Anda di halaman 1dari 38

BAB III

ANALISA MASALAH

A. UPAYA KESEHATAN WAJIB

1. UPAYA PROMOSI KESEHATAN

a. Identifikasi Masalah

TARGET PENCAPAIAN KESENJANGAN/


NO PROGRAM MASALAH
(%) (%)

1. Desa Siaga aktif 100,00 100,00 -

2. PHBS 100,00 92,65 -7,35

3. ASI Ekslusif 100,00 100,00 -

4. Posyandu Purnama 100,00 100,00 -

5. Penyuluhan NAPZA 100,00 44,09 -55,91

b. Urutan Prioritas Masalah

MASALAH
PHBS Penyuluhan NAPZA

KRITERIA
URGENCY (U) 2 2

SERIOUSNESS (S) 2 3

GROWTH (G) 3 3

TOTAL 12 18

c. Rumusan Masalah

1. Masih rendahnya cakupan penyuluhan NAPZA di wilayah kerja

Puskesmas Sulili pada tahun 2016 yaitu 44,09%

2. Masih rendahnya cakupan PHBS diwilayah kerja yaitu 92,65%


d. Akar Penyebab Masalah

Rendahnya Cakupan
Penyuluhan NAPZA

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Dana operasional Sarana Frekuensi Kurangnya


kurang transportasi penyuluhan kerjasama lintas
kurang memadai masih kurang sektor
Rendahnya PHBS

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Dana operasional Sarana Frekuensi Kurangnya Pengetahuan Ibu


kurang transportasi penyuluhan kerjasama lintas tentang manfaat ASI
kurang memadai masih kurang program Esklusif masih kurang

Beban petugas
yang terlalu berat
e. Cara Pemecahan Masalah

ALTERNATIF PEMECAHAN
PRIORITAS PENYEBAB
NO PEMECAHAN MASALAH KET.
MASALAH MASALAH
MASALAH TERPILIH
 Penambahan dana
Dana operasional kurang
operasional.
 Penambahan sarana
transportasi bagi  Penambahan dana
Sarana transportasi petugas operasional
kurang memadai  Pengaturan  Peningkatan
Masih rendahnya penggunaan sarana frekuensi
1. cakupan penyuluhan kendaraan dinas penyuluhan
NAPZA  Peningkatan  Peningkatan
Frekuensi penyuluhan frekuensi penyuluhan kerjasama lintas
masih kurang  Pengadaan sarana sector
pendukung
 Peningkatan
Kurangnya kerjasama
kerjasama lintas
lintas sector
sektor
 Penambahan dana
Dana operasional kurang
operasional.
 Penambahan sarana
transportasi bagi
Sarana transportasi petugas
kurang memadai  Pengaturan
 Penambahan dana
penggunaan sarana
operasional
kendaraan dinas
 Peningkatan
Masih rendahnya Beban petugas yang berat  Pembagian tugas frekuensi
2. cakupan ASI
 Peningkatan penyuluhan
Eksklusif
Frekuensi penyuluhan frekuensi penyuluhan  Peningkatan
masih kurang  Pengadaan sarana kerjasama lintas
pendukung program
 Peningkatan
Kurangnya kerjasama
kerjasama lintas
lintas program
program
Pengetahuan ibu tentang
 Peningkatan
manfaat ASI masih
frekuensi penyuluhan
kurang
2. UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN

a. Identifikasi Masalah

KESENJA
TARGET PENCAPAIAN NGAN/
NO PROGRAM MASALA
(%) (%)
H

Institusi yang dibina dengan -8,22


1. 100,00 91,78
syarat kesling
Rumah/bangunan bebas jentik -19,88
2. 100,00 80,12
nyamuk Aedes
3. Tempat umum memenuhi syarat 100,00 49,09 -50,91

