Anda di halaman 1dari 52

DIAGNOSA DALAM INTREPRETASI

UJI DISSOLVED GAS ANALYSIS


(DGA) MINYAK INSULASI
TRANSFORMER
Deden DH-
Fault gas :

338 KJ/mol

720 kJ/mol 607 kJ/mol 960 kJ/mol


Metode ektraksi ASTM D3612 :
Metode Diagnosa Gas Hidrokarbon pada DGA
Terbagi :

• Satu gas pada satu waktu (Key Gas Method)


• Dua gas pada satu waktu ( Rogers,Dornenburg,IEC Method )
• Tiga gas (Duval Triangle)
• Empat gas –(tidak ada)
• Lima gas (Duval Pentagon)
• Enam gas (Hexagon) – baru /belum teruji oleh Indra getzy &
Rajaram, India.

Karbon dioksida dan furan digunakan sebagai konfirmasi


diagnosis yang ditunjukkan oleh gas hidrokarbon, apakah
kertas terlibat atau tidak pada suatu fault
Tahap 1
Tahap 2- bandingkan konsentrasi DGA dengan nilai pada limit
IEEE C57.104.2008 : IEEE Guide for the Interpretation
of Gases Generated in Oil-Immersed Transformers –
Dissolved Gas Generating Rates (ppm/days)

No. Gas Parameter IBT REMOTE SS Rates


21-Feb-17 21-Mar-17 ppm/day
1 Hydrogen H2 189 199 0.4
2 Methane CH4 265 398 4.8
3 Acetylene C2H2 0 0 0.0
4 Ethylene C2H4 20 25 0.2
5 Ethane C2H6 531 714 6.5
6 Carbon Monoxide CO 424 657 8.3
7 Carbon Dioxide* CO2 6523 8871 83.9

Total Gas 7952 10864


TDCG 1429 1993
Rates (ppm/day) 20.14
Days 28

IBT
REMOTE SS TDCG Based on IEEE C57.104 standard,
TDCG level Condition 3 (1921-4630
2500 ppm); TDCG generating rates : 10-30
2000 1993 ppm/day. Individual gas generating
1500 rates commonly increased.
1429
Sampling interval : weekly.
1000 operating procedure : excercise
500 extreme caution. Analyse for
0 Individual gases. Advise
21-Feb-17 21-Mar-17 manufacturer.
DGA Diagnostic Tools
Tahap 4- Diagnosa masing-masing metoda
Diagnosa Key Gas
Diagnosa Ratio Roger Diagnosa Ratio IEC 599
Diagnosa Ratio Dornenburg
Pendekatan Metode Duval
PROFIL SINGKAT M. DUVAL
Dr. Michel Duval mendapatkan gelar B.Sc. and PhD. di bidang Teknik
Kimia pada 1966 and 1970
Bekerja pada IREQ (Hydro-Quebec, Kanada) sejak 1970.
IREQ : Institut de recherche d’Hydro-Québec - Litbang
Kanada – pembangkit listrik 99% dari air- PLTA

Ia dikenal melalui intepretasi DGA menggunakan metode


segitiga/triangle, yang secara luas digunakan diseluruh dunia dan
kontribusinya seperti paper/jurnal DGA standar gas-in-oil, gas levels in
service, on-line gas monitors. MICHEL DUVAL
Ia berperan aktif dalam bidang minyak isolasi dan juga polimer.

M. Duval perancang pada beberapa grup organisasi CIGRE, IEC and


IEEE.
Peraih :
 16 patent
 Penulis 90 scientific papers dan internasional standar.
 Peraih Award for 2012 IEEE Herman Halperin Electric
Transmission and Distribution
 Anggota (convenor) IEEE dan Institut Chemical Engineering di
Kanada.
Timeline singkat perkembangan diagnosa DGA oleh Duval

- Duval mengenalkan -Duval


metode Duval’s mengembangkan
triangles, yang metode triangles dalam
tertuang dalam IEC hubungan
60599 -1999 kerjasamanya dengan
CIGRE

