Anda di halaman 1dari 9

Review Jurnal

Nama : Julian Widyantoro


No.Mhs : 201702073
Program : S1 Keperawatan
Jurnal 1
1. Identitas Jurnal :
 Judul : Pengaruh status kesehatan ibu terhadap derajat preeklampsia/eklampsia di kabupaten
gresik
 Pengarang : Lilis Fatmawati, Agus Sulistyono, Hari Basuki Notobroto
 No Jurnal :
 Nama Jurnal: Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
 Jumlah Hal :
 Tahun Jurnal: 2006
2. Permasalahan: Terdapat lebih dari 4 juta wanita hamil mengalami preeklampsia setiap
tahun. Dan setiap tahun, diperkirakan sebanyak 50.000 sampai 70.000 wanita meninggal
karena preeklampsia serta 500.000 bayi meninggal. Preeklampsia merupakan penyebab
15–20% kematian wanita hamil di seluruh dunia serta penyebab utama mortalitas dan
morbiditas pada janin (Raghupathy, 2013).Indonesia merupakan salah satu negara
berkembang dengan Angka Kematian Ibu (AKI) dan kematian perinatal tinggi yaitu
tertinggi ketiga di ASEAN dan tertinggi kedua di kawasan
3. Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan
di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik pada tahun 2015. Populasi sebanyak 190 ibu
preeklampsia/eklampsia pada tahun 2015 di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. Perhitungan
sampel dengan proporsi (P) kejadian P/E sebanyak 75%, α=0,05 (nilai 1,96) dan ß = 0,15 dengan
Lameshow diperlukan sebanyak 77 ibu preeklampsia/eklampsia. Dan menurut Hari (2016) agar
proporsi kejadian antara Pre-Eklmpsia Ringan, Pre-Eklmpsia Berat, dan eklampsia sama besar
maka digunakan perbandingan PER:PEB:Eklampsia yaitu 2:3:1 sehingga masing-masing
kelompok diperlukan 22 ibu pre-eklampsia ringan, 44 ibu pre-eklampsia berat, dan 11 ibu
eklampsia. Pengambilan sampel secara random. Analisis multivariat dengan uji regresi ordinal.
Pengumpulan data dengan wawancara atau data sekunder dari rekam medis ibu yang meliputi
status kesehatan ibu.
4. Hasil: Faktor status kesehatan ibu dilihat berdasarkan 5 aspek meliputi umur, riwayat
preeklampsia/eklampsia (PE/E), keturunan PE/E, hipertensi, dan paritas. Sampel penelitian
berjumlah 77 ibu PE/E terdiri dari 22 preeklampsia ringan, 44 preeklampsia berat, dan
11eklampsia.
Jurnal 2

1. Identitas Jurnal :
 Judul : Pengembangan modul pelatihan dan naskah sawer tentang hiv/aids melalui pelatihan
juru sawer (Studi di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat)
 Pengarang : tati ruhmawati, irmawartini, mimin karmini, astridya paramita
 No Jurnal :
 Nama Jurnal: Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
 Jumlah Hal :
 Tahun Jurnal: 2006
2. Permasalahan: Kejadian HIV/AIDS di Indonesia setiap tahun selalu meningkat. Sejak
tahun 1987 sampai tahun 2014, jumlah kumulatif HIV sebanyak 150.296 orang dan jumlah
kumulatif AIDS adalah 55.799 orang. Ibu rumah tangga menempati tempat teratas
HIV/AIDS yaitu mencapai 6539 kasus pada tahun 2014. Kasus AIDS yang dilaporkan
sejak tahun 1987 sampai September 2014 terbanyak pada kelompok usia 20–29 tahun,
diikuti 30–39 tahun, dan 40–49 tahun. Kasus AIDS yang dilaporkan sejak tahun 1987
sampai September 2014 terbanyak pada usia 40–49 tahun dengan lokasi kasus terbanyak
yaitu di Provinsi Papua, diikuti Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara (Kemkes RI, 2014).
3. Metode: Jenis riset adalah intervensi dengan memanfaatkan adat sawer sebagai media
penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap juru sawer. Riset ini dilakukan di
Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat Tahun 2016. Subjek adalah
seluruh juru sawer yang tinggal di wilayah Kecamatan Kalijati sejumlah enam orang.
Bahan yang digunakan adalah kuesioner, modul, kertas dan alat tulis, kamera.
4. Hasil: Kegiatan intervensi difasilitasi baik oleh pihak Puskesmas maupun pihak aparat
Desa Kalijati untuk memudahkan pelaksanaannya. Pihak Puskesmas menyediakan tempat
dan fasilitas lain yang dibutuhkan selama pelatihan. Saat juru sawer berlatih
melantunkan/menembangkan syair sawer diiringi instrumen gamelan yang disiapkan oleh
aparat Desa Kalijati. Selain itu, pihak puskesmas dan aparat desa, bahkan Dinas Pariwisata
turut membantu dalam mencari juru sawer yang akan dilatih. Juru sawer pun kooperatif
dalam mengikuti seluruh kegiatan intervensi selama empat kali.
Jurnal 3

