Anda di halaman 1dari 25

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI

I. LATAR BELAKANG
Hipertensi kini menjadi masalah global karena prevalensinya yang terus
meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup seperti merokok, obesitas, inaktivitas
fisik dan stres psikososial. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten
dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg.
Pada populasi lanjut usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg
dan tekanan diastolik 90 mmHg (Sheps,2005).
Menurut WHO dan the International Society of Hypertension (ISH), saat ini
terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia, dan 3 juta di antaranya
meninggal setiap tahunnya. Tujuh dari setiap 10 penderita tersebut tidak mendapatkan
pengobatan secara adekuat. Di Indonesia masalah hipertensi cenderung meningkat.
Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan bahwa
8,3% penduduk menderita hipertensi dan meningkat menjadi 27,5% pada tahun 2004.
Hasil SKRT 1995, 2001 dan 2004 menunjukkan penyakit kardiovaskuler merupakan
penyakit nomor satu penyebab kematian di Indonesia dan sekitar 20–35% dari
kematian tersebut disebabkan oleh hipertensi.
Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang
akan berlanjut untuk suatu target organ seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung
koroner (untuk pembuluh darah jantung) dan left ventricle hypertrophy (untuk otot
jantung). Dengan target organ di otak yang berupa stroke, hipertensi adalah penyebab
utama stroke yang membawa kematian tinggi. Menurut Gunawan (2001) penyebab
hipertensi diantaranya karena faktor keturunan, ciri dari perseorangan serta kebiasaan
hidup seseorang. Seseorang memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan
hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi. Oleh karenanya pengelolaan
hipertensi oleh keluarga sangat penting untuk mencegah terjadinya hipertensi dan
menanggulangi komplikasi akibat hipertensi.
Penatalaksanaan hipertensi seperti kepatuhan diet, modifikasi lingkungan, dan
sebagainya merupakan hal penting yang dapat mengontrol hipertensi pada lansia.
Dalam melaksanakan pengobatan hipertensi ini, dukungan dan motivasi kepada lansia
penting dilakukan oleh keluarga, karena keluarga memberikan pengaruh yang penting
dalam mempercepat kesembuhan lansia.
Di Indonesia jumlah penderita hipertensi diperkirakan sekitar 15 juta orang, 90 %
diantaranya merupakan hipertensi esensial. Dari jumlah tersebut hanya 4% yang
merupakan hipertensi terkontrol, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita
hipertensi sehingga cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak
menghindar dan tidak mengetahui factor resikonya (Martiningsih, 2011). Sedangkan
di Provinsi Bali berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali tentang penyakit
tidak menular (PIM), tercatat jumlah kasus hipertensi pada lansia yang terdeteksi pada
tahun 2011 sebanyak 15.843 kasus, pada tahun 2012 sebanyak 22.837 kasus dan pada
tahun 2013 sebanyak 29867 kasus (Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, 2013)
Dengan pemberian edukasi yang dilakukan oleh perawat kepada pasien dan keluarga
pasien di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten
Tabanan mengenai hipertensi dan cara penanggulangannya diharapkan tekanan darah
lansia berada dalam kisaran normal serta mencegah terjadinya komplikasi akibat
hipertensi.

II. TUJUAN
A. Tujuan instruksional umum ( TIU )
Setelah diberikan penyuluhan mengenai Hipertensi Selama 20 menit
diharapkan sasaran (pasien dan keluarga) dapat mengetahui dan memahami
tentang penyakit hipertensi dan penatalaksanaannya.
B. Tujuan instruksional khusus ( TIK )
Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan sasaran
penyuluhan dapat mengetahui tentang:
a. Pengertian Hipertensi
b. Penyebab Hipertensi
c. Tanda dan gejala Hipertensi
d. Perawatan keluarga pada lansia Hipertensi
e. Pencegahan Hipertensi
f. Komplikasi Hipertensi
III.MATERI PENYULUHAN
Dalam penyuluhan materi yang disampaikan adalah :
a. Pengertian Hipertensi
b. Penyebab Hipertensi
c. Tanda dan gejala Hipertensi
d. Perawatan keluarga pada pasien dengan Hipertensi
e. Pencegahan Hipertensi
f. Komplikasi Hipertensi

IV. KEGIATAN

No Kegiatan Waktu Penyuluh Peserta


1 Pendahuluan 2 Menit  Salam pembuka  Menjawab salam
 Menyampaikan tujuan  Menyimak
 Mendengarkan dan
penyuluhan
 Kontrak waktu menjawab pertanyaan
penyuluhan
2 Kerja 15 Menit  Penyampaian garis  Mendengarkan dengan
besar materi: penuh perhatian
 Menanyakan hal-hal yang
a) Pengertian
belum jelas
hipertensi
 Memperhatikan jawaban
b) Penyebab
dari penceramah
hipertensi
c) Tanda dan
gejala hipertensi
d) Perawatan
keluarga pada pasien
hipertensi
e) Pencegahan
hipertensi
f) Komplikasi
hipertensi
 Memberi kesempatan
pasien dan keluarga
untuk bertanya
 Menjawab pertanyaan

3 Penutup 3 Menit  Melakukan Evaluasi  Sasaran dapat menjawab


 Menyampaikan tentang pertanyaan yang
kesimpulan materi diajukan
 Mengakhiri pertemuan
 Mendengar
dan menjawab salam
 Memperhatikan
 Menjawab salam

V. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi

VI. MEDIA
1. Lembar Balik

2. Leaflet

VII. ALAT

1. Blender
2. 1 buah sendok
3. 3 buah gelas
4. Air mineral
5. 2-3 potong buah melon
VIII. SUMBER:

Brunner dan Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah. Vol I . Jakarta:EGC

Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Mansjoer, et al. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius

Potter & Perry. (2006). Fundamental Keperawatan Jilid I. Jakarta: EGC

Prince A. Silvia. 1995. pathofisiologi. Edisi 4. jakarta:EGC

Tim Editor. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta : Pusat Penerbitan

IX. PESERTA
Pasien dan keluarga pasien Tn. SM dan Tn. MY dengan Hipertensi di Banjar Jadi
Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan
X. WAKTU
Hari : Selasa
Tanggal : 20 Februari 2018
Jam : 11.00-11.20 WITA
XI. TEMPAT : Tempat Tinggal Keluarga Tn. SM dan Tn. MY Banjar Jadi Desa,
Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan
Setting Tempat :

Penyuluh

A A Peserta

XII. RENCANA EVALUASI


A. Struktur :
1. Persiapan media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap
digunakan. Media yang digunakan adalah lembar balik dan leaflet. Kurun
waktu dalam persiapan media 1 hari
2. Persiapan materi
Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan sudah disiapkan dan akan
disebarluaskan dalam bentuk lembar balik dan leaflet yang berisi gambar dan
tulisan. Kurun waktu dalam persiapan materi 2 hari.
B. Proses penyuluhan :
1. Kegiatan penyuluhan yang akan diberikan diharapkan berjalan lancar dan
sasaran memahami tentang penyuluhan yang diberikan. Sasaran diharapkan
mampu mengerti dan memahami penyuluhan dan 50% bisa menjawab
2. Dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan
sasaran yang akan diharapkan penyuluhan
3. Peserta diharapkan memperhatikan materi yang diberikan
C. Hasil penyuluhan :
a. Sasaran paham seluruh materi yang diberikan
b. Sasaran paham dan bisa mempraktekkannya di rumah mengenai cara
mencegah meningkatnya penyakit hipertensi.
Lampiran I
HIPERTENSI

A. Pengertian Hipertensi

Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah arteri yang persisten. Hipertensi atau
penyakit darah tinggi sebenarnya adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke
jaringan tubuh yang membutuhkan. Menurut WHO (World Health Organization), batas
tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 120-140 mmHg sistolik dan 80-90
mmHg diastolik. Jadi, seseorang disebut mengidap hipertensi bila tekanan darahnya
selalu terbaca di atas 140/90 mmHg. Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyararakat
yang serius, karena jika tidak terkendali akan berkembang dan menimbulkan komplikasi
yang berbahaya. Akibatnya bisa fatal karena sering timbul komplikasi, misalnya stroke
(pendarahan otak), penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal.

B. Penyebab Hipertensi

Secara umum hipertensi disebabkan oleh :


 Asupan garam yang tinggi
 Strees psikologis
 Faktor genetik (keturunan)
 Kurang olahraga
 Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan alcohol
 Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi
 Peningkatan usia
 Kegemukan
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
a. Hipertensi Primer (Esensial)
Hipertensi primer disebut juga hipertensi idiopatik karena tidak diketahui
penyebabnya. Faktor yang mempengaruhinya yaitu : genetic, lingkungan,
hiperaktifitas saraf simpatis sistem rennin. Anglotensin dan peningkatan Na + Ca
intraseluler. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko : obesitas, merokok, alcohol dan
polisitemia.
b. Hipertensi Sekunder
Penyebab yaitu : penggunaan estrogen, penyakit ginjal, sindrom cushing dan
hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.
Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas :
a. Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan / atau
tekanan diastolic sama dengan atau lebih besar dari 90 mmHg.
b. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 160 mmHg dan
tekanan diastolic lebih rendah dari 90 mmHg.
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan-
perubahan pada:
a. Elastisitas dinding aorta menurun
b. Katup jantung menebal dan menjadi kaku
c. Kemampuan jantung memompa darah menurun
1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah
menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah
Hal ini terjadi karena kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi.
e. Meningkatnya resisten pembuluh darah perifer

C. Tanda dan Gejala Hipertensi

a. Tidak ada gejala


Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan
darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hali ini berari
hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur
b. Gejala yang lazim
1) Mengeluh sakit kepala, pusing
2) Lemas, kelelahan
3) Sesak nafas, rasa sakit di dada
4) Gelisah
5) Mual
6) Muntah
7) Kesadaran menurun
8) Mimisan
9) Pengelihatan kabur

