Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri Alor Kecil


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : XII
Semester : 1
Jumlah pertemuan : 5
Standar Kompetensi :
2. Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-
hari.
Kompetensi Dasar
2.1. Menerapkan konsep reaksi oksidasi - reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan
energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industri.

Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menjelaskan pengertian reaksi reduksi-oksidasi
2. Menyetarakan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi
3. Menyetarakan reaksi redoks dengan cara perubahan bilangan oksidasi (PBO)
4. Menyimpulkan ciri-ciri reaksi redoks yang berlangsung secara spontan melalui percobaan
5. Menjelaskan pengertian sel elektrokomia
6. Menggambarkan susunan sel volta atau sel galvani dan menjelaskan fungsi setiap bagiannya
7. Menjelaskan bagaimana energi listrik dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel volta
8. Menuliskan lambang sel dan reaksi-reaksi yang terjadi pada sel volta
9. Menghitung potensal sel berdasarkan data potensial standar
10. Menjelaskan prinsip kerja sel volta yang banyak digunakan dalam kehidupan (baterai, aki, dll)
11. Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya korosi melalui percobaan.
12. Menjelaskan beberapa cara untuk mencegah terjadinya korosi.

I. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menyetarakan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi dengan benar
2. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menyetarakan reaksi redoks dengan cara perubahan bilangan oksidasi (PBO) dengan benar
3. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menyimpulkan ciri-ciri reaksi redoks yang berlangsung secara spontan dengan benar
4. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menggambarkan susunan sel volta atau sel galvani dan menjelaskan fungsi setiap bagiannya dengan
benar
5. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menjelaskan bagaimana energi listrik dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel volta dengan benar
6. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menuliskan lambang sel dan reaksi-reaksi yang terjadi pada sel volta dengan benar
7. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menghitung potensal sel berdasarkan data potensial standar dengan benar
8. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menjelaskan prinsip kerja sel volta yang banyak digunakan dalam kehidupan (baterai, aki, dll) dengan
benar
9. Melalui penugasan proyek, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya
korosi dengan benar
10. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan beberapa cara untuk mencegah terjadinya
korosi dengan benar

Karakter siswa yang dikembangkan:


Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab.

II. Materi Pembelajaran


A. REAKSI REDOKS
1. KONSEP OKSIDASI-REDUKSI
Reaksi redoks adalah reaksi yang mengalami dua peristiwa yaitu reduksi dan oksidasi (ada
perubahan Biloks satu atau lebih unsur yang bereaksi). Reaksi autoredoks adalah reaksi redoks
yang hanya satu jenis unsur yang mengalami reduksi dan oksidasi.
Zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor dan zat yang mengalami reduksi disebut
oksidator
a. Berdasarkan Serah-Terima Elektron
- Oksidasi: reaksi pelepasan elektron
- Reduksi: reaksi penangkapan elektron
Contoh reaksi oksidasi :
K K+ + e
Contoh reaksi reduksi :
Sn4+ + 2 e  Sn2+
b. Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasean Elektron
- Oksidasi: reaksi pengikatan oksigen
- Reduksi: reaksi pelepasan oksigen
Contoh

Fe2O3 menjadi Fe merupakan reaksi reduksi karena melepas oksigen.


CO menjadi CO2merupakan reaksi oksidasi karena jumlah oksigennya bertambah
c. Berdasarkan Penengkapan dan Pelepasan Hidrogen
Jika jumlah Hidrogennya berkurang berarti oksidasi sedangkan jika bertambah berarti
reduksi.
Contoh:

d. Berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi


- Oksidasi: Biloks naik
- Reduksi: Biloks turun
2. BILANGAN OKSIDASI
Berdasarkan konsep ini, telah disusun beberapa ketentuan sebagai berikut :
 Dalam unsur-unsur dan molekul-molekul yang beratom sejenis, seperti Na, Fe, S, O2, N2, dsb.,
setiap atom memeiliki bilangan oksidasi nol.
 Atom H dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi +1, kecuali dalam senyawa hibrida, contoh
CH4, NH3, KH, NaH, BaH2¸dsb. Dimana bilangan oksidasi H = - 1.
 Atom O dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi – 2, kecuali :
a. dalam F2O bilangan oksidasi O = + 2
b. dalam peroksida (H2O2, Na2O2, dsb) bilangan oksidasi O = - 1
 Atom logam dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi positif yang sesuaii dengan valensi
logam tersebut.
Contoh :
Dalam AgCl, bilangan oksidasi Ag = + 1
Dalam ZnSO4, bilangan oksidasi Zn = + 2
Dalam Fe2O3, bilangan oksidasi Fe = + 3
 Jumlah total bilangan oksidasi seluruh atom dalam suatu ion = muatan ion.
Contoh SO4 2- = (Biloks S) + 4.(Biloks O) = -2 maka dengan mengisi biloks O = -2 diperoleh
biloks S = +6
 Jumlah total bilangan oksidasi seluruh atom dalam suatu senyawa = nol
Contoh:
Zn + H2SO4 ZnSO4 + H2
Zn merupakan reduktor (mengalami oksidasi), sebab bilangan oksidasi Zn bertambah dari nol
menjadi + 2. Sedangkan H2SO4 merupakan oksidator (mengalami reduksi), sebab bilangan oksidasi H
berkurang dari + 1 menjadi nol.
Perhatikan pula reaksi di bawah ini:
HCl + NaOH NaCl + H2O
Pada reakis asam-basa di atas, tidak terdapat perubahan bilangan oksidasi. Bilangan oksidasi
H tetap + 1 baik di ruas kiri maupun di ruas kanan; Cl tetap – 1; Na tetap + 1; dan O tetap – 2. Hal ini
berrati bahwa dalam reaksi itu tidak terdapat peristiwa oksidasi dan reduksi. Dengan perkataan lain,
reaksi tersebut bukan reaksi redoks.
3. PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS
a. Cara Bilangan Oksidasi
Contoh Soal :
Setarakan reaksi berikut dengan metode perubahan bilangan oksidasi
Fe2+ + MnO4-  Fe3+ + Mn2+ ( suasana asam )
Jawab :
Langkah 1: Menuliskan kerangka dasar reaksi.
Fe2+ + MnO4-  Fe3+ + Mn2+
Langkah 2: Tentukan bilangan oksidasi atom-atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
dan tuliskan perubahannya.
Fe2+ + MnO4-  Fe3+ + Mn2+
+1
+2 Naik 1 +3

