Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri Alor Kecil


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : XII
Semester : 1
Jumlah pertemuan : 4
Standar Kompetensi :
1. Menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan non-elektrolit dan elektrolit
Kompetensi Dasar
1.1 Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan
osmosis termasuk sifat koligatif larutan.

Indikator Pencapaian Kompetensi


- Menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol)
- Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Roulth) dan larutan elektrolit
- Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut
- Menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan
- Mengamati penurunan titik beku suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui percobaan
- Menghitung penurunan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan data percobaan
- Menghitung kenaikan titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan data percobaan
- Menganalisis diagram PT untuk menafsirkan penurunan tekanan uap, penurunan titik beku dan
kenaikan titik didih larutan
- Menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmosis serta terapannya
- Menghitung tekanan osmosis larutan elektrolit dan non elektrolit

I. Tujuan Pembelajaran
Peretemuan ke-1:
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian kemolalan dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menjelaskan hubungan kemolalan dengan kemolaran dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menjelaskan hubungan kemolalan dengan persen massa dengan
tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menghitung molalitas larutan dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian fraksi mol dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menghitung fraksi mol larutan dengan tepat
Peretemuan ke-2:
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit dan
larutan elektrolit dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menjelaskan hubungan tekanan uap dengan fraksi mol zat terlarut
dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat mendiskripsikan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap
terhadap tekanan uap pelarut dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan
dengan tepat
Pertemuan ke-3
- Melalui diskusi dan ekperimen, peserta didik dapat mendiskripsikan pengaruh zat terlarut yang sukar
menguap terhadap titik beku larutan dengan tepat
- Melalui diskusi dan ekperimen, peserta didik dapat menghitung penurunan titik beku larutan non
elektrolit dan elektrolit berdasarkan data percobaan dengan tepat
Pertemuan ke-4
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengaruh zat terlerut yang sukar menguap terhadap
titik didih larutan dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menghitung kenaikan titik didih larutan non elektrolit dan larutan
elektrolit berdasarkan data percobaan dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menganalisis diagram PT untuk menafsirkan penurunan tekanan
uap, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat mendiskripsikan pengertian osmosis dan tekanan osmosis serta
terapannya dengan tepat
- Melalui diskusi, peserta didik dapat menghitung tekanan osmosis larutan non elektrolit dan larutan
elektrolit dengan tepat

Nilai Karakter: rasa ingin tahu, tanggung jawab, kerjasama dan teliti
II. Materi Pokok
1. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif
a. Fraksi Mol
Komposisi zat-zat dalam larutan dapat dinyatakan dalam satuan fraksi mol (X). Fraksi mol
zat A (XA) menyatakan perbandingan jumlah mol zat A terhadap jumlah mol total zat-zat yang
terdapat dalam larutan.

Jumlah fraksi mol semua komponen sama dengan satu.

b. Kemolalan (Molalitas)
Kemolalan (m) didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut.
Dalam bentuk persamaan dirumuskan sebagai berikut.
atau
Keterangan: Keterangan:
M = molaritas zat terlarut (M) M = molaritas zat terlarut (M)
ni= mol zat terlarut I (mol) w = massa zat terlarut (gram)
V= volume larutan (L) Mm = massa molar zat terlarut (g/mol)
V = volum larutan (mL)

2. Pengertian sifat koligatif larutan


Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi zat terlarut
dan tidak bergantung pada jenis zat terlarut.

Gambar 1.1 Diagram P vs T


Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut (Gambar 1.1), maka akan didapat
suatu larutan yang mengalami:
1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmosis

3. Sifat Koligatif LArutan Non Eektgrolit


a. Penurunan Tekanan Uap (P)
Kemudahan suatu zat menguap ditentukan oleh kekuatan gaya antarmolekul (tegangan
permukaan). Molekul-molekul fasa uap menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap.
Hukum Raoult
Menurut Roult :
p = po . XB
keterangan:
p : tekanan uap jenuh larutan
po : tekanan uap jenuh pelarut murni
XB : fraksi mol pelarut
Karena XA + XB = 1, maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi:
P = Po (1 – XA)
P = Po – Po . XA
Po – P = Po . XA
Sehingga :
ΔP = po . XA
keterangan:
ΔP : penuruman tekanan uap jenuh pelarut
po : tekanan uap pelarut murni
XA : fraksi mol zat terlarut

b. Kenaikan Titik Didih


Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih
pelarut murni. Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan:
ΔTb = m . Kb
keterangan:
ΔTb = kenaikan titik didih (oC)
m = molalitas larutan
Kb = tetapan kenaikan titik didihmolal