D. Perawatan Keluarga dengan Hipertensi

Pendekatan nonfarmakologis merupakan penanganan awal sebelum penambahan


obat-obatan hipertensi, disamping perlu diperhatikan oleh seorang yang sedang dalam
terapi obat. Sedangkan lansia hipertensi yang terkontrol, pendekatan nonfarmakologis ini
dapat membantu pengurangan dosis obat pada sebagian penderita. Oleh karena itu,
modifikasi gaya hidup merupakan hal yang penting diperhatikan, karena berperan dalam
keberhasilan penanganan hipertensi. Menurut beberapa ahli, pengobatan nonfarmakologis
sama pentingnya dengan pengobatan farmakologis, terutama pada pengobatan hipertensi
derajat I. Pada hipertensi derajat I, pengobatan secara nonfarmakologis kadang-kadang
dapat mengendalikan tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis tidak diperlukan
atau pemberiannya dapat ditunda. Jika obat antihipertensi diperlukan, Pengobatan
nonfarmakologis dapat dipakai sebagai pelengkap untuk mendapatkan hasil pengobatan
yang lebih baik. Pendekatan nonfarmakologis dibedakan menjadi beberapa hal:
1. Menurunkan faktor risiko yang menyebabkan aterosklerosis.
Menurut Corwin berhenti merokok penting untuk mengurangi efek jangka panjang
hipertensi karena asap rokok diketahui menurunkan aliran darah ke berbagai organ
dan dapat meningkatkan beban kerja jantung. Selain itu pengurangan makanan
berlemak dapat menurunkan risiko aterosklerosis.Penderita hipertensi dianjurkan
untuk berhenti merokok dan mengurangi asupan alkohol. Berdasarkan hasil
penelitian eksperimental, sampai pengurangan sekitar 10 kg berat badan
berhubungan langsung dengan penurunan tekanan darah rata-rata 2-3 mmHg per kg
berat badan.
2. Olahraga dan aktifitas fisik
Selain untuk menjaga berat badan tetap normal, olahraga dan aktifitas fisik teratur
bermanfaat untuk mengatur tekanan darah, dan menjaga kebugaran tubuh. Olahraga
seperti jogging, berenang baik dilakukan untuk penderita hipertensi. Dianjurkan
untuk olahraga teratur, minimal 3 kali seminggu, dengan demikian dapat
menurunkan tekanan darah walaupun berat badan belum tentu turun. Olahraga yang
teratur dibuktikan dapat menurunkan tekanan perifer sehingga dapat menurunkan
tekanan darah. Olahraga dapat menimbulkan perasaan santai dan mengurangi berat
badan sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Yang perlu diingatkan kepada kita
adalah bahwa olahraga saja tidak dapat digunakan sebagai pengobatan hipertensi.
Menurut Dede Kusmana, beberapa patokan berikut ini perlu dipenuhi sebelum
memutuskan berolahraga, antara lain:
a. Penderita hipertensi sebaiknya dikontrol atau dikendalikan tanpa atau dengan
obat terlebih dahulu tekanan darahnya, sehingga tekanan darah sistolik tidak
melebihi 160 mmHg dan tekanan darah diastolik tidak melebihi 100 mmHg.
b. Alangkah tepat jika sebelum berolahraga terlebih dahulu mendapat informasi
mengenai penyebab hipertensi yang sedang diderita.
c. Sebelum melakukan latihan sebaiknya telah dilakukan uji latih jantung dengan
beban (treadmill/ergometer) agar dapat dinilai reaksi tekanan darah serta
perubahan aktifitas listrik jantung (EKG), sekaligus menilai tingkat kapasitas
fisik.
d. Pada saat uji latih sebaiknya obat yang sedang diminum tetap diteruskan sehingga
dapat diketahui efektifitas obat terhadap kenaikan beban.
e. Latihan yang diberikan ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak
menambah peningkatan darah.
f. Olahraga yang bersifat kompetisi tidak diperbolehkan.
g. Olahraga peningkatan kekuatan tidak diperbolehkan.
h. Secara teratur memeriksakan tekanan darah sebelum dan sesudah latihan.
i. Salah satu dari olahraga hipertensi adalah timbulnya penurunan tekanan darah
sehingga olahraga dapat menjadi salah satu obat hipertensi.
j. Umumnya penderita hipertensi mempunyai kecenderungan ada kaitannya dengan
beban emosi (stres). Oleh karena itu disamping olahraga yang bersifat fisik
dilakukan pula olahraga pengendalian emosi, artinya berusaha mengatasi
ketegangan emosional yang ada.
k. Jika hasil latihan menunjukkan penurunan tekanan darah, maka dosis/takaran obat
yang sedang digunakan sebaiknya dilakukan penyesuaian (pengurangan).
3. Perubahan pola makan
a. Mengurangi asupan garam
Pada hipertensi derajat I, pengurangan asupan garam dan upaya penurunan berat
badan dapat digunakan sebagai langkah awal pengobatan hipertensi. Nasihat
pengurangan asupan garam harus memperhatikan kebiasaan makan lansia, dengan
memperhitungkan jenis makanan tertentu yang banyak mengandung garam.
Pembatasan asupan garam sampai 60 mmol per hari, berarti tidak menambahkan
garam pada waktu makan, memasak tanpa garam, menghindari makanan yang
sudah diasinkan, dan menggunakan mentega yang bebas garam. Cara tersebut
diatas akan sulit dilaksanakan karena akan mengurangi asupan garam secara ketat
dan akan mengurangi kebiasaan makan lansia secara drastis. Menurut Sheps, jika
dokter atau ahli gizi menyarankan agar kita mengurangi natrium demi menurunkan
tekanan darah, maka ikutilah saran itu. Bahkan sebelum disarankan pun sebaiknya
kurangi natrium, cobalah membatasi jumlah natrium yang kita konsumsi setiap
hari. Beberapa cara yang dapat dilakukan:
 Perbanyak makanan segar, kurangi makan yang diproses.
 Pilihlah produk dengan natrium rendah.
 Jangan menambah garam pada makanan saat memasak.
 Jangan menambah garam saat di meja makan.
 Batasi penggunaan saus-sausan
 Bilaslah makanan dalam kaleng.
b. Diet rendah lemak jenuh
Lemak dalam diet meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis yang berkaitan
dengan kenaikan tekanan darah. Penurunan konsumsi lemak jenuh, terutama lemak
dalam makanan yang bersumber dari hewan dan peningkatan konsumsi lemak
tidak jenuh secukupnya yang berasal dari minyak sayuran, biji-bijian dan makanan
lain yang bersumber dari tanaman dapat menurunkan tekanan darah.
c. Memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan dan susu rendah lemak Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa beberapa mineral bermanfaat mengatasi hipertensi.
Kalium dibuktikan erat kaitannya dengan penurunan tekanan darah arteri dan
mengurangi risiko terjadinya stroke. Selain itu, mengkonsumsi kalsium dan
magnesium bermanfaat dalam penurunan tekanan darah. Banyak konsumsi sayur-
sayuran dan buah-buahan mengandung banyak mineral, seperti seledri, kol, jamur
(banyak mengandung kalium), kacang-kacangan (banyak mengandung
magnesium). Sedangkan susu dan produk susu mengandung banyak kalsium.
4. Menghilangkan stres
Stres menjadi masalah bila tuntutan dari lingkungan hampir atau bahkan sudah
melebihi kemampuan kita untuk mengatasinya. Cara untuk menghilangkan stres yaitu
perubahan pola hidup dengan membuat perubahan dalam kehidupan rutin sehari-hari
dapat meringankan beban stres.
Perubahan-perubahan itu ialah:
a. Rencanakan semua dengan baik. Buatlah jadwal tertulis untuk kegiatan setiap hari
sehingga tidak akan terjadi bentrokan acara atau kita terpaksa harus terburu-buru
untuk tepat waktu memenuhi suatu janji atau aktifitas.
b. Sederhanakan jadwal. Cobalah bekerja dengan lebih santai.
c. Bebaskan diri dari stres yang berhubungan dengan pekerjaan.
d. Siapkan cadangan untuk keuangan
e. Berolahraga.
f. Makanlah yang benar.
g. Tidur yang cukup.
h. Ubahlah gaya. Amati sikap tubuh dan perilaku saat sedang dilanda stres.
i. Sediakan waktu untuk keluar dari kegiatan rutin.
j. Binalah hubungan sosial yang baik.
k. Ubalah pola pikir. Perhatikan pola pikir agar dapat menekan perasaan kritis atau
negatif terhadap diri sendiri. Sediakan waktu untuk hal-hal yang memerlukan
perhatian khusus.
l. Carilah humor.
m. Berserah diri pada Yang Maha Kuasa.

