Anda di halaman 1dari 36

Bewara

Sukapura EDISI MARET


2019

Drs. Iing Farid Khozin, M.Si


Cucu Mursyid Tarekat
Jadi Birokrat
Menuju Pengesahan
­Empat Ranperda

Pansus PPA
­Bergerak Maraton

Bewara
Sukapura 1
2 Bewara
Sukapura
Bewara
Sukapura

ara ada-
Salam Bew n d a e r a h (Perda) ah
eratur a t Daer
t a m e n e tapkan p e r w a k il an Rakya engan
tuk ser wan P ama d
Memben rta wewenang De D perlu bekerjas
se PR
lah tugas da praktiknya, D
P a
(DPRD).
d a erah. serta ke-
kepala r in t a h a n
peme agai
t e r t a t a n ya sistem pat berfungsi seb g
i da n yan
nting dem . Perda ini, selain siapa pu kum
Perda pe k a t m b a g i
masyara am alar merupak aerah.
an hu
hidupan kum, juga semac . P e r d a
hu enang han d
payung
id a k s e w enang-w
il a y a h p emerinta
rt an w
hentak be a t d alam satu
n g ik da-
yang me s ik m a la ya tengah h
a a
R D K a b upaten T n peraturan daer
DP ga nya
ari 2019, at rancan alah satu
Per Febru pengesahan emp daerah (Perda). S ak.
es n an
lam pros menjadi peratura p e r e m puan dan
a ) a n
(Ranperd ntang perlindung
Ranper d a te
m w a k tu dekat
aya da la
a k b e r h arap sup
erh
ya kita b Semoga.
Tampakn yang berkualitas.
a
lahir Perd

Diterbitkan oleh: Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya; - Dasar:


Undang-­undang No. 40 Th 1999 tentang Pers; - Pelindung: Pimpinan DPRD
­Kabupaten Tasikmalaya; - Penanggungjawab: Sekretaris DPRD ­Kabupaten ­Tasikmalaya;
- Redaktur: Kabag Humas dan Persidangan; Editor: Aye Rakhmat Hidayat; - Desain
­Grafis: Yana Suryana, SIP; - Fotografer: ­Rediana, Ucu Saeful Anwar.

Alamat: Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Jl. Bojongkoneng Sukaasih


By Pass Singaparna Tlp. (0265) 543004 Fax. (0265) 543006

Bewara
Sukapura 3
Daftar Isi
Jejer Carita
5 Menuju Pengesahan Empat Rancangan Peraturan Daerah
10 Pansus PPA Bergerak Maraton
13 KPAID Kabupaten Tasikmalaya Apresiasi Raperda PPA

Pamidangan
15 Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya menerima kunjungan
dari DPRD Magelang, beberapa waktu lalu.
21 Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya menerima kunjungan
dari Perusahaan Kopi Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Inohong
17 Drs. Iing Farid Khozin, M.Si; Cucu Mursyid Tarekat Jadi B
­ irokrat

Iber
23 H. Ruhimat: Pembangunan Lingtar Jangan Sampai Mangkrak!
25 Asep Dzulfikri SE: Pembangunan Lingtar tergantung Good Will
Kepala Daerah
27 DPRD Kabupaten Tasikmalaya Terima Curhatan Guru Honorer
29 Sebanyak 3.486 Lembar Surat Suara, Rusak
31 Pemanfaatan Aset Harus Saling Menguntungkan
33 LKPJ 2018 Bupati Tasik dalam Paripurna DPRD

4 Bewara
Sukapura
Jejer Carita

Menuju Pengesahan
Empat Rancangan
Peraturan Daerah
Satu dari sekian tugas serta wewenang Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) adalah “Membentuk peraturan
daerah (Perda) bersama kepala daerah”. Dalam hal ini, per
Februari 2019, DPRD Kabupaten Tasikmalaya tengah da-
lam proses pengesahan empat rancangan peraturan daerah
(Ranperda) menjadi peraturan daerah (Perda).

R ANPERDA
me­
yang dimaksud
rupakan usulan dari pihak
­eksekutif, Bupati Tasikmalaya H. Ade
menyetujui, melainkan juga men-
dorong supaya keempat ­ Ranperda
tersebut dapat segera disahkan men­
Sugianto, SIP; untuk dibahas dalam
­ jadi Perda. Sebab, menurutnya,
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten dampak dari keempat Perda tersebut
akan sangat signifikan.
Tasikmalaya.

“Harapan saya, sih, keempat Ranper-


Usulan bupati mendapat apresiasi da ini bisa disahkan pada akhir masa
positif, antara lain, dari Ketua ­Komisi jabatan bupati. Istilahnya, biar kita ti-
IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, dak punya utang dalam periode ini,
H. Ami Fahmi, ST. Ia bukan hanya agar segera dituntaskan,” tutur Ami.

