Anda di halaman 1dari 26

TUGAS MAKALAH

PERENCANAAN PROSES MANUFAKTUR

“ Overhead Crane (Kekuatan Sling)”

Oleh

IDHAM CHOLID

2017710150141

Program Studi Mesin Manufaktur

Jurusan Teknik Mesin

Fakultas Teknologi Industri

Universitas Jayabaya
A. Pengertian Overhead Crane
Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah
dengan rangka untuk mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat
digantungkan secara bebas atau dikaitkan pada crane itu sendiri. Overhead travelling
crane selain berfungsi sebagai alat pengangkat, juga berfungsi sebagai alat pemindah
barang walaupun barang yang dipindahkan terbatas hanya pada lingkungan yang tidak
terlalu luas (dalam ruangan). Tetapi overhead travelling crane sangat efektif
bekerjanya karena gerakannya dapat maju-mundur dan ke kiri-ke kanan.
Banyak girder yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dari crane
tersebut. Overhead travelling crane dapat dibuat single girder maupun double girder.
Girder dengan konstruksi rangka batang saat ini jarang digunakan dalam pemakaian
overhead travellingcrane, yang paling banyak digunakan adalah girder dengan bentuk
beam atau kotak, yang dinilai lebih praktis baik dari segi konstruksi
maupunbentuknya. Secara teknologi perancangan dan pembuatan overhead travelling
crane ini tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi seperti halnya dalam
pembuatan kendaraan (otomotif).Pada alat pengangkat yang perlu diperhatikan adalah
faktor keamanan dankeselamatan kerja dari alatnya sendiri maupun terhadap operator
yang menggunakan.Dalam merencanakan konstruksi girder overhead travelling crane
ini tergantung dari sarat yang harus dipenuhi untuk kebutuhannya. Hal tersebut
dimaksudkan untuk memperoleh kondisi yang efisien dan peralatan yang efektif.

Gambar 1.1 Overhead Crane


B. Nama dan fungsi komponen-komponen pada Overhead Crane
Gambar 1.2 Komponen-komponen Overhead Crane

Berikut adalah komponen-komponen yang biasa terdapat pada Overhead Crane:

1. Lintasan ( runway rail)


Berfunsi sebagai jalan bagi crane untuk gerakan maju dan mundur.
2. Drum
Drum penggulung tali baja untuk penggerak daya, dilengkapi dengan alur agar tali
baja dapat digulung dengan teratur sehingga keausan baja dapat dikurangi
3. Jembatan palang
Jembatan palang berfungsi sebagai lintasan bagi crane untuk bisa bergerak ke kiri dan
kanan.
4. Motor penggerak roda
Motor penggerak roda berfungsi untuk mengerakan roda yang ada pada lintasan.
Sehingga memungkinkan crane untuk bergerak maju dan mundur.
5. Roda penggerak
Roda pengerak berfungsi sebagai roda dari palang crane tersebut.
6. Motor pengerak naik/turun (hoist)
Berfungsi untuk menaikan dan menurunkan benda yang di kaitkan pada pengait.
7. Tali baja
Digunakan secara luas pada mesin-mesin pengangkut sebagai perabot pengangkat.
8. Puli
Puli dibuat dengan desain tetap dan bebas. Puli digunakan sebagai penuntun karena
berfungsi sebagai pengubah arah peralatan. Pada puli bebas terdapat gander yang
bergerak dan dibebani dengan muatan. Gabungan beberapa puli bebas dan puli tetap
merpakan suatu sistem puli yang digunakan untuk mengubah gaya yang terdapat pada
sistem crane
9. Pengait
Di dalam peralatan pengangkat, untuk mengangkat beban digunakan rantai tali baja
yang dihubungkan dengan kait. Jenis kait tunggal dan kait tanduk merupakan kait
yang paling banyak digunakan pada sistem crane.