+7 Turun 5 +2
Langkah 3: Menentukan unsure-unsur yang mengalami perubahan biloks
Fe dan Mn
Langkah 4: Menyamakan jumlah perubahan bilangan oksidasi tersebut dengan memberi koefisien
yang sesuai (kali silang jumlah perubahan)

Fe2+ + MnO4-  Fe3+ + Mn2+


+2 +1
(Naik
+3
+7 1)(x5)
(Turun 5)(x1) +2
Hasilnya sebagai berikut :
5Fe2+ + MnO4-  5Fe3+ + Mn2+
Langkah 5: Menyamakan jumlah muatan. Bila muatan ruas kiri lebih kecil, tambahkan H+ .(untuk
suasana asam), Bila muatan ruas kiri lebih besar, tambahkan OH-..(untuk suasana basa)
5Fe2+ + MnO4-  5Fe3+ + Mn2+
Muatan kiri= 10 + (-1) = 9
Muatan kanan= 15 + 2 = 17 selisih (17-9= 8)sehingga tambah 8H+ menjadi:
5Fe2+ + MnO4- + 8H+  5Fe3+ + Mn2+ (muatan setara)
Langkah 6: Menyetarakan atom H dengan menambahkan molekul air.
5Fe2+ + MnO4- + 8H+  5Fe3+ + Mn2+ + 4H2O (setara)
b. Cara Ion Atau Cara Setengah Reaksi
Penyetaraan reaksi redoks dengan cara ion elektron (cara setengah reaksi) dilakukan dengan
membagi reaksi menjadi dua bagian, yaitu sistem yang tereduksi dan sistem yang teroksidasi.
Langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi redoks cara setengah reaksi sebagai berikut:
a) pemecahan reaksi menjadi dua persamaan setengah reaksi (reaksi reduksi dan reaksi oksidasi).
b) Penyetaraan setiap persamaan setengah reaksi, dengan urutan sebagai berikut:
1. menyetarakan unsure yang mengalami perubahan
2. menyetarakan jumlah atom O dan H dengan menambahkan koefisien.
3. menyetarakan jumlah atom O, dengan menambahkan H2O secukupnya di ruas yang
kekurangan O (suasana asam) dan H2O secukupnya di ruas yang kelebihan O (suasana
basa)
4. menyetarakan jumlah atom H, dengan menambakan H+ secukupnya di ruas yang
kekurangan H.
5. menyetarakan jumlah muatan dengan menambahkan elektron seruas dengan H+.
Apabila reaksi dalam suasana asam berarti penyetaraan selesai. Apabila reaksi dalam
keadaan basa, H+ diganti dengan OH- dengan cara sebagai berikut:
 menambahkan OH- pada kedua ruas sebanyak H+
 menggabungkan H+ dan OH- menjadi H2O.
 Mengurangi kelebihan H2O.
6. menyetarakan jumlah elektron pada kedua persamaan setengah reaksi.
c) Menjumlahkan kedua persamaan setengah reaksi.
B. Sel Volta
Prisip dasar dari sel volta ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Logam zink (Zn) dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ion Zn2+ (misalnya larutan
ZnSO4), sedangkan logam tembaga (Cu) dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ion Cu2+
(larutan CuSO4) . Logam zink akan larut sambil melepas dua elektron.
Zn(s) Zn2+(aq) + 2e
Elektron yang dibebaskan tidak memasuki larutan tetapi tertinggal pada logam zink. Elektron tersebut
selanjutnya akan mengalir ke logam tembaga melalui kawat penghantar. Ion Cu2+ akan mengambil
elektron dari logam tembaga, kemudian akan mengendap.
Cu2+(aq) + 2e  Cu (s)
Dengan demikian, rangkaian tersebut dapat menghasilkan aliran elektron (listrik). Akan
tetapi, bersamaan dengan melarutnya logam zink, larutan dalam gelas kimia A menjadi bermuatan
positif. Hal ini akan menghambat pelarutan logam zink selanjutnya. Sementara itu, larutan dalam
gelas kimia B akan bermuatan negatif seiring dengan mengendapnya ion Cu 2+. Hal ini akan menahan
pengendapan ion Cu2+. Jadi, aliran elektron yang disebutkan di atas tidak akan berkelanjutan. Untuk
menetralkan muatan listriknya, kedua gelas kimia A dan B dihubungkan dengan suatu jembatan
garam, yaitu larutan garam (seperti NaCl atau KNO3). Jembatan garam melengkapi rangkaian sel
volta, sehingga menjadi suatu rangkain yang tertutup. Listrik hanya dapat mengalir pada rangkaian
tertutup.
Logam zink dan tembaga yang menjadi kutub-kutub listrik pada rangkaian sel elektrokimia di atas
disebut elektrode. Secara definisi, elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi disebut anode,
sedangkan elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi disebut katode. Oleh karena oksidasi adalah
pelepasan elektron, maka anode adalah kutub negatif, sedangkan katode merupakan kutub positif.
Pada sel elektrokimia di atas, anode adalah logam zink dan katode adalah tembaga.