Bewara
Sukapura 5
Jejer Carita

“Harapan saya, sih, keempat Ranperda ini bisa di-


sahkan pada akhir masa jabatan bupati. Istilahnya,
biar kita tidak punya utang dalam periode ini, agar
segera dituntaskan.”
H. Ami Fahmi, ST
Ketua ­Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya

6 Bewara
Sukapura
Jejer Carita

Adapun keempat Ranperda tersebut, “Berdasarkan hasil peninjauan kem-


yakni: bali, ternyata terdapat beberapa revisi
yang harus disesuaikan dengan ke­
1. Ranperda Rencana Tata butuhan masyarakat dan perkembang­
­Ruang Wilayah (RTRW) an lingkungan,” lanjut Ade.
­Kabupaten Tasikmalaya
­tahun 2018-2038 Di lain pihak, Ami Fahmi meng­
ungkapkan bahwa dengan adanya
Dalam pertimbangan Ade Sugianto, ­Perda RTRW—jika berhasil disahkan
betapa Kabupaten Tasikmalaya mem- DPRD—pemerintah daerah bisa lebih
butuhkan Perda Tata Ruang Wilayah. fokus menata tata ruang daerah.
Perda inilah yang nantinya akan men-
jadi pedoman pembangunan di daer-
ah. “Nanti pembangunan bisa lebih ter-
gambarkan zonasi daerahnya. Ke
­depan juga bisa ditindaklanjuti d
­ engan
“Tentu, ini dalam Perda RDTR, biar seimbang dan leng-
kerangka peningkatan kap menjadi pedoman daerah,” tutur
Ami.
pelayanan dan kese-
jahteraan masyarakat. 2. Ranperda Perubahan Bentuk
Artinya, pembangunan Badan Hukum Perusahaan
di daerah harus dise- Daerah Bank Perkreditan
Rakyat (PD BPR) Kabupaten
suaikan dengan kebutu- Tasikmalaya menjadi Per­
han dan perkembangan usahaan Perseroan Terbatas
lingkungan strategis,” Bank Perkreditan Rakyat.
ujar Ade.
Fungsi dari Ranperda ini, menurut
Sesungguhnya, Pemkab Tasikmalaya Ade Sugianto, tidak kalah penting dari
mempunyai Perda Kabupaten Tasik- Ranperda RTRW. Karena Badan ­Usaha
malaya Nomor 2 tahun 2012, tentang Milik Daerah (BUMD) merupakan
Rencana Tata Ruang Wilayah tahun perangkat dan sarana bagi pemerintah
2011-2031. Perda ini, antara lain, meng-
daerah, dalam menggali potensi serta
himpun rencana tata ruang wilayah
mengembangkannya menjadi kekuat­
untuk tahun 2011-2031.
an ekonomi; yang berdampak bukan
hanya terhadap pendapatan asli da­
Ade Sugianto bukan tidak mengetahui erah (PAD), melainkan juga pada ke­
tentang Perda itu. Melainkan, terang- sejahteraan masyarakat. Ranperda ini
nya, Ranperda yang baru diusulkan terdiri dari XVIII (delapan belas) bab
atas dasar hasil penelaahan terhadap
dan 41 pasal.
Perda yang sudah ada.

Bewara
Sukapura 7
Jejer Carita

“PD BPR itu BUMD-nya hukum dan nama menjadi PT BPR


­Cipatujah Jabar.
Kabupaten ­Tasikmalaya,
yang selama ini b­ er­usaha
“Jadi, sekarang di
mengelola peluang ­usaha.
­Kabupaten ­Tasikmalaya
Keber­adaannya mampu
tinggal dua PD BPR yang
memberikan kontribusi bagi
belum mengalami per­
per­ekonomian daerah. Ke
ubahan bentuk badan hu-
depan, peran dan fungsi ini
kum. Makanya dalam usa-
harus semakin ditingkat­
ha mengoptimalkan peran
kan,” ujar Ade.
dan fungsi PD BPR itu, di
PD BPR sendiri, lanjut Ade, dibentuk antaranya dengan melaku-
berdasarkan SK Bupati Tasik­ malaya kan perubahan bentuk
NO.PE.003/170/sk/1967 tentang
Pembentukan LPK di Wilayah Kabu- hukum perusaha­an daerah
paten Tasikmalaya. Karena itu, penge- menjadi perseroan terbatas
lolaan PD BPR diarahkan agar dapat
menerapkan prinsip-prinsip tata kelo- (PT). Diharapkan dengan
la perusahaan yang baik, atau good upaya perubahan bentuk
­corporate governance.
ini mampu bersaing secara
Kronologisnya, Pemkab ­Tasikmalaya fair dan adil,” lanjut Ade.
pernah memiliki sekitar 30 PD BPR
BKPD dan Bank Pasar. Kemudian Sementara menurut Ami Fahmi,
terbit­
lah Perda Kabupaten Tasik­ ­Ranperda PD BPR menjadi PT dalam
malaya Nomor 4 tahun 2010, yang ber- rangka meningkatkan dan mengopti-
dampak pada terjadinya merger dan malkan pendapatan asli daerah (PAD)
konsolidasi PD BPR menjadi tiga saja;
dari BUMD yang dimiliki oleh peme­
yaitu PD BPR LPK Cipatujah, PD BPR
rintah daerah.
Artha Sukapura, dan PD BPR Artha
Galunggung.
3. Ranperda Pengelolaan Ba-
Pada prosesnya kemudian, terbitlah rang Milik Daerah
Perda Provinsi Jawa Barat Nomor
10 tahun 2013 tentang Perubahan
Pengelolaan barang milik daerah,
­Bentuk Hukum PD BPR hasil merger
menurut Ade, bagaikan satu paket
di ­Kabupaten Garut, Subang, Cianjur
dan Tasikmalaya menjadi Perseroan dengan pengelolaan keuangan daer-
Terbatas. Bentuk implementasinya, ah. Juga bagian penting dalam keuan-
terhitung 21 januari 2016, PD BPR gan negara, sesuai Pasal 1 Undang-­
LPK Cipatujah berubah bentuk badan Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang

8 Bewara
Sukapura
Jejer Carita

Keuangan Negara. Di mana efisien- “Permasalahannya, ­antara


si pengelolaan barang milik daerah
mempengaruhi efisiensi pengelolaan lain; masih terdapat peng-
keuangan daerah. gunaan b ­ arang milik daerah
yang tidak sesuai dengan
Memang sudah ada Peraturan Peme­
rintah Nomor 27 tahun 2014 tentang penetapan penggunaan,
Pengelolaan Barang Milik Negara, barang-barang rusak dan
­serta Peraturan Menteri Dalam ­Negeri
Nomor 19 tahun 2016. Peraturan Pe- usang hanya dibiar­kan be-
merintah sebagai petunjuk pelaksana­ gitu saja, serta rendahnya
an pengelolaan barang milik daerah,
sementara Peraturan Menteru sebagai
kinerja peng­urus dan apara-
pengaturnya. tur ­daerah yang kurang
berkom­peten,” ujar Ade.

Di samping itu, lanjutnya, masih ada


laporan keuangan pemerintah daerah
mengenai pengelolaan aset. Di mana
hasil audit BPK menunjukkan bah-
wa predikat opini penilaian “wajar
tanpa pengecualian”, “tidak wajar”
maupun “tidak memberi pendapat”;
­
lebih ­sering disebabkan oleh masalah
­pengelolaan aset.

4. Ranperda Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindun-
gan Anak.

Seiring dengan kian banyaknya


kasus kekerasan terhadap anak dan
­
perempuan, menurut Ami Fahmi,
Ranperda ini kian mendesak untuk
­
disahkan menjadi Perda Kabupaten
­Tasikmalaya.

“Perda ini sangat dibutuh­ kan. Den-


gan Perda ini, ­pemerintah daerah di-
harapkan ­ hadir untuk memberikan
­perlindungan terhadap kaum perem-
puan dan anak,” pungkas Ami.

Bewara
Sukapura 9
Jejer Carita

Pansus PPA
Bergerak
Maraton
Perempuan dan anak ditengarai berada dalam posisi rentan.
­Antara lain hak-hak mereka kerap terenggut. Saat berada di ­tengah
­laki-laki dan orang dewasa, keberadaan mereka juga dinilai
­timpang. Banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan
anak yang terjadi, kian memperkuat asumsi kalau mereka berada
dalam bayang-bayang ancaman.

P
EMERINTAH Kabupaten Tasik­ Sebagai respon atas “permintaan”
malaya beritikad melindungi pihak eksekutif itu, pihak legislatif
kaum perempuan dan anak. kemudian membentuk Panitia ­Khusus
Bupati Ade Sugianto menyodor-
­ (Pansus), yang bertugas untuk mem-
kan Rancangan Peraturan Daerah bahas Ranperda yang dimaksud.
(Ranperda) tentang Pemberdayaan Yakni Pansus Perda “Pemberdayaan
­
Perlindung­an Perempuan dan Anak Perempuan dan Anak” (PPA).
(PPPA), untuk dibahas di DPRD
Kabupaten Tasikmalaya, dengan
­ Pansus PPA diketuai oleh Yane
harap­an dapat disahkan melalui rapat Sriwigantini, anggota Fraksi Partai
­
paripurna. Amanat Nasional (PAN). Menurut