C. Prinsip Kerja Overhead Crane

Prinsif kerja pesawat angkat ini adalah untuk mengangkat menurunkan dan
memindahkan alat atau pun benda berat yang ada di workshop ketika diadakan perbaikan
maupun perawatan terhadap alat berat. Dalam pengoperasiannya, benda yang akan diangkat
harus bebas dari segala rintangan agar dapat dengan mudah diletakan sesuai dengan
posisinya.

Dalam pengoperasian pesawat angkat ini ada 2 macam yaitu:


1. Secara Manual : yang dilakukan oleh manusia
2. Secara Otomatis: yang dilengkapi dengan motor penggerak (motor baker bensin
uap motorlistrik dan lain sebagainya).

Pesawat angkat kebanyakan memindahkan beban atau muatan bersifat jarak pendek.
Dalam prakteknya biasa dicapai, dibatasi antara 10 meter sampai dengan 100 meter.

Pergerakan crane pada overhead crane ada tiga jenis antara lain;

1.Gerakan Hoist (Naik/Turun).Gerakan ini adalah gerakan naik/turun beban yang


telah dipasang pada kait diangkat atau diturunkan dengan menggunakan drum, dalam hal ini
putaran drum disesuaikan dengan drum yang sudah direncanakan. Drum digerakkan oleh
motor listrik dan gerakan drum, dihentikan dengan rem sehingga beban tidak akan naik atau
turun setelah posisi yang ditentukan sesuai dengan yang direncanakan.
Gambar 1.3 Mekanisme Gerakan Hoist

2. Gerakan Transversal.

Gerakan ini adalah berpindah arah melintang. Untuk gerakan tersebut diperlukan
motor troli, dimana motor troli ini akan bergerak pada gelagar utama. Jarak pemindahan
bahan dapat diatur sesuai yang diinginkan. Rem pengontrol dipasang pada poros motor dan
bekerja menurut prinsip electromagnet.

Gambar 1.4 Mekanisme Gerakan Transversal

3.Gerakan Longitudinal.

Gerakan ini adalah gerakan memanjang (longitudinal) disepanjang rel yang terdapat
dilokasi dimana portal crane berada. Gerakan ini diperoleh dengan pemakaian motor ke roda
jalan.

Gambar 1.5 Mekanisme Gerakan Travelling

2.4.Jenis-jenis Utama Crane


Dari perlengkapan pengangkat, kelompok crane-lah yang paling sering dijumpai.
Jenis-jenis crane dapat dikelompokkan lagi seperti berikut ini

a) Crane putar yang diam ditempat


Umumnya merupakan crane tetap dengan tiang yang berputar pada sumbu
vertical.

Gambar 1.6 Crane Putar


b) Crane yang bergerak pada rel
Umumnya terdiri dari crane kantilever dan monorel (baik yang dapat berputar
maupun tidak) yang bergerak lurus pada suatu jalur khusus.

Gambar 1.7 Crane yang bergerak pada rel


c) Crane tanpa lintasan
Crane ini terutama terdiri atas crane tiang yang dipasang pada truk, mobil atau
traktor agar dapat bergerak pada jalan berkapur, berbatu, dan beraspal.
Gambar 1.8 Mobile Crane
d) Crane yang ditempatkan diatas lokomotif atau kendaraan beroda belakang
Crane jenis ini termasuk pula crane yang lebih kuat yang bergerak pada jalur
rel, jalan tanah dan di dalam daerah gudang.

Gambar 1.8 Crane Lokomotif Uap


e) Crane jenis jembatan
Umunya terdiri atas crane yang berjalan pada gelagar-gelagar dan yang
bergerak pada jalur rel yang dibentang pada dinding bangunan atau di
permukaan tanah. Untuk rel yang dibentang di permukaan tanah, jembatannya
dilengkapi dengan kaki pendukung yang tinggi, yang dipasang 12 pada kedua
sisi jembatan (gantri dan jembatan pemindahbuatan) atau hanya pada satu sisi
jembatan.

Gambar 1.9 Crane Jenis Jembatan


D. Tali Baja Kawat / Sling

Berbicara mengenai crane tentu tidak bisa dipisahkan dengan tali kawat baja.
Beberapa kejadian fatal telah terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai tali kawat
baja yang digunakan.

