Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang
bertanggungjawab tehadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas
berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat
kesehatan yang optimal. Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat
penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan
masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari Upaya
Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan. Upaya Kesehatan Wajib
merupakan upaya kesehatan yang dilaksanakan oleh seluruh Puskesmas di Indonesia.
Upaya ini memberikan daya ungkit paling besar terhadap keberhasilan
pembangunan kesehatan melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
serta merupakan kesepakatan global maupun nasional. Yang termasuk dalam Upaya
Kesehatan Wajib adalah Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Ibu
Anak dan Keluarga Berencana, Perbaikan Gizi Masyarakat, Pencegahan dan
Pemberantasan Penyakit Menular serta Pengobatan. Sedangkan Upaya Kesehatan
Pengembangan adalah upaya kesehatan yang
ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat
setempat serta disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas.
Upaya Kesehatan Pengembangan ditetapkan bersama Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat melalui
perwakilan masyarakat dalam bentuk Badan Penyantun Puskesmas/Konsil Kesehatan
Kecamatan (bagi yang sudah terbentuk). Apabila Puskesmas belum mampu
menyelenggarakannya, tetapi telah menjadi kebutuhan masyarakat,
maka Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota wajib menyelenggarakannya. Upaya
Kesehatan Pengembangan, antara lain : Upaya Kesehatan Sekolah, Upaya Kesehatan
Olah Raga, Upaya Kesehatan Kerja, Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut, Upaya
Kesehatan Jiwa, Upaya Kesehatan Mata, Kesehatan Usia Lanjut,
Pembinaan Pengobatan Tradisional, Perawatan Kesehatan Masyarakat, dan
sebagainya. Upaya laboratorium (medis dan kesehatan masyarakat) dan upaya
pencatatan-pelaporan tidak termasuk pilihan karena merupakan pelayanan penunjang
dari setiap Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas.
Adapun perawatankesehatan masyarakat merupakan bagian integral dari berbagai

1
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
upaya pelayanan yang ada, sehingga diharapkan pelayanan Puskesmas bersifat
menyeluruh.
Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas dapat pula bersifat upaya inovasi,
yakni upaya lain di luar upaya Puskesmas tersebut di atas yang sesuai dengan
kebutuhan. Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan wajib dan upaya
kesehatan pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaraan Puskesmas secara
terpadu yaitu azas pertanggungjawaban wilayah, pemberdayaan masyarakat,
keterpaduan dan rujukan. Agar upaya kesehatan terselenggara secara optimal, maka
Puskesmas harus melaksanakan manajemen dengan baik. Manajemen Puskesmas
adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematik untuk menghasilkan
luaran Puskesmas secara efektif dan efisien. Manajemen Puskesmas tersebut terdiri
dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan
pertanggungjawaban. Seluruh kegiatan diatas merupakan satu kesatuan yang saling
terkait dan berkesinambungan.

B. PENGERTIAN
Perencanaan yang disusun melalui pengenalan permasalahan secara tepat
berdasarkan data yang akurat, serta diperoleh dengan cara dan dalam waktu yang
tepat, maka akan dapat mengarahkan upaya kesehatan yang dilaksanakan Puskesmas
dalam mencapai sasaran dan tujuannya. Dalam upaya mencakup seluas mungkin
sasaran masyarakat yang harus dilayani, serta mengingat ketersediaan sumber daya
yang terbatas, maka pelayanan kesehatan harus dapat dilaksanakan secara terintegrasi
baik lintas program maupun lintas sektor. Kepala Puskesmas harus mampu
membangun kerjasama dan mengkoordinasikan program di internal Puskesmas dan di
eksternal dengan mitra lintas sektor. Koordinasi dengan lintas sektor sangat
diperlukan, karena faktor penyebab dan latar belakang masalah kesehatan tertentu
kemungkinan hanya dapat diselesaikan oleh mitra lintas sektor.
Peran pemerintah daerah sangat besar dalam menyelesaikan permasalahan
kesehatan di masyarakat, oleh karenanya Puskesmas perlu mencari dukungan dari
pemerintah daerah yang dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan
kabupaten/kota. Proses perencanaan Puskesmas harus terintegrasi kedalam sistem
perencanaan daerah melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang) yang disusun secara top down dan bottom-up.
Proses perencanaan Puskesmas akan mengikuti siklus perencanaan
pembangunan daerah, dimulai dari tingkat desa/kelurahan, selanjutnya disusun pada
tingkat kecamatan dan kemudian diusulkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota.

2
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Perencanaan Puskesmas yang diperlukan terintegrasi dengan lintas sektor kecamatan,
akan diusulkan melalui kecamatan ke pemerintah daerah kabupaten/kota.
.
C. TUJUAN

Suatu perencanaan pada pokoknya dapat ditemukan sebagai berikut :


 Perencanaan dapat memberikan petunjuk untuk menggerakkan dan melaksanakan
upaya yang efektif dan efisien guna mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
 Perencanaan memudahkan pengawasan, pengendalian dan penilaian, karena
faktor-faktor dan indikator-indikator upaya yang disajikan berupa sasaran yang
sudah jelas digariskan dalam suatu produk perencanaan.
 Perencanaan memungkinkan dapat dipertimbangkan situasi dimasa depan yang
ingin dicapai dengan lebih seksama, hal ini meliputi baik hambatan, dorongan
maupun potensi yang ada. Maka inti dari perencanaan pada hakekatnya adalah
menentukan prioritas masalah dan langkah-langkah serta alokasi sumber daya
yang mungkin dapat disediakan.

1. Tujuan Umum
Meningkatkan kemajuan manajemen puskesmas dalam mengelola kegiatan
dalam upaya meningkatkan fungsi puskesmas sebagai pusat pengembangan,
pembinaan dan pelaksanaan upaya kesehatan diwilayah kerjanya.
2. Tujuan Khusus
a. Disusunnya rencana kegiatan puskesmas sebagai acuan guna meningkatkan
cakupan dan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan
wilayah kerjanya.
b. Disusun rencana kegiatan puskesmas setelah diterimanya sumber daya dari
berbagai sumber dalam rangka pemantapan penggerakan pelaksanaan kegiatan
dalam tahun yang sedang berjalan.

D. RUANG LINGKUP
Sesuai dengan fungsi pokok puskesmas, Puskesmas Sulilimelakukan 3 fungsi
pokok pelayanan yaitu :
1. Melaksanakan dan mengembangkan upaya kesehatan dalam rangka meningkatkan
status kesehatan masyarakat.
2. Mengurangi penderita sakit.
3. Membina masyarakat di wilayah kerja untuk berperan serta aktif dan diharapkan
mampu menolong diri sendiri dibidang kesehatan.