Notasi Sel Volta


Susunan suatu sel volta dinyatakan dengan suatu lambang/ notasi singkat yang disebut juga diagram
sel. Untuk contoh gambar di atas, diagram selnya dinyatakan sebagai berikut:
Zn Zn2+ Cu2+ Cu
Anode biasanya digambarkan di sebelah kiri, sedangkan katode di sebelah kanan. Notasi tersebut
menyatakan bahwa pada anode terjadi oksidasi Zn menjadi Zn2+, sedangkan di katode terjadi reduksi
ion Cu2+ menjadi Cu. Dua garis sejajar (II) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan
garam, sedangkan garis tunggal menyatakan batas antarfase (Zn padatan, sedangkan Zn2+ dalam
larutan; Cu2+ dalam larutan, sedangkan Cu padatan).
1. Pengukuran Potensial Elektrode Standar
Untuk mengukur harga potensial suatu elektrode, maka elektrode tersebut disusun menjadi
suatu sel elektrokimia dengan elektrode standar (hidrogen-platina) dan besarnya potensial dapat
terbaca pada voltmeter yang dipasang pada rangkaian luar. Potensial elektrode yang diukur dengan
elektrode standar kondisi standar, yaitu pada suhu 25o C dengan konsentrasi ion-ion 1 M dan tekanan
gas 1 atm, disebut potensial elektrode standar dan diberi lambang Eo.
Tabel Potensial Elektrode Standar, Eo (volt)
Reaksi electrode Potensial standar, Eo (volt)
Li(aq) + e Li(s) -3,04
+
K (aq) + e K(s) -2,92
2+
Ba (aq) + 2e Ba(s) -2,90
2+
Ca (aq) + 2e ↔ Ca(s) -2,87
Na+(aq) + e Na(s) -2,71
2+
Mg (aq) + 2e Mg(s) -2,37
Al3+(aq) + 3e ↔ Al(s) -1,66
2+
Mn (aq) + 2e ↔ Mn(s) -1,18
2H2O(l) + 2e H2(g) + 2OH-(aq) -0,83
Zn2+(aq) + 2e Zn(s) -0,76
3+
Cr (aq) + 3e Cr(s) -0,74
2+
Fe (aq) + 2e Fe(s) -0,44
2+
Cd (aq) + 3e Cr(s) -0,40
Ni2+(aq) + 2e Ni(s) -0,28
Co2+(aq) + 2e Co(s) -0,28
2+
Sn (aq) + 2e Sn(s) -0,14
Pb2+(aq) + 2e Pb(s) -0,13
+ 0,00
2H (aq) + 2e H2(s)
2+
Cu (aq) + 2e Cu(s) +0,34
O2(g) + 2H2O(l) + 4e 4OH-(aq) +0,40
I2(s) + 2e 2I-(aq) +0,54
Ag+(aq) + e Ag(s) +0,80
Hg2+(aq) + e Hg(s) +0,85
Br2(l) + 2e 2Br-(aq) +1,07
O2(g) + 4H+ + 4e 2H2O(l) +1,23
Cl2(g) + 2e 2Cl-(aq) +1,36
Au3+(aq) + 3e Au(s) +1,52
F2(g) + 2e -
2F (aq) +2,87

2. Potensial Elektrode Standar dan Potensial Sel


Potensial sel volta (Eosel )merupakan beda potensial yang terjadi antara dua elektrode pada
suatu sel elektrokimia. Potensial sel dapat ditentukan berdasarkan selisih antara elektrode yang
mempunyai potensial elektrode tinggi (katode) dengan elektrode yang mempunyai potensial elektrode
rendah (anode)
Eosel = Eokatode – Eoanode
Katode adalah elektrode yang mempunyai harga Eo lebih besar (lebih positif), sedangkan
anode adalah elektrode yang mempunyai Eo lebih kecil (lebih negatif)

3. Potensial Elektrode Standar dan Reaksi Spontan


Harga potensial elektrode dapat digunakan untuk meramalkan apakah suatu reaksi kimia
dapat berlangsung spontan. Untuk menentukan spontan atau tidaknya suatu reaksi redoks dapat dilihat
dari harga potensial reaksinya (Eoredoks). Bila Eoredoks > 0 (positif), maka reaksi dapat berlangsung
spontan, sedangkan bila Eoredoks < 0 (negati. f) reaksi tidak berlangsung spontan, artinya untuk
berlangsungnya reaksi tersebut harus ada tambahan energi dari luar.

4. Potensial Elektrode Standar dan Daya Oksidasi-Reduksi


Harga Potensial elektrode dapat digunakan untuk mengetahui daya oksidasi dan daya reduksi
suatu zat. Bila harga potensial reduksi suatu zat semakin positif, berarti zat tersebut semakin mudah
mengalami reduksi, dan bertindak sebagai oksidator kuat (daya oksidasinya besar). Sebaliknya, bila
potensial reduksi standar suatu zat semakin negatif, maka berarti zat tersebut semakin mudah
mengalami oksidasi, dan bertindak sebagai sebagai reduktor kuat (daya reduksinya besar).
Daya oksidasi dan reduksi juga dapat ditentukan berdasarkan deret volta/ deret elektrokimia. Deret
volta/ deret elektrokimia merupakan susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode.
Berikut deret volta dari beberapa logam:
Li- K- Ba- Ca- Na- Mg- Al- Mn- Zn- Cr- Fe- Ni- Co- Sn- Pb- (H)- Cu- Hg- Ag- Au
Pada deret Volta, dari kiri ke kanan makin mudah mengalami reaksi reduksi atau dari kanan ke
kiri makin mudah mengalami reaksi oksidasi. Logam-logam di sebelah kiri atom H memiliki harga E°
negative sedangkan logam-logam di sebelah kanan atom H memiliki harga E° positif.

