Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

SIMULASI RANGKAIAN PENYERAHAN DAN FILTER


MENGGUNAKAN PROTEUS 8 PROFESSIONAL

Oleh:
Anggita Fretty L. Toruan
NIM A1C0170039

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2019
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Proteus professional 8 merupakan kelompok software elektronik yang

digunakan untuk membantu para desainer dalam merancang dan mensimulasikan

suatu rangkaian elektronik. Software ini memiliki dua fungsi sekaligus dalam satu

paket, paket satu sebagai software untuk menggambar skematik dan dapat

disimulasikan yang diberi nama ISIS.

Rangkaian adalah interkoneksi dari sekumpulan elemen atau komponen

penyusunnya ditambah dengan rangkaian penghubungnya dimana disusun dengan

cara-cara tertentu dan minimal memiliki satu lintasan tertutup. Simulasi ini

disamping menggambarkan rangkainnya juga memperhitungkan arus, daya,

hambatan, tegangan, dan sebagainya yang ada dalam rangkaian tersebut. Oleh

karena itu diperlukan suatu program khusus untuk membuat simulasi rangkaian

elektronika ini yaitu Proteus 8 Professional.

B. Tujuan

1. Mengenal lingkungan kerja Proteus 8 Professional.

2. Mampu membuat dan menganalisa rangkaian menggunakan program Proteus 8

Professional.
II. TINJAUAN PUSTAKA

Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang

dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik

dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor

dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang

dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektronikanya

adalah bagian dan teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/teknik elektronika dan

instrumentasi (Mikarajuddin, 2008).

Bahan-bahan komponen elektronika yaitu bahan-bahan yang menentukan

kinerja (performace) dari peralatan/komponen listrik elektronika dan sistem

insulasinya, seperti dalam membangkitkan, mentransmisikan, menyearahkan,

memperkuat, dan memodulasi sinyal listrik, dalam bekerjanya peralatan dan

komponen listrik/elektonika, bahan-bahan tersebut mengalami medan listrik/medan

magnet (Basuki, 2009).

Penyearah (rectifier) adalah alat yang digunakan untuk mengubah sumber

arus bolak-balik (AC) menjadi sinyal sumber arus searah (DC). Gelombang AC

yang berbentuk gelombang sinus hanya dapat dilihat dengan alat ukur CRO.

Rangkaian rectifier banyak menggunakan transformator step down yang digunakan

untuk menurunkan tegangan sesuai dengan perbandingan transformasi

transformator yang digunakan. Penyearah dibedakan menjadi 2 jenis, penyearah

setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh, sedangkan untuk penyearah


gelombang penuh dibedakan menjadi penyearah gelombang penuh dengan center

tap (CT), dan penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dioda bridge.

Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang

saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu

lintasan tertutup. Rangkaian listrik terbatas pada elemen atau komponen yang

memiliki dua buah terminal atau kutub pada kedua ujungnya. Pembatasan elemen

atau komponen listrik pada rangkaian listrik dapat dikelompokkan ke dalam elemen

atau komponen aktif dan pasif.

Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan

melepaskan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal

yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum

dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat

metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada

salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan

negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat

mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa

menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-

konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-

ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat

terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. Kemampuan untuk

menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebuat dengan kapasitansi atau

kapasitas (Ahmad, 2007).


III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Alat tulis

2. Program Proteus 8 Professional

3. Modul

4. Laptop

B. Prosedur Praktikum

1. Proteus 8 Professional di-instal

Cari source (sumber/file setup) Proteus 8 Professional ini, lalu double

klik pada file setup. Tentukan tempat tujuan Proteus diinstal, lalu klik OK.

Tunggu proses instalasi selesai, lalu startmenu, buka program Proteus 8

Professional. Proteus siap pakai.

2. Pemakaian komponen elektronika

Untuk menampilkan komponen elektronik yang akan digunakan, maka

perlu dilakukan pencarian terlebih dahulu pada library component yang ada.

Pilih tool component mode kemudian pilih simbol P pada kolom yang tersedia

seperti simbol resistor, kapasitor, diode, batere, transfome, ground dll. Cara

memakai komponen yaitu untuk mengubah besar nilai komponen dilakukan

dengan klik dua kali komponen, lalu nilai komponen diisi.