1. Identitas Jurnal :

 Judul : Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi oleh Sebaya terhadap Pengetahuan dan
Sikap dalam Pencegahan Seks Pranikah di SMAN 1 Sukamara, Kabupaten Sukamara,
Kalimantan Tengah
 Pengarang : Jenny Oktarina, Hendy Muagiri Margono, Windhu Purnomo
 No Jurnal :
 Nama Jurnal : Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
 Jumlah Halaman :
 Tahun Jurnal : 2006

2. Permasalahan : Kehidupan remaja sangat menentukan bagi kehidupan masa depan


mereka selanjutnya. Pada tahun 2010, jumlah remaja usia 10-19 tahun di Indonesia sebesar
43.548.576 jiwa atau 18,33% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai
237.641.326 jiwa. Hal ini berarti seperlima penduduk indonesia adalah remaja berusia 10-
19 tahun (Badan Pusat Statistik, 2010).Dengan jumlahnya yang sangat besar, remaja juga
mempunyai permasalahan yang kompleks seiring dengan masa transisi yang dialaminya.
Masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus seperti masalah perilaku seks pranikah,
Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) dan HIV/AIDS (Wahyuni dan
Rahmadewi, 2011)
3. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pre–post test kontrol
grup. Lokasi penelitian di SMAN 1 Sukamara, Kalimantan Tengah karena merupakan
satu-satunya SMAN di kota ini. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus tahun
2016.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SMAN 1 Sukamara yang
berjumlah 242 siswa.
4. Hasil : Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi pre dan post testpada kelompok
perlakuan.Pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswi Kelas 1 yang mendapat
pendidikan kesehatan reproduksi oleh pendidik sebaya meningkat dari kebanyakan 60%
kurang menjadi 80% baik. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perubahan yaitu
56% memiliki pengetahuan kurang, diikuti 40% pengetahuan cukup.Uji t berpasangan
menunjukkan rerata pengetahuan siswa Kelas 1 antara kelompok yang mendapat
pendidikan kesehatan reproduksi oleh pendidik sebaya signifikan berbeda yaitu dari 61,0
menjadi 78,2 sesudah intervensi. Sedangkan rerata pengetahuan siswa Kelas 1 pada
kelompok kontrol tidak berbeda yaitu 61,3 pada awal dan 63,3 pada akhir.
Jurnal 4

1. Identitas Jurnal
 Judul : Determinan rumah tangga dan malaria dengan metode pohon klasifikasi di kawasan
timur indonesia
 Pengarang : Mochamad Setyo Pramono, Astridya Paramita, Zainul Khaqiqi N., Sutikno
 No Jurnal :
 Nama Jurnal : Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
 Jumlah halaman :
 Tahun Jurnal : 2006
2. Permasalahan : Malaria merupakan penyakit menular yang menjadi perhatian global.
Penyakit ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena dapat
menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), berdampak luas terhadap kualitas hidup dan
ekonomi, serta dapat mengakibatkan kematian. Harijanto (2000) menyatakan malaria
sebagai penyakit infeksi akibat plasmodium yang ditularkan nyamuk anopheles betina.