10 Bewara
Sukapura
Jejer Carita

Yane, Pansus PPA akan bekerja mulai keterjaminan hidup yang


dari melakukan pembahasan Ranper-
da. Kemudian, untuk beberapa pekan aman, nyaman, dan ter-
selanjutnya, akan melakukan serang- lindungi akan semakin
kaian pembahasan dan kajian men­
dalam atas Ranperda tersebut. menguat. Pada akhirnya
bakal melahirkan keper-
“Intinya, DPRD cayaan masayarakat ter-
­Kabupaten ­Tasikmalaya hadap pemerintah atau
akan melakukan l­ angkah negara, yang secara kon-
pembahasan secara stitusional berkewajiban
maraton. ­Karena kita melindungi perempuan
menginginkan ­sebuah dan anak,” tambahnya.
produk hukum yang Secara teknis, pembahasan ­Ranperda
memiliki daya guna PPPA dapat dipecah menjadi dua.
­serta berdampak ­positif Bahkan produknya pun bisa meng-
hasilkan dua Perda. Pertama, Perda
ter­hadap kehidupan tentang Pemberdayaan dan Perlin­
perempuan serta anak- dungan Perempuan. Kedua, Perda
tentang Perlindungan Anak.
anak di Kabupaten
­Tasikmalaya,” ujar Yane Hal tersebut dapat terjadi, menurut
beberapa waktu lalu. Yane, kasus-kasus yang m ­enimpa
perempuan sering kali berbeda
­
­dengan yang menimpa anak. Dengan
Dalam pandangan Yane, di luar hak ­demikian, penanganan kasusnya akan
dasar yang mesti terpenuhi seperti berbeda. Di samping itu, Perda ini
hak atas kewarganegaraan, hak hidup, mesti dipisah karena masing-masing
mengembangkan diri, kesehatan dan memiliki pijakan hukum yang mem-
lingkungan sehat, berkeluarga, kepas- bangun kedua peraturan tersebut ber-
tian hukum, dan keadilan; perempuan beda.
dan anak juga mempunyai hak bebas
dari ancaman, diskiriminasi, dan ke-
kerasan. Singkatnya, perempuan dan Khusus untuk perempuan, Perda yang
anak memiliki hak atas perlindungan. nanti akan dilahirkan tidak ­hanya
mengandung unsur perlindungan,
melainkan juga mengharuskan adanya
“Tingkat harapan mas- pemberdayaan terhadap perempuan.
Paling tidak, perempuan memiliki ke-
yarakat, khususnya mampuan membangkitkan perekono-
­perempuan, terhadap mian keluarga.

Bewara
Sukapura 11
Jejer Carita

“Sebagai perempuan dan mungkin mewakili


­perempuan di Kabupaten Tasikmalaya, Saya merasa
Perda ini sangat penting. Karena untuk ­melindungi
generasi kita dan perempuan semuamya. Kami
targetkan pembahas­an Ranperda ini selesai pada
pertengah­an tahun ini.”

Yane Sriwigantini
Ketua Pansus PPA

12 Bewara
Sukapura
Jejer Carita

KPAID
Kabupaten
Tasikmalaya
Apresiasi
Raperda PPA
Langkah Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) ­Kabupaten
­Tasikmalaya, melalui panitia khusu (Pansus PPA), untuk
­membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang
­Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendapat
­apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Komi-
si ­Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten
­Tasikmalaya.

Bewara
Sukapura 13
Jejer Carita

D
I SAMPING ­mengapresiasi, ya pencegahan yang dimaksud, antara
Ketua KPAID Kabupaten lain, terwujudnya fasilitas umum dan
­Tasikmalaya Ato Rinanto juga tempat terbuka atau umum yang ra-
berharap; supaya payung hukum mah anak.
yang nanti dilahirkan DPRD tentang
perlindungan anak tidak mengesam­ “Maksudnya, fasilitas umum yang
pingkan kearifan lokal. Lebih jauh dari dibangun nantinya berpedoman pada
itu, juga benar-benar melindungi hak- Perda tersebut. Jadi, harus ada fasilitas
hak anak. anak, sehingga Kabupaten Tasikmala-
ya termasuk pada kota ramah anak,”
“Hal ini kami sampaikan supaya kasus lanjut Anto.
kekerasan yang terjadi terhadap anak
bisa ditekan. Dari data kita diketahui Secara substansial, Ato sendiri men-
­kalau tahun 2018 saja ada 58 kasus ke- yadari kalai Perda bukan satu-satunya
kerasan ­terhadap anak. Tentu harus cara mencegah kekeerasan terhadap
disikapi dengan serius oleh pemerin- anak. Perda dinilainya sebagai ben-
tah. Maka alhamdulilah, saat ini se- tuk kepedulian serta tanggung jawab
dang digodok ­Perda PPA,” ujar Anto. pemerintah dalam upaya melindungi
generasi bangsa.

Dalam telaah Anto, suatu peraturan “Melindungi anak itu kan tanggung
mesti memiliki jangkauan yang luas. jawab bersama. Tetapi, ­ pemerintah
Selain memberi efek hukum pada jadi ­mempunyai ­ kewenangan lebih
pelaku kejahatan, juga mengand- jika ada Perda, baik dari segi anggaran
ung unsur pencegahan terjadinya ke- maupun ­kebijakan yang tentunta ber-
kerasan terhadap anak. Salah satu upa- pihak kepada anak,” pungkas Anto.

14 Bewara
Sukapura
Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya menerima kunjungan Pamidangan
dari DPRD Magelang, beberapa waktu lalu.

Bewara
Sukapura 15
Pamidangan Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya menerima kunjungan
dari DPRD Magelang, beberapa waktu lalu.

