Anda di halaman 1dari 5

No Dokumen : PT–BPU – 01

PROTAP
Tanggal Terbit : 16-11-2015

No Revisi : 01

PUSKESMAS HIPERTENSI
Halaman : 1/4
Handil Baru
Dibuat oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Koordinator Management Ka. PuskHandil Baru
BP Umum Representative

dr. Ririn Megawati Hamsyah, Amd. Kep. Misran, SKM

RUANG
Protap ini mencakup tanda dan gejala, klasifikasi tekanan darah dan tata laksananya.
LINGKUP

1. Menentukan klasifikasi hipertensi dan memberikan tatalaksana yang tepat pada


penderita hipertensi.
TUJUAN
2. Penanggulangan hipertensi bertujuan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas
kardiovaskuler (termasuk serebrovaskuler) dan progresivitas penyakit ginjal.

1. Untuk menegakkan diagnosis hipertensi perlu dilakukan pengukuran tekanan


KEBIJAKAN darah minimal 2 kali dengan jarak 1 minggu bila tekanan darah < 160/100 mmHg.
2. Pemberian obat anti hipertensi dimulai dari dosis kecil.
1. Dokter
PETUGAS
2. Perawat

PERALATAN 1. Tensimeter
2. Stetoskop
PROSEDUR 1. Definisi
Tekanan darah tinggi adalah suatu keadaanpeningkatan tekanan darah lebih dari
normal.
2. Klasifikasi Hipertensi
Diagnosa hipertensi ditegakkan bila tekanan darah ≥ 140/90 mmHg, tingkatan
hipertensi ditentukan berdasarkan ukuran tekanan darah sistolik dan diastolik. (JNC
VII )
Klasifikasi Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal < 120 dan < 80
Pre hipertensi 120-139 atau 80-89
Hipertensi tingkat 1 140-159 atau 90-99
Hipertensi tingkat 2 ≥ 160 atau ≥100
ertensi sistolik
Hi terisolasi dan <90
≥ 140

3. Stratifikasi Risiko Hipertensi


3.1. Stratifikasi hipertensi ditentukan berdasarkan tingginya tekanan darah, adanya
faktor risiko yang lain, adanya kerusakan organ target dan adanya penyakit
penyerta tertentu.
3.2. Resiko kardiovaskuler yaitu : tingginya tekanan darah, umur, merokok,
dislipidemia, diabetes mellitus.
3.3. Kerusakan organ target :
3.3.1. Hipertrofi Ventrikel Kiri (LVH er ECG/ECHO)
3.3.2. Kenaikan kadar kreatinin
3.3.3. Gangguan pembuluh darah

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala PuskesmasHandil Baru
3.4. Penyakit penyerta
3.4.1. Serebrovaskuler (Stroke iskemik perdarahan, TIA)
No Dokumen : PT–BPU – 01
PROTAP
Tanggal Terbit : 16-11-2015

No Revisi : 01

PUSKESMAS HIPERTENSI
Halaman : 2/4
Handil Baru
3.4.2. Jantung (infark miokard, angina pektoris, gagal jantung, revaskularisasi
koroner)
3.4.3. Ginjal (nefroti diabetik, proteinuria, gangguan fungsi ginjal)
3.4.4. Pembuluh darah perifer
3.4.5. Retina/retinopati : (eksudat, perdarahan, edema papil)

4. Gejal Klinis
4.1. Adanya peningkatan tekanan darah
Pada pemeriksaan pertama kali memberkan hasil tinggi, maka tekanan darah
diukur kembali selang waktu 5 menit, kemudian diukur kembali pada 1 minggu
berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi.
4.2. Sakit kepala, rasa berat di tengkuk, susah tidur, mata berkunang-kunang dan
pusing.
4.3. Riwayat hipertensi sebelumnya, atau riwayat hipertensipada orang tua dan
faktor resiko lainnya.
4.4. Pada keadaan berat mungkin ditemukan tanda-tanda kerusakan organ .

5. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan hipertensi dengan obat dilakukan bila dengan perubahan pola hidup
tekanan darah belum mencapai target (≥ 140/90 mmHg) atau > 130/80 mmHg pada
diabetes atau penyakit ginjal kronik.
Algoritma Penangulangan Hipertensi

PROSEDUR
Modifikasi gaya hidup

Target darah tidak terpenuhi (<140/90 mmHg)


Atau (<130/80 mmHg pada pasien DM.
Peyakit ginjal kronik, ≥ 3 faktor risiko atau
Adanya penyakit tertentu

Obat antihipertensi inisial

Dengan Indikasi Khusus Tanpa Indikasi Khusus

Obat-obatan untuk Hipertensi Tingkat I Hipertensi Tingkat II


Indikasi khusus tersebut (sistolik 140-159 mmHg (sistolik > 160 mmHg atau
Ditambah obat atau diastolik 90-99 mmHg) diastolik > 100 mmHg)
Antihipertesi Diuretik golongan tiazid.
(diuretik ACEI,BB,CCB) Dapat dipertimbangkan Kombinasi dua obat.
pemberian ACEI,BB,CCB, Biasanya diuretic dengan
atau kombinasi ACEI atau BB atau CCB

Target tekanan darah


Tidak terpenuhi

Optimalkan dosis obat atau berikan tambahan


Obat antihipertensi lain. Pertimbangkan
Untuk konsultasi dengan dokter spesialis
Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala PuskesmasHandil Baru
No Dokumen : PT–BPU – 01
PROTAP
Tanggal Terbit : 16-11-2015

