau keluar Sayang...?"

"Belum Maa... Masih lama..."

"Hihihihi... Kalo kamu mau... Sok aja kamu pegang tetek mama Sayang..."

"Ooooohh.. Serius....? Beneran Maa..?"

"Atau kalo kurang... Kamu duduk aja dilantai... Didepan selangkangan Mama... "

Kata Citra yang kemudian gantian, duduk di dudukan toilet sembari menarik

tangan Ciello turun dan duduk di depannya. "Ayo... Kamu duduk aja Sayang....

Biar bisa liat memek Mama lebih jelas...." Tambah Citra yang setelah itu

membuka kedua paha mulusnya dan menyibakkan bibir vaginanya lebih lebar

kehadapan putra kandungnya.

"AASSTAAAGAAAA... Maa... Mee.. Memek Mama cantik bener...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Aaahh.... Masa sih...?"

"Iya Ma... Memek Mama.... Mirip memek-memek pemain film porno... Bersih...."

"Iiiiiihh.. Kok kamu nyamain Mama kaya pemain film porno sih...?"

"Hehehehe.. Habisan... Kecantikan dan keseksian Mama... Mirip ama mereka

Maa... "

Melihat kelakuan nakal Citra, membuat Ciello tak dapat menahan nafsu

birahinya. Lelaki yang mudali beranjak dewasa itupun segera mengocok

penisnya naik turun dengan bersemangat.

"Hihihihi.... Kamu suka ya dengan apa yang Mama lakukan sekarang....?" Tanya

Citra sambil semakin membuka kakinya lebar-lebar, memperlihatkan lipatan

daging yang ada di celah vaginanya lebar-lebar.

"Ssshhh... Iya Ma.... Mama terlihat begitu seksi.... Oooohh..... Bikin Ciello

pengen ngocok kontol ini kenceng-kenceng Maa... Ooohh... Mamaa....." Lenguh

Ciello sambil semakin mempercepat kocokan tangannya.

"Hihihi... Masa sih Sayang....?" Goda Citra terus. Tak puas dengan hanya

mempermainkan bibir vaginanya, Citra kemudian mulai menyemprotkan shower

kearah vaginanya. "Kalo seperti ini... Mama makin mirip pemain bokep nggak

Sayang....?" Tambah Citra dengan jemari lentiknya yang mulai terbenam dalam

vaginanya. Menggelitik liang peranakannya pelan..

"I... Iya Maa.... Mirip banget...."

"Sssshhh.....Nakal mana Sayang....? Eeehmmm....Pemain bokep atau....

Sssshhh... Mama....?" Tanya Citra yang mau tak mau, mulai ikut-ikutan

menggelijang geli akibat kobelan jari pada vaginanya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Oooohhh.... Nakalaan Mamaa..... Ssshh... Ooohhh... Maaa... Ciello pengen

ngecrot Ma...."

"Looohhh....? Cepet sekali Sayang....?"

"Kalo bisa cepet dapet enak.... Buat apa lama-lama Ma...?" Seru putra kandung

Citra yang semakin mempercepat kocokan tangannya. Membuat kulit leher

batang penis itu terhentak-hentak begitu keras.

TEK TEK TEK TEK TEK

"Uuuuhh... Cielloooo... Kontolmu juga terlihat seksi Sayang... Pasti rasanya

enak banget ya kamu kocok-kocok seperti itu...?" Tanya Citra dengan lenguhan

yang terbakar birahi.

"Enak banget Maa.... Rasanya enak banget.... Apalagi disuguhi pemandangan

badan telanjang dan memek Mama yang begitu seksi... Oohhh.... Sumpah....

Bikin Ciello pengen cepet-cepet ngecrot aja Maa..."

Mendengar pujian putra kandungnya, Citra pun semakin memperkuat

semburan shower pada vaginanya, tak lupa, Citra juga semakin dalam menusuk-

nusuk celah peranakannya dengan jarinya.

CLOK CLOK CLOK CLOK....

Hingga tak lama kemudian, vagina Citra tiba-tiba mulai berdenyut hebat,

disertai dengan hentakan otot-otot rahim yang memompa gelombang

orgasmenya.

"Ohhh... Sayang.... Ooohhh... Mama juga mau keluar Sayang.... ooohhh....

ooohh... Mama mau keluaaaarrr.... " Lenguh Citra sambil meliuk-liukkan tubuh

seksinya, menggelijang hebat kedepan dan kebelakang. "Ohhh...


Kisah Keluarga Penzinah

Ohhh...Saayaaaanggg.... Ciellloooo Saaayaaaannggg... Mama.... Ohhh... Mau

keeelluuuaaarr...." Tambah Citra yang kemudian melepas shower dari

tangannya dan menstimulus titik birahi tubuhnya. Tangan kanannya terus

mengocoki vagina, sementara tangan kirinya meremasi kedua payudara dan

puting merah mudanya kuat-kuat.

"Tunggu bentaar Maaa.... Ciello juga pengen keluar Maaaa...."

"Kita keluar bareng yuk Sayang.... Ooohh.. Ciellooo... Mama uuuhhh... Maaau

kelluuaarrr...." Jerit Citra yang tiba-tiba membeliakkan matanya. Kedua pupil

matanya menghilang keatas hingga hanya terlihat mata putihnya saja.

Mulutnya juga menganga lebar dengan disertai desahan-desahan kenikmatan.

CREET CREET CREECEEETTT CREETT CREETT...

Vagina Citra mengedut dengan kuat, meremas jemari lentiknya yang masih

tertancap erat di vaginanya.

"Oooohhh.... Nggggeeennnntttoooootttt...... Ciiieeeelllooooo.... Maaamaaaa

Keeeeeeeeeelllluaaar Saaayyyaaaanngg... Oooohhh.... Oooohhh.... Oooohhh.... "

Lenguh Citra sambil membungkuk-bungkukkan tubuhnya kedepan.

CREET CREET CREECEEETTT CREETT CREETT...

" Ooohh... Ooohh... Saaayaang.... Enak.... Hhhh.... Hhhh.... Hhhh...." Ucap Citra

dengan nafas terengah-engah. Gelombang orgasme Citra kali ini terasa begitu

hebat. Bahkan, ibu dua anak itu merasa jika orgasme barusan adalah orgasme

terkuat yang bisa ia dapatkan dari mastubasinya selama ini.

"Ooohh... Astagaa .... Maaaaa..... Mamaa seksi sekali Maaa....." Lenguh Ciello,

"Mamaa bikin kontol Ciello pengen keluar aja maaa....!"


Kisah Keluarga Penzinah

"Oooh... Kamu mau ngecrot Sayang....?"

"Iya Maa... Ooooohhh... Ciello pengen ngecrooott..."

Mendengar putranya akan mendapat orgasmenya, sebuah ide aneh tiba-tiba

muncul di otak Citra. Dan entah darimana, birahinya mendadak muncul

kembali. Sensasi aneh ini sama sekali tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Jika biasanya Citra orgasme, perlu waktu beberapa menit sebelum ia dapat

mulai merasakan lagi gatal birahi pada vaginanya. Namun, ketika melihat putra

kandungnya mengocok penisnya yang super besar itu, gatal birahi Citra entah

kenapa sudah kembali datang menggelitik dinding vaginanya.

Citra merasakan jika vaginanya sama sekali tak geli, ngilu ataupun sakit. Yang

ada, hanya rasa gatal birahi yang amat sangat.

CLOK CLOK CLOK... CLOK CLOK CLOK....

Suara jemari tangan Citra kembali keluar masuk mengobel-kobel vaginanya.

"Sssshhh.... Ooohh... Sayaaang.... Buruan kesini Sayang.... Cepat.... " Pinta

Citra," Ayo... Ciello... Bangun sini.... Mendekat ke Mama... " Tambah Citra

sembari terus menyodok-nyodokkan jari lentiknya ke liang kewanitaannya.

"Tapi Maa....Kalo Ciello ngedeket... Nanti... Sssshhh... Pejuh Ciello kena

Mama..."

"Iyaaaa.... Nggak apa-apa Sayang... Sinnniiiiihhh....." Jawab Citra yang dengan

satu tangan, meraih lengan putranya dan memintanya berdiri. "Semprotin aja

pejuhmu di tubuh Mama Sayang.... Buruaan...."

CLOK CLOK CLOK... CLOK CLOK CLOK....


Kisah Keluarga Penzinah

"Dibadan Mama....?"

"Iya Sayang.... Dibadan Mama...."

"Ditetek ya Maaa.....?"

"I...Iya Sayang... Semprotin pejuhmu di tetek mama..."

"WWWOOOWWWWW.... Mama minta aku muncratin pejuh badan Mama...?"

Girang Ciello dalam hati sambil terus mengocok batang penisnya kuat-kuat.

TEK TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK TEK....

" Oooooohhhh.... Ayo Sayang.... Buruan semprotin pejuhmu ke badan telanjang

Mamaa.... Ooohh... " Lenguh Citra dengan wajah sayu menahan birahi.

"AAYOOO MAAAJUU CIEELLOOO.... Ayo maju...! Buruan kamu ngecrotin

tetek Mama yang super besar itu.... Ayo buruaan.... Kapan lagi kamu bisa dapat

tawaran seseksi itu..."

Tak ingin mengecewakan permintaan Mamanya seperti waktu itu, Ciello pun

segera bangkit dan berdiri tepat di depan ibunya. Dengan gerakan yang super

cepat, putra kandung Citra itupun terus mengocok dan membetoti batang

penisnya yang sudah begitu merah itu kuat-kuat.

TEK TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK TEK....

"Maaa... Ciello mau keluar Maaa.... Ciello mau keluaaar...."

"Oooohh... Iya Sayang.... Sini... Tumpahin pejuhmu disini.... " Pinta Citra sambil

meremas-remas kedua bulatan payudara besarnya, "Semprot tetek Mama

dengan pejuh panasmu Sayang.... Semprot disini...." Goda Citra sambil tak

menghentikan kobelan jarinya.


Kisah Keluarga Penzinah

CLOK CLOK CLOK... CLOK CLOK CLOK....

"Oooohh.. Oooohh.. Maaamaaa... Oooohh.. " Lenguh Ciello sambil menatap

tajam kearah wajah sayu Citra, "Mama.... Seksi sekali maaa.... Seksi

sekaaaliii.... Ooooohhh... Maa... Ciello nggak kuat lagi Maaa... "

"Ooohhh.... Mama juga Sayang.... Sshhh... Ooohhh.... Ooohhh.... Mama juga mau

keluaaar....." "

"AAARRRRGGGGHHHHHH... Mmmmaaaaammmmaaaaaaaa...... Kontol

Cieeellooo ngecrooot Maaaa.... Cieeloooo keluuuaar Maaa.... Oooohhhhhhh

Oooohhhhhhh "

CROT CROT CROTCROT CROOOT CROOOCOOOOOT CROOOT CROTCROT

CROT....

Semburan super kuat, tiba-tiba keluar dari ujung mulut penis Ciello.

Menyembur kuat kesegala arah. Bahkan saking kuatnya, sperma Ciello sampai

menyembur jauh diatas payudaranya. Kearah mulut, hidung, mata, hingga

rambut Citra.

"Ooohh Sayaaangg.... Iyaaahhh... Iyaaahhh... Terus Sayang.... Iyaaahhh...

Teeeruuusss.... Mandiin Mama dengan pejuh panasmu Saaayaaaannnggg....

Ooohhhhhh.... Ngggeeeenttttooooooottttt.... Maaaamaaa keeelluuuaaar

laaaagggiiiii Saaaaaaaaaayyyyaaaaaannnnnnggggggg....... Ooooooohhhhhh....

Ngggeeeenttttooooooottttt.... "

CREET CREET CREECEEETTT CREETT CREETT...

"Ooohhhhhh.... Saaaaayyyyaaaannngggg....... Maaaamaaa keeelluuuaaar

Sssaaaayyyaannnnnngggg.... Ooooooohhhhhh.... Maaaamaaa keeelluuuaaar....


Kisah Keluarga Penzinah

Ooohhh... Ooohhh Ngggeeeenttttooooooottttt.... " Lenguh Citra yang lagi-lagi

menggelijang hebat sembari menerima siraman sperma Ciello di sekujur

tubuhnya.

"Ooohh... Mamaaa... Sumpah... Mama seksi banget Maaa...." Erang Ciello

sembari terus mengocok batang penisnya.

"Hihihihi.... Mama jadi seperti mandi pejuh sayaang.... Mama bergelimang

pejuh kamu inihhh......"

"Hehehe... Maaf ya Maaa...." Jawab Ciello cengengesan sambil terus mengocoki

batang penisnya, memuntahkan sisa-sisa spermanya ke tubuh ibu kandungnya.

"Gilaa.... Banyak banget pejuhmu Sayang.... Ga rambut... Dahi... Mata... Hidung...

Mulut... Dagu... Leher... Tetek... Sampe perut Mama... Semua kena semprotan

pejuhmu....Hihihi.... " Kekeh Citra yang kemudian menyeka wajahnya, berusaha

membersihkan semua semprotan sperma hangat, tebal dan kental milik

anaknya.

Ketika tangan Citra penuh sperma, entah kenapa, tiba-tiba Citra menjulurkan

lidahnya dan mengecapi tangan dan jemari lentiknya. SLUURPP...

NYCAP...NYCAP...NYAM...NYCAP....

"ASSTAAAGAAAA.... MAMAAAAA.... " Kaget Ciello

"Eeehh......? Kenapa Sayang....?" Tanya Citra heran, "

"SUMPAAAAAHHH.....Mama bener-bener terlihat seperti bintang film porno

deh.... " Celetuk Ciello sembari menghentak-hentakkan penisnya guna

memeras penisnya hingga tetes sperma terakhir, "Saking seksinya... Mama

sampe ngejilatin pejuh Ciello...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihi.... Looohh... Kok.... Eh Iyaa yaaa....?" Bingung Citra ketika sadar akan

kelakuan mesumnya. "Kok Mama sampe nyicipin pejuh kamu ya...?"

"Enak nggak Maa...?"

"Hihihihi... Enak...."

"Sumpah Maaa.... Mama kalo misal jadi bintang film bokep... Pasti film Mama

laku keras Maaa...."

"Ahhhh... Masa sih Sayang....?"

"Sumpah.... Iya Maaa... Sumpah...Mama super seksi loh... Menggairahkan

bangeeet...." Puji Ciello, "Emang Mama udah sering ya ngejilat pejuh Papa....?"

"Hihihi.... Nggg.... Sering juga sih.... "

"Pantesan... Mama nggak jijik...."

"Hihihihi.. Habisan... Mama penasaran ama rasa pejuh kamu Sayang.... " Jawab

Citra, "Lagian.... Kontol kamu juga sepertina mirip bintang film porno...

Nyemburin pejuhnya nggak abis-abis...." Sahut Citra yang kemudian meraup

beberapa tetesan sperma Ciello yang ada di payudara dengan jarinya.

Kemudian tanpa perasaan geli sedikitpun, Citra menjilat jemarinya hingga

bersih.

SLUURPP... NYCAP...NYCAP...NYAM...NYCAP....

"AAAARRRRGGGGHHHH..... Asstagaaaa..... Mama.... Sumpaaah.... Mama nakal

bangeeet...."

"Hihihi.... Masa jilat pejuh gini nakal sih Sayang....?" Tambah Citra lagi yang

kali ini tanpa malu, mencolek kepala penis Ciello dengan jarinya dan kembali


Kisah Keluarga Penzinah

mencicipi sisa-sisa sperma putranya itu. "Hmmm... pejuhmu asin Sayang... dan

kentel sekali... hihihi...."

"Ciello jadi pusing Maaa...."

"Loohh....? Pusing kenapa....?"

"Pusing mbayangin kenakalan Mama.... "

"Nakal....?"

"Iya Ma.... Mama NAKAL.... Mama Miriiippp LONTE Maa...... Iya.... Mama

NAKAL mirip lonte.....CUP..." Ucap Ciello sambil mengecup lutut putih mulus

Citra yang ada dihadapannya.

"Apaaaa....?? Aku mirip LONTE...?" Tanya Citra dalam hati, "Kurang ajar sekali

anak ini..."

Walau perkataan Ciello barusan memecut perasaannya. Namun anehnya, Citra

sama sekali tak tersinggung. Karena memang, hanya lonte yang bertingkah

senakal itu. Dan tak sepatutnya ia menyalahkan Ciello atas sebutannya

barusan.

Setelah selesai meraup dan menjilati semua sperma Ciello yang membasahi

tubuhnya, Citra segera meraih selang shower dan membilas tubuhnya.

"Gimana rasanya ngecrotin badan Mama barusan Sayang....?" Tanya Citra

dengan nada keibuan, nada yang tenang dan menyejukkan hati. "Enak...?"

Tambah Citra sambil melihat penis Ciello yang sudah melemas turun, namun

masih dengan ukuran yang menakjubkan.

"Iya Maa... Enak...." Jawab Ciello singkat.


Kisah Keluarga Penzinah

"Suka kamu mejuhi badan Mama kandungmu ini Sayang...?"

"Hehehe.... " Ciello hanya tersenyum dan mengangguk.

"Hhmmm.... Mama anggap senyuman tadi itu artinya iya ya Sayang....?" Jawab

terus menyemprot tubuh telanjangnya dengan air dingin.

"Ehhh.... Sayang.... ?" Panggil Citra sambil menyentuh kepala penis Ciello.

"Ya Maa....?" Jawab Ciello.

"Ini rahasian kita ya Sayang.... " Ucap Citra sambil menatap mata putranya

dalam-dalam.

"Iya Ma... Pasti...."

"Mama harap... Kamu bisa menjaga rahasia kita ini...."

"Iya Maa...."

"Kamu tahukan...? Kalau hal ini sampai ketahuan orang lain... Papa... Ataupun

Clara.... Kita pasti bakal mendapat banyak masalah....?"

"Iyaa Maamaaaa Saaayaaang.... CUP..." Kecup Ciello pada kening Citra disertai

senyum penuh arti.

"Kenapa kamu tersenyum Sayang....?"

"Hehehehe.... "

"Astaga....? Kontolmu sudah keras lagi Sayang....?"

"Hehehe... Mama sih cantik banget.... Mana tangannya ngocok-ngocok kontol

Ciello terus...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hhalaaah... Goombaaaalll...."

"Mama juga seksi banget...."

"Udah-udah... Rayuanmu.. Udah nggak berlaku buat Mama.... Hihihihi...."

"Habisan... Badan Mama bener-bener buat Ciello selalu terangsang Maa...."

"Ssshhh.... Stop...." Tunjuk jemari Citra menutup bibir Ciello supaya tak

meneruskan kalimatnya, "Kamu mau ngocok kontolmu lagi Sayang....?"

Ciello menganggukkan kepala.

"Yaudah.... Ayo sekarang kita ke bathup aja yuk.... Trus... Kamu duduk

disamping Mama...." Ajak Citra sembari mengamit batang penis putranya, "Kita

masturbasi bareng yuk.... Kamu mau nggak....?"

Ciello lagi-lagi tak menjawab, ia kembali menganggukkan kepala sembari

tersenyum.

"Hihihiihi... Baguss.... Ngeliat kontol besarmu yang ngaceng terus.... Mama juga

pengen ngecrit lagi..."

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 13 | Kesialan Clara

"Karnia Prameswari... !" Panggil Clara lantang sekeluarnya dari pintu kelasnya

,"Kita ntar jadi pulang bareng nggak...?"

"Hei Clara Amelia…. " Jawab Karnia tak kalah lantangnya, "Pengennya sih

begitu Say... Cuman....."

"Cuman apa...?"

"Nggg... Cuman... Hari ini si Theo ngajak aku ketemuan sepulang sekolah..."

"Theo...?" Tanya Clara heran, "Theo si tukang kebut-kebutan itu...?"

"Iya..." Angguk Karnia pelan.

"Ciiieeeeeee... Jadian nih yeeeeee...?!" Teriak Clara tiba-tiba girang.

"Sssstttt.... Aaaahhh apaan sih... ?" Jawab Karnia dengan wajah bersemu

merah, "Kagak laaah.... Orang ini cuman mau ngebahas kerja kelompok dari Bu

Ratna yang kemaren kok.... Khan akhir minggu ini sudah harus dikumpulin..."

"Halaaahhh... Alesan... Bilang aja mau kencan juga nggak kenapa-napa kok....

Hihihi..."

"Enggak lah Say... Cintaku, sayangku, dan Hatiku... Hanya buatmu seorang

kok...." Goda Karnia sambil mengusap pipi lembut Clara, "Jadi... Cowok sejenis

Theo aja mah ga bakalan bisa Say… Ngegantiin dirimu dihatiku...."

"Hihihihi..... Iyadah.... " Jawab Clara cuek, "Jadi hari ini.. Aku harus pulang

sendirian nih...?"

"Iyaa.... Maaf ya Saaay..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Its Okey deh.... Santai aja..."

KRRRIIIIINNNGGGG…. KRRRIIIIINNNGGGG…. KRRRIIIIINNNGGGG….

Suara bel sekolah berdering tiga kali, menandakan jam belajar disekolah telah

usai. Itu artinya, para siswa dipersilakan untuk pulang.

Karena Karnia tak bisa pulang bareng, akhirnya Clara memutuskan untuk

pulang sendiri.

"Hai Clara... " Sapa Oky, pemuda ganteng pemain inti team basketball sekolah

memanggil gadis semok itu dari tepi jalan. Dengan menggunakan mobil mewah

keluaran terbaru ia ingin mengajak Clara pulang bersamanya, "Tumben kamu

pulang sendiri…? Karnia mana…?"

"Eh.. Dia sedang bareng temennya Mas…"

"Oooowww…. Kalo gitu… Gw anter pulang yuk... " Ucap Oky sambil

menghentikan mobil dan membukakan pintu untuk Clara.

"Eeehh.... Mas Oky... Nggak usah Mas…. Clara udah biasa kok pulang sendiri…"

Jawab Clara sopan.

"Ahhh… Ayolah…. Gw anter aja ya... " Pinta Oky lagi sambil menghalangin

langkah Clara, "Masa cewe secantik lo dibiarin pulang sendirian sih…..? Ntar

ada yang nggangguin loh..."

"Nggak usah Mas... Beneran kok... Clara bisa pulang sendiri... " Tolak Clara

halus sambil kembali melangkahkan kakinya.

"Loohh… Tunggu Clara... " Panggil Oky, "Gw anterin yaa…"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggak perlu Mas… Beneran deh… Clara bisa pulang sendiri... Clara duluan ya...

Bye…"

Melihat penolakan halus Clara, Okypun akhirnya menyerah. Ia kemudian masuk

kedalam mobilnya dan langsung memacunya kencang.

Setelah kepergian Oky, munculah Dion yang juga melakukan hal serupa.

Berusaha menawarkan Clara tumpangan pulang. Dengan motor sport paling

baru, ia mencoba menawarkan jasa tumpangan pulang kepada Clara. Namun

lagi-lagi, Clara menolak tawaran Dion dengan sopan sambil terus melangkah

pergi.

Sepeninggalan Dion, Clara kembali mendapatkan tawaran dan perlakuan yang

serupa dari beberapa teman prianya. Perlakuan special yang membuat siswa-

siswa perempuan lainnya merasa iri dengannya..

Mulai dari Senna, Ziko, Praja, Barry, Yudi, Anwar, Gema, hingga Ma’il si

pelawak sekolah, berusaha menawarkan bantuan untuk mengantar Clara

pulang, namun tetap saja, mereka tak berhasil seorangpun. Clara benar-benar

tak ingin merepotkan siapa-siapa. Gadis molek itu lebih memilih untuk pulang

sendiri dengan menggunakan angkutan umum ketimbang pulang bersama teman

prianya..

Tak beberapa lama, Clara tiba di halte dekat sekolah. Halte sekolah Clara

berupa sebuah rambu yang dipasang dibawah pohon rindang dengan bangku-

bangku yang disusun rapi disekitarnya. Disitu banyak teman sekolah Clara

yang juga menunggu jemputan pulang. Baik dengan menggunakan angkutan

umum ataupun dengan jemputan.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ihhhss… Claraa…. Enak banget ya kalo jadi kamu…." Celetuk Nina, teman satu

sekolah Clara yang juga menunggu mobil angkutannya. " Ditawarin banyak cowo

buat dianterin pulang…."

"Hiya nih… Kenapa kamu nggak mau nerima aja sih…?" Sahut Maria yang tadi

sempat melihat penolakan Clara ketika ditawari pulang, Khan enak... Kamu

nggak perlu naik angkot buat pulang..."

"Ahhh... Nggak enak... Ntar jadi utang budi..."

"Eh iya… Karnia kemana…? " Tanya Anita, teman Clara yang juga menunggu

jemputan, "Biasanya khan kamu pulang bareng dia…?".

"Nggg… Karnia masih ada perlu…" Jawab Clara singkat sebelum tiba-tiba

handphonenya berdering.

TTIIITTTTTT…. TTIIITTTTTT…. TTIIITTTTTT….

Tiba-tiba, dering suara handphone Clara berdering keras.

"Kakak Mesum…" Nama yang terpampang di hanphone Clara.

"Haallooo…?" Sapa Clara memulai pembicaraan.

"Ya... Hallloo....?" Jawab Ciello dari ujung telephone," Heeh toket… Kamu udah

pulang belom…?"

"Udah…" Jawab Clara ketus.

"Tadi kata Karnia… Dia nggak bisa nemenin kamu pulang ya…? " Jelas Ciello, "

Kamu mau dijemput nggak…? Mumpung Kakak lagi maen di deket sekolahmu…?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggak usah…!" Jawab Clara sewot karena ia masih sedikit sebel dengan

kelakuan kakak kandungnya itu beberapa waktu lalu.

"Beneran...? Mau ujan loh… Ntar malah nggak bisa pulang…"

"Bodo…"

"Cieeee.. Masih marah nih yeee…."

"Udah ah… Clara mau pulang sendiri… " Sewot Clara, "Kakak jangan nelpon-

nelpon Clara lagi deh… Suara kakak tuh ngeganggu banget taaauukkk…"

Bukan tanpa sebab Clara menjadi sewot kepada Ciello. Karena beberapa waktu

lalu kakak kandungnya itu dengan sengaja menyemburkan benih spermanya ke

seragam Clara. Walau hal itu bukanlah karena sebuah kesengajaan, tapi tetap

saja Ciello sudah 'ngasih pejuh' keseragam sekolah Clara.

"Belom lagi... Kak Ciello juga memeperkan tangan basahnya karena pejuh ke

pundakku... Iiiihhhsss... Jadi geli kalo ngingetinnya..." Pikir Clara dengan wajah

yang masih sewot.

"Hihihihih… Ya maap deeehh.... Khan kakak nggak pengen adeknya yang paling

cantik semok dan seksi sedunia ini kenapa-napa…." Canda Ciello berusaha

mencairkan ketegangan diantara mereka, "Kakak jemput yaaa….?"

"Gausah...! Clara mau pulang sendiri ajah..." Jawab Clara masih ketus.

"Looohh.. Mau naek apaan...?"

"Bus..."

"Beneran nih...? Ntar malah digangguin cowok-cowok di bus loh... "


Kisah Keluarga Penzinah

"Bodo..."

"Heeeeeeh.... Tokeett.... " Seru Ciello memperingatkan, "Sekarang lagi banyak

berita pencabulan diangkutan umum loh... Ntar malah kamu digrepe-grepe

mereka..."

"Trus kenapa...?"

"Tetekmu yang gedhe itu bisa disenggol senggol ama mereka loh... Belom lagi

pantat semokmu juga bisa diremet-remet mereka...."

"Iihhsss.... Sumpah deh... Kakak tuh mesum banget yaaa....."

"Bukannya mesum Adekku Sayaaang... Kakak cuman nggak tega aja tubuh

montok Adikku tercinta dipegang-pegang ama mereka....."

"Biarin... Biarin aja clara dipegang-pegang mereka.... " Sungut Clara dengan

nada emosi, "Daripada pulang bareng monyet mesum kaya kakak....

"Heeeehhhhh.... Claraaaa.... Hati-hati ahhh ngomongnyaa..." Seru Ciello

memperingatkan lagi.

"Udah udah udah... Udah ya Kakak mesuuummm... Jangan nelpon-nelpon Clara

lagi... Clara.... Mau... Pulang... Sendiri…. Titik....!"

"Looh...? Deeek...?"

KLIK

Dengan sengaja, Clara buru-buru mematikan handphonenya dan langsung

memasukkan kedalam saku baju seragamnya.

"Kakak kamu perhatian banget ya…?" Ucap Nina.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya Clara.... Kakak kamu perhatian banget..." Sahut Anita

"Harusnya kamu bersyukur Clara... Punya kakak yang perhatian seperti itu..."

Tambah Maria.

"Iiidihhss.. Kakak mesum gitu disyukuri… Huh….Nggak perlu lah..." Balas Clara

sambil menyedakepkan tangannya. Membuat payudara Clara langsung

membusung besar.

"Hihihi... Iyadeh yang lagi sebel..." Ucap Nina memaklumi.

TIIINNN TIINNNN....

Tiba-tiba, sebuah bus besar berwarna orange tiba di halte.

"Eeh… Aku duluan ya… " Seru Anita, "Bus aku udah dateng tuh… "

"Eh iya… itu bus aku juga yaa…" Sahut Maria, Aku juga duluan yaa... "

Satu persatu, para penunggu angkutan umum yang berdiri di halte dekat

sekolah Clara pulang. Hingga menyisakan beberapa penunggu saja.

"Akhirnya... Bus kita datang juga...." Seru Nina.

"Ehh iya... Clara... Kamu hati-hati ya… Kami pulang duluan yaaa... " Sahut Mirna,

teman terakhir Clara yang juga menunggu kedatangan bus di halte bawah

pohon.

"Eh... Iya... Kalian juga hati-hati ya...."

"Ah siiaaallll... Tinggal aku sendiri nih..." Gerutu Clara begitu mendapati jika

ternyata hanya tinggal dirinya yang belum mendapatkan angkutan pulang.

Celingukan kekiri dan kekanan mencari tahu, apakah ada alternatif angkutan


Kisah Keluarga Penzinah

yang bisa membawanya pulang. Namun percuma, jalanan di depan sekolah Clara

sudah semakin sepi. Hanya ada beberapa tukang becak yang berusaha

menawarkan diri untuk mengantar Clara. Sebenernya jika jarak rumah Clara

tak terlalu jauh, Clara mau saja pulang naik becak, namun, karena kasihan,

Clara menolak tawaran mereka secara halus.

GLUDUK GLUDUK.... CTAR... GLEGAAARRRR…..

Mendadak, suasana terang langit berubah menjadi gelap dengan cepat. Suara

geluduk juga mulai bersahut-sahutan. Bergemuruh keras diatas awan.

"Aduuuh... Mana sih busnya...? Lama amat.... " Gerutu Clara yang tak juga

mendapati bus langganannya.

Memang, bus yang kerumah Clara adalah bus yang lumayan jarang. Dan jikapun

sekalinya ada, bus itu selalu penuh dengan penumpang yang berdesak-desakan.

TES... TES... TES...

Tetesan hujan mulai turun. Membuat sekitaran halte dan jalanan membasah.

Dan karena halte itu berada dibawah pohon rindang, tetesan air hujan

membuat siapa saja yang ada dibawahnya mulai kebasahan.

"Aaahhh... Siaall.... Pake acara hujan segala... " Gerutu Clara yang merasa

tetesan hujan mulai membasahi dirinya, "Kenapa tadi aku nggak terima aja

tawaran pulang dari Oky, Dion, atau teman yang lain ya...? Sok mandiri sih...

Jadinya sekarang malah belum bisa pulang....." " Kesal Clara dalam hati sambil

berusaha berteduh sebisa mungkin dibawah pohon.

TIN TIIINN....

"Terminal terminal terminal... " Seru kenek bus kearah Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

"Apa ikut bus ini aja ya...? Daripada nungguin tapi malah makin basah

kehujanan... " Pikir Clara berusaha mencari solusi, "Daripada ntar malah jadi

sakit....?" Pikirnya lagi sembari mengacungkan tangannya. Mencegat laju bus.

"Kiri.. Kiri... Kiri...." Seru kenek bus memberi aba-aba kepada supir bus.

Begitu bus berhenti, buru-buru Clara melompat naik ketangga bus. Namun

karena terkena hujan, tangga bus itu menjadi licin. Walhasil, kaki Clara

terpeleset, dan lututnya terbentur besi tangga bus.

SREEETT... JDUUGGHH....

"Aduuhhh... " Seru Clara sambil berusaha bangun dari posisi jatuhnya.

"Hati-hati Neng... Lantainya licin... " Celetuk beberapa pria yang ada diatas

bus yang berusaha menolong Clara.

"Eeh... Iya Pak... " Jawab Clara menerima pertolongan penumpang bus,"

Makasih...."

Diatas bus, Clara langsung menghempaskan pantat bulatnya ke kursi belakang.

"Fiiuuuhh.... Akhirnya... Aku bisa pulang juga...." Ucap Clara sambil mengibas-

kipbaskan rambutnya yang sedikit basah, berusaha mengeringkan rambut

panjangnyaa,

Ketika sudah sedikit tenang, Clara melirik ke arah kaca depan bus. Disitu Clara

membaca tulisan semua trayek perjalanan bus. Dan, betapa terkejutnya Clara

ketika mendapati jika bus itu tak melewati daerah tempat tinggalnya.

"Mau turun dimana Neng...? " Sapa kenek bus sambil menengadahkan

tangannya, meminta bayaran kearah Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

"Eh... Di jalan Margaguna Bang...." Jawab Clara sambil berusaha mengeluarkan

uang dari saku seragamnya.

