Anda di halaman 1dari 8

Tutorial PBL 1

A 65 years old man complained about his upper full denture which had been
replaced 3 month ago. It could be detached easily while he was eating. He also
complained about his burning tongue and bad breath. He said that he used
listerine gargle twice a day and cleaned his teeth at dentist routinely every year.
His medical history showed that he has been consuming metformin and eclid for
6 years, and also ACE inhibitor and Calsium Chanel Blocker since 2 years ago.
He has been using amitriptyline for last 6 month. Intra oral examination showed
poor oral hygiene, gingivitis Marginals and viscous sticky saliva. There was
white plaque on his tongue which could be rub easily and left a reddish area.
There were red atrophic mucosal and cervical caries on his remaining teeth.
1. Kondisi sistemik pada pasien
Dilihat dari obat-obatan yang dikonsumsi, pasien mengalami Diabetes
Mellitus tipe 2. Pasien juga mengalami gangguan hipertensi, gangguan
tidur atau emosional

2. Manifestasi oral dari DM


(baca sendiri yaak  drg. Goeno) Periodontitis
Karies gigi
Xerostomia
Candidiasis
Lichen Planus
Glossodynia
3. Definisi Xerostomia
Xerostomia atau mulut kering adalah suatu gangguan yang terjadi pada
kelenjar saliva dimana terjadi kerusakan pada alterasi (perubahan
komposisi mineral) pada glandula saliva.
4. Penyebab Xerostomia
Penyebabnya bisa dari sistemik (merupakan suatu manifestasi dari DM,
Hemodialisis, Hamil, Hiperureumia, pengaruh obat-obatan yang
memblokade sistem syaraf dan menghambat sekresi ludah 
antihipertensi, antidepresan, sedativa, antihistamin) atau dari lokal
(gangguan pathology kelenjar ludah  adanya aplasi/hipoplasi/atrofi
kelenjar ludah/penyumbatan ductus)
5. Proses terjadinya Xerostomia
6. Penyebab gigi tiruan sering lepas
Saliva berfungsi sebagai pelumas atau lubrican di rongga mulut.
Tekanan fisik berhubungan dengan sifat lapisan tipis saliva yang ada di
antara mukosa & gigi tiruan. Tekanan ini antara lain adalah adhesi dan
kohesi.
 Adhesi : kekuatan tarik menarik antara molekul-molekul yang
BERBEDA seperti saliva dan resin akrilik atau saliva dan mukosa.
Efektivitas adhesi tergantung pada adaptasi bassis gigi tiruan ke
jaringan pendukung dan fluiditas saliva. Saliva yang cair cukup
efektif dalam membasahi bassis gigi tiruan dan membentuk lapisan
tipis yang efektif untuk retensi.
 Kohesi : kekuatan tarik menarik antara molekul-molekul yang
SAMA seperti antar molekul saliva.
Kekuatan gaya adhesi kohesi :
 menimbulkan tegangan permukaan (resistensi terhadap pelepasan
atau retensi yang baik)
 viskositas (membantu retensi gigi tiruan)
Ada bagan di jurnal
7. Manajemen yg dilakukan drg. untuk mengatasi Xerostomia