16 Bewara
Sukapura
Inohong

Drs. Iing Farid Khozin, M.Si

Cucu Mursyid
Tarekat
Jadi Birokrat

Bewara
Sukapura 17
Inohong

Satu di antara cucu mendiang K. H. Shohibul Wafa Tajul Arifin,


Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) yang ­berpusat
di Pondok Pesantren Suryalaya, ialah Drs. Iing Farid Khozin,
M.Si. Kini menduduki posisi Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat
­Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya, menggantikan Hj. Nia
Kurniati SH,M,Si. Pelantikannya berlangsung pada Selasa 14
­Agustus 2018 lalu.

P
ERSISNYA, Iing adalah p ­utra Masuklah Iing ke Sekolah Tinggi Ke­
K. H. Zaenal Abidin ­ Anwar sejahteraan Sosial (STKS), Bandung.
yang keempat, dari ­ delapan Kesanggupan ini tidak terlepas dari
bersaudara. Sepeninggal K. H.
­ dorongan Abah Anom yang dengan
­Shohibul Wafa Tajul Arifin, yang ­lebih tegas berkata, “Sakola mah ka mana wé!
populer dengan nama Abah Anom, Sakola mah ka mana wé! Sakola mah ka
K. H. Zaenal Abidin Anwar bertindak mana wé! Nu penting meunang élmu,”
­sebagai “Pengemban Amanah” TQN. kenang Iing. Lulus tahun 1993. Satu
tahun kemudian (1994), ia diangkat
Sebagai keturunan kiai, pria ­kelahiran menjadi pegawai negeri sipil (PNS)—
Pekalongan, 4 Maret 1966, itu ber­ sekarang ASN—oleh Departemen
kelakar; bahwa aneh juga ia justru ber­ Sosial (Depsos), bertugas di Kantor
karier sebagai aparatur sipil ­ negara Wilayah (Kanwil) Jawa Barat.
(ASN). Pernah menduduki banyak
jabatan yang berbeda-beda pula,
­ Tahun 2001, Presiden ­ Abdurrahman
­sesuai dengan penugasan. Wahid (Gus Dur) membubar-
kan D­ epsos. ASN yang bertugas di
“Bahkan, kalau dikejar dengan latar ­dalamnya menentukan nasib masing-­
belakang pendidikan, dipikir-pikir masing. Menurut Iing, di antara
pekerjaan saya ini nggak ada nyam- mereka ada yang pindah menjadi
­
bung-nyambungnya. Saya ini idealnya ASN di kepolisian, ada juga yang ke
jadi orang Departemen Sosial, bukan peradilan dengan posisi penjaga LP.
jadi pegawai Pemda,” ujar suami Rizqi
Kustanti tersebut sambil terkekeh. “Saya memilih diam saja. Pertimbang­
an saya, kalau ikut yang lain, di sana
Sewaktu remaja, Iing memang pernah nggak ada jenjang karier bagi saya.
bercita-cita menjadi camat. Tetapi, ke­ Bakal mentok saja segitu. Ah, yang
nyataan bahwa dirinya tidak lulus test penting gajih tetap cair. Saya kan tidak
masuk Akademi Pemerintahan Dalam dipecat dari ASN, kerja mah ke mana
Negeri (APDN)—sekarang Institut saja,” kenangnya lebih jauh.
­Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)—
ia sempat menyangka kalau cita-cita­ Kemudian turunlah intruksi, untuk eks
nya itu tidak akan pernah tergapai. pegawai Depsos dipersilahkan masuk

18 Bewara
Sukapura
Inohong

ke Pemda masing-masing. Iing meng­ “Waktu jadi camat, saya berpikir,


ikuti jalur tersebut, dan l­olos. Setelah akhir­nya kesampaian juga cita-­ cita
menjalani sekian panjang k ­arier, saya itu. Saya jadi kembali ingat per-
­Bupati Tatang Farhanul Hakim meng­ kataan Abah (Anom, red). Kata Abah,
angkatnya sebagai Camat ­Sukaresik. ‘Sakola mah ka mana wé! Ngan lamun keu-
keuh hayang jadi camat, yeuh amalkeun ba-
Enam tahun kemudian, Iing pindah caan ieu’. Saya dikasih ­perintah sebuah
tugas menjadi Camat Pagerageung, amalan, sebuah bacaan saja. Ternyata
selama sembilan bulan. Kemudian
­ benar, orang bersih itu ucapannya bisa
menjadi Sekretaris Dinas Sosial; ­Kabag jadi kenyataan,” kenang ayah bagi
Humas selama 6 tahun; Staf Ahli ­Bupati Ahmad Saalik Hudan Alfaridz dan
­
merangkap Plt Dinas Pendapat­an; dan Aulia Robiah Aladawiyah Faridz.
sejak Agustus 2018 menjabat Sekreta­
ris DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Iing mengakui betapa pengaruh sosok