"Bus ini nggak lewat sana deh Neng... " Jawab kenek bus itu singkat.

"Waduh...."

"Iya... Ini bus kearah kota sebelah... Kearah terminal..." Jawab kenek bus lagi

sambil melirik kearah payudara Clara.

"Yaaah.. Terus gimana nih Bang...? Clara turun lagi aja deh..."

"Tenang aja Neng... Neng nggak usah turun disini...." Ucap seorang bapak tua

yang duduk disamping Clara secara tiba-tiba sambil berusaha menenangkan,

"Neng tenang saja... Nanti pas di terminal... Neng oper aja pake bus hijau..

Nomor 509... Bus itu bakal ngelewati jalan rumah Neng kok..."

"Ooow.. Gitu ya pak...?" Jawab Clara sedikit lega.

"Ongkosnya... Neng.... Lima ribu..." Celetuk si kenek bus sambil menggoyang-

goyangkan tangannya, meminta ongkos bus didepan wajah Clara.

"NIH...." Sahut Clara sambil menyerahkan ongkos busnya dengan nada sewot.

Tanpa berkata apa-apa, kenek bus itu segera berbalik arah, dan berjalan

menuju kursi disamping supir bus.

"Dia orangnya emang seperti itu Neng..." Ucap bapak tua itu sambil tersenyum,

"Eh iya...Saya Kori Neng... " Sapa bapak tua itu ramah sambil menjulurkan

tangannya dan menggeser duduknya, mendekat kearah Clara duduk.

"Nggg.. Clara Pak... " Sahut Clara berusaha sopan.


Kisah Keluarga Penzinah

"Wow.... Clara.... Nama yang cantik... Secantik orangnya.... " Sahut Pak Kori

sambil mulai mengelusi tangan Clara yang ada digenggamannya.

"Eh... Makasih pak... " Jawab Clara risih, sambil menarik tangannya lepas.

"Hehehe... Neng cantik sekali... " Jawab Pak Kori yang kemudian melepas

genggaman tangannya dan merentangkan tangannya ke pundak Clara, seolah

berusaha memeluk tubuh mungil Clara dari belakang.

"Wah... Sepertinya....Bapak-bapak ini nggak bener nih...?" Batin Clara dalam

hati ketika melihat Pak Kori mulai menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

"Rambutnya basah Neng..." Ucap Pak Kori sembari mengelus belakang kepala

Clara.

"Eh iya Pak..." Tolak Clara sopan.

"Ini saya ada tissu... Saya lap aja ya Neng rambutnya... Biar cepet kering..."

"Eh nggak usah Pak... Makasih..." Dengan buru-buru, Clara kemudian bangkit

dari kursinya dan berdiri.

Sejenak, ia berpikir untuk pindah ke kursi lain. Namun, apa daya. Semua kursi

bus itu penuh, yang tersisa hanya kursi paling belakang yang didudukinya

bersama pria mesum itu.

"Sepertinya... Aku harus cepat-cepat turun disini..." Ide Clara dalam hati.

GLEGAAARR.....

SSSUUUUUOOOOSSSSSHHHHH... GLEGAAARRR....


Kisah Keluarga Penzinah

Mendadak, hujan turun yang semakin deras. Disertai petir dan kilat yang

menggelegar bersahut-sahutan.

"Aaah... Kampret... Pake hujan segala... " Batin Clara sambil mengurungkan

niatnya turun dari bus.

"Jangan turun dulu Neng... Hujannya deras... Sini... Duduk lagi deket bapak... "

Tawar Pak Kori sembari menepuk-nepuk bangku tempat duduk Clara

sebelumnya.

"Ehh... Iya Pak... Makasih... Saya berdiri saja... " Tolak Clara.

Tiba-tiba bapak tua itu berdiri dan mendekat kearah Clara. Clara yang sudah

terlanjur curiga, buru-buru menghindar, menjauhi Pak Kori.

"Kaki si Neng luka tuh... " Celetuk Pak Kori sambil menunjuk kearah kaki Clara,

"Sini... Bapak obatin... " Ucap Pak Kori singkat.

"Luka..? "Heran Clara yang kemudian melihat kearah jari Pak Kori menunjuk.

Ternyata benar, kulit dibawah lutut kiri Clara, sedikit tergores, dan membuat

luka lebam berwarna merah.

Segera saja, lelaki tua itu menggiring Clara untuk kembali duduk di kursinya

lalu mengeluarkan plester penutup luka dari tas besar yang ia bawa. Dan tanpa

meminta ijin, Pak Kori membungkukkan badannya, tepat didepan Clara duduk.

Dengan cekatan, Pak Kori menempelkan plester luka itu pada kaki kiri Clara.

"Ini.... Biar nggak infeksi Neng... " Ucap Pak Kori.

"Eh iya Pak... Makasih..."


Kisah Keluarga Penzinah

Namun, anehnya, ketika selesai menempelkan plester ke kaki Clara, Pak Kori

malah mulai merabai betis kirinya. Ia bahkan mulai meraba, mengusap, dan

memijat betis Clara pelan.

"Eh.. Sudah Pak... Makasih...." Ucap Clara sambil sedikit menolak pijatan

tangan Pak Kori pada betisnya. Clara merasa sedikit janggal terhadap pria tua

itu.

"Ini biar kaki Neng nggak makin ngilu Neng...." Alesan Pak Kori yang kemudian

malah memijat betis kanan Clara, "Biasanya... Orang kalo udah jatuh itu

badannya bakal berasa ngilu..."

"Ehhh Nggak usah Pak... Saya nggak kenapa-napa... Makasih Pak" Jawab Clara

yang bersikeras meminta Pak Kori segera bangung dari posisi jongkoknya.

"Hehehe... Iya deh... Sama sama Neng..." Jawab Pak Kori singkat sambil

melepaskan usapannya pada betis mulus Clara.

Karena tak ingin digangguin Pak Kori, Clara kembali berdiri didepan kursi

paling belakang bus. Gadis manis itu berharap jika dengan ia berdiri, ia tak

mendapat gangguan dari Pak Kori.

Namun ternyata, rupanya Clara salah. Melihat Clara berdiri, Pak Kori juga

ikut-ikutan berdiri. Terlebih, Pak Kori memilih berdiri tepat dibelakang Clara.

Untuk beberapa lama, Pak Kori hanya berdiam diri dibelakang. Namun, lama

kelamaan, posisi lelaki tua itu semakin maju dan mendekat kearah Clara.

Hingga akhirnya posisi berdiri Pak Kori tepat berada di belakang Clara.

BRUUGH...


Kisah Keluarga Penzinah

Tiba-tiba, bus mengerem mendadak. Membuat tubuh tua Pak Kori menubruk

tubuh Clara yang ada didepannya.

"Eh.. Maaf Neng... Maaf..." Ucap Pak Kori pelan, "Saya nggak sengaja..."

"I..iya Pak... Nggak apa-apa... " Balas Clara berusaha memaklumi.

Melihat kepolosan Clara, membuat Pak Kori merasa jika gadis manis yang ada

didepannya itu bagai santapan yang lezat. Karena setelah tubrukan

pertamanya, lelaki tua itu mulia berkali-kali menubrukkan tubuhnya kearah

Clara.

Walau ia selalu meminta maaf, Clara yakin jika lelaki tua itu sengaja

menubrukkan tubuhnya kearah dirinya.

BRUUGH...

"Maaf ya Neng... Bapak nggak bisa menjaga keseimbangan... Bapak ngantuk

Neng..." Ucap Pak Kori.

"Kalo ngantuk... Duduk saja Pak..."

"Ngggg... Kursinya basah Neng... Nggak bisa didudukin..."

Sekilas, Clara melirik kearah kursi bus paling belakang. Memang, karena hujan

yang begitu lebat, kursi bus itu terkena hembusan angin plus air dari pintu

belakang bus yang tak tertutup. Sehingga mengakibatkan kursi deretan kursi-

kursi itu basah kuyup.

BRUUGH...

"Aduuhh... Maaf ya Neeng..."


Kisah Keluarga Penzinah

Merasa berkali-kali ditabrak dari belakang, membuat Clara mulai menyueki

orang tua itu. Alih-alih melarang, Clara malah memasang headset ke kedua

telinganya.

Dan disinilah kesalahan Clara terjadi. Melihat gadis belia yang ada didepannya

mulai tak mempedulikan perbuatan bapak tua itu, membuat si bapak merasa

jika perlakuan cabulnya tak akan dihiraukan oleh Clara. Oleh karenanya, bapak

itu semakin berbuat hal yang kurang sopan terhadap Clara.

Perlahan, bapak itu mulai memajukan tubuhnya hingga menempel pada tubuh

Clara, lalu menyenggolkan pinggulnya maju.

PLEK

Sedetik, dua detik, tiga detik, hingga detik kelima Clara tak menghiraukan.

Gadis cantik itu hanya berusaha sedikit menghindar ketika bapak tua itu

menempelkan pinggulnya ke sela-sela pantatnya.

PLEK

Lagi-lagi, bapak tua itu menempelkan pinggulnya maju. Sedetik, dua detik, tiga

detik, hingga detik kesepuluh Clara masih tetap tak menghiraukannya. Hingga

pada akhirnya, Clara merasakan tonjolan benda tumpul mulai berasa menempel

di belakang pantatnya. Namun, perlahan hilang.

PLEK..

Kembali benda tumpul itu muncul dan berdiam diri di sela pantat Clara.

Sedetik, dua detik, hingga akhirnya, melihat kecuekan Clara, bapak itu mulai

menggerakkan badannya lebih dekat lagi.


Kisah Keluarga Penzinah

"Permisi Pak… Saya kesempitan… " Ucap Clara berusaha menjauhkan diri dari

himpitan bapak tua itu.

"Eh iya... Maaf Neng…."

Karena posisi Clara berada di dekat pintu belakang, dan penumpang bus terlalu

sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, tak banyak orang yang sadar jika

disitu sedang terjadi pencabulan. Dan karena kecuekan penumpang yang lain,

membuat Pak Kori semakin berani melakukan perbuatan mesumnya.

Pelahan-lahan, tangan kanan bapak tua itu iseng kembali. Kali ini, tangan bapak

itu mengangkat bawahan rok sekolah Clara yang sebelah kanan hingga setinggi

pantat. Kemudian, ia menyusupkan tangan kasarnya kedalam dan mulai merabai

paha Clara pelan. Santai sekali. Dari arah paha luar, ke pantat, dan bergerak

menyamping, menuju ke depan. Ke arah depan vagina Clara.

"Pak… " Hardik Clara ketus.

"Sssttt... jangan berisik...." balas Pak Kori singkat. "Neng nurut aja ya... Kalo

masih pengen pulang selamat...." Bisik si bapak itu pada telinga Clara sambil

menunjukkan sebilah pisau besar dari dalam tas kainnya.

DEG.

"Apa maksud perkataan bapak tua ini...?" Tanya Clara dalam hati.

"Jangan Pak... Jangan… " Bisik Clara berusaha mengingatkan lagi.

Namun , bapak tua itu tak mengindahkannya. Ia malah semakin merapatkan

tubuh besarnya ke belakang Clara dan meneruskan perbuatan mesumnya tadi.

Karena badan Clara berukuran mungil, tubuhnya seolah tertutup oleh tubuh


Kisah Keluarga Penzinah

besar si bapak. Belum lagi tas kain berukuran lebar yang bapak itu sampirkan

di pundak kirinya, semakin membuat tingkah mesumnya menjadi-jadi.

"Jangan Pak…" Pinta Clara pelan sambil menahan laju tangan Pak Kori lebih

ganas lagi.

"Ssstt…...." Ucap bapak itu dengan nada suara bergetar, "Diem aja Neng..."

Sejenak, ibu-ibu yang duduk didepan Clara menengok kearahnya, sekedar

mencari tahu apa yang terjadi dibelakang sana. Namun, ketika melihat Pak

Kori, penumpang itu buru-buru kembali menghadap depan. Dan berpura-pura

tak melihat apa yang terjadi.

"Jangan Pak...." Pinta Clara lagi,

"Wooooww... Mulus sekali pahamu Neng…"

"Paak.. Jangan Pak... Jangan apa-apain saya...."

"Hehehehe... Ya kalo nggak mau saya apa-apain... Neng nurut aja ya..." Bisik si

bapak itu pada telinga Clara sambil menghirup aroma parfum yang ada dibalik

telinga belakang Clara,"Tubuhmu wangi sekali Neng.... Pasti tubuhmu enak

sekali rasanya ya...? Hehehe...."

Walau pelan, kalimat Pak Kori bak sebuah ancaman yang berhasil membuat

Clara down dan membuat Clara benar-benar takluk olehnya.

Sejenak, bapak itu menghentikan perbuatan mesumnya. Ia tiba-tiba agak

memundurkan diri dari tubuh Clara.

KRIIIEEEETTTT...


Kisah Keluarga Penzinah

Sekilas, Clara mendengar suara aneh dari belakang tubuhnya. Mirip suara

resleting.

"Waduh... Mau apa lagi ini Bapak...?" Bingung Clara.

"Nikmatin aja ya Neng... Jangan teriak..." Bisik Pak Kori sambil kembali

menaikkan bawahan rok Clara dan memajukan tubuhnya.

DUK...

Sebuah benda keras menyodok pantat Clara dari arah belakang. Dari arah

bapak tua itu berdri.

DUK SEK ESEK ESEK...

Lagi-lagi, bapak tua itu menyodokkan benda tumpul yang terasa keras itu.

Malah, tak hanya menyodok, benda itu sekarang mulai digesek-gesekkan ke

belahan pantat Clara.

"Uuuuuuhhh... Pantatmu terasa empuk sekali Neng..."

"Paaak... Jaaangan.... " Bisik Clara yang memberanikan diri untuk menepis

benda keras yang digesek-gesekkan Pak Kori ke belahan pantatnya.

"Apa ini...?" Tanya Clara begitu mendapati batang yang menyelip dan digesek-

gesekkan bapak tua itu terasa hangat, agak empuk, berambut, dan memiliki

bonggol yang agak berlendir licin di ujungnya.

"Astaga... Ini titit...." Seru Clara yang buru-buru menarik tangannya dari arah

pantat, tak ingin mengetahui lebih lanjut lagi mengenai benda keras yang

menggesek celah pantatnya.


Kisah Keluarga Penzinah

Namun, tangan Clara masih kurang cepat. Karena bapak tua itu berhasil

menangkap tangan Clara dan kembali membawanya kebelakang. Kearah pantat

Clara.

"Oooohhh... Tanganmu halus banget ya Neng....?" Lenguh bapak tua itu sembari

mengarahkan tangan Clara ke benda tumpul yang masih menggeseki pantat

Clara.

"Astaga... Iya... Ini Titit..." Kata Clara lagi dalam hati, "Kampreeeeetttt....

Yang menggeseki pantatku ini ternyata titit si Bapak...."

"Pegang Neng.... " Pinta bapak tua itu sembari menyentuhkan tangan Clara ke

batang penisnya

Entah, bagaimana bapak tua itu berhasil mengeluarkan seluruh batang penisna

dari dalam celana. Yang jelas, sekarang Clara dapat merasakan seluruh organ

kejantanan dari pria tua yang sama sekali tak ia kenal itu.

"Uooowwwhhh…. Enak bener tangan kamu Neng... Lembut beeeneerr…."

"Jangan Pak... " Bisik Clara panik, berusaha menolak permintaan aneh Pak Kori.

"Ssssttt…. Bantuin bapak bentaran ya Neng... "

"Bantuin….? Bantu apaan…?"

"Tolong kocokin kontol bapak sebentar aja Neng..."

"Nggak...." Erang Clara ketus sambil berusaha menarik tangan mulusnya dari

belakang tubuhnya,.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ayolah Neng… Sebentar saja… " Ucap bapak tua itu dengan nada berat penuh

ancaman, "Neng nggak mau khan kalo gara-gara Neng menolak permintaan

Bapak… Neng nanti nggak bisa pulang kerumah…?"

Kalimat singkat, namun mengena. Clara yang semula tegang dan menolak,

setelah mendengar bisikan Pak Kori gadis cantik itu mendadak lemas.

"Mau ya Neng...? Atau jika tidak... Neng bakal ngerasain pisau Bapak

menembus perut langsingmu yang mulus ini...?"

Walau Clara sama sekali tak suka dengan apa yang bapak tua itu perbuat

kepadanya, namun karena rasa ketakutannya yang begitu besar, membuat

Clara mau menuruti permintaan pria tua itu.

Namun anehnya, ditengah rasa ketakutannya yang amat sangat, Clara sempat

mengagumi keberanian dan kejantanan nyali bapak tua itu.

"Ayo Neng... bantu Bapak ya...?"

Clara tak menjawab, ia hanya melemaskan otot tangannya yang kaku dan

mengikuti permintaan pria tua itu. Menerima bimbingan Pak Kori untuk

menggenggam batang penisnya yang sudah menegang keras.

"Naah.. Begini khan enak Neng.... Hehehe...." Bisik Pak Kori senang,

"Sekarang.... Tolong dikocokin ya Neng... " Seru bapak tua itu sembari

menggerakkan tangan Clara naik turun. Membelai-belai batang penisnya yang

sudah mengacung tegak dengan maksimal

"Astagaaaaa.... Besar sekali titit bapak ini..." Batin Clara kagum


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya... Begitu Nengg...." Lenguh Pak Kori yang sepertinya merasa keenakan

karena kocokan tangan lembut Clara, "Ooohh.... Tangan Neng... Rasanya enak

sekali... Ooohh... Terus Neng..."

"Udah ya Paakk..." Pinta Clara pelan.

"Bentar lagi Neng..." Lenguh Pak Kori, "Eh iya... Tolong renggangin kakimu

Neng...Geser kakimu kekiri dan kekanan..."

"Hehhh....? Bapak mau ngapain…?" Bingung Clara.

"Udah... Geser aja Neng… Bapak mau kasih Neng yang lebih enak lagi… " Ucap

bapak tua itu sambil mengarahkan tangan Clara yang semula mengocok

penisnya kembali ke besi pegangan bus. Setelah itu, Pak Kori menempatkan

batang penisnya diantara kedua belahan pantat Clara.

"Paakk...? Bapak mau ngapain....?" Tanya Clara panik, "Jangan Pak...."

"Ssssttt.... Diem aja Neng... Diem...." Ancam Pak Kori sambil memaksa kedua

kaki Clara merenggang.

Tiba-tiba, penumpang yang ada disebelah kiri depan Citra menengok

kearahnya. Sepertinya, apa yang Clara dan Pak Kori lakukan terdengar

olehnya. Namun lagi-lagi, hal serupa terjadi pada penumpang itu. Ketika

melihat Pak Kori, penumpang itu seolah takut dan buru-buru kembali cuek. Tak

menghiraukan apa yang terjadi di belakang sana.

"Jangan goyang-goyang ya Neng...." Bisik Pak Kori yang menempatkan batang

penisnya disela-sela kedua pantat Clara. Dan setelah dirasa pas, pria tua

itupun mulai memaju mundurkan penisnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Uhhh.... Enak sekali jepitan pantatmu Neng… " Lenguh bapak tua itu

keenakan.

"Ja.. Jangan Paaak… Jangaaannn...." Tolak Clara sambil berusaha memajukan

tubuhnya.

"Sstt… Diam aja Neng… Jangan teriak…"

Namun, karena didepan Clara terdapat bangku dan ada penumpang yang

menempatinya, Clara pun tak bisa maju lebih jauh lagi. Terlebih karena adanya

sebilah besi tajam didalam tas Pak Kori, gadis cantik itupun takut dan malu

untuk berteriak.

"Oohh Neeeng..... Tubuhmu ini bener-bener enak Neng untuk dicabuli… Udah

cantik… Montok… Dan wangi pula… " Seru bapak tua itu terus menggesekkan

batang penisnya pada celah pantat Clara.

"Ooohh.. Jangan Paakk..."

"Sssstttt... Nggak usah menolak Neng... Nikmatin aja Heeheheh...." Ucap Pak

Kori yang semakin berani.

Melihat kepasrahan si korban yang ada didepannya, Pak Kori kembali

menyusupkan tangan kanannya ke dalam rok sekolah Clara. Berusaha meraba

sambil mengusapi paha mulus Clara. Tak lupa, bapak tua itu juga masih terus

menyodoki sela-sela pantat Clara pelan.

"Oohh.. Paakk…. Jangan… Shhh...." Rintih Clara yang mau tak mau mulai

terbawa kemesuman lelaki tua itu. Walau selangkangannya masih terbungkus

oleh celana dalam, namun gesekan penis Pak Kori sedikit banyak mengenai

vagina Clara. Membuat gadis cantik itu mulai mendesah-desah keenakan.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hehehe... Enak ya Nenng…?" Tanya bapak tua itu meniup-tiup telinga Clara

sambil terus menyelipkan tangan kasarnya kebagian selangkangan Clara.

"Uuuhh.... Pak... Jangan... " Rintih Clara yang mulai merasakan jemari Pak Kori

mulai merabai area celana dalamnya.

"Jangan apa Neng...? Jangan hentikan ya...? Hehehehe..." Goda Pak Kori puas

"Jangan Pak... " Rintih Clara lagi sembari menggeleng-gelengkan kepalanya dan

mencoba menjauhkan tangan bapak tua itu dari celana dalamnya.

"Nikmatin aja Neng…. " Bisik si bapak cabul itu lagi sembari mulai menyelipkan

tangan kanannya kekaret celana dalan Clara.

"Pak... ? Bapak mau ngapain...? Jangan Paak..." Bisik Clara panik ketika

merasakan jemari Pak Kori mulai menyusup kecelana dalamnya.

Tak menjawab, bapak tua itu terus menyelipkan tangannya lebih jauh lagi,

masuk ke dalam celana dalam Clara dan,

"Wooowww... Nenng... Kok gundul.... ?" Bisik bapak tua itu sambil mulai

menggelitik tonjolan yang ada di ujung vagina Clara, "Pasti memek Neng ini

mulus dan bersih ya Neng....? Hehehe...."

"Astaga... Bapak ini benar-benar nekat.... " Desah Clara yang merasa sedang

dipermainkan Pak Kori.

"Hhmmmm.... Bapak yakin.... Memek Neng ini rasanya legit banget deh.... " Ucap

Pak Kori yang tiba-tiba menarik tangannya dari arah celana dalam Clara dan

memperlihatkannya kearah Clara, "Wwuuuiiihhh.... lihat nih Neng... Lendir

memek Neng banyak sekali.... " Bisik Pak Kori menggoda Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

Setelah itu bapak tua itu mengendusi jemarinya dalam-dalam, " Hhhhmmm....

Sumpah Neng... Memekmu aromanya bener-bener wangi Neng... Bapak

sukaaa.."

"Udah ya Paak... Jangan apa-apain Saya..." Pinta Clara melas.

"Hehehehe.... Sebentar Neng... Jangan bergerak..." Ucap Pak Kori yang sama

sekali tak mengindahkan ketakutan Clara dan kemudian memasukkan

tangannya kedalam saku celananya.

"Diam Neng... " Bisik Pak Kori

"Ehh.. Pak....? Bapak mau ngapain...?" Bingung Clara yang tiba-tiba merasakan

ada sebuah benda tajam yang menyelinap di pinggiran paha dan celana

dalamnya.

"Sssssssttt... Jangan bergerak kalo nggak mau kulit mulusmu luka Neng..."

Pinta Pak Kori sambil terus menyelipkan benda tajam itu.

KREK... KREK...

Suara benda tajam itu ketika mengenai kain celana dalam Clara sebelah kanan.

Dan kemudian,

TESSSS

Clara merasa tiba-tiba celana dalamnya melonggar.

"AASSTAGAAA... Ternyata itu gunting..." Jerit Clara dalam hati, "Bapak

sialan ini menggunting karet celanaku..."

KREK... KREK...


Kisah Keluarga Penzinah

Lagi-lagi, Pak Kodi menggunting karet celana dalam Clara sebelah kiri.

TEESSSSS

Dengan cepat, kain celana dalam Clara melorot.

"Jangan ditahan Neng... Lepasin aja celana dalammu..." Bisik Pak Kori yang

kemudian menarik kain celana dalam Clara kearah belakang.

SRET SRET...

Dalam gerakan lambat, Pak Kori menarik celana dalam Clara sedikit demi

sedikit. Sengaja menciptakan gesekan kain celana pada celah vagina Clara.

Akibatnya, Clara mulai merasakan sensasi geli yang amat sangat pada organ

kewanitaannya.

SRET... SREET..

"Uuuhhh... Jangan Paaakk.... Ampuunn..."

"Ssssttt.... Jangan berisik.... " Pinta Pak Kori yang semakin kuat menarik celana

dalam Clara.

Hingga pada akhirnya, Clara tak mampu lagi menahan kain celana dalamnya

yang menyelinap lepas dari selangkangannya.

SREEEETTTT...

"Yeessss... " Bisik Pak Kori girang, "Akhirnya lepas juga ya Neng...

Hehehehehe..."

"Oooohhh.. Paaakk.. Aaaampuuunnn..." Lenguh Clara tak tertahankan.


Kisah Keluarga Penzinah

"Busyeet Neeenggg... Kamu udah horny ya...? Lendir memek Neng buaanyak

banget..." Seru Pak Kori yang memperlihatkan celana dalam Clara yang sudah

sobek kewajahnya. Kemudian tanpa rasa jijik sedikitpun, bapak tua itupun

menghirup aroma vagina Clara yang menempel pada kain penutup selangkangan

Clara dalam-dalam, "Hhhhmmmmm..... Wanginyaaa Neeeng...."

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 14 | Pembalasan...?

"Aku harus pindah... !" Seru Clara sambil menyisir ke seluruh kursi bus. Namun

sayangnya, semua kursi didepannya masih penuh. "Satu-satunya kursi yang

kosong hanya ada kursi panjang dibelakang bus.... Tapi kalau aku kembali ke

belakang... Aku nggak yakin bakal bisa terbebas dari perbuatan cabul Bapak

setan ini....." Bingung Clara.

"Ooohhh... Sempit sekali memekmu Neng... Kontol bapak pasti berasa enak

banget ini kalo dimasukin ke sini...." Bisik Pak Kori sambil mengusapi vagina

Clara yang sudah tak bercelana itu.

"Sssshhhh...Paaak.... Jangan Pak... " Erang Clara berusaha melepaskan tangan

bapak tua itu dari selangkangannya.

Namun usaha Clara sia-sia, tangan bapak itu jauh lebih kuat. Sehingga, ia tak

mampu menarik lepas tangan itu dari vaginanya.

"Sini mundur Neng... Jangan bersandar kekursi depan... Kamu nggak ingin

khan...? Ketahuan penumpang lain karena udah ngegodain kontol bapak-bapak

tua...? Malu ah Neng....Hehehehe...." Ancam Pak Kori sambil terus mengelusi

celah vagina Clara dengan tangan kanannya.

"Aaaahhhh... Sialan... " Batin Clara yang tak mampu melakukan hal apapun. Ia

hanya bisa diam sambil memegang batangan besi yang ada di jendela bis

dengan satu tangan. Kakinya berusaha menahan berat tubuhnya dengan kuat

karena usapan jemari tangan Pak Kori membuat tubuhnya perlahan-lahan mulai

menggelijang kegelian.


Kisah Keluarga Penzinah

"Tetekmu besar juga ya Neng... ? Pasti enak tuh kalo bapak isep-isep...

Hehehehe... " Ucap Pak Kori yang tiba-tiba sudah menyelipkan lengannya

dibawah ketiak kiri Clara dan menyentuh payudara besar itu perlahan.

"Astaga... Aahhh... Paak.... Jaangan....." Lenguh Clara semakin panik. Clara tak

menyangka jika perbuatan bapak mesum itu semakin berani. Kilikan pada

vagina yang membuat Clara kegelian ditambah remasan pada payudaranya, mau

tak mau membuat nafsu birahi Clara meninggi. Nafasnya mulai memberat, dan

pipinya memerah.

"Hehehe....Jangan apa Neng...?" Goda Pak Kori yang iseng meremas payudara

Clara kuat-kuat.

"Jangan Paak... Aahhhsss... Ampuuunn... Mmmhhhhh...."

"Hehehehe.... Kok jangan sih Neng...? Kalo jangan... Kok ini memek Neng ini

makin basah kuyup ya....? Neng suka ya memeknya bapak kobel-kobel...?"

"Aaahhssss... Jangan Paak.... Uuuhhdaaah aaahh....."

Ditengah kejadian mesum Clara dan Pak Kori, tiba-tiba penumpang yang duduk

dikursi depan Clara berteriak kencang. "Paaak... Kiri Paak... !" Teriak ibu-ibu

itu sambil menengok kebelakang. Kearah Pak Kori yang buru-buru melepaskan

pelukannya pada tubuh mungil Clara. "Ayo Dek... Kita turun disini...." Ajak ibu-

ibu itu, seolah berusaha menyelamatkan Clara dari perlakuan mesum Pak Kori.

"Eehhh.....? Ngggg...." Bingung Clara.

"Adek mau turun disini khan....?" Tanya ibu itu lagi sambil menatap sinis kearah

Pak Kori.


Kisah Keluarga Penzinah

Namun, sebelum sempet Clara menjawab. Sebuah benda tajam tiba-tiba

menempel kearah tubuh Clara yang tak terlihat oleh siapapun. Benda tajam

yang menekan pinggan Clara itu terasa begitu dingin dan penuh ancaman.

"Si Neng nggak mau turun ama kamu Bu..." Celetuk Pak Kori dengan nada yang

berat, "Dia mau pulang bareng saya.... Ya khan Nengku Sayang...?" Tambah Pak

Kori sambil membisikkan kata 'Sayang' tepat di dekat telinga Clara.

Karena mendapat tekanan dari benda tajam dipinggangnya, dan mendengar

intonasi bicara Pak Kori yang menakutkan, Clara tak bisa melakukan apa-apa.

Ia hanya mengangguk pelan dengan pasrah. Gadis manis itu benar-benar takut

mendapatkan perlakuan menyeramkan dari Pak Kori

"Uda-udah... Buruan aja sana... Ibu turun sendiri...." Hardik Pak Kori, "Calon

istriku ini nggak mau turun disini...."

"Ohh.. Ini calon istri...." Ucap Ibu itu pelan.

Merasa tak bisa melakukan apa-apa lagi, si Ibu itu akhirnya membangunkan

putranya yang masih tertidur nyenak, "Jon.....Ayo jon... Kita turun disini aja...."

Celetuk ibu itu sambil melirik tajam kearah Pak Kori, namun menatap kasihan

pada Clara.

"Kiri-kiri Paak..." Ucap si Ibu itu lagi sambil buru-buru beranjak dari kursinya

dan mendekat kearah pintu belakang bus.

"Huuuhh... Ngeganggu orang seneng-seneng aja...." Celetuk Pak Kori sambil

kembali mendekatkan tubuh rentanya kedepan. Menempel kearah tubuh

mungil Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat kepergian ibu itu, hati Clara makin tak karuan. Hilang sudah

kesempatan dirinya supaya bisa terbebas dari kemesuman Pak Kori.

Melihat kursi didepannya kosong, Clara ingin segera duduk. Namun, Pak Kori

buru-buru mendekap tubuh Clara. Menahan tubuh imutnya supaya tak

berpindah dari pelukannya.

"Disini aja Neng... Jangan kemana-mana...." Pinta Pak Kori sambil kembali

menggesek-gesekkan penisnya yang sudah menegang keras ke sela pantat

Clara.

"Pak.. Saya capek berdiri... Saya boleh duduk...?" Ucap Clara yang buru-buru

menggeser posisi berdirinya kesamping, berharap bisa terbebas dari

perbuatan mesum Pak Kori.

"Owww.. Capek.... Hehehe... Silakan aja Neng Clara cantikku..." Ucap pria bejat

itu sambil memegang pergelangan tangan kanan Clara.

Berulang kali, telinga Clara merasa begitu geli ketika mendengar lelaki tua itu

menyebut kata-kata rayuan pada Clara. "Sayangku', 'Calon istriku', atau

'Neng cantikku'. Rasanya, Clara ingin berteriak dan memberitahukan jika

didalam bus itu terdapat penumpang mesum yang sedang melakukan

pencabulan terhadap dirinya. Namun, Clara bukanlah Karnia yang kuat dan

berani menghadapi godaan para lelaki jahat. Clara hanyalah cewe biasa yang

penakut yang tak tahu berbuat apa-apa.

Setelah duduk di kursi didepannya, Clara berharap dapat terbebas dari

kelakuan cabul Pak Kori. Terlebih diseberang kiri bangku yang Clara duduki,

terdapat dua penumpang pria yang mungkin saja bisa menolongnya dari

perlakuan tak senonoh Pak Kori.


Kisah Keluarga Penzinah

Namun, ketika melihat secara jelas penampakan kedua pria yang duduk

disampingnya, Clara merasa pesimis dengan nyali keduanya. "Ah Sial... Mereka

berdua ternyata cowok cantik.... Walau mereka melihat... Mereka nggak bakal

berani menolong..." Gerutu Clara.

Tiba-tiba, Clara merasakan rambut belakangnya dibelai-belai. Bahkan, Clara

merasakan jika kepalanya mulai dielus-elus.

"Kampret ini Bapak... Tangannya iseng amat sih...?" Gerutu Clara lagi dalam

hati sambil menengok kearah Pak Kori yang masih berdiri di belakangnya.