8. Fungsi obat-obatan yg dikonsumsi


Metformin : obat DM tipe 2. Berfungsi untuk menghambat
glukoneogenesis (dilakukan di hati), menyebabkan jaringan
menggunakan lebih banyak glukosa, membantu meningkatkan sensitifitas
sel target insulin, dan menurunkan absosbsi dari glukosa oleh pembuluh
darah.
Eclid : obat DM tipe 2. Obat untuk mengontrol glukosa darah dg
memperlambat perubahan karbohidrat menjadi monosakarida, bisa
digunakan secara tunggal atau bersama dg obat lain. Merupakan obat
acarbose yang termasuk golongan penghambat alfa-glukosidase (enzim
yg ada di usus halus), menghambat hiperglikemik.
ACE inhibitor : obat antihipertensi. Bekerja dengan cara menghambat
enzim dlm tubuh yg memproduksi angiotensin 2 (zat yg memperkecil
pembuluh darah), membuat pembuluh darah jadi lebar dan melancarkan
aliran darah. Prinsip kerjanya ACE Inhibitor dan CCB membuat tekanan
darah menurun.
CCB : obat antihipertensi. Bekerja dengan memperlambat masuknya
calsium ke dalam sel jantung dan dinding pembuluh darah, cara kerjanya
mengendurkan otot jantung yg tegang dan memperbanyak pasokan
oksigen yg mengalir
Amitriptyline : obat antidepresan. Digunakan untuk mengobati masalah
kejiwaan atau mood, dapat membantu agar tidur lebih baik, bekerja
mempengaruhi keseimbangan kimia alami tertentu (neurotransmiter
seperti serotonin di otak).
Obat Kumur : obat kumur mengandung =
Eucaliptol : sbg antiperadangan dan bisa mengurangi rasa sakit pd
gingiva
Mentol : sbg anastetik dan mengatasi iritasi ringan pada mulut
Methylsalicilate : sbg analgesik dan antiseptik
Thymol : sbg antiseptik, antibakteri dan antifungi

9. Efek samping obat-obatan yg dikonsumsi


Metformin : diare, banyak buang gas, nyeri di otot, ispa, maag,
penurunan kadar vit-b12, mual, muntah, anorexia (psikologis, ketakutan
makan nanti berat badan tambah)
Eclid : diare, edema, sakit perut, penurunan kadar enzim hati, perut
kembung, pusing, vertigo, bisa juga tapi jarang yaitu nyeri perut yg berat
karna ada gangguan usus
ACE inhibitor : batuk kering terus menerus, bisa juga tapi jarang
penurunan fungsi ginjal, angioedema, hiperkalemia, kehilangan daya
pengecapan
CCB : beberapa pasien mengalami kulit merah, ruam, melepuh, bengkak
di tangan atau kaki, kesulitan bernapas, detak jantung lambat, pd
beberapa pasien detak jantung menjadi cepat, pusing
Amitriptilin : kembung, konstipasi, pupil membesar, pd wanita terjadi
pembesaran payudara, diare, rambut rontok, pembengkakan kelenjar
tiroid, peningkatan sensitifitas pada cahaya
10.Farmakokinetik dari obat-obatan yg dikonsumsi
Mempelajari pergerakan obat sepanjang tubuh
 absorbsi : diserap kedalam darah, bisanya di sistem gastrointestinal
 distribusi : disebarkan ke berbagai jaringan tubuh
 metabolisme : diubah menjadi bentuk yg dapat dibuang oleh tubuh
 eksresi : dikeluarkan dari tubuh
11.Bentuk sediaan obat
Cari sendiri yaa sediaan obat 

Tutorial CBL 1
Gingivostomatitis herpatica primer : bentuk tersering dari HSV tipe 1 pada
rongga mulut, yang ditandao dengan lesi ulserasi pada lidah ,mukosa bibir,
mukosa pipi, palatum durum dan molle, mukosa gingiva.

Etiologi
Disebabkan oleh HSV (herpes simplex virus) tipe 1 . Merupaka virus DNA , inti
DNA memiliki kapsid dan envelope.
HSV 1 dapat menetap d ganglion sehingga dapat reaktifasi kembali menjadi
secondary herpes simplex yg dapat di sebabkan oleh sinar matahari, stress,
imunosupressan.