3
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Maka pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas Sulili adalah sebagai
berikut:
 Promotif.
 Preventif.
 Kuratif.
 Rehabilitatif.
Bertolak dari keempat pelayanan tersebut diatas maka usaha pokok
Puskesmas Sulili bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan
dan upaya kesehatan masyarakat,jika ditinjau dari sistem kesehatan nasional
merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya kesehatan tersebut
dikelompokkan menjadi dua yakni:
1. Upaya Kesehatan Wajib meliputi:
- Kesehatan Ibu dan Anak dan Keluarga Berencana.
- Perbaikan Gizi.
- Kesehatan Lingkungan.
- Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
- Promosi Kesehatan
- Upaya Pengobatan
2. Upaya Kesehatan Pengembangan meliputi:
- Upaya Kesehatan Sekolah
- Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
- Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
- Upaya Kesehatan Olahraga
- Upaya Kesehatan Jiwa
- Upaya Kesehatan Indera
- Upaya Kesehatan Usia Lanjut
- Upaya Kesehatan Tradisonal
- Upaya Kesehatan Kerja

E. VISI, MISI DAN STRATEGI


1. VISI

“ TERWUJUDNYA KECAMATAN PALETEANG SEHAT 2019”

4
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
2. MISI
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi setiap keluarga dan masyarakat
Kecamatan Paleteang
c. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerja
puskesmas melalui kerjasama lintas sektoral
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat Kecamatan Paleteang
e. Meningkatkan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) Puskesmas

3. STRATEGI
a. Melaksanakan pengembangan Sumber daya manusia dengan
mempertimbangkan dampak pelayanan terhadap masyarakat.
b. Meningkatkan Kerjasama Lintas Program dan Lintas Sektor yang terkait.
c. Menyelenggarakan program upaya peningkatan kesehatan masyarakat
melalui kegiatan pembinaan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat
meliputi promosi kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan
lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga termasuk KB
dan pengobatan dasar serta upaya kesehatan masyarakat lainnya sesuai
kebutuhan.
d. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan petugas dalam
memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat.
e. Berupaya melengkapi dan meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan
melalui perencanaan yang matap dan mengusulkannya ke kabupaten.
f. Berupaya menyelenggarakan pelayanan rawat jalan dan rawat inap yang
bermutu, merata dan terjangkau melalui pelayanan rawat jalan di Puskesmas,
Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling serta pelayanan rawat inap di
puskesmas.

5
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
BAB II
ANALISA SITUASI

Tujuan analisa situasi ini adalah untuk memperoleh data dan


informasitentangkeadaan dan masalah serta hambatan yang terjadi di puskesmas yang
perlu ditangani. Analisa Situasi ini terdiri dari:
 Data Umum
 Data Khusus

A. Data Umum

Puskesmas Sulili merupakan Puskesmas yang terletak di Kelurahan


Mamminasae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.
Dengan batas wilayah:
Utara : Kecamatan Patampanua
Timur : Malimpung, Kec. Patampanua
Selatan : Kecamatan Wt. Sawitto dan Kec. Tiroang
Barat : Kec. Wt. Sawitto
Puskesmas Sulili dibangun pada tahun 2006, dengan luas wilayah 25 Km²
yang terdiri dari 6 kelurahan yaitu Kelurahan Pacongang (2 lingkungan), Macinnae (3
lingkungan), Laleng Bata (2 lingkungan), Benteng Sawitto (2 lingkungan),
Temmassarangnge (2 lingkungan) dan Mamminasae (3 lingkungan) dengan jarak
tempuh terjauh dari kelurahan ke Puskesmas 10 Km dan dari Puskesmas ke kota 12
Km (selengkapnya dapat dilihat pada Format 1). Tiap kelurahan dapat dijangkau
dengan kendaraan roda 2/roda 4 .
Data umum Puskesmas tentang sumber daya meliputi : Ketenagaan (Format
2.a), Obat dan bahan habis pakai (Format 2b), Peralatan (Format 2c), Sumber
Pembiayaan (Format 2d), Sarana dan Prasarana (Format 2e), Data Peran Serta
Masyarakat (Format 3), Data Penduduk dan Sasaran Program (Format 4), Data
Sekolah (Format 5), Data Kesehatan Lingkungan (Format 6).

B. Data Khusus
Data khusus meliputi:
1. Status Kesehatan terdiri dari : Data Kematian , Pola Penyakit (Format 7)
2. Data Kunjungan (Format 8)
3. Sepuluh Penyakit Terbanyak (Format 9)
4. Kejadian Luar Biasa (Format 10)
5. Cakupan Program Pelayanan Kesehatan (Format 11)
6. Hasil Survei (Format 12)

6
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Format 1 : Data Wilayah dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Sulili Kabupaten Pinrang Tahun 2016

Luas Jarak WaktuTem Jml Jumlah Sekolah Jml. Fasilitas Yan. Kesehatan
Nama Wil Ke puh RT/ Pos
Jml Jml Ket
No DPP/ Yan- Pos
Kelurahan ( Km2 ) Pusk Ke Pusk RW Rmh KK TK SD SLTP SLTA Pustu Bides
kes
BPS du
(Km) ( mnt) Dsn /MA
des

1 Macinnae 10,78 6 12 3 1.147 1.292 5 4 3 1 0 1 2 5 2 -

2 Pacongang 2,85 7 14 2 2.496 2.177 3 6 1 3 0 1 4 8 0 -

3 T.Sarangnge 5,43 5 10 2 1.174 1.022 2 2 2 1 0 1 3 3 0 -

4 Laleng Bata 4,21 7 14 2 1.075 1.637 2 5 0 0 0 1 5 5 1 -

5 Bt. Sawitto 4,13 10 20 2 1.312 1.578 2 3 1 1 0 1 1 5 1 -

6 Mamminasae 9,84 2 4 3 1.152 1.509 4 5 0 0 0 1 - 6 1 -

PUSKESMAS 37,24 37 74 14 8.356 9.215 18 25 7 6 0 6 15 32 5 -

Berdasarkan data wilayah dan fasilitas pelayanan kesehatan diatas, menunjukkan bahwa beberapa kelurahan yang jaraknya cukup jauh dari Puskesmas,
sehingga diperlukan peningkatan akses pelayanan terhadap daerah tersebut seperti pelaksanaan puskesmas keliling, dsb. Penambahan unit Poskesdes di dua
kelurahan yang belum memiliki dapat diupayakan untuk mendukung kefektifan pelayanan. Upaya pengembangan yang lain perlu dikembangkan dengan alasan
masih banyak potensi yang belum dikelola secara maksimal, misalnya jumlah penduduk yang cukup banyak serta fasilitas pendidikan yang belum
mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.
Format 2a : DATA KETENAGAAN PUSKESMAS SULILI TAHUN 2016