Betapa terkejutnya Clara ketika ia melihat benda yang menyentuh rambutnya

bukanlah tangan bapak tua itu, melainkan, penis besar Pak Kori.

"ASTAGA.... TITIT BANGKE ITU LAGI...." Pekik Clara dalam hati begitu

mendapati jika penis besar lelaki tua itu menjulur jauh keluar dari resleting

celananya.

Pak Kori terlihat sedang membelit-belitkan rambut panjang Clara ke sekujur

batang penisnya dan tak lama kemudian, ia berusaha mengocok penis dengan

menggunakan rambut panjang Clara.

" KAMPRET.... KAMPRET.... KAAAMPPREEETTT.... " Emosi Clara meluap,

"Bukannya berhenti... Ini Bapak tua malah makin berani..."

Tak kehabisan akal, Clara segera mengambil rambutnya yang panjang tergerai,

ia lalu menggulung dan melatakkannya ke samping, melewati pundak dan

payudaranya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Aduh... Kaki Bapak pegel juga nih...." Seru Pak Kori yang kemudian bergerak

ke samping Clara dan duduk di kursi kosong disebelahnya tanpa memasukkan

batang penisnya.

Melihat Pak Kori duduk disamping Clara, kedua pria cantik yang duduk di

bangku seberang sedikit terkejut. Clara berharap banyak jika kedua pria itu

berani menegur perbuatan Pak Kori. Atau setidaknya, dengan adanya kedua

pria diseberangnya itu, Pak Kori tak jadi melakukan perbuatan mesum pada

Clara lagi.

Namun sekali lagi, ternyata Clara salah.

Pak Kori sama sekali tak memepedulikan keberadaan kedua lelaki yang ada

disampingnya. Lelaki tua itu hanya meletakkan tas kain dipangkuannya guna

menutupi tingkah mesumnya lebih lanjut.

"Siniin tanganmu Neng... " Ucap Pak Kori yang kemudian meraih tangan kiri

Clara dengan tangan kanannya, "Tolong kocokin kontol bapak lagi ya Neng... "

Kecup Pak Kori pada tangan Clara sebelum akhirnya meletakkan di tonjolan

selangkangannya lagi.

"Astaga.. Pak...." Kaget Clara begitu jemari lentiknya menyentuh batang penis

Pak Kori yang berurat.

"Hehehe... Kenapa Neng.... ?" Goda Pak Kori, "Belum pernah ngelihat kontol

ya..? Neng kaget ya ngeliat kontol bapak...?"

"Mati aku... " Ucap Clara yang tak mampu berbuat apa apa lagi. Ia dengan

pasrah hanya bisa menuruti permintaan mesum bapak tua itu. Menyentuh penis

besarnya yang terlihat begitu tak terawat. Walau sebenarnya Clara pernah


Kisah Keluarga Penzinah

melihat penis pria dewasa, tetap saja itu penis pertama yang tangannya

sentuh secara langsung.

Kepala penisnya mirip kulit kering. Bersisik dengan warnanya kepala penisnya

merah kehitaman. Batang penisnya berwarna hitam keunguan dengan urat-

urat penis yang bertonjolan memenuhi sekujur batangnya. Rambut

kemaluannya keriting, panjang, berwarna kecoklatan. Sama sekali tak

tercukur rapi. Dan yang paling parah, aroma penis Pak Kori, benar-benar

pesing dan membuat mual. Kondisi penis Pak Kori, benar-benar menjijikkan.

"Titit Bapak bangke ini benar-benar menjijikkan.... Sangat jauh berbeda

dengan penis Kak Ciello yang bersih, terawat dan cantik..... Benar-benar

berbeda...." Ucap Clara dalam hati. Membandingkan penis lelaki tua yang ada

disebelahnya dengan penis kakak kandungnya, "Oohh.. Kak Ciello.... Tolong

Adek...." Tambah Clara yang entah kenapa, tiba-tiba Clara menyebut nama

kakak kandungnya.

"Ayo Neng... Cepet kocokin kontol bapak... " Ucap Pak Kori singkat,

"Buuruuuann.... Neeeng....Gerakin tanganmu... Kocok kontol bapak.... "

Setitik air mata, tiba-tiba menetes dari ujung mata bulat Clara.

Gadis cantik itu menangis, karena tak sanggup melakukan perlawanan yang

berarti.

Melihat kesedihan muncul pada diri korban disampingnya, Pak Kori langsung

mengusap air mata Clara, "Udah-udah... Jangan nangis ya Sayang... Entar...

Bapak kasih enak deh... Hehehehe...." Ucap pria tua itu sambil merentangkan

tangan kanannya melewati punggung Clara dan meremas payudara kanannya


Kisah Keluarga Penzinah

pelan, "Busyeet daaahh.... Ini toket... Gedhe juga ya Neng.... Gedhe banget

malah.... Hehehe..."

"Aahh... Jangan Paaakkk..." Elak Clara sambil berusaha mengenyahkan tangan

jahil Pak Kori yang semakin gencar meremasi payudaranya.

"Jangan apa...? Ayo kocok yang kenceng Neng... Bapak Mau buka kancing

bajumu... Uuuhhh... Kocok yang enak yaa Neeeng... Hehehehe....Ssshhh...."

TEK TEK TEK....

Suara kulit leher penis Pak Kori mulai tertarik dan terenggang keras seiring

gerakan tangan Clara.

"Uuhh... Sumpaaahh.... Tanganmu lembut sekali Neng... "Lenguh Pak Kori

keenakan, "Ayo terus Neng...Kencengin lagi kocokan tanganmu...."

TEK TEK TEK....

"Dasar anak jaman sekarang.... Mirip LONTE semua ya Neng...?"

"Eehh... Maksud Bapak...?"

"Iya... Kecil-kecil udah jago ngocokin kontol... "

"Ehh....? Jago...?

"Belajar dimana sih Neng...? Pasti diajarin Mamanya Neng ya...?"

"Mama Clara nggak pernah ngajarin beginian Pak..." Sewot Clara.

"Hehehe... Masa sih...? Kalo kocokan anaknya aja enak begini... Pasti kocokan

Mamanya bakal lebih enak lagi ya Neng...? Uuuhhh.. Enaknyaaa.... Terus Neng...

Teruss... " Lenguh Pak Kori sambil merem melek.


Kisah Keluarga Penzinah

TEK TEK TEK....

"Pak... Tangan saya pegel..." Keluh Clara tiba-tiba. Ia tak mengira jika stamina

lelaki tua itu benar-benar kuat. Karena sudah lebih 5 menit Clara mengocok,

orgasme Pak Kori tak kunjung datang.

"Yaudah... Ganti tangan satunya aja kalo Capek..." Jawab Pak Kori singkat.

"Gila... Ini Bapak benar-benar gila.... " Batin Clara, "Kalo begini terus.... Aku

nggak bakalan bisa lepas nih dari ancaman pria tua bangsat ini... " Ucap Clara

sambil celingukan kesemua penjuru bis. Berharap ada yang bisa membantu

dirinya menghadapi kemesuman bapak tua ini.

Namun, sepertinya sia-sia. Hampir semua penumpang bus itu sibuk dengan

aktifitasnya masing-masing. Termasuk kedua pria cantik yang ada

diseberangnya. Mereka hanya melihat handphone atau melihat guyuran hujan

yang mengguyur kaca jendela bus.

"Pak... Kiri Paakk.... " Teriak penumpang yang duduk di bangku depan Clara,

disusul oleh sebelahnya.

Tak lama berselang, kedua pria cantik diseberang Clara juga turun.

Satu persatu, penumpang bus turun. Dan setiap kali penumpang bus itu turun,

Clara hanya bisa berharap, ada satu orang yang melihat kemesuman yang

sedang menimpa dirinya. Lalu orang itu bisa menolong Clara dan membebaskan

dirinya dari tindakan pencabulan yang dilakukan Pak Kori.

Namun, sepertinya Clara tak bisa berharap banyak. Karena hingga penumpang

terakhir turun, tak satu orangpun yang melihat kearahnya.


Kisah Keluarga Penzinah

Hanya ada satu orang pria didalam bus itu yang sepertinya melihat kecemasan

diwajah Clara sedari tadi. Yaitu kenek bus yang jutek tadi.

"Aaah... Mungkin kalo minta tolong sama abang kenek bus itu juga gak apa-apa

kali ya..." Batin Clara berusaha memancarkan aura minta tolong kepada kenek

bus, "Bang.... Sini Bang... Bantuin Clarraaa... " Batin Clara sambil terus

berharap supaya kenek bus itu dapat melihat wajah melas Clara, walau sekilas.

Dan ternyata, usaha Clara berhasil. Ketika kenek bus itu melihat kondisi

tempat duduk bus yang kosong, Matanya sekilas menatap ke arah Clara.

"Baang... Tolongin Clara Baaangg..." Melas Clara kearah abang kenek bus.

Tanpa disangka-sangka, kenek bus itu akhirnya berdiri dari duduknya lalu

melangkah ke belakang. Ke arah Clara dan Pak Kori berada.

"Ngapain kamu liat-liat kenek bus itu heh...?" Hardik Pak Kori kaget karena

melihat kenek bus itu berjalan mendekat kearahnya.

"Claa... Clara nggak ngeliat dia pak..." Jawab Clara gugup.

"Ah.. Kampret... Dia jadi kesini deh.... " Ucap Pak Kori panik dan buru-buru

menarik tangannya dari belakang punggung Clara.

"Yeeessss.... Rasain lo BANGKE...." Umpat Clara dalam hati.

"Ehh iya.... Udahin dulu ngocoknya... Ini kontol Bapak jangan dipegangin mulu....

" Bisik Pak Kori gelagapan sambil berusaha menarik tangan Clara menjauh dari

penisnya. "Aaahhh... Sial.... " Seru Pak Kori begitu mendapati ternyata abang

kenek itu sudah semakin mendekat ketempat tempat duduknya


Kisah Keluarga Penzinah

"Jangan gerakin tanganmu Neng.... Nggak keburu...." Bisik Pak Kori panik

ketika Clara belum sempat melepaskan tangannya dari batang penisnya.

"Bapak kenapa...?" Tanya kenek bus itu sambil memperhatikan tingkah laku

Pak Kori yang kebingungan, "Kok gelagapan gitu....?" Mata kenek bus itu melirik

curiga kearah tangan Clara yang terjulur kebalik tas besar didepan pangkuan

Pak Kori.

"Nggg... Nggak ada apa-apa Bang... " Sahut Pak Kori ketus tanpa melihat

melirikan tajam si kenek.

"Si Neng nggak kenapa-napa Neng...?" Tanya si kenek itu sambil menatap

kearah kancing seragam Clara yang belum sempat ia tutup, sehingga

menampilkan belahan payudara mulusnya. Wajahnya seperti menampakkan

kecurigaan ke arah tangan kanan Pak Kori yang masih bertengger di pundak

Clara.

"Nnngg...."

Tanpa menunggu jawaban Clara, kenek bus itu tiba-tiba meraih tas yang

dipergunakan Pak Kori untuk menutup selangkangannya.

Melihat penutup penisnya diangkat, Pak Kori langsung panik dan berusaha

menahan tasnya dari tarikan tangan abang kenek. Namun karena Pak Kori yang

kurang sigap, ia tak mampu mempertahankan tas itu, hingga akhirnya,

"Kampreeett.... Kalian sedang ngelakuin apa Heeeh...?" Kaget si kenek bus.

Dengan mata melotot besar, kenek bus itu akhirnya bisa melihat apa yang

sedang Clara lakukan bersama Pak Kori.


Kisah Keluarga Penzinah

"Wah wah wah.... Ngentoottt... Tak disangka... Ternyata kalian sedang asyik-

asyikan nih... " Ucap si Kenek itu sambil mengusap selangkangannya, "Gw nggak

nyangka... Ternyata si bangke ini sedang berbuat mesum di dalam bus gw...."

Tuduh si Kenek bus itu kepada Pak Kori.

"Heehh cungkring... Jaga BACOT lo... Siapa yang berbuat mesum...? Hheeh...?"

Gertak Pak Kori melawan, sambil merebut kembali tas kainnya. Lalu dengan

berlagak jagoan, ia kembali menutupi tangan Clara yang masih menggenggam

erat batang penisnya.

"Lha ini...?" Tanya si Kenek sambil melirik kearah kancing baju Clara yang

terbuka, "Tangan si Neng ini sedang ngocokin kontol lo... Trus tadi tangan lo

sedang ngeremesin tetek si Neng...."

"Hehehehe... Ini...?" Tanya Pak Kori sambil melirik kearah Clara, "Ini mau dia

Bang..."

"Ehhh... Loohh...? Kok....?" Heran Clara.

"Eehh.. Enggak Bang... Saya..."

"Ssstttt... Jangan dengerin dia.... " Potong Pak Kori sebelum Clara selesai

menjelaskan duduk perkaranya, " Dia ini cewe murahan Bang... Dia ini calon

LONTE...."

"Haah...? apaan sih Pak...?" Bingung Clara kaget.

"Serius Neng...?" Tanya si kenek bus.

"Eeehh... Enak aja... Bukan Bang... Saya bukan...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Halaaaah... Nggak usah munafik deh Neng... " Celetuk Pak Kori, "Kalo Neng

bukan lonte... Mana mau Neng ngocokin kontol bapak... Ya Khan...?" Tambah

Pak Kori memutar balikkan fakta.

"Waah wah waaah....Beneran itu Neng...?" Tanya kenek itu lagi.

"Ehhh... Enggak Bang..."

"Enggak gimana....? Kalo Neng bukan lonte... Pasti tangan Neng udah ngelepas

bapak ini... " Celetuk si kenek bus, "Tapi nyatanya... Itu tangan Neng... Masih

aja ngurut kontol bapak ini...."

"AAAHH... SIALAAANNN...." Kaget Clara yang mendapati tangan kanannya

entah kenapa masih mengurut batang penis Pak Kori.

"Tuuh.. bener khan Bang... nih cewek emang kegatelan.... Dasar lonte kecil..."

"Iya Bapak bener... " Timpal kenek bus itu.

"Kalo Abang mau...? Sini gabung Bang... Mumpung lonte ini mau ngocokin kontol

kita secara gratis..." Tawar Pak Kori sambil kembali meremasi payudara Clara.

"Bener Neng...? Waah... Kebetulan nih... Gw udah lama ga maen ama lonte...

Hahaha...."

"Eeehh... Enggak Bang... Saya bukan lonte...." Elak Clara yang sepertinya

percuma untuk menjelaskan lagi lebih lanjut mengenai dirinya.

"Hahahaha... Neeng... Mana ada lonte yang ngaku Neeng..."

Clara terpojok, ia benar-benar tak memiliki alasan untuk mengelak. Gadis

cantik itu benar-benar tak menyangka jika Pak Kori yang sedang mencabuli

dirinya itu begitu pintar dan licik. Dengan mudahnya, pria tua busuk itu dapat


Kisah Keluarga Penzinah

menggiring pikiran kenek bus itu untuk ikut berpikiran dan melakukan hal

mesum bersamanya.

"Dan tahu nggak Bang...?" Tanya Pak Kori sambil menunjukkan wajah seriusnya,

"Kalo Neng ini bukan lonte... Mana mungkin dia pulang sekolah dengan tanpa

pake daleman...?"

DEG....

Jantung Clara seolah berhenti berdetak untuk kesekian kalinya.

"Serius Pak...?"

"Enggak Baang... Saya BUKAN LONTE...." Erang Clara yang mulai kembali

menitikkan air mata, "Bukan Bang.... Saya... Bukan... Lonte..."

"Haaalaah... Masih nggak ngaku aja Neng...?" Ucap Pak Kori yang tanpa seijin

Clara menaikkan bawahan rok Clara. Membuat paha mulus gadis SMA itu

langsung terpampang jelas di hadapan kenek bus itu.

"Noh Bang... Lihat... " Tunjuk Pak Kori kearah selangkangan Clara, "Mana ada

gadis baik-baik yang sekolah nggak pake celana dalam...?" Ucap Pak Kori sambil

melotot dan tersenyum licik. "Lihat khaan...? Neng Clara ini emang sukanya

begitu Bang... "

"Iya ya Pak...? Kalo bukan lonte...? Mana berani dia naik angkot nggak pake

daleman gitu ya...?"

"Bener khan apa kata gw...? Neng ini lonte Bang..." "seru Pak Kori sambil

menyusupkan tangan mesumnya kepaha mulus Clara. Mengusap batang kaki

gadis SMA dari lutut, naik ke paha, dan terus keselangkangan.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ehh.. Jangan Paaak...." Elak Clara mencoba menghalau tangan Pak Kori supaya

tak merayap kearah celah vaginanya.

"Ssssstttt.... Diem....." Hardik Pak Kori yang langsung membuat Clara tak

berkutik, "Ini juga.... Dia juga nggak nolak kok teteknya diremes-remes loh..."

"Paaakkk.... Jangan....." Elak Clara lagi, berusaha dengan susah payah

melindungi payudaranya dari remasan kasar Pak Kori.

"Heeeehhh.... Mau pulang selamat nggak....?" Ancam Pak Kori sembari kembali

menyelipkan tangan rentanya keselangkangan Clara dalam-dalam dan

mengusap bibir vagina gadis manis itu pelan, "Lihat nih Bang... Mana ada cewe

baik-baik yang memeknya langsung becek ketika diusap oleh orang nggak

dikenal..... "

"Serius Pak....?"

"Nggak percaya...? Nih Lihat...." Dengan santai, Pak Kori meminta Clara untuk

memutar posisi ia duduk kearahnya. Lalu pria tua itu meminta Clara untuk

menaikkan kaki kiri ke pangkuannya dan menyibakkan rok Clara lebar-lebar.

"Nih lihat... Lendirnya banyak banget khan Bang...? Ini tandanya... Nih LONTE

suka banget kalo dijahilin seperti ini.... " Seru Pak Kori ketika memamerkan

vagina tak berbulu Clara ke kenek bus itu.

"Wooowww... Mengkilap banget ya Neng....?" Girang si kenek bus itu yang

kemudian menjulurkan tangannya kearah selangkanagn Clara dan ikut-ikutan

mengusap bibir vagina Clara dengan jemarinya. "Gilaaaa..... Mulus bener ini

memek Pak....?" Tambahnya lagi sembari mulai menggelitik biji klitoris Clara

yang sudah semakin mengeras.


Kisah Keluarga Penzinah

"Aaah... Jangan Baaanghhh... Eeehmmm..." Lenguh Clara kegelian ketika

menerima udapan jemari kenek bus itu. Membuat bulu kiduknya seketika

merinding.

"Yaaa Khaaannn....? Bener kata gw... Neng Clara ini memang beneran Lonte....

Buktinya... Ini memek... Dikobel dikit aja udah kegelian....Hahaha...." Tawa Pak

Kori sembari mengamati lendir kemaluan Clara yang ada di jemarinya lekat-

lekat.

Mendapat perlakuan tak senonoh seperti itu, membuat hati Clara terasa

begitu sakit. Amat teramat sakit. Dengan sekuat tenaga, Clara berusaha

menahan rasa geli yang makin kuat pada area selangkangannya.

"Enak nggak Neng...? Memeknya dikobel-kobel seperti ini...?" Tanya Pak Kori

menggoda Clara.

"Ehhmmmhhh.... Jangan Baaang..." Lenguh Clara sambil memejamkan mata.

Berusaha menyembunyikan rasa nikmat yang vaginanya terima. Harusnya ia

marah. Harusnya ia memberontak. Namun, apadaya. Clara hanya bisa

mengutuk dirinya yang sama sekali tak berdaya menghadapai perlakuan mesum

kedua pria yang ada dihadapannya

Selain itu, Clara juga merasa jika tubuhnya tak sepenuhnya dapat ia kontrol

lagi. Mendapat perlakuan mesum kedua pria bejat itu, tubuhnya berkhianat.

Sama sekali tak mau diperintah oleh otak sehatnya.

"Jangaaan Baaang... Ampuuunnn.... Ooohhh...." Lenguh Clara setiap kali kenek

bus itu menggelitik klitorisnya. "Gee....ooohh... Geliiii....."


Kisah Keluarga Penzinah

"Geli tapi enak khan Neeeeng...? Hahahaha...." Goda kenek bus itu sambil

tertawa penuh kemenangan, "Busyeeet Paaaak.... Ini memek.... Banyak banget

lendirnyaaaaa... Hahaha.... Si Neng ini suka pak... Dia keenakan..."

"Bener Neng...? " Tanya Pak Kori yang tak henti-hentinya mempermainkan

puting payudara Claa dari luar seragam sekolahnyra.

Tak sanggup menjawab, clara hanya bisa menggelengkan kepala sembari

mendesah-desah keenakan.

Walau mulutnya tak berkata apa-apa, namun tubuhnya bersikap beda. Tubuh

Clara benar-benar pasrah. Sekaligus penasaran. Penasaran tentang nikmat

seperti apa yang bakal bisa ia dapatkan dari perlakuan mesum kedua pria bejat

didepannya itu.

Saking penasarannya, lendir kemaluan Clara membanjir deras, seiring kobelan

jemari kenek bus itu.

" Waaah Waaah Waaah... Sepertinya memek kamu bener-bener suka dikobelin

ya Neng..." Tanya Pak Kori sambil tertawa ngejek.

"Bagus itu Pak... Kalo gitu... Mumpung ada Lonte gratisan... Boleh dong Neng...

Kocokin kontol Abang sekalian... Hehehe...." Ucap kenek bus itu sembari

melepas kobelannya dan menarik turun resleting celananya. Setelah itu ia

mengeluarkan penisnya yang sudah mengeras kehadapan Clara.

"Waaah... Iya bener.... Sini Neng... Kocokin sekalian kontol Abang ini yaa...

Hehehehe..." Seru Pak Kori yang kemudian menarik tangan kanan Clara dan

meletakkannya di penis si kenek bus.


Kisah Keluarga Penzinah

Sekilas, Clara menatap kearah penis kenek bus yang ada dihadapannya. Lagi-

lagi, Clara mendapati penis yang tak kalah menjijikkan dengan penis Pak Kori.

Batang penis kenek bus itu tak disunat. Berwarna hitam, dengan kepala penis

berwarna merah terang. Rambut kemaluannya pendek, tak tercukur rapi. Dan

yang paling parah, pada kulit penis kenek itu terdapat beberapa jerawat

dengan bercak-bercak putih di sekitarnya.

"Astaga... Itu panu... SSIIIAAAALLLAAAANNNN.... Mimpi apa sih aku tadi

malam...? " Sedih Clara dalam hati dengan mata yang kembali berkaca kaca

menatap kearah kedua pria mesum didepannya. Dengan terpaksa, tangan kiri

memegang penis Pak Kori dan tangan kanan memegang penis kenek bus.

"Cup Cup Cup... Nggak usah nangis lagi dong Neng... Bukannya kamu tadi udah

biasa ngelakuin hal ini...?" Celetuk Pak Kori sambil mulai menggerakkan tangan

Clara naik turun. "Ayo Neng... Kocokin kontol kontol kita lagi... Hehehe...."

Tambah Pak Kori sambil tersenyum santai dan kembali melucuti kancing baju

seragam Clara satu persatu.

"Hik hik hik....Paaak... Udah ya Paaak...." Elak Clara berusaha menghindar.

"Sssttt... Jangan nolak Ahhh... Nanggung....." Jawab Pak Kori yang terus-

terusan melucuti semua kancing baju seragam Clara hingga akhirnya, tak ada

satu kancingpun yang terpasang. Setelah itu, Pak Kori mengangkat naik kedua

Cup beha Clara keatas, membuat payudara besar gadis SMA itu seketika

bergelayutan manja seiring laju bus yang mereka naiki.

"Wuidiiih Pakkk... Itu toketnya kok mengkel banget... Montok abis... " Seru

kenek bus itu ketika melihat gundukan payudara Clara yang putih mulus itu. "

Byuh... Byuh... Byuh Neeeng...Gilaaa... Toketmu.... Empuk bener ya Neng....?


Kisah Keluarga Penzinah

Udah putih... Bening.... Keliatan urat-uratnya pula.... Bener-bener toket

LONTE iniiiihh....." Seru kenek bus itu yang tanpa seijin Clara langsung

meremas dan memelintir puting merah mudanya pelan.

"Hik hik....Uuuhhh... Jangan Bang...."

"Hehehe... Gausah malu-malu ah Neng...Khan tadi udah biasa

juga...Hehehe...."Ucap Pak Kori yang juga tanpa basa-basi kembali

menggunting tali-tali beha Clara hingga terlepas dari tubuhnya. Membuat

tangan pria renta itu bisa puas mempermainkan gundukan besar di dada Clara.

Meremas dan menyentil puting beserta payudara Clara gemas.

"Uuuhhh... Jangan keras-keras Paaakk..... Sakiittt...." Lenguh Clara lirih.

"Hehehehe... Bapak gemes Neng...." Kekeh Pak Kori puas. Setelah itu Pak Kori

menyusupkan tangannya ke selangkangan Clara. Kembali mengusapi vagina

sempitnya yang makin membasah.

"Eeeehhhh Paak... Jangg...Ngan...Hhhh... " Ucap Clara yang dengan kesusahan,

berusaha melarang tangan-tangan jahil Pak Kori dan kenek bus itu,

"Hiks....Hik... Hik... Jangan Paaak... Jangan Baaang...." Tangis Clara tak

tertahankan lagi. Ia benar-benar takut. Terbayang dibenaknya kasus

pencabulan di angkutan umum yang berakhir naas. Antara diperkosa sampai

dibunuh dengan keji.

"Cup Cup Cup.... Sayang... Jangan nangis gitu ah... Ntar cantiknya luntur loh...

" Goda Pak Kori sambil mengusap air mata yang mulai merembes turun lagi

membasahi pipi mulus Clara.

" Hik... Hik...Ampuuun Paaak... Udah ya... Jangan perkosa Clara.... Ampun...

Baang... Ampuuunnn...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggak lah Neng... Bapak nggak bakal memperkosa Neng... Bapak cuman

pengen dibantuin ngecrot aja kok Neng..." Ucap Pak Kori sembari mengusap

rambut panjang Clara,"Begitu Bapak udah ngecrot..... Bapak nggak bakalan

ngeganggu Neng lagi ..."

"Hiks... Hik... Hik... Beneran Pak...?" Tanya Clara.

"Hiya Sayang.... Makanya.... Sekarang buruan layani nafsu birahi kontol Bapak

dan kontol Abang kenek ini.... Ayuukk Neng.... Tolong bantu kocok yaa...."

Entah kenapa, mendengar ucapan palsu Pak Kori, hati Clara sedikit tenang. Dan

anehnya, gadis semok itu menganggukkan kepalanya dan segera mengurut

penis Pak Kori dan penis kenek bus itu pasrah. Membuat keduanya langsung

merem melek keenakan.

"Ooohhh..... Neeeng.... Tanganmu berasa enak benerrr.... Ssshh... " Lenguh si

kenek bus itu sembari memaju mundurkan pinggulnya, berusaha mendapatkan

kenikmatan kocokan tangan Clara lebih jauh lagi. "Tangannya enak... Toketnya

enak... Memeknya gimana rasanya yaa....? Ssshhh... Ooohh..."

"Hehehe... Ya jelas WUENAAAAK banget Bang... Ya khan Neeng...? Hehehe..."

Kekeh Pak Kori sembari terus menggelitik klitoris Clara. "Ayo Neng.... Naekin

kaki kirinya lagi... Lebih lebar lagi...Bapak pengen ngobel memek Neng lebih

jauh lagi... Hehehe....."

"Oooohhh.... Jangan dalem-dalem Paaak... " Lenguh Clara yang tanpa

menyadari, mulai menikmati perlakuan mesum Pak Kori.

"Loohh... Kalo nggak dalem... Nggak berasa enaknyaa... Neenngg.. Uuuhh...."

Sahut kenek bus itu sambil menggoyangkan pinggangnya maju mundur.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ssshhh... Jaangaann..... Jangan ya Paak... Eeehhmmm..... "

"Emang kenapa sih Neng...?"

"Sssshhh.....Clara.... Masih perawan....Hik Hik Hikk....."

"Woooowww....? Serius Neng....? Lonte kok masih perawan....?" Kaget si kenek

bus, "Wah enak tuh Pak.... Kalo bisa kita entotin..."

"Jaaangaaan Baaang.... Hiks....Clara bukan Lont....."

"sssstttt...." Potong Pak Kori, "... Nggaklah Neng.... Bapak nggak bakal

ngentotin Neng..."

"Hiks... Jangan ya Paaakk... "

"Tapi Bapak mau kasih Neng Clara rasa yang bener-bener enak Neng...." Ucap

Pak Kori yang disela-sela kelitikan jemarinya pada klitoris Clara, sedikit

menggoda celah Clara dengan cara menusukkan jari tuanya ke liang peranakan

gadis cantik itu lebih dalam lagi, "Dan nggak bikin perawan Neng hilang..."

"Ssshhh... Ooohhhh.... Jangaaan dalem-dalem Paaakkk...."

"Hehehe.... Ayolah Neng..... Biar kita sama-sama enak... "

"Iya Neng... Nikmatin ajalaaah.... Neng nggak mau khan kalo gara-gara Neng

nolak... Neng ntar jadi nggak bisa pulang kerumah khan...? Hehehe...." Ancam

kenek bus ikut-ikutan.

"Ssshh... Jangan Baaang... Clara masih pengen bisa pulang kerumah....Jangaaan

dalem-daaa.... Ahhhhleeemmm......" Pinta Clara miris tanpa bisa menolak

permintaan Pak Kori dan si kenek.


Kisah Keluarga Penzinah

"Makanya... Turutin aja kemauan Bapak ya Neng....?"

"Hiks.... Iya.... Shhhh......" Angguk Clara, "Tapi.... Eeehhmmhhh.... Jangan robek

perawan Clara Paakk..." Tambah Clara sembari membiarkan jemari lelaki tua

itu mulai bermain-main di celah mahkota tubuhnya lebih dalam lagi.

"Sepertinya... Memek Neng ini masih sempit ya Pak...? Masih merah merekah

gitu...."Seru kenek bus yang karena melihat celah kewanitaan Clara, merasa

ludahnya sulit untuk ditelan.

"Sempit banget Bang... Kenyal... Dan ngempot jugaa... Hehehe...." Sahut Pak

Kori yang terus-terusan tersenyum menatap kearah Clara. Sesekali ia menarik

jemari tangannya dari vagina Clara dan menjilati lendir yang menempel pada

jemarinya hingga bersih.

"Waaah... Pasti enak banget ya Pak... Kalo dientotin... ?" Ucap si kenek bus.

"Hehehe... Buuaangeeeettt Bang... Pastinya enak banget ini memek kalo kita

sodok-sodok.... " Ucap Pak Kori yang terus menggelitik klitoris Clara dan

menusukkan jemari tangannya ke liang perawan gadis cantik itu.

"Uuhh... Uhhh....Jangan Baaang... Jaangaaannn.... Sssshhh.... Hik hik hiks...

Bapak tadi udah janji nggak bakal ngentotin Clara... Hik Hik Hiks...." Isak Clara

masih menangis.

"Hehehe... Iya iyaa... Bapak nggak bakal perkosa kamu kok Neng... Nggak

sekarang.... Hahahaha..."

"Makanya Neng... Ngocok kontolnya yang bener... Kalo kaya gini... Sampe

diterminal juga Abang nggak bakalan ngecrot ini...." Ucap kenek bus.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya... Bener... Kalo sampe terminal kita-kita belum ngecrot.... Bapak nggak

ngejamin keperawanan Neng bakal masih utuh loh.... Hehehe...." Ancam Pak

Kori.

Mendengar ancaman Pak Kori lagi, buru-buru Clara segera mempercepat

kocokan kedua tangannya. Mengocok kedua penis pria bejat yang ada

didepannya itu semaksimal mungkin.

"Waduh....? Gimana nih....?" Bingung Clara tak tahu harus melakukan apa.

Otaknya benar-benar tak bisa berpikir jernih.

Karena mendapat kobelan nikmat di vagina, ditambah remasan geli di

payudara, Clara benar-benar tak mampu menggunakan daya pikirnya lebih

jauh. Yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah mendesah keenakan dibawah

tekanan kedua pria bejat itu.

"Apa yang Kak Ciello lakuin kalo dia sedang ngocok tititnya ya...?" Pikir Clara

tiba-tiba. "Pake celana dalam Clara.... Pake beha Clara.... Pake handbody

Clara.... Pake sabun Clara.... Pake shampo Clara..."

Dengan susah payah gadis cantik itu berpikir keras, mengingat-ingat apa yang

seringkali kakak kandungnya lakukan ketika dia sedang beronani.

"Mungkin... Kalo dikocok pake bahan yang licin-licin... Titit Kak Ciello cepet

ngecrotnya kali ya...?" Pikir Clara singkat.

"JUUH... JUH.... JUUHHH...." Tiba-tiba Clara meludahi kedua penis Pak Kori

dan Abang kenek bus itu secara bergantian, "JUUHH..... JUUH... JUH...."

"Looh...? Neng mau ngapain....?" Heran Pak Kori.


Kisah Keluarga Penzinah

Tanpa menjawab, Clara terus meludahi penis kedua pria didepannya. Melumuri

penis-penis itu dengan air liurnya. Dan setelah rata, Clara segera mengocok

batang kejantanan kedua pria mesum itu cepat-cepat.

TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK

TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK

TEK......

"Wuuuuoooooohh... Iya begitu Neeeng... Ooohh... Enaaaak baangeeeett....."

