Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga makalah dengan
judul Perkembangan Masa Prenatal Dan Kelahiran dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami
ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih
baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Kelompok
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Ilmu kimia adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang komposisi,struktur, sifat-
sifat dan perubahan-perubahan dari materi serta energy yang menyertainya. Pertumbuhan dan
perkembangan yang cepat dari ilmu kimia telah menyebabkan perlunya pemisahan kedalam
sejumlah bidang kimia yang khusus. Dengan perkembangn tersebut kita mengenal antara lain
kimia fisika, kimia analisis, biokimia, kimia anargonik, serta kima organik.
Karbon merupakan salah satu unsur dari unsur-unsur yang terdapat dalam golongan IV A
dan merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan sehari-hari karena terdapat lebih
banyak senyawa yang terbentuk dari unsurkarbon. Keistimewaan karbon yang unik adalah
kecenderungannya secara alamiah untuk mengikat dirinya sendiri dalam rantai-rantai atau cincin-
cincin, tidak hanya dengan ikatan tunggal, C - C , tetapi juga mengandung ikatan ganda C = C,
serta rangkap tiga, C≡C.Akibatnya, jenis senyawa karbon luar biasa banyaknya. kini diperkirakan
terdapat sekitar dua juta jenis senyawa karbon, dan jumlah itu makin meningkat pemikiran tersebut
bahwa penggunaan istilah senyawa karbon lebih tepat pada senyawa oragnik, tentu semua senyawa
karbon menjadi sasaran kajian kimia karbon.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana keberadaan unsur karbon di alam?
2. Apa saja senyawa-senyawa yang berikatan dengan unsur karbon?
3. Apa saja sifat sifat fisika dan kimia unsur karbon?
4. Apa yang di maksud dengan alkana?
5. Apa yang di maksud dengan alkena ?
6. Apa yang di maksud dengan alkuna?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui keberadaan unsur karbon di alam.
2. Untuk mengetahui senyawa-senyawa yang berikatan dengan unsur karbon
3. Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia unsur karbon.
4. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan alkana
5. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan alkena
6. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan alkuna
BAB II

PEMBAHASAN

A. Karbon (C)

Karbon adalah salah satu unsur yang terdapat dialam dengan symbol system periodik
adalah “C”. Nama karbon berasal dari bahasa latin “carbo” yang berarti “coal” atau “charcoal”.
Istilah “coal” menyatakan sediment berwarna hitam atau coklat kehitaman yang bersifat mudah
terbakar dan terutama memiliki komposisi utama belerang, hydrogen, oksigen dan nitrogen.
Karbon merupakan unsur ke-19 yang paling banyak di kerak bumi yaitu dengan persentase dengan
berat 0.027%, dan menjadi banyak unsur ke-4 terdapat jagat raya setelah hydrogen, helium, dan
oksigen. Di temukan baik di air, darat, dan atmosfer bumi, dan di dalam tubuh makhluk hidup.
Karbon membentuk senyawa hampir semua unsur terutama unsur organik yang banyak
menyusun dan menjadi bagian dari makhluk hidup. Keistimewaanunsur karbon di bandingkan
dengan unsur IV A yang lain, unsur karbon secara alamiah mengikat dirinya sendiri dalam rantai,
baik dengan ikatan tunggal C-C, ikatan rangkap dua C=C, maupun ikatan rangkap tiga C≡C. Hal
ini terjadi karena unsur karbon mempunyai energi ikatan C-C yang kuat yaitu sebesar 356 kj/ mol.
1. Senyawa Karbon
a. Karbon dioksida
Karbon dioksida di temukan di atmosfir lapisan bumi dan terlarut dalam air. Karbon juga
merupakan bahan batu besar dalam bentuk karbonat unsur kalsium, magnesium dan besi. Batubara,
minyak ,dan gas bumi adalah hidrokabon. Karbon sangat unik karena dapat membentuk banyak
senyawa dengan hidrogen, oksigen, nitrogen, dan unsur-unsur lainya. Nama lain dari gas asam
karbonat, karbonat anhidrida, es kering (bentuk padat), dan zat asam arang. Massa molar
44,0095(14) g/mol, penampilan gas tidak berwarna. Densitas 1600 g/L (padat) 1,98 (gas),titik
didih leleh -57 oC (216K) dibawah tekanan, titik didih -78 oC (195 K) menyublin, kelarutan dalam
air 1,45 Momen dipole nol.