JENIS
KETENAGAAN KEBUTUHAN
JUM BERDASARKAN KEKUR
No JENIS TENAGA PERMENKES ANGAN
LAH
PNS PTT No.75 TAHUN 2014

1 Dokter atau dokter 3 3 - 2 -


layanan primer
2 Dokter Gigi/SKG 2 1 1 1 -

3 Bidan 10 5 5 7 -

4 Perawat 6 6 - 8 2

5 Perawat Gigi 2 2 - - -

6 Tenaga Kesehatan 4 4 - 2 -
Masyarakat

7 Tenaga Kesehatan - - - 1 1
Lingkungan
8 Tenaga Gizi 1 1 - 2 1

9 Ahli teknologi 1 1 - 1 -
laboratorium medik

10 Tenaga Kefarmasian 1 - 1 2 1

11 Tenaga administrasi 3 3 - 3 -

12 Pekarya 3 3 - 2 -

13 Tenaga Rekam medik - - - - 1

14 Tenaga Akuntan - - - - 1

15 Sopir Dijabat oleh tenaga honor -

16 Cleaning Service Dijabat oleh tenaga honor -

Jumlah 36 29 7

Berdasarkan data diatas, bahwa ada beberapa tenaga yang membutuhkan


penambahan secara kuantitas seperti, tenaga gizi 1 orang, perawat 2 orang dan tenaga
kefarmasian 1 orang. Kemudian walaupun tenaga rekam medik, akuntan tidak
termasuk jenis ketenagaan yang harus ada di Puskesmas menurut Permenkes No.75
Tahun 2014, namun jenis ketenagaan tersebut sekiranya perlu diusulkan untuk
diadakan penambahan. Selain hal tersebut peningkatan SDM juga sangat dibutuhkan
dalam menghadapi perkembangan layanan kesehatan sehingga layanan kesehatan
dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat sesuai standar pelayanan kesehatan.

8
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Format 2b : SEPULUH PEMAKAIAN OBAT TERBANYAK DI PUSKESMAS
SULILI TAHUN 2016

Jumlah
NO Jenis Obat Ket
Tersedia Pemakaian Sisa

1 Paracetamol 500mg tablet 74.300 71.900 2.400

2 CTM 48.100 47.300 800

3 Amoxicillin 500 mg 46.410 44.510 1.900

4 Asam Askorbat (Vit. C) 40.700 39.600 1.100

5 B Complex 30.100 30.100 0

6 Gliseril Guaykolat (GG) 27.100 25.100 2.000

7 Antasida 26.400 26.400 0

8 Deksametason 23.500 23.000 5.000

9 Piridoksin 20.400 20.400 0

10 Asam Mefenamat 16.200 16.200 0

Berdasarkan data pemakaian obat terbanyak di Puskesmas Sulili nampak


bahwa penggunaan antipiretik dan antibiotik menjadi dominan, hal ini
mengindikasikan bahwa penyakit-penyakit infeksi masih menjadi yang terbanyak
sehingga perlu pendekatan yang lebih maksimal terhadap penyakit infeksi tersebut.
Selain itu persediaan obat juga perlu menjadi perhatian khusus, mengingat dia kahir
tahun terdapat obat-obat tertentu yang telah kehabisan stok/persediaan.

9
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Format 2c : KEADAAN PERALATAN KESEHATAN DI PUSKESMAS
SULILI TAHUN 2016

Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak Keterangan
Berfungsi
berfungsi
1 2 3 4 5 6
A. POLIKLINIK UMUM
Tempat Tidur Besi/Metal
1 1 √
(lengkap)
2 Poliklinik SET -
3 Meja Kayu 2 √
4 Tensi Air Raksa 1 √
5 Meja 2 √
6 Kursi 4 √
7 Tempat tidur -
8 Tempat sampah 2 √
9 Troli 1 √
10 Tangga tempat tidur 1 √
11 Kursi plastic 4 √
12 Kipas 1 √
13 Ac 1 √
14 Hammer 1 √
15 Spatel 2 √
16 Otoskop 1 √
17 Garputala 1 √
18 Spekulum besar 1 √
19 Timbangan 1 √
20 Tensi - √
21 Stopwatch 1 √
22 Senter 1 √
23 Stetoskop 2 √
24 Temer 1 √
25 Timbangan 1 √
26 Alat EKG 1 √
B. UGD
Tempat Tidur Besi/Metal 2
1 √
(lengkap)
2 Tirai 4 √
3 Sepatu Boot 2 √
4 Kacamata 2 √
5 Celemek 2 √
6 Topi / Penutup kepala 2 √
7 Tromol 2 √
8 Lemari alat 1 √
9 Troli 3 √

10
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak Keterangan
Berfungsi
berfungsi
1 2 3 4 5 6
10 Tiang infuse 2 1√ 1√
11 Bak steril sedang 1 √
12 Bak streil besar 1 √
13 Bak steri kecil 1 √
14 Nelpuder 3 1√ 2√
15 Pinset anatomi besar 1 √
16 Pinset anatomi kecil 1 √
17 Pinset sirugi besar 1 √
18 Pinset sirugi kecil 1 √
19 Klem bengkok 3 √
20 Klem lurus 3 √
21 Gunting hecting 2 √
22 Gunting verban 1 √
23 Pinset bengkok 1 √
24 Bayonet 1 √
25 Aplikator / Pengait 2 √
26 Speculum hidung 1 √
27 Tangkai bisturi 1 √
28 Semprit glseril 1 √
29 Tempat korentang 2 √
30 Tensi roda 1 √
31 Com besar 1 √
32 Com kecil 3 √
33 Nierbekken besar 1 √
34 Nierbekken sedang 3 √
35 Lampu sorot 1 √
36 Tabung oksigen 1 √
37 Suction pump 2 1√ 1√
38 Metreran oksigen 1 √
39 Ambubag 1 √
40 Tempat sampah 2 √
41 Box ampul 1 √
42 Safety box 1 √
43 Sterilisator 1 √
44 Tangga 1 √
45 Kipas angin 1 √
46 Meja 1 √
47 Pispot perempuan 1 √
48 Pispot laki-laki 1 √
49 Stetoskop 1 √
50 Termometer 1 √
51 Emergency Kit 1 set √

11
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak Keterangan
Berfungsi
berfungsi
1 2 3 4 5 6
C. KIA / KB
1 Tirai 1 √
2 Bak IUD KIT 1 √
3 Implant KIT 1 √
4 Box 1 √
5 Dopler 1 √
6 Lemari kaca 1 √
7 Lemari kayu -
8 Meja kayu+taplak+kaca 2 √
9 Kipas angin 1 √
10 Meja plastik -
11 Kursi plastic 4 √
12 Tempat tidur kuret 1 √
13 Tempat tidur periksa bumil 1 √
14 Tempat sampah 2 √
15 Safety box 1 √
16 Tangga pasien 1 √
17 Meja troli 1 √
18 Timbangan injak 1 √
19 Timbangan besar 1 √
20 Stetoskop Laenec 1 √
21 Meteran 1 √
22 Pengukur Lila 1 √
23 Cermin 1 √
24 Jam dinding 1 √
25 Printer -
26 Lap tangan 1 √
27 Poster PNS 1 √
28 Poster bumil beresiko 1 √
29 Poster teknik konseling 1 √
30 Poster data penduduk 1 √
31 Kantong persalinan 1 √
Poster foto dokter dan
32 1 √
bidan pkm
33 Poster KIA 1 √
34 Poster data akseptor KB 1 √
35 Poster ayo ber KB 1 √
36 Rak lab KIA 1 √
37 Rak kartu Ibu 1 √
38 Poster jadwal KIA 1 √
39 Selimut 1 √
40 Bantal 1 √