4. Inspeksi sanitasi sarana air bersih 100,00 100,00 -

Pembinaan kelompok
5. masyarakat/ kelompok pemakai 100,00 100,00 -
air
Inspeksi/pembinaan sanitasi -40,48
6. 100,00 59,52
tempat pengelolaan makanan
Inspeksi/pembinaan sanitasi -
7. 100,00 100,00
tempat pengelolaan pestisida
Inspeksi sanitasi sarana -17,62
8. 100,00 82,38
pembuangan sampah dan limbah

b. Urutan Prioritas Masalah

Inspeksi Inspeksi /
MASALAH Rumah/ Tempat sanitasi pembinaan
bangunan Umum sarana sanitasi tempat
bebas jentik memenuhi pembuangan pengelolaan
Aedes syarat sampah & makanan
KRITERIA limbah
URGENCY (U) 3 2 3 2

SERIOUSNESS 3
3 3 2
(S)
GROWTH (G) 3 3 3 2

TOTAL 27 18 18 12
c. Rumusan Masalah

1. Masih rendahnya cakupan pelayanan pengendalian vector (rumah/bangunan

bebas jentik nyamuk aedes) di wilayah kerja Puskesmas Sulili pada tahun

2015 yaitu sebesar 80,12%

2. Masih rendahnya cakupan pelayanan tempat umum memenuhi syaarat yaitu

sebesar 49,09%

3. Masih rendahnya cakupan pelayanan Inspeksi sanitasi sarana pembuangan

sampah dan limbah yaitu sebesar 82,38%

4. Masih rendahnya cakupan pelayanan Inspeksi/pembinaan sanitasi tempat

pengelolaan makanan yaitu sebesar 59,52%


d. Akar Penyebab Masalah

Rendahnya Cakupan
rumah/bangunan bebas
jentik nyamuk aedes

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Petugas masih Beban petugas Frekuensi Kepatuhan Kerjasama Kurangnya


kurang yang berat penyuluhan/pemantau terhadap standar lintas program pemahaman
an masih kurang penggunaan dan lintas masyarakat tentang
peralatan masih sektor masih kebersihan
kurang kurang lingkungan
Petugas tidak bisa
menggunakan
kendaraan roda
dua
Rendahnya Cakupan
Tempat Umum Memenuhi
Syarat

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Petugas masih Beban petugas Frekuensi Kurangnya


kurang yang berat pembinaan/pemantauan pemahaman
masih kurang masyarakat tentang
Sanitasi tempat
umum
Petugas tidak bisa
menggunakan
kendaraan roda
dua
Rendahnya Cakupan
Inspeksi sanitasi sarana
pembuangan sampah dan
limbah

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Petugas masih Beban petugas Frekuensi inspeksi Kepatuhan Kerjasama Kurangnya


kurang yang berat masih kurang terhadap lintas program pemahaman
kebijakan masih dan lintas masyarakat tentang
kurang sektor masih sarana pembuangan
kurang sampah dan limbah
Petugas tidak bisa
menggunakan
kendaraan roda
dua
Rendahnya Cakupan
Inspeksi/pembinaan
sanitasi tempat pengelolaan
makanan

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Petugas masih Beban petugas Frekuensi Kepatuhan Kerjasama Kurangnya


kurang yang berat inspeksi/pembinaan terhadap lintas sektor pemahaman
masih kurang kebijakan masih masih kurang masyarakat tentang
kurang sanitasi tempat
pengelolaan makanan
Petugas tidak bisa
menggunakan
kendaraan roda
dua
e. Cara Pemecahan Masalah