Secara historis tali kawat berevolusi dari rantai baja yang memiliki catatan kegagalan
mekanis. sedangkan kekurangan dalam link rantai atau batang baja padat dapat
mengakibatkan kegagalan bencana, kelemahan dalam pembuatan kabel sebuah kabel baja
kurang penting sebagai kabel yang lain mudah mengambil beban. gesekan antara kabel
individu dan helai, sebagai konsekuensi dari twist mereka, lanjut mengkompensasi untuk
setiap kekurangan. metode ini meminimalkan pengaruh kelemahan juga dapat dilihat dalam
baja damaskus, mempekerjakan beberapa lipat atau laminasi.

Tali kawat/kabel baja merupakan satu bagian yang sangat krusial pada sebuah crane,
karena tak satupun crane yang tiodak menggguanakan talli kawat baja. untuk itu perlu
diperhatikan beberapa hal dalam pemilihan tali kawat baja.

Bahan.

Kawat Baja Yang Dipergunakan Untuk Sebuah Crane Terdiri Atas Beberapa Bagian

Berikut adalah proses pembuatan tali baja secara garis besar:

1) Pertama tama kawat batangan dicuci dengan bahan kimia untuk dibersihkan dari karat dan
kotoran.

2) Setelah itu kawat yang sudah dibersihkan dimasukkan ke mesin drawing dimana kawat
batangan ditarik melewati cetakan (dies) sehingga ukurannya mengecil sesuai ukuran yang
dibutuhkan. Setelah proses ini kawat batangan (wire rod) berubah bentuk menjadi kawat
(wire).
3) Selama proses DRAWING diatas, kawat mengalami banyak tekanan. Pada proses ini
wire dipanaskan untuk menghilangkan tekanan yang dialami. Proses ini disebut Patenting
4) Untuk wire rope yang diameter kecil wire harus melewati proses drawing kedua
untuk mendapatkan ukuran diameter wire yang diinginkan.
5) Proses berikutnya galvanizing, khusus untuk wire rope galvanis. Setelah
DRAWING kedua untuk membuat wire rope Galvanis, wire dicelup dalam cairan zinc.
6) Proses berikutnya adalah STRANDING dimana kumpulan wire dipilin menjadi satu strand
7) Proses yang terakhir adalah closing dimana beberapa strand dipilin mengelilingi
core untuk menjadi hasil akhir yaitu: wire rope atau kawat seling.
Tali baja atau sering disebut sebagai tali kawat baja banyak dipakai oleh berbagai
industri untuk berbagai aplikasi seperti lifting, lashing, towing, crane dan lainnya.

Tali Baja (Steel Wire Rope)

Tali baja digunakan secara luas pada mesin-mesin pengangkut sebagai perabot
pengangkat dibandingkan dengan rantai, tali baja mempunyai keunggulan sebagai berikut:

Terbuat dari bahan baja berkualitas tinggi


Tahan terhadap kelelahan
Tahan terhadap gesekan
Tahan terhadap karat
Tahan terhadap tekukan
Tahan terhadap keausan
Mempunyai sifat anti putar (non rotating)
Mempunyai fleksibilitas tinggi
Pada tali baja kawat pada bagian luar akan mengalami keausan yang lebih parah dan
putus lebih dahulu dibandingkan dengan bagian dalamnya. Sehingga bagian luar tali
kawatnya mulai terputus jauh sebelum putus dan menandakan tali baja tersebut perlu
diganti, sedangkan kerusakan pada rantai akan terjadi tiba-tiba. Tali baja lebih murah
harganya di bandingkan dengan rantai, tetapi memerlukan diameter drum yang lebih besar
sehingga mekanisme pengangkat lebih besar dan berat.
Tali kawat yang terbentuk dari untaian dikenal sebagai tali berpintal dua, dan sering
kali digunakan untuk mesin pengangkat. Lapisan dalam tali mengelompokkan menjadi :