 Penatalaksanaan Farmakologis
Selain cara pengobatan nonfarmakologis, penatalaksanaan utama hipertensi
primer adalah dengan obat. Keputusan untuk mulai memberikan obat antihipertensi
berdasarkan beberapa faktor seperti derajat peninggian tekanan darah, terdapatnya
kerusakan organ target dan terdapatnya manifestasi klinis penyakit kardiovaskuler
atau faktor risiko lain. Terapi dengan pemberian obat antihipertensi terbukti dapat
menurunkan sistole dan mencegah terjadinya stroke pada lansia usia 70 tahun atau
lebih. Menurut Arif Mansjoer, penatalaksanaan dengan obat antihipertensi bagi
sebagian besar lansia dimulai dengan dosis rendah kemudian ditingkatkan secara
titrasi sesuai umur dan kebutuhan. Terapi yang optimal harus efektif selama 24 jam
dan lebih disukai dalam dosis tunggal karena kepatuhan lebih baik, lebih murah dan
dapat mengontrol hipertensi terus menerus dan lancar, dan melindungi lansia terhadap
risiko dari kematian mendadak, serangan jantung, atau stroke akibat peningkatan
tekanan darah mendadak saat bangun tidur. Sekarang terdapat pula obat yang berisi
kombinasi dosis rendah. Kombinasi 2 obat dari golongan yang berbeda ini terbukti
memberikan efektifitas tambahan dan mengurangi efek samping. Setelah diputuskan
untuk untuk memakai obat antihipertensi dan bila tidak terdapat indikasi untuk
memilih golongan obat tertentu, diberikan diuretik atau beta bloker. Jika respon tidak
baik dengan dosis penuh, dilanjutkan sesuai dengan algoritma. Diuretik biasanya
menjadi tambahan karena dapat meningkatkan efek obat yang lain. Jika tambahan
obat yang kedua dapat mengontrol tekanan darah dengan baik minimal setelah 1
tahun, dapat dicoba menghentikan obat pertama melalui penurunan dosis secara
perlahan dan progresif.