12
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak Keterangan
Berfungsi
berfungsi
1 2 3 4 5 6
41 Pengalas tempat TIDUR 1 √
42 Cocor bebek 17 √
43 Pengait IUD 5 √
44 Tenaculum -
45 Klem pemegang kas 10 √
46 Gagang pisau 3 √
47 Sonde uterus bengkok 10 √
48 Klem pencabut IUD -
49 Pencabut Implant -
50 Gunting bengkok 1 √
51 Klem crocodile 2 √
52 Bak instrument 2 √
53 Pinset sirugi 3 √
54 Gunting plester 1 √
55 Pinset anatomi 3 √
56 Kateter logam 7 √
57 Sim u 1 √
58 Com 2 √
59 Klem bengkok panjang 4 √
60 Bak Implant KIT 3 √
61 Klem 3 √
62 Sterilisator bundar -
D. RUANG BERSALIN
1 Tempat Tidur Kayu 1 √
2 Meja Kayu 1 √
3 Lemari alat 1 √
4 Incubator Bayi 1 √
5 Kulkas 1 √
6 AC 1 √
7 Lemari Bayi 1 √
8 Troli 1 √
9 Kasur 3 √
10 Bantal kepala 1 √
11 Seprei 1 √
12 Selimut Plastik 1 √
13 Tirai penyekat 2 √
14 Celemek 3 √
15 Topi 3 √
16 Sepatu Boot 3 √
17 Tempat sampah 2 √
18 Jam dinding 1 √
19 Lampu sorot 2 1√ 1√

13
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak Keterangan
Berfungsi
berfungsi
1 2 3 4 5 6
20 Bak Partus 3 √
21 Kateter logam 2 √
22 Pinset anatomis 3 √
23 Pinset sirurgis 1 √
24 Klem lurus 3 √
25 Klem bengkok besar 1 √
26 Klem bengkok kecil 1 √
27 Gunting tali pusat 1 √
28 Gunting perban 1 √
29 Gunting episiotomy 1 √
30 Nelpuder 2 √
31 Gunting Aff Hecting 2 √
32 Tromol besar 1 √
33 Vakum set 1 √
34 Resusitasi set 1 √
35 Newborn simulasi set 1 √
36 Carrier Baby 2 √
37 Timbangan bayi 1 √
38 Korentang dan tempatnya 1 √
39 Bidan KIT 1 √
40 Nierbekken 2 √
41 Meteran 1 √
42 Pengukur PB 1 √
43 Tensi meter 1 √
44 Spatel lidah 1 √
45 Tiang infuse 1 √
46 Baskom besar 1 √
E. POLIKLINIK GIGI
1 Tang gigi anak
2 Nierbech 4 √
3 Tromol 1 √
4 Sterilisator dry heat 1 √
5 Bunsen 1 √
6 Lemari alat 1 √ Kurang baik
7 Sterilisator boiling water 1 √ Kurang baik
8 Troli 1 √ Kurang baik
9 Denta unit 1 √ Kurang baik
10 Compressor 1 √ Kurang baik
11 Meja kerja 2 √ Kurang baik
12 Kursi kerja 2 √
13 Alat peraga 2 √
14 Tempat kasa 1 √

14
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak Keterangan
Berfungsi
berfungsi
1 2 3 4 5 6
15 Analgam stopper 1 √
16 Spatel stainless 1 √
17 Spatel plastik 1 √ Kurang baik
18 Glass plate 1 √
19 Burnisher 1 √ Kurang baik
20 Cement stopper 2 √
21 Plastik instrument 2 √
22 Westafel 1 √
23 Tang gigi dewasa set 1 √
24 Cryek 4 √ Kurang baik
25 Mata burjet 1 √
26 Kaca mulut 6 √
27 Pinset gigi 6 √
28 Excavator 6 √
29 Mortal 1 √
30 Bein lurus 3 √ Kurang baik
31 Sonde lurus 1 √
F. RUANG RAWAT INAP
1 Tempat Tidur 10 √
2 Kasur 10 √
3 TV 1 √
4 Tromol 1 √
5 Tensi Air Raksa Roda 1 √
6 Kulkas -
7 Tirai 1 set √
8 Stetoskop 1 √
9 Termometer 1 √
10 Nerbek 1 √
11 Com 1 √
12 Pispot Laki-laki 1 √
13 Pispot Perempuan 1 √
14 Sirkum set 1 √
22 Bak steril 1 √
23 Meteran 1 √
25 Meja 1 √
26 Lemari Pasien 10 √
28 Kipas Angin 2 √
30 Kursi panjang 1 √
31 Dispenser 1 √
32 Papan petugas RRI 1 √
33 Papan SPO 1 √

15
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak Keterangan
Berfungsi
berfungsi
1 2 3 4 5 6
34 Jam dinding 1 √
35 Papan daftar nama pasien 1 √
36 Tiang infus 2 √
G. LABORATORIUM
1 Meja kayu kecil 1 √
2 Lemari alat besi kecil 1 √
3 Mikroskop 1 √
4 Haerameter (hb sahli) 5 1√ 4√
5 Stand BBS 2 √
6 Rak tabung kayu 1 √
7 Rak tabung plastic 1 √
8 Rak tabung besi 1 √
9 Rak pewarna 1 √
10 gelas ukur 100 ml 1 √
11 Tempat peny. Slide 3 √
12 Micropipet 200 ml 1 √
13 Gelas ukur 500 ml 2 √
14 Pipet berskala vol. 1 cc 1 √
15 Pipet berskala vol. 10 cc 1 √
16 Pipet biasa 85 √
17 Lampu spiritus 5 √
18 Erlenmeyer 1 √
19 Tabung reaksi 3 √
Tabung LED (westengen
20 6 √
set)
21 Tip pipet 50 √
Termometer maksimum-
22 1 √
minimum
23 Hemoglobin meter 1 √
24 Kertas saring 1 √
25 Kawat asbes 1 √
26 Lemari alat besar 1 √
27 Tally counter/ hand counter 2 √
28 Timer 1 √
Automatic electric
29 1 √
hemoqlobin meter
30 Kamar hitung neubauer 1 √
31 Corong kaca 1 √
32 Alat pemeriksaan nesco 2 1√ 1√
33 Com kecil 1 √
34 Centrifuqe c1 008 1 √

16
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak Keterangan
Berfungsi
berfungsi
1 2 3 4 5 6
35 Cyan start 1 √
36 Urine chemistry analyzer 1 √
37 Alat pemeriksaan uright 1 √
38 Alat pemeriksaan caresens 1 √

Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa masih banyak peralatan yang
belum tersedia disetiap unit pelayanan baik dari segi kuantitas ataupun kualitasnya
yang kurang baik. Penambahan peralatan harusnya menjadi hal yang urgent untuk
mendukung pelayanan yang ada disetiap unitnya seperti peralatan untuk poliklinik
umum, poliklinik gigi, poliklinik KIA dan KB, UGD, Laboratorium dan fasilitas
pelayanan rawat inap. Selain itu proses pemeliharaan peralatan (kalibrasi) merupakan
hal yang sebaiknya dilakukan untuk mendukung layanan yang berkualitas.