Bewara
Sukapura 19
Inohong

Abah Anom begitu membekas dalam kerja taat, dan kerja teratur”. Abah
pribadinya. Baik dari pola riyadhoh, Anom nuga memberi contoh tentang
ucapan, maupun perbuatan. Tentang bertutur jujur dan berperilaku disiplin.
sebuah riyadhoh, sepengakuan Iing, Menurutnya, kedisiplinan merupakan
sejak SMP (1980) Abah Anom sudah syariat yang mesti dikerjakan, bahwa
menempanya dengan riyadhoh—dise- ASN harus bekerja sesuai Tupoksi.
but dengan istilah—“Riyadhoh ­Kanaat
Nabi”: yang harus dijalani selama 40 “Bekerja itu bukan semata-mata
hari, di mana setiap malamnya harus karena ingin dinilai oleh pimpinan,
­
melaksanakan mandi taubat. Di samp- tetapi iklasnya yang harus diutama­
ing itu ada ketentuan-ketentuan lain kan. Kerjakan saja sesuai Tupoksi.
yang mesti dipatuhi. Antara lain, ha- Karena SK itu adalah amanah yang
rus se­nantiasa mendirikan salat taha- sewaktu-waktu akan ­dicabut kembali.
jud, hajat, witir, serta bacaan-bacaan Begitu juga saat saya bertugas di sini
lain. (Sekwan, red), intinya saya ingin kan-
tor sekretariat dewan ini aman terlind-
Dari Abah Anom juga Iing belajar ungi dalam aturan; kita laksanakan
kunci kesuksesan berkarier, yakni
­ saja tata tertib sesuai dengan keharu-
dengan cara “kerja baik, kerja benar, sannya,” pungkasnya.

20 Bewara
Sukapura
Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya menerima Pamidangan
­kunjungan dari Perusahaan Kopi Jawa Tengah, beberapa
waktu lalu.

Bewara
Sukapura 21
Pamidangan Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya menerima
­kunjungan dari Perusahaan Kopi Jawa Tengah, beberapa
waktu lalu.

22 Bewara
Sukapura
IBER

H. Ruhimat:

“Pembangunan
Lingtar
Jangan Sampai
Mangkrak!”
Pembangunan jalan lingkar urata (Lingtar) sudah berlangsung
sekitar dua tahun. Namun, hingga kini belum juga ada tanda-­tanda
akan selesai. Pembangunan Lingtar sendiri merupakan upaya
­pemerintah untuk mengurai kemacetan di wilayah Tasikmalaya.

Bewara
Sukapura 23
IBER

M “Baiknya itu, setiap


ENYIKAPI hal tersebut,
­Ketua DPRD ­Kabupaten
Tasikmalaya H. Ruhimat
­ ­tahun harus ada progres
berharap Lingtar dapat segerasa lanjutan, sehingga waktu
selesai. Jangan sampai pembangun­
­
annya mangkrak. Sehingga, katanya, penyelesaiannya sudah
masyarakat dapat segera merasakan
­ jelas,” pungkasnya.
manfaatnya.

“Makanya, kami
­meminta Dinas PUPR
untuk fokus dan
serius dalam pem-
bangunan Jalan
Lingkar Utara
ini supaya tidak
mangkrak. Karena,
jalan ini nanti­nya
akan sangat vi-
tal bagi ibu kota
­Singaparna,” ujar
Ruhimat.
Bentuk keseriusan dari
Dinas PUPR yang di-
harapkan oleh Ruhimat,
antara lain; dinas ter-
kait harus aktif dalam
mengajukan alokasi
anggaran ke pemerin-
tah pusat atau provin-
si. Langkah ini mes-
ti ditempuh secara
simultan. Sehingga
tidak ada lagi alasan
bahwa keterlambatan pemban-
gunan Lingtar karena terkendala ang-
garan.

24 Bewara
Sukapura
IBER

Asep Dzulfikri SE:


“Pembangunan
Lingtar tergantung
‘Good Will’ Kepala
Daerah”

Asep Dzulfikri SE, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten


­Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa pembangunan Jalan Lingkar
Utara (Lingtar) tergantung good will kepala daerah.

Bewara
Sukapura 25
IBER

A
SEP juga melihat manfaat kota Kabupaten Tasikmalaya, yang
yang sangat besar, jika Lingtar menurutnya masih jauh dari memuas-
benar-­benar selesai ­dibangun. kan. Belum ada perbedaan yang sig-
Suatu perubahan ayang terwujud nifikan antara keadaan Singaparna se-
­dengan signifikan, sehingga besar belum dan sesudah menjadi ibu kota
manfaatnya bagi kemajuan Kabupaten Kabupaten Tasikmalaya.
Tasikmalaya.
“Inilah ­harapannya,
“Pembangunan ­Lingtar ­dengan ­hadirnya
sangat tepat dengan Jalan Lingtar bisa
­rencana ­pembangunan ­menjadi awal ­majunya
Pasar dan Terminal ­Singaparna ­menjadi
­Singaparna di Kecamatan ibu kota yang lebih
Padakembang. Kalau baik. ­Terlebih, pintu-­
tidak ada Jalan Lingtar, pintu perekonomian
bisa-bisa terminal dan ­masyarakat bisa terbuka
pasar baru nanti akan dengan hadirnya akses
mati. Karena, kawasan jalan ini,” ungkapnya.
perputaran ekonomi ini
harus ditunjang d ­ engan
­infrastruktur yang Karena itu, Asep sangat mendorong
supaya pemerintah lebih fokus lagi
­memadai,” ujar Asep. terhadap setiap target pembangunan.
Terutama sekali pembangunan yang
Lebih jauh, Asep juga menyoroti sudah masuk dan dirumuskan dalam
perkembangan Singaparna sebagai ibu rencana pembangunan daerah.