3. Metode : Penelitian ini merupakan analisis lanjut terhadap data Riskesdas tahun 2013
dari Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. Desain Riskesdas 2013 adalah
potong lintang.Populasi penelitian adalah seluruh Rumah Tangga (RT) di Kawasan
Timur Indonesia. Pemilihan sampel dengan total sampel sebanyak 41.040 RT. Rumah
Tangga dengan malaria adalah jika terdapat minimal satu Anggota Rumah Tangga
(ART) yang pernah didiagnosis menderita malaria dengan konfirmasi pemeriksaan
darah oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan) dalam satu tahun terakhir
berdasarkan wawancara.

4. Hasi : menunjukkan di KTI, mayoritas karakteristik Kepala Keluarga (KK) dan rumah
tangga adalah menikah (86,99%), tamat SD/MI (25,84%), bekerja (86,54%), sebagai
petani (52,46%), lokasi rumah di perdesaan (68,86%), miskin (82,05%), kondisi padat
penghuni (68,85%), tapi tidak tinggal di daerah kumuh (81,25%). Adapun sebagian
besar Kepala Keluarga (KK) dan rumah tangga tersebut tidak mendapat pelayanan
kesehatan gratis setahun terakhir (59,03%) tetapi
Jurnal 5

1. Identitas Jurnal
 Judul : Pengorganisasian desa siaga di kabupaten timor tengah utara dalam upaya peningkatan
kesehatan ibu (studi di desa tuabatan, desa noeltoko dan desa noepesu)
 Pengarang : Suharmiati, Mochamad Setyo Pramono
 No Jurnal :
 Nama Jurnal : Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
 Jumlah Hal :
 Tahun Jurnal : 2006

2. Permasalahan : Pemerintah Provinsi NTT mengeluarkan kebijakan Revolusi KIA melalui


Peraturan Gubernur NTT No. 42 tahun 2009.kebijakan ini dikeluarkan untuk
mengantisipasi masalah yang dialami masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
umumnya dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) khususnya yaitu kematian ibu,
kematian neonatal dan kematian bayi. Hasil Survey Kesehatan Nasional (Surkesnas) 2004
menyebutkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran
hidup, sedangkan di NTT 554 per 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2007, hasil survei
SDKI menunjukkan AKI nasional turun menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup dan di
NTT menjadi 306 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan
rata-rata propinsi lainnya di Indonesia.

3. Metode : Penelitian dilakukan di Desa Tuabatan, Noeltoko dan Noepesu Kabupaten TTU
pada tahun 2012. Ketiga desa tersebut ditetapkan sebagai desa siaga dan menjalin program
kemitraan dengan AIPMNH.Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Participatory Rural Appraisal(PRA) yaitu suatu metode pendekatan dalam proses
pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat yang bertumpu pada keterlibatan
masyarakat dalam keseluruhan kegiatan pembangunan (Mikkelsen, 2001).

4. Hasil : Sistem siaga berbasis masyarakat lewat jejaring desa siaga terbukti cukup efektif
untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kesehatan warga desanya. Indikator
paling mudah adalah terdatanya semua ibu hamil dan ibu bersalin tidak oleh tenaga
kesehatan tetapi oleh masyarakat itu sendiri lewat jejaringnya. Semua upaya persalinan
yang tidak lagi di rumah tetapi pada fasilitas kesehatan menjadi komitmen bersama
melibatkan semua jejaring mulai dana sampai transportasi.
Jurnal 6

1. Identitas Jurnal :
 Judul : Pandangan Sosial Budaya terhadap ASI Eksklusif di Wilayah Panarung Palangkaraya
 Pengarang : Dwirina Hervilia, Dhini, Munifa
 No Jurnal : ISSN 2355-3987
 Nama Jurnal : Indonesian Journal of Human Nutrition
 Jumlah Hal : 63 – 70
 Tahun Jurnal : 2016

2. Permasalahan : Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kalimantan Tengah masih rendah pada
tahun 2010, hanya 29,2%. Ada penurunan pemberian ASI ekslusif dibandingkan tahun 2009
sebesar 34,68%. Pada tahun 2012 cakupan pemberian ASI eksklusif hanya mencapai 22,8
persen. Capaian pemberian ASI ekslusif di tahun 2012 masih lebih besar bila dibandingkan
dengan tahun 2011 yang hanya mencapai 17,1 persen. Cakupan pemberian ASI eksklusif yang
rendah pada bayi usia 0-5 bulan maupun 6 bulan dapat disebabkan oleh rendahnya pengertian
di masyarakat mengenai ASI eksklusif tidak hanya di masyarakat bahkan tenaga kesehatan juga
kurang mengerti tentang keunggulan dan berbagai manfaat penting dari ASI eksklusif.