Format 2d : PEMBIAYAAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SULILI TAHUN


2016

No Uraian Alokasi Realisasi


Rp %
1 Biaya Operasional APBD 32.575.512 32.575.512 100
2 Bantuan Operasional
Kesehatan (BOK) 246.300.000 246.300.000 100
3 Jasa Pelayanan Umum 150.000.000 135.874.500 90,58
4 Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)/BPJS
- Kapitasi 864.490.000 915.318.000 101,06
- Non Kapitasi 60.000.000 53.050.000 88,42
Total 1.353.365.512 1.383.118.012

Berdasarkan tabel diatas bahwa dukungan pembiayaan cukup memadai untuk


pelayanan puskesmas, seperti dukungan operasional APBD, BOK maupun Jaminan
Kesehatan Nasional. Hal ini tentunya bukan menjadi kendala dalam menjalankan
operasional pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan puskesmas.

17
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Format 2e : KEADAAN SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN DI
PUSKESMAS SULILITAHUN 2016

Kondisi
No. Jenis Sarana/Prasarana Jumlah Baik Rusak Rusak Rusak
Ringan sedang Berat
I Sarana Kesehatan
1. Puskesmas Induk 1 1 0 0 0
2. Poskesdes 5 4 1 0 0
3. Rumah Dinas Dokter 1 1 0 0 0
4. Rumah Dinas Perawat 2 1 1 0 0
5. Rumah Dinas Bidan 1 0 0 1 0
6. Puskesmas Keliling 2 1 1 0 0
roda 4
7. Sepeda motor 3 3 0 0 0

II Sarana Penunjang
1. Komputer 1 1 0 0 0
2. Mesin Tik 0 0 0 0 0
3. Telepon 0 0 0 0 0
4. Laptop 4 4 0 0 0
5. Printer 2 1 0 0 1
6. AC 8 8 0 0 0
7. TV 2 1 1 0 0
8. Lemari es 4 4 0 0 0
9. Lemari vaksin 1 1 0 0 0
10. Dispenser 3 3 0 0 0
11. Lemari 14 13 1 0 0
12. Meja kerja 31 25 3 2 1
13. Kursi 93 81 3 5 4

Berdasarkan data diatas, bahwa sarana dan prasarana untuk mendukung


operasional puskesmas cukup memadai sehingga diperlukan pemanfaatan yang lebih
maksimal dalam mendukung pelayanan puskesmas. Diluar dari pada itu perwatan
sarana dan prasarana juga perlu menjdai perhatian sehingga dapat meningkatkan
pelayaanan dengan tersedianya sarana dan prasarana yang baik dan memadai.

18
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Format 3 : Data Peran Serta Masyarakat di Wilayah Puskesmas Sulili Tahun 2016

Jml Jumlah Kader Dukun Bayi Tokoh Masyarakat


No Kelurahan / Desa Keterangan
Posyandu
Dilatih Aktif % Dilatih Aktif % Dilatih Aktif %

1 Macinnae 5 25 16 64 1 1 100 8 3 37,5

2 Pacongang 8 40 19 47.5 3 3 100 8 2 25

3 Temmassarangnge 3 15 9 60 1 1 100 8 3 37,5

4 Laleng Bata 5 25 13 52 1 1 100 8 3 37,5

5 Benteng Sawitto 5 25 16 64 2 2 100 8 2 25

6 Mamminasae 6 30 19 63.3 2 2 100 8 3 37,5

Jumlah
32 160 92 58,5 7 7 100 48 15 33,33

Dilihat dari tabel diatas bahwa jumlah posyandu sudah cukup banyak untuk mendukung pelayanan puskesmas. Peran serta masyarakat juga sudah
sangat baik sehingga yang dibutuhkan adalah refreshing bagi kader-kader terlatih dan tokoh masyarakat agar kerjasama dalam memberikan layanan kesehatan
lebih optimal.
Format 4 : Penduduk dan Sasaran Program di Wilayah Sulili Kabupaten Pinrang Tahun 2016

JUMLAH
SASARAN JUMLAH PDDK USIA
JML PENDUDUK JML JUMLAH SASARAN KIA / KB
SEKOLAH
GIZI / IMUNISASI
N DESA/KEL PDDK
O USILA
L P JML BAYI BALITA KLS KLS
BUMIL BULIN BUFAS BUSUI PUS WUS SD SLTP
PDDK 0-1 1 SD VI SD

1 Macinnae 3.260 3.390 6.650 502 130 665 137 132 132 132 1263 1456 401 55 67 992
2 Pacongang 4.856 5.060 9.926 789 189 992 206 196 196 196 1886 2173 1222 236 177 140
3 T.Sarangnge 2.290 2.382 4.672 320 88 467 97 92 92 92 888 1024 357 15 21 552
4 Laleng Bata 2.985 3.104 6.089 418 116 609 126 120 120 120 1157 1334 702 136 95 0
5 BT.Sawitto 3.475 3.613 7.088 490 135 709 146 140 140 140 1347 1553 589 88 90 71
6 Mamminasae 2.489 2.588 5.077 404 96 508 105 100 100 100 965 1111 1030 147 176 0

JUMLAH 19365 20137 39502 2.923 754 3.950 817 780 780 780 7506 8651 4301 677 626 1755

Berdasarkan data penduduk dan sasaran program diwilayah Puskesmas Sulili nampak bahwa jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki,
jumlah WUS kelompok remaja (usia sekolah) dan balita masih menjadi yang terbanyak. Selain itu penduduk usila juga cukup banyak sehingga ada potensi
untuk pengembangan kesehatan dibidang kesehatan ibu dan anak, UKS, pelayanan balita dan usila.
Format 5 : DATA SEKOLAH DI PUSKESMAS SULILI TAHUN 2016

Jumlah Siswa Jumlah Jumlah Kader


No Nama Sekolah Guru UKS Keterangan
Laki-laki Perempuan Sekolah Sekolah UKS UKS/Dokcil

1 TK 261 268 18 - 0 -

2 SD 2.116 1.882 25 25 100 26

3 SLTP 850 905 7 5 - 9

4 SLTA 1.178 565 6 5 - 6

5 PT 867 1260 4 - - -

Berdasarkan tabel diatas, jumlah anak sekolah dan mahasiswa cukup banyak sehingga potensial untuk pengembangan kesehatan dibidang UKS,
pelatihan dokter kecil dan guru UKS untuk meningkatkan layanan kesehatan ditingkat / kelompok remaja khususnya pada tingkat SLTP dan SMA yang belum
memiliki dokter kecil. Selain itu banyaknya sekolah telah menyediakan ruang UKS ditiap-tiap sekolah namun dari segi pemanfaatan masih sangat kurang
sehingga dibutuhkan kerjasama yang lebih baik dengan pihak sekolah untuk mendukung hal tersebut.
Format 6 : DATA KESEHATAN LINGKUNGAN DI PUSKESMAS SULILI TAHUN 2016