3. Pembentukan rangkaian

Setelah mengambil beberapa komponen, kaki-kaki dari satu simbol ke

simbol lainnya disambung. Penyambungan dilakukan dengan cara mouse

pointer diarahkan ke ujung kaki simbol, ujung kaki simbol diusahakan

berwarna terang, mouse diklik dan ditahan, tujukan ke ujung kaki simbol yang

ingin disambung sampai ujung kaki simbol tersebut berwarna terang dan mouse

dilepas.

4. Simulasi

Setelah rangkaian listrik dan alat ukur dipasang pada bagian yang akan

diukur (biasanya input dan output), maka simulasi dimulai dengan menekan

simbol saklar yang terletak dipinggir kanan atas (klik tanda I untuk on simulasi

dan tanda O untuk off simulasi serta tanda pause). Windows kecil alat ukur

diusahakan tetap terbuka agar grafik hasil pengukuran dapat dibaca.

5. Pelaksanaan simulasi

a. Dibuat rangkaian

b. Setting (dengan cara di-double click pada komponen yang akan diproses)

1. AC Voltage Source (Set voltage = 50 V)

2. Voltmeter 1 sebagai AC

3. Voltmeter 2 sebagai DC

4. Oscilloscope (time base = 5.00 ms/div)

5. Transformator (Ubah menjadi 10 to 1)


c. Simulasi dijalankan

Simulasi dijalankan dan bentuk sinyal input (sebelum masuk

penyearahan) dan sinyal output (beban R 1K / setelah penyearah) yang

ditampilkan oscilloscope diperhatikan.

Dilakukan pembacaan nilai:

1. VAC (voltmeter 2)

2. VDC (voltmeter 1)

3. Vripple

d. Cara memperhatikan Vripple:

Perhatikan sinyal yang keluar (grafik warna kuning / channel B),

misalkan:

Channel B: Sinyal/grafik warna biru

Vripple = 1 V/div * 4,0 Div = 4,0 Volt

e. Perubahan nilai kapasitor dianalisa:

1. Nilai kapasitor diubah pada nilai yang berbeda.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. Rangkaian Penyearah dan Filter

Gambar 1. Rangkaian penyearah dan filter

2. Pengukuran Hasil Simulasi

Gambar 2. Pengukuran Simulasi untuk 1uF


Gambar 3. Pengukuran Simulasi untuk 10uF

Gambar 4. Pengukuran Simulasi untuk 50uF

Gambar 5. Pengukuran Simulasi untuk 100uF


Gambar 6. Pengukuran Simulasi untuk 200uF

Gambar 7. Pengukuran Simulasi untuk 500uF

Gambar 8. Pengukuran Simulasi untuk1000uF


Gambar 9. Pengukuran Simulasi untuk 2000uF

3. Tabel Tegangan

Tabel 1. Hasil perhitungan tegangan


Kapasitor VAC VDC Vripple
1 µF 2,59 0,04 1,50v
10 µF 2,63 00,80 1,40v
50 µF 3,05 2,47 0,8v
100 µF 3,30 3,04 0,5v
200 µF 3,49 3,39 0,3v
500 µF 3,61 3,58 0,15v
1000 µF 3,64 3,63 0,05v
2000 µF 3,65 3,65 0,05v
4. Perhitungan Vripple

Rumus : 1V/Div*(x)Div

a. Vripple (1µF) = 1V/Div*1,5


= 1,5 Volt
b. Vripple (10µF) = 1V/Div*1,4
= 1,4 Volt
c. Vripple (50µF) = 1V/Div*0,8
= 0,8Volt
d. Vripple (100µF) = 1V/Div*0,5
= 0,5 Volt
e. Vripple (200µF) = 1V/Div*0,3
= 0,3 Volt
f. Vripple (500µF) = 1V/Div*0,15
= 0,15 Volt
g. Vripple (1000µF) = 1V/Div*(0,05)
= 0,05 Volt
h. Vripple (2000µF) = 1V/Div*0,05
= 0,05 Volt