Lenguh Pak Kori keenakan, "Kalo kaya gini terus.... Bapak jadi bisa keluar cepet

Neng.... Ooohh... Terus Saaayaaanngg..." Ucap Pak Kori sambil terus

menggelitik vagina Clara.

"Woooohhhh....Sssshhh.... Iya bener Pak..... Oooohhh....Neeeng... Tanganmu

enaaaakk... Abang juga... Ooohh.. Abang juga bisa cepet ngecrot kalo

diginiin...."

TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK

TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK

TEK......

Melihat kedua pria mesum itu kelojotan, membuat Clara semakin berani untuk

mempergencar serangannya. Terlebih, ketika Clara melihat tanda terminal

tujuannya yang sudah semakin dekat, membuat Clara tak malu sama sekali

untuk segera memuaskan kedua pria mesum itu.

"Aku harus bisa cepet-cepet bikin mereka keluar... " Ucap gadis semok itu

dalam hati, "Aku nggak mau diperkosa.... Aku nggak mau nyerahin

keperawananku pada kedua bajingan bejat ini...".


Kisah Keluarga Penzinah

"Clara.... Kontol cowok... Bakal cepat keluar kalo udah kena sepong..." Ucapan

Karnia tiba-tiba terlintas di benak Clara.

"Haaa....? Kena sepong...?" Heran Clara.

"Iya.... Diisep Clara.... Diisep.... " Saran Karnia lagi.

"Bener juga... mungkin kalo Clara ngisepin titit mereka berdua... Itu pasti bisa

bikin cepet keluar...." Ucap Clara dalam hati, "Tapi khan... Titit mereka buruk

rupa.... Dan bauk banget....."

"Buruan Claraaa.... " Ucap Clara dalam hati lagi, "Kalo titit bajingan-bajingan

itu nggak segera ngecrot.... MEMEK Perawanmu bisa dalam bahaya Clara...."

"Tapi.....Lihat dulu tuh titit... Lihat... Betapa joroknya titit-titit itu...."

"Aaaahh.... MASA BODO.... "

Tanpa berpikir panjang lagi, Clara segera membungkukkan badannya dan

mendekatkan mulutnya kearah penis Pak Kori. Kemudian, gadis manis itu

menjulurkan lidahnya.

"NYLAP..." Entah mendapat keberanian darimana, Clara menjilat ujung kepala

penis Pak Kori. Merasakan precum yang tak henti-hentinya keluar dari ujung

mulut penis pria tua itu.

"Wwwuuuuuooooohhh... Nnnneeeeng... Enaaaak... Beeeneeeerr...." Seru Pak

Kori makin kelojotan.

"NYLAP..." Jilat Clara lagi sembari meremas, mengocok dan memelintir batang

penis Pak Kori.


Kisah Keluarga Penzinah

"Kamu memang LONTE hebat Neeeng... Ooohhh...." Jawab Pak Kori dengan

tubuh yang semakin menggelijang.

Melihat hasil yang terjadi akibat aksinya barusan, Clara sadar jika itu adalah

satu-satunya cara yang bisa mempercepat penis kedua pria bejat itu supaya

segera orgasme.

"Ehhmmm.... Aku juga pengen Neng... Jilat kontolku juga dong...." Pinta kenek

bus itu sambil menyodorkan penisnya.

"NYLAP...." Jilat Clara pada penis busuk si kenek bus.

"Wooooyyoohhh... Neeeng... Enak beneer...." Seru kenek bus itu kegirangan.

" JUUHH... NYLAP.... JUUHH... JUUHH... NYLAP........" Bergantian, Clara tak

hentinya meludahi penis kedua pria mesum itu berkali-kali. Sambil memelintir

kocokan tangannya, Clara memberikan jilatan lidahnya kepada kepala kedua

pria bejat itu.

" JUUHH... JUUHH... NYLAP...."

TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK

TEK TEK TEK TEK TEK

"Wuuoohhh... Iya bener begitu Neeeeng.... Ludahin trus jilat kontol Bapak...."

Seru Pak Kori keenakan.

" JUUHH... JUUHH... NYLAP...."

TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK


Kisah Keluarga Penzinah

"Ssshh... Neng... Ooohh.... Sepertinya Aku udah nggak kuat lagi Neng...

Kocokan tanganmu enak beeneeerrr.... Ooohh.." Lenguh kenek bus itu dengan

tubuh yang mulai bergetar hebat.

"Iya Neeng... Ehhmmm.... Bapak juga mau keluar nih Neng ... Bapak mau

ngecrotin tetekmu ya Neng....? Ooohh.... " Pinta Pak Kori yang juga mulai

menggeliat-geliat tak karuan.

"Abang juga mau keluar Neeeeng... Abang ngecrotin muka Neeeng aja

yaaa....?"

Ingin segera cepat selesai, Clara tak menjawab. Ia hanya menganggukkan

kepalanya sembari terus meludahi, menjilat dan mengocok kedua penis yang

ada digenggaman tangannya.

" JUUHH... JUUHH... NYLAP...."

TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK TEK

"Ooohh.... Ngentoottt Neeeng... Ngeeentoooottt.... Bapak mau ngecroot

Neeengg.... Ooohh... Bapak mau ngecrotin tetekmu Neeeengg.....

Ngentoooott..." Lenguh Pak Kori dengan tubuh mulai kelojotan.

"Abang juga Neeeng.... Ooohh.... Buka mulutmu Neeng... Abang pengen

ngecrotin mulutmuuu...." Seru abang kenek bus itu dengan tubuh yang

menggeliat-geliat tak kalah hebohnya.

CROOOT...CROOOTTT... CROOOT... CROOCOOOTTT.. CROOT...

CRROOCCROOOT.... CROOT... CROOCOOOTTT.. CROOT... CROOT...

CRROOCCROOOT.... CROOT... CRROOOT... CROOT...


Kisah Keluarga Penzinah

Dalam gerakan supercepat. Sperma Pak Kori dan kenek bus itu melesat cepat

menabrak tubuh dan wajah Clara. Membasahi payudara besar dan wajah

cantik Clara dengan brutal.

CROOOT...CROOOTTT... CROOOT... CROOCOOOTTT.. CROOT...

CRROOCCROOOT.... CROOT...

"Wuuuoohh.... Neeeenggg.... Enaknyaaa... " Seru Pak Kori dan kenek bus itu

hampir berbarengan.

"Memang ya... Neng itu memang Lonte kelas wahid..." Puji Pak Kori dengan

nafas terengah-engah sembari mengambil alih batang penisnya dari tangan

Clara, dan terus mengocoknya kuat-kuat. Berusaha memeras semua

persediaan spermanya hingga tetes sperma terakhir, "Ga salah ya...? Ooohh....

Bapak kenal ama Neng.... Sssshh....Kocokannya mantaaabbh....Hehehe...."

"Hiya Neng... Neng memang bukan lonte sembarangan.... Wuenak bener

kocokannya..." Sahut kenek bus itu sembari mengipat-kipatkan sperma dari

batang penisnya yang mulai melembek ke arah Clara.

"WOOOIIYYYY.... Kardi... Ngapain lo berdiri mulu sisitu WOIY....?" Teriak

supir bus sambil melihat kearah temannya yang sedari tadi hanya diam di

belakang bus. "Ngapain juga lo ngocok-kocokin kontol lo disitu...? Sini lo...."

"Hehehe... Abis ngebantuin penumpang booosss...." Balas Kardi sambil

cengengesan. Ia lalu memasukkan penisnya kedalam celana dan berjalan

mendekat kearah supir.

"WUAANJING... Lo abis COLI ya...?" Kaget si supir yang seolah baru tersadar

jika didalam kendaraan yang ia kemudikan, baru saja terjadi sebuah pesta

mesum.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hiya bos... Mumpung ada LONTE muda disini...." Bisik Kardi sembari mengelus

selangkangannya.

"LONTE MUDA....? KAMPREET.... Mana Lontenya....? Mana...?" Tanya supir

sambil melengos kearah belakang, celingukan mencari tahu siapa yang

dimaksud Mardi dengan Lonte Muda. "Lonte itu cewe yang ada dikursi

belakang Mar...?"

"Hiya... Dooong...." Jawab Kardi yakin, "Cantik banget boooss... Dan kocokan

tangannya... Beeeuuhh... Rasanya....Mirip meki..."

"Ssseeeerrriiiiiuuuuusss...?"

"Wooiy Boos.... Liat jalan booss... Jangan celingukan mulu...." Teriak Mardi

begitu menyadari jika bus yang dikemudikan oleh temannya mulai melenceng

dari jalan.

" WUANNNJIIINGG...WUANJIIINGG... ANJIIING...." Teriak supir bus itu

berusaha mengendalikan laju bus yang makin tak terkendali. Badan bus itu

bergerak liar. Bergoyang kekiri dan kekanan. Ditambah dengan jalanan yang

licin dan pandangan kaca bus yang buram membuat usaha supir bus itu seperti

sia-soa.

CIIIIITTTT.....CCCCIIIIIITTTTTT...... CIIIIIIIIIEEEEEETTTT...

BRUUAAAAK.... KRIIIIIEEEETTTTT. BRUUUAAAAKKK. BRAAKKK

BRAAKKK...

Tiba-tiba, bus oleng kekiri, menerabas trotoar dan menabrak hancur

pembatas jalan. Dengan kecepatan tinggi, badan bus langsung merosot ke

tebing sungai yang terdapat di sisi kiri jalan dan berhenti setelah menabrak


Kisah Keluarga Penzinah

dasar sungai. Karena tabrakan yang cukup keras, badan bus bagian depan

langsung ringsek dan muncul asap putih yang mengepul tebal.

Supir yang kurang sigap, langsung pingsan karena menabrak setir bus dan

terjepit dibangku supir. Sementara kenek bus yang ada disamping supir

menabrak kaca depan bus hingga pecah dan terlontar sejauh 3 meter sebelum

akhirnya tergeletak tak berdaya di genangan air.

"Aduuuhhh.... Supir Kampreeettt....." Seru Pak Kori sambil meringis kesakitan

karena tabrakan bus tadi, membuat dahi dan pelipisnya robek sehingga

mengeluarkan darah segar. "Aaah... Supir Guooblookk... Guooblookk .....

Siaalaaan...." Tambahnya sambil merintihnya lemas memegang lukanya.

Sedangkan Clara yang ketika tabrakan masih dalam posisi duduk,

terselamatkan oleh punggung kursi yang ada didepannya. Walau sempat

menerima tubrukan tubuh Pak Kori dan goncangan keras badan bus, gadis

cantik itu masih baik-baik saja.

Melihat Pak Kori yang lemas dengan dengan wajah berdarah-darah, Clara

buru-buru membenahi pakaian sebisanya. Ia ingin segera berlari

menyelamatkan diri dengan menuju pintu keluar bus yang terdekat. Krena

Clara tak ingin menyentuh tubuh lelaki tua yang masih tergolek lemas

disampingnya, Clara segera beranjak naik ke kursi tempat ia duduk dan

bersiap melompat kebelakang.

"Heeehhh... LONTE... Mau kemana kamu...?" Hardik Pak Kori yang masih

sempat menangkap kaki Clara ketika ia hendak melompat.

BRUUK... JEBLUK.... GLUDAK...


Kisah Keluarga Penzinah

"Aduuuhhhh... " Seru Clara ketika ia terjerembab jatuh. Ia tak menyangka

jika pria tua yang sudah belepotan darah itu masih saja mencoba mengganggu.

"Jangan lari ya Sayang.... Kamu temenin bapak aja ya...." Seru Pak Kori yang

tiba-tiba bangun dan berjalan kearah Clara.

Melihat Clara yang jatuh telentang, membuat Pak Kori tertegun menatap ke

arah selangkangan Clara yang terlihat jelas. Roknya tersingkap tinggi hingga

ke pinggang, dan pahanya terbuka lebar memamerkan celah perawannya yang

gemuk basah dengan biji klitoris yang masih gemuk menonjol.

"Memekmu menggoda sekali Neng... Merah... Merekah... Dan biji itilmu...

Wuiihh... Udah horny berat kamu ya...? Bapak boleh ya nyicipin dikit..." Ucap

pria bejat itu sambil memasukkan penis dan betulkan celananya. "Tapi...

Sebelumnya... Kita keluar dari bus busuk ini dulu ya Neng... Kita pulang dulu ke

kontrakan Bapak.... "

"Eeehh.. Jangan Pak.... Clara mau pulang...."

"Sssssttt... Kita pulang kok Neng... Tapi kita pulang kerumah Bapak... Deket

kok dari sini... Hehehe...." Tak meneruskan kalimatnya, Pak Kori hanya

terkekeh mesum sambil menggandeng tangan Clara keluar dari bus, "Ntar

Neng pasti suka deh... Hehehe.... "

Walau hujan masih turun dengan deras, Pak Kori sama sekali tak peduli. Ia

tetap menggandeng Clara menuju pintu belakang bus dan mengajaknya turun.

"Jangan Pak... Jangan...." Raung Clara begitu merasa ia mulai diseret pria tua

itu keluar bus.


Kisah Keluarga Penzinah

"Sssttt... Jangan ngelawan Neng... Khan bapak mau kasih enak.... Hehehe..."

Kekeh Pak Kori sambil melangkah keluar bus.

SRREEETT.. JLEDUGH.. DUUUKK.... KRAK...

"Aaaaarrrgggghhhh.... Bangkeeee.... " Teriak Pak Kori ketika ia secara tak

sengaja terpeleset ketika melangkah keluar pintu bus. Ia jatuh terperosok ke

sungai dengan kaki duluan. "Aaarrggghh.... Tolong Bapak Nenng... "

"Mampuuuss...." Girang Clara ketika melihat Pak Kori jatuh kesakitan.

"Tolong Bapak Neengg... Sakit sekali kaki Bapak.... Sepertinya kaki Bapak

keseleo ini Neng..." Rintih Pak Kori dengan tangan berusaha menggapai-gapai

kearah Clara.

"Ogah... Clara mau pulang...." Jawab gadis manis itu sambil melompat keluar

dari bus melewati tubuh pria tua yang masih tak berdaya di dekat pintu bus.

Dan segera berjalan meninggalkannya.

"Neeeenggg Claraaaa.... " Teriak Pak Kori pilu ,"DASAAR ANAAK

LONTEEEE....."

Mendengar jeritan Pak Kori, entah kenapa tiba-tiba Clara berbalik arah. Ia

malah berjalan mendekat kearah pria tua yang masih tergolek tak berdaya

itu.

"Bapak bilang apa barusan....?" Tanya Clara jutek.

"Hehehe... Kenapa....? Neng Marah...?" Jawab Pak Kori, "Anak Lonte aja pake

marah-marah segala...."

"Mama Clara bukan LONTE ya Pak..." Jawab Clara emosi


Kisah Keluarga Penzinah

"Ahhh... Nggak mungkin... " Elak Pak Kori, " Mama Neng pasti LONTE..."

"Bukan...."

"Hehehe... Neng Clara.... Dimana-mana LONTE yang punya anak... Kalo gedhe

ya pastinya bakal jadi LONTE JUGA... Ya kaya Neng Clara itu...." Tambah Pak

Kori sembari mengusap area selangkangannya yang mulai menggelembung lagi,

"Kalo Neng bukan LONTE... Mana mungkin Neng bisa sebinal tadi...?"

"Gitu ya Pak....?" Ucap Clara dengan wajah memerah.

"Pake ngaku masih perawan... Mana ada perawan yang jago banget ngocokin

kontol Neng...?" Ucap Pak Kori sinis,"Udah-udah.... Mendingan sekarang Neng

tolongin Bapak... Trus kita pulang kekontrakan Bapak...."

"Abis gitu...?"

"Ya kita ngentot Neng... Yuk Neng... Bapak pasti bakal puasin memek gatel

Neng deh... "

" Bapak mau ngentotin memek Clara ya...?"

"Hiya Neng... Kalo perlu malah... Bapak juga pengen ngentotin memek Mama

Neng.... Hehehe..." Kekeh Pak Kori sambil terus mengusap selangkangannya

yang makin menggembung, "Yuk Neng... Buruan tolong bangunin Bapak Neng...

Bapak udah nggak tahan lagi...."

"Hhhmmm... Okelah kalo begitu..." Ucap Clara yang langsung mendekat kearah

tubuh Pak Kori dan mencoba mengangkat tubuh pria tua itu.

"Ayo Tarik Neng...."

"Berat banget Pak..." Seru Clara sambil mencoba mengambil posisi.


Kisah Keluarga Penzinah

Ketika Clara mendekat kearah tubuh Pak Kori yang tergeletak di aliran sungai,

ia sengaja menempatkan kakinya kedekat selangkangan pria tua itu. Dan tanpa

basa-basi, Clara langsung saja menginjak-injak batang kebanggaan Pak Kori

itu kuat-kuat.

Keras dan tanpa ampun.

JDUK.. JDUK.. JDUK..

"RASAIN BANGKE... " Umpat Cara yang terlihat begitu emosi akibat kalimat-

kalimat Pak Kori tadi.

"AAAARRRGGHHHH....EEENGGGG....." Jerit Pak Kori yang tak menyangka

bakal mendapat serangan dari gadis mungil yang ada didepannya. Namun

karena posisi Pak Kori yang tak menguntungkan, pria tua itu tak bisa berbuat

apa-apa.

JDUK... JDUK... JDUK... JDUK...

Berulang kali, Clara menginjak-injakkan kakinya ke tengah-tengah

selangkangan Pak Kori dan membuat lelaki tua itu akhirnya pingsan.

JDUK... JDUK.... KLETAK... KLETAK...KLETAK... KREGH...

"Ups... Maaf Pak... Sepertinya KONTOL Bapak PATAH...." Ucap Clara yang

langsung turun begitu ia mendengar suara patahan dari arah selangkangan Pak

Kori, "Maaf ya Paak... Clara nggak sengaja... Hihihihi...." Tambahnya lagi

sembari melompati turun dari atas tubuh Pak Kori.

HUP


Kisah Keluarga Penzinah

Clara melompat dan buru-buru naik ke tebing sungai. Setelah itu ia berjalan

menjauh dari lokasi kejadian sebelum masyarakat sekitar mendekat kelokasi

kecelakaan.

NGUUUUIIIINNNGGGG.... NGUUUUIIIINNNGGGG.... WIIIUUU...

WIIIUUU... WIIIUUU...

Tak beberapa lama, suasana sekitar kejadian mulai riuh karena masyarakat

sekitar mulai berdatang ke lokasi kecelakaan, termasuk polisi dan ambulance.

Mereka langsung berusaha menolong korban kecelakaan, termasuk Pak Kori,

supir dan kenek bus dari dalam sungai.

Dengan meneduh dibawah bangunan didekat lokasi kecelakaan, Clara berusaha

mengeringkan tubuhnya sebisa mungkin sambil melihat usaha penyelamatan

korban dari lokasi kejadian.

"CLARAAA.... " Seru seseorang yang terdengar begitu familiar di telinga

Clara.

"Itu suara Kak Ciello..." Seru Clara dalam hati sambil celingukan melihat

kearah kerumunan orang yang ada disekelilingnya. "KAK CIELLOOOO...."

Teriak Clara senang, berusaha menjawab panggilan kakak kandungnya yang tak

kunung dapat ia temukan.

"Hei Tookeeett... " Panggil Ciello yang tiba-tiba sudah memeluk Clara dari

belakang, tanpa mempedulikan baju basah adiknya sama sekali, "Fiiuuhh...

Akhirnya kamu ketemu juga..."

"Kaaakaaaaakk....." Seru Clara yang langsung membalikkan badan dan memeluk

tubuh kakaknya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Kamu kemana aja sih...? Kakak dari tadi nelponin kamu tapi nggak diangkat-

angkat...?"

"Maaf Kaak... Clara tadi pulang pake bus yang salah..."

"Astaga... Jangan bilang kalo bus itu adalah bus yang nyusruk didepan itu....

Itu bukan bus yang tadi kamu naikin khan...?"

Tak menjawab. Clara hanya mengangguk pelan dan makin memeluk tubuh besar

kakaknya erat-erat.

"Astaga Adeeekkk... Kamu nggak kenapa-napa khan...?" Seru Ciello yang buru-

buru menjauhkan tubuh adiknya dari pelukannya dan menatap dengan seksama.

"Adek nggak kenapa-napa kok Kak.... Adek baik-baik aja...." Jawab Clara pelan.

"Beneran kamu nggak kenapa-napa...? Kamu luka nggak...? Ada yang kegores

nggak...?"

"Hiya kak... Nggak ada... Adek nggak kenapa-napa ..."

"Itu lutut kamu kenapa....? Kok diplester....? Berdarah ya....?" Seru Ciello yang

langusng berjongkok dan mengusap tambalan plester yang ada di kaki Clara.

"Uuuhhh... Sssshhh.... "

"Sakit ya....?"

"Iya... Tapi nggak apa-apa kok Kak.... Udah yuk.... Kita pulang.... Clara laper...."

"Hmmm... Okedeh.... Tapi... Satu lagi Dek..." Tanya Ciello dengan wajah yang

super serius. Ia berdiri lalu memegang kedua pundak Clara erat.

"Apaan Kak...?" Jawab Clara penasaran.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hmmmm..... Ini...." Goda Ciello sambil meremas kedua payudara Clara yang

masih terbungkus baju seragam yang basah. " Toket kamu... Mereka juga

nggak kenapa-napa khan....?"

"Iiiihhhhh... Kaakaaaaakkkkk....." Seru Clara sambil berpura-pura kesal dengan

mencubit dan memukul tubuh Ciello tanpa menghiraukan remasan tangan Ciello

di kedua bongkahan payudaranya.

BUK BUK BUK....

"Hahahaha... Aduh-aduh... Ampuuunn.... Dek Ampuunn...." Tawa Ciello sambil

menepis tangan adiknya.

"Kakak tuh ya... Mesumnya nggak abis-abis...." Jerit Clara sambil mengomel.

Yang langsung menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya, "Bukannya

takut Adek kenapa-napa... Malah khawatir ama tetek Adek.... Iiiihhh...

Kakaaaakk..... Meesssuuummmm...."

"Hahaha... Abisan Kakak khawatir banget ama kondisi mereka... Adekku

Saayaaaangg...."

"Udah-udah.... Ayo pulang Kak...." Pinta Clara sewot, "Kalo nggak mau... Clara

pulang aja sendiri...."

"Heeeehh... Jangan gitu ah...."

"Yaudah makanya... Buruan...."

"Iyeeeee... Tuan Putriiiii..... Yuk....."

Sambil memeluk tubuh kecil adiknya, Ciello menuntun Clara menuju mobil.

"Eh... Dek....?" Tanya Ciello tiba-tiba.


Kisah Keluarga Penzinah

"Yaa Kaak...?"

"Kamu nggak pake beha ya...?" Tanya Ciello sambil merabai punggung polos

Clara dari luar baju seragamnya.

"Ehh....Khan.... Tadi... Nggg... " Jawab Clara bingung. Ia tak tahu harus

mengucapkan apapun.

"Addduuhh... Aku harus jawab apaan....?" Bingung Clara, "Nggak mungkin khan

aku bilang kalo beha aku tadi digunting dan dibawa ama Pak Kori sialan itu....?"

"Iya ini kamu nggak pake beha...." Ucap Ciello memastikan, "Beha kamu kemana

Dek.....?"

"Ngggg... Tadi khan Clara keujanan Kak.... Jadi biar nggak masuk angin... Clara

lepas aja behanya...." Jawab Clara asal-asalan.

"Oooowww... Gitu.... Pantesan puting kamu ngaceng gitu....Dia kedinginan

Dek...." Ucap Ciello pelan sambil iseng mengusap tonjolan imut di ujung

payudara Clara.

"Iiihhsss... Kakak..." Tepis Clara pelan.

"Tapi... Untung aja ya... Puting kamu warnanya pink... Jadi nggak keliatan tuh...

"

"Kelihatan gimana...? "

"Kelihatan kaya tutup spidolnya kalo lagi nggak pake beha...." Usap Ciello lagi

tanpa menghiraukan tepisan tangan adiknya.

"Iiiihhhsss.... Enak aja tutup spidol... Dasar Kakak messuuuummmm....." Sewot

Clara sambil langsung mencubiti pinggang Ciello lagi.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hahahah.... Aduh... Aduuh... Aduuhh... Ampun Deeeekk...." Tawa Ciello sembari

menepisi serbuan cubitan pedas tangan Clara

"Iiihhhsss.... Rasain nih... Rasaaaain.. Biar biru semua badannya...." Sewot

Clara, "Ditempat umum gini masih aja pengen megang tetek Adek...."

"Hahaha... Ampun Deeek.... Ampuuunnn....." Tawa Ciello yang buru-buru

mendekap Clara. Berharap dengan dekapannya, Clara tak lagi mencubitinya.

"Iya....iya... Kakak nggak pegangin lagi...Hahaha..."

"Kakak Iiihhhsss... Kalo ngegodain Clara terus... Clara pulang sendiri ajalah...."

"Loohh Jangan-jangan.... Ntar kamu salah bus lagi loohh...."

"Bodo...."

"Hehehehe... Dasar Adek streessss...." Jawab Ciello yang kemudian mengecup

kening Clara. Berusaha menenangkan adik semata wayangnya sambil

meneruskan langkah mereka ke mobil .

"Ehhh Dek... "

"Apaaa...?" Jawab Clara jutek.

"Kamu nggak pake celana dalem juga...?" Tanya Ciello lagi sambil meraba dan

meremasi pantat Clara dari luar rok seragam sekolahnya.

"Iiiihhhssss.... Kakak... Udah deeeh.... Sukanya kok ngegrepe-grepein badan

Adek siiihhh....?"

"Iya... Ini kamu nggak pake celana dalem.... Trus ini di pipi kamu ada apaan

Dek....?" Heran Ciello sambil mencolek gumpalan lendir bening yang masih

menempel di leher Clara, "Kok di leher kamu ada lendir-lendirnya gini Dek....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Lendir apaan....?"

"Iniiihhh...." Tunjuk Ciello sambil menunjukkan jari tangannya yang berlumuran

cairan bening licin kewajah adiknya, "Kok mirip.........."

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 15 | Liburan Keluarga...

Disuatu hari, disebuah komplek private villa yang terbilang cukup mewah

ditepi danau, terlihat keluarga Mike dan Citra sedang berlibur. Mike, Citra,

Ciello dan Clara, dalam beberapa bulan sekali selalu menyempatkan sedikit

waktu mereka untuk liburan. Entah ke gunung, tempat rekreasi, ke luar negeri

ataupun kepantai. Sekedar melepas kepenatan dari sibuknya aktifitas mereka

yang tak pernah habis.

"Mamaaaaah…. Ayok Maa balapan di air pake speedboat Maaa...." Seru Ciello

riang setelah selesai berganti pakaian dan membereskan barang bawaannya

kedalam kamar, "Pasti bakalan seru deh Maa..... Panas-panas gini kebut-

kebutan di air...."

"Nggg.... Nanti dulu deh Sayang.... Khan kita baru sampe...." Ucap Citra yang

juga sibuk mondar-mandir membawa semua kantong belanja dari dalam mobil.

"Lagian Mama khan belum ganti baju renang Sayang.... Ama Papa aja

gimana.....?"

"Bentar Kak... Papa harus konfirmasi laporan penjualan sebentar yaaa..."

Celetuk Mike yang walau sudah berganti pakaian renang, masih terlihat sibuk

dengan smartphonenya, "Kamu duluan aja deh Kak... Nanti Papa susul...."

Tambah Mike tanpa melihat kearah Ciello, "Atau kalo nggak... Ama Clara aja

dulu gih... Dia pasti mau...."

"Yaaah... Kalo ama Clara mah nggak seru Paa.... Pasti nanti dia marah-marah

mulu...." Gerutu Ciello sambil melangkah mendekat ke adik kandungnya yang

juga sedang membenahi barang-barangnya, "Heeei Toket......Kamu mau ikut

Kakak maenan speedboat nggak...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nnngg....Nanti dulu deh Kak....Clara mau berendam dulu dikolam..." Seru Clara

yang juga sudah dalam busana bikininya sambil menggelangkan kepalanya,

"Pasti air danau dinginnya bukan main...."

"Huuuu....Cemeeennn....Bilang aja nggak berani...." Bisik Ciello sambil berjalan

mengitari adiknya.

"Yeeee......Siapa juga yang ga berani....Clara khan cuma pengen ngangetin

badan dulu di kolam.... Weeeeeekk..." Ledek Clara menjulurkan lidahnya.

"Huuu....Penakut....!" Goda Ciello yang dengan iseng tiba-tiba meremas

payudara kiri Clara,"Bilang aja takut toketnya mengkerut kena air

danau.....Hahaha...."

"Iiihhhsss Kakaaakk...." Tepis Clara pada tangan jahil Ciello,"Apaan

siiiihhh….???"

"Dasar tokeeett silikoooonnn...." Remas Ciello iseng sembari menggoyang-

goyang payudara Clara bak puding, sebelum akhirnya ia berlari menjauh dan

tertawa geli.

"Iiihhhsss.....Iseng banget siiihhh.....Maaaaah Kak Cieellloooo niiih Maaaaah...."

Sebal Clara sembari berusaha mengejar Ciello, "Maaaah....Kak Ciellooo nih

Maaaahhhh....Iiihhhhsss nakal banget..."

"Heeeiiiii.... Kakak Cielloooo… Jangan gangguin adiknya mulu aahhh…." Tegur

Citra dengan wajah judesnya,"Becanda joroknya dirumah aja…. Jangan disini

… Inget… Ini bukan rumah…. Kali aja ada banyak orang yang memperhatikan..."

"Maammpusss…." Girang Clara dengan nada kemenangan,"Rasain diomelin

Mama…."


Kisah Keluarga Penzinah

"Kamu juga Clara… Jadi anak jangan cengeng…" Tegur Citra juga pada Clara

,"Dikit-dikit ngambek… Dikit-dikit lapor…."

"Hehehe… Kena juga nih yeee…." Goda Ciello puas sambil cengar-cengir

mengejek.

"Udah yaa… Udah…. Kalian jangan berantem lagi… Mama mau keluarin barang

belanjaan dulu deh...." Pamit Citra kepada kedua anaknya sambil melangkah

kearah Mike dan mengecup bibirnya pelan, "Nitip anak-anak bentaran ya

Sayang… CUP…"

"Iya cantikku sayang yang paling seksi....Dan menggairahkan......Cuuuupp..."

Kecup Mike yang langsung membalas ciuman bibir istrinya dengan ganas,

"Ngeliat kamu marah....Bikin aku jadi ikutan 'Marah'

Sayang....Cuuup....Sluurrp....Cup Cup...." Tambah Mike yang tiba-tiba memeluk

tubuh ramping Istrinya dan langsung mencumbu bibir lembut Citra didepan

kedua putra putrinya. Bahkan, Mike sempat meremas kedua pantat bulat Citra

ketika mereka berciuman.

"Iiihhhsss Mamaaaa.....Tadi ngelarang anaknya becanda jorok di tempat

umum....Sekarang Mama malah yang ciuman...." Protes Clara

"Ehhh.....Enggak kok Enggak....Cup....Cup....Mama nggak ada maksud begitu kok

Sayang....Ini....Papa kamu yang mulai....Udah ahh Mas....Udah....Cup Cup Cup...."

Alasan Citra berusaha melepaskan diri dari pelukan dan serangan mulut

suaminya.

"Iya niiih.....Kata-kata Mama nggak konsisten.....Nggak bisa dipegang..."

Celetuk Ciello sambil melirik kearah adiknya, "Berubah-rubah....Mirip tetek


Kisah Keluarga Penzinah

Clara.....Kadang besar....Kadang keciillll....." Tambah Ciello sambil kembali

mengganggu Clara. Mencubit salah satu payudaranya sebelum berlari menjauh.

"Kaaaaakkkk Cielllooooo...."Jerit Clara emosi sambil berlari mengejar kakak

kandungnya. Berusaha menangkap Ciello untuk dapat membalas perlakuan

isengnya barusan.

"Hhhhh.... Kalian tuh yaaaa.....Susah banget kalo dikasih tau..." Omel Citra

sambil menggelengkan kepala melihat gaya becanda kedua anaknya.

Layaknya kakak dan adik pada umumnya, Ciello dan Clara memang sering

becanda. Tanpa mengenal tempat dan waktu. Saling ejek, saling tawa, saling

iseng. Sama seperti saudara pada umumnya. Namun jika dilihat secara

seksama, gaya bercanda mereka agak sedikit kurang wajar.

Ciello sering sekali menggoda adiknya dengan cara yang dapat dibilang sedikit

mesum. Dengan cara mencabuli tubuh Clara seperti meremas payudara atau

mencubit pantat. Sedangkan Clara, juga sering kali membalas perlakuan iseng

kakaknya dengan cara meremas kantung zakar kakaknya hingga menjerit-jerit

kesakitan.

"Awas ya....Kalo sampe ketangkep....Bakal Clara pecahin tuh telor.... Biar

MAMPUS..." Seru Clara gemas sambil menunjuk kearah selangkangan Ciello

dan terus berlari-lari mengejar kakaknya.

"Nggak bakalan bisa.....Weeeekkk.....Hahahaha..."

"Heeeehhh....Udah ah udaaahh....Kalian jangan lari-lari...." Teriak Citra

berusaha mengingatkan kedua anaknya supaya tak berkejar-kejaran di

sekitaran kolam renang villa, "Lantainya licin loohhhh.....Awas jatuuuhhh....."


Kisah Keluarga Penzinah

"Udah saja sayang.....Biarin aja mereka main..."Seru Mike sambil mengusap

pundak istrinya."Kamu kedapur aja gih.... Aku laper..... Ntar mereka biar aku

aja yang ngawasin..."