E. Pencegahan Hipertensi

Ada tiga cara untuk mencegah hipertensi, yaitu :


a. Pencegahan dengan pola hidup sehat
Menerapkan pola hidup yang sehat dalam keseharian kita sangat penting dalam
pencegahan hipertensi. Sebaliknya pola hidup yang tidak sehat beresiko tinggi terkena
penyakit hipertensi.
Termasuk dalam pola hidup yang tidak sehat misalnya merokok, minum alkohol, suka
makan enak alias banyak mengandung kolesterol, makanan yang gurih dengan kadar
garam berlebih, minuman berkafein, dll. Sementara pada saat yang sama kurang
berolahraga atau kurang beraktifitas, sering stress, minim air putih, serta kurang
makan buah dan sayuran.
b. Pencegahan dengan medical check up
Mengunjungi seorang dokter atau tenaga para medis, jangan selalu diartikan mau
berobat. Bisa juga dalam rangka pencegahan satu penyakit, misalnya pencegahan
hipertensi. Itulah yang disebut pencegahan / pemeriksaan secara medis (medical
check up).
Orang yang rentan terhadap hipertensi, baik karena faktor keturunan atau pun gaya
hidup, sebaiknya rajin memeriksakan diri tekanan darahnya ke dokter atau tenaga
medis lain. Sebab, darah tinggi atau hipertensi bila tidak segera diatasi adalah pra
kondisi bagi penyakit lain yang lebih serius. Dengan demikian, mencegah darah tinggi
berarti pula mencegah diri kita dari penyakit lain.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan tanda atau gejala hipertensi, seorang dokter akan
memberikan advise penanganannya. Sebaliknya jika tidak berarti ditemukan gejala
apapun.
c. Pencegahan dengan cara tradisional
Indonesia adalah negara yang kaya dengan tanaman obat tradisional. Beberapa
diantara tanaman tradisional (serta hasilnya) yang bisa menurunkan tekanan darah
misalnya : bayam, biji bungan matahari, kacang-kacangan, dark coklat, pisang,
kedelai, kentang, alpukat, mentimun, bawang putih, daun seledri, belimbing, pace atau
mengkudu, pepaya, selada air, cincau hijau dan lain-lain. Beberapa tanaman
diantaranya sudah diteliti dan diuji secara medis, seperti :
a. Bayam
Bayam merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Tidak hanya melindungi
Anda dari penyakit jantung, tetapi juga dapat mengurangi tekanan darah. Selain itu,
kandungan folat dalam bayam dapat melindungi tubuh dari homosistein yang
membuat bahan kimia berbahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat
tinggi asam amino (homosistein) dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
b. Biji bunga matahari.
Kandungan magnesiumnya sangat tinggi dan biji bunga matahari mengandung
pitosterol, yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol tinggi
merupakan pemicu tekanan darah tinggi, karena dapat menyebabkan penyumbatan
pembuluh darah. Tapi, pastikan mengonsumsi kuaci segar yang tidak diberi garam.
c. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, kacang merah mengandung
magnesium dan potasium. Potasium dikenal cukup efektif menurunkan tekanan
darah tinggi.
d. Pisang
Buah ini tidak hanya menawarkan rasa lezat tetapi juga membuat tekanan darah
lebih sehat. Pisang mengandung kalium dan serat tinggi yang bermanfaat
mencegah penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa satu pisang sehari
cukup untuk membantu mencegah tekanan darah tinggi.
e. Kedelai
Banyak sekali keuntungan mengonsumsi kacang kedelai bagi kesehatan. Salah
satunya adalah menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi. Kandungan
isoflavonnya memang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
f. Kentang
Nutrisi dari kentang sering hilang karena cara memasaknya yang tidak sehat.
Padahal kandungan mineral, serat dan potasium pada kentang sangat tinggi yang
sangat baik untuk menstabilkan tekanan darah.
g. Cokelat pekat (dark chocolate)
Karena kandungan flavonoid dalam cokelat dapat membantu menurunkan tekanan
darah dengan merangsang produksi nitrat oksida. Nitrat oksida membuat sinyal
otot-otot sekitar pembuluh darah untuk lebih relaks, dan menyebabkan aliran darah
meningkat.
h. Avokad
Asam oleat dalam avokad, dapat membantu mengurangi kolesterol. Selain itu,
kandungan kalium dan asam folat, sangat penting untuk kesehatan jantung.
Selain dengan tanaman obat tradisional, cara tradisional lain yang juga dapat
menurunkan tekanan darah, sekaligus pencegahan hipertensi, misalnya terapi
bekam. Bekam merupakan cara tradisional yang sudah sangat terkenal, dan
bermanfaat untuk pencegahan berbagai macam penyakit
i. Mengkudu

Buah mengkudu mengandung sejenis fitonutrien, yaitu scopoletin. Scopoletin


berfungsi memperlebar saluran darah yang mengalami penyempitan. Dinding
pembuluh darah yang lebar dapat mempercepat proses aliran darah ke jantung dan
mempercepat penghantaran darah ke seluruh tubuh, mencegah terjadinya konstriksi
pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi normal (Smeltzer & Bare, 2001).
Selain scopoletin, juga terdapat arginin yang berfungsi dalam sintesis nitric oksida
(NO), suatu vasodilator yang dapat menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh
darah (Santosa, 2005). Menurut penelitian Hartono dan Indriawati tahun 2009
tentang pengaruh mengkudu terhadap hipertensi pada kelompok lansia
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sistolik
dan diastolic sebelum dan sesudah minum kapsul ekstrak mengkudu. Cara
pembuatan obat herbal dengan mengkudu yaitu dengan cara mencuci bersih dua
buah mengkudu (Morinda Citrifolia) masak, kemudian diparut, diperas, dan
disaring untuk diambil sari buahnya. Minuman ini dapat diminum dua sampai tiga
kali sehari. Apabila tidak terlalu suka dengan rasa alami mengkudu maka dapat
ditambahkan madu satu sendok makan.
j. Bunga Rosella

