Anda di halaman 1dari 4

Tujuan Pemberian Imunisasi

Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka
penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian
pada penderitanya Beberapa penyakit yangdapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B,
campak, polio, difteri,tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya.

Jenis imunisasi

 Imunisasi aktif

Kekebalan aktif adalah Kekebalan yang dibuat sendiri oleh tubuh untuk menolak terhadap suatu
penyakit tertentu dimana prosesnya lambat tetapi dapat bertahan lama.

Ada 2 macam :

 Kekebalan aktif alamiah, dimana tubuh anak membuat kekebalan sendiri setelah
mengalami/ sembuh dari suatu penyakit, misalnya anak yang telah menderita campak
setelah sembuh tidak akan terserang campak lagi karena tubuhnya telah membuat zat
penolak terhadap penyakit tersebut.

 Kekebalan aktif buatan yaitu kekebalan yang dibuat tubuh setelah mendapat vaksin
(imunisasi) misalnya anak diberi vaksinasi BCG, DPT dan polio.

 Kekebalan pasif

Kekebalan pasif adalah tubuh tidak membuat zat anti bodi sendiri tetapi kekebalan tersebut di
buat setelah memperoleh zat penolak sehingga prosesnya cepat tetapi tidak bertahan lama. Kekebalan
ada 2 macam :

 Kekebalan Pasif alamiah atau pasif bawaan yaitu kekebalan yang diperoleh bayi sejak
lahir dari ibunya. Kekebalan ini tidak berlangsung lama ( kira kira hanya sekitar 5 bulan
setelah bayi lahir) misalnya difteri, morbili dan tetanus.

 Kekebalan Pasif buatan dimana kekebalan ini diperoleh setelah mendapat suntikan zat
penolak. Misalnya pemberian vaksinasi ATS ( anti tetanus serum)

 Kekebalan pasif

Kekebalan pasif adalah tubuh tidak membuat zat anti bodi sendiri tetapi kekebalan tersebut di
buat setelah memperoleh zat penolak sehingga prosesnya cepat tetapi tidak bertahan lama. Kekebalan
ada 2 macam :

 Kekebalan Pasif alamiah atau pasif bawaan yaitu kekebalan yang diperoleh bayi sejak
lahir dari ibunya. Kekebalan ini tidak berlangsung lama ( kira kira hanya sekitar 5 bulan
setelah bayi lahir) misalnya difteri, morbili dan tetanus.
 Kekebalan Pasif buatan dimana kekebalan ini diperoleh setelah mendapat suntikan zat
penolak. Misalnya pemberian vaksinasi ATS ( anti tetanus serum)

SASARAN IMUNISASI

 Sasaran berdasarkan usia yang di imunisasi

Imunisasi rutin

 Bayi di bawah 1 tahun

 Wanita Usia Subur (WUS) ialah wanita yang berusia 15 sampai 39 tahun, termasuk ibu
hamil dan calon pengantin.

 Anak usia sekolah tingkat dasar

Imunisasi tambahan

 Bayi dan anak

 Sasaran berdasarkan tingkat kekebalan yang di timbulkan

Imunisasi dasar

 Bayi

Imunisasi lanjutan

 Anak usia sekolah tingkat dasar

 Wanita Usia Subur

 Sasaran wilayah atau lokasi

 Seluruh desa atau kelurahan di wilayah Indonesia

Cara Kerja vaksin imunisasi

Di dalam Vaksin imunisasi terdapat mikroorganisme penyebab penyakit yang telah


dilemahkan. Cara kerja vaksin imunisasi yaitu dengan menipu tubuh untuk merangsang sistem
pertahanan tubuh. Pada saat vaksinasi dilakukan setelah kuman-kuman tersebut ada didalam tubuh
maka sistem pertahan tubuh akan melakukan perlawanan terhadap ''invasi' antigen ini sehingga sistem
pertahanan tubuh bisa mengidentifikasi antigen tersebut dan mempunyai kemampuan melawan dimasa
yang akan datang (Imunitas).
Jadwal pemberian imunisasi Dasar

Program Imunisasi indonesia mengacu pada dua jadwal. tabel Yang pertama jadwal yang
di terbitkan oleh kementrian kesehatan indonesia, kemudian satu lagi rekomendasi Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI).

JADWAL IMUNISASI DASAR PADA BAYI

JENIS – JENIS VAKSIN / IMUNISASI DASAR

 Imunisasi BCG (basillus calmette guerin)

Imunisasi BCG berguna untuk mencegah penyakiti tuberkulosis berat. Misalnya TB paru
berat. Imunisasi ini sebaiknya diberikan sebelum bayi berusia 2-3 bulan. Dosis untuk bayi kurang
setahun adalah 0,05 ml dan anak 0,10 ml. Disuntikkan secara intra dermal di bawah lengan kanan atas.
Tidak dianjurkan BCG ulangan. Suntikan BCG akan meninggalkan jaringan parut pada bekas suntikan.
Apabila BCG diberikan pada usia lebih dari 3 bulan, sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

 Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi Hepatitis B diberikan sedini mungkin setelah lahir. Pemberian imunisasi
Hepatitis B pada bayi baru lahir harus berdasarkan apakah ibu mengandung virus Hepatitis B aktif atau
tidak pada saat melahirkan. Ulangan imunisasi Hepatitis B dapat dipertimbangkan pada umur 10-12
tahun. Apabila sampai usia 5 tahun anak belum pernah memperoleh imunisasi Hepatitis B maka
diberikan secepatnya. Cara pemberian Imunisasi Hepatitis B yaitu dengan cara Intra Muskuler ( IM ) di
lengan dan Paha, penyuntikan di bokong tidak di anjurkan karena bisa mengurangi efektifitas Vaksin.

 Imunisasi Polio

Imunisasi Polio adalah imunisasi yang di berikan untuk menimbulkan kekebalan


terhadap penyakit poliomielitis, yaitu penyakit radang yang menyerang saraf dan dapat mengakibatkan
lumpuh kaki. Untuk imunisasi dasar (4 kali pemberian) vaksin diberikan 2 tetes per oral dengan interval
tidak kurang dari dua minggu. Pemberian polio 1 saat bayi masih berada di rumah sakit atau rumah
bersalin dianjurkan saat bayi akan dipulangkan. Maksudnya tak lain agar tidak mencemari bayi lain oleh
karena virus polio hidup dapat dikeuarkan melalui tinja.

 Imunisasi DPT

Imunisasi DPT (dipteri, pertusis, dan tetanus) ialah imunisasi yang diberikan untuk
mencegah terjangkitnya penyakit dipteri, pertusis, dan tetanus. Iminusasi DPT diberikan sebanyak 3 kali
dan dilakukan secara bertahap. DPT diberikan pertama kali sejak anak berusia 2 bulan, dengan interval
4-6 minggu. Cara pemberian imunisasi DPT melalui suntikan Intamuscular ( I.M ).

 Campak

Imusasi Campak adalah Imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
campak pada anak karena penyakit ini sangat menular. Vaksin campak diberikan dalam satu dosis 0,5 ml
pada usia 9 bulan. Hanya saja, mengingat kadar antibodi campak pada anak sekolah mulai berkurang.
Cara pemberian imunisasi campak yaitu penyuntikan secara intra muscular yang di suntikan di lengan
sebelah Kiri.