Anda di halaman 1dari 16

PANDUAN

PELAKSANAAN EVALUASI MANDIRI DAN REKAN TERHADAP


PERILAKU PETUGAS KLINIS
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I DEFINISI
1.1 Latar Belakang
1.2 Definisi Operasional
1.3 Tujuan
1.4 Sasaran
1.5 Landasan hukum
BAB II RUANG LINGKUP
2.1 Kualifikasi Sumber Daya Manusia
2.2 Distribusi Ketenagaan
2.3 Jadwal Kegiatan
2.4 Standar Fasilitas
2.5 Denah Ruang
BAB III TATA LAKSANA
3.1 Lingkup Kegiatan
3.2 Metode
3.3 Langkah Kegiatan
3.4 Keselamatan Kerja
3.5 Keselamatan Pasien (Pelayanan)
BAB IV DOKUMENTASI
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia Nya sehingga tersusunnya Panduan Pelaksanaan Evaluasi
Mandiri dan Rekan terhadap Perilaku Petugas Klinis di Puskesmas Gesang.
Panduan ini disusun bertujuan untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

Panduan in idisusun berdasarkan data yang diperoleh selama pelayanan


berlangsung dan dari berbagai sumber yang mendukung lainnya. Pada kesempatan
ini pula kami mengucapkan terima kasih atas bantuan, bimbingan, serta nasehat
yang telah diberikan selama menjalani pelayanan di Puskesmas Gesang.
Kami menyadari bahwa panduan ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
berbagai pihak. Akhir kata saya ucapkan terima kasih. Semoga panduan ini dapat
bermanfaat untuk peningkatan pelayanan di Puskesmas Gesang.

Gesang, Januari 2018

PENYUSUN
BAB I
DEFINISI

1.1 Latar Belakang


Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, pengumpulan
analisis dan penyajian informasi yang sesuai untuk mengetahui sejauh mana suatu
tujuan program, prosedur produk atau strategi yang dijalankan telah tercapai
sehingga bermanfaat bagi pengambilan keputusan serta dapat menentukan
beberapa alternative keputusan untuk program selanjutnya. Sedangkan evaluasi
kinerja adalah suatu kegiatan yang dilakukakan manejemen atau penilaian untuk
menilai kinerja denga cara membandingkan kinerja dengan uraian atau deskripsi
pekerja dalam suatu tertentu, biasanya setiap akhir tahun.
Sebuah organisasi dan semua karyawan perlu dievaluasi kinerjanya untuk
mengetahui konstribusinya dalam mencapai tujuan, baik tujuan operasional
maupun tujuan ideal yang ditetapkan. Pelaksanaan evaluasi pekerja yang efektif
dan efisien harus dilaksanakan sebagai suatu sistem. Untuk itu, diperlukan sistem
evaluasi kinerja agar berfungsi secara maksimal dalam membina karyawan yang
kinerjanya tinggi dalam mencapai organisasi.tetapi seberapa jauh sistem tersebut
berjalan sedikit banyak tergantung pada beberapa baik orang bekerja sama ketika
memutuskan apa yang harus di evaluasi, kapan harus melakukan penilaian dan
siapa yang harus mengevaluasi kinerja.
Untuk menilai kinerja pelayanan di Puskesmas dan Klinik perlu dilakukan
evaluasi mandiri dan rekan. Dengan evaluasi mandiri dan rekan akan dapat
diidentifikasi kesenjangan kinerja yang menjadi masukan untuk melakukan
perbaikan dan penyempurnaan baik pada sistem pelayanan maupun sistem
manajemen.

1.2 Definisi Operasional


a. Self evaluation atau evaluasi mandiri:
merupakan alat belajar mandiri (self-directed device), yang bisa digunakan
untuk mengembangkan diri. Karena dengan self evaluation kita dapat
mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing sehingga
dimungkinkan akan memperbaiki kekurangan dan meningkatkan
kelebihan tersebut secara terus-menerus. Self evaluation dapat
menumbuhkan sikap mandiri dalam mengevaluasi secara rasional
kekurangan diri sendiri sehingga berdampak pada perenungan diri.
b. Peer review atau peer evaluation:
merupakan sebuah proses dimana seseorang menilai hasil kerja teman
sejawatnya. Peer review dapat digunakan untuk membantu dalam
mengembangkan kemampuan bekerja sama, mengkritisi proses dan hasil
belajar orang lain dan menerima feedback atau kritik dari orang lain.

