Anda di halaman 1dari 2

GARAM PENGGANTI

Masyarakat umumnya sudah mengetahui bahwa penderita hipertensi harus


membatasi asupan garam. Yang harus diwaspadai dari garam sebenarnya bukan
rasa asinnya, tapi kandungan sodium atau natrium. Hal ini tidaklah salah, karena
berbagai studi menunjukkan bahwa natrium memiliki hubungan yang sebanding
dengan timbulnya hipertensi. Disisi lain, studi lain menyebutkan bahwa kadar kalium
penderita hipertensi lebih rendah dibandingkan orang dengan tensi normal.

Terkait dengan asupan garam, tahukah anda sumbernya bukan semata berasal dari
garam meja? Bahkan kecap dan biskuit yang anda konsumsi pun ada kemungkinan
mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Padahal Pedoman Gizi Seimbang
yang dikeluarkan oleh Kemenkes tahun 2014 salah satunya menyebutkan bahwa
asupan natrium lebih dari 2000 mg (sumber lain menyebutkan 2300 mg) per orang
per hari akan meningkatkan risiko hipertensi.

Nah, bagaimana dengan orang yang sudah terlanjur menderita hipertensi? Penderita
hipertensi disarankan untuk tidak mengkonsumsi natrium lebih dari 1200 mg per
hari, bahkan hanya 200 – 400 mg pada penderita dengan hipertensi berat. Dapat
dibayangkan bagaimana hambarnya kan? Namun penderita hipertensi tak perlu
khawatir, seperti halnya gula pengganti, garam pengganti juga ada.

Di Indonesia sudah beredar garam pengganti untuk penderita hipertensi yang perlu
membatasi asupan garam. Kandungan garam pengganti adalah natrium dan kalium
klorida. Rasanya memang mirip garam meja. Salah satu contohnya adalah Lososa.
Meski kadar natrium dalam setiap 5 gram Lososa sama dengan garam meja, namun
dengan penambahan sekitar 1500 mg kalium pada setiap sendok tehnya akan
meningkatkan rasanya sehingga dengan pemakaian yang lebih sedikit sudah dapat
diperoleh rasa yang sama dengan pemakaian garam meja. Dengan demikian
diharapkan asupan natrium akan lebih rendah. Disamping itu kandungan kaliumnya
juga diharapkan memberi efek baik terhadap tekanan darah.

Amankah? Umumnya garam pengganti aman digunakan pada orang sehat maupun
penderita hipertensi tanpa penyulit. Namun tidak disarankan pada penderita dengan
gangguan ginjal maupun jantung. Karena asupan kalium berlebih dapat
memperburuk kondisi penyakitnya, bahkan pada keadaan tersebut penderita
dianjurkan untuk mengurangi asupan kalium.

Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan garam pengganti. Selalulah


berkonsultasi dengan dokter anda..

Salam sehat