3. Metode : Rancangan kualitatif

4. Hasil : Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mengenai pemberian makanan bayi pada 13
informan yang diamati, ada 3 orang ibu yang memberikan susu formula pada bayi, sisanya
memberikan ASI, bayi yang sudah besar diberi ASI diberi juga MP-ASI. MP-ASI yang diberikan
adalah bermacam-macam, terdapat ibu yang membuat bubur sendiri dengan bahan berasal
dari beras, sayur, daging ayam, dan buah-buahan. Ada ibu juga yang sepenuhnya
menggunakan bubur instan, yang dibeli dan tinggal diseduh dengan air panas. Sebanyak 13
orang ibu yang diamati mengasuh anaknya sendiri pada pagi hingga sore hari karena suami
bekerja sampai sore hari.
Jurnal 7

1. Identitas Jurnal :
 Judul : Pendidikan Gizi tentang Pengetahuan Pemilihan Jajanan Sehat antara Metode
Ceramah dan Metode Komik
 Pengarang : Nur Pratiwi Hartono, Catur Saptaning Wilujeng, Sri Andarini
 No Jurnal : ISSN 2355-3987
 Nama Jurnal : Indonesian Journal of Human Nutrition
 Jumlah Hal : 76 - 84
 Tahun Jurnal : 2014

2. Permasalahan : Pangan yang sehat mencakup pangan yang bergizi dan aman dikonsumsi.
Pangan yang sehat dapat menunjang pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan
seseorang. Oleh karena itu kandungan gizi merupakan salah satu aspek yang perlu
diperhatikan dalam pemenuhan pangan yang sehat untuk dikonsumsi . Diantara aspek
pemenuhan pangan yang sehat, pangan jajanan anak sekolah (PJAS) merupakan salah
satu prioritas pangan yang menjadi perhatian serius. Pangan yang sehat mencakup
pangan yang bergizi dan aman dikonsumsi. Pangan yang sehat dapat menunjang
pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan seseorang. Oleh karena itu kandungan gizi
merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan pangan yang
sehat untuk dikonsumsi [1]. Diantara aspek pemenuhan pangan yang sehat, pangan
jajanan anak sekolah (PJAS) merupakan salah satu prioritas pangan yang menjadi
perhatian serius.

3. Metode : Penelitian

4. Hasil : menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian pada kelompok


ceramah berusia 10 tahun sedangkan pada kelompok komik, sebagian besar responden
berusia 11 tahun. Sebagian besar jenis kelamin responden penelitian pada kelompok
ceramah maupun pada kelompok komik adalah laki-laki.
Jurnal 8

1. Identitas Jurnal :
 Judul : EVALUASI MEDIA POSTER HIPERTENSI
 Pengarang : Icca Stella Amalia
 No Jurnal : ISSN 1858-1196
 Nama Jurnal : Jurnal Kesehatan Masyarakat
 Jumlah Hal : 1-8
 Tahun Jurnal : 2013
2. Permasalahan : HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN MAJALENGKA
3. Metode : kualitatif
4. Hasil : Sebagian besar pengunjung tertarik dan paham pada poster hipertensi. Poster
hipertensi versi bahasa Sunda dapat diterima sebagai media promosi kesehatan oleh
pengunjung Puskesmas Talaga yang mempunyai minat pada disain dan isi pesan dalam poster
hipertensi.