(W menyatakan massa zat terlarut), maka kenaikan titik didih larutan dapat dinayatakan sebagai:

Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik didih larutan dinyatakan sebagai :
Tb = (100 + ΔTb) oC

c. Penurunan Titik Beku


Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai:

ΔTf = penurunan titik beku


m = molalitas larutan
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
W = massa zat terlarut
Mr = massa molekul relatif zat terlarut
p = massa pelarut
Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai:
Tf = (O – ΔTf)oC

Sama seperti kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan dapat digunakan untuk
menentukan massa molekul relatif zat terlarut.

d. Tekanan Osmosis
Tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan
perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses
osmosis) Menurut Van’t hoff tekanan osmosis mengikuti hukum gas ideal:
PV = nRT
Karena tekanan osmosis = Π , maka :

π° = tekanan osmosis (atmosfir)


C = konsentrasi larutan (M)
R = tetapan gas universal. = 0,082 L.atm/mol K
T = suhu mutlak (K)
4. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
Jadi, untuk larutan elektrolit, rumus-rumus yang dipakai sebagai berikut:
ΔP = X. Po. i
ΔTf = Kf. m. i
ΔTb = Kb. m. i
π = M R T. i
Untuk elektrolit kuat pada pengenceran tak terhingga harga α = 1, maka berlaku rumus berikut:
ΔP = X. Po. n
ΔTf = Kf. m. n
ΔTb = Kb. m. n
π = M R T. N
Sifat koligatif larutan elektrolit secara ringkas adalah sebagai berikut.
1.) Kenaikan titik didih

2.) Penurunan titik beku

Keterangan:
n = jumlah ion yang dihasilkan dari ionisasi satu molekul zat elektrolit
 = derajat ionisasi zat elektrolit
3.) Tekanan osmosis

Hal-hal yang perlu diperhatikan berhubungan dengan larutan elektrolit antara lain:
1) a. Elektrolit yang menghasilkan dua ion (n = 2), yaitu CH 3COOH, HCl, NaOH, NaCl.
b. Elektrolit yang menghasilkan tiga ion (n = 3), yaitu Ca(OH) 2, H2SO4, Na2CO3.
c. Elektrolit yang menghasilkan empat ion yaitu FeCl3, AlCl3.
2) Makin banyak ion yang dihasilkan dari larutan elektrolit, makin besar pula harga ΔT b dan ΔTf.
3) Besarnya harga  menunjukkan kuatnya larutan elektrolit. Makin besar harga , makin besar pula
harga ΔTb dan ΔTf.
4) Larutan elektrolit kuat mempunyai  = 1.

5) Pada elektrolit biner berlaku:

Contoh:
1) Suatu larutan elektrolit biner 0,05 mol dalam 100 gram air mempunyai = 2/3. Jika Kf = 1,86
°C/m, tentukan penurunan titik beku larutan tersebut!
Jawab:

2) Tetapan kenaikan titik didih molal air adalah 0,5 °C/m. Jika 1 mol H2SO4 dilarutkan dalam 100
gram air dan dipanaskan, tentukan kenaikan titik didih dan titik didih larutan tersebut!
Jawab:
ΔTb = Kb x m x n
= 0,5 x 1 x 3
ΔTb = 1,5 °C
Titik didih larutan = 100 °C + 1,5 °C = 101,5 °C

