Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.

2 April 2015

SOLUSI DALAM MENGATASI MASALAH PEMBANGUNAN


KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA
Oleh :
Riada Marenny Pasaribu, SKM, M.Kes.
Dosen Akper BAS Balimbingan

Abstrak
Pembangunan nasional yang optimal dapat tercapai apabila pembangunan kesehatan
masyarakat dapat terwujud. Keterkaitan keduanya sangat jelas dalam implementasi pelaksanaan
pembangunan nasional. Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana solusi dalam
mengatasi pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Penulisan menggunakan metode
tinjauan literatur. Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa kesehatan merupakan modal yang
sangat berharga dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Perbaikan mutu kesehatan masyarakat
berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat dan juga meningkatkan kualitas sumber
dya manusia. Kualitas sumber daya manusia yang baik, maka dapat menjadi modal untuk membangun
bangsa ke arah yang lebih maju.

Kata kunci : kesehatan masyarakat dan pembangunan

1. Pendahuluan kesehatan masyarakat dapat terwujud.


1.1. Latar Belakang Keterkaitan keduanya sangat jelas dalam
Salah satu tujuan nasional bangsa implementasi pelaksanaan pembangunan
Indonesia seperti termaktub dalam pembukaan nasional. Pembangunan tidak mungkin
Undang-Undang Dasar 1945, yaitu memajukan terselenggara dengan baik tanpa tersedianya
kesejahteraan umum. Untuk mewujudkan salah satu modal dasar, yaitu kesehatan
tujuan nasional tersebut diselenggarakan masyarakatnya. Kesehatan masyarakat harus
pembangunan nasional secara berencana, menjadi acuan dalam pembangunan baik
menyeluruh, terpadu, terarah dan sebelum berjalan maupun sedang berjalan.
berkesinambungan. Derajat kesehatan berhubungan erat dengan
Untuk tercapainya tujuan pembangunan ekonomi sosial dan
pembangunan nasional tersebut dibutuhkan lingkungannya. Pada kondisi krisis moneter
antara lain tersedianya sumber daya manusia pada saat ini, akan berpengaruh terhadap
yang tangguh, madiri serta berkualitas. Tingkat status kesehatan masyarakat, hal ini dapat
pendidikan, pendapatan serta kesehatan menghambat pembangunan.
penduduk Indonesia memang belum Dari uraian di atas, salah satu
memuaskan yang dapat berpengaruh terhadap permasalahan yang dapat menghambat
terhadap pembangunan. Menyadari bahwa pembangunan nasional adalah masalah
tercapainya tujuan pembangunan nasional kesehatan yang bertalian dengan kondisi
merupakan kehandak dari seluruh rakyat masyarakat pada saat ini (kondisi krisis
Indoneisa, dan dalam rangka menghadapi ekonomi).
makin ketatnya persaingan bebas pada era
globalisasi, upaya peningkatan kualitas sumber 1.2. Tujuan Penulisan
daya manusia harus dilakukan. Dalam hal ini Penulisan makalah ini bertujuan untuk
peranan keberhasilan pembangunan mengetahui bagaimana solusi dalam
kesehatan sangat menentukan. Penduduk mengatasi pembangunan kesehatan
yang sehat bukan saja akan menunjang masyarakat di Indonesia.
keberhasilan program pendidikan, tetapi juga
mendorong peningkatan produktivitas dan 2. Uraian Teoritis
pendapatan penduduk. 2.1. Pengertian Tentang Sehat dan
Dari kesemuanya itu, menunjukkan Kesehatan Masyarakat
bahwa pembangunan nasional yang optimal Human Development Index (HDI) yang
dapat tercapai apabila pembangunan diterbitkan oleh United Nation Development

