Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS INDIKATOR MUTU RUANG BUGENVILLE

TRIMESTER I TH 2019

1. Kepatuhan Jam Visite Dokter Spesialis

Capaian Januari Februari Maret


Kepatuhan Jam Visite
Dokter spesialis 62,14% 64,61% 67,60%

Standar 80% 80% 80%

90
80
70
60
50
target
40
capaian
30
20
10
0
januari februari maret

Faktor Fasilitas : Faktor SDM: Kurangnya


Sistem Reward blm Kepatuhan terhadap
optimal standar

Visite
DPJP
rendah

Faktor Lingkungan: Ruang Faktor Prosedur :


dokter kurang nyaman Supervisi oleh bidang
Yanmed

PLAN:

Judul rencana :rencana mengetahui angka kepatuhan visite oleh dokter spesialis.
Rumusan pernyataaan dan uraian masalah: kepatuhan visite oleh dokter spesialis pada
bulan Januari – Maret 2019 belum sesuai capaian 80%.
Rumusan tujuan :kepatuhan visite oleh dokter spesialis dapat ditingkatkan sesuai standar
yaitu 80%.
Tindakan :
a. Koordinasi dengan DPJP untuk dapat melakukan visite sesuai ketentuan jam visite
pasien sebelum jam 14.00
b. Koordinasi dengan bidang pelayanan medis untuk mengaktifkan DPJP yang ada.

DO :
a. Melakukan koordinasi dengan DPJP untuk dapat melakukan visite sesuai ketentuan
jam visite pasien sebelum jam 14.00
b. Melakukan koordinasi dengan bidang pelayanan medis untuk mengaktifkan DPJP
yang ada, mengingat angka visite oleh DPJP masih rendah.

STUDY :
a. Kepala ruang melakukan monitoring terhadap kehadiran DPJP.
b. Angka visite oleh dokter spesialis masih di bawah standar pada bulan januari sampai
maret 2019 untuk dapat ditingkatkan.

ACTION:
a. Ketersediaan ruang dokter yang nyaman dan memadai di ruang bugenvile.
b. Perlu ditingkatkan keaktifan DPJP dalam visite melalui koordinasi dengan bidang
pelayanan medis.
.

Plan Do Study Action


PJ mutu Tanggal 5 ke Mengumpulkan Perlu di adakan
melaporkan data kepala ruang menganalisa data pertemuan rutin tim
ke kepala ruang sesuai standar atau mutu unit untuk
tidak mendapatkan data
tepat waktu
Supervisi oleh
kepala ruang.
2. Angka Pasien Pulang Atas Permintaan Sendiri (APS)

Capaian Januari Februari Maret

Angka pulang paksa 0,26% 0,31% 0,91%

standar <1% <1% <1%

1.2
1
0.8
0.6 standar
0.4 capaian
0.2
0
januari februari maret

Faktor SDM:
Faktor
Permasalahan
Lingkungan:Kurangnya
biaya
dukungan keluarga

Angka
APS

Faktor Fasilitas: Faktor Prosedur :


Fasilitas ruangan Pend kes/ edukasi
belum memadai. blm memadai

PLAN:
Judul rencana : rencana mengetahui angka pasien pulang atas permintaan sendiri.
Rumusan pernyataan dan uraian masalah: angka pasien pulang APS pada bulan januari
sampai maret 2019 terjadi peningkatan walaupun masih di bawah standar <1%.
Rumusan tujuan : angka pasien pulang paksa untuk terus dapat diturunkan dan di
pertahankan di bawah standar yaitu <1%.

Tindakan :
a. Pastikan bahwa semua pasien sudah mendapatkan pelayanan yang baik sesuai
dengan standar.
b. Koordinasi dengan residen / DPJP untuk menjelaskan tentang hasil assesment,
diagnose, rencana pengobatan dan rencana pemulangan pasien kepada pasien dan
keluarga.
c. Pelayanan terjangkau dan solusi biaya dengan tetap mempertahankan mutu
pelayanan.
d. Penambahan fasilitas ruangan seperti kipas angin atau AC.

DO :
a. Memastikan bahwa semua pasien sudah mendapatkan pelayanan yang baik sesuai
standar dan komunikasi efektif melalui survey kepuasan pelanggan.
b. Melakukan koordinasi dengan residen / DPJP untuk menjelaskan tentang hasil
assesment, diagnose, rencana pengobatan dan rencana pemulangan pasien kepada
pasien dan keluarga supaya pasien dan keluarga memahami rencana perawatan dan
ikut mendukung dan berpartisipasi dalam pelayanan,
c. Sosialisasi program jampersal dan UPZ untuk pasien yang tidak mampu dan
mengalami kendala biaya.
d. Pengajuan permohonan penambahan fasilitas ruangan seperti kipas angin untuk
kamar kelas 2 dan kelas 3.