Menurut Depkes RI.No.SPP.1065/35.15/05, setiap 100 gram rosella segar


mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1 dan B2, kalsium 486 mg,
omega 3, magnesium, beta karotin serta asam amino esensial seperti lysine dan
agrinine. Penelitian yang dilakukan oleh Didah (2005) menunjukkan bahwa
kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak rosella terdiri atas senyawa
gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin yang mempunyai efek diuretic,
memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan
kinerja usus serta berfungsi sebagai obat kuat. Sedangkan menurut penelitian Dwi
Siwi (2009) mengatakan bahwa pemberian seduhan teh rosella merah mampu
menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic pada penderita hipertensi sekitar
100% (33 subjek). Pembuatan minuman herbal ini yaitu dengan menyeduh 1,5
gram rosella menggunakan air panas dan diminum dua kali sehari selama satu
bulan.

k. Timun

Tanaman mentimun mengandung zat saponin, protein, Fe atau zat besi, sulfur,
lemak, kalsium, vitamin A, vitamin B1, dan juga vitamin C. berbagai zat ini
bersifat porgonik yang disinyalir mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.
Menurut penelitian Zauhani, pemberian jus mentimun sebanyak 100 gram kepada
lansia selama lima hari mampu menurunkan hipertensi. Cara pembuatan minuman
herbal ini yaitu dengan memblender 100 gram mentimun yang diberi 100 cc air
tanpa diberi tambahan apapun 3 kali dalam sehari.

l. Seledri

Tanaman seledri (Apium Graveolens Linn) varietas secalinum mengandung


berbagai zat aktif antara lain flavonoid (apigenin), senyawa butyl phthalide, dan
kalium yang mempunyai efek menurunkan tekanan darah. Menurut penelitian Upik
Rahmawati (2010), pemberian jus seledri kepada ibu rumah tangga usia 40-60
tahun mampu menurunkan hipertensinya. Sedangkan menurut penelitian Tantya
Marlien (2009) pemberian air rebusan seledri pada wanita dewasa selama 3 hari
mampu menurunkan hipertensi secara signifikan. Cara membuat minuman herbal
ini yaitu dengan mencuci bersih seledri dan ditambahkan air bersih secukupnya
kemudian direbus. Setelah mendidih air rebusan disaring dan diminum sehari tiga
kali sebanyak dua sendok makan.

F. Komplikasi Hipertensi

Komplikasi dari penyakit hipertensi apabila tidak ditangani dengan baik dapat
berdampak pada :

1. Stroke
Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak
(stroke). Stroke sendiri merupakan kematian jaringan otak yang terjadi karena
berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Biasanya kasus ini terjadi secara
mendadak dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (complete stroke)
2. Gagal jantung
Tekanan darah yang terlalu tinggi memaksa otot jantung bekerja lebih berat untuk
memompa darah dan menyebabkan pembesaran otot jantung kiri sehingga jantung
mengalami gagal fungsi. Pembesaran pada otot jantung kiri disebabkan kerja keras
jantung untuk memompa darah
3. Gagal ginjal
Tingginya tekanan darah membuat pembuluh darah dalam ginjal tertekan dan
akhirnya menyebabkan pembuluh darah rusak. Akibatnya fungsi ginjal menurun
hingga mengalami gagal ginjal. Ada dua jenis kelainan ginjal akibat hipertensi, yaitu
nefrosklerosis benigna dan nefrosklerosis maligna. Nefrosklerosis benigna terjadi
pada hipertensi yang sudah berlangsung lama sehingga terjadi pengendapan pada
pembuluh darah akibat proses menua. Hal ini menyebabkan permeabilitas
(kelenturan) dinding pembuluh darah berkurang. Sementara itu, nefrosklerosis
maligna meruapakan kelainan ginjal yang ditandai dengan naiknya tekanan diastole
diatas 130 mmHg yang terganggunya fungsi ginjal
4. Kerusakan pada mata
Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebakan kerusakan pembuluh darah dan
saraf pada mata.
DEMONSTRASI PEMBUATAN JUS MELON/MENTIMUN
(OBAT TRADISIONAL UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH)

Alat dan Bahan :


1. 2-3 potong buah melon/mentimun segar
2. Blender
3. Gelas
4. Air mineral
5. 1 sendok makan untuk mengaduk

Cara Kerja :
1. 2-3 potong buah melon/mentimun dicuci bersih
2. Dikupas kulitnya kemudian diblender, tambahkan sedikit air
3. Diminum setiap hari ± 1 gelas untuk 2 kali minum pada pagi dan sore hari
Lampiran 2
EVALUASI

A. Pertanyaan
1. Apakah pengertian dari hipertensi?
2. Apa sajakah penyebab dan bagaimanakah tanda dan gejala hipertensi?
3. Bagaimanakah pencegahan penyakit hipertensi?