1
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

Program setiap tahunnya, menempatkan Karena kesehatan, hidup sehat- adalah hak
Indonesia pada ranking yang ke 105 di antara asasi manusia.
180 negara di dunia (1999). Saat ini Indonesia Sayangnya pengetahuan di atas belum
berada di ranking ke 110 di antara 162 negara merupakan kebijakan nasional yang dihayati
(2002). Sedangkan Vietnam yang pada tahun oleh masyarakat dan pengambil keputusan.
1995 berada di ranking ke 117, Sekarang Kesehatan dan pendidikan belum pernah
berada di ranking ke 95 di antara 162 negara digunakan sebagai kendaraan politik oleh para
4. HDI Vietnam saat ini lebih baik dari politikus kita. Sementara kendaraan politik kita
Indonesia. saat ini adalah politik itu sendiri.
Coba bayangkan andaikan ranking Di pihak lain, “konsep kesehatan” yang
anak kita berada pada urutan ke 105 atau 110 selama ini “seakan-akan” masih dikonotasikan
dari 180 murid di kelasnya, sangat oleh sementara masyarakat banyak dan para
meresahkan dan tidak menggembirakan kedua pengambil keputusan, dan tidak jarang oleh
orang tuanya; coba bayangkan pula masyarakat kesehatan / kedokteran sendiri,
bagaimana dia akan dapat bersaing dengan masih sebagai sebuah “konsep sakit”. Apabila
temantemannya yang berada di ranking 1, 2 telah jatuh “sakit”, barulah kemudian mereka
atau di 10 besar lainnya. memikirkan tentang “sehat”. “Orang Sakit”
Ada 3 (tiga) domain utama yang dinilai adalah obyek program kesehatan. Proyek bagi
pada HDI tersebut di atas, yaitu: 1. Kesehatan, pemasukan kas negara atau daerah. Masih
diurutan pertama, 2. Pendidikan, diurutan sering diidentikkan atau dibayangkan bahwa
kedua, dan 3. Ekonomi, diurutan ketiga. “kesehatan” dan “pelayanan kesehatan” untuk
Meskipun sesungguhnya ketiga domain masyarakat adalah semata-mata pelayanan
tersebut saling berinteraksi dan berinterrelasi “Rumah Sakit”, atau “Puskesmas” yang sarat
satu dengan yang lainnya. Dapat dimengerti dengan orang sakit yang akan di operasi
bahwa, tanpa kesehatan yang baik, pendidikan jantung, atau penderita diabetes, darah tinggi,
tidak mungkin dapat berjalan dengan baik, penyakit paru / asthma / tb, pilek atau kudisan.
tanpa kesehatan yang baik dan pendidikan Belum terbayang oleh sementara
yang baik mustahil ekonomi keluarga masyarakat banyak bahwa sesungguhnya
masyarakat dapat membaik pula. Tanpa dasardasar kesehatan itu adalah mencuci
kesehatan dan pendidikan yang baik/prima, tangan sebelum makan, sikat gigi setiap hari,
ekonomi kita kelak hanya merupakan “ekonomi gizi yang baik, air bersih dengan sanitasi
kaki lima”. Namun sebaliknya pula, tanpa lingkungan yang baik, udara bersih (langit biru
ekonomi yang kuat, kesehatan dan pendidikan dengan kesadaran masyarakat akan “green
keluarga/masyarakat pun tidak mungkin dapat industry”, bensin tanpa timah hitam; karena
membaik pula. Yang jelas di sini bahwa HDI bensin dengan kadar timah hitam yang tinggi
merupakan "cermin dari kecerdasan, dapat membuat kerusakan otak permanen dari
kesejahteraan dan kemakmuran bangsa”. HDI anak-anak kita, yang miskin maupun yang
merupakan tolak ukur dari masyarakat madani. kaya. Yang dapat mengakibatkan kebodohan
Masyarakat yang kita idamidamkan bersama, generasi yang akan datang), income
yaitu suatu tatanan masyarakat modern generating masyarakat yang memadai/baik,
(masyarakat yang dapat menggunakan ilmu tata-ruang wilayah yang baik, perumahan yang
pengetahuan dan teknologi sebagai sarana sehat / baik dengan jendela yang cukup agar
hidupnya), masyarakat yang berbudaya, sinar matahari senantiasa masuk ke seluruh
masyarakat yang beradab (sehat fisik, mental ruang yang ada, dengan lantai yang disemen
dan sosialnya), dan masyarakat yang bukan berlantai tanah; masyarakat yang
beragama. Kesehatan merupakan dan harus berdisiplin berlalu-lintas di jalan raya,
dapat menjadi salah satu tolak ukur utama dari masyarakatnya tidak keranjingan narkoba dan
pembangunan dan kesejahteraan nasional alkohol dan tidak perokok serta bukan penjaja
suatu bangsa. Dengan demikian “kesehatan” seks, anak-anak mereka bersekolah, anak-
harus menjadi “mid-stream” pembangunan, anak mereka dan masyarakat yang tidak
merupakan “mid stream” pembangunan tawuran, taman kota dan tempat rekreasi
berkelanjutan, yang terus menerus. Bukan keluarga dimana-mana, tata-ruang dan tata-
hanya sebagai tolak ukur marginal /sampingan kota yang teratur rapih, semua masyarakat
dari pembangunan suatu bangsa dan negara. mendapatkan air bersih, berpakaian rapih,