"Hhhhh......Ya sudah.... Titip anak-anak dulu yaa Sayang..."Pamit Citra lagi

sembari berjalan meninggalkan suaminya.

KEJEBLUK....

"Wuadauww...." Teriak Ciello yang jatuh dengan pantat yang mencium lantai

duluan.

"Hahahahaha....." Tawa Clara spontan

Belum juga Citra hilang dari pandangan. Apa yang dikhawatirkan Citra terjadi.

Ciello jatuh dalam posisi yang lucu. Membuat ayah dua anak itu ikut-ikutan

tertawa lantang.

"Hahahaha.....Kamu kenapa Ciello....? Kamu nggak kenapa-napa khan...?" Tanya

Mike sambil berjalan kearah putranya.

"Rasaaaiiinnn.....Mampuusss.....Hahahaha....." Ledek Clara.

"Addduuuhhh......Sialaaan.... Sakit banget...." Rintih Ciello yang buru-buru

bangun sambil mengusap pantatnya, "Aaah....Clara maaaaah..... Ngelihat Kakak

jatuh bukannya ditolongin malah diketawain...." Ucap Mike.

"Biarriiiinnnn aja Paaa....Nggak usah ditolongin...." Ledek Clara lagi, "Biar kapok

dianya Paa..... Makanya.... Jangan suka ngegrepein tetek Clara mulu.....Jadi

begitu tuh akibatnya....Hihihi....."


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiihhsss....Itumah derita kamu jadi adek aku.....Salah sendiri punya tetek

gedhe...." Iseng Ciello lagi yang setelah berdiri, langsung memeluk tubuh

mungil Clara dari belakang dan meremasi kedua payudara Clara. Setelah itu,

Ciello mencubit payudara adiknya keras-keras.

"Aaaaaarrrrrgghhhhh…..Iiihhhhsss

Kaakkkaaaaaakkkk.....Aduuhh.....Aduuuuhhhh...." Seru Clara sambil berusaha

melepaskan diri dari pelukan kakaknya dengan cara melancarkan cubitan-

cubitan maut ketubuh Ciello.

"Week nggak kena.....Wek nggak kenaaa...." Balas Ciello yang setelah meremas

tubuh Clara, segera kabur melarikan diri.

"Iiiiihhhhsss....Aduuuhhh….Kakak maaaaah......Becandanya ngacooo...."

"Hahaha.... Rasaaain.... Rasaaain.... Rasaaain...." Girang Ciello berlari-lari sambil

joget.

"Papaaaaa....Kak Ciello tuuuhhh.....Tolong gebukin dong Paaa...." Rengek Clara

manja sambil memegangi kedua payudaranya dan berjalan mendekat ke arah

Mike.

"Heeeeeh… Ciello… Udah-udah… Jangan ganggu adikmu ahhh… Udah-udah…"

Tegur Mike yang segera memeluk putri kandungnya. Berusaha menenangkan

Clara dari godaan Ciello.

"Hahaha… Dasar tukang lapor… Yaudah deh….Paaa....Aku mau maen speedboat

dulu yaa.....Dadaaahh tokeeett jeeeleeeekkkk....."

"Iiiihhhhssss… Papaaa....Kak Ciello tuuuhh.....Iseng bangeeett...." Manyun

Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hahahaha… Jangan ngambek gitu ah Sayang… Kakak kamu khan cuman

becanda…" Ucap Mike berusaha menenangkan Clara.

"Becanda sih becanda… Tapi khan nggak harus selalu ngeremes tetek Clara

kali Paaa…" Gerutu Clara lagi dengan mulut manyunnya,"Khan itu namanya

nggak sopan…"

"Hahaha… Iya deh… Nanti Papa bilang ke Kakakmu…."

"Mana ngeremesnya kenceng banget… Tetek Clara khan jadinya ngilu…." Ucap

Clara cuek sambil mengusap-usap kedua payudaranya dengan pelan,"Ssshh…

Aduuuuhhh….."

Melihat kecuekan Clara ketika mengusap payudaranya, membuat Mike mau tak

mau memperhatikan tingkah laku putrinya itu. Terlebih ketika Clara mulai

mendesah dan mengurut-urut gundukan daging berukuran besar di depan

dadanya itu, membuat kerongkongan Mike seketika langsung kering

kerontang.

Entah kenapa, tiba-tiba Mike melihat sosok yang berbeda pada diri putrinya.

Dalam balutan bikini mungil berwarna merah muda dan corak biru bunga-

bunga, Clara terlihat begitu menawan. Bukan. Clara terlihat begitu dewasa.

Begitu seksi. Begitu menggairahkan.

Wajahnya yang imut, terlihat bersinar tertimpa sinar Matahari pagi.

Rambutnya yang hitam, lurus, dan panjang, terlihat berkilau bak rambut gadis

iklan shampo. Kulitnya putih mulus tanpa luka. Membuat batang kelelakian

Mike tiba-tiba menggeliat hebat.


Kisah Keluarga Penzinah

"Sejak kapan Sayang kamu berubah menjadi wanita dewasa seperti

ini....?"Tanya Mike melirik kearah aset pribadi Clara,"Kamu terlihat begitu

menggoda cantik Sayang.....Begitu menggoda....."

Melihat putrinya yang melangkah mendekat, otak Mike mendadak berpikiran

ngeres.

Bikini mungil Clara terlihat kesulitan menampung payudara besarnya, membuat

Mike ingin membantu menangkapnya. Supaya payudara itu tak meloncat dari

tangkupan bikini putrinya setiap kali ia bergerak. Putingnya yang tercetak

jelas, membuat Mike juga tak mampu menahan liurnya. Membayangkan betapa

enaknya jika ia bisa mencaplok serta menyedot-nyedot payudara besar itu

dengan buas.

Pinggangnya yang kecil dengan pusar berbentuk garis memanjang bulat keatas,

terasa begitu nyaman jika dipeluk dan dihentakkan dari belakang. Dengan gaya

doggy style, Mike membayangkan betapa ganasnya liukan tubuh putrinya yang

menggeliat kekanan dan kekiri setiap kali penis besarnya menghujam maju

menembus selaput perawannya.

Bawahannya bikininya terlihat begitu mini, memamerkan kaki panjang tanpa

bulunya yang terlihat mengkilap saking mulusnya. Membuat Mike ingin

merebahkan Clara di lantai kolam dan membentangkan pahanya lebar-lebar

sembari menciuminya gemas.

Bongkahan pantat Clara juga terlihat begitu menggiurkan, bergeol-geol setiap

kali ia jalan, membuat Mike begitu ingin untuk meremas dan menepuknya kasar

sebelum akhirnya lubang anusnya ia jebol dengan kepala penisnya yang sudah

berkedut kuat.


Kisah Keluarga Penzinah

Dan yang paling membuat Mike tak mampu mengalihkan tatapan matanya dari

tubuh putrinya adalah ketika ia melihat celah yang terdapat di selangkangan

Clara.

"Astaga itu gundukan memeeeekk… Montok amat ya…?" Bisik Mike seolah tak

percaya dengan apa yang ia lihat dengan matanya. Belahan vagina Clara itu

terlihat begitu nyata, menonjol dan tercetak jelas di kain segitiga celananya.

Membuat pikiran Mike seketika menjadi penuh dengan fantasi joroknya.

Mike seolah lupa jika gadis belia yang ada di depannya adalah putri

kandungnya."Enak banget itu memek kalo aku jilat-jilat…. Enak banget itu

memek kalo aku kobel-kobel… Enak benget itu memek kalo bisa aku sodok

dengan kontol besarku… Ohhh… Claraaaaa…...Memekmu gemuk sekali

Sayang.... Tembem..... Ohhh... Sayang….Tubuhmu membuat kontol Papa

tersiksaaaa...." Tambah Mike sembari membetulkan posisi penisnya yang tiba-

tiba terasa kurang nyaman

"Paaa....? Papa....?" Panggil Clara tiba-tiba sambil melambaikan tangannya

kewajah Mike.

"Eh....Iya Sayang....?" Kaget Mike yang buru-buru berusaha meredam

birahinya, "Papa kenapa...? Kok ngeliat Clara sampe ngiler seperti itu....?"

"Eh....Nggak kok sayang...Sluurp… Anu…." Ucap Mike bingung sambil

menyeruput air liurnya yang meleleh dibibir, "Papa cuman ga nyangka kalo

kamu udah gedhe gini ya...."

"Hiyalah....Khan dikasih makan mulu.....Hihihi...." Tawa Clara renyah, "Eh...

Papaaa.....Bang Ciello nakal banget tuh Paaaa.....Tetek Clara diremes kenceng


Kisah Keluarga Penzinah

bangeettt… Sampe beasa ngilu gini niiihhh...." Manja Clara sambil

memperlihatkan area bawah payudaranya yang memerah.

"Haaa…? Ngilu….?" Kaget Mike sambil berusaha menelan ludah birahinya, "Sini

coba Papa lihat… Kali aja Papa bisa ngobatin…." Ucap Mike yang buru-buru

membungkukkan tubuhnya supaya bisa melihat aurat putrinya lebih dekat.

"Niihh… Sampe merah gini tetek Clara…" Ucap putri Mike itu cuek sambil

mengangkat sedikit kain bikininya. Menunjukkan payudaranya, tepat dibekas

cubitan yang berwarna kemerahan di kulit bawah payudaranya.

"Astagaaaaa…. Putih bener kulit tetekmu Sayang….? Muluuusss…...Dan urat-

urat hijaunya… Ooohh Sayaaang…. Kok bisa sampe kelihatan jelas gitu

siiihhh….? Pasti tetekmu bakalan langsung merah tuh kalo papa

cupangin….Pasti tetek besarmu itu juga bakalan berasa nikmat banget kalo

Papa gesek-gesek pake kontol Papa Sayang…Ooohh...Tetek putriku udah

semakin besar bangeeet…." Batin Mike yang lagi-lagi merasa kesulitan

menelan ludah karena pikiran joroknya.

"Papaaaa….?" Panggil Clara lagi, "Kok Papa ngelamun lagiiii….?"

"Ehhh… Ehhh… Kenapa…? Maaf Sayang…."

"Papa mikirin apaan sih…? Kok sampe ngiler gitu lagi…?"

"Sluuurrpp… Oh ini… Maaf.....Papa tiba-tiba laper Sayang…"

"Lah terus…? Tetek Clara gimana nih…?"

"Eh iya ya...Papa sampe lupa….Hahaha" Celetuk Mike dengan nada tak bersalah,

"Hmmmm… Kok bisa sampe merah gitu ya Sayang…?" Ucap Mike sambil

meniup-niup daerah payudara Clara yang berwarna merah.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiihhhhsss...Kok malah ditiup-tiup sih Paaa...? Emang Clara masih anak

kecil....?"

"Laaah....Papa juga nggak tahu Sayang ngobatinnya kaya gimana.....Hahaha...."

"Ahhh....Papa nggak pengertian juga ihhhss.... Yaudahlah.... Ntar biar Clara

minta obatin ama Mama aja deh..." Sewot Clara yang kemudian membetulkan

bikininya, dan membalikkan badan. "Paah… Nanti Papa harus ngehukum si

Monyet Buntung ya Paaa..."

"Monyet Buntung...?"

"Iya....Nanti Papa harus ngehukum Kak Ciello....Biar nggak ngisengin tetek

Clara lagi....."

"Hahahaha....Iya Iya...."

"Janji ya Paa… Papa bakal ngomelin Kak Ciello…." Tambah Clara menjulurkan

jari kelingkingnya kearah Mike dengan tegas dan membuat payudara besarnya

yang terbungkus bikini mungilnya bergoyang-goyang dengan manjanya

"I… Iya Sayang….Iyaaa….." Ucap Mike dengan mata yang menatap tajam

kearah goyangan payudara Clara, "Paapa janji…"

"Suwer...?...."

"I....Iya Sayang.....Iyaa...." Ulang Mike, "Hahahaha… Kamu tuh yaaa… Nggak

percayaan amat ama orang tua…"

"Bukan nggak percaya Paaa… Cuman Papa khan orangnya suka lupa…."


Kisah Keluarga Penzinah

"Eeeh....Ada apa ini kok pake janji-janjian segala....?" Tanya Citra yang tiba-

tiba udah bergabung lagi bersama Mike dan Clara. Ditangannya, sudah

terdapat nampan berisikan beberapa cemilan beserta juice aneka rasa.

"Ehh Mama Citra Agustina udah dateng...." Sapa Clara yang terkadang suka

menggoda mamanya dengan menyebut nama panjangnya, secepat kilat

menyambar gelas juice yang ada dinampan, "Kebetulan nih ada juice… Clara

haus…. Glek... Glek... Glek..."

"Udah selesai ganti bajunya Sayang…?" Tanya Mike yang juga mengambil

segelas juice dari nampan.

"Udah dong…"Jawab Citra sembari tersenyum lebar dan meletakkan nampan

sajiannya di meja kolam renang.

"Udah ganti kok masih pake handuk…?" Bingung Mike yang memperhatikan

penampilan istrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki, "Emang udaranya

masih berasa dingin ya....?"

"Hihihihi… Sengaja… Biar kamu penasaran…." Goda Citra yang kemudian

memegang ujung handuknya, dan bersiap-siap untuk membukanya. "Tarik

nafas Mas… Jangan kaget yaaaa…."

SREEETT

"Wuidiiiiihhhh…. Mamaaaa… Bikininya dipake juga Ma akhirnya …?" Jawab

Clara spontan sambil buru-buru berdiri tepat disamping tubuh mamanya,

"Badan mama keliatan seksi banget Maaaa….Mirip ABEGE… Ayo photo aku ama

Mama, Paaa..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Aahh...Masa sih Sayang…?"Tanya Citra lagi sambil memutar-mutarkan

badannya dihadapan Mike dan Clara, "Emang aku kaya anak ABG ya Mas…?"

"Ehhh... Iya Sayang.... Mirip banget...." Jawab Mike sambil mengarahkan

smartphonenya dan mengambil beberapa photo dua bidadari kesayangannya.

CKREK.... CKREK.... CKREK.... CKREK.... CKREK.... CKREK....

Citra yang mengenakan bikini yang serupa dengan milik Clara, pagi itu terlihat

begitu sempurna. Dengan bikini two piece, membuat tubuh dewasanya terlihat

begitu semok dan menggairahkan. Terlebih ditunjang dengan asset yang jauh

lebih besar dan menggiurkan ketimbang milik Clara, membuat pikiran Mike

kembali melayang-layang.

"Istri seksi.... Putri seksi... Kalo bisa ngentotin mereka berdua... Gimana

rasanya ya...? Pasti berasa seperti di surga...." Pikir Mike mesum, " Habis puas

ngentotin memek Citra... Terus buah pejuhnya pas ngentotin memek Clara....

Uuuuhhh.... Rasanya pasti nikmat sekali... " Tambahnya lagi sembari

membetulkan batang penisnya yang menggeliat hebat.

"Woooowww.... Maaaaaaa..... Mama keliatan CANTIK sekaliiiii......" Teriak Ciello

tiba-tiba dari atas speedboat, "SEKSI sekali Maaaa....."

"MAKASIH Sayaaaaangggg...." Balas Citra lantang sambil melambaikan

tangan.

"Eh...Ayo ganti posisi...." Ucap Mike kaget sembari kembali berpura-pura

memphoto istri dan anaknya.

CKREK.... CKREK.... CKREK.... CKREK.... CKREK.... CKREK....


Kisah Keluarga Penzinah

"Bener khan Paa Clara bilang apa...?" Ucap Clara sambil terus berpose bak

model. "Kak Ciello aja ngeh tuh kalo mamanya SEKSI... Hihihi..."

"Hihihi.... Iya ya Sayang... Makasih yaaa...." Kecup Citra ke putrinya.

"Mama mah bukannya kaya ABG lagi Sayang... Dia memang ABG…."Jawab Mike

dengan mata yang hampir copot karena melotot,"ICM yang SBKN…"

"Apaan tuh ICM SBKN…?"Tanya Citra.

"Istri Cantik Mike yang Suka Bikin kontol Ngaceng…."Seru Mike mencium

bibir istrinya sembari meremas pantat bulat Citra kuat.

"Iiihhhsss…...Kalian tuh yaaa… Hueeeekkk…."Seru Clara yang buru-buru

menjulurkan lidah, mirip orang mual, "Mesum dan Menjijikkan…"

"Hihihi.... Maaassss… Malu ah ada Clara…."

"Hahahaha… Maaf Sayang…. Gara-gara Mamamu iniloh… Papa jadi nggak

tahan…."

"Enggak…. Papa emang selalu mesum kok… Clara udah ngerti…."

"Hahahahaha… Dasar anak ama Mamanya… Bisa aja bikin Papa nyut-nyutan…"

"Apanya Mas yang nyut-nyutan…."

"Kont…."

"Stop Stop STOP… Clara nggak mau denger percakapan kalian lagi…" Celetuk

Clara yang buru-buru menutup kedua telinganya

"Hahahaha…." Tawa Mike spontan sambil mengacak-acak rambut putri semata

wayangnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Udah ah… Clara mau berenang dulu yaaaa…." Potong Clara yang kemudian

berlari mundur dan menceburkan diri ke kolam air hangat dibelakangnya.

"Mamaa...Papaa… Ayo gabung sini..."

"Iya Sayang… Nanti yaaa… Mama mau kasih Papamu makanannya bentaran..."

Ucap Citra yang kemudian mengajak Mike duduk-duduk di kursi santai di

pinggir kolam renang, menikmati sajian pemandangan alam yang begitu

menyejukkan hati.

Suasana pagi itu terasa cukup dingin. Walau matahari sudah menampakkan

dirinya, namun kabut masih melayang tipis di atas permukaan tanah.

"Hhhhhhhh... Sejuknyaaaaa....." Ucap Citra sambil merenggangkan tangannya

lebar-lebar keudara, "Makasih ya Mas udah ngajak anak-anak kesini.... Mereka

terlihat begitu senang...."

"......." Mike tak menjawab. Ia hanya tersenyum menatap istri cantiknya.

"Mas....? Sayang...?" Tanya Citra sambil melambaikan tangannya kearah wajah

suaminya. Membuat Mike langsung tersadar dari lamunannya. "Kenapa

Sayang...? Ada yang salah di muka aku....?"

"Nnggg.... Nggak ada yang salah Dek...." Jawab Mike

"Lhaa terus kok kamu senyum-senyum sendiri...?"

"Kamu.... Cantik sekali Dek.... Seksi....."

"Halaaahh..... Gombal.... " Ucap Citra sambil memencet hidung Mike, "Kamu mau

berenang Mas...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nnggg... Nggak dulu deh.... Aku disini aja bentaran..."

"Ooooww... Yaudah.... " Ucap Citra singkat sambil mengibaskan handuknya.

Membentangkannya di atas kursi kolam renang dan menjadikannya alas tidur,

"Kalo gitu.... Tolong dong kasih punggung Adek sunscreen.... Adek mau

ngengetin badan sebentar...."

"Eeh... Iya... Sini...." Pinta Mike sambil duduk di atas handuk Citra.

"Nggak berasa ya Sayang..... Anak-anak kita udah pada gede..." Ucap Citra

memecah lamunan Mike.

"Eeehh....I...Iya..." Kaget Mike, "Kamu benar Dek...."

"Ciello bentar lagi kuliah.... Clara bentar lagi juga udah mau naek kelas tiga...."

"Bener.... Ga berasa aja kita udah bareng selama ini...."

"Iya Mas....Ga ngira ya..." Senyum Citra, "Ga berasa....Kita juga udah makin tua

ya Mas.....?"

"Tua...? Tua apanya Sayang...? Kamu nggak tua kok....Masih keliatan muda

banget...."

"Aaaahhhh.....Mas gombal...."

"Looohh....Beneran Dek....Kamu tuh masih keliatan kaya anak kuliahan....Badan

kamu juga masih bagus...."Ucap Mike sembari terus mengusap-usap punggung

Citra dengan sunscreen, "Nggak jauh beda kok ama Clara..."

"Goommm... Baaaallll….."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hahaha.... Ngaak percaya dia...." Sambil mengusap, Mike mulai mengurut

punggung istrinya dari belakang, "Eh iya Dek....Pernah sadar nggak...? Kalo

ternyata Clara tuh sekarang mirip kamu banget....?"

"Ya iyalah...Khan Clara anak aku Mas...."

"Iya....Mas tahu....Tapi maksud Mas bukan begitu Deek..."

"Hmmmm....Kalo bukan begitu.....Lalu gimana tuh Mas...?"

"Coba liat deh.... " Tunjuk Mike ke arah Clara yang sedang asyik berenang,

"Wajahnya.... Rambutnya.... Kulitnya..... Bentuk badannya....Semua mirip kamu

Dek....Mirip Citra Agustinaku ketika masih remaja......"

"Hhmmm.... Bener juga ya Mas...." Ucap Citra kaget, "Aku baru sadar..."

"Ya khaaan....Bener khan...? Apalagi itu tuh...."

"Itu apanya Mas...?"

"Teteknya..." Sebut Mike sengaja memberikan jeda pada ucapannya,

"Ck....Ck....Ck....Mirip seperti punya kamu ini Dek... Tambah Mike sembari

mengusap tepi payudara Citra dari belakang, "Besar....Montok dan ranum

Sayang...."

"Hihihihihi.... Kamu kok ngeliat Clara sampe sedetail itu Mas...?"

"Eeh enggak gitu Dek....Mas cuman heran aja....Kok bisa ya Clara sekarang jadi

seperti kamu...?"

"Halaaah....Bohooong..."

"Beneran Dek.... Nggak pegel apa ya....? Ngebawa beban sebesar itu...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Maksud Mas...?"

"Itu tuh..... Badan Clara mungil.... Tapi teteknya besar.... Apa dia nggak

capek...? Bawa beban sebesar itu...?"

"Iiihhhsss Mas kok ngomongnya gitu sih...?"

"Yaaa....Mas cuman kasihan aja Dek....Clara jadi terlihat jauh lebih dewasa jika

dibanding anak-anak seumurannya....."

"Hmmmm......Kok kasihan…?"

"Ya aku ngebayangin aja Clara dengan memiliki totek segede itu... Pasti jadi

santapan mata mesum cowo-cowo yang ada disekitarnya… Nggak tega aja

Dek…"

"Termasuk tatapan mata mesum mata Papanya ya Mas…?" Ucap Citra yang

tanpa basa-basi langsung meremas tonjolan keras yang menyenggol-nyenggol

pantatnya, "Masa ngelihat putrinya sendiri sampe ngaceng gini Mas… ? Keras

lagi...."

"Eh eeh... Mana…? Engak koookk…. " Ucap Mike yang buru-buru menjauhkan

duduknya dari belakang pantat Citra.

"Enggak apaanya…? Orang ngaceng berkedut gini dikata enggak…"

"Hehehehe.... Kalo ini khan ngacengnya khan gara-gara aku ngusap-usap badan

kamu Dek..."

"Halaaah bohooong.... Kamu tuh yaa Mas.... Masa ngelihat anak sendiri sampe

terangsang Mas...?" Remas Citra pada penis suaminya.

"Enggaaak kooookk...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hihihi... Mas Mike.... Mulutmu mungkin berkata bohong... Tapi... Kontolmu

selalu berkata jujur....Hihihi..."

"Hehehehe.... Ya harusnya kamu seneng dong Dek…Kalo Mas masih bisa

ngaceng gara-gara ngelihat cewe seksi…"

"Ya tapi khan bukan gara-gara ngelihat tetek anak sendiri juga kali

Maaaaassss…" Remas Citra gemas.

"Hehehe…. Gini -gini khan aku masih cowo tulen Dek..... Hehehe..." Ucap Mike

memberi alasan, "Habisan wajar aja Sayang ... Cowo normal... Kalo disuguhi

pemandangan toket besar seperti punya Clara terus ya pasti lama-lama bakal

ngaceng juga....."

"Huuuu…. Itu artinya Mas ngacengan...." Remas Citra gemas sambil menarik

keluar batang penis Mike keluar dari celana kolornya dan mengocoknya pelan.

"Uuuhhh... Deeek... Enak banget kocokan tanganmu...."

"Enak ya Mas...? Kalo gini....?" Goda Citra yang kemudian tiba-tiba mencubit

kantung zakar Mike.

"Aawww... Aawww... Aawww... Sakit Deeek..."

"Hihihihi... Rasain.... Dasar suami mesum...."

"Oooohhh... Kontol Ciello juga ngacengan…. " Entah kenapa, ketika meremas

batang penis suaminya, Citra tiba-tiba memikirkan penis Ciello, "Nggak

bapak... Nggak anak... Semua sama aja… Mereka berdua mudah sekali

terangsang jika mendapat sentuhan seperti ini...." Senyum Citra sambil terus

mengusap penis suaminya dari luaran celana renangnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ssssshhhh..... Eh Dek... Kamu tahu nggak…?" Ucap Mike dengan nada penuh

misteri.

"Kenapa Mas…?"

"Kok tiba-tiba.... Aku jadi pengen ngentotin kamu ya..... "Bisik Mike yang

kemudian memeluk tubuh Citra erat-erat dari belakang sambil meraba

tengah-tengah selangkangan Citra. "Kita cari tempat sepi yuk… Pasti seru tuh

bercinta di alam bebas...." Tambah Mike sambil celingukan kearea di

sekitarnya.

"Heeeehhh… Jangan mikir yang macem-macem aahh Mas… Nggak puas apa

tadi malem udah aku kasih banyak…?"

"Hehehe namanya juga cowo Sayang… Punya bini cakep kaya kamu mah harus

dimanfaatin sebaik-baiknya.... Pengennya minta terus… Hehehe… " Seru Mike

sembari meremas payudara Citra pelan. Lalu tanpa basa-basi, ia menyelipkan

jari telunjukknya ke celana dalam Citra.

"Uuuuhhh... Maasss..." Lenguh Citra ketika merasakan jemari Mike mulai

menggelitik liang vaginanya.

"Looo Deek...? Kok kamu udah basah...?" Heran Mike

"Huuuu.... Dasar Papa cabul..... Khan aku tadi abis kencing mas...."

"Kencing...? Kapan Dek...?" Buru-buru Mike mencabut jemarinya lalu

mengendusinya, "Nggak pesing.... Lagian kalo air kencing... Nggak licin kaya gini

dek....." Ucap Mike lagi yang kemudian kembali merogoh vagina Citra dan

mencolokinya pelan.

"Uuuhh.... Maas..... Hihihihi tau aja..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Hehehe..... Kamu udah ikutan sange ya dek...?"

"Uuh.... Uuh....Nggak Mas.....Sshhh... Pelan-pelan aaahh.... Nanti kelihatan Clara

loh..."

"Hehehehe.... Nggak apa-apalaah Dek.... Sekali-kali kasih lihat ke Clara juga

boleh..."

"Uuh.... Udah ah Mas.... Ntar keliatan Clara Massss.... Oooohhh...."

"Paapaaaa....Mamaaa…...Hayoooo kalian sedang apa hayooo…." Teriak Clara

mengagetkan dari tepi kolam renang. Dan dengan iseng, Clara kemudian

menciprat-cipratkan air kearah kedua orang tuanya, membuat Mike dan Citra

yang baru saja memulai hal mesumnya, seketika kaget dengan ulah putri

tercintanya.

"Ayo ayo... Ditempat umum jangan mesum… " Seru Clara lagi sambil

mengangkat tubuhnya keluar dari kolam tenang. "Ayo Mah...Kita maen

speedboat bareng Kak Ciello....." Ajak Clara sambil berjalan kearah tempat

duduk kedua orang tuanya.

"Eeeehhhh… Claraaaaa… Puting kamu keliatan tuh…" Tegur Citra ketika

melihat payudara Clara yang terselip keluar dari bikininya karena tertarik

turun oleh air. Ketika Clara keluar dari dalam kolam.

"Eh...? Loh… Hihihi… Maaf…. " Jawab Clara singkat sambil membetulkan kain

penutup dadanya yang berukuran mini.

"Bikini kamu udah kekecilan ya sayang…?" Tanya Citra yang buru-buru ikut

membetulkan bikini anaknya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya nih Maah... Clara udah butuh bikini baru lagi… Yang ini berasa

kekecilan...."

"Bukan bikininya yang kekecilan kali Sayang… Tapi tetekmu aja yang

kegedean… " ucap Citra lagi "Maassss… Kapan nih kita belanja-belanja pakaian

lagi…? Clara butuh bikini baru niiih…"

Alih-alih menjawab, Mike hanya bisa melongo melihat penampilan polos Clara

barusan.

"Maaassss…?" Panggil Citra.

"Eeh eh… I... Iiya…?" Jawab Mike kaget.

"Kamu ngapain bengong aja melihat Clara…?"

"Eh enggak kok… aku cuman…."

"Iiihhhsss Papa pasti ngintip tetek Clara ya…?"

"Eh eh.. Enggak kok Sayang… Papa enggak… Bermaksud seperti itu…"

"Iya... Papa pasti ngebayangin hal yang mesum tentang Clara ya....?"

"Enggak Sayang... Beneran..."

"Hihihi… Papa malu tuh Maah… Mukanya sampe merah gitu… " Goda Clara yang

tiba-tiba tertawa geli.

"Nggak apa-apa kali Paaaah… Biasa aja…. Hihihihi…. Yuk Mah… Kita maen

speedboat…." Ajak Clara sambil menarik tangan Citra.

"Aduh bentaran Sayang... Mama masih mau berjemur sebentar…" Tolak Citra,

"Kamu ajak Papa aja sana gih…"


Kisah Keluarga Penzinah

"Yaudah deeeh... Yuk Paaa…."

"I...Iya...Bentaran.."

"Ayo Paaaah… Jangan bentaran-bentaran mulu aaahhh....Yuuukk..." Paksa Clara

sambil menarik tangan ayahnya kuat-kuat. Membuat Mike yang masih berada

dibelakang tubuh Citra mau tak tau akhirnya menuruti permintaan anak

tercintanya itu.

"Iya iya Sayaaang.....Papa ikut ini....."Jawab Mike yang kemudian bangkit dari

belakang tubuh istrinya dan mengikuti ajakan Clara.

"Nah gitu dong Paa.....Ayo kita kejar-kejaran ama Kak Ciello....Clara udah lama

ga main-maaa..."Kalimat Clara tiba-tiba terpotong.

"ASTAGA.....PAPAAA...."Ucap Clara dengan mata melotot dan mulut

menganga. Buru-buru Clara mendekap mulutnya dan menunjuk kearah

selangkangan ayahnya.

Seolah mengerti apa yang dimaksud oleh putrinya, Citra segera melirik kearah

yang Clara tunjuk. Dan betapa kagetnya Citra ketika ia lupa memasukkan

batang penis suaminya kembali kedalam kolor. Akibatnya, Clara dapat melihat

batang penis Mike yang masih menjulang tinggi hingga kepala penisnya nongol

keluar dari karet pinggang celana renangnya.

"Ehhh...? Maasss..."

"Kenapa Dek...?"

"Itunya Maasss...Tutupin..."

"Apanya sih....?"Bingung Mike.


Kisah Keluarga Penzinah

"Itulooohh....Kepala kontolmu keluar dari celana..."

"HAAH...?"

"Kok bisa sampe keluar gini si Maas...?" Sahut Citra pura-pura sambil buru-

buru menaikkan karet pinggang celana renang suaminya. Namun karena celana

renang Mike juga kecil, Citra tak berhasil menarik karet celana kolornya

hingga keatas.

"Ohhh.....Ini.....Hehehe..."Jawab Mike santai sambil memegang batang

penisnya dengan jua jari. Setelah itu, Mike menekuk batang penisnya

kesamping, menyelipkan kedalam celana dalamnya.

"Iiiihhhss Papa mesum deh...."Celetuk Clara singkat,"Emang tadi kalian habis

ngapain sih...? Kok titit Papa sampe ngeceng keluar gitu...?"Tambahnya lagi

sembari melirik kearah selangkangan Mike yang masih menjendol besar.

"Hahahahaha......Ada aja..."Tawa Mike

"Pasti kalian berdua tadi habis berbuat mesum ya...? Hayo ngakuuu...."Tebak

Clara.

"Hehehe......Beneran nih...? Anak Papa mau tau....?" Tantang Mike.

"Iiihhsss......Nggaklah....Ngapain juga Clara pengen tau.....Pasti jawabannya

jorok tuh..."

"Hahahaha...Anak Papa ini ya....Ngegemesin banget deeeh....." Seru Mike yang

kemudian dengan cepat membopong Clara dan membawanya ke tepian kolam

renang. Lalu tanpa babibu, ia melempar tubuh mungil Clara ke tengah kolam.

BYUUURR...


Kisah Keluarga Penzinah

"PAAPPAAAAAA........."Jawab Clara gelagapan. Gadis manis itu tak menyangka

jika ia bakal dilempar dengan brutal ke tengah kolam renang.

"Hahaha... Katanya mau maen ama Papa.....?"

"Tapi ya nggak gitu juga kaliii Paaa.... " Jawab Clara sambil melempar-

lemparkan air kearah Mike.

"Hahahaha... Ngambek nih yeee....?"

"Enggak kok yeeee.... Awas ya Paa.... Clara bakal balas Papa loh...." Jawab Clara

sambil cepat-cepat keluar dari kolam dan mengejar Mike. "Bakal Clara balas

perbuatan Papa…"

Namun ketika Clara baru keluar dari kolam renang untuk kesekian kalinya,

Mike buru-buru berbisik pelan sambil melirik kearah payudara Clara.