III. Metode Pembelajaran


Metode Pembelajaran: Diskusi dan ekperimen
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Alokasi
No Kegiatan Aktivitas
waktu
1. Pendahuluan a. Guru mengucapkan salam 5 menit
b. Doa
c. Guru mengabsen kehadiran peserta didik
d. Apersepsi :
 “Bagimanakah rumus untuk menghitung molaritas?
e. Menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Inti Eksplorasi :
a. Peserta didik mengkaji
literatur
b. Peserta didik duduk
berkelompok dimana setiap kelompoknya terdiri dari 5 orang.
c. Setiap peserta didik
dikelompok dibagikan LKS 75 menit
Elaborasi:
d. Disetiap kelompok peserta didik berdiskusi untuk membahas
topik yang menjadi tugasnya.
e. Guru bertugas sebagai
motivator, fasilitator dan narasumber.
f. Salah satu kelompok
ditunjuk untuk menyampaikan hasil diskusinya
Konfirmasi:
g. Kelompok lain memberikan tanggapan.
h. Peserta didik memperoleh penguatan konsep dari guru tentang
hasil diskusi mengenai sifat koligatif larutan.
3. Penutup a. Peserta didik bersama-sama guru membuat kesimpulan 10 menit
b. Guru memberikan tes
c. Guru menyampaikan judul materi pada pertemuan berikutnya
d. Guru mengucapkan salam.

Pertemuan Ke-2
Alokasi
No Kegiatan Aktivitas
waktu
1. Pendahuluan a. Guru mengucapkan salam 5 menit
b. Doa
c. Guru mengabsen kehadiran peserta didik
d. Apersepsi :
Mengingat kembali tentang larutan, larutan elektrolit, larutan
non elektrolit, konsentrasi larutan (molaritas, molalitas, fraksi
mol)
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
f. Motivasi
 “Tahukah kalian apa itu menguap?berikan contoh dari
menguap tersebut”
2. Kegiatan Inti Eksplorasi :
a. Peserta didik duduk berkelompok dimana setiap kelompoknya
terdiri dari 5 orang. Kelompok ini disebut kelompok asal.
Setiap kelompok asal diberi 5 topik, yaitu:
1. Pengertian sifat koligatif
2. Konsentrasi dalam koligatif
3. Tekanan uap 120
4. Penurunan tekanan uap menit
5. Menghitung tekanan uap berdasarkan data percobaan
Setiap peserta didik dalam kelompok asal memilih topik yang
menjadi tugasnya.
b. Setiap peserta didik dikelompok asal yang akan membahas
topik yang sama berkumpul dikelompok topik yang sama. Yang
disebut kelompok ahli.
Elaborasi:
c. Disetiap kelompok ahli, peserta didik berdiskusi untuk
membahas topik yang menjadi tugasnya. Jadi, setiap kelompok
ahli membahas topik yang berbeda.
d. Guru bertugas sebagai motivator, fasilitator dan narasumber.
e. Setelah berdiskusi di kelompok ahli, masing-masing peserta
didik kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan hasil
diskusinya kepada kelompok asal.
f. Dikelompok asal peserta didik saling membelajarkan, sehingga
seluruh anggota kelompok asal dapat memahami semua topik.
Dan menuliskan hasil diskusinya.
g. Beberapa kelompok asal memaparkan hasil diskusi dalam
kelompoknya.
Konfirmasi:
h. Kelompok lain memberikan tanggapan.
i. Peserta didik memperoleh penguatan konsep dari guru tentang
hasil diskusi mengenai sifat koligatif larutan.