2
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

bertegur sapa penuh santun, dengan tempat- preventif dan promotif, tanpa meninggalkan
tempat ibadah yang selalu padat dikunjungi upaya dan usaha kuratif serta rehabilitatif.
oleh penduduk / masyarakat untuk berdo’a Dasar pandang dalam pembangunan seperti
akan keselamatannya dan kebahagiaannya ini dikenal sebagai Paradigma Sehat 6 7.
dunia dan akhirat. Inilah yang disebut sebagai Dasar pandang ini bukan sesuatu yang baru
gambaran “penduduk atau masyarakat sehat”; bagi sekelompok masyarakat, namun
mereka sehat fisik (lahiriyah), dan sehat pula “tersimpan” cukup lama.
perilaku, sosial-ekonomi dan sosial- Program-program dalam
budayanya. Gambaran ini melukiskan pengejawantahan ikhwal-ikhwal tersebut di
masyarakat yang “tidak sakit”, masyarakat atas, sebagai bagian dari “mid stream”
yang sehat!. Program-program, upaya dan pembangunan yang berkelanjutan dari
usaha untuk mewujudkan masyarakat sehat masyarakat, bangsa dan negara, jelas
seperti gambaran di atas itulah yang memerlukan perlindungan hukum yang pasti.
sesungguhnya disebut “programupaya-usaha Paradigma Sehat sebagai sebuah konsep
kesehatan”. pemikiran tidak hanya dapat dicapai dalam
UNICEF memperkirakan, bahwa saat pengejawantahannya oleh tenaga / ahli
ini terdapat 1.6 juta anak meninggal karena kesehatan atau kedokteran saja. Paradigma
tidak mendapat akses untuk air bersih. Dengan sehat merupakan konsep pemikiran yang
penyediaan air bersih saja dan perbaikan dalam pengejawantahannya diperlukan banyak
sanitasi, kita dapat menurunkan, angka disiplin keilmuan, ahli ilmu-ilmu sosial, ilmu
kemiskinan, angka kesakitan, dan pengetahuan budaya, ilmu-ilmu teknik, ilmu
meningkatkan pendidikan anak-anak kita 5. gizi, ilmu-ilmu perilaku, ilmu-ilmu agama, dan
Demikian halnya dengan masalah cacingan tidak kalah penting yaitu pengambil keputusan
pada anak-anak. politik pembangunan negara dan wilayah /
Saat ini puluhan juta, bahkan ratusan daerah.
juta anak menderita cacingan karena masalah
air bersih, sanitasi dan perumahan yang buruk. 2.2. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Akibatnya mereka menderita kekurangan gizi, Untuk dapat memahami pengaruh krisi
yang berdampak pada kesehatan dan moneter terhadap pelayanan kesehatan
pendidikan mereka. Dengan demikian masyarakat, perlulah dipahami dahulu apa
sesungguhnya “program kesehatan” tidak yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan
hanya menjadi milik, lebih-lebih dapat masyarakat (public health services). Secara
ditangani oleh hanya sektor kesehatan saja. sederhana yang dimaksud dengan pelayanan
“Program kesehatan” harus menjadi milik kesehatan masyarakat adalah bagian dari
masyarakat, yang pada akhirnya “kesehatan” pelayanan kesehatan yang lebih
itu telah menjadi budaya dan berhati di mengutamakan kegiatannya pada upaya
masyarakat. Program Kesehatan harus pula peningkatan kesehatan serta pencegahan
dapat dilaksanakan oleh masyarakat sendiri penyakit serta lebih memusatkan perhatiannya
dengan kemandiriannya; “advocacy”,” fasilitasi, pada pelbagai masalah kesehatan yang
dan “technical assistant” dibantu oleh “multi ditemukan di masyarakat secara keseluruhan.
sektoral” termasuk masyarakat bisnis. Jika dibandingkan dengan pelayanan
Masyarakat, multi sektoral, dan masyarakat medis (medical services) pelayanan kesehatan
bisnis harus mampu dan memahami masyarakat memang mempunyai beberapa ciri
“pembangunan yang berwawasan kesehatan”. tersendiri. Ciri yang dimaksud serta
Masyarakat dan multi sektoral harus mampu perbedaannya dengan pelayanan medis,
dan memahami perencanaan pembangunan secara sederhana diuraikan sebagai berikut :
wilayah dan pelaksanaannya, dengan Sarana kesehatan yang bertanggung jawab
mempertimbangkan dampak positif dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan
dampak negatifnya terhadap kesehatan baik masyarakat disebut dengan nama sarana
untuk perorangan, keluarga, dan, masyarakat kesehatan msyarakat. Untuk Indonesia sarana
sendiri. Selain itu, di sektor kesehatan sendiri kesehatan masyarakat ini adalah pusat
upaya dan usaha yang dilakukan harus kesehatan msayarakat (puskesmas) yang
mampu dan dapat berupaya melakukan upaya berada pada lini depan serta dibantu oleh
dan usaha kesehatan yang lebih bersifat Dinas Kesehatan Tingkat II yang berada di