"Eh eh Sayang...."

"Ya…? Paa...?"

"Itu.... Keliatan lagi tuh..."

"Hah...?" Bingung Clara sambil memeriksa kondisi bikininya yang ternyata

kembali tersingkap, membuat payudara bulatnya melorot kebawah.

"Ituloooh......Tetek bulet dan puting pinkmu… Keliatan lagi..."

***


Kisah Keluarga Penzinah

"Anak-anak.... Ayo turun... Papa pulang bawa makanan nih..." Panggil Mike yang

pulang membawa beberapa tentengan plastik kresek putih berukuran besar,

"Kita makan besar hari iniiii...."

Tak ada jawaban.

"Ciellooo....? Claraaaaa.....?" Panggil Citra lagi.

Tetap tak ada jawaban.

"Sepertinya anak-anak kecapekan bermain speedboat tadi siang ya Dek...?"

Tanya Mike sambil meletakkan tentengan plastiknya keatas meja.

"Iya kali ya Mas..." Jawab Citra singkat, ""Eh iya Mas....Kamu lagi sibuk

nggak....?"

"Hmmm.... Emangnya kenapa Dek.....?"

"Kalo nggak sibuk... Tolong panggilin anak-anak dong.... Biar Adek aja yang

nyiapan makan malamnya..."

Pinta Citra yang kemudian pergi kedapur membawa semua tentengan plastik

dari tangan Mike.

"Hmmm.. Oke...."

Ketika melangkah kearah kamar Ciello dan Clara, entah kenapa, Mike tiba-tiba

teringat dengan kejadian tadi pagi. Kejadian dimana keindahan tubuh dan bikin

Clara yang melorot, berulang kali terbayang diotaknya. Hampir seharian, Mike

tak mampu menghilangkan bayangan-bayangan mesum itu dengan mudah.


Kisah Keluarga Penzinah

Dan ketika Mike sudah berada didepan kamar Ciello, ia mendadak

membelokkan arah langkahnya dan berjalan mendekat kearah pintu kamar

putrinya.

TOK TOK TOK

"Clara....?"

Tak ada jawaban.

TOK TOK TOK

"Clara....?"

Tetap tak ada jawaban. Mungkin karena kecapekan berenang, Clara

memutuskan untuk langsung tidur.

TOK TOK TOK

"Clara....? Sayang....?" Panggil Mike sambil membuka pintu kamar putrinya itu

dan melongokkan kepalanya masuk ,"Kamu masih tidur ya Sayang....?" Tambah

Mike lagi yang sambil berjingkat, masuk kedalam kamar putrinya. Dan dengan

hati-hati, ia menutup pintu kamarnya pelan.

Dalam keremangan cahaya lampu meja, Mike melihat jika Clara tidur dengan

hanya mengenakan tshirt tipis yang kebesaran, membuat tubuh mungilnya

terlihat begitu mungil. Bawahan tshirtnya tersingkap hingga ke perut,

menampilkan pusar lonjongnya yang kecil dengan belahan otot perut yang

memanjang hingga ke pangkal dada.

Celana dalamnya pun tak kalah imut. Bergambar beruang yang tersenyum

manja dengan satu mata berkedip, seolah beruang itu menggoda siapa saja


Kisah Keluarga Penzinah

yang melihatnya. Kulit kaki jenjangnya juga terlihat berkilauan tertimpa sinar

lampu, membuatnya terlihat begitu mulus, begitu halus.

Dengkuran Clara terdengar lirih, diiringi dengan gerakan dadanya yang

terlihat naik turun dengan teratur. Membuat gundukan payudara tanpa branya

juga bergerak-gerak pelan.

"Astaga Clara.... Dalam tidurnya aja... Kamu keliatan begitu cantik sekali

Sayang...." Ucap Mike pelan sambil mendekat untuk membetulkan tshirt

kecilnya.

Namun, lagi-lagi, sebuah pikiran aneh menyeruak di benaknya.Mike tiba-tiba

teringat lagi pada bayangan payudara Clara yang menyembul tadi pagi.

Payudara bulat putri semata wayangnya yang berwarna putih bersih dengan

puting ranum merah mudanya.

Sejenak, Mike tak mampu mengalihkan pemandangannya. Alih-alih menutup

tshirt Clara, Mike malah menjulurkan tangannya dan menggoyang tubuh

putrinya

"Clara... Bangun sayang.... Kita makan malam dulu yuk...."

"Zzzzzz..... Zzzzzz...." Tak bergerak, Clara hanya mendengkur pelan,

"Zzzzzz..... Zzzzzz...."

"Kebluk juga anak aku kalo tidur...." Batin Mike.

"Clara....? Sayang....? " Panggil Mike lagi sembari menggoyang tubuh Clara lebih

kencang.

Tetap saja, Clara tak merespon.


Kisah Keluarga Penzinah

Entah mendapat ide darimana, Mike tiba-tiba mengusap dada Clara.

Menyentuh kulit yang ada dibawah leher putrinya.

"Hangat..... " Ucap batin Mike singkat, " Juga haluss...." Tambahnya lagi.

Membuat seketika darah birahi, mulai berdesir di dirinya. Mengisi setiap

rongga urat-urat kelaminnya, mengakibatkan batang penisnya mulai

menggembung perlahan.

"Clara....?" Panggil Mike lagi,

"Ehhmmmh..... " Alih-alih bangun, Clara hanya bergerak dan mengubah posisi

tidurnya menjadi telentang. Tanpa ia sengaja, gerakannya barusan malah

semakin mengekspos paha, selangkangan, beserta celana dalam beruangnya

yang tersenyum genit.

"Astaga...." Seru Mike kaget, sekaligus girang.

Baru kali ini Mike melihat Clara dari dekat. Dan baru kali ini ia menyadari, jika

putri kandungnya yang sudah ia rawat semenjak kecil sudah terlihat begitu

matang.

Payudaranya yang menyembul menembus tshirt tipisnya, celana dalamnya yang

tak mampu menutup gundukan vaginanya dan kaki jenjangnya yang mulus.

Membuat mata Mike melotot ke arah tubuh Clara. Tak henti-hentinya Mike

merekam setiap jengkal tubuh putrinya itu dari ujung rambut hingga ujung

kaki. Hingga membuat batang penisnya kembali meronta-ronta.

"Cantik sekali kamu Nak...." Ucap Mike yang kemudian duduk di tepi tempat

tidur Clara dan dengan hati-hati menelungkupkan tangannya di cup payudara

putrinya, "Papa nggak pernah sadar... Jika tetekmu ini besar sekali Sayang....

Besar.... Dan empuk...." Tambah Mike yang entah mendapat ide darimana, mulai


Kisah Keluarga Penzinah

meremasi gundukan payudara putrinya dan menggerak-gerakkan tangannya

perlahan.

"Papa nggak pernah tahu... Semenjak kapan tetetkmu ini jadi sebesar ini

Sayang...." Bisik Mike yang kemudian semakin memperkuat remasan

tangannya, "Dan juga... Benar-benar kenyal....."

Melihat Clara yang tetap tak bergerak ketika mendapat perlakuan mesum dari

Mike, membuat ayah kandungnya itu semakin berani untuk melakukan

perbuatan tak senonohnya. Mata Clara masih terpejam erat, mendengkur lirih,

dengan gerakan dadanya yang naik turun secara konstan.

"Ohhh Claraaa.... Putingmu kok udah nonjol gini sih Sayang...? Kamu horny ya...?

Bikin kontol Papa makin ngaceng aja Sayang...." Ucap Mike yang langsung

membetulkan batang penisnya dan kembali meremasi kedua payudara

putrinya.

"Zzzzzz..... Zzzzzz...." Jawab Clara tanpa bereaksi apa-apa.

"Clara... Papa boleh buka tshirtmu ini nggak sih....? Papa pengen liat tetekmu

lagi Sayang...? Tadi pagi Papa kurang puas ngelihatnya...." Tanya Mike yang

seolah sedang mengajak Clara berbicara. "Papa penasaran Sayang... Papa

pengen liat... Tetekmu ini sudah jadi sebesar apa sih sekarang...? Sudah

sebesar tetek Mamamu apa belum....?" Tambah Mike sembari menaikkan ujung

bawah tshirt tipis Clara naik.

"Boleh Sayang...? Waaaah... Makasih ya cantik.... Kamu memang putri Papa yang

paling pengertian deh..." Jawab Mike yang akhirnya berhasil menaikkan tshirt

Clara hingga sebatas leher.


Kisah Keluarga Penzinah

"Astaga Claraaaa.... Tetekmu ini bener-bener besar loh Sayang.... Mirip banget

ama tetek Mama Citra..." Puji Mike sambil mengagumi keindahan payudara

putrinya, "Ck...Ck...Ck....Warna puting kamu juga bagus Sayang... Pink

kemerahan gitu... " Sambung Mike yang kemudian kembali meremas kedua

payudara Clara secara bergantian. Tak lupa ia menyempatkan diri untuk

memilin-milin puting Clara yang terlihat semakin mengeras.

"Hehehe... Kamu horny ya Sayang....? Putingmu kelihatannya makin nungging

tuh...." Tawa Mike yang kemudian meniup-niup puting Clara sebelum akhirnya,

ia merasa kehabisan akal sehatnya.

HAP.... Nyam... Nyam....Sluurrpp....

Jilat Mike yang tanpa berpikir panjang.

Berulangkali, Mike mengucapkan kalimat-kalimat aneh kepada Clara yang

masih tertidur lelap. Seperti orang gila, Ia bertanya dan menjawab sendiri.

"Gimana rasanya...?"

Rasanya asin Sayang.... Tapi enak....Empuk-empuk kenyal gitu loh...." Seru Mike

pelan sembari terus melahap ganas kedua payudara Clara secara bergantian.

"Eh iya... Papa boleh kasih cupangan disini nggak sih Sayang...? "

"Buat apa...? Ya buat menandakan kalo Papa bener-bener sayang ama anak Papa

dooong.... Boleh yaaaa Cantiiikkk....? " Tanya Mike dengan nada suara yang

semakin beraat

"Wow.... Beneran boleh nih Sayang...? Waaah... Makasih banyak loh cantik...

Muaaah... CUUUPPP... CUUP.... CUUUUPPP.... CUUUUPPP.......Tuuhh... Lihat...


Kisah Keluarga Penzinah

Sekarang tetekmu udah Papa tandain... Hehehe... Merah... Merah dan

Meraaah....."

Mungkin karena merasa geli, tubuh Clara tiba-tiba menggeliat. Buru-buru

Mike segera menjauh. Dan berdiam diri di tepi tempat tidur putrinya.

"Eeeehhmmmmhhh..." Lenguh Clara pelan sembari sedikit merubah posisi

tidurnya. Setelah itu, ia kembali tertidur. Dengan dengkuran lirih yang

menyertai gerakan naik turun dadanya.

" Ck... Ck... Ck... Kamu bener-bener putri tidur yang cantik Sayang.... Papa

suka..." Puji Mike yang baru menyadari, jika Clara ketika tidur, sama sekali tak

mempedulikan perbuatan mesum apapun pada tubuhnya.

Dan karena menyadari hal itu, Mike tiba-tiba berbuat semakin nekat lagi.

Melihat Clara yang masih tertidur lelap, Mike tiba-tiba menurunkan celana

kolornya dan mulai mengocok penisnya yang sudah mengeras.

"Kamu suka ya Sayang kalo tetekmu Papa jilatin....? Kalo begitu... Papa boleh

dong ngelakuin hal yang juga Papa sukain...?" Bisik Mike lagi sambil kembali

mengusapi payudara putrinya yang sudah belepotan oleh air liurnya.

"Kalo Papa pengen kocok kontol Papa disini.... Boleh nggak sayang...?" Tanya

Mike sembari menunjuk kearah payudara Clara.

"Zzzzz..... Zzzzzz..... Zzzzzz...." Jawab Clara dengan mata terpejam erat.

"Hehehehe... Makasih ya Sayang...." Ucap Mike girang. "Kalo disini....?" Tanya

Mike yang kali ini menyentuk bibir lembut Clara.

"Zzzzz..... Zzzzzz..... Zzzzzz...." Jawab Clara dengan wajah tak bereaksi.


Kisah Keluarga Penzinah

"Waaah... Boleh Sayang...?" Girang Mike lagi, "Dan kalo disini...?" Tanya Mike

yang dengan hati-hati mengusap kain penutup selangkangan putrinya dan

menyelipkan jari telunjuknya ke tepi liang vagina Clara.

"Zzzzz..... Zzzzzz..... Zzzzzz...." Jawab Clara pasrah.

"Astaga Sayang.... Makasih banyak looohhh.... Kamu bener-bener putri yang

pengertian...." Ucap Mike yang kemudian terus menyusupkan jarinya ke tengah

vagina putrinya.

"Wooooowwww....Memekmu masih gundul Sayang...? Belum tumbuh bulu.... ?"

Pekik Mike girang sambil semakin mempercepat kocokan penisnya, "Udah

lembab... Hangat.... Dan basah Sayang... Kamu pasti udah makin horny ya

Cantik...?"

TEK TEK TEK....

Suara kulit penis Mike yang terhentak-hentak kuat.

"Kamu pasti suka ya Sayang kalo memekmu Papa gelitikin kaya gini...?" Tanya

Mike yang terus-terusan meraba celah vagina Clara, membuat liang peranakan

putrinya itu semakin basah dan licin.

"Zzzzzz.... Zzzzzz.... Zzzzzz.... Uuhhhmmmmhhhhh....." Tiba-tiba Clara

bergerak. Membuat Mike yang masih sibuk menggelitik vagina putrinya

langsung menarik keluar jemarinya dari sela celana dalam Clara dan kembali

duduk manis di tepi tempat tidur.

Namun, ternyata Clara tak bangun. Ia hanya merubah sedikit posisi tidurnya

lagi. Karena tak lama kemudian, kembali terdengar suara dengkuran halus.


Kisah Keluarga Penzinah

"Wuuoohhh... Kamu ngebuat Papa jantungan aja Sayang.... Hehehe..." Ucap

Mike yang kembali mengocok penisnya ,"Mungkin Papa bakal nikmatin

sempitnya memek kamu di lain waktu aja kali ya Sayang... Sekarang... Papa

pengen nikmatin tetek besarmu ini dulu aja... Hehehehe..."

Melihat Clara sudah kembali tidur dengan lelap, lagi-lagi Mike meremasi

payudara besarnya sambil menatap dalam-dalam aurat kebanggaan putrinya

itu.

"Putih sekali tetekmu Sayang… Juga Halus… Tetekmu bener-bener mirip

dengan tetek Ibumu Sayang…" Puji Mike yang kemudian mendekatkan

wajahnya ke payudara putrinya dan menghirup dalam-dalam aroma keringat

Clara yang masih menempel pada tubuhnya,"Hmmm......Harumnya juga bener-

bener sama… Sluurrpp…. CUUPP CUPP Sssluurpp…" Tambah Mike mencium

payudara Clara. Menjilat kulit dan puting payudara putri kandungnya sembari

terus meremasi payudara sebelahnya perlahan.

"Ooooohh...Claraaa....Rasanya juga sama Sayang… Sluurp.....Ssluurpp….

Ooohhh...Claraaa… Besar dan empuk sekali tetekmu Sayang… Ssluurrp…

Cup..Cupp.... Papa nggak tahan lagi Sayang....Tetek besarmu ini membuat kontol

Papa nyut-nyutan...." Bisik Mike kearah telinga Clara, "Papa boleh keluarin

pejuh Papa ditetek besarmu ini nggak Sayang...?"

"Oooohh.. Claraaa.... Papa nggak tahan ngeliat keseksian tubuhmu

Sayang....Papa nggak tahan ngeliat goyangan tetekmu..." Ucap Mike kelojotan

menahan birahinya yang semakin memuncak.

TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK....

Suara tarikan kulit penis Mike terdengar makin keras. Makin nyaring.


Kisah Keluarga Penzinah

"Oooohh Sayaaang.... Papa mau keluar ini.... Papa mau ngecrotin tetekmuuu...."

Lenguh Mike yang buru-buru berdiri tepat disamping tubuh Clara. Mengocok

penisnya dengan tubuh yang melengkung-lengkung. Menahan rasa birahi dan

gelombang orgasmenya yang begitu menggebu.

TEK TEK TEK TEK... TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK....

"Ooooohhhhh... Clarakuuuu.... Papa nggak kuat lagi Sayaaang... Papa ngecrot di

tetekmu yaaaa... Papa ngecrot di tubuhmuuuuu... Ooohhhh... Claraaaaaa...."

CROOT CROTT...CROOTTT CROOCOOT... CROOTTCROOT CROOTTTT

Tujuh semburan sperma Mike, menyembur dengan deras. Menyemprot jauh

kedepan. Membasahi kedua payudara Clara, leher, wajah hingga rambut hitam

panjangnya. Saking banyaknya, sperma Mike sampai tak mampu bertahan lama

diatas permukaan tubuh putrinya. Langsung mengalir turun kesamping tubuh

Clara dan membasahi sprei tempat tidurnya.

"Hhuoooohhh... Claraku Sayaaang.... Papa puas sekali Naaak......" Seru Mike

dengan nafas menderu-deru sambil terus mengucut batang penisnya yang

terlihat begitu merah. Tubuhnya mengejang-kejang, menghantarkan seluruh

persediaan spermanya malam itu kearah tubuh putri kandungnya.

"Papa puas Sayang... Papa benar-benar PUAS...." Desah Mike yang setelah

merasa penisnya sudah tak mampu meneteskan spermanya lagi, buru-buru

mengipat-kipatkan batang kejantanannya itu kearah wajah Clara, sebelum

akhirnya ia terduduk kembali ditepi tempat tidur

Sejenak, Mike berdiam diri sembari melihat reaksi putri kandungnya ketika

menerima semburan spermanya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Zzzzzz.....Zzzzzz....Zzzzzz...." Dalam tenang, Clara masih tertidur lelap.

"Hehehe... Kamu benar-benar gadis yang membahayakan ya Sayang....?" Ucap

Mike sambil mencolek sperma kentalnya yang berada diatas payudara Clara

dengan jarinya. Kemudian dengan iseng ia menorehkannya kedalam bibir

putrinya yang sedikit terbuka.

"Zzzzzz.... Zzzzz... Nyamm... Nyaammm... Zzzzz....." Kecap Clara reflek ketika

menerima sodoran jari ayah kandungnya yang berlumuran sperma.

"Kecantikan dan keseksian tubuhmu... Benar-benar bisa ngebuat lelaki

manapun... Kehilangan akal sehatnya.... Termasuk Papa Sayang..." Tambah Mike

yang kembali mencolek sperma kentalnya dari payudara Clara lalu menorehkan

lagi kedalam bibir Clara.

"Oooohhh.. Clara Ameliaa... Putri cantikkuuu....."

Setelah puas mengisengi putri kandungnya, Mike kemudian memasukkan

penisnya dan membetulkan kembali celana kolornya. Lalu ia mengambil tissu di

meja rias Clara untuk membersihkan sisa-sisa spermanya yang mulai

membasahi banyak titik di sprei tempat tidur. Dan ketika Mike sudah selesai

mengelap semua lelehan sperma di tubuh Clara, tiba-tiba terdengar suara

wanita yang berbisik lirih, tepat di belakang kepalanya.

"Kamu nakal juga ya Mas..... Masa mejuhin tubuh putrimu sendiri...."

***


Kisah Keluarga Penzinah

Bagian 16 | Pemandangan Tengah Malam...

"Saayaaang.... Ayo buruan ah mandinya... Makanan sudah siap loohh.... " Panggil

Citra mengetuk pintu kamar mandi lalu kembali kedapur sambil menyiapkan

makan malam di meja makan. "Jangan lama-lama mandinya... Nanti masuk

angin..." Tambahnya lagi.

"Iya Maaa... Ini sebentar lagi juga kelar...." Balas Clara yang terdengar begitu

sibuk di kamar mandi.

"Aduuhh anak Mama nih kalo mandi mbok ya ditutup pintunyaaa.... Ntar ada

yang lihat looh..." Tegur Citra yang sepertinya tak bosan-bosan mengingatkan

kebiasaan Clara yang susah sekali hilang.

"Ah nanggung Maaa.... Toh dirumah ini sudah biasa ngelihat Clara mandi....."

"Hhhhh... Dasar anak jaman sekarang.... Susah banget kalo dibilangin...." Ucap

Citra sambil melemparkan handuk mandi Clara kearahnya, "Ya sudah... Habis

ini kamu pake baju... "

"Siap Booosss...." Ucap Clara singkat sambil mengeringkan tubuhnya, lalu

setelah itu ia berlari keatas menuju kamar tidurnya.

"Sekalian bangunin kakakmu yaa Sayaaang....."

"Iya Maaaa...." Sahut Clara dari kejauhan, yang disusul dengan gedoran keras

di pintu kamar Ciello.

DUK DUK DUK

"Kaaakaaakkkk.... Bangun Kaaakk... Waktunya maaakaaannn...." Teriak Clara

lantang sambil terus menggedor pintu kamarnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Beerrriiiissssssiiiiikkkkk....." Erang Ciello tak kalah lantangnya. Disusul

dengan suara berdebam nyaring, "Aduuhh... Kampreeett....."

Dengan langkah gontai, terlihat Ciello menuruni anak tangga. Satu demi satu

hingga akhirnya ia duduk di anak tangga paling bawah. Matanya terlihat masih

merah dan rambutnya acak-acakan. Sepertinya putra Citra begitu lelah

dengan aktifitasnya pagi tadi.

"Ayo sini Sayang... Makan dulu...." Panggil Citra melambaikan tangannya.

"Kampret tuh si Toket.... Ngebanguninnya ngagetin banget...." Gerutu Ciello

yang tak menghiraukan panggilan Citra. Masih terduduk di anak tangga sambil

menyandarkan kepalanya di railing.

"Loh... Papa mana Maa...? Belum turun juga...?" Tanya Clara yang tak lama

kemudian terlihat menuruni tangga. Dengan hanya mengenakan kaos

bergambar mini mouse kebesaran yang dijadikan sebagai daster dan handuk

melingkar di rambutnya, ia terlihat begitu segar.

Sreet... PLAAAKKKK...

Tepuk Ciello keras-keras kearah pantat adiknya setelah sebelumnya ia

menaikkan bawahan tshirt kebesaran Clara.

"AAAAWWWW..." Rintih Clara

"Kalo mbangunin orang... Jangan ngagetin...." Omel Ciello ketika Clara lewat

disampingnya.

"Aduuuhh..... Sakit Kaaakkk..." Rengek Clara sambil buru-buru berlari

menjauh, "Mamaaa... Kak Ciello tuuuhhh.... Aduuuh... Saaaakiiiiitttt...." Tambah

Clara sambil mengusap-usap pantat putihnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Hhhhhh... Ciello... Jangan begitu aaahhh ama adiknya...." Sela Citra.

"Weeeee.... Mampuuusss...." Ejek Clara.

"Kamu juga Clara... Jangan suka ngisengin Kak Ciello..."

"Hahahaha... Rasain...." Balas Ciello.

"Udah-udah... Sekarang ayo kita makan...."

Ciello beranjak dari duduknya, melangkah kedapur dan membongkar-bongkar

isi kulkas. Mencari cemilan yang bisa segera dimakan saat itu juga. "Makanya...

Jadi cewek tuh yang anggun.... " Ucap Ciello mencoba memberikan nasehat,

"Masa jadi cewek urakan seperti cowok....

"Yeeeee....... Bodo.... Biarin amat.... Weeeek......" Bela Clara sambil melempar

handuk basahnya kewajah Ciello, "Suka-suka Adek lah Kaak......"

"Huuuhhh.... Dasar.... Siluman Ular bertoket melon......" Sahut Ciello membalas

melempar handuk Clara ke arahnya lagi.

"Heeeehh...... Udah Udah Udah...." Sela Citra lagi," Kalian tuh ya.... Kerjaannya

beranteeeemm mulu...."

"Ini bukan berantem Maaa...." Ucap Ciello sambil berjalan kearah Clara dan

mengacak-acak rambutnya. Membuat rambut basah Clara makin berantakan.

"Ini tuh rasa keakraban.... Ya nggak Dek......?" Tambahnya lagi dengan posisi

memeluk adik tercintanya.

"Keakraban gundulmu......" Seru Clara membiarkan tubuh mungilnya terangkul

sepenuhnya didalam dekapan tangan Ciello.


Kisah Keluarga Penzinah

"Laah... Ini bener loh Maa... Ini tuh keakraban yang menyenangkan......" Celetuk

Ciello yang tiba-tiba meremas payudara Clara gemas.

"Gemes ndasmuu...." Elak Clara yang sepertinya sudah tahu rencana Ciello,

sudah buru-buru mencubit selangkangan kakaknya dahulu sebelum ia berhasil

meremas payudaranya.

"Awww Awww......Awww......"

"Dasar Monyet buntung Mesum.... " Ucap Clara dengan wajah menantang.

Membuat Ciello seketika mengurungkan niatannya, "Apaaa....? Apaaannn......?

Mau aku patahin tuh titit......?"

"Heeeehhh.... Clara....... Kok ngomongnya seperti itu sih......?" Tegur Citra.

"Habisan Kak Ciello sih Maaa.... Mulai iseng lagi......"

"Ciellooooo.... Udah deeeeh......."

"Hehehehe.... Habisan gemes Maaa......" Ucap Ciello yang kemudian duduk

diseberang kursi Clara, tepat disamping ibunya.

"Udah udah.... Ini makanannya buruan dimakan...... Ntar kalo udah makin dingin

jadi nggak enak......"

"Papa Mana Maa....? Kok nggak kliatan.......?" Tanya Ciello.

"Papa lagi dikamar Sayang...... Lagi mandi......"

"Mandi....? Tumben amat Papa mandi sore...... " Celetuk Clara singkat, "Jangan-

jangan.... Kalian tadi habis...... Hihihi....


Kisah Keluarga Penzinah

"Habis apaan.......?" Tanya Mike yang tak beberapa lama kemudian muncul dari

arah tangga.

"Nggg.... Nggak habis apa-apa kok Pa.... Hihihi......" Jawab Clara sambil

meringis.

"Ayo-ayo... Buruan dimakan makanannya...... Jangan malah diem aja.... Ayooo...

Nungguin apaan sih......?" Tanya Mike lagi sambil berjalan mendekat kearah

Citra, "Hai Saayang.... " Sapanya pelan sembari memajukan bibirnya. berusaha

memberikan salam kecup dipipi istrinya. Namun, sebelum bibir Mike berhasil

menyentuh pipi istrinya, Citra buru-buru menghindar, memutar duduknya

hingga menghadap kearah Ciello.

"Ciello Clara...Kesiniin piringnya... Biar Mama ambilin nasinya... " Ucap Citra

ketus tanpa melirik sama sekali kearah suaminya. dengan cekatan, ia

menyajikan nasi dan beberapa lauk ke piring putra putrinya.

Merasa dicuekin oleh istrinya, Mike hanya tersenyum dan segera mengambil

duduk didepan Citra.

"Makanan Papa nggak sekalian diambilin Sayang....?" Tanya Mike berusaha

kembali menyapa istrinya.

"Ambil aja sendiri...." Jawab Citra ketus.

Melihat ketegangan diwajah Mama Papanya, Clara buru-buru memandang

Ciello. Mencari tahu apa gerangan yang terjadi pada kedua orang tuanya.

Namun sia-sia, karena kakak kandung Clara juga tak mengetahui penyebab

perlakuan dingin kedua orang tuanya itu dengan gerakan mengangkat bahu.

***


Kisah Keluarga Penzinah

Karena ketegangan yang terjadi antara Citra dan Mike, makan malam liburan

itu terasa sunyi. Hanya terdengar suara dentingan piring yang beradu dengan

sendok. Satu-satunya suara dari makhluk hidup adalah derikan sayap jangkrik

yang keras terdengar dari luar villa.

"Haduuuhh.... Perut Clara kenyang banget nih......" Celetuk Clara berusaha

memecahkan keheningan.

"Hiya nih.... Hari ini.... Makananannya terasa benar-benar enak.... Perut Papa

juga kekenyangan.... " Sahut Mike " Ya nggak Ciello....?"

"Iya Paa.... Jawab Ciello sambil mengusap-usap perutnya.

"Istri cantikku.... Kamu berasa kekenyang juga nggak....?" Tanya Mike sambil

melemparkan senyuman manis kepada istrinya.

Cuek. Citra tetap saja berdiam diri. Tak membalas perkataan suaminya

sedikitpun.

"Hoooaaahhhmmm...... Ngantuk banget nih abis makan...... " Celetuk Clara

,"Sepertinya Clara mau tidur duluan aja aaahhh...."

"Haaa....? Ngantuk......? Kamu pasti tadi kecapekan banget ya Sayang....? Masa

baru aja bangun udah mau tidur lagi......?" Tanya Mike

"Hihihi... Iya Paa.... Mumpung liburan...... Dipuas-puasin aja deh tidurnya......"

"Dasar kebo kebluk.... " Celetuk Ciello sambil melempar potongan tulang ayam

kearah Clara.

"Huuuu.... Ngapaa......? Iri....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Sssssttt.... Heeeehhh...... Udah udah.... Kalo kalian udah ngantuk.... Tidur

duluan juga nggak apa-apa kok.... Daripada berantem mulu... " Ucap Citra yang

kemudian beranjak dari kursi makannya dan melangkah kedapur.

"Aseeeekk...... Clara mau tidur panjang malam ini......"

"Heeeehh.... Enak aja langsung tidur...... Bantuin Mama beres-beres dulu

gih...... Anak cewek kok malesnya amit-amit......" Ejek Ciello lagi.

"Aaaduuuhh.... Clara udah ngantuk banget niiihhh.... Maaf ya Maaa.... Besok aja

deh Clara ngebantuinnya... Malam ini Clara absen dulu...." Jelas Clara mencoba

memberikan alasan, "Tapi tenang aja Maa.... Mama bakal dibantuin Kak Ciello

kok...."

"Yeeee....... Dasar toket mabok...."

Sambil menjulurkan lidah, Clara langsung berlari menuju kamar tidurnya.

Meninggalkan Mama Papa dan kakak kandungnya diruang makan.

"Mama mau Papa bantuin atau gimana...?" Tanya Mike berusaha mencairkan

suasanya lagi.

"Gausah... Kamu tidur aja sekalian...." Jawab Citra dengan wajah cemberut.

"Yaudah kalo nggak mau dibantuin...." Balas Mike, "Ciello... Papa bobo duluan

yaa... Kamu aja yang ngebantuin Mamamu..."

"Iya Paa... Siaaappp...." jawab Ciello sambil tersenyum lebar.

Melihat Mamanya sedang ada masalah dengan Papanya, entah kenapa hati

Ciello merasa begitu senang. Ia merasa itu adalah kesempatan baginya untuk


Kisah Keluarga Penzinah

dapat masuk memperdalam ikatan batinnya. Masuk kedalam hati ibunya. dan

ujung-ujungnya, masuk kedalam tubuh ibu kandungnya.

Membayangkan tentang rencana busuknya, Ciello hanya bisa tersenyum-

senyum sendiri. Otaknya mulai mesum dan batang penisnya mulai mengeras.

Terlebih ketika melihat busana Citra ia pakai saat itu. Daster tipis rumahan

berwarna hijau tosca yang sangat pendek, payudara tanpa bra yang menonjol

dari balik dan bentukan pinggangnya yang meliuk kecil, membuat gejolak

birahinya langsung meluap-luap.

"Ciello bawain piring dan gelas kotornya ya Maa...." Ucap Ciello sigap.

Membawakan peralatan makan bekas pakainya kedapur.

"Taruh aja disitu Sayang.... " Jawab Citra singkat sambil membuka keran,

mengisi bak wastafel tempat mencuci piring.

Dalam diam, Ciello melihat kecantikan Citra yang belum pernah ia lihat

sebelumnya. Aura kekesalan nan rupawan, terpancar dari wajah putih ibu

kandungnya. Cuek. Ketus. Dingin.

Namun, walaupun demikian, Citra masih terlihat begitu cantik, seksi dan

mengairahkan

"Mama pasti capek banget ya Ma....?" Ucap Ciello sambil memegang pundak

Citra.

"Hhhhhhhhh… Iya sayang… Capek banget..." Jawab Citra sambil menghela

nafas panjang

"Aku pijitin aja ya Maa…?"

"Ehhmmhhh.. " Desah Citra menganggukkan kepala.


Kisah Keluarga Penzinah

"Mmmm... Pundak Mama keras banget Maa…" Ucap Ciello lagi basa-basi,

"Pasti... Mama sedang banyak pikiran ya…?"

"Lehernya Sayang… Pijitin sekalian…" Pinta Citra tanpa menjawab pertanyaan

putranya.

"Angkat rambutnya Maa…"

Dengan kedua tangannya, Citra segera menggelung rambut hitamnya keatas

dan memperlihatkan tengkuk putihnya yang ditumbuhi rambut-rambut tipis.

Melihat belakang leher jenjang ibunya, jantung Ciello tiba-tiba derdetak

semakin kencang. Dan entah mendapat ide darimana, Ciello tiba-tiba mencium

belakang leher ibunya.

"Badan Mama kok wangi banget Maa...? CUP...." Ucap Ciello lirih sembari

mengendusi pelan. Menghirup aroma tubuh ibu kandungnya dalam-dalam.

"Makasih Sayang… "

"Mama pasti sedang banyak pikiran ya Maa… ? Urat-urat leher Mama juga

tegang..." Kata Ciello memberikan penjelasan sambil memijit pundak ibunya

lagi.