C. KOROSI
Korosi adalah proses oksidasi suatu logam dan mengasilkan karat. Hasil korosi yang banyak
dikenal adalah kara besi (Fe2O3. H2O). korosi merupakan proses elektrokimia. Reaksi yang terjadi pada
pembentukan karat adalah sebagai berikut.
Anode : Fe → Fe2+ + 2e
Katode : O2 + 4 H+ → 2 H2O
Proses korosi ini dipengaruhi oleh adanya air dan O2. Pada proses korosi, tetesan air sangat
berperan sebagai tempat untuk ion Fe2+ yang terbentuk dari logam Fe dan merupakan tempat terjadinya
oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ oleh O2 membentuk Fe2O3.H2O.
Korosi sangat merugikan sehingga perlu dicegah. Korosi dapat dicegah dengan beberapa 3 cara
yaitu sebagai berikut.
1. pelapisan
a. Pelapisan dengan oli dan cat
Pelapisan dengan oli atau cat dapat mencegah interaksi langsung antara air dan udara dengan
besi karena oli dan cat akan memberikan lapisan impermeabel (tidak dapat ditembus air dan
udara). Seperti telah diketahui bahwa air dan udara (O2) akan menyebabkan terjadinya
korosi.
b. Pelapisan dengan timah
Pelapisan Fe dengan timah dapat mencegah terjadinya korosi karena Eo (potensial reduksi)
Sn2+|Sn = -0,14 V lebih besar dari Eo Fe2+|Fe = -0,44 V. hal ini menyebabkan dipermukaan
besi yang dilapisi oleh timah tidak terjadi oksidasi. Namun jika lapisan timah ini terbuka
maka besi akan mengalami korosi.
c. Pelapisan dengan krom
Pelapisan Fe dengan krom dapat mencegah terjadinya korosi karena sifat fisis krom yang
keras dan tahan karat.
2. perlindungan dengan logam reaktif
a. galvanisasi dengan seng
galvanisasi Fe dengan seng dilakukan dengan melapisi besi dengan seng. Hal ini didasarkan
pada Eo Zn2+|Zn yang lebih kecil dari EoFe2+|Fe sehingga seng akan lebih mudah teroksidasi
daripada besi. Sehingga selama lapisan seng masih ada besi akan terlindung dari korosi.
b. Perlindungan katodik dengan Mg
Perlindungan besi dengan logam aktif (Mg) ini dilakukan dengan menempatkan potongan
logam yang secara elektrokimia lebih aktif di dekat logam yang akan dilindungi dan
disentuhkan secara elektrik. Logam yang umum digunakan untuk melindungi besi dengan
pengorbanan anoda adalah magnesium. Cara ini didasarkan pada Eo Mg2+|Mg (-2,37 V) yang
lebih kecil dari Eo Fe2+|Fe (-0,44 V) sehingga Mg akan lebih cepat mengalami korosi.
3. pencampuran yang diusahakan homogen
pencampuran secara homogen ini dapat mencegah terjadinya korosi karena dengan kehomogenan
campuran maka campuran logam yang terbentuk akan tersusun rapat sehingga logam todak berpori.
Selain itu, dengan campuran tersebut akan mengurangi kemungkinan terjadinya karat dipermukaan
campuran logam karena yang berada dipermukaan bukan hanya besi. Hasil cara pencampuran logam
yang paling terkenal untuk mencegah korosi besi adalah stainless steel yang merupakan campuran
krom, nikel, dan besi sehingga dihasilkan campuran logam yang tahan korosi.

III. Metode Pembelajaran


Diskusi, tanya jawab, ceramah, penugasan dan proyek

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran


Pertemuan 1
Alokasi
No Kegiatan Kegiatan Guru
Waktu
1 Pembukaan  Membuka pelajaran dengan memberi salam, berdoa, mengecek 5 menit
kehadiran, mempersiapkan Peserta didik untuk menerima
pelajaran
 Apersepsi
Mengingat kembali tentang reaksi redoks dan biloks
 Guru memotivasi peserta didik tentang materi yang akan
dipelajari yaitu tentang reaksi redoks dan penyetaraannya
(reaksi redoks sangat banyak terjadi di kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan tentang penyetaraan reaksi redoks sangat penting
karena semua reaksi yang terjadi harus setara. Dan penerapan
redoks sangat berperan pada sumber listrik seperti aki dan
batrei)
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan inti Eksplorasi: 70
 Peserta didik dibimbing oleh guru untuk menemukan menit
pengertian reaksi redoks.
 Guru menyampaikan informasi singkat tentang biloks dan
penyetaraan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi
 Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok yang
terdiri dari masing-masing 3-4 orang peserta didik
 Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok
 Peserta didik mengekplorasi (mencari di buku atau sumber
bahan ajar lain), sehingga mampu menjelaskan apa yang
dimaksud dengan reaksi oksidasi, reaksi reduksi, dan biloks
Elaborasi:
 Peserta didik melakukan diskusi kelompok
 Guru membimbingan peserta didik dalam diskusi kelompok
dan membantu peserta didik yang mendapat kesulitan
 Setelah selesai, hasil diskusi disampaikan ke seluruh kelas
(presentasi)
Konfirmasi:
 Memberikan tambahan informasi terhadap hasil eksplorasi dan
elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber
 Memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap hasil
belajar peserta didik
 Memberikan hadiah kepada kelompok yang belajar dengan
baik

Penutup - Guru dan peserta didik merangkum /menyimpulkan hasil 15


pembelajaran menit
- Guru memberikan tugas
- Menyampaikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya
- Salam

Pertemuan 2
Alokasi
No Kegiatan Kegiatan Guru
Waktu
1 Pembukaan  Membuka pelajaran dengan memberi salam, berdoa, mengecek 5 menit
kehadiran, mempersiapkan Peserta didik untuk menerima
pelajaran
 Apersepsi
- Mengingat kembali biloks
 Guru memotivasi peserta didik bahwa selain setengah reaksi
ternyata ada cara lain yaitu cara bilangan oksidasi
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan inti Eksplorasi: 115
 Guru mempersilahkan peserta didik untuk membaca materi menit
penyetaraan reaksi redoks dengan cara perubahan bilangan
oksidasi (PBO).
 Guru memberikan informasi bagaimana cara menyetarakan
reaksi redoks dengan cara perubahan bilangan oksidasi (PBO).
 Guru menugaskan peserta didik agar melakukan diskusi
kelompok dengan bantuan LKS yang disediakan oleh guru