B. Kunci Jawaban
1. Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah arteri yang peristen. Hipertensi atau
penyakit darah tinggi sebenarnya adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai
ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Menurut WHO (World Health Organization),
batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 120-140 mmHg sistolik dan
80-90 mmHg diastolik. Jadi, seseorang disebut mengidap hipertensi bila tekanan
darahnya selalu terbaca di atas 140/90 mmHg.

2. Penyebab hipertensi antara lain :


Secara umum hipertensi disebabkan oleh :
 Asupan garam yang tinggi
 Strees psikologis
 Faktor genetik (keturunan)
 Kurang olahraga
 Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan alcohol
 Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi
 Peningkatan usia
 Kegemukan
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan-
perubahan pada:
a. Elastisitas dinding aorta menurun
b. Katup jantung menebal dan menjadi kaku
c. Kemampuan jantung memompa darah menurun
1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah
menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah
Hal ini terjadi karena kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk
oksigenasi.
e. Meningkatnya resisten pembuluh darah perifer

 Tanda hipertensi antara lain :


Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan
darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hali ini berari
hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur
 Gejala bunuh diri :
1) Mengeluh sakit kepala, pusing
2) Lemas, kelelahan
3) Sesak nafas, rasa sakit di dada
4) Gelisah
5) Mual
6) Muntah
7) Kesadaran menurun
8) Mimisan
9) Pengelihatan kabur

3. Pencegahan penyakit hipertensi antara lain:


Ada tiga cara untuk mencegah hipertensi, yaitu :
a. Pencegahan dengan pola hidup sehat
Menerapkan pola hidup yang sehat dalam keseharian kita sangat penting dalam
pencegahan hipertensi. Sebaliknya pola hidup yang tidak sehat beresiko tinggi
terkena penyakit hipertensi.
Termasuk dalam pola hidup yang tidak sehat misalnya merokok, minum alkohol,
suka makan enak alias banyak mengandung kolesterol, makanan yang gurih
dengan kadar garam berlebih, minuman berkafein, dll. Sementara pada saat yang
sama kurang berolahraga atau kurang beraktifitas, sering stress, minim air putih,
serta kurang makan buah dan sayuran.