Jamban
Jumlah Rumah TPM TTU TPA SAB SPAL
Keluarga Sehat
No Desa/Kel
Diperi Rumah % Diperi Meme % Diperi Meme % Diperi Meme % Keluarga % dari Keluarga % dari Rumah %
ksa Sehat ksa nuhi ksa nuhi ksa nuhi pemakai Target pemakai target dengan
Syarat Syarat Syarat SAB Jaga sehat SPAL
1 Macinnae 210 139 66,2 15 8 53,3 23 19 82,6 210 159 75,7 207 98,5 207 98,5 188 89,5

2 Pacongang 210 137 65,2 13 7 53,8 24 20 83,3 210 206 74,2 205 97,6 194 92,3 184 89,3

3 Temmassarangnge 211 138 65,4 9 3 33,3 17 15 88,2 211 196 92,8 204 96,6 207 98,1 180 85,3

4 Laleng Bata 220 144 65,4 7 3 42,9 24 18 75,0 220 208 94,5 197 89,5 155 70,4 196 89,0

5 Benteng Sawitto 220 143 65 4 2 50 14 10 71,0 220 195 88,6 151 68,6 218 99 150 68,2

6 Mamminasae 210 139 66,2 5 2 40 20 15 75,0 210 174 82,8 198 94,2 154 73,3 163 76,1

Jumlah 1.281 840 65,6 53 25 47,2 122 97 79,5 1.281 1.138 88,8 1.162 90,7 1.135 88,6 1.061 84,8

Dari data diatas, presentase layanan kesehatan lingkungan di Puskesmas Sulili masih belum maksimal disetiap kelurahan, banyaknya jumlah rumah,
tempat-tempat umum, tempat pengelolaan makanan, pengelolaan air bersih, limbah dan jamban keluarga tidak diimbangi dengan petugas kesehatan lingkungan
yang hanya satu orang. Sehingga perlu adanya pendekatan khusus untuk meningkatkan layanan kesehatan lingkungan disamping dibutuhkan adanya
penambahan jumlah petugas kesehatan lingkungan.
B. DATA KHUSUS

Tujuan akhir pembangunan kesehatan adalah mencapai derajat kesehatan


setinggi- tingginya. Ada beberapa indikator yang digunakan untuk menilai situasi
derajat kesehatan suatu wilayah kerja, seperti :
 Angka Kematian Ibu (MMR)
 Angka Kematian Bayi (IMR)
 Angka Kematian Kasar (CDR)
 Angka Kematian Anak (CMR)
 Dan Status Gizi Masyarakat
Keberadaan Puskesmas dengan tugas dan fungsi yang jelas telah
memberikan kontribusi terhadap berbagai keberhasilan seperti Penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) 145 per 1000, kelahiran hidup ( tahun 1967) menjadi 41
per 1000 kelahiran hidup (tahun 1997). Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)
dari 540 per 100.000 kelahiran hidup (tahun 1986) menjadi 373 per 100.000
kelahiran hidup (tahun 1995) serta meningkatkan usia harapan hidup (UHH) 45,7
(tahun 1967) menjadi 64,24 (tahun 1997). Terkait dengan kebijakan
pembangunan kesehatan menuju “ MDGs 2015“ , maka diharapkan nanti angka
kematian ibu (AKI) di Indonesia bisa ditekan menjadi 125 per 100.000 kelahiran
hidup sedang Angka Kematian Bayi menjadi 16 per 1000 kelahiran hidup.
Di Puskesmas Sulilisendiri angka-angka diatas tahun 2015 adalah sebagai
berikut :
1. ANGKA KEMATIAN (AK BAYI, AK IBU, AK BALITA, AK UMUM)
(Format 7)
 Angka Kematian Bayi adalah 2 orang
 Angka Kematian Ibu adalah nihil (tidak ada)
 Angka Kematian Anak Balita adalah 1
 Angka Kematian Umum adalah 99 orang
DATA STATUS GIZI BALITA
 Gizi Baik : 3.925 (99,3 %)
 Gizi Kurang : 25 (0,7 %)
 Gizi Buruk : 0 %

23
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
2. DATA KUNJUNGAN PUSKESMAS SULILI TAHUN 2016 (Format 8)

JUMLAH KUNJUNGAN
NO KELURAHAN TOTAL
Laki-laki Perempuan

1 Macinnae 1.375 1.430 2.805

2 Pacongang 2.048 2.134 4.182

3 Temmassarangnge 966 1.005 1.971

4 Laleng Bata 1.259 1.309 2.568

5 Bt. Sawitto 1.466 1.524 2.990

6 Mamminasae 1.092 1.091 2.183

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah kunjungan ke Puskesmas


Sulili masih sangat banyak, dimana perempuan lebih banyak dari laki-laki
yang berkunjung. Kelurahan Pacongang merupakan kunjungan yang
terbanyak, hal ini dikarenakan dengan jumlah penduduk di kelurahan tersebut
juga sangat banyak dibandingkan dengan kelurahan lainnya.

3. SEPULUH PENYAKIT TERBANYAK DI PUSKESMAS SULILI


TAHUN 2016 (Format 9)

No Nama Penyakit Jumlah

1 ISPA 2.281

2 Gastritis 1.263

3 Hipertensi 842

4 Penyakit Pulpa 780

5 Karies Gigi 542

6 Diare 539

7 Dermatitis 464

8 Gangguan Jariangan Lunak 392

9 Luka Kecelekaan 278

10 Schizoprenia 234

24
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Berdasarkan tabel diatas kasus infeksi, gangguan pencernaan dan
penyakit tidak menular masih yang teratas, sehingga diperlukan pendekatan
yang lebih maksimal pada kelompok-kelompok penyakit tersebut. Program-
program khusus diperlukan untuk menekan tinggoinya kasus-kasus tersebut.

4. KEJADIAN LUAR BIASA (Format 10)


Berdasarkan hasil kinerja tauapun kegiatan yang telah diupayakan oleh
Puskesmas Sulili, sepanjang tahun 2016 tidak terjadi kejadian luar biasa
diwilayahnya. Hal ini tentunya didukung oleh respon yang cepat dalam
menangani kasus-kasus yang dapat menimbulkan kejadian luar biasa. Selain
itu, koordinasi dengan lintas sektor dalam menangani kejadian luar biasa
juga sangat baik.