STUDY :
a. Kepala ruang melakukan monitoring terhadap pelayanan yang diberikan oleh bidan
dan dokter.
b. Kepala ruang melakukan analisis terhadap tingkat kepuasan pasien ruang bugenvile.
c. Kepala ruang berkoordinasi dengan tim UPZ dan adiminstrasi jampersal untuk
membantu kendala biaya.
d. Kepala ruang mengajukan permohonan kipas angin ke bidang penunjang non medis.

ACTION:
a. Survey kepuasan pasien perlu dilakukan secara terus menerus, karena angka APS
sangat erat kaitannya dengan kepuasan pasien dan keluarga..
b. Perlu ditingkatkan keaktifan DPJP dalam visite pasien, sehingga komunikasi pasien
dengan dokter dapat ditingkatkan dan pasien mendapat kepastian pelayanan.
c. Pemeliharaan fasilitas yang ada untuk mendukung kepuasan pasien.

Plan Do Study Action


PJ mutu Tanggal 5 ke Mengumpulkan Perlu di adakan
melaporkan data kepala ruang menganalisa data pertemuan tim
ke kepala ruang sesuai standar mutuunit untuk
atau tidak mendapatkan data
tepat waktu
Supervisi oleh
kepala ruang.
3. Angka Perawatan Ulang

Capaian Januari Februari Maret


Angka perawatan ulang 1,04% 0,6% 0,2%

standar 0,5% 0,5% 0,5%

1.2
1
0.8
0.6 standar
0.4 capaian
0.2
0
januari februari maret

Faktor Lingkungan : Faktor Prosedur : Kriteria


Dukungan keluarga pemulangan dan pemondokan
pasien blm sesuai PPK

Perawatan
ulang

Faktor SDM : Edukasi Faktor Fasilitas : Pengobatan


discharge planning blm selama perawatan blm optimal
maksimal

PLAN:
Judul rencana : rencana mengetahui angka perawatan ulang.
Rumusan pernyataaan dan uraian masalah: angka perawatan ulang pada bulan januari
sampai maret 2019 terus menurun, walaupun pada bulan Januari dan Februari masih di
atas standar 0,5%.
Rumusan tujuan : angka perawatan ulang untuk terus dapat diturunkan yaitu kurang dari
0,5%.

Tindakan :
a. Pastikan bahwa semua pasien sudah mendapatkan pengobatan yang baik sesuai
standar.
b. Koordinasi dengan residen dan DPJP untuk menjelaskan tentang perawatan dan
pengobatan di rumah.
c. Pastikan bahwa kriteria pemondokan dan pemulangan pasien sudah sesuai panduan
praktik klinik.
d. Pastikan bahwa keluarga mendukung untuk proses perawatan pasien di rumah.

DO :
a. Memastikan bahwa semua pasien sudah mendapatkan pengobatan yang baik sesuai
standar.
b. Melakukan koordinasi dengan residen dan DPJP untuk menjelaskan tentang
perawatan dan pengobatan lanjutan di rumah.
c. Memastikan kembali bahwa kriteria pemondokan dan pemulangan pasien sudah
sesuai panduan praktik klinik.
d. Memastikan bahwa keluarga sudah mendapatkan edukasi yang cukup tentang
perawatan pasien guna mendukung asuhan selama di rumah.

STUDY :
a. Kepala ruang melakukan monitoring terhadap pelayanan yang diberikan oleh bidan
dan dokter.
b. Kepala ruang berkoordinasi dengan DPJP dan residen terkait kriteria pemulangan
pasien dan pemondokkan pasien.
c. PPJA memastikan keluarga mendapatkan edukasi yang cukup tentang perawatan
pasien guna mendukung asuhan selama di rumah.

ACTION:
a. Tingkatkan edukasi pasien dan keluarga untuk perawatan dirumah dan kapan perlu
datang kembali ke RS.
b. Pastikan saat pasien pulang sudah memahami discharge planning.
c. Koordinasi dengan DPJP dan residen untuk mengevaluasi prosedur pemulangan dan
pemondokan pasien.