1999 2008 2010 2014

Diagnosa Duval sudah - 9 tahun kemudian -Duval memperkenalkan


digunakan pada hampir Duval mengemukakan metode pentagon
20 tahun sejak pertamakali metode lanjutan dengan 5 gas kunci.
diperkenalkan diagnosis DGA, Artikel, Dec 2014.
dipublikasikan pada IEEE
Electrical Insulation
Magazine, Dec 2008
 Berisi sumbu koordinat
dimulai dari 0 hingga 100%
100 0
 titik (x,y,z) yang diplotkan
pada diagram ini harus
memiliki nilai x+y+z = 100%

 Awal mula diagram ini


dipakai pada studi ilmu
tanah- hubungan antara
komposisi kandungan
pasir, tanah liat dan lumpur.

 Duval adalah orang


0
100
pertama menggunakannya
100 0 dalam studi kasus DGA
fault zones terbagi atas:
PD: Partial Discharge
T1: Thermal < 300 C
T2: Thermal 300 C to 700 C
T3: Thermal > 700 C
D1: Low-energy discharge
D2: High-energy discharge
DT: Discharge or Thermal

3 Gas kunci :
X = CH4
Y = C2H4
Z = C2H2
TRIANGLE 1
- Merupakan segitiga Duval klasik untuk
DGA pada transformer berisi minyak

- X, Y, dan Z secara berturut-turut


adalah Metana, Etilen, dan Asetilen,
sebagai persen dari jumlah Ketiganya

- Bagian dalam dari segitiga dibagi


menjadi beberapa fault zone

-Diagram ini hanya mengidentifikasikan


dan prediksi jenis kesalahan yang
sesuai dengan pola dari gasnya.

- Diagram ini tidak dapat


mengindikasikan secara pasti
kesalahan benar-benar telah terjadi
pada trafo
TRIANGLE 2 - Merupakan segitiga Duval untuk DGA
pada LTC load tap changer berisi
minyak

- Posisi X, Y, dan Z secara berturut-


turut adalah Metana, Etilen, dan
Asetilen, sama dengan TR1

Fault zone
N : Operasi Normal
T3 : Thermal > 700 C
T2 : Thermal 300-700 C
X3 : D2 atau transisi ke T2, T3
D1 : Arching abnormal
X1 : D1 atau Thermal

Untuk LTC tipe vakum gunakan


Duval Triangle 1
TRIANGLE 3

-Triangle 3 merupakan adaptasi


dari triangle 1 untuk minyak
insulasi alternatif

-Fault zone mirip dengan


triangle 1 akan tetapi proporsinya
berbeda untuk setiap tipe minyak

Triangle 3 ini adalah untuk minyak


silikon ((polydimethylsiloxane)
TRIANGLE 3

-Triangle 3 merupakan adaptasi


dari triangle 1 untuk minyak
insulasi alternatif

-Fault zone mirip dengan


triangle 1 akan tetapi proporsinya
berbeda untuk setiap tipe minyak

-Triangle 3 ini adalah untuk minyak silikon :


Midel - Minyak insulasi sintesis ester dari
produsen M&I Materials
TRIANGLE 3

-Triangle 3 merupakan adaptasi


dari triangle 1 untuk minyak
insulasi alternatif

-Fault zone mirip dengan


triangle 1 akan tetapi proporsinya
berbeda untuk setiap tipe minyak

-Triangle 3 ini adalah untuk minyak silikon :


Envirotemp FR3, minyak insulasi silikon
ester natural dari Cooper Power System
TRIANGLE 3

-Triangle 3 merupakan adaptasi


dari triangle 1 untuk minyak
insulasi alternatif

-Fault zone mirip dengan


triangle 1 akan tetapi proporsinya
berbeda untuk setiap tipe minyak

-Triangle 3 ini adalah untuk minyak silikon :


BIOTEMP, minyak insulasi ester natural
dari ABB
-Triangle 4 digunakan untuk diagnosis
TRIANGLE 4
fault pada temperatur rendah pada trafo
berisikan minyak.