PRIORITAS PENYEBAB ALTERNATIF PEMECAHAN PEMECAHAN


NO KET.
MASALAH MASALAH MASALAH MASALAH TERPILIH

Petugas masih kurang  Penambahan tenaga pendamping

Beban petugas yang  Pembagian tugas  Penambahan tenaga


berat  Penambahan tenaga pendamping pendamping yang
bisa menggunakan
Petugas tidak bisa  Training/kursus menggunakan kendaraan roda dua
menggunakan kendaraan kendraan roda dua  Peningkatan
roda dua  Penambahan tenaga pendamping frekuensi
Frekuensi penyuluhan
penyuluhan/pemantauan  Peningkatan frekuensi penyuluhan  Orientasi/pelatihan
Masih rendahnya
1 masih kurang penggunaan
cakupan pelayanan
Kepatuhan terhadap peralatan
pengendalian vector
(rumah/bangunan bebas standar penggunaan  Orientasi/pelatihan penggunaan  Peningkatan
jentik nyamuk aedes) peralatan masih kurang peralatan kerjasama lintas
program terutama
promkes dan
 Peningkatan kerjasama lintas
Kerjasama lintas surveilans
program terutama promkes dan
program dan lintas
surveilans  Peningkatan
sektor masih kurang kerjasama lintas
 Peningkatan kerjasama lintas sektor
sector
Kurangnya pemahaman
masyarakat tentang  Peningkatan frekuensi penyuluhan
kebersihan lingkungan
Petugas masih kurang  Penambahan tenaga pendamping
 Penambahan tenaga
Beban petugas yang  Pembagian tugas pendamping yang
berat  Penambahan tenaga pendamping bisa menggunakan
kendaraan roda dua
Petugas tidak bisa  Training/kursus menggunakan  Peningkatan
2 Masih rendahnya menggunakan kendaraan kendraan roda dua frekuensi
cakupan tempat umum roda dua  Penambahan tenaga pendamping penyuluhan
memenuhi syarat  Peningkatan
Frekuensi
 Peningkatan frekuensi pembinaan/ frekuensi
pembinaan/pemantauan
pemantauan pembinaan/
masih kurang
pemantauan
Kurangnya pemahaman
masyarakat tentang
 Peningkatan frekuensi penyuluhan
sanitasi tempat umum
memenuhi syarat
Petugas masih kurang  Penambahan tenaga pendamping

Beban petugas yang  Pembagian tugas


berat  Penambahan tenaga pendamping

Petugas tidak bisa  Training/kursus menggunakan  Penambahan tenaga


menggunakan kendaraan kendraan roda dua pendamping yang
roda dua  Penambahan tenaga pendamping bisa menggunakan
kendaraan roda dua
Frekuensi  Peningkatan frekuensi pemantauan  Peningkatan
inspeksi/pemantauan sanitasi pembuangan sampah dan frekuensi
Masih rendahnya masih kurang limbah
3 penyuluhan
cakupan inspeksi
 Kebijakan dilaksanakan/diterapkan  Peningkatan
sanitasi sarana Kepatuhan terhadap
pembuangan sampah  Sosialisasi kebijakan oleh kerjasama lintas
kebijakan masih kurang
pemangku kepentingan program terutama
dan limbah
 Peningkatan kerjasama lintas promkes
Kerjasama lintas program terutama promkes  Peningkatan
program dan lintas  Peningkatan kerjasama lintas sektor kerjasama lintas
sektor masih kurang  Sosialisasi kebijakan oleh lintas sector
sector
Kurangnya pemahaman
masyarakat tentang
sanitasi sarana  Peningkatan frekuensi penyuluhan
pembuangan sampah
dan limbah
Petugas masih kurang  Penambahan tenaga pendamping

Beban petugas yang  Pembagian tugas


berat  Penambahan tenaga pendamping

Petugas tidak bisa  Training/kursus menggunakan


menggunakan kendaraan kendraan roda dua  Penambahan tenaga
roda dua  Penambahan tenaga pendamping pendamping yang
bisa menggunakan
Frekuensi  Peningkatan frekuensi pemantauan kendaraan roda dua
4 Masih rendahnya inspeksi/pemantauan sanitasi pembuangan sampah dan  Peningkatan
cakupan inspeksi masih kurang limbah frekuensi
Sanitasi tempat  Kebijakan dilaksanakan/diterapkan penyuluhan
Kepatuhan terhadap
pengelolaan makanan  Sosialisasi kebijakan oleh  Peningkatan
kebijakan masih kurang
pemangku kepentingan kerjasama lintas
sector
Kerjasama lintas sektor  Peningkatan kerjasama lintas sektor
masih kurang  Sosialisasi kebijakan oleh lintas
sector
Kurangnya pemahaman
masyarakat tentang
 Peningkatan frekuensi penyuluhan
sanitasi tempat
pengelolaan makanan
3. UPAYA KIA TERMASUK KB