1. Tali pintal silang atau tali biasa


2. Tali pintal paralel atau jenis langsung
3. Tali komposit atau pintal balik Tali biasa mempunyai penerapan yang paling luas. Tali ini
dikontruksi sedemikian rupa sehingga arah anyaman kawat dalam untaian berlawanan
dengan arah anyaman untaian pada tali. Pada tali paralel arah anyaman kawat dalam untaian
sama dengan arah anyaman untaian pada tali. Tali ini mampu menahan gesekan lebih baik
dan lebih fleksibel tetapi cenderung untuk terpuntir.
Tali pararel di pakai pada lift dan pengangkat lainnya yang mempunyai jalur
pandu dan sebagai tali penghela. Pada tali komposit kedua untaian yang berdekatan
dianyam dengan arah yang berlawanan/terbalik.

2.6.2. Tali untuk Kran dan Pengangkat

Pada umumnya setiap tali hanya dapat mengalami lengkungan tertentu sepanjang
umur pakai, sejumlah lengkungan tertentu yang telah melewati batas ini akan rusak dengan
cepat. Umur tali dapat di tentukan dengan memakai perbandingan:

(Dmin adalah diameter minimum puli atau drum dan d adalah diameter tali) dan
(δ adalah diameter kawat pada tali).

Lengkungan berbalik yakni menuju arah berlawanan dengan lengkungan yang


sebenarnya mengurangi umur tali sebanyak setengahnya. Jumlah lengkungan yang di
tentukan oleh jumlah titik (puli atau drum) tempat tali lewat, lengkungan dalam satu arah
pada titik tersebut

Gambar 2.6.2 : Menentukan Jumlah Lengkungan Tali dengan Satu Puli Bergerak dan
Puli Majemuk

Untuk memperoleh umur tali yang seragam pengaruh jumlah lengkungan harus
dikompensasikan dengan satu perubahan pada perbandingan

dengan menyatakan diameter tali dengan rumus :

d = 1,5 δ i …………………...............................………(Lit. 5, Hal. 38)

Diperoleh :
Dengan : δ = diameter satu kawat i = jumlah kawat dalam tali Universitas Sumatera Utara
Tegangan pada tali yang dibebani pada bagian yang melengkung karena tarikan dan
lenturan adalah :

Dengan :

σ b = kekuatan putus bahan kawat tali (kg/cm2


) k = faktor keamanan tali
S = tarikan pada tali (kg)

F = penampang berguna tali (cm2 )

E = 8 3 E modulus elastisitas yang di koreksi ; dimana, E = 8 3 2.100.000 ~ 800.000 kg/cm2 .

Pada tali yang sering dipakai pada mesin pengangkat (kecuali tali pintalan
kompon), misalnya tali dengan 114, 222, dan 342
1.KONSTRUKSI

Wire Rope adalah tali baja yang terbuat dari beberapa WIRE yang dipilin
membentuk STRAND, lalu beberapa STRAND tersebut dipilin mengelilingi CORE
untuk membentuk wire rope.

Konstruksi menyatakan banyaknya wire dan strand dalam suatu wire rope.

Format konstruksi wire rope : Banyaknya Strand x Banyaknya Wire.

Contoh: Wire Rope 6 x 37 terdiri dari 6 strand yang mengelilingi 1 core dimana
masing masing strand terdiri dari 37 wire.
Semakin banyak jumlah wire didalam strand membuat ukuran individual wire
lebih kecil sehingga wire rope lebih flexible, sebaliknya semakin sedikit jumlah wire di
dalam strand membuat ukuran wire menjadi lebih besar sehingga wire rope menjadi lebih
kaku. Wire Rope yang flexible mempunyai daya tahan terhadap tekukan yang baik
sehingga cocok digunakan pada crane. Wire rope dengan ukuran individual wire yang
besar mempunyai ketahanan terhadap gesekan yang baik sehingga sesuai digunakan
untuk menari.

