Anda di halaman 1dari 2

http://www.kompasiana.

com/wildan_habibulloh/fase-fase-perkembangan-
antropologi_54f80387a33311b8048b470f

Antropologi adalah salah satu bidang disiplin ilmu yang jenis keilmuannya murni dan juga
praktis. Sejarah munculnya keilmuan ini, berawal dari bangsa Yunani dan Romawi. Bapak
sejarah Herodotus menulis 50 bahasa, seni, macam adat perkawinan serta menganggap
masyarakat saat itu melakukan perbandingan diantara budaya-budaya masyarakat. Mereka
memilki sikap dan pandangan meremehkan pada masyarakat dan budaya-budaya lain.
Diabad 1 M Tacitus menulis tentang suku-suku di Jerman. Fase perkembangan Antropologi
terbagi menjadi empat bagian:

1. Fase pertama (sebelum 1800)

Selama empat abad berselang. Dimulai sejak abad 15 hingga permulaan abad ke 16, bangsa
Eropa menularkan pengaruh besar terhadap berbagai suku, bangsa, masyarakat hingga
budaya setempat. Mereka melakukan penjajahan di tiga benua, afrika, asia dan amerika.
Ketika bangsa Eropa menemukan suatu hal yang aneh, suatu hal-hal yang baru di tempat
jajahannya. Mereka mencurahkan pengalaman-pengalaman yang mereka dapat ke sebuah
tulisan. Kumpulan-kumpulan tulisan itu disebut Etnographi. Terdapat beberapa pendapat
dalam segi sudut pandang seseorang dalam memaknainya. Mulai dari beranggapan mereka
(bangsa yang dijajah) adalah makhluk liar hingga sebutan-cebutan keturunan iblis
dilontarkan. Ada juga yang mencoba mengumpulkan barang-barang antik lalu
mengumpulkannya untuk diperlihatkan ke semua orang.

2. Fase kedua (sekitar abad ke 19)

Pada pertengahan abad ke 19 ini, antropologi lebih condong digunakan untuk


mengklasifikasikan tingkat-tingkat budaya dengan meneliti sejarah penyebaran kebudayaan-
kebudayaan di muka bumi. Orang Eropa menganggap kebudayaan bangsa-bangsa diluar
Eropa adalah bangsa yang kuno. Dengan mempelajarinya sama halnya mereka mencari tahu
sejarah penyebaran kebudayaan manusia.

Karangan-karangan etnografi berdasarkan cara berfikir evolusi masyarakat. Maknanya


masyarakat dan kebudayaan manusia berevolusi dengan sangat lambat hingga memerlukan
waktu yang sangat lama.

3. Fase ketiga (permualaan abad ke 20)


Pada permulaan abad ke-20, bahan-bahan etnografi lebih difahami lagi demi mengetahui
seluk-beluk suatu bangsa, mempelajari kelemahan-kelemahannya lalu menaklukannya. Masa
ini memperlihatkan bahwa disiplin ilmu Antropologi berperan aktif sebagai ilmu terapan.
Tujuannya hanya untuk mengetahui pengertian masyarakat masa kini yang kompleks dan
berfungsi untuk menundukkan bangsa-bangsa lain seperti benua Amerika, Asia dan juga
Afrika yang sudah ada dalam genggaman Eropa barat.

4. Fase keempat (sesudah kira-kira 1930)

Pada masa ini perkembangan antropologi bertambah pesat dan luas. Bertambahnya
pengetahuan yang lebih teliti dan ketajaman dalam metode ilmiahnya sangat mengesankan.
Adanya perkembangan yang pesat ini mengakibatkan hilangnya sedikit demi sedikit
masyarakat primitif dan kebudayaan-kebudayan kuno. Antropologi dimasa ini berperan
dalam dua hal yakni, dalam bidang akademik dan juga tujuan praktis. Tujuan dalam bidang
akademiknya berusaha untuk mencapai pengertian manusia dengan mempelajari keragaman
bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya. Sedangkan tujuan praktisnya adalah
mempelajari, memahami dan membangun masayarakat suku bangsa.

http://sheringtipshidupsehat.blogspot.co.id/2014/02/pengertian-antropologi-kesehatan-dan.html

2. Hubungan Antropologi Kesehatan dengan Ekologi


Hubungan manusia dengan lingkungan, dengan tingkahlakunya, dengan penyakitnya dan
cara-cara dimana tingkahlakunya dan penyakitnya mempengaruhi evolusi dan
kebudayaannya selalu melalui proses umpan-balik. Pendekatan ekologis merupakan dasar
bagi studi tentang masalah-masalah epidemiologi, cara-cara dimana tingkahlaku individu dan
kelompok menentukan derajat kesehatan dan timbulnya penyakit yang berbeda-beda dalam
populasi yang berbeda-beda. Sebagai contoh pada penyakit malaria ditemukan pada daerah
berikilim tropis dan subtropis sedangkan pada daerah beriklim dingin tidak ditemukan
penyakit ini, juga pada daerah diatas 1700 meter diatas permukaan laut malaria tidak bisa
berkembang.

Contoh lain, semakin maju suatu bangsa, penyakit yang dideritapun berbeda dengan bangsa
yang baru berkembang. Penyakit-penyakit infeksi seperti malaria, demam berdarah, TBC, dll
pada umumnya terdapat pada negara-negara berkembang, sedangkan penyakit-penyakit
noninfeksi seperti stress, depresi, kanker, hipertensi umumnya terdapat pada negara-negara
maju. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang berbeda pada kedua kelompok
tersebut.

Kelompok manusia beradaptasi dengan lingkungannya dan manusia harus belajar


mengeksploitasi sumber-sumber yang tersedia untuk memenuhi kebutuhannya. Interaksi ini
dapat berupa sosial psikologis dan budaya yang sering memainkan peranannya dalam
mencetuskan penyakit. Penyakit adalah bagian dari lingkungan hidup manusia. Contoh
penyakit Kuru