3
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

kabupaten serta Dinas Kesehatan tingkat I melalui dana asuransi kesehatan untuk
yang berada di Propinsi, sebagai rujukan. masyarakat luas.
Untuk memperluas cakupan pelayanan Pengalokasian dana hanya diperlukan
puskesmas, maka pada beberapa wilayah terhadap pelayanan kesehatan tertentu.
kerja yang dinilai strategis didirikan Pusat Pelayanan kesehatan apa yang akan didanai
Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) ditentukan berdasarkan cost-effectiveness
serta setiap desa ditempatkan Bidan di Desa. dalam memproduksi hasil kesehatan. Subsidi
Sedangkan untuk menggalang peran serta hanya diberikan untuk kepentingan pendidikan
masyarakat yang merupakan salah satu ciri kesehatan, pembangunan sarana kesehatan,
uatam pelayanan kesehatan masyarakat, dan untuk keperluan riset yang berpengaruh
didirikan Pos Pelayanan Terpadu di setiap RW terhadap peningkatan pengadaan pelayanan
atau desa. Pada saat ini tercatat tidak kurang kesehatan berkualitas. Sebab dengan adanya
dari 240.000 posyandu telah didirikan di perubahan dan peningkatan dalam pengadaan
seluruh Indonesia. (supply) pelayanan kesehatan akan
mempengaruhi status kesehatan, kepuasan
2.3. Kesehatan bagi Semua masyarakat, efisiensi dan penggunaan
Salah satunya adalah melalui program pelayanan kesehatan.
jaminan kesehatan yang diselenggarakan Hal penting lainnya adalah perlunya
secara nasional berdasarkan mekanisme upaya penataan institusional terhadap finansial
Asuransi Sosial, yang diselenggarakan pelayanan kesehatan. Finansial dapat
berdasarkan prinsif ekuitas. Pemerintah diorginisasikan dan ditata melalui monopoli
mempunyai tugas berat untuk melaksanakan atau kompetisi. Sebagai contoh, mungkin
program ini dengan sekuat upaya untuk diperlukan pemikiran oleh pemerintahan suatu
mencapai cost-effective way (suatu cara bentuk asuransi yang diatur oleh pemerintah
mencapai efisiensi dan kualitas). Hal yang (centered-planning) seperti yang dijalankan
mesti diingat oleh pemerintah, bahwa oleh pemerintahan Taiwan (Republic of China)
kesejahteraan sosial tersebut dapat terwujud-- sejak tahun 1995 dan telah membuktikan
menurut pandangan ekonomi kesehatan. cakupan kepesertaan 96 persen populasi pada
Apabila tercapai kepuasan maksimal yang tahun 1999 saja. Sehingga sekarang ini hampir
diinginkan oleh setiap anggota masyarakat. setiap warga masyarakatnya berhak
Lebih jelas Hsiao (2000) menjelaskan bahwa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan
kepuasan maksimal terhadap pelayanan kesempatan yang sama dan dengan biaya
kesehatan akan tercapai apabila terpenuhinya yang jauh lebih murah pada tingkat distrik atau
level absolut dan distribusi status kesehatan, langsung ke tingkat pusat (rumah sakit terbaik
adanya perlindungan risiko finansial (asuransi), dengan teknologi kesehatan yang tinggi).
serta kepuasan konsumen (masyarakat). Taiwan memulai sistem asuransi
kesehatan nasional (National Health Insurance
2.4. Restrukturisasi Sistem Kesehatan ? NHI) pada bulan Maret 1995 dengan
Sarana yang digunakan untuk pendapatan (revenue) yang dikumpulkan dari
mencapai fungsi sistem kesehatan tersebut pajak sebesar 4,25 persen, dengan kontribusi
adalah komponen struktural sistem kesehatan. dari pemerintah, perusahaan dan tenaga kerja
Hsiao (2000) mengusulkan perlunya upaya masing-masing sekitar 28 persen, 32 persen
restrukturisasi terhadap 5 (lima) komponen dan 40 persen. Dalam pelaksanaannya bukan
utama yang akan berdampak pada hasil. tanpa kendala, Taiwan menghadapi beberapa
Pertama, restrukturisasi keuangan tantangan penting. Di antaranya, NHI tidak
(financing). Keuangan atau anggaran berhasil meningkatkan pendapatan (revenue)
merupakan komponen struktural utama yang untuk memenuhi pembiayaan, artinya NHI
akan mempengaruhi hasil karena dapat kekurangan akuntabilitas finansial. Revenue
berdampak pada pendistribusian status yang berasal dari premi asuransi hanya
kesehatan dan kemampuan pembiayaan meningkat 3 persen pertahun sejak tahun
pemerintah terhadap pelayanan kesehatan. 1996, sehingga pada tahun 1999 NHI rugi NT$
Untuk itu diperlukan upaya memobilisasi dana 11,4 Milyar (NT$ = New Taiwan Dolars) dan
bagi pelayanan kesehatan yang salah satunya terus merugi hingga NT$ 2 Milyar per bulannya