Plan Do Study Action


PJ mutu Tanggal 5 ke Mengumpulkan Perlu di adakan
melaporkan kepala ruang menganalisa data pertemuan rutin tim
data ke kepala sesuai standar atau mutu unit untuk
ruang tidak mendapatkan data
tepat waktu
Supervisi oleh kepala
ruang.
4. Kelengkapan Assesment Awal Medis

Capaian
Januari Februari Maret
Kelengkapan assesment awal medis
dalam waktu 24 jam setelah pasien 100% 100% 100%
masuk rawat inap

standar 100% 100% 100%

120.00%

100.00%

80.00%

60.00% Capaian
Standar
40.00%

20.00%

0.00%
Januari Februari Maret

PLAN:
Judul rencana : rencana mengetahui kelengkapan assesment awal medis dalam waktu
24 jam setelah pasien masuk rawat inap.
Rumusan pernyataan dan uraian masalah: kelengkapan assesment awal medis dalam
waktu 24 jam setelah pasien masuk rawat inap pada bulan Januari – Maret 2019 sesuai
capaian 100%.
Rumusan tujuan : kelengkapan assesment awal medis dalam waktu 24 jam setelah
pasien masuk rawat inap dapat terus dipertahankan.

Tindakan :
a. Pastikan kembali bahwa form assesment awal medis sudah tersedia dalam berkas
Rekam Medis saat pasien masuk.
b. Koordinasi dengan residen / DPJP untuk dapat segera melengkapi form assesment
awal medis saat kontak pertama dengan pasien.
c. Koordinasi dengan klinik kebidanan supaya form assesment awal medis pasien yang
rawat inap dari poliklinik sudah terisi bersama surat perintah mondok.

DO :
a. Memastikan kembali bahwa form assesment awal medis sudah tersedia dalam
berkas Rekam Medis saat pasien masuk dan menyediakan form cadangan di ruang
bugenville apabila membutuhkan ganti.
b. Melakukan koordinasi dengan DPJP untuk dapat segera melengkapi form assesment
awal medis saat kontak pertama dengan pasien.
c. Melakukan koordinasi dengan klinik kebidanan supaya form assesment awal medis
pasien yang rawat inap dari poliklinik sudah terisi bersama surat perintah mondok.
STUDY :
a. Kepala ruang melakukan monitoring terhadap ketersediaan form assesment awal
medis.
b. Kepala ruang melakukan monitoring terhadap kepatuhan DPJP dalam melengkapi
assesment awal medis.

ACTION:
a. Pastikan lembar assesment awal medis selalu tersedia.
b. Pasien yang rawat inap dari poliklinik, assesment awal sudah diisi bersama surat
perintah mondok.

Plan Do Study Action


PJ mutu Tanggal 5 ke Mengumpulkan Perlu di adakanpertemuan
melaporkan kepala ruang menganalisa rutin tim mutu ruangan
data ke data sesuai untuk mendapatkan data
kepala ruang standar atau tepat waktu
tidak Supervisi oleh kepala
ruang.
5. Kejadian Pasien Jatuh

Capaian Januari Februari Maret

Kejadian pasien jatuh 0% 0% 0%

Standar 0% 0% 0%

0.8

0.6
Capaian
0.4
Standar
0.2

0
Januari Februari September

PLAN:
Judul rencana : rencana mengetahui angka kejadian pasien jatuh.
Rumusan pernyataaan dan uraian masalah: Kejadian pasien jatuh pada bulan januari
sampai maret 2019 sudah sesuai capaian yaitu 0%. Rumusan tujuan : kejadian pasien
jatuh dapat dipertahankan yaitu 0 (tidak ada kejadian)

Tindakan :
a. Lakukan assesment awal dan assesment ulang risiko jatuh.
b. Lakukan pemberian stiker risiko jatuh pada gelang identitas pasien dan segitiga
kuning pada tempat tidur pasien.
c. Buat sensus harian di laporan katim/ PJ shift untuk mengumpulkan dan melaporkan
pasien risiko jatuh.

DO :
a. Melakukan assesment awal dan assesment ulang risiko jatuh setiap ada perubahan
kondisi pasien.
b. Melakukan pemberian stiker risiko jatuh pada gelang identitas pasien dan segitiga
kuning pada tempat tidur pasien dan penatalaksanannya pada pasien yang masuk
kategori risiko tinggi jatuh
c. Membuat sensus harian di laporan katim/ PJ shift untuk mengumpulkan dan
melaporkan pasien risiko jatuh.

STUDY :
a. Kepala ruang melakukan monitoring terhadap kepatuhan bidan dalam melakukan
assesmen awal dan assesmen ulang risiko jatuh
b. Supervisi oleh kepala ruang terhadap kepatuhan bidan dalam pemasangan stiker
risiko jatuh dan penatalaksanaan pasien risiko jatuh.
ACTION
a. Assesment awal dan assesment ulang risiko jatuh harus dilakukan.
b. Kepatuhan pemasangan stiker risiko jatuh dan penatalaksanaannya harus
dipertahankan.