Elaborasi:
 Peserta didik dibimbing oleh Guru untuk berdiskusi.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk 60
mengerjakan latihan soal-soal. menit
 Guru membimbing kelompok yang mengalami masalah
 Setelah selesai, hasil diskusi disampaikan ke seluruh kelas
Konfirmasi:
 Memberikan tambahan informasi terhadap hasil eksplorasi dan
elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber
 Membantu memecahkan masalah yang belum diketahui
peserta didik
 Memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap hasil
belajar peserta didik
 Memberikan hadiah kepada kelompok yang belajar dengan
baik

Penutup - Guru dan peserta didik merangkum /menyimpulkan hasil 15


pembelajaran menit
- Guru memberikan tugas
- Menyampaikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya
- Salam
Pertemuan 3
Alokasi
No Kegiatan Kegiatan Guru
Waktu
1 Pembukaan  Membuka pelajaran dengan memberi salam, berdoa, mengecek 5 menit
kehadiran, mempersiapkan Peserta didik untuk menerima
pelajaran
 Apersepsi
- Mengingat kembali tentang reaksi reduksi dan reaksi
oksidasi
 Guru memotivasi peserta didik tentang sel elektrokimia
khususnya sel volta (sel volta sangat banyak dimanfaatkan di
kehidupan sehari-hari. Contohnya baterai dan aki)
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan inti Eksplorasi: 70
- Guru menyampaikan informasi singkat tentang kespontanan menit
reaksi redoks
- Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok yang
terdiri dari masing-masing 3-4 orang peserta didik
- Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok
- Peserta didik mengekplorasi (mencari di buku atau sumber bahan
ajar lain), sehingga mampu menjelaskan bagaimana reaksi yang
terjadi di katoda dan anoda serta bagaimana arus listrik terjadi
pada sel volta

Elaborasi
- Peserta didik melakukan diskusi kelompok
- Guru membimbing peserta didik dalam diskusi kelompok dan
membantu peserta didik yang mendapat kesulitan
- Setelah selesai, hasil diskusi disampaikan ke seluruh kelas
(presentasi)

Konfirmasi:
- Memberikan tambahan informasi terhadap hasil eksplorasi dan
elaborasi peserta didik dengan bantuan media flash
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap hasil
belajar peserta didik
- Memberikan hadiah kepada kelompok yang belajar dengan baik
Penutup - Guru dan peserta didik merangkum /menyimpulkan hasil 15
pembelajaran menit
- Guru memberikan tes
- Menyampaikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya
- Salam
Pertemuan 4
Alokasi
No Kegiatan Kegiatan Guru
Waktu
1 Pembukaan  Membuka pelajaran dengan memberi salam, berdoa, mengecek 5 menit
kehadiran, mempersiapkan Peserta didik untuk menerima
pelajaran
 Apersepsi
- Mengingat kembali tentang reaksi yang terjadi di katoda
dan anoda
 Guru memotivasi peserta didik tentang materi yang akan
dipelajari yaitu potensial sel (adanya potensial sel
menyebabkan elektron dapat bergerak)
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan inti Eksplorasi: 115
- Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok yang menit
terdiri dari masing-masing 3-4 orang peserta didik
- Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok
- Masing-masing kelompok melakukan pengamatan pada
demonstrasi rangkaian sel volta
- Peserta didik mengekplorasi (mencari di buku atau sumber bahan
ajar lain) dalam diskusi kelompok serta bimbingan guru sehingga
mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan potensial sel dan
potensial elektroda standar

Elaborasi
- Mendiskusikan LKS dalam kelompok
- Guru membimbingan peserta didik dalam diskusi kelompok dan
membantu peserta didik yang mendapat kesulitan
- Setelah selesai, hasil diskusi disampaikan dengan seluruh kelas
(presentasi)
Konfirmasi:
- Memberikan tambahan informasi terhadap hasil eksplorasi dan
elaborasi peserta didik
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap hasil
belajar peserta didik
- Memberikan hadiah kepada kelompok yang belajar dengan baik
Penutup - Guru dan peserta didik merangkum /menyimpulkan hasil 15
pembelajaran menit
- Guru memberikan tes
- Menyampaikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya
- Salam
Pertemuan 5
Alokasi
No Kegiatan Kegiatan Guru
Waktu
1 Pembukaan  Membuka pelajaran dengan memberi salam, berdoa, mengecek 5 menit
kehadiran, mempersiapkan Peserta didik untuk menerima
pelajaran
 Mengingat kembali tentang anoda dan aktoda
 Guru memotivasi peserta didik tentang materi yang akan
dipelajari yaitu tentang korosi dan cara penceghannya(apakah
pernah melihat alat-alat besi yang dicat? Kira-kira untuk apa?)
 Menyampaikan tujuan pembelajaran, meliputi aspek kognitif
dan afektif
Kegiatan inti Eksplorasi 70
- Guru dan peserta didik membahas hasil praktikum yang telah menit
dilakukan oleh peserta didik
- Guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok
- Guru mengundi tugas untuk masing-masing kelompok
(menjelaskan beberapa cara untuk mencegah korosi)
- Menugaskan peserta didik agar mendiskusikan hal yang berbeda
(K 1: pencampuran Homogen, K2: pelapisan dengan cat atau olei,
K3: pelapisan dengan timah, K4:pelapisan dengan krom , K5:
Galvanisasi, K6: Perlindungan Katodik)
- Peserta didik berdiskusi sesuai topik yang didapatkan (dengan
bantuan buku)
Elaborasi
- Guru membimbingan peserta didik dalam diskusi kelompok dan
membantu peserta didik yang mendapat kesulitan
- Setelah selesai, masing-masing kelompok menyampaikan hasil
diskusi di depan kelas (presentasi)