B. Pembahasan

Proteus professional 8 merupakan kelompok software elektronik yang

digunakan untuk membantu para desainer dalam merancang dan mensimulasikan

suatu rangkaian elektronik. Software ini memiliki dua fungsi sekaligus dalam satu

paket, paket satu sebagai software untuk menggambar skematik dan dapat

disimulasikan yang diberi nama ISIS. Paket kedua digunakan sebagai merancang

gambar Printed Circuits Board (PCB) yang diberi nama ARES. Secara langsung,

pengubahan dari skematik ke PCB dapat dilakukan dalam software Proteus

Professional 8 (Tim Penyusun, 2018).

Rectifier (penyearah) adalah alat yang digunakan untuk mengubah sumber

arus bolak-balik (AC) menjadi sinyal sumber arus searah (DC). Gelombang AC

yang berbentuk gelombang sinus hanya dapat dilihat dengan alat ukur CRO.

Rangkaian rectifier banyak menggunakan transformator step down yang digunakan

untuk menurunkan tegangan sesuai dengan perbandingan transformasi

transformator yang digunakan. Penyearah dibedakan menjadi 2 jenis, penyearah

setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh, sedangkan untuk penyearah

gelombang penuh dibedakan menjadi penyearah gelombang penuh dengan center


tap (CT), dan penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dioda bridge

(Fiqhar dkk., 2014).

Rangkaian penyearah merupakan penerapan dioda yang sangat penting untuk

dibahas. Hal ini karena sifat dioda yang sangat mendasar yaitu hanya dapat

melewatkan arus dalam satu arah saja (Surjono, 2007).

Pada prinsipnya yang diinginkan pada keluaran penyearah adalah hanya

komponen DC, maka perlu adanya penyaringan (filter) untuk membuang

komponen AC. Secara praktis kita dapat memasang sebuah kapasitor besar pada

kaki-kaki beban, karena kapasitor dapat bersifat hubung terbuka untuk komponen

DC dan mempunyai impedansi yang rendah untuk komponen AC (Bishop, 2004).

Peralatan kecil portabel kebanyakan menggunakan baterai sebagai sumber

dayanya, namun sebagian besar peralatan menggunakan sember daya AC 220 volt-

50Hz. Di dalam peralatan tersebut terdapat rangkaian yang sering disebut sebagai

adaptor atau penyearah yang mengubah sumber AC menjadi DC. Bagian terpenting

dari adaptor adalah berfungsinya diode sebagai penyearah (rectifier) (Bishop,

2004).

Filter adalah suatu device yang memilih sinyal listrik berdasarkan pada

frekuensi dari sinyal tersebut. Prinsip kerja dari filter yaitu filter akan melewatkan

gelombang/sinyal listrik pada batasan frekuensi tertentu sehingga apabila terdapat

sinyal/gelombang listrik dengan frekuensi yang lain (tidak sesuai dengan spesifikasi

filter) tidak akan dilewatkan. Rangkaian filter dapat diaplikasikan secara luas, baik

untuk menyaring sinyal pada frekuensi rendah, frekuensi audio, frekuensi tinggi

atau pada frekuensi-frekuensi tertentu saja. Filter adalah suatu sistem yang dapat
memisahkan sinyal berdasarkan frekuensinya ada frekuensi yang diterima, dalam

hal ini dibiarkan lewat; dan ada pula frekuensi yang ditolak, dalam hal ini secara

praktis dilemahkan. Hubungan keluaran masukan suatu filter dinyatakan dengan

fungsi alih (transfer function).

Adapun prinsip kerja dari rangkaian penyearah dan filter adalah adanya kerja

diode dan filter. Kerja diode ini berdasarkan efek penyearahan, yaitu akan

melewatkan arus pada bias forward dan menahan arus pada bias reverse. Ada 2 tipe

penyearah yaitu penyearah ½ gelombang (half wave rectifier) dan penyearah

gelombang penuh (full wave rectifier). Sesuai dengan prinsip dasar dioda, idealnya

dioda akan berfungsi seperti seuatas kawat pada saat diberi bias maju dan berfungsi

bagaikan saklar terbuka pada saat diberi bias mundur. Maksud dari bias maju adalah

apabila pada terminal anodanya diberi catu positif kemudian terminal katodanya

diberi catu negatif. Intinya arus listrik bisa mengalir apabila searah dengan arah

panah, sedangkan jika berlawanan dengan arah panah maka arus tidak bisa mengalir

(Ahmad, 2007).