3. Penutup a. Peserta didik bersama-sama guru membuat kesimpulan 10 menit


b. Peserta didik ditugaskan mengerjakan soal yang telah
disediakan guru. (Peserta didik dibagikan lembar soal latihan).
c. Guru membentuk kelompok praktikum untuk pertemuan
berikut.
d. Guru mengucapkan salam.
Pertemuan ke-3
Alokasi
No Kegiatan Aktivitas
waktu
1. Pembukaan a. Salam dan doa 5 menit
b. Guru mengabsen kehadiran peserta didik
c. Apresepsi :
 ”Apa sifat koligatif larutan itu? Coba berikan contonhnya
dalam kehidupan sehari-hari!
d. Motivasi :
 “Pernahkan kalian menyantap es putar? Tahukah kalian bahwa
es putar dibuat tanpa menggunakan mesin pendingin?
Bagaimana cara membekukannya?”
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Eksplorasi: 65 menit
Inti a. Guru memberikan arahan kepada peserta didik.
Elaborasi:
b. Peserta didik melakukan
praktikum mengenai penurunan titik beku secara berkelompok
(Kelompok terdiri dari 5 orang pada setiap kelompoknya).
c. Pada saat peserta didik praktikum, guru membimbing dan
berkeliling memeriksa pekerjaan peserta didik.
d. Setelah semua peserta didik selesai melakukan praktikum, peserta
didik dibimbing untuk mendiskusikan hasil eksperimennya.
e. Pada proses diskusi, peserta didik dibimbing dengan diberikannya
beberapa pertanyaan, seperti:
- Bagaimana pengaruh adanya zat terlarut terhadap titik beku?
- Bagaimana pengaruh komposisi larutan terhadap penurunan
titik beku?
- Sesuai pengertian sifat koligatif larutan, kalau ada 1 molal
larutan gula dengan 1 molal larutan urea, apakah penurunan
titik bekunya sama?
- Bagaimana kalau 1 molal larutan gula dengan larutan yang
berisi 0,5 molal gula dan 0,5 molal urea, bagaimana penurunan
titik beku kedua larutan?
- Mengapa adanya zat terlarut mengakibatkan penurunan titik
beku?”
Konfirmasi:
f. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang
telah dilakukan.
3. Penutup a. Peserta didik bersama-sama guru membuat kesimpulan 20 menit
b. Peserta didik ditugaskan mengerjakan soal yang telah disediakan
guru dan membuat laporan praktikum
c. Peserta didik diberi arahan untuk belajar materi pada pertemuan
selanjutnya
d. Guru mengucapkan salam.
Pertemuan ke-4
Alokasi
No Kegiatan Aktivitas
waktu
1. Pembukaan a. Salam dan doa 5 menit
b. Guru mengabsen kehadiran peserta didik
c. Apresepsi :
“Masih ingatkah kalian bagaimana air mendidih? Mengapa
terjadi seperti itu?
Apakah semua Larutan mendidih di titik didih yang sama?
d. Motivasi : Mengapa dalam memasak sayur bumbunya
dimasukkan setelah air Mendidih?
2. Kegiatan Eksplorasi:
Inti a. Guru memberikan pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan
awal peserta didik. 125
Elaborasi: menit
b. Peserta didik dengan bimbingan guru mendiskusikan tentang titik
didih.
c. Peserta didik dengan bimbingan guru mendiskusikan informasi
diagram PT dan tekanan osmosis
Kolaborasi:
d. Peserta didik dibimbing untuk menyimpulkan hasil kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
e. Peserta didik memperoleh penguatan konsep dari Guru tentang
titik didih, diagram PT dan tekanan osmosis

3. Penutup a. Peserta didik bersama-sama guru membuat kesimpulan 5 menit


b. Peserta didik ditugaskan mengerjakan soal yang telah disediakan
Guru dan mencari penerapan sifat koligatif larutan dalam
kehidupan sehari-hari
c. Guru membentuk kelompok praktikum untuk pertemuan berikut
d. Guru mengucapkan salam.

V. Sumber, Alat dan BahanPembelajaran


a. Sumber:
Purba, Michael. (2006). Kimia Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
b. Alat dan Bahan
 Buku Kimia
 Whiteboard, Spidol, dan Penghapus
 LCD dan Laptop
 Alat dan bahan untuk praktikum
 Lembar kerja siswa

VI. Evaluasi
1. Aspek Afektif
Penilaian dilakukan melalui dua bentuk, tes dan non tes.
a. Bentuk Non Tes
 Teknik penilaian: observasi
 Bentuk intrumen: skala lajuan
 Instrumen penilaian:
Lembar Pengamatan Penilaian Afektif peserta didik

bertanyaKemampuan

Ketepatan menjawab
Kemampuan
berpendapat
Kehadiran

Rata-rata
No Nama

Keterangan:
Skala lajuan tersebut diisi dengan menuliskan angka 1 sampai dengan 5 sesuai kriteria berikut:
1. Sangat baik (A) 4. Kurang (D)
2. Baik (B) 5. Sangat kurang (E)
3. Cukup (C)
b. Bentuk Tes
Penilaian terhadap sikap peserta didik dalam memperhatikan penjelasan guru.
 Teknik penilaian: post test
 Bentuk instrumen penilaian: soal non tertulis.