Konfirmasi
- Memberikan tambahan informasi terhadap hasil eksplorasi dan
elaborasi peserta didik dengan bantuan media flash
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap hasil
belajar peserta didik
- Memberikan hadiah kepada kelompok yang belajar dengan baik

Penutup - Guru dan peserta didik merangkum/menyimpulkan hasil 15


pembelajaran menit
- Mengadakan tes penilaian kognitif
- Menyampaikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya
- Salam
V. Sumber, Alat dan Bahan Pembelajaran
a. Sumber:
Purba, Michael. (2006). Kimia Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Sukardjo. 2007. Sains Kimia Kelas XII SMA/MA 3. Jakarta: Bumi Aksara
b. Alat : LCD, laptop, papan tulis,
c. Bahan : LKS

VI. Penilaian
1. Aspek Afektif
i. Teknik penilaian: observasi
ii. Bentuk intrumen: skala lajuan
iii. Instrumen penilaian:
Lembar Pengamatan Penilaian Afektif peserta didik

Kemampuan

Kemampuan
berpendapat
Kehadiran

menjawab
Ketepatan

Rata-rata
bertanya
No Nama

Keterangan:
Skala lajuan tersebut diisi dengan menuliskan angka 1 sampai dengan 5 sesuai kriteria berikut:
1. Sangat baik (A) 4. Kurang (D)
2. Baik (B) 5. Sangat kurang (E)
3. Cukup (C)
2. Aspek kognitif:
a. Teknik Penilaian: Ulangan harian
b. Bentuk Penilaian : Uraian.
c. Instrumen penilaian: terlampir
d. Tindak Lanjut : Bagi peserta didik yang telah mencapai KKM diberikan pengayaan
sedangkan bagi peserta didik yang belum mencapai KKM diberikan remedial.

Lefokisu, 18 Juli 2016


Mengetahui,
Kepala SMA Negeri Alor Kecil Guru Mata Pelajaran

Rahmad Kapitan, S.Pd Siti Qomariyyah Sado, S.Pd


NIP: 19770310 200212 1 011 NIP : -
LAMPIRAN

Instrumen Penilaian Kognitif


Indikator/ Inndikator Soal
No Tujuan
Butir Soal
Pembelajaran
1. Menjelaskan Diberikan contoh reaksi redoks 1. Besi yang berkarat merupakan contoh
pengertian reaksi dalam kehidupan sehari-hari, reaksi redoks. Apa yang dimaksud
redoks peserta didik dapat menjelaskan dengan reaksi redoks berdasarkan
reaksi redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi?
perubahan biloks
2. menerangkan Peserta didik dapat menyebutkan 2. Sebutkan 3 perbedaan antara reaksi
perbedaan antara 3 perbedaaan reaksi oksidasi dan oksidasi dan reaksi reduksi!
reaksi oksidasi dan reduksi
reaksi reduksi
3. Menyetarakan Disajikan reaksi redoks, peserta 3. Setarakan reaksi redoks berikut ini
persamaan reaksi didik dapat menyetarakan dengan dengan cara bilangan oksidasi!
redoks dengan cara perubahan bilangan oksidasi.
perubahan a. MnO + PbO2 MnO4 + Pb2+
bilangan oksidasi (suasana asam)
(PBO) b. Cl2 + IO3-  IO4- + Cl- (suasana basa)
Menyetarakan Disajikan reaksi redoks, peserta - reaksi berikut-ini dengan cara
4. Setarakan
reaksi redoks didik dapat menyetarakan dengan setengah reaksi!
dengan cara cara setengah reaksi Zn + MnO2 → Zn(OH)2 + MnO
setengah reaksi (suasana basa)
Menggambarkan Disajikan reaksi sel volta, peserta 5. Suatu sel volta terdiri dari elektrode
susunan sel volta didik dpat menentukan anoda, perak yang dicelupkan di dalam larutan
atau sel galvani katoda dan reaksi selnya ion perak [Ag+] 1 M dan elektrode zink
dan menjelaskan yang dicelupkan ke dalam larutan ion
fungsi setiap zink [Zn2+] 1 M. Bila diketahui:
bagiannya Ag+ + e Ag E⁰ = +0,80 volt
Zn2+ + 2e Zn E⁰ = -0,76 volt
Tentukan:
a. Zat yang berperan sebagai anoda
b. Zat yang berperan sebagai katoda
c. Reaksi sel
Menuliskan Diberikan data harga potensial 6. Diketahui :
lambang sel dan reduksi standar 2 buah logam Mg2++ 2 e → Mg Eo = -
reaksi-reaksi yang berkaitan dengan soal, peserta 2,37 volt
terjadi pada sel didik dapat menghitung harga Zn2++ 2 e → Zn Eo = -
volta potensial sel suatu reaksi spontan 0,76 volt
jika diberikan notasi selnya a. Hitunglah potensial sel untuk
dengan tepat. notasi sel :
Zn I Zn2+ II Mg2+ I Mg
b. Gambarkan sel volta lengkap
dengan aliran elektronnya
Menghitung Diberikan data harga potensial 7. Diketahui :
potensal sel reduksi standar 4 buah logam, Zn2++ 2 e → Zn Eo = - 0,76 volt
berdasarkan data peserta didik dapat menuliskan Cd2+ + 2 e → Cd Eo = -0,40 volt
potensial standar notasi sel yang menghasilkan Cu2++ 2 e → C u Eo = +0,34 volt
potensial sel terbesar dengan Ag + e → Ag
+
Eo = +0,80 volt
tepat Pilihlah 2 pasangan setengah sel yang
menghasilkan potensial sel tertinggi,
kemudian Tuliskan notasi sel volta
tersebut.
Menjelaskan Peserta didik dapat menjelaskan 8. Aki adalah salah satu contoh sel volta.
prinsip kerja sel elektrode yang digunakan pada Tentukan :
volta yang banyak aki serta menjelaskan reaksi yang a. Anoda dan katoda yang digunakan
digunakan dalam terjadi dengan tepat pada aki!
kehidupan b. Jelaskan reaksi yang terjadi pada
(baterai, aki, dll) aki!
Menjelaskan Disajikan contoh pencegahan 9. Jika logam zink dililitkan pada besi,
beberapa cara korosi, peserta didik dapat besi terhindar dari karat. Jika yang
untuk mencegah menjelaskannya dililitkan logam timah, besi tetap
terjadinya korosi. berkarat. Mengapa demikian?
Indikator/ Bobot
No
Tujuan Pembelajaran Kunci Jawaban Nilai
1. Menjelaskan pengertian 1. Reaksi redoks yaitu reaksi yang disertai dengan 5
reaksi redoks perubahan bilangan oksidasi.
Setiap reaksi redoks terdiri dari reaksi oksidasi dan reaksi
reduksi. Reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi,
sedangkan oksidasi yaitu penaikan bilangan oksidasi.
2. menerangkan perbedaan - Reaksi oksidasi : Penangkapan oksigen, Pelepasan 10
antara reaksi oksidasi elektron, Bilangan oksidasi naik
dan reaksi reduksi - Reaksi reduksi : Pelepasan oksigen, Penangkapan
elektron, Bilangan oksidasi turun