Karbon dioksida di ntyatakan dalam bentuk rumus kimia CO2 atau zat asam arang adalah
sejenis senyawa yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara konvalen dengan sebuah
atom karbon. Berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standard dan hadir di atmosfer
bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan
volume (V) walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon
dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena bisa menyerap gelombang inframerah dengan
kuat.
Karbon dioksida juga di hasilkan oleh semua hewan, tumbuhan-tumbuhan, fungsi dan
mikroorganisme pada proses reperasi dan di gunakan oleh tumbuhan sebagai proses fotosintesis.
Oleh karena itu, karbon dioksida merupakn kompenen yang sangat penting dalam siklus karbon.
Karbon diokasida juga hasailkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil.Karbon
dioksida anorganik di keluarkan dari gunung merapi dan proses geothermal lainya seperti pada
mata air panas.
Karbon dioksida tidak mempuyai bentuk cair pada tekanan di bawah 5,1 atm namun
langsung mnjadi padat pada temperatur di bawah -78oC. Dalam bentuk padat karbon dioksida pada
umumnya disebut sebagai es kering (CO2) adalah oksida asam. Larutan CO2 mengubah warna
litmus dari biru menjadi merah muda. Karbon dioksida mempuyai struktur molekul linier dan
bersifat non polar. Gas ini larut dalam air, terdapat di udara dan sangat penting bagi tumbuhan
sebagai bahan fotosintesi serta merupakan komponen nafas yang di keluarkan oleh manusia atau
hewan. CO2 dapat di buat dengan membakar karbon senyawa hidrokarbon, atau gas CO dengan
oksigen yang cukup sebagai berikut:
C+ CO →CO2
CH4+2O2→CO2+H2O
2CO+O2→2CO2
Di laboratorium CO2 dapat di buat dengan mereaksikan garam karbonat dengan asam
seperti: CaCO3 +2HCl→CaCl2 +H2O+CO2. Gas CO2 tidak beracun, tetapi konsentrasi yang
terlallu tinggi dalam udara adalah tidak sehat, karena merendahkan konsentrasi CO2 dan
menimulkan efek fisikologis yang membahayakan. Jumlah CO2 yang sangat besar sekali di
hasilkan oleh aktifitas manusia, meningkatkan gas CO2 di khawatirkan atmosfer menjadi panas,
sehingga akan muncul perubahan suhu yang serius yang sering juga di sebut efek rumah kaca.
b. Karbon Monoksida
Karbon monoksida dapat di buat secara komersil dengan hydrogen melalui pembentukan
uap kembali atau pembakaran sebagai hidrokarbon dengan reaksi CO2+H2→CO2+H2, gas ini
tidak berwarna dan mempunyai titidk didih -190. Dapat di gunakan sebagai bahan industry melalui
reaksi 2CO(g) + O2(g)→ 2CO2(g). Gas CO juga terdapat terjadi sebagai sampingan pembakaran
organic dalam ruang kurang oksigen. C8H18 + 6O2 (g)→8CO + 4H2O. Secara besaran-besaran
dapat dibuat dengan reaksi C(S) + H2O→ CO +H2. Gas CO sangat berbahaya bagi manusia
maupun hewan karena CO berikatan kuat dengan hemoglobin darah. Homoglobin berfungsi
sebagai mengedarkan oksigen dari paru- paru ke seluruh tubuh. Secara komersial, karbon
monoksida mempunyai beberapa kegunaan. Campuran gas yang mengandung karbon monoksida,
telah lama di gunakan sebagai bahan bakar.
c. Karbonat dan Bikarbonat.
Sebagai senyawaan karbon anorganik yang paling melimpah, karbonat dan bikarbonat
adalaha zat yang berguna serta terkenal. Kebanyakan karbonat hanya sedikit larut dalam air,
misalnya kalsium karbonat, CaCO3, barium karbonat, BaCO3, magnesium karbonat, MgCO3, dan
timbal karbonat, PbCO3. Banyak bikarbonat hanya stabil dalam larutan air. Contohnya kalsium
bikarbonat Ca(HCO3)2, dan magnesium bikarbonat Mg(HCO3)2. Karbon dan bikarbonat bereaksi
dengan kebanyakan asam, menghasilkan CO2. Reaksi ini sangat cepat dan gas itu dengan mudah
terlepas. Misalnya, barium karbonat bereaksi dengan asambromide.
