Anda di halaman 1dari 1

PENANGANAN KOMPLIKASI DIALISIS DENGAN KRAM OTOT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO/RSIJCP/HD/011 A 1/1

Tanggal Terbit : Ditetapkan,


Direktur Utama
SPO 1 Oktober 2015

Dr. Prastowo Sidi Pramono, Sp.A.


Pengertian Nyeri akibat spasme otot yang timbul karena otot berkontraksi
terlalu keras, intens, mendadak dan diluar kontrol.
Tujuan Kram hilang / berkurang

Kebijakan 1. Pelayanan Hemodialisis harus selalu berorientasi kepada mutu


dan keselamatan pasien. (Keputusan Direktur Utama RSIJCP, No
149/Kep/XVI/9/2015 tanggal 10 September 2015 Tentang
Pelayanan Hemodialisis, Poin 5)
2. Untuk mengatasi keadaan gawat darurat wajib disediakan
obat dan peralatan sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan (Keputusan Direktur Utama RSIJCP, No
149/Kep/XVI/9/2015 tanggal 10 September 2015 Tentang
Pelayanan Hemodialisis, Poin 17)
3. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi,
standar prosedur operasional yang berlaku, etika profesi, dan
menghormati hak pasien. (Keputusan Direktur Utama RSIJCP, No
149/Kep/XVI/9/2015 tanggal 10 September 2015 Tentang
Pelayanan Hemodialisis, Poin 8)
Prosedur Penanganan :
1. Kecilkan Qiuck blood (QB) dan Ultrafiltrasi rate
(UFR).
2. Observasi tanda – tanda vital.
3. Beri NaCl 0,9% sebanyak 100 – 200 ml sesuai
dengan keadaan umum klien (bila terjadi kram disertai dengan
hipotensi).
4. Massage (strectching exercise) pada daerah yang
kram.
5. Kalau perlu berikan obat gosok.
6. Kompres hangat atau beri buli – buli hangat.
7. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi.
Unit Terkait 1. Bagian farmasi

FORM/RSIJCP/DOKMMR/2015/001 REV. A