Identifikasi Masalah
KESENJANG
TARGET PENCAPAIAN AN/
NO PROGRAM
(%) (%) MASALAH

1. K4 100,00 100,00 -

Bumil dengan komplikasi -


2. 100,00 100,00
ditangani
Pelayanan bersalin oleh
3. nakes yang memiliki 100,00 100,00 -
kompetensi kebidanan
Cakupan pelayanan ibu nifas -
4. 100,00 100,00
lengkap sesuai standar KN3
Cakupan neonatus dengan -
5. 100,00 100,00
komplikasi ditangani
6. Cakupan kunjungan bayi 100,00 100,00 -

Cakupan pelayanan anak


7. 100,00 96,54 -3,46
balita
Cakupan penjaringan
kesehatan siswa SD & -
8. 100,00 100,00
setingkat oleh nakes/ guru
UKS/dokter kecil
Cakupan peserta KB aktif -
100,00 100,00
9. (CU)

Dari hasil identifikasi masalah diatas tidak ditemukan kesenjangan pada


pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk KB.

51
4. UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

a. Identifikasi Masalah

KESENJAN
TARGET PENCAPAIAN GAN/
NO PROGRAM
(%) (%) MASALAH

Cakupan MP ASI usia 6 – 24 -


1. 100,00 100,00
bulan keluarga miskin
Balita gizi buruk mendapat -
2. 100,00 100,00
perawatan
Pemberian kapsul Vit. A pada
3. 100,00 68,50 -31,50
balita
Pemberian tablet Fe pada ibu -
4. 100,00 118,41
hamil

5. Balita naik berat badannya 100,00 95,35 -4,65

6. Balita bawah garis merah 100,00 93,46 -6,54

b. Urutan Prioritas Masalah

MASALAH Pemberian Balita Bawah


Balita naik berat
kapsul vitamin Garis Merah
badannya
KRITERIA A pada balita
URGENCY (U) 2 2 3

SERIOUSNESS (S) 2 3 3

GROWTH (G) 2 2 3

TOTAL 8 12 27

c. Rumusan Masalah

1. Masih rendahnya cakupan pelayanan pemberian vitamin A pada

balita yaitu sebesar 68,50%

2. Masih adanya balita bawah garis merah yaitu sebesar 93,46%.

3. Masih rendahnya cakupan balita naik berat badannya yaitu sebesar

89,73%

52
d. Akar Penyebab Masalah

Masih adanya balita


bawah garis merah

INPUT
PROSES LINGKUNGAN

Status gizi balita


masih rendah
Sosial ekonomi Sanitasi
Kunjungan ke rendah lingkungan
posyandu tidak masih kurang
berkesinambungan

Asupan gizi Higiene Penyakit/


masalah Lingkungan
rendah perorangan
kesehatan kumuh
kurang

53
Rendahnya Cakupan
Balita Naik Berat
Badannya

INPUT
PROSES LINGKUNGAN

Status gizi balita


masih rendah
Sosial ekonomi Sanitasi
Kunjungan ke rendah lingkungan
posyandu tidak masih kurang
berkesinambungan

Asupan gizi Higiene Penyakit/


masalah Lingkungan
rendah perorangan
kesehatan kumuh
kurang

54
Rendahnya Cakupan
Pemberian kapsul vitamin
A pada balita

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Kurang efektifnya Kunjungan ke Pemahaman masyarakat


penyampaian informasi posyandu tidak tentang pentingnya
tentang jadwal berkesinambungan vitamin A masih kurang
pemberian vit A pada
balita