BaCO3 + 2HBr BaBr2 + H2O + CO2↑
Bikarbonat adalah zat atmosfer, yaitu ia dapat bereaksi baik dengan asam maupun basah.
Bikarbonat tidak stabil bila dipanaskan, ia terurai membentuk karbonat. Kalium bikarbonat bubuk
digunakan dalam alat pemadam kebakaran karena ia mudah terurai dengan menghasilkan karbon
dioksida. 2KHCO3 K2CO3 + H2O + CO2↑.
2. Sifat-Sifat Karbon
Unsur karbon terdapat dalam tiga bentuk yaitu bentuk amorf, grafit, dan intan
a. Amorf
Unsur karbon dalam bentuk amorf, selain terdapat di alam, seperti arang, kokas, batu bara,
dan karbon hitam memiliki sifat yang rapuh. Karbon amorf ini, antara lain digunakan sebagai
bahan bakar (batu bara), zat warna hitam, tinta cetak, dan sebagai produksi pada proses
peleburan logam. Karbon amorf yang diaktifkan (karbon aktif) digunakan sebagai adsorben
(penjerap) yang dapat menyerap bau-bauan, gas beracun, mikroorganisme, dan kotoran
dalamlarutan. Secara alami amrof di hasilkan dari perubahan serbuk gergaji, lignit batu bara,
gambut, kayu, batok kelapa, dan bijian-bijian.
b. Grafit
Grafit adalah zat bukan logam yang mampu mengantarkan panas dengan baik. Bentuk
kristal mikro grafit banyak kita kenal sebagai arang, jelaga, atau jelaga minyak. Sifat fisika
grafit di tentukan oleh sifat dan luasnya permukaan, bentuk grafit yang halus akan mempunyai
permukaan yang relatif lebih luas, dengan sedikit gaya tarik akan mudah meyerap gas dan zat
terlarut. Grafit terdapat dalam bentuk padatan yang memiliki ukuran kristal dan tingkat
kemurnian yang berbeda-beda.
c. Intan
Bentuk unsur karbon yang ketiga adalah intan. Intan secara alami diperoleh dari karbon yang
dikenal tekanan dan suhu tinggi dalam perut bumi. Intan juga dapat di buat dari grafit yang diaolah
pada suhu 3.000 K dan tekanan lebih dari 1,25 x 107 Pa. Proses ini menggunakan katalis logam
transisi, seperti kromium (Cr), besi (Fe), dan platina.
B. Alkana (CnH2n+2)
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai
terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal. Alkana juga di sebut parafin yang
berarti alifatis kecil (sukar beraksi). Senyawa alkana mempunyai rumus sebaga berikut: CnH2n +
2.
Dari rumus umum di atas jika diketahui jumlah atom karbon maka jumlah H dapat
ditentukan demikian pula sebaliknya. Nama-nama beberapa alkana tidak bercabang yang sering
disebut sebagai deret homolog dapat dilihat pada tabel berikut:
Nama Rumus molekul Nama Rumus molekul
Metana CH4 heksadekana C16H34
Etana C2H6 heptadekana C17H36
Propane C3H8 oktadekana C18H38
Butane C4H8 nonadekana C19H40
Pentane C5H12 eikosana C20H42
Heksana C6H14 heneikosana C21H44
Heptana C7H16 dokosana C22H46
Oktana C8H18 trikosa C23H48
Nonana C9H20 tetrakosana C24H50
Dekana C10H22 pentakosana C25H52
Undekana C11H24 keksakosana C26H54
Dodekana C12H26 heptakosana C27H56
Tridekana C13H26 oktaoksana C28H58
Tetradekana C14H30 nonakosana C29H60
pentadekana C15H32 trikontana C30H62

1. Tata nama Alkana


1. Penaman alkana mengikuti system IUPAC, yaitu sistim tata nama yang berdasarkan pada
gagasan bahwa struktur sebuah nyawa organic dapat digunakan untuk menurunkan namanya dan
sebaliknya, bahwa suatu struktur yang unik dapat di gambar untuk tiap nama. Dasar sistem IUPAC
yaitu alkana rantai lurus.
 Nama alkana di dasarkan pada rantai C terpanjang sebagai rantai utama.
 Atom C ujung di beri nomor 1 adalah yang dekat dengan rantai simpang atau simpangnya
lebih panjang.
 Sebut nomor yang menunjukan letak rantai cabang, lalu nama rantai cabang, menurut
urutan abjad, lalu di ikuti dengan nama ratai lurusnya, contoh: 3 metil heksana.