26 Bewara
Sukapura
IBER

DPRD
Kabupaten
Tasikmalaya
Terima
Curhatan Guru
Honorer
Guru honorer di Kabupaten Tasikmalaya tiada lelah memperjuang-
kan haknya. Berbagai cara dilakukan. Salah satunya mendatangi
kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk menyampaikan aspi-
rasi mereka. Bahkan mereka sampai memilih cuti mengajar.

Bewara
Sukapura 27
IBER

D Tina ­Agustin, salah


I HADAPAN anggota dewan,
guru honorer menyampaikan
curhatan mereka. Semua unek-­ satu dari antara guru
unek disampaikannya. Pada intinya, ­honorer yang hadir di
mereka meminta pengakuan secara
hukum serta peningkatan kesejahtera­ kantor DPRD Kabupaten
an sebagai guru honorer. Aksi ini ­Tasikmalaya.
sendiri dalam rangka mengikuti ke-
giatan MoU dengan lembaga bantu-
Sejauh ini, alokasi anggaran untuk
an hukum GP Anshor Tasikmalaya,
menggaji guru honorer berasal dari
untuk memperjuangan kesejahteraan
dana Bantuan Operasional Sekolah
dan bantuan hukum.
(BOS). Tetapi, nominalnya memang
masih terbilang minim. Untuk menu-
Dalam curhatannya, banyak guru tupi kekurangan biaya kebutuhan se-
honorer yang mengungkapkan bahwa hari-hari, banyak guru honorer yang
dirinya mendapatkan upah sekitar Rp terpaksa mencari penghadilan tamba-
150 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan. han.
Bahkan di antara mereka ada guru
yang sudah mengabdi selama belasan
Tete Suherman, Ketua Forum Guru
tahun.
Honorer dan Tenaga Kependidikan
Kabupaten Tasikmalaya, pekerjaan
“Saya sudah ­mengajar sampingan yang dijalani oleh guru
honorer, antara lain, menjadi driver
selama 10 tahun. ­Sejak ojek online.
2009 saya mengabdi
untuk ikut berupaya
­
“Saya lihat ­sepertinya
mencerdaskan anak ada juga yang jadi
bangsa. Sementara ­sopir ojek online buat
itu, gaji saya hanya me­nutupi kebutuhan
tiga ­ratus ribu rupiah sehari-­hari tuh, karena
per ­bulan. Tentu saja gajih honorer memang
­enggak ­cukup,” ­ujar ­minim,” ujar Tete.

28 Bewara
Sukapura
IBER

Sebanyak 3.486
Lembar Surat
Suara, Rusak
KPUD Kabupaten Tasikmalaya melakukan menyortiran dan peli-
patan surat suara. Hal ini dilakukan dalam rangka menyongsong
berlangsungnya Pemilu yang akan berlangsung 17 April 2019. Pada
prosesnya, KPUD menemukan sebanyak 3.486 lembar surat suara
rusak; mencakup semua jenis surat suara.

M
ENURUT Fahrudin, Wakil “Kerusakan yang paling
Ketua Divisi Logistik dan
Rumah Tangga KPUD Kabu-
­banyak, di surat suara Pilpres.
paten Tasikmalaya, jenis kerusakann- ­Totalnya mencapai sebanyak
ya beragam. Mulai dari adanya bercak 1.431 ­lembar. Surat suara DPRD
tinta, surat suara sobek, dan ada juga
cetakannya yang tembus pandang. ­sebanyak 420 surat suara; DPRD
sebanyak 561 surat suara; DPR
RI sebanyak 523 surat suara;
dan DPD RI sebanyak 551 surat
suara,” ujar Fahrudin.

Bewara
Sukapura 29
IBER

Temuan tersebut hasil dari proses “Kita sudah sampaikan


menyortir dari sebanyak 1.366.645 su-
rat suara yang diterima, sesuai dengan
­kepada KPU RI. Mudah-­
jumlah DPT Kabupaten Tasikmalaya. mudahan dalam w ­ aktu
Karena itu, KPUD Kabupaten Tasik- dekat segera ada pengirim­
malaya mengalami kekurangan seban-
yak 9.687 surat suara. Selain diakibat-
an surat suara peng-
kan adanya kerusakan, kekurangan ganti ­untuk ­menutupi
juga termasuk belum terpenuhinya ­kekurangan,” lanjut
cadangan 2% per TPS.
­Fahrudin.