55
e. Cara Pemecahan Masalah

PRIORITAS PENYEBAB ALTERNATIF PEMECAHAN


NO KET.
MASALAH MASALAH PEMECAHAN MASALAH MASALAH TERPILIH
 Optimalisasi penyuluhan
Status gizi balita masih gizi
rendah  Pemberian ASI eksklusif
 Optimalisasi
 Pemberian MP-ASI lokal
penyuluhan gizi
Kunjungan ke posyandu  Sosialisasi lanjut pentingnya  Pemberian ASI
Masih adanya balita tidak berkesinambungan ke posyandu Eksklusif
bawah garis merah  Penyuluhan tentang  Pemberian MP-ASI
1 dan rendahnya konsumsi makanan yang lokal
cakupan balita yang bergizi & ekonomis  Penyuluhan tentang
naik berat badannya Sosial ekonomi rendah  Pemberian MP-ASI lokal konsumsi makanan
 Peningkatan kerjasama yang bergizi &
lintas sektor terutama ekonomis
pembukaan lahan kerja
Sanitasi lingkungan masih  Optimalisasi penyuluhan
kurang sanitasi lingkungan

56
PRIORITAS PENYEBAB ALTERNATIF PEMECAHAN
NO KET.
MASALAH MASALAH PEMECAHAN MASALAH MASALAH TERPILIH
 Optimalisasi pemberian
informasi tentang jadwal
pemberian vitamin A pada
Kurang efektifnya balita
 Meningkatkan
informasi tentang jadwal  Meningkatkan kerjasama
pemberian kapsul vitamin kerjasama lintas sektor
lintas sektor dalam
A pada balita di Posyandu dalam pemberian
pemberian informasi
informasi tentang
tentang jadwal pemberian
Masih rendahnya jadwal pemberian
kapsul vitamin A pada
cakupan pemberian kapsul vitamin A pada
2 balita di Posyandu
kapsul vitamin A balita di Posyandu
Kunjungan ke posyandu  Sosialisasi lanjut pentingnya
pada balita  Penyuluhan tentang
tidak berkesinambungan ke posyandu
pentingnya pemberian
 Penyuluhan tentang
kapsul vitamin A pada
pentingnya pemberian
Kurangnya pemahaman balita di Posyandu
kapsul vitamin A pada
masyarakat akan balita di Posyandu
pentingnya pemberian
vitamin A pada balita  Tingkatkan pendekatan
personal pada ibu yang
memiliki balita

57
5. UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT

MENULAR

a. Identifikasi Masalah

KESENJANG
TARGET PENCAPAIAN AN/
NO PROGRAM
(%) (%) MASALAH

Balita dengan
1. pneumonia yang 100,00 100,00 -
ditangani
CDR TB BTA -26,56
2. 100,00 73,44
Positif
Cakupan desa/kel -
3. 100,00 100,00
UCI
4. RFT Rate kusta 100,00 37,50 -62,50

Penderita DBD yang -


100,00 100,00
ditangani
Balita diare yang -
5. 100,00 100,00
ditangani

b. Urutan Prioritas Masalah

MASALAH
CDR TB Paru RFT Rate Kusta
BTA Positif
KRITERIA
URGENCY (U) 3 2

SERIOUSNESS (S) 3 2

GROWTH (G) 3 2

TOTAL 27 8

c. Rumusan Masalah

1. Masih rendahnya Case Detection Rate (CDR) TB Paru BTA positif di

wilayah kerja Puskesmas Sulili yaitu sebesar 73,44%

2. Masih rendahnya penderita kusta yang selesai berobat (RFT Rate)

yaitu sebesar 37,50%

57
d. Akar Penyebab Masalah

Rendahnya CDR TB Paru


BTA Positif

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Sarana dan Kurangnya kesadaran Penemuan PMO belum Kurangnya Kurangnya


prasarana belum petugas untuk penderita bekerja kerjasama lintas pengetahuan
memadai melaksanakan secara pasif maksimal sektor masyarakat
tupoksinya tentang TB

Belum ada
kebijakan yang
mendukung
program TB

58
Rendahnya RFT Rate
Kusta

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Kendaraan Kurangnya kesadaran Penemuan penderita Kurangnya Kurangnya


Operasional petugas untuk secara pasif kerjasama lintas pengetahuan
belum ada melaksanakan sektor masyarakat
tupoksinya tentang Kusta