b. Pencegahan dengan medical check up


Mengunjungi seorang dokter atau tenaga para medis, jangan selalu diartikan mau
berobat. Bisa juga dalam rangka pencegahan satu penyakit, misalnya pencegahan
hipertensi. Itulah yang disebut pencegahan / pemeriksaan secara medis (medical
check up).Orang yang rentan terhadap hipertensi, baik karena faktor keturunan atau
pun gaya hidup, sebaiknya rajin memeriksakan diri tekanan darahnya ke dokter
atau tenaga medis lain. Sebab, darah tinggi atau hipertensi bila tidak segera diatasi
adalah pra kondisi bagi penyakit lain yang lebih serius. Dengan demikian,
mencegah darah tinggi berarti pula mencegah diri kita dari penyakit lain.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan tanda atau gejala hipertensi, seorang dokter
akan memberikan advise penanganannya. Sebaliknya jika tidak berarti ditemukan
gejala apapun.
c. Pencegahan dengan cara tradisional
Indonesia adalah negara yang kaya dengan tanaman obat tradisional. Beberapa
diantara tanaman tradisional (serta hasilnya) yang bisa menurunkan tekanan darah
misalnya : bayam, biji bungan matahari, kacang-kacangan, dark coklat, pisang,
kedelai, kentang, alpukat, mentimun, bawang putih, daun seledri, belimbing, pace
atau mengkudu, pepaya, selada air, cincau hijau dan lain-lain. Beberapa tanaman
diantaranya sudah diteliti dan diuji secara medis, seperti :
a. Bayam
Bayam merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Tidak hanya
melindungi Anda dari penyakit jantung, tetapi juga dapat mengurangi tekanan
darah. Selain itu, kandungan folat dalam bayam dapat melindungi tubuh dari
homosistein yang membuat bahan kimia berbahaya. Penelitian telah
menunjukkan bahwa tingkat tinggi asam amino (homosistein) dapat
menyebabkan serangan jantung dan stroke.
b. Biji bunga matahari.
Kandungan magnesiumnya sangat tinggi dan biji bunga matahari mengandung
pitosterol, yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol
tinggi merupakan pemicu tekanan darah tinggi, karena dapat menyebabkan
penyumbatan pembuluh darah. Tapi, pastikan mengonsumsi kuaci segar yang
tidak diberi garam.
c. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, kacang merah mengandung
magnesium dan potasium. Potasium dikenal cukup efektif menurunkan tekanan
darah tinggi.
d. Pisang
Buah ini tidak hanya menawarkan rasa lezat tetapi juga membuat tekanan darah
lebih sehat. Pisang mengandung kalium dan serat tinggi yang bermanfaat
mencegah penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa satu pisang
sehari cukup untuk membantu mencegah tekanan darah tinggi.
e. Kedelai
Banyak sekali keuntungan mengonsumsi kacang kedelai bagi kesehatan. Salah
satunya adalah menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi.
Kandungan isoflavonnya memang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
f. Kentang
Nutrisi dari kentang sering hilang karena cara memasaknya yang tidak sehat.
Padahal kandungan mineral, serat dan potasium pada kentang sangat tinggi yang
sangat baik untuk menstabilkan tekanan darah.
g. Cokelat pekat (dark chocolate)
Karena kandungan flavonoid dalam cokelat dapat membantu menurunkan
tekanan darah dengan merangsang produksi nitrat oksida. Nitrat oksida
membuat sinyal otot-otot sekitar pembuluh darah untuk lebih relaks, dan
menyebabkan aliran darah meningkat.
h. Avokad
Asam oleat dalam avokad, dapat membantu mengurangi kolesterol. Selain itu,
kandungan kalium dan asam folat, sangat penting untuk kesehatan jantung.
Selain dengan tanaman obat tradisional, cara tradisional lain yang juga dapat
menurunkan tekanan darah, sekaligus pencegahan hipertensi, misalnya terapi
bekam. Bekam merupakan cara tradisional yang sudah sangat terkenal, dan
bermanfaat untuk pencegahan berbagai macam penyakit
i. Mengkudu
Buah mengkudu mengandung sejenis fitonutrien, yaitu scopoletin. Scopoletin
berfungsi memperlebar saluran darah yang mengalami penyempitan. Dinding
pembuluh darah yang lebar dapat mempercepat proses aliran darah ke jantung
dan mempercepat penghantaran darah ke seluruh tubuh, mencegah terjadinya
konstriksi pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi normal (Smeltzer &
Bare, 2001). Selain scopoletin, juga terdapat arginin yang berfungsi dalam
sintesis nitric oksida (NO), suatu vasodilator yang dapat menyebabkan
terjadinya vasodilatasi pembuluh darah (Santosa, 2005). Menurut penelitian
Hartono dan Indriawati tahun 2009 tentang pengaruh mengkudu terhadap
hipertensi pada kelompok lansia menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
signifikan antara tekanan darah sistolik dan diastolic sebelum dan sesudah
minum kapsul ekstrak mengkudu. Cara pembuatan obat herbal dengan
mengkudu yaitu dengan cara mencuci bersih dua buah mengkudu (Morinda
Citrifolia) masak, kemudian diparut, diperas, dan disaring untuk diambil sari
buahnya. Minuman ini dapat diminum dua sampai tiga kali sehari. Apabila tidak
terlalu suka dengan rasa alami mengkudu maka dapat ditambahkan madu satu
sendok makan.
j. Bunga Rosella
Menurut Depkes RI.No.SPP.1065/35.15/05, setiap 100 gram rosella segar
mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1 dan B2, kalsium 486 mg,
omega 3, magnesium, beta karotin serta asam amino esensial seperti lysine dan
agrinine. Penelitian yang dilakukan oleh Didah (2005) menunjukkan bahwa
kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak rosella terdiri atas senyawa
gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin yang mempunyai efek diuretic,
memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan
kinerja usus serta berfungsi sebagai obat kuat. Sedangkan menurut penelitian
Dwi Siwi (2009) mengatakan bahwa pemberian seduhan teh rosella merah
mampu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic pada penderita
hipertensi sekitar 100% (33 subjek). Pembuatan minuman herbal ini yaitu
dengan menyeduh 1,5 gram rosella menggunakan air panas dan diminum dua
kali sehari selama satu bulan.
k. Timun
Tanaman mentimun mengandung zat saponin, protein, Fe atau zat besi, sulfur,
lemak, kalsium, vitamin A, vitamin B1, dan juga vitamin C. berbagai zat ini
bersifat porgonik yang disinyalir mampu menurunkan tekanan darah dalam
tubuh. Menurut penelitian Zauhani, pemberian jus mentimun sebanyak 100
gram kepada lansia selama lima hari mampu menurunkan hipertensi. Cara
pembuatan minuman herbal ini yaitu dengan memblender 100 gram mentimun
yang diberi 100 cc air tanpa diberi tambahan apapun 3 kali dalam sehari.
l. Seledri
Tanaman seledri (Apium Graveolens Linn) varietas secalinum mengandung
berbagai zat aktif antara lain flavonoid (apigenin), senyawa butyl phthalide, dan
kalium yang mempunyai efek menurunkan tekanan darah. Menurut penelitian
Upik Rahmawati (2010), pemberian jus seledri kepada ibu rumah tangga usia
40-60 tahun mampu menurunkan hipertensinya. Sedangkan menurut penelitian
Tantya Marlien (2009) pemberian air rebusan seledri pada wanita dewasa
selama 3 hari mampu menurunkan hipertensi secara signifikan. Cara membuat
minuman herbal ini yaitu dengan mencuci bersih seledri dan ditambahkan air
bersih secukupnya kemudian direbus. Setelah mendidih air rebusan disaring dan
diminum sehari tiga kali sebanyak dua sendok makan.

Pengobatan tradisional untuk hipertensi


1. Buah Mentimun
2. Buah Melon
3. Daun Seledri, dll
Cara membuat obat tradisioanal seperti jus melon :
1. 2-3 potong buah melon/mentimun dicuci bersih
2. Dikupas kulitnya kemudian diblender, tambahkan sedikit air
3. Diminum setiap hari ± 1 gelas untuk 2 kali minum pada pagi dan sore hari
Lampiran 3
DOKUMENTASI