2. Aspek Psikomotor:
Bentuk Non Tes
a. Teknik penilaian: observasi
b.Bentuk intrumen: skala lajuan
c. Instrumen penilaian: lembar observasi
Skala nilai
No. Aspek yang diamati Skor
5 4 3 2 1
1. Cara menyiapkan alat
2. Cara menggunakan alat
3. Cara menyiapkan bahan
4. Cara melakukan pengujian
5. Cara mengamati perubahan yang
terjadi
6. Kebenaran menarik kesimpulan
Skor total
Jumlah skor maksimal = 30

Nilai =
d.Kriteria penilaian:
No Nilai Kuantitatif Nilai Kualitatif Keterangan
1. ≥ 86 A Sangat baik
2. 76 < nilai < 86 B Baik
3. 60 < nilai < 76 C Cukup
4. 46 < nilai < 60 D Kurang
5. < 46 E Sangat kurang

3. Aspek kognitif:
a. Teknik Penilaian: Ulangan harian
b. Bentuk Penilaian : uraian.
c. Instrumen penilaian:
Soal Ulangan harian KD 1.1:
1) Diketahui 179 gram air (Mr H2O = 18) dipanaskan pada suhu 100oC dan memiliki tekanan uap
jenuh 760 mmHg. Tentukan tekanan uap jenuh larutan yang terbentuk jika ke dalam air
tersebut dimasukan 30 gram urea (Mr = 60) pada suhu 100oC!
2) Sebanyak 45 gram glukosa (Mr = 179) dilarutkan dalam 400 gram air. Tentukan titik beku
larutan glukosa tersebut jika diketahui Kf air = 1,86oC/m!
3) Tentukan tekanan osmotik larutan urea jika 120 gram urea (M r = 60) dilarutkan dalam air
hingga volumenya 4 Liter pada suhu 343 K dan diketahui R = 0,082 L atm mol -1 K-1!
4) Jika 1,74 gram K2SO4 dilarutkan dalam 50 gram air akan membentuk larutan elektrolit.
Tentukan titik beku larutan K2SO4 tersebut jika diketahui Kf air = 1,86 oC/m, Ar K = 39, Ar S =
32, Ar O = 16!
5) Larutan BaCl2 dengan konsentrasi 0,2 M memiliki tekanan osmotik sebesar 13 atm pada suhu
25oC. Tentukan derajat ionisasi larutan elektrolit tersebut!
6) Perhatikan diadgram P-T berikut!

K L M N
R 1 atm
cair

padat
T
Tunjukan bagian yang menunjukan proses mencair dari diagram di atas!
gas
Soal Remidi Sifat Koligatif Larutan
1. Diketahui 18 gram air (Mr H2O = 18) dipanaskan pada suhu 100ToC dan memiliki tekanan uap
jenuh (Po) 760 mmHg. Tentukan tekanan uap (P) jenuh larutan yang terbentuk jika ke
dalam air tersebut dimasukan 3 gram urea (Mr urea = 60) pada suhu 100oC!
2. Sebanyak 18 gram glukosa (Mr = 179) dilarutkan dalam 100 gram air. Tentukan titik beku
(Tf) larutan glukosa tersebut jika diketahui Kf air = 1,86oC/m!
3. Tentukan tekanan osmotik (π) larutan urea jika 30 gram urea (M r = 60) dilarutkan dalam air
hingga volumenya 2 Liter pada suhu 300 K dan diketahui R = 0,082 L atm mol -1 K-1!
4. Jika 1,74 gram K2SO4 dilarutkan dalam 200 gram air akan membentuk larutan elektrolit.
Tentukan titik beku (Tf) larutan K2SO4 tersebut jika diketahui Kf air = 1,86 oC/m, Mr K2SO4
= 174!
5. Larutan BaCl2 dengan konsentrasi 0,1 M memiliki tekanan osmotik sebesar 5 atm pada suhu
27oC. Tentukan derajat ionisasi () larutan elektrolit tersebut!
6. Perhatikan diadgram P-T berikut!

K L M N
R 1 atm
cair

padat
T

Tunjukan bagian yang menunjukan proses


gas mencair dari diagram di atas!

