Anda di halaman 1dari 3

Pengaruh Lingkungan Kerja dan Stres Kerja terhadap efektivitas kinerja karyawan

PT. Bina Mitra Jaya

A.Latar Belakang

Di era globalisasi saat ini perkembangan badan usaha berkembang pesat, baik di
bidang manufakturing maupun jasa. Dengan pesatnya perkembangan semua lini usaha ini,
setiap perusahaan berusaha melakukan perubahan – perubahan internal maupun eksternal
demi kemajuan perusahaan dan mendapatkan profit yang di harapkan perusahaan tersebut.
Organisasi harus dapat segera menyesuaikan dengan keadaan dan perubahan yang terjadi
dan bahkan mengantisipasi perubahan tersebut.

Sesuai dengan kondisi tersebut, perubahan – perubahan yang terjadi secara internal
maupun eksternal dan secara langsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap
kinerja karyawan bahkan berpengaruh terhadap kondisi perusahaan. Lingkungan kerja yang
kurang kondusif dapat mempengaruhi efektivitas kinerja karyawan. Stres kerja bisa timbul
akibat dari perubahan – perubahan yang perusahaan terapkan dan berdampak pada
efektivitas kinerja karyawan, apabila manajemen membiarkan keadaan ini akan berdampak
buruk bagi perusahaan.

Salah satu faktor kekuatan dari suatu perusahaan terletak pada sumber daya
manusia. Kinerja karyawan menjadi tolak ukur dalam penentuan keberhasilan perusahaan.
Realitanya, tidak semua karyawan memilik kemampuan yang berkualitas atau sama. Hal
ini menyatakan bahwa karyawan yang ada harus di kelola dengan baik, karena karyawan
adalah aset perusahan dan penggerak perusahan dalam organisasi. Kinerja karyawan adalah
suatu tindakan yang di lakukan karyawan dalam melaksanakan tugas yang di berikan
perusahaan ( Handoko Septianto, 2015:15).

Lingkungan kerja merupakan hal yang banyak mempengaruhi kinerja karyawan.


Stres kerja bisa diakibatkan oleh lingkungan kerja yang kurang kondusif, tetapi sebalikanya
ketika lingkungan sangat kondusif akan menunjang efektivitas kinerja karyawan. Oleh
karena itu perusahaan harus menjaga suasana kerja yang nyaman dan positif bagi
karyawan. Ketika stres kerja tidak langsung di tangani akan mengakibatkan kinerja
karyawan menurun yang dapat merugikan perusahaan.

Robbins, Stephen P.(2003:37) menyatakan bahwa stress tidak selalu buruk dan
negatif, orang yang ingin berkinerja unggul merasa tidak puas terhadap hasil yang di capai
dan selalu ingin meningkatkan hasil yang lebih baik untuk mendapat promosi akan
berhadapan dengan tantangan yang beresiko stres. Hal yang sama dikemukakan oleh
Cooper, C. Dan Straw, A. (2002:58) sebagai berikut: “Pekerjaan merupakan sumner
tantangan dan kepuasan, walaupun pekerjaan dipenuhi sejumlah tantangan apabila anda
telah menyelesaikan pekerjaan hari ini, maka anda akan menjadi lebih jernih dalam
mengenali berbagai stres.
Seperti yang terjadi pada karyawan PT. Bina Mitra Jaya, lingkungan kerja yang
kondusif berdampak positif terhadap efektivitas kinerja karyawan. Kinerja karyawan yang
tinggi sangat di harapkan perusahaan demi kemajuan perusahaan. Sedangkan stress kerja
berdampak buruk terhadap efektivitas kinerja karyawan, dan menurunya kinerja karyawan.
Kinerja karyawan PT. Bina Mitra Jaya dapat di ukur melalui penyelesainnya tugasnya
secara efektif dan efiesien.

Berdasarkan pada varian diatas, maka penulis memilih judul “Pengaruh Lingkungan
Kerja dan Stres Kerja Terhadapa Efektivitas Kinerja Karyawan”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan, maka yang menjadi topik masalah
adalah:

1. Apakah lingkungan kerja (X1) berpengaruh terhadap efektivitas kinerja karyawan


(Y) PT. Bina Mitra Jaya ?
2. Apakah stres kerja (X2) berpengaruh terhadap efektivitas kinerja karyawan (Y) PT.
Bina Mitra Jaya?

C. Tujuan Penelitan

1. Ingin mengetahui apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap efektivitas kinerja


karyawan PT. Bina Mitra Jaya
2. Ingin mengetahui apakah stres kerja berpengaruh terhadap efektivitas kinerja
karyawan PT.Bina Mitra Jaya

D. Metode yang digunakan

Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitiatif. Penelitian


kualitiatif adalah peneltian yang menggunakan data dan tidak menggunakan alat – alat
ukur. Penelitian ini juga disebut penelitian naturalistik. Natural artinya alamiah, wajar,
sebagaimana adanya, tanpa manipulasi, diatur dengan eksperimen atau tes
(Nasution,2013:18).

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah:

1. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan
langsung pada obyek penelitian disertai dengan pencatatan secara sistematis
terhadap obyek yang di teliti bauk dalam situasi di laboratorium atau di lapangan.
2. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan cara
mengadakan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung bertatap
muka dengan sumber data (responden).

3. Sensus (survei)
Survei yang mencakup seluruh populasi yang akan di teliti, disebut sensus,
sedangkan survei yang hanya meneliti sebagian saja dari populasi adalah survei
sampel. Tujuan survei adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dan bukan
informasi tentang individu.