2.CORE/HATI

Core wire rope umumnya terdiri dari 3 bahan:

Fiber Core (FC) – tali plastic.

Hemp Core (HC) – tali manila.

Wire Core (IWRC) – kawat baja.

Keuntungan FIBER (FC) atau HENEP CORE (HC) adalah wire rope lebih flexible dan
lebih tahan karat. Keuntungan WIRE CORE (IWRC) adalah breaking load yang lebih
tinggi. Pemeliharaan

Untuk menjaga ketahanan tali kawat baja perlu diperhatikan cara pemakaian dan
penyimpanannya sebagai berikut:

Jangan diseret
Jangan diikat atau disimpul
Dibersihkan dengan dry cleaner atau penetrating oil
Bebas dari air hujan dan sinar matahari langsung (saat penyimpanan)
Dilumasi dengan wire rope grease (gardium compound)
Faktor Keamanan (Safety Factor)

Bila kita ingin mengetahui SWL (Safe Working Load) atau dalam Bahasa Indonesia
disebut BKA (Beban Kerja Aman) sebuah tali kawat baja kita harus mengingat factor
keamanan yang sesuai pengunaannya

SWL = Kekuatan Putus Tali (Breaking Strength)

Faktor keamanan (Safety Factor)

Faktor keamanan menurut standar API adalah

- Tali diam = 3 (tali pendant)

- Tali berjalan = 3,5 (tali hoist)

- Tali sling = 5 (tali angkat beban)

- Tali personel = 10 (man cage/ man basket)

Fungsi Safety Factor

- Untuk mengakomodasikan kekuatan putus tali (breaking strength)


- Karena penggunaan yang kurang tepat
- Karena perkiraan berdat barang yang tidak tepat
- Banyak lagi factor lain
Daftar Kekuatan Putus Tali

Safe Working Load

Umumnya seorang operator crane jarang atau hampir tidak pernah membawa table /
daftar kekuatan tali baja. Tapi demi kemudahan pekerjaan di lapangan, perhitungan Safe
Working Load / Beban Kerja Aman bisa diperoleh dengan cara menghitungnya dengan
rumus

SWL(Ton) = Diameter(Inch) X Diameter(Inch) X 8 Untuk keterangan lebih lanjut tunggu


tulisan tentang “sling” dan “cara pengikatan” 3.UKURAN

Ukuran diameter wire rope dinyatakan dalam mm atau inch dan dapat diukur
menggunakan sigmat. Ilustrasi berikut menunjukkan cara mengukur wire rope yang salah
dan benar:
Faktor yang mempengaruhi ukuran wire rope adalah besarnya sheave yang dilalui wire rope
dan beban yang akan digerakkan oleh wire rope.

4. ASAL

Saat ini wire rope yang kita stock berasal dari 2 negara: RRT dan Korea. Wire rope
Korea menawarkan kualitas yang lebih tinggi dan kualitas yang konsisten.

5. PUTARAN

Putaran menunjukkan arah strand wire rope diputar mengelilingi Core.

Wire rope strand yang diputar searah jarum jam disebut Putaran Kanan atau Right Hand
Regular Lay disingkat (RHRL). Sebaliknya strand yang diputar berlawanan arah jarum jam
disebut Putaran Kiri atau Left Hand Regular Lay (LHRL).

Untuk membedakan, wire rope PUTARAN KANAN jika dilihat secara vertikal, sudut pada
strand akan membentuk huruf “Z”, sedangkan wire rope PUTARAN KIRI, jika dilihat
secara vertikal akan membentuk huruf “S”.

6. FINISHING

2 type finishing wire rope:

- BRIGHT/UNGALVANIS
- GALVANIS
Wire rope galvanis permukaan luarnya berwarna putih karena dilapisi zinc.
Keuntungannya lebih tahan karat daripada wire rope ungalvanis. Kerugiannya: harganya
lebih mahal. Wire rope ungalvanis keuntungannya lebih murah namun kurang tahan karat
dibandingkan wire rope galvanis.
7. QUANTITY

Panjang Wire Rope yang akan digunakan, biasa dinyatakan dalam meter.