Belum ada
kebijakan yang
mendukung
program Kusta

59
e. Cara Pemecahan Masalah

PRIORITAS ALTERNATIF PEMECAHAN PEMECAHAN


NO PENYEBAB MASALAH KET.
MASALAH MASALAH MASALAH TERPILIH
 Pemberian kendaraan
operasional  Menjadikan
Sarana dan prasarana belum
 Menjadikan Puskesmas Sulili Puskesmas Sulili
memadai
sebagai Puskesmas Rujukan sebagai Puskesmas
Miksroskopik (PRM) Rujukan
 Pemahaman tupoksi Miksroskopik (PRM)
 Memberikan teguran atau  Penambahan tenaga
Kurangnya kesadaran petugas sanksi jika tidak menjalankan pendamping
untuk menjalankan tupoksinya tupoksinya  Penemuan penderita
Masih rendahnya  Penambahan tenaga secara aktif
1. cakupan CDR BTA pendamping  Penunjukan PMO
Positif  Penemuan penderita secara harus selektif
Penemuan penderita secara pasif
aktif  Peningkatan
 Keaktifan dari PMO kerjasama lintas
ditingkatkan program dan lintas
PMO belum bekerja maksimal  Penunjukan PMO harus sektor
serumah atau keluarga dekat  Penyuluhan
dengan penderita TB/frekuensi
 Memberikan penjelasan penyuluhan
tentang tugas PMO ditingkatkan

60
Kurangnya kerjasama lintas  Peningkatan kerjasama lintas
program dan lintas sektor program dan lintas sector

Kurangnya pengetahuan  Penyuluhan TB kepada


masyarakat tentang TB masyarakat

Belum ada kebijakan yang  Advokasi untuk pembuatan


mendukung program TB kebijakan

 Pemberian kendaraan
Kendaraan Operasional belum ada
operasional
 Pemahaman tupoksi
 Memberikan teguran atau  Penambahan tenaga
Kurangnya kesadaran petugas sanksi jika tidak menjalankan pendamping
untuk menjalankan tupoksinya tupoksinya  Penemuan penderita
 Penambahan tenaga secara aktif
Masih rendahnya pendamping  Peningkatan
2. cakupan RFT Rate  Penemuan penderita secara kerjasama lintas
Penemuan penderita secara pasif
Kusta aktif program dan lintas
 Peningkatan kerjasama lintas sektor
Kurangnya kerjasama lintas sektor
program dan lintas sektor  Penyuluhan Kusta
/frekuensi penyuluhan
Kurangnya pengetahuan
 Penyuluhan Kusta ditingkatkan
masyarakat tentang Kusta

Belum ada kebijakan yang


 Advokasi
mendukung program Kusta

61
6. UPAYA PENGOBATAN

a. Identifikasi Masalah

KESENJAN
TARGET PENCAPAIAN GAN/
NO PROGRAM
(%) (%) MASALAH

Cakupan pelayanan
1. kesehatan dasar 100,00 100,00 -
masyarakat miskin
Kunjungan rawat jalan -
2. 100,00 100,00
umum
Kunjungan rawat jalan -
3. 100,00 100,00
gigi

4. Pemeriksaan Hb bumil 100,00 92,61 -7,39

Pemeriksaan sputum
5. 100,00 34,75 -65,25
TB Paru

b. Urutan Prioritas Masalah

MASALAH Periksa Sputum TB


Periksa Hb Bumil Paru
KRITERIA
URGENCY (U) 3 3

SERIOUSNESS (S) 3 3

GROWTH (G) 3 3

TOTAL 27 27

c. Rumusan Masalah

1. Masih rendahnya cakupan pemeriksaan Pemeriksaan HB pada Ibu

Hamil di wilayah kerja Puskesmas Sulili yaitu sebesar 92,61%

2. Masih rendahnya cakupan pemeriksaan sputum TB yaitu sebesar

34,75%

62
d. Akar Penyebab Masalah

Rendahnya Cakupan
Pemeriksaan HB pada Ibu
Hamil

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Sarana & Keterampilan Kepatuhan Kurangnya


prasarana masih petugas terhadap standard kerjasama antara
kurang di terbatas ANC masih Bidan Kelurahan
Poskesdes / kurang dengan Petugas
Bidan Kelurahan laboratorium

