Anda di halaman 1dari 13

PENGANTAR

A. Pendahuluan
Metode adalah langkah –langkah yang diambil, menurut urutan tertentu,
untuk mencapai pengetahuan yang telah dirancang dan dipakai dalam proses
memperoleh pengetahuan. Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal
sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah
secara sistematis, empiris, dan terkontrol. Menurut Suriasumantri (1985)
metode ilmiah adalah prosedur dalam mendapatkan pengetahuan melalui
penggunaan metode ilmiah. Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan
yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam
metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula
berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan
masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode
ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa
yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan
permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.
Metodologi penelitian merupakan mata kuliah yang menunjang dalam
pembuatan karya ilmiah. Melihat hasil karya ilmiah yang hasilnya belum
maksimal, perlu adanya suatu penelitian. Penelitian merupakan suatu cara yang
tepat dan sangat berguna dalam memperoleh informasi yang sahih dan dapat
dipertanggung jawabkan. Penelitian itu sendiri merupakan salah satu sarana
yang sangat penting untuk menjawab masalah yang dihadapi oleh manusia.
Metodologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “methodos” dan “logos”
terdiri dari dua suku kata yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan
“hodos” yang berarti jalan atau cara. Sedangkan ”Logos” artinya ilmu. Jadi,
Metodologi adalah sebuah ilmu atau cara yang digunakan untuk memperoleh
suatu kebenaran menggunakan sistem penelurusan dengan cara-cara tertentu
untuk menemukan kebenaran yang tergantung dari sebuah kajian yang realitas.
Secara etimologi, penelitian berasal dari bahasa Inggris yaitu research
“re” berarti kembali dan “search” berarti mencari. Dengan demikian research
berarti mencari kembali. Pada hakikatnya penelitian adalah suatu kegiatan

1
untuk memperoleh kebenaran mengenai sesuatu masalah dengan menggunakan
metode ilmiah.

B. Pengertian Dan Fungsi Penelitian Sebagai Cara Ilmiah Dalam


Menemukan Kebenaran
Penelitian atau riset berasal dari bahasa inggris research yang artinya
adalah proses pengumpulan informasi dengan tujuan meningkatkan,
memodifikasi atau mengembangkan sebuah penyelidikan atau kelompok
penyelidikan.
Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu usaha untuk menemukan,
mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan
menggunakan metode-metode ilmiah. Para pakar mengemukakan pendapat
yang berbeda dalam merumuskan batasan penelitian atau penyelidikan
terhadap suatu masalah, baik sebagai usaha mencari kebenaran melalui
pendekatan ilmiah.1
Secara umum, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan
analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan
tertentu. Pengumpulan dan analisis data menggunakan metode-metode ilmiah,
baik yang bersifat kuantitatif dan kualitatif, eksperimental atau
noneksperimental, interaktif atau non interaktif.
Fungsi Penelitian
Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawababn terhadap
permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat
digunakan untuk pemecahan masalah. Pemecahan dan jawaban terhadap
permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana hanya dalam
penelitian dasar (basic research) dan dapat spesifik seperti biasanya ditemui
pada penelitian terapan (applied research).

1
Metodologi Penelitian Kualitatif, Prof. DR Noeng Muhadjir, (Rake Sarasin P.O BOX 83,
Yogyakarta:1992, hlm.48

2
1. Mendiskripsikan, memberikan, data atau informasi.
Penelitian dengan tugas mendiskripsi gejala dan peristiwa yang
terjadi, maupun gejala-gejala yang terjadi disekitar kitaperlu mendapat
perhatian dan penanggulangan.gejala dan peristiwa yang terjadi itu ada yang
besar dan ada pula yang kecil tetapi, kalau dilihat dari segi perkembangan
untuk masa datang perlu mendapat perhatian segera.
2. Menerangkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu
peristiwa atau fenomena.
Penelitian dengan tugas menerangkan. Berbeda dengan penelitian
yang menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya, maka penelitian
dengan tugas menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan luas. Dapat
dilihat dari hubungan suatu dengan hubungan yang lain.
3. Menyusun teori,
Penyusunan teori baru memakan waktu yang cukup panjang karena
akan menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen, prosedur maupun
populasi dan sampel.
4. Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang
mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan
dikumpulkan.
5. Informasi yang didapat akan sangat berarti dalam memperkirakan
kemungkinan yang akan terjadi untuk melalui masa berikutnya. Melalui
penelitian dikumpulkan data untuk meramalkan beberapa kejadian atau
situasi masa yag akan datang.
6. Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi.
Melalui penelitian juga dapat dikendalikan peristiwa maupun gejala-
gejala. Merancang sedemikian rupa suatu bentuk penelitian untuk
mengendalikan peristiwa itu.