4
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

pada tahun 2000. Tapi akhirnya setelah 8 3. Pembahasan


tahun implementasi angka premi meningkat 3.1. Hubungan Kesehatan dan
dari 4,25 persen menjadi 4,55 persen pada Pembangunan Nasional
September 2002. Meskipun pembiayaan juga Salah satu modal dasar dalam
meningkat karena adanya peningkatan jumlah pelaksanaan pembangunan nasional adalah
usia lanjut dan adaptasi terhadap teknologi kondisi kesehatan masyarakat yang baik. Di
medis baru (Yaung & Chiang, 2004). dalam pembangunan nasional juga harus
Memang menurut Sulastomo (1997) diperhatikan pelaksanaan pembangunan
program asuransi kesehatan nasional hanya kesehatan. Keduanya ini harus berjalan
baik diterapkan untuk negara dengan seimbang agar dapat mencapai tujuan yang
pendapatan tinggi di mana kelompok diharapkan bagi semua yaitu kemakmuran dan
masyarakat di bawah garis kemiskinan sudah kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
tidak ada/berkurang. Namun dengan platform Pembangunan Kesehatan dimaksud
finansial yang baik?dan dengan political will merupakan proses perubahan tingkat
yang kuat?akan memungkinkan pelaksanaan kesehatan masyarakat dari tingkat yang
sistem asuransi dengan cara centered- kurang baik menjadi lebih baik sesuai dengan
planning seperti yang dilakukan Taiwan, tentu standar kesehatan. Perubahan ini dapat
saja dengan tidak meniru sepenuhnya apa dikenali dengan mengamati kasus kematian
yang telah dilakukan oleh Taiwan. bayi. Masyarakat yang tingkat kesehatannya
Kedua, restrukturisasi organisasi buruk, maka angka kematian bayinya tinggi.
makro melalui penggorganisasian pasar Penyebab kematian anak dan
penduduk usia muda agaknya mempunyai pola
seperti membagi fungsi pelaksanaan
serupa dengan bayi, walaupun angkanya lebih
pelayanan kesehatan pada bagian terkecil
rendah. Dan pada kelompok dewasa, angka
untuk alasan efisiensi dan kualitas (misalnya
kematian/kesakitan akibat penyakit menular
home care, pusat rehabilitasi dll) yang
tampaknya sama dengan kelompok usia muda.
terintegrasi secara vertikal.
Di sini menunjukkan bahwa apabila tingginya
Ketiga, memilih sistem pembayaran
angka kematian dan kesakitan pada penduduk
(payment system) yang tepat kepada pemberi
terutama golongan usia produktif dapat
pelayanan kesehatan (provider). Misalnya menurunkan kualitas sumber daya
pada asuransi munggunakan konsep tarif manusianya. Oleh sebab itu, pembangunan
paket (package tariff) seperti dikembangkan kesehatan dapat disebut juga pembangunan
PT Askes atau konsep kapitasi (capitation- yang dilakukan sebagai investasi dari sumber
concept) untuk mencegah dampak over daya manusia.
utilization atau unnecessary-utilization Hubungannya dengan pembangunan
pelayanan kesehatan (Sulastomo, 1997). nasional yaitu masyarakat yang memiliki
Keempat, diperlukan regulasi dengan kesehatan yang baik, fisik maupun mental
coercive power dari pemerintah melalui dapat melakukan aktivitasnya secara produktif
instrumen undang-undang dan peraturan sehingga dapat mengabdikan diri untuk
seperti UU SJKN baru-baru ini dan ketentuan membangun negeri ini. Sumber daya manusia
undang-undang lain yang mewajibkan setiap yang berkualitas dengan didukung kesehatan
orang untuk melindungi dirinya dengan prima dapat menciptakan suatu kondisi yang
asuransi kesehatan. Regulasi ini akan efektif dapat menimbulkan terobosan baru dan
apabila terbukti desain dan cara pemikiran baru tentang pembangunan nasional
pelaksanaannya memang baik (good design terutama dalam peningkatan pertumbuhan
and wording) dan pemerintah sanggup dibidang ekonomi sosial dan budaya.
melaksanakan dan menegakkan regulasi Penduduk yang sehat akan berpikiran maju
tersebut. dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk
Kelima, diperlukan upaya edukasi, selalu menginginkan perubahan dari kondisi ia
informasi dan persuasi untuk mempengaruhi sekarang ini.
keyakinan, harapan, gaya hidup dan pilihan Pembangunan nasional di segala
masyarakat. Untuk sektor kesehatan upaya ini bidang sangat membutuhkan kondisi
dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang masyarakat yang sehat sosial, mental, jasmani
profesional di bidangnya. dan ekonomi dalam pelaksanaannya.