Soal Pengayaan T
1. Penurunan titik beku asam sulfatdalam 2 liter air besarnya 2,9 kali dari 3 gram urea yang terlarut
dalam 500 mL air (Kf = 1,86 oC/m). jika diketahui derajat ionisasi dari asam sulfat sebesar 95%,
tentukan massa asam sulfat tersebut
2. Etilen glikol (C2H4(OH)2) merupakan zat yang dapat menurunkan titik beku air pada musim dingin
dan menaikkan titik didih air pada radiator mobil pada musim panas. Jika radiator mobil berisi 20
liter air, berapa gram etilen glikol yang harus ditambahkan ke dalamnya agar larutan membeku
pada suhu -18oC?. Dengan massa yang sama, pada suhu berapa larutan dalam radiator tersebut
akan mendidih? (Kb = 0,52 oC/m, Kf = 1,86 oC/m, Ar H = 1, C = 12, O = 16)
3. Selobiosa merupakan jenis gula yang diperoleh dari penguraian selulosa. Jika 200 liter larutan
yang mengandung 1.500 gram selobiosa mempunyai teakanan osmotik 0,916 atm pada suhu 25 oC,
tentukan massa molekul relatif selobiosa tersebut!
4. Diketahui beberapa larutan sebagai berikut.
a. Larutan NaCl 0,05 molal
b. Larutan gula 0,05 molal
c. Larutan urea 0,1 molal
d. Larutan CH3COOH 0,2 molal,  = 5%
e. Larutan NH3 0,2 molal,  = 4%
Urutkan larutan tersebut berdasarkan titik didih yang semakin besar!
5. Larutan antibeku mengandung etilen glikol (Mr = 62 dan  = 1,114 gram/mL) dan air (Mr = 18
dan  = 1 gram/mL) pada suhu 25 oC. Larutan antibeku mempunyai kerapatan 1,06 gram/mL.
jika R = 0,082 L atm/mol K, hitunglah tekanan osmotik larutan tersebut!

Rubrik Penilaian Kognitif


5. Memberikan penyelesaian yang lengkap dan benar
4. Penyelesaian benar tapi kurang lengkap/satuan kurang lengkap
3. penyelesaian benar tidak disertai dengan alasan/tidak ada satuan sama sekali
2. penyelesaian ada unsur benarnya tapi tidak memadai/salah total
1. tidak memberikan jawaban sama sekali (hanya menuliskan soal)

d. Tindak Lanjut : Bagi peserta didik yang telah mencapai KKM diberikan pengayaan
sedangkan bagi peserta didik yang belum mencapai KKM diberikan remedial.

Lefokisu, 18 Juli 2017


Mengetahui,
Kepala SMA Negeri Alor Kecil Guru Mata Pelajaran

Rahmad Kapitan, S.Pd Siti Qomariyyah Sado, S.Pd


NIP: 19770310 200212 1 011 NIP : -
LAMPIRAN

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


Menentukan Penurunan Titik Beku Larutan

A. Tujuan
Menghitung penurunan titik beku larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Gelas kimia 1000 mL 1 buah
b. Tabung reaksi 3 buah
c. Batang pengaduk 1 buah
d. Termometer 2 buah
2. Bahan
a. Air 12 mL
b. Urea 0,12 gram
c. Gula pasir 0,68 gram
d. Es batu secukupnya
e. Garam dapur secukupnya

C. Langkah Kerja
1. Timbang 0,12 gram urea dan larutkan dalam 4 mL air, dan timbang 0,68 gram gula pasir larutkan
pula dalam 4 mL air.
2. Siapkan 3 buah tabung reaksi. Tabung I diisi dengan 4 ml air , tabung II diisi dengan 4 mL larutan
urea 0,5 molal dan tabung III diisi dengan 4 mL larutan gula 0,5 molal.
3. Siapkan gelas kimia 1000 mL, isi dengan bongkahan es batu sampai 3/4 gelas lalu taburkan
beberapa sendok makan garam dapur.
4. Ketiga tabung dimasukkan ke dalam gelas kimia. Amati penurunan suhunya dan catat suhu
konstannya.
5. Buat Tabel pengamatannya.

D. Pertanyaan
1. Berapakah titik beku pelarut murni pada percobaan di atas?
2. Tabung II berisi 0,5 molal larutan urea dan tabung III berisi 0,5 molal larutan gula, bagaimana
pengaruh zat terlarut pada titik beku ? Jelaskan.
3. Berikan kesimpulan dari percobaan di atas.