3
C. Langkah-langkah Umum Penelitian
1. Pengajuan Masalah
Langkah pertama dalam suatu penelitian ilmiah adalah mengajukan
masalah. Masalah yang diajukan haruslah menarik, penting dan mampu
untuk diteliti sesuai dengan bidang orang yang hendak meneliti serta
bermanfaat untuk pengembangan teori atau bermanfaat secara praktis bagi
manusia.2 Suatu gejala baru dapat disebut masalah apabila gejala tersebut
terdapat dalam situasi tertentu. Contoh, sebuah mobil yang dengan tenang
diparkir di sebuah garasi mungkin tidak merupakan masalah, tetapi
sekiranya kita melihat sebuah mobil tersebut mogok ditengah jalan yang
macet dan mengganggu lalu lintas, maka jelas hal ini merupakan masalah.3
Ternyata identifikasi masalah memberikan kepada kita sejumlah pertanyaan
yang banyak sekali. Untuk itu, maka permasalahan harus dibatasi ruang
lingkupnya. Pembatasan masalah merupakan upaya untuk menetapkan batas
permasalahan dengan jelas, yang memungkinkan kita untuk
mengidentifikasi faktor mana saja yang termasuk ke dalam ruang lingkup
permasalahan, dan faktor mana yang tidak.4
2. Penyusunan Kerangka Teoritis
Seorang peneliti harus meguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar bagi
argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan
hipotesis. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap
gejala yang menjadi objek permasalahan. Kriteria utama agar suatu
kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuan adalah alur-alur
pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berfikir yang
membuahkan kesimpulan berupa hipotesis. Agar pengetahuan ilmiah
bersifat konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya, maka hal ini
harus tercermin dalam struktur logika berfikir ketika menarik kesimpulan,
untuk itu harus memenuhi dua persyaratan yaitu:

2
Yusuf,muri. 2007. Metodologi Penelitian. Padang: UNP press
3
http://metpelumm2012.blogspot.com/2012/04/unsur-unsur-penelitian-ilmiah.html
4
Zamrono DR, zambroni, Pengantar pengembangan teori islam, (Jakarta: Tiara Wacana,
2005), 95.

4
a. Mempergunakan premis-premis yang benar
b. Mempergunakan cara penarikan kesimpulan yang sah.
3. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian adalah pengetahuan tentang berbagai metode
yang dipergunakan dalam penelitian. Oleh sebab itu maka kegiatan pertama
dalam penyususnan metodologi penelitian adalah menyususn secara lengkap
tujuan penelitian yang mencakup keseluruhan kesimpulan yang ditarik
seperti tempat, waktu dan sebagainya. Berdasarkan tujuan penelitian ini,
maka kita akan dapat memilih metode penenlitian yang tepat beserta teknik
pengambilan contoh dan teknik penarikan kesimpulan yang relevan. Metode
adalah prosedur atau cara yang ditempuh dalam mencapai suatu tujuan
tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang spesifik dalam memecahkan
masalah tertentu yang ditemui dalam melaksanakan prosedur. Jadi sebuah
metode penelitian mencakup beberapa teknik, seperti teknik pengambilan
contoh, teknik pengukuran, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis
data.5
4. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang
masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis.
Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis
sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat membantu mengarahkan
pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Sering kali pada saat
melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting.
Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan
peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini
dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang
telah dirumuskan.
5. Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang sedikit berbeda dari
tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data

