Anda di halaman 1dari 1

LAPORAN KRONOLOGIS TERTABRAKNYA MOBIL KENDARAAN PUSKEL PUSKESMAS MENINTING

Pada malam pergantian tahun, Kejadian Bermula Pada Jam 02.30 datang warga
mengantar korban kecelakaan lalu lintas sebanyak 3 orang dengan kondisi sangat emergensi,
kondisi histeris, perdarahan , dan luka robek, saya dan satu teman perawat lainnya merasa
kewalahan dengan banyaknya pasien yang datang pada waktu yang bersamaan, sehingga saya
menelpon meminta bantuan kepada bapak H. Rusman selaku koordinator UGD Puskesmas
Menintng, dan beliaupun datang ke Puskesmas, setelah beliau datang dia langsung
menangani pasien yang kondisi histeris dan sayapun merawat pasien yang lain, dan satunya
lagi di rawat oleh teman jaga pada malam itu yaitu Intan Hurian, ketika kita sedang bekerja
datanglah segerombolan warga melaporkan ada kejadian kecelakaan lalu lintas di depan
CAFE STAR, lokasi cafe star tidak jauh dari Puskesmas meninting, sambil merawat luka
pasien sambil mendengarkan laporan itu, pada saat itu Sopir ambulan lagi keluar makan,
mengingat kondisi sebelumnya aman-aman saja, ada satu warga panik dan langsung meminta
kunci ambulan supaya dia yang berangkat jemput korban, mendengar kalimat dari warga itu
saya pun berinisiatif menjemput korban dalam fikiran saya korban gawat dan darurat,
akhirnya pekerjaan yang di puskesmas saya operkan ke teman saya atas nama Intan Hurian
yang melanjutkan, dan sayapun pergi membawa ambulan tersebut, ketika sudah sampai di
lokasi kejadian dengan kerumunan warga, wargapun langsung menyetop ambulan dan
langsung membuka pintu ambulan dan masukkan korban, dengan kondisi yang penuh
berkucuran darah saya melihat dengan kilat karena posisi saya membawa ambulan, dan ada 3
orang warga naik ikut bersama korban sebagai saksi, saya pun langsung berinisiatif
membawa ke rumah sakit mengingat Pasien di UGD Puskesmas Penuh (jumlah pasien 5
orang KLL 3 dan mabuk berat, jatuh dari tebing ) saya pun langsung berinisiatif membawa ke
RS. Bhayangkara, sesampai di Rs. Bhayangkara saya dan warga yang ikut, langsung
menurunkan pasien dan mendorong masuk ke dalam IGD RS.Bhayangkara, setelah di lihat
dan di cek oleh petugas, petugas memutuskan tidak bisa dilaksanakan di RS tersebut, saya
pun memohon untuk ditangani saja mengingat korban di puskesmas juga banyak, dengan
tujuan lebih cepat kembali ke Puskesmas, petugas mengatakan tetap tidak bisa dengan
alasannya, saya pun disarankan ke Rumah Sakit Kota Mataram, seketika itupun saya
masukkan lagi korban ke ambulan untuk di antar ke RS Kota Mataram, dan pada saat dari RS
bayangkara ke RS kota , ketiga saksi tidak ada satupun yang ikut, Sampailah Ke RS Kota
Mataram, dan langsung di masukkan ke ruangan dengan kategori pasaien Merah artinya
gawat, setelah menceritakan singkat kronologi kejadian korban dengan petugas RS. Kota
Mataram sayapun Pamit untuk kembali ke Puskesmas, saya kembali dengan perasaan yang
senang bisa membantu orang, saya pulang melalui Jl. Catur Warga, dengan kondisi jalan
yang sepi pada saat itu, ketika tepat di perempatan jalan kecil di dekat toko Ricky Smart
Phone, lewatlah seorang pengendara sepeda motor dengan berbonceng tiga dengan kecepatan
tinggi, setelah dia lewat saya pun melewati persimpangan tersebut pas di tengah
persimpangan datanglah speda motor Mio berbonceng tiga dengan kecepatan tinggi juga, dan
melihat ada ambulan akhirnya mereka mengerim speda motor yang lajunya sangat kencang,
dengan suara khas mengerim speda motor sehingga motor tidak terkontrol dan akhirnya
menambarak ambulan di bagian pintu kanan, pengendara sama penumpangpun terpental,
ambulan penyok pada bagian kanan dan ban depan kanan pecah, ini kronologis yang sebenar-
benarnya.