8. GRADE

Wire rope diproduksi berdasarkan beberapa grade. Setiap grade memberikan


kombinasi tensile strength, kekerasan, ketahanan terhadap gesekan dan tekukan yang
berbeda.

Standard industri yang banyak dipakai untuk menentukan grade adalah A.P.I
(American Petroleum Institute) dan JIS (Japan Industrial Standard).
9. LUBRIKASI

Lubrikasi pada wire rope berfungsi mencegah karat dan mengurangi gesekan antar strand
dan wire didalam wire rope sehingga memperpanjang usia.

Empat jenis lubrikasi yang umum:

Dry: tanpa gemuk hanya dilapisi minyak ringan dibagian dalam core dan strand.

A: Gemuk ringan, warna coklat kekuningan biasa diaplikasikan pada wire rope galvanis.
B: Gemuk hitam.
C: Gemuk hitam pekat, memberi proteksi yang baik terhadap karat. Ideal digunakan di laut,
konstruksi, dan logging.

http://www.asmarines.com/pemesanan-wire-rope

TIPS MEMILIH WIRE ROPE BERKUALITAS

Harga wire rope sangat bervariasi, mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal.

Supaya anda tidak salah pilih, pastikan:

1. Jika anda membeli wire rope berkualitas dari Korea, Jepang, atau Eropa pastikan wire
rope anda datang dengan ID tape untuk memastikan wire rope yang anda terima
benar benar asli.
2. Jika anda membeli wire rope RRT pastikan:

Panjang wire rope yang anda terima tidak kurang. Cara mudah mengecek
panjang wire rope adalah dengan cara menimbang wire rope yang anda
terima.
Diameter wire rope full, tidak kurang / banci.

Putaran wire rope tidak renggang. Wire rope yang renggang saat dipotong
ujungnya mudah buyar dan saat dipakai cepat rusak.
E. Jenis- jenis Sling

Sling adalah alat bantu angkat khususnya barang yang besar dan berat diberbagai
industri. Karakteristik dari sling ini adalah salah satu dan atau kedua ujungnya diterminasi atau
dibuat mata sebagai sarana untuk mengaitkan aksesoris untuk membantu aplikasi pengangkatan
seperti Hook, Masterlink, dll. Ternyata sling itu ada berbagai macam jenis, tergantung fungsi,
kondisi lapangan dan aplikasinya.

Jenis sling yang digunakan diberbagai industry khususnya industry berat macam-macamnya
adalah :

1. Wire Rope Sling


2. Chain Sling
3. Webbing Sling
4. Round Sling

Keempat jenis sling tersebut digunakan sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan customer
pada saat aplikasinya nanti dan fungsinya sendiri. Langsung saya akan saya bahas yang pertama
yaitu wire rope sling.

1. WIRE ROPE SLING

Wire rope adalah Tali baja yang terbuat dari beberapa WIRE yang dipilin membentuk
STRAND, lalu beberapa strand tersebut dipilin mengelilingi CORE untuk membentuk sebuah
wire rope.

Wire Rope Sling adalah Wire rope yang salah satu atau kedua ujungnya sudah
diterminasi atau dibuat mata. Wire rope sling ini banyak digunakan di lapangan untuk aplikasi
mengangkat barang ( Lifting ), menarik ( Towing ), menambat kapal ( Mooring ), mengikat (
Lashing(choker) ) dan masih banyak lagi.