5
Sugiono, Statistik untuk Penelitian, (Jakarta: Alfabeta, 2007) hlm, 60

5
dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode
ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah
dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode
ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau
ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.
Dalam teknik pengumpulan data harus dinyatakan variable yang akan
dikumpulkan, sumber data dari mana dan keterangan mengenai variabel
tersebut akan didapatkan. Misalnya untuk mendapatkan data dapat melalui
interview.
6. Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban
sementara dari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah
pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam
kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau
menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut.
Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih
dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi
yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derajat kepercayaan terhadap
hasil suatu penelitian. Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi
berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu
sendiri.
7. Hasil Penelitian
Dalam membahas hasil penelitian maka harus selalu diingat bahwa
tujuan kita adalah membandingkan kesimpulan yang ditarik dari data yang
telah dikumpulkan dengan hipotesis yang diajukan. Secara sistematik dan
terarah, maka data yang telah dikumpulkan tersebut dideskripsikan,
dibandingkan dan dievaluasi yang keseluruhannya diarahkan kepada sebuah
penarikan kesimpulan, apakah data tersebut mendukung atau menolak
hipotesis yang diajukan. Pada hakikatnya sebuah hasil penelitian yang baik
tidak berhenti pada kesimpulan, apakah sebuah hipotesis diterima atau
ditolak, melainkan dilengkapi dengan evaluasi mengenai kesimpulan

6
tersebut. Sebuah pernyataan ilmiah yang baik selalu mengandung tingkat
kepercayaan yang dimiliki pernyataan tersebut.6 Untuk melaporkan hasil
penelitian, maka secara singkat dan kronologis dan pertama diberikan
deskripsi tentang variable yang diteliti yang diikuti dengan tehnik ananlis
yang dipergunakan. Setelah itu hasil pengukuran dilaporkan yang kemudian
dilengkapi dengan kesimpulan analisis dari data yang telah dikumpulkan.
Laporan ini ditulis dalam bentuuk esei dengan kalimat-kalimat verbal yang
mencakup semua pernyataan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
8. Merumuskan Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode
ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus
bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan
atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi
jelas. Kesimpulan penelitian ini merupakan sintesis dari keseluruhan aspek
penelitian. Sintesisi ini membuahkan kesimpulan yang ditopang oleh suatu
kajian yang bersifat terpadu dengan meletakkan berbagai aspek penelitian
dalam perspektif yang menyeluruh. Oleh karena itu, diuraikan kembali
secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari aspek-aspek tersebut
dalam kerangka yang mengarah kepada kesimpulan. Dalam mengkaji
kesimpulan penelitian ini, disebabkan sifatnya yang terpadu dan menyeluruh
maka seorang peneliti meninggalkan perannya sebagai ilmuan dan beralih
menjadi seorang filsuf.7 Hal ini berarti ia harus mampu menarik kesimpulan
yang utuh dari data yang bersifat terpisah dengan tidak meninggalkan sifat
keilmuan. Kesimpulan penelitian ini harus tetap dipertanggungjawabkan
alam kerangka teori keilmuan yang didukung oleh penemuan penelitian.
Kesimpulan ini kemudian dibahas dengan jalan membandingkannya
terhadap penelitian lain serta pengetahuan ilmiah yang relevan.8

6
Ibid, hlm 56.
7
Rakim, Pengertian Variabel dan Hipotesis Penlitian, http://rakim-
ypk.blogspot.com/2008/06/Pengertian-Variabel.html. (diakses Oktober, 10-2011-12.00 wib).
8
Ibid,. Zamrono. 1-2

7
D. Unsur-Unsur Penelitian
Untuk dapat melakukan penelitian dengan baik, peneliti perlu memiliki
pengetahuan tentang berbagai unsur penelitian. Unsur-unsur yang menjadi
dasar penelitian ilmiah ini sebagai berikut9:
1. Konsep
Secara umum dapat dikatakan bahwa konsep adalah mengungkapkan
pentingnya suatu fenomena. Atau kami dapat menyimpulkannya, konsep
adalah yang menjadi sesuatu ada. Konsep dibangun dari definisi. Definisi
adalah sistem terminologi seperti kalimat, simbol, atau rumusan yang
menunjukkan fenomena tersebut.
Ciri dasar dari konsep adalah sebagai berikut:
a. Konsep dikemukakan dengan dalam bahasa yang netral, teknis seperti
simbol matematis. Ini dimaksudkan agar bagi orang lain yang membaca
juga memiliki persepsi yang sama dengan maksud dari konsep tersebut.
b. Konsep bersifat abstrak karena konsep itu komponen dari teknik berpikir
atau berfilsafat. Konsep itu sendiri bersifat immateri, yakni sesuatu yang
tersusun di mindset.
2. Variabel
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Adapun kegunaan variabel dalam penelitian antara lain:
a. Untuk mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data
b. Untuk mempersiapkan metode analisis/ pengolahan data
c. Untuk pengujian Hipotesis
3. Hipotesa
Tidak semua jenis penelitian mempunyai hipotesis. Hipotesis
merupakan dugaan sementara yang selanjutnya diuji kebenarannya sesuai
dengan model dan analisis yang cocok. Hipotesis penelitian dirumuskan atas