3. Menyetarakan 1. 2MnO + 5PbO2 + 8H+  2MnO4 + 5Pb2+ + 4H2O 20


persamaan reaksi 2. Cl2 + IO- 3- + 2OH-  IO4- + 2Cl- + H2O 20
redoks dengan
perubahan bilangan -
oksidasi (PBO)
Menyetarakan reaksi 3.
redoks dengan cara
setengah reaksi

Menggambarkan 4.
susunan sel volta atau
sel galvani dan
menjelaskan fungsi
setiap bagiannya

Menuliskan lambang 5.
sel dan reaksi-reaksi
yang terjadi pada sel
volta

Menghitung potensal 6.
sel berdasarkan data
potensial standar

Menjelaskan prinsip 7.
kerja sel volta yang
banyak digunakan
dalam kehidupan
(baterai, aki, dll)
Menjelaskan beberapa 8. 5
cara untuk mencegah
terjadinya korosi.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

INDIKATOR
Menyetarakan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi
MATERI
Tahapan penyetaraannya dengan menggunakan cara setengah reaksi adalah sebagai berikut
1) Menentukan unsur yang mengalami perubahan biloks (bilangan oksidasi) baik yang reduksi maupun
yang oksidasi
2) Menyetarakan masing-masing setengah reaksi (reaksi reduksi/reaksi oksidasi)
a. Menyetarakan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
b. Menyetarakan jumlah atom dan oksigen dan hidrogen
a) Larutan asam atau netral dengan menambahkan 1 molekul H2O untuk setiap
kekurangan 1 atom oksigen pada ruas yang kekurangan atom oksigen. Menyetarakan
atom H dengan menambahkan ion H+ pada ruas yang kekurangan atom H.
b) Larutan basa dengan menambahkan 1 molekul H2O untuk setiap kelebihan 1 atom
oksigen pada ruas yang kelebihan atom oksigen. Menambahkan ion OH- dua kali
lebih banyak pada ruas yang lainnya.
c) Menyetarakan spesi lain dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas
lain.
d) Menyetarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah
muatannya lebih bersar.
3) Menyamakan jumlah elektron pada reaksi oksidai maupun reaksi oksidasi dengan memberi koefisien
yang sesuai.
4) Menjumlahkan kedua setengah reaksi.
CONTOH
Setarakanlah reaksi berikut dengan cara setengah reaksi!
Cl2 + IO3- → Cl- + IO4-

SOAL
1. CuS (s) + NO3- (aq) → Cu2+ (aq) + S(s) + NO(g) (pada suasana asam)
2. MnO4-(aq) + C2O4-2(aq) → MnO2(s) + CO2(g) (pada suasana basa)
3. Zn(s) + NO3-(aq) → Zn2+(aq) + NH4+(aq) (pada suasana asam)

SIMPULAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

INDIKATOR
Menyetarakan reaksi redoks dengan cara bilangan oksidasi

MATERI
Langkah-langkah menyetarakan reaksi dengan cara bilangan oksidasi adalah sebagai berikut:
1) Menentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan bialngan oksidasi
2) Menyetarakan koefisien unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
3) Menentukan jumlah perubahan bilangan oksidasi oksidasi dari oksidator dan reduktor, dimana jumlah
perubahan bilangan oksidasi sama dengan jumlah atom dikalikan dengan perubahan bilangan
oksidasinya.
4) Menyamakan jumlah perubahan bilangan oksidasi dengan memberikan koefisien yang sesuai.
5) Menyetarakan muatan dengan menambahkan ion H+ (asam) dan ion OH- (basa).
6) Menyetarakan atom H dengan menambahkan H2O.
7) Menyetarakan jumlah unsur-unsur lain dengan urutan kation, anion, hidrogen, dan oksigen.

CONTOH
Setarakanlah reaksi berikut dengan cara bilangan oksidasi!
CrO42- + Fe(OH)2 → Cr2O3 + Fe(OH)3

SOAL
Setarakan dengan cara bilangan oksidasi
1. Cl2 (g) + SO2 (g) + H2O (l) → SO42-(aq) + Cl-(aq) + H+ (l)
2. Ca3(PO4)2(s) + SiO2(s) + C(s) → CaSiO3(s) + CO(s) + P4(s)

SIMPULAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

INDIKATOR:
- Menggambar bagian-bagian sel volta atau sel galvani
- Menjelaskan fungsi tiap bagiannya
- Menjelaskan bagaimana listrik dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel volta

Perhatikan rengkaian dibawah ini

e e

Diskusikan!
1. Tuliskan rekasi oksidasi yang terjadi di anoda!

