Anda di halaman 1dari 4

APLIKASI TURUNAN DALAM BIDANG GEOLOGI

Geologi merupakan ilmu sains yang mempelajari tentang bumi, komposisinya,


struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses pembentukannya (diakses online melalui
https://id.wikipedia.org/wiki/Geolog pada 6 Januari 2016). Di samping ilmu dasar
kimia, fisika dan matematika, dalam geologi dipelajari unsur yang paling dasar yaitu
batuan, yang meliputi berbagai jenis dan sifat-sifat fisik dan kimianya, proses
kejadiannya, keberadaan serta susunannya dalam bagian terluar yaitu kulit bumi. Di
samping itu, geologi mempelajari proses-proses yang terjadi di bumi, baik dari dalam
bumi seperti kejadian gunungapi, gempa bumi, dan dinamika pergerakan di bumi,
maupun proses di permukaan seperti erosi, pengendapan dan perubahan lain terhadap
batuan. Di dalam pemanfaatan sumberdaya alam, geologi juga mempelajari secara
lebih khusus tentang batuan dan mineral yang penting misalnya seperti emas, perak,
tembaga, dan bahan lainnya untuk mineral industri, serta sumber enerji seperti
keberadaan minyak dan gas bumi, panas bumi, batubara dan sumberdaya air. Dalam
bidang keteknikan ahli geologi diperlukan dalam kaitannya dengan bangunan gedung
tinggi, bendungan, jembatan, dan pengelolaan air tanah.
Ilmu geologi dalam penerapannya, tidak dapat berdiri sendiri. Ada banyak
ilmu-ilmu lain yang berkaitan dan memberikan peran yang berarti, salah satunya
adalah kalkulus. Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk
menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit,turunan, integral,
dan deret tak terhingga. Kalkulus adalah ilmu yang mempelajari perubahan,
sebagaimana geometri yang mempelajari bentuk dan aljabar yang mempelajari
operasi dan penerapannya untuk memecahkan persamaan. Kalkulus memiliki dua
cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang saling berhubungan
melalui teorema dasar kalkulus (diakses online melalui https://id.wikipedia.org/wiki/
Kalkulus pada 6 Januari 2016). Keduan cabang kalkulus memiliki peran yang
penting, tetapi pada makalah ini hanya terbatas pada kalkulus differensial.

1
Ada berbagai macam cabang ilmu geologi yang berkaitan dengan kalkulus
differensial atau yang lebih sering disebut sebagai turunan, yaitu geoteknik dan
hidrogeologi. Penjelasan mengenai geoteknik dan hidrogeologi serta hubungannya
dengan turunan disajikan dalam sub-bab tersendiri.
A. Geoteknik
Pembahasan geoteknik mengenai permasalahan kekuatan tanah dan batuan
serta hubungannya dengan kemampuan menahan beban bangunan yang berdiri di
atasnya. Pada dasarnya ilmu ini tergolong ilmu tua yang berjalan bersamaan
dengan tingkat peradaban manusia, dari mulai pembangunan piramid di Mesir,
candi Borobudur hingga pembangunan gedung pencakar langit sekarang ini.
Sebenarnya, geoteknik merupakan cabang ilmu secara langsung dari ilmu teknik
sipil. Akan tetapi, karena objek kajiannya mengenai tanah dan batuan, para
“geolog” dengan ilmu geologinya juga memiliki peran yang cukup berarti dan
tidak dapat dikesampingkan. Artinya para insinyur geologi dan teknik sipil bekerja
secara sinergi.
Salah satu permasalahan geoteknik yang melegenda ialah kemiringan
menara Pisa di Italia, yang disebabkan oleh ketidakseragaman dukungan tanah di
bawahnya terhadap menara tersebut. Secara keilmuan, cabang teknik sipil yang
juga cabang geologi yang satu ini, mempelajari lebih mendalam ilmu-ilmu:
mekanika tanah dan batuan, teknik pondasi, stuktur bawah tanah dan batuan
(bendungan, terowongan, dan underground space).
Hubungan yang erat dengan disiplin ilmu teknik sipil, menyebabkan banyak
sekali hitungan-hitungan matematis, terutama pada mekanika tanah. Dalam ilmu
mekanika tanah, banyak sekali pembahasan mengenai tanah dan perilakunya yang
sangat berguna dalam hal rekayasa teknik. Salah satu bab yang dipelajari dalam
ilmu mekanika tanah dan berhubungan dengan air yaitu permeabilitas dan
rembesan air di dalam tanah. Banyak sekali persamaan-persamaan sebagai metode
pendekatan untuk mengetahui perilaku rembesan air di dalam tanah, karena tidak
dapat diindera secara langsung.

2
Kita bisa memperoleh persamaan umum yang mengatur cara rembesan
dalam tanah dengan meninjau aliran yang masuk dan keluar dari elemen tanah,
seperti ditunjukkan pada gambar 1. Kita akan membatasi analisis aliran ini pada
dua arah. Panjang elemen dx dan tingginya dy, dengan satuan lebar (tegak lurus
terhadap halaman). Kita akan meninjau kasus umum, ter:masuk kemungkinan
perubahan terhadap waktu, meskipun kebanyakan keadaan pada ilmu teknik sipil
tidak memperhitungkan perubahan semacam ini. Keadaan dimana tidak ada
perubahan terhadap waktu disebut keadaan tetrp (steady state) dan yang berubah
terhadap waktu disebut keadaan tidak tetap (transient state).
Aliran yang masuk ke elemen = v,dy + v udx

Gambar 1. Aliran melalui elemen tanah.

B. Hidrogeologi
fgfgf

3
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalkulus (diakses pada 6 Januari 2016, pukul 16.06


WIB)
https://id.wikipedia.org/wiki/Geologi (diakses pada 6 Januari 2016, pukul 15.59
WIB)
http://www.fitb.itb.ac.id/Teknik.Geologi/ (diakses pada 6 Januari 2016, pukul 15.52
WIB)
Wesley, L.D. 2012. Mekanika Tanah untuk Tanah Endapan dan Residu. Yogyakarta:
ANDI.