9
Metodologi Penelitian, Saifuddin Azwar, (Yogyakarta:1997), hlm 5-6

8
dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang
dirumuskan.
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas pertanyaan penelitian
yang diajukan terhadap masalah yang telah dirumuskan. Dalam penelitian
yang diarahkan pada pengujian hipotesis dituntut adanya kejelasan peubah
dan hubungan antara peubah yang akan diuji. Kejelasan peubah antara lain,
tentang dimensi-dimensi peubah yang sangat spesifik. Adapun tentang
kejelasan hubungan antar peubah, meliputi tipe hubungan asimetrik yang
lebih sering digunakan dalam penelitian, hubungan simetrik, dan hubungan
timbal balik.
Secara garis besar ada dua jenis hipotesis didasarkan pada tingkat
abstraksi dan bentuknya. Menurut tingkat abstraksinya hipotesis dibagi
menjadi:
a. Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia
empiris.
b. Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal.
c. Hipotesis yang digunakan untuk mencari hubungan antar variabel.
Menurut bentuknya, hipotesis dibagi menjadi tiga:
a. Hipotesis penelitian
b. Hipotesis operasional
c. Hipotesis statistik
4. Kerangka Teori
Berteori adalah aktivitas untuk mengembangkan ide yang dapat
menerangkan mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi. Menurut Kerlinger
1973, teori adalah sekumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang saling
terkait yang menghadirkan suatu tinjauan secara sistematis atas fenomena
yang ada dengan menunjukkan secara spesifik hubungan-hubungan antara
variabel yang terkait dalam fenomena tersebut. Menurut Gibs, teori adalah
suatu kumpulan statemen yang mempunyai kaitan logis. Menurut Hage,
teori tidak hanya mengandung konsep dan statement, tetapi teori juga
definisi. Dari kesimpulan diatas esensi teori harus mencangkup:

9
a. Konsep, definisi dan proposisi.
b. Hubungan logis antara konsep-konsep definisi dan proposisi.
c. Hubungan-hubungan tersebut mencerminkan fenomenal sosial.
d. Teori digunakan untuk eksplanasi dan prediksi.
5. Proposisi
Proposisi adalah pernyataan tentang sifat dari realita yang dapat diuji
kebenarannya. Hipotesa adalah proposisi yang dirumuskan untuk pengujian
empiris. Dalil (hukum) adalah jenis proposisi yang mempunyai jangkauan
(scope) yang lebih luas dan telah mendapatkan banyak dukungan empiris.
Proposisi adalah suatu pernyataan yang memiliki 2 konsep atau lebih.
contoh dari proposisi adalah pernyataan seorang yang akan membeli mobil.
Dia memiliki 2 konsep yakni mobil baru dengan harganya masih tinggi
tetapi kualitasnya memuaskan dan mobil bekas yang harganya relatif
terjangkau akan tetapi kualitasnya kurang memuaskan.
6. Definisi Operasional
Salah satu unsur yang membantu komunikasi antar penelitian adalah
definisi operasional, yaitu merupakan petunjuk tentang bagaimana suatu
variabel diukur. Dengan membaca definisi operasional dalam suatu
penelitian, seorang peneliti akan mengetahui pengukuran suatu variabel,
sehingga peneliti dapat mengetahui baik buruknya pengukuran tersebut.

