Anda di halaman 1dari 2

Pada pemeriksaan anak wanita, sangat diperlukan bantuan ibu yang bersangkutan untuk

memberikan rasa aman bagi anak yang diperiksa.


Pada anak usia sekitar 5 tahun, pemeriksaan dilakukan dengan menempatkan anak dalam
pangkuan ibunya sambil dipeluk dari arah belakang. Pada anak yang lebih besar, pemeriksaan
dapat dilakukan dengan posisi “knee – chest”
Pasien anak-anak dan remaja lebih menyukai dokter yang menggunakan baju dokter saat
melakukan pemeriksaan pada daerah-daerah yang sensitif. Penjelasan pada anak yang lebih
dewasa dengan memperlihatkan instrumen yang akan digunakan serta meminta anak tersebut
untuk membantu jalannya pemeriksaan sangat membantu berlangsungnya pemeriksaan
ginekologi.
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi umum
 Keadaan umum
 Status gizi
 Bentuk tubuh
 Kelainan gross anomalia yang ada
o Payudara
 Penonjolan payudara terjadi pada usia sekitar 8 – 9 tahun
 Perkembangan puting susu dan payudara secara dini dapat merupakan
tanda awal sexual procoxious Pengamatan lanjutan yang dapat dilakukan
adalah penilaian “bone age” dengan mengikuti pertambahan tinggi badan
serta pertumbuhan payudara 3 bulan berikutnya
o Abdomen
 Inspeksi dan palpasi abdomen dilakukan sebelum inspeksi genitalia. Bila
anak tersebut merasa geli, atasi dengan menempatkan satu tangannya pada
tangan pemeriksa
 Ovarium pada masa premenarche berada dipelvik bagian atas sehingga
tumor ovarium biasanya dianggap sebagai tumor abdomen.
 Hernia inguinalis jarang terjadi pada anak wanita dan umumnya tanpa
gejala. Untuk dapat memperlihatkan adanya hernia, anak diminta berdiri
dan meningkatkan tekanan intra-abdominal; seperti sedang meniup balon.
o Genitalia
 Vulva dan vestibulum dapat dilihat dengan menekan perineum kearah
lateral – bawah menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan kanan yang
terpisah ( berbentuk huruf V )
 Bila perlu untuk melihat dinding vagina, labia dipegang antara ibu jari dan
jari telunjuk kemudian ditarik keluar
 Perhatian khusus pada higiene perineum, oleh karena higiene yang buruk
merupakan predisposisi vulvovaginitis.
 Pemeriksaan pada lesi kulit, eksoriasi perineal , ulcus dan tumor.
 Himen imperforatus terjadi pada 3 – 4% kasus dan tidak memerlukan
terapi sampai pubertas.
 Bila diduga terdapat tumor genitalia dapat dilakukan pemeriksaan
ultrasonografi abdomen.
 Vaginoskopi
Kadang-kadang diperlukan menggunakan peralatan khusus untuk melakukan pemeriksaan 1/3 proksimal
vagina sebagai sumber dari perdarahan, untuk melihat patensi traktus genitalis, untuk melihat dan
mengeluarkan benda asing atau untuk menyingkirkan kemungkinan adanya cedera dibagian dalam
vagina. Pemeriksaan memerlukan anaesthesia umum. Peralatan yang dapat dipakai adalah vaginoskop
atau dengan menggunakan urethroskop atau laparoskop. Pada bayi vaginoskop yang digunakan adalah
yang berukuran 0,5 cm dan pada gadis premenarche ukurannya adalah 0.8 cm.