Pembuatan wire rope sling sifatnya customized, yang berarti wire rope sling ini dapat
difabrikasi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan user di lapangan. Karena sifatnya yang
dibuat sesuai dengan pesanan user, maka diperlukan data-data untuk membuat wire rope sling
tersebut. Data-data yang diperlukan untuk membuat wire rope sling adalah sebagai berikut :

 Spesifikasi Wire Rope itu sendiri ( Konstruksi, Core, Asal, Ukuran, Putaran, Finishing )
 Jenis Terminasi apa yang ingin digunakan.
 Berapa Jumlah terminasi yang akan dibuat pada wire rope sling nantinya, hanya di satu
ujungnya atau dikedua ujungnya.
 Untuk terminasi mata : ( Berapa diameter besar matanya, Menggunakan thimble atau
tidak, Menggunakan aksesoris tambahan atau tidak seperti Hook, Masterlink, Ring ).
 Berapa panjang jadi yang diminta user.
 Untuk Multi Legged Sling, berapa jumlah kaki yang dibutuhkan.
 Berapa set sling yang dibutuhkan.

Berikut ini adalah macam-macam jenis terminasi dari Wire Rope Sling :
2. CHAIN SLING

Chain sling dalam bahasa indonesia disebut juga rantai sling. Dalam artiannya menurut
wikipedia rantai adalah serangkaian link yang terhubung biasanya terbuat dari logam. Sebuah
rantai bisa terdiri dari 2 atau bahkan lebih dari 2 link yang berangkaian.

Kegunaan dari rantai yaitu :

 Rantai dirancang untuk mengangkat, menarik, mengikat (Choker) dan mengamankan


sesuatu.
 Rantai dirancang untuk membantu menggerakkan mesin (biasa digunakan pada roller
mesin).

Sedangkan Chain Sling adalah rantai yang ujungnya diberikan aksesoris sebagai alat bantu
angkat ( Masterlink, Hammerlock dan Hook ).

Kegunaan dari Chain sling yaitu untuk aplikasi mengangkat dan menarik.

Untuk membuat Chain Sling dibutuhkan data-data yang berkaitan agar chain sling yang
dipesan customer nantinya tidak salah ukurannya dan aksesoris yang digunakannya atau faktor
lain. Data-data yang dibutuhkan sebelum membuat chain sling adalah sebagai berikut :

 Ukuran diamater rantai atau kapasitas chain sling.


 Banyaknya jumlah kaki sling pada chain sling nantinya.
 Panjang jadi chain sling.
 Aksesoris atau fitting lain yang dibutuhkan atau ditambahkan pada chain sling ( Hook,
Ring, Masterlink, Shackle, dll)

Untuk mengetahui panjang jadi sesuai dengan point 3 ada baiknya saya contohkan juga dengan
gambar. Berikut adalah cara menghitung panjang jadi Chain sling :
Sedangkan macam-macam dari chain sling bentuknya adalah sebagai berikut :
3. WEBBING SLING

Jenis alat angkat yang ketiga adalah webbing sling. Webbing sling atau yang sering
disebut juga dengan sling belt adalah alat pengganti wire rope sling atau chain sling dalam
aplikasi angkat (Lifting) dan mengikat (Choker).

Kenapa dianggap sebagai pengganti? tentunya webbing sling mempunyai kelebihan, karena
dapat menggantikan wire rope sling dan chain sling. Kelebihan atau keuntungan dari webbing
sling adalah :

 Lebih ringan sehingga mudah dan aman digunakan.


 Lebih flexible.
 Tidak berkarat.
 Tidak merusak atau membuat kotor barang yang diangkat.
 Mudah dilakukan inspeksi.

Untuk gambar dari webbing sling dan spesifikasinya adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui informasi harga webbing sling silahkan kunjungi www.asmarines.com/Harga-
Webbing-Sling-Web-Sling

4. ROUND SLING

Jenis Sling yang terakhir adalah round Sling. Round Sling adalah Synthetic Sling yang
dibungkus lagi dengan pembungkus dari Synthetic dan dibentuk melingkar.

Keuntungan dari Round Sling ini adalah sebagai berikut :

 Lebih tahan lama.


 Jika mengangkat dengan posisi Choker, posisi angkat lebih sempurna. Gambar webbing
sling diatas terdapat contoh mengangkat secara choker.
 Untuk kapasitas angkat yang besar, Round Sling lebih tipis dan ringan dibandingkan
dengan dengan Synthetic Sling yang lain.