1.3 Tujuan
Tujuan evaluasi mandiri dan rekan adalah untuk perbaikan baik pada sistem
pelayanan maupun perilaku pelayanan.

1.4 Sasaran
Sasaran evaluasi mandiri dan rekan ini adalah semua tenaga pemberi layanan
klinis.

1.5 Landasan hukum


a. PEERMENKES Nomor 27 tahun 2017 tentang Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi
b. PERMENKES Nomor 19 Tahun 2018 tentang Keselamatan Pasien
BAB II
RUANG LINGKUP

2.1 Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Pola ketenagaan dan kualifikasi SDM di Puskesmas Gesang adalah :
1. Dokter umum
2. Dokter gigi
3. Perawat gigi
4. Perawat
5. Bidan
6. Gizi
7. Apoteker
8. Rekam medis
9. Dan seluruh karyawan Puskesmas Gesang

2.2 Distribusi Ketenagaan

Penanggung Jawab
Kepala Puskesmas

Ketua Tim Mutu

Ketua Tim PMKP

Koordinator di masing masing Unit


Pelayanan

Tata Hubungan Kerja


a. Ketua tim pmkp bertugas melakukan koordinasi mulai
perencanaan, pelaksanaan sampai monitoring kegiatan peningkatan
mutu dan keselamatan pasien di puskesmas Gesang
b. Penanggungjawab tiap-tiap pokja melakukan koordinasi
pelaksanaan dan monitoring kegiartan peningatan mutu dan
keselamatan pasien
c. Ketua tim PMKP bertanggungjawab pelaksanaan kegiatan
peningkatan mutu dan dan keselamatan pasien
d. Tim PMKP mengadakan evaluasi setiap 3 bulan untuk evaluasi
kegiatan pada program mutu.
2.3 Jadwal Kegiatan
Kegiatan evaluasi dilakukan setiap 3 bulan sekali, yaitu pada bulan Maret, Juni,
September, Desember.

2.4 Standar Fasilitas


1. Standart pelayanana KIA
2. Standart pelayanan farmasi
3. Standart pelayanan poli umum
4. Standart pelayanan gigi
5. Standart pelayanan UGD
6. Standart pelayanan VK
7. Standart pelayanan laborat
8. Standart pelayanan imunisasi
9. Standart pelayanan pendaftaran
10. Standart pelayanan gizi
11. Standart pelayanan ponkesdes
2.5 Denah Ruang
BAB III
TATA LAKSANA

3.1 Lingkup Kegiatan


Dalam penyelenggaraanya upaya puskesmas dan pelayanan klinis
memperhatikan mutu layanan klinis untuk kepuasan pelanggan. Mutu layanan
klinis tidak hanya ditentukan oleh sistem pelayanan yang ada, tetapi juga perilaku
petugas dalam pemberian pelayanan klinis.
Tenaga klinis perlu melakukan evaluasi terhadap perilaku dalam
pemberian pelayanan dan melakukan upaya perbaikan baik pada sistem pelayanan
maupun perilaku pelayanan yang mencerminkan budaya keselamatan dan budaya
perbaikan pelayanan klinis yang berkelanjutan. Adapun ruang lingkup penilaian
atau evaluasi mandiri (self evaluation) dan penilaian rekan (peer review)
melibatkan tenaga pemberi layanan klinis di puskesmas. Penilaian perilaku
pemberi layanan klinis berdasarkan dari tata nilai Puskesmas Gesang yaitu
“PASIR” yang meliputi :
1. Profesional :
petugas memiliki kemampuan , keterampilan, kompetensi dalam
memberikan pelayanan kesehatan sesuai prosedur yang ditetapkan
berdasarkan standar profesi masing-masing jabatan.
2. Aman :
petugas mampu menciptakan kesehatan di wilayah kerja dengan berbagai
parameter (mengurangi resiko cedera, infeksi, efek samping atau bahaya
lain yang berhubungan dengan pelayanan, serta bebas dari tuntutan
hukum) sehingga tercipta masyarakat yang sehat.
3. Sigap :
petugas cepat tanggap dalam masalah kesehatan dan melayani pasien
dengan rasa empati.
4. Inovatif:
petugas mampu menyikapi masalah kesehatan masyarakat dengan
mengembangkan inovasi terhadap sistem, proses, penampilan maupun
penyelesaian masalah guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia
dan kualitas pelayanan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
5. Rapi :
petugas mampu menjaga lingkungan yang asri, bersih, sehat, nyaman dan
penampilan petugas yang menyenangkan dan ramah.