"Ah kamu sok tahu...."

"Tahulah Maa..."

"Darimana tahunya...?"

"Dari kecantikan Mama yang sore ini berkurang….."

"Begitu ya Sayang…?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya Maa...." Jawab Ciello singkat, "Maafin Ciello ya Maa kalo sering buat

Mama repot… " Kata Ciello pelan, sambil mulai mengurut tengkuk Citra,

"Maafin juga ya... Kalo Ciello sering buat Mama stress…"

"Ehhmmm… Iya…. Sssshhhh…. Enak banget Sayang pijitanmu… " Desah Citra

dengan nada berat.

"Yaaahhh.. Kalo seumpama Mama punya masalah... Atau unek-unek… Atau

apapun... Kasih tau Ciello aja Maa… Kali aja Ciello bisa ngebantu…"

"Masalah…?"

"Iya Maa…. "

"Walau mungkin susah..... Tapi Ciello janji bakal selalu ngebantu masalah

Mama… Apapun itu… " Ucap Ciello lagi yang kemudian diiringi dengan kecupan

pelan ditengkuk ibunya, "CUUP... CUUUPPP...."

"Ooohh.... Sayang… Makasih ya… " Ucap Citra pelan sambil menyentuh kedua

tangan putranya yang berada dipundak. Setelah itu, ia menggiringnya menuju

ke pinggang.

"Mama cuman pengen... Kamu peluk Mama aja Sayang… " Ucap Citra sambil

meminta kedua tangan Ciello memeluknya erat.

"Ooohh..... Kalo cuman minta meluk mah.... Nggak usah sungkan buat minta ke

Ciello Maaahhh… "

"Hiya Sayang....Uuuuhhh… Hangat banget pelukanmu Sayang…"

"Hehehe… Buat Mama Cielo yang paling cantik... Permintaan apapun… Bakal

Ciello lakuin Maaa…"


Kisah Keluarga Penzinah

"Makasih Sayang… " Ucap Citra yang semakin mempererat pelukan Ciello.

"Ciello sayang Mama… CUP..." Kecup Ciello lagi-lagi pada tengkuk ibunya.

"Ssshh... Iya Sayang.... Mama juga sayang kamu…"

"CUUPPP.... Badan Mama wangi…" Ucap Ciello sembari lagi-lagi mengendusi

leher dan pundak Citra.

"Ihhss.. Mama khan belum mandi sore Sayang…"

"Cewe.. Kalo cantik..... Nggak mandipun... Aromanya masih wangi Maaa… " Ucap

Ciello yang terus mengendusi Citra. "Cantik... Ya kaya Mama… Cantik…"

"Jadi kalo Mama seminggu nggak mandi… Tetep aja wangi ya…?"

"Hmmm… Sepertinya sih wangi Maa.... Mama khan cantik… Hehehe..."

"Hihihi… Dasar penggoda mesum…"

"Kok mesum Maa…?"

"Ya kalo nggak mesum… Kenapa dipantat Mama sepertinya ada barang yang

keras-keras ya…?" Bisik Citra risih ketika merasakan jika penis putranya mulai

menggeliat dibawah sana

"Owwwhh.. Itu.... Hehehe… Itu reflek Maa…"

"Iiiihhss.. Dasar anak mesum…. Udah ahh.... Mama mau cuci piring dulu… Kalo

kamu peluk gini mulu... Mama nggak bisa gerak nih…" Ucap Citra ketus dan

mendorong tubuh Ciello supaya mundur..


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggak mau… Kalo Mama cemberut seperti itu mulu… Ciello nggak mau

ngelepasin Mama…" Ancam Ciello yang semakin mempererat pelukan

tangannya.

"Ciellooo... Lepasin aahh… Sayang...."

"Enggak… Ciello nggak suka Mama cemberut seperti itu…. Senyum dulu

doongg…"

"Hhhhhh… Ada-ada aja sih kamu Sayang...?" Citra menarik nafas panjang,

kemudian menuruti permintaan putra kandungnya itu. Ia lalu menarik ujung

bibirnya kesamping. Membuat senyuman lebar nan cantik diwajahnya.

"Naaahhh… Kalo gitu khan cantik Maa…" Puji Ciello yang alih-alih melepaskan

pelukan tangannya, malah semakin memeluk ibunya kuat-kuat. "Ngelihat

kecantikan Mama balik lagi….Ciello jadi makin sayang deh ama Mama…" Seru

putra kandung Citra itu sembari memajukan tubuhnya, menempel erat pada

punggung Citra.

"Iiiiihhhsss... Sayang… Udah aaahh… Mama mau kerja dulu nih…"

"Kerja aja Maaa... Ciello nggak bakal ngeganggu kok… " Jawab Ciello singkat

sambil makin memajukan tubuhnya. Membuat Citra makin merasakan tonjOlan

keras milik putranya di sela-sela pantatnya.

"Tapi Mama nggak bisa bebas bergerak Sayang…"

"Hehehe… Nggak apa-apa Maa... Ciello bakal ikut bergerak kemanapun mama

inginkan…" Jawab Ciello yang terus menempel erat dibelakang tubuh Citra.

Mengikuti gerakan tubuh seksi ibunya setiap kali ia berpindah tempat.


Kisah Keluarga Penzinah

"Mama cantik banget… " Ucap Ciello yang tak henti-hentinya memeluk tubuh

ibu kandungnya. Ia juga mengendus serta menghirup aroma tubuh Citra dan

terus menempelkan selangkangannya di belakang tubuh ibunya. Bahkan, tak

disitu saja, melihat kepasrahan ibunya ketika menerima sodokan-sodokan

isengnya, Ciello mengira jika Citra mengijinkan dirinya untuk berbuat lebih

cabul lagi.

"Mama kok bisa secantik ini sih Maa…?" Puji Ciello yang mulai iseng merabai

perut dan pinggang Citra. "Udah cantik... Seksi pula... Badan Mama ini.... Bikin

Ciello sering pusing Maa… CUP..."

"Pusing apa nafsu…?"

"Hehehe..... Dua-duanya Maa… Pusing sekaligus nafsu.... " Ucap Ciello semakin

berani menggoda ibunya lebih jauh lagi. Memajukan selangkangannya, menohok

sela pantat ibunya secara terang-terangan

"Ohhh… Cielloo…" Bisik Citra lirih, "Udah aaahh… Jangan berbuat yang aneh-

aneh aaahh…" Tolak Citra pelan sembari berusaha menjauhkan tubuh putra

kanduingnya dari belakang tubuhnya.

"Ooohh.. Mamaaaa….. Ciello nggak aneh aneh kok.. Cuman pengen meluk Mama

cantikku ajaa…"

"Yaa kalo mau peluk… Nggak usah ngusel-nguselin kontolmu dong sayang…"

"Hehehe.. Itu tandanya Ciello sayang banget ama Mama…" Jawab Ciello yang

sama sekali tak menghiraukan keberatan Citra. Malahan, ia semakin

mempererat pelukan tangannya sambil terus menggesekkan tubuhnya naik

turun. Menyelipkan batang penisnya yang sudah menegang keras kearah sela

pantat ibunya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Uuhhh.. Cielloooo…. Mama nggak bisa nafas niihh…. Jangan kenceng-kenceng

meluknya…"

"Hehehe… Maaf Maa…. Habisan Mama wangi sih… Seksi … Aku jadi gemes deh

ama Mama…" Ucap Ciello berkali-kali.

"Mama juga sayang kamu Sayang… Cuman... Udah dulu ya Sayang… Udah…

Jangan peluk Mama seperti ini dulu… " Desah Citra yang tahu jika birahi putra

kandungnya itu mulai tak terbendung lagi.

"Bentaran lagi ahh Maa…." Tolak Ciello.

"Bentaran apa lagi sih...? Kamu mau ngapain Sayang…? Jangan macem-macem

yaa… Ntar Papa atau Clara bisa ngelihat kita loh… Meraka bisa saja datang

kesini setiap saat...." Tolak Citra yang kali ini mencoba menjauhkan sodokan

pinggang Ciello dari pantatnya.

"Ehhmmmhhh.... Bentaran lagi Maa… Ciello mau keluar...."

"Haah…? Kamu mau apa…? " Panik Citra ketika mendengar kalimat putranya.

Buru-buru ibu dua anak itu menjulurkan tangannya kebawah.

Dan betapa kagetnya ia ketika mendapati jika Ciello sudah menurunkan celana

kolornya, mengeluarkan batang penis besarnya, dan menggeseki belahan

pantatnya naik turun..

PRANG KLONTANG KLONTANG...

Sebuah panci terpeleset dan jatuh kelantai. Menimbulkan suara lantang yang

terdengar ke seuruh penjuru villa.


Kisah Keluarga Penzinah

"ASSTAAGGAAA... CIEELLOOOO....!" Kaget Citra, "Ciello… Kamu jangan

kurang ajar ya… Aku itu Mamamu…." Seru Citra begitu menyadari jika

putranya sudah melakukan perbuatan cabul secara terang-terangan

kepadanya.

"E...Ehhh… Ma’aaf Maa…. " Ucap Ciello yang setelah melihat raut wajah ibunya,

tiba-tiba merasa ketakutan, "Ciello pikir… Setelah apa yang sering kita

lakukan belakangan ini… Kita bisa…"

"BISA APA…?" Bentak Citra dengan intonasi keras namun bernada pelan.

"Bisaa.... Nggg....Yaa… Ngelakuin hal lain…"

"Hal lain seperti apa…? Ngentotin Mamamu sendiri…? Iya....?" Potong Citra

dengan nada tinggi.

"Nggg... Maaf Maa…"

"Udah-udah sana… Jauhkan kontol ngacengan kamu itu dari Mama dan buruan

masuk kamar... Mama nggak mau kamu ada didekat Mama…. PERGI….!"

"Ma'af Maa..." Ucap Ciello lemas seperti orang yang baru saja kalah perang.

Dengan berat hati, Ciello meninggalkan ibunya sendiran di dapur. Melangkah

dengan lemas menuju kamarnya di lantai atas vilaa.

"Aaaarrrggghhh…. Bisa stresss aku kalo seperti ini…." Seru Citra yang

kemudian mengambil panci yang tadi terjatuh kelantai dan menghempaskan

panci itu ke bak cuci. Membuat panci itu terbanting keras dengan suara

kelontangan lantang.

KLONTANG KLONTANG KLANG...


Kisah Keluarga Penzinah

Ia lalu menghentikan kegiatan cuci piringnya sejenak sembari menatap kearah

jendela dapur.

"Ada apa Sayang…?" Tanya Mike yang tak lama kemudian sudah berada di

dapur.

Tak menjawab, Citra hanya duduk di kursi makan.

"Kamu baik-baik saja…?" Tanya Mike lagi sambil meraih tangan istrinya.

Tak juga menjawab, Citra segera menghindar dari tangan Mike.

Diambilnya ceret air panas dan sebuah cangkir. Dengan lincah, Citra meracik

secangkir teh kemudian melangkah kearah balkon dapur. Sembari menarik

nafas panjang, ia duduk dikursi.

Sejenak, Citra menatap jauh ke arah danau yang sudah tak terlihat. Kearah

bintang yang gemerlapan dilangit. Dan mendengarkan suara gemericik air

sungai dan suara alam yang menenangkan.

"SLUURRPPP…"

Suara bibir Citra menyeruput teh hangatnya.

"Sayang… " Susul Mike sambil duduk di kursi balkon, "Kamu nggak apa-apa....?

Kamu terlihat begitu tegang Sayang… Kalo ada unek-unek… Ceritain ke aku

dong…"

Tak menjawab, Citra malah meletakkan cangkir tehnya di meja balkon dan

beranjak bangun dari kursi.

"Sayang.... Tunggu dulu...." Cegah Mike yang segera meraih tangan istrinya.


Kisah Keluarga Penzinah

Lagi-lagi, Citra menepis tangan suaminya dan melangkah masuk kearah ruang

keluarga. Citra lalu menghempaskan pantat bulatnya ke sofa dan meraih

remote yang tergeletak di meja. Dengan kesal, Citra menekan-nekan tombol

remote controlnya gemas, mencoba mencari channel TV favoritnya.

Tak mau dicuekin mulu, Mike segera menyusul Citra kedalam. Sambil

membawakan cangkir teh istrinya, ia berjalan ke ruang keluarga.

"Sayang....?" Panggil Mike yang kemudian dudul di ujung sofa. Ia lalu meraih

kaki Citra dan mengusap telapak kakinya pelan, "Aku pijitin ya....?"

Sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi Mike, untuk memijat kaki Citra ketika

mereka sedang berselisih paham. Ia tahu benar jika itu adalah satu-satunya

cara buat meredakam emosi istrinya ketika sedang tinggi. Dengan sengaja,

Mike menekan ujung jari jempol Citra keras-keras.

"Uhhh... Pelan-pelan Mas…" Lenguh Citra pelan.

"Eh iya…" Jawab Mike.

Citra melirik wajah suaminya tajam dan menghela nafas panjang.

"Kamu nakal sekali Mas...... " Ucap Citra membuka percakapan, "Masa anak

sendiri kamu pejuhin…?"

"Nggg.... Iya.... Mas Minta maaf Dek...."

"Emang… Aku kurang memberimu kepuasan ya Mas....?" Tanya Citra lagi.

"Enggak Dek…. Kamu selalu memuaskan aku kok…."

"Lalu…? Kenapa kamu sampe tega melakukan hal itu Mas......? " Tanya Citra

dengan wajah serius, "Kamu mejuhin anak sendiri loh Mas.... "


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya... …"

"Kamu sadar nggak sih Mas...? Kalo Clara itu putrimu... ? Dia Anak kandungmu

sendiri loh...."

"Iya Mas tahu.... "

"Kalo Mas tahu… Kenapa Mas masih ngelakuin hal itu....?"

"Mas nggak tahu Dek.... "

"Kok nggak tahu....?"

"Iya… Mas nggak tahu.... "

Sejenak, Mike juga mengambil nafas panjang.

"Mas juga ngerasa aneh Dek.... Akhir-akhir ini Mas ngerasa ada yang beda

pada diriku... Karena setiap ngelihat Clara… Entah kenapa menjadi khilaf.... "

"Khilaf....?" Kaget Citra, "Khilaf bagaimana Mas....?"

"Ya khilaf Dek.... Khilaf.... Mas selalu menganggap Clara itu dirimu... Mas seolah

lupa kalo Clara itu putri kandung Mas...."

"HhhhhHhhh.... " lagi-lagi Citra menghela nafas panjang, "Kamu kok gitu sih

Mas....?" Ucap Citra yang sekarang sudah menatap suaminya,"Kamu memang

penjahat kelamin Mas...... "

"Maaf Dek..... Mas khilaf.... " Ulang Mike lagi yang kemudian merebahkan

tubuhnya tepat disamping Citra.

"Khilaf apa nafsu Mas......?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Nggak tahu Dek...... Mas nggak tahu.... " Ucap Mike lirih, "Entah kenapa...

Setiap kali Mas melihat kecantikan Clara.... Membuat Mas langsung kehilangan

akal sehat Mas....."

"Itu anak kandungmu sendiri loh Mas....Itu anak yang lahir dari benihmu...."

"Iya.... Mas tahu Dek...." Jawab Mike, "Maaf...."

"Hhhhhh... Mas mau minta maaf... Tapi kok yang dibawah situ nggak mau minta

maaf...?" Bisik Citra lirih sembari mengusap selangkangan suaminya, "Minta

maaf tapi kok kontolnya ngaceng.... ?"

"Hehehe.... Habisan kalo kamu elus-elus gini... Siapa yang nggak bakalan

ngaceng Dek....?" Ucap Mike mencoba bercanda.

"Halah... Bohong... Pasti kamu ngaceng gini gara-gara kita ngomongin Clara

ya...?" Tebak Citra.

"Nnggg....... Nggak juga sih...."

"Ngaku aja Mas.... Kontolmu ngaceng gini gara-gara kamu mikirin Clara

khan....?"

"Nnggg.... Iya sih.... Sedikit......"

"Sepertinya... Kontolmu ini kayaknya nggak bakalan bisa puas dari hanya satu

memek ya Mas....?"

"Nggg.. Maksudnya...?" Heran Mike.

"Kalo misal tadi Adek nggak masuk kekamar Clara... Kira-kira Mas bakal

ngelakuin hal yang lebih jauh lagi ngga ya Mas....?


Kisah Keluarga Penzinah

"Hal yang lebih jauh....? Hal apa Dek...?"

"Nggak tahu... Mungkin... Kamu bakal jilat tetek Clara kali...? Atau kobelin

memek Clara kali...? Atau mungkin Mas mau minta entotin anak kita...?"

"Eehhhh.... ? Kok kamu nanyanya gitu Dek...?"

"Ya engak.... Adek cuman pengen tahu aja Mas..... Kira-kira kamu bakal

ngelakuin semua hal itu apa nggak...?"

"Yaaa.... Enggak lah Dek.... Emang Mas udah gila apa...?"

"Ya khan Adek cuman pengen tau aja Mas.... Mas bakalan tega apa nggak...."

"Tega...? Tega apa...?"

"Iya.... Mas bakalan tega buat ngambil perawan Clara nggak....?"

Mike tak menjawab. ia hanya menatap wajah cantik istrinya dalam-dalam.

"Kalo misalnya.... Clara mau dientotin ama Mas... Kira-kira Mas bakal

ngelakuinnya apa nggak...?"

"Ngelakuin apa...? Ngentotin Clara......?"

"Iya.... Mas mau apa nggak....?"

"Nggg...."

"Jawab Mas.... " Tanya Citra tegas, "Adek pengen tahu.... Mau atau

enggak.....?"

"Ngggg...."

"Gimana Mas...? Mas mau atau enggak....?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Gimana ya....?" Bingung Mike sambil berpikir keras.

"GILA kamu ya Mas.... Kamu gila...."

"Laahh...? Kok gila....?"

"Ya itu.... Kamu nggak bisa langsung ngejawab pertanyaan Adek...."

"Jadi kalo aku nggak bisa langsung jawab... Itu artinya aku gila....?"

"Bagi Adek... IYA...." Jawab Citra tegas, "Itu artinya... Kamu pasti ada

kepengenan buat berbuat lebih jauh lagi dengan Clara...... Ya khan Mas....?"

"Ya enggak lah...."

"Ngaku aja Mas.... Kamu pasti pengen khan Mas... Buat merasakan kenikmatan

tubuh Clara....?" Tanya Citra dengan nada menggoda, "Kamu pengen khan Mas...

Bisa ngisepin tetek Clara yang besar itu...?"

"Emang kamu nggak pengen Mas... ? Bisa ngejilatin memek Clara yang mungil

itu...? Ngobelin memek anak kandungmu sendiri sampe dia ngedesah-desah

keenakan...? Kamu jilat memek Clara sampe dia kelojotan...?"Tanya Citra

sambil mengusap-usap penis Mike yang sudah menegang keras.

"Nnggg.... Gimana ya...?"

"Emangnya... Kamu nggak pengen Mas...? Ngebelah memek perawan Clara pake

kepala kontolmu ini Mas...? Kepala kontol yang juga dulu ngebelah memek

perawan Adek ini Mas..."

"Kamu nggak pengen....? Nyodok-sodok liang rahim putri kecilmu yang

semokmu itu pake kontol panjangmu ini...? Hingga ngebuat Clara menjerit-

jerit keenakan dan lemas karena dia orgasme...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Kamu nggak pengen...? Ngaduk-aduk isi memeknya...? Nusukin kontolmu

sampe bener-bener habis kepangkal rahim Clara...? Sampe akhirnya... Kamu

bisa mejuhin liang peranakan putrimu dengan jutaan benih pejuhmu yang

subur...??"

"Emangnya... Kamu nggak pengen Mas...? Ngelakuin semua hal yang seksi

seperti itu Mas...?"

"Ngggg.....Gimana ya.... ? " Bingung Mike, "Sebenernya.... Mas pengen Dek....

Bisa ngentotin cewek secantik dan seseksi Clara... Siapa juga yang nggak

pengen... Pengen banget malah..." Ucap Mike jujur tanpa bisa beralasan.

"Astaga Mas...." Kaget Citra sambil menutup mulutnya, "Adek nggak nyangka

Mas..."

"Loohh... Ehhh...." Kaget Mike yang tiba-tiba tersadar dengan semua

pertanyaan Citra barusan, "Maksud Mas..."

"Tega ya Kamu Mas...." Rutuk Citra, "Ternyata.... Adek menikahi seorang

penjahat kelamin.... Parah banget kamu Mas..."

"Bukan.... Bukan gitu Dek....

"Aaaahhhh...... Semua pria emang sama....." Ucap Citra sambil beranjak dari

sofanya.

"Tunggu bentar Dek.... Bukan gitu maksud Mas.... Denger... Mas bisa jelasin

semuanya....."

"Udah ah.... Bodo.... Adek ngantuk.... Adek mau bobo.

"Adek.... Denger dulu...." Tahan Mike yang mencegah kepergian istrinya.


Kisah Keluarga Penzinah

"APA......?" Tanya Citra ketus.

"Tunggu dulu dooong.... Mas mau ngomong...."

"Mau ngomong apa lagi...? Semua udah jelas Mas..."

"Hhhhhhh.... " Sela Mike menghela nafas, "Untuk apa yang terjadi tadi sore

antara Mas dengan Clara... Mas bener-bener minta maaf... " Ucap Mike

sembari mengecup jari tangan Citra. "Cuman... Mas akhir-akhir ini juga

berpikir... Jika kamu juga sepertinya ada rasa dengan Ciello..."

"A.. Ada rasa dengan Ciello...?" Kaget Citra, "Ma.. Maksud Mas apa....?"

"Iya.... Mas pikir.... Kamu juga punya rahasia dengan Ciello...... Putra kita...... "

Jawab Mike pelan, "Apa kamu juga ada maen dengannya...? Sayang...?"

DEEG

Jantung Citra seolah berhenti berdetak. Otaknya segera berpikir keras

mengenai segala kemungkinan yang bisa terjadi dari hubungannya dengan

putranya.

"Apakah Mike tahu semua perlakuan mesumku dengan Ciello....?" Tanya Citra

dalam hati, "Apakah Mike tahu langsung...? Atau dia tahu dari orang lain...?"

"Jawab Sayang...? Kok malah diem aja...?"

"Jangan nuduh yang macem-macem ya Mas... " Sergah Citra membela diri,

"Apa buktinya Adek ada maen dengan Ciello...?"

"Ya Mas nggak tau Dek... Mas belom punya bukti... " Jelas Mike, "Cuman firasat

Mas... Kamu juga ada maen dengan Ciello..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Huuuu.... Jangan karena kamu ketangkep basah udah mejuhin Clara... Kamu

bisa bales menuduh Adek ngelakuin hal yang nggak-ngak dengan Ciello ya

Mas... Adek nggak suka..."

"Mas nggak nuduh sayang... Mas cuman tanya... Mas berfirasat..."

"Firasatmu nggak beralasan Mas... Kamu terlalu mengada-ada...."

"Mas cuman merhatiin aja Dek.... Kamu punya hubungan special dengan putra

kita.... Terlebih ketika Mas ngelihat ketika kamu sedang berduaan dengan

Ciello... Raut wajahmu langsung berubah...."

"Berubah gimana....??"

"Kamu jadi lebih ceria aja... Lebihsegar.... Lebih berseri-seri..." Jelas Mike,

"Kamu... Nggak sedang jatuh cinta dengan anak kita khan Dek...?"

"Adek...Jatuh cinta atau tidak... Itu bukan urusanmu Mas... Itu rahasia ibu dan

anak...." Ucap Citra membela diri, "Lagian kalo Adek memang beneran cinta

dengan Ciello.... Apa sih salahnya...? Toh dia anak Adek juga..."

"Ya kalo begitu kita sama dong Dek... Aku juga cinta ama Clara...." Ucap Mike

mencoba membela diri.

"Beda Mas... "

"Loohh...? Bedanya...?"

"Menikmati aurat tubuh wanita hingga ngocokin kontol... Lalu mejuhin dia... Itu

namanya bukan cinta Mas.... Itu pencabulan... "

Mike kembali terdiam, tak mampu memberikan pembelaan bagi dirinya sendiri.


Kisah Keluarga Penzinah

Melihat suaminya tak mampu berkata apa-apa. Membuat Citra merasa menang.

"Itu jauh dari yang namanya cinta Mas.... Itu birahi... Itu nafsu.... " Ucap Citra

lirih, "Ngerti...?"

Seolah kehabisan kata, Mike sama sekali tak menjawab. Ia hanya terdiam dan

menatap tivi yang masih menyala terang di ruang keluarga,

"Hhhhh.... Ada lagi yang mau dibicarakan Mas Mike...?" Tanya Citra sambil

beranjak dari sofa ruang keluarga. "Kalo nggak ada... Adek mau bobo..."

"Tunggu bentar Dek... " Sergah Mike sembari memegang pinggang istrinya.

"Apalagi sih Mas...? Adek udah ngantuk banget niiihhh..."

"Duduk sini bentaran dong Dek... " Ucap Mike yang tanpa basa basi, langsung

memelorot celana dalam istrinya lalu menarik tubuhnya mundur. Dan begitu

pantat Citra turun mendekat ke selangkangan Mike nya, ia segera

mengarahkan penisnya ke lubang vagina istrinya.

"Aaahhh... Maasss.. Kamu mau apa...?" Kaget Citra reflek.

***

TOK...TOK...TOK....

"Kaak... Kak Ciellooo..." Panggil Clara dengan nada super pelan.

TOK...TOK...TOK....

"Apa...?" Jawab Ciello ketus.


Kisah Keluarga Penzinah

CKLEK....

Suara pintu kamar terbuka.

"Kakak sedang apa...?" Tanya Clara menjulurkan kepalanya masuk kedalam

kamar Ciello.

"Emangnya aku keliatannya sedang apa...?" Jawab Ciello

"Eh Kak... Papa ama Mama sedang berantem ya Kak...?" Tanya Clara yang tiba-

tiba nyelonong masuk kedalam kamar Ciello, "Kok sepertinya tadi pas makan

malam... Mereka berdua keliatan tegang amat..."

"Nggak tau deh Dek.... " Jawab Ciello yang sedang bersiap-siap tidur.

"Kira-kira...... Mereka berantem tentang apaan ya....?"

"Nggak tau...."

"Pasti salah Papa berat banget deh.... Mama sampe ngambek seperti itu...."

"Aauuukkk.... Aahh... " Jawab Ciello tak tertarik dengan obrolan adik

kandungnya. Ia kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dan menarik

selimut menutupi tubuhnya. Ciello sama sekali tak menghiraukan segaa

pertanyaan dan rasa penasaran Clara.

"Kak...? Kamu kenapa...?" Tanya Clara yang melihat Ciello yang tiba-tiba tak

menghiraukan keberadaannya, "Tumben Kakak kaya kerupuk kena aer...

Peeesss... Lemeess.... Hihihi...."

Biasanya, jika Clara masuk kedalam kamar Ciello, ia pasti seketika itu juga

langsung dikerjain habis-habisan oleh kakak kandungnya. Entah dihina,

dicubitin, dijewer-jewer, ditimpuk bantal,atau yang paling parah, mendapat


Kisah Keluarga Penzinah

remasan pada kedua payudara atau pantatnya. Namun kali itu, Ciello terlihat

begitu tak bersemangat.

"Aku ngantuk Deeekk... Mau tidurrrr..." Jawab Ciello lemas. Gara-gara

penolakan dari ibunya tadi sore, membuat putra semata wayang Citra itu

seolah kehilangan rasa jahilnya.

"Eh Kak.... Papa pasti punya salah ama Mama deh Kak ..."

"Ahh.... Sok tahu banget kamu...."

"Ya liat aja Kak... Mama tuh ya.... Semarah marahnya.... Nggak bakalan sejudes

itu mukanya..." Jelas Clara yang ikut-ikutan merebahkan tubuhnya diranjang,

tepat disamping tubuh Ciello yang memunggunginnya, "Tapi....? Coba tadi

Kakak liat nggak...? Muka Mama kelihatan judes banget...."

"Trus...?" Jawab Ciello dengan pertanyaan.

"Ya itu artinya.... Papa punya masalah yang besar banget ama Mama...."

"Trus...?"

"Trus dari tadi pas makan malam.... Mereka berdua sama sekali tak

berbicara...."

"Trus....?"

"Iiiihhsss... Kakaaak... Terus terus terus mulu deh.... " Sebal Clara, "Kalo Clara

bicara.... Lihat kemari dooong.... Jangan bilang terus terus mulu... Emangnya

Clara tukang parkir....?" Jawab Clara yang langsung menarik pundak Ciello

mundur, membuat kakak kandungnya jadi terlentang. Setelah itu ia memaksa

kepala Ciello supaya menghadap kearahnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiihhh.. Toket apaan siiihh....? Aku ngantuuuukkkk taaauuukkkk....." Omel

Ciello.

"Dengerin Adek dulu dong Kaaak.... "

"Tapi setelah Adek selesai cerita... Langusng keluar kamar loh yaaa...? Kakak

mau langsung tidur..."

"Iye.. Iyeeee..."

"Dasar toket.... Ngeganggu orang mau tidur aja..." Ucap Ciello yang kemudian

memiringkan tubuhnya menghadap Clara dan iseng meremas salah satu

payudaranya.

"Iiihhsss.... Kakaaak...." Omel Clara yang buru-buru menepis tangan jahil kakak

kandungnya.

"Hehehe.... Itu biar mata Kakak nggak ngantuk.... " Ucap Ciello singkat.

"Huuuuuu... Maunya....."

"Yaudah mau cerita apa....?"

"Gini Kak... Papa sepertinya punya masalah yang besar dengan Mama ya

Kak...Muka Mama sampe judes banget begitu...."

"Kalo iya... Lalu kenapa...?" Iseng Ciello yang menyentil-nyentil puting payudara

Clara yang tercetak jelas di kaos mini mousenya.

"Iiihhsss.. Kakak...."

"Iya sih Dek... Muka Mama keliatan cemberut..." Jawab Ciello menghentikan

keisengannya sebentar.


Kisah Keluarga Penzinah

"Ya khaaann Kaaak...? Kira-kira mereka sedang meributkan masalah apa ya...?"

Tanya Clara lagi.

"Papa selingkuh kali...?" Jawab Ciello masa bodo sambil kembali iseng,

mengusap-usap gundukan payudara Clara dengan ujung jari telunjuknya

"Ngaco.... Amit-amit deh Kak...." Potong Clara tak mempedulikan keisengan

Mike, "Nggak mungkin itu maah..."

"Ya kali aja Dek... Siapa tahu....? Papah khan ganteng... Gagah... Kekar...."

Jawab Ciello lagi yang terus mengusap-usap daging payudara adiknya dengan

gerakan memutar.

"Jangan sampe ah... Kasihan Mama.... Pasti Mama bakal kepikiran banget deh...

Sampe cemberut gitu..."

"Walau cemberut... Mama masih kelihatan cantik ya Dek....?" Ucap Ciello yang

merasa usapannya tak dilarang oleh Clara, mulai meremas pelan payudara

besar adiknya.

"Iiihhhsss.... Kakaaaak.... Mesum banget sih jadi cowoook... Dasar Kakak

mesum...." Sadar Clara yang buru-buru menepis tangan Ciello dan meremas

batang penis kakaknya kuat-kuat.

"Aaaduuuuhhh...."

"Rasain...."

"Dasar toket silikon...." Celetuk Ciello yang kemudian melempar bantal kearah

Clara.


Kisah Keluarga Penzinah

"Eh Dek... Coba tebak...." Bisik Ciello pelan, "Kira-kira... Sampe kapan Papa

bakalan dijudesin Mama...?"

"Ah.... Kalo mereka sih.... Besok pagi juga udah kelar.... Udah mesra lagi...."

Jawab Clara.

"Ngggak Laaahhh..... Mereka pasti bakalan lebih lama lagi marahannya.... "

"Ngga Kak.... Percaya deh.... Ntar malem juga mereka udah baekan...."

"Oke kalo gitu.... Kita taruhan aja gimana....?" Tantang Ciello.

"Boleeeh... Siapa takut...."

"300 rebu...."

"Kecil itumaaah..."

"Oke fine.... Kalo misal besok Mama ama Papa masih berantem... Jangan nangis

ya kalo kamu kalah...."

"Adek nggak bakalan kalah...." Jawab Clara singkat sambil menjabat tangan

kakak kandungnya dan melangkah keluar kamar.

***

"Kak.... Kak.... Bangun Kak...." Ucap Clara lagi sambil menggoyang-goyangkan

tubuh Ciello.

"Aaahhh apaan lagi siiiiih...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Bangun Kaak.... Banguuunn...." Ucap Clara berisik, "Kamu kalah taruhan

Kaaak...... Ayo bayar...."

"Bayar...? Bayar apaan....?"

"Kamu kalah Kak.... Papa ama Mama udah baekan...." Jelas Clara,"Hihihihi...

Adek MENANG...."

"Aahhh.... Kamu ngigau ya....? Ini khan masih sore....?"

"Justru itu Kakaaaak.... "

"Tahu darimana kamu kalo Papa ama Mama udah baikan....?"

"Tadi Adek khan haus... Trus mau ngambil minum ke bawah… " Jelas Clara

"Trus...?"

"Eh pas sampe bawah.. Tahu nggak apa yang Adek lihat....?"

"Apaan…?"

"Papa ama Mama sedang……" Clara tak melanjutkan kalimatnya karena

kebingungan

"Apaan…?" Tanya Ciello penasaran.