Aplikasi rangkaian penyearah dan filter dalam keteknikan pertanian adalah

sebagai berikut:

1. Catu daya

Catu Daya atau sering disebut dengan Power Supply adalah sebuah

piranti yang berguna sebagai sumber listrik untuk piranti lain. Pada dasarnya

Catu Daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun

ada beberapa Catu Daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang

lain.
2. Power Supply Komputer

Power Supply pada komputer termasuk Power Supply jenis Switching

Power Supply yang dapat mengkonversi 110-240 V Arus Bolak-Balik dan

dengan keluaran DC voltase berkisar + 12V,-12V,+5V,+5V dan +3.3V, Power

Supply komputer yang pertama kali adalah berjenis Power Supply linier,

namun harga dan berat Power Supply menjadi faktor yang utama, sehingga

Power Supply komputer yang berjenis Switch sangat umum digunakan.

3. Power Supply Pengelasan

Pengelasan menggunakan listrik untuk melelehkan permukaan batang-

batang logam. Listrik dihasilkan oleh Power Supply Pengelasan yang dapat

mengubah arus AC menjadi DC. Power Supply Pengelasan yang dahulu terdiri

dari Trafo atau mesin motor penggerak generator, namun sekarang ini

menggunakan semi penghantar dan bahkan Mikro Processor yang sangat

membantu mengurungai ukuran dan berat.

4. AC Adaptor

Seperti Power Supply lainnya AC Adaptor berfungsi untuk menyearah

arus dari Arus AC menjadi DC. Power Supply jenis ini banyak dijumpai dalam

kehidupan sehari-hari seperti adaptor untuk alat charge, dan alat-alat rumah

tangga yang lainnya.

Filter dalam rangkaian penyearah digunakan untuk memperkecil tegangan

ripple, sehingga dapat diperoleh tegangan keluaran yang lebih rata, baik untuk

penyearah gelombang setengah maupun gelombang penuh. Filter diperlukan karena

rangkaian – rangkaian elektronik memerlukan sumber tegangan DC yang tetap,


baik untuk keperluan sumber daya dan pembiasan yang sesuai operasi rangkaian.

Rangkaian filter dapat dibentuk dari kapasitor (C), induktor (L) atau keduanya.

1. Filter Kapasitor

Selama seperempat perioda positif yang pertama dari tegangan sekunder,

Dioda D1 menghantar. Karena dioda menghubungkan sumber VS1 secara

langsung dengan kapasitor, maka kapasitor akan dimuati sampai tegangan

maksimum VM.

Setelah mencapai harga maksimum, dioda berhenti menghantar (mati),

hal ini terjadi karena kapasitor mempunyai tegangan sebesar VM, yang artinya

sama dengan tegangan sumber dan bagi dioda artinya tidak ada beda potensial.

Akibatnya dioda seperti saklar terbuka, atau dioda dibias mundur (reverse).

Dengan tidak menghantarnya dioda, kapasitor mulai mengosongkan diri

melalui resistansi beban RL, sampai tegangan sumber mencapai harga yang

lebih besar dari tegangan kapasitor. Pada saat dimana tegangan sumber lebih

besar dari tegangan kapasitor, dioda kembali menghantar dan mengisi

kapasitor. Untuk arus beban yang rendah tegangan keluaran akan hampir tetap

sama dengan VM.

2. Filter RC

Rangkaian RC filter terdiri dari dua kapasitor C1 dan C2 dan sebuah

resistor. Prinsip kerja filter ini adalah membuat gelombang yang dihasilkan

dari rectifier mendekati gelombang DC murni.

Pada saat rectifier mengeluarkan gelombang tegangan pada nilai puncak,

maka kapasitor C1 akan terisi dengan muatan (charge). Ketika gelombang


tegangan menurun, nilainya menuju titik nol, C1 akan mengeluarkan muatan

(discharge).