3.2 Metode
Penilaian/monitoring dari indikator – indikator tersebut dilakukan setiap
bulan di unit layanan yang ada di Puskesmas Gesang. Dimana penilaian ini bisa
dilakukan dengan menilai rekannya sendiri (peer review) jika yang bertugas di
unit layanan tersebut lebih dari 1 orang petugas tetapi jika di unit layanan itu
hanya ada 1 petugas maka petugas tersebut menilai diri sendiri (self evaluation).
Pendokumentasian/hasil monitoring ini dikumpulkan setiap 6 bulan ke tim mutu
Puskesmas Gesang untuk kemudian oleh tim mutu diolah dan disajikan dalam
bentuk penilaian perilaku pemberi layanan klinis Puskesmas Gesang.
3.3 Langkah Kegiatan
Kegiatan evaluasi terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:
1. Monitoring atau penilaian mandiri dan rekan
Penilaian dilakukan setiap bulan di masing-masing unit layanan baik
secara mandiri maupun rekan
2. Pengumpulan data
Hasil penilaian setiap bulannya dikumpulkan setiap 6 bulan sekali kepada
tim mutu
3. Evaluasi dan tindak lanjut hasil penilaian mandiri dan rekan
Evaluasi dilakukan oleh tim mutu untuk mengukur perilaku klinis dari
masing-masing .
4. Rencana tindak lanjut dan tindak lanjut
Rencana tindak lanjut dan tindak lanjut dilakukan oleh tim mutu setelah
dilakukannya evaluasi tiap 3 bulan sekali.

3.4 Keselamatan Kerja


Proses pelayanan klinis balai pengobatan umum, pengobatan gigi, unit gawat
darurat di puskesmas gesang diselenggarakan dengan senantiasa memperhatikan
keselamatan kerja tenagakesehatan dan pasien.
1. Petugas melakukan cuci tangan 6 langkah 5 momen.
2. Petugas memakai handscoon guna mencegah kontak dengan darah
serta cairan infeksi yang lain.
3. Petugas melakukan pengelolaan alat kesehatan bekas pakai.
4. Petugas melakukan pengelolaan jarum dan alat tajam untuk
mencegah perlukaan.
5. Petugas melakukan pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan.

3.5 Keselamatan Pasien (Pelayanan)


Keselamatan pasien adalah suatu sistem dimana puskesmas membuat asuhan
pasien lebih aman yang meliputi asesemen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal
yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan analisis insiden, kemampuan
belajar dari insiden an tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk
meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan
oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil
tindakan yang seharusnya diambil.Misalnya
1. Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD )
2. Kejadian Nyaris Cidera ( KNC )
3. Kejadian Tidak Cidera ( KTC )
4. Kejadian Potensial Cidera ( KPC )
Keselamatan pasien (patient safety) adalah suatu system dimana puskesmas
membuat asuhan pasien lebih aman sehingga Tidak terjadinya kesalahan
identifikasi pasien tidak terjadinya kesalahan prosedur, tidak terjadinya
kesalahan pemberian obat kepada pasien,
Pengurangan terjadinya resikoi nfeksi di puskesmas dengan 7 langkah
cucitangan dan meningkatkan kenyamanan pasien di puskesmas.
Ada 6 sasaran keselamatan pasien yaitu:
1. petugas melakukan ketepatan indentifikasi pasien
2. petugas melakukan peningkatan komunikasi yang efektif
3. petugas melakukan peningkatan keamanan obat
4. petuga memberikan kepastian tepat lokasi, tepat prosedur ,tepat pasien
operasi
5. petugas melakukan pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
6. petugas melakukan tindakan untuk mencegah pengurangan resiko pasien
jatuh
BAB IV
DOKUMENTASI
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kegiatan evaluasi mandiri dan rekan terhadap perilaku klinis ini bertujuan untuk
melakukan perbaikan dan penyempurnaan baik pada sistem pelayanan maupun
sistem manajemen.

5.2 Saran
Dengan disusunnya panduan ini, diharapkan kegiatan evaluasi ini dilakukan
secara berkelanjutan untuk mencapai perilaku petugas klinis sesuai dengan
“PASIR”.
DAFTAR PUSTAKA

PERMENKES. 2017. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Nomor 27. Indonesia


PERMENKES. 2018. Keselamatan Pasien. Nomor 19. Indonesia.
LAMPIRAN