"Ngggg.... Kakak liat aja sendiri deh…"

"Aahh.... Kakak males kebawah…"

"Ihhs Kakak maah… " Rajuk Clara, "Yaudah kalo nggak mau ngelihat… Pokoknya

Kakak kalah taruhan… Dan Kakak harus bayar 300 rebu ke Clara…"

"Yeee... Enak aja… Ya kalo nggak ada bukti Kakak nggak mau bayarlah...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Makanya buruan sana liat kebawah Nyeeet… " Paksa Clara yang buru-buru

menarik Ciello bangkit dari tempat tidur dan menyuruhnya turun kebawah

"Aduuuhh… Nih cewe rempong amat sih… " Omel Ciello, "Awas aja ya... Kalo

sesampenya dibawah ternyata nggak ada apa-apa… Bakal kakak remes abis

tetek buletmu ini..." Ancam Ciello sambil meremas kedua payudara Clara

keras-keras, "Sampe puaassss...."

"Iyeee deh Iyeeeee....…" Jawab Clara membiarkan tangan jahil Ciello

meremasi payudaranya sambil menarik tubuh kakaknya kearah tangga.

"Looh…? Kok rumah gelap Dek…?" Tanya Ciello sambil celingukan.

"Ssssttt… Coba dengerin deh Kak...."

PLAK... PLAK... PLAAK....

Terdengar suara tepukan dan hentakan yang disertai dengan lenguhan-

lenguhan nikmat.

"Ooohh... Deek... Goyang terus pinggangmu Deeekkk... Enaaakk...."

"Ssshhh.... Iya Maasss... Kontolmu juga berasa enak banget Maas......"

"Haah...? Serius itu Papa ama Mama Dek...?" Kaget Ciello yang langsung

semangat.

"Iya..." Jawab Clara singkat, "Lihat aja Kak..."

"Busyeeet.... Daaahhh..."

"Stttt…Beneran khan Kak... Mereka udah baekan... ? Malahan sekarang

mereka sedang...."


Kisah Keluarga Penzinah

"NGENTOT...."

"Ihhhss kakak jorok deh...."

"Laaah... Bener khan...? Mereka sedang ngentot....?"

"Auk aah... Pokoknya Kakak kalah... Sekarang Kakak harus bayar..."

"Iye yeee... Ntar...." Ucap Ciello sambil buru-buru melangkahkan kakinya turun

kelantai dasar, "Kamu jangan kemana-mana ya Dek...Tunggu aja disini.... "

"Kamu mau kemana....?"

Kakak mau liat mereka..."

"Heeeh... Jangan Kaak... Nggak sopan...." Larang Clara.

"Bodo amat..." Balas Ciello, "Salah sendiri ngentotnya nggak dikamar...."

"Yaaah... Kakak... Jangan tinggalin Clara disini Kak... Takut...."

"Takut apaan sih...?"

"Aaahh... Disini gelap Kaaak... Pokoknya Clara nggak mau ditinggal disini

sendirian...."

"Biasanya juga tidur gelap-gelapan...."

"Itu khan kalo dirumah Nyeet... Disini khan di villa...."

"Apa bedanya...?"

"Ya kali aja ada apa-apa nongol dari kegelapan...."

"Huuuu....Dasar toket penakut... Kebanyakan nonton film horor siiihh...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Bodo... Pokoknya Kakak disini aja...

"Tauk ah...Kakak mau turun... Daripada disini ntar digangguin setan loh...

Hihihi..." Ancam Ciello.

"Iiihhsss... Rese banget deeeehh.... " Gerutu Clara, "Yaudah... Adek ikut...."

Dalam temaran cahaya lampu balkon yang temaram, kedua kakak beradik itu

berusaha beradaptasi dengan suasana malam yang semakin larut. Berjingkat

turun menuju lantai dasar. Mengintai kegiatan mesum kedua orang tuanya yang

sedang dilanda gelombang birahi. Dan setibanya dilantai dasar, mereka berdua

hampir tak mempercayai dengan apa yang dilihat oleh mata mereka sendiri.

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

"Ssshhh... Mass... Pelan-pelan Maas...." Lenguh Citra, "Nanti kedengeran anak-

anak..."

"Hehehe... Nggaaaak.... Mereka sudah tidur Dek..." Ucap Mike penuh percaya

diri.

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

"Ooohh... Enak banget kontolmu Maas... Jauh banget nusuk rahimkuu... "

Lenguh Citra pelan.

Dengan seksama, Ciello dan Clara berusaha mendengar setiap kata dan kalimat

kedua orangtuanya yang sedang mendesah dan lenguhan keenakan.

"Kak... Balik ke kamar aja yuk…" Ajak Clara menggandeng tangan Ciello untuk

segera naik keatas.

"Ngapain...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Adek takut kalo Papa Mama tahu kita ngintip mereka disini..."

"Nggak bakalan...."

"Ayo Kak... Balik aja..."

"Nggak ah... " Tolak Ciello menepis tangan Clara, "Ya kalo mau... Kamu aja

sendiri yang balik… Kakak mau disini aja dulu …"

"Yeeee.... Kakak maaahh…. Ayo kak… Adek nggak mau ngeganggu Papa Mama

…"

"Kita nggak nggeganggu Dek… Orang kita khan cuman pengen tahu aja kok...."

Jelas Ciello, "Udah ahh... Lepasin tangan Kakak.... Kakak mau ngedeket

kesana..."

"Ikuutt..."

"Huuuu... Dasar toket plin plan.... Ternyata kamu pengen lihat juga...." Remas

Ciello iseng.

"Bodo... Daripada ditinggal sendiri...." Jawab Clara yang buru-buru memeluk

tangan Ciello erat. Saking eratnya, payudara Clara sampai menempel ke tangan

kakaknya.

Dengan berjingkat hati-hati, kedua kakak adik itu merayap mendekat ke

tempat Mike dan Citra berada. Bak ninja, mereka berusaha tak menimbulkan

suara apapun. Mengendap bagai maling yang bersembunyi dibalik bayangan

malam.

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...


Kisah Keluarga Penzinah

"Untung tivinya masih menyala ya Dek… Jadi kita bisa ngelihat Papa Mama

dengan jelas…" Ucap Ciello sambil terus merangkak, diikuti oleh Clara

dibelakangnya.

"Iya Kak... Sepertinya mereka sedang asyik-asyikan ya Kak… "

Letak ruang keluarga, berada tepat di bangunan paling ujung dari villa tempat

mereka berlibur. Tengahnya, terdapat meja makan, dapur lalu tangga. Jadi

ketika Ciello dan Clara mengedap mendekat, posisi kakak beradik itu masih

tertutup oleh meja makan, sehingga tak mampu terlihat oleh Mike ataupun

Citra. Terlebih, karena Citra dan Mike sedang bersetubuh membelakangi

ruang makan, otomatis, kedua putra putrinya dapat melihat aktifitas mesum

mereka dengan tanpa rasa khawatir yang berlebihan.

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

"Astaga Kaaakk... " Pekik Clara kaget sambil menutup mulutnya, "Papa Mama

telanjang bulaaat...."

"Sssstttt.... Jangan keras-keras Deeekkk...."

Dalam siraman cahaya TV yang terang benderang, Ciello dan Clara dapat

melihat aktivitas yang sedang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Walau hanya

menampakkan punggung Citra, namun tetap saja, gerakan peretubuhnan

mereka dapat terlihat dengan jelas oleh anak-anaknya.

Tubuh Citra terlihat begitu cantik. Kulitnya putih bersih dengan lekukan

tubuhnya yang menonjol di bagian payudara dan pantat, membuat siluet

tubuhnya terlihat begitu seksi. Payudaranya yang besar dengan pantat bulat

bahenol benar-benar membuat postur tubuhnya bak gitar spanyol.


Kisah Keluarga Penzinah

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

Berulang kali, Citra menggeliatkan tubuhnya maju mundur, kekiri kekanan,

menikmati setiap gesekan vaginanya yang mengulek penis suaminya. Tak

jarang, ibu dua anak itu mengaduk penis Mike naik turun, sehingga membuat

bibir vaginanya yang sempit terlihat tertarik dan terdorong, karena menjepit

batang besar suaminya erat-erat.

"Astaga Kaak... Titit Papa...." Kaget Clara, "Gedhe banget...."

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

"Itu titit Papa nusuk-nusuk memek Mama Kaak... Nusuk sampe masuk semua

itu batang tititnyaa...." Seru Clara dengan suara tertahan,"Memek Mama

nggak berasa sakit apa ya...? Ditusuk titit segedhe itu....?"

"Oooohh.... Sayaaaang... Ssshh.... Aku capek Sayang.... Daritadi diatas mulu....

Gantian yaaa..." Pinta Citra sambil terus mendesah-desah keenakan

"Yaudah... Kamu rebahan aja disofa Dek..."

PLOP... PLAK...

Penis Mike menjelepat keras keatas ketika terlepas dari jepitan vagina Citra

dan menampar perut kekarnya

"Uuuhh... Lega banget berasanya memek aku Mas..." Ucap Citra ketika penis

suaminya terlepas dari vaginanya, "Kontolmu bikin memek aku penuh....

Ssshsh...."

"Hehehe... Memek kamu yang kesempitan Dek... Pereeett...." Ucap Mike

kemudian berdiri dari posisi rebahannya, "Jilat kontolku dulu Dek.... Biar


Kisah Keluarga Penzinah

bersih...." Tambahnya lagi sambil menjejalkan penisnya yang berlumuran

cairan vagina ke mulut Citra.

"HAP... AHEEEMM... SLUUURRPP..." Lahap Citra yang tanpa rasa jijik

sedikitpun, segera menjilati kelamin suaminya.

"Kak.... Mama jorok juga yak....?" Celetuk Clara berbisik, "Masa titit Papa yang

berlendir kotor gitu langsung dijilatin sih...? Khan baru aja masuk memek

Mama....Pasti bauk tuh...."

"Ahh.. Nggak jorok kali Deek... " Ucap Ciello yang masih terus mengamati

aktifitas kedua orang tuanya dengan seksama, "Yang Mama lakuin tuh....

Seksi....."

"Ahhh... Masa sih....?"

"Iyalah.... Cewe... Kalo mau nurutin cowo ketika mereka ngentot... Itu seksi...."

Bisik Ciello yang kemudian membetulkan batang penisnya yang menggeliat

keras didalam celana kolornya.

"Iiihhss... Kakak ngaceng ya...? Pake pegang-pegang titit segala....?"

"Ssssttt.... Iya.... Biarin aja napa... " Ucap Ciello cuek

"Ehh... Kak...Titit Papa mau ngentotin Mama lagi...." Seru Clara yang sepertinya

mulai menikmati pemandangan mesum kedua orang tuanya.

"Ayo buka lebar-lebar pahamu Dek... Mas mau ngentotin kamu lagi..." Pinta

Mike yang kemudian meletakkan kedua kaki istrinya di pundak,dan

mengarahkan kepala penisnya ke vagina istrinya.

"Sssshh... Pelan-pelan ya Maasss..."


Kisah Keluarga Penzinah

CLEEPPP

"Ooohhhh... Deeekk.... Sempittnyaaa..... Walau memek ini udah sering Mas

sodok... Memekmu masih berasa ngejepit aja Deekk..." Lenguh Mike yang

kemudian mulai menyodokkan seluruh batang penisnya.

"Shhhh... Kontolmu yang kegedean Maas.... Ooohhh... Pelan-pelan Maas.... Biar

memek aku beradaptasi lagi..."

PLAK...

Suara pangkal batang penis Mike menabrak selangkangan Citra.

"Uuuhh.. Maaas... Bentaran... Jangan digoyang dulu...." Desah Citra.

"Hehehe... Mas udah nggak tahan Dek...." Ucap Mike yang tanpa menunggu

istrinya, mulai menggenjot vagina Citra pelan.

PLAK... PLAK... PLAK...

"Ssssh....Pelan-pelan Masss... Biarin memek Adek megar dulu...."

"Hehehe...Memek nakal gini emang harus dihukum Dek...."

"Aaawww... Pelan Maasss.... Sssh... Ohhh... Ohhh... Ohhh..."

"Memek nakal gini... Emang harus dikasarin..."

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

"Astaga Kaaak... Papa mainnya kasar banget ya...?"

"Nggg.. Nggak juga ahh... Toh mama masih keliatan keenakan gitu..."

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...


Kisah Keluarga Penzinah

"Uuhh...Uhhh... Masss... Pelan-pelaaan.... Memek Adek ngiluuu.....Uhhh...

Uhhh... Uhhh..."

"Ssshh... Habisan Mas nggak tahan lagi Dek... Mas mau keluar... Oooohhh.... "

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

Dari jarak yang hanya terpaut beberapa meter, Ciello dan Clara terlihat

begitu menikmati pemandangan mesuk kedua orang tuanya. Ciello yang

berulangkali membetulkan penisnya, sudah mulai tak malu-malu lagi untuk

mulai memasukkan tangannya kedalam celana kolor guna mengelus-elus pelan

penisnya. Sementara Clara, juga mulai ikutan terangsang dengan mulai

meremas-remas payudaranya pelan sembari menggigit-gigit bibir tipisnya.

"Kamu horny ya Dek...?" Ucap Ciello sambil meraba pundak adiknya,"Kok

ngerabain toket sendiri...."

"Eehhh... Kamu juga Kak..." Balas Clara, "Mulai ngocok-kocokin titit..."

"Habisan gara-gara Papa Mama nih... Kakak jadi pengen..."

"Pengen apaan...?"

"Ya pengen ngentot laaaahh...."

"Iiihhhsss Kakaaak.... Mesum amat...."

"Emangnya kamu nggak pengen kaya mereka...?" Tanya Ciello yang pelan tapi

pasti, mulai meraba-raba punggung dan pantat Clara.

"Ennngggg.... " Bingung Clara, "Emang rasanya gimana ya Kak...?"

"Yaaa enak laaaahhh...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya ya Kaak...? Pantesan Mama sampe ngedesah-desah gitu.... Ssshh..."

Lenguh Clara yang mulai terbawa birahinya sendiri.

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

Mike, dengan kecepatan tinggi terlihat asyik memainkan pinggulnya. Maju

mundur cepat menghajar vagina sempit Citra yang mulai berbusa sembari

terus meremasi kedua payudaranya keras. Karena gelombang orgasmenya

yang mulai datang, membuat gerakan bercinta Mike semakin brutal.

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

"Oooohhh Maaasss.... Memek Adeek... Ngiluuuu.... Ooohh.... Tapi...

Eeenaaakk.... Ooohh.... Ooohh...."

"Ssshhh... Iyaaaa.... Memekmu.... Ngejepit banget Deeek... Uuhh... Uuhh..."

"Terus Maaass... Terus sodok memek Adeeekkk.... Sodok yang keenceengg...."

Pinta Citra sambil menggoyang pantat Mike naik turun. Mata Citra

berulangkali merem melek, seolah tak mampu menahan rasa nikmat dan geli

yang luar biasa.

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

"Ehhmmmhh.... Pasti Mama keenakan ya Kak..." Tanya Clara penasaran yang

masih mengintip persetubuhan kedua orang tuanya dengan posisi merangkak.

Membuat kaos mini mousenya tak bisa menutupi pantat bulat Clara.

"Pastinya Deeek..." Balas Ciello sambil terus mengusapi penis besarnya

sembari menatap pantat adik kandungnya yang sesekali bergoyang seiring

remasan tangannya pada payudaranya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Kamu seksi sekali Dek..." Ucap Ciello yang tiba-tiba meremas pantat bulat

Clara.

"Eehh.... Kakak ngapain...?"

"Nggg... Kakak nggak ngapa-ngapain kok.... " Ucap Ciello santai sambil terus

merabai pantat Clara secara bergantian, "Kakak cuman kagum aja ama pantat

kamu Dek... Bentuknya sama seksinya ama pantat Mama...."

"Ya iyalah.... Clara khan anak Mama gitu loooh...." Jawab Clara tak mengetahui

betapa terangsangnya Ciello saat itu. "Kenapa...? Kakak nafsu ya ngelihat

pantat Clara....?" Tambah Clara yang ketika menerima elusan tangan jahil

Ciello, malah semakin menggoyang-goyangkan pantatnya.

"Sedikit...." ucap Ciello yang karena sudah tak mampu menahan gejolak

birahinya, langsung menurunkan celana kolornya dan membebaskan penis

besarnya di hadapan Clara.

"ASTAGA... KAK.... KAKAK MAU NGAPAIN.....?" Pekik Clara dengan suara

tertahan. Matanya melotot melihat batang kelamin Ciello yang secara tiba-

tiba terpampang tepat didekatnya.

"Hehehe... Kira-kira Kakak mau apa...?" Balas Ciello sambil terus mengusapi

pantat adiknya. Bahkan, karena melihat kecuekan Clara, membuat Ciello

semakin berani dan mulai bertindak lebih nekat lagi.

"Kamu udah GILA ya Kak...?"

"Huuushh.. Ngaco... Kakak nggak gila lah... Kakak cuman sange aja...." ucap

Ciello yang kemudian mulai mengocok batang penisnya didekat Clara. Tak lupa,


Kisah Keluarga Penzinah

ia juga masih mengusap dan meremasi pantat bulat adiknya sambil sesekali

menempelkan batang penis besarnya pada pantat Clara.

TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK...

Suara tarikan kulit batang penis Ciello.

"Iihhhsss Kakak…? Kakak mau ngapain lagi…?"

"Hehehe… Bantuin Kakak bentaranlaaah..." Ucap Ciello sembari terus

meremasi pantat Clara yang tak tertutup, "Kakak mau pinjem pantatmu

bentaaar aja.....".

"Kak Ciello Iiihhss... Mesum amat sih jadi cowo...." Tolak Clara berusaha

menghindar dari remasan tangan Ciello. Namun, walau menghindar, Clara

sedikit banyak juga merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh kakak

kandungnya. Terlebih ketika melihat batang penis Ciello yang memiliki ukuran

kurang lebih sama dengan penis Mike, membuat darah birahi Clara mulai ikut

berdesir panas.

"Ayolah Deeek.. Bentaran doang...."

"Nggg....... Tapi jangan pake pantat Adek buat ngegesek-gesek titit kamu

Kaak.... " Ucap Clara sok jual mahal, padahal mata dan perhatiannya tertuju

sepenuhnya pada batang penis Ciello yang bergerak maju mundur karena

kocokan tangannya.

"Dan jangan pula ngecrot disini...." Ucap Clara memberi syarat kearah lantai

ruang makan sembari terus berusaha menjauhkan tubuh Ciello dari bongkahan

pantatnya


Kisah Keluarga Penzinah

"Iyaa... Nggak bakal ngecrot disini.... Kakak cuman pengen ngeremes-remes

pantatmu aja kok...."

"Bener ya.... Kakak nggak ngecrot disini.... Bakalan jadi jorok tauuukkk..."

"Enggaaaak.... Tenang aja Dek... Kakak nggak bakal ngecrotin disini...Palingan

Kakak ngecrotin di dalem memek kamu...Hehehe...." Canda Ciello sembari

menyelipkan jemarinya kedalam celana dalam Clara, "Looh... Memek kamu udah

becek Deek..."

"Iiihhsss... Heeeehhhh....Kakaaaakkkkk.... Iseng banget sih tangannyaaa....."

Hardik Clara dengan intonasi pelan sembari menampik tangan Ciello.

"Hehehe... Kamu sange juga yaaaa Deekk....? Memek kamu udah berlendir

gini...." Ucap Ciello menunjukkan jemari tangannya yang sudah berlumuran

pelumas vagina pada Clara.

"Iiihhhhsss..... Dasar titit mesum...." Tepis Clara pada tangan Ciello.

"Kakak nggak nyangka.... Ternyata kamu suka juga ya ngelihat Papa Mama

ngentot...."

"Ee... Ennggaaak kok....Kebetulan aja memek Adek becek...." Ucap Clara dengan

muka memerah malu.

"Hehehe... Iya deh Iyaaa...." Ucap Ciello yang melihat keterpojokan Clara,

semakin berbuat jahil. Ia terus menempel-tempelkan batang penisnya ke

pantat Clara sembari terus mengusap dan meremasi pantat bulat adik

kandungnya.

"Berhubung kita sama-sama sange... Boleh khan Deek... ? Kakak pake pantat

kamu bentaran...."


Kisah Keluarga Penzinah

"Iya deh iyaaa... Tapi jangan masukin-masukin jari Kakak lagi ke memek

Clara...."

"Iyaaa iyaaaa.... Udah ahhh....Kamu nonton aja Papa ama Mama... Jangan

berisik... Ntar mereka bisa tahu kita disini…"

"Awas aja ya... Sampe masukin jarinya lagi.... " Ancam Clara," Udah… Sana agak

jauhan.... Kakak jangan ngocok titit dideket Clara "

"Ssstt… Bawel nih ya..." Kesal Ciello mendengar begitu banyaknya larangan

dari Clara, "Udah-udah... Mending kamu balik aja deh keatas... Berisik

banget...."

"Yeeee.... Nggak mau....Clara takut diatas sendirian...."

"Yaudah... Kalo nggak mau balik... Mending kamu diem aja disini.... Kakak udah

nggak tahan pengen coli’in kontol dulu nih…"

"Iihhhsss… Sumpah jorok banget sih kamu Kak...."

"Bodo…" Ucap Ciello yang kemudian kembali meremas-remas pantat Clara

sambil sesekali menepuk-tepukkan batang penisnya pada bulatan daging semok

itu.

NYOOOT....

Cubit Ciello gemas pada pantat bulat Clara.

"Aduuuuhhh.....Sakit tauukk..." Jerit Clara tertahan, sambil lagi-lagi menepis

tangan jahil Ciello.

"Ssssttt... Udah... Diem.... Jangan berisik... Ntar Papa Mama tahu loh kita

disini..." Ingat Ciello sambil kembali merabaik pantat bulat adiknya, "Dilihat


Kisah Keluarga Penzinah

lagi tuh pemandangan mesum Papa Mama kita.... Siapa tahu... Besok-besok

keluar di ulangan sekolah... Hehehe...."

"Iiiihhhssss..... Sumpah.... Kamu nyebelin banget Kak..."

Clara yang sudah terlanjur salah tingkah karena tak bisa kemana-mana, hanya

bisa diam. Menyaksikan persetubuhan kedua orang tuanya dan menjadi bulan-

bulanan oleh penis kakak kandungnya.

TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK...TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK...

“Coli diatas tetek Mama keliatannya enak ya Dek… Pasti pejuhku cepet keluar

tuh kalo dikocok-kocok pake tetek Mama……” Bisik Ciello pelan.

“Iiihhsss.. Kakak.... Masa Kakak ngebayangin Mama seperti itu…?”

“Biarin... Habisan badan Mama seksi banget sih... Jadi bikin kontol aku nyut-

nyutan..."

"Ihhhsss.... Kontal kontol kontol muluk... Kakak jorok banget deh

ngomongnya...."

"Emang kenapa...? Kontol kontol kakak sendiri kok..." Celetuk Ciello sambil

memperlihatkan secara terang-terangan kocokan penisnya kepada Clara.

Membuat adik kandungnya semakin salah tingkah karenanya.

TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK...TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK...

"Kamu juga sange khan Dek...? Ngeliat kontol Papa nyodok-sodok memek

Mama...?" Goda Ciello yang kemudian kembali meremas-remas pantat Clara.

"Keliatan banget kamu pengen ngerasainnya..."

"Iiiihhhss... Sok tau banget..."


Kisah Keluarga Penzinah

"Ini buktinya...." Seru Ciello yang tiba-tiba kembali mengusap celah vagina

Clara, "Lendir kamu makin banjir gini... Sampe ngalir ke paha kamu tuh.... Dan

ini juga... Puting kamu udah ngaceng keras gini..." Tambah Ciello yang juga

mengelus payudara Clara dari luar kaos dan meremasnya perlahan.

"Kaakaaak....Nggak sopan banget sih....?" Erang Clara sebal.

"Hehehe... Habisan... Kakak udah sange banget nih Dek... " Celetuk Ciello cuek

sambil terus mengocok batang penisnya kuat-kuat, "Kakak pengen cepet-

cepet ngecrot...."

"Auk aaahh..." Cuek Clara berusaha tak menghiraukan kejahilan kakak

kandungnya. Kembali berjongkok mirip anjing, mengintip persetubuhan kedua

orang tuanya dengan seksama.

"Dek... Kakak boleh minta tolong lagi nggak...?" Tanya Ciello dengan tangan

masih meremas dan merabai pantat bulat adiknya.

"Apaa..? "Jawab Clara singkat.

"Kakak boleh.... "

"Boleh apa...?"

"Ngggg... Kakak boleh nggak... Megang toket besarmu...?"

"Iiihhhsss.... Ogah.... Buat apaan...?"

"Biar Kakak cepet ngecrot Deekkk.... Kakak udah nggak tahan lagi...." Iseng

Ciello yang tanpa persetujuan Clara mengelusi payudara adiknya.

"Ogah..." Tolak Clara, menepis tangan jahil Ciello, "Enak aja... Emang Clara

cewek apaan...?"


Kisah Keluarga Penzinah

"Ayolah Deekkk.. Ntar Kakak kasih duit tarohannya langsung deeeh..." Rayu

Ciello yang tak menghiraukan keberatan adiknya, "Ya Dek yaaaa... Kakak

pengen banget nih ngeremesin toketmu..."

"Nngggg... Kalo mau.... Jadiin 2x lipat... Baru deh Clara bolehin Kakak

megang..."

"DEAL..." Girang Ciello yang buru-buru memasukkan tangannya kedalam tshirt

Clara dan meremas payudara besar adiknya tanpa berpikir panjang,

"Woooww... Empuk banget ya Dek tetekmu..."

"Sssshhh... Pelan-pelan Kaaakkk..." Erang Clara geli.

"Tetekmu juga kayaknya enak nih Dek... Kalo dipake buat ngocokin kontol

Kakak..." Erang Ciello yang makin kuat meremasi kedua payudara Clara secara

bergantian. Sementara tangan satunya, masih sibuk mengocok batang

penisnya kuat-kuat.

"Yeeee... Ngelunjak...."

TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK...TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK...

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

"Ooohh.. Ohhh.. Ooohh... Maasss... Aku mau keluar Maasss... Aku mau dapet...."

Teriak Citra lantang.

"Ssshhh.. Mas juga Deek... Mas juga pengen ngecrot..." Sahut Mike

"Kita keluar bareng Maas.... Ooohhh.. Ngentoott..."

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...


Kisah Keluarga Penzinah

Dalam jarak cukup dekat, Clara dan Ciello tahu jika sebentar lagi, kedua

orangtuanya akan segera orgasme. Itu artinya, pertunjukan mesum mereka

akan segera berakhir.

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

Gerakan bersetubuh Mike semakin brutal. Menggempur vagina sempit Citra

dengan penis besarnya. Melesakkan batang besarnya sejauh mungkin ke dalam

vagina Citra. Menggejot bertubi-tubi tanpa henti.

"Ooouuuggghhhhh... Oooohhh…Aahhh... Ooughhh.... Ooooohh.... Maaasss.... "

Suara desahan Citra tak terkendali ketika merasakan vagina sempitnya

dibongkar oleh penis suaminya secara kasar. Ditusuk keluar masuk penis besar

Mike tanpa ampun.

"Ooohh... Sayaaang.. Memek kamu berasa makin sempit baaangeett Deeekk…

Kontol Mas berasa makin diempot-empoott… Enaaak bangeet.... Ooohhh...."

"Ssshhh... Sama Maass.. Kontolmu juga berasa penuh banget di memek Adek…

Sodok yang kenceng Mass…. Entot memek Aadeeekk.... Ooohh...

"Ooohh... Memekmu selalu bisa bikin kontolku ngecrot Deekkk.. Peret

bangeett..."

"Iya Maas... Adek juga.... Uuhh.. Uuhh... Ooouuuugggghh.... Bentar lagi Adek

ngecrit Maasss..."

PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...

Tubuh Mike tiba-tiba bergetar dan bergerak semakin brutal. Dengan

kecepatan super tinggi, Mike menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan


Kisah Keluarga Penzinah

ganas. Saking ganasnya, sofa tempat mereka berdua bersetubuh sampai

berderit derit nyaring.

"Ooohhh... Deeeekkk...... Mas keluar ya Deeekk... Mas mau ngeecrooottt....

Ooohhh.... Ngentoooottt..." Seru Mike yang tanpa malu, berteriak-teriak

kesetanan sembari menghantamkan pinggulnya dalam-dalam ke selangkangan

Citra.

CROOT... CROOOTTT... CROOCOOOTTT... CROOT... CROOT... CROOOTTT...

"Oooouuuggghhhhh.... Aaaarrrggghhhh... Adek juga Maaasss..... Adek mau

keluuuuaaarrr....Ooohh.. Ngeeenttoootttt...." Jerit Citra dengan mata merem

melek keenakan. Tangannya menempel di pantat Mike dan menekannya

kencang sembari mengangkat pantatnya keatas, menerima sodokan tajam

batang penis suaminya.

CREETT... CREEETT... CREEECEEETTT.... CREETT... CREETT... CREETT...

Keduanya mengeluh panjang, sembari terus saling menghentak-hentakkan

badan. Sebelum akhirnya Mike ambruk dan memeluk tubuh basah Citra yang

lemas di atas sofa ruang keluarga. Dalam keremangan malam, kedua orangtua

Clara Dan Ciello hanya bisa berdiam. Menikmati sensasi orgasme mereka

sembari melepas lelah.

"Kak....? Papa Mama sudah selesai ya....?" Tanya Clara dengan mata yang masih

menatap tajam kedepan. "Itu sperma Papa keliatannya meluber keluar dari

memek Mama...."

TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK... TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK....


Kisah Keluarga Penzinah

Tak terdengar jawaban dari Ciello. Yang ada, hanyalah suara betotan batang

penisnya yang tersiksa akan tarikan kasar tangan Ciello.

TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK... TEK TEK TEK.... TEK TEK TEK... TEK TEK

TEK.... TEK TEK TEK...

"Kaak...?" Tanya Clara lagi yang penasaran akan suara yang berasal dari

belakang tubuhnya.

"Ssssttt.. Deeekk.... Jangan nengok...." Larang Ciello pada adiknya sambil terus

meremasi payudara bulat Clara.

"Emang kenapa Kak...?"

"Kakak... Mau ....Ssshh…. Ooooohhhh...... Ooohhhh....." Erang Ciello dengan

suara berat. Yang kemudian, ia mengejan-ejankan tubuhnya kuat-kuat.

CROT CROTT CROOOTTTCOOOTT... CROOOTT... CROOOTTT....

CROOOTTT.... CRROOOTTT....

Semburan sperma-sperma hangat, tiba-tiba meloncat jauh. Keluar dari mulut

penis Ciello dan mendarat, tepat di punggung dan pantat Clara. Dan tanpa

Clara bisa menghindar, sebagian sperma itu juga mendarat di rambut dan

wajah cantiknya. Semua terjadi begitu cepat.

CROOOTT... CROOOTTT.... CROOOTTT.... CRROOOTTT

"Kakak keluar Deek... Ooohhh.. Nikmat sekaaaliiii..... Ooohhh.. Ooohhh...

Ooooooohhh..." Lenguh Ciello keenakan dengan mata merem melek. Mengurut

penisnya sekuat-kuatnya, hingga tetes sperma terakhir. Setelah itu, ia

mengoleskan batang penisnya yang berlumuran sperma ke pantat bulat adik

kandungnya.


Kisah Keluarga Penzinah

"Iiihhsss.... Kaakkaaaaaaaaak.... Kok muncratin pejuhnya disini

siiiihhhh....."Erang Clara, " Iihhss..... Nyebelin deeehh.... Jorok banget kamu

Kaaaaakkk..."

"Ehh.. Ehhh.. Ehh Maaf Dek... Maafff..." Kaget Ciello yang buru-buru membuka

matanya. Dan mendapati betapa berantakannya penampilan Clara. Rambut,

wajah, punggung dan pantatnya, semua basah karena spermanya.

"Kamu kok malah mejuhin Adek sih Kaaakkk...."

Hehehehe... Maaf Dek Maaff.... Maafin kakak ya Dek.... Habisan kakak nggak

tahan ngeliat goyangan kontol Papa nyodok memek Mama...."

"Aaahhh.... Nyebelinnnnn...." Omel Clara, "Khan badan Adek jadi bauk semua

Kaaakkk..."

"Bauk yang seksi tapi Deekk... Hehehe..."Kekeh Ciello merasa bersalah,

"Sumpah... Gara-gara toket besar dan pantat semokmu... Kakak jadi nggak

kuat nahan pejuh Kakak lebih lama lagi Dek... Gara-gara tubuh seksimu... Kakak

nggak kuat nahan orgasme Deek.."

"Iiihhsss…. Ya tapi khan bukan berarti Kakak bisa ngecrotin badan dan muka

Adek doong...."

"Hehehehe... Tapi Dek... Dengan wajah yang penuh pejuh gitu... Kamu jadi

makin keliatan cantik dan seksi loooh...."

"Seksi gundulmuuu...."

"Beneran Dek... Kamu… Mirip bintang-bintang bokep kenamaan...."


Kisah Keluarga Penzinah

“Iiihhhsss… Kak Cielloooo messsuuummmm.......” Cubit Clara manja pada penis

kakak kandungnya yang masih memancarkan cairan kenikmatannya dan buru-

buru pergi ke kamar tidurnya. Meninggalkan Ciello yang masih Merem melek

karena merasakan orgasmenya barusan.

***