63
Rendahnya Cakupan
Pemeriksaan Sputum TB

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Kendaraan Kurangnya kesadaran Penemuan Kriteria Kurangnya Kurangnya


Operasional petugas untuk penderita diagnosa suspek kerjasama lintas pengetahuan
belum ada melaksanakan secara pasif masih terbatas program dan masyarakat
tupoksinya pada gejala lintas sektor tentang TB
utama

64
e. Cara Pemecahan Masalah

PRIORITAS PENYEBAB ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH


NO KET.
MASALAH MASALAH PEMECAHAN MASALAH TERPILIH
 Optimalisasi penggunaan
Sarana dan prasarana  Optimalisasi penggunaan
sarana dan prasarana
belum memadai
operasional yang ada sarana dan prasarana yang
 Sosialisasi terhadap petugas ada
Keterampilan petugas khususnya bidan kelurahan  Sosialisasi terhadap
Masih rendahnya terbatas tentang pemeriksaan HB petugas khususnya bidan
cakupan pemeriksaan pada bumil kelurahan tentang
1.
Hemoglobin pada Ibu Kepatuhan terhadap pemeriksaan HB pada
 Standar pelayanan ANC
Hamil standar ANC masih bumil
harus dilaksanakan
kurang  Peningkatan kerjasama
 Peningkatan kerjasama antara bidan kelurahan
Kurangnya kerjasama antara bidan kelurahan
Bidan Kelurahan dengan dengan petugas
dengan petugas laboratorium
Petugas Laborantorium
laboratorium

65
 Pemberian kendaraan
operasional
Sarana dan prasarana belum
 Menjadikan Puskesmas Sulili
memadai
sebagai Puskesmas Rujukan  Menjadikan
Miksroskopik (PRM) Puskesmas Sulili
sebagai Puskesmas
 Memberikan teguran atau
Rujukan
sanksi jika tidak menjalankan
Kurangnya kesadaran petugas Miksroskopik (PRM)
tupoksinya
untuk menjalankan tupoksinya  Penambahan tenaga
 Penambahan tenaga
pendamping
pendamping
 Penemuan penderita
 Penemuan penderita secara
Masih rendahnya Penemuan penderita secara pasif secara aktif
aktif
2. cakupan  Penunjukan PMO
Pemeriksaan TB  Keaktifan dari PMO
harus selektif
ditingkatkan
 Peningkatan
PMO belum bekerja maksimal  Penunjukan PMO harus
kerjasama lintas
serumah atau keluarga dekat
program dan lintas
dengan penderita
sektor
Kurangnya kerjasama lintas  Peningkatan kerjasama lintas  Penyuluhan
program dan lintas sektor program dan lintas sektor TB/frekuensi
penyuluhan
Kurangnya pengetahuan  Penyuluhan TB kepada ditingkatkan
masyarakat tentang TB masyarakat
Belum ada kebijakan yang  Advokasi untuk pembuatan
mendukung program TB kebijakan

66
B. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN

1. Identifikasi Masalah

KESENJA
TARGET PENCAPAIAN NGAN/
NO PROGRAM
(%) (%) MASALAH

1. Cakupan rawat inap 100,00 37,07 -62,93

2. BOR puskesmas 100,00 68,00 -32,00

Cakupan pelayanan kesehatan -6,50


3. 100,00 93,50
usila dan prausila
Penemuan kasus penyakit mata -
4. 100,00 100,00
di puskesmas
Penemuan kasus buta katarak -
5. 100,00 100,00
usia > 45 tahun
Penemuan kasus & rujukan
spesialis di puskesmas melalui -
6. 100,00 100,00
pemeriksaan fungsi
pendengaran
7. Pelayanan gangguan jiwa 15,00 4,43 -10,57