5
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

Kesemua unsur dari sehat tersebut sangat diharapkan ada perhatian khusus tentang
berketergantungan dan mempengaruhi lingkungan hidup dan penduduk yang rentan
pelaksanaan pembangunan suatu bangsa seperti ibu, bayi, anak , usia produktif dan
termasuk Indonesia. Dimisalkan pada bidang lansia.
sosial, masyarakat yang tidak dapat Kondisi kesehatan di Indonesia masih
bersosialisasi dengan masyarakat lainnya tidak memprihatinkan, ini ditunjukkan dengan masih
dapat maju dikarenakan mereka kurang tingginya angka kematian ibu yaitu 390 dari
menerima informasi terbaru tentang kemajuan 100.000 kelahiran hidup, ini lebih tinggi tiga
yang dicapai masyarakat lain dan sampai enam kali angka kematian ibu di
pembangunan pada diri masyarakat tersebut negara-negara ASEAN. Sementara nagka
akan terhambat dengan keterbatasan yang kematian bayi 41 dari 1000 kelahiran hidup, ini
mereka miliki, sehingga untuk melakukan lebih tinggi dari Singapura 4 dari 1000
pembangunan pada bidang lainnya juga kelahiran hidup dan Malaysia 12 dari 1000
terhambat yang pada akhirnya mereka menjadi kelahiran hidup. Di samping itu Indonesia juga
masyarakat terkebelakang yang tertinggal dari memiliki penderita tuberculosis nomor tiga di
masyarakat/negara lainnya. dunia, begitu juga kusta. Belum lagi maslah
Pada sisi lain, pembangunan nasional ketersediaan air bersih atau sanitasi
diharapkan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
kesehatan dapat dijadikan komitmen bersama Menurut Sutamihardja (staf ahli
dalam pelaksanaannya. Pembangunan yang Menneg Lingkungan Hidup bidang lingkungan
tidak hanya memikirkan tentang pembangunan global) dalam dokumen Agenda 21 Global
fisik dan ekonomi saja tetapi juga memkirkan (hasil Konfrensi Rio) disebutkan antara
dampak dari pembangunan yang dilaksanakan lingkungan, pertumbuhan ekonomi
terhadap kesehatan baik dalam kesehatan (pembangunan nasional) dan kesehatan,
manusianya maupun kesehatan selain memiliki keterkaitan yang erat juga
lingkungannya. Disini diminta para pelaku memerlukan upaya intersektoral serta harus
pembangunan dalam melakukan kegiatannya berorientasi pada upaya promotif dan prefentif.
juga memikirkan kesehatan dari sumber daya Secara empirik, pembangunan
manusianya dan lingkungan tempat mereka nasional (sosial-ekonomi) yang sedang
berusaha. berjalan juga maemiliki kontribusi dalam
Persepsi yang ditanamkan yaitu bidang kesehatan masyarakat. Indikatornya
pembangunan yang dilaksnakan tidak hanya tampak jelas dengan menurunnya angka
untuk masa sekarang tetapi untuk masa yang kematian dan penyakit menular, yang diikuti
akan datang. Sebab apabila pembangunan pula meningkatnya angka harapan hidup.
tanpa perencanaan pembangunan yang Tetapi di lain fihak, berbagai masalah
berwawasan kesehatan maka ada masa yang kesehatan masyarakat baru muncul bertalian
akan datang akan menimbulkan permasalahan dengan urbanisasi, pencemaran, pemukiman
yang kompleks yaitu masalah sumber dya dan penduduk yang berdesakan, gangguan
masalah kesehatan yang semakin meningkat, penyakit jantung dan kekurangan gizi selain
yang pada akhirnya kehancuran yang didapat. yang disebutkan di atas.
Maka dari itu kesehatan dan pembangunan Perkembangan derajat kesehatan
nasional tidak dapat dilepaskan keterkaitannya masyarakat di Indonesia mengikuti pola
dalam implementasinya di suatu negara yang universal, yakni dengan perbaikan sosio
ingin maju. ekonomi serta terjadi pertukaran derajat
kesehatan masyarakat. Kondisi kesehatan di
3.2. Masalah Kesehatan dan Pembangunan Indonesia juga memiliki kecenderungan
Nasional berdimensi lokal. Percepatan pembangunan
Derajat kesehatan masyarakat sosio ekonomi antar pulau dapat
berhubungan erat dengan kondisi menyebabkan variabilitas derajat kesehatan
pembangunan nasional khususnya serta problematika antar pulau dan wilayah.
pembangunan sosial ekonomi. Kondisi krisis Kesehatan berkaitan erat dengan sosio budaya
moneter pada saat ini dikhawatirkan memberi masyarakat setempat, dan pada hakikatnya
pengaruh terhadap kualitas kesehatan dengan berjalannya pembangunan ekonomi di
penduduk, bahkan ada penurunan. Namun