- Syarat digunakan : Triangle 1


mengindikasikan PD,T1 atau T2

-Triangle 4 menggunakan gas kunci :


X= H2
Y= CH4
Z= C2H6

-Fault zone:
PD : Partial Discharge
S : Stray Gassing
C : Hot Spots with carbonization (paper >
300C dengan kemungkinan 80%)
O : Overheating < 250 C
ND : Not Detemined
TRIANGLE 5 -Triangle 5 juga digunakan untuk diagnosis
fault pada trafo berisikan minyak.

-Syarat digunakan : Triangle 1


mengindikasikan PD,T1 atau T2

-Triangle 5 menggunakan gas kunci :


X= CH4
Y= C2H4
Z= C2H6

-Fault zone:
PD : Partial Discharge
S : Stray Gassing
C : Hot Spots with carbonization (paper >
300C dengan kemungkinan 80%)
O : Overheating < 250 C
T3 : Thermal > 700C
ND : Not Detemined
TRIANGLE 6 -Triangle 6 menyerupai Triangle 4,
akan tetapi segitiga ini digunakan
untuk minyak silikon ester FR3.

-Syarat digunakan : Triangle 1


mengindikasikan PD,T1 atau T2

-Triangle 6 menggunakan gas kunci :


X= H2
Y= CH4
Z= C2H6

Zona Kerusakan:
PD : Partial Discharge
S : Stray Gassing
C : Hot Spots with carbonization
O : Overheating < 250 C
ND : Not Detemined
-Triangle 7 menyerupai Triangle 5,
TRIANGLE 7 akan tetapi segitiga ini digunakan
untuk minyak silikon ester FR3.

-Syarat digunakan : Triangle 1


mengindikasikan PD,T1 atau T2

-Triangle 7 menggunakan gas kunci :


X= CH4
Y= C2H4
Z= C2H6

Zona Kerusakan:
PD : Partial Discharge
S : Stray Gassing
C : Hot Spots with carbonization
O : Overheating < 250 C
T3 : Thermal > 700C
ND : Not Detemined
TR1 TR2 10 bentuk Duval’s Triangles
yang dikenalkan dalam 18
tahun terakhir !!

TR3

TR4 TR5 TR6 TR7


TR1

TR4 TR5
TR3

TR6 TR7
 Bagaimana cara menggunakan
Duval Triangles ?
LANGKAH 1
Pastikan nilai TDCG lebih dari 720 ppm.
Hitung proporsi presentase dari masing-
masing gas:
CH4 (X)
C2H4 (Y)
C2H2 (Z)

Misal :
Diketahui suatu sampel minyak trafo :
Parameter Hasil Pengujian (ppm)

Hydrogen H2 199
Methane CH4 398
Acetylene C2H2 0
Ethylene C2H4 25
Ethane C2H6 714
Carbon Monoxide CO 657
Carbon Dioxide CO2 8871
Total Dissolved Combustible Gas 1,993
(TDCG)
Maka presentase dari masing- masing
gas:

CH4 (X) = (398/423)*100%


= 94.1%

C2H4 (Y) = (25/423)*100%


= 5.90%

C2H2 (Z) = (0/423)*100%


= 0.00%
Masukkan angka presentase tersebut
LANGKAH 2 pada diagram

X = 94.1 %
Garis merah ditempatkan pada
nilai 94.1% dari sumbu X, paralel
terhadap garis dibawah

Y = 5.90 %
Garis hijau ditempatkan pada nilai 5.9
% pada sumbu Y, paralel terhadap
garis disebelah kiri

Z = 0.0 %
Garis biru berimpit pada nilai 0 % pada
sumbu Z, terhadap garis disebelah
kanan
LANGKAH 3

Titik merah adalah dimana seluruh garis


bersinggungan adalah lokasi dari titik

Tentukan fault zone, yaitu


T1 = Thermal < 300 C
15% Ketidakpastian

Posisi pada titik data dari sampel dapat


mengandung variasi acak yang
mengakibatkan kesalahan pengukuran
atau ketidakpastian lainnya