No Revisi : 01

PUSKESMAS HIPERTENSI
Handil Baru Halaman : 3/4

PROSEDUR Pemberian obat anti hipertensi merupakan pengobatan jangka panjang. Kontrol
pengobatan dilakukan setiap 2 minggu atau 1 bulan untukmengoptimalkan hasil
pengobatan.
5.1. Hipertensi tanpa compelling indication
5.1.1. Hipertensi stage-1 dapat diberikan:
a. diuretik (HCT 12.5-50 mg/hari, furosemid 2x20-80 mg/hari), atau
b. penghambat ACE : captopril 2x25-100 mg/hari atau enalapril 1-2 x
2,5-40 mg/hari),
c. penyekat reseptor beta (atenolol 25-100mg/hari dosis tunggal),
d. penghambat kalsium (diltiazem extended release 1x180-420
mg/hari, amlodipin 1x2,5-10 mg/hari, atau nifedipin long acting 30-
60mg/hari), atau
e. kombinasi
5.1.2. Hipertensi stage-2.
Bila target terapi tidak tercapai setelah observasi selama 2 minggu, dapat
diberikan kombinasi 2 obat, biasanya golongan diuretik, tiazid dan
penghambat ACE atau antagonis reseptor AII (losartan 1-2 x 25100
mg/hari) atau penyekat reseptor beta atau penghambat kalsium.
Pemilihan anti hipertensi didasarkan ada tidaknya kontraindikasi dari
masing-masing antihipertensi diatas.Sebaiknya pilih obat hipertensi yang
diminum sekali sehari atau maksimum 2 kali sehari.
5.2. Hipertensi compelling indication (lihat tabel)
Bila target tidak tercapai maka dilakukan optimalisasi dosis atau ditambahkan
obat lain sampai target tekanan darah tercapai (kondisi untuk merujuk ke
Spesialis). Pilihan obat pada indikasi khusus :
Obat yang direkomendasikan
Indikasi Khusus
Diuretik Β Bloker ACE – I ARB CCB Anti aldosteron
Gagal jantung + + + + +

Pasca infark miokard + + +

Risiko tinggi PJK + + + +

Diabetes mellitus + + + + +

Penyakit ginjal
+ +
kronik

Cegah stroke
+ +
berulang

5.3. Kondisi khusus lain:


5.3.1. Obesitas dan sindrom metabolik
Lingkar pinggang laki-laki >90 cm/perempuan >80 cm. Tolerasi glukosa
terganggu dengan GDP = 110 mg/dl, tekanan darah minimal 130/85
mmHg, trigliserida tinggi =150 mg/dl, kolesterol HDL rendah <40 mg/dl
(laki-laki) dan <50 mg/dl (perempuan).
Modifikasi gaya hidup yang intensif dengan terapi utama ACE, pilihan
lain reseptor AII, penghambat calsium dan penghambat Ω.
5.3.2. Hipertrofi ventrikel kiri
Tatalaksana tekanan darah agresif termasuk penurunan berat

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala PuskesmasHandil Baru
badan,restriksi asupan natrium dan terapi dengan semua kelas
antihipertensi kecuali vasodilator langsung, yaitu hidralazin dan
minoksidil.

No Dokumen : PT–BPU – 01
PROTAP
Tanggal Terbit : 16-11-2015

No Revisi : 01
PUSKESMAS HIPERTENSI
Handil Baru Halaman : 4/4

5.3.3. Penyakit Arteri Perifer


PROSEDUR
Semua kelas antihipertensi, tatalaksana faktor risiko dan pemberian
aspirin.
5.3.4. Lanjut Usia
Diuretik (tiazid) mulai dosis rendah 12,5 mh/hari.
Obat hipertensi lain mempertimbangkan penyakit penyerta.
5.3.5. Kehamilan
Golongan metildopa, penyekat reseptor ß, antagonis kalsium,
vasodilator.
Penghambat ACE dan antagonis reseptor AII tidak boleh digunakan
selama kehamilan.
6. Komplikasi
Hipertrofi ventrikel kiri, proteinurea dan gangguan fungsi ginjal,aterosklerosis
pembuluh darah, retinopati, stroke atau TIA, infark miokard, angina pektoris, serta
gagal jantung
7. Kriteria rujukan
a. Hipertensi dengan komplikasi.
b. Resistensi hipertensi.
c. Krisis hipertensi (hipertensi emergensi dan urgensi).
8. Konseling dan Edukasi
Edukasi individu dan keluarga tentang pola hidup sehat untuk mencegah dan
mengontrol hipertensi seperti:
a. Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan lemak (Dietary Approaches To Stop
Hypertension).
b. Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal.
c. Gaya hidup aktif/olah raga teratur.
d. Stop merokok.
e. Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang minum).
9. Prognosis
Prognosis umumnya bonam apabila terkontrol.

REFERENSI Panduan Pelayanan Medik. 2006. Jakarta: PAPDI, hal 168-170


Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Layanan Kesehatan Primer. 2014.
Permenkes RI No. 5 tahun 2014, hal 202-208

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala PuskesmasHandil Baru
Revisi Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas. 2011.Jakarta : Direktorat Pelayanan
Kefarmasian, hal 102-103

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala PuskesmasHandil Baru