6
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

daerah-daerah, maka Indonesia akan menjadi kalngsungan kesehatan masyarakat yang


kota pulau yaitu timbulnya perkotaan baru. menurunkan produktivitas kerja sehingga pada
Salah satu yang dihadapi penduduk akhirnya menyebabkan terhambatnya
perkotaan yang berkaitan dengan bidang pembangunan nasional. Hal ini juga ditambah
kesehatan yaitu kesehatan lingkungan lagi dengan rendahnya anggaran yang diterima
pemukiman, khususnya pemukiman kukuh pada bidang kesehatan sebesar 2,6% dari
atau pemukiman yang jauh dari tempat kerja. APBN yang seharusnya minimal 6 %,
Mereka menghadpi potensi bahaya kesehatan membuat tingkatkesehatan semakin terpuruk.
seperti kurangnya sarana air bersih, timbulnya Ini ditandai dengan meningkatnya penderita
penyakit menular, pencemaran, kekurangan gizi buruk dikalangan golongan rentan.
gizi dan masalah lain yang berkaitan dengan Keterbatasan anggaran tersebut
kesehatan. menyebabkan keterbatasan pelaksanaan
Dampak yang sangat tidak rogram kesehatan bagi seluruh masyarakat.
menguntungkan dari permasalahan kesehatan Program yang paling mendesak dan dianggap
tersebut memberi kontribusi terhambatnya tepat sasaran adalah pelaksanaan program
pembangunan dikarenakan terjadinya JPSBK. Program ini bertujuan mengatasi
penurunan kualitas hidup manusi yang pada dampak krisis ekonomi terhadap kesehatan
akhirnya sumber daya yang diharapkan untuk dan gizi. Sasarannya keluarga miskin yaitu
melaksanakan pembangunan tidak dapat keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga
bersaing dengan negara lain dan kualitasnya Sejahtera I, dengan alasan ekonomi serta
pun rendah. Penduduk usia produktif tidak keluarga miskin yang ditetapkan Tim desa.
dapat melakukan pekerjaannya yang optimal Kegiatan JPSBK dibagi menjadi dua kelompok.
dikarenakan kesehatan dan taraf hidup yang Pelayanan kesehatan langsung berupa
masih rendah. Keadaan tersebut diperparah pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan
lagi dengan penurunan proses kegiatan jaringannya, perbaikan gizi, pelayanan
ekonomi masyarakat. pencegahan dan pemberantasan penyakit
Permasalahan status gizi buruk yang menular (P2M) dan kesehatan lingkungan,
diakibatkan terjadinya krisis ekonomi di pelayanan kebidanan oleh bidan di desa serta
Indonesia sangat berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit
perkembangan kemajuan sumber daya kabupaten/kodya. Selain itu ada kegiatan
manusia. Status gizi yang buruk terutama pada penunjang yang antara lain Pemantapan
penduduk yang rentan seperti bayi, anak, ibu Sistem Kewaspadaan Pangan dan
dan remaja dapat menyebakan kemunduran Gizi(SKPG), revitalisasi posyandu, Jaminan
kualitas manusianya. Dampak yang terjadi Pemeliharaan Kesehatan Masyrakat (JPKM),
sangat nyata akan terlihat pada masa yang pelatihan tenaga kesehatan dan pemantauan
akan datang. program.
Generasi yang diharapkan Tahun anggaran 1999/2000, seluruh
meneruskan pembangunan nasional akan sulit kegiatan program JPSBK dibiayai dari
sekali mendapatkan generasi yang dapat pinjaman Bank Pembangunan Asia (ADB)
berkarya dan menciptakan teknologi baru melalui Project Loan Health Nutrition Sector
untuk kemajuan bangsa. Masalah gizi buruk Development Program sebesar 819,5 Milyard.
tersebut juga merupakan masalah kesehatan Pelayanan bagi masyarakat miskin terus
yang dapat menimbulkan permasalahan lain, dilanjutkan, karenanya perlu disediakan dana
seperti rendahnya daya tahan tubuh sehingga APBN, walau program JPSBK telah berakhir.
mudah sekali untuk terserang penyakit. Pada Sejauh ini keluarga miskin yang mendapatkan
akhirnya generasi yang akan datang tidak pelayanan kesehatan puskesmas sebanyak
tangguh untuk menghadapi segala persaingan 6,4 juta, sedangkan ibu hamil yang mendapat
yang global. pelayanan kebidanan 296.979 orang, ibu nifas
yang mendapatkan pelayanan kesehatan
3.3. Program Pemerintah dalam Mengatasi 371.407 orang, ibu hamil/nifas kekurangan
Masalah Kesehatan demi tercapainya energi kronis yang mendapatkan pemberian
Pembangunan Nasional makanan tambahan berjumlah 382.632 orang,
Kondisi negara yang mengalami bayi usia 6-11 bulan yang mendapat PMT
keterpurukan ekonomi memberi dampak bagi 400.044 anak serta anak usia 12-23 bulan

7
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

yang mendapat PMT 1.008.812 anak pemilihan keluarga miskin. Tetapi program ini
(Kompas). Program JPSBK sangat berguna sangat berguna bagi masyarakat yang
bagi kelanjutan pembangunan nasional, membutuhkan dan tidak mampu dalam
karena program ini memiliki sasaran untuk membayar pelayanan kesehatan yang
semua rakyat agar dapat hidup lebih sehat. diterimanya.
Berdasarkan penelitian lima perguruan Kartu sehat yang diberikan kepada
tinggi, program JPSBK telah mencapai hasil keluarga miskin dipergunakan sesuai dengan
sebagaiman diharapkan, meski masih perlu keadaan/kondisi mereka, sehingga kesehatan
perbaikan. Ketepatan sasaran JPSBK cukup masyarakat golongan tersebut dapat
tinggi yaitu 91-97% (Medika). Masalah gizi dipertahankan dan dipelihara. Pemakaian kartu
merupakan masalah yang kompleks yang juga sehat dapat terus dilanjutkan, tetapi
berdampak terhadap pelaksanaan pemakiannya diharapkan tidak menimbulkan
pembangunan nasional. Secara mikro, ketergantungan.
kekurangan gizi dapat disebabkan oleh tidak Program yangtidak kalah pentingnya
tersedianya atau berkurangnya persediaan dalam mengatasi masalah kesehatan yaitu
pangan di tingkat rumah tangga, kurangnya yang berkaitan dengan lingkungan. Kesehatan
pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam lingkungan sangat penting, karena lingkungan
pemeliharaan gizi, keadaan kesehatan yang sehat maka keadaan masyarakatnya pun
terutama penyakit infeksi yang emmpengaruhi akan sehat. Karena lingkungan merupakan
penggunaan zat gizi oleh tubuh. Secara makro akar dari masalah kesehatan, maka pelayanan
masalah gizi dipengaruhi faktorpenurunan kesehatan primer harus menyangkut
daya beli, kegagalan panen, kesulitan kesehatan lingkungan, seperti kualitas
distribusi, akses pelayanan kesehatan dan makanan, kualitas air dan udara serta bebas
faktor sosial budaya. dari ancaman penyakit menular. Posyandu
Penanganan kekurangan gizi sangat tepat untuk memberikan pelayanan
memerlukan pendekatan secara menyeluruh kesehatan di desa maupun di kota. Mengingat
dalam bentuk program yang melibatkan dimensi variabilitas antar wilayah sangat tinggi,
berbagai sektor terkait. Perhatian perlu maka muatan kesehatan lingkungan melalui
dititikberatkan pada setiap jalur pangan, mulai posyandu dalam rangka pemenuhan
dari produksi, distribusi, konsumsi sampai kesehatan dasar perlu dilakukan pembedaan
masalah pelayanan gizi dan kesehatan. substansi muatan kesehatan lingkungan yang
Depkes telah melakukan revitalisasi SKPG dan berbasis pada problematika lokal(spesial). Ini
mencanangkan Gerakan Penanggulangan dilakukan khususnya bagi kelompok rentan
Masalah Pangan dan Gizi, untuk memobilisasi (bayi, anak, remaja, ibu hamil) sehingga tepat
seluruh potensi yang ada di masyarakat dan sasaran.
sektor terkait, untuk memenuhi kecukupan Dasar pendekatan spesial dengan
pangan di tingkat keluarga, melacak setiap cara membangun informasi kesehatan
kasus gizi buruk serta mencegah dan lingkungan. Selain itu regionalisasi sumber
menanggulangi masalah gizi kurang. informasi kesehatan masyarakat yang berbasis
Penanggulangan masalah gizi kurang kewilayahan dengan acuan ekosistem dan
juga dilakukan di tempat pengungsian akibat topografi serta tata ruang. Sistem informasi
bencana dan kerusuhan massa terutama pada sebagai basis pembangunan kesehatan
kelompok rentan, dalam bentuk Blendeed food, masyarakat harus diintegrasikan dengan
susu, beras serta lauk pauk. Kesemuanya itu sistem kesehatan lingkungan berbasil spasial.
dalam rangka pemulihan dan pemeliharaan Oleh sebab itu dalam penyelesaian masalah
kesehatan agar dapat kembali hidup normal perlu adanya usaha-usaha yang terintegrasi
dan dapat melaksanakan aktivitasnya untuk dengan perekonomian.
membangun bangsa. Masyarakat agar mampu memberikan
Salah satu yang juga termasuk bagian sumbangau bagi peningkatan perekonomian
program JPSBK yaitu pemberian kartu sehat nasional, maka diperlukan program pelayanan
kepada kelompok masyarakat miskin yang kesehatan primer khususnya bagi kelompok
pada kenyataannya tidak semua yang rentan seperti balita, remaja ataupun
mendapatkannya yang diakibatkan perempuan produktif, terutama pada
keterbatasan dana maupun kesalahan