Pengukuran dari konsentrasi DGA sampel


pada lapangan umumnya memiliki 15%
atau lebih nilai ketidakpastian

Untuk konsentrasi DGA dibawah 10 ppm


nilai ketidakpasitannya akan lebih tinggi

Poligon disamping yang mengelilingi titik


merah merupakan daerah ketidakpastian
yang dapat terjadi
LANGKAH 4

Analisa hasil dari TR1 kedalam diagram


TR4

X = 15
Y = 30
Z = 54

Titik merah adalah dimana seluruh garis


bersinggungan adalah lokasi dari titik

fault zone, yaitu ND


ND = Not detected,

Maka beralih pada TR 5


LANGKAH 5

Analisa hasil dari TR1 kedalam diagram


TR5

X = 35
Y=2
Z = 63

Titik merah adalah dimana seluruh garis


bersinggungan adalah lokasi dari titik

fault zone, yaitu O


O : Overheating < 250 C

Masuk ke analisa lanjutan


Duval’sPentagon
Pentagon 1
Terdiri dari 5 fault gas :
-H2
-C2H6
-CH4
-C2H4
-C2H2

 Pentagon 1 dapat digunakan untuk


mengidentifikasi 6 jenis fault lanjutan
Pentagon 2 (PD, D1, D2, T1, T2, T3) dan stray
gassing S

 Pentagon 2 dapat digunakan untuk


mengindentifikasi 3 jenis fault lanjutan
D2, D1, dan PD, dan 4 sub-tipe fault
yaitu S, O, C dan T3/T2 in oil only ("T3-
H, T2-H")
Cara Penentuan titik Koordinat DGA pada Pentagon

Pada contoh ini nilai DGA untuk


H2, C2H6, CH4, C2H4 dan C2H2
secara berturut-turut adalah 31,
130, 192, 31, dan 0 ppm

Nilai persentasi relatif dari setiap


gas secara berturut-turut adalah
8, 34, 50, 8 dan 0

Titik dari DGA adalah titik berat


(titik biru) dari poligon merah

Seluruh nilai DGA berada pada


bagian pentagon 40%
Sebuah vs beberapa tipe fault pada transformer

• Sebagai contoh, gabungan fault D1 dan T3 dapat


muncul dengan salah pada pembentukan gas dari zona
D2 dari Triangle 1 dan Pentagon 1

• Gabungan fault T3 yang terjadi pada minyak saja(


T3-H) dan overheating O dapat muncul dengan salah
pada zona C dari Triangle 5 dan Pentagon 2

• Gabungan fault S dan T2 dapat secara tidak


akurat muncul pada zona T1 atau O pada petagon 1
atau 2
Saran untuk Diagnosa DGA

• Akui dan tolak data yang jelek, pecahkan masalah data sebelum
melakukan interpretasi

• Jangan menggunakan diagnosa ini kecuali beberapa gas mudah


terbakar cenderung meningkat dengan signifikan

• Perhatikan migrasi dari data kepada tipe kerusakan lain


atau amati saja beberapa tipe kerusakan spesifik ketika
tingkat konsentrasi gas naik

• Ketidakpastian dari suatu daerah yang overlap terhadap beberapa


zona kerusakan mengindikasikan ambiguitas dari diagnosa

• Berhati-hati terhadap situasi yang tidak biasa


TERIMAKASIH !
3 parameter utama:
a) the type of fault involved,
b) the location of the fault (in oil or in paper), and
c) the amount of gases formed (concentrations and rates).

The most dangerous faults are:


- high-energy arcing faults D2 in oil and paper,
- low-energy arcing faults D1 in paper, and
- hot spots in paper of high temperatures T3 and T2.

Less dangerous faults are:


- low-energy arcing faults D1 in oil,
- hot-spots T3 and T2 in oil, and
- Hot spots in paper of low temperature.

Non-dangerous faults are:


- hot spots T1 in oil,
- producing only “stray gassing” of oil,
- Corona partial discharges PD (unless very high levels of hydrogen are formed),
- catalytic reactions with water, and aging of paper.