 Nomor cabang di hitung dari ujung rantai utama yang terdekat.
D. Trivial (Nama umum)
Dalam system tata nama umum, nama alkana di tentukan oleh jumlah atom karbon tampa
memperhatikan susunan atom-atom tersebut.
a. Alkana yang tak bercabang mempuyai atom C>3 di beri awalan normal (n-).
b. Alkana yang bercabang mempunyi gugus –CH(CH3)2 di beri awalan iso.
c. Alkana bercabang yang mempunyai gugus –CH(CH3)3 di beri awalan neo.
2. Sifat-sisfat Alkana
1. Sifat fisika
a. Hidrokarbon jenuh ( tidak ada ikatan atom C rangakap sehinnga jumlah atom H nya
maksimal).
b. Sukar beraksi
c. Bentuk Alkana dengan rantai C1-C4 pada suhu kamar adalah gas ,C4-C17 pada suhu
adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah padat
d. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah, dan jumlah atom C sama maka
bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah.
e. Sifat kelarutan mudah larut dalam pelarut non polar.
f. M assa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C.
g. Merupakan sumber utama gas alam dan petroleum (minyak bumi).
2. Sifat Kimia
a. Alkana tidak reaktif cukup stabil apbila di bandingkan dengan senyawa organik lainya.
Oleh karena kurang reaktif, alkana disebut paraffin (berasal dari bahasa latin: parun affins,
yang artinya afinatas yang kecil sekali).
b. Alkanan dapat di bakar sempurna menghasilkan CO2 dan H2O.
c. Oksidasi dapat teroksidasi membentuk karbon dioksida dan air di sertai pembebasan
energi.
d. Halogenasi, alkana dapat beraksi dengan halogen di bawah pengaruh panas membentuk
alkil halide dengan hasil samping hydrogen klorida.
e. Nitrasi, alkana dapat beraksi dengan asam nitrat pada suhu 150-4750C membentuk
nitroalkana dengan hasil samping uap air.
f. Sulfonasi, alkana dapat beraksi dengan asam sulfat berasap (oleum) menghasilkan asam
alkana sulfonat dan air.
C. Alkena
Alkena dan sikloalkena merupakan hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan
rangkap dua karbon-karbon. Senyawa ini ikatan tidak jenuh karena tidak mempunyai jumlah
maksimun atom yang sebetulnya dapat di sampaikan oleh setiap karbon. Alkena sering disebut
olefiant gas (gas yang membentuk minyak, suatu istilah nama lama untuk etilena (CH2= CH2).
Rumus umum alkena adalah CnH2n.
Dapat di lihat pada taebel berikut:
1. Tata nama Alkena
Dalam sisten IUPAC, alkena berantai lurus di beri nama menurut alkana induknya sebagai berikut:
1. Sebagai senyawa induk di ambil rantai lurus atom karbon terpanjang yang menagandung
ikatan rangkap.
2. Akhiran –ana dari nama hidrokarbon alkana di gantikan dengan akhiran –ena.
3. Posisi ikatan rangkap di tentukan oleh nomor rendah dari atom karbon, di mana ikatan itu
terletak.
4. Jika suatu isomer geometric akan di tandai, nama itu di mulai dengan cis atau trans.
Menurut Justiana (2009), langkah-langkah penamaan senyawa alkena rantai lurus sebagai berikut:
a. Hitung jumlah atom C-nya, kemudian tukiskan nama awal berdasarkan jumlah atom C dan
akhri dengan akhiran –ena.
b. Jika jumlah atom C senyawa lebih dari 3, maka bernomor setiap atom C sehinnga nomor
terkecil terletak atom C terikat.
Sementara itu, jika senyawanya merupakan alkena rantai bercabang maka sebagai berikut:
a. Tentukan rantai induk dan rantai cabangnya.
b. Hitung jumlah atom C pada rantai induk dan rantai cabang.
c. Tuliskan nama rantai induk berdasarkan jumlah atom C-nya.
d. Tuliskan nama rantai cabang berdasarkan jumlah atom C dan strukturnya.
e. Tuliskan nomor cabang, di ikuti tanda (-) gabungkan nama rantai induk dan rantai cabang.
Beberapa senyawa alkena mempunyai ikatan rangkap 2 lebih dari 1. Senyawa alkena tersebut
mempunyai yang mengandung kata diena atau triena.