Kondisi C1 yang selalu terisi muatan dan mengeluarkannya membuat

ripple gelombang semakin kecil, selanjutnya gelombang diperhalus oleh C2

hingga gelombang tegangan keluaran menyerupai gelombang tegangan DC.

3. Filter Choke (Induktor)

Sumber AC menghasilkan sebuah arus dalam induktor, kapasitor, dan

resistor. Arus AC pada tiap-tiap komponen bergantung pada reaktansi induktif,

reaktansi kapasitif, dan resistansi. Persyaratan pertama desain filter induktor

adalah untuk memperoleh nilai Xc lebih kecil dari R L. Persyaratan kedua

desain filter induktor adalah untuk memperolah X L lebih besar dari X C.

Saat siklus positif, kapasitor melakukan pengisian bersamaan dengan

terjadinya output siklus positif. Dan saat siklus negatif kapasitor melakukan

pembuangan karena siklus negatif tidak mengalir. Sehingga jarak antar bukit pada

rangkaian ini dihubungkan oleh garis miring yang merupakan hasil pembuangan

kapasitor (tegangan capasitor). Adanya filter inilah yang membuat tegangan

keluaran lebih efektif karena tegangan ripple yang kecil (Abidin, 2015).

Pada praktikum acara 2 ini, dilakukan simulasi rangkaian penyearah dan filter

menggunakan Proteus 8 Professional. Rangkaian penyearah yang berupa dioda ini

berfungsi menyearahkan arus dari AC ke DC. Sedangkan filter berupa kapasitor

yang berfungsi menstabilkan tegangan sehingga yang masuk ke rangkaian tidak

bergejolak atau sebagai penyimpan energi sementara. Kemudian dicatat nilai VAC,
VDC, dan Vripple pada setiap perubahan kapasitor mulai dari 1 μF, 10 μF, 50 μF,

100 μF, 200 μF, 500 μF, 1000 μF, dan 2000 μF.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Proteus professional 8 merupakan kelompok software elektronik yang

digunakan untuk membantu para desainer dalam merancang dan mensimulasikan

suatu rangkaian elektronik. Software ini memiliki dua fungsi sekaligus dalam satu

paket, paket satu sebagai software untuk menggambar skematik dan dapat

disimulasikan yang diberi nama ISIS. Paket kedua digunakan sebagai merancang

gambar Printed Circuits Board (PCB) yang diberi nama ARES. Secara langsung,

pengubahan dari skematik ke PCB dapat dilakukan dalam software Proteus

Professional 8

B. Saran

Diharapkan untuk praktikum selanjutnya lebih baik praktikan lebih

dikondusifkan lagi agar praktikum berlangsung lebih efektif.


DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Zainal. 2015. “Pemodelan Power Supply DC dengan Multisim 12.0 sebagai
Media Pembelajaran”. Jurnal Teknika. 7(1): 635-638.

Ahmad, Jayadin. 2007. “Elektronika Dasar”. Jakarta: Wordpress.

Ali, Muhammad. 2012. “Modul Simulasi Rangkaian Elektronika Analog dan


Digital dengan EWB”. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Basuki. 2009. “Elektonika Edisi kedua”. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Bishop, Owen. 2004. “Dasar Dasar Elektronika”. Jakarta: Erlangga.

Cheng, 2008. “Elektronika”. Jakarta: Erlangga.


Mikarajuddin. 2008. “Elektronika Dasar”. Jakarta: Erlangga.
Fiqhar, Emir El, F. Danang Wijaya dan Harnoko St. 2014. Analisis Pengaruh
Pemasangan Kapasitor Seri dan Rangkaian Penyearah pada Pembebanan
Resistif Generator Sinkron Magnet Permanen Fluks Aksial Putaran
Rendah. Jurnal Penelitian Teknik Elektro dan Teknologi Informasi. 1(2):
72-76.
Surjono, Herman Dwi. 2007. “Elektronika: Teori dan Penerapan”. Jember: Cerdas
Ulet Kreatif.
Tim Asisten. 2018. “Modul Praktikum Elektronika dan Instrumentasi”.
Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.