Plan Do Study Action


PJ mutu Tanggal 5 ke Mengumpulkan Perlu di adakan
melaporkan kepala ruang menganalisa data pertemuan rutin tim
data ke kepala sesuai standar atau mutu ruangan untuk
ruang tidak mendapatkan data
tepat waktu
Supervisi oleh kepala
ruang.
6. Upaya Pencegahan Risiko Cedera Akibat Pasien Jatuh

Capaian Januari Februari Maret

Upaya pencegahan risiko


100% 100% 100%
cedera akibat pasien jatuh

100%
Standar 100% 100%

120%
100%
80%
60% Capaian
40% Standar
20%
0%
Januari Februari Maret

PLAN:
Judul rencana : rencana mengetahui angka upaya pencegahan risiko cedera akibat
pasien jatuh.
Rumusan pernyataaan dan uraian masalah: Upaya pencegahan risiko cedera akibat
pasien jatuh pada bulan Januari – Maret 2019 sudah sesuai capaian yaitu 100%.
Rumusan tujuan : Upaya pencegahan risiko cedera akibat pasien jatuh pasien dapat
dipertahankan yaitu 100%.

Tindakan :
a. Lakukan assesment awal dan assesment ulang risiko jatuh.
b. Lakukan edukasi pencegahan resiko cedera akibat pasien jatuh.

DO :
a. Melakukan assesment awal risiko jatuh pada setiap pasien baru dan assesment
ulang risiko jatuh setiap ada perubahan kondisi pasien / terapi pasien, saat pasien
ditransfer dari unit lain atau setelah pasien jatuh.
b. Melakukan edukasi pencegahan resiko cedera akibat pasien jatuh kepada pasien
dengan :
1. Menyarankan pasien / keluarga untu minta bantuan.
2. Menempatkan bel panggilan dalam jangkauan tangan pasien.
3. Menempatkan benda-benda milik pasien didekat pasien.
4. Memastikan tempat tidur dalam posisi rendah dan roda terkunci.
5. Memastikan pakaian celana panjang atau sarung diatas mata kaki.
6. Membantu pasien saat transfer / ambulasi.
7. Memasangkan pengaman sisi tempat tidur.
8. Memastikan stiker pasien resiko jatuh terpasang pada gelang pasien.
STUDY :
a. Kepala ruang melakukan monitoring terhadap kepatuhan bidan dalam melakukan
assesmen awal dan assesmen ulang risiko jatuh
b. Supervisi oleh kepala ruang terhadap kepatuhan bidan dalam edukasi pencegahan
resiko cedera akibat jatuh.

ACTION:
a. Assesment awal dan assesment ulang risiko jatuh harus dilakukan.
b. Kepatuhan bidan dalam edukasi pencegahan resiko cedera akibat jatuh harus
dipertahankan.

Plan Do Study Action


PJ mutu Tanggal 5 ke Mengumpulkan Perlu di adakan
melaporkan data kepala ruang menganalisa data pertemuan rutin tim
ke kepala ruang sesuai standar atau mutu ruangan
tidak untuk mendapatkan
data tepat waktu
Supervisi oleh
kepala ruang.
7. Kepatuhan Identifikasi Pasien

Capaian Januari februari Maret


Kepatuhan Identifikasi
Pasien 100% 100% 100%

Standar 100% 100% 100%

120%
100%
80%
60% Capaian
40% Standar
20%
0%
Januari Februari Maret

PLAN:
Judul rencana : rencana mengetahui angka kepatuhan identifikasi pasien.
Rumusan pernyataaan dan uraian masalah: kepatuhan identifikasi pasien oleh bidan
pada bulan Januari – Maret 2019 sudah sesuai capaian 100%.
Rumusan tujuan : kepatuhan identifikasi pasien oleh bidan dapat dipertahankan sesuai
standar yaitu 100%.

Tindakan :
Monitoring terhadap Perawat Penanggung Jawab Pasien (PPJP) dalam melakukan
identifikasi pasien.

DO :
Monitoring terhadap PPJP dalam melakukan identifikasi pasien :
1. Pada saat pemberian obat
2. Pada saat pemberian darah dan produk darah
3. Pada saat pengambilan darah dan spesimen lain
4. Pada saat pemberian pengobatan atau tindakan lainnya.

STUDY :
Kepala ruang melakukan supervisi / monitoring terhadap bidan dalam setiap melakukan
tindakan terhadap pasien.

ACTION:
Supervisi / monitoring terhadap bidan dalam melakukan identifikasi terhadap pasien
terus ditingkatkan.
Plan Do Study Action
PJ mutu Tanggal 5 ke Mengumpulkan Perlu di adakan
melaporkan data kepala ruang menganalisa data pertemuan rutin tim
ke kepala ruang sesuai standar atau mutu unit untuk
tidak mendapatkan data
tepat waktu
Supervisi oleh
kepala ruang.