CH2=CHCH=CH3 CH2=CHCH2=CH2
1,3 –pentadiena 1,4-pentadiena
CH2=CHCH=CHCH=CH2 CH3-CH2-CH=CH-CH=CH2-CH2-CH3
1,3,5-heksatriena 3,5-oktadiena
2. Sifat Alkena
Menurut Justiana (2009) sifat fisika di tunjukan pada table beriukt:
Sifat Fisika
Senywa Alkena Rumus Molekul Mr
Titik Didih Wujud
Etena C2H4 28 -103 gas
Propena C3H6 42 -48 gas
1-Butena C4H8 56 -6 gas
1-Pentena C5H10 70 30 cair
1-Heksana C6H12 84 64 cair
1-Heptena C7H14 98 93 cair
1-Oktena C8H16 112 122 cair
1-Nonena C9H18 126 146 cair
1-Dekana C10H20 140 171 cair

Berdasarkan tabel diatas maka sifat-sifat alkena sebagai berikut:


1. Titik didih alkena sama dengan alkana, maka bertambah jumlah atom C, harga Mr makin
besar maka titik didihnya semakin tinggi.
2. Alkena mudah larut dalam pelarut organik tetapi sukar larut dalam air.
3. Alkena dapat beraksi adisi denagn H2 dan halogen.
D. Alkuna
Alkuna merupakan suatu golongan hidrokarbon alifatik yang mempunyai gugus fungsi
berupa ikatan rangkap tiga karbon. Salah satunya adalah etuna yang di sebut juga asetilena
(CH=CH). Ikatan pada alkuna disebut ikatan tidak jenuh. Ketidak jenuhan ikatan rangkap tiga
karbon-karbon lebih besar dari ikatan rangkap dua pada alkena, oleh kaeran itu kemampuanya
beraksi juga lebih besar.
1. Struktur Alkuna
Alkuna mempunyai rumus umum CnH2n-2. Alkuna yang paling sederhana adalah etuna (C2H2).
Dan mempunyai rumus struktur H- C=C – H.
Menurut Parlan dan Wahjudin,2005, alkuna di bedakan menjadi tiga jenis berdasarkan posisi
ikatan rangkap tiganya yaitu:
1. Alkuna terminal, jika ikatan rangkap tiga terletak di ujung rantai.
2. Alkuna internal, jika ikatan rangkap tiga terletak di tengah rantai.
2. Tata nam Alkuna
1. Sistem IUPAC
Pemberian nama alkuna dengan system IUPAC dengan menggantikan akhiran –ana pada nama
alkane terkait dengan akhiran –una. Untuk molekul alkuan yang rantainya panjang, rantai karbon
terpanjang yang mengandung ikatan ganda tiga mempunyai nomor rendah. Posisi ikatan ganda
tiga di tunjukan dengan nomor dari atom karbon yang berikatan ganda tiga yang lebih rendah.
2. Nama Umum
Nama umum di gunakan untuk alkuna-alkuna sederhana.Dalam pemberian nama umum,
alkuna di anggap sebagai turunan asetelina (C2H2) yang satu atau dua atom hidrogenya di gantikan
oleh gugus alikil.
3. Sifat- sfat Alkuna
Secara umum sifat – sifat fisika alkuna sifat- sifat fisika alkane dan alkana, diantara lain:
1. Alkuna suka rendah pada temperatur kamar berwujud gas, sedangkan yang mengandung
lima atau lebih atom karbon berwujud cair.
2. Berat jenisnya lebih kecil dari air.
3. Merupakan senyawa non polar tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut- pelarut
organik non polar, seperti eter, benzene, dan karbon tetraklorida.
4. Semakin banyak jumlah atom dan percabangan atom semakin tinggi titik didihnya .
4. Reaksi- Reaksi Alkuna
1. Reaksi Adisi
a. Adisi Halogen, bromine dan klorin dapat mengadisi pada alkuna seperti halnya pada
alkena.
b. Adisi Hidrogen, dengan pengaruh katalis logam – logam transisi (Pt, Pd, dan Ni)
hydrogen dapat mengadisi pada alkuna dan menghasilkan senyawa alkana.
c. Adisi Air (Hidrasi), hidrasi alkuna biasanya di lakukan dengan menggunakan katalis
merkuri sulfat. Reaksi ini biasanya mengikuti kaidah Markovnikov, tetapi yang di
peroleh bukan alcohol, melainkan suatu keton.