8
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

lingkungan kumuh dan lingkungan kerja Eacang, I, 1986. Ilmu kesehatan Masyarakat,
informal. Penerbit Alumni, Bandung.
Hal lain yang perlu dilakukan program
pengendalian pencemaran berbasis kesehatan Hsiao, W. C. 2000, Toward a theoretical model
untuk menurunkan pencemaran lingkungan of health systems, Work in
hingga mencapai baku mutu lingkungan yang Progress, Harvard School of
telah ditetapkan, serta pengembangan metode Public Health.
analisis damapak kesehatan lingkungan yang
merupakan bagian integral dari kegiatan Sulastomo. 1997, Asuransi kesehatan dan
Analisi Mengenai Dampak Lingkungan managed care, Jakarta, PT
(AMDAL). Demikian pula sistem Asuransi Kesehatan Indonesia.
pemantauanatau sistem informasi kesehatan Unicef.2000.The State of the World’s Children
lingkungan akibat kegiatan proyek yang 2000. Unicef, New York.
memiliki dampak penting khususnya terhadap
masyarakat. WHO.2000.Nutrition for Health and
Pelaksanaan strategi dan Development.WHO, Geneva.
implementasinya perlu disadari bahwa
pembangunan kesehatan memiliki keterkaiatan Yaung, C. L., and Chiang, T. L. 2004,
erat dengan pertumbuhan sosial ekonomi Challenges of social health
(Pembangunan Nasional) dan kondisi insurance: Comparative
lingkungan sehingga diperlukan lintas sektor perspective from Taiwan, In
dan keterlibatan kelompok dalam masyarakat International Confrence on
baik dari lembaga pemerintah maupun pelaku
"Comparative Health Policy and
pembangunan lainnya.
Reforms in East Asia" 7 - 8
Program-program kesehatan yang
September 2004, Singapore.
telah diuraiakan di atas menunjukkan sangat
perlu dilaksanakan dan merupakan program
yang diharapkan tepat sasaran.
Pelaksanaannya tidak terlepas dari partisipasi
masyarakat dan juga bantuan teknis dari
pemerintah. Keberhasilan program dapat
mengurangi bahkan mengatasi masalah
kesehatan yang ada, sehingga masyarakat
menjadi lebih baik dan mandiri, yang
selanjutnya menjadikan sumber daya manusi
yang berkualitas untuk membangun negeri ini.

4. Penutup
Kesehatan merupakan modal yang
sangat berharga dalam pelaksanaan
pembangunan nasional. Perbaikan mutu
kesehatan masyarakat berdampak pada
meningkatnya kualitas hidup masyarakat dan
juga meningkatkan kualitas sumber dya
manusia. Kualitas sumber daya manusia yang
baik, maka dapat menjadi modal untuk
membangun bangsa ke arah yang lebih maju.

Daftar Pustaka

ACC/SCN. 2000. Fourth Report on The World


Nutrition Situation. WHO, Geneva

Departemen Kesehatan. 2001. Rencana Aksi


Pangan dan Gizi Nasional 2001-2005.