Salah satu petugas PPK memperlihatkan contoh kerusakan surat suara

30 Bewara
Sukapura
IBER

Pemanfaatan
Aset Harus Saling
Menguntungkan
Permasalahan pembagian aset antara Kota dan Kabupaten
­Tasikmalaya sudah selesai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
­memberikan komplek olahraga Dadaha kepada Pemerintah Kota
(Pemkot). Sementara sebagai gantinya, Pemkot menyerahkan
­bantuan Sarana Olahraga (SOR) di Kecamatan Mangunreja.
­Pembangunan SOR sendiri hingga kini belum rampung.

A
DAPUN aset milik Pemkab “Pendopo itu mengandung nilai
Tasikmalaya yang masih ada ­sejarah. Karena itu, saya kira, ­Pendopo
di wilayah kota, di ­antaranya, harus tetap menjadi milik ­induknya;
Pendopo. Menurut Ketua DPRD yakni Pemkab Tasikmalaya. ­ Kalau
­Kabupaten Tasikmalaya H. Ruhimat, mau, diurus bersama sama saja
pendopo jelas milik Pemkab. Sebab dengan Pemkot. Kan bisa dijadikan
­
aset tersebut sudah ada jauh sebelum cagar ­budaya, atau apa begitu,” ujar
terjadinya pemekaran daerah, sebagai Ruhimat.
bakal lahirnya Pemkot Tasikmalaya.
Sekalipun demikian, Ruhimat juga Selain Pendopo, memang ada ­beberapa
menekankan kalau urusan Pendopo aset yang berada di luar wilayah
jangan menjadi permasalahan serius. administrasi masing-masing daerah.
­

Bewara
Sukapura 31
IBER

Untuk hal ini, bagi Ruhimat, ketim- Masih kata Ruhimat, ada sebuah
bang berpolemik lebih baik mencari ­contoh yang mesti dijadikan cermin­
cara yang efektif untuk memanfaat- an. Pada masa kepemimpinan Bupati
kannya. Yang terpenting setiap asep Uu Ruzhanul Ulum, Pemkab Tasik-
pemerintah tidak terbengkalai. Tentu, malaya berencana membangun pusat
katanya, pemanfaatan aset mesti ber- pembelanjaan di area eks terminal
dasarkan kesepakatan antara kedua ­Cilembang. Pada prosesnya, Pemkab
belah pihak. menggandeng pihak ketiga sebagai
mitra kerjasama.

“Aset itu harus berman-


Namun, rencana tersebut tidak
faat untuk Pemkab, juga ­terealisasi. Sebab tidak sesuai ­dengan
untuk Pemkot. Ini jelas rencana tata ruang wilayah Kota. Peris-
harus menjadi pertim- tiwa seperti inilah yang menurut Ruhi-
mat jangan sampai terjadi ­ kembali.
bangan. Jangan sampai Pada intinya, pemanfaatan aset harus
merugikan satu sama saling menguntungkan.
lain,” tambahnya.

32 Bewara
Sukapura
IBER

Salah satu kewajiban konstitusional bupati adalah menyampaikan


LKPJ di hadapan DPRD. Hak ini diatur dalam Pasal 69 ayat (1)
dan Pasal 207 ayat (2) huruf B Undang Undang Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintahan Daerah.

LKPJ 2018
Bupati Tasikmalaya
dalam Paripurna DPRD
Bewara
Sukapura 33
IBER

U
NTUK memenuhi kewajiban
tersebut, Bupati ­
Tasikmalaya
H. Ade Sugianto SIP memapar-
kan Laporan Keterangan Pertanggung
Jawaban (LKPJ) tahun 2018 di rapat
paripurna DPRD Kabupaten Tasik­
malaya, pada Senin, 11 Maret 2019.

Kata Bupati Ade, Peraturan Peme­


rintah nomor 3 Tahun 2007, Pasal 16
menyatakan LKPJ disusun berdasar-
­
kan RKPD. RKPD ini merupakan
penjabaran tahunan Rencana Pem-
bangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD).

“Temanya ­adalah
­Peningkatan
­Produktivitas ­Pertanian,
­Pengembangan
­Destinasi ­Wisata
dan ­Pembangunan
­Infrastruktur,” ujar Ade.

Sementara itu, substansi materi dari


LKPJ tahun 2018 tersebut, disusun ber-
dasarkan Pasal 18 Peraturan Pemer-
intah Nomor 3 Tahun 2007. Garis be-
sarnya, berisi tentang arah kebijakan
umum pemerintah daerah (Pemda)
dalam pengelolaan keuangan daerah
secara makro, termasuk pendapatan
dan balanja daerah, penyelenggaraan
urusan desentralisasi, tugas pemban-
tuan dan tugas umum pemerintahan.

34 Bewara
Sukapura
Bewara
Sukapura 35
36 Bewara
Sukapura BEWARA
SUKAPURA