E. Jenis-jenis Penelitian
1. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk
memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara
sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.
Dalam penelitian deskriptif cenderung tidak perlu mencari atau
menerangkan saling hubungan dan menguji hipotesis.10

10
Sosial dan pendidikan, Dra. Nurul zuriah, (PT bumi aksara, Jakarta:2009) hlm. 47-74

10
2. Penelitian sejarah
Menurut yatim riyanto (1996:22), penelitian merupakan expost facto
research yang dinaungi oleh penelitian kualitatif. Dalam penelitian sejarah
tidak terdapat manipulasi atau control terhadap variabel, sebagaimana dalam
penelitian eksperimen. Penelitian sejarah adalah penelitian yang secara
eksklusif memfokuskan kepada masa lalu. Penelitian ini mencoba
merekonstruksikan apa yang terjadi pada masa yang lalu selengkap dan
seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Dalam
mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan,
menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi bebeerapa
waktu yang lalu (Jack R. Fraenkel & Norman E. Wallen, 1990:411 dalam
Yatim Riyanto, 1996:22).
3. Penelitian Korelasional
Menurut yatim riyanto (1996:27), adalah penelitian yang akan melihat
hubungan antar variabel atau beberapa variabel dengan variabel lain.
Variabel yang digunakan untuk memprediksi disebut variabel prediktor,
sedangkan variabel yang diprediksikan desebut variabel kriterium atau
variabel kriteria.
4. Penelitian kausal komparatif
Penelitian kausal komparatif adalah penelitian yang diarahkan untuk
menyelidiki hubungan sebab akibat berdasarkan pengamatan terhadap
akibat yang terjadi dan mencari faktor yang menjadi penyebab melalui
faktor yang dikumpulkan.
5. Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen adalah penelitian yang sistematis, logis, dan
teliti didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam melakukan
eksperimen penelitian memanipulasikan suatu stimulan, treatmen, atau
kondisi-kondisi eksperimental, kemudian mengobservasi pengaruh yang
diakibatkan oleh adanya perlakuan atau manipulasi tersebut.11

11
Strategi penelitian pendidikan, H. Mohammad ali (angkasa, bandung 1993) hlm. 89-91

11
6. Penelitian Tindakan
Menurut Kemmis (1983) dalam Yatim Riyanto (1996:47) menyatakan
bahwa penelitian tindakan merupakan upaya menguji cobakan ide-ide
kedalam praktik untuk memperbaiki atau mengubah sesuatu agar
memperoleh dampak nyata dari situasi.
7. Penelitian Grounded
Penelitian grounded yang ditokohi Glaser dan Strauss pada tahun
1967 di Amerika Serikat dan berikutnya diperkenalkan di Indonesia oleh
Schiegel, merupakan jenis penelitian yang tidak bertolak dari teori, tetapi
berangkat dari data-data faktual lapangan. Data-data tersebut diproses
menjadi teori berdasarkan metode berpikir deduktif.

F. Daftar Bacaan
Metodologi Penelitian Kualitatif, Prof. DR Noeng Muhadjir, (Rake Sarasin P.O
BOX 83, Yogyakarta:1992

Yusuf,muri. 2007. Metodologi Penelitian. Padang: UNP press

http://metpelumm2012.blogspot.com/2012/04/unsur-unsur-penelitian-
ilmiah.html

Zamrono DR, zambroni, Pengantar pengembangan teori islam, (Jakarta: Tiara


Wacana, 2005)

Sugiono, Statistik untuk Penelitian, (Jakarta: Alfabeta, 2007)

Rakim, Pengertian Variabel dan Hipotesis Penlitian, http://rakim-


ypk.blogspot.com/2008/06/Pengertian-Variabel.html. (diakses Oktober,
10-2011-12.00 wib).

Metodologi Penelitian, Saifuddin Azwar, (Yogyakarta: 1997)

Sosial dan pendidikan, Dra. Nurul zuriah, (PT bumi aksara, Jakarta: 2009)

Strategi penelitian pendidikan, H. Mohammad ali (angkasa, bandung 1993)

12
PENGANTAR

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


“Metodologi Penelitian 1”

AR BIYAH S
UT YE
M
I IL

KH
H TING G

BURH ANUD D
OLA
EK

I
N
S
P AR IAM A N

Disusun oleh:
YULI ASMITA
1601122

Dosen Pengampu:
JULHADI, M.A

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
(STIT) SYEKH BURHANUDDIN
PARIAMAN 2018 M/ 1440 H

13