Pembinaan Kesehatan Olahraga -


8 100,00 100,00
pada Kelompok Olahraga
Pembinaan kesehatan gigi di -25,00
8. 100,00 75,00
posyandu
Pembinaan kesehatan gigi pada -
9. 100,00 100,00
TK
Pembinaan dan bimbingan sikat -
10. 100,00 100,00
gigi massal pada SD/MI
Perawatan kesehatan gigi pada -40,00
11. 100,00 60,00
SD / MI UKGS
12. Gigi tetap yang dicabut 100,00 100,00 -

Gigi tetap yang ditambal -


13. 100,00 100,00
permanen
Kegiatan asuhan keperawatan -
14. 100,00 100,00
pada keluarga
2. Urutan Prioritas Masalah

MASALAH Pelayanan Kesehatan


Cakupan Pelayanan Jiwa
Rawat Inap
KRITERIA
URGENCY (U) 3 3

SERIOUSNESS (S) 2 2

GROWTH (G) 2 2

TOTAL 12 8

3. Rumusan Masalah

a. Masih rendahnya cakupan pelayanan rawat inap Puskesmas Sulili pada


tahun 2015 yaitu sebesar 37,07%
b. Masih rendahnya cakupan pelayanan kesehatan jiwa yaitu sebesar, 4,43%.
4. Akar Penyebab Masalah

Rendahnya cakupan
Pelayanan Rawat Inap

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Beban kerja
petugas yang
Pelayanan rawat Dukungan
cukup berat
inap belum keluarga masih
optimal kurang
Rendahnya Cakupan
Pelayanan Kesehatan Jiwa

INPUT PROSES LINGKUNGAN

Belum adanya tenaga Belum efektifnya Dukungan


kompeten yang toleransi penderita keluarga masih
khusus dalam gangguan jiwa untuk kurang
pemberian layanan rutin berobat
kesehatan jiwa
5. Cara Pemecahan Masalah

ALTERNATIF PEMECAHAN
PRIORITAS PENYEBAB
NO PEMECAHAN MASALAH KET.
MASALAH MASALAH
MASALAH TERPILIH

Beban kerja petugas yang  Pembagian tugas


cukup berat yang lebih efisien

 Optimalisasi
Pelayanan rawat inap  Optimalisasi pelayanan rawat
Masih rendahnya belum optimal pelayanan rawat inap inap
1. cakupan Pelayanan  Peningkatan
 Peningkatan
Rawat Inap Dukungan keluarga masih penyuluhan tentang
penyuluhan tentang
kurang pelayanan rawat
pelayanan rawat inap
inap
 Peningkatan program
Beberapa wilayah masih
yankes untuk daerah
terpencil
terpencil
ALTERNATIF PEMECAHAN
PRIORITAS PENYEBAB
NO PEMECAHAN MASALAH KET.
MASALAH MASALAH
MASALAH TERPILIH
 Pengefektifan  Pengefektifan
kompetensi terhadap kompetensi terhadap
petugas yang petugas yang
Belum adanya tenaga memberikan layanan memberikan layanan
kompeten yang khusus gangguan jiwa di gangguan jiwa di
memberikan layanan puskesmas puskesmas
kesehatan jiwa di  Mengusulkan untuk  Mengusulkan untuk
puskesmas disediakan tenaga disediakan tenaga
khusus untuk khusus untuk
Masih rendahnya
menangani penderita menangani penderita
cakupan Pelayanan
2. gangguan jiwa gangguan jiwa
kesehatan jiwa di
 Peningkatan  Peningkatan
Puskesmas Belum efektifnya hubungan hubungan
toleransi penderita interpersonal
interpersonal
gangguan jiwa untuk rutin
berobat terhadap penderita terhadap penderita
gangguan jiwa gangguan jiwa
 Peningkatan
 Peningkatan
kerjasama pada
Dukungan keluarga masih kerjasama pada
keluarga penderita
kurang keluarga penderita
gangguan jiwa
gangguan jiwa