25
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
5. CAKUPAN PROGRAM PELAYANAN PUSKESMAS SULILI TAHUN 2016 (Format 11)

CAKUPAN
JUMLAH JUMLAH
NO JENIS KEGIATAN SATUAN PENCAPAI SUB VARIABEL
SASARAN TARGET AN VARIABEL

I PROMOSI KESEHATAN 92,54

A. CAKUPAN DESA SIAGA AKTIF Desa 6 6 6 100,00 100,00


B. CAKUPAN PROMOSI KESEHATAN LAINNYA 85,08
1. PHBS 92,65
a. Rumah Tangga (65% ------- 2016) (sasaran = jumlah Rumah 1.281 832 840 100,00
rumah yang disurvei)
b. Institusi Pendidikan Sekolah 56 40 37 92,50
2. Bayi (0-6 bulan) mendapat ASI Eksklusif (80% ------
2016) Bayi 750 600 632 100,00 100,00
3. Mendorong terbentuknya upaya kesehatan
bersumberdaya masyarakat 100,00
a. Posyandu Purnama Posyandu 32 32 32 100,00
b. ................................... ..... ..... ...... ..... .....
4. Penyuluhan Napza (15% ------- 2016) Penyuluhan 629 93 41 44,09 44,09
CAKUPAN
JUMLAH JUMLAH
NO JENIS KEGIATAN SATUAN PENCAPAI SUB VARIABEL
SASARAN TARGET AN VARIABEL

II KESEHATAN LINGKUNGAN 91.72

A. PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN 91.78


 Institusi yang dibina dengan syarat kesling (80% ------- Institusi 80 64 57 89,06
2016)
B. PELAYANAN PENGENDALIAN VEKTOR 96.70
 Rumah/Bangunan bebas jentik nyamuk Aedes (yang Rumah 1.000 970 938 96,70
diperiksa) (>97% ------- 2016)
C. PELAYANAN HYEGINE SANITASI TEMPAT- 95.65
TEMPAT UMUM (TTU)
 Tempat umum memenuhi syarat (80% ------ 2016) Sarana 116 92 88 95,65
D. CAKUPAN PELAYANAN KESLING LAINNYA 85.48
1. Penyehatan air 100.00
a. Inspeksi sanitasi air bersih Sarana 5.389 2.160 2.160 100.00
b. Pembinaan kl masyarakat pemakai air Kelompok 4 4 4 100.00
2. Hygiene dan sanitasi makanan dan minuman 59.52
 Inspeksi / Pembinaan sanitasi tempat pengelolaan Sarana 53 42 25 59.52

makanan
3. Pengamanan tempat pengelolaan pestisida 100.00
 Inspeksi/Pembinaan sanitasi tempat pengelolaan Sarana 3 3 3 100.00
pestisida
4. Penyehatan tempat pembuangan sampah & limbah 82.38
 Inspesksi/Pembinaan tempat pembuangan sampah Sarana 4.371 3.496 2.880 82.38
dan limbah

III KESEHATAN IBU & ANAK TERMASUK KELUARGA 99.90


BERENCANA

A. KESEHATAN IBU
99.61
1. Pelayanan kesehatan bagi bumul sesuai standar untuk Bumil 817 776 764 98,45
kunjungan lengkap (K4) (95% --------- 2016)
2. Ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani Bumil 164 164 164 100.00
(100% -------- 2016)
3. Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan yang Bulin 780 741 744 100.00
memiliki kompetensi kebidanan (95% -------- 2016)
4. Cakupan pelayanan nifas, lengkap sesuai dengan Ibu & Bayi 780 741 744 100.00
standar KN3 (90% -------- 2016)
CAKUPAN
JUMLAH JUMLAH
NO JENIS KEGIATAN SATUAN PENCAPAI SUB VARIABEL
SASARAN TARGET AN VARIABEL

B. KESEHATAN BAYI 100.00


1. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani Neonatus 113 113 113 100.00
(100% ------- 2016)
2. Cakupan kunjungan bayi (95% ------- 2016) Bayi 730 713 715 100.00
C. KESEHATAN BALITA 100.00
 Cakupan pelayanan anak balita (89% ------- 2016) Balita 3.950 3.515 3.518 100.00
D. KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR 100.00
 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD/setingkat Anak 547 547 547 100.00
oleh tenaga kesehatan/Dokter UKS/Dokter kecil
(sasaran = murid kelas 1 SD/MI) (100% ------ 2016)
E. PELAYANAN KELUARGA BERENCANA
100.00
 Cakupan peserta KB aktif (CU) (75% ------- 2016) PUS 5.629 4.221 5.320 100.00
CAKUPAN
JUMLAH JUMLAH
NO JENIS KEGIATAN SATUAN PENCAPAI SUB VARIABEL
SASARAN TARGET AN VARIABEL

IV UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 94.66

1. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI usia 6-24 Bayi & 81 81 81 100.00 100.00
bulan keluarga miskin (100% ------- 2016) Baduta
2. Balita gizi buruk mendapat perawatan (100% ------ 2016) Balita 0 0 0 100.00 100.00
3. Cakupan pemberian kapsul vitamin A dan tablet besi pada 92.84
ibu hamil
a. Pemberian kapsul vitamin A (dosis 200.000 SI) pada Balita 3.950 3.358 3.137 93.42
balita 2 kali/tahun (85% ------- 2016)
b. Pemberian tablet besi (Fe tablet) pada ibu hamil Ibu hamil 817 776 716 92.27
(85% ----- 2016)
4. Pemantauan pertumbuhan balita 97.59
a. Balita naik berat badannya (N/D) (85% ------- 2016) Balita 3.173 2.380 2.380 100.00
(sasaran = balita yang ditimbang)
b. Balita bawah garis merah (Balita BGM / D) (<15%) Balita 3.173 476 23 95.17
CAKUPAN
JUMLAH JUMLAH
NO JENIS KEGIATAN SATUAN PENCAPAI SUB VARIABEL
SASARAN TARGET AN VARIABEL

V UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN 92.31


PENYAKIT MENULAR

A. Penemuan penderita pneumonia pada balita


100.00
 Cakupan balita dengan pneumonia yang ditangani Balita 6 6 6 100.00
(100% ------ 2016)
B. Penemuan pasien baru TB BTA positif 76.56
 Case Detection Rate (CDR) TB BTA positif Org/pdrt 64 64 49 76.56
(100% ------ 2016)
C. Pelayanan Imunisasi 100.00
 Cakupan desa/kelurahan Universal Child Kelurahan 6 6 6 100.00
Immunization (UCI) (100% -------- 2016)
D. Penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan KLB -
 Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang Desa - - - -
dilakukan epidemiologi (>24 jam) (100% ------- 2016)
E. Cakupan pelayanan P2M lainnya 85.00
1. Penderita kusta yang selesai berobat (RFT rate ) Orang 8 8 2 25.00
(>90%)
2. Penderita DBD yang ditangani (100%) Orang 2 2 2 100.00
3. Balita dengan diare yang ditangani (100%) Orang 539 539 539 100.00
4. Kasus PMS dan HIV/AIDS yang diobati / ditangani Orang - - - -
(100%) -
5. Penderita malaria yang diobati (100%) Orang - - -
-