HSV tipe 2 (genital herpes)


Predisposisi:
 Sistem imun yang buruk/ immature
Tanda dan gejala :
EKTRAORAL
 Demam, malaise, anorexia, Limfadenopati submadibula, Sakit
tenggrokan, nausea
INTRAORAL
 Vesikel pada mukosa (bibir, palatum , gingiva) --> vesikel pecah (Ucler)
 Ulcer : tepinya irreguler , dikelilingi daerah eritema, dan terasa sakit,
multiform

Patogenesis
Perawatan
 Di klinik Povidone iodine 10%, diusap dengan triamcynolone acetonid
0,1 % , lalu pasie diberi resep cholorhexidine 3x1 dan multivitamin
 Diberi Antivirus (acyclovir) profilaksis untuk pencegahan dan
kekambuhan infeksi
 Penggobatan supportif : istirahat, rehidrasi, analgesik dan antipiuretik ,
( Self limiting diseases artinya dia bisa sembuh sendiri dalam kasus ini 10-
14 hari)
Diagnosis Banding
 Hand and mouth diseases
 Apthous Stomatitis
Baca-baca yaa kenaoa DD aku juga gatau wkwk

Tutorial CBL 2
A 50 years old man complained of a lump in the tongue since 3 months ago.
Initially, it appeared as a small lesion, but gradually became a bigger lesion.
Since 2 weeks ago the patient complained as a painful lesion. Recently, patient
also experience weight loss. These conditions have been examined by a dentist,
and then the dentist has given ciprofloxacin, analsik and bemzydamine gargle
but has not resolved. From the family history, his mother died of ovarian cancer.
The patient was a heavy smoker, but he has stopped since 5 years ago. Physical
examination revealed palpable, fixed and non tenderness in the left cervical
lymph node. Intra oral examination revealed an exophytic lesion with ulcerated
surface on the right lateral tongue, with approximate size of 1.5x1.5 cm and
induration. The dentist require microscopic examination to confirm diagnose.
Karsinoma sel skuomosa
Kanker mulut merupakan bagian dari kanker kepala dan leher, berkembang di
setiap tempat dari rongga mulut/orofaring.
Hampir semua kanker mulut berasal dari epitel skuomasa yang melapisi mulut,
lidah serta bibir dan kanker ini dinamakan karsinoma sel skuomosa.

Tanda dan gejala


Secara Makroskopik
1. Bertonjol-tonjol biasanya bertukak "ulcer"
2. Lokasi sering pada lidah : 1/3 lateral tengah (46%) , 1/3 anterior
(14%), 1/3 posterior (6%), dorsum (4%)

Etiologi
Multifaktor dan erat kaitannya dengan gaya hidup (kebiasaan hidup dan diet
(tembakau/sirih/alkohol)
1. Kerusakan sistem imun
2. Pajanan sinar matahari
3. Mutasi gen
Mutasi gen supresor tumor (TSGs) yang mengontrol pertumbuhan sel
dianggap sebagai etiologi KSSO. Kerusakan bisa pada kromosom 9, 3, 17,
13, 11.
1. Alkohol
Alkohol yang tinggi merupakan faktor risiko (adanya zat
karsinogen/prokarsinogen). Etanol dimetabolisme oleh alkohol
dehidrogenase oleh sitokrom P450 menjadi asetaldehid (sitotoksik dan
menghasilkan radikal bebas) yang bersifat karsinogen.
1. Tembakau
Adanya kerusakan pada aktivitas glutation S-transferase (GST) sehingga
mengurangi kapasitas detoxikasi karsinogen tembakau (bisa merokok atau
menginang --> iritasi mukosa dari kontak langsung
1. Nikotin
Merupakan bahan yang dapat menyebabkan adiksi (ketergantungan).
Nikotin merupakan racun dan bila digunakan dalam dosis besar dapat
mematikan.
1. Diet
Buah dan sayuran mengandung antioxidan sehingga kalau konsumsinya
kurang dapat berkontribusi pada terjadinya kanker
1. Obat kumur
Hampir sama kayak alkohol tapi kontribusinya lebih rendah
1. Kesgilut
Terutama jika adanya iritasi kronis yang ditimbulkan gigi tiruan atau
tambalan
1. Bahan infeksius
Virus, bakteri, jamur, dll.
(according to drg. Janti : Diagnosis Neoplasma Mulut :))

Siklus sel (sel kanker)