Jurnal 9

1. Identitas Jurnal :
 Judul : Hubungan Tingkat Kecukupan Energi, Protein, Kalsium, dan Fosfor dengan Panjang
Tungkai Remaja
 Pengarang : Anggitiya Ulfi Fadhilah, Agus Sartono, Hapsari Sulistya Kusuma
 No Jurnal : ISSN 2355-3987
 Nama Jurnal : Indonesian Journal of Human Nutrition
 Jumlah Hal : 59 - 64
 Tahun Jurnal : 2017

2. Permasalahan : Manusia tumbuh dan kembang sejak bayi sampai dewasa. Pertumbuhan akan
berhenti pada saat kita dewasa, tetapi perkembangan akan terus berlanjut sampai kita
berusia tua. Manusia tumbuh dan kembang sejak bayi sampai dewasa. Pertumbuhan akan
berhenti pada saat kita dewasa, tetapi perkembangan akan terus berlanjut sampai kita
berusia tua. Studi pendahuluan di SMP Walisongo 1 Semarang menunjukkan tinggi badan 10
dari 18 siswa yang berusia 14 tahun, tidak sesuai kriteria tinggi badan dalam AKG sehingga
tergolong pendek. Ditemukan 4 siswa yang memiliki tinggi badan yang sama tetapi panjang
tungkainya berbeda. Temuan inilah yang membuat peneliti tertarik melakukan penelitian
yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan energi, protein,
kalsium, dan fosfor dengan panjang tungkai pada remaja di SMP Walisongo 1 Semarang.

3. Metode : Observasional analitik

4. Hasil : Responden penelitian adalah 38 siswa kelas VII sampai dengan kelas IX SMP Walisongo
1 Semarang, yang terdiri dari 17 siswa perempuan (44,7%) yang umur 12 tahun dan 21 siswa
1aki-laki (55,3%) yang berumur 14 tahun. Rata-rata panjang tungkai remaja murid SMP
Walisongo adalah 81,52 cm ± 7,08 cm. Sebagian besar remaja (63,2%) mengalami kekurangan
energi, 34,2% mengalami kekurangan protein hampir seluruhnya (97,4%) mengalami
kekurangan kalsium, dan 60,6% mengalami kekurangan fosfor. Tidak terdapat hubungan
antara tingkat kecukupan energi, protein, kalsium, dan fosfor dengan panjang tungkai.

Jurnal 10

1. Identitas Jurnal :
 Judul : Perbedaan Tingkat Konsumsi Energi, Lemak, Cairan, dan Status Hidrasi Mahasiswa
Obesitas dan Non Obesitas
 Pengarang : Annas Buanasita, Andriyanto, Indah Sulistyowati
 No Jurnal : ISSN 2355-3987
 Nama Jurnal : Indonesian Journal of Human Nutrition
 Jumlah Hal : 11 – 22
 Tahun Jurnal : 2014

2. Permasalahan : Air merupakan salah satu unsur gizi serta komponen utama dalam tubuh
manusia. Air sebagai salah satu zat gizi makro esensial mempunyai beberapa fungsi antara
lain untuk pelarut dan alat angkut, sebagai katalisator, pelumas, fasilitator pertumbuhan,
pengatur suhu tubuh dan peredam benturan. Kandungan air tubuh berbeda antar manusia
tergantung pada proporsi jaringan otot dan jaringan lemak. Jika tubuh tidak cukup
mendapatkan air atau terjadi kehilangan air sekitar 5% dari berat badan maka keadaan ini
dikenal dengan istilah dehidrasi. Dehidrasi merupakan kondisi kekurangan cairan tubuh
karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada jumlah cairan yang masuk.

3. Metode : Case control study

4. Hasil : Tingkat konsumsi cairan menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat
konsumsi cairan kategori defisit berat berjumlah 26 mahasiswa terdiri dari kelompok obesitas
sebanyak 20 responden (76,9%) dan 6 responden (23,1%) dari kelompok non obesitas.
Mahasiswa yang memiliki tingkat konsumsi cairan normal berjumlah 20 mahasiswa terdiri
dari kelompok non obesitas sebanyak 17 responden (85,0%) dan 3 responden (15,0%) dari
kelompok obesitas. Konsumsi cairan dengan kategori defisit berat sebagian besar berasal dari
kelompok mahasiswa yang obesitas (76,9%).