VI UPAYA PENGOBATAN 65.83

1. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin Orang 8.327 8.327 4.696 56.39 56.39
(100% -------- 2016) (kunj. lama + baru)
2. Kunjungan rawat jalan 68.14
a. Rawat jalan umum (15% ------ 2016) (kunj.baru) Orang 39.502 5.952 3.027 51.09
b. Rawat jalan gigi (4%) (kunj. lama + baru) Orang 39.502 1.580 1.346 85,19
3. Pemeriksaan laboratorium
72.95
a. Pemeriksaan hemoglobin pada ibu hamil (∑ bumil) Spesimen 817 817 715 87,52
b. Pemeriksaan sputum TB (Target = 21/1000 kali Spesimen 39.502 644 376 58,39
jumlah penduduk)
CAKUPAN
JUMLAH JUMLAH
NO JENIS KEGIATAN SATUAN PENCAPAI SUB VARIABEL
SASARAN TARGET AN VARIABEL

VII UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN 83.64

A. Puskesmas dengan rawat inap 35.88


1. Cakupan rawat inap (15% ------- 2016) Org/jml pdk 39.502 592 244 41.22
2. BOR Puskesmas tempat tidur (50%) % 100 50 15.27 30.54
3. ..........................................
B. Upaya kesehatan usia lanjut
100.00
1. Cakupan pelayanan kesehatan prausila & usila Usila 3.358 3.358 5.216 100.00
2. ..........................................
C. Upaya kesehatan mata / Pencegahan kebutaan 100.00
1. Penemuan kasus penyakit mata di Puskesmas Orang 103 103 103 100.00
2. Penemuan kasus buta katarak pada usia >45 tahun Orang 45 45 45 100.00
3. ...........................................
D. Upaya kesehatan telinga / Pencegahan gangguan 100.00
pendengaran
1. Penemuan kasus dan rujukan spesialis di Puskesmas Orang 205 205 205 100.00
melalui pemeriksaan fungsi pendengaran
2. ..........................................
E. Kesehatan jiwa
36.80
1. Pelayanan gangguan jiwa di Puskesmas (15%) Orang 39.502 587 216 36.80
2. .........................................
F. Kesehatan olahraga
100.00
1. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kader Orang 49 49 63 100.00
2. Pembinaan kelompok potensial/klub, dalam kes.OR Kelompok 14 14 26 100.00
3. Pemeriksaan kesegaran jasmani pada anak sekolah Orang 8.534 100 107 100.00
4. Pemeriksaan kesegaran jasmani pada atlet Orang - - - -
G. Pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi
96.43
1. Pembinaan kesehatan gigi di Posyandu Posyandu 32 32 24 75.00
2. Pembinaan kesehatan gigi pada TK TK 18 18 18 100.00
3. Pembinaan dan bimbingan sikat gigi massal pada anak SD/MI 25 25 25 100.00
SD/MI
4. Perawatan kesehatan gigi pada SD/MI UKS tahap III SD/MI 25 25 25 100.00
5. Murid SD/MI mendapat perawatan kesehatan gigi Orang 547 336 336 100.00
UKGS tahap III
6. Gigi tetap yang dicabut Gigi 320 320 320 100.00
7. Gigi tetap yang ditambal permanen Gigi 27 27 27 100.00
H. Perawatan kesehatan masyarakat
100.00
1. Kegiatan asuhan keperawatan pada keluarga Keluarga 4.618 50 50 100.00
2. Kegiatan asuhan keperawatan pada kelompok Kelompok - - - -
masyarakat
I. Bina kesehatan tradisional
1. Pembinaan TOGA dan pemanfaatannya pada sasaran Keluarga - - - -
masyarakat
2. Pembinaan pengobat tradisional yang menggunakan Orang - - - -
tanaman obat
3. Pembinaan pengobat tradisional yang menggunakan Orang - - - -
keterampilan
4. Pembinaan pengobat tradisional lainnya Orang - - - -
J. Bina kesehatan kerja
1. Pelayanan kesehatan kerja formal
 Cakupan pelayanan kesehatan kerja pada pekerja Orang - - - -
formal (80% ------- 2015)
2. Pelayanan kesehatan kerja non formal
a. POS UKK berfungsi dengan baik Pos - - - -
b. POS UKK menuju SIMASKER Kali - - - -
c. Pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan pada Orang - - - -
pekerja di POS UKK
6. Hasil Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) Puskesmas Sulili Tahun 2016
(Format 12)

Nilai Unsur Nilai Indeks


No Unsur Pelayanan
Pelayanan (3)*0,071

1 Kemudahan prosedur pelayanan 3,11 0,22

2 Persyaratan pelayanan 3,11 0,22

3 Kejelasan dan kepastian petugas yang melayani 3,19 0,23

4 Kedisiplinan petugas 3,13 0,22

5 Tanggung jawab petugas 3,10 0,22

6 Kemampuan petugas dalam melayani 3,12 0,22

7 Kecepatan pelayanan 3,02 0,21

8 Keadilan dalam mendapatkan pelayanan 3,12 0,22

9 Kesopanan dan keramahan petugas pelayanan 3,30 0,23

10 Kewajaran biaya 3,15 0,22

11 Kesesuaian biaya dengan yang ditetapkan 3,21 0,23

12 Ketepatan pelaksanaan terhadap jadwal 3,15 0,22

13 Kenyamanan lingkungan di unit pelayanan 3,12 0,22

14 Keamanan pelayanan di unit pelayanan 3,15 0,22

Total Nilai 3,42

Nilai Survey Kepuasan Masyarakat setelah di Konversi 78,06

Mutu Pelayanan B

Kinerja Unit Pelayanan BAIK

Unsur Pelayanan Tertinggi U9

Unsur Pelayanan terendah U7

Berdasarkan tabel survey kepuasan masyarakat (SKM) diatas menunjukkan


bahwa masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih cepat dari sebelumnya, selain
itu unsure-unsur yang lain juga perlu ditingkatkan sehingga dapat menjamin kualitas
dan mutu pelayanan di Puskesmas Sulili.

36
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017
Hasil Survey Mawas Diri (SMD) Puskesmas Sulili Tahun 2016

NO JENIS PENILAIAN CAPAIAN KET

1 Persalinan Nakes 100,00 % (tertinggi)


2 Pemberian ASI Eksklusif 82,62%
3 Penimbangan Bayi-Balita 79,94%
4 Cuci Tangan Pakai Sabun 82,88%
5 Rumah Bebas Jentik 65,90%
6 Pemanfaatan Jamban Keluarga 86,76%
7 Sarana air Bersih 88,10%
8 Konsumsi Buah dan sayur 91,66%
9 Merokok diluar Rumah 61,54% (terendah)
10 Beraktifitas Fisik 76,40%

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa dari hasil survey mawas diri
yang telah dilakukan oleh Puskesmas Sulili terhadap enam kelurahan yang ada
diwilayahnya ditemukan masyarakat yang kebiasaannya merokok dalam rumah, hal
ini diperlukan pendekatan khusus seperti penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu upaya-upaya lain yang perlu dikembangkan terhadap hasil tersebut
tentunya terus dipertahankan atau lebih ditingkatkan sehingga juga akan memberikan
hasil terhadap mutu pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

37
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Sulili Tahun 2017