2. Tuliskan reaksi reduksi yang terjadi di katoda!

3. Simpulkan, apakah yang menyebabkan rangkaian sel volta tersebut dapat menghasilkan arus
listrik?

Contoh soal:
Gambarlah rangkaian sel volta dari reaksi berikut dan tentukan reaksi selnya!
Reaksi yang terjadi adalah
Katoda: Cu2+ + 2e → Cu (Reduksi)
Anoda: Al → Al3+ + 3e (Oksidasi)
Dengan larutan elektrolit Al2SO4 dan CuSO4
Jawaban:
Rangakian sel volta

e e
Reaksi sel yang terjadi dapat ditentukan dengan menjumlahkan kedua reaksi yang terjadi di katoda
dan anoda. Caranya adalah sebagai berikut:
Katoda: Cu2+ + 2e → Cu (x3) = 3Cu2+ + 6e → 3Cu
Anoda : Al → Al3+ + 3e (x2) = 2Al → 2Al3+ + 6e +
Reaksi selnya 3Cu + 2Al → 3 Cu + 2 Al3+
2+

Gambar dan tentukan reaksi sel dari reaksi-reaksi berikut


1. Katoda : Cu2+ + 2e → Cu
Anoda : Fe → Fe2+ + 2e
dengan elektrolit FeSO4 dan CuSO4
2. Katoda : Ag+ + 1e→ Ag
Anoda : Ca → Ca2+ + 2e
dengan elektrolit AgNO3 dan Ca(NO3)2
Lembar Kerja Peserta didik

Indikator:
1. Menghitung potensial sel berdasarkan data potensial standar

Diskusikanlah soal-soal berikut dalam kelompok! Pergunakan berbagai sumber belajar yang anada
miliki!
1. Apakah yang dimaksud dengan potensial sel?
2. Apakah yang dimaksud dengan potensial elektroda?
3. Apakah yang dimaksud dengan potensial reduksi standar?
4. Bagaimanakah rumus yang dapat digunakan untuk menghitung potensial sel suatu sel volta?

Mari kita coba menggunakan rumus tersebut!


Contoh
Tentukan potensial sel dan tentukan eketroda dari dari persamaan reaksi beriku.
Cu2+ + Cd → Cu + Cd2+
Jika diketahui
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 volt
Cd + 2e → Cd
2+
Eo = -0,40 volt

Jawaban:
Katoda : Cu (mengalami reduksi) sedangkan anoda : Cd (mengalami oksidasi)
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 volt
Cd + 2e → Cd
2+
Eo = -0,40 volt

Eosel = Eo reduksi – Eooksidasi


Eosel = +0,34 volt – (-0,40 volt)
Eosel = 0,74 volt

Ayo kerjakan soal berikut ini! Tentukan potensial sel dari persamaan sel volta tersebut!
1. Bi3+ + Pb → Bi + Pb2+ Diketahui
2. Cd2+ + Co → Cd + Co2+ Bi3+ + 3e → Bi Eo = +0,30volt
Cd2+ + 2e → Cd Eo = -0,40 volt
Co2+ + 2e → Co Eo = -0,28 volt
Pb2+ + 2e → Pb Eo = -0,13 volt
Undian contoh sel volta

1. jelaskan bagian-bagian aki, proses reaksi kimia yang terjadi ketika aki digunakan, dan reaksi
ketika diisi ulang!

2. Jelaskan bagian-bagian dari baterai kering dan reaksi yang terjadi!

3. Jelaskan bagian-bagian dari baterai alkalin dan reaksi yang terjadi!

4. Jelaskan bagian-bagian dari baterai nikel kadmium dan reaksi yang terjadi!

5. Jelaskan bagian-bagian dari baterai litium dan reaksi yang terjadi!

Undian pencegahan korosi

1. Pencampuran Homogen

2. Pelapisan dengan cat atau oli

3. Pelapisan dengan timah

4. Pelapisan dengan Krom

5. Galvanisasi dengan seng

6. Perlindungan katodik dengan Mg


1. Sebutkan dan jelaskan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah korosi!
Jawaban:
1. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah korosi adalah dengan pelapisan dengan cat
atau oli. Hal ini akan menyebabkan besi tidak dapat berinteraksi dengan udara sehingga proses
korosi tidak terjadi.
2. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah korosi adalah dengan pelapisan dengan
perlindungan katodik. Hal ini dilakukan dengan menempatkan logam yang lebih reaktif (Mg) di
dekat besi dan bersentuhan secara elektik sehingga Mg akan teroksidasi sedangkan Fe tidak.
3. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah korosi adalah dengan galvanisasi. Hal ini
dilakukan dengan menghubungkan Fe dengan Seng yang memiliki potensial reduksi lebih kecil
sehingga seng akan lebih mudah teroksidasi.
4. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah korosi adalah dengan pencampuran yang
homogen. Hal ini dilakukan dengan mencampurkan besi dengan logam lain. Contoh yang paling
terkenal adalah steinless steel yang merupakan campuran antara krom, nikel, dan besi.

Rubrik Penilaian Kognitif

5. Memberikan penyelesaian yang lengkap dan benar


4. Penyelesaian benar tapi kurang lengkap
3. penyelesaian benar tidak disertai dengan alasan
2. penyelesaian ada unsur benarnya tapi tidak memadai/salah total
1. tidak memberikan jawaban sama sekali (hanya menuliskan soal)

skoryangdiperoleh
Nilai =  100
skortotal