2. Reaksi Oksidasi
a. Oksidasi oleh KMnO4, Apabila alkuna di reaksikan dengan larutan kalium
permanganate pada kondisi yang agak netral, terjadi reaksi oksidasi dan di hasilkan
senyawa α-diketon.
b. Oksidasi oleh Ozon. Ozona lisis terhadap alkuna yang di ikuti dengan hidrolisis
mengakibatkan terjadinya pemaksa pisahan seperti yang terjadi pada alkena. Reaksi ini
dapat digunakan identifikasi posisi ikatan ganda tiga pada suatu alkuna, melalui
identifikasi hasil- hasil reaksinya.
c. Reaksi pembenbtuka Asetilida
Reaksi pembentukan asetil tidak hanya terjadi pada alkuna terminal. Alkuna terminal dapat
beraksi dengan basa kuat seperti NaNH2, pereaksi grinard, atau pereaksi organotilium, dan
menghasilkan ion asetelida.
5. Pembuatan Alkuna
Pembuatan alkuna dapat di tempuh dengan dua azas yaitu:
1. Pembentuka rantai yang mengandung ikatan ganda tiga karbon- karbon secara sederhana,
hal ini dapat di katakan pembuatan alkuna dengan mengubah bukan alkuna menjadi
alkuena.
2. Perpanjangan rantai karbon yang telah memiliki ikatan ganda tiga secara sederhana, hal ini
dapat di katakan pembuatan alkuna, dengan mengubah alkuna menjadi alkuna lain.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon jenuh hidrokarbon alifatik jenuh. Hidrokarbon adalah
senyawa organik yang molekulnya tersusun dari unsure karbon dan hydrogen. Alifatik artinya
ujung rantai tidak saling bertemu sedangkan jenuh artinya semua ikatan karbon- karbon adalah
ikatan tunggal.
Alkena dan sikloalkena merupakan hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih rangkap dua
karbon-karbon. Senyawa itu tidak di katakan tidak jenuh karena tidak mempunyai jumlah
maksimun jumlah atom yang sebetulnya dapat di tamping oleh setiap karbon.
Alkuna merupakan suatu golongan hidrokarbon alifatik yang mempunyai gugus fungsi berupa
ikatan rangkap tiga karbon- karbon. Seperti halnya ikatan rangkap pada alkena, ikatan rangkap
tiga pada alukna juga di sebut ikatan tidak jenuh.

B. Saran
Berdasarkan beberapa kesimpulan di atas maka dapat beberapa saran untuk memperbaiki
makalah selanjutnya dan pengembangan pendidikan serta dapat meningkatkan mutu
pendidikan yang lebih berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA
Justiana Sandri. 2009. Chemistry for Senior High School. Jakarta: Penerbit
Yudhistira Keenan. 1984. Kimia Untuk Universitas Jilid 2. Jakarta: Penerbit
Airlangga Khamidinal, Wahyuningsih, T & Premono, S. 2009.
SMA,(online),(http://alkana.mutakhin.edu), diakses 25 Agustus 2014 Mutamakkin
Ahmad. 2011. Materi Penunjang Media Pembelajaran Kimia Organik SMA.
(Online), (http://ewimia.files.wordpress.com/2011/05/ alkana.pdf ), diakses 19
Agustus 2014. Parlan & Wahjudi. 2005. Kimia Organik I. Malang: Penerbit
Universitas Negeri Malang UM Press Pine et al. 1988. Kimia Organik terbitan
keempat. Bandung: Penerbit ITB Prabawa, H. Jayaprana S. Ir. 1996. ILMU KIMIA
untuk SMA Jilid 3. Jakarta: Penerbit Airlangga. Rohmadi. 2012, Bab IX SMA
(SenyawaHidrokarbon Alkana, Alkena, Alkuna), (Online),
(http://kuliah.rohmadi.info/wp-content/uploads/2012/12/Bab-IX-Kimia.pdf ),
diakses 19 Agustus 2014. Sardjono, R. E. 2008, Modul 2 Isomeri, (Online),
(http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/196904191992032-
RATNANINGSIH_EKO_SARDJONO/MODUL_2_isomer_20_6_ 08_revisi.pdf ),
diakses 19 Agustus 2014. Setyawati, A.S. 2009. Kimia: Mengakaji Fenomena Alam
Untuk Kelas SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
https://www.academia.edu/9130771/KIMIA_KARBON_MAKALAH